EIKON Technology

Google Workspace

Google Meet, Google Workspace

Tampilan Email Undangan Google Calendar Berubah, Jadi Seperti Apa?

Salah satu kapabilitas yang dimiliki GCal atau Google Calendar adalah mengirimkan undangan event langsung ke email peserta. Menariknya lagi, peserta juga akan mendapat notifikasi mendekati datangnya event. Dengan begitu, peserta pun tidak akan melewatkan jadwal untuk mengikuti event yang sudah tercatat dalam GCal. Dalam update Google Calendar yang muncul pada tanggal 13 Juni 2022 lalu, terdapat pemberitahuan bahwa tampilan layout email yang dikirim GCal akan berubah. Seperti apa? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini. Perubahan tampilan layout email dari Google Calendar Update ini memperbarui tata letak email yang dikirim oleh Google Calendar. Perubahannya terletak pada bagian detail acara yang sudah tersimpan di aplikasi. Dengan membuat detail acara utama lebih mudah diakses dan berguna, pembaruan ini memungkinkan Anda menemukan dan menindaklanjuti informasi terpenting acara dengan cepat. Selain itu, ketika Anda menerima email yang memberi tahu tentang modifikasi suatu acara, seperti waktu atau perubahan lokasi, maka informasi lama dan informasi yang diperbarui akan ditampilkan. Photo Credit: Google Workspace Updates Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan tampilan baru ini? Untuk menikmati tampilan baru ini Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan. Sebab, ini merupakan layout baru email dari GCal yang efektif per 13 Juni 2022. Email yang Anda dapat mungkin masih menggunakan tampilan lama, karena update ini sendiri dilakukan berangsur-angsur. Begitu juga untuk administrator Google Workspace. Tidak diperlukan kontrol atau konfigurasi tambahan dari administrator untuk memunculkan fitur baru ini. End user pun bisa langsung menikmati tampilan email yang ditingkatkan ini. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Ketersediaan update  Tampilan baru ini akan muncul otomatis pada email Anda. Sebab, layout ini telah resmi menjadi tampilan baru email dari Google Calendar. Email akan berubah otomatis setelah tanggal 13 Juni 2022. Untuk domain rilis cepat, update akan muncul secara bertahap mulai tanggal 13 Juni 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal menjalani peluncuran penuh mulai tanggal 27 Juni 2022 (hingga 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia untuk seluruh semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama, serta untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks Cara membuat undangan dengan GCal Anda dapat menambahkan siapa saja yang memiliki alamat email ke acara, meski mereka tidak memiliki Google Calendar. Melalui Komputer Tambahkan orang ke acara Anda Di komputer Anda, buka Google Calendar. Pilih acara, lalu klik Edit event. Di sebelah kanan, di bawah “Guests“, mulailah mengetik nama orang tersebut dan pilih seseorang dari kontak Anda. Bisa juga dengan mengetikkan alamat email untuk mengundang orang yang tidak ada dalam daftar kontak. Untuk menandai tamu sebagai opsional: Di samping nama tamu, klik ikon orang tersebut. Jika Anda tidak melihat ikonnya, arahkan kursor ke nama tamu. Setelah selesai mengedit acara, klik Save. Saat Anda menyimpan acara, undangan email akan dikirim ke tamu Anda. Anda tidak dapat menambahkan orang ke acara yang dibuat secara otomatis dari Gmail. Melalui Android Di ponsel atau tablet Android Anda, buka aplikasi Google Calendar. Buka acara yang ingin Anda tambahkan orang. Ketuk Edit. Klik Invite people. Masukkan nama atau alamat email orang yang ingin Anda undang. Ketuk Done. Untuk mengetahui kapan jadwal tamu Anda kosong, geser ke bawah atau ketuk View schedule. Klik Save. Saat Anda menyimpan acara, undangan email akan langsung dikirim ke tamu Anda. Anda hanya dapat menambahkan orang ke acara yang tidak dibuat secara otomatis dari Gmail. iPhone atau iPad Photo Credit: Rawpixel Di iPhone atau iPad, buka aplikasi Google Kalender . Edit atau buat acara yang ingin Anda tambahkan orang. Ketuk Edit. Ketuk Add guests. Masukkan nama atau alamat email orang yang ingin Anda undang. Ketuk Done. Untuk mengetahui kapan jadwal tamu Anda kosong, geser ke bawah atau ketuk View schedules. Ketuk Save. Saat Anda menyimpan acara, kami akan mengirimkan undangan email ke tamu Anda. Anda hanya dapat menambahkan orang ke acara yang tidak dibuat secara otomatis dari Gmail. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Dengan tampilan baru ini, Anda bisa mendapat informasi yang lebih jelas mengenai event dari GCal. Untuk integrasi yang lebih optimal antara Google Calendar dan Gmail, terutama dalam penggunaan berskala besar, ada baiknya Anda menggunakan Google Workspace, untuk perusahaan bisa menggunakan edisi For Business. Sedangkan untuk instansi pendidikan bisa menggunakan edisi For Education. EIKON Technology siap membantu Anda mulai dari perencanaan hingga implementasi. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, klik di sini.

