EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Orang Tua Group: Go Beyond dengan Google Workspace

Orang Tua (OT) Group merupakan sebuah perusahaan consumer goods yang memproduksi berbagai macam produk untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari minuman kesehatan tradisional, dengan bahan dan proses berstandar kualitas tinggi, OT berkembang semakin modern. Kini, produk-produk OT bahkan hadir di pasar internasional dan dapat dinikmati oleh konsumen luar negeri. EIKON membantu tim OT dalam menerapkan dan bermigrasi ke Google Workspace. Dengan keahlian change management, EIKON memberikan pelatihan dan lokakarya untuk memberikan pemahaman sekaligus mengembangkan keahlian untuk menjadi agen perubahan di perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: pressfoto (Freepik) Bagi OT Group, menggunakan infrastruktur lokal (on-premise) untuk komunikasi dan kolaborasi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Mengelola server, penyimpanan, jaringan, dan yang terpenting keamanan menjadi mimpi buruk bagi tim IT. Belum lagi, hal ini juga akan memunculkan tantangan bagi para pengguna, seperti akses, mobilitas, fitur, dan juga fungsi yang terbatas. Hingga akhirnya, end user terpaksa menggunakan email dan alat pribadi untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini telah menjadi perhatian besar perusahaan. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan alat komunikasi dan kolaborasi yang berbasis cloud. Untuk menambahkan nilai, solusi tersebut juga telah terintegrasi dengan menyediakan penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar, Google Drive. Dengan Google Drive, tim dapat berbagi dan membuat kolaborasi file serta memudahkan mobilitas. Menjadwalkan rapat menjadi mudah dengan Google Calendar, termasuk rapat online di mana saja menggunakan browser web. Google juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi, namun menyediakan fleksibilitas dan sistem yang mudah dioperasikan. Hasil Google Workspace menyediakan platform yang aman, antarmuka yang ramah pengguna, dan fitur inovatif. Komunikasi dan kolaborasi antar karyawan terasa semakin natural karena pengguna telah familier dengan tools dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengguna juga diberikan kemudahan akses dan mobilitas dengan keamanan maksimum. Pengguna dan tim IT perusahaan pun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan lebih inovatif untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Migrasi ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama masa pandemi. Jangan pernah takut akan perubahan. Change = Growth. Go Beyond.” – Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: pressfoto (Freepik) Tak bisa dipungkiri, komunikasi adalah elemen penting yang mendukung kesuksesan suatu bisnis. Hanya saja, kini semakin banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa mewujudkan komunikasi lancar. Salah satunya adalah masa pandemi. Adanya kebijakan WFO dan prokes social distancing menghambat komunikasi. Meeting dan rapat yang bisa dilakukan secara tatap muka kini harus beralih pada platform online. Jika sudah demikian, maka harus bisa menemukan teknologi yang tepat. Google Workspace menawarkan beragam aplikasi dan kapabilitas untuk mewujudkan komunikasi yang natural meski harus terbatas jarak. Google Workspace menyediakan aplikasi komunikasi dan kolaborasi seperti Docs, Spreadsheets, dan Slides. Semuanya telah didesain agar mudah dioperasikan. Selain itu, integrasi dengan Google Drive memungkinkan pengguna untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan berskala besar. Anda juga bisa go beyond seperti OT Group dengan Google Workspace. EIKON Technology tidak hanya memastikan Anda mendapatkan solusi yang paling tepat, tapi juga mendampingi proses migrasi secara menyeluruh dengan kemampuan change management yang telah teruji. Temukan solusi terbaik untuk Anda bersama EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!  

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Tawada Healthcare: Manfaatkan Google Workspace untuk Tetap Kompetitif

