EIKON Technology

Google Workspace

Google Workspace

Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Software dengan Google Workspace

Proses pengembangan software membutuhkan kolaborasi lintas fungsi yang kompleks sambil terus meningkatkan produk dan layanan. Google Workspace didesain dengan kapabilitas untuk mendorong inovasi dan kolaborasi di seluruh siklus hidup pengembangan software. Pengembang dapat melakukan standup dan scrum di Google Chat, Meet, dan Spaces, membuat dan berkolaborasi dalam dokumentasi persyaratan di Docs dan Sheets, membuat presentasi tim di Slides, serta mengelola waktu fokus dan ketersediaan mereka dengan Calendar. Ini karena Google Workspace merupakan platform terbuka yang dirancang untuk meningkatkan kinerja software Anda dengan mengintegrasikannya secara mulus. Bagaimana tepatnya Google Workspace meningkatkan efisiensi pengembangan software? Membuat perencanaan dan eksekusi bersama Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace membuat proses perencanaan pengembangan software menjadi lebih kolaboratif dan efisien. Misalnya, banyak perusahaan menggunakan Asana untuk mengoordinasikan dan mengelola semuanya, mulai dari tugas sehari-hari hingga inisiatif strategis lintas fungsi. Untuk membuat pengalaman lebih lancar, Asana membangun integrasi sehingga pengguna dapat mengakses tugas dan proyek mereka dengan Google Drive, Gmail, dan Chat. Dengan integrasi Google Workspace, Anda dapat mengubah percakapan menjadi tindakan dan membuat tugas baru di Asana, semuanya tanpa meninggalkan Google Workspace. Hingga saat ini, pengguna telah mengunduh add-on Asana untuk Gmail lebih dari 2,5 juta kali, serta lebih dari 3,8 juta pemasangan add-on Asana for Google Workspace untuk Google Drive. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Mulai coding dengan cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace memudahkan manajer produk serta desainer dan insinyur UX untuk menyetujui apa yang mereka buat dan alasannya. Dengan menyatukan seluruh stakeholders, pengambil keputusan, dan pembuat persyaratan ke dalam satu tempat, baik itu melalui percakapan Gmail, Chat, Docs, Sheets atau Slide. Google Workspace menghilangkan gesekan, membantu tim Anda menyelesaikan spesifikasi produk. Integrasi seperti GitHub for Google Chat membuat seluruh proses pengembangan masuk dengan mudah ke dalam alur kerja pengembang. Dengan integrasi ini, tim dapat dengan cepat mendorong commit baru, membuat pull requests, melakukan tinjauan kode, dan memberikan masukan real-time yang meningkatkan kualitas kode mereka. Mempercepat pengujian Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi seperti Jira for Google Chat mempercepat seluruh proses QA dalam alur kerja pengembangan. Aplikasi ini bertindak sebagai anggota tim dalam percakapan, mengirimkan masalah baru dan pembaruan kontekstual seperti yang dilaporkan untuk meningkatkan kualitas kode Anda, serta memberi tahu semua orang tentang proyek. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Kirim kode lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Jenkins, sebuah integrasi berkelanjutan open-source yang populer dan alat pengiriman berkelanjutan, dapat digunakan pengembang untuk membangun dan menguji produk secara terus-menerus. Bersama dengan alat cloud-native lainnya, Jenkins mendukung praktik DevOps yang kuat dengan memungkinkan Anda terus mengintegrasikan perubahan ke dalam pembuatan software. Pantau layanan secara proaktif Photo Credit: Google Cloud Blog Meningkatkan pengalaman pelanggan memerlukan pengambilan dan pemantauan sumber data untuk meningkatkan kemampuan observasi aplikasi dan infrastruktur. Google Workspace mendukung tim dan organisasi DevOps dengan membantu pemangku kepentingan berkolaborasi dan memecahkan masalah secara lebih efektif. Saat mengintegrasikan Datadog dengan Google Chat, pemantauan data menjadi bagian dari diskusi tim, dan Anda dapat berkolaborasi secara efisien untuk menyelesaikan masalah segera setelah masalah itu muncul. Meningkatkan keandalan layanan Photo Credit: Google Cloud Blog Mengatur tanggapan di seluruh bisnis terhadap interupsi adalah upaya lintas fungsi. Ketika pendapatan dan reputasi merek bergantung pada kepuasan pelanggan, penting untuk mengelola peristiwa yang berdampak pada layanan secara proaktif. Google Workspace mendukung tim respons dengan memastikan bahwa lansiran mendesak menjangkau orang yang tepat dengan menyediakan ruang terpusat bagi tim untuk menemukan insiden, menemukan akar masalahnya, dan menyelesaikannya dengan cepat. PagerDuty untuk Google Chat memberdayakan pengembang, DevOps, operasi TI, dan pemimpin bisnis untuk mencegah dan menyelesaikan insiden yang berdampak pada bisnis untuk pengalaman pelanggan yang luar biasa—semuanya dari Google Chat. Baca juga: Cara Google Cloud Amankan Rantai Pasok Software Anda Dari sini dapat disimpulkan bahwa berbagai aplikasi, tool, serta kapabilitas yang tersedia di Google Workspace dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan software. Salah satunya adalah untuk memantau perkembangan alur kerja tim Anda. Apakah Anda sedang mengembangkan software? Manfaatkan berbagai aplikasi dan kapabilitas yang ditawarkan oleh Google Workspace untuk mengembangkan software dengan praktis, hanya dengan satu platform saja. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace untuk perusahaan maupun instansi. Sebagai authorized partner Google, seluruh produk yang kami tawarkan berlisensi resmi. Untuk terhubung langsung dengan tim kami, silakan klik di sini.

