EIKON Technology

Google Workspace

Collaboration, Google sheets, Google Workspace, Productivity, Teamwork

Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets

  Laporan perusahaan diperlukan para pemegang kepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya laporan perusahaan dibuat serapi dan serinci mungkin. Namun, dengan jumlah data yang begitu banyak, bagaimana cara membuat laporan perusahaan tersebut? Beruntung saat ini telah hadir Google Spreadsheets atau Google Sheets, program spreadsheet berbasis web dari Google untuk membantu pengguna mengelola data dalam bentuk tabel. Agar bisa membuat laporan perusahaan menggunakan Google Sheets, pastikan Anda sudah memiliki akun Google dengan alamat Gmail terlebih dulu. Tentukan dulu jenis laporan yang akan Anda buat Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Dalam dunia bisnis, ada begitu banyak jenis laporan perusahaan yang biasa dibuat. Beberapa di antaranya seperti laporan keuangan, laporan penjualan, laporan kehadiran karyawan, dan laporan perjalanan dinas. Karenanya, sebelum mulai membuat laporan perusahaan pada Google Sheets, tentukan dulu jenis laporan seperti apa yang akan Anda susun. Pasalnya, beda jenis laporan, maka akan beda pula komponen-komponen yang harus Anda cantumkan dalam cara membuat laporan perusahaan. Contoh sederhananya, data pada laporan penjualan tentu akan berbeda dari laporan kehadiran karyawan. Menentukan jenis laporan akan memudahkan Anda dalam proses penyusunan data di Google Sheets. Buka Google Sheets Jika sudah menentukan jenis laporan perusahaan yang akan disusun, kini saatnya Anda membuka Google Sheets. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mengakses Google Sheets. Salah satunya adalah melalui Google Drive di alamat drive.google.com. Pada bagian kiri atas, klik opsi New, lalu klik Google Sheets. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa langsung membuka alamat docs.google.com/spreadsheets pada halaman browser Anda. Sedangkan bagi yang mengakses Google Sheets dari perangkat tablet atau smartphone, Anda bisa mengunduh aplikasinya melalui AppStore atau Google PlayStore. Pilih template atau buat tabel sendiri Saat Anda mengakses halaman awal Google Sheets, akan muncul tampilan berisi variasi template tabel. Ingatlah kembali jenis laporan perusahaan yang hendak Anda buat, lalu cek apakah ada template yang dapat Anda gunakan. Misalnya, jika hendak membuat laporan keuangan, maka Anda bisa menggunakan template Annual Business Budget yang disediakan Google Sheets. Beberapa jenis template lain yang juga disediakan Google Sheets untuk keperluan bisnis adalah Invoice, Purchase Order, dan Expense Report. Apabila tidak ada template yang cocok untuk kebutuhan Anda, maka Anda bisa memilih opsi Blank. Melalui opsi ini, Anda bisa menciptakan tabel sendiri sebagai cara membuat laporan perusahaan dengan Google Sheets.   Gunakan rumus untuk mengelola data Photo Credit: Mika Baumeister (Unsplash) Umumnya, laporan perusahaan terdiri dari banyak angka sehingga untuk mengelolanya, Anda pun harus melakukan penghitungan. Jika cara membuat laporan perusahaan satu ini dilakukan secara manual, tentunya akan menghabiskan banyak waktu. Karenanya, Anda bisa menggunakan rumus untuk mengelola data pada Google Sheets. Berikut beberapa rumus yang dapat Anda pakai:   Operator matematika dasar, seperti penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/).   Fungsi tanggal (contoh: =TODAY) untuk memunculkan tanggal atau =MONTH untuk menampilkan bulan dari tanggal tertentu. Transformasi teks, seperti =LOWER, =UPPER, dan =TRIM.   Dengan menggunakan Google Sheets atau Spreadsheets, cara membuat laporan perusahaan jadi lebih mudah diterapkan. Terlebih jika Anda menggunakan Google Sheets dengan berlangganan Google Workspace edisi Enterprise, maka Anda bisa menghubungkan Sheets dengan platform analitik data BigQuery. Membuat laporan perusahaan pun jadi lebih mudah dan praktis! Apabila tertarik mencoba Google Sheets versi premium, pastikan Anda hanya menghubungi reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology atau mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!      

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, Google Workspace, Produktivitas, Security, Technology

Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis

    Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih jika Anda merupakan pemilik bisnis berskala kecil. Biasanya tanggung jawab Anda jadi berlipat ganda, mulai dari menjadwalkan meeting, mengirimkan email kepada pelanggan, hingga menyusun laporan keuangan.  Namun, walaupun terdengar menantang, hal tersebut tak mustahil dilakukan selama Anda menggunakan tools atau perangkat yang tepat. Google Workspace hadir sebagai solusi untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Aksesibilitas tinggi, kapan pun dan dari mana pun Photo Credit: cottonbro (Pexels) Merupakan platform berbasis cloud, Google Workspace dapat Anda akses selama 24 jam penuh dari mana saja. Kabar baiknya lagi, berbagai aplikasi Google Workspace sudah kompatibel dengan seluruh browser. Anda bisa menggunakan perangkat apa pun untuk mengakses konten dan fitur yang ditawarkan Google Workspace, baik itu dari smartphone Android, PC atau Mac, hingga iPhone. Aksesibilitas tinggi tentunya akan sangat memudahkan pekerjaan, terutama jika anggota tim Anda tersebar di berbagai kota. Terlebih, Google Workspace juga sangat mendukung kolaborasi kerja. Aplikasi seperti Google Docs, Sheets, dan Slides memungkinkan Anda untuk melakukan editing dalam waktu bersamaan pada satu file. Selain itu, melalui fitur Offline, Anda dan tim bisa tetap mengakses data atau bekerja menggunakan Google Workspace tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan begini, produktivitas kerja pun bisa terus terjaga. Tingkatkan kredibilitas dengan kustomisasi alamat email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu aplikasi unggulan dari Google Workspace adalah Gmail. Layanan email ini bisa Anda gunakan secara gratis untuk keperluan bisnis, tapi tentunya dengan berbagai batasan. Anda tidak bisa mengubah domain Gmail menjadi nama bisnis Anda. Namun, dengan upgrade ke Google Workspace versi premium, Anda dapat melakukan hal tersebut. Misalnya, dari yang semula menggunakan alamat ade@gmail.com, Anda bisa mengubahnya jadi ade@bisniscuan.com. Mungkin memang terkesan sederhana, tapi dengan mengubah domain email, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel di mata pelanggan. Tak hanya itu, branding bisnis pun juga jadi lebih kuat. Saat pelanggan menerima email dari alamat yang mencantumkan nama bisnis Anda, lambat laun bisnis Anda akan terpatri dalam benak mereka. Data bisnis lebih aman di dalam Vault Photo Credit: Lukas Blazek (Unsplash) Selama ini, Anda mungkin telah mengenal Google Drive sebagai platform penyimpanan data berbasis cloud yang dikembangkan Google. Di samping itu, ada pula Vault yang bisa dikatakan sebagai versi lebih canggih dari Drive. Vault merupakan layanan pengarsipan buatan Google. Fungsinya pun serupa, yakni menyimpan dan melindungi data, termasuk data bisnis. Hanya saja, Vault dilengkapi dengan sistem teknologi keamanan yang lebih advanced. Pada Vault, Anda bisa menentukan berapa lama data akan disimpan dan siapa saja yang berhak mengaksesnya. Mengingat banyaknya data penting bisnis yang harus dilindungi, Vault dapat menjadi perangkat terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, untuk bisa menggunakan Vault, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Business Plus atau Enterprise. Mengetahui efektivitas kerja melalui Work Insights Photo Credit: Carlos Muza (Unsplash) Produktivitas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan suatu bisnis. Memahami betul hal tersebut, Google Workspace pun hadir dengan fitur Work Insights. Melalui fitur ini, Anda bisa mendapatkan insight atau data terkait penggunaan Google Workspace oleh para anggota tim. Tak hanya menyediakan informasi tentang intensitas pemakaian Google Workspace, Work Insights bahkan menyajikannya secara detail berdasarkan level produktivitas, kolaborasi, dan adopsi. Dengan begini, akan mudah bagi Anda untuk mengetahui preferensi tim. Misalnya, data dari Work Insights menunjukkan bahwa hanya ada 58% anggota tim yang menggunakan Sheets. Sementara itu, pemakaian Gmail justru mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa tim bisnis Anda nyaman menggunakan Gmail untuk keperluan kerja sehari-hari.   Melalui berbagai aplikasi dan fitur-fitur pendukungnya, Google Workspace hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mempermudah pekerjaan. Agar bisa menggunakannya secara optimal tanpa batasan, Anda bisa upgrade langganan Google Workspace ke versi premium. Google Workspace menawarkan beberapa edisi premium yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing edisi tersebut, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!    