Didirikan pada tahun 1999, Tawada Healthcare (THC) sekarang telah menjadi salah satu dari tiga besar produsen & distributor alat kesehatan di Indonesia. THC menyediakan alat kesehatan untuk sebagian besar institusi kesehatan dengan portofolio produk yang komprehensif (lebih dari 20 merek Internasional), dengan 28 lokasi yang tersebar di seluruh negeri. EIKON membantu Tawada Healthcare dalam mengimplementasikan Google Workspace sebagai alat komunikasi dan kolaborasi perusahaan. EIKON memberikan solusi dan mentransfer pengetahuan dengan hati-hati dan profesional. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Tawada Healthcare (THC) merupakan produsen sekaligus distributor alat kesehatan terbesar di Indonesia. Sebagai produsen & distributor yang melayani klien dari seluruh negeri, THC membutuhkan dan harus memiliki satu sumber kebenaran untuk berkolaborasi antar departemen serta koordinasi yang lebih cepat antara tim dan pengguna di lapangan. Di samping itu, THC juga membutuhkan suatu penyimpanan data yang tidak hanya berkapasitas besar, tapi juga transparan, mudah ditata, mudah diakses, dan tidak multi-versi dengan tetap menjaga keamanan data. Seperti apa solusi yang bisa diberikan? Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi produktivitas yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi kerja, seperti Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Selain itu, Workspace juga didukung oleh Google Calendar yang membantu pengguna untuk mengoordinasikan jadwal rapat dan Meet untuk melakukan konferensi video. Selain itu, Google Workspace juga telah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan begitu, seluruh data dan file proyek dapat disimpan dan dibagikan dengan mudah. Spesifikasi yang dimiliki Google Workspace sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh THC. Mulai dari aplikasi produktivitas dan kolaborasi hingga penyimpanan dengan kapasitas besar. Hasil THC kini menggunakan Google Docs, Spreadsheets, Slides, dan Forms untuk kolaborasi dokumen antara tim dan pengguna lapangan. Selain itu, THC juga menggunakan Google Calendar untuk koordinasi jadwal rapat dan memanfaatkan konferensi video menggunakan Google Meet. Untuk keperluan penyimpanan, Google Drive telah menjadi solusi untuk menyimpan dan berbagi semua file proyek. Kini penyimpanan pun lebih aman, bebas dari risiko kehilangan data. Dengan menggunakan Google Workspace, produktivitas dan transparansi data THC telah meningkat secara signifikan. Sekarang, para karyawan memiliki waktu respons yang jauh lebih cepat dalam melayani pelanggan maupun di dalam perusahaan. Data dan file yang disimpan dalam Google Drive terorganisir dengan baik dan mudah ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google. Paling penting, kami memanfaatkan keamanan lanjutan Google untuk melindungi data kami. “Dalam industri yang menjadi lebih kompetitif dengan cepat, sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dengan memanfaatkan teknologi. EIKON telah membantu kami memodernisasi & digitalisasi organisasi kami dengan menggunakan Google Workspace. Saya yakin Google akan terus meningkatkan teknologinya sehingga kami bisa lebih efisien dan tetap kompetitif.” – Nicholas Sumarkho, Direktur Tawada Healthcare. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: tirachardz (Freepik) Persaingan semakin ketat akhir-akhir ini. Perlu upaya ekstra agar bisa bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam persaingan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi atau software produktivitas. Hal ini telah dibuktikan oleh Tawada Healthcare (THC) dengan Google Workspace. Setelah menerapkan Workspace dalam proses kerja mereka, THC berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan tetap bertahan dalam kompetisi. Apakah Anda juga sedang menghadapi tantangan yang sama dengan THC? Kami, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

CNBC: Google Workspace untuk Media dan Pemberitaan yang Lebih Baik

Nama CNBC di dunia pemberitaan tentu sudah tak asing lagi. Kanal pemberitaan asal Amerika Serikat tersebut, menyajikan berita, baik melalui siaran TV (CNBC TV), maupun melalui portal online. Pada tahun 2018, Trans Media Group resmi membeli lisensi untuk CNBC Indonesia dari NBCUniversal dan kemudian meluncurkan portal berita serta siaran televisi. Ini membuat CNBC Indonesia menjadi portal berita sekaligus stasiun televisi milik Trans Media yang berkolaborasi dengan NBCUniversal. Hingga sekarang, CNBC menyuguhkan berita ekonomi dan pasar dari berbagai perspektif dengan pendekatan yang sederhana. Portal berita CNBC Indonesia meluncur pada 8 Februari 2018, sedangkan siaran televisi dimulai pada 10 Oktober 2018. Tantangan yang Dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Untuk dapat menghadirkan berita terbaru secara real-time, CNBC Indonesia jelas menghasilkan data dalam jumlah besar. Sayangnya, proses migrasi data berskala besar bukanlah perkara mudah. Selain memerlukan database dengan volume yang masif, keamanannya pun harus terjamin agar tidak ada data yang bocor atau rusak setelah proses migrasi selesai. Di samping itu, sebagai sebuah portal berita online, CNBC Indonesia juga menitikberatkan pada komunikasi dan kolaborasi, perlu adanya suatu alat untuk berbagi data dan informasi secara aman, bebas dari spam dan virus untuk pihak internal sekaligus eksternal. Keandalan sistem dan uptime adalah prioritas utama untuk memastikan bisnis berjalan dengan baik. Solusi yang ditawarkan EIKON membantu CNBC Indonesia untuk menyediakan Google Workspace sebagai solusi keamanan yang lebih baik termasuk penerapan dan migrasi data. EIKON juga memberikan pelatihan, layanan pelanggan dan dukungan untuk CNBC Indonesia pasca Go Live. Tim CNBC Indonesia dapat mengakses berbagai aplikasi hanya dengan satu akun Google Workspace. Dengan Gmail, komunikasi menjadi lebih cepat dan lebih dapat diandalkan. Google Drive memungkinkan tim CNBC Indonesia untuk berkolaborasi dengan mudah dan aman. Rapat online kini lebih lancar dengan Calendar dan Google Meet, hanya menggunakan browser web dan tidak perlu aplikasi tambahan apa pun. Hasil Sekarang, tim CNBC Indonesia tidak perlu lagi berurusan dengan server uptime dan spam atau virus. Solusi yang ditawarkan tidak memerlukan perawatan. Dengan demikian, biaya dan risiko pun berkurang secara signifikan. CNBC Indonesia menjadi lebih kolaboratif dan produktif di tempat kerja saat menggunakan Google Drive. Semua karyawan menyukai Google Workspace untuk pekerjaan sehari-hari mereka. Yang terpenting, CNBC Indonesia bisa lebih fokus pada pekerjaan utama mereka: Berita. “Sekarang kami dapat berkolaborasi serta berkomunikasi dengan mudah dan aman menggunakan Google Workspace. Alhasil, kami tak perlu lagi berurusan dengan infrastruktur dan bisa fokus pada bisnis utama CNBC. Dengan bantuan dari EIKON Technology, kami dapat memanfaatkan Google Workspace dengan sebaik-baiknya dan dengan biaya yang terjangkau,” – CNBC Indonesia. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: Rawpixel Untuk bisa menyajikan berita yang aktual dan informatif secara real-time jelas dibutuhkan kolaborasi dan komunikasi. Namun, sebatas kolaborasi dan komunikasi biasa saja tidak cukup, dibutuhkan suatu jalur yang terjamin keamanannya; harus bebas dari berbagai ancaman kejahatan seperti virus dan spam serta bebas dari risiko server uptime. Google Workspace terbukti mampu membantu CNBC Indonesia untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dengan berbagai aplikasi dan ketersediaan yang ada, Workspace menghadirkan suatu sistem kolaborasi sekaligus komunikasi yang aman serta efisien. Apakah saat ini Anda menghadapi tantangan serupa? Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling minim risiko dan tentunya efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Info