Google Meet, Google Workspace

Fitur De-reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC dan Aplikasi

Google Meet PC dan aplikasi kini seolah menjadi kebutuhan tersendiri. Berbagai acara daring telah terselenggara dengan bantuan Meet, mulai dari webinar, workshop, hingga kegiatan sehari-hari seperti rapat dan kuliah. Oleh karenanya, Google terus mengembangkan aplikasi tersebut. Pengguna pun bisa mendapatkan pengalaman video meeting yang terasa lebih dekat dan nyata. Di bulan Juni 2022 lalu, Google Meet PC dan aplikasi smartphone meluncurkan beberapa pembaruan baru. Salah satunya adalah pembaruan yang menghadirkan fitur de-reverberation untuk mengurangi gema yang muncul saat Anda melakukan video meeting. Bagaimana cara kerjanya? Fitur de-reverberation di Google Meet PC dan aplikasi Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Pernahkah suara Anda atau peserta video meeting lain terdengar bergema saat menggunakan Google Meet PC maupun aplikasi? Hal ini sangat wajar terjadi karena bagaimanapun juga, video meeting lewat aplikasi menggunakan perangkat audio yang berbeda. Perangkat yang Anda pakai pasti berbeda dengan peserta lainnya. Inilah yang kemudian menimbulkan gema. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Meet kemudian memperkenalkan fitur de-reverberation atau anti-gema. Saat fitur ini aktif maka gema pada audio akan diredam. Fitur ini sendiri merupakan tambahan dari kapabilitas yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu kapabilitas untukn memfilter suara latar seperti pengetikan keyboard. Lewat fitur de-reverberation ini, Google Meet menghapus gema dari suara yang direkam oleh mikrofon Anda. De-reverberation akan secara otomatis menyaring gema yang diciptakan oleh ruang dengan permukaan keras, seperti ruang bawah tanah atau dapur, membantu memastikan kualitas audio yang optimal. Mulai menggunakan fitur Untuk mengaktifkan fitur ini tidak diperlukan konfigurasi khusus dari administrator. Google Meet juga telah menerbitkan panduan penggunaan fitur yang bisa diakses secara gratis pada halaman Help Center Google Workspace.  Namun administrator telah diberi pengaturan khusus untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur saat video meeting terjadi di lingkungan Workspace perusahaan atau institusi. Begitu pula untuk end-user yang dibekali dengan opsi untuk memfilter bunyi agar kualitas panggilan tetap baik. Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Cara mengaktifkan noise cancellation untuk administrator Kini pengguna hardware Google Meet PC dapat menggunakan peredam bising agar suara terdengar lebih jernih dan menghilangkan kebisingan latar belakang. Noise cancellation diaktifkan secara default untuk sebagian besar edisi Google Workspace. Namun fitur ini dinonaktifkan secara default untuk akun Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Sebagai administrator Workspace, Anda dapat menentukan apakah fitur ini aktif atau nonaktif di awal setiap panggilan. Pengguna masih dapat mengubah setelan untuk panggilan individual. Untuk informasi selengkapnya tentang edisi dan lokasi Google Workspace yang mendukung peredam bising, silakan kunjungi halaman ini. Masuk ke konsol Google Admin Anda. Dari halaman beranda konsol Admin, buka menu Devices dan pilih Google Meet hardware. (Opsional) Filter perangkat menurut unit organisasi atau kriteria lainnya. Klik perangkat yang ingin Anda kelola. Pilih bagian Device settings untuk memperluasnya. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Klik Edit yang ada di sebelah Noise cancellation. Centang atau hapus centang di sebelah Noise cancellation is on at the beginning of each call. Klik Save untuk menyimpan pengaturan. Ketersediaan fitur Fitur ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, upgrade Teaching and Learning, serta Frontline. Namun sayangnya, fitur ini tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, Education Standard, Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan G Business lama. Baca juga: Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams Dengan adanya fitur baru pada Google Meet PC dan aplikasi ini, Anda dapat menghasilkan suara yang lebih jernih selama jalannya vide meeting. Fitur ini pun telah tersedia di Google Workspace for Education maupun Google Workspace for Business sehingga cocok untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Dapatkan paket berlangganan Google Workspace khusus untuk penggunaan skala besar seperti perusahaan dan instansi hanya di EIKON Technology. Selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC?

