EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Portrait Touch-up: Sempurnakan Penampilan Anda selama Meeting dengan Google Meet Web

Oktober 2023 lalu, Google Meet memperkenalkan portrait touch-up untuk Google Meet versi mobile. Per 15 Maret 2024 ini, fitur tersebut tersedia untuk Meet versi web. Bagaimana cara kerja fitur ini? Mari simak penjelasannya berikut! Fitur portrait touch-up Google Meet web Portrait touch-up merupakan sebuah fitur yang akan membantu pengguna Google Meet untuk menyempurnakan penampilan mereka selama melakukan online meeting. Tahun 2023 lalu, Meet meluncurkan fitur ini untuk Meet versi mobile dan mendapat tanggapan positif dari pengguna. Photo Credit: Workspace Updates Blog Fitur portrait touch-up ini memiliki dua mode, yaitu Subtle: menghaluskan tampilan kulit wajah dengan sangat ringan, mencerahkan area bawah mata, dan mencerahkan bagian putih pada mata. Smoothing: menghaluskan tampilan kulit wajah lebih kuat dari mode subtle, mencerahkan area bawah mata, dan mencerahkan bagian putih pada mata. Baca juga: Live Stream Latensi Super Rendah di Google Meet, Benarkah Bebas Lag? Mulai menggunakan fitur Fitur portrait touch-up ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Portrait touch-up akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan kapan saja oleh pengguna saat dibutuhkan. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan: Sebelum bergabung ke meeting Google Meet, di bagian bawah jendela self-view, klik Apply visual effects. Anda juga dapat mengaktifkan fitur ini dengan mengeklik bagian tengah jendela self-view, kemudian pilih opsi Apply visual effects. Klik menu Appearance > pilih opsi Portrait touch-up. Pilih mode yang Anda inginkan, Subtle atau Smooth. Baca juga: Closed Caption Google Meet Kini Diperluas ke 31 Bahasa Tambahan, Apa Saja? Ketersediaan Photo Credit: Pexels Fitur ini dirilis secara bertahap (gradual rollout) untuk domain rilis cepat mulai tanggal 15 Maret 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal berlaku perilisan yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 1 April 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur portrait touch-up ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Teaching & Learning Upgrade, Google One, dan Google Workspace Individual. Baca juga: Cara Menyematkan Pesan di Google Meet Fitur portrait touch-up dari Google Meet web ini akan membantu Anda untuk tampil lebih siap di online meeting. Penggunaannya pun mudah, tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Fitur kini telah tersedia untuk pelanggan Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Gmail

Memigrasikan Pesan Terenkripsi dengan Aman ke CSE Gmail

Administrator Workspace kini dapat memigrasikan email terenkripsi dari layanan lain, seperti Microsoft 365, Microsoft Exchange, atau Virtru, ke client-side encryption (CSE) Gmail dalam format S/MIME. Ini memungkinkan para pelanggan Google Workspace menyederhanakan proses migrasi dengan mengimpor email sensitif secara massal sebagai pesan S/MIME tanpa mengorbankan privasi atau postur compliance mereka. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Emoji Picker Gmail, Kini Makin Inklusif Kapabilitas migrasi pesan terenkripsi ke CSE Gmail Photo Credit: Freepik Sebelumnya, kapabilitas untuk memigrasikan email terenkripsi hanya terbatas dalam layanan Workspace. Kini setelah update, administrator dapat memigrasikan email terenkripsi dari sisi klien (CSE) dari layanan lain (seperti Microsoft 365, Microsoft Exchange, atau Virtru) dalam format S/MIME. Berikut detail selengkapnya: Pesan S/MIME yang diimpor dari penyedia email lain kini didukung oleh CSE Gmail. Pelanggan Virtru dapat menggunakan utilitas migrasi Gmail untuk mengenkripsi arsip teks biasa mereka dari Vault atau Takeout, dan mengimpornya sebagai pesan S/MIME. Pelanggan dapat mengimpor secara massal arsip email teks biasa apa pun ke Gmail sebagai pesan S/MIME. CSE Migration Utility Gmail tersedia untuk Windows, Mac, dan Linux, serta mendukung format file PST & Mboz. Mulai menggunakan kapabilitas Penting untuk diingat, bagi administrator Workspace, migrasi pesan S/MIME dari Microsoft 365 atau Microsoft Exchange ke Gmail, sertifikat yang digunakan harus sama dengan yang ditampilkan di Microsoft agar migrasi dapat berjalan. Administrator perlu menyiapkan Gmail API dan Gmail CSR bagi end user menggunakan sertifikat yang sama yang ada di layanan Microsoft. Setelah akun Gmail dikonfigurasi dengan sertifikat S/MIME, Anda dapat memigrasikan pesan dari layanan Microsoft ke Gmail. Kapabilitas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari end user untuk dapat digunakan. Baca juga: Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler Ketersediaan Photo Credit: Pexels Web dan Android Kapabilitas ini tersedia mulai dari tanggal 21 Maret 2024. iOS Dilakukan perilisan dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 21 Maret 2024 (kemungkinan hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Kapabilitas tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Peningkatan kapabilitas ini memungkinkan administrator untuk memigrasikan email terenkripsi dari layanan lain ke CSE Gmail, bahkan dalam jumlah besar sekaligus. Kapabilitas ini telah tersedia bagi pelanggan Google Workspace Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Mengirim Pesan Suara di Google Chat

 Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, Google Chat meluncurkan kapabilitas pesan suara atau voice message. Kapabilitas ini hadir sekaligus agar Chat dapat menjadi platform komunikasi yang andal dan dapat digunakan kapan saja, termasuk saat Anda bepergian. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Mari simak penjelasannya berikut. Fitur pesan suara di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Mengirim pesan suara alih-alih mengetiknya, memungkinkan Anda untuk menghemat waktu, menyampaikan lebih banyak informasi, dan menekankan informasi paling penting bagi penerima pesan. Fitur ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, bahkan saat bepergian atau saat hanya tersedia perangkat mobile. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara menggunakan fitur pesan suara Fitur pesan suara ini akan aktif secara default setelah perilisan. Administrator dapat menonaktifkan fitur, baik di level domain maupun organizational unit (OU), cukup dengan mematikan semua lampiran (attachments disabled). Untuk keperluan tool moderasi Google Vault, Google Takeout, dan Security Investigation Tool (SIT), pesan suara akan dianggap sebagai lampiran (seperti jenis pesan lainnya di Chat). End user dapat mengirim pesan suara di ponsel (melalui direct messages, obrolan grup, dan Space) dan menerima pesan di seluruh platform (ponsel maupun web). Namun untuk saat ini, Anda tidak dapat mengirim pesan suara melalui Chat versi web (untuk saat ini, fitur pesan suara di Chat versi web tengah dalam pengembangan). Untuk merekam pesan suara di perangkat mobile Anda, ketuk ikon mikrofon > mulai berbicara > suara Anda akan divisualisasikan sebagai animasi gelombang (visualisasi ini akan muncul selama Anda berbicara). Pengatur waktu menghitung sehingga Anda tahu persis durasi pesan suara yang terekam. Sebelum mengirimkan pesan, Anda dapat melihat preview yang Anda dapat melihat pratinjau lalu mengirimkan pesan suara Anda atau menghapusnya dan mencoba lagi jika diperlukan. Pesan suara dapat diajak berinteraksi (dikutip, ditanggapi, dibalas di thread, dll.) sama seperti pesan Obrolan lainnya. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Keterssediaan Photo Credit: Freepik Fitur pesan suara ini akan dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada 26 Maret 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada 15 April 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur pesan suara Google Chat tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna Google Workspace Individual. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Dengan hadirnya fitur pesan suara ini, Anda dapat berkomunikasi secara lebih efektif menggunakan Google Chat. Menariknya lagi, fitur ini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Dapatkan rangkaian produktivitas terbaik Workspace melalui EIKON Technology sekarang juga, informasi selengkapnya di sini!

