EIKON Technology

Google Workspace

Info

Privacy Tracking Google Workspace Ditunda, Mengapa?

Di awal tahun 2022, Google Workspace mengumumkan bahwa di akhir bulan Maret, kontrol “Web & App Activity” akan diubah. Namun hingga artikel ini ditulis (6/4), perubahan tersebut masih belum dijalankan. Sebelumnya, update kontrol “Web & App Activity” dijadwalkan akan meluncur pada tanggal 29 Maret 2022. Namun Google kemudian memutuskan untuk menunda peluncuran hingga Mei 2022 nanti. Untuk alasannya sendiri, Google tidak memberikan detail lebih lanjut. Kontrol “Web & App Activity” Pada rencana awal, bagi para pengguna Google Workspace berbayar, kontrol “Web & App Activity” akan dihapus dari panel kontrol administrator dan akan dibagi menjadi dua setelan berbeda. Namun hingga sekarang, pengaturan baru tersebut tak kunjung diluncurkan. Saat rencana tersebut pertama kali diumumkan, publik meresponsnya dengan pertanyaan besar. Sebab, muncul banyak perubahan yang membingungkan terjadi. Pertama, administrator tak lagi memiliki kontrol atas pengaturan privasi. Itu artinya, kontrol privasi sepenuhnya diberikan kepada setiap pengguna. Dalam pengertian lain, rencana tersebut juga mengindikasikan bahwa Google tak lagi menganggap pengaturan privasi pengguna. Perusahaan yang sebelumnya memilih untuk tidak terdeteksi pada tracking, kini mau tak mau harus mengaktifkan tracking. Baca juga: Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Memperkuat Kolaborasi Kerja Apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace? Photo Credit: Rawpixel Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace. Pada dasarnya, kontrol  Web & App Activity merupakan sebuah checkbox yang memungkinkan Google untuk melacak dan menyimpan hampir semua aktivitas Anda di akun Google (termasuk pengaturan lokasi, bahasa, alamat IP, hingga penelusuran teks dan audio di Sebagian besar produk Google). Fitur tersebut juga memiliki kapabilitas untuk menyimpan iklan yang pernah Anda klik atau barang yang sebelumnya dibeli di marketplace serta informasi tambahan mengenai perangkat, seperti aplikasi terbaru yang Anda gunakan, nama kontak yang baru ditelusuri, dan History Chrome, bahkan diagnostic perangkat Android. Search History checkbox Privacy Tracking Google Workspace juga menghadirkan “Search History”checkbox baru yang menyediakan pelacakan khusus untuk berbagai layanan Google Workspace (yang berarti aplikasi bisnis seperti Gmail, Calendar, Docs, Contacts, Drive, Google Chat, dan Keep, serta aplikasi lain yang disertakan dalam persyaratan Google Workspace) Namun Search History tidak menyertakan Google Search, Google Maps, YouTube, dan aplikasi Google lain yang tidak termasuk dalam persyaratan Workspace. Google menyebutkan hal ini dilakukan karena Workspace merupakan layanan berbayar dan menjamin bahwa mereka “tidak pernah menggunakan data pengguna di layanan inti Google Workspace untuk iklan”. Sebab pada akun gratis, aktivitas akan direkam dan digunakan sebagai data untuk iklan. “Misteri” lain yang belum terpecahkan Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Google memilih untuk tidak mengaktifkan privacy-preserving default dan tampaknya setiap perubahan akan menghasilkan lebih banyak pelacakan. Jika perusahaan Anda memilih untuk keluar dari pelacakan dan ingin kembali ke pengaturan sebelumnya, administrator harus mengirim email ke setiap anggota dan berharap mereka meluangkan waktu untuk mematikan pengaturan. Sayangnya, kebanyakan pengguna individu cenderung kurang paham teknologi daripada administrator organisasi dan cenderung tidak mau mengacaukan pengaturan tersebut. Untuk mematikan pengaturan, buka halaman My Activity, di mana Anda dapat mengontrol “Web & App Activity”. Google mengatakan bahwa pengaturan “Search History” yang baru akan berada di tautan “Other Google activity” yang ada di sidebar. Jika Anda tidak melihat “Search History”, itu artinya perusahaan Anda belum mendapatkan perubahan privasi, periksalah kembali dalam beberapa hari. Baca juga: 5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda Dari sini bisa disimpulkan bahwa update Privacy Tracking Google Workspace akan ditunda hingga Mei 2022. Google sendiri tidak menyebutkan detail mengapa terjadi penundaan tersebut. Namun bisa dipastikan bahwa Google Workspace sedang mengupayakan pengaturan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk Anda yang ingin meningkatkan kapabilitas Google Workspace, tersedia beberapa paket yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari untuk keperluan pekerjaan, hingga pendidikan, semuanya tersedia di Google Workspace. Tingkatkan produktivitas usaha Anda dengan Google Workspace resmi hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology hanya menyediakan produk resmi dan berlisensi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menggunakan Fitur Appointment Booking Google Workspace

