EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat

Space merupakan fitur Google Chat yang memungkinkan Anda berkomunikasi dengan sekelompok orang. Sejak diperkenalkan pada tahun 2023 lalu, Space terus mengalami peningkatan. Paling baru, Chat menyederhanakan alur pembuatan Space. Apa yang berubah? Alur pembuatan Space Google Chat yang lebih efisien Dalam update terbarunya, Google Chat menghadirkan dua peningkatan pada alur pembuatan Space: meminimalkan risiko nama ganda dan menyediakan konfigurasi khusus untuk penggunaan tertentu. Untuk mencegah nama ganda, kini Anda tidak bisa lagi membuat Space dalam domain perusahaan jika nama tersebut sudah dipakai. Hal ini juga berlaku jika Anda mengedit nama suatu Space menjadi nama lain yang sudah ada. Namun fitur ini tidak akan berlangsung untuk nama Space yang dibuat melalui Chat API. Perubahan akan berlaku pada Space Chat API mulai 3 Juni 2024. Photo Credit: Google Workspace Blog Per 25 Januari, selain kapabilitas untuk menentukan konfigurasi akses dengan mudah, kini Space dibagi menjadi dua jenis sesuai fungsinya: Collaboration (untuk berdiskusi) dan Announcements (untuk pemberitahuan) Photo Credit: Google Workspace Blog Setelah selesai memilih, tampilan halaman muka akan menyesuaikan jenis Space yang sudah Anda pilih. Untuk Collaboration, Anda akan diberi opsi untuk menambah anggota, berbagi file, menetapkan tugas, dan membuat pesan selamat datang. Kemudian untuk Announcements, Anda akan diberi opsi untuk menambahkan grup, mengelola izin Space, dan menambahkan pedoman tentang cara menggunakan Space.  Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Photo Credit: Google Workspace Blog Mulai menggunakan fitur Peningkatan ini tersedia secara otomatis tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. End-user akan menerima pesan error saat mengedit atau membuat Space dengan nama yang sudah pernah dipakai. Developer perlu memperbarui aplikasi yang dibuat melalui Chat API agar bisa tetap berjalan dan tidak bertentangan dengan error code baru untuk duplikat nama Space ini paling lambat 3 Juni 2024. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Ketersediaan Duplikat nama Space: Rilis bertahap mulai tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), berlaku untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Opsi jenis Space sesuai fungsi Web: Rilis bertahap mulai tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), berlaku untuk domain rilis cepat dan 12 Februari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) untuk domain rilis terjadwal. Mobile: Tersedia pada akhir Q1 2024. Update Google Chat ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace dan pelanggan Google Workspace Individual. Baca juga: Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi Update terbaru Google Chat ini akan menyederhanakan proses pembuatan Space. Optimalkan penggunaan Chat dengan berlangganan Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar

Google Calendar merupakan sebuah layanan manajemen waktu yang dapat Anda manfaatkan untuk penjadwalan. Guna menyempurnakan pengalaman penggunanya, Calendar terus meluncurkan fitur penunjang. Artikel ini akan membahas 4 fitur yang baru saja diluncurkan Calendar. Apa saja? Menambahkan lebih banyak co-host Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa menambahkan hingga 20 co-host ke jadwal temu selama proses setup. Artinya, Anda dapat menyusun jadwal dengan lebih banyak orang. Kalender sekunder Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Anda hanya dapat membuat jadwal di kalender utama. Kini, Anda juga dapat membuat jadwal dan menerima janji yang dibuat di kalender sekunder. Fitur ini akan membantu saat beberapa pengguna memerlukan akses ke waktu yang sama. Tiap user yang memiliki izin untuk menggunakan kalender sekunder dapat mengubah jadwal dan melihat janji baru masuk, Delegate access Saat ini, fitur delegate access memungkinkan Anda memberi izin pada orang lain untuk mengakses akun Google Workspace Anda untuk mengirim email atau mengelola undangan Calendar dan acara atas nama Anda. Sekarang, pengguna yang memiliki akses dapat mengedit atau menghapus jadwal di kalender utama Anda. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks Ketersediaan jadwal Photo Credit: Google Workspace Updates Google Calendar menambahkan opsi “Check calendars for availability”, yang memungkinkan Anda memeriksa ketersediaan waktu dari pihak yang ditambahkan ke jadwal. Opsi ini akan membantu Anda saat ingin memprioritaskan janji baru di atas acara yang sudah ada lebih dulu. Mulai menggunakan fitur Co-host tidak dapat melihat atau mengubah rincian jadwal janji temu. Namun jika jadwal dibuat di kalender bersama, co-host akan memiliki akses untuk melihat atau mengubah detail. Booking jadwal akan terlihat di kalender utama host dan co-host lainnya. Fitur “Check calendars for availability” akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan dengan menghapus centang di editor jadwal janji temu. Kalender co-host tidak akan diperiksa ketersediaannya secara otomatis. Anda dapat memilih kalender co-host di Fitur “Check calendars for availability” untuk memeriksa ketersediaannya. Baca juga: Susun Undangan untuk Calendar dengan Google Docs Ketersediaan fitur Fitur co-host, kalender sekunder, dan delegate access tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, and Nonprofits  Fitur “Check calendars for availability” tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual subscribers, dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Fitur-fitur baru dari Google Calendar ini akan membantu Anda menyederhanakan proses pembuatan jadwal. Optimalkan penggunaan Calendar dengan berlangganan Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Ini merupakan edisi Workspace yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan. Untuk detail selengkapnya, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Penyimpanan Data Lokal Google Workspace, Ekspor Data ke Lokasi Geografis Pilihan Anda