Gmail, Google Workspace, Produktivitas

5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File

  Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012, Google Drive dikenal sebagai layanan penyimpanan file berbasis cloud yang dikembangkan oleh Google. Fungsi Google Drive sangatlah banyak. Hanya dengan memiliki akun Gmail, Anda bisa menggunakan Google Drive secara gratis dengan kapasitas penyimpanan sebesar 15 GB.  Namun, lebih dari sekadar platform untuk menyimpan file, fungsi Google Drive sebetulnya mencakup banyak area lain. Mulai dari berkolaborasi mengedit dokumen hingga backup percakapan WhatsApp, berikut ini berbagai aktivitas yang juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan Google Drive. Mengedit dokumen secara kolaborasi Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Melalui Google Drive, Anda bisa membuat dokumen baru dalam bentuk Doc, Sheet, maupun Slides. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, maka proses editing berbagai dokumen tersebut bisa dilakukan oleh banyak orang dari tempat berbeda sekali pun. Anda hanya perlu share dokumen yang dimaksud ke orang-orang tertentu dan mengaktifkan akses editing. Bahkan di dalam dokumen pun Anda bisa saling berkomunikasi melalui fitur Chat. Tidak ketinggalan fitur Comment yang memungkinkan Anda dan orang lain untuk memberi masukan pada bagian tulisan tertentu. Kabar baiknya lagi, Google Drive memiliki fitur Autosave sehingga setiap dokumen Anda akan tersimpan secara otomatis selagi Anda mengerjakannya. Anda pun tak perlu khawatir progress tulisan hilang hanya karena lupa menekan tombol Save. Menerjemahkan hasil tulisan Photo Credit: Pixabay (Pexels) Berkat integrasi dengan produk-produk Google lainnya, fungsi Google Drive pun bisa Anda rasakan secara maksimal. Salah satunya adalah integrasi antara Google Drive dan Google Translate. Melalui kerja sama ini, Anda bisa dengan mudah menerjemahkan tulisan dalam suatu file ke bahasa yang Anda kehendaki. Caranya pun sangat mudah. Mulanya, Anda hanya perlu membuka dokumen yang diinginkan. Jika sudah, klik opsi Tools dan pilih Translate Document. Anda bisa langsung memilih bahasa sesuai kebutuhan penerjemahan dokumen. Konversi file PDF menjadi teks Photo Credit: JESHOOTS.COM (Unsplash) Pernahkah Anda mendapatkan file penting dalam format PDF, yang membuat Anda jadi tidak bisa mengeditnya secara leluasa? Mulai sekarang, Anda tak perlu bingung lagi karena fungsi Google Drive juga mencakup konversi file PDF menjadi bentuk Docs yang bisa diedit. Caranya, cukup unggah file PDF ke Google Drive. Bagi yang mengunduh file PDF dari Gmail, Anda bisa langsung menyimpannya di Google Drive. Setelah itu, klik kanan pada file tersebut dan pilih opsi Open with Google Docs. Kini Anda sudah bisa mengakses file dalam bentuk Docs sehingga pengeditan pun jauh lebih mudah. Membuat catatan menggunakan Google Keep Photo Credit: Kelly Sikkema (Unsplash) Bagi yang sehari-hari memiliki jadwal padat, kemungkinan besar Anda harus mencatat daftar pekerjaan dan deadline agar tidak ada yang terlewat. Biasanya, kebanyakan orang akan mengunduh aplikasi khusus pada smartphone atau komputer mereka. Namun, jika menggunakan Google Drive, Anda tak lagi perlu mengunduh apa pun karena Google Drive telah terintegrasi dengan Google Keep. Bagi yang belum tahu, Google Keep adalah aplikasi pencatat berbasis web. Anda bisa menulis dan menyimpan catatan apa pun pada Google Keep ini, baik itu jadwal deadline, materi untuk meeting, bahkan hingga daftar belanjaan. Tak perlu lagi mencatat secara manual dengan kertas atau menggunakan aplikasi tambahan. Backup percakapan WhatsApp Photo Credit: Anton (Pexels) Para pengguna perangkat Android bisa memanfaatkan fungsi Google Drive sebagai media backup percakapan WhatsApp. Buka aplikasi WhatsApp pada smartphone Anda, lalu buka Menu > Settings > Chats > Chat Backup. Setelah itu, klik Backup to Google Drive dan pilih frekuensi backup yang diinginkan. Dengan begini, berbagai percakapan, foto, dan video penting yang ada di WhatsApp pun aman tersimpan. Jika suatu hari nanti Anda berganti perangkat Android baru, riwayat chat dan media tidak akan hilang karena telah tersimpan di Google Drive.   Berbagai fungsi Google Drive di atas bisa Anda dapatkan secara gratis, dengan kapasitas penyimpanan hanya sebesar 5 GB. Namun, dengan berlangganan Google Workspace, Anda bisa upgrade kapasitas tersebut hingga 5 TB. Bahkan bukan hanya layanan premium Google Drive yang bisa Anda dapatkan, tapi juga Google Meet, Gmail, dan masih banyak lagi. Temukan paket berlangganan Google Workspace yang paling pas dengan Anda dengan klik di sini. Setelah itu, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Google Workspace dan merasakan fungsi Google Drive secara optimal!      

Calender, Collaboration, G Suite, Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise, Produktivitas, Rapat online

