EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Pengembangan Produk Microsoft Surface dengan Dukungan Komputasi Azure HPC

Azure HPC (high-performance computing) merupakan rangkaian sumber daya komputasi, jaringan, dan penyimpanan yang terintegrasi dengan layanan orkestrasi workload untuk aplikasi HPC. Dengan infrastruktur yang dibangun khusus dan layanan aplikasi, Azure menawarkan performa yang kompetitif. Artikel kali ini akan membahas bagaimana peran Azure HPC mendukung pengembangan produk Microsoft Surface dengan cara yang efisien. Mari simak bersama! Pengembangan perangkat Surface di Microsoft Azure  Tahun 2015, tim Surface memecahkan banyak problem dengan implementasi Abaqus (software Finite Element Analysis – FEA) di Azure HPC. Tahun 2016, simulasi struktural tingkat produk untuk Surface Pro 4 dan laptop Surface asli telah sepenuhnya bermigrasi ke Azure HPC dari server lokal. Model besar dapat diotomatiskan dan mudah diselesaikan di Azure HPC. Penggunaan simulasi awal ini memungkinkan pemecahan masalah bagi insinyur desain yang ditugaskan dengan metrik ketahanan dan keandalan. Baca juga: Google Workspace Vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Pengembangan produk: Surface laptop Photo Credit: Microsoft Blog Ketersediaan Azure HPC untuk simulasi struktural menggunakan Abaqus menjadikannya alat pengembangan utama untuk desain produk. Konsep desain yang dibuat dalam sistem digital computer-aided design (CAD) diterjemahkan ke dalam model FEA secara detail. Ini adalah prototipe digital dan merupakan seluruh subsistem utama dalam perangkat. Baca juga: Peningkatan Metrik Azure Postgres Flexible Server, Seperti Apa? Analis dapat menggunakan model FEA untuk menerapakan kondisi pengujian dan keandalan yang berbeda dalam lingkungan virtual dan menentukan kelayakan. Ratusan simulasi dijalankan untuk mengevaluasi berbagai ide desain dan solusi. Selanjutnya, desain yang dipilih menjadi prototip dan kemudian diuji secara ketat untuk kondisi penggunaan di dunia nyata. Pada grafik pertama yang digambarkan di atas, perangkat laptop prototipe digital (model FEA) diatur untuk dijatuhkan pada sudutnya ke lantai. Ini memodelkan pengujian fisik dunia nyata yang dilakukan di laboratorium Reliability Engineering Microsoft. Photo Credit: Microsoft Blog Grafik kedua ini menggambarkan contoh engsel pada perangkat yang dioptimalkan kekuatannya. Tim dapat memvisualisasikan dampak gerakan yang ditimbulkan dan tingkat tekanan pada bagian internal engsel dari simulasi. Ini memungkinkan adanya isolasi masalah utama dan melakukan perbaikan desain yang tepat. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Tim Microsoft Surface kini fokus pada penerapan simulasi yang lebih skalabel dan resource Azure HPC untuk tim multidisiplin serta pemodelan multifisika. Ada peluang besar untuk mengaktifkan pembelajaran mesin dan AI dalam pembuatan produk. Azure HPC dan Microsoft dapat dimanfaatkan untuk mendorong inovasi berskala besar dengan cepat. Surface melanjutkan perjalanan transformasi digital ini dengan model-based systems engineering (MBSE) Bersama V4 Institute. Bagi Anda yang ingin berinovasi lebih banyak dengan biaya lebih sedikit dan ingin meningkatkan skala simulasi digital akan mendapatkan manfaat besar dari kolaborasi dengan Azure. EIKON Technology merupakan Microsoft Partner yang selalu menyediakan berbagai solusi resmi dari Microsoft, termasuk Azure HPC. Kami menawarkan penerapan menyeluruh, yang juga mencakup perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace

Google resmi meluncurkan Gemini AI pada berbagai aplikasi Google Workspace. Gemini AI dapat membantu pengguna untuk merangkum, menganalisis, dan membuat konten dengan mengumpulkan data dari emails dan berbagai dokumen. Pengguna tidak perlu berpindah tabs atau aplikasi karena Gemini AI hadir di dalam interface aplikasi Google Workspace. Simak detail informasinya berikut ini! Muncul sebagai panel samping di aplikasi Google Workspace Google mengintegrasikan Gemini AI sebagai panel samping pada aplikasi Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google Drive. Panel samping ini menggunakan model teknologi terbaru Google, termasuk Gemini 1.5 Pro dengan kemampuan penalaran yang lebih canggih. Berikut beberapa contoh penggunaan Gemini AI pada aplikasi Google Workspace: Google Docs: menulis dan memperbaiki konten, merangkum informasi, membantu pengguna untuk brainstorming ide, membuat konten berdasarkan dokumen lain, dan masih banyak lagi;  Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP Untuk Mencegah Kehilangan Data Google Slides: membuat slides baru, menghasilkan gambar-gambar custom, hingga merangkum presentasi; Photo Credit: Google Workspace Update Google Sheets: melacak dan mengatur data, membuat tabel dengan cepat, menyusun suatu rumus, dan menanyakan cara menyelesaikan suatu tugas di Sheets; Photo Credit: Google Workspace Update Google Drive: merangkum satu atau lebih dokumen, memberikan fakta singkat tentang proyek tertentu, hingga mendalami suatu topik tanpa harus mencari dan membuka banyak dokumen. Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace For Education Cara mengakses Gemini AI di Google Workspace Fitur Gemini AI tidak memiliki kontrol administrator. Artinya, pengguna tidak membutuhkan akses izin dari administrator untuk menggunakan Gemini AI di aplikasi Google Workspace. Untuk mengakses fitur baru ini, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs, Google Slides, Google Sheets, atau Google Drive pada perangkat web; Klik tombol “Ask Gemini” di bagian pojok kanan atas layar; Fitur Gemini AI akan langsung muncul sebagai panel samping di bagian kanan. Gemini AI juga telah tersedia di Gmail Google tidak hanya meluncurkan Gemini AI pada Google Docs, Google Slides, Google Sheets, dan Google Drive. Para pengguna Gmail kini juga dapat menikmati kecanggihan fitur Gemini AI melalui panel samping aplikasi. Di Gmail, Anda bisa memanfaatkan panel samping Gemini AI untuk merangkum rangkaian email, menulis draft, memberi kalimat respons pada rangkaian email, dan masih banyak lagi. Baca juga: Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual Saat Mengakses Workspace Applications Kehadiran Gemini AI di panel samping aplikasi Google Workspace diharapkan bisa meningkatkan produktivitas kerja. Google telah merilis Gemini AI untuk beberapa pengguna terpilih mulai 24 Juni 2024. Fitur ini akan diluncurkan secara berkala ke lebih banyak pengguna mulai 8 Juli 2024. Namun, panel samping Gemini AI hanya tersedia bagi para pengguna Google Workspace dengan add-on Gemini Business and Enterprise, Gemini Education and Education Premium, serta Google One AI Premium. Anda bisa menambahkan add-on tersebut melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Segera hubungi kami di sini untuk informasi selengkapnya!

