EIKON Technology

Google Chrome

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Info

Mengelola Chrome Extensions Melalui Group Policy bagi User Windows

  Demi mendukung produktivitas harian, terutama yang berkaitan dengan aktivitas online browsing, banyak perusahaan memasang extensions atau fungsi tambahan pada browser Google Chrome mereka. Seiring dengan kebutuhan kerja yang meningkat, jumlah Chrome extensions yang dipasang pun ikut bertambah. Nah, banyaknya extensions tersebut kerap berujung pada kesulitan untuk mengelolanya. Terlebih, terkadang ada beberapa extensions tertentu yang dapat mengakses data secara lebih mendalam pada situs-situs yang Anda kunjungi. Sebagai pihak yang biasanya ditunjuk menjadi admin Chrome untuk kebutuhan korporasi, IT perusahaan pun membutuhkan solusi agar mereka bisa memonitor extensions secara lebih intens. Google sebetulnya telah memiliki Chrome Browser Cloud Management sebagai cara paling mudah untuk mengelola extensions. Masalahnya, tidak semua pengguna memakai sistem Chrome OS, yang memang hanya ada pada perangkat Chromebook. Beberapa pengguna, mungkin termasuk Anda, masih harus menggunakan Group Policy pada Windows untuk mengelola extensions. Berikut adalah beberapa opsi yang paling sering dipilih untuk mengelola Chrome extensions melalui Group Policy. Cara memasang Chrome extensions  Photo Credit: cottonbro (Pexels) Terkait pemasangan extensions pada Chrome, Anda perlu mengetahui sejumlah opsi yang kerap dipakai oleh para pengguna. Cek beberapa di antaranya berikut ini:   Extension Install Allow List – Daftar extensions yang telah Anda setujui untuk di-install atau dipasang pada browser Anda. Extension Install Force List – Mengesampingkan kebijakan daftar blokir, extensions tidak dapat dinonaktifkan sepenuhnya saat dicopot pemasangannya. Extension Install Sources – Kebijakan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan fungsi pemasangan terdahulu pada beberapa URL tertentu yang telah Anda sebutkan dalam kebijakan. Extension Allowed Types – Daftar extensions yang Anda izinkan untuk dipasang pada browser. Extensions yang tidak disebutkan dalam daftar ini tidak akan bisa terpasang.   