EIKON Technology

Google Workspace

Gmail, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja?

Bisa dibilang, kapabilitas filter spam yang dimiliki Gmail adalah garda terdepan yang melindungi pengguna dari ancaman kejahatan siber. Data dari Google Cloud menunjukkan bahwa kemampuan filtrasi tersebut mampu memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware agar tidak bisa mencapai kotak masuk pengguna. Seiring waktu, Google juga terus meningkatkan keamanan sistem mereka agar bisa tetap memberi perlindungan yang relevan. Namun sebenarnya, bagaimana cara filter spam yang ada di Gmail bekerja? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal filter spam Photo Credit: master1305 (Freepik) Kapabilitas filter spam hadir untuk menghentikan pesan yang tidak diinginkan, tidak diminta atau berbahaya agar tidak masuk ke inbox, sehingga pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka terima. Perlindungan dan sistem Gmail dirancang mengikuti prinsip tersebut. Pengguna pada dasarnya sudah sangat familier dengan kapabilitas ini. Hanya saja, terkadang timbul pertanyaan mengenai cara kerja alat klasifikasi email buatan Google tersebut. Dalam blog resmi Google disebutkan bahwa pengguna dari berbagai spektrum, mulai dari pengguna individu hingga perusahaan kerap mempertanyakan cara kerja penyaringan spam di Gmail. Sebab, baru-baru ini, muncul beberapa kesalahpahaman mengenai cara kerja penyaringan spam Gmail. Ada yang menilai bahwa filter spam Gmail memang bekerja, tapi tidak konsisten. Umumnya, filter berhasil menyaring spam, namun tak jarang pesan berbahaya tetap masuk ke inbox pengguna. Untuk mengetahui penjelasan mengenai fenomena ini, Anda bisa simak penjelasan pada poin selanjutnya. Baca juga:  8 Tips Memilih Email Hosting yang Teraman dan Terpercaya Cara kerja filter spam Gmail Untuk melindungi pengguna dalam skala besar, Gmail mengandalkan pembelajaran mesin (machine learning) yang didukung oleh umpan balik dari pengguna untuk menangkap spam. Sistem kemudian mengidentifikasi pola dalam kumpulan data besar sehingga lebih mudah untuk beradaptasi dengan cepat saat menghadapi taktik spam yang terus berubah. Gmail menggunakan sejumlah filter berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan pesan yang dianggap sebagai spam. Kapabilitas ini menimbang berbagai sinyal, termasuk karakteristik alamat IP, domain/subdomain, otentikasi untuk pesan massal, serta input pengguna. Umpan balik pengguna, seperti ketika pengguna menandai email tertentu sebagai spam atau sinyal bahwa mereka menginginkan email pengirim di kotak masuk mereka, juga merupakan elemen krusial dalam proses pemfilteran Gmail. Baca juga:  Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing Jaminan untuk pengirim email Photo Credit: Rawpixel Di waktu yang bersamaan, para pengirim email juga ingin mendapat kepastian bahwa pesan yang mereka kirim telah sampai ke inbox yang dimaksud. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Gmail menawarkan beberapa tools serta resources gratis untuk memastikan email benar-benar terkirim dan masuk ke inbox penerima. Untuk meningkatkan pengiriman email ke inbox, tool yang direkomendasikan untuk pengiriman massal adalah Postmaster Tools milik Google. Dengan tool ini, setiap pengirim email massal dapat memastikan kesehatan domain mereka. Disarankan bagi pengirim email massal menggunakan tool ini untuk mengakses data dan melakukan diagnostic. Jadi, sistem dapat membantu menemukan cara yang tepat untuk bisa menjangkau penerima yang dituju. Baca juga: 6 Langkah Meningkatkan Keamanan Email dari Serangan Cyber Kapabilitas filter spam dan perlindungan keamanan Gmail dirancang untuk dapat memberikan pengalaman berkirim email terbaik kepada pengguna. Dengan adanya filter, pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka lihat. Di waktu yang sama, pengirim juga mendapat kepastian bahwa email yang dikirimnya sampai ke tujuan. Photo Credit: Rawpixel Sebagai penyedia layanan email terkemuka, Gmail terus mengembangkan cara untuk memberi perlindungan terbaik. Meski begitu, ada baiknya Anda juga melakukan pengaturan filter spam agar tetap sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan pengirim email massal yang disarankan untuk memanfaatkan tool tambahan agar bisa meningkatkan kemampuan pengiriman. Gmail sendiri sekarang merupakan bagian dari Google Workspace. Itu berarti, layanan pengiriman email ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Optimalkan kinerja Anda dengan berbagai aplikasi, layanan, serta fitur Google Workspace. Untuk paket berlangganan dalam skala besar, silakan hubungi EIKON Technology!

Google Workspace

Kapabilitas Sovereign Controls di Google Workspace, Apa Fungsinya?

