EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja

 Bekerja dengan Google Workspace memungkinkan Anda untuk terhubung dengan berbagai aplikasi maupun kapabilitas penunjang produktivitas dan kolaborasi. Dari berbagai aplikasi produktivitas Workspace, Google Docs dan Sheets bisa dibilang merupakan yang paling banyak dipakai. Kedua aplikasi yang diluncurkan tahun 2005 tersebut menawarkan kolaborasi kerja digital secara real-time. Artinya, Anda bisa bekerja sama dengan banyak orang sekaligus meski terpisah jarak dan waktu. Untuk menciptakan ruang kerja kolaboratif yang seamless, Google Workspace pun terus mengembangkan Docs dan Sheets. Fitur dan kapabilitas terus ditambahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Setelah sukses dengan fitur smart canvas yang diluncurkan tahun lalu, kini Workspace kembali dengan beberapa update untuk mudahkan kolaborasi kerja. Apa saja? Fitur summary dan pageless di Docs Anda harus memeriksa banyak dokumen sekaligus dalam satu waktu? Terkadang, sulit untuk menentukan apakah sebuah dokumen perlu pembacaan menyeluruh atau pembacaan poin-poin saja sudah cukup. Sebagai solusi, kini Google Docs menghadirkan fitur summary. Fitur ini memberikan ringkasan untuk setiap dokumen. Dengan begitu, Anda bisa cepat memahami apa materi yang sedang dibahas dalam sebuah dokumen. Menariknya lagi, ringkasan tersebut bisa dibuat secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan (AI). Anda juga bisa menyunting ringkasan sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Cloud Blog Bukan hanya itu, kini Anda juga bisa menerapkan format tanpa halaman di Google Docs. Caranya adalah dengan mengaktifkan format pageless. Saat format tersebut aktif maka Anda dapat menghapus batas halaman dan menyesuaikan ukuran layar perangkat yang sedang digunakan. Dengan format ini, Anda juga bisa menyesuaikan halaman dengan ukuran tabel, gambar, dan bahkan feedback di kolom komentar. Photo Credit: Google Cloud Photo Mempercepat alur kerja dengan building blocks interaktif Bersamaan dengan peluncuran smart canvas, Google Docs juga memperkenalkan fitur building blocks. Dengan fitur tersebut, Anda bisa menambahkan beberapa informasi tambahan tanpa harus meninggalkan aplikasi. Cukup dengan mengetikkan simbol “@” maka Docs secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang dapat ditambahkan ke dalam dokumen seperti lokasi seseorang, gambar, alamat, template, hingga checklist. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Photo Credit: Google Cloud Photo Buat keputusan berbasis data dengan cepat Sekarang ini, jika Anda ingin bisnis bergerak lebih cepat, maka proses pengambilan keputusan pun harus dilakukan dengan cepat. Masalahnya, keputusan yang terburu-buru diambil justru sangat berisiko. Untuk itulah, tiap pengambilan keputusan sebaiknya didasari dengan data yang valid. Google Sheets kini dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang membantu Anda untuk bisa mendapatkan insight dari data dengan cepat. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan kapabilitas formula suggestions. Kapabilitas tersebut memberikan rekomendasi rumus dan fungsi untuk tiap data yang sedang Anda analisis. Photo Credit: Google Cloud Photo Kecerdasan buatan untuk sistem kerja yang dinamis Mendukung perubahan sistem kerja yang begitu dinamis kini seolah telah menjadi kewajiban tiap perusahaan, baik itu untuk karyawan jarak jauh, hybrid, di kantor atau bahkan mereka yang berada di garda terdepan. Sebisa mungkin, perusahaan harus mampu meminimalisir gesekan yang terjadi karena adanya transformasi digital. Google Docs melalui smart canvas mempermudah pengguna untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja mereka tanpa harus khawatir dengan masalah jarak dan waktu. Selain itu, kolaborasi dengan Docs pun kini telah diperkaya dengan kecerdasan buatan (AI) yang terus dikembangkan oleh Google. Baca juga: Kelebihan Google Docs untuk Membuat Dokumen secara Efektif Docs dan Sheets merupakan dua aplikasi unggulan yang ditawarkan Google Workspace untuk mendukung lingkungan kerja kolaboratif. Google terus berusaha agar keduanya bisa memenuhi beragam kebutuhan kolaborasi para penggunanya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan fitur-fitur canggih seperti yang telah dibahas dalam artikel ini. Baik aplikasi Docs dan Sheets akan lebih optimal jika diterapkan pada ekosistem produktivitas kolaboratif Google Workspace. Integrasi dengan Workspace akan memudahkan Anda untuk bekerja bersama secara efisien dan real-time. Dapatkan segera paket Google Workspace untuk lingkungan kerja Anda melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Selamat untuk EIKON Technology, Top Achiever 2021 Google Cloud Indonesia!

