EIKON Technology

meeting

Google Meet, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams

Apa software video conference terbaik? Anda mungkin menjawab Google Meet atau mungkin Microsoft Teams. Keduanya memang sudah lama dikenal sebagai software video conference. Namun jika harus memilih, mana yang paling tepat untuk Anda? Tren remote working atau kerja jarak jauh makin populer dekade belakangan ini. Mengutip data dari FlexJobs, jumlah pekerja remote di dunia meningkat hingga 159% selama 2005-2017. Jumlah tersebut terus bertambah dan semakin pesat saat dunia memasuki masa pandemi tahun 2020 lalu. Perubahan tren bekerja tersebut juga diikuti dengan kenaikan jumlah penggunaan software video conference.  Pilihan software yang beredar pun semakin beragam. Google dan Microsoft sebagai raksasa teknologi tentu tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Nah, di antara Google Meet dan Microsoft Teams, mana yang terbaik? Head to head Google Meet dan Microsoft Teams Photo Credit: Rawpixel (PxHere) Untuk menentukan mana yang terbaik di antara Google Meet dan Microsoft Teams, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan. EIKON telah merangkumkan beberapa poin perbandingan yang bisa menjadi pertimbangan. Mari simak bersama.     Dari segi harga Pada dasarnya, baik Meet maupun Teams menyediakan layanan gratis untuk pengguna pribadi. Namun fitur-fitur yang tersedia terbatas. Selain itu, layanan gratis tersebut seringkali dirasa kurang cocok untuk kebutuhan bisnis. Jika menginginkan lebih banyak fitur, Google Workspace dan Microsoft menawarkan beberapa paket berbayar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.      Dari segi fitur Photo Credit: Pxfuel Selain harga, hal lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fitur. Meski saat dilihat sekilas keduanya serupa, Meet dan Teams ternyata memiliki  beberapa fitur uniknya masing-masing. Misalnya, Anda hanya bisa menemukan fitur penyesuaian kualitas koneksi berbasis AI (Artificial Intelligence) di Meet. Namun di sisi lain, Teams menawarkan fitur easy guest access yang tidak dimiliki Meet. Perlu diingat, Teams dirancang untuk kebutuhan bisnis, terutama untuk perusahaan dengan kapasitas besar. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak sekali fitur komunikasi dan kolaborasi di Teams. Di sisi lain, Meets menawarkan interface yang intuitif dan integrasi yang mudah dengan aplikasi lain di dalam Google Workspace. Bagi pemula, Meets juga relatif lebih mudah digunakan dibanding dengan Teams.     Dari segi user experience Mengapa Meets relatif lebih mudah digunakan pemula? Jawabannya secara garis besar terletak pada desain layout yang sederhana dan tampilan interface yang intuitif. Plus, sudah bukan rahasia lagi jika Google selalu terdepan dalam urusan user experience. Untuk video conference atau online meeting sederhana saja, Meets sudah dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google lain seperti Calendar dan tentunya Gmail. Dengan integrasi tersebut, Anda bisa menjadwalkan meeting sekaligus memasang reminder bagi peserta meeting. Meski begitu, bukan berarti Teams kalah jauh. Tampilan Teams memang lebih kompleks dibandingkan dengan Meet. Namun kompleksitas tersebut justru menunjukkan kemampuan Teams. Ini karena desain yang kompleks tersebut menandakan adanya lebih banyak fitur untuk memudahkan pekerjaan Anda. The final verdict Photo Credit: Pxfuel Sekarang kembali pada pertanyaan utamanya, mana yang lebih tepat untuk Anda, Google Meet ataukah Microsoft Team? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan Anda. Google Meet menawarkan tampilan interface yang intuitif dan layout yang simpel. Sementara itu, desain Teams memang lebih kompleks tapi fitur komunikasi dan kolaborasi yang ditawarkan lebih lengkap. Dari segi fungsi, Meet dirancang hanya sebagai software video conference. Di sisi lain, Teams adalah platform kolaborasi, yang tidak hanya bisa digunakan untuk video conferencing. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan Meet untuk kolaborasi kerja. Optimalisasi Meet bisa dilakukan dengan melakukan integrasi ke Google Workspace. Dengan Workspace, Anda dapat menggunakan aplikasi kolaborasi Google seperti Drive, Sheets, dan Documents. Di sisi lain, optimalisasi Teams bisa dilakukan dengan aplikasi produktivitas Microsoft 365 Business. Semoga ulasan mengenai perbandingan antara Google Meet dan Microsoft Teams ini dapat membantu Anda ya. Jika memang tertarik untuk menggunakan software video conference, Anda bisa langsung menghubungi EIKON. EIKON Technology merupakan partner resmi Google dan Microsoft di Indonesia. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!  