Di bulan Mei 2022 Google Workspace baru saja meluncurkan sebuah kapabilitas baru bernama Sovereign Controls. Lewat kapabilitas ini pengguna dapat menentukan pengaturan kedaulatan digital, baik itu untuk penggunaan di sektor publik maupun swasta. Jadi, mereka nantinya dapat mengontrol, membatasi, dan memantau transfer data dari dan ke Uni Eropa (UE) mulai akhir tahun 2022. Kapabilitas Soverign Controls di bangun di atas beberapa kapabilitas yang sudah ada sebelumnya, seperti Client-side encryption, Data regions, dan juga Access Controls. Seperti apa cara kerjanya?  Tawarkan kontrol pelanggan yang ditingkatkan Enkripsi merupakan kontrol teknis penting yang membatasi akses penyedia cloud ke data pelanggan. Google Workspace sendiri telah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data saat istirahat dan sedang transit. European Data Protection Board merekomendasikan untuk menyertakan enkripsi sebagai bagian dari tindakan tambahan untuk melindungi data. Pendekatan unik Google Workspace terhadap enkripsi sisi klien memberi pelanggan kontrol privasi otoritatif atas data mereka melalui kunci enkripsi yang dapat mereka pegang di dalam situs, dalam batas negara atau dalam batas lain yang mereka tetapkan. Google tidak pernah memiliki akses ke kunci atau pemegang kunci. Tingkat enkripsi tersebut diberikan tanpa memerlukan klien desktop lawas, sambil mempertahankan pengalaman berkualitas tinggi yang sama untuk. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan Client-side encryption secara menyeluruh untuk semua penggunanya atau membuat aturan tersendiri. Client-side encryption kini tersedia secara umum untuk Google Drive, Docs, Spreadsheet, dan Slides, serta akan diperluas untuk Gmail, Google Calendar, dan Meet pada akhir tahun 2022.  Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace Memperluas kontrol lokasi data Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Data regions yang dimiliki Google Workspace memungkinkan pelanggan untuk mengontrol lokasi penyimpanan data tertutup mereka saat istirahat. Sekarang ini, karyawan dan perusahaan sedang mengadopsi cara kerja baru di dunia hybrid, mereka tentu akan memerlukan akses aman ke data untuk mencapai hasil yang diinginkan. Namun tren ini, dikombinasikan dengan arsitektur teknis yang kompleks, dapat memunculkan tantangan signifikan untuk mempertahankan kendali atas tempat data berada. Arsitektur cloud-native Google memastikan Workspace berfungsi sepenuhnya di dalam browser, tanpa memerlukan cache atau perangkat lunak yang dipasang pada perangkat karyawan. Google Workspace juga mengadopsi pendekatan zero-trust, dengan keamanan bawaan yang memberikan kontrol ke perangkat dan pengguna geo-fence melalui Context Aware Access. SendControl dan transparansi akses administratif Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Saat berpindah ke layanan berbasis cloud, perusahaan perlu visibilitas dan kontrol yang lebih besar atas semua bentuk akses administratif ke sistem mereka, termasuk siapa yang memiliki akses, sifat dan keadaan akses itu sendiri. Mereka juga harus memiliki kapabilitas untuk menentukan bahwa hanya anggota tertentu yang berhak memiliki akses. Berdasarkan pendekatan ini, Google Workspace akan menerapkan serangkaian Access Control baru pada akhir tahun 2023 yang memungkinkan pelanggan untuk: Membatasi dan/atau setujui akses dukungan Google melalui Access Approvals. Membatasi dukungan pelanggan untuk staf dukungan yang berbasis di UE melalui Access Management. Memastikan dukungan 24 jam dari staf Google Engineering, bila diperlukan, dengan infrastruktur desktop virtual jarak jauh. Membuat laporan log komprehensif tentang akses data dan tindakan melalui Transparansi Akses, yang sudah tersedia di GA. Baca juga: Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing Sovereign Controls Google Workspace akan memberikan kedaulatan digital melalui serangkaian kapabilitas komprehensif untuk perusahaan yang bekerja di seluruh wilayah UE. Secara paralel, Google Cloud akan terus menyediakan mekanisme hukum untuk transfer data internasional kepada pelanggan, termasuk menyediakan perlindungan yang ditawarkan oleh kerangka transfer data UE yang baru setelah diterapkan. Google Workspace terus dikembangkan agar dapat beroperasi di atas fondasi yang aman, sehingga memberikan kemampuan untuk menjaga keamanan pengguna, keamanan data, dan informasi pribadi mereka. Meski Soverign Controls untuk saat ini hanya tersedia di UE, Google Workspace sendiri sudah menerapkan sistem keamanan komprehensif untuk penggunaan skala besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tingkatkan keamanan data Anda saat melakukan kolaborasi kerja dengan implementasi Google Workspace. Kami dari EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga pasca-implementasi. Masih ragu? Hubungi kami di sini untuk konsultasi mengenai implementasi Google Workspace!

