EIKON Technology

Google Workspace

Gmail, Google Workspace

Kontrol Admin untuk Spaces yang Dapat Ditemukan di Google Chat

Spaces merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh Google Chat. Lewat fitur ini Anda dapat melakukan komunikasi dengan leluasa bersama anggota tim atau kelompok kerja. Untuk membuatnya pun mudah, Anda cukup membuat Space secara mandiri kemudian membagikan link kepada orang lain agar mereka bisa bergabung. Fitur ini terus ditingkatkan agar semakin mudah untuk digunakan. Dalam update terbarunya, Google Chat memberikan kontrol tambahan kepada administrator untuk bisa menyetel pengaturan default pada Space yang baru dibuat dan mengaktifkan kapabilitas untuk berbagi pada audiens tertentu. Kontrol admin pada Spaces yang dapat ditemukan Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam pembaruan terkini Google Chat, administrator dapat mengatur akses default untuk Spaces yang baru dibuat dan menentukan siapa saja yang dapat menemukan ruang tersebut. Di samping itu, administrator kini juga bisa menentukan target audiens yang dirasa akan sesuai dengan Spaces. Pembaruan ini hadir karena terkadang dalam Spaces pengguna perlu mendiskusikan suatu topik yang sifatnya sensitif sehingga membagikannya kepada pihak yang tidak tervalidasi pun akan berisiko. Lewat kontrol tambahan ini, administrator dapat membantu pengguna menemukan dan bergabung dengan percakapan yang relevan untuk mendorong kolaborasi secara lebih efektif. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah! Berlaku pada administrator saja Perlu diingat, pembaruan kali ini hanya berlaku untuk administrator saja. Pengguna yang merupakan end-user Google Chat tidak akan menemukan konfigurasi kontrol baru ini pada halaman mereka. Jika memang membutuhkan pengaturan terkait target audiens Spaces, silakan hubungi administrator pada perusahaan atau instansi Anda. Memulai kontrol Untuk memulai pengaturan baru ini tidaklah sulit. Google Chat telah mengatur agar semua pembaruan yang dihadirkan memudahkan para pengguna. Bagi pihak administrator, pembaruan ini secara otomatis akan tampil pada halaman Google Chat Anda. Secara default, pembuatan Spaces dengan format “Discoverable” akan dinonaktifkan. Kapabilitas ini dapat diaktifkan kembali pada level domain. Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih jelas, silakan kunjungi Help Center Google Chat. Sedangkan untuk end-user, kontrol tidak akan muncul pada halaman Google Chat. Meski begitu, Anda bisa tetap membagikan Spaces yang sudah dibuat dengan langkah-langkah berikut: Buka akun Gmail Anda. Di sebelah kiri, klik Spaces Rooms, lalu New Space. Klik Create space. Masukkan nama untuk Space Anda. Masukkan nama atau email orang yang ingin Anda tambahkan, Google Group yang ingin Anda undang, atau pilih dari daftar kontak yang disarankan. Pilih audiens target untuk organisasi Anda, baik “Restricted” atau “All of your organization”. Jika memiliki akun kantor atau sekolah dengan Google, Anda mungkin melihat opsi audiens target tambahan yang dibuat oleh administrator. Restricted: Hanya pengguna yang ditambahkan dan diundang secara langsung yang memiliki akses ke Space. Ini adalah opsi default. Untuk membuat ruang Anda dapat ditemukan, pilih “All of your organization“. All of your organization—Semua anggota di perusahaan Anda memiliki akses ke Space dan dapat bergabung jika mereka memiliki link. Klik Create. Baca juga: Cara Menghapus Space Bernama di Google Chat Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur kontrol Admin ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun pembaruan ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic lama. Selain itu, fitur kontrol Admin ini juga tidak tersedia untuk pengguna individu Google Workspace atau pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk jadwal perilisan fitur berlangsung serentak baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Fitur ini mulai diluncurkan ke publik pada tanggal 6 Juni 2022. Perilisan akan terus berlangsung hingga 15 hari setelahnya hingga semua pelanggan menerima fitur. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Google Chat merupakan sebuah aplikasi yang dirancang bukan hanya untuk berkomunikasi saja, tapi juga untuk berkolaborasi. Adanya fitur seperti Spaces memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi dengan tim secara leluasa tanpa harus mengkhawatirkan keamanan. Google Chat juga merupakan bagian dari platform produktivitas Google Workspace. Itu artinya, Anda bisa melakukan beragam integrasi dengan aplikasi kolaborasi lain dari Google seperti Drive, Sheets, hingga Docs. Dapatkan Google Workspace untuk menunjang produktivitas kolaboratif perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk memulai konsultasi produk, silakan klik di sini!

Google Workspace

Fitur Context-Aware Access di Google Workspace untuk Penolakan Akses dengan Konteks