Google Workspace

Google Sites adalah Alat untuk Mendesain Website, Ini Dia Update Fitur Terbarunya!

Google Sites adalah alat pembuatan halaman web yang disertakan sebagai bagian dari rangkaian Google Docs Editors gratis berbasis web yang ditawarkan oleh Google. Dengan memanfaatkan tool ini Anda dapat membuat halaman web secara praktis dan cepat, tanpa harus menggunakan kode-kode khusus sehingga cocok untuk para pemula. Editor situs yang menggunakan Google Sites versi terbaru sekarang dapat menyesuaikan jarak antara konten di situs mereka dengan pengaturan tema khusus yang menawarkan 3 opsi jarak, yaitu Compact, Cozy, dan Comfortable.  Secara default, semua situs yang baru dibuat akan dimulai dengan opsi jarak Comfortable. Fitur baru ini dihadirkan untuk bisa memberikan lebih banyak kontrol visual atas situs Anda, terutama untuk situs kompleks yang memiliki banyak konten di dalamnya. Fitur penyesuaian jarak konten Photo Credit: Google Workspace Updates Google Sites adalah alat pembuat website dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang dirancang untuk mudah digunakan, bahkan oleh para web designer pemula. Untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya, Google Sites terus melakukan berbagai updates. Updates paling baru dari Google Sites adalah mengenai pengaturan jarak antar konten. Tool dari Google ini menawarkan 3 pilihan jarak, yakni Compact, Cozy, dan Comfortable. Ketiganya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tentunya selera. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Mulai menggunakan fitur baru Google Sites Untuk mulai menggunakan fitur baru ini sangatlah mudah. Sebab, fitur otomatis tersedia setelah tanggal peluncuran. Tanggal peluncuran untuk domain perilisan cepat dimulai pada tanggal 22 Juni 2022 (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) dan untuk domain perilisan terjadwal pada tanggal 13 Juli (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini juga tidak memerlukan konfigurasi tambahan dari administrator. End user atau pengguna langsung tool bisa langung membuka halaman muka Google Sites dan masuk ke menu Themes > Custom > Edit > Spacing > Density. Selain itu, Google Sites juga menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui halaman Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Sites ini adalah fitur gratis dan tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, G Suite Basic, dan G Suite Business. Anda yang memiliki akun Google personal juga bisa menggunakan fitur baru ini di Google Sites secara penuh. Baca juga: 6 Manfaat Website untuk Perusahaan Anda Cara mengubah tampilan situs Photo Credit: lookstudio (Freepik) Anda dapat mengubah tampilan dan gaya situs kapan saja. Google Sites juga memungkinkan penggunanya untuk menggunakan tema bawaan, tema buatan sendiri, maupun mengimpor tema. Berikut langkah-langkahnya: Dengan tema yang sudah dibuat sebelumnya Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah “Created by Google“, pilih opsi pre-made theme. Dengan tema baru Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Create theme. Masukkan nama untuk tema Anda dan pilih Next. Anda juga dapat menambahkan logo dan gambar untuk banner. Pilih palet warna dan pilih Next. Untuk memilih warna tertentu untuk berbagai bagian situs Anda, pilih Customize colors. Pilih font Anda dan pilih Create theme. Anda dapat terus membuat perubahan pada tema baru melalui panel di sebelah kanan. Dengan tema impor dari situs lain Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Import theme. Pilih situs yang ingin dituju. Pilih tema yang diinginkan. Klik Import theme. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Google Sites adalah suatu tool dalam rangkaian produktivitas Google Docs Editor. Dengan memanfaatkan tool ini, Anda dapat mendesain website sendiri tanpa harus melalui proses yang rumit. Bisa dibilang, Google Sites adalah tool yang cocok untuk pemula. Google Sites serta Google Docs Editor merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace. Itu berarti, tool ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Google Workspace sendiri menyediakan paket berlangganan untuk perusahaan maupun instansi sehingga cocok untuk kolaborasi kerja. EIKON Technology sebagai authorized partner Google untuk Indonesia menyediakan paket berlangganan Google Workspace untuk perusahaan maupun instansi pendidikan dengn lisensi resmi. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font