Fitur Baru Google Docs: Bikin Tulisan Lebih Enak Dibaca!

 Google Docs merupakan sebuah aplikasi pengolah kata online yang merupakan bagian dari rangkaian Google Docs Editors berbasis web. Dalam aplikasi tersebut Anda bisa menemukan beberapa fitur untuk memudahkan penulisan sekaligus penyuntingan seperti Voice Typing dan Script Editor, serta fitur standar pengolah kata. Baru-baru ini Google Docs memperkenalkan sebuah fitur baru untuk memudahkan pengguna memproduksi tulisan yang lebih baik dan mudah dibaca. Seperti apa? Assistive writing Photo Credit: Google Workspace Updates Google Docs baru saja memperkenalkan fitur untuk meningkatkan kualitas tulisan penggunanya. Selain memperbaiki kesalahan tata bahasa dan ejaan, fitur ini juga akan membantu Anda untuk membuat tulisan yang lebih ringkas, inklusif, dan bahkan memberikan peringatan saat terdapat kata-kata yang tidak pantas. Sebenarnya, fitur semacam ini sudah ditawarkan melalui pihak ketiga seperti Grammarly (yang terintegrasi dengan Google Docs). Dengan adanya fitur ini diharapkan pengguna tidak perlu repot-repot mengakses web di luar Docs untuk memperbaiki tulisan. Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur bantuan ini nantinya akan muncul dalam garis bawah (underline) berwarna ungu. Tiap kata atau kalimat yang dinilai tidak efektif atau mengandung hal-hal tidak pantas maka akan langsung digarisbawahi. Saran penulisan Fitur assistive writing tersebut hadir dengan beberapa saran penulisan yang memberikan variasi tone dan gaya penulisan, seperti: Word choice: Kata-kata yang lebih dinamis atau relevan secara kontekstual. Active voice: Tampilkan kalimat aktif, bukan pasif.  Conciseness: Frasa yang lebih ringkas. Inclusive language: Pemilihan kata atau frasa yang lebih inklusif. Word warnings: Mempertimbangkan kembali kata-kata yang tidak pantas. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Ketersediaan fitur Sayangnya, ketersediaan fitur ini masih terbatas. Google menyebutkan bahwa fitur “Tone and Style” hanya akan tersedia bagi pelanggan paket Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Sementara itu, fitur “Word Warnings” bisa dinikmati pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Up. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: marymarkevich (Freepik) Untuk menggunakan fitur ini, end user memang tidak perlu menunggu persetujuan dari administrator. Hanya, saja ada beberapa pengaturan tambahan yang perlu diperhatikan, yaitu: Administrator Fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan melalui konsol admin untuk paket Google Workspace Education tertentu yang memenuhi syarat. Dalam beberapa minggu mendatang, Google akan memperkenalkan kontrol admin untuk sisa paket Google Workspace yang memenuhi syarat. Untuk edisi tersebut, fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan di tingkat domain, organizational unit, dan grup. End users Fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan oleh pengguna. Detail lengkap mengenai fitur ini bisa dicek di sini. Rapid release fitur ini akan dimulai pada tanggal 31 Maret 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk scheduled release dimulai tanggal 14 April 2022 hingga 15 hari ke depan. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Dengan adanya fitur assistive writing ini, pengguna akan lebih mudah membuat tulisan yang efektif sekaligus terhindar dari potensi penggunaan kata dan frasa sensitif. Bagi Anda yang bergerak di industri media atau institusi pendidikan, fitur ini tentu akan sangat membantu. Dapatkan segera paket Google Workspace yang telah dilengkapi dengan fitur assistive writing ini hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan Google Workspace, silakan klik di sini.  