Google Docs, Google Workspace

Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs

Selama masa pandemi dan kebijakan WFH (work from home) berlaku, kebutuhan akan platform dan aplikasi produktivitas yang menyediakan sistem kolaborasi meningkat. Sebab, tanpanya, pekerjaan akan sulit untuk dilakukan dari jarak jauh (remote). Para raksasa teknologi pun berlomba untuk menghadirkan platform kolaborasi. Bagi yang sudah menyediakan—seperti Google—terus melakukan perbaikan dan update untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Google sendiri sebenarnya sudah memiliki platform produktivitas kolaboratif bernama Workspace. Dalam platform tersebut Anda bisa menemukan berbagai aplikasi produktivitas yang dapat menunjang kolaborasi secara remote, salah satunya Google Docs. Google Docs dapat digunakan bersamaan oleh beberapa user sekaligus meski mereka terpisah jarak. Otomatis di masa pandemi, aplikasi ini menjadi laris-manis. Tak ingin mengecewakan para pelanggan, Google pun terus melakukan pengembangan terhadap Docs. Paling baru adalah fitur penambahan template tabel dan juga dropdown chips yang akan memudahkan Anda melakukan kolaborasi. Seperti apa cara kerjanya? Dropdown chips Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Dalam update yang diumumkan melalui blog resmi Google Workspace, diketahui bahwa Docs kini punya dua fitur baru, yaitu template tabel serta dropdown chips. Fitur dropdown chips dapat digunakan untuk menunjukkan status dokumen atau berbagai pencapaian proyek yang diuraikan dalam dokumen Anda dengan mudah dan cepat. Tersedia dua pilihan default dropdowns, yaitu: Project Status (Status Proyek). Opsi ini mencakup pilihan untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “Blocked”, “In Progress”, dan “Complete”. Katakanlah Anda ingin menyampaikan bahwa dokumen terkait telah selesai dikerjakan, maka bisa memilih opsi “Complete”. Review Status (Status Peninjauan). Opsi ini mencakup untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “In Progress”, “Under Review”, dan “Approverd”. Misalnya Anda diberi tanggung jawab sebagai editor dan masih perlu menyunting dokumen yang ditugaskan, bisa menambahkan status “Under Review” pada dokumen tersebut menggunakan dropdown chips Menariknya lagi, Anda juga bisa menambahkan status custom sesuai kebutuhan pada fitur dropdown chips ini. Google juga menyediakan beberapa pilihan warna yang bisa Anda pilih sesuka hati. Jadi, Anda pun bisa menampilkan status suatu dokumen di Google Docs tanpa harus melalui langkah-langkah yang rumit. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Template tabel Selain fitur dropdown chips, pada update terbaru Google Docs Anda juga bisa menemukan fitur template tabel. Lewat fitur ini pengguna dapat menyisipkan building block yang umum digunakan saat penyusunan alur kerja seperti: Pelacak konten dalam dokumen Aset proyek Pelacak ulasan Peta perjalanan produk Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Kolom yang ada dalam template tabel juga menyertakan contoh baris konten untuk membantu Anda mengenai cara penggunaannya dengan jelas dan mudah dipahami. Selain itu, kolom yang tersedia juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Ketersediaan Baik fitur dropdown chips maupun template tabel dari Google Docs ini akan tersedia untuk seluruh end user Google Workspace. Bahkan, Anda yang tergabung dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business lama juga masih bisa menikmati layanan baru ini secara default. Tidak berlangganan paket Google Workspace? Tidak perlu khawatir karena kedua fitur Google Docs ini juga bisa digunakan oleh pengguna dengan Google Accounts personal. Fitur dropdown chips akan disebarkan baik melalui domain rapid release maupun scheduled release. Update akan muncul secara otomatis mulai dari tanggal 2 Mei 2022 dan akan terus berjalan hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk fitur template tabel, domain rapid release dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Untuk domain scheduled release hadir pada tanggal 9 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Visibilitas terhadap keseluruhan fitur juga bisa dirasakan di tanggal yang sama. Mulai menggunakan fitur dropdown chips dan template tabel Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Untuk bisa menggunakan kedua fitur baru dari Google Docs ini sangat mudah. Anda bahkan tidak perlu meminta bantuan kepada pihak administrator. Sebab, keduanya tersedia di Google Accounts personal end user. Selain itu, Google Docs juga tidak menyediakan admin control untuk fitur ini. Sebab, fitur baru ini cenderung personal dan dibuat agar bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Bagi end user, fitur baru ini tersedia secara default. Anda dapat memasukkan dropdown chips pada dokumen dengan klik menu Insert > Dropdown. Sedangkan untuk menyisipkan template tabel, pilih opsi Insert > Table > Table. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Fitur baru ini berjalan di aplikasi Google Docs. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Docs, Gmail, Sheets, hingga Slides. Tentu saja semuanya cocok untuk digunakan kerja remote. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Workspace

Kelola Aktivitas Penyimpanan Lebih Mudah dengan Alat Manajemen Penyimpanan Baru Google Workspace