Manfaat Google Calendar untuk Bisnis

  Lebih dari sekadar aplikasi kalender, Google Calendar dapat menjadi sebuah platform manajemen waktu yang efektif. Penggunaannya tidak terbatas hanya untuk personal, tapi juga keperluan bisnis. Berbagai fitur Google Calendar bahkan dirancang untuk mempermudah aktivitas bisnis Anda. Salah satu manfaat Google Calendar yaitu untuk kolaborasi jadwal bisnis Terlebih jika menggunakan Google Calendar versi premium dengan berlangganan Google Workspace, akan ada semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan bisnis Anda. Memangnya, apa saja manfaat Google Calendar untuk bisnis? Cari tahu daftarnya di bawah ini! Penjadwalan meeting secara lebih canggih Photo Credit: workspace.google.com Umumnya, aplikasi kalender memang digunakan untuk membantu para penggunanya dalam melakukan scheduling atau penjadwalan aktivitas harian. Bisa juga berfungsi sebagai reminder untuk deadline pekerjaan. Fungsi dasar tersebut juga dapat Anda temukan pada Google Calendar. Hanya saja, Google Calendar menawarkan kelebihan yang membuat aktivitas penjadwalan jadi lebih efisien. Saat menjadwalkan meeting, misalnya, Google Calendar akan terlebih dulu mengecek apakah para anggota tim Anda dapat menghadiri meeting pada waktu yang ditetapkan. Jika seandainya tidak, Anda bisa menggunakan fitur Find a Time atau Suggested Time untuk mencari tanggal dan waktu yang sudah pasti dapat dihadiri seluruh peserta meeting. Berkat manfaat Google Calendar satu ini, Anda jadi tak perlu menghubungi tiap peserta meeting secara manual untuk menanyakan jadwal mereka dan mencocokkannya dengan satu sama lain. Dengan kata lain, Google Calendar membantu menghemat waktu dan tenaga Anda. Melampirkan dokumen untuk materi meeting Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Sebelum meeting, idealnya Anda dan peserta lain harus mempelajari materi yang akan dibahas nanti. Materi tersebut juga biasanya akan dibawa saat meeting berlangsung. Namun, tak jarang ada peserta meeting yang kesulitan menemukan materi tersebut karena tertimbun di inbox email atau terselip di suatu folder.  Sebagai solusinya, Google Calendar menyediakan fitur Attachment yang memungkinkan Anda untuk melampirkan dokumen pada kalender. Jadi, Anda dan seluruh peserta meeting bisa langsung mengunduh dokumen materi dari kalender masing-masing. Review materi sebelum meeting pun dapat dilakukan secara mudah tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk mencari dokumen yang dimaksud. Mengetahui jadwal rekan kerja lain melalui fitur Share Photo Credit: Nadeena Granville (Unsplash) Manfaat Google Calendar juga dapat Anda rasakan melalui fitur Share. Selama sama-sama menggunakan aplikasi Google Calendar, Anda dan anggota tim lain bisa saling berbagi kalender kerja masing-masing. Dengan begini, sebelum mengajak mereka meeting atau menghadiri event bisnis pada tanggal tertentu, Anda bisa mengecek kalender mereka terlebih dulu untuk memastikan bahwa jadwal mereka kosong. Tenang saja, walaupun fitur Share memungkinkan Anda dan anggota tim untuk saling melihat jadwal kerja masing-masing, pemegang kontrol akses tetap berada pada Anda. Artinya, sebagai pemilik akun Google Calendar, Anda punya kontrol untuk menentukan siapa saja yang dapat melihat kalender Anda dan konten apa yang bisa mereka lihat. Sebaliknya, saat Anda hendak melihat konten Google Calendar milik rekan kerja, Anda harus mengajukan request akses terlebih dulu melalui aplikasi. Begitu mendapat approve, jadwal mereka akan muncul pada bagian Other Calendars. Jika mereka menghapus akses Anda, maka Anda pun tidak lagi bisa melihat konten Google Calendar mereka. Dapat ditampilkan pada website Photo Credit: Domenico Loia (Unsplash) Mungkin belum banyak yang tahu soal manfaat Google Calendar satu ini. Padahal, bagi Anda para pemilik website untuk keperluan bisnis, hal ini dapat membantu memudahkan pengunjung website untuk menjangkau atau menghubungi Anda. Dengan menampilkan Google Calendar pada website, Anda bisa menginformasikan event spesial kepada pelanggan. Lalu, bagi Anda yang menawarkan layanan berbentuk jasa, fitur ini tak kalah bermanfaat. Berdasarkan jadwal di Google Calendar yang Anda tampilkan di website, pengunjung pun tahu kapan mereka bisa menghubungi Anda untuk berkonsultasi atau melakukan keperluan lain.   Setelah mengetahui betapa efektifnya manfaat Google Calendar untuk bisnis, sudah saatnya Anda dan tim mulai menggunakan aplikasi tersebut. Rasakan manfaat optimalnya dengan beralih ke Google Calendar premium dan berlangganan Google Workspace. Google Workspace memungkinkan Google Calendar Anda untuk terintegrasi dengan berbagai produk premium Google lainnya seperti Gmail dan Meet. Cara berlangganannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology siap menjawab setiap pertanyaan terkait Google Calendar dan Google Workspace dari Anda. Hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace sekarang juga!

Collaboration, G Suite, Google Meet, Google Workspace, Info, Produktivitas, Rapat online

