EIKON Technology

Google Workspace

Bisnis, Collaboration, Google Workspace, Productivity, Technology

Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace

  Dalam menyusun strategi marketing bisnis, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Contohnya seperti foto dan video untuk konten, jadwal marketing campaign, pemasangan iklan, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika Anda dan tim marketing tersebar di banyak kota atau lokasi, menyusun strategi pun jadi terasa lebih menantang. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda. Menawarkan serangkaian program dan aplikasi penunjang produktivitas, Google Workspace akan menjadi tools terbaik bagi Anda  dalam merancang strategi marketing bisnis. Selain itu, mengingat bahwa Google Workspace berbasis Cloud, maka kolaborasi tim pun tidak mustahil dilakukan walau dari banyak tempat berbeda. Cek poin-poin di bawah ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan strategi marketing dengan menggunakan Google Workspace! Buat diri Anda lebih mudah dikenali pada email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu bagian terpenting dalam penyusunan strategi marketing adalah membangun reputasi bisnis yang positif. Tunjukkan bahwa Anda merupakan bisnis yang kredibel dan dapat dipercaya. Saat mengirim email, misalnya, pastikan agar diri Anda lebih mudah dikenali. Untungnya, hal ini bisa mudah dilakukan melalui layanan email Google Workspace, Gmail. Pada kolom “From” dalam Gmail, selalu cantumkan nama alamat email Anda. Lalu, tuliskan pula kesimpulan isi email secara singkat pada kolom “Subject”. Usahakan agar subject tersebut tidak lebih dari sepuluh kata. Kredibilitas bisnis juga akan lebih terjaga apabila Anda memasang foto pada profil Gmail Anda, bisa berupa foto diri yang sesuai atau logo bisnis. Manfaatkan Google Forms untuk riset pasar Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Sebagus apa pun strategi marketing bisnis yang Anda lakukan, hal tersebut akan percuma apabila tidak tepat sasaran. Karenanya, penting untuk melakukan riset pasar sebelum meluncurkan marketing campaign. Anda bisa menyebarkan survei kepada target konsumen menggunakan Google Forms. Tak perlu capek-capek keliling, Anda hanya perlu membagikan tautan Google Forms kepada target konsumen bisnis Anda. Lalu, setelah mendapatkan respons atau feedback dari hasil survei tersebut, Anda bisa menyortir dan menganalisis data menggunakan Google Sheets. Mengelola marketing campaign dengan Google Calendar Photo Credit: Omar Al-Ghosson (Unsplash) Agar strategi marketing sukses meninggalkan kesan positif yang bersifat jangka panjang, maka sebaiknya ada campaign yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan pun penting dilakukan agar strategi marketing bisnis dapat berjalan tepat waktu dan sasaran. Tahap penjadwalan inilah yang biasanya cukup menguras waktu karena Anda harus memastikan segalanya sesuai. Terlebih, Anda juga harus menyesuaikan timeline dengan jadwal anggota tim agar  tidak ada strategi marketing yang terbengkalai. Tak perlu bingung, pengelolaan strategi marketing bisa Anda lakukan secara lebih praktis menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda bisa mengundang para anggota tim dan assign tugas mereka pada tanggal yang dikehendaki. Bahkan jika ada materi yang perlu dipelajari, Anda dapat langsung melampirkannya di dalam Google Calendar. Tingkatkan online presence melalui Google My Business Photo Credit: henry perks (Unsplash) Era digital telah menuntut segala sesuatunya untuk go online, termasuk bisnis. Karenanya, agar bisnis Anda juga dikenal secara online, tingkatkan presence Anda dengan memanfaatkan Google My Business. Namun, pastikan Anda membangun website terlebih dulu agar target konsumen nantinya bisa mengenal lebih jauh bisnis Anda. Tenang saja, Google Workspace juga menyediakan layanan pembuatan website bernama Sites. Buatlah website yang relevan dengan bisnis dan di-update secara rutin untuk meningkatkan search engine optimization (SEO). Semakin baik SEO-nya, maka website Anda punya peluang lebih tinggi untuk muncul pada peringkat atas hasil pencarian Google. Jika website sudah rampung, daftarkan secara gratis pada Google My Business. Jangan lupa cantumkan nomor telepon aktif dan lokasi bisnis untuk memudahkan target konsumen dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda. Perluas jangkauan audiens dengan Google Ads Photo Credit: Launchpresso (Unsplash) Selain daftar Google My Business, ada cara lain yang juga dapat membantu Anda memperluas jangkauan bisnis, yaitu beriklan melalui Google Ads. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengiklankan website menggunakan strategi keywords. Jadi, jika seseorang mengetikkan keyword tertentu, website Anda bisa muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google. Cara lain adalah membuat video iklan untuk kemudian dipasang di produk-produk Google lain. Saat ini, ada banyak bisnis atau brand yang memasang video iklan produk mereka pada YouTube. Mengingat audiens kerap skip iklan di YouTube, pastikan Anda menunjukkan produk Anda pada detik-detik pertama video.   Menyusun strategi marketing bisnis memang bukan hal yang mudah, tapi hal tersebut bisa dioptimalkan dengan menggunakan Google Workspace. Ragam aplikasinya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi marketing secara tepat sasaran. Agar tak lagi menunda-nunda perancangan strategi marketing bisnis, segera berlangganan Google Workspace sekarang juga. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara di atas dan mendapatkan hasil strategi marketing yang maksimal. Tunggu apa lagi? Segera hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi Google Workspace di Indonesia!  