Google Workspace

3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace

Saat menggunakan Google Workspace, Anda dapat mengelola tugas dengan berbagai cara. Misalnya, untuk menambahkan tugas pribadi, bisa gunakan Google Tasks. Sedangkan untuk membuat daftar tugas tersedia Google Docs. Sedang mengerjakan tugas kelompok? Ada Google Chat Spaces untuk berkomunikasi. Mari pelajari bagaimana ketiga aplikasi tersebut bantu Anda melacak tugas. Google Calendar untuk memastikan tugas tepat waktu Photo Credit: Google Calendar Google Calendar tidak hanya menyediakan kapabilitas untuk melacak event yang terjadi pada waktu tertentu (misalnya rapat atau janji temu), tapi juga memasukkan sekaligus menampilkan tugas. Mulai jenis tugas mungkin harus ditambahkan pada atau sebelum hari tertentu (seperti membayar tagihan), namun kebanyakan bisa diselesaikan dalam waktu dekat (misal, membaca laporan rapat). Pada Google Calendar versi web, centang checkbox Tasks yang ada di bagian kiri kalender untuk menampilkan tugas dan deadline. Tugas akan muncul di bagian bawah tanggal dan di atas acara yang dijadwalkan. Untuk melihat semua tugas yang tersedia, buka panel samping dan pilih ikon tasks. Sedangkan untuk menambahkan tugas pribadi, pilih +Create | Task. Tugas akan muncul jika Anda mencentang opsi Tasks. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Google Chat Spaces untuk tugas kelompok Photo Credit: Google Chat Spaces yang ada di Google Chat menyediakan tempat bagi tim untuk mengobrol, berbagi file, dan melacak tugas. Pada versi web, buka Google Chat, pilih Spaces dan klik tab Tasks. Setelah Anda memilih “Add spaces task”, Anda bisa langsung memasukkan judul tugas, detail, tanggal/waktu, seperti pada Google Task standar. Di samping itu, Anda juga dapat menetapkan tugas ke anggota Spaces mana pun. Untuk mulai berkolaborasi dengan anggota tim lain, pilih tab Tasks yang ada di Spaces. Dengan fitur tersebut, Spaces yang tersedia di Google Chat merupakan opsi yang sangat baik untuk manajemen tugas tim Google Workspace. Google Docs untuk membuat checklist Photo Credit: Google Docs Anda bisa menambahkan checklist untuk menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan. Cukup klik checklist yang ada di bagian atas halaman. Tulis judul tugas dan kemudian tekan enter untuk menambahkan tugas lain. Setelah itu, tekan tombol Share untuk mengundang anggota tim lainnya. Setelah tugas selesai, Anda bisa memberikan centang. Anggota tim lainnya pun bisa langsung tahu bahwa tugas tersebut selesai. Berkolaborasi di Google Docs menghasilkan setidaknya dua manfaat signifikan. Pertama, aplikasi tersebut menyediakan banyak ruang untuk menambahkan catatan dan mendiskusikan tugas, baik dengan teks maupun dengan komentar yang disisipkan. Kedua, Anda juga dapat meninjau perubahan pada dokumen dari waktu ke waktu dengan fitur Version history. Bagaimana pengalaman Anda dalam mengelola tugas? Apabila yang Anda cari tidak ada pada ketiga aplikasi di atas, jangan khawatir. Sebab, Google masih memiliki beberapa aplikasi produktivitas lain seperti Gmail, Keep, hingga Spreadsheet. Bukan hanya itu, Anda juga bisa menjelajahi kategori Task management di Google Workspace Marketplace. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Bagaimana Anda biasanya mengelola tugas selama menggunakan Google Workspace? Sudahkah Anda mencoba Spaces di Google Chat Spaces untuk komunikasi dan kolaborasi dengan tim Anda? Mana yang lebih sering Anda gunakan. Google Task atau Docs? Atau justru sekarang Anda belum menemukan platform produktivitas sekaligus kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan? Dengan berbagai aplikasi dan layanan yang disediakan, Google Workspace bisa dijadikan pilihan. Terlebih, Anda juga bisa menemukan aplikasi tambahn melalui Google Workspace Marketplace. Kini Anda bisa mendapatkan Google Workspace untuk kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology yang merupakan authorized partner Google Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket Google Workspace berlisensi resmi yang dapat disesuaikn dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Info

Privacy Tracking Google Workspace Ditunda, Mengapa?