Info

Sortir Shared Files di Space Google Chat Kini Jadi Lebih Mudah, Begini Caranya

Pada update terbarunya, Google Chat menyempurnakan tab Files di Spaces untuk meningkatkan pengalaman manajemen file bagi para pengguna. Kini Anda bisa dengan mudah mengakses dan menyortir shared files. Simak uraian lengkapnya berikut ini! Shared files Space Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat baru saja merilis penyempurnaan untuk fitur Space mereka dengan meningkatkan pengalaman pengelolaan file dan menciptakan lokasi terpusat untuk mengelola seluruh konten yang berhubungan dengan percakapan pengguna. Tab Updated kini akan berubah menjadi Shared. Selain perubahan nama tab tersebut, setelah update Anda juga akan melihat tampilan antarmuka pengguna (user interface) yang diperbarui serta fitur-fitur seperti menu drop-down pengurutan, dukungan untuk shared links dan media files, dan banyak lagi. Update ini termasuk dalam Upaya berkelanjutan Google untuk menjadikan Chat sebagai pusat kolaborasi kerja dan tim di dalam ekosistem Workspace. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara mengakses dan mengelola file dalam Space Anda dapat melihat daftar file, link, dan media yang dibagikan di suatu Space dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di Chat, pilih Space. Di bagian atas, klik tab Shared. Di tab Shared, akan tersedia opsi untuk mengurutkan file berdasarkan kategori atau tanggal. Mulai menggunakan fitur Kapabilitas baru dari Space ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Untuk menggunakannya, end user cukup mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space. Setelah mengeklik tab tersebut, sistem akan menampilkan tiga pilihan: Files, Links, dan Media. Pilih jenis konten yang ingin Anda akses. Baca juga: Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah? Ketersediaan fitur Photo Credit: Freepik Update kapabilitas Space Google Chat ini dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat. Perilisan dimulai tanggal 27 Maret 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kapabilitas juga dirilis dalam domain rilis terjadwal mulai tanggal 25 April 2024 dan berlaku perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Tab Shared Space Google Chat tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Google Workspace Individual, dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin Update kapabilitas Space ini akan memudahkan Anda untuk mengakses dan mengelola file yang pernah dibagikan di Google Chat melalui Space. Cukup dengan mengeklik tab Shared yang ada di bagian atas halaman Space, maka seluruh file pun akan ditampilkan. Sederhanakan alur kerja Anda dengan Google Workspace yang menyediakan rangkaian tools dan aplikasi terintegrasi. Mulai dari sekarang bersama EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace resmi dan bergaransi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya?

Log audit Google Workspace di BigQuery memungkinkan administrator mengetahui aktivitas data mereka (misalnya, saat data dibagikan atau diunduh oleh user), kapan aktivitas tersebut terjadi, dan siapa saja di dalam domain yang melakukan aktivitas tersebut. Kabar baik bagi administrator BigQuery, kini seluruh aktivitas tersebut telah dilengkapi dengan label metadata Google Drive. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Log audit Workspace di BigQuery Adanya log audit Workspace di BigQuery membantu administrator mendapatkan visibilitas yang lebih baik terkait data mereka—utamanya yang berhubungan dengan Google Workspace. Ini juga mencakup visibilitas terhadap seluruh aktivitas di Google Drive, mulai dari konten yang dibuat oleh user di Docs, Sheets, Slides, hingga konten yang diunggah oleh user ke Drive (seperti file PDF dan Microsoft Word). Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Label metadata Drive di BigQuery Dalam update terbaru BigQuery pada bulan Maret 2024, seluruh log audit Workspace akan dilengkapi dengan label metadata Drive. Dengan label Drive ini, administrator dapat menerapkan metadata deskriptif, seperti sensitivitas file ke item Google Drive yang ada di BigQuery. Selain itu, dengan pengayaan label metadata pada log events, administrator kini dapat memfokuskan analisis mereka pada aktivitas yang terjadi di file terpenting mereka dengan memfilter kondisi label. Baca juga: Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Label metadata Drive ini akan muncul dengan sendirinya setelah update diluncurkan. Namun pastikan Anda sudah mengatur konfigurasi ekspor BigQuery dengan langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin dengan akun super administrator. Di konsol Admin, buka Menu > Reporting > Data integrations. Pilih BigQuery Export dan klik Edit. Untuk mengaktifkan log BigQuery, beri tanda centang pada “Enable Google Workspace data export” di kotak Google BigQuery. Di bawah ID project BigQuery, pilih lokasi yang Anda inginkan untuk menyimpan logs. Pilih lokasi dengan akses edit. Di bawah dataset baru yang ada dalam project, masukkan nama dataset yang Anda gunakan untuk menyimpan logs. Klik Save. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur ini telah tersedia di BigQuery. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard dan Enterprise Plus, serta Education Standard dan Education Plus. Baca juga: 5 Cara Mengatur Biaya BigQuery Anda Peningkatan kapabilitas log audit BigQuery ini telah tersedia untuk Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Join Rapat Meet Tanpa Akun Google Melalui Perangkat Mobile

