EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Sortir Shared Files di Space Google Chat Kini Jadi Lebih Mudah, Begini Caranya

Pada update terbarunya, Google Chat menyempurnakan tab Files di Spaces untuk meningkatkan pengalaman manajemen file bagi para pengguna. Kini Anda bisa dengan mudah mengakses dan menyortir shared files. Simak uraian lengkapnya berikut ini! Shared files Space Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat baru saja merilis penyempurnaan untuk fitur Space mereka dengan meningkatkan pengalaman pengelolaan file dan menciptakan lokasi terpusat untuk mengelola seluruh konten yang berhubungan dengan percakapan pengguna. Tab Updated kini akan berubah menjadi Shared. Selain perubahan nama tab tersebut, setelah update Anda juga akan melihat tampilan antarmuka pengguna (user interface) yang diperbarui serta fitur-fitur seperti menu drop-down pengurutan, dukungan untuk shared links dan media files, dan banyak lagi. Update ini termasuk dalam Upaya berkelanjutan Google untuk menjadikan Chat sebagai pusat kolaborasi kerja dan tim di dalam ekosistem Workspace. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara mengakses dan mengelola file dalam Space Anda dapat melihat daftar file, link, dan media yang dibagikan di suatu Space dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di Chat, pilih Space. Di bagian atas, klik tab Shared. Di tab Shared, akan tersedia opsi untuk mengurutkan file berdasarkan kategori atau tanggal. Mulai menggunakan fitur Kapabilitas baru dari Space ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Untuk menggunakannya, end user cukup mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space. Setelah mengeklik tab tersebut, sistem akan menampilkan tiga pilihan: Files, Links, dan Media. Pilih jenis konten yang ingin Anda akses. Baca juga: Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah? Ketersediaan fitur Photo Credit: Freepik Update kapabilitas Space Google Chat ini dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai tanggal 27 Maret 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kapabilitas juga dirilis dalam domain rilis terjadwal mulai tanggal 25 April 2024 dan berlaku perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Tab Shared Space Google Chat tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Google Workspace Individual, dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin Update kapabilitas Space ini akan memudahkan Anda untuk mengakses dan mengelola file yang pernah dibagikan di Google Chat melalui Space. Cukup dengan mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space, maka seluruh file pun akan ditampilkan. Sederhanakan alur kerja Anda dengan Google Workspace yang menyediakan rangkaian tools dan aplikasi terintegrasi. Mulai dari sekarang bersama EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace resmi dan bergaransi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya?

Log audit Google Workspace di BigQuery memungkinkan administrator mengetahui aktivitas data mereka (misalnya, saat data dibagikan atau diunduh oleh user), kapan aktivitas tersebut terjadi, dan siapa saja di dalam domain yang melakukan aktivitas tersebut. Kabar baik bagi administrator BigQuery, kini seluruh aktivitas tersebut telah dilengkapi dengan label metadata Google Drive. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Log audit Workspace di BigQuery Adanya log audit Workspace di BigQuery membantu administrator mendapatkan visibilitas yang lebih baik terkait data mereka—utamanya yang berhubungan dengan Google Workspace. Ini juga mencakup visibilitas terhadap seluruh aktivitas di Google Drive, mulai dari konten yang dibuat oleh user di Docs, Sheets, Slides, hingga konten yang diunggah oleh user ke Drive (seperti file PDF dan Microsoft Word). Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Label metadata Drive di BigQuery Dalam update terbaru BigQuery pada bulan Maret 2024, seluruh log audit Workspace akan dilengkapi dengan label metadata Drive. Dengan label Drive ini, administrator dapat menerapkan metadata deskriptif, seperti sensitivitas file ke item Google Drive yang ada di BigQuery. Selain itu, dengan pengayaan label metadata pada log events, administrator kini dapat memfokuskan analisis mereka pada aktivitas yang terjadi di file terpenting mereka dengan memfilter kondisi label. Baca juga: Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Label metadata Drive ini akan muncul dengan sendirinya setelah update diluncurkan. Namun pastikan Anda sudah mengatur konfigurasi ekspor BigQuery dengan langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin dengan akun super administrator. Di konsol Admin, buka Menu > Reporting > Data integrations. Pilih BigQuery Export dan klik Edit. Untuk mengaktifkan log BigQuery, beri tanda centang pada “Enable Google Workspace data export” di kotak Google BigQuery. Di bawah ID project BigQuery, pilih lokasi yang Anda inginkan untuk menyimpan logs. Pilih lokasi dengan akses edit. Di bawah dataset baru yang ada dalam project, masukkan nama dataset yang Anda gunakan untuk menyimpan logs. Klik Save. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur ini telah tersedia di BigQuery. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard dan Enterprise Plus, serta Education Standard dan Education Plus. Baca juga: 5 Cara Mengatur Biaya BigQuery Anda Peningkatan kapabilitas log audit BigQuery ini telah tersedia untuk Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Join Rapat Meet Tanpa Akun Google Melalui Perangkat Mobile