Fitur Baru Google Meet Memudahkan Saat Meeting

Fitur Baru Google Meet Memudahkan Saat Meeting Jauh sebelum pandemi, online meeting sudah menjadi aktivitas krusial bagi para anggota tim bisnis yang tersebar di banyak kota. Namun, sejak setahun belakangan ini, aktivitas tersebut berubah menjadi suatu kebutuhan mengingat banyak orang harus bekerja dari rumah masing-masing akibat pandemi. Alhasil, sebagai salah satu penyedia layanan online video unggulan, Google Meet jadi banyak digunakan. Demi terus memenuhi kebutuhan online meeting tersebut, Google selaku pengembang pun konsisten memberikan fitur-fitur baru. Sejumlah fitur baru Google Meet tersebut baru saja dirilis pada 21 April 2021 lalu dan akan semakin memudahkan Anda saat online meeting. User interface lebih canggih untuk tingkatkan produktivitas meeting Photo Credit: cloud.google.com Mulai Mei 2021 ini, Google Meet mengalami peningkatan user interface demi bisa mengoptimalkan pengalaman online meeting Anda. Seiring dengan update tersebut, berbagai fitur baru Google Meet pun disematkan untuk meningkatkan akses dan  produktivitas online meeting. Salah satu fitur tersebut adalah kontrol lebih terhadap cara Anda menampilkan diri selama meeting berlangsung. Anda bisa mengatur video diri sendiri agar tampil dalam bentuk grid atau floating picture, yang dapat diubah ukuran serta posisinya. Bahkan jika memilih untuk tidak menampilkan diri sendiri, Anda bisa melakukan minimize pada feed atau menyembunyikan tampilan seluruhnya. Lalu, untuk mengoptimalkan presentasi selama meeting, Google Meet juga telah meningkatkan fitur pin konten. Ketika di-unpin, tampilan presentasi akan berubah menjadi ukuran yang sama dengan tampilan video para partisipan lain. Dengan begini, selama presentasi berlangsung, Anda bisa melihat reaksi dari lebih banyak partisipan. Fitur video background replacement Photo Credit: cloud.google.com Walaupun sangat membantu kolaborasi di tengah pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang online meeting bisa terganggu oleh beberapa distraksi. Salah satunya adalah background video yang mungkin terlihat berantakan atau kurang layak. Memahami tantangan tersebut, fitur baru Google Meet pun diluncurkan dalam bentuk video background replacement. Melalui fitur baru ini, Anda dapat mengubah background dengan tampilan video. Jadi, tidak hanya membantu menjaga privasi, fitur ini juga dapat membuat aktivitas online meeting jadi lebih menyenangkan. Pada update pertama ini, akan ada tiga opsi yang bisa Anda pilih untuk video background replacement, yaitu tampilan ruang kelas, suasana pesta, dan hutan. Nantinya, Google Meet akan terus menambahkan lebih banyak pilihan video background. Lebih hemat data selama meeting dengan fitur Data Saver Photo Credit: cloud.google.com Menyediakan pengalaman video meeting dengan kualitas terbaik merupakan salah satu prioritas utama Google Meet. Sudah menjadi komitmen Google Meet untuk terus meningkatkan kualitas video dan audio, terlebih dengan para pengguna yang berada di banyak lokasi berbeda. Demi mendukung hal tersebut, fitur baru Google Meet yang bernama Data Saver pun diluncurkan. Fitur ini membatasi penggunaan data pada jaringan mobile Anda sehingga dapat membantu menghemat biaya untuk pembelian paket data. Hal tersebut sangat mendukung para pengguna yang harus melakukan online meeting di tengah perjalanan, terutama di area seperti Indonesia yang biaya paket datanya masih relatif tinggi.   Berbagai fitur Google Meet tersebut telah dirancang untuk memudahkan aktivitas online meeting Anda. Terlebih jika Anda upgrade ke Google Meet premium dengan berlangganan Google Workspace, akan ada lebih banyak privilege yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari partisipan video meeting yang mencapai 250 orang hingga penyimpanan hasil rekaman video di Google Drive. Setidaknya ada tiga edisi Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Jika butuh penjelasan lebih jauh, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, tim dari EIKON Technology juga akan memandu Anda dalam menggunakan produk-produk Google Workspace. Segera berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology dan rasakan pengalaman optimal video meeting menggunakan Google Meet versi premium!    

G Suite, Google Meet, Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise, Rapat online