 Dalam update terbarunya, Google Meet untuk PC menghadirkan kapabilitas baru yang memungkinkan host dari video meeting memiliki lebih banyak opsi saat akan menghapus peserta. Bagaimana cara mengaktifkan kapabilitas baru tersebut? Simak detailnya berikut ini! Kapabilitas baru Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru dari Google Meet untuk PC memungkinkan pengguna untuk mendapat pengalaman video meeting yang lebih lancar dan bebas gangguan. Kini pengguna yang ditunjuk sebagai host meeting (atau co-host meeting), akan memiliki lebih banyak opsi tindakan tambahan saat akan menghapus peserta dari panggilan. Secara khusus, kini pengguna dapat memilih untuk: Langsung menghapus pengguna dari panggilan Membuat laporan penyalahgunaan tambahan Blokir pengguna agar tidak bergabung kembali Google Meet untuk PC menyarankan Anda menggunakan fungsi “Block” atau blokir hanya ketika benar-benar diperlukan. Misalnya, saat peserta terbukti mengganggu jalannya video meeting atau jika peserta melakukan tindak asusila. Penting untuk diingat juga, pengguna yang diblokir bisa kembali ke panggilan secara manual dari panel “People”. Diharapkan, opsi tambahan ini akan mempermudah pengelolaan rapat dan menghindari gangguan lebih lanjut. Selain Google Meet untuk PC, pembaruan ini juga tersedia di perangkat Android dan iOS. Baca juga: Picture-In-Picture dan Multi-Pinning Kini Tersedia untuk Google Meet Di Chrome Cara mengaktifkan kapabilitas baru Google Meet Untuk menghadirkan opsi baru tersebut, tidak memerlukan konfigurasi tambahan dari administrator. Sedangkan end user bisa mempelajari lebih lanjut mengenai cara mengaktifkan fitur ini melalui halaman Help Center Google Workspace. Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk juga pengguna G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, pemilik Google Accounts pribadi. Domain untuk rilis cepat dan terjadwal dimulai dari tanggal 15 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Cara menghapus peserta dari rapat Google Meet untuk PC Di kanan bawah, klik “People ”. Di samping nama peserta, klik “More actions”  dan pilih opsi “Remove from meeting ” atau “Hang up” untuk mengakhiri rapat.  Cara mengakhiri rapat untuk semua Di bagian bawah, klik “Leave call”. Pada jendela yang muncul, klik “End meeting for all”. Opsional: Untuk keluar dari rapat tetapi tidak mengakhirinya untuk semua orang, klik “Leave meeting”. Perlu diingat, fitur “End meeting for all” juga akan mengakhiri ruang kerja kelompok yang terbuka. Jika ada banyak ruang Breakout yang terbuka, ruang utama akan berakhir lebih dulu dan semua ruang Breakout lainnya mungkin memerlukan waktu hingga beberapa menit untuk berakhir. Mengakhiri pertemuan untuk semua Untuk bisa mengakhiri rapat untuk semua, Anda harus mengaktifkan Host Management. Opsi “End meeting for all” akan mengakhiri rapat dan secara otomatis menghapus semua peserta dari rapat, sehingga penyelenggara tidak perlu menghapus peserta satu per satu secara manual. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Beberapa trik yang bisa dicoba Photo Credit: tirachardz (Freepik) Host Workspace dengan Quick access dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya saat mereka mengakhiri rapat untuk semua orang. Saat link rapat yang sama digunakan untuk memulai ulang rapat, penyelenggara rapat dapat mengaktifkan Quick access jika diinginkan. Peserta dapat mengakses link untuk rapat yang telah berakhir, tapi tidak dapat bergabung hingga penyelenggara rapat memulai ulang rapat. Rapat akan dimulai ulang secara otomatis setelah host bergabung kembali. Jika host mengakhiri rapat dengan Quick access aktif, peserta dapat bergabung kembali ke rapat bahkan tanpa host. Pada Google Workspace for Education, untuk memastikan siswa tidak dapat mengakses fitur “end-meeting” untuk memulai atau mengakhiri rapat. Administrator dapat menonaktifkan setelan “Create a meeting” untuk siswa. Secara default, saat rapat yang dibuat dari Classroom berakhir, Quick access dinonaktifkan secara otomatis. Beberapa admin pada edisi Workspace tertentu dapat mengakhiri rapat dengan Investigation Tool. Buat rapat baru setiap kali Anda ingin bertemu dengan kelompok peserta yang berbeda. Jadi, saat Anda memulai ulang rapat yang telah berakhir, semua peserta sebelumnya dapat bergabung. Baca juga: Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams Google Meet untuk PC bisa menjadi solusi komunikasi dan kolaborasi untuk bisnis, terutama jika perusahaan Anda menerapkan model kerja hybrid. Terlebih Meet juga terus meningkatkan dukungan untuk membantu kerja hybrid yang lebih inklusif. Untuk mulai memanfaatkan Meet dalam skala besar, tersedia Google Workspace for Business dan Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized partner Google. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Gmail, Google Docs, Google Workspace

Cara Mudah Cetak Task Lists Anda di Google Tasks

Google Tasks merupakan aplikasi daftar tugas yang fokus pada penyediaan fungsionalitas dengan antarmuka sederhana. Aplikasi ini juga memungkinkan integrasi dengan aplikasi lain Google seperti Gmail dan Calendar untuk memudahkan manajemen tugas. Dalam update terbarunya, Google Tasks memungkinkan pengguna untuk dapat mencetak Task Lists dari ruang pribadi dan ruang Chat di web. Bagaimana cara kerjanya? Cara memulai fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai mengaktifkan fitur memerlukan konfigurasi dari Administrator Google Tasks harus DIAKTIFKAN agar orang-orang di domain Anda dapat mengakses dan mencetak daftar Tasks Lists. Baca juga: 3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Mengaktifkan atau nonaktifkan Tasks Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Google Tasks untuk orang-orang di dalam perusahaan. Orang yang mengaktifkan Tasks dapat membuat dan mengelola tugas yang ada di: Google Calendar Editor Gmail atau Docs menggunakan sidebar Tasks Gmail menggunakan tab Tasks di ruang obrolan (untuk tim) Orang yang menonaktifkan Tasks tidak akan bisa melihat Tasks di editor Calendar, Gmail, atau Docs. Selain itu, mereka juga tidak dapat melihat tab Tugas pada Gmail yang terintegrasi. Namun, mereka masih bisa melihat pembaruan tugas di aliran obrolan jika orang lain memperbarui tugas. Untuk mengontrol siapa yang menggunakan Tasks Sebelum memulai: Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka di unit perusahaan (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke grup akses (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau di dalam departemen). Masuk ke konsol Google Admin. Dari Halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Tasks. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk semua orang di perusahaan Anda, klik On untuk semua orang atau Off untuk semua orang, lalu klik Save. (Opsional) Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk unit organisasi: Di sebelah kiri, pilih unit perusahaan. Untuk mengubah Service status, pilih On atau Off. Pilih salah satu: Jika Service status disetel ke “Inherited” dan Anda ingin tetap memperbarui setelan, meskipun setelan induk berubah, klik Override. Jika Service status diatur ke “Overridden”, klik Inherited untuk kembali ke setelan yang sama dengan induknya atau klik Save untuk menyimpan setelan baru, meskipun setelan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekumpulan pengguna di seluruh atau di dalam unit perusahaan, pilih grup akses. Perubahan biasanya baru akan muncul setelah beberapa menit, tapi terkadang bisa memakan waktu hingga 24 jam. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cetak tugas Anda Photo Credit: jcomp (Freepik) Perlu diingat, Task Lists hanya bisa dicetak di komputer. Untuk mencetak satu daftar tugas, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Gmail, Calendar, Chat, Drive atau file di Google Docs, Spreadsheet, atau Slide. Di sebelah kanan, klik Tasks. Di bagian atas, klik panah bawah. Pilih Task List yang ingin Anda cetak. Di samping “Add a task”, klik More. Klik menu Print list dan pilih Print. Anda juga dapat menggunakan pintasan keyboard untuk mencetak tugas: Untuk Chrome OS dan Windows: Ctrl + P Untuk Mac: ⌘ + p Ketersediaan fitur Fitur Google Tasks ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta G Suite Basic dan G Suite Business secara bertahap mulai 23 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks Google Tasks hadir untuk memudahkan pengguna dalam mengelola tugas mereka. Menariknya lagi, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola tugas kelompok. Tasks kini telah terintegrasi dengan aplikasi Google lainnya seperti Gmail dan Calendar. Agar fitur cetak Task Lists ini bekerja dengan optimal, terutama untuk penggunaan skala besar, ada baiknya Anda berlangganan paket Google Workspace for Business. EIKON Technology siap membantu Anda dalam implementasi Workspace untuk kebutuhan perusahaan, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Informasi selengkapnya silakan klik di sini.