Google Workspace memungkinkan penggunanya untuk dapat bergabung ke video meeting Meet melalui Calendar dan Gmail, di samping melalui aplikasi itu sendiri. Bukan hanya itu saja, Anda juga dapat bergabung ke meeting melalui panggilan atau meeting room. Kini, Anda bahkan dapat bergabung ke video meeting Meet tanpa akun Google melalui perangkat mobile. Bagaimana caranya? Join Meet tanpa akun Google Kini Anda dapat dengan cepat bergabung ke video meeting Meet tanpa perlu masuk ke akun Google pribadi atau kantor (atau bahkan tanpa membuat akun Google baru). Dalam video meeting tersebut status Anda akan menjadi “Guest”. Kapabilitas ini telah tersedia untuk video meeting Meet versi web. Dengan perluasan kapabilitas ke perangkat seluler, kini Guest pun memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergabung ke video meeting Meet di mana saja. Baca juga: Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah? Cara join rapat Meet sebagai Guest via perangkat mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Anda tidak memerlukan Google Account untuk berpartisipasi dalam video meeting Meet. Dengan catatan, penyelenggara meeting sudah memberi akses ke meeting kepada Anda. Ada dua cara bergabung ke rapat Meet tanpa Google Account: Melalui tautan meeting Buka pesan chat atau email yang berisi tautan meeting > klik tautan meeting. Klik opsi “Ask to join”. Tunggu persetujuan dari penyelenggara rapat untuk mendapatkan akses masuk ke meeting. Melalui Google Meet Masuk ke meet.google.com. Masukkan kode dan klik “Continue”. Klik “Ask to join”. Tunggu persetujuan dari penyelenggara rapat untuk mendapatkan akses masuk ke meeting. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya Bagi administrator Workspace, kapabilitas untuk mengizinkan Guest bergabung ke video meeting Meet tanpa akun ini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan di domain. Kunjungi halaman Help Center Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut cara mengelola setelan Meet. Penyelenggara (host) juga dapat mengatur tipe akses video meeting mereka menjadi Open untuk memberi akses kepada Guest tanpa akun Google. Status “Open” ini berarti semua orang yang mengeklik tautan dapat bergabung ke meeting. Ketersediaan kapabilitas Photo Credit: Freepik Kapabilitas ini telah tersedia untuk perangkat mobile iOS. Sementara untuk perangkat mobile Android berlaku perilisan extended (kemungkinan akan lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 17 Januari 2024. Kapabilitas tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Google Workspace Individual, dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi Dengan perluasan kapabilitas ini, sekarang Guest pun memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergabung ke video meeting Meet di mana saja melalui perangkat mobile mereka. Tingkatkan performa kerja Anda dengan Google Meet dan berbagai aplikasi produktivitas dari Workspace. Telah tersedia di EIKON Technology, Workspace for Business untuk perusahaan dan Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Hubungi kami di sini!

Info

Kiat agar Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan Tidak Hanya Sekadar Menjadi Model