Bagi Anda administrator Google Workspace yang menggunakan fitur Context-Aware Access, kini tersedia kapabilitas user remediation (perbaikan pengguna) yang dapat memberikan lebih banyak informasi kepada end-user saat akses mereka diblokir. Fitur ini akan membantu end-user memahami dengan cepat langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mengakses kembali Google Workspace. Mengenal fitur Context-Aware Access Dengan fitur Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses granular ke aplikasi berdasarkan atribut seperti identitas pengguna, lokasi, alamat IP, dan bahkan status keamanan perangkat yang digunakan pengguna. Context-Aware Access memberi Anda kontrol atas aplikasi mana yang dapat diakses pengguna berdasarkan konteksnya, seperti apakah perangkat mereka mematuhi kebijakan TI Anda. Meski begitu, Anda masih dapat menyetel kebijakan akses, seperti 2-Step Verification, untuk semua anggota unit perusahaan atau grup. Context-Aware Access menyediakan kontrol granular dan kontekstual tambahan untuk pengguna tersebut. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Mengapa update ini penting? Context-Aware Access memungkinkan admin untuk menetapkan kebijakan kontrol akses granular ke aplikasi berdasarkan atribut seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Jika pengguna atau perangkat tidak memenuhi persyaratan, mereka tidak akan dapat mengakses aplikasi yang dimaksud. Sebelum update ini, satu-satunya tindakan bagi end user adalah menghubungi admin mereka untuk dukungan lebih lanjut, yang menyebabkan penundaan, penghentian, dan panggilan dukungan yang tidak perlu. Kapabilitas user remediation ini memungkinkan admin untuk memberikan detail kepada pengguna tentang mengapa akses mereka ditolak dan langkah apa yang perlu diambil untuk memulihkan akses. Selanjutnya, setelah admin mengaktifkan remediasi, mereka akan melihat pesan di Admin console yang mencatat apakah remediasi diaktifkan. Setiap tindakan remediasi disesuaikan dengan atribut yang menyebabkan akses ditolak. Kunjungi Help Center untuk daftar kemungkinan tindakan perbaikan yang dapat ditampilkan kepada pengguna akhir. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Mulai menerapkan kapabilitas user remediation Admins: Admin dapat menerapkan pesan remediasi baru dalam bagian Context-Aware Access dari UI admin dengan menavigasi ke Security > Context-Aware Access > User Message. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang mengizinkan pengguna membuka blokir aplikasi dengan pesan perbaikan di Context-Aware Access. Photo Credit: Google Workspace Updates End-users: End-users akan melihat pesan berikut jika mereka mencoba mengakses aplikasi Google Workspace saat akses tidak diizinkan. Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Cloud Identity Premium. Perlu diingat, fitur ini tidak tersedia untuk pelanggan paket Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan lama G Suite Basic dan Business. Tanggal peluncuran baik untuk domain rapid release maupun scheduled release akan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 6 Juni 2022 hingga 15 hari ke depan. Baca juga: Memanfaatkan Google Workspace untuk Perlindungan Keamanan Siber Dengan adanya kapabilitas user remediation dalam fitur Context-Aware Access, end-user bisa segera tahu mengapa aksesnya menuju suatu aplikasi ditolak. Administrator pun bisa langsung mengambil langkah mitigasi yang diperlukan. Google Workspace memang tidak sekadar memberikan ruang produktivitas yang memungkinkan Anda untuk berkolaborasi, tapi juga memberikan perlindungan terbaik. Dengan begitu, Anda bisa bekerja di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Untuk pemasangan Google Workspace skala besar, Anda dapat menghubungi EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa klik di sini!

Google Workspace

Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks

Kini di Google Tasks Anda dapat menandai tugas penting dengan simbol bintang. Ini mirip dengan fungsi yang ada di Drive sebelumnya. Selain itu, Anda bisa membuat “daftar prioritas” dari deretan tugas yang sudah diberi tanda bintang. Hadirnya pembaruan ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menyusun prioritas tugas mereka dengan cepat. Dengan adanya daftar tugas yang diprioritaskan, otomatis akses menuju tugas-tugas penting di seluruh proyek pun menjadi lebih mudah. Mulai tandai tugas penting Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul saat Anda membuka aplikasi Google Tasks setelah tanggal peluncuran. Tidak diperlukan kontrol dari administrator untuk bisa mendapatkan fungsi ini. Jika Anda memerlukan bantuan atau detail mengenai fungsi baru ini, Google menyediakan halaman tutorial gratis yang bisa diakses di sini. Menambahkan catatan dan tanggal jatuh tempo Photo Credit: Google Workspace Learning Center Selain memberikan simbol bintang untuk menandai tugas penting, Anda juga bisa menambahkan catatan serta tanggal jatuh tempo dengan langkah-langkah berikut: Pilih daftar dan kemudian klik opsi Edit. Klik Tambahkan detail (Add details) dan masukkan catatan untuk tugas Anda. Klik Tambahkan tanggal/waktu (Add date/time) dan pilih tanggal dan waktu jatuh tempo untuk tugas Anda. Menambahkan tanggal jatuh tempo secara otomatis akan menambahkan tugas ke Calendar. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Mengelola tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Anda ingin menyusun daftar tugas agar mudah ditemukan? Kini di Google Tasks Anda bisa mengelola tugas lebih mudah dengan cara berikut: Memindahkan tugas dalam daftar yang sama: Arahkan ke tugas yang ingin Anda pindahkan dan seret tugas ke atas atau ke bawah dalam daftar untuk menyusun ulang. Memindahkan tugas ke daftar lain: Di samping tugas, klik Edit. Di samping nama daftar, klik panah bawah dan pilih daftar lain. Di bagian atas, klik panah kembali. Mengurutkan tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Untuk mengurutkan tugas di Google Tasks sangatlah mudah. Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut. Di bagian atas jendela Tasks, klik opsi More dan pilih cara mengurutkan tugas Anda: My order—Mengurutkan tugas sesuai waktu pembuatannya. Anda dapat menyeret tugas untuk menyusun ulang. Data—Mengurutkan tugas menurut tanggal jatuh temponya. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Menghapus dan memulihkan tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Perlu diingat, Anda hanya dapat memulihkan tugas untuk waktu yang singkat. Jika Anda tidak melihat opsi Undo, maka tugas tidak akan bisa dipulihkan. Menghapus tugas—Di samping tugas, klik Edit, lalu pilih opsi Delete. Memulihkan tugas—Di bagian bawah, klik Undo. Temukan dan edit tugas yang tertunda di Calendar Untuk memeriksa semua tugas yang belum selesai dari 30 hari terakhir: Buka Google Calendar. Saat melihat jadwal hari, ketuk menu Pending tasks. Di daftar pop-up, pilih cara memperbarui tugas yang disukai: Untuk mengedit tugas, arahkan kursor ke kanan tugas. Klik Edit, buat perubahan Anda, dan klik Save. Untuk menghapus tugas, arahkan kursor ke kanan tugas. Klik Edit dan Delete. Untuk menyelesaikan tugas, arahkan kursor ke paling kanan tugas. Klik Mark completed. Ketersediaan fitur Fitur baru Google Tasks ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan paket G Suite Basic dan G Suite Business. Update fitur akan mulai meluncur pada tanggal 8 Juni 2022 dan terus didistribusikan untuk seluruh pengguna hingga 15 hari ke depan. Jadi, jika Anda belum menemukan pembaruan ini, silakan menungg terlebih dulu. Baca juga: 3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Demikian ulasan mengenai fitur baru Google Tasks yang memungkinkan Anda untuk bisa menandai tugas penting dengan mudah dan cepat. Selain fitur ini, Google Tasks dan aplikasi produktivitas lain yang ada dalam platform Google Workspace menghadirkan berbagai fitur, kapabilitas, dan layanan untuk memudahkan pekerjaan Anda. Menariknya lagi, Google Workspace pun bisa didesain untuk penggunaan berskala besar seperti di perusahaan atau institusi pendidikan. EIKON Technology siap mendampingi Anda untuk implementasi Workspace skala besar, baik itu untuk perusahaan, lembaga, maupun institusi. Informasi lengkap mengenai pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard

Google Drive web merupakan salah satu aplikasi dalam rangkaian produktivitas Google Workspace. Lewat aplikasi ini, Anda bisa menyimpan berbagai jenis file dan folder serta membagikannya kepada orang lain dengan mudah. Aplikasi ini juga mendukung kolaborasi kerja yang tinggi. Anda bisa mengatur file untuk bisa disunting oleh orang lain yang diberi akses. Untuk memudahkan kolaborasi kerja, Google Drive web terus melakukan peningkatan. Paling baru adalah shortcut dengan keyboard yang memungkinkan pengguna untuk bisa melakukan potong-tempel file dan folder dengan mudah. Bagaimana cara mengaktifkannya? Melalui blog, Google Workspace menyampaikan detail untuk update ini. Mari simak ringkasannya berikut. Shortcut potong-tempel Google Drive Web Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda dapat menggunakan salah satu pintasan keyboard populer, yaitu Ctrl + C (atau ⌘+ C di MacOS), Ctrl + X serta Ctrl + V untuk menyalin, memotong, dan menempelkan file Google Drive di versi web (melalui browser Chrome). Update baru ini akan menghemat waktu dengan memungkinkan Anda menyalin satu atau beberapa file dan memindahkannya ke lokasi baru di Drive dan di beberapa tab, dengan langkah yang jauh lebih sederhana. Photo Credit: Google Workspace Updates Menariknya, tautan menuju file beserta judulnya juga akan diambil saat Anda menyalinnya. Itu berarti, Anda dapat menempelkan file dengan mudah ke dalam dokumen atau pun e-mail. Baca juga: Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut Atur file lebih mudah tanpa duplikasi Photo Credit: Google Workspace Updates Pintasan Google Drive web ini juga akan membantu Anda dalam mengatur file di beberapa lokasi yang terpisah. Cukup dengan shortcut keyboard Ctrl + C, Ctrl + Shift + V maka sistem secara otomatis akan membuat pintasan tanpa perlu menduplikasi file. Photo Credit: Google Workspace Updates Buka file lebih cepat di tab baru Terakhir, Anda juga dapat membuka file atau folder di tab baru menggunakan Ctrl+Enter. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah melihat banyak file sekaligus atau menggunakan tab berbeda untuk mengatur file di antara dua lokasi folder yang berbeda dengan lebih cepat. Baca juga: Cara Cepat Mencari Data di Google Drive Ketersediaan update Update Google Drive web ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan akun pribadi Google Accounts selama menggunakan Google Chrome. Anda tidak perlu melakukan update secara manual, sebab fitur shortcut keyboard ini berjalan secara otomatis. Untuk domain Rapid Release dimulai pada tanggal 26 Mei 2022 dan akan tersedia untuk seluruh pelanggan paling lambat 3 hari selanjutnya. Sedangkan untuk domain Scheduled Release dimulai pada tanggal 13 Juni 2022 dan akan tersedia untuk seluruh pelanggan paling lambat 3 hari selanjutnya. Keyboard shortcut lain di Google Drive web Selain pintasan Ctrl + C, Ctrl + X, dan Ctrl + V, sebenarnya Google Drive juga telah menerapkan beberapa keyboard shortcut lain, di antaranya: Bergeser ke bawah tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah bawah (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah bawah (MacOS). Bergeser ke atas tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah atas (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah atas (MacOS). Bergeser ke kiri tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah kiri (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah kiri (MacOS). Bergeser ke kanan tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah kanan (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah kanan (MacOS). Pergi ke panel navigasi (daftar folder): tekan tombol g lalu n atau g lalu f Pergi ke item view: tekan tombol g lalu l Beralih antara kisi dan daftar dalam tampilan item: tekan tombol v Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Demikian ulasan mengenai keyboard shortcut baru yang tersedia di Google Drive web. Apakah Anda sudah pernah mencobanya? Selain pintasan seperti ini, Google Drive beserta aplikasi bawaan Google Workspace juga menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang akan memudahkan Anda dalam bekerja, baik secara mandiri maupun dengan tim. Google Workspace juga menawarkan fitur kolaborasi yang akan memudahkan Anda bekerja bersama tim. Dengan begitu, produktivitas kerja pun akan meningkat. Terlebih, Google Workspace juga memiliki versi Business yang memang ditujukan untuk keperluan produktivitas skala besar. Dapatkan Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Kami juga menyediakan layanan konsultasi pra-implementasi untuk memastikan produk bekerja sesuai workflow perusahaan Anda. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google

