EIKON Technology

Google Workspace

Google Docs, Google Workspace

Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah

Cara Mengedit Google Docs – Selama ini, Google Docs dikenal sebagai layanan pembuatan dokumen berbasis online. Namun, sebetulnya Anda tidak harus selalu terhubung dengan internet untuk bisa mengakses dokumen di Google Docs. Ini karena sebetulnya Google Docs juga bisa Anda akses dalam mode offline! Tak dapat dipungkiri bahwa kita tidak selamanya berada di tempat dengan koneksi internet lancar. Padahal, pekerjaan tetap harus diselesaikan. Di sinilah penggunaan Google Docs akan sangat membantu Anda. Lantas, bagaimana cara mengedit Google Docs secara offline? Simak penjelasannya berikut ini! Hal yang harus diperhatikan sebelum mengaktifkan mode offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Sebelum mengetahui cara mengedit Google Docs secara offline, pastikan Anda masih punya space yang cukup untuk menyimpan dokumen di perangkat. Selain itu, perhatikan pula sejumlah hal penting di bawah ini: Sambungkan dulu perangkat Anda dengan koneksi internet yang stabil. Wajib menggunakan browser Google Chrome untuk membuka Google Docs. Pasang dan aktifkan extension Chrome yang bernama Google Docs Offline. Jangan menggunakan mode private browsing.  Cara mengedit Google Docs secara offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Setelah memastikan bahwa Anda melakukan berbagai poin penting di atas, kini saatnya Anda mengaktifkan mode offline untuk mengedit Google Docs. Caranya sama sekali tidak sulit, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Drive. Pada bagian kanan atas halaman, klik Settings. Klik centang pada bagian Offline settings Buka dokumen yang mau Anda edit pada Google Docs. Penting diketahui bahwa saat Anda mengaktifkan mode Offline melalui Google Drive, bukan hanya Google Docs yang bisa diedit secara offline, tapi juga Google Sheets dan Google Slides. Namun, jika Anda mengaktifkan mode offline melalui menu Settings di dalam Google Docs, maka Google Sheets dan Google Slides tidak bisa diakses secara offline. Selain itu, saat menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, perhatikan pula akun Google Anda. Apabila Anda ingin mengaktifkan mode offline melalui akun Google lain, pastikan Anda sudah sign in dengan menggunakan profil Chrome yang tepat. Memilih dokumen agar bisa diakses secara offline Photo Credit: Benjamin Dada (Unsplash) Sebelum menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, tadi Anda telah diminta untuk memastikan agar kapasitas space penyimpanan masih memadai. Hal ini penting dilakukan karena beberapa dokumen Anda akan tersimpan otomatis secara offline. Jika kapasitas penyimpanan cenderung menipis, tentu akan sulit bagi Google Docs untuk menyimpan dokumen Anda. Namun, apabila memang kondisi kapasitas penyimpanan sedang menipis, Anda tidak perlu khawatir. Google telah menyediakan opsi untuk memilih manual dokumen-dokumen yang hendak disimpan secara offline. Caranya adalah seperti berikut: Aktifkan akses offline di Google Drive dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Buka menu home screen Google Docs. Klik More pada dokumen yang ingin Anda akses secara offline. Klik opsi Available Offline. Nantinya akan muncul tanda centang di bagian pojok kiri bawah untuk menunjukkan bahwa dokumen tersebut sudah bisa diakses secara offline. Cara mengedit Google Docs secara offline ternyata sangat mudah diterapkan, bukan? Tidak hanya Google Docs, sebetulnya Google Slides dan Google Sheets juga bisa diakses dalam mode offline. Rasakan pengalaman maksimal menggunakan ketiganya dengan berlangganan Google Workspace. Google Workspace adalah layanan berisi satu set aplikasi penunjang produktivitas. Jadi, tidak hanya Google Docs, Slides, dan Sheets, Google Workspace juga menyediakan akses terhadap produk-produk Google lain seperti Drive, Meet, dan Gmail. Dengan berlangganan, Anda akan mendapatkan banyak benefit yang tidak tersedia jika Anda menggunakan produk secara gratis. Ingin tahu apa saja benefit tersebut? Hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace sekarang juga!