Info

Microsoft Entra ID: Autentikasi Workload Identity

Microsoft Entra tak hanya menjadi identity system, tapi juga identity and access management (IAM) system untuk layanan berbasis Azure, layanan infrastruktur internal Microsoft, dan workload identity pengguna. Tahun 2021, Microsoft memperkenalkan sistem autentikasi cadangan yang secara otomatis dan transparan menangani autentikasi workload yang didukung saat layanan utama Microsoft Entra ID mengalami degradasi. Layanan ini terus dikembangkan cakupannya ke seluruh cloud dan beragam jenis aplikasi. Resiliensi workload identity dari endpoint autentikasi yang terisolasi secara regional Endpoint autentikasi ini diisolasi secara regional ke wilayah Azure. Seluruh identitas yang sering digunakan akan dapat diautentikasi tanpa ketergantungan pada wilayah Azure lainnya. Pada dasarnya, ini adalah endpoint utama untuk layanan infrastruktur Azure serta endpoint utama untuk identitas terkelola di Azure. Cara kerja endpoint autentikasi yang terisolasi secara regional Photo Credit: Microsoft Blog Setiap wilayah Azure diberi endpoint unik untuk autentikasi workload identity. Wilayah ini dilayani oleh instance khusus Microsoft Entra ID yang ditempatkan secara regional. Instance regional bergantung pada metadata cache untuk merespons permintaan autentikasi workload identity secara efisien dan tangguh. Baca juga: Melindungi Data Sensitif dengan Microsoft Purview Information Protection Desain ringan ini akan mengurangi ketergantungan pada layanan lain sekaligus meningkatkan ketahanan dengan memungkinkan seluruh autentikasi diselesaikan dalam satu wilayah. Data dalam cache lokal akan selalu diperbarui secara proaktif. Layanan regional bergantung pada layanan global Microsoft Entra ID untuk memperbarui dan mengisi ulang cache ketika data yang diperlukan tidak mencukupi (cache hilang) atau ketika mendeteksi perubahan dalam postur keamanan untuk layanan yang didukung. Baca juga: Berbagi Spreadsheet Microsoft Teams Kini Makin Mudah dengan Excel Live Sistem autentikasi cadangan untuk autentikasi infrastruktur workload identity Photo Credit: Microsoft Blog Untuk autentikasi workload identity yang tidak bergantung pada identitas terkelola, Microsoft memanfaatkan sistem autentikasi cadangan untuk menambah ketahanan toleransi kesalahan. Sebelumnya, Microsoft telah memperkenalkan pendekatan autentikasi pengguna yang beroperasi di cloud Microsoft, namun ada pada sistem dan jalur jaringan yang terpisah dengan sistem utama Microsoft Entra ID. Artinya, layanan ini bisa terus beroperasi saat terjadi masalah layanan, jaringan, atau kapasitas. Pendekatan ini sekrang diterapkan pada workload identity. Baca juga: Mengenal Fitur Terjemahan di Microsoft Teams untuk Perangkat Seluler Manfaat dari endpoint yang terisolasi secara regional dan juga sistem autentikasi cadangan telah terintegrasi dalam platform Microsoft Entra ID. Untuk lebih mengoptimalkan fungsinya dalam mendukung ketahanan serta keamanan sistem Anda, gunakan layanan Microsoft Authentication Library (MSAL) yang akan memaksimalkan pemanfaatan identitas terkelola. Lindungi perusahaan Anda dengan solusi cloud identity dan manajemen akses yang menghubungkan karyawan, pelanggan, dan partner ke aplikasi, perangkat, serta data mereka dengan Microsoft Entra ID. Optimalkan kapabilitasnya dengan berlangganan Microsoft Azure yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Klik di sini untuk free trial!

Google Cloud

Looker Studio Pro Kini Tersedia untuk Android dan iOS

Alat konversi data Looker Studio baru saja meluncurkan versi Pro yang tersedia untuk Android dan iOS. Tool ini memungkinkan para penggunanya untuk melihat laporan dan data real-time dari mana saja dan kapan saja. Lalu, apa keunggulan yang ditawarkan versi Looker Studio Pro ini? Fitur unggulan Looker Studio Pro Looker Studio Pro yang kini telah tersedia di Google Play dan App Store ini menawarkan beberapa fitur unggulan seperti: Layout report yang dinamis Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur ini menghadirkan layout laporan yang bisa Anda gunakan untuk menyusun laporan baru atau mengubah tampilan laporan lama. Menariknya lagi, fitur ini juga menyediakan opsi “mobile friendly view” yang akan menyesuaikan tampilan layout dengan layar ponsel. Selain mobile friendly view, Looker Studio Pro juga menyediakan original view yang optimal untuk desktop. Untuk mengubah tampilan, masuk ke menu “Options”. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Akses beberapa laporan sekaligus bebas repot Photo Credit: Google Cloud Blog Looker Studio Pro mengintegrasikan kategori laporan untuk mempercepat pencarian data. Laporan akan dikategorikan menjadi: My workspace: akses seluruh laporan yang Anda buat di aplikasi. Team workspaces: akses seluruh laporan tim Anda. Recents: pintasan untuk mengakses laporan yang baru-baru ini Anda lihat. Shared with me: melihat dan melakukan kolaborasi dalam laporan yang dibagikan kepada Anda. Bagikan laporan lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Di Looker Studio Pro, Anda dapat membagikan laporan secara cepat dengan satu klik saja. Aplikasi akan menampilkan tautan yang kemudian bisa Anda bagikan ke orang lain. Selain itu, Anda dapat mengakses semua laporan yang dibagikan di folder “Team Workspaces” dan “Shared with me”. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih Dengan Pemfilteran Ringkas Akses ke laporan interaktif lebih mudah Photo Credit: Google Cloud Blog Looker Studio Pro Mobile memudahkan Anda mengakses laporan dari email dan chat terjadwal. Saat Anda menerima laporan terjadwal di email atau chat, ketuk tautan untuk melihat dan berinteraksi dengan data langsung di aplikasi. Cara mendapatkan aplikasi Looker Studio Pro Anda bisa mendapatkan aplikasi ini melalui Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS. Unduh aplikasi dengan kredensial perusahaan Anda. Penting untuk diingat, aplikasi seluler ini hanya tersedia untuk pelanggan Looker Studio Pro. Pelajari lebih lanjut tentang langganan aplikasi Looker Studio Pro di sini! Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya Aplikasi Looker Studio Pro menawarkan berbagai fitur yang akan memudahkan Anda mengakses serta membaca laporan di mana pun dan kapan pun. Kini aplikasi telah tersedia di Play Store dan App Store. Untuk performa yang lebih optimal, integrasikan aplikasi dengan solusi komputasi Google Cloud. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peleburan Tool Appointment Slots dan Appointment Schedules di Google Calendar, Apa yang Berubah?

