EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Seamless! EIKON Technology sebagai JumpCloud Deployment Partner Astra Digital Mobile

Transformasi digital kini tengah terjadi di berbagai sektor, tak terkecuali sektor automotif. Para pemain besar, seperti raksasa automotif Asia Tenggara, Astra International pun tak ketinggalan. Melalui anak perusahaan Astra Digital Mobil (ADMO), geliat digital Astra International semakin terasa di tanah air—terutama setelah meluncurkan mobbi, platform jual-beli mobil bekas tahun 2022 lalu. Di balik kemantapan Astra International merambah ke dunia digital, ada kemapanan infrastruktur JumpCloud sebagai fondasi. Membangun ekosistem TI dari nol dengan dukungan JumpCloud Tahun 2022, ADMO baru memiliki departemen Teknologi sendiri dan belum terbangun ekosistem TI yang mumpuni—bahkan belum ada tool manajemen perangkat dan penyedia single sign-on. ADMO kemudian menjatuhkan pilihan pada cloud directory sebagai dasar. Ini karena JumpCloud memiliki rangkaian tools yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan ADMO yang masih belum memiliki ekosistem TI yang mumpuni.  Seamless deployment dengan EIKON Technology Photo Credit: JumpCloud Sistem yang canggih tidak akan bekerja optimal tanpa penerapan yang tepat, terlebih dalam skala besar. Begitu pula dalam penerapan JumpCloud ke ekosistem ADMO. Untuk itulah dibutuhkan deployment partner yang tepercaya. ADMO memilih EIKON Technology sebagai partner untuk menerapkan JumpCloud ke dalam ekosistem TI mereka. Alasannya tak lain adalah karena EIKON telah memiliki pengalaman yang luas terkait deployment JumpCloud dalam skala besar. “Memilih partner yang tepat membantu kami bermigrasi ke JumpCloud tanpa hambatan. Terlebih, EIKON Technology memiliki banyak pengalaman dalam menerapkan solusi ini, jadi kami bisa sedikit lebih santai dalam melakukan migrasi. Mereka sangat membantu kami dalam penerapan solusi dan meluncurkannya ke perangkat lain.” Lirico Nurcahyadi, Head of Technology, Astra Digital Mobil. Fondasi yang tepat untuk perkembangan masif Photo Credit: Freepik Dengan JumpCloud sebagai fondasi ekosistem digital, ADMO makin mantap untuk berkembang. Dalam waktu kurang dari satu tahun saja, lisensi yang terdaftar dalam sistem mereka bertambah dari 200 menjadi 1.000. Departemen Teknologi pun makin besar, dari 16 orang menjadi 104 spesialis Technology & Engineering. Pelajari lebih lanjut mengenai JumpCloud JumpCloud membantu administrator TI mengelola ekosistem mereka dengan menyediakan platform cloud directory yang komprehensif dan fleksibel. Konsol manajemen JumpCloud menerapkan konsep single pane of glass, menyajikan data dari berbagai sumber dengan tampilan terintegrasi, memudahkan pengelolaan identitas user dan akses resources, baik itu dari perangkat Mac, Windows, maupun Linux. Dapatkan visibilitas terbaik untuk ekosistem Anda dengan JumpCloud. Kembangkan ekosistem TI Anda sekarang dengan JumpCloud, mulai sekarang bersama EIKON Technology untuk deployment yang seamless. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin

Google Chat baru saja menambahkan kapabilitas konsol Admin yang memungkinkan administrator untuk mengambil tindakan atas konten yang dilaporkan oleh pengguna. Dengan peningkatan kapabilitas ini, konten yang dilaporkan dapat dikelola secara terpusat oleh administrator. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Tool moderasi konsol Admin Setelah pembaruan, super admin akan memiliki akses ke tool moderasi dan dapat memberikan hak Istimewa “Moderate Chat content report” kepada pengguna. Mereka yang menerima hak tersebut nantinya dapat meninjau konten Chat yang dilaporkan untuk mengurangi beban kerja super admin. Tool tersebut dapat diakses dengan memilih menu Apps > Google Workspace > Moderation. Melalui tool ini, administrator dapat mengakses informasi menyeluruh tentang laporan (baik yang masih berjalan maupun yang sudah terselesaikan), serta informasi dan konteks tambahan mengenai konten yang dilaporkan. Baca juga: Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat Kegunaan tool moderasi Setelah pengguna melaporkan konten di Chat, administrator dapat menggunakan tool moderasi untuk: Melihat semua laporan yang berhubungan dengan konten tersebut (termasuk laporan yang sudah terselesaikan). Meninjau riwayat penyuntingan pesan dan transkrip percakapan, termasuk konten yang diunggah sebelum pesan dilaporkan (maksimal hingga lima pesan). Mengakses detail percakapan, seperti jenis percakapan, jumlah peserta, hingga informasi terkait pengelola Space. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara menggunakan tool moderasi di konsol Admin Tool moderasi akan tersedia secara default setelah pembaruan dan bisa langsung diakses melalui konsol Admin. Untuk melihat konten melalui tool ini, Anda harus mengaktifkan pelaporan konten untuk Google Chat.   Untuk menggunakan tool moderasi, Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Buka menu Apps > Google Workspace > Moderation (atau bisa melalui tautan: admin.google.com/ac/moderation). Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah memilih pesan yang dilaporkan, sistem akan menampilkan berbagai informasi, termasuk detail percakapan dan laporan lain yang berhubungan dengan pesan tersebut. Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat memilih opsi “Show more” dari menu “Reported message” untuk melihat pesan yang dikirim sebelum pesan yang dilaporkan (maksimal lima pesan terdahulu). Photo Credit: Google Workspace Updates Klik “Delete message” untuk menghapus pesan. Ketersediaan tool Tool moderasi ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 22 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Tersedia untuk seluruh pelangan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Cara Meningkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Tool moderasi untuk Google Chat di konsol Admin ini akan memudahkan administrator Anda dalam menindaklanjuti konten yang dilaporkan oleh pengguna. Terlebih, administrator juga diberi kapabilitas untuk dapat menghapus pesan tertentu atau keseluruhan Space yang bermasalah. Google Chat dan berbagai tool canggih di dalamnya dapat Anda akses secara gratis dengan berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah?

Space Google Chat merupakan sebuah fitur yang memudahkan Anda berkomunikasi dalam grup. Google terus melakukan peningkatan pada fitur ini untuk menghadirkan pengalaman komunikasi online yang lebih mulus. Paling baru, Google Chat menyederhanakan proses pembuatan Space. Seperti apa perubahannya? Pencegahan duplikat nama Space Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mencegah duplikat nama Space, kini Chat tidak memperbolehkan Anda membuat Space dalam domain perusahaan jika nama tersebut sudah digunakan sebelumnya. Akan muncul pesan error jika nama yang Anda gunakan merupakan duplikat. Perubahan ini tidak akan langsung berlaku pada Space yang dibuat melalui Chat API, melainkan akan mulai diterapkan pada 3 Juni 2024 nanti. Baca juga: Cara Meningkatkan Interoperabilitas Google Chat dengan Platform Perpesanan Lain Opsi jenis Space Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Selain itu, Chat juga memperbarui halaman awal pembuatan Space. Kini saat Anda membuat Space, akan muncul dua opsi: Collaboration (untuk berdiskusi) dan Announcement (untuk komunikasi satu arah seperti menyampaikan pengumuman). Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk opsi Collaboration, pengguna akan mendapat opsi untuk menambahkan anggota, berbagi file, menetapkan tugas, dan membuat pesan selamat datang yang muncul saat anggota baru bergabung ke Space tersebut. Anda juga dapat mengaktifkan kapabilitas “History on” dan mendapat rekomendasi aplikasi Google Marketplace yang sesuai kebutuhan (berdasarkan aplikasi populer di domain Anda) untuk kemudian ditambahkan ke Space. Kemudian untuk Announcement, pengguna akan mendapat opsi untuk menambahkan grup, mengelola izin Space, dan menambahkan pedoman tentang cara menggunakan Space. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begii Cara Kerjanya Ketersediaan Peningkatan fitur Space ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna Google Workspace Individual. Update diluncurkan mulai: Duplikasi nama Space Update dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Dimulai pada tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Opsi pembuatan Space baru Versi web: Perilisan dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Domain rilis cepat dimulai 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sementara domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 12 Februari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Versi mobile: Fitur baru ini akan tersedia di Space Google Chat versi mobile pada akhir kuarter pertama tahun 2024. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Hadirnya pembaruan ini akan memudahkan Anda dalam pembuatan Space Google Chat baru. Untuk komunikasi kolaboratif, Anda dapat mengombinasikan Chat dengan aplikasi lain dalam rangkaian produktivitas Google Workspace. Tidak perlu bingung mencari karena Anda bisa mendapatkan rangkaian lengkap Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi dengan proses menyeluruh. Informasi lengkap hubungi kami di sini!