Productivity, Technology

Bagaimana Google Workspace Dapat Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Meningkatkan Produktivitas Perusahaan – Kesuksesan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh produktivitas kerja para anggota tim. Idealnya, semakin tinggi tingkat produktivitas, maka peluang mencapai kesuksesan juga semakin besar. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda dan tim mewujudkan hal tersebut. Pertama diluncurkan pada 2006, Google Workspace menyediakan berbagai produk, perangkat, dan software untuk menunjang pekerjaan. Seluruh produk tersebut berbasis teknologi cloud-computing sehingga juga memudahkan kolaborasi antar anggota tim. Lantas, bagaimana Google Workspace ambil bagian dalam cara meningkatkan produktivitas perusahaan? Kolaborasi secara real-time dalam satu dokumen Photo Credit: Tiger Lily (Pexels) Aktivitas bisnis tidak terlepas dari pembuatan berbagai dokumen, mulai dari kontrak kerja, laporan keuangan, hingga deck untuk presentasi. Google Workspace memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui Google Docs, Sheets, dan Slides yang memungkinkan kolaborasi secara real-time. Yes, bahkan kolaborasi dalam satu dokumen yang sama! Sebagai contoh, katakanlah Anda baru saja membuat laporan proyek di Google Docs. Setelahnya, Anda bisa mengundang atasan dan rekan kerja lain untuk mengakses file tersebut. Nantinya, mereka tidak hanya bisa memeriksa file, tapi juga meninggalkan komentar atau langsung melakukan editing. Menariknya lagi, Google Docs—begitu juga Sheets dan Slides—akan tetap menyimpan versi-versi terdahulu dari file Anda. Jadi, jika sewaktu-waktu Anda masih harus mengakses file versi orisinal, Anda bisa menemukannya dengan mudah. Kepraktisan yang ditawarkan Google Workspace pun bisa menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara efektif. Akses data lebih cepat melalui Google Drive dan Vault Photo Credit: Nathana Reboucas (Unsplash) Jangan sampai produktivitas terganggu karena Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari suatu dokumen atau data. Sebagai solusinya, simpan seluruh data Anda secara digital di Google Drive dan Google Vault. Adanya fitur Search akan memudahkan Anda dalam mengakses data yang diinginkan sehingga lebih hemat waktu. Lalu, apa perbedaan antara Drive dan Vault? File yang disimpan di Google Drive masih dapat Anda edit, cocok untuk data yang masih harus dikerjakan secara kolaborasi. Sementara itu, Google Vault digunakan untuk menyimpan file yang sudah dalam versi final, biasanya untuk dokumen yang sifatnya cukup sensitif atau tingkat kerahasiaannya tinggi. Google Calendar mempermudah penjadwalan meeting Photo Credit: Nadeena Granville (Unsplash) Tahukah Anda bahwa tiap bulannya, rata-rata seorang pekerja kantoran menghabiskan lebih dari 31 jam mengikuti meeting yang sifatnya kurang produktif? Bukan hanya meeting tersebut yang membuang waktu, tapi juga proses penjadwalannya, apalagi jika Anda menggunakan aplikasi yang tidak tepat. Untungnya, hal tersebut bisa Anda hindari dengan menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda dan tim bisa saling share Calendar dan melihat jadwal satu sama lain. Dengan begitu, penjadwalan meeting pun jadi lebih mudah. Namun, lebih dari itu, Google Calendar juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas produktif lainnya. Beberapa di antaranya adalah mengaktifkan reminder untuk event mendatang, mengirimkan undangan meeting ke email peserta, dan memindahkan data dari aplikasi Calendar eksternal seperti Exchange atau Outlook. Komunikasi lancar dengan Google Meet Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Dengan berlangganan Google Workspace, Anda juga memiliki akses untuk menggunakan Google Meet, sebuah aplikasi online video conference. Bagi Anda yang memiliki anggota tim tersebar di banyak tempat, Google Meet dapat menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara hemat dan efektif. Pengeluaran bisa ditekan karena Anda tidak perlu membayar akomodasi penginapan dan transportasi untuk bertemu langsung. Aktivitas meeting dan diskusi tetap bisa dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Melalui berbagai aplikasi yang dilengkapi beragam fitur, Google Workspace dapat menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara efektif. Kini berlangganan Google Workspace bisa dilakukan secara lebih mudah melalui EIKON Technology. Tersedia dalam tiga tipe paket langganan, Anda bisa memilih salah satu yang paling memenuhi kebutuhan. EIKON Technology akan membantu Anda dalam mengambil keputusan, tentunya dengan ditemani tim profesional dan berpengalaman. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan Google Workspace bagi perusahaan Anda!