Collaboration, Gmail, Google Workspace

Fungsi Fitur “External Labels” di Gmail untuk Pekerjaan

  Meningkatnya kasus kejahatan siber mengharuskan kita untuk selalu waspada dalam beraktivitas di ranah online. Para pelaku selalu mempunyai cara untuk menjerat para korbannya, termasuk melalui email. Itulah kenapa Anda perlu meningkatkan keamanan agar terhindar dari jebakan kejahatan siber. Memahami kebutuhan tersebut, Google meluncurkan fitur baru bernama External Labels pada Gmail. Pada dasarnya, fitur Gmail ini membantu Anda untuk menandai email yang menyertakan penerima atau pihak dari luar organisasi Anda. Bagaimana cara External Labels bekerja? Simak ulasannya berikut ini. Tingkatkan waspada terhadap pesan dari pihak luar Photo Credit: Torsten Dettlaff (Pexels) Ada begitu banyak bentuk ancaman yang mengintai Anda di dunia maya. Bukan hanya kejahatan siber, ancaman tersebut juga bisa hadir dalam bentuk kebocoran data atau informasi penting perusahaan. Nah, External Labels hadir untuk membantu Anda menghindari hal-hal seperti itu. Sesuai namanya, fitur Gmail satu ini memang merupakan label yang berfungsi sebagai peringatan kepada pengguna untuk mewaspadai pesan email dari pihak eksternal organisasi. Jadi, kini seluruh email yang berasal dari luar organisasi akan dilabeli sebagai External. Secara bertahap, fitur External Labels sudah mulai diluncurkan kepada para pengguna Gmail sejak 29 April 2021 lalu. Disertai dengan fitur Warning Banner Photo Credit: Yogas Design (Unsplash) Walau dinamakan External Labels, fitur Gmail satu ini juga disertai dengan Warning Banner. Saat Anda hendak membalas pesan email dari orang yang berasal dari luar organisasi Anda, maka Gmail akan langsung memunculkan banner khusus sebagai peringatan. Dengan begini, Anda bisa benar-benar memastikan bahwa pesan yang akan Anda balas memang merupakan email yang tepat. Kemungkinan terjadinya salah kirim email dan risiko bocornya data ke pihak tak bertanggung jawab pun dapat diminimalisir. Gunakan akun administrator untuk mengaktifkan warning Photo Credit: Tatiana Syrikova (Pexels) Mengingat pentingnya fitur External Labels terhadap keamanan email Anda, sebaiknya Anda dan tim perusahaan segera mengaktifkannya. Namun, penting diketahui bahwa fitur Gmail ini hanya bisa diaktifkan oleh admin atau administrator Google Workspace. Berikut langkah-langkahnya: Admin melakukan sign in untuk masuk ke console Google Admin. Pastikan Anda menggunakan akun administrator untuk sign in, bukan akun Google biasa. Pada halaman Home, masuklah ke menu Apps > Google Workspace > Gmail > End User Access. Pilih organisasi Anda, lalu scroll ke menu Warn dan masuklah ke bagian pengaturan penerima eksternal. Klik checkbox untuk mengaktifkan External Labels, lalu klik Save. Dalam waktu kurang lebih 24 jam, para pengguna internal organisasi akan menerima notifikasi bahwa fitur External Labels telah diaktifkan. Baru setelah inilah label dan banner External akan muncul di seluruh Gmail milik pengguna internal perusahaan.   Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna Gmail, fitur External Labels pun diluncurkan. Dengan beginilah Anda bisa meminimalisir risiko salah kirim pesan yang berujung pada kebocoran data atau informasi krusial perusahaan. Namun, mengingat bahwa fitur Gmail ini hanya bisa diaktifkan oleh administrator, maka Anda dan tim harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace. Tenang saja, Google menyediakan berbagai pilihan edisi langganan sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Karenanya, segera lindungi Gmail profesional Anda dengan berlangganan Google Workspace. Tak perlu bingung, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Dapatkan sekarang juga!    