EIKON Technology kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022, tanggal 9 Maret 2022 lalu, EIKON Technology dinobatkan sebagai Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia untuk kategori Business Result, Commitment, Execution, Expertise. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off sendiri merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Google Cloud untuk memberikan apresiasi kepada para partner mereka di Indonesia. Pada tahun 2022 ini, event digelar secara virtual melalui Google Meet. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 menjadi ajang pemberian apresiasi kepada partner Google Cloud yang tersebar di seluruh Indonesia atas pencapaian mereka sepanjang tahun 2021 lalu. Dalam event tersebut, EIKON Technology mendapatkan penghargaan Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia dengan penilaian dalam hal Business Result, Commitment, Execution, dan Expertise. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 ini, EIKON Technology juga resmi menjadi Google Cloud Partner Advantage. Ini menempatkan EIKON Technology dalam jajaran perusahaan dunia yang menjadi partner Google Cloud seperti Deloitte, Paloalto, WiX, AtoS, Accenture, SoftBankc Japan, VMware, hingga GitLab. Baca juga: Webinar Google Workspace dari EIKON Technology Bukti komitmen EIKON Technology EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan yang berdiri di tahun 2007 dan bergerak dibidang konsultan teknologi informasi, outsourcing, serta pengembangan. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan (cloud) terkemuka di tanah air. Perjalanan EIKON Technology bersama Google dimulai dengan menjadi salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, tepatnya pada tahun 2014. Segera setelah itu, EIKON Technology pun menjadi penyedia layanan komputasi awan Google, Cloud kenamaan di Surabaya, Jakarta, dan seluruh Indonesia. EIKON Technology kini menjadi partner resmi Google untuk menjual Google Workspace resmi. Google Workspace sendiri merupakan rangkaian tools produktivitas dari Google yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan kerja. Sebagai reseller resmi yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology melayani pembelian produk untuk wilayah Jakarta, Jogja, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Makassar, Malang, Medan, Palembang, Denpasar, Pontianak, Batam, dan kota-kota besar di seluruh indonesia.  Mulai berlangganan Google Workspace di EIKON Technology Photo Credit: katemangostar (Freepik) Pengoperasian Google Workspace sangat mudah. Anda bahkan tidak memerlukan perangkat keras maupun perangkat lunak tambahan. Sebab, layanan ini hanya membutuhkan browser serta koneksi internet. Aplikasi yang disediakan juga dapat dioperasikan di ponsel, tablet, maupun PC. Jika Anda menggunakan Google Workspace dalam skala besar, pengelolaannya pun sangat mudah. Keamanannya pun telah terjamin karena disimpan dengan teknologi canggih milik Google Baca juga: Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar! EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket Google Workspace. Untuk masalah harga Anda tak perlu khawatir karena EIKON menyediakan harga Google Workspace yang relatif murah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Silakan konsultasikan kebutuhan Anda di sini, EIKON Technology dengan senang hati membantu.

Gmail, Google Workspace

Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing

Hingga saat ini, email phishing masih menjadi ancaman keamanan digital yang membahayakan. Teknologi phishing bahkan terus berkembang hingga sulit untuk membedakan mana email yang benar-benar aman dan mana yang mengandung ancaman. Tidak ada cara lain yang efektif untuk mencegah phishing selain meningkatkan sistem keamanan Anda. Google Workspace baru saja melakukan update untuk meminimalisir risiko email phishing. Lewat pembaruan ini, Anda bisa berkolaborasi dengan aman tanpa harus khawatir dengan malware yang disebarkan email phishing. Seperti apa update terbaru dari Google Workspace tersebut? Pembaruan notifikasi email Photo Credit: Google Workspace Updates Di masa pandemi seperti sekarang ini, kolaborasi digital menjadi sangat penting. Langkah ini terbukti efektif menghubungkan seluruh karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun sedang menerapkan WFH (work from home). Sayangnya, ancaman keamanan digital pun ikut membayangi sistem kolaborasi kerja ini. Baru-baru ini, Workspace, platform kolaborasi yang dikembangkan oleh Google, melakukan perubahan penting dalam menyajikan notifikasi komentar. Notifikasi yang dimaksud adalah pemberitahuan dari aplikasi Google Workspace seperti Docs. Langkah ini dilakukan untuk mencegah phishing dan melindungi pengguna dari ancaman malware. Adanya update ini membantu pengguna untuk melakukan kolaborasi jarak jauh tanpa harus khawatir dengan peretasan dan serangan berbahaya lainnya. Google Workspace kini akan menyertakan alamat email kolaborator dalam notifikasi saat Anda menerima @mention. Jadi, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi kolaborator. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Lebih mudah kenali kolaborator Workspace Sebelumnya, ketika kolaborator menambahkan catatan @mention dalam aplikasi Google Workspace, Anda akan mendapatkan email yang memberitahu bahwa seseorang telah melakukan perubahan. Masalahnya adalah, pemberitahuan tersebut hanya berisi nama pemberi komentar tanpa disertai dengan alamat email yang jelas. Hal ini jelas akan menyulitkan Anda untuk mengidentifikasi apakah notifikasi tersebut memang karena kolaborator melakukan perubahan atau justru penyerang siber yang memiliki maksud jahat. Sangat sulit untuk mengetahui apakah email tersebut phishing atau tidak. Dengan adanya update terbaru ini, Anda bisa lebih mudah mengonfirmasi notifikasi tersebut kepada kolaborator. Sebab, alamat email mereka telah dicantumkan dalam notifikasi. Jadi, saat kolaborator menggunakan @mention untuk menyebut Anda dalam aplikasi Google Workspace, sistem secara otomatis akan mengirim pemberitahuan lengkap dengan nama kolaborator dan alamat email mereka ke kotak masuk email Anda. Ketersediaan Photo Credit: Rawpixel Update ini diluncurkan Google Workspace pada tanggal 3 Maret 2022. Dalam rentang waktu 15 hari, seharusnya pembaruan ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pengguna. Menariknya lagi, update ini tidak memerlukan penanganan khusus dari administrator. Pembaruan akan langsung muncul secara default. Jika Anda menemukan kesulitan dalam penggunaannya, Google menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Anda yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan Business. Notifikasi anti email phising ini juga bisa dinikmati oleh pengguna dengan akun pribadi Google. Baca juga: Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs Semakin hari, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi lingkungan kerja hybrid atau bahkan jarak jauh. Hal ini memang memudahkan di masa pandemi. Namun di satu sisi, kolaborasi digital juga meningkatkan risiko munculnya keamanan digital seperti email phishing. Dengan update notifikasi dari Google Workspace, Anda bisa meminimalisir potensi bahaya keamanan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan dan melindungi keamanan pelanggannya, Google Workspace teruse melakukan pembaruan secara berkala. Mulai kolaborasi kerja yang lebih mudah dan aman bersama Google Workspace. Di EIKON Technology, Anda bisa memilih paket Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet perusahaan. Untuk konsultasi langsung dengan tim dari EIKON Technoloy, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar

 Google Calendar atau kadang disebut gCal merupakan sebuah aplikasi manajemen waktu dan layanan penjadwalan yang dikembangkan oleh Google. Aplikasi ini pertama kali diperkenalkan pada April 2006 dan dirilis untuk publik pada tahun 2009. Seiring perkembangannya, Google Calendar tak lagi sebatas aplikasi penunjuk kalender saja, tapi juga menawarkan pengelolaan jadwal penggunanya. Aplikasi ini bahkan terintegrasi dengan aplikasi dan layanan Google lain seperti Gmail. Itu berarti, dengan Calendar, Anda bisa menambahkan kegiatan dari Gmail ke jadwal secara otomatis. Google Calendar hadir untuk memudahkan Anda dalam mengatur waktu melalui berbagai fitur yang disediakan. Dengan begitu, produktivitas kerja pun bisa meningkat. Dalam update terbaru Calendar, Anda diberi keleluasaan untuk mengelola tugas yang tertunda. Simak ulasan kali ini untuk mengetahui langkah-langkahnya. Baca juga: Baru! Google Calendar for Web Kini Tampil dengan Grafis User Interface Fitur Kelola tugas tertunda Selain menyediakan fitur untuk mengelola events atau kegiatan, Google Calendar juga punya fitur untuk bantu Anda mengatur tugas. Dengan fitur tersebut, Anda bisa membuat daftar tugas yang harus dikerjakan dalam satu hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Dalam update yang disampaikan melalui blog Google Workspace Updates, diketahui bahwa kini Anda dapat membuat perubahan langsung pada tugas-tugas yang tertunda atau telah lewat waktu tanpa harus menuju My Tasks atau Tugas Saya. Photo Credit: Google Workspace Updates Itu artinya, jika Anda punya tugas yang sudah dijadwalkan dan tidak ditandai “selesai” dalam 30 hari terakhir, secara otomatis sistem akan memberikan tombol “x pending tasks”. Tombol tersebut akan menampilkan seluruh tugas tertunda dalam sebuah daftar lengkap. Terlebih, sekarang Anda bisa langsung membuat perubahan pada tugas tersebut atau menandainya “selesai”. Sebab, update terbaru ini menyediakan sebuah menu drop-down saat Anda mengeklik kegiatan di satu hari tersebut. Untuk semua perangkat Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur tersebut akan tersedia untuk Google Calendar versi web, Android, dan iOS. Untuk versi web, akan diluncurkan dalam dua fase. Fase pertama, untuk Rapid Release sudah bisa menikmati fitur ini sejak 6 Februari 2022 lalu. Sedangkan fase kedua adalah untuk Scheduled Release akan dimulai pada 3 Maret 2022. Namun, mungkin diperlukan waktu hingga 15 hari di kedua fase rilis hingga fitur berfungsi sepenuhnya. Peluncuran akan dimulai untuk pengguna Android pada 17 Februari, sementara pengguna iOS harus menunggu hingga 1 Maret untuk mulai menikmatinya. Fitur Calendar akan tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, G Suite Basic lama, dan G Suite Business lama. Cegah acara yang tak diinginkan Photo Credit: Google Workspace Updates Selain fitur kelola tugas tertunda, Google Calendar sebelumnya juga telah merilis update yang memungkinkan Anda mencegah undangan acara yang tak diinginkan muncul secara otomatis pada jadwal. Opsi tersebut bisa Anda temukan pada menu “Events settings”, tepatnya pada opsi “Automatically add invitations”. Calendar menyediakan tiga opsi yang bisa dipilih: Yes, untuk menambahkan undangan secara otomatis. Yes, untuk tidak mengirim pemberitahuan acara kecuali Anda menjawab “Ya” atau “Mungkin”. Tidak, untuk hanya menampilkan undangan yang sudah ditanggapi. Selain itu, Google juga menyediakan pilihan untuk membatasi undangan dari orang tertentu saja. Anda dapat mengaturnya dalam menu “Add invitations to my calendar”. Pengaturan tersebut menyediakan dua opsi, yaitu: From everyone: menambahkan undangan secara otomatis dari siapa pun. When I respond to the invitation in email: menambahkan undangan secara otomatis hanya saat Anda sudah menjawab email undangan acara. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Google Calendar kini bukanlah sekadar aplikasi untuk menunjukkan tanggal, melainkan dapat Anda gunakan dalam penjadwalan kegiatan sehari-hari. Menariknya lagi, kini Calendar telah terintegrasi dengan platform produktivitas Google Workspace. Google Workspace akan memberikan Anda pengalaman terbaik dalam menggunakan seluruh aplikasi dan layanan produktivitas dari Google, termasuk Calendar. Dapatkan segera Google Workspace untuk tingkatkan produktivitas perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized partner Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik di sini!

Google Workspace

Mencoba Update Baru Google Chat versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah!