Google Workspace baru saja memperkenalkan sebuah fitur baru yaitu penyimpanan data lokal (local data storage). Fitur ini memungkinkan administrator mengekspor data Workspace perusahaan ke lokasi geografis atau lokasi pilihan mereka. Mari simak detailnya berikut! Local data storage Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur penyimpanan data lokal Google Workspace ini memungkinkan administrator perusahaan untuk mengekspor data Workspace ke lokasi geografis pilihan Anda. Berikut adalah opsi yang tersedia untuk fitur ini: User data: Tentukan data yang diekspor, dari pengguna, grup, unit organisasi, atau keseluruhan data perusahaan Anda. Export frequency: Pilih frekuensi ekspor, berulang atau satu kali saja. Storage settings: Tentukan lokasi geografis keranjang penyimpanan (bucket) Google Cloud tempat data diekspor, siapa yang dapat mengakses data, dan setelan lainnya dalam bucket Google Cloud. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-time Pembaruan ini memungkinkan administrator mengekspor data Workspace mereka ke bucket Google Cloud Storage (GCS) perusahaan yang terletak di lokasi geografis pilihan mereka untuk memenuhi kebutuhan kedaulatan (sovereignty), kepatuhan (compliance), dan pengarsipan (archival) data. Tentang ekspor data dengan Google Cloud Storage Anda dapat mengekspor semua, atau sebagian, data perusahaan ke arsip Google Cloud Storage (GCS) dan kemudian mengunduhnya. Tool Data Export GCS mengekspor semua data yang didukung untuk seluruh pengguna. Anda kemudian dapat secara selektif mengunduh data yang sudah diekspor berdasarkan pengguna dan layanan. Pengguna pun dapat mengunduh data mereka melalui dukungan Google Takeout yang telah terintegrasi dengan GCS. Baca juga: Cara Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual Saat Mengakses Workspace Applications Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Pexels Fitur ini tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus yang telah memiliki Assured Controls add-on. Saat ini Workspace tengah membuka pengajuan beta test untuk fitur penyimpanan data lokal. Bagi Anda yang berminat, bisa langsung mengisi formulir pengajuannya di sini. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa Saja yang Berubah? Dengan hadirnya fitur penyimpanan data lokal ini Anda dapat mengekspor data Workspace milik perusahaan dan kemudian menyimpannya di lokasi geografis yang diinginkan. Tak perlu lagi menggunakan layanan pihak ketiga yang dapat mengancam keamanan dan kerahasiaan data milik perusahaan Anda. Selain fitur penyimpanan data lokal, Workspace juga masih memiliki berbagai fitur dan kapabilitas andalan yang siap memudahkan pekerjaan Anda. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu bingung mencari, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk penggunaan skala besar sehingga cocok untuk perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM

Perkembangan teknologi CRM atau Customer Relationship Management kini makin pesat. Tool dan bahkan ekstensi terus bermunculan dengan klaim yang bervariasi. Tak jarang, tools yang ada saling terintegrasi sehingga penggunaannya pun makin mudah. Salah satunya adalah integrasi antara Microsoft SharePoint dengan Zoho CRM. SharePoint telah dikenal sebagai tool manajemen dokumen yang memungkinkan Anda untuk berbagi dan mengelola konten. Integrasinya dengan Zoho CRM akan memudahkan tim marketing perusahaan Anda mengelola dokumen dalam jumlah besar tanpa perlu repot berpindah-pindah platform. Selain menyederhanakan pengelolaan dokumen, ekstensi ini juga memfasilitasi komunikasi pelanggan. Solusi manajemen dokumen skala besar Photo Credit: Zoho Marketplace Apakah perusahaan Anda sehari-hari menangani dokumen dalam jumlah besar? Biasanya ini akan memunculkan problem berupa pengelolaan konten yang kompleks. Konten seperti deck penjualan, brosur, kontrak, proposal, faktur, hingga video promosi mungkin tersimpan dalam folder yang berbeda di SharePoint dan CRM, sehingga menyulitkan tim Anda untuk mencari dokumen yang diperlukan. Hal ini juga biasanya akan memunculkan ancaman keamanan saat Anda harus membagikan dokumen sensitif seperti data pelanggan. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One SharePoint for Zoho CRM sebagai solusi Integrasi SharePoint dengan CRM membantu tim penjualan dan dukungan pelanggan perusahaan Anda dalam menyederhanakan proses pembuatan, penghapusan, dan pengelolaan dokumen sekaligus mempermudah pembatasan akses ke dokumen tersebut. Ekstensi ini membantu Anda: Mengakses libraries SharePoint Anda, sekaligus membuat dan menghapus file dan folder dari Zoho CRM. Membuat file dan folder baru di SharePoint dari Zoho CRM. Mengatur file dan bagikan semua file SharePoint dengan aman ke anggota tim yang sudah didaftarkan masuk ke Zoho CRM. Mengambil semua file yang berhubungan dengan setiap transaksi dan akun tercantum dalam daftar terkait Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Cara menginstal ekstensi Photo Credit: Zoho Marketplace Masuk ke Zoho Marketplace. Piih ekstensi SharePoint for Zoho CRM. Klik opsi “Start Free Trial”. Centang semua kotak persetujuan yang harus diisi. Selanjutnya, klik tombol “Continue”. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi sukses, ”Your free trial has been activated successfully”. Pada kotak pesan konfirmasi tersebut, klik tautan “Click here”. Sistem selanjutnya akan menampilkan kotak penginstalan ekstensi SharePoint for Zoho CRM. Centang semua kotak persetujuan dan klik “Continue”. Selanjutnya, sistem akan mengarahkan Anda untuk mengatur setelan ekstensi sesuai kebutuhan. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Ekstensi SharePoint for Zoho CRM akan mengintegrasikan kedua platform tanpa hambatan berarti. Dengan memanfaatkan ekstensi ini Anda dapat mengelola dokumen lebih mudah dan tetap aman. Free trial ekstensi SharePoint ini tersedia di Zoho Marketplace. Tertarik untuk mulai menggunakan Zoho sebagai solusi produktivitas perusahaan Anda? Daftar langsung melalui EIKON Technology untuk mendapatkan aplikasi Zoho Workplace resmi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-commerce