Google Forms merupakan aplikasi survei dan bagian dari rangkaian produktivitas Google Docs Editor yang terdiri dari Docs, Spreadsheet, dan Slide. Aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan respons ini dapat diakses secara gratis melalui web. Dalam membuat survei atau formulir digital, Anda tentu membutuhkan konfigurasi tertentu. Entah itu dari segi opsi respons, bentuk formulir, hingga tampilan font yang digunakan. Google Forms pun menawarkan pengaturan tersebut dengan detail. Pada update terbarunya, Google menambahkan opsi untuk mengatur font survei. Seperti apa? Mari simak detailnya berikut ini. Lebih banyak pilihan font Photo Credit: Google Workspace Update Dalam update terbarunya, Google Forms menambahkan opsi styling, ukuran font tambahan, serta kapabilitas untuk menyesuaikan header, sub-header, dan body text secara terpisah. Dengan update ini, pengguna dapat mengubah tampilan serta nuansa formulir lebih mudah. Anda dapat menggunakan tipografi dan ukuran yang berbeda untuk berbagai bagian formulir. Update ini berlaku untuk seluruh pengguna dan tersedia dalam Google Forms versi web sehingga lebih mudah untuk diakses. Selain itu, update mengenai font ini juga tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa langsung menemukannya saat membuka aplikasi setelah tanggal pembaruan. Untuk informasi lebih lanjut, Google menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui Help Center Google Workspace. Baca juga: Google Forms with Change Theme Ketersediaan update aplikasi Pembaruan Google Forms ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, serta produk G Suite Basic dan G Suite Business. Di samping itu, pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk domain rilis cepat, update diluncurkan secara bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 21 Juni 2022. Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, diluncurkan secara bertahap 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 7 Juli 2022. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace Cara mengubah tema formulir Photo Credit: Rawpixel (Freepik) Untuk menyesuaikan formulir dengan audiens, Anda dapat menambahkan tema atau mengubah font. Berikut cara untuk mengubah warna, tema atau gambar header pada form: Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Color“, Anda dapat memilih warna tema dan warna latar belakang untuk formulir Anda. Untuk menambahkan warna khusus, klik Add custom color. Untuk menambahkan foto Anda sendiri sebagai tema, di bawah menu “Header“, klik Choose image. Jika sudah selesai memilih, simpan dan klik Close . Tema dan tampilan form akan berubah secara otomatis sesuai keinginan Anda. Cara memilih font yang berbeda Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Teks”, Anda dapat mengubah jenis font untuk header, pertanyaan, dan teks. Pilih bagian tulisan yang ingin Anda sunting, lalu ubah font dan ukurannya. Klik Close . Baca juga: 3 Cara Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Dengan adanya pembaruan ini, Anda dapat mengubah tema serta jenis font yang digunakan pada Google Forms. Tampilan formulir pun bisa lebih menyesuaikan selera dan kebutuhan Anda. Google Forms sendiri merupakan bagian dari rangkaian produktivitas kolaboratif Google Workspace. Untuk mengoptimalkan pekerjaan, Anda bisa memanfaatkan aplikasi lainnya sepeti Google Docs, Spreadsheets, dan juga Slides. Anda bahkan dapat menggunakannya dalam skala besar untuk perusahaan maupun instansi seperti sekolah. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Google Workspace

Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets

GSheets atau Google Sheets merupakan salah satu aplikasi produktivitas Google yang berupa lembar kerja (spreadsheet). Aplikasi ini sangat banyak kegunaannya, terutama yang berhubungan dengan data. Lewat GSheets, Anda dapat menganalisis, memvisualisasikan, dan mendapatkan wawasan data. Menariknya lagi, aplikasi ini juga sudah didukung oleh berbagai fitur canggih yang memungkinkan Anda untuk melakukan kolaborasi kerja. Pada update terbarunya, kini pengguna dapat mengekspor hasil pencarian dari alat investigasi keamanan (security investigation tool). Bagaimana cara kerjanya? Ekspor hasil pencarian ke GSheets Bagi Anda yang perlu mengolah data dari alat investigasi keamanan, kini file data bisa langsung diekspor ke Gsheets. Anda tak perlu lagi melakukan converting dengan aplikasi pihak ketiga untuk bisa memindahkan file data ke spreadsheet. Menariknya lagi, selain ekspor ke Google Sheets, admin kini dapat mengunggah data peristiwa log dari fitur investigasi keamanan menjadi file .CSV. Ini akan memungkinkan admin untuk menganalisis data lebih lanjut di luar alat. Batas ekspor untuk file .CSV adalah 100.000 baris. Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, izin berbagi untuk file Google Sheets yang diekspor akan menjadi default ke konfigurasi domain Anda (artinya, jika file yang baru dibuat dibagikan dengan semua orang, data yang diekspor akan tersedia untuk semua orang). Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Untuk mulai menggunakan fitur, end-user maupun Admin tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan. Sebab, fitur akan tersedia secara default pada tampilan Sheets baru. Untuk detail lengkap mengenai fitur ekspor ini, Anda bisa mengunjungi Help Center. Fitur ekspor baru ini mulai diluncurkan pada tanggal 15 Juni dan disebarkan secara bertahap selama total 15 hari, baik untuk rapid release maupun scheduled release. Jadi jika Anda belum menemukan fitur, diharap menunggu terlebih dulu. Mulai menggunakan fitur Untuk mulai mengekspor hasil pencarian alat investigasi keamanan ke GSheets, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Di bagian atas tabel hasil penelusuran, klik Export all. Masukkan nama ekspor. Pilih Google Spreadsheet. Klik Export. Ekspor akan ditampilkan di bawah tabel hasil pencarian di bawah hasil tindakan Ekspor. Untuk melihat data, klik nama ekspor Anda. Ekspor terbuka di Google Spreadsheet di folder My Drive. Ekspor hasil pencarian ke file CSV Di bagian atas tabel hasil penelusuran, klik Export all. Masukkan nama ekspor. Pilih Comma-separated values (.csv). Klik Export. Untuk mengunduh hasil penelusuran yang diekspor, klik Tasks, lalu klik Unduh CSV. Baca juga: Kelebihan Google Spreadsheet yang Perlu Anda Ketahui Hal yang harus diperhatikan saat melihat hasil pencarian Photo Credit: ijeab (Freepik) Setelah Anda mengeklik Export all di bagian atas tabel, GSheets akan dibuat di folder My Drive yang menyertakan hasil penelusuran. Bergantung pada ukuran hasil, proses ekspor mungkin memakan waktu. Total hasil ekspor dibatasi hingga 30 juta baris (kecuali untuk penelusuran pesan Gmail, yang dibatasi hingga 1,25 juta baris). Saat ekspor sedang berlangsung, Google Spreadsheet dibuat dengan nama sementara—misalnya, TMP-1-<title>. Jika beberapa Google Spreadsheet dibuat, file tambahan akan diberi nama TMP-2-<title>, TMP-3-<title>, dan seterusnya. Ketika proses ekspor selesai, file secara otomatis diubah namanya menjadi: <title> [1 of N], <title> [2 of N], dan seterusnya. Jika hanya satu Google Spreadsheet yang berisi data yang diekspor, file akan diganti namanya menjadi <title>. Baca juga: Google Spreadsheet Vs Microsoft Excel. Lebih Baik Mana Untuk Bisnis? Dengan hadirnya fitur baru ini, menganalisis data dari alat investigasi keamanan pun menjadi lebih mudah. Anda tak harus menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk bisa melanjutkan proses analisis. GSheets sendiri merupakan bagian dari platform produktivitas kolaboratif Google Workspace. Anda bisa berlangganan paket Workspace untuk penggunaan skala besar seperti di sekolah, instansi, maupun perusahaan. Mulai berlangganan Google Workspace untuk membangun ekosistem kerja digital Anda bersama EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk, tapi juga melayani prosedur implementasi, mulai dari perencanaan hingga pemasangan. Untuk mulai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Meet, Google Workspace