Info

Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat

Space merupakan fitur Google Chat yang memungkinkan Anda berkomunikasi dengan sekelompok orang. Sejak diperkenalkan pada tahun 2023 lalu, Space terus mengalami peningkatan. Paling baru, Chat menyederhanakan alur pembuatan Space. Apa yang berubah? Alur pembuatan Space Google Chat yang lebih efisien Dalam update terbarunya, Google Chat menghadirkan dua peningkatan pada alur pembuatan Space: meminimalkan risiko nama ganda dan menyediakan konfigurasi khusus untuk penggunaan tertentu. Untuk mencegah nama ganda, kini Anda tidak bisa lagi membuat Space dalam domain perusahaan jika nama tersebut sudah dipakai. Hal ini juga berlaku jika Anda mengedit nama suatu Space menjadi nama lain yang sudah ada. Namun fitur ini tidak akan berlangsung untuk nama Space yang dibuat melalui Chat API. Perubahan akan berlaku pada Space Chat API mulai 3 Juni 2024. Photo Credit: Google Workspace Blog Per 25 Januari, selain kapabilitas untuk menentukan konfigurasi akses dengan mudah, kini Space dibagi menjadi dua jenis sesuai fungsinya: Collaboration (untuk berdiskusi) dan Announcements (untuk pemberitahuan) Photo Credit: Google Workspace Blog Setelah selesai memilih, tampilan halaman muka akan menyesuaikan jenis Space yang sudah Anda pilih. Untuk Collaboration, Anda akan diberi opsi untuk menambah anggota, berbagi file, menetapkan tugas, dan membuat pesan selamat datang. Kemudian untuk Announcements, Anda akan diberi opsi untuk menambahkan grup, mengelola izin Space, dan menambahkan pedoman tentang cara menggunakan Space.  Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Photo Credit: Google Workspace Blog Mulai menggunakan fitur Peningkatan ini tersedia secara otomatis tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. End-user akan menerima pesan error saat mengedit atau membuat Space dengan nama yang sudah pernah dipakai. Developer perlu memperbarui aplikasi yang dibuat melalui Chat API agar bisa tetap berjalan dan tidak bertentangan dengan error code baru untuk duplikat nama Space ini paling lambat 3 Juni 2024. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Ketersediaan Duplikat nama Space: Rilis bertahap mulai tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), berlaku untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Opsi jenis Space sesuai fungsi Web: Rilis bertahap mulai tanggal 25 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), berlaku untuk domain rilis cepat dan 12 Februari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) untuk domain rilis terjadwal. Mobile: Tersedia pada akhir Q1 2024. Update Google Chat ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace dan pelanggan Google Workspace Individual. Baca juga: Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi Update terbaru Google Chat ini akan menyederhanakan proses pembuatan Space. Optimalkan penggunaan Chat dengan berlangganan Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar

Google Calendar merupakan sebuah layanan manajemen waktu yang dapat Anda manfaatkan untuk penjadwalan. Guna menyempurnakan pengalaman penggunanya, Calendar terus meluncurkan fitur penunjang. Artikel ini akan membahas 4 fitur yang baru saja diluncurkan Calendar. Apa saja? Menambahkan lebih banyak co-host Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa menambahkan hingga 20 co-host ke jadwal temu selama proses setup. Artinya, Anda dapat menyusun jadwal dengan lebih banyak orang. Kalender sekunder Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Anda hanya dapat membuat jadwal di kalender utama. Kini, Anda juga dapat membuat jadwal dan menerima janji yang dibuat di kalender sekunder. Fitur ini akan membantu saat beberapa pengguna memerlukan akses ke waktu yang sama. Tiap user yang memiliki izin untuk menggunakan kalender sekunder dapat mengubah jadwal dan melihat janji baru masuk, Delegate access Saat ini, fitur delegate access memungkinkan Anda memberi izin pada orang lain untuk mengakses akun Google Workspace Anda untuk mengirim email atau mengelola undangan Calendar dan acara atas nama Anda. Sekarang, pengguna yang memiliki akses dapat mengedit atau menghapus jadwal di kalender utama Anda. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks Ketersediaan jadwal Photo Credit: Google Workspace Updates Google Calendar menambahkan opsi “Check calendars for availability”, yang memungkinkan Anda memeriksa ketersediaan waktu dari pihak yang ditambahkan ke jadwal. Opsi ini akan membantu Anda saat ingin memprioritaskan janji baru di atas acara yang sudah ada lebih dulu. Mulai menggunakan fitur Co-host tidak dapat melihat atau mengubah rincian jadwal janji temu. Namun jika jadwal dibuat di kalender bersama, co-host akan memiliki akses untuk melihat atau mengubah detail. Booking jadwal akan terlihat di kalender utama host dan co-host lainnya. Fitur “Check calendars for availability” akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan dengan menghapus centang di editor jadwal janji temu. Kalender co-host tidak akan diperiksa ketersediaannya secara otomatis. Anda dapat memilih kalender co-host di Fitur “Check calendars for availability” untuk memeriksa ketersediaannya. Baca juga: Susun Undangan untuk Calendar dengan Google Docs Ketersediaan fitur Fitur co-host, kalender sekunder, dan delegate access tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, and Nonprofits  Fitur “Check calendars for availability” tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual subscribers, dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Fitur-fitur baru dari Google Calendar ini akan membantu Anda menyederhanakan proses pembuatan jadwal. Optimalkan penggunaan Calendar dengan berlangganan Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Ini merupakan edisi Workspace yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan. Untuk detail selengkapnya, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Penyimpanan Data Lokal Google Workspace, Ekspor Data ke Lokasi Geografis Pilihan Anda