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce nasional mencapai Rp453,75 triliun tahun 2023 lalu. Google bahkan memprediksi bahwa angka tersebut akan terus naik hingga US$82 miliar (Rp1.130 triliun) tahun 2025 nanti, dengan catatan, bisnis mampu mengoptimalkan peluang yang ada. Salah satunya adalah melalui penggunaan AI. Dukungan AI dalam e-commerce akan membantu bisnis mendapatkan prediksi penjualan yang lebih akurat, memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik, dan meningkatkan konversi. Mari pelajari lebih lanjut tentang manfaat penggunaan AI (khususnya chatbot AI) bagi e-commerce. Meningkatkan konversi Chatbot AI dapat berinteraksi dengan konsumen, menyimpan data penting, dan menggunakannya untuk segmentasi lebih lanjut. Hasilnya, pesan yang diterima pelanggan pun lebih personal. Selain itu, chatbot juga memungkinkan integrasi dengan sistem. Semua detail dan percakapan konsumen dapat disinkronkan dengan kalender, CRM, dan bahkan alat otomatisasi. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Personalisasi pesan dan rekomendasi Photo Credit: Freshchat Blog Chatbot AI menyesuaikan pesan, produk, dan promosi dengan data yang dikumpulkan dari kunjungan konsumen. Alih-alih memberikan rekomendasi yang tidak relevan, chatbot menunjukkan apa saja yang dicari konsumen saat berkunjung ke website Anda. Ini akan menghasilkan pendekatan yang lebih pribadi daripada iklan acak. Baca juga:  Minimalkan Dampak Situasi Darurat dengan On-Call Management Freshservice Meningkatkan kualitas komunikasi dengan konsumen Implementasi chatbot AI dapat dilakukan melalui sejumlah saluran, mulai dari website hingga media sosial. Ini memungkinkan Anda untuk menjangkau konsumen di titik kontak paling penting, menawarkan produk yang relevan, dan memberikan dukungan yang lebih baik. Memberikan pengalaman sebelum dan sesudah penjualan yang positif Photo Credit: Pexels Chatbot AI dapat memberikan respons yang tepat waktu dan efisien atas pertanyaan yang berulang dari konsumen, bahkan bekerja 24/7. Teknologi ini dapat membantu konsumen membuat pesanan, melacak paket, dan bahkan menerima masukan. Saat konsumen mendapat apa yang dicari dengan cara yang paling efektif, mereka tidak hanya merasa puas tapi juga cenderung tidak akan berpindah ke brand lain untuk pembelian di masa depan. Baca juga: Aplikasi Live Chat Modern Bernama Freshchat Dengan berkembangnya e-commerce dan tren personalisasi, brand perlu mempertimbangkan chatbot AI. Pemanfaatannya dapat membantu brand membangun hubungan yang bermanfaat dengan konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas terhadap brand. Chatbot AI bahkan memungkinkan brand untuk terlibat dengan konsumen di sejumlah platform berbeda. Hal ini nantinya dapat membantu brand untuk mengubah konsumen menjadi pelanggan setia dan memberi mereka layanan pelanggan terbaik. Dukungan chatbot AI juga dapat membantu perusahaan menerapkan otomatisasi pada fungsi internal mereka untuk memangkas biaya operasional dan meningkatkan pendapatan. Freshchat, chatbot AI percakapan dari Freshwork adalah pilihan tepat untuk Anda. Dengan dukungan ML, NLP, dan analisis cerdas, Freshchat dapat memahami maksud konsumen dan menawarkan solusi relevan bagi mereka. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, klik di sini untuk informasi lanjut!

Info

Remote User Access dan Remote Access, Apa Bedanya?

Remote user access dan remote access sering kali dianggap sebagai suatu hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Artikel EIKON kali ini akan membahas mengenai perbedaan antara remote user access dan remote access. Berikut ulasannya. Apa itu remote user access Photo Credit: Pexels Remote user access memungkinkan karyawan untuk dapat mengakses resources perusahaan di mana pun mereka berada. Itu berarti, karyawan remote maupun yang sedang bepergian dapat mengakses aplikasi internal atau layanan digital lain yang diperlukan untuk bekerja dari mana saja. Ada banyak sekali metode remote user access. Beberapa di antaranya yang umum digunakan adalah virtual private network (VPN), remote desktop protocol (RDP), dan secure shell (SSH). Baca juga: Membandingkan ManageEngine dan Kaseya sebagai Platform MDM Apa itu remote access Remote access sebenarnya merupakan istilah lain untuk menyebut remote desktop. Ini merupakan sebuah cara untuk mengambil alih kendali perangkat pengguna, dari mana dan kapan saja. Umumnya digunakan untuk menyelesaikan masalah teknis perangkat. Cara ini lebih efisien dibanding jika Anda harus menunggu teknisi atau petugas TI menyelesaikan gangguan. Keuntungan pemanfaatan remote access Remote access cocok bagi perusahaan yang mempekerjakan karyawan remote dalam jumlah besar. Berikut adalah beberapa keuntungan remote access: Waktu respons yang lebih cepat. Dukungan TI bisa segera memberikan bantuan jika muncul gangguan tanpa perlu berada di tempat. Kerugian downtime bisa ditekan. Terlalu bergantung pada dukungan TI on-site bisa berujung pada downtime yang lebih panjang, terutama jika masalah menumpuk. Produktivitas meningkat. Dengan singkatnya downtime, karyawan Anda bisa segera kembali pada pekerjaan mereka. Selain itu, tim TI bisa bekerja lebih efisien karena mereka tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk menyelesaikan masalah. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Remote access dengan JumpCloud Photo Credit: Pexels JumpCloud adalah sebuah platform open directory berbasis cloud dengan fitur mobile device management (MDM). Fitur ini mendukung remote user access sekaligus meningkatkan keamanan perangkat endpoint perusahaan, baik dalam skala besar maupun kecil. JumpCloud juga menyediakan administrator jaringan dengan visibilitas dan kendali atas perangkat yang digunakan end-user (remote access) melalui JumpCloud. Beberapa fitur JumpCloud: Remote Assist. Memungkinkan tim TI untuk memantau dan mengontrol perangkat pengguna untuk troubleshooting, pemeliharaan, atau pelatihan. Unattended Access (Silent Assist). Memungkinkan administrator untuk memberikan dukungan jarak jauh, bahkan saat pengguna tidak aktif. Background Tools. Memungkinkan administrator mengelola file atau tugas lain di perangkat end-user secara remote melalui antarmuka command-line, tanpa mengganggu pengalaman pengguna.  Baca juga: Integrasi Active Directory dengan Linux Dengan memanfaatkan remote access, operasional perusahaan akan jauh lebih efisien, terutama jika Anda mempekerjakan banyak karyawan remote. Gangguan bisa segera ditangani, tanpa perlu kehadiran langsung tim TI. JumpCloud mendukung beragam perangkat dan sistem operasi, termasuk Windows, macOS, Android, iOS, ChromeOS, hingga Linux. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai fitur remote access JumpCloud, daftar dan coba gratis di sini melalui EIKON Technology!