Picture-in-Picture dan Multi-pinning Kini Tersedia untuk Google Meet di Chrome

Sebagai aplikasi video meeting dengan jumlah pengguna terbanyak, Google Meet terus melakukan pembaruan. Tidak hanya untuk versi aplikasi, Google juga terus menghadirkan update fitur untuk versi web di Chrome yang lebih mudah diakses pengguna. Paling baru, Google Meet menghadirkan dua fitur unggulannya: Picture-in-Picture (PiP) serta Multi-pinning untuk versi web di Chrome. Bagaimana cara mengaktifkan update baru ini di Chrome? Fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning di Chrome Photo Credit: Google Workspace Updates Picture-in-Picture (PiP) merupakan suatu fitur yang memungkinkan Anda untuk bisa membuka halaman Meet sambil membuka halaman lain di Chrome. Anda bahkan bisa melakukan minimize pada Chrome tanpa membuat panggilan di Meet terhenti. Selain itu, Anda sekarang dapat menyematkan beberapa feeds video di Chrome. Ini akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara Anda menggabungkan orang dan konten, memungkinkan Anda menyesuaikan tampilan dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan. Fitur ini juga diharapkan dapat memudahkan penyaji dan peserta untuk tetap terlibat dalam rapat secara aktif. Google Meet bahkan telah menyediakan tutorial yang bisa Anda akses secara gratis untuk mengeksplorasi fitur ini lebih jauh di Google Blog Cloud. Mulai menerapkan fitur Fitur ini hadir secara default. Artinya, baik end-user maupun administrator tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan. Bagi Anda yang ditunjuk menjadi Admin di ekosistem Workspace, bisa langsung menyediakan fitur ini bagi seluruh pengguna di perusahaan atau instansi Anda. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Ketersediaan fitur Fitur ini mulai diluncurkan pada tanggal 16 Juni 2022 baik untuk rapid maupun scheduled domain. Google Meet juga mengumumkan bahwa perilisan akan mengalami penambahan waktu, kira-kira lebih dari 15 hari setelah rilis resmi. Baik Picture-in-Picture (PiP) maupun Multi-pinning di Chrome tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Selain itu, kedua fitur ini juga bisa digunakan oleh seluruh pengguna dengan Google Accounts personal. Layout baru Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum meluncurkan kedua fitur yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, Meet sebenarnya baru saja memperkenalkan layout baru. Tampilan baru tersebut merupakan hasil pengembangan yang didapat dari masukan para pelanggan. Layout terbaru Meet versi desktop dan laptop dibuat lebih sederhana guna memberi lebih banyak ruang untuk feed video, konten, dan membuat kontrol lebih mudah ditemukan. Layout baru Meet ini diluncurkan dari Mei hingga Juni. Pengguna secara otomatis akan mendapatkan pengalaman baru tanpa harus melakukan pembaruan secara manual. Anda juga dapat memilih untuk tidak menggunakan pengalaman baru hingga peluncuran selesai. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Menemukan kontrol baru Meet Anda dapat menemukan semua kontrol di bilah bawah jendela rapat. Bilah bawah selalu terlihat. Kode rapat ada di pojok kiri bawah. Saat layar dimaksimalkan, jam akan muncul di kiri bawah. Mikrofon, kamera, keterangan, raise hand, kontrol presentasi, lebih banyak opsi, dan tombol tutup ada di tengah. Agar Anda tidak menutup telepon secara tidak sengaja, tombol keluar rapat ada di paling kanan, jauh dari tombol kamera dan mikrofon. Di kanan bawah, Anda dapat menemukan detail rapat seperti info bergabung, panel orang, panel obrolan, dan panel aktivitas untuk ruang Kerja Kelompok, Jajak Pendapat, Tanya Jawab, dan banyak lagi. Multi-task dengan Picture-in-Picture  Gunakan Picture-in-Picture untuk keluar dari tab Meet dan membuka floating window dengan tile video. Floating window menampilkan hingga 4 video peserta dan tetap di atas aplikasi lain yang sedang Anda buka. Cara mengaktifkan Picture-in-Picture adalah dengan mengarahkan kursor ke bagian bawah tab Meet, klik Opsi lainnya dan pilih Open Picture-in-Picture. Fitur Picture-in-Picture: Bisukan mikrofon Kontrol kamera Tinggalkan panggilan Kembali ke tab Meet Presenter dapat terus melihat presentasi di tab Meet Saat Picture-in-Picture aktif, Anda terus mendapatkan notifikasi penting seperti: Pesan obrolan Raise hand Permintaan bergabung Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Dengan adanya update ini maka Google Meet versi web Chrome pun semakin lengkap. Anda tak perlu mengunduh aplikasi apa pun untuk bisa menikmati fitur Picture-in-Picture dan Multi-pinning saat melakukan video meeting. Google Meet sendiri merupakan aplikasi produktivitas kolaboratif yang masuk dalam integrasi Google Workspace. Lewat integrasi ini Anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video melalui aplikasi produktivitas Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar yang lebih optimal, Anda bisa berlangganan paket Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini. 