Google Docs, Google Workspace

Sinkronisasi Offline Tersedia untuk Dokumen Microsoft Office, Bagaimana Cara Kerjanya?

 Pada tahun 2019 lalu, Google Workspace mengumumkan fitur penyuntingan Office untuk mempermudah pengguna bekerja dengan file dokumen dari Microsoft Office, baik di Google Docs, Spreadsheet, maupun Slide. Kini di tahun 2022 ini Google Workspace meluncurkan fitur yang lebih baik sehingga memungkinkan Anda untuk bisa bekerja di mana saja dengan Google Docs, Spreadsheet, dan Slide dalam mode offline. Mulai hari ini, Anda dapat bekerja secara offline dengan file Microsoft Office melalui desktop. Bagaimana cara mengaktifkan sinkronisasi offline tersebut? Sinkronisasi offline untuk dokumen Microsoft Office Fitur baru ini menghadirkan manfaat kolaborasi Google Workspace pada file Microsoft Office Anda. Saat perangkat offline, kini Anda bisa tetap menyunting, berkomentar, dan berkolaborasi di file Office menggunakan Docs, Spreadsheet, dan Slide. Setiap perubahan yang dibuat pada file saat offline akan disinkronkan ke Drive secara otomatis setelah Anda terhubung kembali. Baca juga: Kenapa Microsoft Office 365 Lebih Baik dari Microsoft Office Biasa Pengaturan fitur dari administrator Photo Credit: DCStudio (Freepik) Perubahan ini hanya berlaku untuk file yang telah dibuka dalam mode pengeditan Office. Untuk administrator, akses offline diizinkan secara default. Untuk menyiapkan akses offline ke editor Google Docs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Opsi 1: Izinkan pengguna mengaktifkan akses offline Metode termudah untuk mengizinkan akses offline adalah dengan mengaktifkan akses offline untuk seluruh pengguna melalui cara berikut: Masuk ke konsol Google Admin. Dari halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Drive and Docs. Klik Features and Applications. Di sebelah opsi Offline, pilih “Allow users to enable offline access” (disarankan). File terbaru akan disinkronkan dan disimpan di komputer pengguna dan komputer yang telah diberi akses. Beri tahu pengguna Anda cara menyinkronkan file untuk penggunaan offline. Opsi 2: Gunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline dari komputer Sebagai administrator, Anda dapat menggunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline ke Docs, Spreadsheet, dan Slide di komputer yang menjalankan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Opsi ini mengharuskan Anda untuk mendorong kebijakan terkelola ke setiap komputer. Jika Anda memilih opsi ini sebelum menyiapkan kebijakan, pengguna akan kehilangan kapabilitas ini jika mereka sudah memiliki akses sebelumnya. Setelah Anda memilih opsi ini, pengguna dapat mengaktifkan akses offline hanya jika kebijakan terkelola diinstal di komputer mereka. Namun perlu diingat, opsi ini tidak tersedia untuk perangkat ChromeOS atau perangkat seluler (ponsel dan tablet). Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Pengaturan fitur untuk end user Sebelum mengaktifkan akses offline, Anda harus terhubung ke internet dan menggunakan browser Google Chrome atau Microsoft Edge. Selain itu, jangan gunakan penjelajahan pribadi. Pastikan Anda memasang dan mengaktifkan ekstensi Chrome Offline Google Documents. Anda juga harus memiliki cukup ruang yang tersedia di perangkat untuk bisa menyimpan file. Ketersediaan fitur Photo Credit: DCStudio (Freepik) Fitur baru ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite lama. Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Peluncuran akan dilakukan secara bertahap baik untuk domain rilis cepat sekaligus rilis terjadwal mulai tanggal 27 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Sebagai platform produktivitas kolaboratif, Google Workspace menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang terus ditingkatkan. Platform ini juga menyediakan paket berlangganan untuk penggunaan skala besar, seperti perusahaan dan instansi. EIKON Technology, authorized partner Google menyediakan paket berlangganan Workspace untuk penggunaan skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.  