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, Google Meet, Rapat online

Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda

Berkat kehadiran Google Meet, kini aktivitas meeting bisnis tak harus selalu dilakukan secara tatap muka langsung. Terlebih, Google Meet telah dilengkapi berbagai fitur penunjang untuk memaksimalkan pengalaman online meeting Anda. Contohnya fitur digital whiteboarding, hand raising, bahkan hingga Q&A. Terdapat berbagai device Google Meet Hardware yang sesuai untuk bisnis Anda.  Pada dasarnya, Google Meet dapat diakses dari banyak perangkat, baik desktop, laptop, maupun mobile. Namun, bagi Anda yang sehari-hari menggunakan Google Meet untuk keperluan meeting bisnis, sangat dianjurkan untuk upgrade menggunakan perangkat khusus Google Meet hardware. Dirancang khusus untuk Google Meet, perangkat tersebut mampu memberikan kualitas video conference yang sangat baik. Lantas, perangkat Google Meet hardware apa saja yang sebaiknya Anda gunakan? Berikut rekomendasinya. Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3) Photo Credit: EIKON Technology Sebagai pengembang aplikasi Meet, tentunya Google juga turut memproduksi hardware sendiri untuk menunjang aktivitas video conference. Versi terbaru yang bisa Anda temukan di pasaran adalah Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3). Sesuai namanya, Google Meet hardware satu ini ditenagai Chromebox 3 dengan prosesor Intel Core i7 yang performanya begitu cepat dan lancar. Didukung fitur update otomatis, Anda pun tak perlu repot melakukan update system secara manual. Hardware lain yang juga termasuk dalam Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3) adalah 4K UHD camera dengan fitur auto zoom dan tampilan lebar 120 derajat, touchscreen control panel untuk memudahkan akses masuk ke online meeting, serta speaker mic yang mampu menekan kebisingan sehingga suara yang terkirim pun dapat terdengar jelas. Series One Google Meet Hardware Kit Photo Credit: meetingdevices.withgoogle.com Selain merancang Google Meet hardware sendiri, Google juga bekerja sama dengan sejumlah produsen ternama dunia untuk memproduksi perangkat lainnya. Salah satu produsen tersebut adalah Lenovo, yang menghadirkan Series One Google Meet. Mereka menyediakan tiga jenis paket, yakni untuk kebutuhan ruangan meeting kecil, sedang, dan besar. Berikut perbedaan isi perangkatnya:   Small Room (maksimal 6 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart Camera, Smart Audio Bar, dan remote control. Medium Room (6-10 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart Camera, Smart Audio Bar, touch controller, mic pod. Large Room (lebih dari 10 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart XL Camera, Dual Smart Audio Bar, touch controller, 2 mic pods.   Logitech Tap Photo Credit: meetingdevices.withgoogle.com Google juga bekerja sama dengan Logitech dalam memproduksi Google Meet hardware. Bernama Logitech Tap, perangkat satu ini tersedia pula dalam tiga paket yang terbagi berdasarkan kebutuhan ruangan meeting kecil, sedang, dan besar. Perbedaan masing-masing isi perangkat dapat Anda lihat di bawah ini:   Small Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, kamera Logitech MeetUp, Logitech Tap, mounting plate dan metal stand, serta dokumentasi.   Medium Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, Logitech Tap, Logitech Rally (1 mic pod, 1 speaker), mounting plate dan metal stand, Rally Mounting Kit, serta dokumentasi. Large Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, Logitech Tap Touch Controller, Logitech Rally Plus (1 kamera, 2 mic pods, 2 speakers, kabel), mounting plate dan metal stand, Rally Mounting Kit, Rally Mic Pod Hub, serta dokumentasi.   Dengan menggunakan Google Meet hardware, kualitas tampilan kamera dan audio akan lebih optimal sehingga online meeting pun berjalan lancar. Tak ada lagi kendala gambar buram atau suara kurang jelas karena berbagai perangkat di atas telah dirancang khusus untuk kebutuhan online meeting melalui Google Meet. Pastikan Anda membeli Google Meet hardware hanya di reseller resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim dari EIKON Technology akan membantu Anda memilih perangkat Google Meet yang sesuai kebutuhan bisnis. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan Google Meet hardware berkualitas terbaik!  

Scroll to Top