Untuk mengelola aktivitas dan kebijakan penyimpanan, Google Workspace telah menyediakan Admin console. Anda bisa menunjuk administrator dari perusahaan untuk mengelola konsol tersebut. Baru-baru ini Google meluncurkan sebuah pembaruan yang menghadirkan alat manajemen baru pada Admin Console. Seperti apa? Alat manajemen penyimpanan baru Photo Credit: Google Workspace Updates Alat manajemen penyimpanan baru ini diluncurkan untuk memberikan visibilitas, kontrol, dan insight tambahan kepada para pelanggan Google Workspace. Itu berarti, kini Anda dapat mengelola kapasitas penyimpanan untuk seluruh pengguna, grup, dan bahkan keseluruhan perusahaan dengan mudah dan cepat. Alat baru ini bisa ditemukan pada Admin console. Pada konsol tersebut Anda bisa memantau seluruh aktivitas yang berhubungan dengan penyimpanan. Semuanya dapat diakses dan dikelola dari satu sumber. Dengan menggunakan alat manajemen penyimpanan baru ini, administrator dapat: Melihat ringkasan penggunaan penyimpanan yang digunakan di keseluruhan perusahaan. Memantau penyimpanan yang digunakan oleh produk tertentu seperti Drive atau Gmail. Mengecek pengguna penyimpanan teratas di perusahaan. Mencocokkan drive bersama dengan penyimpanan paling banyak digunakan di perusahaan. Mengelola dan menghapus drive bersama berdasarkan penggunaan penyimpanan, termasuk kapabilitas untuk mengurutkan dan menghapus satu atau beberapa drive bersama sekaligus. Memeriksa peringatan batas penyimpanan laporan terperinci Access tentang penggunaan penyimpanan. Menerapkan batas penyimpanan untuk pengguna. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Bantu admin kelola penyimpanan lebih mudah Admin dapat menggunakan alat baru ini untuk melihat berapa banyak penyimpanan yang digunakan di perusahaan atau institusi Anda. Mereka juga dapat memastikan limit kapasitas penyimpanan dari waktu ke waktu agar tidak terjadi overload. Di Storage Settings, admin dapat mengelola batas penyimpanan Google Workspace yang digunakan di perusahaan atau institusi Anda. Pengaturan ini akan menampilkan batas penyimpanan untuk keseluruhan perusahaan dan dapat disesuaikan untuk unit dan grup tertentu. Perlu diingat, setelan ini dinonaktifkan secara default. Saat setelan diaktifkan maka Anda dapat membuat batas penyimpanan individual. Google telah menyediakan Help Center yang dapat diakses kapan saja untuk membantu admin mengelola fitur baru ini. Mengatur kebijakan penyimpanan dengan cepat Photo Credit: Google Workspace Updates Alat manajemen penyimpanan baru ini memungkinkan admin untuk dapat mengontrol semua kebijakan penyimpanan yang diterapkan sebelumnya, memungkinkan mereka mengontrol default dan membuat peran khusus untuk mengelola kebijakan penyimpanan bagi organisasi atau pengguna mereka di unit atau grup organisasi tertentu. Hanya saja, pada tahap peluncuran pertama (25 April 2022), hanya Super Admin yang akan memiliki akses ke alat manajemen penyimpanan. Selama beberapa bulan mendatang, akses akan diperluas ke admin yang didelegasikan, admin pengguna, dan admin reseller. Mulai menggunakan alat manajemen penyimpanan Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini baru bisa diakses oleh Super Admin Google Workspace. Bagi Super Admin, layanan baru ini dapat diakses melalui: Opsi “Storage” yang ada di bagian kiri menu navigasi. Kotak “Storage” baru yang ada pada halaman muka Admin console Google Workspace Menu Account kemudian pilih Settings dan klik Storage. Bagi Anda pelanggan Workspace dapat mengakses Help Center untuk mempelajari tentang penyimpanan dan pengelolaan aktivitas drive yang digunakan bersama. Begitu juga unutk pelanggan Workspace for Education, Google telah menyediakan laman khusus yang membahas tentang manajemen kapasitas dan aktivitas penyimpanan. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Setelah diluncurkan pada tanggal 25 April 2022 lalu, fitur ini baru tersedia untuk Super Admin Google Workspace. Fitur ini juga bisa digunakan oleh Super Admin yang mengelola paket subscription G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Fitur Baru Penyimpanan Google Cloud Memastikan Data Aman Agar seluruh beban kerja Anda tidak terhambat, dibutuhkan manajemen penyimpanan yang baik. Alat manajemen penyimpanan baru untuk Admin console Google Workspace membuat proses tersebut menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Selain fitur manajemen penyimpanan ini, Workspace juga masih memiliki berbagai fitur, layanan, dan kapabilitas untuk menyederhanakan pekerjaan Anda. Mulai bekerja lebih pintar dengan Google Workspace. EIKON Technology sebagai authorized reseller Google menyediakan paket berlangganan Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual

Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan Anda selama berada di ekosistem Google Workspace adalah dengan memperketat akses. Google telah melakukan beberapa pembaruan yang memungkinkan Anda mengatur akses sesuai kebutuhan. Ini berarti, Anda bisa memberikan keamanan terbaik tanpa harus mengorbankan kemudahan akses menuju berbagai layanan yang ada di Google Workspace. Salah satu update terbaru Google Workspace terkait kontrol akses baru saja diluncurkan bulan April 2022 ini. Dalam pembaruan tersebut, secara spesifik Google memberikan keamanan lanjutan terhadap konsol administrator. Untuk mengetahui detailnya, mari simak uraian berikut. Konsol Admin Google Workspace Untuk setiap paket subscription Workspace, Google menyediakan konsol Admin. Konsol ini merupakan sebuah kontrol terpusat yang mengatur seluruh end-user layanan Workspace dalam perusahaan atau institusi Anda. Dengan administrasi terpusat maka pengelolaan akun end-user pun menjadi cepat dan mudah. Kapabilitas ini juga telah dilengkapi fitur Cloud Identity terintegrasi untuk mengelola pengguna dan menyiapkan opsi keamanan seperti verifikasi 2 langkah dan kunci keamanan. Akses kontekstual konsol Admin Pada update yang diluncurkan tanggal 11 April 2022, Google Workspace mengumumkan ketersediaan akses kontekstual terhadap konsol Admin. Lewat fitur ini Anda dapat mengatur akses menuju konsol Admin dalam konteks pengguna dan perangkat yang digunakan. Misalnya, Anda dapat membatasi akses menuju konsol Admin untuk alamat IP (internet protocol) tertentu. Atau contoh lainnya yaitu memberikan akses hanya untuk pengguna yang menggunakan sistem operasi Chrome versi tertentu. Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Dengan adanya pembaruan ini Anda masih tetap dapat menyetel kebijakan akses, seperti verifikasi 2 langkah atau akses untuk semua anggota unit. Fitur ini menyediakan kontrol granular dan kontekstual tambahan bagi pengguna tersebut. Perlu diingat juga, akses untuk aplikasi akan dievaluasi terus-menerus setelah diberikan. Pengecualian untuk aturan ini adalah akses menuju aplikasi SAML, yang dievaluasi saat masuk. Update ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan untuk keseluruhan sistem Anda. Selain itu, dengan membatasi akses menuju konsol Admin, maka risiko terjadi kesalahan pemberian akses pun dapat diminimalisir. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Contoh penerapan akses kontekstual Anda bisa menerapkan fitur akses kontekstual ini untuk beberapa keperluan, misalnya: Memberikan akses menuju aplikasi hanya untuk perangkat milik perusahaan. Membatasi akses menuju folder di Drive hanya jika perangkat penyimpanan milik end-user dienkripsi terlebih dahulu. Menolak akses menuju aplikasi jika pengguna tidak menggunakan jaringan milik perusahaan. Mulai menerapkan fitur akses kontekstual Untuk mulai menerapkan fitur akses kontekstual ini sebenarnya sangat mudah. Setelah Anda melakukan pembaruan (tersedia juga opsi untuk melakukan pembaruan otomatis), Google Workspace secara default akan menampilkan fitur ini. Bagi Anda yang diberi tanggung jawab sebagai administrator bisa mengakses layanan Help Center Google Workspace dan membuka halaman context-aware access overview untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengaturan akses kontekstual ini. Sedangkan untuk end-user tidak melakukan pengaturan apa pun karena fitur ini hanya dapat diakses oleh administrator melalui konsol Admin. Ketersediaan akses kontekstual Photo Credit: lookstudio (Freepik) Fitur akses kontekstual ini telah diluncurkan melalui domain rapid release sekaligus scheduled release pada tanggal 11 April 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk keseluruhan visibilitas fitur). Akses kontekstual tersedia untuk paket subscription Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Cloud Identity Premium. Sedangkan untuk pengguna paket subscription Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, G Suite Basic, dan G Suite Business belum bisa menggunakan fitur ini.  Baca juga: Memanfaatkan Google Workspace untuk Perlindungan Keamanan Siber Meningkatkan keamanan akses adalah kunci untuk meningkatkan keamanan keseluruhan sistem Anda. Dalam Google Workspace, akses dikelola oleh administrator. Itu artinya, jika administrator diberi kendali yang lebih baik, maka keamanan pun bisa ditingkatkan. Adanya fitur akses kontekstual pada Admin konsol Workspace memungkinkan Anda untuk bisa menikmati kemudahan tersebut. Jika sistem produktivitas yang Anda gunakan sekarang masih belum memberikan keamanan akses, Google Workspace bisa dijadikan solusi. Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda memilih subscription plan Workspace yang paling sesuai. Anda bahkan bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace

Situasi perlahan-lahan kembali normal. Salah satu tandanya adalah makin banyak kantor dan perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid. Beberapa karyawan tetap pergi ke kantor (WFO), sementara sisanya bisa bekerja dari rumah (WFH). Sebagai sebuah platform produktivitas, Google Workspace berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Workspace tidak sekadar menghadirkan suatu platform yang bisa bekerja, tapi juga berusaha menghadirkan pengalaman kerja hybrid yang lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembaruan dan menambahkan fitur untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Artikel kali ini akan membahas beberapa fitur baru yang dikhususkan untuk memudahkan model kerja hybrid. Apa saja?  In-meeting reactions Bagi sebagian besar perusahaan yang menerapkan sistem hybrid, rapat biasanya menyertakan peserta di lokasi dan juga jarak jauh. Sebisa mungkin, meski rapat dilakukan secara hybrid, harus tetap terpadu dan produktif untuk semua. Google terus menyempurnakan Meet unutk memastikan bahwa seluruh rapat hybrid inklusif dan tentunya aman. Photo Credit: Google Cloud Blog Di bulan April 2022 ini, Google Meet meluncurkan fitur in-meeting reactions. Dengan fitur ini peserta rapat dapat berekspresi dengan memberikan emoji seperti ? ❤️ ?. Reaksi ini akan muncul di kotak video peserta (atau overflow jika kotak video mereka tidak terlihat). Pengalaman livestream yang ditingkatkan Dengan pembaruan ini, pengguna Google Meet dapat menyelenggarakan rapat dengan 500 peserta aktif dan kapabilitas untuk melakukan livestreaming ke audiens hingga 100.000 di seluruh domain Google Workspace tepercaya. Di akhir tahun 2022 nanti, Google berencana untuk meluncurkan fitur Q&A dan polling. Selain itu, Google juga tengah mengembangkan kapabilitas untuk melakukan livestreaming melalui platform YouTube. Jadi, pengguna nantinya bisa langsung menggulirkan rapat ke YouTube dari tab aktivitas Google Meet. Photo Credit: Google Cloud Blog Enkripsi dari sisi pengguna Di bulan Mei 2022 nanti, Google akan meluncurkan sebuah fitur untuk memastikan keamanan Anda dalam komunikasi yang paling sensitif sekali pun. Fitur client-side encryption tersebut akan beroperasi di Google Meet dan kini sedang menguji coba versi beta. Dengan adanya fitur ini pengguna akan mendapat kendali langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Di akhir tahun nanti, Google Meet juga akan mencoba enkripsi end-to-end untuk seluruh rapat. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Kolaborasi untuk berbagai ukuran tim Layanan Spaces milik Google Workspace menawarkan solusi terintegrasi dan efektif untuk kolaborasi kapan saja. Anda bisa menjadikan Spaces sebagai tempat berbagi ide dan pengetahuan, mendiskusikan topik, dan mengelola tugas. Kini Google tengah menguji coba tampilan percakapan inline threading. Dengan tampilan ini, anggota sebuah space dapat merespons komentar tertentu dan membuat percakapan sampingan, sambil tetap menjaga dialog awal tetap mengalir. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk lebih mendukung kolaborasi dan transparansi, pada akhir Maret 2022 lalu, Google Workspace menyediakan kapabilitas baru yang memungkinkan pengguna mengundang orang lain untuk bergabung dengan Space melalui tautan bersama.  Spaces juga terus ditingkatkan untuk bisa memenuhi kebutuhan kolaborasi tim, apa pun ukurannya. Dalam update terbaru, Spaces kini dapat menampung hingga 8.000 anggota tim. Rencananya, jumlah tersebut juga akan terus ditambah hingga 25.000 pada akhir tahun 2022 nanti. Dengan begitu, seluruh bagian perusahaan bisa saling berbagi informasi dan melakukan kolaborasi dengan mudah. Baca juga: 5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul Sebagai sebuah platform produktivitas, Google Workspace akan terus menyesuikan perkembangan dunia kerja. Begitu pula saat pandemi menyerang dan mengubah sistem kerja konvensional. Workspace terus melakukan pengembangan agar bisa menyediakan platform yang memudahkan penggunanya dalam melakukan pekerjaan tanpa perlu mengkhawatirkan perubahan sistem kerja. Dengan menyatukan inovasi Google Workspace dalam suara, rapat video, dan ruang kolaborasi yang mendukung pekerjaan hybrid, perusahaan Anda dapat memperoleh manfaat dari strategi yang bebas gesekan, hemat biaya, dan minim risiko keamanan. Kini anda bisa menikmati berbagai kemudahan Google Workspace tersebut melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology menyediakan paket subscription Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda Untuk mulai memilih paket Google Workspace Anda, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides!