Google Chat merupakan sebuah aplikasi pesan bisnis yang memungkinkan Anda untuk melakukan percakapan 1:1 maupun grup dengan beberapa orang sekaligus. Aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan layanan Google lain, yaitu Google Spaces. Keduanya merupakan bagian dari platform produktivitas andalan Google, Workspace. Sejak diperkenalkan kepada publik di tahun 2017 lalu, Google Chat terus mengalami peningkatan layanan dan tentu saja fitur. Nah, apa saja kemudahan yang bisa dinikmati dari update terbaru Google Chat? Mengenal Google Chat Photo Credit: Google Chat Google Chat sendiri merupakan sebuah aplikasi percakapan yang fokus untuk keperluan bisnis. Jika dilihat dari kegunaannya, sekilas Google Chat mirip dengan aplikasi percakapan lama milik Google, Hangouts. Bahkan tak berlebihan jika menyebut bahwa Google Chat adalah kembaran dari Google Hangouts. Sebenarnya, Chat (bersama dengan Google Meet) memang didesain oleh Google untuk menggantikan Hangouts. Meski begitu, Chat memiliki beberapa fitur dan layanan yang tentu saja tidak bisa ditemukan pada Hangouts. Cara mengakses Google Chat Untuk saat ini, Chat bisa diakses melalui aplikasi mobile maupun lewat web. Versi aplikasi mobile bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store atau melalui iOS App Store. Namun umumnya jika smartphone Anda sudah memiliki Gmail, bisa langsung mengakses Chat melalui platform berkirim surat elektronik tersebut. Jika Anda ingin mengakses Chat melalui desktop pun bisa. Caranya adalah dengan membuka Google Chat versi web. Selain itu, Chat juga bisa diakses melalui Google Workspace. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Update terbaru Google Chat Google baru saja melakukan update pada sistem Chat. Update ini diklaim mampu memberikan pengalaman chatting yang lebih intuitif sekaligus mudah dilakukan. Bukan hanya itu, update terbaru ini juga menawarkan navigasi yang lebih mudah menuju percakapan maupun ruang yang relevan. Beberapa kemudahan yang bisa Anda nikmati dari update terbaru Chat di antaranya: Saran akun berdasarkan aktivitas obrolan saat Anda mengeklik search bar. Saran cerdas untuk temukan orang, ruang, dan pesan grup saat Anda mulai mengetik search bar. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk saat ini, update tersebut baru tersedia pada Google Chat versi web. Namun kemudahan ini dapat dinikmati oleh seluruh pengguna Chat, baik Anda yang merupakan pengguna Google Workspace, G Suite Basic, maupun Google Business. Update ini juga sudah bisa dinikmati lewat Google Account personal. Nikmati pengalaman chat yang lebih mudah Photo Credit: Rawpixel Dengan adanya update tersebut, Anda bisa menikmati pengalaman chat yang lebih mudah dan seamless. Adanya saran saat melakukan penelusuran akan menghemat banyak waktu Anda yang berharga. Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk sekadar menemukan orang dan ruang yang tepat. Terlebih, kemudahan ini juga memberikan pengalaman penelusuran yang sejalan dengan Google Chat di aplikasi mobile serta aplikasi Google Workspace lainnya seperti Gmail maupun Google Drive. Melakukan update Seluruh proses update pada Chat biasanya dilakukan secara otomatis, termasuk untuk pembaruan kali ini. Bagi Anda yang berada dalam ekosistem Google Workspace, update ini juga tidak memerlukan kontrol dan persetujuan dari administrator. Untuk bantuan dan informasi lebih lanjut, Google menyediakan Pusat Bantuan yang bisa diakses secara gratis. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Dengan adanya update terbaru pada Google Chat ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari orang, grup atau percakapan lama. Seluruh kemudahan yang ditawarkan ini pun telah terintegrasi dengan platform produktivitas Google Workspace. Ingin meningkatkan produktivitas tim Anda? Google Workspace adalah solusinya. Dengan berbagai aplikasi dan fitur yang mendukung produktivitas tim seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Chat, Google Workspace siap bantu Anda menemukan performa kerja terbaik. Dapatkan personalized Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, partner resmi Google untuk distribusi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Siap-siap, Google Currents Bakal Digeser Google Spaces. Apa yang Berubah?