Seiring dengan meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, perusahaan mulai mempertimbangkannya sebagai solusi atas tantangan bisnis mereka. Dengan penerapan yang tepat, AI memang bisa menjadi solusi. Namun, penerapan AI memerlukan lebih dari sekadar model. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana penerapan kecerdasan buatan yang tepat, mulai dari ide, identifikasi kasus penggunaan, hingga pembuatan prototipe model AI yang sukses. Memulai dengan tepat Photo Credit: Google Cloud Blog Secara ringkas, berikut komponen utama dalam merancang produk berbasis AI end-to-end: Tentukan strategi yang berfokus pada pengguna. Pahami kebutuhan pengguna agar dapat merancang produk yang tepat untuk mereka. Rencanakan design sprint yang fokus pada Customer User Journey, user experience (UX), dan desain. Definisikan kasus penggunaan yang dapat dipecahkan dengan AI dari design sprint tersebut. Rancang prototipe software yang menunjukkan representasi visual user interface (UI). Rancang kembali prototipe model AI yang disesuaikan dengan kasus penggunaan, tunjukkan dengan rinci proses model menyelesaikan kasus tersebut. Integrasikan prototipe model AI dengan kasus penggunaan dan desain UX sebagai solusi berbasis AI. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat Ddan Platform Perpesanan Lain Lalu, tim seperti apa yang dibutuhkan? Photo Credit: Google Cloud Blog Secara garis besar, tim yang ideal untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan terdiri dari desainer UX, manajer program, insinyur teknis, dan konsultan AI. Komposisi ini akan memudahkan Anda dalam proses pengembangan dan memberi keuntungan berupa: Keahlian bisnis: Hadirnya manajer program akan menawarkan panduan operasional dan keuangan yang strategis. Mereka juga dapat membantu memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-Commerce UX yang ditingkatkan: Desainer UX ahli dalam memahami kebutuhan dan perilaku pengguna, memastikan bahwa aplikasi tersebut intuitif, ramah pengguna, dan mudah digunakan. Manajemen proyek yang efektif: Manajer program dapat membantu Anda menyiapkan struktur dan menjadi pengawas selama proses pengembangan agar tetap mengikuti jadwal serta bujet. Keahlian teknis: Insinyur memiliki keterampilan dan pengetahuan teknis untuk menerjemahkan konsep desain ke dalam program atau aplikasi yang fungsional. Baca juga: Membandingkan ManageEngine Dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management, Mana yang Lebih Baik? Membangun aplikasi solusi bisnis berbasis kecerdasan buatan atau AI adalah suatu proses yang kompleks, namun hasilnya sangat bermanfaat bagi bisnis. Google dapat membantu Anda memulai merancang strategi pengembangan aplikasi dan tren terkini terkait AI. Dengan mengikuti kiat yang sudah disebutkan dalam artikel ini, Anda dapat meningkatkan Jangan lupa juga untuk menggunakan solusi komputasi awan Google Cloud untuk memudahkan seluruh proses perancangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, hubungi kami di sini

Info

Firestore Multiple Database Kini Tersedia untuk Umum, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Google Cloud baru saja mengumumkan ketersediaan publik Firestore Multiple Databases, yang memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek. Apa kegunaannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Tentang Firestore Multiple Database Firestore Multiple Databases memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek Google Cloud. Ini akan meningkatkan pemisahan data, keamanan, pengelolaan sumber daya, dan pelacakan biaya. Terlebih, kini beberapa database telah didukung sepenuhnya di Google Cloud, Terraform, dan seluruh SDK Firestore. Tiap database Firestore beroperasi dengan isolasi independen, memastikan pemisahan data dan performa yang kuat. Misalnya, hotspotting beban traffic pada satu database tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja database lain dalam proyek tersebut. Mulai membuat database Firestore Berikut cara membuat database Firestore baru: Masuk ke Firestore service. Klik tombol “CREATE DATABASE”. Pilih id database, yang berfungsi sebagai pengidentifikasi database Anda. Pilih pengaturan konfigurasi database yang diinginkan (Database Mode, Location, konfigurasi Security Rules). Baca juga: Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server Konfigurasi keamanan Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore memungkinkan pengguna menerapkan konfigurasi keamanan terperinci pada database individual melalui IAM. Jadi, Anda dapat menerapkan kebijakan keamanan yang berbeda ke database yang berbeda, sehingga pengontrolan akan lebih terperinci. Misalnya, Anda dapat memberi akses ke database A kepada grup pengguna tertentu saja. Untuk menetapkan aturan pada database tertentu, dalam conditions editor tool, lakukan langkah-langkah berikut: Pilih “firestore.googleapis.com” sebagai resource.type Tentukan nama database resource sebagai resource.name, dengan mengikuti format “projects/<project-id>/databases/<database-id>”. Cara melihat penggunaan database Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore menawarkan data penggunaan dan penagihan yang terperinci, per database. Untuk mengaksesnya, Anda bisa menggunakan BigQuery. Sebagai contoh, kueri  di atas menunjukkan cara mengambil data penggunaan pada 18 Oktober 2023, yang dikelompokkan berdasarkan ID database Firestore individual. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Menghapus database Jika sudah tidak membutuhkan database Firestore, Anda dapat dengan mudah menghapusnya langsung dari konsol dengan mengikuti petunjuk berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Jika Anda baru menggunakan Firestore, sebaiknya mulai dengan database baru dengan nama `(default)`. Database tersebut akan mendapat dukungan gratis, sehingga Anda dapat menjelajahi fungsionalitas Firestore tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, dukungan runtime App Engine lama pun terbatas pada default database. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Selalu aktifkan perlindungan penghapusan untuk database penting. Perlindungan ini mencegah penghapusan yang tidak disengaja dan membantu memastikan integritas data. Pilih nama dan lokasi sumber daya database dengan hati-hati selama pembuatan, karena keduanya tidak dapat diubah setelah pembuatan. Namun, Anda dapat menghapus database yang ada dan membuat database baru dengan nama sumber daya yang sama, namun di lokasi berbeda. Ini memungkinkan Anda menyesuaikan lokasi tetapi tetap mempertahankan nama sumber daya asli. Nikmati sekarang juga kemudahan mengelola beberapa database sekaligus dengan Firestore Multiple Database yang kini telah tersedia untuk publik. Dapatkan dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi untuk Anda. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud

Large language model (LLM) dilatih dengan kumpulan besar data dari berbagai topik sehingga sangat berguna dalam banyak hal. Sayangnya LLM membutuhkan data pelatihan yang besar. Salah satu pendekatan populer untuk mengatasi problem tersebut adalah dengan “menurunkan” LLM menggunakan teknik Retrieval Augmented Generation. Teknik ini akan membuka peluang baru bagi perusahaan untuk membangun aplikasi gen AI yang dapat memanfaatkan data baru. Ulasan kali ini akan membahas tentang membangun gen AI perusahaan dengan LLM dari database Google Cloud. Mengenal teknik RAG Salah satu contoh umum pemanfaatan teknik RAG adalah untuk chatbot layanan pelanggan. Dengan RAG, Anda dapat menciptakan bot yang dapat menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari ketersediaan barang hingga kebijakan pengembalian. RAG terdiri dari satu langkah persiapan dan empat tahap penerapan. Contoh RAG yang disederhanakan ini mengalir melalui proses bagaimana aplikasi dapat memberikan jawaban mendasar dengan memanfaatkan fitur pencarian kesamaan dari database yang mendukung pengindeksan vektor. Photo Credit: Google Cloud Blog Persiapan: Data internal disimpan dalam database melalui model penyematan. Penerapan: Aplikasi Gen AI menggunakan model penyematan untuk mengonversi pertanyaan dari natural language (contoh: “Apakah Anda memiliki produk X dengan fitur A, B, C?”) menjadi vektor. Model penyematan digunakan untuk mengubah pertanyaan menjadi vektor dan melakukan pencarian semantik pada database. Database mengembalikan data yang akan digunakan sebagai bagian dari prompt untuk LLM. LLM menyusun jawaban yang akurat berdasarkan data. LLM dan database bekerja sama untuk memberikan hasil real-time. Pada pengaturan awal, Anda perlu menyimpan data internal seperti deskripsi produk melalui model penyematan ke dalam database operasional sebagai vektor. Database vektor Photo Credit: Freepik Komponen kunci dari pendekatan RAG adalah penerapan penyematan vektor. Google Cloud menyediakan beberapa opsi untuk menyimpannya. Vertex AI Vector Speech adalah alat yan dibuat khusus untuk menyimpan dan mengambil vektor pada volume tinggi, namun berlatensi rendah. Apabila Anda sudah familier dengan PostgreSQL, ekstensi pgvector menyediakan cara mudah untuk menambahkan kueri vektor ke database untuk mendukung aplikasi gen AI. Cloud SQL dan AlloyDB mendukung pgvector, dengan AlloyDB AI mendukung ukuran vektor hingga 4x lebih besar dan performa hingga 10x lebih cepat dibanding PostgreSQL standar saat menggunakan mode indeks IVFFlat. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi Membangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan mungkin tampak sulit di awal, tapi dengan memanfaatkan open-source tools seperti LangChain dan memanfaatkan resources Google Cloud, Anda bisa memulai dengan mudah. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pgvector di Cloud SQL dan AlloyDB, Google Cloud telah menyediakan dokumentasinya di sini. Bangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan Anda sekarang juga dengan berbagai resources yang disediakan oleh Google Cloud. Untuk bisa memanfaatkan resources lengkap Cloud dalam pengembangan Gen AI, Anda bisa langsung memilih paket berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