Sebelumnya, untuk join Google Meet pengguna harus membuka link atau mengetikkan kode meeting. Namun kini Anda bisa bergabung dan bahkan memulai meeting tanpa harus membuka aplikasi Google Meet. Seperti apa detailnya? Integrasi Google Meet dengan Docs, Sheets, dan Slides Pada akhir bulan Maret 2022 lalu, Google memperkenalkan Meet versi built-in yang akan terpasang pada aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Meet versi built-in tersebut berbentuk sebuah icon yang akan langsung menghubungkan pengguna ke meeting. Dengan begitu, Anda bisa berkolaborasi saat melakukan meeting atau video conference secara real-time tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Fitur ini akan rilis melalui dua tahapan yaitu rapid release domains serta scheduled release domains. Untuk rapid release domains dimulai sejak tanggal 12 April 2022 hingga 15 hari ke depan (kemungkinan lebih lama lagi). Sedangkan untuk scheduled release domains dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk masalah ketersediaan, fitur join Google Meet dalam Docs, Sheets, dan Slides ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Cara join Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui PC, buka sebuah file dengan Docs. Selain Docs, tutorial ini juga berlaku untuk Sheets dan Slides. Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya. Di bagian atas file klik icon Meet. Sistem akan menampilkan 2 pilihan: Untuk join Google Meet yang sudah dijadwalkan, klik meeting yang ingin Anda ikuti Untuk join Google Meet dengan kode meeting, klik “Use a meeting code” dan masukkan kode. Jika ingin memasukkan panggilan ke dalam Docs, Sheets atau Slides, klik “Join the call”. Nanti meeting akan ditampilkan di panel samping file yang sedang dibuka. Namun jika Anda ingin menampilkan file pada panggilan, klik “Share screen”, kemudian pilih tab yang berisi file dan “Share”. Untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” di bagian kanan bawah. Cara memulai Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Langkah-langkah yang harus dilakukan masih sama dengan tutorial sebelumnya. Namun kini Anda memilih opsi “Start a new meeting”. Undang orang lain ke rapat Anda dengan klik “Copy” dan pilih “Share the meeting link”. Untuk menampilkan dokumen Anda, klik “Share screen” dan kemudian pilih tab yang berisi file, klik “Share”. Sedangkan untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” yang ada di bagian kanan bawah. Untuk keluar dari rapat video, di kanan bawah, klik “Leave call”. Fitur Picture-in-Picture Photo Credit: Google Workspace Updates Selain built-in Google Meet, user juga bisa menikmati fitur Picture-in-Pictue (PiP) serta in-call reaction. Dengan fitur PiP, Anda bisa menampilkan hingga 8 video tile dalam format grid. Menariknya lagi, PiP ini juga bisa dimunculkan pada panel sebelah kanan file yang sedang Anda kerjakan. Sedangkan untuk fitur in-call reaction juga akan meluncur di bulan April ini. Enam emoji akan hadir di bagian yang biasanya berisi perintah, “Raise my hand” atau “Show as away”, sementara reaksi yang dikirim akan muncul di atas atau di sebelah kiri video. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Dengan hadirnya fitur built-in join Google Meet di Docs, Sheets, dan Slides, integrasi di dalam Workspace pun menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Anda bahkan tak perlu lagi melakukan buka tutup aplikasi berbeda untuk menampilkan file dalam sebuah meeting. Untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang seamless Google Workspace memang terus melakukan berbagai pengembangan. Selain update fitur yang dibahas dalam artikel ini, Google Workspace juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan yang akan segera diluncurkan. Buat kolaborasi kerja perusahaan Anda lebih mulus dan simpel dengan Google Workspace. EIKON Technology siap membantu Anda menemukan paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai memilih produk, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

