EIKON Technology

Google Workspace for Education

Info

Jangan Biarkan Kenangan Sekolah Hilang! Ini 3 Fitur Baru Google Takeout Transfer untuk Alumni

Google baru saja mengumumkan peningkatan penting pada layanan Takeout Transfer khusus bagi pengguna Google Workspace for Education. Layanan yang biasanya digunakan oleh siswa atau staf yang lulus dan meninggalkan sekolah untuk memindahkan data Drive serta Gmail ini, kini diperluas untuk mendukung migrasi Google Photos. Berikut adalah 3 pembaruan utama dari perluasan fitur Google Takeout Transfer yang perlu Anda ketahui: Migrasi Google Photos yang lancar ke akun pribadi Photo Credit: Google Workspace Updates Para alumni kini bisa dengan mudah menyalin dan memindahkan seluruh konten Google Photos mereka (termasuk foto, video, hingga album) dari akun sekolah langsung ke akun Google pribadi. Hal ini memastikan karya kreatif dan kenangan akademis mereka tetap terjaga setelah lulus. Baca juga: Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google Akses mudah melalui satu tautan resmi Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup mengakses situs resmi di [takeout.google.com/transfer] (https://takeout.google.com/transfer). Di sana akan muncul opsi baru untuk menyertakan konten Google Photos, dengan catatan akun Google pribadi tujuan memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk menampung data tersebut. Baca juga: Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout Alat kelola dan hapus massal untuk admin Photo Credit: Pexels Di akhir tahun ini, Google juga akan meluncurkan fitur manajemen baru di Admin Console. Alat ini memberikan visibilitas bagi admin sekolah untuk melihat siapa saja yang telah bermigrasi, sekaligus memungkinkan penghapusan konten Photos secara massal guna membebaskan kapasitas penyimpanan bersama (pooled storage) instansi. Fitur ini non-aktif secara bawaan (OFF by default) dan dapat diaktifkan oleh pihak sekolah melalui tingkatan OU (Organizational Unit) di Admin Console. Baca juga: 5 Fitur Aksesibilitas Chromebook untuk Pembelajaran yang Lebih Inklusif Fitur transisi data yang luar biasa ini tersedia untuk edisi Google Workspace for Education Fundamentals, Standard, hingga Plus. Jika institusi pendidikan Anda ingin mengadopsi ekosistem digital yang aman dan mudah dikelola ini, EIKON Technology siap menjadi mitra strategis Anda. Optimalkan pengelolaan platform digital sekolah Anda bersama EIKON Technology. Kami tidak hanya menyediakan lisensi resmi Google Workspace for Education, tetapi juga mengawal verifikasi domain dan migrasi data institusi Anda secara aman dan profesional. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk memulai transformasi digital pendidikan yang praktis tanpa kendala!

Info

Keamanan Cerdas dan Deteksi AI: Standar Baru Google Workspace for Education 2026

Di era transformasi digital yang pesat, institusi pendidikan menghadapi tantangan ganda: memfasilitasi inovasi AI sekaligus menjaga integritas data. Menjawab kebutuhan ini, Google Workspace for Education meluncurkan rangkaian fitur keamanan terbaru yang dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tepercaya, dan bebas dari ancaman siber. Memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab Photo Credit: Pexels Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah maraknya konten buatan AI. Google memperkenalkan teknologi SynthID, sebuah watermark digital tak kasat mata yang memungkinkan komunitas pendidikan memverifikasi keaslian media. Kini, pengajar dan siswa dapat mengunggah gambar atau video ke aplikasi Gemini dan bertanya, “Apakah ini buatan AI?” Langkah ini sangat krusial untuk menjaga kejujuran akademik dan membantu siswa membedakan antara realitas dan konten sintetis. Baca juga: 3 Cara Google for Education Lindungi Keamanan Siswa di Era AI Perlindungan proaktif dan kontrol admin yang lebih kuat Photo Credit: Pexels Keamanan infrastruktur sekolah kini semakin diperketat melalui fitur-fitur canggih: Deteksi ransomware dan pemulihan Drive: Jika ransomware terdeteksi pada perangkat yang menggunakan Drive for Desktop, proses sinkronisasi akan berhenti secara otomatis untuk mencegah penyebaran infeksi ke cloud. Admin dapat memulihkan file ke versi sebelum terinfeksi dengan mudah, menghindari kehilangan data dan pembayaran tebusan. Baca juga: 10 Fitur Baru Google for Education untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Integrasi SecOps: Bagi pengguna edisi Education Plus dan Standard, log aktivitas dari Gmail hingga Drive dapat dihubungkan ke platform Google SecOps. Ini mempercepat deteksi ancaman kompleks dan mempermudah proses audit kepatuhan. Kontrol akses Google Meet: Host kini memiliki kendali granular atas siapa yang dapat melihat live stream, termasuk membatasi akses hanya untuk grup tertentu atau peserta eksternal tertentu, bukan seluruh domain. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman Di Dunia Maya Mengelola keamanan digital di lingkungan pendidikan memerlukan mitra yang berpengalaman. EIKON Technology, sebagai mitra resmi Google Cloud di Indonesia, siap membantu sekolah Anda mengimplementasikan Google Workspace for Education dengan konfigurasi keamanan terbaik. Kami tidak hanya menyediakan lisensi, tetapi juga dukungan teknis untuk memastikan fitur deteksi AI dan perlindungan ransomware Anda berjalan optimal. Lindungi data siswa dan integritas akademik sekolah Anda sekarang juga. Siap mengamankan masa depan digital sekolah Anda? Hubungi EIKON Technology hari ini untuk konsultasi gratis mengenai solusi Google Workspace for Education yang paling tepat bagi institusi Anda. Kunjungi kami di eikontechnology.com untuk informasi lebih lanjut.