Info

Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory

Active Directory ® (AD) Bridge adalah sebuah tool yang memungkinkan Anda untuk menggunakan AD sebagai sumber identitas resmi, sekaligus memperluas penggunaannya pada sistem, aplikasi, maupun protokol yang tidak bisa dikelola secara langsung, serta memodernisasi kontrol akses. Terkadang solusi ini juga disebut sebagai ekstensi AD atau cloud identity bridge. AD Bridge memiliki integrasi khusus dengan JumpCloud yang disebut Active Directory Integration (ADI). Ini memungkinkan identitas diterapkan ke resources yang tidak terikat AD melalui platform open directory JumpCloud. Lalu, bagaimana cara mengintegrasikannya? Integrasi Active Directory dan JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Poin-poin berikut akan menjelaskan cara mengintegrasikan AD dan JumpCloud dalam tiga langkah. Mari simak bersama. Persiapkan Agent Installation di AD Langkah pertama dalam menggunakan ADI adalah mengidentifikasi pengontrol domain AD (atau server anggota) tempat ADI Sync Agents akan diinstal. Kasus penggunaan Anda akan menentukan agen mana yang diperlukan, arah sinkronisasi, dan direktori mana yang berfungsi sebagai otoritas. Photo Credit: JumpCloud Blog Menginstal agen di setiap DC memastikan penyebaran kata sandi teridentifikasi dengan benar dan kemudian dikirimkan secara aman ke JumpCloud. Layanan Sync Agent menggunakan TLS untuk semua komunikasi dan traffic keluar (hanya) ke console.JumpCloud.com. ADI mendukung alur kerja multi-domain sebagai jalur migrasi. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Buat ADI Instance di JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Langkah selanjutnya adalah membuat ADI Instance baru, dengan mengikuti petunjuk dari panduan konfigurasi Anda. Hal ini dilakukan melalui bilah Directory Integrations di portal admin JumpCloud. Anda akan dipandu untuk memilih kasus penggunaan dan selanjutnya mengunduh Import Agent dan/atau Sync Agent. Akan ada langkah-langkah penginstalan dan pasca-instalasi yang harus diikuti untuk memulai layanan dan mengonfigurasi agen. Baca juga: Membandingkan ManageEngine dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management Menggunakan dan mengelola AD Bridge Setelah agen AD bridge diinstal ke pengontrol domain (atau server anggota) dan dikonfigurasi, makan akan secara otomatis terkoneksi ke JumpCloud. Anda dapat menetapkan subset yang memerlukan akses ke sumber daya cloud atau pengelolaan perangkat. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Solusi Active Directory Bridge JumpCloud, ADI, memudahkan untuk memperluas maupun memodernisasi identitas yang dikelola Microsoft AD dalam melakukan autentikasi dengan sumber daya berbasis cloud dan non-Windows yang tidak didukung langsung oleh AD. ADI juga menyediakan manajemen perangkat lintas OS, manajemen lifecycle Tingkat lanjut, dan autentikasi modern untuk membangun kembali kontrol akses kuat yang pernah dimiliki AD. Jika Anda tidak memiliki direktori atau memiliki investasi terbatas pada AD yang ada, mungkin lebih masuk akal untuk melakukan transisi sepenuhnya ke direktori berbasis cloud dan JumpCloud memiliki sumber daya yang pas untuk kebutuhan tersebut. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana integrasi Active Directory dan JumpCloud dapat bermanfaat bagi perusahaan Anda, silakan hubungi kami di EIKON Technology. Kami mengundang Anda untuk uji coba JumpCloud secara gratis di sini!