Cara memblokir Chrome extensions Photo Credit: Luca Sammarco (Pexels) Demi alasan keamanan dan privasi, kemungkinan akan ada beberapa Chrome extensions yang harus Anda blokir agar tidak dipasang oleh karyawan perusahaan. Setidaknya ada dua kebijakan dalam Group Policy yang mengatur tentang hal ini, yaitu:   Extension Install Block List – Daftar extensions yang tidak akan Anda izinkan untuk dipasang pada browser. Jika seandainya extension tersebut telah terpasang, maka akan dinonaktifkan. Apabila ada karyawan atau pengguna yang tetap berusaha memasangnya, maka extension pun segera diblokir. Tombol Add to Chrome pada Chrome web store akan berubah warna menjadi merah sebagai tanda bahwa suatu extension tidak bisa dipasang. Block External Extensions – Pengaturan ini akan memblokir extensions dari sumber eksternal yang sedang dipasang. Contohnya, jika suatu aplikasi yang telah terpasang ternyata menambah extensions pada Chrome, maka extensions tersebut akan segera diblokir dari proses pemasangan.   Pengaturan lain yang lebih advanced Photo Credit: Arnold Francisca (Unsplash) Selain beberapa pengaturan di atas, sebetulnya masih ada sejumlah jenis pengaturan dengan fungsi lain yang lebih advanced atau membutuhkan keahlian lebih. Anda perlu menggunakan script JSON sehingga penerapannya pun relatif lebih rumit. Beberapa fungsi yang dapat Anda gunakan dalam kebijakan satu ini adalah: Mencegah beberapa extensions tertentu agar berhenti berfungsi pada situs-situs tertentu. Menampilkan pesan custom pada pengguna untuk memberi tahu bahwa suatu extension telah diblokir. Memperbolehkan pemasangan extensions atau melakukan pemblokiran dengan memberikan izin atau akses khusus.   Bagi yang ingin mengaktifkan pengaturan bersifat advanced pada Chrome extensions, tapi tidak familiar dengan script JSON, Google menyarankan Anda untuk menggunakan Chrome Browser Cloud Management. Hampir seluruh fungsi dan pengaturan Chrome extensions di sana tidak membutuhkan penulisan script JSON. Namun, untuk itu, Anda juga perlu beralih menggunakan perangkat bersistem Chrome OS, Chromebook. Tenang saja, Anda bisa mendapatkannya dengan mudah melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology.  Menyediakan beragam tipe perangkat Chromebook dari berbagai merek, Anda pun bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang agar tidak kehabisan!