Ketika Anda menghapus item dari aplikasi Google seperti Gmail, Drive, Photos, Contacts atau bahkan tab di Chrome, sistem akan memindahkannya ke folder sampah. Secara otomatis, item akan dihapus secara permanen setelah periode waktu tertentu. Sebenarnya, sebelum melewati periode waktu tersebut, Anda bisa melakukan restore items. Caranya pun sangat simpel. Mari bahas satu per satu. Restore email yang terhapus di Gmail Buka Gmail di browser web. Klik ikon Sampah/Trash. Centang setiap email yang ingin dipulihkan. Klik ikon folder dengan panah menunjuk ke kanan (ikon Pindah ke). Pilih salah satu lokasi untuk memulihkan email yang sudah dipilih. Photo Credit: Tech Republic Perlu diingat, Sampah berbeda dengan Arsip (Archive). E-mail yang diarsipkan masih bisa diakses melalui menu All-Mail. Namun e-mail yang dihapus akan masuk ke folder Sampah dan akan terhapus permanen secara otomatis setelah 30 hari. Restore item yang terhapus di Google Drive Photo Credit: Tech Republic Buka Google Drive di web. Klik menu Sampah/Trash. Pilih item yang ingin dipulihkan. Klik ikon berbentuk jam untuk memulihkan item dari sampah. Item akan dihapus dari folder Sampah dan prompt singkat yang menyertakan opsi untuk Tampilkan Lokasi File. Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Restore foto yang terhapus di Google Photos Photo Credit: Tech Republic Buka Google Photos melalui web browser. Klik menu Sampah/Trash. Pilih foto yang ingin Anda restore. Gambar akan muncul dan ditampilkan di browser. Klik opsi Restore Restore tab yang tertutup di Google Chrome Photo Credit: Tech Republic Untuk mengembalikan tab yang tidak sengaja tertutup di Google Chrome, Anda cukup menekan kombinasi 3 tombol keyboard. Untuk sistem operasi Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+Shift+T. Sedangkan untuk sistem operasi macOS, tekan Command+Shift+T. Bisa juga dengan membuka kembali tab melalui opsi Riwayat (History). Pilih ikon tiga titik vertikal di bagian kanan atas. Kemudian klik menu Riwayat untuk mengakses tab yang baru saja ditutup,. Untuk membuka, Anda tinggal memilih alamat web yang diinginkan. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Anda juga dapat mengakses dan mencari semua situs yang tersimpan di riwayat Chrome. Pada sistem Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+H. Sedangkan di perangkat macOS, tekan Command+Y. Jika Anda lebih suka mengetik, buka chrome://history/ pada address bar. Ini berguna jika Anda ingin menemukan situs yang telah dikunjungi, tapi tab atau jendelanya tidak lagi terbuka. Restore kontak yang terhapus di Google Contacts Buka Google Contacts melalui web. Klik menu Sampah/Trash. Centanglah setiap kontak yang ingin dipulihkan. Klik opsi Pulihkan (Recover) yang ada di sebelah kanan opsi Hapus selamanya (Delete  forever). Photo Credit: Tech Republic Trik ini tidak berlaku untuk kontak yang diakses melalui item menu Kontak Lainnya (Other Contacts). Daftar tersebut biasanya disusun dari e-mail atau interaksi lain dan bukan merupakan catatan Google Contacts yang sebenarnya. Jika Anda menghapus informasi dari daftar ini, kontak tersebut akan dihapus begitu saja dan tidak akan muncul di folder Sampah. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Aplikasi produktivitas yang ditawarkan Google memang menawarkan antarmuka yang praktis dan simpel sehingga mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh mereka yang masih awam. Bahkan melakukan prosedur restore pun sangat mudah. Seluruh aplikasi produktivitas Google bisa Anda temukan di platform Google Workspace. Dengan menerapkannya di perusahaan atau instansi Anda, maka produktivitas karyawan pun akan meningkat. Dapatkan segera Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunujuk langsung oleh Google. Kami menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan agar Anda mendapat solusi terbaik. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Chromebook, Google Cloud, Google Workspace

Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace

Google Cloud baru saja meluncurkan Chrome Enterprise Connectors Framework, sebuah cara baru untuk mengintegrasikan browser Chrome dengan platform keamanan seperti Splunk, Palo Alto Networks, dan CrowdStrike dengan mudah. Di waktu yang bersamaan, Google juga memperluas dukungan untuk Workspace dan produk Cloud lainnya, termasuk Google Cloud Pub/Sub, Chronicle, BeyondCorp Enterprise, dan Chrome Browser Cloud Management, untuk membantu tim TI mendapatkan informasi berguna mengenai potensi ancaman keamanan dari Chrome. Ini akan membantu melindungi pengguna ketika mereka: Diarahkan menuju situs berbahaya yang dikenal. Mengunduh atau mengunggah file dengan malware yang dikenal. Menggunakan kembali kata sandi perusahaan di situs yang tidak disetujui. Mengubah kata sandi perusahaan setelah menggunakannya kembali di situs yang tidak disetujui. Menariknya, kapabilitas baru ini bisa dinikmati secara gratis oleh perusahaan yang sudah menggunakan produk Google. Lalu, bagaimana menghubungkan integrasi Chrome Enterprise Connectors Framework ini? Memulai dengan mudah Semua integrasi baru ini disetel dan dikonfigurasi Chrome Browser Cloud Management, yang dapat diakses melalui konsol Google Admin. Bagi Anda yang belum memiliki akun bisa mengikuti panduan ini. Lewat Google Admin, Anda dapat mengelola banyak aspek dari browser end-user. Setelah berada di konsol Admin, Anda dapat melakukan konfigurasi pelaporan peristiwa Keamanan untuk melihat laporan secara langsung di log audit konsol. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Workspace Untuk pelanggan Google Workspace, tim TI secara otomatis akan mendapat akses ke konsol Google Admin. Dari sana, perusahaan dapat mendaftar dan mendapatkan informasi mendetail tentang penerapan browser mereka. Anda juga dapat menetapkan kebijakan hingga mengelola ekstensi. Kebijakan pengelolaan Chrome dapat disetel agar berfungsi bersama dengan kebijakan berbasis pengguna apa pun yang mungkin diterapkan melalui Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Zero-Touch Enrollment Uuntuk Setup Chromebook Skala Besar Setelah mengaktifkan pelaporan peristiwa Keamanan, Anda kemudian dapat melihat peristiwa pelaporan dalam log audit. Pelanggan Google Workspace Premium, termasuk yang menggunakan paket Enterprise Plus atau Education Plus, dapat menggunakan Workspace Security Investigation Tool untuk mengidentifikasi, melakukan triase, dan bertindak atas potensi ancaman keamanan. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Cloud BeyondCorp Enterprise BeyondCorp Enterprise, adalah produk pertama yang berintegrasi dengan Chrome sebagai bagian dari perlindungan data dan ancaman bisnis. Baru-baru ini, Google meluncurkan BeyondCorp Enterprise Essentials untuk mempermudah perjalanan Zero Trust pelanggan dan menawarkan lapisan keamanan yang konsisten. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Fitur-fitur ini menyaring dan memblokir URL berbahaya secara real-time, mengidentifikasi situs phishing, menghentikan unduhan dan transfer konten berbahaya, mencegah hilangnya data sensitif, melarang penggunaan konten yang dilindungi, dan menegakkan kebijakan perlindungan data. Selain perlindungan keamanan ini, semua peristiwa keamanan dan wawasan dari Chrome, seperti transfer malware dan kunjungan situs yang tidak aman, tersedia untuk pelanggan BeyondCorp Enterprise dan BeyondCorp Enterprise Essentials. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Chronicle  Google Chronicle menghadirkan deteksi, investigasi, dan respons ancaman modern dengan menyatukan semua telemetri keamanan. Awal tahun 2022 ini, Google meluncurkan deteksi kontekstual untuk untuk memprioritaskan peringatan dengan konteks tambahan. Sekarang, data penting berbasis web dari Chrome pun dapat dilihat bersama peristiwa keamanan lain. Artinya, tim keamanan dapat menggunakan konteks tambahan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Photo Credit: Google Cloud Blog Chrome telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menjaga keamanan pengguna dan data perusahaan. Dengan berbagai opsi integrasi yang disediakan, tim TI memiliki fleksibilitas untuk bekerja dengan berbagai teknologi Google atau solusi keamanan siber pilihan mereka sendiri untuk mengamankan lingkungan mereka. Google Cloud Pub/Sub Photo Credit: Google Cloud Blog Banyak profesional TI telah menggunakan Pub/Sub untuk menyatukan sumber data mereka. Dengan integrasi Chrome, peristiwa keamanan yang dikirim ke Pub/Sub kemudian dapat dimasukkan ke dalam alat pelaporan keamanan atau platform intelijen keamanan pilihan. Baca juga: 5 Kelebihan Chromebook untuk Produktivitas Pekerjaan yang Perlu Anda Ketahui Dengan memanfaatkan integrasi baru ini Anda dapat meningkatkan keamanan pada berbagai layanan Google seperti Cloud dan juga Workspace. Selain itu, Anda juga bisa menerapkan penggunaan Chrome Device untuk membangun ekosistem kerja berbasis cloud yang aman. Chrome Device sendiri merupakan perangkat yang didesain untuk kebutuhan kerja. Dengan performa yang cepat dan telah mendukung kolaborasi real-time, Chrome Device akan meningkatkan produktivitas kerja Anda. Kini, Chrome Device bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai spesifikasi Chrome Device, silakan klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Sensasi Video Call ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa?