Google Workspace

Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace

Proses pengembangan software membutuhkan kolaborasi lintas fungsi yang kompleks sambil terus meningkatkan produk dan layanan. Google Workspace didesain dengan kapabilitas untuk mendorong inovasi dan kolaborasi di seluruh siklus hidup pengembangan software. Pengembang dapat melakukan standup dan scrum di Google Chat, Meet, dan Spaces, membuat dan berkolaborasi dalam dokumentasi persyaratan di Docs dan Sheets, membuat presentasi tim di Slides, serta mengelola waktu fokus dan ketersediaan mereka dengan Calendar. Ini karena Google Workspace merupakan platform terbuka yang dirancang untuk meningkatkan kinerja software Anda dengan mengintegrasikannya secara mulus. Bagaimana tepatnya Google Workspace meningkatkan efisiensi pengembangan software? Membuat perencanaan dan eksekusi bersama Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace membuat proses perencanaan pengembangan software menjadi lebih kolaboratif dan efisien. Misalnya, banyak perusahaan menggunakan Asana untuk mengoordinasikan dan mengelola semuanya, mulai dari tugas sehari-hari hingga inisiatif strategis lintas fungsi. Untuk membuat pengalaman lebih lancar, Asana membangun integrasi sehingga pengguna dapat mengakses tugas dan proyek mereka dengan Google Drive, Gmail, dan Chat. Dengan integrasi Google Workspace, Anda dapat mengubah percakapan menjadi tindakan dan membuat tugas baru di Asana, semuanya tanpa meninggalkan Google Workspace. Hingga saat ini, pengguna telah mengunduh add-on Asana untuk Gmail lebih dari 2,5 juta kali, serta lebih dari 3,8 juta pemasangan add-on Asana for Google Workspace untuk Google Drive. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Mulai coding dengan cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace memudahkan manajer produk serta desainer dan insinyur UX untuk menyetujui apa yang mereka buat dan alasannya. Dengan menyatukan seluruh stakeholders, pengambil keputusan, dan pembuat persyaratan ke dalam satu tempat, baik itu melalui percakapan Gmail, Chat, Docs, Sheets atau Slide. Google Workspace menghilangkan gesekan, membantu tim Anda menyelesaikan spesifikasi produk. Integrasi seperti GitHub for Google Chat membuat seluruh proses pengembangan masuk dengan mudah ke dalam alur kerja pengembang. Dengan integrasi ini, tim dapat dengan cepat mendorong commit baru, membuat pull requests, melakukan tinjauan kode, dan memberikan masukan real-time yang meningkatkan kualitas kode mereka. Mempercepat pengujian Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi seperti Jira for Google Chat mempercepat seluruh proses QA dalam alur kerja pengembangan. Aplikasi ini bertindak sebagai anggota tim dalam percakapan, mengirimkan masalah baru dan pembaruan kontekstual seperti yang dilaporkan untuk meningkatkan kualitas kode Anda, serta memberi tahu semua orang tentang proyek. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Kirim kode lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Jenkins, sebuah integrasi berkelanjutan open-source yang populer dan alat pengiriman berkelanjutan, dapat digunakan pengembang untuk membangun dan menguji produk secara terus-menerus. Bersama dengan alat cloud-native lainnya, Jenkins mendukung praktik DevOps yang kuat dengan memungkinkan Anda terus mengintegrasikan perubahan ke dalam pembuatan software. Pantau layanan secara proaktif Photo Credit: Google Cloud Blog Meningkatkan pengalaman pelanggan memerlukan pengambilan dan pemantauan sumber data untuk meningkatkan kemampuan observasi aplikasi dan infrastruktur. Google Workspace mendukung tim dan organisasi DevOps dengan membantu pemangku kepentingan berkolaborasi dan memecahkan masalah secara lebih efektif. Saat mengintegrasikan Datadog dengan Google Chat, pemantauan data menjadi bagian dari diskusi tim, dan Anda dapat berkolaborasi secara efisien untuk menyelesaikan masalah segera setelah masalah itu muncul. Meningkatkan keandalan layanan Photo Credit: Google Cloud Blog Mengatur tanggapan di seluruh bisnis terhadap interupsi adalah upaya lintas fungsi. Ketika pendapatan dan reputasi merek bergantung pada kepuasan pelanggan, penting untuk mengelola peristiwa yang berdampak pada layanan secara proaktif. Google Workspace mendukung tim respons dengan memastikan bahwa lansiran mendesak menjangkau orang yang tepat dengan menyediakan ruang terpusat bagi tim untuk menemukan insiden, menemukan akar masalahnya, dan menyelesaikannya dengan cepat. PagerDuty untuk Google Chat memberdayakan pengembang, DevOps, operasi TI, dan pemimpin bisnis untuk mencegah dan menyelesaikan insiden yang berdampak pada bisnis untuk pengalaman pelanggan yang luar biasa—semuanya dari Google Chat. Baca juga: Cara Google Cloud Amankan Rantai Pasok Software Anda Dari sini dapat disimpulkan bahwa berbagai aplikasi, tool, serta kapabilitas yang tersedia di Google Workspace dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan software. Salah satunya adalah untuk memantau perkembangan alur kerja tim Anda. Apakah Anda sedang mengembangkan software? Manfaatkan berbagai aplikasi dan kapabilitas yang ditawarkan oleh Google Workspace untuk mengembangkan software dengan praktis, hanya dengan satu platform saja. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace untuk perusahaan maupun instansi. Sebagai authorized partner Google, seluruh produk yang kami tawarkan berlisensi resmi. Untuk terhubung langsung dengan tim kami, silakan klik di sini.

Google Workspace

Google Sites adalah Alat untuk Mendesain Website, Ini Dia Update Fitur Terbarunya!