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Smart Chip Google Workspace Mampu Hubungkan Berbagai Fitur Google

  Google Workspace, rangkaian aplikasi produktivitas rancangan Google, mendapatkan banyak inovasi pada ajang konferensi tahunan Google I/O yang diselenggarakan selama tiga hari pada 18-20 Mei 2021. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, salah satu yang mengundang banyak perhatian adalah Smart Chip. Fitur tersebut bisa Anda temukan pada aplikasi Google Docs, yang memang termasuk aplikasi unggulan dalam rangkaian Google Workspace. Dengan adanya Smart Chip, Anda dapat menghubungkan Docs dengan berbagai fitur Google lain. Bagaimana maksudnya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini. Merupakan bagian dari Smart Canvas Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Smart Chip sebetulnya merupakan bagian dari Smart Canvas, inisiatif baru dari Google untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan Google Workspace. Selain Smart Chip, beberapa fitur Google lain yang juga termasuk dalam Smart Canvas adalah checklist, table template, emoji reactions, dan pageless view. Melalui Smart Canvas, integrasi antar aplikasi Google Workspace mengalami peningkatan. Dengan begini, pengguna dapat lebih mudah berpindah dari satu aplikasi Google Workspace ke aplikasi lain. Nah, Smart Chip menjadi salah satu perangkat yang menunjang hal tersebut. Integrasikan Google Docs dengan banyak hal Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Saat ini, Google baru akan menyematkan Smart Chip pada Docs terlebih dulu. Dalam beberapa bulan ke depan, rencananya Google juga akan menambahkan fitur ini pada Sheets. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa nantinya aplikasi Slides juga akan menerima Smart Chip. Fitur Google satu ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Docs dengan berbagai file atau elemen pada aplikasi Google Workspace lainnya. Namun, Google akan melakukannya secara bertahap. Saat ini, Smart Chip baru bisa menghubungkan Docs dengan sesama file Docs lain, kontak, dan event Calendar. Saat Anda menghubungkan Docs dengan file lain, akan muncul kotak di samping Smart Chip yang menampilkan ringkasan dari isi file. Tak hanya itu, Anda juga bisa scroll kotak tersebut untuk melihat lebih banyak isi ringkasan file. Cara menggunakan Smart Chip pada Google Docs Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Lalu, bagaimana caranya Anda bisa menggunakan salah satu fitur Google terbaru ini? Tidak perlu khawatir karena Google telah mengaplikasikan metode yang sangat mudah, yakni dengan menggunakan tanda at (@) pada file Docs. Saat Anda mengetikkan tombol tersebut pada Docs, akan muncul sebuah menu pop up berisi daftar elemen yang ingin Anda cantumkan atau hubungkan dengan file Docs tersebut. Menariknya, jika Anda menggunakan Smart Chip untuk menghubungkan Docs dengan kontak pengguna tertentu, nantinya Anda juga bisa mengedit informasi kontak mereka, mengirim email pada orang tersebut, memulai chat, hingga melakukan panggilan Google Meet. Berkat adanya Smart Chip, integrasi antar aplikasi Google Workspace jadi lebih mudah dilakukan, terutama pada Docs. Agar bisa menikmati Smart Chip dan berbagai fitur Google baru lainnya secara maksimal, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Tak hanya Docs, Sheets, dan Slides, Google Workspace juga mencakup berbagai produk unggulan Google lain seperti Meet, Calendar, Gmail, dan Drive. Untuk berlangganan Google Workspace, Anda hanya perlu menghubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace

Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace

    Ajang konferensi tahunan Google untuk para developer, Google I/O, baru saja selesai digelar pada 18-20 Mei 2021 di Mountain View, California. Banyak inovasi teknologi yang diumumkan Google untuk produk-produknya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Smart Canvas. Smart Canvas adalah perangkat kolaborasi baru yang terdiri dari ragam fitur terkini untuk Google Workspace. Bersifat interaktif dan fleksibel, fitur-fitur baru tersebut akan meningkatkan pengalaman kolaborasi di antara para pengguna Google Workspace, khususnya pengguna aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Apa saja inovasi yang ditawarkan oleh Google melalui Smart Canvas? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Ragam fitur baru pada Docs penunjang kolaborasi; Smart Chips, Checklist, Template Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Dari berbagai aplikasi yang terdapat pada Google Workspace, Docs menjadi salah satu yang menerima paling banyak fitur baru Smart Canvas. Setidaknya ada tiga fitur unggulan yang disematkan pada Docs, yakni Smart Chips, Checklist, dan Table Template. Ketiga fitur ini disebut juga dengan building blocks interaktif. Berikut penjelasan masing-masing fitur:   Smart Chips – Ketika Anda mention pengguna lain dengan menggunakan tombol at (@), Smart Chips akan menampilkan informasi tambahan dari orang tersebut, mulai dari kontak, jabatan pekerjaan, hingga lokasi. Checklist – Memungkinkan Anda untuk assign tugas kepada anggota tim melalui Docs. Nantinya, checklist tersebut akan terintegrasi dengan Google Tasks sehingga semakin memudahkan Anda untuk mengetahui to-do list. Table Template – Tabel pemungutan suara topik (topic-voting) memudahkan Anda dalam mengumpulkan feedback dari tim. Selain itu, hadir pula tabel project-taker untuk membantu Anda mencatat progress dan pencapaian kerja secara cepat.   Tampilan baru pada Sheets untuk mempermudah pengelolaan data Photo Credit: Google Cloud Inovasi Smart Canvas tak hanya bisa Anda temukan pada Docs, tapi juga Sheets. Bahkan sebetulnya fitur Smart Chips pun nantinya secara bertahap juga akan disematkan pada aplikasi Sheets. Namun, inovasi utama yang diberikan kepada Sheets bisa Anda lihat dari tampilannya. Ya, Sheets mendapatkan tampilan baru untuk memudahkan Anda dan pengguna lain dalam mengelola dan menganalisis data. Google memberikan opsi tampilan dalam format timeline sehingga Anda dapat lebih mudah dan cepat dalam melacak pekerjaan. Tak hanya itu, tampilan baru ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur data berdasarkan pemilik, campaign, atau kategori lain. Panggilan Google Meet langsung dari dalam Docs, Slides, dan Sheets Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Seperti yang disebutkan, Smart Canvas dirancang untuk memperkuat integrasi dan kolaborasi antar pengguna Google Workspace. Selain berbagai inovasi yang dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, tujuan tersebut juga diwujudkan melalui fitur panggilan Google Meet pada Docs, Slides, dan Sheets. Artinya, kini Anda bisa langsung melakukan panggilan video dari dalam aplikasi Docs, Slides, maupun Sheets. Dengan begini, Anda dapat menunjukkan progress pekerjaan secara real-time kepada anggota tim. Sambil bekerja bersama, Anda dan tim pun bisa melihat dan mendengarkan satu sama lain. Fitur Smart Canvas satu ini tentunya akan sangat mendukung kolaborasi walaupun Anda dan tim sedang tidak berada di lokasi yang sama. Kolaborasi kerja tetap jalan, produktivitas pun meningkat.   Masih ada sederet inovasi lain yang diberikan Google pada Google Workspace melalui Smart Canvas. Beberapa di antaranya seperti penggunaan emoji reactions pada Docs, fitur creating dan editing Sheets serta Docs dalam Google Chat, hingga format pageless pada Docs. Rencananya, Google akan merilis fitur-fitur tersebut secara bertahap sepanjang 2021 ini. Karenanya, agar tidak ketinggalan, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Segera hubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology! Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda.    