Google Workspace memungkinkan penggunanya untuk dapat bergabung ke video meeting Meet melalui Calendar dan Gmail, di samping melalui aplikasi itu sendiri. Bukan hanya itu saja, Anda juga dapat bergabung ke meeting melalui panggilan atau meeting room. Kini, Anda bahkan dapat bergabung ke video meeting Meet tanpa akun Google melalui perangkat mobile. Bagaimana caranya? Join Meet tanpa akun Google Kini Anda dapat dengan cepat bergabung ke video meeting Meet tanpa perlu masuk ke akun Google pribadi atau kantor (atau bahkan tanpa membuat akun Google baru). Dalam video meeting tersebut status Anda akan menjadi “Guest”. Kapabilitas ini telah tersedia untuk video meeting Meet versi web. Dengan perluasan kapabilitas ke perangkat seluler, kini Guest pun memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergabung ke video meeting Meet di mana saja. Baca juga: Peningkatan pada Fitur Space Google Chat, Apa yang Berubah? Cara join rapat Meet sebagai Guest via perangkat mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Anda tidak memerlukan Google Account untuk berpartisipasi dalam video meeting Meet. Dengan catatan, penyelenggara meeting sudah memberi akses ke meeting kepada Anda. Ada dua cara bergabung ke rapat Meet tanpa Google Account: Melalui tautan meeting Buka pesan chat atau email yang berisi tautan meeting > klik tautan meeting. Klik opsi “Ask to join”. Tunggu persetujuan dari penyelenggara rapat untuk mendapatkan akses masuk ke meeting. Melalui Google Meet Masuk ke meet.google.com. Masukkan kode dan klik “Continue”. Klik “Ask to join”. Tunggu persetujuan dari penyelenggara rapat untuk mendapatkan akses masuk ke meeting. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya Bagi administrator Workspace, kapabilitas untuk mengizinkan Guest bergabung ke video meeting Meet tanpa akun ini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan di domain. Kunjungi halaman Help Center Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut cara mengelola setelan Meet. Penyelenggara (host) juga dapat mengatur tipe akses video meeting mereka menjadi Open untuk memberi akses kepada Guest tanpa akun Google. Status “Open” ini berarti semua orang yang mengeklik tautan dapat bergabung ke meeting. Ketersediaan kapabilitas Photo Credit: Freepik Kapabilitas ini telah tersedia untuk perangkat mobile iOS. Sementara untuk perangkat mobile Android berlaku perilisan extended (kemungkinan akan lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 17 Januari 2024. Kapabilitas tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Google Workspace Individual, dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi Dengan perluasan kapabilitas ini, sekarang Guest pun memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergabung ke video meeting Meet di mana saja melalui perangkat mobile mereka. Tingkatkan performa kerja Anda dengan Google Meet dan berbagai aplikasi produktivitas dari Workspace. Telah tersedia di EIKON Technology, Workspace for Business untuk perusahaan dan Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Hubungi kami di sini!

Info

Kiat agar Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan Tidak Hanya Sekadar Menjadi Model