Info

Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah?

Tahun 2023 ini, Google memperkenalkan Duet AI for Workspace, dukungan baru untuk Workspace yang ditenagai oleh AI atau kecerdasan buatan. Dukungan baru ini akan membantu pengguna menulis, memvisualisasikan, meningkatkan inklusivitas meeting, dan tentunya menyederhanakan alur kerja mereka. Duet AI hadir di berbagai aplikasi Workspace, termasuk Google Chat, menghadirkan sebuah pengalaman baru dalam berkomunikasi. Lalu, apa saja perubahan yang dihadirkan Chat dengan adanya Duet AI?  Aplikasi perpesanan dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog Dengan Duet AI, kolaborasi real-time di Chat akan semakin mulus. Anda bisa mendapatkan info terbaru, analisis, dan saran proaktif. Selain itu, Google juga menghadirkan pengalaman pengguna yang disederhanakan, dengan palet warna, tipografi, dan gaya visual yang diperbarui berdasarkan Material 3 Google. Untuk membantu Anda menemukan percakapan yang tepat, Chat menyatukan direct message dan space dalam satu daftar percakapan terpadu. Selain itu, tersedia shortcuts untuk akses yang lebih cepat, tampilan kronologis untuk beranda Anda, @mention, dan starred conversation.  Google Chat juga menghadirkan kemudahan smart canvas melalui smart chips untuk berbagi file dengan cepat langsung dari compose bar. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Mudahkan kolaborasi Chat hadir untuk memudahkan Anda berkolaborasi. Dalam update terbarunya, jangkauan Chat untuk tim dari berbagai ukuran menjadi makin luas. Awal tahun ini, batas keanggotaan dari semula 8.000 menjadi 50.000. Kini, batas tersebut telah ditingkatkan menjadi 10x lipat. Spaces nantinya dapat diisi hingga 500.000 peserta. Photo Credit: Google Workspace Blog Chat juga memperkenalkan sebuah fitur baru, huddles untuk membantu Anda berkomunikasi secara real-time menggunakan audio dan video. Huddles telah terintegrasi dengan Chat dan aplikasi Workspace lain sehingga mudah diakses. Fitur ini akan tersedia akhir tahun 2023 nanti. Kolaborasi yang lebih aman Char terintegrasi dengan ekosistem Workspace. Itu artinya, pengguna dapat menikmati perlindungan bawaan Google yang mencegah lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Sealin itu, Chat juga selalu memberi peringatan pencegahan kehilangan data secara real-time untuk mencegah pembagian data rahasia secara tidak sengaja. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Konsol admin Workspace mengelola data pengguna sehingga data tersebut tetap berada di satu lokasi yang aman dan tidak terfragmentasi di beberapa point solutions. Untuk membantu admin mengelola privasi dan keamanan di Chat, akhir tahun 2023 ini, Google Chat akan meluncurkan content moderation di konsol admin, yang memberi administrator tool terpusan untuk meninjau insiden. Terintegrasi dengan cermat Photo Credit: Google Workspace Blog Tidak hanya peningkatan privasi, keamanan, dan perlindungan data, Chat juga telah terintegrasi dengan aplikasi Workspace lainnya untuk menyederhanakan tugas umum. Kapabilitas seperti berbagi file Drive dan mendelegasikan Tasks langsung di space Chat, mematikan notifikasi secara otomatis selama waktu fokus, dan menggunakan Chat di Gmail akan membantu mengurangi hambatan bagi pengguna Workspace. Chat juga telah terintegrasi dengan Google Groups. Akhir tahun 2023 ini, admin Workspace dapat menyinkronkan keanggotaan space saat mereka mengarahkan pengguna baru dan menyederhanakan berbagai tugas penting, seperti menentukan aplikasi untuk frontline, melakukan orientasi karyawan, atau bahkan mengonfigurasi pengumuman di space Chat. Baca juga: Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat Dengan hadirnya inovasi dan integrasi Duet AI for Workspace, Google Chat menjadi aplikasi perpesanan yang andal untuk berkolaborasi kapan saja, baik sekarang maupun di masa depan. Tak sabar ingin mencoba keandalan Chat dengan dukungan Duet AI? Anda bisa mencobanya sekarang dengan berlangganan Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Workspace for Business dirancang khusus untuk mendukung kolaborasi kerja skala besar perusahaan. Dengan rangkaian produktivitas ini, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan Google Chat untuk berkolaborasi dengan hambatan minim. Untuk informasi mengenai berlangganan Workspace for Business, silakan hubungi kami di sini!