Info

Revolusi Pembelajaran: Hadirkan Materi Podcast Interaktif di Google Classroom dengan Gemini

Metode pembelajaran konvensional kini mendapatkan sentuhan inovasi futuristik. Google baru saja memperkenalkan fitur terbaru pada Gemini di Google Classroom yang memungkinkan para pendidik untuk menghasilkan materi pelajaran berbasis audio layaknya sebuah podcast. Inovasi ini dirancang untuk membantu siswa terlibat lebih dalam dengan konten instruksional melalui berbagai modalitas pembelajaran yang lebih segar dan modern. Personalisasi tanpa batas bagi pendidik Photo Credit: Pexels Mulai 6 Januari 2026, fitur ini sudah tersedia secara penuh bagi pengguna Google Workspace for Education. Keunggulan utama dari fitur ini adalah fleksibilitasnya. Guru dapat menyesuaikan target jenjang kelas, topik, hingga tujuan pembelajaran spesifik agar konten audio yang dihasilkan selaras dengan kurikulum yang sedang diajarkan. Baca juga: Google Classroom Hadirkan Kapabilitas untuk Menilai dan Menetapkan Label Penilaian Pendidik memiliki kendali kreatif penuh, mulai dari menentukan jenis diskusi audio, jumlah pembicara, hingga gaya percakapan, baik itu berupa wawancara formal maupun diskusi santai yang interaktif. Hal ini menjadikan materi pelajaran tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan untuk didengarkan oleh siswa kapan saja dan di mana saja. Baca juga: Cara Menggunakan Gemini di Google Classroom untuk Membuat Pertanyaan Kuis Kontrol keamanan dan penggunaan Photo Credit: Pexels Bagi Admin IT, kontrol fitur ini berada sepenuhnya di tangan Anda melalui Admin Console. Sesuai kebijakan keamanan Google, fitur Gemini di Classroom ini hanya tersedia bagi pengguna yang telah ditetapkan berusia 18 tahun ke atas. Bagi para guru, fitur ini dapat diakses langsung melalui tab Gemini di navigasi Google Classroom. Meskipun AI memberikan kemudahan luar biasa, pendidik disarankan untuk selalu meninjau ulang (review) setiap output audio yang dihasilkan guna memastikan akurasi dan kesesuaian dengan kebijakan sekolah sebelum dibagikan kepada siswa. Baca juga: 5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom Menerapkan teknologi AI di lingkungan sekolah memerlukan mitra yang memahami ekosistem pendidikan digital secara mendalam. EIKON Technology, sebagai Premier Partner Google Cloud di Indonesia, siap membantu Anda mengadopsi Google Workspace for Education secara optimal. Kami menyediakan paket Education Fundamentals, Standard, hingga Plus yang dilengkapi dengan dukungan teknis profesional untuk memastikan sekolah Anda siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Jadikan ruang kelas Anda lebih interaktif dan canggih sekarang juga! Hubungi EIKON Technology untuk konsultasi mengenai lisensi Google Workspace for Education dan dapatkan panduan lengkap cara memaksimalkan fitur Gemini di institusi Anda.