Google Workspace baru saja memperkenalkan sebuah fitur baru yaitu penyimpanan data lokal (local data storage). Fitur ini memungkinkan administrator mengekspor data Workspace perusahaan ke lokasi geografis atau lokasi pilihan mereka. Mari simak detailnya berikut! Local data storage Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur penyimpanan data lokal Google Workspace ini memungkinkan administrator perusahaan untuk mengekspor data Workspace ke lokasi geografis pilihan Anda. Berikut adalah opsi yang tersedia untuk fitur ini: User data: Tentukan data yang diekspor, dari pengguna, grup, unit organisasi, atau keseluruhan data perusahaan Anda. Export frequency: Pilih frekuensi ekspor, berulang atau satu kali saja. Storage settings: Tentukan lokasi geografis keranjang penyimpanan (bucket) Google Cloud tempat data diekspor, siapa yang dapat mengakses data, dan setelan lainnya dalam bucket Google Cloud. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-time Pembaruan ini memungkinkan administrator mengekspor data Workspace mereka ke bucket Google Cloud Storage (GCS) perusahaan yang terletak di lokasi geografis pilihan mereka untuk memenuhi kebutuhan kedaulatan (sovereignty), kepatuhan (compliance), dan pengarsipan (archival) data. Tentang ekspor data dengan Google Cloud Storage Anda dapat mengekspor semua, atau sebagian, data perusahaan ke arsip Google Cloud Storage (GCS) dan kemudian mengunduhnya. Tool Data Export GCS mengekspor semua data yang didukung untuk seluruh pengguna. Anda kemudian dapat secara selektif mengunduh data yang sudah diekspor berdasarkan pengguna dan layanan. Pengguna pun dapat mengunduh data mereka melalui dukungan Google Takeout yang telah terintegrasi dengan GCS. Baca juga: Cara Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual Saat Mengakses Workspace Applications Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Pexels Fitur ini tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus yang telah memiliki Assured Controls add-on. Saat ini Workspace tengah membuka pengajuan beta test untuk fitur penyimpanan data lokal. Bagi Anda yang berminat, bisa langsung mengisi formulir pengajuannya di sini. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa Saja yang Berubah? Dengan hadirnya fitur penyimpanan data lokal ini Anda dapat mengekspor data Workspace milik perusahaan dan kemudian menyimpannya di lokasi geografis yang diinginkan. Tak perlu lagi menggunakan layanan pihak ketiga yang dapat mengancam keamanan dan kerahasiaan data milik perusahaan Anda. Selain fitur penyimpanan data lokal, Workspace juga masih memiliki berbagai fitur dan kapabilitas andalan yang siap memudahkan pekerjaan Anda. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu bingung mencari, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk penggunaan skala besar sehingga cocok untuk perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM

Perkembangan teknologi CRM atau Customer Relationship Management kini makin pesat. Tool dan bahkan ekstensi terus bermunculan dengan klaim yang bervariasi. Tak jarang, tools yang ada saling terintegrasi sehingga penggunaannya pun makin mudah. Salah satunya adalah integrasi antara Microsoft SharePoint dengan Zoho CRM. SharePoint telah dikenal sebagai tool manajemen dokumen yang memungkinkan Anda untuk berbagi dan mengelola konten. Integrasinya dengan Zoho CRM akan memudahkan tim marketing perusahaan Anda mengelola dokumen dalam jumlah besar tanpa perlu repot berpindah-pindah platform. Selain menyederhanakan pengelolaan dokumen, ekstensi ini juga memfasilitasi komunikasi pelanggan. Solusi manajemen dokumen skala besar Photo Credit: Zoho Marketplace Apakah perusahaan Anda sehari-hari menangani dokumen dalam jumlah besar? Biasanya ini akan memunculkan problem berupa pengelolaan konten yang kompleks. Konten seperti deck penjualan, brosur, kontrak, proposal, faktur, hingga video promosi mungkin tersimpan dalam folder yang berbeda di SharePoint dan CRM, sehingga menyulitkan tim Anda untuk mencari dokumen yang diperlukan. Hal ini juga biasanya akan memunculkan ancaman keamanan saat Anda harus membagikan dokumen sensitif seperti data pelanggan. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One SharePoint for Zoho CRM sebagai solusi Integrasi SharePoint dengan CRM membantu tim penjualan dan dukungan pelanggan perusahaan Anda dalam menyederhanakan proses pembuatan, penghapusan, dan pengelolaan dokumen sekaligus mempermudah pembatasan akses ke dokumen tersebut. Ekstensi ini membantu Anda: Mengakses libraries SharePoint Anda, sekaligus membuat dan menghapus file dan folder dari Zoho CRM. Membuat file dan folder baru di SharePoint dari Zoho CRM. Mengatur file dan bagikan semua file SharePoint dengan aman ke anggota tim yang sudah didaftarkan masuk ke Zoho CRM. Mengambil semua file yang berhubungan dengan setiap transaksi dan akun tercantum dalam daftar terkait Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Cara menginstal ekstensi Photo Credit: Zoho Marketplace Masuk ke Zoho Marketplace. Piih ekstensi SharePoint for Zoho CRM. Klik opsi “Start Free Trial”. Centang semua kotak persetujuan yang harus diisi. Selanjutnya, klik tombol “Continue”. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi sukses, ”Your free trial has been activated successfully”. Pada kotak pesan konfirmasi tersebut, klik tautan “Click here”. Sistem selanjutnya akan menampilkan kotak penginstalan ekstensi SharePoint for Zoho CRM. Centang semua kotak persetujuan dan klik “Continue”. Selanjutnya, sistem akan mengarahkan Anda untuk mengatur setelan ekstensi sesuai kebutuhan. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Ekstensi SharePoint for Zoho CRM akan mengintegrasikan kedua platform tanpa hambatan berarti. Dengan memanfaatkan ekstensi ini Anda dapat mengelola dokumen lebih mudah dan tetap aman. Free trial ekstensi SharePoint ini tersedia di Zoho Marketplace. Tertarik untuk mulai menggunakan Zoho sebagai solusi produktivitas perusahaan Anda? Daftar langsung melalui EIKON Technology untuk mendapatkan aplikasi Zoho Workplace resmi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-commerce