Google Workspace baru saja memperbarui platform kalendernya. Pada update terbaru ini, pengguna dapat berbagi ketersediaan (availability) dengan para klien di halaman booking khusus, Kini Anda dapat menjadwalkan rapat pada waktu yang sudah ditentukan, bahkan dengan klien yang tidak memiliki akun Google sekalipun. Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada Juni 2021 lalu. Namun hanya untuk rilis terbatas. Appointment Booking diluncurkan untuk umum mulai 6 April 2022 dan tersedia untuk seluruh pengguna Business Standard dan paket langganan Workspace lain yang lebih tinggi. Untuk menjadwalkan janji temu di Google Workspace, mari simak penjelasan berikut. Mengaktifkan jadwal Google Calendar Appointment Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, fitur Appointment Booking ini hanya tersedia untuk paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Layanan ini belum tersedia untuk pengguna Workspace Essentials, Business Starter, Frontline, G Suite Basic, dan G Suite Business. Untuk Anda yang menggunakan akun Google Calendar untuk perusahaan atau sekolah, tersedia alternatif melalui appointment slots atau appointment schedules. Jika Anda sudah memiliki akun yang sesuai, bisa langsung mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Calendar di komputer Anda. Kemudian masuk ke “Settings” dan pilih menu “General”. Masuk ke opsi “Appointment schedules”. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Sedangkan untuk menonaktifkan fitur, cukup hapus centang pada kotak. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cara menggunakan Appointment schedule di Google Calendar  Photo Credit: Rawpixel Bagi pemilik akun Google Workspace yang ditingkatkan, bisa langsung klik tombol “Create” dan pilih opsi “Appointment schedule” pada menu pull-down. Kemudian Anda bisa membuat halaman booking, mencantumkan ketersediaan waktu, dan mengizinkan rekan atau klien untuk memilih jadwal yang paling sesuai. Selain itu, pengguna juga bisa memilih durasi dan lokasi rapat yang sudah ditentukan, baik di dunia nyata maupun melalui video di Google Meet. Sedikit tips tambahan Untuk membuat jadwal janji temu, Anda juga dapat mengklik kapan saja di bagian kalender yang belum memiliki acara yang dijadwalkan. Di jendela yang muncul, klik Appointment schedule. Pilih opsi “Create a new appointment schedule” atau “Add availability to an existing schedule”. Fitur baru ini juga membantu Anda untuk menghindari jadwal yang overlap. Jika Anda memilih opsi “Ya” atau “Maybe” pada suatu event maka halaman booking akan otomatis terisi sesuai waktu yang tercantum. Apa perbedaan Appointment schedule dengan Appointment slots Fitur “Appointment schedule” membuat Google Calendar lebih sesuai dengan platform penjadwalan Calendly sehingga dapat mengintegrasikan lima kalender berbeda, termasuk Google Calendar dan Microsoft Teams. Google Calendar sebenarnya sudah lama memiliki fitur Appointment slots. Namun fitur tersebut hanya ditujukan untuk grup internal, seperti teman sekelas, rekan kerja atau teman. Sedangkan fitur Appointment schedule ini dapat ditujukan untuk siapa saja yang memiliki alamat email, bahkan untuk mereka yang tidak memiliki akun Google. Selain itu, Appointment schedule juga menyediakan kapabilitas deteksi konflik otomatis yang akan menunjukkan waktu-waktu Anda sibuk. Dengan begitu, fitur ini membantu mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk menemukan dan melakukan penjadwalan ulang janji temu. Pengguna Workspace juga dapat mengontrol berapa banyak orang yang dapat booking jadwal lebih awal atau menit terakhir, membatasi jumlah janji temu per hari, menambahkan jeda antar rapat, mengumpulkan info tambahan dari orang yang membuat janji, dan mengirimkan email pengingat sebelum rapat. Apakah Appointment slots tak lagi relevan? Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Ada beberapa fitur yang ada pada Appointment slots yang tidak tersedia di Appointment schedule. Google memberikan rekomendasi untuk menggunakan fitur Appointment slots lama, terutama jika Anda perlu menambahkan anggota tim tambahan, melimpahkan dukungan kalender atau memesan ruang konferensi. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Fitur Appointment schedule ini memungkinkan user untuk lebih mudah menata aktivitas dan menghindari penumpukan jadwal. Untuk sekarang, fitur ini baru tersedia pada paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Tertarik untuk menggunakan Appointment schedule? EIKON Technology menyediakan paket langganan Google Workspace Business dengan lisensi resmi dari Google dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