Google Sites adalah alat pembuatan halaman web yang disertakan sebagai bagian dari rangkaian Google Docs Editors gratis berbasis web yang ditawarkan oleh Google. Dengan memanfaatkan tool ini Anda dapat membuat halaman web secara praktis dan cepat, tanpa harus menggunakan kode-kode khusus sehingga cocok untuk para pemula. Editor situs yang menggunakan Google Sites versi terbaru sekarang dapat menyesuaikan jarak antara konten di situs mereka dengan pengaturan tema khusus yang menawarkan 3 opsi jarak, yaitu Compact, Cozy, dan Comfortable.  Secara default, semua situs yang baru dibuat akan dimulai dengan opsi jarak Comfortable. Fitur baru ini dihadirkan untuk bisa memberikan lebih banyak kontrol visual atas situs Anda, terutama untuk situs kompleks yang memiliki banyak konten di dalamnya. Fitur penyesuaian jarak konten Photo Credit: Google Workspace Updates Google Sites adalah alat pembuat website dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang dirancang untuk mudah digunakan, bahkan oleh para web designer pemula. Untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya, Google Sites terus melakukan berbagai updates. Updates paling baru dari Google Sites adalah mengenai pengaturan jarak antar konten. Tool dari Google ini menawarkan 3 pilihan jarak, yakni Compact, Cozy, dan Comfortable. Ketiganya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tentunya selera. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Mulai menggunakan fitur baru Google Sites Untuk mulai menggunakan fitur baru ini sangatlah mudah. Sebab, fitur otomatis tersedia setelah tanggal peluncuran. Tanggal peluncuran untuk domain perilisan cepat dimulai pada tanggal 22 Juni 2022 (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) dan untuk domain perilisan terjadwal pada tanggal 13 Juli (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini juga tidak memerlukan konfigurasi tambahan dari administrator. End user atau pengguna langsung tool bisa langung membuka halaman muka Google Sites dan masuk ke menu Themes > Custom > Edit > Spacing > Density. Selain itu, Google Sites juga menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui halaman Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Sites ini adalah fitur gratis dan tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, G Suite Basic, dan G Suite Business. Anda yang memiliki akun Google personal juga bisa menggunakan fitur baru ini di Google Sites secara penuh. Baca juga: 6 Manfaat Website untuk Perusahaan Anda Cara mengubah tampilan situs Photo Credit: lookstudio (Freepik) Anda dapat mengubah tampilan dan gaya situs kapan saja. Google Sites juga memungkinkan penggunanya untuk menggunakan tema bawaan, tema buatan sendiri, maupun mengimpor tema. Berikut langkah-langkahnya: Dengan tema yang sudah dibuat sebelumnya Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah “Created by Google“, pilih opsi pre-made theme. Dengan tema baru Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Create theme. Masukkan nama untuk tema Anda dan pilih Next. Anda juga dapat menambahkan logo dan gambar untuk banner. Pilih palet warna dan pilih Next. Untuk memilih warna tertentu untuk berbagai bagian situs Anda, pilih Customize colors. Pilih font Anda dan pilih Create theme. Anda dapat terus membuat perubahan pada tema baru melalui panel di sebelah kanan. Dengan tema impor dari situs lain Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Import theme. Pilih situs yang ingin dituju. Pilih tema yang diinginkan. Klik Import theme. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Google Sites adalah suatu tool dalam rangkaian produktivitas Google Docs Editor. Dengan memanfaatkan tool ini, Anda dapat mendesain website sendiri tanpa harus melalui proses yang rumit. Bisa dibilang, Google Sites adalah tool yang cocok untuk pemula. Google Sites serta Google Docs Editor merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace. Itu berarti, tool ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Google Workspace sendiri menyediakan paket berlangganan untuk perusahaan maupun instansi sehingga cocok untuk kolaborasi kerja. EIKON Technology sebagai authorized partner Google untuk Indonesia menyediakan paket berlangganan Google Workspace untuk perusahaan maupun instansi pendidikan dengn lisensi resmi. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font