7 Transformasi Komunikasi di Tempat Kerja Tahun 2024

Tahun 2024 ini, dinamika komunikasi di tempat kerja diprediksi akan mengalami perubahan revolusioner yang didorong oleh kemajuan teknologi, perubahan struktur kerja, dan penekanan pada hubungan antar manusia. Berikut beberapa poin yang perlu Anda perhatikan. Kesejahteraan pegawai Kesejahteraan pegawai kini menjadi salah satu pertimbangan penting para talenta unggul. Maka tak heran jika kini perusahaan memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi SDM, para pimpinan juga perlu mengondisikan sisi empati mereka agar dapat memimpin tim (baik yang bekerja di kantor maupun remote) dengan sukses. Inklusivitas Photo Credit: Freepik Pada tahun 2024, kebutuhan untuk menjadi inklusif (baik yang berhubungan dengan gender, ras, maupun bahasa), menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Perusahaan dengan kebijakan yang menjaga dan melindungi hak-hak berbagai kelompok akan lebih mudah mendapatkan respons positif di mata konsumen maupun masyarakat secara luas. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Komunikasi analitis Perangkat komunikasi internal dan penggunaannya harus dianalisis secara rinci. Anda dapat memanfaatkan analytic tools untuk mengumpulkan insights seputar perangkat komunikasi internal dan penggunaannya, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi komunikasi berbasis data. Peningkatan visual Pada tahun 2024 akan semakin banyak tempat kerja hybrid. Virtual meeting pun akan semakin sering diterapkan. Maka kemudian tidak mengherankan jika alat komunikasi berkembang pesat. Perangkat virtual meeting dengan resolusi layar tinggi yang dapat menerima dan mengirim pesan video pun akan makin banyak dicari. Teknologi AI Photo Credit: Freepik Artificial intelligence (AI) kini menjadi terobosan canggih bagi komunikasi di tempat kerja. Bot dan asisten virtual yang didukung AI akan menyederhanakan tugas sehari-hari, memungkinkan para pegawai fokus pada aspek pekerjaan yang lebih penting. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Keamanan dan privasi Ketika informasi sensitif mengalir dalam bentuk percakapan, perusahaan harus menjaga keamanan data. Tidak hanya untuk menjaga kerahasiaan data perusahaan, tapi juga untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan pegawai. Pemacu produktivitas Untuk memastikan bahwa pengguna tidak perlu berpindah antar aplikasi agar tetap produktif, perangkat komunikasi disiapkan untuk menjadi alat pemacu produktivitas. Perangkat yang tidak sekadar memiliki fitur dasar untuk mengobrol dan menelepon akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih baik. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Ketika teknologi merangkul sentuhan manusia seperti sekarang, maka komunikasi di tempat kerja ada pada titik yang dramatis. Perangkat digital akan terus berkembang untuk membantu menghubungkan manusia. Pada tahun 2024, tempat kerja sudah sewajarnya menyeimbangkan inovasi teknologi dan empati manusia. Hal ini memang disertai beberapa tantangan, namun peluang pertumbuhan, produktivitas, dan konektivitas di tempat kerja pun turut menyertainya. Sambut transformasi komunikasi tempat kerja dengan dukungan Zoho Workplace Indonesia, rangkaian terintegrasi yang akan memudahkan komunikasi internal perusahaan secara aman. Kini tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Seamless! EIKON Technology sebagai JumpCloud Deployment Partner Astra Digital Mobile