Collaboration, Productivity

4 Fitur Baru Chrome untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

  Chrome dikenal sebagai layanan aplikasi browser yang dikembangkan oleh Google. Melalui Chrome, Anda bisa melakukan banyak hal untuk menunjang pekerjaan, mulai dari riset data, mencari bahan konten promosi, hingga berkolaborasi dengan rekan kerja satu tim. Memahami pentingnya peran Chrome, Google telah menyematkan sejumlah fitur baru untuk membantu Anda dan pengguna lain dalam meningkatkan produktivitas kerja. Apa saja fitur-fitur Chrome tersebut? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Peningkatan performa secara keseluruhan Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Salah satu fitur utama yang baru ditambahkan pada Chrome adalah meningkatkan performa. Berkat adanya peningkatan ini, kini penggunaan Chrome CPU jadi berkurang sehingga dapat mengurangi pemakaian baterai serta meminimalisir timbulnya suara kipas serta mesin panas. Pada perangkat Mac, misalnya, terjadi peningkatan hingga 65% terhadap Dampak Energi (Energy Impact) saat tabs aktif diprioritaskan. Alhasil, penggunaan CPU jadi berkurang hingga 35% dan masa baterai pun bisa bertambah hingga 1,25 jam. Hasil performa serupa juga ditemukan pada perangkat Windows, Linux, dan Chrome OS. Lebih mudah mengelola project dengan Tab Groups Photo Credit: Google Demi keperluan pekerjaan, terkadang Anda harus membuka banyak tabs di Chrome dalam satu waktu. Terlebih jika Anda sedang mengerjakan banyak project, bisa-bisa tabs yang dibuka pun jadi menumpuk. Bukannya pekerjaan cepat selesai, Anda justru bingung mencari tab yang harus diakses untuk tugas tertentu. Mengatasi hal tersebut, fitur baru bernama Tab Groups pun diluncurkan. Melalui fitur Chrome ini, Anda bisa mengelompokkan beberapa tabs dalam satu grup. Agar bisa lebih fokus dan meningkatkan produktivitas kerja, Anda dapat me-minimize maupun memperluas tampilan kelompok tab tersebut. Cara menggunakan Tab Group ini sangatlah mudah. Pada salah satu tab, klik kanan dan pilih opsi Add Tab to New Group. Lalu, untuk mengelompokkan tabs lain ke grup yang sama, Anda hanya perlu menggeser (drag) tabs ke grup tersebut. Mute notifikasi saat Anda presentasi Photo Credit: cottonbro (Pexels) Tak hanya untuk browsing data atau informasi, Chrome juga kerap digunakan untuk online meeting. Bagi yang harus menyampaikan presentasi saat meeting, biasanya Anda akan share screen untuk memperlihatkan materi presentasi. Untuk meminimalisir distraksi selama presentasi berlangsung, Google telah menambahkan fitur Chrome yang baru bernama Mute Notifications. Jadi, saat Anda presentasi, Chrome akan menonaktifkan (mute) seluruh notifikasi sehingga Anda dan tim bisa benar-benar fokus meeting. Kirim tautan ke teks yang telah diberi highlight Photo Credit: Google Dalam aktivitas kerja sehari-hari, Anda dan rekan satu tim biasanya akan saling berbagi tautan atau link untuk keperluan riset data. Namun, ketika membuka link tersebut, Anda dihadapkan dengan berbaris-baris tulisan tanpa tahu bagian mana yang dimaksud oleh rekan kerja Anda. Bukannya meningkatkan produktivitas kerja, hal ini justru berisiko membuang waktu Anda. Kabar baiknya, kini telah hadir fitur baru bernama Link to Highlight yang bisa menjadi solusi atas tantangan tersebut. Melalui fitur Chrome ini, Anda bisa memberikan highlight pada teks yang ingin Anda bagikan, klik kanan pada bagian highlight tersebut, pilih opsi “Copy link to highlight”, lalu membagikannya ke rekan kerja. Jadi, ketika rekan kerja membuka link tersebut, ia akan langsung melihat bagian teks yang telah di-highlight. Tak perlu lagi scroll dan mencari satu per satu sehingga Anda dan rekan satu tim bisa lebih hemat waktu.  Berbagai fitur Chrome terbaru ditambahkan secara rutin untuk memaksimalkan pengalaman para penggunanya, termasuk dalam hal meningkatkan produktivitas kerja. Namun, jika ingin lebih maksimal lagi, disarankan untuk menggunakan perangkat Chromebook. Berbekal sistem Chrome OS, Chromebook menggunakan Chrome sebagai default browser sehingga mendukung seluruh fitur yang disematkan. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook secara mudah dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology sekarang juga!  