Seiring dengan meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, perusahaan mulai mempertimbangkannya sebagai solusi atas tantangan bisnis mereka. Dengan penerapan yang tepat, AI memang bisa menjadi solusi. Namun, penerapan AI memerlukan lebih dari sekadar model. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana penerapan kecerdasan buatan yang tepat, mulai dari ide, identifikasi kasus penggunaan, hingga pembuatan prototipe model AI yang sukses. Memulai dengan tepat Photo Credit: Google Cloud Blog Secara ringkas, berikut komponen utama dalam merancang produk berbasis AI end-to-end: Tentukan strategi yang berfokus pada pengguna. Pahami kebutuhan pengguna agar dapat merancang produk yang tepat untuk mereka. Rencanakan design sprint yang fokus pada Customer User Journey, user experience (UX), dan desain. Definisikan kasus penggunaan yang dapat dipecahkan dengan AI dari design sprint tersebut. Rancang prototipe software yang menunjukkan representasi visual user interface (UI). Rancang kembali prototipe model AI yang disesuaikan dengan kasus penggunaan, tunjukkan dengan rinci proses model menyelesaikan kasus tersebut. Integrasikan prototipe model AI dengan kasus penggunaan dan desain UX sebagai solusi berbasis AI. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat Ddan Platform Perpesanan Lain Lalu, tim seperti apa yang dibutuhkan? Photo Credit: Google Cloud Blog Secara garis besar, tim yang ideal untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan terdiri dari desainer UX, manajer program, insinyur teknis, dan konsultan AI. Komposisi ini akan memudahkan Anda dalam proses pengembangan dan memberi keuntungan berupa: Keahlian bisnis: Hadirnya manajer program akan menawarkan panduan operasional dan keuangan yang strategis. Mereka juga dapat membantu memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-Commerce UX yang ditingkatkan: Desainer UX ahli dalam memahami kebutuhan dan perilaku pengguna, memastikan bahwa aplikasi tersebut intuitif, ramah pengguna, dan mudah digunakan. Manajemen proyek yang efektif: Manajer program dapat membantu Anda menyiapkan struktur dan menjadi pengawas selama proses pengembangan agar tetap mengikuti jadwal serta bujet. Keahlian teknis: Insinyur memiliki keterampilan dan pengetahuan teknis untuk menerjemahkan konsep desain ke dalam program atau aplikasi yang fungsional. Baca juga: Membandingkan ManageEngine Dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management, Mana yang Lebih Baik? Membangun aplikasi solusi bisnis berbasis kecerdasan buatan atau AI adalah suatu proses yang kompleks, namun hasilnya sangat bermanfaat bagi bisnis. Google dapat membantu Anda memulai merancang strategi pengembangan aplikasi dan tren terkini terkait AI. Dengan mengikuti kiat yang sudah disebutkan dalam artikel ini, Anda dapat meningkatkan Jangan lupa juga untuk menggunakan solusi komputasi awan Google Cloud untuk memudahkan seluruh proses perancangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, hubungi kami di sini

Info

Firestore Multiple Database Kini Tersedia untuk Umum, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Google Cloud baru saja mengumumkan ketersediaan publik Firestore Multiple Databases, yang memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek. Apa kegunaannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Tentang Firestore Multiple Database Firestore Multiple Databases memungkinkan Anda mengelola beberapa database Firestore dalam satu proyek Google Cloud. Ini akan meningkatkan pemisahan data, keamanan, pengelolaan sumber daya, dan pelacakan biaya. Terlebih, kini beberapa database telah didukung sepenuhnya di Google Cloud, Terraform, dan seluruh SDK Firestore. Tiap database Firestore beroperasi dengan isolasi independen, memastikan pemisahan data dan performa yang kuat. Misalnya, hotspotting beban traffic pada satu database tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja database lain dalam proyek tersebut. Mulai membuat database Firestore Berikut cara membuat database Firestore baru: Masuk ke Firestore service. Klik tombol “CREATE DATABASE”. Pilih id database, yang berfungsi sebagai pengidentifikasi database Anda. Pilih pengaturan konfigurasi database yang diinginkan (Database Mode, Location, konfigurasi Security Rules). Baca juga: Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server Konfigurasi keamanan Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore memungkinkan pengguna menerapkan konfigurasi keamanan terperinci pada database individual melalui IAM. Jadi, Anda dapat menerapkan kebijakan keamanan yang berbeda ke database yang berbeda, sehingga pengontrolan akan lebih terperinci. Misalnya, Anda dapat memberi akses ke database A kepada grup pengguna tertentu saja. Untuk menetapkan aturan pada database tertentu, dalam conditions editor tool, lakukan langkah-langkah berikut: Pilih “firestore.googleapis.com” sebagai resource.type Tentukan nama database resource sebagai resource.name, dengan mengikuti format “projects/<project-id>/databases/<database-id>”. Cara melihat penggunaan database Photo Credit: Google Cloud Blog Firestore menawarkan data penggunaan dan penagihan yang terperinci, per database. Untuk mengaksesnya, Anda bisa menggunakan BigQuery. Sebagai contoh, kueri  di atas menunjukkan cara mengambil data penggunaan pada 18 Oktober 2023, yang dikelompokkan berdasarkan ID database Firestore individual. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Menghapus database Jika sudah tidak membutuhkan database Firestore, Anda dapat dengan mudah menghapusnya langsung dari konsol dengan mengikuti petunjuk berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Jika Anda baru menggunakan Firestore, sebaiknya mulai dengan database baru dengan nama `(default)`. Database tersebut akan mendapat dukungan gratis, sehingga Anda dapat menjelajahi fungsionalitas Firestore tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, dukungan runtime App Engine lama pun terbatas pada default database. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Selalu aktifkan perlindungan penghapusan untuk database penting. Perlindungan ini mencegah penghapusan yang tidak disengaja dan membantu memastikan integritas data. Pilih nama dan lokasi sumber daya database dengan hati-hati selama pembuatan, karena keduanya tidak dapat diubah setelah pembuatan. Namun, Anda dapat menghapus database yang ada dan membuat database baru dengan nama sumber daya yang sama, namun di lokasi berbeda. Ini memungkinkan Anda menyesuaikan lokasi tetapi tetap mempertahankan nama sumber daya asli. Nikmati sekarang juga kemudahan mengelola beberapa database sekaligus dengan Firestore Multiple Database yang kini telah tersedia untuk publik. Dapatkan dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi untuk Anda. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud

Large language model (LLM) dilatih dengan kumpulan besar data dari berbagai topik sehingga sangat berguna dalam banyak hal. Sayangnya LLM membutuhkan data pelatihan yang besar. Salah satu pendekatan populer untuk mengatasi problem tersebut adalah dengan “menurunkan” LLM menggunakan teknik Retrieval Augmented Generation. Teknik ini akan membuka peluang baru bagi perusahaan untuk membangun aplikasi gen AI yang dapat memanfaatkan data baru. Ulasan kali ini akan membahas tentang membangun gen AI perusahaan dengan LLM dari database Google Cloud. Mengenal teknik RAG Salah satu contoh umum pemanfaatan teknik RAG adalah untuk chatbot layanan pelanggan. Dengan RAG, Anda dapat menciptakan bot yang dapat menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari ketersediaan barang hingga kebijakan pengembalian. RAG terdiri dari satu langkah persiapan dan empat tahap penerapan. Contoh RAG yang disederhanakan ini mengalir melalui proses bagaimana aplikasi dapat memberikan jawaban mendasar dengan memanfaatkan fitur pencarian kesamaan dari database yang mendukung pengindeksan vektor. Photo Credit: Google Cloud Blog Persiapan: Data internal disimpan dalam database melalui model penyematan. Penerapan: Aplikasi Gen AI menggunakan model penyematan untuk mengonversi pertanyaan dari natural language (contoh: “Apakah Anda memiliki produk X dengan fitur A, B, C?”) menjadi vektor. Model penyematan digunakan untuk mengubah pertanyaan menjadi vektor dan melakukan pencarian semantik pada database. Database mengembalikan data yang akan digunakan sebagai bagian dari prompt untuk LLM. LLM menyusun jawaban yang akurat berdasarkan data. LLM dan database bekerja sama untuk memberikan hasil real-time. Pada pengaturan awal, Anda perlu menyimpan data internal seperti deskripsi produk melalui model penyematan ke dalam database operasional sebagai vektor. Database vektor Photo Credit: Freepik Komponen kunci dari pendekatan RAG adalah penerapan penyematan vektor. Google Cloud menyediakan beberapa opsi untuk menyimpannya. Vertex AI Vector Speech adalah alat yan dibuat khusus untuk menyimpan dan mengambil vektor pada volume tinggi, namun berlatensi rendah. Apabila Anda sudah familier dengan PostgreSQL, ekstensi pgvector menyediakan cara mudah untuk menambahkan kueri vektor ke database untuk mendukung aplikasi gen AI. Cloud SQL dan AlloyDB mendukung pgvector, dengan AlloyDB AI mendukung ukuran vektor hingga 4x lebih besar dan performa hingga 10x lebih cepat dibanding PostgreSQL standar saat menggunakan mode indeks IVFFlat. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi Membangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan mungkin tampak sulit di awal, tapi dengan memanfaatkan open-source tools seperti LangChain dan memanfaatkan resources Google Cloud, Anda bisa memulai dengan mudah. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pgvector di Cloud SQL dan AlloyDB, Google Cloud telah menyediakan dokumentasinya di sini. Bangun aplikasi Gen AI untuk perusahaan Anda sekarang juga dengan berbagai resources yang disediakan oleh Google Cloud. Untuk bisa memanfaatkan resources lengkap Cloud dalam pengembangan Gen AI, Anda bisa langsung memilih paket berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