Di awal tahun 2022, Google Workspace mengumumkan bahwa di akhir bulan Maret, kontrol “Web & App Activity” akan diubah. Namun hingga artikel ini ditulis (6/4), perubahan tersebut masih belum dijalankan. Sebelumnya, update kontrol “Web & App Activity” dijadwalkan akan meluncur pada tanggal 29 Maret 2022. Namun Google kemudian memutuskan untuk menunda peluncuran hingga Mei 2022 nanti. Untuk alasannya sendiri, Google tidak memberikan detail lebih lanjut. Kontrol “Web & App Activity” Pada rencana awal, bagi para pengguna Google Workspace berbayar, kontrol “Web & App Activity” akan dihapus dari panel kontrol administrator dan akan dibagi menjadi dua setelan berbeda. Namun hingga sekarang, pengaturan baru tersebut tak kunjung diluncurkan. Saat rencana tersebut pertama kali diumumkan, publik meresponsnya dengan pertanyaan besar. Sebab, muncul banyak perubahan yang membingungkan terjadi. Pertama, administrator tak lagi memiliki kontrol atas pengaturan privasi. Itu artinya, kontrol privasi sepenuhnya diberikan kepada setiap pengguna. Dalam pengertian lain, rencana tersebut juga mengindikasikan bahwa Google tak lagi menganggap pengaturan privasi pengguna. Perusahaan yang sebelumnya memilih untuk tidak terdeteksi pada tracking, kini mau tak mau harus mengaktifkan tracking. Baca juga: Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Memperkuat Kolaborasi Kerja Apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace? Photo Credit: Rawpixel Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace. Pada dasarnya, kontrol  Web & App Activity merupakan sebuah checkbox yang memungkinkan Google untuk melacak dan menyimpan hampir semua aktivitas Anda di akun Google (termasuk pengaturan lokasi, bahasa, alamat IP, hingga penelusuran teks dan audio di Sebagian besar produk Google). Fitur tersebut juga memiliki kapabilitas untuk menyimpan iklan yang pernah Anda klik atau barang yang sebelumnya dibeli di marketplace serta informasi tambahan mengenai perangkat, seperti aplikasi terbaru yang Anda gunakan, nama kontak yang baru ditelusuri, dan History Chrome, bahkan diagnostic perangkat Android. Search History checkbox Privacy Tracking Google Workspace juga menghadirkan “Search History”checkbox baru yang menyediakan pelacakan khusus untuk berbagai layanan Google Workspace (yang berarti aplikasi bisnis seperti Gmail, Calendar, Docs, Contacts, Drive, Google Chat, dan Keep, serta aplikasi lain yang disertakan dalam persyaratan Google Workspace) Namun Search History tidak menyertakan Google Search, Google Maps, YouTube, dan aplikasi Google lain yang tidak termasuk dalam persyaratan Workspace. Google menyebutkan hal ini dilakukan karena Workspace merupakan layanan berbayar dan menjamin bahwa mereka “tidak pernah menggunakan data pengguna di layanan inti Google Workspace untuk iklan”. Sebab pada akun gratis, aktivitas akan direkam dan digunakan sebagai data untuk iklan. “Misteri” lain yang belum terpecahkan Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Google memilih untuk tidak mengaktifkan privacy-preserving default dan tampaknya setiap perubahan akan menghasilkan lebih banyak pelacakan. Jika perusahaan Anda memilih untuk keluar dari pelacakan dan ingin kembali ke pengaturan sebelumnya, administrator harus mengirim email ke setiap anggota dan berharap mereka meluangkan waktu untuk mematikan pengaturan. Sayangnya, kebanyakan pengguna individu cenderung kurang paham teknologi daripada administrator organisasi dan cenderung tidak mau mengacaukan pengaturan tersebut. Untuk mematikan pengaturan, buka halaman My Activity, di mana Anda dapat mengontrol “Web & App Activity”. Google mengatakan bahwa pengaturan “Search History” yang baru akan berada di tautan “Other Google activity” yang ada di sidebar. Jika Anda tidak melihat “Search History”, itu artinya perusahaan Anda belum mendapatkan perubahan privasi, periksalah kembali dalam beberapa hari. Baca juga: 5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda Dari sini bisa disimpulkan bahwa update Privacy Tracking Google Workspace akan ditunda hingga Mei 2022. Google sendiri tidak menyebutkan detail mengapa terjadi penundaan tersebut. Namun bisa dipastikan bahwa Google Workspace sedang mengupayakan pengaturan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk Anda yang ingin meningkatkan kapabilitas Google Workspace, tersedia beberapa paket yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari untuk keperluan pekerjaan, hingga pendidikan, semuanya tersedia di Google Workspace. Tingkatkan produktivitas usaha Anda dengan Google Workspace resmi hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology hanya menyediakan produk resmi dan berlisensi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menggunakan Fitur Appointment Booking Google Workspace

Google Workspace baru saja memperbarui platform kalendernya. Pada update terbaru ini, pengguna dapat berbagi ketersediaan (availability) dengan para klien di halaman booking khusus, Kini Anda dapat menjadwalkan rapat pada waktu yang sudah ditentukan, bahkan dengan klien yang tidak memiliki akun Google sekalipun. Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada Juni 2021 lalu. Namun hanya untuk rilis terbatas. Appointment Booking diluncurkan untuk umum mulai 6 April 2022 dan tersedia untuk seluruh pengguna Business Standard dan paket langganan Workspace lain yang lebih tinggi. Untuk menjadwalkan janji temu di Google Workspace, mari simak penjelasan berikut. Mengaktifkan jadwal Google Calendar Appointment Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, fitur Appointment Booking ini hanya tersedia untuk paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Layanan ini belum tersedia untuk pengguna Workspace Essentials, Business Starter, Frontline, G Suite Basic, dan G Suite Business. Untuk Anda yang menggunakan akun Google Calendar untuk perusahaan atau sekolah, tersedia alternatif melalui appointment slots atau appointment schedules. Jika Anda sudah memiliki akun yang sesuai, bisa langsung mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Calendar di komputer Anda. Kemudian masuk ke “Settings” dan pilih menu “General”. Masuk ke opsi “Appointment schedules”. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Sedangkan untuk menonaktifkan fitur, cukup hapus centang pada kotak. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cara menggunakan Appointment schedule di Google Calendar  Photo Credit: Rawpixel Bagi pemilik akun Google Workspace yang ditingkatkan, bisa langsung klik tombol “Create” dan pilih opsi “Appointment schedule” pada menu pull-down. Kemudian Anda bisa membuat halaman booking, mencantumkan ketersediaan waktu, dan mengizinkan rekan atau klien untuk memilih jadwal yang paling sesuai. Selain itu, pengguna juga bisa memilih durasi dan lokasi rapat yang sudah ditentukan, baik di dunia nyata maupun melalui video di Google Meet. Sedikit tips tambahan Untuk membuat jadwal janji temu, Anda juga dapat mengklik kapan saja di bagian kalender yang belum memiliki acara yang dijadwalkan. Di jendela yang muncul, klik Appointment schedule. Pilih opsi “Create a new appointment schedule” atau “Add availability to an existing schedule”. Fitur baru ini juga membantu Anda untuk menghindari jadwal yang overlap. Jika Anda memilih opsi “Ya” atau “Maybe” pada suatu event maka halaman booking akan otomatis terisi sesuai waktu yang tercantum. Apa perbedaan Appointment schedule dengan Appointment slots Fitur “Appointment schedule” membuat Google Calendar lebih sesuai dengan platform penjadwalan Calendly sehingga dapat mengintegrasikan lima kalender berbeda, termasuk Google Calendar dan Microsoft Teams. Google Calendar sebenarnya sudah lama memiliki fitur Appointment slots. Namun fitur tersebut hanya ditujukan untuk grup internal, seperti teman sekelas, rekan kerja atau teman. Sedangkan fitur Appointment schedule ini dapat ditujukan untuk siapa saja yang memiliki alamat email, bahkan untuk mereka yang tidak memiliki akun Google. Selain itu, Appointment schedule juga menyediakan kapabilitas deteksi konflik otomatis yang akan menunjukkan waktu-waktu Anda sibuk. Dengan begitu, fitur ini membantu mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk menemukan dan melakukan penjadwalan ulang janji temu. Pengguna Workspace juga dapat mengontrol berapa banyak orang yang dapat booking jadwal lebih awal atau menit terakhir, membatasi jumlah janji temu per hari, menambahkan jeda antar rapat, mengumpulkan info tambahan dari orang yang membuat janji, dan mengirimkan email pengingat sebelum rapat. Apakah Appointment slots tak lagi relevan? Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Ada beberapa fitur yang ada pada Appointment slots yang tidak tersedia di Appointment schedule. Google memberikan rekomendasi untuk menggunakan fitur Appointment slots lama, terutama jika Anda perlu menambahkan anggota tim tambahan, melimpahkan dukungan kalender atau memesan ruang konferensi. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Fitur Appointment schedule ini memungkinkan user untuk lebih mudah menata aktivitas dan menghindari penumpukan jadwal. Untuk sekarang, fitur ini baru tersedia pada paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Tertarik untuk menggunakan Appointment schedule? EIKON Technology menyediakan paket langganan Google Workspace Business dengan lisensi resmi dari Google dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