Google Currents merupakan sebuah aplikasi yang ada dalam rangkaian platform produktivitas Google Workspace (sebelumnya bernama G Suite). Fungsi utamanya adalah sebagai media komunikasi dan diskusi untuk internal perusahaan. Aplikasi ini memungkinkan seluruh elemen perusahaan untuk bisa berinteraksi, termasuk pimpinan dengan para karyawannya. Sayangnya, aplikasi yang pertama kali diperkenalkan pada April 2019 harus undur diri. Google berencana menonaktifkan layanan Currents dan menggantinya dengan aplikasi lain. Ini merupakan salah satu bagian dari rencana besar Google untuk mengembangkan ekosistemnya. Lalu, apa yang harus diantisipasi dari perubahan ini? Berubah menjadi Google Spaces Photo Credit: Piqsels Di tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah aplikasi komunikasi baru bernama Spaces. Saat melihat penjelasan fungsi Spaces, mungkin akan timbul pertanyaan, “bukankah ini mirip dengan Currents?”. Saat memperkenalkan Spaces, Google memang tidak secara eksplisit menerangkan bahwa aplikasi tersebut akan menggeser Currents. Namun ternyata, dalam update terbarunya, Google memproyeksikan Spaces untuk bisa menggeser Currents sepenuhnya di tahun 2023 nanti. Rencananya, tahun depan Google akan menutup layanan Currents dan memindahkan konten serta komunitas yang tersisa ke Spaces. Detail lanjut mengenai proses migrasi Currents ke Spaces akan diumumkan Google dalam waktu dekat agar pengguna bisa mempersiapkan diri. Baca juga: Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar! Update terbaru Google Spaces Sementara itu, di bulan Februari 2022 ini, Google juga mengumumkan update terbaru mengenai fitur Spaces. Disebutkan, kini Spaces memiliki kapabilitas untuk membantu para penggunanya tidak sekadar berkomunikasi, tapi juga berkolaborasi. Sebab, sekarang Spaces memang telah terintegrasi dengan produk Google Workspace lainnya seperti Gmail, Calendar, Drive, serta Meet. Google juga meningkatkan kemampuan pencarian, discoverability, serta kepatuhan dan keamanan tingkat perusahaan—hal ini juga termasuk perlindungan data, pencegahan kehilangan data (data loss prevention), dan dukungan Vault. Implikasi transisi Photo Credit: Piqsels Sekarang masuk ke pertanyaan utamanya, mengapa transisi dari Google Currents menjadi Spaces ini penting? Google mengungkapkan bahwa transisi Currents ke Spaces merupakan bagian dari rencana membangun ekosistem hybrid yang lebih dinamis. Dalam klaimnya, Spaces disebutkan dapat memudahkan komunikasi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan proyek, update perkembangan perusahaan, hingga membangun tim. Bukan hanya itu, Google juga mengklaim bahwa Spaces menghadirkan berbagai peningkatan yang tidak ada di Currents. Spaces menghapus batasan-batasan yang dirasakan pengguna saat menggunakan aplikasi Currents. Harapannya, aplikasi ini akan memberikan pengalaman kolaborasi berskala besar yang mencerminkan bagaimana cara kerja dunia saat ini. Spaces menyediakan suatu layanan terpusat yang mengajak seluruh anggota tim terlibat dalam diskusi berbasis topik, berbagi pengetahuan dan ide, mengembangkan proyek, serta membangun komunitas dan kultur kerja tim yang lebih baik lagi. Memulai transisi Transisi dari Google Currents menjadi Google Spaces sepenuhnya telah dimulai. Google sudah menonaktifkan beberapa fitur yang ada di Currents, terutama fitur-fitur dengan tingkat penggunaan rendah. Untuk detail selengkapnya, Anda dapat menuju Pusat Bantuan yang disediakan Google. Proses transisi ini bisa dilakukan sepenuhnya oleh Administrator. Jika perusahaan Anda saat ini menggunakan Google Currents, detail mengenai proses transisi dan migrasi konten akan diumumkan dalam waktu dekat. Untuk sekarang, Google Spaces telah tersedia bagi seluruh pengguna platform Google Workspace. Selain untuk perusahaan, layanan komunikasi ini juga bisa digunakan oleh para pemilik Google Accounts pribadi. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Dengan kehadiran Spaces maka Google pun mulai pelan-pelan menonaktifkan fitur pada aplikasi pendahulunya, Currents. Bagi Anda yang sudah menggunakan Currents tak perlu khawatir karena nantinya Google akan menyediakan informasi lengkap mengenai migrasi konten dari Currents ke Spaces. Hadirnya Spaces menunjukkan komitmen Google untuk menciptakan suatu ekosistem kolaborasi yang lebih dinamis. Tertarik untuk mulai menggunakan Spaces sebagai media komunikasi internal perusahaan Anda? Gunakan paket Google Workspace untuk perusahaan. Dapatkan Google Workspace dengan sertifikasi legal hanya melalui EIKON Technology yang merupakan authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, klik di sini!

Google Workspace

Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar!

Sebelum bernama Google Workspace seperti sekarang, platform produktivitas tersebut dinamai G Suite. Tahun 2020 lalu, G Suite berubah menjadi Google Workspace untuk menyongsong “masa depan dunia kerja”. Setelah transisi tersebut, plans yang tersedia G Suite berangsur-angsur dipindahkan ke Google Workspace dan di tahun 2022 ini, seluruh edisi gratis G Suite dihapuskan. Apa saja perubahan yang timbul? Notifikasi melalui email administrator Photo Credit: 9to5Google Transisi ini sebenarnya telah disampaikan melalui email administrator layanan. Dalam notifikasi tersebut, Google menyampaikan bahwa seluruh pengguna G Suite yang tersisa akan dipindahkan ke Google Workspace secara otomatis. Untuk jenis plan yang diterapkan akan mengikuti penggunaan sebelumnya di G Suite. Dengan demikian, kini paket gratis yang tersedia di Google Workspace hanyalah plans untuk Nonprofits dan Education (versi Fundamental). Jika pada G Suite layanan seperti Gmail, Google Drive, dan Documents bisa diakses secara gratis, perubahan tersebut mau tak mau membuat pengguna harus membayar. Namun dalam versi berbayar ini Anda bisa menikmati layanan baru seperti membuat domain khusus yang bisa Anda atur sendiri (tidak lagi terbatas pada gmail.com). Mekanisme billing Photo Credit: Google Workspace Bagi Anda yang bermigrasi dari G Suite ke Google Workspace diberikan waktu hingga 1 Mei 2022 untuk bisa memilih paket baru. Opsi lain adalah membiarkan Google menentukan paket untuk Anda secara otomatis. Anda tidak perlu khawatir karena pemilihan paket akan disesuaikan dengan paket yang digunakan pada edisi gratis G Suite. Perlu diingat juga, jika Anda memilih opsi kedua, maka billing atau tagihan baru akan dimulai 2 bulan setelah migrasi otomatis. Jika Anda tidak memasukkan detail billing hingga 1 Juli 2022, Google akan melakukan penangguhan akun selama 60. Selama periode penangguhan, Anda tidak akan bisa mengakses Gmail, Calendar, dan Meet. Penangguhan akan otomatis berakhir saat Anda melakukan pembayaran. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Paket Google Workspace untuk migrasi dari G Suite ini dimulai dari harga $6 per pengguna/bulan yaitu untuk paket Business Starter dan akan naik menjadi $18 /pengguna/bulan. Untuk bisnis skala kecil yang hanya memiliki satu akun Gmail juga bisa melakukan upgrade ke paket Workspace Individual seharga $9,99/bulan. Google juga menawarkan diskon selama 12 bulan atau layanan ekspor gratis data organisasi Anda. Detail mengenai penawaran ini bisa Anda simak dalam halaman dukungan Google Workspace. Migrasi atau tidak? Perubahan  dari yang semula gratis menjadi berbayar tentu akan menjadi pertimbangan untuk tetap meneruskan penggunaan layanan Google atau berpaling pada layanan lain yang serupa. Meski begitu, peningkatan layanan Google juga patut dipertimbangkan. Sejak berubah menjadi Google Workspace, ada banyak sekali fitur dan layanan yang mampu meningkatkan produktivitas kerja dengan efisien. Salah satunya adalah Integrated Gmail. Layanan ini memberikan pengalaman kolaborasi seamless yang sangat mudah dioperasikan. Selain itu, ada juga transisi Hangouts ke Google Chat. Setelah berubah menjadi Google Chat, ada banyak sekali fitur percakapan yang membuat komunikasi di dua tempat yang berbeda terasa begitu nyata tanpa hambatan. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Melakukan upgrade dari edisi lama G Suite ke Google Workspace tidak akan makan banyak waktu. Prosesnya pun relatif mudah diikuti dan tidak akan mengganggu end user di tempat Anda. Migrasi bahkan akan semakin mudah jika Anda membiarkan Google melakukan upgrade otomatis. Terlebih, untuk mendukung transisi ini, Google juga menawarkan opsi diskon selama 12 bulan setelah 1 Juli 2022. Jika Anda merasa kurang sreg dengan paket Google Workspace yang dipilihkan Google, masih tersedia beragam paket lain. Anda bisa memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Masih ragu memilih? Tim EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai distributor resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi bergaransi dengan proses aplikasi yang mudah. Untuk mulai konsultasi mengenai Google Workspace dengan EIKON Technology, klik di sini!