Info

Google Umumkan Fitur Baru dalam Event Google I/O

Setelah sempat absen tahun lalu akibat pandemi COVID-19, event Google I/O kembali digelar tahun ini pada 18-20 Mei 2021. Di ajang tahunan bergengsi ini, ada begitu banyak informasi menarik seputar inovasi produk Google yang diperkenalkan. Selain itu Google juga mengumumkan fitur baru dalam event Google I/O. Apa saja inovasi-inovasi tersebut? Berikut beberapa di antaranya yang paling mencuri perhatian! Peningkatan visual pada OS Android 12 Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Android 12 menjadi salah satu sorotan dalam event Google yang ditujukan untuk para developer tersebut. Sistem operasi teranyar Android ini mendapat peningkatan desain visual melalui fitur baru bernama Material You. Fitur ini hadir dengan banyak penyesuaian warna, memungkinkan OS mobile untuk mengubah sistem warna agar lebih cocok dengan wallpaper Anda. Tak hanya dari segi visual, Android 12 juga menawarkan sejumlah peningkatan fitur privasi, termasuk dashboard privasi baru. Saat ini, sistem operasi Android 12 baru tersedia dalam versi Publik Beta untuk perangkat Google Pixel. Namun, ke depannya Google akan secara resmi merilis Android 12 versi final untuk pengguna perangkat Android lainnya.   Fitur Smart Canvas pada Google Workspace Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Pada event Google I/O 2021, diperkenalkan pula sejumlah fitur baru pada Google Workspace. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Smart Canvas, sebuah program yang akan memudahkan Anda dalam pemakaian antar aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets. Smart Canvas menghadirkan fitur “smart chips” yang memungkinkan Anda untuk mencantumkan tautan menuju aplikasi Workspace lain. Tak hanya itu, bahkan nantinya Anda juga bisa melakukan panggilan video Google Meet secara langsung dari dalam aplikasi Docs, Slides, atau Slides. Penggabungan antara Wear OS dan Tizen Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Perangkat smartwatch juga mengalami peningkatan dengan adanya penggabungan Wear OS dan Tizen. Bagi yang belum tahu, Wear OS merupakan sistem operasi smartwatch dari Google, sedangkan Tizen buatan Samsung. Selama ini, Google memang berkolaborasi dengan sejumlah produsen luar untuk memproduksi smartwatch, salah satunya Samsung. Dengan adanya penggabungan antara Wear OS dan Tizen, performa smartwatch Google akan memiliki kualitas performa yang lebih baik dan cepat, tentunya dengan daya tahan baterai yang lebih lama pula. Penambahan sejumlah fitur baru pada Google Photos Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Melalui event Google I/O 2021, Google juga menyampaikan sejumlah fitur baru yang disematkan pada Google Photos. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk membuat gambar bergerak dari dua file foto. Nantinya, hasil akhirnya akan menyerupai sebuah animasi yang membuat tampilan foto Anda jadi semakin menarik untuk dilihat. Sementara itu, fitur lainnya berhubungan dengan faktor privasi. Melalui fitur baru satu ini, Anda bisa menyimpan foto-foto dalam sebuah space dengan dilengkapi password. Karena disimpan dengan password, maka foto-foto tersebut tidak akan muncul saat Anda scrolling di dalam aplikasi Google Photos.  Fitur penyimpanan terproteksi tersebut akan hadir lebih dulu pada perangkat Google Pixel. Tenang saja, nantinya secara bertahap Google juga akan melakukan update tersebut pada lebih banyak perangkat Android dalam tahun ini. Pengenalan Google Project Starline Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Selama ini, kebanyakan dari kita mengandalkan panggilan video untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang yang berada jauh dari kita. Memahami kebutuhan tersebut, Google memperkenalkan proyek baru bernama Starline pada event Google I/O lalu. Project Starline mampu menampilkan model 3D dari lawan bicara dalam video. Demi mewujudkan project ini, Google menggunakan teknologi 3D imaging berupa kamera beresolusi tinggi dan sensor kedalaman (depth sensor). Berkat kehadiran Starline, panggilan video pun akan terasa seperti pertemuan tatap muka langsung dengan lawan bicara.    