Chromebook, Info

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis?

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis – Di dunia bisnis, laptop digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Sebut saja menyusun laporan keuangan, menyiapkan deck untuk presentasi dengan calon klien, hingga membuat strategi marketing baru. Mengingat fungsinya yang begitu krusial, sudah seharusnya Anda dan tim di kantor menggunakan laptop yang mampu membantu meningkatkan bisnis. Google Chromebook adalah solusinya. Walau mungkin selama ini lebih dikenal sebagai perangkat untuk pendidikan, Chromebook sebetulnya juga dapat digunakan pada bidang bisnis. Berbasis sistem operasi Chrome Enterprise, Chromebook akan mempermudah pekerjaan bisnis Anda melalui ragam fitur terbaik. Apa saja keunggulan yang bisa Anda rasakan dengan menggunakan laptop Chromebook untuk bisnis? Simak uraiannya berikut ini! Peningkatan produktivitas di berbagai aspek Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Chromebook untuk keperluan bisnis telah dibekali dengan sistem operasi Chrome Enterprise yang performanya begitu powerful. Alhasil, dengan menggunakan Chromebook, produktivitas kerja Anda dan tim pun bisa meningkat, bahkan di banyak aspek sekaligus. Proses booting Chromebook hanya membutuhkan waktu 6 detik, sehingga tak perlu lagi menunggu lama hingga laptop bisa dipakai bekerja. Selama bekerja, Anda tak akan terganggu dengan pesan notifikasi update karena proses update pada Chromebook berlangsung di background. Tak perlu lagi melakukan image updates secara manual karena sistem operasi pada Chromebook akan update otomatis. Bersifat scalable, sehingga pemakaiannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berbasis cloud, cocok untuk tim yang tersebar di banyak tempat Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Bagi Anda yang memiliki tim dengan anggota tersebar di berbagai tempat, Chromebook akan sangat memudahkan pekerjaan Anda. Berbasis cloud, berbagai dokumen dan fitur Chromebook pun bisa Anda akses dari mana pun dan kapan pun. Terlebih jika Anda mengintegrasikan Chromebook dengan Google Workspace, kolaborasi kerja pun jadi semakin mudah dilakukan. Anda dan tim bisa share Google Calendar untuk mengetahui siapa saja yang bisa menghadiri meeting tim pada jam tertentu atau anggota mana yang sedang bekerja di luar. Tidak hanya itu, tentunya Anda juga bisa bekerja menggunakan Google Docs, Sheets, atau Slides dengan banyak orang sekaligus dalam satu dokumen secara efisien. Sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan dan sharing dokumen, tersedia Google Drive yang begitu mudah diakses. Memberikan proteksi dari ransomware Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Google