Sebelumnya, Google Calendar memiliki dua tools khusus untuk mengelola janji, yaitu appointment slots dan appointment schedules. Beberapa tahun belakangan, appointment schedule berkembang menjadi tool yang lebih canggih, menawarkan pengalaman kelola janji yang lebih mulus dengan dukungan berbagai fitur andal. Untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih ringkas, per 18 Juli 2024, fitur appointment slots akan dilebur ke appointment schedule. Lalu, apa perbedaannya? Peleburan tool appointment slots dan appointment schedules Per 18 Juli 2024 nanti, fungsi appointment slots di Google Calendar akan digantikan dengan tool appointment schedules. Seluruh data yang tercatat di appointment slots akan tetap tersimpan dan aktif hingga 18 Juli 2024 nanti. Meski demikian, disarankan untuk membuat jadwal janji temu baru menggunakan tool appointment schedules mulai saat ini. Sebab, per 18 Juli 2024, halaman booking appointment schedules akan dihapus dan seluruh janji temu hanya dapat dibuat dan disimpan melalui appointment schedules. Baca juga: Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar Beberapa perubahan Photo Credit: Freepik Menyesuaikan transisi, pelanggan Google Workspace Business Starter kini akan memiliki akses ke tool appointment schedule. Itu artinya, tiap pengguna dapat membuat satu halaman booking sendiri. Sementara itu, kapabilitas untuk membuat beberapa jadwal sekaligus, dan beberapa fitur premium tambahan tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Individual, Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, serta Google One Premium.  Mulai menggunakan tool Google mengirimkan pemberitahuan kepada administrator domain yang penggunanya menggunakan appointment slots selama 30 hari terakhir. Apabila Anda sebagai administrator tidak menerima pemberitahuan apa pun hingga 29 April 2024, itu artinya tidak ada pengguna dalam domain yang menggunakan appointment slots. Tinjau kembali penggunaan appointment slots di domain Anda agar transisi penggguna ke appointment schedules lebih mulus. Penting untuk diingat, appointment slots yang sudah dibuat tidak akan dimigrasikan secara otomatis, sehingga pengguna perlu membuat ulang jadwal dengan appointment schedules. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Ketersediaan  Photo Credit: Freepik Transisi ini akan dimulai tanggal 18 Juli 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Tool appointment schedules tersedia untuk Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual, dan Google One Premium.  Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Peleburan dua tools Google Calendar ini diharapkan akan menyederhanakan alur kerja Anda. Tool appointment schedule yang telah ditingkatkan telah tersedia untuk Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatken melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan Workspace. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Pesan Berbintang Kini Tersedia untuk Google Chat Mobile