CP Prima: Mengembangkan Masa Depan bersama Google Workspace

PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) merupakan sebuah perusahaan akuakultur terkemuka di Indonesia yang didirikan pada April 1980. CP Prima memproduksi dan menjual pakan, benih, pakan hewan, probiotik, produk udang, dan produk makanan olahan untuk pasar domestik dan ekspor. Dalam perjalanannya, tak jarang CP Prima menemui beberapa hambatan. Salah satunya adalah disrupsi teknologi yang kemudian membuat metode kerja lama menjadi tak lagi relevan. Untuk mengatasi hal tersebut, EIKON Technology berupaya menemukan solusi terbaik dengan risiko seminimal mungkin, yaitu dengan memanfaatkan Google Workspace. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang dan makanan, CP Prima selalu dituntut untuk meningkatkan inovasi dan koordinasi antar tim lintas negara. Memiliki jangkauan pasar yang luas di area global, komunikasi dan kolaborasi yang aman adalah prioritas utama. Selain itu, penyimpanan data yang besar dengan infrastruktur yang andal, cepat, dan perawatan yang rendah diperlukan agar lebih kompetitif di pasar. Hanya saja, beralih dari metode lama yang sudah diterapkan bertahun-tahun jelas bukan perkara mudah. Sebisa mungkin, solusi yang dipilih benar-benar minim risiko dan dapat diterapkan secara optimal dalam keseluruhan proses kerja perusahaan. Dengan begitu, CP Prima dapat bergerak ke masa depan yang lebih baik lagi. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan semua yang dibutuhkan oleh CP Prima untuk berkomunikasi dan berkolaborasi di antara tim. Penggunaan aplikasi seperti Google Docs, Spreadsheets, hingga Slides, memudahkan tim untuk bekerja sama di beberapa lokasi sekaligus. Untuk masalah penyimpanan data, Google Drive menyediakan penyimpanan dengan kapasitas besar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja ada dalam satu solusi lengkap bernama Google Workspace. Hasil EIKON membantu keseluruhan proses migrasi perusahaan ke Google Workspace termasuk dengan change management yang mau tak mau harus dihadapi. Dengan EIKON sebagai penyedia layanan, proyek migrasi ini terorganisir dengan baik dan dilaksanakan sesuai rencana. Pasca Go Live, EIKON juga memberikan dukungan teknis untuk CP Prima. Dengan bantuan EIKON, proses migrasi selesai sesuai dengan timeline. Tim CP Prima kini dapat memanfaatkan solusi Google Workspace untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dengan harga yang terjangkau, kolaborasi internal meningkat pesat, dan pekerjaan selesai lebih cepat serta efisien. “Tim ICT kami tak perlu lagi memikirkan masalah atau break-fix di sistem operasi atau server dan bisa mendukung proses bisnis utama perusahaan. Google Workspace telah menjadi budaya kerja CP Prima. Pekerjaan dilakukan lebih cepat dan efisien. Sejak maintenance tidak lagi diperlukan, tim ICT dapat lebih fokus untuk mendukung proses bisnis daripada break-fix. EIKON membantu mewujudkan transformasi bisnis di CP Prima dengan solusi Google Workspace.” – CP Prima. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: peoplecreations (Freepik) Perubahan adalah suatu hal yang pasti, terutama di zaman modern seperti sekarang. Untuk bisa bertahan dalam persaingan yang makin hari makin sengit, harus bisa mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Salah satunya teknologi. Pemanfaatan teknologi hingga sekarang terbukti mampu membantu berbagai perusahaan untuk tetap bertahan atau bahkan memenangkan kompetisi. Hanya saja, masih banyak yang masih merasa ragu untuk memanfaatkan teknologi karena sudah merasa “nyaman” dengan metode kerja lama. Terlebih, proses migrasi dari metode lama ke baru, sering kali memakan waktu, biaya, dan tenaga yang tak sedikit. Anggapan tersebut berhasil ditepis oleh CP Prima yang berhasil melakukan migrasi ke Google Workspace tanpa hambatan berarti. Bahkan, kini proses kerja menjadi lebih ringkas dan efisien. Semua berkat pemanfaatan teknologi yang tepat dan sesuai kebutuhan perusahaan. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi? EIKON Technology siap membantu perusahaan Anda menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Konsultasikan tantangan yang Anda hadapi dengan tim EIKON Technology, di sini!