Google Workspace

Meeting Hybrid yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace

Tahun 2021 membuktikan bahwa hybrid semakin sulit untuk dilepaskan dari dunia kerja. Transformasi digital sekaligus pandemi membuat banyak perusahaan beralih pada model kerja hybrid untuk menjalankan aktivitas mereka. Meski menawarkan berbagai keuntungan dan kemudahan, model kerja hybrid tentu memiliki kelemahan. Salah satu kendala yang sering ditemukan pada penerapan model kerja hybrid adalah masalah inklusi. Meeting yang dilakukan secara hybrid seringkali terasa kurang inklusif. Percakapan seolah terjadi satu arah saja dan sering kali terdapat pihak yang merasa kurang dilibatkan dalam sebuah hybrid meeting. Google Workspace yang merupakan platform kolaborasi kerja berbasis cloud berusaha memecahkan permasalahan tersebut dengan menawarkan berbagai fitur solutif. Berikut adalah beberapa fitur dari Google Workspace untuk bantu Anda ciptakan meeting dalam format hybrid yang lebih inklusif. Companion mode Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan memanfaatkan fitur Companion mode ini, seluruh peserta di ruang meeting akan saling terhubung dengan mulus, meski terpisah jarak jauh. Saat mode ini aktif, Anda juga bisa memberikan seluruh peserta akses menuju fitur host lanjutan. Anda bisa mengaktifkan Companion mode melalui laptop yang terhubung dengan perangkat keras Google Meet atau Nest Hub Max. Mode ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif seperti chat, screen sharing, polls, hand raising, serta kontrol lanjutan untuk host meeting. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Menjadwalkan meeting Peserta meeting Anda datang dari lokasi dengan zona waktu yang berbeda? Melakukan penjadwalan jelas tidak boleh dilewatkan. Google Workspace menyediakan beberapa fitur scheduling yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta meeting. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda atur dengan fitur scheduling Google Workspace: Sinkronisasi Google Calendar peserta dengan jadwal meeting untuk menghindari terjadinya bentrokan waktu. Menyesuaikan jadwal meeting dengan zona waktu masing-masing peserta. Jadi, Anda bisa mengukur mana peserta yang harus datang lebih awal dan mana peserta yang sebaiknya datang terlambat agar bisa masuk dalam panggilan meeting. Meminta peserta untuk menentukan lokasi mereka saat meeting. Melakukan rotasi peran fasilitator dan pencatat agar setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi lebih jauh. Menyiapkan meeting dengan Spaces Photo Credit: Google Cloud Blog Spaces merupakan titik pusat kolaborasi di Google Spaces. Fitur ini telah terintegrasi dengan beragam tools dari Google seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, Meet, Gmail, Calendar, hingga Tasks. Anda bisa memanfaatkan fitur Spaces ini untuk mempersiapkan meeting. Lewat Spaces, para peserta meeting hybrid bisa meninjau dokumen yang berhubungan dengan materi presentasi. Spaces juga menyediakan ruang interaksi yang bisa digunakan untuk mendapatkan follow up dari meeting. Fitur pelengkap meeting Photo Credit: Google Cloud Blog Hybrid meeting yang baik tidak akan terasa seperti dua percakapan terpisah. Untuk meningkatkan inklusivitas dalam hybrid meeting, Google Workspace menawarkan beberapa solusi di antaranya: Menerima peserta meeting yang datang lebih awal dan menyediakan fitur check-in. Anda juga bisa memutarkan video atau tayangan untuk mengisi waktu peserta yang datang di awal waktu, Mendorong peserta untuk mengaktifkan Companion mode dan fitur hand raising di Google Meet agar komunikasi terasa lebih nyata dan tidak saling bertindihan. Mendorong Fasilitator meeting untuk berperan aktif dalam setiap meeting. Menyediakan fitur yang memudahkan peserta dalam memberikan umpan balik. Misalnya melalui fitur Agenda, Chat atau bisa juga melalui polls. Mengaktifkan teks terjemahan agar seluruh peserta meeting bisa mengikuti jalannya acara tanpa hambatan berarti. Setelah meeting selesai Tak dapat dipungkiri, hybrid meeting bisa mendatangkan kelelahan yang bahkan terasa lebih berat dibanding meeting konvensional. Nah, untuk memastikan agar para peserta rapat benar-benar mendapatkan manfaat, sebaiknya lakukan hal-hal berikut setelah meeting melalui Google Workspace berakhir: Mengirimkan catatan follow-up untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta meeting atas waktu mereka. Anda juga bisa memanfaatkan catatan ini untuk meminta umpan balik dari peserta. Sertakan catatan/rekaman, action items, dan keputusan yang diambil saat rapat agar peserta yang berhalangan hadir tidak merasa tertinggal. Unggah catatan atau temuan lain yang didapat saat meeting di Spaces. Dengan begitu, seluruh peserta bisa berkontribusi dengan mudah. Untuk rapat yang berulang, Anda bisa melakukan jajak pendapat secara rutin menggunakan Google Form. Tanyakan kepada peserta apa saja hal-hal yang sebaiknya ditingkatkan dari meeting. Jajak pendapat ini juga bisa disetel anonim agar peserta lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat. Baca juga: Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace Menyusun hybrid meeting yang inklusif memanglah bukan suatu perkara mudah. Akan selalu ada saat di mana komunikasi terasa tidak saling berkaitan. Memanfaatkan platform Google Workspace dan berbagai fitur di dalamnya akan bantu Anda meningkatkan inklusivitas hybrid meeting. Belum menerapkan Google Workspace pada perusahaan Anda? Kini telah tersedia Google Workspace for Business yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Dapatkan segera Google Workspace for Business untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology, authorized partner Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Google Workspace, klik di sini!