Gmail, Google Workspace

Kontrol Admin untuk Spaces yang Dapat Ditemukan di Google Chat

Spaces merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh Google Chat. Lewat fitur ini Anda dapat melakukan komunikasi dengan leluasa bersama anggota tim atau kelompok kerja. Untuk membuatnya pun mudah, Anda cukup membuat Space secara mandiri kemudian membagikan link kepada orang lain agar mereka bisa bergabung. Fitur ini terus ditingkatkan agar semakin mudah untuk digunakan. Dalam update terbarunya, Google Chat memberikan kontrol tambahan kepada administrator untuk bisa menyetel pengaturan default pada Space yang baru dibuat dan mengaktifkan kapabilitas untuk berbagi pada audiens tertentu. Kontrol admin pada Spaces yang dapat ditemukan Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam pembaruan terkini Google Chat, administrator dapat mengatur akses default untuk Spaces yang baru dibuat dan menentukan siapa saja yang dapat menemukan ruang tersebut. Di samping itu, administrator kini juga bisa menentukan target audiens yang dirasa akan sesuai dengan Spaces. Pembaruan ini hadir karena terkadang dalam Spaces pengguna perlu mendiskusikan suatu topik yang sifatnya sensitif sehingga membagikannya kepada pihak yang tidak tervalidasi pun akan berisiko. Lewat kontrol tambahan ini, administrator dapat membantu pengguna menemukan dan bergabung dengan percakapan yang relevan untuk mendorong kolaborasi secara lebih efektif. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah! Berlaku pada administrator saja Perlu diingat, pembaruan kali ini hanya berlaku untuk administrator saja. Pengguna yang merupakan end-user Google Chat tidak akan menemukan konfigurasi kontrol baru ini pada halaman mereka. Jika memang membutuhkan pengaturan terkait target audiens Spaces, silakan hubungi administrator pada perusahaan atau instansi Anda. Memulai kontrol Untuk memulai pengaturan baru ini tidaklah sulit. Google Chat telah mengatur agar semua pembaruan yang dihadirkan memudahkan para pengguna. Bagi pihak administrator, pembaruan ini secara otomatis akan tampil pada halaman Google Chat Anda. Secara default, pembuatan Spaces dengan format “Discoverable” akan dinonaktifkan. Kapabilitas ini dapat diaktifkan kembali pada level domain. Jika Anda memerlukan petunjuk yang lebih jelas, silakan kunjungi Help Center Google Chat. Sedangkan untuk end-user, kontrol tidak akan muncul pada halaman Google Chat. Meski begitu, Anda bisa tetap membagikan Spaces yang sudah dibuat dengan langkah-langkah berikut: Buka akun Gmail Anda. Di sebelah kiri, klik Spaces Rooms, lalu New Space. Klik Create space. Masukkan nama untuk Space Anda. Masukkan nama atau email orang yang ingin Anda tambahkan, Google Group yang ingin Anda undang, atau pilih dari daftar kontak yang disarankan. Pilih audiens target untuk organisasi Anda, baik “Restricted” atau “All of your organization”. Jika memiliki akun kantor atau sekolah dengan Google, Anda mungkin melihat opsi audiens target tambahan yang dibuat oleh administrator. Restricted: Hanya pengguna yang ditambahkan dan diundang secara langsung yang memiliki akses ke Space. Ini adalah opsi default. Untuk membuat ruang Anda dapat ditemukan, pilih “All of your organization“. All of your organization—Semua anggota di perusahaan Anda memiliki akses ke Space dan dapat bergabung jika mereka memiliki link. Klik Create. Baca juga: Cara Menghapus Space Bernama di Google Chat Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur kontrol Admin ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun pembaruan ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic lama. Selain itu, fitur kontrol Admin ini juga tidak tersedia untuk pengguna individu Google Workspace atau pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk jadwal perilisan fitur berlangsung serentak baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Fitur ini mulai diluncurkan ke publik pada tanggal 6 Juni 2022. Perilisan akan terus berlangsung hingga 15 hari setelahnya hingga semua pelanggan menerima fitur. Baca juga: Sensasi Video Call Ala Google Meet Kini Hadir di Google Duo, Jadi Seperti Apa? Google Chat merupakan sebuah aplikasi yang dirancang bukan hanya untuk berkomunikasi saja, tapi juga untuk berkolaborasi. Adanya fitur seperti Spaces memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi dengan tim secara leluasa tanpa harus mengkhawatirkan keamanan. Google Chat juga merupakan bagian dari platform produktivitas Google Workspace. Itu artinya, Anda bisa melakukan beragam integrasi dengan aplikasi kolaborasi lain dari Google seperti Drive, Sheets, hingga Docs. Dapatkan Google Workspace untuk menunjang produktivitas kolaboratif perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk memulai konsultasi produk, silakan klik di sini!