Masa pandemi membuat kebutuhan akan komunikasi video meningkat. Entah itu untuk bekerja, belajar atau bahkan sekadar bertanya kabar kepada kerabat dan teman. Inilah yang kemudian mendorong Google untuk mengembangkan lini aplikasi video mereka, baik itu Meet maupun Duo. Penggunaan Google Meet sudah tak perlu diragukan lagi. Selama pandemi, penggunaan Meet mengalami peningkatan hingga 60% dari hari ke hari. Namun bagaimana dengan Duo? Meski tidak se-populer Meet, sebenarnya Duo pun memiliki fitur yang cukup komprehensif untuk ukuran aplikasi komunikasi video melalui ponsel. Dalam update terbarunya, Google menghadirkan beberapa fitur unggulan Meet pada Duo. Misalnya, panggilan grup hingga 100 peserta serta kapabilitas untuk menambahkan doodle dan efek kamera. Mari simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut. Upgrade Google Duo: Satu solusi yang terhubung Photo Credit: Google Cloud Blog Di bulan Juni 2022 ini, Google akan menambahkan semua fitur yang ada di Google Meet ke aplikasi Google Duo secara bertahap. Dengan begitu, pengguna Duo dapat dengan mudah menjadwalkan video meeting pada waktu yang sesuai untuk semua orang atau menggunakan panggilan video untuk langsung terhubung dengan seseorang atau grup. Akhir tahun 2022, Google juga berencana untuk mengganti aplikasi Duo menjadi Google Meet. Jadi, nantinya seluruh layanan komunikasi video Google berada dalam satu aplikasi Meet, yang tersedia untuk seluruh user tanpa biaya. Fitur panggilan video dari Duo akan tetap ada, termasuk kapabilitas untuk melakukan panggilan video ke teman dan keluarga dengan nomor telepon atau alamat email, menggunakan filter dan efek kamera, mengirim pesan, serta meminta Google Assistant untuk menelepon menggunakan perangkat yang ada. Semua riwayat percakapan, kontak, dan pesan akan terus disimpan dalam aplikasi. Anda pun tak perlu mengunduh aplikasi baru untuk bisa menggunakan layanan Duo. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Fitur panggilan video yang disempurnakan Photo Credit: Google Cloud Blog Selain memiliki cara baru untuk terhubung, upgrade ini akan memberi fitur yang disempurnakan bagi para pengguna Duo. Fitur dan kapabilitas yang sebelumnya hanya tersedia di Meet, kini bisa dinikmati di aplikasi Duo, termasuk kemampuan untuk: Menyesuaikan latar belakang virtual dalam panggilan dan rapat. Menjadwalkan rapat sehingga semua orang dapat bergabung pada waktu yang nyaman bagi mereka. Menggunakan chat dalam rapat untuk keterlibatan yang lebih dalam. Membagikan konten langsung sehingga memungkinkan interaksi dengan semua peserta dalam panggilan. Mendapatkan real-time close caption untuk mendukung aksesibilitas dan meningkatkan partisipasi dengan lebih baik. Meningkatkan jumlah peserta panggilan video dari batas maksimum 32 menjadi 100 peserta. Integrasi dengan aplikasi Google lainnya, seperti Gmail, Calendar, Assistant, dan Message. Baca juga: Meeting Hybrid yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Satu pengalaman untuk semua orang Upgrade ini merupakan bagian dari misi Google untuk membangun pengalaman koneksi menyeluruh bagi seluruh pengguna. Raksasa teknologi tersebut juga berkomitmen untuk menyatukan teknologi panggilan video dan rapat ke dalam satu solusi yang kuat dan tentunya mudah digunakan. Komunikasi video adalah area fokus utama bagi mereka.  Ke depannya, pengguna dapat menikmati hasil inovasi dan investasi Google Meet untuk membantu orang terhubung, berkolaborasi, dan berbagi pengalaman dengan perangkat apa pun, di rumah, di sekolah, dan di tempat kerja. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Selain Duo dan Meet, Google juga masih memiliki aplikasi produktivitas lain seperti Gmail, Sheets, Docs, dan Slides. Semuanya terangkum lengkap dalam platform Google Workspace. Bagi Anda yang ingin membangun ekosistem kerja baru dengan dukungan teknologi serta pemrosesan real-time, Workspace adalah solusi terbaik. Terlebih kini Google Workspace juga menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk instalasi dan implementasi, silakan hubungi EIKON Technology, official reseller Google khusus wilayah Indonesia. Kami menawarkan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga paska-pemasangan. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Gmail, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Bagaimana Sebenarnya Cara Filter Spam Gmail Bekerja?

Bisa dibilang, kapabilitas filter spam yang dimiliki Gmail adalah garda terdepan yang melindungi pengguna dari ancaman kejahatan siber. Data dari Google Cloud menunjukkan bahwa kemampuan filtrasi tersebut mampu memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware agar tidak bisa mencapai kotak masuk pengguna. Seiring waktu, Google juga terus meningkatkan keamanan sistem mereka agar bisa tetap memberi perlindungan yang relevan. Namun sebenarnya, bagaimana cara filter spam yang ada di Gmail bekerja? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal filter spam Photo Credit: master1305 (Freepik) Kapabilitas filter spam hadir untuk menghentikan pesan yang tidak diinginkan, tidak diminta atau berbahaya agar tidak masuk ke inbox, sehingga pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka terima. Perlindungan dan sistem Gmail dirancang mengikuti prinsip tersebut. Pengguna pada dasarnya sudah sangat familier dengan kapabilitas ini. Hanya saja, terkadang timbul pertanyaan mengenai cara kerja alat klasifikasi email buatan Google tersebut. Dalam blog resmi Google disebutkan bahwa pengguna dari berbagai spektrum, mulai dari pengguna individu hingga perusahaan kerap mempertanyakan cara kerja penyaringan spam di Gmail. Sebab, baru-baru ini, muncul beberapa kesalahpahaman mengenai cara kerja penyaringan spam Gmail. Ada yang menilai bahwa filter spam Gmail memang bekerja, tapi tidak konsisten. Umumnya, filter berhasil menyaring spam, namun tak jarang pesan berbahaya tetap masuk ke inbox pengguna. Untuk mengetahui penjelasan mengenai fenomena ini, Anda bisa simak penjelasan pada poin selanjutnya. Baca juga:  8 Tips Memilih Email Hosting yang Teraman dan Terpercaya Cara kerja filter spam Gmail Untuk melindungi pengguna dalam skala besar, Gmail mengandalkan pembelajaran mesin (machine learning) yang didukung oleh umpan balik dari pengguna untuk menangkap spam. Sistem kemudian mengidentifikasi pola dalam kumpulan data besar sehingga lebih mudah untuk beradaptasi dengan cepat saat menghadapi taktik spam yang terus berubah. Gmail menggunakan sejumlah filter berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan pesan yang dianggap sebagai spam. Kapabilitas ini menimbang berbagai sinyal, termasuk karakteristik alamat IP, domain/subdomain, otentikasi untuk pesan massal, serta input pengguna. Umpan balik pengguna, seperti ketika pengguna menandai email tertentu sebagai spam atau sinyal bahwa mereka menginginkan email pengirim di kotak masuk mereka, juga merupakan elemen krusial dalam proses pemfilteran Gmail. Baca juga:  Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing Jaminan untuk pengirim email Photo Credit: Rawpixel Di waktu yang bersamaan, para pengirim email juga ingin mendapat kepastian bahwa pesan yang mereka kirim telah sampai ke inbox yang dimaksud. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Gmail menawarkan beberapa tools serta resources gratis untuk memastikan email benar-benar terkirim dan masuk ke inbox penerima. Untuk meningkatkan pengiriman email ke inbox, tool yang direkomendasikan untuk pengiriman massal adalah Postmaster Tools milik Google. Dengan tool ini, setiap pengirim email massal dapat memastikan kesehatan domain mereka. Disarankan bagi pengirim email massal menggunakan tool ini untuk mengakses data dan melakukan diagnostic. Jadi, sistem dapat membantu menemukan cara yang tepat untuk bisa menjangkau penerima yang dituju. Baca juga: 6 Langkah Meningkatkan Keamanan Email dari Serangan Cyber Kapabilitas filter spam dan perlindungan keamanan Gmail dirancang untuk dapat memberikan pengalaman berkirim email terbaik kepada pengguna. Dengan adanya filter, pengguna bisa tetap fokus pada konten yang ingin mereka lihat. Di waktu yang sama, pengirim juga mendapat kepastian bahwa email yang dikirimnya sampai ke tujuan. Photo Credit: Rawpixel Sebagai penyedia layanan email terkemuka, Gmail terus mengembangkan cara untuk memberi perlindungan terbaik. Meski begitu, ada baiknya Anda juga melakukan pengaturan filter spam agar tetap sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan pengirim email massal yang disarankan untuk memanfaatkan tool tambahan agar bisa meningkatkan kemampuan pengiriman. Gmail sendiri sekarang merupakan bagian dari Google Workspace. Itu berarti, layanan pengiriman email ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Optimalkan kinerja Anda dengan berbagai aplikasi, layanan, serta fitur Google Workspace. Untuk paket berlangganan dalam skala besar, silakan hubungi EIKON Technology!