Transformasi digital kini tengah terjadi di berbagai sektor, tak terkecuali sektor automotif. Para pemain besar, seperti raksasa automotif Asia Tenggara, Astra International pun tak ketinggalan. Melalui anak perusahaan Astra Digital Mobil (ADMO), geliat digital Astra International semakin terasa di tanah air—terutama setelah meluncurkan mobbi, platform jual-beli mobil bekas tahun 2022 lalu. Di balik kemantapan Astra International merambah ke dunia digital, ada kemapanan infrastruktur JumpCloud sebagai fondasi. Membangun ekosistem TI dari nol dengan dukungan JumpCloud Tahun 2022, ADMO baru memiliki departemen Teknologi sendiri dan belum terbangun ekosistem TI yang mumpuni—bahkan belum ada tool manajemen perangkat dan penyedia single sign-on. ADMO kemudian menjatuhkan pilihan pada cloud directory sebagai dasar. Ini karena JumpCloud memiliki rangkaian tools yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan ADMO yang masih belum memiliki ekosistem TI yang mumpuni.  Seamless deployment dengan EIKON Technology Photo Credit: JumpCloud Sistem yang canggih tidak akan bekerja optimal tanpa penerapan yang tepat, terlebih dalam skala besar. Begitu pula dalam penerapan JumpCloud ke ekosistem ADMO. Untuk itulah dibutuhkan deployment partner yang tepercaya. ADMO memilih EIKON Technology sebagai partner untuk menerapkan JumpCloud ke dalam ekosistem TI mereka. Alasannya tak lain adalah karena EIKON telah memiliki pengalaman yang luas terkait deployment JumpCloud dalam skala besar. “Memilih partner yang tepat membantu kami bermigrasi ke JumpCloud tanpa hambatan. Terlebih, EIKON Technology memiliki banyak pengalaman dalam menerapkan solusi ini, jadi kami bisa sedikit lebih santai dalam melakukan migrasi. Mereka sangat membantu kami dalam penerapan solusi dan meluncurkannya ke perangkat lain.” Lirico Nurcahyadi, Head of Technology, Astra Digital Mobil. Fondasi yang tepat untuk perkembangan masif Photo Credit: Freepik Dengan JumpCloud sebagai fondasi ekosistem digital, ADMO makin mantap untuk berkembang. Dalam waktu kurang dari satu tahun saja, lisensi yang terdaftar dalam sistem mereka bertambah dari 200 menjadi 1.000. Departemen Teknologi pun makin besar, dari 16 orang menjadi 104 spesialis Technology & Engineering. Pelajari lebih lanjut mengenai JumpCloud JumpCloud membantu administrator TI mengelola ekosistem mereka dengan menyediakan platform cloud directory yang komprehensif dan fleksibel. Konsol manajemen JumpCloud menerapkan konsep single pane of glass, menyajikan data dari berbagai sumber dengan tampilan terintegrasi, memudahkan pengelolaan identitas user dan akses resources, baik itu dari perangkat Mac, Windows, maupun Linux. Dapatkan visibilitas terbaik untuk ekosistem Anda dengan JumpCloud. Kembangkan ekosistem TI Anda sekarang dengan JumpCloud, mulai sekarang bersama EIKON Technology untuk deployment yang seamless. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin

Google Chat baru saja menambahkan kapabilitas konsol Admin yang memungkinkan administrator untuk mengambil tindakan atas konten yang dilaporkan oleh pengguna. Dengan peningkatan kapabilitas ini, konten yang dilaporkan dapat dikelola secara terpusat oleh administrator. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Tool moderasi konsol Admin Setelah pembaruan, super admin akan memiliki akses ke tool moderasi dan dapat memberikan hak Istimewa “Moderate Chat content report” kepada pengguna. Mereka yang menerima hak tersebut nantinya dapat meninjau konten Chat yang dilaporkan untuk mengurangi beban kerja super admin. Tool tersebut dapat diakses dengan memilih menu Apps > Google Workspace > Moderation. Melalui tool ini, administrator dapat mengakses informasi menyeluruh tentang laporan (baik yang masih berjalan maupun yang sudah terselesaikan), serta informasi dan konteks tambahan mengenai konten yang dilaporkan. Baca juga: Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat Kegunaan tool moderasi Setelah pengguna melaporkan konten di Chat, administrator dapat menggunakan tool moderasi untuk: Melihat semua laporan yang berhubungan dengan konten tersebut (termasuk laporan yang sudah terselesaikan). Meninjau riwayat penyuntingan pesan dan transkrip percakapan, termasuk konten yang diunggah sebelum pesan dilaporkan (maksimal hingga lima pesan). Mengakses detail percakapan, seperti jenis percakapan, jumlah peserta, hingga informasi terkait pengelola Space. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara menggunakan tool moderasi di konsol Admin Tool moderasi akan tersedia secara default setelah pembaruan dan bisa langsung diakses melalui konsol Admin. Untuk melihat konten melalui tool ini, Anda harus mengaktifkan pelaporan konten untuk Google Chat.   Untuk menggunakan tool moderasi, Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Buka menu Apps > Google Workspace > Moderation (atau bisa melalui tautan: admin.google.com/ac/moderation). Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah memilih pesan yang dilaporkan, sistem akan menampilkan berbagai informasi, termasuk detail percakapan dan laporan lain yang berhubungan dengan pesan tersebut. Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat memilih opsi “Show more” dari menu “Reported message” untuk melihat pesan yang dikirim sebelum pesan yang dilaporkan (maksimal lima pesan terdahulu). Photo Credit: Google Workspace Updates Klik “Delete message” untuk menghapus pesan. Ketersediaan tool Tool moderasi ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 22 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Tersedia untuk seluruh pelangan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Cara Meningkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Tool moderasi untuk Google Chat di konsol Admin ini akan memudahkan administrator Anda dalam menindaklanjuti konten yang dilaporkan oleh pengguna. Terlebih, administrator juga diberi kapabilitas untuk dapat menghapus pesan tertentu atau keseluruhan Space yang bermasalah. Google Chat dan berbagai tool canggih di dalamnya dapat Anda akses secara gratis dengan berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah?

Space Google Chat merupakan sebuah fitur yang memudahkan Anda berkomunikasi dalam grup. Google terus melakukan peningkatan pada fitur ini untuk menghadirkan pengalaman komunikasi online yang lebih mulus. Paling baru, Google Chat menyederhanakan proses pembuatan Space. Seperti apa perubahannya? Pencegahan duplikat nama Space Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mencegah duplikat nama Space, kini Chat tidak memperbolehkan Anda membuat Space dalam domain perusahaan jika nama tersebut sudah digunakan sebelumnya. Akan muncul pesan error jika nama yang Anda gunakan merupakan duplikat. Perubahan ini tidak akan langsung berlaku pada Space yang dibuat melalui Chat API, melainkan akan mulai diterapkan pada 3 Juni 2024 nanti. Baca juga: Cara Meningkatkan Interoperabilitas Google Chat dengan Platform Perpesanan Lain Opsi jenis Space Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Selain itu, Chat juga memperbarui halaman awal pembuatan Space. Kini saat Anda membuat Space, akan muncul dua opsi: Collaboration (untuk berdiskusi) dan Announcement (untuk komunikasi satu arah seperti menyampaikan pengumuman). Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk opsi Collaboration, pengguna akan mendapat opsi untuk menambahkan anggota, berbagi file, menetapkan tugas, dan membuat pesan selamat datang yang muncul saat anggota baru bergabung ke Space tersebut. Anda juga dapat mengaktifkan kapabilitas “History on” dan mendapat rekomendasi aplikasi Google Marketplace yang sesuai kebutuhan (berdasarkan aplikasi populer di domain Anda) untuk kemudian ditambahkan ke Space. Kemudian untuk Announcement, pengguna akan mendapat opsi untuk menambahkan grup, mengelola izin Space, dan menambahkan pedoman tentang cara menggunakan Space. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begii Cara Kerjanya Ketersediaan Peningkatan fitur Space ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna Google Workspace Individual. Update diluncurkan mulai: Duplikasi nama Space Update dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Dimulai pada tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Opsi pembuatan Space baru Versi web: Perilisan dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Domain rilis cepat dimulai 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sementara domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 12 Februari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Versi mobile: Fitur baru ini akan tersedia di Space Google Chat versi mobile pada akhir kuarter pertama tahun 2024. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Hadirnya pembaruan ini akan memudahkan Anda dalam pembuatan Space Google Chat baru. Untuk komunikasi kolaboratif, Anda dapat mengombinasikan Chat dengan aplikasi lain dalam rangkaian produktivitas Google Workspace. Tidak perlu bingung mencari karena Anda bisa mendapatkan rangkaian lengkap Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi dengan proses menyeluruh. Informasi lengkap hubungi kami di sini!

Scroll to Top