Collaboration, Google sheets, Google Workspace, Productivity, Teamwork

Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets

  Laporan perusahaan diperlukan para pemegang kepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya laporan perusahaan dibuat serapi dan serinci mungkin. Namun, dengan jumlah data yang begitu banyak, bagaimana cara membuat laporan perusahaan tersebut? Beruntung saat ini telah hadir Google Spreadsheets atau Google Sheets, program spreadsheet berbasis web dari Google untuk membantu pengguna mengelola data dalam bentuk tabel. Agar bisa membuat laporan perusahaan menggunakan Google Sheets, pastikan Anda sudah memiliki akun Google dengan alamat Gmail terlebih dulu. Tentukan dulu jenis laporan yang akan Anda buat Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Dalam dunia bisnis, ada begitu banyak jenis laporan perusahaan yang biasa dibuat. Beberapa di antaranya seperti laporan keuangan, laporan penjualan, laporan kehadiran karyawan, dan laporan perjalanan dinas. Karenanya, sebelum mulai membuat laporan perusahaan pada Google Sheets, tentukan dulu jenis laporan seperti apa yang akan Anda susun. Pasalnya, beda jenis laporan, maka akan beda pula komponen-komponen yang harus Anda cantumkan dalam cara membuat laporan perusahaan. Contoh sederhananya, data pada laporan penjualan tentu akan berbeda dari laporan kehadiran karyawan. Menentukan jenis laporan akan memudahkan Anda dalam proses penyusunan data di Google Sheets. Buka Google Sheets Jika sudah menentukan jenis laporan perusahaan yang akan disusun, kini saatnya Anda membuka Google Sheets. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mengakses Google Sheets. Salah satunya adalah melalui Google Drive di alamat drive.google.com. Pada bagian kiri atas, klik opsi New, lalu klik Google Sheets. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa langsung membuka alamat docs.google.com/spreadsheets pada halaman browser Anda. Sedangkan bagi yang mengakses Google Sheets dari perangkat tablet atau smartphone, Anda bisa mengunduh aplikasinya melalui AppStore atau Google PlayStore. Pilih template atau buat tabel sendiri Saat Anda mengakses halaman awal Google Sheets, akan muncul tampilan berisi variasi template tabel. Ingatlah kembali jenis laporan perusahaan yang hendak Anda buat, lalu cek apakah ada template yang dapat Anda gunakan. Misalnya, jika hendak membuat laporan keuangan, maka Anda bisa menggunakan template Annual Business Budget yang disediakan Google Sheets. Beberapa jenis template lain yang juga disediakan Google Sheets untuk keperluan bisnis adalah Invoice, Purchase Order, dan Expense Report. Apabila tidak ada template yang cocok untuk kebutuhan Anda, maka Anda bisa memilih opsi Blank. Melalui opsi ini, Anda bisa menciptakan tabel sendiri sebagai cara membuat laporan perusahaan dengan Google Sheets.   Gunakan rumus untuk mengelola data Photo Credit: Mika Baumeister (Unsplash) Umumnya, laporan perusahaan terdiri dari banyak angka sehingga untuk mengelolanya, Anda pun harus melakukan penghitungan. Jika cara membuat laporan perusahaan satu ini dilakukan secara manual, tentunya akan menghabiskan banyak waktu. Karenanya, Anda bisa menggunakan rumus untuk mengelola data pada Google Sheets. Berikut beberapa rumus yang dapat Anda pakai:   Operator matematika dasar, seperti penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/).   Fungsi tanggal (contoh: =TODAY) untuk memunculkan tanggal atau =MONTH untuk menampilkan bulan dari tanggal tertentu. Transformasi teks, seperti =LOWER, =UPPER, dan =TRIM.   Dengan menggunakan Google Sheets atau Spreadsheets, cara membuat laporan perusahaan jadi lebih mudah diterapkan. Terlebih jika Anda menggunakan Google Sheets dengan berlangganan Google Workspace edisi Enterprise, maka Anda bisa menghubungkan Sheets dengan platform analitik data BigQuery. Membuat laporan perusahaan pun jadi lebih mudah dan praktis! Apabila tertarik mencoba Google Sheets versi premium, pastikan Anda hanya menghubungi reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology atau mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!      