memahami bahwa peningkatan bisnis tidak bisa hanya melalui kecanggihan fitur-fitur Chromebook. Keamanan pengguna juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Itulah kenapa Google membekali Chromebook dengan sistem proteksi dari malware dan ancaman lain seperti phishing atau jebakan software mencurigakan lain. Dengan adanya sistem keamanan optimal, Anda dan tim pun dapat bekerja secara lebih lancar. Privasi dan kerahasiaan data yang tersimpan dalam Chromebook juga akan terjaga. Berikut ini beberapa solusi yang diterapkan Google pada Chromebook: Chrome OS menggunakan ClusterFuzz untuk menemukan potensi kerentanan keamanan secara cepat agar tidak sampai berdampak pada pengguna. Anda dan tim pun bisa fokus bekerja tanpa khawatir akan kebocoran atau serangan eksternal. Update dilakukan secara otomatis pada background sehingga sistem keamanan selalu up-to-date tanpa mengganggu workflow Anda dan tim. Lalu, karena Chromebook berbasis cloud, data Anda akan tetap tersimpan aman selama update berlangsung. Fitur Chromebook bernama Google Security Module memastikan bahwa seluruh data yang tersimpan di perangkat Chromebook selalu terenkripsi secara default. Melalui konsol Google Admin, Anda bisa melakukan blacklist terhadap situs-situs tertentu untuk mencegah anggota tim mengakses situs-situs berbahaya. Bantu menghemat bujet perusahaan Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dengan menggunakan fitur Chrome Enterprise pada Google Chromebook, Anda bisa menghemat pengeluaran bisnis secara signifikan. Anda tak perlu lagi membayar license untuk software antivirus, enkripsi, OS patches, update sistem, dan backup karena semua telah tertanam pada Chrome Enterprise. Bahkan menurut riset yang dilakukan Forrester pada 2018, organisasi yang menggunakan license hardware dan software Chrome mampu menghemat pengeluaran hingga 1,5 juta Dolar. Pihak perusahaan bahkan mengaku bahwa harga Chromebook relatif lebih rendah jika dibandingkan perangkat bawaan dari perusahaan mereka. Artinya, Anda pun bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih penting, misalnya marketing campaign atau sales. Perangkat Google Chromebook dapat menjadi paket lengkap bagi Anda dalam meningkatkan bisnis. Tak hanya dibekali dengan ragam fitur Chromebook yang sesuai kebutuhan, harga Chromebook pun relatif terjangkau. Buktikan sendiri kehebatan Chromebook dengan membeli perangkatnya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Bahkan tak hanya Chromebook, EIKON Technology juga menyediakan beragam produk hardware dan software lain produksi Google. Sebut saja Chromebox dan Google Workspace. Klik di sini untuk mendapatkan Google Chromebook sekarang juga!