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce nasional mencapai Rp453,75 triliun tahun 2023 lalu. Google bahkan memprediksi bahwa angka tersebut akan terus naik hingga US$82 miliar (Rp1.130 triliun) tahun 2025 nanti, dengan catatan, bisnis mampu mengoptimalkan peluang yang ada. Salah satunya adalah melalui penggunaan AI. Dukungan AI dalam e-commerce akan membantu bisnis mendapatkan prediksi penjualan yang lebih akurat, memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik, dan meningkatkan konversi. Mari pelajari lebih lanjut tentang manfaat penggunaan AI (khususnya chatbot AI) bagi e-commerce. Meningkatkan konversi Chatbot AI dapat berinteraksi dengan konsumen, menyimpan data penting, dan menggunakannya untuk segmentasi lebih lanjut. Hasilnya, pesan yang diterima pelanggan pun lebih personal. Selain itu, chatbot juga memungkinkan integrasi dengan sistem. Semua detail dan percakapan konsumen dapat disinkronkan dengan kalender, CRM, dan bahkan alat otomatisasi. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Personalisasi pesan dan rekomendasi Photo Credit: Freshchat Blog Chatbot AI menyesuaikan pesan, produk, dan promosi dengan data yang dikumpulkan dari kunjungan konsumen. Alih-alih memberikan rekomendasi yang tidak relevan, chatbot menunjukkan apa saja yang dicari konsumen saat berkunjung ke website Anda. Ini akan menghasilkan pendekatan yang lebih pribadi daripada iklan acak. Baca juga:  Minimalkan Dampak Situasi Darurat dengan On-Call Management Freshservice Meningkatkan kualitas komunikasi dengan konsumen Implementasi chatbot AI dapat dilakukan melalui sejumlah saluran, mulai dari website hingga media sosial. Ini memungkinkan Anda untuk menjangkau konsumen di titik kontak paling penting, menawarkan produk yang relevan, dan memberikan dukungan yang lebih baik. Memberikan pengalaman sebelum dan sesudah penjualan yang positif Photo Credit: Pexels Chatbot AI dapat memberikan respons yang tepat waktu dan efisien atas pertanyaan yang berulang dari konsumen, bahkan bekerja 24/7. Teknologi ini dapat membantu konsumen membuat pesanan, melacak paket, dan bahkan menerima masukan. Saat konsumen mendapat apa yang dicari dengan cara yang paling efektif, mereka tidak hanya merasa puas tapi juga cenderung tidak akan berpindah ke brand lain untuk pembelian di masa depan. Baca juga: Aplikasi Live Chat Modern Bernama Freshchat Dengan berkembangnya e-commerce dan tren personalisasi, brand perlu mempertimbangkan chatbot AI. Pemanfaatannya dapat membantu brand membangun hubungan yang bermanfaat dengan konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas terhadap brand. Chatbot AI bahkan memungkinkan brand untuk terlibat dengan konsumen di sejumlah platform berbeda. Hal ini nantinya dapat membantu brand untuk mengubah konsumen menjadi pelanggan setia dan memberi mereka layanan pelanggan terbaik. Dukungan chatbot AI juga dapat membantu perusahaan menerapkan otomatisasi pada fungsi internal mereka untuk memangkas biaya operasional dan meningkatkan pendapatan. Freshchat, chatbot AI percakapan dari Freshwork adalah pilihan tepat untuk Anda. Dengan dukungan ML, NLP, dan analisis cerdas, Freshchat dapat memahami maksud konsumen dan menawarkan solusi relevan bagi mereka. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, klik di sini untuk informasi lanjut!