Google Workspace

Kapabilitas Sovereign Controls di Google Workspace, Apa Fungsinya?

Di bulan Mei 2022 Google Workspace baru saja meluncurkan sebuah kapabilitas baru bernama Sovereign Controls. Lewat kapabilitas ini pengguna dapat menentukan pengaturan kedaulatan digital, baik itu untuk penggunaan di sektor publik maupun swasta. Jadi, mereka nantinya dapat mengontrol, membatasi, dan memantau transfer data dari dan ke Uni Eropa (UE) mulai akhir tahun 2022. Kapabilitas Soverign Controls di bangun di atas beberapa kapabilitas yang sudah ada sebelumnya, seperti Client-side encryption, Data regions, dan juga Access Controls. Seperti apa cara kerjanya?  Tawarkan kontrol pelanggan yang ditingkatkan Enkripsi merupakan kontrol teknis penting yang membatasi akses penyedia cloud ke data pelanggan. Google Workspace sendiri telah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi semua data saat istirahat dan sedang transit. European Data Protection Board merekomendasikan untuk menyertakan enkripsi sebagai bagian dari tindakan tambahan untuk melindungi data. Pendekatan unik Google Workspace terhadap enkripsi sisi klien memberi pelanggan kontrol privasi otoritatif atas data mereka melalui kunci enkripsi yang dapat mereka pegang di dalam situs, dalam batas negara atau dalam batas lain yang mereka tetapkan. Google tidak pernah memiliki akses ke kunci atau pemegang kunci. Tingkat enkripsi tersebut diberikan tanpa memerlukan klien desktop lawas, sambil mempertahankan pengalaman berkualitas tinggi yang sama untuk. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan Client-side encryption secara menyeluruh untuk semua penggunanya atau membuat aturan tersendiri. Client-side encryption kini tersedia secara umum untuk Google Drive, Docs, Spreadsheet, dan Slides, serta akan diperluas untuk Gmail, Google Calendar, dan Meet pada akhir tahun 2022.  Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace Memperluas kontrol lokasi data Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Data regions yang dimiliki Google Workspace memungkinkan pelanggan untuk mengontrol lokasi penyimpanan data tertutup mereka saat istirahat. Sekarang ini, karyawan dan perusahaan sedang mengadopsi cara kerja baru di dunia hybrid, mereka tentu akan memerlukan akses aman ke data untuk mencapai hasil yang diinginkan. Namun tren ini, dikombinasikan dengan arsitektur teknis yang kompleks, dapat memunculkan tantangan signifikan untuk mempertahankan kendali atas tempat data berada. Arsitektur cloud-native Google memastikan Workspace berfungsi sepenuhnya di dalam browser, tanpa memerlukan cache atau perangkat lunak yang dipasang pada perangkat karyawan. Google Workspace juga mengadopsi pendekatan zero-trust, dengan keamanan bawaan yang memberikan kontrol ke perangkat dan pengguna geo-fence melalui Context Aware Access. SendControl dan transparansi akses administratif Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Saat berpindah ke layanan berbasis cloud, perusahaan perlu visibilitas dan kontrol yang lebih besar atas semua bentuk akses administratif ke sistem mereka, termasuk siapa yang memiliki akses, sifat dan keadaan akses itu sendiri. Mereka juga harus memiliki kapabilitas untuk menentukan bahwa hanya anggota tertentu yang berhak memiliki akses. Berdasarkan pendekatan ini, Google Workspace akan menerapkan serangkaian Access Control baru pada akhir tahun 2023 yang memungkinkan pelanggan untuk: Membatasi dan/atau setujui akses dukungan Google melalui Access Approvals. Membatasi dukungan pelanggan untuk staf dukungan yang berbasis di UE melalui Access Management. Memastikan dukungan 24 jam dari staf Google Engineering, bila diperlukan, dengan infrastruktur desktop virtual jarak jauh. Membuat laporan log komprehensif tentang akses data dan tindakan melalui Transparansi Akses, yang sudah tersedia di GA. Baca juga: Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing Sovereign Controls Google Workspace akan memberikan kedaulatan digital melalui serangkaian kapabilitas komprehensif untuk perusahaan yang bekerja di seluruh wilayah UE. Secara paralel, Google Cloud akan terus menyediakan mekanisme hukum untuk transfer data internasional kepada pelanggan, termasuk menyediakan perlindungan yang ditawarkan oleh kerangka transfer data UE yang baru setelah diterapkan. Google Workspace terus dikembangkan agar dapat beroperasi di atas fondasi yang aman, sehingga memberikan kemampuan untuk menjaga keamanan pengguna, keamanan data, dan informasi pribadi mereka. Meski Soverign Controls untuk saat ini hanya tersedia di UE, Google Workspace sendiri sudah menerapkan sistem keamanan komprehensif untuk penggunaan skala besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tingkatkan keamanan data Anda saat melakukan kolaborasi kerja dengan implementasi Google Workspace. Kami dari EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga pasca-implementasi. Masih ragu? Hubungi kami di sini untuk konsultasi mengenai implementasi Google Workspace!