Google Workspace

ASG: Manfaatkan Google Workspace untuk Bangun Kultur Kolaborasi

Aditya Sarana Graha (ASG) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, impor, distribusi, dan logistik bahan bangunan serta peralatan rumah tangga. ASG juga telah mengembangkan brand sendiri seperti Wasser, Kirin, dan Arlita serta berkolaborasi dengan brand global ternama seperti Roca, Viessman, dan juga Paloma dalam mendistribusikan produk dan layanan mereka. Dalam kasus ini, EIKON membantu ASG dalam keseluruhan proses deployment, migrasi, hingga manajemen perubahan untuk transisi yang mulus guna mencapai efek terbaik dengan disrupsi yang seminimal mungkin. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Hingga saat ini, ASG melayani lebih dari 2.000 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar masih belum menerapkan teknologi komunikasi digital dan lebih mengandalkan metode konvensional. Kolaborasi melalui platform belum terwujud karena dikhawatirkan akan mengganggu koordinasi operasional sehari-hari perusahaan. Belum lagi kondisi geografis perusahaan yang terpisah jauh satu sama lain dan ditambah dengan infrastruktur yang masih kurang ideal. Tanpa disadari, situasi tersebut telah menciptakan silo (sekat pemisah) komunikasi dan menghambat terjadinya kolaborasi antara ASG dengan perusahaan mitra. Hal ini merupakan kerugian produktivitas yang sering kali tidak disadari banyak orang. Solusi yang ditawarkan Untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh ASG, EIKON menawarkan solusi melalui Google Workspace. Platform produktivitas Google tersebut menyediakan berbagai fitur dan layanan kolaborasi yang saling terintegrasi. Google Workspace menyediakan berbagai cara untuk berkomunikasi (melalui Google Meet) dan bekerja sama dalam satu versi dokumen (Dokumen/Spreadsheet /Slide) dalam satu Google Drive. Selain itu, penjadwalan dan koordinasi satu sama lain pun jadi jauh lebih sederhana dan mudah melalui Google Calendar. Dengan memanfaatkan aplikasi, fitur, serta layanan tersebut, diharapkan alur produktivitas kerja AGS menjadi jauh lebih lancar dibandingkan saat kolaborasi belum terjadi. Penerapan teknologi produktivitas Google juga diperhitungkan dapat memicu terjadinya efisiensi, baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga sehingga AGS dapat lebih fokus pada bisnis utama mereka. Hasil Kini, sebagian besar rapat AGS dapat dilakukan secara online daripada secara langsung. Dengan begitu, pekerjaan tak hanya menjadi lebih produktif, tapi juga efisien, baik dari segi perjalanan maupun waktu. Kolaborasi dengan Google Workspace di seluruh organisasi telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja. Yang paling penting, kolaborasi dengan cepat telah menjadi cara kerja baru AGS. Andrew Colin Chandra, Systems Development Director Aditya Sarana Graha menambahkan bahwa penggunaan Google Workspace, “telah menghidupkan tanggung jawab dan kepemilikan bersama untuk mencapai tujuan perusahaan bersama-sama. Cukup dengan ‘Invite’ dan ‘Share the Docs’ saja!”. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: benzoix (Freepik) Di zaman sekarang, kolaborasi telah menjadi salah satu elemen untuk mewujudkan produktivitas kerja yang lebih baik lagi Terlebih di saat pandemi seperti sekarang. Bisnis yang mampu bertahan adalah bisnis yang dapat berkolaborasi meski terbatas aturan social distancing atau pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada kasus ini, kolaborasi amat diperlukan karena AGS memiliki ribuan mitra kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Kolaborasi digital tidak hanya akan meningkatkan produktivitas kerja, tapi juga memungkinkan terjadinya efisiensi, baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Perusahaan Anda pun bisa mencapai produktivitas kerja yang lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi kolaborasi seperti Google Workspace. Kami siap membantu Anda mewujudkan hal tersebut dengan menyediakan solusi menyeluruh mulai dari pemilihan produk yang paling tepat, pemasangan, migrasi, hingga manajemen perubahan untuk transisi yang mulus guna mencapai efek terbaik dengan disrupsi yang seminimal mungkin. Untuk mengetahui solusi yang Anda butuhkan, silakan klik di sini!