Info

Gemini Kini Menyediakan Perlindungan Data Tambahan untuk Akun Sekolah

Awal tahun 2024 ini, Google mengumumkan bahwa pengajar dan siswa berusia 18 tahun ke atas yang tidak memiliki lisensi Gemini Education akan segera mendapatkan perlindungan data tambahan saat menggunakan Gemini sebagai Additional Service dengan akun sekolah mereka. Kini, perlindungan tersebut telah tersedia untuk umum. Bagaimana cara mengaktifkannya? Perlindungan data tambahan Gemini Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan adanya perlindungan tambahan ini, data yang dibagikan hanya akan digunakan untuk menanggapi perintah dan tidak digunakan untuk meningkatkan kemampuan Gemini atau model generative AI lainnya. Perlindungan data tambahan ini tersedia untuk pengguna Google Workspace for Education dalam setiap bahasa. Baca juga: Panel Samping Gmail Kini Dilengkapi Gemini, Apa Fungsinya? Mulai menggunakan perlindungan data tambahan Perlindungan data diaktifkan oleh administrator melalui Konsol Admin, kemudian masuk ke Menu > Generative AI > Gemini. Pada halaman Gemini, klik Service status. Untuk mengaktifkan layanan bagi seluruh pengguna di perusahaan Anda, pilih opsi On for everyone; Jika ingin menonaktifkan layanan, pilih opsi Off for everyone. Untuk menyimpan pengaturan, klik Save. Klik User access, dan konfirmasikan bahwa opsi Allow all users access to Gemini dipilih. Opsi aktif secara default saat Anda mengaktifkan Gemini sebagai layanan tambahan. Dengan opsi ini, pengguna tanpa lisensi Gemini for Google Workspace dapat tetap mengakses Gemini sebagai layanan tambahan. Penting untuk diingat, jangan mengaktifkan opsi Only allow users with a Gemini Enterprise or Gemini Business license to access Gemini with Customer Data protections. Sebab, opsi ini memerlukan add-on Gemini for  Google Workspace. Opsi ini mencegah pengguna Anda mengakses Gemini. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman Ketersediaan layanan Perlindungan data tambahan Gemini untuk Workspace for Education ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Pembaruan pada halaman pengaturan Gemini di Konsol Admin untuk mencatat perlindungan data akan diluncurkan beberapa minggu ke depan. Pembaruan ini berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace Education Fundamentals, Education Fundamentals Standard, dan Education Fundamentals Plus.  Sebelum menggunakan layanan Photo Credit: Pexels Apabila Anda menggunakan Gemini (gemini.google.com) dengan lisensi Gemini Education atau Gemini Education Premium, maka lisensi tersebut tercakup dalam persyaratan layanan Google Workspace for Education. Kemudian apabila Anda menggunakan Gemini (gemini.google.com) dengan akun sekolah tanpa lisensi Gemini Education atau Gemini Education Premium, maka lisensi tersebut tercakup dalam Google Terms of Service sebagai Additional Service. Lisensi ini tersedia untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Perluasan layanan dari Gemini ini memastikan keamanan data pribadi pelanggan Google Workspace for Education, termasuk bagi siswa di bawah umur. Ini menunjukkan komitmen Google untuk melindungi keamanan data penggunanya, terutama bagi pengguna dengan risiko keamanan tinggi. Nikmati perlindungan data terbaik dari Google dengan berlangganan Workspace for Education yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut terkait berlangganan layanan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman di Dunia Maya