Info

Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain

Apabila perusahaan Anda menggunakan beberapa aplikasi perpesanan sekaligus, kini telah tersedia Mio. Ini merupakan sebuah interoperabilitas yang akan menjadi “jembatan” untuk menghubungkan Google Chat dengan berbagai platform perpesanan seperti Slack dan Teams. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Memperkenalkan Google Chat generasi terbaru Tahun 2023 ini Google Workspace mengumumkan dukungan kecerdasan buatan Duet AI yang akan menyederhanakan berbagai tugas kerja Anda, mulai dari menyusun dokumen, membuat visualisasi, hingga memperkaya jalannya virtual meeting. Dukungan kecerdasan buatan Duet AI for Google Workspace pun dapat Anda nikmati di aplikasi perpesanan Google Chat. Dengan dukungan kecerdasan buatan, kini Anda dapat berkomunikasi dan berkolaborasi bebas hambatan. Selain dukungan kecerdasan buatan, Google Chat generasi terbaru pun telah didukung oleh interoperabilitas Mio yang akan memudahkan Anda berkomunikasi lintas platform perpesanan. Kolaborasi Google Workspace dengan Mio Saat ini, komunikasi dan kolaborasi terjadi melalui berbagai saluran dan alat. Hal ini dapat menyebabkan pesan tidak terjawab, terjadinya silo komunikasi, dan pengalaman frustasi saat harus memantau beberapa platform perpesanan sekaligus. Berangkat dari pengalaman tersebut, Google Workspace bermitra dengan Mio, sebuah penyedia solusi interoperabilitas kolaboratif terkemuka yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas mereka dengan menyederhanakan komunikasi di berbagai saluran. Anda dapat memanfaatkan Mio untuk menciptakan pengalaman yang lancar antara Google Chat dengan berbagai platform perpesanan lain yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Menunggu Meningkatkan interoperabilitas Google Chat dengan Mio Photo Credit: Google Workspace Updates Ada kalanya perusahaan menggunakan beberapa platform perpesanan sekaligus untuk berkomunikasi. Misalnya, divisi A menggunakan Google Chat, kemudian divisi B menggunakan Slack, dan divisi C menggunakan Teams meski semuanya ada di satu perusahaan. Perpindahan data antar platform perpesanan ini terkadang dapat menghambat alur kerja. Katakanlah Anda ingin mengirim gambar yang diterima di Google Chat ke rekan kerja yang menggunakan Teams. Nah, dengan kolaborasi Workspace dan Mio, pertukaran data ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, bahkan Anda tak perlu mengunduh gambar terlebih dahulu. Baca juga: Google Chat Luncurkan Konfigurasi Announcement-Only untuk Space Manager, Apa Fungsinya Mulai menggunakan Mio di Google Workspace Untuk mengakses interoperabilitas Mio dan menerapkannya di ekosistem kerja Anda, administrator data mengajukan akses beta atau mendiskusikan biaya langganan untuk perusahaan, silakan hubungi Mio dengan mengisi formulir berikut ini. Penting untuk diingat, jika Anda ingin memanfaatkan seluruh kapabilitas interoperabilitas Mio, diperlukan lisensi resmi Mio. Lisensi resmi Mio bisa didapatkan melalui kontak Mio. Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Untuk saat ini, kolaborasi Google Workspace dengan Mio menawarkan dua macam ketersediaan, yakni ketersediaan beta dan ketersediaan umum. Jika Anda ingin mengajukan akses beta, silakan mengisi formulir pengajuan akses di halaman ini. Kemudian untuk ketersediaan umum Google Workspace x Mio hanya tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Essentials Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline Starter, Frontline Standard, dan Nonprofits. Baca juga: Kini Admin Dapat Menginstal Google Chat untuk Direct Message Workspace, Bagaimana Caranya Hadirnya kolaborasi Google Workspace dengan Mio akan memudahkan Anda berkomunikasi dengan rekan kerja apa pun platform perpesanan yang digunakan, tak hanya terbatas pada Google Chat saja. Ingin segera menikmati berbagai kemudahannya? Anda bisa menikmatinya dengan berlangganan Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Mengunci File di Google Drive Kini Jadi Makin Mudah, Bagaimana Caranya?