Appsheet

Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet

Workflow pekerjaan menuntut Anda untuk terus mondar-mandir di beberapa aplikasi sekaligus? Hal ini tentu akan sangat menghambat produktivitas kerja, terlebih jika aplikasi yang Anda gunakan memakan banyak memori. Dengan memanfaatkan AppSheet yang ada dalam Gmail, Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. AppSheet merupakan platform untuk membuat aplikasi tanpa coding. Dalam perkembangannya, AppSheet hadir pada produk dan layanan lain dari Google. Salah satunya adalah Gmail. Kehadiran AppSheet di Gmail akan memungkinkan Anda untuk membuat email yang lebih dinamis bahkan tanpa coding. Sebab, AppSheet sendiri merupakan platform tanpa coding sehingga dapat dioperasikan dengan mudah, bahkan oleh mereka yang tidak punya pengalaman dalam bidang programming. Simak caranya dalam penjelasan berikut ini! Mengenal cara kerja AppSheet di Gmail Sebelum mulai menggunakan AppSheet di Gmail, mari pelajari bagaimana cara kerjanya. Pada screenshot di bawah, Anda bisa melihat sebuah email permintaan perjalanan yang menunggu persetujuan. Email ini sendiri diteruskan dari aplikasi Permintaan Perjalanan. Dengan AppSheet, Anda bisa membuat sebuah Email Dinamis untuk merespon email tersebut. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan memanfaatkan fitur Email Dinamis dari AppSheet maka detail terbaru tentang permintaan perjalanan tersebut akan ditampilkan langsung pada email. Disebut dinamis karena sumber data terbaru akan selalu ditanyakan tiap email dibuka. Jadi, baik pengirim maupun penerima email bisa langsung mendapatkan update terbaru mengenai email. Orang yang menerima Email Dinamis (atau disebut “approver“) dapat meninjau tiap detail yang ada dalam email. Entah itu menambahkan komentar, membuat keputusan persetujuan, hingga mengirimkan tanggapan mereka langsung dari email. Secara otomatis, tindakan ini akan langsung memperbaharui sumber data aplikasi (dalam contoh kali ini adalah data dari Google Spreadsheet). Baca juga: Cara Membuat Aplikasi Tanpa Coding untuk Menyederhanakan Proses Kerja Gambar di bawah menampilkan data pada Google Spreadsheet setelah permintaan perjalanan diberi persetujuan melalui Gmail. Persetujuan dari pengguna ditandai dengan formula “TRUE”. Anda juga bisa melihat detail lain seperti tanggal persetujuan serta catatan tambahan yang muncul pada baris permintaan perjalanan yang ada pada Spreadsheet. Perhatikan screenshot berikut ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk ekstensibilitas ekstra, setelah data tersebut ditulis kembali ke sumber data, maka otomatisasi tambahan pun akan bekerja. Apa saja otomatisasi yang bisa disambungkan ke AppSheet pada Gmail? Anda bisa mengatur beberapa bagian dalam alur kerja seperti mengirim email konfirmasi atau pesan teks SMS. Mulai membuat Email Dinamis dengan AppSheet Untuk mulai membuat Email Dinamis melalui AppSheet tidaklah sulit, prosesnya bahkan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatur otomatisasi. Adanya otomatisasi akan memungkinkan aplikasi Anda untuk mendeteksi beberapa tindakan tertentu dan kemudian mengambil tindakan yang sesuai. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Kembali pada contoh sebelumnya, proses otomatisasi terjadi pada saat muncul sebuah Permintaan Perjalanan. Bot yang telah dibuat sebelumnya akan mendeteksi permintaan tersebut dan kemudian melakukan respon yang sesuai seperti mengirimkan email kepada approver dengan detail kunci. Jika Anda sudah selesai mengatur proses otomatisasi yang diinginkan, beralihlah ke dropdown “Use Dynamic Email” dan pilih tampilan “Approvals”. Dengan memilih opsi tersebut maka pengguna akan mendapatkan email balasan yang berisi persetujuan permintaan perjalanan. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan detail lain seperti alamat email penerima serta pesan tambahan. Photo Credit: Rawpixel Sekarang, Anda sudah bisa mulai menggunakan Email Dinamis. Perlu diingat juga, selain Gmail, AppSheet juga dapat ditemukan pada aplikasi maupun layanan lain dari Google seperti Google Sheet. Dengan memanfaatkan AppSheet maka workflows akan menjadi lebih ringkas sehingga produktivitas kerja meningkat. Ingin navigasi aplikasi yang lebih baik lagi? Ada baiknya Anda menggunakan all-in-one platform seperti Google Workspace. Google Workspace menyediakan berbagai tools yang menunjang produktivitas sekaligus kolaborasi, semuanya dalam satu tempat. Anda bisa mendapatkan Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Workspace, Info

Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut

Sering mengalami kesulitan dalam mengelola file yang tersimpan dalam Google Drive karena melakukan hosting di beberapa lokasi sekaligus? Kini Anda tidak perlu bingung lagi. Pasalnya, Google telah meluncurkan sistem shortcut (pintasan) yang dirancang untuk menyederhanakan struktur file dan folder dalam Google Drive. Dengan Drive update tersebut maka file multi lokasi akan secara otomatis dimigrasikan ke shortcut. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal Google Drive shortcuts Peralihan model kerja selama pandemi tanpa disadari membuat kita jauh lebih bergantung pada tools produktivitas berbasis cloud seperti Google Workspace untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau bahkan partner. Di satu sisi, peralihan tersebut memang akan memudahkan, tapi di sisi lain juga bisa menyebabkan penumpukan file dokumen, Sheet, presentasi, dan aset lain yang di-hosting dalam Google Drive. Akibatnya, pengguna akan menghadapi beberapa masalah manajemen file dan tentunya navigasi. Baca juga: 7 Fitur Google Drive Ini Wajib Anda Ketahui Pada Drive update yang dijelaskan dalam artikel kali ini, Google menerapkan beberapa pengaturan yang memudahkan pengguna dalam melakukan manajemen file. Fitur yang paling disoroti adalah Google Drive shortcut. Sistem shortcut ini nantinya akan memudahkan pengguna dalam mengatur file dan folder yang tersimpan dalam Drive. Proses migrasi Perlu diingat proses migrasi untuk update Google Drive ini tentu tidak terjadi secara mendadak. Proses migrasi akan dilakukan secara bertahap mulai dari awal tahun 2022. Ada pun untuk timeline lengkapnya sebagai berikut: Awal tahun 2022. Administrator akan mendapatkan notifikasi melalui email beberapa minggu sebelumnya untuk memulai proses migrasi di dalam domain. o   Catatan penting: Sebelum migrasi dimulai, administrator dapat mengatur waktu untuk membuat shortcuts di dalam shared folders. Sedangkan end users Google Workspace tidak akan mendapatkan notifikasi tersebut. Sebagai gantinya, end user Google Drive akan mendapatkan pemberitahuan melalui banner yang ada pada Drive (baik versi web maupun mobile). End users tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena proses migrasi akan berlangsung otomatis. o   Berlaku untuk seluruh users Google Workspace dan users dengan akun Google pribadi. Photo Credit: Google Workspace Updates Membuat shortcut dengan Drive for Desktop Sebelumnya, jika fitur “Backup and Sync” aktif, maka Anda bisa membuat sebuah folder baru dalam lokasi baru dengan menekan “Shift+Z”.  Namun setelah Drive update kali ini, perintah Shift+Z akan menghasilkan sebuah shortcut alih-alih sebuah folder yang ada di beberapa lokasi. Baca juga: Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis Fungsi shortcuts yang telah tersedia Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga artikel ini ditulis, fitur shortcuts pada Drive masih terus dikembangkan. Salah satu fungsi andalannya adalah memberikan informasi folder dan file yang lebih lengkap. Berikut adalah beberapa detail informasi yang ditampilkan pada shortcuts: Daftar user yang dapat mengakses file serta ketersediaan file untuk diunduh. Ukuran file serta ruang penyimpanan yang telah terpakai. Lokasi asli file. Nama user yang membuat dan melakukan modifikasi file. Informasi tersebut telah tersedia pada Google Drive versi web. Sedangkan versi mobile masih dalam pengembangan dan akan segera diluncurkan. Ketersediaan layanan Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga saat ini, fitur shortcut sudah diterapkan pada: Seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business. Seluruh pengguna Google Drive yang mendaftar dengan akun Google pribadi. Adanya platform penyimpanan berbasis cloud seperti Google Drive memang terbukti sangat membantu di masa pandemi seperti sekarang. Sebab, Anda tidak perlu bingung lagi dengan masalah menyimpan atau bahkan membagikan file. Selain itu, Drive juga sangat memudahkan dalam pekerjaan yang menuntut kolaborasi. Sayangnya, kemudahan tersebut rentan menimbulkan masalah dalam pengelolaan file. Sistem shortcut yang merupakan Google Drive update menjadi solusi yang memudahkan Anda dalam mengatasi penumpukan file. Ingin kinerja Drive Anda semakin optimal? Gunakan Google Workspace, platform produktivitas dan kolaborasi dari Google yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan melalui komputasi cloud. Dapatkan hanya di EIKON Technology, partner sekaligus authenticated reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Scroll to Top