Hari Selasa pekan kedua bulan Februari diperingati sebagai Hari Internet Aman Sedunia. Ini merupakan sebuah inisiatif yang mempromosikan pengalaman online yang lebih aman bagi semua orang, terutama anak-anak. Untuk merayakan kesempatan ini, berikut 5 cara Google for Education mendukung keamanan online bagi para pengajar dan siswa. Perlindungan data akun Photo Credit: Freepik Akun Google yang dikeluarkan sekolah dan akun pribadi benar-benar terpisah. Faktanya, dengan akun Google Workspace for Education, semua data pengguna dimiliki dan dikelola oleh sekolah. Administrator memiliki tanggung jawab untuk mengelola apa yang bisa dilihat dan dilakukan siswa saat online, termasuk memblokir konten dan aplikasi yang tidak pantas. Kolaborasi aman dengan Google Workspace for Education dan Chromebook Siswa menggunakan akun yang dikeluarkan sekolah untuk mengakses Google for Education, yang mengintegrasikan layanan inti, seperti Google Classroom, Docs, Slides, dan Gmail. Produk serta layanan Google for Education terus melindungi pengguna, perangkat, dan data dari ancaman kompleks seperti serangan ransomware. Workspace juga memberi admin tools, seperti pusat peringatan dan keamanan, manajemen identitas dan akses, serta pencegahan kehilangan data. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Keamanan bawaan Chromebook Dengan boot terverifikasi, pembaruan otomatis, dan enkripsi AES 256-bit (standar yang direkomendasikan National Institute Standards & Technology), Chromebook memiliki keamanan bawaan. Chromebook dirancang untuk menciptakan lingkungan pembelajaran digital yang lebih aman, semuanya dikelola dalam skala besar oleh administrator pendidikan dan mematuhi standar peraturan lokal dan nasional. Dengan Chrome Education Upgrade dan konsol Admin, administrator dapat menetapkan kebijakan untuk memfilter konten yang tidak pantas, membatasi pemasangan aplikasi, dan menerapkan praktik penjelajahan aman. Lebih banyak lapisan keamanan Pengajar dapat menggunakan tools seperti Lightspeed atau GoGuardian untuk membuat pembatas digital, untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih aman. Anda dapat menemukan aplikasi lainnya yang terintegrasi dengan Google for Education di Google for Education App Hub. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Tools untuk digital wellbeing dan keamanan online Photo Credit: Freepik Bagian penting dari keamanan online adalah mengajari siswa cara aman saat berselancar di dunia maya. Ini akan menjadi lebih mudah dengan program Be Internet Awesome dari Google. Untuk Hari Internet Aman, Google juga telah merilis edisi special Highlights Magazine. Anda dapat mengunduhnya gratis di Highlights.com/InternetSafety. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Selain panduan di atas, Anda dapat mengunjungi website Google Workspace for Education untuk mendapatkan lebih banyak konten seputar keamanan digital. Ini mencakup K-12 Cybersecurity Guidebook, yang menguraikan praktik terbaik untuk mendukung penggunaan teknologi yang aman dan efektif di sekolah. Workspace for Education selalu memastikan keamanan para penggunanya, terutama anak-anak dan remaja. Lindungi keamanan digital instansi Pendidikan Anda dengan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Pembaruan Fitur Practice Set Google Classroom, Lebih Leluasa Kontrol Materi Pendukung Tugas