Chromebook, Security

5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda

  Menjaga keamanan pengguna di ranah online merupakan salah satu prioritas utama Google. Terlebih, ada miliaran orang di dunia yang menggunakan produk browser andalan Google, Chrome, untuk mengakses web. Berbagai cara pun diterapkan untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome agar Anda dapat browsing tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa di antaranya.   Proteksi terhadap password    Photo Credit: Dan Nelson (Unsplash) Sebagai pengguna aktif internet, kemungkinan besar Anda memiliki banyak akun di berbagai website. Demi alasan keamanan, tiap website pun mempunyai password berbeda untuk sign in. Dengan banyaknya password yang harus diingat, tentu hal tersebut cukup menyulitkan. Untungnya, Anda tak perlu melakukan hal tersebut karena telah hadir Password Manager yang dapat menyimpan password akun-akun online Anda secara aman. Tak hanya itu, tersedia pula fitur Password Checkup yang akan memberi notifikasi apabila ternyata ada password yang berpotensi mudah diretas.   Fitur Safe Browsing untuk mencegah risiko kejahatan siber   Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome tidak hanya diberikan pada informasi password akun online Anda, tapi juga untuk aktivitas browsing secara keseluruhan. Tahukah Anda bahwa Chrome dilengkapi dengan fitur bernama Safe Browsing? Jika Anda hendak membuka atau mengunjungi website yang berpotensi mengandung virus atau bahaya lain, fitur Safe Browsing inilah yang akan memperingatkan Anda, begitu juga saat Anda mengunduh file mencurigakan dari internet. Dengan begini, risiko kejahatan siber seperti malware dan phising pun dapat diminimalisir. Kontrol sendiri iklan yang mau Anda lihat     Photo Credit: Pixabay (Pexels) Saat sedang browsing, kemungkinan besar Anda pernah melihat iklan online yang ditampilkan pada beberapa website tertentu. Apabila Anda merasa heran kenapa iklan tersebut ditampilkan kepada Anda, maka Anda bisa klik opsi Why This Ad yang tertera pada iklan tersebut. Lalu, jika Anda tidak suka dengan iklan tertentu karena dianggap tidak cocok atau relevan, Anda juga bisa memblokirnya dengan menggunakan fitur Mute This Ad. Fitur-fitur menjadi langkah untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda melalui kontrol terhadap iklan. Google ingin memberikan transparansi sejelas mungkin terkait pemasangan iklan, bahwa mereka tidak menjual informasi personal Anda kepada pengiklan maupun pihak mana pun.   Bisa menghapus data secara otomatis   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Saat Anda browsing melalui Chrome, berbagai data pun akan disimpan, mulai dari aktivitas penggunaan web, riwayat lokasi, hingga riwayat pencarian YouTube. Sebagai bentuk perlindungan privasi dan keamanan Chrome, Google telah menyediakan fitur khusus untuk menghapus data-data tersebut secara otomatis. Dinamakan Auto-delete, fitur ini mampu menghapus berbagai data riwayat yang tersimpan di Chrome secara otomatis setelah 3-18 bulan. Di samping itu, Anda juga bisa mengontrol data apa saja yang disimpan akun Google Anda melalui fitur kontrol on/off pada Google Account.   Tingkatkan privasi dengan mode Incognito   Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Sejak diluncurkan bersama Chrome pada 2008, mode Incognito menjadi salah satu fitur kontrol privasi yang paling populer digunakan. Saat mode Incognito diaktifkan, riwayat aktivitas browsing Anda pada Chrome tidak akan tersimpan pada Google Account Anda. Melihat popularitas mode Incognito yang cukup tinggi, sejak 2019 lalu pun Google menambahkan mode tersebut pada Google Maps dan YouTube. Untuk mengaktifkan mode ini, Anda hanya perlu masuk ke Google Account dengan tap foto profil di bagian kanan atas laman Chrome. Apa pun aktivitas online yang Anda lakukan melalui Chrome, sudah menjadi kewajiban Google untuk melindungi privasi dan keamanan Chrome Anda. Apabila ingin mendapatkan proteksi yang lebih maksimal, disarankan untuk mengakses Chrome menggunakan Chromebook, perangkat laptop bersistem Chrome OS. Sistem ChromeOS memiliki fitur update otomatis, termasuk pada fitur-fitur privasi dan keamanan yang ada dalam Chrome. Alhasil, sistem privasi dan keamanan Chrome Anda pun akan selalu up-to-date. Karenanya, jangan tunda lagi dan segera dapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk cari tahu lebih lanjut seputar Chromebook atau tanyakan langsung kepada tim EIKON Technology!  