Google Workspace

ASG: Manfaatkan Google Workspace untuk Bangun Kultur Kolaborasi

Aditya Sarana Graha (ASG) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, impor, distribusi, dan logistik bahan bangunan serta peralatan rumah tangga. ASG juga telah mengembangkan brand sendiri seperti Wasser, Kirin, dan Arlita serta berkolaborasi dengan brand global ternama seperti Roca, Viessman, dan juga Paloma dalam mendistribusikan produk dan layanan mereka. Dalam kasus ini, EIKON membantu ASG dalam keseluruhan proses deployment, migrasi, hingga manajemen perubahan untuk transisi yang mulus guna mencapai efek terbaik dengan disrupsi yang seminimal mungkin. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Hingga saat ini, ASG melayani lebih dari 2.000 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar masih belum menerapkan teknologi komunikasi digital dan lebih mengandalkan metode konvensional. Kolaborasi melalui platform belum terwujud karena dikhawatirkan akan mengganggu koordinasi operasional sehari-hari perusahaan. Belum lagi kondisi geografis perusahaan yang terpisah jauh satu sama lain dan ditambah dengan infrastruktur yang masih kurang ideal. Tanpa disadari, situasi tersebut telah menciptakan silo (sekat pemisah) komunikasi dan menghambat terjadinya kolaborasi antara ASG dengan perusahaan mitra. Hal ini merupakan kerugian produktivitas yang sering kali tidak disadari banyak orang. Solusi yang ditawarkan Untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh ASG, EIKON menawarkan solusi melalui Google Workspace. Platform produktivitas Google tersebut menyediakan berbagai fitur dan layanan kolaborasi yang saling terintegrasi. Google Workspace menyediakan berbagai cara untuk berkomunikasi (melalui Google Meet) dan bekerja sama dalam satu versi dokumen (Dokumen/Spreadsheet /Slide) dalam satu Google Drive. Selain itu, penjadwalan dan koordinasi satu sama lain pun jadi jauh lebih sederhana dan mudah melalui Google Calendar. Dengan memanfaatkan aplikasi, fitur, serta layanan tersebut, diharapkan alur produktivitas kerja AGS menjadi jauh lebih lancar dibandingkan saat kolaborasi belum terjadi. Penerapan teknologi produktivitas Google juga diperhitungkan dapat memicu terjadinya efisiensi, baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga sehingga AGS dapat lebih fokus pada bisnis utama mereka. Hasil Kini, sebagian besar rapat AGS dapat dilakukan secara online daripada secara langsung. Dengan begitu, pekerjaan tak hanya menjadi lebih produktif, tapi juga efisien, baik dari segi perjalanan maupun waktu. Kolaborasi dengan Google Workspace di seluruh organisasi telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja. Yang paling penting, kolaborasi dengan cepat telah menjadi cara kerja baru AGS. Andrew Colin Chandra, Systems Development Director Aditya Sarana Graha menambahkan bahwa penggunaan Google Workspace, “telah menghidupkan tanggung jawab dan kepemilikan bersama untuk mencapai tujuan perusahaan bersama-sama. Cukup dengan ‘Invite’ dan ‘Share the Docs’ saja!”. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: benzoix (Freepik) Di zaman sekarang, kolaborasi telah menjadi salah satu elemen untuk mewujudkan produktivitas kerja yang lebih baik lagi Terlebih di saat pandemi seperti sekarang. Bisnis yang mampu bertahan adalah bisnis yang dapat berkolaborasi meski terbatas aturan social distancing atau pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada kasus ini, kolaborasi amat diperlukan karena AGS memiliki ribuan mitra kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Kolaborasi digital tidak hanya akan meningkatkan produktivitas kerja, tapi juga memungkinkan terjadinya efisiensi, baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Perusahaan Anda pun bisa mencapai produktivitas kerja yang lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi kolaborasi seperti Google Workspace. Kami siap membantu Anda mewujudkan hal tersebut dengan menyediakan solusi menyeluruh mulai dari pemilihan produk yang paling tepat, pemasangan, migrasi, hingga manajemen perubahan untuk transisi yang mulus guna mencapai efek terbaik dengan disrupsi yang seminimal mungkin. Untuk mengetahui solusi yang Anda butuhkan, silakan klik di sini!

Google Workspace

4 Alasan Mengapa EIKON Technology Adalah Solusi Implementasi Google Workspace Terbaik

Google Workspace merupakan sebuah tool produktivitas yang mendukung kolaborasi kerja. Bukan sekadar productivity tool biasa, Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi, layanan, hingga kapabilitas untuk mempermudah pekerjaan, di mana pun Anda berada, di kantor, rumah, hingga di lapangan. Untuk mulai mengimplementasi Google Workspace pada ekosistem kerja Anda, bukanlah hal yang sulit. EIKON Technology siap mendampingi Anda, mulai dari memilih produk, penerapan, migrasi, hingga manajemen tool. Berikut cerita tentang bagaimana klien EIKON memanfaatkan Google Workspace untuk menunjang operasional bisnis mereka. Transformasi digital yang lebih mulus Salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan saat ini adalah transformasi digital. Kebanyakan, masih mengandalkan model kerja konvensional. Di waktu yang sama, teknologi berkembang begitu pesat hingga rasanya sulit untuk dikejar. Tanpa adaptasi yang baik, perusahaan akan kesulitan melakukan transformasi digital dengan lancar. Tantangan ini pun dihadapi oleh perusahaan manufaktur, ASG. Dengan lebih dari 2.000 mitra yang tersebar di Indonesia, dan mayoritas masih menerapkan cara kerja konvensional, ASG pun menghadapi tantangan koordinasi operasi harian. Google Workspace menawarkan berbagai layanan yang mudah dijalankan, bahkan oleh mereka yang tidak begitu familier dengan teknologi terkini, seperti Docs, Sheet, dan Slide. Selain itu, tersedia jalur komunikasi baru yang lebih efisien dan interaktif melalui Google Meet. “Yang terpenting, kolaborasi kini telah menjadi cara kerja baru kami, memungkinkan tanggung jawab dan kepemilikan bersama untuk mencapai tujuan perusahaan.” Andrew Colin Chandra, Systems Development Director Aditya Sarana Graha. Baca juga; Menghubungkan Karyawan Bekerja secara Hybrid dengan Google Workspace Kolaborasi semudah menjentikkan jari Banyak perusahaan yang menggunakan infrastruktur lokal untuk mengelola email dan saluran komunikasi mereka. Untuk perusahaan skala besar, mengelola server, penyimpanan, dn jaringan, jelas bukanlah perkara mudah. User pun selalu dibayangi kemungkinan pembatasan akses, mobilitas rendah, hingga fitur yang terbatas. Dalam Google Workspace, Anda dapat menemukan berbagai tools dan layanan komunikasi sekaligus kolaborasi yang berjalan di cloud. Itu artinya, kapasitas penyimpanan lebih besar, mobilitas lebih cepat, dan tentunya kolaborasi yang lebih mudah. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama pandemi. Change = Growth. Go Beyond.” Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Baca juga: 4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja Produktif dan efisien Seringkali perusahaan merasa enggan untuk menerapkan teknologi baru dalam operasional mereka. Sebab, penerapan teknologi baru identik dengan biaya yang mahal. Google Workspace menyediakan berbagai versi dan paket dengan harga yang bisa dipilih sesuai bujet Anda. Selain itu, teknologi ini juga berjalan untuk jangka waktu yang panjang. Anda bahkan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya maintenance! “Kini kami dapat berkolaborasi dan berkomunikasi dengan nyaman dan aman menggunakan Google Workspace. Tak perlu berurusan lagi dengan infrastruktur sehingga lebih mudah untuk fokus pada bisnis utama kami. Dengan dukungan dari EIKON Technology, kami bisa memanfaatkan Workspace secara maksimal dengan harga terjangkau.” CNBC Indonesia. Baca juga: Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis Tetap aman dalam fleksibilitas tinggi Sering dengan pesatnya perkembangan teknologi, ancaman keamanan siber pun ikut meningkat. Selain melakukan berbagai tindakan preventif yang melindungi data Anda, ada baiknya untuk mulai memanfaatkan tools untuk meningkatkan keamanan serta melindungi data perusahaan Anda. Di samping menawarkan alat komunikasi dan kolaborasi, Google Workspace juga telah dibekali dengan teknologi keamanan canggih yang terus diperbarui. Bayangkan, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas kerja yang tinggi, sekaligus keamanan data yang ketat! “Google secara konsisten mengembangkan Google Workspace dan sebagai pelanggan, kami mendapatkan manfaatnya. Kami bisa mendapatkan software yang lebih baik setiap hari tanpa harus melakukan apa pun. Keamanan penting bagi kami dan Google Workspace mampu memberikan apa yang kami harapkan. Ini membawa begitu banyak efisiensi bagi perusahaan kami.” Charthon A. Kurniawan, Head of IT BDO Indonesia. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace Dengan mengimplementasikan Google Workspace dalam ekosistem kerja perusahaan, Anda bisa lebih fokus dalam mengelola bisnis utama. Tidak ada lagi maintenance, komunikasi yang terbatas, dan ancaman pada data, semuanya hanya dengan satu solusi. Buat bisnis Anda semakin maju dan EIKON Technology siap mendampingi Anda. Untuk informasi lebih lanjut,  silakan klik di sini!