Google Forms merupakan aplikasi survei dan bagian dari rangkaian produktivitas Google Docs Editor yang terdiri dari Docs, Spreadsheet, dan Slide. Aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan respons ini dapat diakses secara gratis melalui web. Dalam membuat survei atau formulir digital, Anda tentu membutuhkan konfigurasi tertentu. Entah itu dari segi opsi respons, bentuk formulir, hingga tampilan font yang digunakan. Google Forms pun menawarkan pengaturan tersebut dengan detail. Pada update terbarunya, Google menambahkan opsi untuk mengatur font survei. Seperti apa? Mari simak detailnya berikut ini. Lebih banyak pilihan font Photo Credit: Google Workspace Update Dalam update terbarunya, Google Forms menambahkan opsi styling, ukuran font tambahan, serta kapabilitas untuk menyesuaikan header, sub-header, dan body text secara terpisah. Dengan update ini, pengguna dapat mengubah tampilan serta nuansa formulir lebih mudah. Anda dapat menggunakan tipografi dan ukuran yang berbeda untuk berbagai bagian formulir. Update ini berlaku untuk seluruh pengguna dan tersedia dalam Google Forms versi web sehingga lebih mudah untuk diakses. Selain itu, update mengenai font ini juga tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa langsung menemukannya saat membuka aplikasi setelah tanggal pembaruan. Untuk informasi lebih lanjut, Google menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui Help Center Google Workspace. Baca juga: Google Forms with Change Theme Ketersediaan update aplikasi Pembaruan Google Forms ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, serta produk G Suite Basic dan G Suite Business. Di samping itu, pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk domain rilis cepat, update diluncurkan secara bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 21 Juni 2022. Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, diluncurkan secara bertahap 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 7 Juli 2022. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace Cara mengubah tema formulir Photo Credit: Rawpixel (Freepik) Untuk menyesuaikan formulir dengan audiens, Anda dapat menambahkan tema atau mengubah font. Berikut cara untuk mengubah warna, tema atau gambar header pada form: Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Color“, Anda dapat memilih warna tema dan warna latar belakang untuk formulir Anda. Untuk menambahkan warna khusus, klik Add custom color. Untuk menambahkan foto Anda sendiri sebagai tema, di bawah menu “Header“, klik Choose image. Jika sudah selesai memilih, simpan dan klik Close . Tema dan tampilan form akan berubah secara otomatis sesuai keinginan Anda. Cara memilih font yang berbeda Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Teks”, Anda dapat mengubah jenis font untuk header, pertanyaan, dan teks. Pilih bagian tulisan yang ingin Anda sunting, lalu ubah font dan ukurannya. Klik Close . Baca juga: 3 Cara Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Dengan adanya pembaruan ini, Anda dapat mengubah tema serta jenis font yang digunakan pada Google Forms. Tampilan formulir pun bisa lebih menyesuaikan selera dan kebutuhan Anda. Google Forms sendiri merupakan bagian dari rangkaian produktivitas kolaboratif Google Workspace. Untuk mengoptimalkan pekerjaan, Anda bisa memanfaatkan aplikasi lainnya sepeti Google Docs, Spreadsheets, dan juga Slides. Anda bahkan dapat menggunakannya dalam skala besar untuk perusahaan maupun instansi seperti sekolah. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Google Workspace

Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets

GSheets atau Google Sheets merupakan salah satu aplikasi produktivitas Google yang berupa lembar kerja (spreadsheet). Aplikasi ini sangat banyak kegunaannya, terutama yang berhubungan dengan data. Lewat GSheets, Anda dapat menganalisis, memvisualisasikan, dan mendapatkan wawasan data. Menariknya lagi, aplikasi ini juga sudah didukung oleh berbagai fitur canggih yang memungkinkan Anda untuk melakukan kolaborasi kerja. Pada update terbarunya, kini pengguna dapat mengekspor hasil pencarian dari alat investigasi keamanan (security investigation tool). Bagaimana cara kerjanya? Ekspor hasil pencarian ke GSheets Bagi Anda yang perlu mengolah data dari alat investigasi keamanan, kini file data bisa langsung diekspor ke Gsheets. Anda tak perlu lagi melakukan converting dengan aplikasi pihak ketiga untuk bisa memindahkan file data ke spreadsheet. Menariknya lagi, selain ekspor ke Google Sheets, admin kini dapat mengunggah data peristiwa log dari fitur investigasi keamanan menjadi file .CSV. Ini akan memungkinkan admin untuk menganalisis data lebih lanjut di luar alat. Batas ekspor untuk file .CSV adalah 100.000 baris. Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, izin berbagi untuk file Google Sheets yang diekspor akan menjadi default ke konfigurasi domain Anda (artinya, jika file yang baru dibuat dibagikan dengan semua orang, data yang diekspor akan tersedia untuk semua orang). Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Untuk mulai menggunakan fitur, end-user maupun Admin tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan. Sebab, fitur akan tersedia secara default pada tampilan Sheets baru. Untuk detail lengkap mengenai fitur ekspor ini, Anda bisa mengunjungi Help Center. Fitur ekspor baru ini mulai diluncurkan pada tanggal 15 Juni dan disebarkan secara bertahap selama total 15 hari, baik untuk rapid release maupun scheduled release. Jadi jika Anda belum menemukan fitur, diharap menunggu terlebih dulu. Mulai menggunakan fitur Untuk mulai mengekspor hasil pencarian alat investigasi keamanan ke GSheets, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Di bagian atas tabel hasil penelusuran, klik Export all. Masukkan nama ekspor. Pilih Google Spreadsheet. Klik Export. Ekspor akan ditampilkan di bawah tabel hasil pencarian di bawah hasil tindakan Ekspor. Untuk melihat data, klik nama ekspor Anda. Ekspor terbuka di Google Spreadsheet di folder My Drive. Ekspor hasil pencarian ke file CSV Di bagian atas tabel hasil penelusuran, klik Export all. Masukkan nama ekspor. Pilih Comma-separated values (.csv). Klik Export. Untuk mengunduh hasil penelusuran yang diekspor, klik Tasks, lalu klik Unduh CSV. Baca juga: Kelebihan Google Spreadsheet yang Perlu Anda Ketahui Hal yang harus diperhatikan saat melihat hasil pencarian Photo Credit: ijeab (Freepik) Setelah Anda mengeklik Export all di bagian atas tabel, GSheets akan dibuat di folder My Drive yang menyertakan hasil penelusuran. Bergantung pada ukuran hasil, proses ekspor mungkin memakan waktu. Total hasil ekspor dibatasi hingga 30 juta baris (kecuali untuk penelusuran pesan Gmail, yang dibatasi hingga 1,25 juta baris). Saat ekspor sedang berlangsung, Google Spreadsheet dibuat dengan nama sementara—misalnya, TMP-1-<title>. Jika beberapa Google Spreadsheet dibuat, file tambahan akan diberi nama TMP-2-<title>, TMP-3-<title>, dan seterusnya. Ketika proses ekspor selesai, file secara otomatis diubah namanya menjadi: <title> [1 of N], <title> [2 of N], dan seterusnya. Jika hanya satu Google Spreadsheet yang berisi data yang diekspor, file akan diganti namanya menjadi <title>. Baca juga: Google Spreadsheet Vs Microsoft Excel. Lebih Baik Mana Untuk Bisnis? Dengan hadirnya fitur baru ini, menganalisis data dari alat investigasi keamanan pun menjadi lebih mudah. Anda tak harus menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk bisa melanjutkan proses analisis. GSheets sendiri merupakan bagian dari platform produktivitas kolaboratif Google Workspace. Anda bisa berlangganan paket Workspace untuk penggunaan skala besar seperti di sekolah, instansi, maupun perusahaan. Mulai berlangganan Google Workspace untuk membangun ekosistem kerja digital Anda bersama EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk, tapi juga melayani prosedur implementasi, mulai dari perencanaan hingga pemasangan. Untuk mulai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Picture-in-Picture dan Multi-pinning Kini Tersedia untuk Google Meet di Chrome