Cloud Computing

Daftar Keunggulan dan Harga Google Meet Premium

Bukan tanpa alasan Google Meet menjadi salah satu layanan favorit banyak orang untuk melakukan panggilan video atau video conference. Selain kualitas panggilan video yang cukup tinggi, Google Meet juga sempat menawarkan layanan gratis tanpa batas. Namun, per 1 April 2021, video conference gratis menggunakan Google Meet dibatasi hingga enam puluh menit saja. Agar tetap bisa melakukan video conference secara lebih leluasa, beralih ke Google Meet premium adalah solusinya. Jika dibandingkan dengan versi gratis, tentunya Google Meet Premium menyediakan lebih banyak keistimewaan, mulai dari durasi panggilan video yang lebih lama, banyaknya peserta rapat, dan berbagai fitur pendukung lain. Lantas, berapa harga Google Meet premium di Google Workspace? Anda tak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan relatif terjangkau dan sangat sebanding dengan beragam keunggulan yang akan Anda dapatkan. Mari cek detailnya di bawah ini! Google Workspace Business Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Dengan menggunakan Google Workspace Business, Anda dan tim bisa melakukan rapat online atau video conference hingga durasi 300 jam. Jumlah peserta yang bisa ikut rapat pun cukup banyak, yakni hingga 150 orang. Ada 3 pilihan Google Workspace Business yang bisa Anda pilih yaitu Business Starter, Business Standard dan Business Plus. Selama video conference berlangsung, Anda atau anggota tim lain bisa membagikan layar (share screen). Alhasil, presentasi pun tetap dapat berlangsung walau secara online. Tidak ketinggalan fitur penyimpanan rapat (screen record) yang hasil videonya nanti akan tersimpan di Google Drive. Beberapa fitur lain yang juga disematkan dalam Google Workspace Business adalah fitur angkat tangan, laporan kehadiran, serta polling dan tanya jawab. Jika seandainya menemui kendala, Anda tak perlu bingung karena Google menyediakan layanan online support selama 24 jam penuh. Seluruh kelebihan tersebut bisa Anda dapatkan dengan mulai harga 6 USD untuk paket business standar.  Google Workspace Enterprise Photo Credit: cottonbro (Pexels) Opsi lain dari Google Meet versi premium adalah Google Workspace Enterprise. Semua fitur yang terdapat dalam Google Workspace Essentials bisa Anda temukan pada Google Workspace Enterprise. Namun, pada versi Enterprise, jumlah peserta yang ikut video conference bisa lebih banyak, yakni hingga 250 orang. Cocok digunakan di perusahaan-perusahaan berskala besar. Fitur-fitur lain seperti video conference berdurasi 300 jam, share screen, screen record, polling dan tanya jawab, laporan kehadiran, hingga fitur angkat tangan, semuanya juga telah disematkan pada Google Workspace Enterprise. Selain itu, ada pula dua fitur tambahan yang hanya ada di Google Meet premium versi Enterprise ini, yaitu live streaming dalam domain dengan 100.000 audiens dan pengurang suara atau bunyi yang mengganggu. Dengan begini, Anda dan tim bisa berkomunikasi dan melakukan video conference secara lebih lancar karena distraksi telah diminimalisir. Di mana Anda bisa membeli Google Meet premium? Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Google Meet premium bisa Anda beli dengan mudah melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. EIKON Technology menawarkan paket Google Workspace Business dan Google Workspace Enterprise untuk kebutuhan komunikasi bisnis dan video conference Anda. Soal harga, Anda tak perlu khawatir karena EIKON Technology selalu mengikuti panduan yang diberikan oleh pihak Google. Terlebih, EIKON Technology juga memberikan layanan terbaik untuk Anda. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih Google Meet premium yang benar-benar sesuai kebutuhan. Pelajari lebih lanjut soal berbagai keunggulan dan harga Google Meet premium di sini! Sudah saatnya Anda beralih ke Google Meet premium untuk meningkatkan pengalaman video conference bersama tim. Komunikasi pun jadi lebih lancar sehingga produktivitas bisnis juga bisa lebih maksimal. Segera tanyakan harga Google Meet premium ke EIKON Technology dan pasang sekarang juga!

Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education – Google Workspace for Education digunakan oleh banyak pengajar di dunia untuk melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar secara online, terutama di era pandemi COVID-19 seperti sekarang. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai fitur yang canggih, menarik, dan sesuai kebutuhan pengajar. Salah satunya adalah fitur Tugas atau Assignments. Sebagai pengajar, kemungkinan pihak sekolah atau lembaga pendidikan telah membekali Anda dengan learning management system (LMS) sendiri. Namun, Anda bisa menambahkan fitur Assignments pada LMS tersebut untuk mempermudah berbagai aktivitas terkait tugas murid. Agar bisa merasakan manfaatnya secara maksimal, berikut sejumlah tips yang dapat Anda terapkan. Berikan nomor pada tugas yang diberikan Photo Credit: Sam Lion (Pexels) Untuk memastikan bahwa murid telah memahami materi yang Anda ajarkan, biasanya Anda akan memberikan tugas. Mengingat bahwa materi tersebut bisa berbeda tiap minggunya, maka tugas yang diberikan pun bisa beragam pula. Terlebih jika Anda mengajar banyak kelas, jumlah tugas pun akan semakin banyak. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu memberi nomor pada tugas yang Anda berikan. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengorganisasi file secara rapi. Jadi, ketika Anda hendak mencari tugas yang dimaksud untuk mengeceknya, Anda bisa langsung mencarinya berdasarkan nomor tersebut. Gunakan direct link pada tugas Photo Credit: Glenn Carstens-Peters (Unsplash) Google Workspace for Education juga memiliki fitur direct link yang dapat mempermudah Anda dalam pemberian tugas kepada murid. Jadi, seandainya ada tugas yang harus dikembalikan atau direvisi oleh murid tersebut, mereka bisa dengan cepat melakukannya. Caranya mudah, Anda hanya perlu mencari tugas yang dimaksud, klik gambar tiga titik di sebelah kanan tugas, lalu copy link tugas tersebut. Baru setelah itu kirimkan link kepada murid agar mereka bisa langsung mengakses tugasnya. Manfaatkan fitur “assign to multiple classes” Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Beberapa pengajar biasanya bertanggung jawab memberikan tugas ke banyak kelas sekali pun. Hal ini bisa lebih mudah dilakukan berkat adanya fitur “assign to multiple classes” pada Google Workspace for Education. Anda dapat melakukannya melalui opsi “For” yang merupakan menu drop-down, lalu pilih kepada siapa saja tugas akan diberikan. Penting untuk diingat bahwa setelah Anda menekan tombol “Assign”, setiap tugas hanya bisa diedit sendiri-sendiri. Karenanya, pastikan bahwa tugas tersebut sudah memiliki detail atau brief yang benar. Jangan sampai terjadi kesalahan dan Anda harus membetulkan tugas tersebut satu per satu. Gunakan fitur komentar secara publik dan private Photo Credit: Chris Montgomery (Unsplash) Tanggung jawab pengajar juga mencakup memberikan feedback terhadap tugas yang telah dikerjakan para murid. Fitur komentar hadir untuk membantu Anda melakukan hal tersebut secara mudah. Bahkan Anda bisa memberikan feedback secara publik maupun private. Komentar atau feedback yang diberikan secara publik nantinya dapat dilihat oleh seluruh kelas. Sebaliknya, fitur private dapat Anda manfaatkan untuk memberikan feedback yang sifatnya lebih personal dan mendalam. Dengan begitu, murid pun tidak akan merasa malu sehingga terus terpacu untuk memperbaiki diri. Aplikasikan berbagai tips tersebut saat menggunakan fitur tugas atau Assignments di Google Workspace for Education. Selain Assignments, tentunya masih ada banyak fitur lain yang dapat menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Segera berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu proses transisi dan penggunaannya. Bahkan jika ada fitur tambahan Google yang ingin Anda gunakan, EIKON Technology juga bisa menyediakannya. Dapatkan segera Google Workspace for Education di sini!

Gsuite

Google Meet Gratis Kini Dibatasi Satu Jam, Adakah Cara Mengatasinya?