Google Workspace

Memanfaatkan Google Workspace untuk Perlindungan Keamanan Siber

Serangan siber terhadap bidang pemerintahan belakangan ini terus meningkat. Mau tak mau, para pimpinan instansi dan lembaga pemerintahan harus mempertajam fokus mereka dalam mengamankan jaringan, infrastruktur, dan data sebagai perlindungan terhadap ancaman keamanan siber yang sangat berbahaya. Situasi tersebut sedikit banyak telah mengubah kebiasaan sehari-hari. Tanpa banyak disadari, Anda menjadi begitu waspada saat menemukan sebuah tautan. Padahal mungkin saja tautan tersebut berisi file penting dari rekan kerja. Hal lainnya adalah Anda harus menghafal banyak kata sandi untuk bisa melakukan pekerjaan tertentu. Google Cloud kini menawarkan rangkaian tools berbasis cloud di Google Workspace yang menyediakan cara aman untuk berkolaborasi dan bekerja secara virtual, memungkinkan para karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa rasa takut berlebihan terhadap ancaman keamanan siber. Fortifying Federal Networks Akhir-akhir ini, keamanan siber menjadi fokus utama para pimpinan dunia. Salah satunya, presiden AS, Joe Biden yang mengeluarkan Executive Order (EO) dan mandat untuk meningkatkan keamanan siber pemerintah federal. Dalam mengamankan jaringan federal, berikut adalah pendekatan yang dilakukan EO: Arsitektur Zero Trust: Zero Trust merupakan pendekatan keamanan yang menitikberatkan pada mekanisme berlapis untuk mendapatkan kepercayaan pengguna. Mekanisme tersebut terus diverifikasi untuk mengizinkan pengguna mengakses aplikasi dan resources. Otentikasi Multi-Faktor: Untuk mendukung Zero Trust, otentikasi multi-faktor memerlukan dua atau lebih informasi (selain ID pengguna dan password) pengguna untuk keperluan verifikasi identitas. Jika seluruh informasi sesuai maka pengguna bisa memakai tools atau aplikasi yang dibutuhkan.  Endpoints: Komputer dan smartphone Anda adalah endpoints atau titik akhir. Setiap titik akhir yang ada harus dipantau dan dilindungi. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa perangkat tersebut memang bisa dipercaya. Keamanan endpoints sangat penting karena perlindungan keamanan dari perusahaan sering kali tidak tersedia dalam perangkat. Baca juga: Meningkatkan Efektivitas Keamanan Google Cloud Platform dengan Mute Findings Upaya Google memperkuat keamanan siber Photo Credit: pressfoto (Freepik) Google telah menginvestasikan dana hingga total US$10 miliar selama lima tahun ke depan untuk memperkuat keamanan siber, termasuk memperluas program Zero Trust, membantu mengamankan rantai pasokan software, dan meningkatkan keamanan open-source. Google juga masih melanjutkan program mereka sebagai pelopor metode keamanan Zero Trust dan berkomitmen untuk membantu menerapkan model ini di lini keamanan siber pemerintah. Dengan Google Workspace, tim TI dan tenaga kerja pemerintah dapat merasakan keamanan terbaik. Untuk membantu navigasi implementasi program, Google Cloud telah membuat program Work Safer yang kini sudah bisa Anda temukan di berbagai partner Google. Program ini dirancang untuk membantu perusahaan, karyawan, dan rekan bisnis mereka agar dapat berkolaborasi dan berkomunikasi secara aman di lingkungan kerja hybrid seperti sekarang ini. Didukung oleh akses menuju keamanan Google Cloud untuk email, rapat, pesan, dokumen, dan masih banyak lagi yang lainnya. Langkah ini secara unik menyatukan solusi cloud-native Zero Trust dari Google Workspace dengan BeyondCorp Enterprise, menghasilkan akses aman dengan perlindungan data terintegrasi yang dapat membantu tim TI Anda beralih dari teknologi lawas untuk mewujudkan potensi penuh kolaborasi sistem keamanan, Google Cloud, dan Google Workspace. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Bantu tim Anda untuk lebih fokus pada keahlian terbaik mereka, bukan pada ancaman atau serangan keamanan siber selanjutnya. Setiap tools Google telah dirancang untuk dapat mencegah pelanggaran dan menjaga jaringan kerja dan data perusahaan Anda tetap aman. Manfaatkan program Google Workspace Work Safer untuk potensi kolaborasi kerja yang lebih aman dan nyaman di masa mendatang. Work Safer dan berbagai tools keamanan dari Google akan bekerja dengan optimal jika Anda menerapkan ekosistem Google Workspace. Pasalnya, setiap tools, layanan, dan kapabilitas yang ada telah terintegrasi di Workspace dan siap untuk langsung digunakan. Ciptakan lingkungan kolaborasi yang aman dan bebas gangguan bersama Google Workspace. Dapatkan paket terbaik untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Untuk konsultasi langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja

 Bekerja dengan Google Workspace memungkinkan Anda untuk terhubung dengan berbagai aplikasi maupun kapabilitas penunjang produktivitas dan kolaborasi. Dari berbagai aplikasi produktivitas Workspace, Google Docs dan Sheets bisa dibilang merupakan yang paling banyak dipakai. Kedua aplikasi yang diluncurkan tahun 2005 tersebut menawarkan kolaborasi kerja digital secara real-time. Artinya, Anda bisa bekerja sama dengan banyak orang sekaligus meski terpisah jarak dan waktu. Untuk menciptakan ruang kerja kolaboratif yang seamless, Google Workspace pun terus mengembangkan Docs dan Sheets. Fitur dan kapabilitas terus ditambahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Setelah sukses dengan fitur smart canvas yang diluncurkan tahun lalu, kini Workspace kembali dengan beberapa update untuk mudahkan kolaborasi kerja. Apa saja? Fitur summary dan pageless di Docs Anda harus memeriksa banyak dokumen sekaligus dalam satu waktu? Terkadang, sulit untuk menentukan apakah sebuah dokumen perlu pembacaan menyeluruh atau pembacaan poin-poin saja sudah cukup. Sebagai solusi, kini Google Docs menghadirkan fitur summary. Fitur ini memberikan ringkasan untuk setiap dokumen. Dengan begitu, Anda bisa cepat memahami apa materi yang sedang dibahas dalam sebuah dokumen. Menariknya lagi, ringkasan tersebut bisa dibuat secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan (AI). Anda juga bisa menyunting ringkasan sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Cloud Blog Bukan hanya itu, kini Anda juga bisa menerapkan format tanpa halaman di Google Docs. Caranya adalah dengan mengaktifkan format pageless. Saat format tersebut aktif maka Anda dapat menghapus batas halaman dan menyesuaikan ukuran layar perangkat yang sedang digunakan. Dengan format ini, Anda juga bisa menyesuaikan halaman dengan ukuran tabel, gambar, dan bahkan feedback di kolom komentar. Photo Credit: Google Cloud Photo Mempercepat alur kerja dengan building blocks interaktif Bersamaan dengan peluncuran smart canvas, Google Docs juga memperkenalkan fitur building blocks. Dengan fitur tersebut, Anda bisa menambahkan beberapa informasi tambahan tanpa harus meninggalkan aplikasi. Cukup dengan mengetikkan simbol “@” maka Docs secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang dapat ditambahkan ke dalam dokumen seperti lokasi seseorang, gambar, alamat, template, hingga checklist. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Photo Credit: Google Cloud Photo Buat keputusan berbasis data dengan cepat Sekarang ini, jika Anda ingin bisnis bergerak lebih cepat, maka proses pengambilan keputusan pun harus dilakukan dengan cepat. Masalahnya, keputusan yang terburu-buru diambil justru sangat berisiko. Untuk itulah, tiap pengambilan keputusan sebaiknya didasari dengan data yang valid. Google Sheets kini dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang membantu Anda untuk bisa mendapatkan insight dari data dengan cepat. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan kapabilitas formula suggestions. Kapabilitas tersebut memberikan rekomendasi rumus dan fungsi untuk tiap data yang sedang Anda analisis. Photo Credit: Google Cloud Photo Kecerdasan buatan untuk sistem kerja yang dinamis Mendukung perubahan sistem kerja yang begitu dinamis kini seolah telah menjadi kewajiban tiap perusahaan, baik itu untuk karyawan jarak jauh, hybrid, di kantor atau bahkan mereka yang berada di garda terdepan. Sebisa mungkin, perusahaan harus mampu meminimalisir gesekan yang terjadi karena adanya transformasi digital. Google Docs melalui smart canvas mempermudah pengguna untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja mereka tanpa harus khawatir dengan masalah jarak dan waktu. Selain itu, kolaborasi dengan Docs pun kini telah diperkaya dengan kecerdasan buatan (AI) yang terus dikembangkan oleh Google. Baca juga: Kelebihan Google Docs untuk Membuat Dokumen secara Efektif Docs dan Sheets merupakan dua aplikasi unggulan yang ditawarkan Google Workspace untuk mendukung lingkungan kerja kolaboratif. Google terus berusaha agar keduanya bisa memenuhi beragam kebutuhan kolaborasi para penggunanya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan fitur-fitur canggih seperti yang telah dibahas dalam artikel ini. Baik aplikasi Docs dan Sheets akan lebih optimal jika diterapkan pada ekosistem produktivitas kolaboratif Google Workspace. Integrasi dengan Workspace akan memudahkan Anda untuk bekerja bersama secara efisien dan real-time. Dapatkan segera paket Google Workspace untuk lingkungan kerja Anda melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Selamat untuk EIKON Technology, Top Achiever 2021 Google Cloud Indonesia!