Tahun lalu, Google Chat memperkenalkan fitur pesan berbintang (starred message) yang akan membantu Anda menandai pesan penting. Pada peluncuran tersebut, ketersediaan fitur masih terbatas untuk versi web saja. Kini, fitur tersebut hadir untuk versi mobile. Bagaimana cara menggunakan fitur ini di Chat mobile? Tentang pesan berbintang Pesan berbintang atau starred message merupakan sebuah fitur dari Google Chat yang memungkinkan Anda untuk mengakses pesan penting lebih cepat. Fitur ini diluncurkan Google Chat versi web akhir tahun 2023 lalu. Baca juga: Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat Pesan berbintang Google Chat mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah versi web, kini fitur pesan berbintang hadir untuk Google Chat versi mobile. Untuk dapat menggunakan fitur ini tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator. Artinya, fitur bisa langsung digunakan oleh end user setelah perilisan. Untuk menggunakan fitur ini, Anda cukup tekan lama pada pesan dan kemudian klik ikon bintang. Berikut langkah-langkahnya: Memberi bintang atau menghapus bintang pada pesan Buka Google Chat mobile Anda. Buka percakapan yang ingin ditandai. Tekan pesan yang ingin Anda bintangi, tahan hingga muncul opsi “More” lalu pilih “Star” untuk membintangi pesan atau “Unstar” untuk menghapus bintang pada pesan. Membuka kembali pesan yang sudah diberi bintang Buka Google Chat mobile Anda. Di sebelah kiri halaman pada menu “Shortcuts”, klik Starred. Sistem akan menampilkan seluruh pesan yang sudah Anda bintangi. Penting untuk diingat: Anda dapat menghapus bintang dari pesan asli maupun pesan yang dijadikan pintasan (shortcut). Pesan yang dibintangi tidak tersedia di Space yang disusun berdasarkan topik percakapan (utas lama). Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang fitur pesan berbintang Google Chat mobile. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur pesan berbintang untuk versi mobile bisa langsung digunakan setelah perilisan. Starred message tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Berikut jadwal perilisan lengkapnya: Android Perilisan dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 19 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). iOS Untuk iOS, Google Chat menerapkan extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 16 Januari 2024 (kemungkinan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Fitur pesan berbintang ini akan memudahkan Anda untuk menandai pesan penting di Google Chat. Selain pesan berbintang, aplikasi perpesanan Chat masih memiliki berbagai fitur dan kapabilitas menarik yang akan mengoptimalkan performa Anda. Terlebih, Chat juga telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas lain dari Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas

Looker Studio merupakan sebuah platform yang mendukung analisis layanan mandiri untuk data ad hoc. Dalam update terbarunya, platform ini menghadirkan opsi tambahan yang membantu pengguna untuk mengeksplorasi data dan mengambil keputusan bisnis. Berikut ulasan lengkapnya! Memperkenalkan tautan personal report Photo Credit: Google Cloud Looker Studio memiliki dashboard bersama yang berisi metrik dan KPI utama. Fitur ini biasanya menjadi titik awal untuk mengeksplorasi data lebih dari sekadar analisis yang dikurasi untuk mendapatkan insight lebih luas. Fitur personal report akan membantu Anda melakukan aktivitas tersebut, menghadirkan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri tanpa mengubah laporan asli yang telah dikurasi. Update laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Analisis dan insight hanya akan berguna jika laporan Anda selalu diperbarui. Pengguna Looker Studio kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis dengan kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Technical Guides for Startups: Panduan Lengkap Cloud untuk Perusahaan Startup Pemfilteran data yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Pemfilteran yang cepat memungkinkan Anda membagi data dan mengungkap pola tersembunyi dalam laporan. Fitur ini dilengkapi dengan filter bar yang akan memberi gambaran lengkap apakah filter yang sedang diterapkan berasal dari pemfilteran cross-chart atau pemfilteran cepat. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Memeriksa underlying data Photo Credit: Google Cloud Saat analis data mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, underlying data yang mendasarinya harus sesuai dengan konteks serta sesuai dengan data dan struktur yang tersedia sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI Dengan hadirnya beberapa fitur baru ini, pengguna Looker Studio kini bisa dengan mudah mengetahui bahwa data yang mereka bagikan merupakan data terbaru, kemudian memeriksanya secara detail, membuat filter dengan cepat, hingga membagikan tautan laporan pribadi. Anda dapat mengakses Looker Studio secara gratis cukup dengan berlangganan Google Cloud. Belum menemukan partner yang tepat untuk penerapan solusi komputasi awan ini? Tak perlu khawatir karena EIKON Technology hadir untuk Anda. Sebagai partner resmi Google Cloud Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi, dengan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Portrait Touch-up: Sempurnakan Penampilan Anda selama Meeting dengan Google Meet Web