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, Google Workspace, Produktivitas, Security, Technology

Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis

    Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih jika Anda merupakan pemilik bisnis berskala kecil. Biasanya tanggung jawab Anda jadi berlipat ganda, mulai dari menjadwalkan meeting, mengirimkan email kepada pelanggan, hingga menyusun laporan keuangan.  Namun, walaupun terdengar menantang, hal tersebut tak mustahil dilakukan selama Anda menggunakan tools atau perangkat yang tepat. Google Workspace hadir sebagai solusi untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Aksesibilitas tinggi, kapan pun dan dari mana pun Photo Credit: cottonbro (Pexels) Merupakan platform berbasis cloud, Google Workspace dapat Anda akses selama 24 jam penuh dari mana saja. Kabar baiknya lagi, berbagai aplikasi Google Workspace sudah kompatibel dengan seluruh browser. Anda bisa menggunakan perangkat apa pun untuk mengakses konten dan fitur yang ditawarkan Google Workspace, baik itu dari smartphone Android, PC atau Mac, hingga iPhone. Aksesibilitas tinggi tentunya akan sangat memudahkan pekerjaan, terutama jika anggota tim Anda tersebar di berbagai kota. Terlebih, Google Workspace juga sangat mendukung kolaborasi kerja. Aplikasi seperti Google Docs, Sheets, dan Slides memungkinkan Anda untuk melakukan editing dalam waktu bersamaan pada satu file. Selain itu, melalui fitur Offline, Anda dan tim bisa tetap mengakses data atau bekerja menggunakan Google Workspace tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan begini, produktivitas kerja pun bisa terus terjaga. Tingkatkan kredibilitas dengan kustomisasi alamat email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu aplikasi unggulan dari Google Workspace adalah Gmail. Layanan email ini bisa Anda gunakan secara gratis untuk keperluan bisnis, tapi tentunya dengan berbagai batasan. Anda tidak bisa mengubah domain Gmail menjadi nama bisnis Anda. Namun, dengan upgrade ke Google Workspace versi premium, Anda dapat melakukan hal tersebut. Misalnya, dari yang semula menggunakan alamat ade@gmail.com, Anda bisa mengubahnya jadi ade@bisniscuan.com. Mungkin memang terkesan sederhana, tapi dengan mengubah domain email, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel di mata pelanggan. Tak hanya itu, branding bisnis pun juga jadi lebih kuat. Saat pelanggan menerima email dari alamat yang mencantumkan nama bisnis Anda, lambat laun bisnis Anda akan terpatri dalam benak mereka. Data bisnis lebih aman di dalam Vault Photo Credit: Lukas Blazek (Unsplash) Selama ini, Anda mungkin telah mengenal Google Drive sebagai platform penyimpanan data berbasis cloud yang dikembangkan Google. Di samping itu, ada pula Vault yang bisa dikatakan sebagai versi lebih canggih dari Drive. Vault merupakan layanan pengarsipan buatan Google. Fungsinya pun serupa, yakni menyimpan dan melindungi data, termasuk data bisnis. Hanya saja, Vault dilengkapi dengan sistem teknologi keamanan yang lebih advanced. Pada Vault, Anda bisa menentukan berapa lama data akan disimpan dan siapa saja yang berhak mengaksesnya. Mengingat banyaknya data penting bisnis yang harus dilindungi, Vault dapat menjadi perangkat terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, untuk bisa menggunakan Vault, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Business Plus atau Enterprise. Mengetahui efektivitas kerja melalui Work Insights Photo Credit: Carlos Muza (Unsplash) Produktivitas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan suatu bisnis. Memahami betul hal tersebut, Google Workspace pun hadir dengan fitur Work Insights. Melalui fitur ini, Anda bisa mendapatkan insight atau data terkait penggunaan Google Workspace oleh para anggota tim. Tak hanya menyediakan informasi tentang intensitas pemakaian Google Workspace, Work Insights bahkan menyajikannya secara detail berdasarkan level produktivitas, kolaborasi, dan adopsi. Dengan begini, akan mudah bagi Anda untuk mengetahui preferensi tim. Misalnya, data dari Work Insights menunjukkan bahwa hanya ada 58% anggota tim yang menggunakan Sheets. Sementara itu, pemakaian Gmail justru mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa tim bisnis Anda nyaman menggunakan Gmail untuk keperluan kerja sehari-hari.   Melalui berbagai aplikasi dan fitur-fitur pendukungnya, Google Workspace hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mempermudah pekerjaan. Agar bisa menggunakannya secara optimal tanpa batasan, Anda bisa upgrade langganan Google Workspace ke versi premium. Google Workspace menawarkan beberapa edisi premium yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing edisi tersebut, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!    