7 Transformasi Komunikasi di Tempat Kerja Tahun 2024

Tahun 2024 ini, dinamika komunikasi di tempat kerja diprediksi akan mengalami perubahan revolusioner yang didorong oleh kemajuan teknologi, perubahan struktur kerja, dan penekanan pada hubungan antar manusia. Berikut beberapa poin yang perlu Anda perhatikan. Kesejahteraan pegawai Kesejahteraan pegawai kini menjadi salah satu pertimbangan penting para talenta unggul. Maka tak heran jika kini perusahaan memprioritaskan kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi SDM, para pimpinan juga perlu mengondisikan sisi empati mereka agar dapat memimpin tim (baik yang bekerja di kantor maupun remote) dengan sukses. Inklusivitas Photo Credit: Freepik Pada tahun 2024, kebutuhan untuk menjadi inklusif (baik yang berhubungan dengan gender, ras, maupun bahasa), menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Perusahaan dengan kebijakan yang menjaga dan melindungi hak-hak berbagai kelompok akan lebih mudah mendapatkan respons positif di mata konsumen maupun masyarakat secara luas. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Komunikasi analitis Perangkat komunikasi internal dan penggunaannya harus dianalisis secara rinci. Anda dapat memanfaatkan analytic tools untuk mengumpulkan insights seputar perangkat komunikasi internal dan penggunaannya, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi komunikasi berbasis data. Peningkatan visual Pada tahun 2024 akan semakin banyak tempat kerja hybrid. Virtual meeting pun akan semakin sering diterapkan. Maka kemudian tidak mengherankan jika alat komunikasi berkembang pesat. Perangkat virtual meeting dengan resolusi layar tinggi yang dapat menerima dan mengirim pesan video pun akan makin banyak dicari. Teknologi AI Photo Credit: Freepik Artificial intelligence (AI) kini menjadi terobosan canggih bagi komunikasi di tempat kerja. Bot dan asisten virtual yang didukung AI akan menyederhanakan tugas sehari-hari, memungkinkan para pegawai fokus pada aspek pekerjaan yang lebih penting. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Keamanan dan privasi Ketika informasi sensitif mengalir dalam bentuk percakapan, perusahaan harus menjaga keamanan data. Tidak hanya untuk menjaga kerahasiaan data perusahaan, tapi juga untuk mendapatkan dan menjaga kepercayaan pegawai. Pemacu produktivitas Untuk memastikan bahwa pengguna tidak perlu berpindah antar aplikasi agar tetap produktif, perangkat komunikasi disiapkan untuk menjadi alat pemacu produktivitas. Perangkat yang tidak sekadar memiliki fitur dasar untuk mengobrol dan menelepon akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih baik. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Ketika teknologi merangkul sentuhan manusia seperti sekarang, maka komunikasi di tempat kerja ada pada titik yang dramatis. Perangkat digital akan terus berkembang untuk membantu menghubungkan manusia. Pada tahun 2024, tempat kerja sudah sewajarnya menyeimbangkan inovasi teknologi dan empati manusia. Hal ini memang disertai beberapa tantangan, namun peluang pertumbuhan, produktivitas, dan konektivitas di tempat kerja pun turut menyertainya. Sambut transformasi komunikasi tempat kerja dengan dukungan Zoho Workplace Indonesia, rangkaian terintegrasi yang akan memudahkan komunikasi internal perusahaan secara aman. Kini tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top