EIKON Technology kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022, tanggal 9 Maret 2022 lalu, EIKON Technology dinobatkan sebagai Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia untuk kategori Business Result, Commitment, Execution, Expertise. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off sendiri merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Google Cloud untuk memberikan apresiasi kepada para partner mereka di Indonesia. Pada tahun 2022 ini, event digelar secara virtual melalui Google Meet. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 menjadi ajang pemberian apresiasi kepada partner Google Cloud yang tersebar di seluruh Indonesia atas pencapaian mereka sepanjang tahun 2021 lalu. Dalam event tersebut, EIKON Technology mendapatkan penghargaan Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia dengan penilaian dalam hal Business Result, Commitment, Execution, dan Expertise. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 ini, EIKON Technology juga resmi menjadi Google Cloud Partner Advantage. Ini menempatkan EIKON Technology dalam jajaran perusahaan dunia yang menjadi partner Google Cloud seperti Deloitte, Paloalto, WiX, AtoS, Accenture, SoftBankc Japan, VMware, hingga GitLab. Baca juga: Webinar Google Workspace dari EIKON Technology Bukti komitmen EIKON Technology EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan yang berdiri di tahun 2007 dan bergerak dibidang konsultan teknologi informasi, outsourcing, serta pengembangan. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan (cloud) terkemuka di tanah air. Perjalanan EIKON Technology bersama Google dimulai dengan menjadi salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, tepatnya pada tahun 2014. Segera setelah itu, EIKON Technology pun menjadi penyedia layanan komputasi awan Google, Cloud kenamaan di Surabaya, Jakarta, dan seluruh Indonesia. EIKON Technology kini menjadi partner resmi Google untuk menjual Google Workspace resmi. Google Workspace sendiri merupakan rangkaian tools produktivitas dari Google yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan kerja. Sebagai reseller resmi yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology melayani pembelian produk untuk wilayah Jakarta, Jogja, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Makassar, Malang, Medan, Palembang, Denpasar, Pontianak, Batam, dan kota-kota besar di seluruh indonesia.  Mulai berlangganan Google Workspace di EIKON Technology Photo Credit: katemangostar (Freepik) Pengoperasian Google Workspace sangat mudah. Anda bahkan tidak memerlukan perangkat keras maupun perangkat lunak tambahan. Sebab, layanan ini hanya membutuhkan browser serta koneksi internet. Aplikasi yang disediakan juga dapat dioperasikan di ponsel, tablet, maupun PC. Jika Anda menggunakan Google Workspace dalam skala besar, pengelolaannya pun sangat mudah. Keamanannya pun telah terjamin karena disimpan dengan teknologi canggih milik Google Baca juga: Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar! EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket Google Workspace. Untuk masalah harga Anda tak perlu khawatir karena EIKON menyediakan harga Google Workspace yang relatif murah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Silakan konsultasikan kebutuhan Anda di sini, EIKON Technology dengan senang hati membantu.