Gmail, Google Workspace, Produktivitas

5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File

  Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012, Google Drive dikenal sebagai layanan penyimpanan file berbasis cloud yang dikembangkan oleh Google. Fungsi Google Drive sangatlah banyak. Hanya dengan memiliki akun Gmail, Anda bisa menggunakan Google Drive secara gratis dengan kapasitas penyimpanan sebesar 15 GB.  Namun, lebih dari sekadar platform untuk menyimpan file, fungsi Google Drive sebetulnya mencakup banyak area lain. Mulai dari berkolaborasi mengedit dokumen hingga backup percakapan WhatsApp, berikut ini berbagai aktivitas yang juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan Google Drive. Mengedit dokumen secara kolaborasi Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Melalui Google Drive, Anda bisa membuat dokumen baru dalam bentuk Doc, Sheet, maupun Slides. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, maka proses editing berbagai dokumen tersebut bisa dilakukan oleh banyak orang dari tempat berbeda sekali pun. Anda hanya perlu share dokumen yang dimaksud ke orang-orang tertentu dan mengaktifkan akses editing. Bahkan di dalam dokumen pun Anda bisa saling berkomunikasi melalui fitur Chat. Tidak ketinggalan fitur Comment yang memungkinkan Anda dan orang lain untuk memberi masukan pada bagian tulisan tertentu. Kabar baiknya lagi, Google Drive memiliki fitur Autosave sehingga setiap dokumen Anda akan tersimpan secara otomatis selagi Anda mengerjakannya. Anda pun tak perlu khawatir progress tulisan hilang hanya karena lupa menekan tombol Save. Menerjemahkan hasil tulisan Photo Credit: Pixabay (Pexels) Berkat integrasi dengan produk-produk Google lainnya, fungsi Google Drive pun bisa Anda rasakan secara maksimal. Salah satunya adalah integrasi antara Google Drive dan Google Translate. Melalui kerja sama ini, Anda bisa dengan mudah menerjemahkan tulisan dalam suatu file ke bahasa yang Anda kehendaki. Caranya pun sangat mudah. Mulanya, Anda hanya perlu membuka dokumen yang diinginkan. Jika sudah, klik opsi Tools dan pilih Translate Document. Anda bisa langsung memilih bahasa sesuai kebutuhan penerjemahan dokumen. Konversi file PDF menjadi teks Photo Credit: JESHOOTS.COM (Unsplash) Pernahkah Anda mendapatkan file penting dalam format PDF, yang membuat Anda jadi tidak bisa mengeditnya secara leluasa? Mulai sekarang, Anda tak perlu bingung lagi karena fungsi Google Drive juga mencakup konversi file PDF menjadi bentuk Docs yang bisa diedit. Caranya, cukup unggah file PDF ke Google Drive. Bagi yang mengunduh file PDF dari Gmail, Anda bisa langsung menyimpannya di Google Drive. Setelah itu, klik kanan pada file tersebut dan pilih opsi Open with Google Docs. Kini Anda sudah bisa mengakses file dalam bentuk Docs sehingga pengeditan pun jauh lebih mudah. Membuat catatan menggunakan Google Keep Photo Credit: Kelly Sikkema (Unsplash) Bagi yang sehari-hari memiliki jadwal padat, kemungkinan besar Anda harus mencatat daftar pekerjaan dan deadline agar tidak ada yang terlewat. Biasanya, kebanyakan orang akan mengunduh aplikasi khusus pada smartphone atau komputer mereka. Namun, jika menggunakan Google Drive, Anda tak lagi perlu mengunduh apa pun karena Google Drive telah terintegrasi dengan Google Keep. Bagi yang belum tahu, Google Keep adalah aplikasi pencatat berbasis web. Anda bisa menulis dan menyimpan catatan apa pun pada Google Keep ini, baik itu jadwal deadline, materi untuk meeting, bahkan hingga daftar belanjaan. Tak perlu lagi mencatat secara manual dengan kertas atau menggunakan aplikasi tambahan. Backup percakapan WhatsApp Photo Credit: Anton (Pexels) Para pengguna perangkat Android bisa memanfaatkan fungsi Google Drive sebagai media backup percakapan WhatsApp. Buka aplikasi WhatsApp pada smartphone Anda, lalu buka Menu > Settings > Chats > Chat Backup. Setelah itu, klik Backup to Google Drive dan pilih frekuensi backup yang diinginkan. Dengan begini, berbagai percakapan, foto, dan video penting yang ada di WhatsApp pun aman tersimpan. Jika suatu hari nanti Anda berganti perangkat Android baru, riwayat chat dan media tidak akan hilang karena telah tersimpan di Google Drive.   Berbagai fungsi Google Drive di atas bisa Anda dapatkan secara gratis, dengan kapasitas penyimpanan hanya sebesar 5 GB. Namun, dengan berlangganan Google Workspace, Anda bisa upgrade kapasitas tersebut hingga 5 TB. Bahkan bukan hanya layanan premium Google Drive yang bisa Anda dapatkan, tapi juga Google Meet, Gmail, dan masih banyak lagi. Temukan paket berlangganan Google Workspace yang paling pas dengan Anda dengan klik di sini. Setelah itu, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Google Workspace dan merasakan fungsi Google Drive secara optimal!      