Sebagai aplikasi video meeting dengan jumlah pengguna terbanyak, Google Meet terus melakukan pembaruan. Tidak hanya untuk versi aplikasi, Google juga terus menghadirkan update fitur untuk versi web di Chrome yang lebih mudah diakses pengguna. Paling baru, Google Meet menghadirkan dua fitur unggulannya: Picture-in-Picture (PiP) serta Multi-pinning untuk versi web di Chrome. Bagaimana cara mengaktifkan update baru ini di Chrome? Fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning di Chrome Photo Credit: Google Workspace Updates Picture-in-Picture (PiP) merupakan suatu fitur yang memungkinkan Anda untuk bisa membuka halaman Meet sambil membuka halaman lain di Chrome. Anda bahkan bisa melakukan minimize pada Chrome tanpa membuat panggilan di Meet terhenti. Selain itu, Anda sekarang dapat menyematkan beberapa feeds video di Chrome. Ini akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara Anda menggabungkan orang dan konten, memungkinkan Anda menyesuaikan tampilan dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan. Fitur ini juga diharapkan dapat memudahkan penyaji dan peserta untuk tetap terlibat dalam rapat secara aktif. Google Meet bahkan telah menyediakan tutorial yang bisa Anda akses secara gratis untuk mengeksplorasi fitur ini lebih jauh di Google Blog Cloud. Mulai menerapkan fitur Fitur ini hadir secara default. Artinya, baik end-user maupun administrator tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan. Bagi Anda yang ditunjuk menjadi Admin di ekosistem Workspace, bisa langsung menyediakan fitur ini bagi seluruh pengguna di perusahaan atau instansi Anda. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Ketersediaan fitur Fitur ini mulai diluncurkan pada tanggal 16 Juni 2022 baik untuk rapid maupun scheduled domain. Google Meet juga mengumumkan bahwa perilisan akan mengalami penambahan waktu, kira-kira lebih dari 15 hari setelah rilis resmi. Baik Picture-in-Picture (PiP) maupun Multi-pinning di Chrome tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, kedua fitur ini juga bisa digunakan oleh seluruh pengguna dengan Google Accounts personal. Layout baru Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum meluncurkan kedua fitur yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, Meet sebenarnya baru saja memperkenalkan layout baru. Tampilan baru tersebut merupakan hasil pengembangan yang didapat dari masukan para pelanggan. Layout terbaru Meet versi desktop dan laptop dibuat lebih sederhana guna memberi lebih banyak ruang untuk feed video, konten, dan membuat kontrol lebih mudah ditemukan. Layout baru Meet ini diluncurkan dari Mei hingga Juni. Pengguna secara otomatis akan mendapatkan pengalaman baru tanpa harus melakukan pembaruan secara manual. Anda juga dapat memilih untuk tidak menggunakan pengalaman baru hingga peluncuran selesai. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Menemukan kontrol baru Meet Anda dapat menemukan semua kontrol di bilah bawah jendela rapat. Bilah bawah selalu terlihat. Kode rapat ada di pojok kiri bawah. Saat layar dimaksimalkan, jam akan muncul di kiri bawah. Mikrofon, kamera, keterangan, raise hand, kontrol presentasi, lebih banyak opsi, dan tombol tutup ada di tengah. Agar Anda tidak menutup telepon secara tidak sengaja, tombol keluar rapat ada di paling kanan, jauh dari tombol kamera dan mikrofon. Di kanan bawah, Anda dapat menemukan detail rapat seperti info bergabung, panel orang, panel obrolan, dan panel aktivitas untuk ruang Kerja Kelompok, Jajak Pendapat, Tanya Jawab, dan banyak lagi. Multi-task dengan Picture-in-Picture  Gunakan Picture-in-Picture untuk keluar dari tab Meet dan membuka floating window dengan tile video. Floating window menampilkan hingga 4 video peserta dan tetap di atas aplikasi lain yang sedang Anda buka. Cara mengaktifkan Picture-in-Picture adalah dengan mengarahkan kursor ke bagian bawah tab Meet, klik Opsi lainnya dan pilih Open Picture-in-Picture. Fitur Picture-in-Picture: Bisukan mikrofon Kontrol kamera Tinggalkan panggilan Kembali ke tab Meet Presenter dapat terus melihat presentasi di tab Meet Saat Picture-in-Picture aktif, Anda terus mendapatkan notifikasi penting seperti: Pesan obrolan Raise hand Permintaan bergabung Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Dengan adanya update ini maka Google Meet versi web Chrome pun semakin lengkap. Anda tak perlu mengunduh aplikasi apa pun untuk bisa menikmati fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning saat melakukan video meeting. Google Meet sendiri merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Scroll to Top