Oktober 2023 lalu, Google Meet memperkenalkan portrait touch-up untuk Google Meet versi mobile. Per 15 Maret 2024 ini, fitur tersebut tersedia untuk Meet versi web. Bagaimana cara kerja fitur ini? Mari simak penjelasannya berikut! Fitur portrait touch-up Google Meet web Portrait touch-up merupakan sebuah fitur yang akan membantu pengguna Google Meet untuk menyempurnakan penampilan mereka selama melakukan online meeting. Tahun 2023 lalu, Meet meluncurkan fitur ini untuk Meet versi mobile dan mendapat tanggapan positif dari pengguna. Photo Credit: Workspace Updates Blog Fitur portrait touch-up ini memiliki dua mode, yaitu Subtle: menghaluskan tampilan kulit wajah dengan sangat ringan, mencerahkan area bawah mata, dan mencerahkan bagian putih pada mata. Smoothing: menghaluskan tampilan kulit wajah lebih kuat dari mode subtle, mencerahkan area bawah mata, dan mencerahkan bagian putih pada mata. Baca juga: Live Stream Latensi Super Rendah di Google Meet, Benarkah Bebas Lag? Mulai menggunakan fitur Fitur portrait touch-up ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Portrait touch-up akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan kapan saja oleh pengguna saat dibutuhkan. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan: Sebelum bergabung ke meeting Google Meet, di bagian bawah jendela self-view, klik Apply visual effects. Anda juga dapat mengaktifkan fitur ini dengan mengeklik bagian tengah jendela self-view, kemudian pilih opsi Apply visual effects. Klik menu Appearance > pilih opsi Portrait touch-up. Pilih mode yang Anda inginkan, Subtle atau Smooth. Baca juga: Closed Caption Google Meet Kini Diperluas ke 31 Bahasa Tambahan, Apa Saja? Ketersediaan Photo Credit: Pexels Fitur ini dirilis secara bertahap (gradual rollout) untuk domain rilis cepat mulai tanggal 15 Maret 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal berlaku perilisan yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 1 April 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur portrait touch-up ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Teaching & Learning Upgrade, Google One, dan Google Workspace Individual. Baca juga: Cara Menyematkan Pesan di Google Meet Fitur portrait touch-up dari Google Meet web ini akan membantu Anda untuk tampil lebih siap di online meeting. Penggunaannya pun mudah, tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Fitur kini telah tersedia untuk pelanggan Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Gmail