Untuk menjaga kerahasiaan data Anda, Google Drive telah menggunakan protokol enkripsi yang ditingkatkan. Protokol ini bekerja baik saat Anda mengunggah, mengakses, maupun mengunduh file yang tersimpan di Google Drive. Selain itu. Drive juga menghadirkan beberapa fitur yang dapat Anda manfaatkan untuk mengamankan data, seperti fitur Lock. Dalam update Drive paling baru, Google menghadirkan fitur tersebut dengan kemudahan akses bagi para end-user, Jadi tidak hanya memiliki tingkat pengamanan tinggi, tapi juga mudah untuk diakses. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut ini. Mengunci file di Google Drive kini jadi makin mudah Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam update terbaru Google Drive, Anda dapat menemukan tambahan opsi untuk mengunci file Drive dengan klik kanan pada file tersebut. Selanjutnya, pilih opsi File information dan klik pada pilihan Lock. Hanya dengan tiga langkah sederhana tersebut, Anda sudah bisa mengunci file. Apa yang akan terjadi saat file Drive dikunci (locked)? Saat Anda mengunci file, maka pihak yang menjadi reviewer di Drive tidak akan bisa mengubah file (termasuk memindahkan dan menghapus file). Selain itu, penyuntingan serta penambahan komentar maupun saran tidak akan bisa dilakukan ke file yang berada dalam status dikunci. Sebelumnya, pembatasan akses file di Drive hanya tersedia melalui Google Drive API atau melalui persetujuan file. Prosesnya tentu tidak sesederhana fitur Lock karena membutuhkan pengaturan tambahan dari pihak administrator Workspace. Baca juga: ESignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Mulai menggunakan fitur Lock di Drive Seperti yang telah disebutkan di atas, Anda tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator untuk bisa mengakses fitur Lock di Drive. End-user bisa langsung mengunci file yang tersimpan di Drive mereka dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Sebelum mengunci file di Drive, pastikan Anda sudah memiliki edit-access (akses untuk menyunting) ke file. Arahkan kursor Anda ke file Drive, dan kemudian klik kanan untuk memunculkan menu. Selanjutnya, pilih opsi File information, klik pilihan Lock. Sistem Drive secara otomatis akan menampilkan pesan konfirmasi yang memastikan persetujuan Anda untuk mengunci file. Setujui pesan konfirmasi tersebut dengan mengeklik tombol Lock. Setelah file terkunci, tidak akan ada yang bisa melakukan penyuntingan pada file hingga status berubah menjadi Unlocked. Untuk membuka kunci, Anda bisa mengulangi langkah-langkah di atas. Baca juga: Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur Lock di Google Drive dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 5 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 20 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur Lock Google Drive ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Dengan hadirnya fitur Lock di Google Drive ini, Anda dapat memastikan keamanan file. Ini juga akan menyederhanakan alur kerja, karena Anda tak perlu lagi mengajukan penguncian file ke administrator atau menggunakan Google Drive API untuk mengunci file. Selain Drive dan fitur Lock di dalamnya, Google Workspace memiliki berbagai fitur dan kapabilitas yang siap menyederhanakan alur kerja Anda. Penggunaan Workspace pun akan makin optimal jika Anda berlangganan edisi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk menjalankan operasional bisnis atau Workspace for Education untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di institusi pendidikan. Keduanya tersedia di EIKON Technology dan bisa Anda dapatkan dengan menghubungi kami di sini!

Scroll to Top