Awal tahun 2023 ini, Google Classroom mengumumkan ketersediaan practice set untuk umum. Fitur tersebut memungkinkan pendidik mengubah konten, baik itu yang sudah ada maupun yang baru dibuat, menjadi tampil lebih menarik dan interaktif. Untuk meningkatkan pengalaman tersebut, Classroom baru saja meluncurkan pembaruan. Seperti apa? Mari simak pembahasannya berikut. Peningkatan fitur practice set Google Classroom Fitur practice set dari Google Classroom memungkinkan Anda, para tenaga pendidik untuk membuat materi pengajaran maupun mengubah materi yang sudah ada hingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Selain itu, fitur practice set juga telah dibekali dengan kapabilitas autograding (penilaian otomatis) yang membantu pendidik untuk mendapat gambaran mengenai performa serta kemajuan siswa, dan siswa pun bisa menerima masukan secara real-time setelah mereka menyelesaikan latihan. Photo Credit: katemangostar (Freepik) Saat ini dalam practice set, ketika pendidik memilih keterampilan untuk suatu tugas, maka sistem secara otomatis akan membuka akses menuju materi bagi siswa. Mereka akan melihat ikon bola lampu di sebelah tugas tersebut dan “bantuan tambahan” untuk menyelesaikan soal pun akan langsung dimunculkan. Untuk meningkatkan pengalaman ini, Google Classroom mengumumkan pembaruan yang memberi pendidik kontrol lebih besar atas resources untuk siswa saat menggunakan practice set. Secara khusus, pendidik kini dapat: Lebih mudah meninjau materi tugas sebelum ditugaskan kepada siswanya. Tambahkan dukungan bawaan untuk siswa dengan menghapus atau menambahkan materi mereka sendiri Menyertakan petunjuk berbasis teks dan video YouTube yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Mengontrol urutan pemberian materi kepada siswa (yang muncul pertama, kedua, dan ketiga). Secara keseluruhan, pembaruan ini memberikan pendidik kontrol yang lebih besar terhadap pemberian materi dan penugasan kepada siswa. Selain itu, pendidik juga bisa lebih leluasa dalam mengatur materi apa saja yang dapat mendukung pemberian tugas melalui fitur practice sets. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Mulai menggunakan fitur Fitur practice set di Google Classroom aktif secara default oleh sistem, namun administrator perlu menambahkan tenaga pendidik ke verified teacher group agar mereka dapat menerima practice set yang dibagikan oleh tenaga pendidik lain yang masih ada dalam satu ekosistem Google Workspace. Untuk mengakses fitur practice set, pendidik cukup masuk ke aplikasi Google Classroom > Practice sets > Create (atau ketikkan practicesets.classroom.google.com di browser). Kemudian untuk menambahkan ikon bola lampu di practice set bagi siswa, arahkan kursor Anda ke bagian bawah soal > masukkan keterampilan yang dikehendaki atau pilih keterampilan yang disarankan > klik tombol drop-down yang ada di bagian kanan > klik tanda “+” dan pilih opsi “hint” > simpan “hint” tersebut. Nantinya, “hint” ini akan menjadi bantuan tambahan bagi siswa. Baca juga: Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Untuk menyusun urutan materi pendukung tugas, Anda cukup menggeser kotak tiap materi. Jika ingin menghapus materi, klik tanda “X” yang ada di bagian kanan atas kotak materi. Apabila ingin mengelola materi pendukung tugas siswa dalam practice sets, navigasikan kursor ke sudut kanan atas halaman > klik extra help > klik simbol “+” untuk menambahkan, mengatur urutan, atau menghapus materi pendukung tugas yang telah ditambahkan berdasarkan keterampilan yang sudah Anda pilih sebelumnya. Penting untuk diingat, siswa hanya dapat mengakses practice set saat mereka diberi tugas oleh pendidik menggunakan fitur practice set Google Classroom. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai practice set, silakan kunjungi halaman berikut. Ketersediaan fitur Photo Credit: zinkevych (Freepik) Pembaruan fitur practice Google Classroom diluncurkan dalam rilisan penuh, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023 (memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan Google Workspace edisi Education Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom Mudahkan kegiatan belajar-mengajar Anda dengan practice set dan berbagai fitur andal Google Classroom lainnya. EIKON Technology, sebagai official partner Google Workspace Indonesia, menyediakan Workspace for Education resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi pendidikan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Education, Google Workspace, School

Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom

Sekarang ini ada banyak sekali tools teknologi pendidikan (EdTech) yang bisa dimanfaatkan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Namun sayangnya, terkadang tools tersebut sulit untuk diakses. Sering kali, guru harus melakukan pendaftaran berulang kali saat ingin mendapatkan tools yang berbeda. Begitu pula ketika mereka menggunakannya. Mau tak mau, harus berulang kali pindah platform. Ini tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebagai solusi, Google Classroom meluncurkan integrasi dengan beberapa tools teknologi pendidikan yang banyak digunakan oleh tenaga pendidik. Menariknya, guru hanya perlu sign-on ke akun Classroom mereka untuk bisa mengakses tools. Untuk mengenal integrasi ini lebih jauh, mari simak penjelasannya berikut ini. Integrasi tools teknologi pendidikan Dengan integrasi baru yang mulus dan sistem masuk tunggal, kini para tenaga pendidik yang menggunakan Google Classroom bisa langsung mengakses tools EdTech populer yang paling sesuai untuk kelas mereka langsung. Tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk menggunakan tools karena semua telah tersedia di satu tempat. Fitur baru ini memungkinkan pendidik untuk menelusuri, menetapkan, dan menilai konten yang menarik untuk kelas mereka sekaligus membantu pendidik dan siswa untuk mengakses tools EdTech mereka tanpa harus melalui berbagai langkah login, seperti mengingat banyak nama pengguna dan sandi, atau harus menavigasi ke situs web dan aplikasi eksternal. Selain menghemat waktu pendidik dan siswa, ini memberikan pengalaman yang lebih efisien saat menggunakan teknologi untuk memberi dampak pada pembelajaran. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Daftar tools yang telah terintegrasi Photo Credit: Google Blog Google Classroom menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan teknologi pendidikan untuk membuat add-on khusus. Ada pun perusahaan yang dimaksud adalah Adobe Express for Education, BookWidgets, CK-12, Edpuzzle, Formative, Genially, Google Arts & Culture, Google Play Books, IXL, Kahoot!, Nearpod, Newsela, PBS LearningMedia, Pear Deck, SAFARI Montage, Sora from OverDrive Education, WeVideo, dan juga Wordwall. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Blog Untuk bisa menghadirkan integrasi tools ini, diperlukan konfigurasi dari administrator terlebih dulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyetel konfigurasi: Administrator: Admin distrik harus mengaktifkan akses ke add-on agar pendidik dapat menggunakan fitur ini. Kunjungi Help Centerr untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk pemasangan, cara menyiapkan fitur add-on, dan masing-masing add-on untuk domain, OU (organizational unit), atau grup. Setelah menyiapkan add-on, distrik Anda dapat menggunakan kit pengembangan profesional ini, yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran. Untuk melatih pendidik tentang cara memulai add-on. Mitra add-on Classrom, Genially, juga telah membuat versi interaktif pelatihan pengembangan profesional. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Tenaga pendidik: Setelah diaktifkan oleh admin, Anda akan melihat modul “add-on” di dalam layar Assignment and Stream. Dari sana, Anda akan menemukan daftar add-on yang tersedia. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan add-on di Classroom. Perusahaan EdTech dan developer: Jika Anda tertarik untuk membuat add-on Classroom, Google telah menyediakan ruang untuk menyampaikan minat Anda di sini. Ketersediaan integrasi Integrasi dengan tools teknologi pendidikan ini telah tersedia di Google Classroom. Silakan hubungi administrator untuk mulai menggunakannya. Perlu diingat, add-on ini hanya akan muncul pada Workspace edisi Teaching and Learning Upgrade serta Google Workspace for Education Plus. Integrasi tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk G Suite Basic dan G Suite Business. Serta tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan hadirnya integrasi ini, tenaga pendidik bisa langsung mengakses tools teknologi pendidikan populer tanpa harus keluar dari aplikasi Google Classroom. Sebagai raksasa teknologi, Google memang terus mengembangkan berbagai fitur, kapabilitas, hingga tools untuk memudahkan para tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ingin mulai menerapkan ekosistem pendidikan dengan dukungan Google. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menawarkan paket berlangganan dengan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pra-implementasi hingga pemantauan pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Education, Google Workspace

Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console

Google Admin console merupakan panel kontrol untuk mengelola penggunaan Google Workspace dalam skala besar (misalnya di perusahaan atau instansi pendidikan seperti sekolah. Perusahaan cukup menunjuk satu orang sebagai administrator untuk kemudian menyetel konfigurasi dan pengaturan melalui Google Admin console. Baru-baru ini, Google Workspace for Education mengumumkan bahwa administrator sekarang dapat memantau data Assignments siswa melalui audit logs. Dengan adanya data tersebut, administrator dapat menemukan dan menindaklanjuti seluruh peristiwa yang berhubungan dengan Assignments seperti mengecek siapa yang mengeluarkan siswa dari kelas daring, mengetahui kapan file tugas dibuat atau dikirimkan, dan banyak lagi. Mulai mengaktifkan audit log Photo Credit: jcomp (Freepik) Fitur audit logs ini bisa ditemukan di halaman Google Admin console. Letaknya ada di pada menu Reporting > Audit > Investigation > Admin log events. Fitur akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Google sendiri menyebutkan bahwa fitur audit logs untuk administrator Google Workspace for Education dirilis pada tanggal 27 Juli 2022, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Fitur dirilis secara serentak pada tanggal tersebut. Perlu diingat, fitur ini hanya tersedia untuk Google Workspace Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning upgrade. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic and G Suite Business.  Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Admin log events Pihak sekolah dapat menggunakan halaman audit and investigation untuk menjalankan penelusuran yang terkait dengan Admin logs events. Di sana Anda dapat melihat catatan tindakan yang dilakukan di Google Admin console, misalnya ketika administrator menambahkan pengguna atau mengaktifkan layanan Google Workspace. Untuk daftar lengkap layanan dan aktivitas yang dapat Anda selidiki, seperti Google Drive atau aktivitas pengguna, silakan kunjungi halaman sumber data untuk halaman audit dan investigasi yang telah disediakan oleh pihak Google. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Cara meneruskan data log event ke Google Cloud Photo Credit: jcomp (Freepik) Anda dapat ikut serta untuk membagikan data log event dengan Google Cloud. Jika Anda mengaktifkan kapabilitas untuk berbagi, data dapat diteruskan ke Cloud Logging, tempat Anda dapat membuat kueri dan melihat log, serta mengontrol cara mengelola dan menyimpan log. Membuka halaman audit and investigation Akses data log event Admin Masuk ke Google Admin console. Di sebelah kiri, klik Reporting > Audit and investigation > Admin log events. Menyaring data Akses data log event Admin. Klik Add a filter, lalu pilih atribut. Di jendela pop-up, pilih operator > pilih nilai > klik Apply. Untuk menambahkan beberapa filter pada pencarian: Klik Add filter dan ulangi langkah 3. Untuk menambahkan operator penelusuran, di atas Add a filter, pilih AND atau OR. Klik Search. Menggunakan opsi Filter, Anda dapat menyertakan pasangan parameter dan nilai sederhana untuk memfilter hasil pencarian. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan opsi Condition builder, agar filter direpresentasikan sebagai suatu kondisi dengan operator AND/OR. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan adanya Google Admin console, administrator yang sudah ditunjuk pihak sekolah dapat mengelola dan mengatur semua konfigurasi terkait penggunaan Google Workspace for Education. Di samping itu, pihak sekolah pun diberi keleluasaan untuk bisa memantau kinerja administrator melalui panel khusus yang sudah disediakan. Tertarik untuk mulai menerapkan Google Workspace for Education untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar di tempat Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan resmi dan berlisensi yang disertai dengan konsultasi pemasangan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace, Info

Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Google Classroom telah terbukti membantu kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi. Maka tak mengherankan jika jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan signifikan. Data dari Bloomberg menyebutkan bahwa user Google Classroom naik dua kali lipat pada awal masa pandemi di tahun 2020 lalu. Tingkat demand yang tinggi tak lantas membuat Google bersantai. Justru sebaliknya, setelah mengalami lonjakan jumlah pengguna, Classroom terus mengalami peningkatan. Paling baru, Google berencana meluncurkan fitur Practice sets untuk membantu pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Seperti apa? Hambatan dalam pengajaran online Photo Credit: gpointstudio (Freepik) Penggunaan teknologi seperti Google Classroom memang terbukti mampu membantu memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meski di tengah pandemi. Hanya saja, di masa pandemi, kondisi tiap siswa tidak sama. Ada yang merasa lebih nyaman mengikuti kelas online, namun tentu ada juga yang lebih suka dengan metode pengajaran konvensional. Bagi para pengajar, hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Sebab, kebutuhan para siswa dalam mendapatkan materi pelajaran tidak bisa disamaratakan. Menjawab tantangan tersebut, Google Classroom menghadirkan fitur Practice sets. Uji coba dengan versi beta Google mengumumkan fitur ini bulan Maret 2022 lalu. Rencananya, fitur tersebut akan tersedia di Google Classroom. Practice sets pada dasarnya merupakan serangkaian fitur yang membantu para pengajar untuk lebih fokus pada keunikan masing-masing siswa. Sebelum diluncurkan untuk publik, fitur ini akan diluncurkan dalam versi beta untuk setiap pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam beberapa bulan mendatang. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Mengenal fitur Practice sets Photo Credit: Google Blog Klaim utama Practice sets adalah untuk membantu menciptakan jalur pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Dengan memanfaatkan fitur ini pengajar dapat memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal kebutuhan unik masing-masing siswa dan memberi mereka lebih banyak tanggapan pribadi. Practice sets memungkinkan pengajar untuk mengubah konten pengajaran mereka menjadi tugas yang interaktif untuk membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Fitur ini nantinya juga mencakup alat penilaian otomatis. Itu berarti, para pengajar tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menilai tugas para siswa secara manual. Bantu guru membuat konsep pengajaran Menariknya lagi, fitur ini juga diklaim akan membantu para pengajar dalam menentukan konsep yang membutuhkan lebih banyak waktu pengajaran dan siswa yang membutuhkan dukungan ekstra. Fitur ini juga didukung oleh performance insight untuk meudahkan mereka dalam membentuk rencana pelajaran di masa mendatang. Tingkatkan kepercayaan diri siswa Photo Credit: Freepik Di sisi lain, para siswa akan menerima tanggapan secara real time setiap mereka selesai mengerjakan tugas. Mereka juga akan mendapatkan petunjuk pengerjaan soal melalui penjelasan visual dan video. Dengan begitu, mereka bisa tetap mengerjakan tugas yang dirasa sulit. Practice set bahkan akan merayakan keberhasilan siswa dengan animasi dan confetti ketika mereka berhasil memecahkan masalah. Google kini sedang menguji Practice sets dengan beberapa sekolah sebelum peluncuran beta yang direncanakan akhir tahun ini. Fitur ini akan tersedia untuk semua pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam Google Classroom. Institusi yang menggunakan Google Workspace for Education Plus juga akan memiliki akses ke fitur tersebut setelah diluncurkan. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online Yang Aman dengan Google For Education Fitur ini rencananya akan diluncurkan dalam versi beta pada akhir tahun 2022 nanti. Bagi Anda yang tak sabar ingin menjajal fitur Practice sets, bisa mulai berlangganan Google Workspace for Education dari sekarang. Dengan begitu, saat fitur resmi diluncurkan bisa langsung digunakan. Dapatkan Google Workspace for Education untuk institusi atau lembaga pendidikan milik Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology hanya menawarkan produk resmi bergaransi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan hingga aplikasi terpasang dan bisa digunakan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace, Productivity, School

Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom

Google Classroom mengalami peningkatan pesat dari segi penggunaan saat pandemi COVID-19. Terlebih lagi ketika pemerintah di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan untuk memulai kegiatan belajar para siswa dan guru melalui daring atau online. Pada awalnya, Google Classroom yang merupakan bagian dari Google Workspace for Education memiliki fitur terbatas. Namun, seiring banyaknya permintaan dan kemudahan yang diharapkan Google pun menambahkan fitur unggulan. Salah satunya adalah meeting online semakin mudah dan nyaman. Seperti apa fitur baru ini? Simak ulasan berikut. Fitur Baru Google Classroom untuk Meeting Photo: Zee News Fitur baru Google Classroom ini disebut dengan “Ask to Join”. Di mana para peserta di luar kelas secara otomatis tidak akan bisa mengikuti sesi bila tidak menyetujui pesan yang diberikan. Hal ini akan menambah kenyamanan bagi para peserta yang terlibat. Bagi guru, akan mudah untuk melakukan hosting sesi pembelajaran dan mengirimkan link kepada siswa. Layanan ini pun nantinya akan terintegrasi dengan berbagai layanan dari Google lainnya seperti Google Meet.  Manfaat yang Didapatkan Photo: PPLWARE Keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Baik itu bagi para staf pengajar, siswa, hingga partisipan lainnya. Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa didapat dari keberadaan Google Classroom untuk meeting ini: Memudahkan guru dan murid untuk mengelola link yang akan digunakan dalam streaming pembelajaran online. Dengan begitu, aksesnya pun tidak sulit. Siswa akan diarahkan di ‘ruang tunggu’ hingga guru sebagai admin disini bergabung untuk memulai sesi. Peserta di luar kelas dapat memiliki pilihan untuk bergabung. Di sini, guru sebagai admin bisa memberikan pesan ‘ask to join’, apabila setuju maka peserta bisa masuk ke dalam sesi meeting atau pembelajaran tersebut. Bagaimana Memulainya? Photo: Google for Education Untuk bisa menggunakan layanan ini, sebenarnya sangat mudah. Anda pun bisa memilih posisi Anda. Baik itu sebagai admin untuk memulai sesi meeting  atau sebagai pengguna (end user). Semua tergantung kebutuhan Anda, namun ada hal penting yang perlu untuk Anda lakukan yakni: Jika Admin sebenarnya tidak ada admin yang mengontrol fitur ini. Namun, Google Meet harus terhubung agar Anda bisa menikmati layanan meeting online dengan nyaman menggunakan Google Classroom. Bila posisi Anda sebagai pengguna atau partisipan (end user) juga tak kalah mudahnya. Fitur tersebut akan otomatis ‘ON’ saat Anda membuat pertemuan online di Google Classroom ini. Pengguna dapat mengakses meeting melalui tautan yang dikirimkan oleh admin. Setelah itu, tunggulah beberapa saat sampai program berjalan dan Anda bisa memulai meeting dengan lancar. Kesimpulan Photo: Washington University of Virginia Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki peran penting dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Jika dahulu keberadaannya sebagai bagian dari Google Workspace for Education sangat terbatas, saat ini pengembangan fiturnya pun beragam. Dengan adanya fitur ini akan semakin memudahkan berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran daring. Tak hanya itu saja, fitur tersebut juga mampu menjembatani para guru maupun staf pengajar untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dalam menggunakannya di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, koordinasi pun menjadi semakin mudah dilakukan. Kini, Anda bisa menggunakan Google Classroom dengan berbagai ragam fitur unggulan yang ditawarkan melalui vendor penyedia layanan Google yang resmi di Indonesia yakni EIKON Technology. Di sini tersedia bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami, Anda bisa klik di sini.

Scroll to Top