Google Docs, Google Workspace

Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs

Selama masa pandemi dan kebijakan WFH (work from home) berlaku, kebutuhan akan platform dan aplikasi produktivitas yang menyediakan sistem kolaborasi meningkat. Sebab, tanpanya, pekerjaan akan sulit untuk dilakukan dari jarak jauh (remote). Para raksasa teknologi pun berlomba untuk menghadirkan platform kolaborasi. Bagi yang sudah menyediakan—seperti Google—terus melakukan perbaikan dan update untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Google sendiri sebenarnya sudah memiliki platform produktivitas kolaboratif bernama Workspace. Dalam platform tersebut Anda bisa menemukan berbagai aplikasi produktivitas yang dapat menunjang kolaborasi secara remote, salah satunya Google Docs. Google Docs dapat digunakan bersamaan oleh beberapa user sekaligus meski mereka terpisah jarak. Otomatis di masa pandemi, aplikasi ini menjadi laris-manis. Tak ingin mengecewakan para pelanggan, Google pun terus melakukan pengembangan terhadap Docs. Paling baru adalah fitur penambahan template tabel dan juga dropdown chips yang akan memudahkan Anda melakukan kolaborasi. Seperti apa cara kerjanya? Dropdown chips Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Dalam update yang diumumkan melalui blog resmi Google Workspace, diketahui bahwa Docs kini punya dua fitur baru, yaitu template tabel serta dropdown chips. Fitur dropdown chips dapat digunakan untuk menunjukkan status dokumen atau berbagai pencapaian proyek yang diuraikan dalam dokumen Anda dengan mudah dan cepat. Tersedia dua pilihan default dropdowns, yaitu: Project Status (Status Proyek). Opsi ini mencakup pilihan untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “Blocked”, “In Progress”, dan “Complete”. Katakanlah Anda ingin menyampaikan bahwa dokumen terkait telah selesai dikerjakan, maka bisa memilih opsi “Complete”. Review Status (Status Peninjauan). Opsi ini mencakup untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “In Progress”, “Under Review”, dan “Approverd”. Misalnya Anda diberi tanggung jawab sebagai editor dan masih perlu menyunting dokumen yang ditugaskan, bisa menambahkan status “Under Review” pada dokumen tersebut menggunakan dropdown chips Menariknya lagi, Anda juga bisa menambahkan status custom sesuai kebutuhan pada fitur dropdown chips ini. Google juga menyediakan beberapa pilihan warna yang bisa Anda pilih sesuka hati. Jadi, Anda pun bisa menampilkan status suatu dokumen di Google Docs tanpa harus melalui langkah-langkah yang rumit. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Template tabel Selain fitur dropdown chips, pada update terbaru Google Docs Anda juga bisa menemukan fitur template tabel. Lewat fitur ini pengguna dapat menyisipkan building block yang umum digunakan saat penyusunan alur kerja seperti: Pelacak konten dalam dokumen Aset proyek Pelacak ulasan Peta perjalanan produk Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Kolom yang ada dalam template tabel juga menyertakan contoh baris konten untuk membantu Anda mengenai cara penggunaannya dengan jelas dan mudah dipahami. Selain itu, kolom yang tersedia juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Ketersediaan Baik fitur dropdown chips maupun template tabel dari Google Docs ini akan tersedia untuk seluruh end user Google Workspace. Bahkan, Anda yang tergabung dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business lama juga masih bisa menikmati layanan baru ini secara default. Tidak berlangganan paket Google Workspace? Tidak perlu khawatir karena kedua fitur Google Docs ini juga bisa digunakan oleh pengguna dengan Google Accounts personal. Fitur dropdown chips akan disebarkan baik melalui domain rapid release maupun scheduled release. Update akan muncul secara otomatis mulai dari tanggal 2 Mei 2022 dan akan terus berjalan hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk fitur template tabel, domain rapid release dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Untuk domain scheduled release hadir pada tanggal 9 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Visibilitas terhadap keseluruhan fitur juga bisa dirasakan di tanggal yang sama. Mulai menggunakan fitur dropdown chips dan template tabel Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Untuk bisa menggunakan kedua fitur baru dari Google Docs ini sangat mudah. Anda bahkan tidak perlu meminta bantuan kepada pihak administrator. Sebab, keduanya tersedia di Google Accounts personal end user. Selain itu, Google Docs juga tidak menyediakan admin control untuk fitur ini. Sebab, fitur baru ini cenderung personal dan dibuat agar bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Bagi end user, fitur baru ini tersedia secara default. Anda dapat memasukkan dropdown chips pada dokumen dengan klik menu Insert > Dropdown. Sedangkan untuk menyisipkan template tabel, pilih opsi Insert > Table > Table. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Fitur baru ini berjalan di aplikasi Google Docs. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Docs, Gmail, Sheets, hingga Slides. Tentu saja semuanya cocok untuk digunakan kerja remote. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Scroll to Top