Chromebook, Security

BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome

  Sejak pertama kali dirilis pada 2008, Google Chrome selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan web. Berbagai fitur, inovasi, dan inisiatif pun dilakukan demi memberikan pengalaman web browsing dengan keamanan optimal bagi para pengguna. Sebagai salah satu upaya untuk terus menciptakan web browser yang aman, Google Chrome bekerja sama dengan tim Google Cloud Security menjalankan suatu inisiatif baru. Inisiatif ini dinamakan BeyondCorp Enterprise, yang dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust. Melalui adanya BeyondCorp Enterprise, kini Google Chrome mampu memberikan proteksi keamanan yang lebih baik dan bersifat real-time tanpa perangkat lunak (software) tambahan. Proteksi dalam bentuk apa saja yang disediakan oleh BeyondCorp Enterprise? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Dikembangkan berdasarkan prinsip zero trust Photo Credit: Jefferson Santos (Unsplash) Seperti disebutkan sebelumnya, pengembangan BeyondCorp Enterprise dilakukan berdasarkan prinsip zero trust. Konsep utama di balik prinsip ini adalah tidak ada jaringan web yang bisa dipercaya secara default sehingga aksesnya harus selalu diamankan dan diautorisasi. Melalui pemasangan pada Chrome, BeyondCorp Enterprise dapat memberikan solusi bersifat zero trust untuk melindungi data Anda, proteksi lebih baik secara real-time dari berbagai ancaman, sekaligus menyediakan informasi penting tentang perangkat untuk membantu Anda menentukan apakah perangkat tersebut berhak mendapatkan akses web.  Berbagai kelebihan tersebut sudah langsung terpasang pada Chrome. Artinya, Anda tak perlu mengunduh software tambahan apa pun untuk bisa mendapatkan perlindungan lebih dari BeyondCorp Enterprise. Lebih baik dalam mencegah kebocoran data dan kejahatan siber Photo Credit: Google Peningkatan keamanan web menjadi fokus utama BeyondCorp Enterprise. Mengusung prinsip zero trust, BeyondCorp Enterprise mampu meningkatkan performa Chrome dalam mencegah risiko kebocoran data di web, khususnya untuk data-data yang bersifat sensitif. Tim IT perusahaan kini dapat menerapkan aturan khusus untuk menentukan tipe data apa saja yang bisa diunggah dan diunduh. Dengan begini, karyawan perusahaan pun tidak akan asal mengunggah maupun mengunduh data yang bisa saja berbahaya untuk keamanan perusahaan. Tak hanya itu, BeyondCorp Enterprise juga menunjang pencegahan potensi kejahatan siber seperti malware dan phishing. Adanya prinsip zero trust memungkinkan BeyondCorp Enterprise untuk mengecek URL secara real-time dan melakukan pemindaian mendalam terhadap file untuk melacak adanya malware. Peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman risiko Photo Credit: Google Di samping mengoptimalkan proteksi keamanan terhadap jaringan web pada Chrome, BeyondCorp Enterprise juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman risiko kejahatan siber. Melalui BeyondCorp Enterprise berbasis prinsip zero-trust, kini perusahaan atau organisasi akan mendapatkan lebih banyak informasi mendalam seputar adanya potensi ancaman atau aktivitas online yang mencurigakan. Informasi tersebut dapat diakses melalui laporan berbasis cloud. Sebagai contoh, jika seandainya ada seorang karyawan mengunduh file berbahaya menggunakan perangkat perusahaan, atau misalnya karyawan tersebut log in pada situs phishing, maka Anda akan langsung mendapatkan notifikasi sehingga bisa segera mengambil tindakan yang sesuai.   Berkat inisiatif BeyondCorp Enterprise dengan prinsip zero trust, kini Anda dan segenap tim di perusahaan bisa menggunakan Chrome secara lebih aman dan nyaman. Terlebih jika Anda mengaksesnya melalui perangkat Chromebook yang berbasis Chrome OS, sistem operasi yang khusus diciptakan untuk Chromebook. Hal tersebut memungkinkan Chrome untuk memberikan performa yang lebih optimal. Tidak percaya? Anda bisa membuktikannya sendiri dengan mendapatkan perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Menyediakan banyak jenis perangkat Chromebook dengan beragam fitur, tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!  