Cara Mudah Menggunakan Google Meet di HP

  Google Meet adalah sebuah layanan panggilan video yang dikembangkan oleh Google. Salah satu keunggulan Google Meet terletak pada kemudahan aksesnya. Tak hanya bisa diakses melalui perangkat desktop,  terdapat juga cara menggunakan Google Meet di HP. Hal ini tentunya semakin memudahkan Anda dalam melangsungkan video meeting di mana pun dan kapan pun. Tenang saja, cara menggunakan Google Meet di HP tidak kalah mudah dari pemakaian melalui komputer atau laptop. Namun, agar Anda bisa melakukannya secara lebih lancar, berikut panduan singkatnya untuk Anda.   Unduh dulu aplikasi Google Meet di perangkat HP   Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Demi memudahkan para pengguna dalam melakukan video meeting melalui HP, Google telah mengembangkan aplikasi Google Meet khusus perangkat tersebut. Bagi pengguna perangkat Android, Anda bisa mengunduh aplikasi Google Meet melalui PlayStore. Sementara itu, Anda yang pengguna iPhone bisa mengunduhnya melalui App Store. Tenang saja, aplikasi Google Meet dapat Anda unduh tanpa biaya alias gratis. Bahkan nantinya pun Anda juga bisa melakukan video meeting atau panggilan video secara gratis, tapi dengan batasan waktu hingga enam puluh menit. Jika ingin lebih leluasa melakukan video meeting tanpa batasan waktu, Anda bisa upgrade ke Google Meet Premium dengan berlangganan Google Workspace.   Sign in atau sign up     Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Cara menggunakan Google Meet di HP juga mencakup proses sign in. Sebelum melakukan video meeting melalui Google Meet, pengguna akan diminta untuk sign in dengan memasukkan alamat email Gmail dan password. Karenanya, pastikan Anda sudah memiliki akun Gmail aktif yang bisa digunakan untuk sign in ke Google Meet.   Memulai video meeting di aplikasi Google Meet   Photo Credit: Charlotte May (Pexels) Setelah berhasil sign in di aplikasi Google Meet pada HP Anda, klik opsi New Meeting. Anda akan diberikan beberapa opsi untuk memulai panggilan video. Anda tinggal memilih yang sesuai dengan kebutuhan atau preferensi, yaitu:   Start an instant meeting   Jika memilih cara menggunakan Google Meet di HP dengan opsi satu ini, Anda bisa memulai video meeting atau panggilan video pada saat itu juga. Secara otomatis, Anda juga akan langsung menjadi host dari sesi video meeting tersebut.     Get a meeting link to share Apabila memilih opsi satu ini, Google meet akan memberikan Anda sebuah link atau tautan yang dapat Anda share kepada orang lain. Artinya, Anda dan partisipan tidak harus memulai video meeting pada saat itu juga. Untuk mengundang orang lain sebagai partisipan video meeting, Anda bisa klik Share Invite dan salin kode yang tersedia pada kolom Join with a Code untuk bergabung ke sesi video meeting.   Schedule in Google Calendar Selain kedua poin di atas, ternyata cara menggunakan Google Meet di HP juga bisa melalui penjadwalan di Google Calendar. Jika memilih opsi ini, Anda akan langsung diarahkan ke aplikasi Google Calendar untuk melakukan penjadwalan video meeting. Nantinya, di dalam aplikasi Google Calendar, Anda bisa memilih tanggal yang diinginkan untuk video meeting, lalu klik opsi “+ Event”. Setelah itu, langsung saja tambahkan partisipan dari dalam atau luar organisasi Anda. Jika sudah, klik Done > Save.   Cara menggunakan Google Meet di HP sama sekali tidak sulit diterapkan, bukan? Cukup ikuti panduan singkat di atas dan Anda sudah bisa melakukan video meeting menggunakan Google Meet di HP secara gratis! Namun, seperti yang disebutkan di atas, video meeting gratis di Google Meet hanya bisa dilakukan selama enam puluh menit. Agar bisa lebih leluasa melakukan video meeting tanpa batasan waktu, berlangganan Google Workspace adalah solusinya. Bahkan tidak hanya itu, Google Workspace juga memungkinkan Anda untuk mengundang hingga 250 partisipan video meeting. Tersedia tiga edisi langganan Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Jika butuh informasi lebih mendalam seputar Google Workspace, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Optimalkan video meeting melalui Google Meet Premium dengan upgrade ke Google Workspace!   Meta desc: Dengan cara mudah menggunakan Google Meet di HP, kini Anda bisa melakukan video meeting kapan saja dan dari mana saja.   

Google form

Cara Mudah Membuat Google Form Dengan Baik

Google Form adalah suatu program yang dikembangkan oleh Google untuk membantu pengguna dalam membuat formulir keperluan apa pun, mulai dari survei, data kuesioner, mengumpulkan data keanggotaan, hingga menyusun alamat. Dilengkapi berbagai fitur penunjang, cara membuat Google Form pun begitu mudah diterapkan. Namun, pastikan Anda sudah memiliki akun Google terlebih dulu. Baru setelah itu Anda bisa mencoba cara mudah membuat Google Form sesuai instruksi di bawah ini. Langkah-langkah membuat Google Form baru Untuk membuatnya sama sekali tidak membutuhkan waktu lama. Langkah-langkahnya pun relatif mudah untuk diikuti. Anda bisa menyimaknya di bawah ini: Buka forms.google.com atau Anda juga bisa mengaksesnya dengan membuka Google Drive > New > Google Form. Klik bagian Untitled Form di tengah halaman dan ubah dengan nama baru untuk formulir Anda. Di bawah judul, berikan deskripsi yang mewakili tujuan formulir. Jika mau, Anda bisa mengubah tema warna Google Form. Caranya, klik simbol palette di bagian kanan atas laman, lalu pilih warna sesuai preferensi. Cara memasukkan pertanyaan pada Google Form Setelah berhasil membuat file Google Form baru, kini saatnya Anda memasukkan berbagai pertanyaan. Hal ini juga termasuk dalam cara mudah membuat Google Form. Begini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk memasukkan pertanyaan pada Google Form. Klik pada bagian Untitled Question dan masukkan pertanyaan Anda. Di sebelah kolom pertanyaan, terdapat menu drop down berisi pilihan bentuk jawaban (pilihan ganda, checkboxes, short and long answer, dan sebagainya). Anda bisa pilih sesuai kebutuhan. Pada beberapa bentuk jawaban tertentu, Anda harus memasukkan pilihan jawaban. Misalnya pada bentuk jawaban pilihan ganda dan checkbox. Jika pertanyaan pertama telah selesai, berikut pilihan jawabannya, Anda bisa menambahkan pertanyaan lain dengan klik tanda plus (+) di sebelah kanan pertanyaan. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang wajib dijawab, Anda bisa mengaktifkan tombol Required yang terletak di bawah kotak pertanyaan. Cara membagikan Google Form yang telah dibuat Anda sudah berhasil menerapkan cara membuat Google Form dan kini ingin membagikannya atau mengirimkannya ke orang lain. Caranya pun tak kalah mudah untuk dilakukan. Anda bisa mengikuti langkah-langkahnya berikut ini: Klik tombol Send di bagian kanan atas formulir. Untuk mengirimkan via email, klik simbol amplop dan ketikkan alamat email penerima. Untuk membagikan link formulir, klik simbol tautan dan salin link yang tersedia. Anda pun bisa langsung memberikan link tersebut ke penerima. Untuk membagikan via Facebook atau Twitter, klik logo salah satu dari kedua media sosial tersebut dan lakukan log in pada akun Anda. Itulah cara mudah membuat Google Form untuk kebutuhan pengumpulan data. Bagi para pemilik bisnis, buat formulir Anda jadi terlihat lebih profesional dengan custom branding. Anda bisa menambahkannya dengan upgrade ke Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, atau Enterprise. Bahkan tak hanya Google Form, Google Workspace edisi premium juga menawarkan privilege untuk penggunaan produk Google lain. Mulai dari kapasitas peserta video meeting hingga 250 orang, custom business email, sampai kapasitas penyimpanan mencapai 5 TB. Untuk membandingkan masing-masing edisi Google Workspace dan berbagai keuntungannya, Anda bisa klik di sini. Jika ingin bertanya lebih jauh atau sudah menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia.