Memigrasikan Pesan Terenkripsi dengan Aman ke CSE Gmail

Administrator Workspace kini dapat memigrasikan email terenkripsi dari layanan lain, seperti Microsoft 365, Microsoft Exchange, atau Virtru, ke client-side encryption (CSE) Gmail dalam format S/MIME. Ini memungkinkan para pelanggan Google Workspace menyederhanakan proses migrasi dengan mengimpor email sensitif secara massal sebagai pesan S/MIME tanpa mengorbankan privasi atau postur compliance mereka. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Emoji Picker Gmail, Kini Makin Inklusif Kapabilitas migrasi pesan terenkripsi ke CSE Gmail Photo Credit: Freepik Sebelumnya, kapabilitas untuk memigrasikan email terenkripsi hanya terbatas dalam layanan Workspace. Kini setelah update, administrator dapat memigrasikan email terenkripsi dari sisi klien (CSE) dari layanan lain (seperti Microsoft 365, Microsoft Exchange, atau Virtru) dalam format S/MIME. Berikut detail selengkapnya: Pesan S/MIME yang diimpor dari penyedia email lain kini didukung oleh CSE Gmail. Pelanggan Virtru dapat menggunakan utilitas migrasi Gmail untuk mengenkripsi arsip teks biasa mereka dari Vault atau Takeout, dan mengimpornya sebagai pesan S/MIME. Pelanggan dapat mengimpor secara massal arsip email teks biasa apa pun ke Gmail sebagai pesan S/MIME. CSE Migration Utility Gmail tersedia untuk Windows, Mac, dan Linux, serta mendukung format file PST & Mboz. Mulai menggunakan kapabilitas Penting untuk diingat, bagi administrator Workspace, migrasi pesan S/MIME dari Microsoft 365 atau Microsoft Exchange ke Gmail, sertifikat yang digunakan harus sama dengan yang ditampilkan di Microsoft agar migrasi dapat berjalan. Administrator perlu menyiapkan Gmail API dan Gmail CSR bagi end user menggunakan sertifikat yang sama yang ada di layanan Microsoft. Setelah akun Gmail dikonfigurasi dengan sertifikat S/MIME, Anda dapat memigrasikan pesan dari layanan Microsoft ke Gmail. Kapabilitas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari end user untuk dapat digunakan. Baca juga: Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler Ketersediaan Photo Credit: Pexels Web dan Android Kapabilitas ini tersedia mulai dari tanggal 21 Maret 2024. iOS Dilakukan perilisan dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 21 Maret 2024 (kemungkinan hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Peningkatan kapabilitas ini memungkinkan administrator untuk memigrasikan email terenkripsi dari layanan lain ke CSE Gmail, bahkan dalam jumlah besar sekaligus. Kapabilitas ini telah tersedia bagi pelanggan Google Workspace Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Mengirim Pesan Suara di Google Chat

 Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, Google Chat meluncurkan kapabilitas pesan suara atau voice message. Kapabilitas ini hadir sekaligus agar Chat dapat menjadi platform komunikasi yang andal dan dapat digunakan kapan saja, termasuk saat Anda bepergian. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Mari simak penjelasannya berikut. Fitur pesan suara di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Mengirim pesan suara alih-alih mengetiknya, memungkinkan Anda untuk menghemat waktu, menyampaikan lebih banyak informasi, dan menekankan informasi paling penting bagi penerima pesan. Fitur ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, bahkan saat bepergian atau saat hanya tersedia perangkat mobile. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara menggunakan fitur pesan suara Fitur pesan suara ini akan aktif secara default setelah perilisan. Administrator dapat menonaktifkan fitur, baik di level domain maupun organizational unit (OU), cukup dengan mematikan semua lampiran (attachments disabled). Untuk keperluan tool moderasi Google Vault, Google Takeout, dan Security Investigation Tool (SIT), pesan suara akan dianggap sebagai lampiran (seperti jenis pesan lainnya di Chat). End user dapat mengirim pesan suara di ponsel (melalui direct messages, obrolan grup, dan Space) dan menerima pesan di seluruh platform (ponsel maupun web). Namun untuk saat ini, Anda tidak dapat mengirim pesan suara melalui Chat versi web (untuk saat ini, fitur pesan suara di Chat versi web tengah dalam pengembangan). Untuk merekam pesan suara di perangkat mobile Anda, ketuk ikon mikrofon > mulai berbicara > suara Anda akan divisualisasikan sebagai animasi gelombang (visualisasi ini akan muncul selama Anda berbicara). Pengatur waktu menghitung sehingga Anda tahu persis durasi pesan suara yang terekam. Sebelum mengirimkan pesan, Anda dapat melihat preview yang Anda dapat melihat pratinjau lalu mengirimkan pesan suara Anda atau menghapusnya dan mencoba lagi jika diperlukan. Pesan suara dapat diajak berinteraksi (dikutip, ditanggapi, dibalas di thread, dll.) sama seperti pesan Obrolan lainnya. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Keterssediaan Photo Credit: Freepik Fitur pesan suara ini akan dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada 26 Maret 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada 15 April 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur pesan suara Google Chat tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna Google Workspace Individual. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Dengan hadirnya fitur pesan suara ini, Anda dapat berkomunikasi secara lebih efektif menggunakan Google Chat. Menariknya lagi, fitur ini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Dapatkan rangkaian produktivitas terbaik Workspace melalui EIKON Technology sekarang juga, informasi selengkapnya di sini!

Scroll to Top