Google Meet merupakan produk andalan Google yang menyediakan layanan video call atau video conference. Anda bisa mengaksesnya melalui perangkat desktop maupun mobile. Berbagai fitur yang disematkan membuat Google Meet menjadi aplikasi online video conference favorit banyak orang. Terlebih, layanan Google Meet juga ada yang disediakan secara gratis! Namun, baru-baru ini Google menginfokan secara resmi bahwa pengguna Google Meet gratis hanya bisa menikmati layanan online video conference hingga satu jam saja. Sebelumnya, seluruh pengguna bisa menggunakan layanan premium panggilan video tanpa batas durasi. Efektif berlaku mulai 1 April 2021 Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Demi mencegah penyebaran virus COVID-19, pertemuan tatap muka pun harus sebisa mungkin diminimalisir. Alhasil, sebagian besar komunikasi jadi beralih ke ranah online, termasuk lewat video call. Google Meet menjadi salah satu platform unggulan banyak orang untuk melangsungkan bentuk komunikasi tersebut. Hal tersebut bukannya tanpa alasan. Sejak April 2020 lalu, Google Meet memang menawarkan penggunaan gratis tanpa batas hingga seratus peserta. Awalnya, layanan Google Meet gratis tersebut direncanakan berakhir pada 30 September 2020. Namun, setelah melakukan berbagai pertimbangan, periode tersebut diperpanjang hingga 31 Maret 2021. Dengan kata lain, mulai 1 April 2021 nanti, pengguna tak lagi bisa melakukan panggilan video berdurasi tanpa batas via Google Meet. Layanan Google Meet gratis tetap bisa diakses, tapi durasi panggilan video dibatasi jadi hanya satu jam atau enam puluh menit. Fitur lain yang juga dihilangkan untuk pengguna gratis Photo Credit: Bench Accounting (Unsplash) Sebagai salah satu produk Google Workspace, ternyata Google Meet bukan satu-satunya yang mengalami pembatasan pada layanan gratisnya. Google juga telah membatasi layanan gratis pada penggunaan Google Workspace for Education, bahkan sejak 30 September 2020 lalu. Sejumlah layanan yang tak lagi bisa diakses pengguna gratis Google Workspace for Education adalah online video conference dengan maksimal 250 peserta, menyimpan rekaman video conference di Google Drive, dan streaming langsung hingga 100.000 peserta di satu domain. Saat tepat untuk berlangganan Google Workspace Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Google Meet gratis tetap bisa Anda nikmati. Hanya saja, durasi layanan video call atau video conference dibatasi menjadi maksimal satu jam saja. Hal ini tentu bisa membuat komunikasi jadi tidak maksimal, terlebih jika selama ini Anda menggunakan Google Meet untuk keperluan bisnis atau profesional. Solusinya, Anda bisa berlangganan Google Workspace. Tak hanya Google Meet, nantinya Anda juga bisa mengakses berbagai layanan Google lain secara premium. Sebut saja Gmail, Google Drive, Google Calendar, hingga Google Chat. Tak ketinggalan Google Docs, Google Slides, dan Google Sheets untuk mempermudah kolaborasi kerja. Cara berlangganan Google Workspace Photo Credit: Pathum Danthanarayana (Unsplash) Agar bisa segera menikmati berbagai layanan premium Google Workspace, Anda dapat langsung berlangganan melalui EIKON Technology, reseller resmi Google Workspace di Indonesia. EIKON Technology telah menyediakan daftar pricing terbaik untuk berlangganan Google Workspace. Setidaknya ada tiga edisi yang dapat Anda pilih untuk upgrade ke Google Workspace, yaitu Business Starter, Business Standard, dan Business Plus. Harga langganannya pun cukup terjangkau, mulai dari 4,2 USD/orang/bulan atau sekitar Rp60 ribuan. Tersedia pula edisi Enterprise, cocok bagi para pelaku bisnis  yang membutuhkan kolaborasi kerja maksimal. Untuk informasi lebih lengkap tentang pricing berlangganan Google Workspace di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Tentu tidak ada yang salah dengan menggunakan Google Meet gratis. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pengalaman komunikasi maksimal tanpa batasan durasi, upgrade ke Google Workspace premium adalah solusinya. Sebagai reseller Google Workspace resmi di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memulai berlangganan. Pelajari lebih lanjut tentang Google Workspace di sini!