Info

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education – Google Workspace for Education adalah serangkaian alat dan layanan yang dikembangkan Google untuk membantu para tenaga pengajar dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar. Anda dapat menggunakannya secara gratis atau menambahkan tools tertentu sesuai dengan kebutuhan. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Google Workspace for Education dilengkapi berbagai fitur pendukung. Salah satu yang menjadi unggulan adalah fitur Assignments atau Tugas. Hadir dalam bentuk aplikasi, fitur Tugas memiliki berbagai kegunaan tersendiri. Apa saja? Melengkapi learning management system Photo Credit: Nick Morrison (Unsplash) Sebagai pengajar, kemungkinan besar Anda telah menggunakan learning management system (LMS) yang telah disediakan sekolah atau institusi pendidikan. Namun, terkadang LMS tersebut belum memiliki fitur yang lengkap sehingga Anda tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. Di sinilah fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu Anda. Sejak awal, fitur Tugas memang dirancang Google sebagai aplikasi untuk dipasang pada LMS yang Anda gunakan. Dengan adanya fitur ini, layanan Google Docs dan Google Drive pun akan kompatibel dengan LMS tersebut. Artinya, para murid bisa mengumpulkan tugas dalam bentuk Google Docs, yang akan langsung tersimpan dalam Google Drive. Tenang saja, pemasangan fitur Tugas pada LMS sangatlah mudah karena telah dilengkapi dengan standar terbaru Learning Tools Interoperability (LTI). Bantu cek potensi plagiarisme pada tugas murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Dalam mengerjakan tugas, idealnya para murid akan menggunakan buku, jurnal, hingga artikel ilmiah sebagai referensi. Namun, terkadang ada beberapa murid yang tanpa sengaja mengutip referensi tersebut tanpa menguraikannya dalam kata-kata mereka sendiri (paraphrase). Alhasil, tanpa sadar mereka telah melakukan tindak plagiarisme. Fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu mencegah potensi plagiarisme seperti itu. Hanya dalam satu klik, Anda bisa membandingkan hasil tugas murid dengan lebih dari 40 juta buku dan ratusan miliar laman web. Jika seandainya ada potensi plagiarisme yang muncul, fitur Tugas akan langsung memberikan highlight pada bagian yang dimaksud sekaligus menampilkan sumber buku atau laman web yang dijadikan acuan. Dengan begini, Anda bisa hemat banyak waktu karena tak perlu mengecek secara manual lewat mesin pencari online. Membandingkan tugas antar murid untuk hindari kecurangan Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Selain plagiarisme, isu lain yang juga berpotensi terjadi dalam pengerjaan tugas adalah kecurangan di antara murid. Misalnya, murid A menyalin tugas dari murid B sehingga hasil tulisan mereka pun cenderung mirip. Demi memastikan orisinalitas hasil tugas dari masing-masing murid, memasang fitur Tugas pada LMS merupakan solusi tepat. Fitur ini memungkinkan Anda untuk membandingkan tugas antar murid, yakni dengan mencocokkannya pada tugas-tugas sebelumnya yang tersimpan dalam repository Anda. Namun, untuk bisa memanfaatkan kegunaan satu ini, Anda diharuskan melakukan upgrade ke Google Workspace for Education Plus. Tenang saja, caranya begitu mudah karena Anda bisa melakukannya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia. Mempercepat proses pemberian nilai Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Fitur Tugas dari Google Workspace for Education tidak hanya mempermudah proses pemeriksaan tugas, tapi juga penilaiannya. Dalam fitur Tugas terdapat tool bernama Rubrics yang memungkinkan Anda untuk menilai hasil tugas murid secara praktis. Anda bahkan bisa melakukan penilaian berdasarkan kategori tertentu, misalnya akurasi, format, hingga kualitas konten. Jika seandainya Anda memiliki feedback untuk disampaikan kepada murid, Anda bisa langsung melakukannya melalui fitur Comments. Cukup highlight bagian tugas yang membutuhkan masukan atau perbaikan, lalu ketikkan feedback Anda. Murid juga bisa langsung membalas komentar Anda tersebut secara mudah. Tak hanya itu, karena fitur Tugas telah terintegrasi dengan Google Drive, Anda juga bisa membagikan template atau worksheet pengerjaan tugas kepada murid secara mudah. Cukup upload di folder Google Drive dan murid pun dapat langsung mengaksesnya. Kini telah terbukti bahwa fitur Tugas mampu mempermudah para pengajar dalam melakukan berbagai tugasnya. Namun, penting diketahui bahwa tidak semua tools di dalamnya dapat diakses secara gratis. Karenanya, Anda sangat dianjurkan untuk upgrade ke Google Workspace for Education. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga! Jika masih ingin mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Tingkatkan efisiensi proses penilaian tugas murid dengan fitur Tugas dari Google Workspace for Education!