Gmail, Google Workspace

Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing

Hingga saat ini, email phishing masih menjadi ancaman keamanan digital yang membahayakan. Teknologi phishing bahkan terus berkembang hingga sulit untuk membedakan mana email yang benar-benar aman dan mana yang mengandung ancaman. Tidak ada cara lain yang efektif untuk mencegah phishing selain meningkatkan sistem keamanan Anda. Google Workspace baru saja melakukan update untuk meminimalisir risiko email phishing. Lewat pembaruan ini, Anda bisa berkolaborasi dengan aman tanpa harus khawatir dengan malware yang disebarkan email phishing. Seperti apa update terbaru dari Google Workspace tersebut? Pembaruan notifikasi email Photo Credit: Google Workspace Updates Di masa pandemi seperti sekarang ini, kolaborasi digital menjadi sangat penting. Langkah ini terbukti efektif menghubungkan seluruh karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun sedang menerapkan WFH (work from home). Sayangnya, ancaman keamanan digital pun ikut membayangi sistem kolaborasi kerja ini. Baru-baru ini, Workspace, platform kolaborasi yang dikembangkan oleh Google, melakukan perubahan penting dalam menyajikan notifikasi komentar. Notifikasi yang dimaksud adalah pemberitahuan dari aplikasi Google Workspace seperti Docs. Langkah ini dilakukan untuk mencegah phishing dan melindungi pengguna dari ancaman malware. Adanya update ini membantu pengguna untuk melakukan kolaborasi jarak jauh tanpa harus khawatir dengan peretasan dan serangan berbahaya lainnya. Google Workspace kini akan menyertakan alamat email kolaborator dalam notifikasi saat Anda menerima @mention. Jadi, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi kolaborator. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Lebih mudah kenali kolaborator Workspace Sebelumnya, ketika kolaborator menambahkan catatan @mention dalam aplikasi Google Workspace, Anda akan mendapatkan email yang memberitahu bahwa seseorang telah melakukan perubahan. Masalahnya adalah, pemberitahuan tersebut hanya berisi nama pemberi komentar tanpa disertai dengan alamat email yang jelas. Hal ini jelas akan menyulitkan Anda untuk mengidentifikasi apakah notifikasi tersebut memang karena kolaborator melakukan perubahan atau justru penyerang siber yang memiliki maksud jahat. Sangat sulit untuk mengetahui apakah email tersebut phishing atau tidak. Dengan adanya update terbaru ini, Anda bisa lebih mudah mengonfirmasi notifikasi tersebut kepada kolaborator. Sebab, alamat email mereka telah dicantumkan dalam notifikasi. Jadi, saat kolaborator menggunakan @mention untuk menyebut Anda dalam aplikasi Google Workspace, sistem secara otomatis akan mengirim pemberitahuan lengkap dengan nama kolaborator dan alamat email mereka ke kotak masuk email Anda. Ketersediaan Photo Credit: Rawpixel Update ini diluncurkan Google Workspace pada tanggal 3 Maret 2022. Dalam rentang waktu 15 hari, seharusnya pembaruan ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pengguna. Menariknya lagi, update ini tidak memerlukan penanganan khusus dari administrator. Pembaruan akan langsung muncul secara default. Jika Anda menemukan kesulitan dalam penggunaannya, Google menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Anda yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan Business. Notifikasi anti email phising ini juga bisa dinikmati oleh pengguna dengan akun pribadi Google. Baca juga: Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs Semakin hari, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi lingkungan kerja hybrid atau bahkan jarak jauh. Hal ini memang memudahkan di masa pandemi. Namun di satu sisi, kolaborasi digital juga meningkatkan risiko munculnya keamanan digital seperti email phishing. Dengan update notifikasi dari Google Workspace, Anda bisa meminimalisir potensi bahaya keamanan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan dan melindungi keamanan pelanggannya, Google Workspace teruse melakukan pembaruan secara berkala. Mulai kolaborasi kerja yang lebih mudah dan aman bersama Google Workspace. Di EIKON Technology, Anda bisa memilih paket Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet perusahaan. Untuk konsultasi langsung dengan tim dari EIKON Technoloy, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar

 Google Calendar atau kadang disebut gCal merupakan sebuah aplikasi manajemen waktu dan layanan penjadwalan yang dikembangkan oleh Google. Aplikasi ini pertama kali diperkenalkan pada April 2006 dan dirilis untuk publik pada tahun 2009. Seiring perkembangannya, Google Calendar tak lagi sebatas aplikasi penunjuk kalender saja, tapi juga menawarkan pengelolaan jadwal penggunanya. Aplikasi ini bahkan terintegrasi dengan aplikasi dan layanan Google lain seperti Gmail. Itu berarti, dengan Calendar, Anda bisa menambahkan kegiatan dari Gmail ke jadwal secara otomatis. Google Calendar hadir untuk memudahkan Anda dalam mengatur waktu melalui berbagai fitur yang disediakan. Dengan begitu, produktivitas kerja pun bisa meningkat. Dalam update terbaru Calendar, Anda diberi keleluasaan untuk mengelola tugas yang tertunda. Simak ulasan kali ini untuk mengetahui langkah-langkahnya. Baca juga: Baru! Google Calendar for Web Kini Tampil dengan Grafis User Interface Fitur Kelola tugas tertunda Selain menyediakan fitur untuk mengelola events atau kegiatan, Google Calendar juga punya fitur untuk bantu Anda mengatur tugas. Dengan fitur tersebut, Anda bisa membuat daftar tugas yang harus dikerjakan dalam satu hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Dalam update yang disampaikan melalui blog Google Workspace Updates, diketahui bahwa kini Anda dapat membuat perubahan langsung pada tugas-tugas yang tertunda atau telah lewat waktu tanpa harus menuju My Tasks atau Tugas Saya. Photo Credit: Google Workspace Updates Itu artinya, jika Anda punya tugas yang sudah dijadwalkan dan tidak ditandai “selesai” dalam 30 hari terakhir, secara otomatis sistem akan memberikan tombol “x pending tasks”. Tombol tersebut akan menampilkan seluruh tugas tertunda dalam sebuah daftar lengkap. Terlebih, sekarang Anda bisa langsung membuat perubahan pada tugas tersebut atau menandainya “selesai”. Sebab, update terbaru ini menyediakan sebuah menu drop-down saat Anda mengeklik kegiatan di satu hari tersebut. Untuk semua perangkat Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur tersebut akan tersedia untuk Google Calendar versi web, Android, dan iOS. Untuk versi web, akan diluncurkan dalam dua fase. Fase pertama, untuk Rapid Release sudah bisa menikmati fitur ini sejak 6 Februari 2022 lalu. Sedangkan fase kedua adalah untuk Scheduled Release akan dimulai pada 3 Maret 2022. Namun, mungkin diperlukan waktu hingga 15 hari di kedua fase rilis hingga fitur berfungsi sepenuhnya. Peluncuran akan dimulai untuk pengguna Android pada 17 Februari, sementara pengguna iOS harus menunggu hingga 1 Maret untuk mulai menikmatinya. Fitur Calendar akan tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, G Suite Basic lama, dan G Suite Business lama. Cegah acara yang tak diinginkan Photo Credit: Google Workspace Updates Selain fitur kelola tugas tertunda, Google Calendar sebelumnya juga telah merilis update yang memungkinkan Anda mencegah undangan acara yang tak diinginkan muncul secara otomatis pada jadwal. Opsi tersebut bisa Anda temukan pada menu “Events settings”, tepatnya pada opsi “Automatically add invitations”. Calendar menyediakan tiga opsi yang bisa dipilih: Yes, untuk menambahkan undangan secara otomatis. Yes, untuk tidak mengirim pemberitahuan acara kecuali Anda menjawab “Ya” atau “Mungkin”. Tidak, untuk hanya menampilkan undangan yang sudah ditanggapi. Selain itu, Google juga menyediakan pilihan untuk membatasi undangan dari orang tertentu saja. Anda dapat mengaturnya dalam menu “Add invitations to my calendar”. Pengaturan tersebut menyediakan dua opsi, yaitu: From everyone: menambahkan undangan secara otomatis dari siapa pun. When I respond to the invitation in email: menambahkan undangan secara otomatis hanya saat Anda sudah menjawab email undangan acara. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Google Calendar kini bukanlah sekadar aplikasi untuk menunjukkan tanggal, melainkan dapat Anda gunakan dalam penjadwalan kegiatan sehari-hari. Menariknya lagi, kini Calendar telah terintegrasi dengan platform produktivitas Google Workspace. Google Workspace akan memberikan Anda pengalaman terbaik dalam menggunakan seluruh aplikasi dan layanan produktivitas dari Google, termasuk Calendar. Dapatkan segera Google Workspace untuk tingkatkan produktivitas perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized partner Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik di sini!