Bisnis, Cloud Computing, Google Cloud

Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis

Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis – Google Workspace adalah layanan berisi kumpulan aplikasi untuk menunjang produktivitas, kolaborasi, dan cloud computing yang dikembangkan oleh Google. Beberapa aplikasi tersebut adalah Gmail, Google Drive, Google Docs, Google Sheet, Google Slides, Google Meet, dan Google Calendar. Ketika pertama kali dirilis pada 2006, layanan unggulan Google ini dinamakan Google Apps for Your Domain, kemudian mengalami rebranding menjadi Google Suite atau G Suite pada 2016. Namun, pada 2020, rebranding kembali dilakukan dan G Suite berubah menjadi Google Workspace. Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis Umumnya, Google Workspace digunakan untuk keperluan bisnis karena adanya fitur untuk membuat alamat email khusus dengan domain buatan Anda sendiri. Untuk bisa menggunakan Google Workspace, Anda diharuskan berlangganan terlebih dulu. Ada tiga edisi atau level langganan yang dapat Anda pilih di Google Workspace, yaitu Business Starter, Business Standard, dan Business Plus. Detail perbedaannya dapat Anda lihat di bawah ini. Business Starter Level paling basic untuk langganan Google Workspace dinamakan Business Starter. Biaya langganan per bulannya pun paling rendah jika dibandingkan dengan dua level lain, yaitu hanya 6 Dolar atau sekitar Rp86.000 untuk setiap pengguna per bulannya. Biaya tersebut telah mencakup fitur email bisnis khusus dengan domain sendiri, tentunya dengan keamanan yang terjamin karena telah dilengkapi teknologi enkripsi. Anda juga mendapatkan akses untuk menggunakan berbagai aplikasi atau software kolaborasi seperti Google Docs, Google Slides, dan Google Sheet. Penyimpanan cloud-nya pun cukup besar, yakni mencapai 30 GB per pengguna. Selain itu, pengguna Google Workspace untuk edisi Business Starter juga bisa mengadakan rapat video atau video conference hingga seratus peserta. Business Standard Fasilitas dasar yang ditawarkan Google Workspace edisi Business Standard tidak jauh berbeda dari Business Starter. Pada edisi ini, pengguna juga bisa membuat alamat email dengan domain khusus serta menggunakan berbagai aplikasi atau software kolaborasi. Namun, ada sedikit perbedaan pada fitur penyimpanan cloud dan rapat video. Pengguna Google Workspace edisi Business Standard akan mendapatkan penyimpanan cloud dengan kapasitas sebesar 2 TB. Lalu, untuk fitur rapat video, pesertanya bisa mencapai 150 orang dan pengguna juga dapat merekam rapat selama video conference berlangsung. Untuk bisa menggunakan seluruh fasilitas yang ditawarkan edisi Business Standard ini, Anda harus membayar biaya langganan sebesar 12 Dolar atau sekitar Rp173.000 per bulan. Business Plus Sebagai edisi tertinggi dari Google Workspace, Business Plus menawarkan fitur yang paling advanced. Selain email dengan domain khusus dan aplikasi untuk berkolaborasi, pengguna Business Plus juga bisa menggunakan fitur eDiscovery yang tidak terdapat pada edisi Business Starter dan Business Standard. eDiscovery adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk menelusuri data Google Workspace organisasi berdasarkan filter tertentu, menyimpan data tanpa batas waktu, membekukan akun, hingga mengekspor data untuk diproses dan dianalisis. Di samping itu, edisi Business Plus juga menyediakan kontrol keamanan dan pengelolaan yang disempurnakan, termasuk pengelolaan endpoint tingkat lanjut. Sedangkan untuk penyimpanan cloud, kapasitasnya mencapai 5 TB per pengguna. Fasilitas rapat video dapat mencapai 250 peserta, dengan tambahan fitur recording dan absensi kehadiran. Setiap pengguna bisa berlangganan Google Workspace edisi Business Plus dengan membayar biaya 18 Dolar atau sekitar Rp260.000 per bulan. Dilengkapi berbagai aplikasi dan tools dengan fitur-fitur canggih, Google Workspace dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja. Kolaborasi dengan tim juga semakin mudah berkat adanya fitur-fitur penunjang. Segera pilih edisi Google Workspace yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, lalu hubungi EIKON Technology untuk langsung mendapatkannya! Tidak hanya menawarkan langganan Google Workspace dengan harga relatif terjangkau, Eikon Technology juga akan membantu Anda memilih layanan yang memang dibutuhkan perusahaan Anda.

Scroll to Top