Google Workspace

4 Alasan Mengapa EIKON Technology Adalah Solusi Implementasi Google Workspace Terbaik

Google Workspace merupakan sebuah tool produktivitas yang mendukung kolaborasi kerja. Bukan sekadar productivity tool biasa, Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi, layanan, hingga kapabilitas untuk mempermudah pekerjaan, di mana pun Anda berada, di kantor, rumah, hingga di lapangan. Untuk mulai mengimplementasi Google Workspace pada ekosistem kerja Anda, bukanlah hal yang sulit. EIKON Technology siap mendampingi Anda, mulai dari memilih produk, penerapan, migrasi, hingga manajemen tool. Berikut cerita tentang bagaimana klien EIKON memanfaatkan Google Workspace untuk menunjang operasional bisnis mereka. Transformasi digital yang lebih mulus Salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan saat ini adalah transformasi digital. Kebanyakan, masih mengandalkan model kerja konvensional. Di waktu yang sama, teknologi berkembang begitu pesat hingga rasanya sulit untuk dikejar. Tanpa adaptasi yang baik, perusahaan akan kesulitan melakukan transformasi digital dengan lancar. Tantangan ini pun dihadapi oleh perusahaan manufaktur, ASG. Dengan lebih dari 2.000 mitra yang tersebar di Indonesia, dan mayoritas masih menerapkan cara kerja konvensional, ASG pun menghadapi tantangan koordinasi operasi harian. Google Workspace menawarkan berbagai layanan yang mudah dijalankan, bahkan oleh mereka yang tidak begitu familier dengan teknologi terkini, seperti Docs, Sheet, dan Slide. Selain itu, tersedia jalur komunikasi baru yang lebih efisien dan interaktif melalui Google Meet. “Yang terpenting, kolaborasi kini telah menjadi cara kerja baru kami, memungkinkan tanggung jawab dan kepemilikan bersama untuk mencapai tujuan perusahaan.” Andrew Colin Chandra, Systems Development Director Aditya Sarana Graha. Baca juga; Menghubungkan Karyawan Bekerja secara Hybrid dengan Google Workspace Kolaborasi semudah menjentikkan jari Banyak perusahaan yang menggunakan infrastruktur lokal untuk mengelola email dan saluran komunikasi mereka. Untuk perusahaan skala besar, mengelola server, penyimpanan, dn jaringan, jelas bukanlah perkara mudah. User pun selalu dibayangi kemungkinan pembatasan akses, mobilitas rendah, hingga fitur yang terbatas. Dalam Google Workspace, Anda dapat menemukan berbagai tools dan layanan komunikasi sekaligus kolaborasi yang berjalan di cloud. Itu artinya, kapasitas penyimpanan lebih besar, mobilitas lebih cepat, dan tentunya kolaborasi yang lebih mudah. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama pandemi. Change = Growth. Go Beyond.” Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Baca juga: 4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja Produktif dan efisien Seringkali perusahaan merasa enggan untuk menerapkan teknologi baru dalam operasional mereka. Sebab, penerapan teknologi baru identik dengan biaya yang mahal. Google Workspace menyediakan berbagai versi dan paket dengan harga yang bisa dipilih sesuai bujet Anda. Selain itu, teknologi ini juga berjalan untuk jangka waktu yang panjang. Anda bahkan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya maintenance! “Kini kami dapat berkolaborasi dan berkomunikasi dengan nyaman dan aman menggunakan Google Workspace. Tak perlu berurusan lagi dengan infrastruktur sehingga lebih mudah untuk fokus pada bisnis utama kami. Dengan dukungan dari EIKON Technology, kami bisa memanfaatkan Workspace secara maksimal dengan harga terjangkau.” CNBC Indonesia. Baca juga: Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis Tetap aman dalam fleksibilitas tinggi Sering dengan pesatnya perkembangan teknologi, ancaman keamanan siber pun ikut meningkat. Selain melakukan berbagai tindakan preventif yang melindungi data Anda, ada baiknya untuk mulai memanfaatkan tools untuk meningkatkan keamanan serta melindungi data perusahaan Anda. Di samping menawarkan alat komunikasi dan kolaborasi, Google Workspace juga telah dibekali dengan teknologi keamanan canggih yang terus diperbarui. Bayangkan, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas kerja yang tinggi, sekaligus keamanan data yang ketat! “Google secara konsisten mengembangkan Google Workspace dan sebagai pelanggan, kami mendapatkan manfaatnya. Kami bisa mendapatkan software yang lebih baik setiap hari tanpa harus melakukan apa pun. Keamanan penting bagi kami dan Google Workspace mampu memberikan apa yang kami harapkan. Ini membawa begitu banyak efisiensi bagi perusahaan kami.” Charthon A. Kurniawan, Head of IT BDO Indonesia. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace Dengan mengimplementasikan Google Workspace dalam ekosistem kerja perusahaan, Anda bisa lebih fokus dalam mengelola bisnis utama. Tidak ada lagi maintenance, komunikasi yang terbatas, dan ancaman pada data, semuanya hanya dengan satu solusi. Buat bisnis Anda semakin maju dan EIKON Technology siap mendampingi Anda. Untuk informasi lebih lanjut,  silakan klik di sini!