Google Workspace

Mencoba Update Baru Google Chat versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah!

Google Chat merupakan sebuah aplikasi pesan bisnis yang memungkinkan Anda untuk melakukan percakapan 1:1 maupun grup dengan beberapa orang sekaligus. Aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan layanan Google lain, yaitu Google Spaces. Keduanya merupakan bagian dari platform produktivitas andalan Google, Workspace. Sejak diperkenalkan kepada publik di tahun 2017 lalu, Google Chat terus mengalami peningkatan layanan dan tentu saja fitur. Nah, apa saja kemudahan yang bisa dinikmati dari update terbaru Google Chat? Mengenal Google Chat Photo Credit: Google Chat Google Chat sendiri merupakan sebuah aplikasi percakapan yang fokus untuk keperluan bisnis. Jika dilihat dari kegunaannya, sekilas Google Chat mirip dengan aplikasi percakapan lama milik Google, Hangouts. Bahkan tak berlebihan jika menyebut bahwa Google Chat adalah kembaran dari Google Hangouts. Sebenarnya, Chat (bersama dengan Google Meet) memang didesain oleh Google untuk menggantikan Hangouts. Meski begitu, Chat memiliki beberapa fitur dan layanan yang tentu saja tidak bisa ditemukan pada Hangouts. Cara mengakses Google Chat Untuk saat ini, Chat bisa diakses melalui aplikasi mobile maupun lewat web. Versi aplikasi mobile bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store atau melalui iOS App Store. Namun umumnya jika smartphone Anda sudah memiliki Gmail, bisa langsung mengakses Chat melalui platform berkirim surat elektronik tersebut. Jika Anda ingin mengakses Chat melalui desktop pun bisa. Caranya adalah dengan membuka Google Chat versi web. Selain itu, Chat juga bisa diakses melalui Google Workspace. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Update terbaru Google Chat Google baru saja melakukan update pada sistem Chat. Update ini diklaim mampu memberikan pengalaman chatting yang lebih intuitif sekaligus mudah dilakukan. Bukan hanya itu, update terbaru ini juga menawarkan navigasi yang lebih mudah menuju percakapan maupun ruang yang relevan. Beberapa kemudahan yang bisa Anda nikmati dari update terbaru Chat di antaranya: Saran akun berdasarkan aktivitas obrolan saat Anda mengeklik search bar. Saran cerdas untuk temukan orang, ruang, dan pesan grup saat Anda mulai mengetik search bar. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk saat ini, update tersebut baru tersedia pada Google Chat versi web. Namun kemudahan ini dapat dinikmati oleh seluruh pengguna Chat, baik Anda yang merupakan pengguna Google Workspace, G Suite Basic, maupun Google Business. Update ini juga sudah bisa dinikmati lewat Google Account personal. Nikmati pengalaman chat yang lebih mudah Photo Credit: Rawpixel Dengan adanya update tersebut, Anda bisa menikmati pengalaman chat yang lebih mudah dan seamless. Adanya saran saat melakukan penelusuran akan menghemat banyak waktu Anda yang berharga. Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk sekadar menemukan orang dan ruang yang tepat. Terlebih, kemudahan ini juga memberikan pengalaman penelusuran yang sejalan dengan Google Chat di aplikasi mobile serta aplikasi Google Workspace lainnya seperti Gmail maupun Google Drive. Melakukan update Seluruh proses update pada Chat biasanya dilakukan secara otomatis, termasuk untuk pembaruan kali ini. Bagi Anda yang berada dalam ekosistem Google Workspace, update ini juga tidak memerlukan kontrol dan persetujuan dari administrator. Untuk bantuan dan informasi lebih lanjut, Google menyediakan Pusat Bantuan yang bisa diakses secara gratis. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Dengan adanya update terbaru pada Google Chat ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari orang, grup atau percakapan lama. Seluruh kemudahan yang ditawarkan ini pun telah terintegrasi dengan platform produktivitas Google Workspace. Ingin meningkatkan produktivitas tim Anda? Google Workspace adalah solusinya. Dengan berbagai aplikasi dan fitur yang mendukung produktivitas tim seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Chat, Google Workspace siap bantu Anda menemukan performa kerja terbaik. Dapatkan personalized Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, partner resmi Google untuk distribusi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top