Info

Meningkatkan Privasi dan Keamanan Google Chrome Extension

  Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 250.000 extension tersedia di web store Google Chrome? Bertujuan untuk meningkatkan pengalaman para pengguna dalam mengakses Google Chrome, tidak mengherankan jika setiap harinya ada sekitar empat juta extension yang diunduh. Terdapat berbagai cara untuk meningkatkan privasi dan keamanan Google Chrome Extension. Agar Anda dan pengguna lain bisa memiliki pengalaman optimal saat browsing di Google Chrome, Google selalu memastikan agar extension tersebut memenuhi kriteria privasi dan keamanan yang telah ditetapkan. Pada 2021 ini, Google Chrome extension kembali mengalami peningkatan privasi dan keamanan melalui berbagai penyesuaian. Informasi penggunaan data yang lebih transparan Photo Credit: Google Salah satu bentuk update privasi dan keamanan yang diberikan pada Google Chrome extension adalah peningkatan transparansi. Google telah menyesuaikan kebijakan bagi para developer untuk meningkatkan transparansi pada extensions yang mereka buat. Sejak 18 Januari 2021 lalu, setiap extension diwajibkan untuk menampilkan kebijakan privasi (privacy practice) secara publik. Dalam visual yang jelas dan bahasa yang mudah dimengerti, kebijakan tersebut harus menjelaskan bagaimana extension mengumpulkan dan memakai data milik para pengguna. Tak hanya itu, kini pihak pengembang atau developer extension juga tak bisa menggunakan data pengguna seenaknya karena Google telah menerapkan sejumlah pembatasan baru. Pengguna punya kontrol lebih terhadap data pribadi Photo Credit: Glenn Carstens-Peters (Unsplash) Per 2021 ini, Google Chrome  mengalami perubahan terkait akses data dan izin pengunduhan. Berkat adanya update tersebut, kini Anda sebagai pengguna bisa punya kontrol lebih terhadap data pribadi. Anda berhak menentukan website mana saja yang yang datanya bisa diakses Google Chrome extension saat Anda browsing.  Setelah Anda memberikan akses atau izin kepada extension untuk mengakses data pada website tertentu, pengaturan ini dapat Anda simpan untuk domain tersebut. Bagi yang ingin memberikan akses extension kepada seluruh website yang dikunjungi, Anda juga tetap bisa melakukannya. Namun, kabar baiknya, hal tersebut bukan lagi menjadi sebuah pengaturan default. Update terkait peningkatan kontrol pengguna ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dilakukan Google tahun lalu. Pada 2020, Google menambahkan ikon bergambar puzzle untuk extension pada menu Toolbar. Fitur ini sejak awal dirancang untuk memberikan kontrol lebih kepada pengguna dalam memberikan akses data website kepada Google Chrome extension. Proteksi lebih melalui Enhanced Safe Browsing Photo Credit: Google Selain kedua update di atas, Google juga melakukan peningkatan privasi dan keamanan extension melalui Google Safe Browsing. Pertama kali diluncurkan pada 2007, Google Safe Browsing telah membantu Chrome dalam mendeteksi extension yang berbahaya sebelum ditampilkan pada Chrome Web Store. Pada 2021 ini, Google Safe Browsing dirancang untuk mampu memberikan lebih banyak proteksi melalui update bernama Enhanced Safe Browsing. Fitur ini bahkan dapat memberikan perlindungan keamanan secara real-time. Saat Anda mengaktifkan mode Enhanced Safe Browsing dan mengunjungi website berpotensi berbahaya, Chrome akan mengecek website tersebut dengan Safe Browsing secara real-time. Lalu, jika Anda sign in ke Chrome, data URL real-time Anda akan terhubung secara sementara dengan akun Google. Dengan begini, Enhanced Safe Browsing dapat mengidentifikasi adanya ancaman siber seperti phishing dan malware yang menarget Anda melalui produk-produk Google lainnya seperti Gmail dan Drive. Keamanan menjadi salah satu faktor penentu pengalaman Anda dalam menggunakan Google Chrome. Berbagai peningkatan pun rutin dilakukan demi memastikan agar Anda selalu memiliki pengalaman terbaik selama browsing melalui Chrome. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan hal tersebut dengan memakai perangkat Chromebook. Berbasis sistem Chrome OS, Chromebook menggunakan Google Chrome sebagai default browser. Alhasil, sejak awal pun privasi dan keamanan Anda selalu dilindungi. Namun, pastikan Anda hanya membeli perangkat Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Hubungi sekarang juga!   Meta desc: Agar pengguna bisa browsing dengan maksimal di Google Chrome, berbagai peningkatan privasi dan keamanan pun diberikan pada Google Chrome extension.  