Google Workspace

Fitur Context-Aware Access di Google Workspace untuk Penolakan Akses dengan Konteks

Bagi Anda administrator Google Workspace yang menggunakan fitur Context-Aware Access, kini tersedia kapabilitas user remediation (perbaikan pengguna) yang dapat memberikan lebih banyak informasi kepada end-user saat akses mereka diblokir. Fitur ini akan membantu end-user memahami dengan cepat langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mengakses kembali Google Workspace. Mengenal fitur Context-Aware Access Dengan fitur Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses granular ke aplikasi berdasarkan atribut seperti identitas pengguna, lokasi, alamat IP, dan bahkan status keamanan perangkat yang digunakan pengguna. Context-Aware Access memberi Anda kontrol atas aplikasi mana yang dapat diakses pengguna berdasarkan konteksnya, seperti apakah perangkat mereka mematuhi kebijakan TI Anda. Meski begitu, Anda masih dapat menyetel kebijakan akses, seperti 2-Step Verification, untuk semua anggota unit perusahaan atau grup. Context-Aware Access menyediakan kontrol granular dan kontekstual tambahan untuk pengguna tersebut. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Mengapa update ini penting? Context-Aware Access memungkinkan admin untuk menetapkan kebijakan kontrol akses granular ke aplikasi berdasarkan atribut seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Jika pengguna atau perangkat tidak memenuhi persyaratan, mereka tidak akan dapat mengakses aplikasi yang dimaksud. Sebelum update ini, satu-satunya tindakan bagi end user adalah menghubungi admin mereka untuk dukungan lebih lanjut, yang menyebabkan penundaan, penghentian, dan panggilan dukungan yang tidak perlu. Kapabilitas user remediation ini memungkinkan admin untuk memberikan detail kepada pengguna tentang mengapa akses mereka ditolak dan langkah apa yang perlu diambil untuk memulihkan akses. Selanjutnya, setelah admin mengaktifkan remediasi, mereka akan melihat pesan di Admin console yang mencatat apakah remediasi diaktifkan. Setiap tindakan remediasi disesuaikan dengan atribut yang menyebabkan akses ditolak. Kunjungi Help Center untuk daftar kemungkinan tindakan perbaikan yang dapat ditampilkan kepada pengguna akhir. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Mulai menerapkan kapabilitas user remediation Admins: Admin dapat menerapkan pesan remediasi baru dalam bagian Context-Aware Access dari UI admin dengan menavigasi ke Security > Context-Aware Access > User Message. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang mengizinkan pengguna membuka blokir aplikasi dengan pesan perbaikan di Context-Aware Access. Photo Credit: Google Workspace Updates End-users: End-users akan melihat pesan berikut jika mereka mencoba mengakses aplikasi Google Workspace saat akses tidak diizinkan. Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Cloud Identity Premium. Perlu diingat, fitur ini tidak tersedia untuk pelanggan paket Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, serta pelanggan lama G Suite Basic dan Business. Tanggal peluncuran baik untuk domain rapid release maupun scheduled release akan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 6 Juni 2022 hingga 15 hari ke depan. Baca juga: Memanfaatkan Google Workspace untuk Perlindungan Keamanan Siber Dengan adanya kapabilitas user remediation dalam fitur Context-Aware Access, end-user bisa segera tahu mengapa aksesnya menuju suatu aplikasi ditolak. Administrator pun bisa langsung mengambil langkah mitigasi yang diperlukan. Google Workspace memang tidak sekadar memberikan ruang produktivitas yang memungkinkan Anda untuk berkolaborasi, tapi juga memberikan perlindungan terbaik. Dengan begitu, Anda bisa bekerja di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Untuk pemasangan Google Workspace skala besar, Anda dapat menghubungi EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa klik di sini!