Info

Kelebihan Google Spreadsheet yang Perlu Anda Ketahui

Google Spreadsheet, dikenal juga dengan nama Google Sheet, adalah program spreadsheet berbasis web yang dikembangkan oleh Google. Umumnya, mayoritas orang menggunakan aplikasi ini untuk mengolah data dalam bentuk tabel. Penggunaannya begitu mudah mengingat ada berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang disematkan di dalamnya. Apa saja kelebihan tersebut? Cek selengkapnya di bawah ini. Lebih mudah dengan aneka pilihan template Photo Credit: Christina Morillo (Pexels) Ada beragam jenis data yang dapat disusun menggunakan tabel, mulai dari laporan keuangan, invoice klien, rekap absen karyawan, dan masih banyak lagi. Agar nantinya bisa mengolah data tersebut secara lancar, tabel yang dibuat pun harus mudah dibaca pula. Di sinilah kelebihan Google Spreadsheet dapat membantu Anda. Google Spreadsheet menyediakan banyak pilihan template tabel yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari template bujet keuangan, invoice, penjadwalan, hingga laporan perjalanan, Anda tinggal pilih sesuai kebutuhan. Mudah diakses dari mana saja melalui perangkat apa saja Photo Credit: Marta Filipczyk (Unsplash) Kemudahan akses juga menjadi salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Google Spreadsheet. Anda bisa mengakses data di Google Spreadsheet melalui perangkat apa saja, baik itu komputer, laptop, tablet, bahkan smartphone. Kabar baiknya lagi, Google Spreadsheet juga memiliki fitur Autosave yang secara otomatis menyimpan file Anda selagi Anda mengerjakannya. Dengan begini, risiko data hilang karena lupa menekan tombol Save pun bisa diminimalisir. Selain itu, karena Google Spreadsheet merupakan aplikasi berbasis cloud, maka hasil Autosave tersebut akan selalu tersimpan di cloud. Artinya, jika misalnya Anda pada awalnya mengerjakan file di laptop, lalu beberapa jam kemudian mengaksesnya dari tablet, maka data yang akan muncul di tablet adalah data versi terbaru yang paling terakhir disimpan. Sangat mendukung kolaborasi kerja Photo Credit: mentatdgt (Pexels) Kini Anda tahu bahwa salah satu kelebihan Google Spreadsheet adalah dapat diakses dari mana saja melalui berbagai perangkat. Namun, lebih dari itu, Google Spreadsheet juga bisa diakses oleh beberapa orang sekaligus. Hal ini berkat adanya fitur share yang memungkinkan Anda mengundang orang lain untuk mengakses file Spreadsheet yang sama. Pada waktu bersamaan pula, Anda dan orang tersebut bisa mengedit file secara real-time. Saat seseorang mengedit file Anda, pergerakannya akan terlihat melalui kursor berwarna tertentu. Tidak berhenti sampai situ, di dalam file Spreadsheet Anda juga bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui fitur Chat atau memberikan masukan melalui fitur Comments. Dengan adanya fitur-fitur tersebut, kolaborasi kerja pun tetap bisa berlangsung walaupun Anda dan anggota tim sedang berada di tempat berbeda. Fitur Insight yang memudahkan pembuatan summary Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Melalui Spreadsheet, Google berkomitmen untuk menyediakan kemudahan kepada para penggunanya dalam menyusun, mengolah, dan menganalisis data. Selain berbagai keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, Google Spreadsheet juga mewujudkan hal tersebut melalui fitur Insight. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan ringkasan atau overview data yang Anda kerjakan di Spreadsheet. Bentuknya pun bermacam-macam dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda, mulai dari chart hingga diagram. Untuk menggunakan fitur ini, Anda hanya perlu menekan tombol Explore yang terdapat pada bagian kanan bawah layar Spreadsheet. Itulah berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang dapat memudahkan Anda dalam menyusun dan mengolah data. Agar bisa lebih maksimal dalam memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, Anda disarankan untuk berlangganan Google Workspace. Sebagai layanan yang menyediakan aneka aplikasi Google untuk menunjang produktivitas, Google Workspace tidak hanya mencakup Spreadsheet, tapi juga Docs, Slides, Gmail, Meet, bahkan Drive dengan kapasitas penyimpanan mencapai 5 TB. Cari tahu lebih lanjut soal paket berlangganan Google Workspace di sini atau segera hubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Scroll to Top