Collaboration, Productivity, Security

FLoC, Inisiatif Baru Google untuk Tingkatkan Privasi Online Pengguna

  Saat melakukan browsing di internet, idealnya sebuah web menggunakan cookie pihak pertama untuk mengenal penggunanya. Biasanya cookie pihak pertama digunakan untuk hal penting seperti mengingat info login pengguna yang kembali ke suatu web. Sebetulnya, tidak ada masalah dengan hal ini. Masalah muncul pada kehadiran cookie pihak ketiga (third-party cookie). Cookie pihak ketiga disebarkan situs web lain yang tidak dikunjungi pengguna. Ia menjadi semacam pelacak untuk memantau aktivitas pengguna selama browsing di web. Info yang didapat akan digunakan untuk menayangkan iklan secara relevan di situs web yang Anda kunjungi. Hal ini tentu berpotensi melanggar privasi online pengguna. Sebagai solusinya, Google meluncurkan sebuah inisiatif teknologi bernama Federated Learning of Cohorts (FLoC). Teknologi ini akan dipasangkan pada browser Google Chrome. Melalui Google FLoC, para pengiklan dapat menargetkan iklan tanpa mengekspos detail data penggunanya. Apa itu Google FLoC? Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) FLoC adalah sebuah teknologi yang dikembangkan Google untuk mengutamakan privasi online pengguna saat melakukan aktivitas browsing di Chrome. Jika umumnya cookie pihak ketiga melacak pengguna secara individual, maka FLoC akan mengelompokkan para pengguna. Dengan begini, pengguna pun akan tetap tampak anonim bagi para pengiklan atau advertiser. Namun, walaupun anonim, teknologi Google FLoC tetap memungkinkan para pengiklan untuk menayangkan iklan yang ditargetkan secara relevan. Hal ini bisa terjadi berkat adanya Privacy Sandbox, sebuah kolaborasi inisiatif yang dipimpin Google sebagai “tempat” bagi website untuk meminta sedikit informasi khusus tentang pengguna tanpa melampaui batas. Bagaimana cara kerja Google FLoC? Photo Credit: Souvik Banerjee (Unsplash) Seperti yang disebutkan sebelumnya, Google FLoC bekerja dengan mengelompokkan para penggunanya alih-alih memantau pengguna secara individual. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan adanya minat terhadap hal yang sama di antara pengguna-pengguna tertentu. Misalnya, kelompok A adalah fans sepak bola, kelompok B senang menonton film, dan sebagainya. Adanya kelompok-kelompok ini pun dapat “menyamarkan” pengguna individual secara efektif. Pembentukan kelompok dilakukan menggunakan algoritma khusus. Tiap minggunya, Anda dan pengguna lain akan diletakkan pada kelompok yang berbeda. Apabila ada kelompok yang dinilai terlalu kecil, maka akan digabungkan dengan kelompok lain agar jumlah pengguna dalam satu kelompok bisa mencapai minimal beberapa ribu individu. Dengan begini, identifikasi pengguna secara individu pun akan lebih sulit dilakukan. Apakah dampak Google FLoC terhadap pengguna? Photo Credit: Firmbee.com (Unsplash) Bagi pengguna seperti Anda, dampak utama dari Google FLoC adalah privasi online yang lebih terjaga selama Anda browsing web menggunakan Google Chrome. Dampak langsungnya akan cenderung lebih dirasakan oleh para pengiklan yang hendak memasang iklan mereka pada produk-produk Google. Melalui FLoC, Google ingin menyediakan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik untuk pengiklan maupun pengguna. Di satu sisi, FLoC tetap dapat mengizinkan pengiklan untuk menayangkan iklan yang ditargetkan secara relevan. Lalu, di sisi lain, privasi online pengguna tetap terjaga karena pengiklan tidak punya akses untuk memantau pengguna secara individu. Identitas individu “tersamarkan” dalam kelompok-kelompok yang dibentuk oleh Google FLoC. Aktivitas browsing menggunakan Google Chrome kini lebih aman dilakukan berkat adanya Google FLoC. Agar performa Chrome bisa lebih optimal, akan lebih oke jika Anda mengaksesnya dari perangkat Chromebook berbasis Chrome OS. Sama seperti FLoC, perangkat Chromebook juga dilengkapi dengan sistem keamanan Sandbox sehingga privasi akan semakin terjaga. Jadi, tunggu apa lagi? Anda bisa mendapatkan Chromebook melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Hubungi EIKON Technology sekarang juga! Anda juga bisa menghubungi kantor EIKON Technology yang berbasis di Surabaya dan Jakarta.  