Google Workspace

Memanfaatkan Google Workspace untuk Perlindungan Keamanan Siber

Serangan siber terhadap bidang pemerintahan belakangan ini terus meningkat. Mau tak mau, para pimpinan instansi dan lembaga pemerintahan harus mempertajam fokus mereka dalam mengamankan jaringan, infrastruktur, dan data sebagai perlindungan terhadap ancaman keamanan siber yang sangat berbahaya. Situasi tersebut sedikit banyak telah mengubah kebiasaan sehari-hari. Tanpa banyak disadari, Anda menjadi begitu waspada saat menemukan sebuah tautan. Padahal mungkin saja tautan tersebut berisi file penting dari rekan kerja. Hal lainnya adalah Anda harus menghafal banyak kata sandi untuk bisa melakukan pekerjaan tertentu. Google Cloud kini menawarkan rangkaian tools berbasis cloud di Google Workspace yang menyediakan cara aman untuk berkolaborasi dan bekerja secara virtual, memungkinkan para karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa rasa takut berlebihan terhadap ancaman keamanan siber. Fortifying Federal Networks Akhir-akhir ini, keamanan siber menjadi fokus utama para pimpinan dunia. Salah satunya, presiden AS, Joe Biden yang mengeluarkan Executive Order (EO) dan mandat untuk meningkatkan keamanan siber pemerintah federal. Dalam mengamankan jaringan federal, berikut adalah pendekatan yang dilakukan EO: Arsitektur Zero Trust: Zero Trust merupakan pendekatan keamanan yang menitikberatkan pada mekanisme berlapis untuk mendapatkan kepercayaan pengguna. Mekanisme tersebut terus diverifikasi untuk mengizinkan pengguna mengakses aplikasi dan resources. Otentikasi Multi-Faktor: Untuk mendukung Zero Trust, otentikasi multi-faktor memerlukan dua atau lebih informasi (selain ID pengguna dan password) pengguna untuk keperluan verifikasi identitas. Jika seluruh informasi sesuai maka pengguna bisa memakai tools atau aplikasi yang dibutuhkan.  Endpoints: Komputer dan smartphone Anda adalah endpoints atau titik akhir. Setiap titik akhir yang ada harus dipantau dan dilindungi. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa perangkat tersebut memang bisa dipercaya. Keamanan endpoints sangat penting karena perlindungan keamanan dari perusahaan sering kali tidak tersedia dalam perangkat. Baca juga: Meningkatkan Efektivitas Keamanan Google Cloud Platform dengan Mute Findings Upaya Google memperkuat keamanan siber Photo Credit: pressfoto (Freepik) Google telah menginvestasikan dana hingga total US$10 miliar selama lima tahun ke depan untuk memperkuat keamanan siber, termasuk memperluas program Zero Trust, membantu mengamankan rantai pasokan software, dan meningkatkan keamanan open-source. Google juga masih melanjutkan program mereka sebagai pelopor metode keamanan Zero Trust dan berkomitmen untuk membantu menerapkan model ini di lini keamanan siber pemerintah. Dengan Google Workspace, tim TI dan tenaga kerja pemerintah dapat merasakan keamanan terbaik. Untuk membantu navigasi implementasi program, Google Cloud telah membuat program Work Safer yang kini sudah bisa Anda temukan di berbagai partner Google. Program ini dirancang untuk membantu perusahaan, karyawan, dan rekan bisnis mereka agar dapat berkolaborasi dan berkomunikasi secara aman di lingkungan kerja hybrid seperti sekarang ini. Didukung oleh akses menuju keamanan Google Cloud untuk email, rapat, pesan, dokumen, dan masih banyak lagi yang lainnya. Langkah ini secara unik menyatukan solusi cloud-native Zero Trust dari Google Workspace dengan BeyondCorp Enterprise, menghasilkan akses aman dengan perlindungan data terintegrasi yang dapat membantu tim TI Anda beralih dari teknologi lawas untuk mewujudkan potensi penuh kolaborasi sistem keamanan, Google Cloud, dan Google Workspace. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Bantu tim Anda untuk lebih fokus pada keahlian terbaik mereka, bukan pada ancaman atau serangan keamanan siber selanjutnya. Setiap tools Google telah dirancang untuk dapat mencegah pelanggaran dan menjaga jaringan kerja dan data perusahaan Anda tetap aman. Manfaatkan program Google Workspace Work Safer untuk potensi kolaborasi kerja yang lebih aman dan nyaman di masa mendatang. Work Safer dan berbagai tools keamanan dari Google akan bekerja dengan optimal jika Anda menerapkan ekosistem Google Workspace. Pasalnya, setiap tools, layanan, dan kapabilitas yang ada telah terintegrasi di Workspace dan siap untuk langsung digunakan. Ciptakan lingkungan kolaborasi yang aman dan bebas gangguan bersama Google Workspace. Dapatkan paket terbaik untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Untuk konsultasi langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Scroll to Top