Info

Remote User Access dan Remote Access, Apa Bedanya?

Remote user access dan remote access sering kali dianggap sebagai suatu hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Artikel EIKON kali ini akan membahas mengenai perbedaan antara remote user access dan remote access. Berikut ulasannya. Apa itu remote user access Photo Credit: Pexels Remote user access memungkinkan karyawan untuk dapat mengakses resources perusahaan di mana pun mereka berada. Itu berarti, karyawan remote maupun yang sedang bepergian dapat mengakses aplikasi internal atau layanan digital lain yang diperlukan untuk bekerja dari mana saja. Ada banyak sekali metode remote user access. Beberapa di antaranya yang umum digunakan adalah virtual private network (VPN), remote desktop protocol (RDP), dan secure shell (SSH). Baca juga: Membandingkan ManageEngine dan Kaseya sebagai Platform MDM Apa itu remote access Remote access sebenarnya merupakan istilah lain untuk menyebut remote desktop. Ini merupakan sebuah cara untuk mengambil alih kendali perangkat pengguna, dari mana dan kapan saja. Umumnya digunakan untuk menyelesaikan masalah teknis perangkat. Cara ini lebih efisien dibanding jika Anda harus menunggu teknisi atau petugas TI menyelesaikan gangguan. Keuntungan pemanfaatan remote access Remote access cocok bagi perusahaan yang mempekerjakan karyawan remote dalam jumlah besar. Berikut adalah beberapa keuntungan remote access: Waktu respons yang lebih cepat. Dukungan TI bisa segera memberikan bantuan jika muncul gangguan tanpa perlu berada di tempat. Kerugian downtime bisa ditekan. Terlalu bergantung pada dukungan TI on-site bisa berujung pada downtime yang lebih panjang, terutama jika masalah menumpuk. Produktivitas meningkat. Dengan singkatnya downtime, karyawan Anda bisa segera kembali pada pekerjaan mereka. Selain itu, tim TI bisa bekerja lebih efisien karena mereka tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk menyelesaikan masalah. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Remote access dengan JumpCloud Photo Credit: Pexels JumpCloud adalah sebuah platform open directory berbasis cloud dengan fitur mobile device management (MDM). Fitur ini mendukung remote user access sekaligus meningkatkan keamanan perangkat endpoint perusahaan, baik dalam skala besar maupun kecil. JumpCloud juga menyediakan administrator jaringan dengan visibilitas dan kendali atas perangkat yang digunakan end-user (remote access) melalui JumpCloud. Beberapa fitur JumpCloud: Remote Assist. Memungkinkan tim TI untuk memantau dan mengontrol perangkat pengguna untuk troubleshooting, pemeliharaan, atau pelatihan. Unattended Access (Silent Assist). Memungkinkan administrator untuk memberikan dukungan jarak jauh, bahkan saat pengguna tidak aktif. Background Tools. Memungkinkan administrator mengelola file atau tugas lain di perangkat end-user secara remote melalui antarmuka command-line, tanpa mengganggu pengalaman pengguna.  Baca juga: Integrasi Active Directory dengan Linux Dengan memanfaatkan remote access, operasional perusahaan akan jauh lebih efisien, terutama jika Anda mempekerjakan banyak karyawan remote. Gangguan bisa segera ditangani, tanpa perlu kehadiran langsung tim TI. JumpCloud mendukung beragam perangkat dan sistem operasi, termasuk Windows, macOS, Android, iOS, ChromeOS, hingga Linux. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai fitur remote access JumpCloud, daftar dan coba gratis di sini melalui EIKON Technology!