Google Workspace

Orang Tua Group: Go Beyond dengan Google Workspace

Orang Tua (OT) Group merupakan sebuah perusahaan consumer goods yang memproduksi berbagai macam produk untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari minuman kesehatan tradisional, dengan bahan dan proses berstandar kualitas tinggi, OT berkembang semakin modern. Kini, produk-produk OT bahkan hadir di pasar internasional dan dapat dinikmati oleh konsumen luar negeri. EIKON membantu tim OT dalam menerapkan dan bermigrasi ke Google Workspace. Dengan keahlian change management, EIKON memberikan pelatihan dan lokakarya untuk memberikan pemahaman sekaligus mengembangkan keahlian untuk menjadi agen perubahan di perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: pressfoto (Freepik) Bagi OT Group, menggunakan infrastruktur lokal (on-premise) untuk komunikasi dan kolaborasi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Mengelola server, penyimpanan, jaringan, dan yang terpenting keamanan menjadi mimpi buruk bagi tim IT. Belum lagi, hal ini juga akan memunculkan tantangan bagi para pengguna, seperti akses, mobilitas, fitur, dan juga fungsi yang terbatas. Hingga akhirnya, end user terpaksa menggunakan email dan alat pribadi untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini telah menjadi perhatian besar perusahaan. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan alat komunikasi dan kolaborasi yang berbasis cloud. Untuk menambahkan nilai, solusi tersebut juga telah terintegrasi dengan menyediakan penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar, Google Drive. Dengan Google Drive, tim dapat berbagi dan membuat kolaborasi file serta memudahkan mobilitas. Menjadwalkan rapat menjadi mudah dengan Google Calendar, termasuk rapat online di mana saja menggunakan browser web. Google juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi, namun menyediakan fleksibilitas dan sistem yang mudah dioperasikan. Hasil Google Workspace menyediakan platform yang aman, antarmuka yang ramah pengguna, dan fitur inovatif. Komunikasi dan kolaborasi antar karyawan terasa semakin natural karena pengguna telah familier dengan tools dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengguna juga diberikan kemudahan akses dan mobilitas dengan keamanan maksimum. Pengguna dan tim IT perusahaan pun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan lebih inovatif untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Migrasi ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama masa pandemi. Jangan pernah takut akan perubahan. Change = Growth. Go Beyond.” – Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: pressfoto (Freepik) Tak bisa dipungkiri, komunikasi adalah elemen penting yang mendukung kesuksesan suatu bisnis. Hanya saja, kini semakin banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa mewujudkan komunikasi lancar. Salah satunya adalah masa pandemi. Adanya kebijakan WFO dan prokes social distancing menghambat komunikasi. Meeting dan rapat yang bisa dilakukan secara tatap muka kini harus beralih pada platform online. Jika sudah demikian, maka harus bisa menemukan teknologi yang tepat. Google Workspace menawarkan beragam aplikasi dan kapabilitas untuk mewujudkan komunikasi yang natural meski harus terbatas jarak. Google Workspace menyediakan aplikasi komunikasi dan kolaborasi seperti Docs, Spreadsheets, dan Slides. Semuanya telah didesain agar mudah dioperasikan. Selain itu, integrasi dengan Google Drive memungkinkan pengguna untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan berskala besar. Anda juga bisa go beyond seperti OT Group dengan Google Workspace. EIKON Technology tidak hanya memastikan Anda mendapatkan solusi yang paling tepat, tapi juga mendampingi proses migrasi secara menyeluruh dengan kemampuan change management yang telah teruji. Temukan solusi terbaik untuk Anda bersama EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!  

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Tawada Healthcare: Manfaatkan Google Workspace untuk Tetap Kompetitif

Didirikan pada tahun 1999, Tawada Healthcare (THC) sekarang telah menjadi salah satu dari tiga besar produsen & distributor alat kesehatan di Indonesia. THC menyediakan alat kesehatan untuk sebagian besar institusi kesehatan dengan portofolio produk yang komprehensif (lebih dari 20 merek Internasional), dengan 28 lokasi yang tersebar di seluruh negeri. EIKON membantu Tawada Healthcare dalam mengimplementasikan Google Workspace sebagai alat komunikasi dan kolaborasi perusahaan. EIKON memberikan solusi dan mentransfer pengetahuan dengan hati-hati dan profesional. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Tawada Healthcare (THC) merupakan produsen sekaligus distributor alat kesehatan terbesar di Indonesia. Sebagai produsen & distributor yang melayani klien dari seluruh negeri, THC membutuhkan dan harus memiliki satu sumber kebenaran untuk berkolaborasi antar departemen serta koordinasi yang lebih cepat antara tim dan pengguna di lapangan. Di samping itu, THC juga membutuhkan suatu penyimpanan data yang tidak hanya berkapasitas besar, tapi juga transparan, mudah ditata, mudah diakses, dan tidak multi-versi dengan tetap menjaga keamanan data. Seperti apa solusi yang bisa diberikan? Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi produktivitas yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi kerja, seperti Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Selain itu, Workspace juga didukung oleh Google Calendar yang membantu pengguna untuk mengoordinasikan jadwal rapat dan Meet untuk melakukan konferensi video. Selain itu, Google Workspace juga telah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan begitu, seluruh data dan file proyek dapat disimpan dan dibagikan dengan mudah. Spesifikasi yang dimiliki Google Workspace sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh THC. Mulai dari aplikasi produktivitas dan kolaborasi hingga penyimpanan dengan kapasitas besar. Hasil THC kini menggunakan Google Docs, Spreadsheets, Slides, dan Forms untuk kolaborasi dokumen antara tim dan pengguna lapangan. Selain itu, THC juga menggunakan Google Calendar untuk koordinasi jadwal rapat dan memanfaatkan konferensi video menggunakan Google Meet. Untuk keperluan penyimpanan, Google Drive telah menjadi solusi untuk menyimpan dan berbagi semua file proyek. Kini penyimpanan pun lebih aman, bebas dari risiko kehilangan data. Dengan menggunakan Google Workspace, produktivitas dan transparansi data THC telah meningkat secara signifikan. Sekarang, para karyawan memiliki waktu respons yang jauh lebih cepat dalam melayani pelanggan maupun di dalam perusahaan. Data dan file yang disimpan dalam Google Drive terorganisir dengan baik dan mudah ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google. Paling penting, kami memanfaatkan keamanan lanjutan Google untuk melindungi data kami. “Dalam industri yang menjadi lebih kompetitif dengan cepat, sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dengan memanfaatkan teknologi. EIKON telah membantu kami memodernisasi & digitalisasi organisasi kami dengan menggunakan Google Workspace. Saya yakin Google akan terus meningkatkan teknologinya sehingga kami bisa lebih efisien dan tetap kompetitif.” – Nicholas Sumarkho, Direktur Tawada Healthcare. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: tirachardz (Freepik) Persaingan semakin ketat akhir-akhir ini. Perlu upaya ekstra agar bisa bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam persaingan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi atau software produktivitas. Hal ini telah dibuktikan oleh Tawada Healthcare (THC) dengan Google Workspace. Setelah menerapkan Workspace dalam proses kerja mereka, THC berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan tetap bertahan dalam kompetisi. Apakah Anda juga sedang menghadapi tantangan yang sama dengan THC? Kami, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top