Google Workspace

Tandai Tugas Penting dengan Simbol Bintang di Google Tasks

Kini di Google Tasks Anda dapat menandai tugas penting dengan simbol bintang. Ini mirip dengan fungsi yang ada di Drive sebelumnya. Selain itu, Anda bisa membuat “daftar prioritas” dari deretan tugas yang sudah diberi tanda bintang. Hadirnya pembaruan ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menyusun prioritas tugas mereka dengan cepat. Dengan adanya daftar tugas yang diprioritaskan, otomatis akses menuju tugas-tugas penting di seluruh proyek pun menjadi lebih mudah. Mulai tandai tugas penting Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul saat Anda membuka aplikasi Google Tasks setelah tanggal peluncuran. Tidak diperlukan kontrol dari administrator untuk bisa mendapatkan fungsi ini. Jika Anda memerlukan bantuan atau detail mengenai fungsi baru ini, Google menyediakan halaman tutorial gratis yang bisa diakses di sini. Menambahkan catatan dan tanggal jatuh tempo Photo Credit: Google Workspace Learning Center Selain memberikan simbol bintang untuk menandai tugas penting, Anda juga bisa menambahkan catatan serta tanggal jatuh tempo dengan langkah-langkah berikut: Pilih daftar dan kemudian klik opsi Edit. Klik Tambahkan detail (Add details) dan masukkan catatan untuk tugas Anda. Klik Tambahkan tanggal/waktu (Add date/time) dan pilih tanggal dan waktu jatuh tempo untuk tugas Anda. Menambahkan tanggal jatuh tempo secara otomatis akan menambahkan tugas ke Calendar. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Mengelola tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Anda ingin menyusun daftar tugas agar mudah ditemukan? Kini di Google Tasks Anda bisa mengelola tugas lebih mudah dengan cara berikut: Memindahkan tugas dalam daftar yang sama: Arahkan ke tugas yang ingin Anda pindahkan dan seret tugas ke atas atau ke bawah dalam daftar untuk menyusun ulang. Memindahkan tugas ke daftar lain: Di samping tugas, klik Edit. Di samping nama daftar, klik panah bawah dan pilih daftar lain. Di bagian atas, klik panah kembali. Mengurutkan tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Untuk mengurutkan tugas di Google Tasks sangatlah mudah. Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut. Di bagian atas jendela Tasks, klik opsi More dan pilih cara mengurutkan tugas Anda: My order—Mengurutkan tugas sesuai waktu pembuatannya. Anda dapat menyeret tugas untuk menyusun ulang. Data—Mengurutkan tugas menurut tanggal jatuh temponya. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Menghapus dan memulihkan tugas Photo Credit: Google Workspace Learning Center Perlu diingat, Anda hanya dapat memulihkan tugas untuk waktu yang singkat. Jika Anda tidak melihat opsi Undo, maka tugas tidak akan bisa dipulihkan. Menghapus tugas—Di samping tugas, klik Edit, lalu pilih opsi Delete. Memulihkan tugas—Di bagian bawah, klik Undo. Temukan dan edit tugas yang tertunda di Calendar Untuk memeriksa semua tugas yang belum selesai dari 30 hari terakhir: Buka Google Calendar. Saat melihat jadwal hari, ketuk menu Pending tasks. Di daftar pop-up, pilih cara memperbarui tugas yang disukai: Untuk mengedit tugas, arahkan kursor ke kanan tugas. Klik Edit, buat perubahan Anda, dan klik Save. Untuk menghapus tugas, arahkan kursor ke kanan tugas. Klik Edit dan Delete. Untuk menyelesaikan tugas, arahkan kursor ke paling kanan tugas. Klik Mark completed. Ketersediaan fitur Fitur baru Google Tasks ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan paket G Suite Basic dan G Suite Business. Update fitur akan mulai meluncur pada tanggal 8 Juni 2022 dan terus didistribusikan untuk seluruh pengguna hingga 15 hari ke depan. Jadi, jika Anda belum menemukan pembaruan ini, silakan menungg terlebih dulu. Baca juga: 3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Demikian ulasan mengenai fitur baru Google Tasks yang memungkinkan Anda untuk bisa menandai tugas penting dengan mudah dan cepat. Selain fitur ini, Google Tasks dan aplikasi produktivitas lain yang ada dalam platform Google Workspace menghadirkan berbagai fitur, kapabilitas, dan layanan untuk memudahkan pekerjaan Anda. Menariknya lagi, Google Workspace pun bisa didesain untuk penggunaan berskala besar seperti di perusahaan atau institusi pendidikan. EIKON Technology siap mendampingi Anda untuk implementasi Workspace skala besar, baik itu untuk perusahaan, lembaga, maupun institusi. Informasi lengkap mengenai pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard

Google Drive web merupakan salah satu aplikasi dalam rangkaian produktivitas Google Workspace. Lewat aplikasi ini, Anda bisa menyimpan berbagai jenis file dan folder serta membagikannya kepada orang lain dengan mudah. Aplikasi ini juga mendukung kolaborasi kerja yang tinggi. Anda bisa mengatur file untuk bisa disunting oleh orang lain yang diberi akses. Untuk memudahkan kolaborasi kerja, Google Drive web terus melakukan peningkatan. Paling baru adalah shortcut dengan keyboard yang memungkinkan pengguna untuk bisa melakukan potong-tempel file dan folder dengan mudah. Bagaimana cara mengaktifkannya? Melalui blog, Google Workspace menyampaikan detail untuk update ini. Mari simak ringkasannya berikut. Shortcut potong-tempel Google Drive Web Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda dapat menggunakan salah satu pintasan keyboard populer, yaitu Ctrl + C (atau ⌘+ C di MacOS), Ctrl + X serta Ctrl + V untuk menyalin, memotong, dan menempelkan file Google Drive di versi web (melalui browser Chrome). Update baru ini akan menghemat waktu dengan memungkinkan Anda menyalin satu atau beberapa file dan memindahkannya ke lokasi baru di Drive dan di beberapa tab, dengan langkah yang jauh lebih sederhana. Photo Credit: Google Workspace Updates Menariknya, tautan menuju file beserta judulnya juga akan diambil saat Anda menyalinnya. Itu berarti, Anda dapat menempelkan file dengan mudah ke dalam dokumen atau pun e-mail. Baca juga: Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut Atur file lebih mudah tanpa duplikasi Photo Credit: Google Workspace Updates Pintasan Google Drive web ini juga akan membantu Anda dalam mengatur file di beberapa lokasi yang terpisah. Cukup dengan shortcut keyboard Ctrl + C, Ctrl + Shift + V maka sistem secara otomatis akan membuat pintasan tanpa perlu menduplikasi file. Photo Credit: Google Workspace Updates Buka file lebih cepat di tab baru Terakhir, Anda juga dapat membuka file atau folder di tab baru menggunakan Ctrl+Enter. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah melihat banyak file sekaligus atau menggunakan tab berbeda untuk mengatur file di antara dua lokasi folder yang berbeda dengan lebih cepat. Baca juga: Cara Cepat Mencari Data di Google Drive Ketersediaan update Update Google Drive web ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan akun pribadi Google Accounts selama menggunakan Google Chrome. Anda tidak perlu melakukan update secara manual, sebab fitur shortcut keyboard ini berjalan secara otomatis. Untuk domain Rapid Release dimulai pada tanggal 26 Mei 2022 dan akan tersedia untuk seluruh pelanggan paling lambat 3 hari selanjutnya. Sedangkan untuk domain Scheduled Release dimulai pada tanggal 13 Juni 2022 dan akan tersedia untuk seluruh pelanggan paling lambat 3 hari selanjutnya. Keyboard shortcut lain di Google Drive web Selain pintasan Ctrl + C, Ctrl + X, dan Ctrl + V, sebenarnya Google Drive juga telah menerapkan beberapa keyboard shortcut lain, di antaranya: Bergeser ke bawah tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah bawah (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah bawah (MacOS). Bergeser ke atas tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah atas (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah atas (MacOS). Bergeser ke kiri tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah kiri (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah kiri (MacOS). Bergeser ke kanan tanpa mengubah pilihan: Ctrl + panah kanan (Chrome OS, Windows) atau ⌘ + panah kanan (MacOS). Pergi ke panel navigasi (daftar folder): tekan tombol g lalu n atau g lalu f Pergi ke item view: tekan tombol g lalu l Beralih antara kisi dan daftar dalam tampilan item: tekan tombol v Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Demikian ulasan mengenai keyboard shortcut baru yang tersedia di Google Drive web. Apakah Anda sudah pernah mencobanya? Selain pintasan seperti ini, Google Drive beserta aplikasi bawaan Google Workspace juga menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang akan memudahkan Anda dalam bekerja, baik secara mandiri maupun dengan tim. Google Workspace juga menawarkan fitur kolaborasi yang akan memudahkan Anda bekerja bersama tim. Dengan begitu, produktivitas kerja pun akan meningkat. Terlebih, Google Workspace juga memiliki versi Business yang memang ditujukan untuk keperluan produktivitas skala besar. Dapatkan Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Kami juga menyediakan layanan konsultasi pra-implementasi untuk memastikan produk bekerja sesuai workflow perusahaan Anda. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Gmail, Google Workspace

Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google

Ketika Anda menghapus item dari aplikasi Google seperti Gmail, Drive, Photos, Contacts atau bahkan tab di Chrome, sistem akan memindahkannya ke folder sampah. Secara otomatis, item akan dihapus secara permanen setelah periode waktu tertentu. Sebenarnya, sebelum melewati periode waktu tersebut, Anda bisa melakukan restore items. Caranya pun sangat simpel. Mari bahas satu per satu. Restore email yang terhapus di Gmail Buka Gmail di browser web. Klik ikon Sampah/Trash. Centang setiap email yang ingin dipulihkan. Klik ikon folder dengan panah menunjuk ke kanan (ikon Pindah ke). Pilih salah satu lokasi untuk memulihkan email yang sudah dipilih. Photo Credit: Tech Republic Perlu diingat, Sampah berbeda dengan Arsip (Archive). E-mail yang diarsipkan masih bisa diakses melalui menu All-Mail. Namun e-mail yang dihapus akan masuk ke folder Sampah dan akan terhapus permanen secara otomatis setelah 30 hari. Restore item yang terhapus di Google Drive Photo Credit: Tech Republic Buka Google Drive di web. Klik menu Sampah/Trash. Pilih item yang ingin dipulihkan. Klik ikon berbentuk jam untuk memulihkan item dari sampah. Item akan dihapus dari folder Sampah dan prompt singkat yang menyertakan opsi untuk Tampilkan Lokasi File. Baca juga: 5 Fungsi Google Drive Selain untuk Menyimpan File Restore foto yang terhapus di Google Photos Photo Credit: Tech Republic Buka Google Photos melalui web browser. Klik menu Sampah/Trash. Pilih foto yang ingin Anda restore. Gambar akan muncul dan ditampilkan di browser. Klik opsi Restore Restore tab yang tertutup di Google Chrome Photo Credit: Tech Republic Untuk mengembalikan tab yang tidak sengaja tertutup di Google Chrome, Anda cukup menekan kombinasi 3 tombol keyboard. Untuk sistem operasi Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+Shift+T. Sedangkan untuk sistem operasi macOS, tekan Command+Shift+T. Bisa juga dengan membuka kembali tab melalui opsi Riwayat (History). Pilih ikon tiga titik vertikal di bagian kanan atas. Kemudian klik menu Riwayat untuk mengakses tab yang baru saja ditutup,. Untuk membuka, Anda tinggal memilih alamat web yang diinginkan. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Anda juga dapat mengakses dan mencari semua situs yang tersimpan di riwayat Chrome. Pada sistem Windows atau Chromebook, tekan Ctrl+H. Sedangkan di perangkat macOS, tekan Command+Y. Jika Anda lebih suka mengetik, buka chrome://history/ pada address bar. Ini berguna jika Anda ingin menemukan situs yang telah dikunjungi, tapi tab atau jendelanya tidak lagi terbuka. Restore kontak yang terhapus di Google Contacts Buka Google Contacts melalui web. Klik menu Sampah/Trash. Centanglah setiap kontak yang ingin dipulihkan. Klik opsi Pulihkan (Recover) yang ada di sebelah kanan opsi Hapus selamanya (Delete  forever). Photo Credit: Tech Republic Trik ini tidak berlaku untuk kontak yang diakses melalui item menu Kontak Lainnya (Other Contacts). Daftar tersebut biasanya disusun dari e-mail atau interaksi lain dan bukan merupakan catatan Google Contacts yang sebenarnya. Jika Anda menghapus informasi dari daftar ini, kontak tersebut akan dihapus begitu saja dan tidak akan muncul di folder Sampah. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Aplikasi produktivitas yang ditawarkan Google memang menawarkan antarmuka yang praktis dan simpel sehingga mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh mereka yang masih awam. Bahkan melakukan prosedur restore pun sangat mudah. Seluruh aplikasi produktivitas Google bisa Anda temukan di platform Google Workspace. Dengan menerapkannya di perusahaan atau instansi Anda, maka produktivitas karyawan pun akan meningkat. Dapatkan segera Google Workspace for Business hanya di EIKON Technology, authorized reseller yang ditunujuk langsung oleh Google. Kami menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan agar Anda mendapat solusi terbaik. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Scroll to Top