Productivity, Security

Cara Mengubah Password di Chrome Hanya dengan Single Tap

  Demi keamanan dan kenyamanan Anda sebagai pengguna, mayoritas website mengharuskan Anda untuk menggunakan password saat sign in ke halaman mereka. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa mengingat password bukanlah hal mudah, terlebih jika ada Anda terdaftar dalam banyak website. Wajar jika akhirnya Anda menggunakan password yang sama untuk beberapa website sekaligus. Sayangnya, hal ini berisiko tinggi karena data akun Anda jadi lebih rentan bocor. Untuk menghindari hal tersebut, Anda pun perlu tahu cara mengubah password pada website-website tersebut. Masalahnya, mengubah password juga bukan hal sepele. Anda harus membuka website yang dimaksud, sign in, masuk ke menu pengaturan akun, dan mengubah password. Jika ada banyak website yang harus diganti password-nya, tentunya hal ini akan memakan waktu. Namun, selama menggunakan Chrome, Anda bisa melakukan hal tersebut secara jauh lebih praktis. Memberi peringatan jika ada password yang tidak aman Photo Credit: Google Sebagai layanan browser unggulan Google, Chrome dilengkapi dengan sistem pengelolaan password yang kuat. Saat memasukkan password untuk sign in pertama kali pada suatu website, Chrome akan memberi pilihan apakah Anda ingin agar Chrome mengingat informasi sign in tersebut. Jadi, ketika kembali melakukan sign in pada website yang sama, Anda tak perlu mengetik ulang password. Melalui fitur Safety Check, Chrome mengecek apakah password yang ia ingat tersebut telah bocor atau disalahgunakan. Jika iya, Chrome akan segera memberi peringatan kepada Anda. Tak hanya itu, browser Google satu ini juga akan memberitahukan cara mengubah password agar Anda bisa segera mengambil tindakan. Dengan begini, Anda pun dapat meminimalisir terjadinya risiko yang lebih besar lagi. Bisa langsung ubah password saat itu juga Photo Credit: Dan Nelson (Unsplash) Kabar baiknya, untuk cara mengubah password tersebut, Anda tak perlu mengunjungi satu per satu website yang dimaksud. Kini telah hadir fitur baru bernama Single Tap yang memungkinkan Anda untuk mengubah password melalui Chrome secara mudah, cepat, dan praktis. Saat sign in pada website tertentu, lalu ternyata Chrome menemukan bahwa password Anda telah mengalami kebocoran, maka Chrome akan langsung memunculkan tombol Change Password. Begitu Anda menekan tombol tersebut, Chrome pun akan mengarahkan Anda pada website yang bersangkutan sekaligus membantu Anda melakukan proses penggantian password. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua website mendukung fitur Single Tap dari Chrome ini. Tenang saja, walau begitu, fitur Password Manager akan selalu membantu Anda menciptakan password yang unik dan kuat untuk berbagai akun website. Didukung dengan teknologi Duplex Photo Credit: luis gomes (Pexels) Demi memudahkan cara mengubah password melalui fitur Single Tap, Chrome menggunakan teknologi Duplex. Diperkenalkan pertama kali pada 2019, Duplex merupakan teknologi artificial intelligence (AI) yang juga menjadi tenaga utama di balik Google Assistant. Khusus untuk kebutuhan web, teknologi Duplex yang digunakan disebut dengan Duplex on the Web. Teknologi AI ini mampu mengambil alih berbagai aktivitas dasar saat web browsing, contohnya scrolling dan mengisi form. Dengan begini, Anda pun bisa lebih fokus melakukan aktivitas lain yang lebih penting saat browsing. Kini, Duplex on the Web telah melebarkan sayap untuk membantu Anda mengetahui adanya kebocoran data akun. Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung mengubah password saat itu juga melalui fitur Single Tap. Kehadiran fitur Single Tap pada Chrome sangat membantu Anda dalam cara mengubah password secara cepat dan mudah. Kabar baiknya lagi, browser Chrome sudah kompatibel dengan banyak perangkat seperti Windows dan MacOS. Namun, jika ingin mendapatkan manfaat maksimal dari Chrome, maka menggunakan perangkat Chromebook dengan sistem ChromeOS merupakan pilihan tepat. Anda bisa mendapatkannya melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology.  Cari tahu lebih banyak di sini atau segera hubungi tim EIKON Technology!  

Scroll to Top