Info

Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory

Active Directory ® (AD) Bridge adalah sebuah tool yang memungkinkan Anda untuk menggunakan AD sebagai sumber identitas resmi, sekaligus memperluas penggunaannya pada sistem, aplikasi, maupun protokol yang tidak bisa dikelola secara langsung, serta memodernisasi kontrol akses. Terkadang solusi ini juga disebut sebagai ekstensi AD atau cloud identity bridge. AD Bridge memiliki integrasi khusus dengan JumpCloud yang disebut Active Directory Integration (ADI). Ini memungkinkan identitas diterapkan ke resources yang tidak terikat AD melalui platform open directory JumpCloud. Lalu, bagaimana cara mengintegrasikannya? Integrasi Active Directory dan JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Poin-poin berikut akan menjelaskan cara mengintegrasikan AD dan JumpCloud dalam tiga langkah. Mari simak bersama. Persiapkan Agent Installation di AD Langkah pertama dalam menggunakan ADI adalah mengidentifikasi pengontrol domain AD (atau server anggota) tempat ADI Sync Agents akan diinstal. Kasus penggunaan Anda akan menentukan agen mana yang diperlukan, arah sinkronisasi, dan direktori mana yang berfungsi sebagai otoritas. Photo Credit: JumpCloud Blog Menginstal agen di setiap DC memastikan penyebaran kata sandi teridentifikasi dengan benar dan kemudian dikirimkan secara aman ke JumpCloud. Layanan Sync Agent menggunakan TLS untuk semua komunikasi dan traffic keluar (hanya) ke console.JumpCloud.com. ADI mendukung alur kerja multi-domain sebagai jalur migrasi. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Buat ADI Instance di JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Langkah selanjutnya adalah membuat ADI Instance baru, dengan mengikuti petunjuk dari panduan konfigurasi Anda. Hal ini dilakukan melalui bilah Directory Integrations di portal admin JumpCloud. Anda akan dipandu untuk memilih kasus penggunaan dan selanjutnya mengunduh Import Agent dan/atau Sync Agent. Akan ada langkah-langkah penginstalan dan pasca-instalasi yang harus diikuti untuk memulai layanan dan mengonfigurasi agen. Baca juga: Membandingkan ManageEngine dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management Menggunakan dan mengelola AD Bridge Setelah agen AD bridge diinstal ke pengontrol domain (atau server anggota) dan dikonfigurasi, makan akan secara otomatis terkoneksi ke JumpCloud. Anda dapat menetapkan subset yang memerlukan akses ke sumber daya cloud atau pengelolaan perangkat. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Solusi Active Directory Bridge JumpCloud, ADI, memudahkan untuk memperluas maupun memodernisasi identitas yang dikelola Microsoft AD dalam melakukan autentikasi dengan sumber daya berbasis cloud dan non-Windows yang tidak didukung langsung oleh AD. ADI juga menyediakan manajemen perangkat lintas OS, manajemen lifecycle Tingkat lanjut, dan autentikasi modern untuk membangun kembali kontrol akses kuat yang pernah dimiliki AD. Jika Anda tidak memiliki direktori atau memiliki investasi terbatas pada AD yang ada, mungkin lebih masuk akal untuk melakukan transisi sepenuhnya ke direktori berbasis cloud dan JumpCloud memiliki sumber daya yang pas untuk kebutuhan tersebut. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana integrasi Active Directory dan JumpCloud dapat bermanfaat bagi perusahaan Anda, silakan hubungi kami di EIKON Technology. Kami mengundang Anda untuk uji coba JumpCloud secara gratis di sini!

Scroll to Top