Calender, Collaboration, G Suite, Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise, Produktivitas, Rapat online

Manfaat Google Calendar untuk Bisnis

  Lebih dari sekadar aplikasi kalender, Google Calendar dapat menjadi sebuah platform manajemen waktu yang efektif. Penggunaannya tidak terbatas hanya untuk personal, tapi juga keperluan bisnis. Berbagai fitur Google Calendar bahkan dirancang untuk mempermudah aktivitas bisnis Anda. Salah satu manfaat Google Calendar yaitu untuk kolaborasi jadwal bisnis Terlebih jika menggunakan Google Calendar versi premium dengan berlangganan Google Workspace, akan ada semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan bisnis Anda. Memangnya, apa saja manfaat Google Calendar untuk bisnis? Cari tahu daftarnya di bawah ini! Penjadwalan meeting secara lebih canggih Photo Credit: workspace.google.com Umumnya, aplikasi kalender memang digunakan untuk membantu para penggunanya dalam melakukan scheduling atau penjadwalan aktivitas harian. Bisa juga berfungsi sebagai reminder untuk deadline pekerjaan. Fungsi dasar tersebut juga dapat Anda temukan pada Google Calendar. Hanya saja, Google Calendar menawarkan kelebihan yang membuat aktivitas penjadwalan jadi lebih efisien. Saat menjadwalkan meeting, misalnya, Google Calendar akan terlebih dulu mengecek apakah para anggota tim Anda dapat menghadiri meeting pada waktu yang ditetapkan. Jika seandainya tidak, Anda bisa menggunakan fitur Find a Time atau Suggested Time untuk mencari tanggal dan waktu yang sudah pasti dapat dihadiri seluruh peserta meeting. Berkat manfaat Google Calendar satu ini, Anda jadi tak perlu menghubungi tiap peserta meeting secara manual untuk menanyakan jadwal mereka dan mencocokkannya dengan satu sama lain. Dengan kata lain, Google Calendar membantu menghemat waktu dan tenaga Anda. Melampirkan dokumen untuk materi meeting Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Sebelum meeting, idealnya Anda dan peserta lain harus mempelajari materi yang akan dibahas nanti. Materi tersebut juga biasanya akan dibawa saat meeting berlangsung. Namun, tak jarang ada peserta meeting yang kesulitan menemukan materi tersebut karena tertimbun di inbox email atau terselip di suatu folder.  Sebagai solusinya, Google Calendar menyediakan fitur Attachment yang memungkinkan Anda untuk melampirkan dokumen pada kalender. Jadi, Anda dan seluruh peserta meeting bisa langsung mengunduh dokumen materi dari kalender masing-masing. Review materi sebelum meeting pun dapat dilakukan secara mudah tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk mencari dokumen yang dimaksud. Mengetahui jadwal rekan kerja lain melalui fitur Share Photo Credit: Nadeena Granville (Unsplash) Manfaat Google Calendar juga dapat Anda rasakan melalui fitur Share. Selama sama-sama menggunakan aplikasi Google Calendar, Anda dan anggota tim lain bisa saling berbagi kalender kerja masing-masing. Dengan begini, sebelum mengajak mereka meeting atau menghadiri event bisnis pada tanggal tertentu, Anda bisa mengecek kalender mereka terlebih dulu untuk memastikan bahwa jadwal mereka kosong. Tenang saja, walaupun fitur Share memungkinkan Anda dan anggota tim untuk saling melihat jadwal kerja masing-masing, pemegang kontrol akses tetap berada pada Anda. Artinya, sebagai pemilik akun Google Calendar, Anda punya kontrol untuk menentukan siapa saja yang dapat melihat kalender Anda dan konten apa yang bisa mereka lihat. Sebaliknya, saat Anda hendak melihat konten Google Calendar milik rekan kerja, Anda harus mengajukan request akses terlebih dulu melalui aplikasi. Begitu mendapat approve, jadwal mereka akan muncul pada bagian Other Calendars. Jika mereka menghapus akses Anda, maka Anda pun tidak lagi bisa melihat konten Google Calendar mereka. Dapat ditampilkan pada website Photo Credit: Domenico Loia (Unsplash) Mungkin belum banyak yang tahu soal manfaat Google Calendar satu ini. Padahal, bagi Anda para pemilik website untuk keperluan bisnis, hal ini dapat membantu memudahkan pengunjung website untuk menjangkau atau menghubungi Anda. Dengan menampilkan Google Calendar pada website, Anda bisa menginformasikan event spesial kepada pelanggan. Lalu, bagi Anda yang menawarkan layanan berbentuk jasa, fitur ini tak kalah bermanfaat. Berdasarkan jadwal di Google Calendar yang Anda tampilkan di website, pengunjung pun tahu kapan mereka bisa menghubungi Anda untuk berkonsultasi atau melakukan keperluan lain.   Setelah mengetahui betapa efektifnya manfaat Google Calendar untuk bisnis, sudah saatnya Anda dan tim mulai menggunakan aplikasi tersebut. Rasakan manfaat optimalnya dengan beralih ke Google Calendar premium dan berlangganan Google Workspace. Google Workspace memungkinkan Google Calendar Anda untuk terintegrasi dengan berbagai produk premium Google lainnya seperti Gmail dan Meet. Cara berlangganannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology siap menjawab setiap pertanyaan terkait Google Calendar dan Google Workspace dari Anda. Hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace sekarang juga!

Scroll to Top