EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Gmail, Google Workspace

Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler

Sebagai sebuah penyedia layanan email gratis, Gmail hadir dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang akan membantu Anda dalam mengirimkan pesan elektronik. Salah satunya adalah fitur penerjemah atau translator. Dengan fitur ini, pengguna bisa dengan mudah menerjemahkan email mereka ke lebih dari 100 bahasa. Sebelumnya, fitur penerjemah otomatis Gmail ini tersedia dalam versi web saja. Namun seiring dengan perkembangannya, Google mengumumkan integrasi penerjemah otomatis untuk aplikasi Gmail versi mobile. Bagaimana cara kerjanya? Penerjemah otomatis untuk Gmail versi mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Ada kalanya Anda harus mengirim atau menerima email berbahasa asing. Situasi semacam ini di zaman modern seperti sekarang bisa dipecahkan dengan mudah menggunakan mesin penerjemah. Namun, mengakses web mesin penerjemah tentu akan mengganggu alur kerja Anda. Sebagai solusi, Anda dapat memanfaatkan fitur penerjemah otomatis atau translator dari Gmail. Kabar baiknya lagi, fitur tersebut kini telah tersedia di Gmail versi mobile. Integrasi fitur penerjemah otomatis dalam aplikasi mobile Gmail ini memungkinkan Anda berkomunikasi dengan lancar dalam berbagai bahasa. Untuk menerjemahkan email di perangkat mobile Anda, cukup pilih opsi Translate pada dismissible banner yang ada di halaman email. Gmail juga telah menyediakan opsi untuk memilih bahasa yang Anda inginkan. Dismissible banner tersebut akan muncul secara otomatis apabila bahasa yang digunakan dalam email berbeda dari bahasa tampilan Google.com Mail di setelan akun. Anda juga bisa selalu memilih agar Gmail selalu menerjemahkan atau tidak perlu menerjemahkan bahasa tertentu. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur penerjemah otomatis Gmail ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk menerjemahkan email, klik opsi Translate yang ada di bagian atas email Anda. Jika Anda mengabaikan opsi terjemahan, maka opsi tersebut akan muncul lagi saat bahasa konten email tidak sama dengan bahasa tampilan Google.com Mail yang ditetapkan di setelan akun Anda. Anda juga bisa menonaktifkan pengaturan ini (dismissable banner tidak akan dimunculkan di halaman pesan) untuk bahasa tertentu. Caranya, klik tombol x pada banner dan kemudian setujui perintah Don’t translate [language] again yang muncul saat banner tertutup. Bisa juga dengan memilih Don’t translate [language] again dari menu pengaturan terjemahan. Apabila pengguna secara eksplisit memilih untuk tidak menerjemahkan bahasa tertentu (seperti poin sebelumnya) atau sistem tidak mendeteksi adanya penggunaan bahasa lain, fitur terjemahan dapat diakses secara manual melalui menu tiga titik di halaman pesan. Baca juga: Temukan E-Mail Lebih Cepat dengan Top Results Gmail Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis untuk aplikasi mobile Gmail, baik itu versi Android maupun iOS. Perilisan fitur untuk versi Android dan iOS dilakukan secara bertahap, dengan rincian sebagai berikut: Android Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  iOS Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 21 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  Fitur terjemah otomatis Gmail versi mobile ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia bagi Umum, Ini Kegunaannya Dengan hadirnya fitur penerjemah pesan otomatis Gmail versi mobile ini, Anda bisa lebih cepat mengetahui maksud email yang masuk, tanpa perlu mengganggu keseluruhan alur kerja atau bahkan berpindah aplikasi. Semuanya hanya dengan satu klik dan pesan Anda akan diterjemahkan secara otomatis oleh sistem Gmail. Gmail merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace yang hadir untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Workspace hadir dalam bermacam-macam edisi untuk menyesuaikan beragam kebutuhan pengguna. Tersedia Workspace for Business untuk bisnis dan Workspace for Education untuk pendidikan. Semuanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official partner Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Integrasi Google Keep dengan Assistant Kini Tersedia untuk Seluruh Pengguna Google Workspace

Google baru saja meluncurkan integrasi antara Google Assistant dan Workspace. Dengan hadirnya integrasi ini, Anda dapat menggunakan Assistant bersama perangkat Workspace. Kini Anda dapat menyetel Google Keep sebagai penyedia default untuk catatan dan daftar (notes and lists). Selengkapnya, mari simak ulasan berikut. Integrasi Google Keep dengan Assistant Photo Credit: Google Workspace Updates Integrasi terbaru dari Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Assistant dengan Keep. Itu artinya, seluruh catatan dan daftar (notes and lists) yang Anda buat dengan Google Assistant sekarang bisa dilihat melalui Keep. Selain itu, Anda juga dapat meminta Assistant untuk membuat daftar baru, menambahkan atau menghapus item untuk daftar yang sudah atau, hingga melihat kembali semua item di dalam daftar. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant Ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Mulai memanfaatkan integrasi Administrator yang telah ditunjuk dapat mengontrol siapa saja yang menggunakan layanan Google Keep dan Assistant dengan Google Account mereka. Cukup aktifkan atau nonaktifkan layanan melalui konsol Admin. Setelah Keep diaktifkan, end-user dapat mengubah penyedia catatan menjadi Keep di bagian “notes and list” pada Assistant Settings. Pengguna yang mengaktifkan layanan dapat menggunakan akun mereka untuk melihat catatan dan daftar serta mengakses fitur tambahan. Untuk pengguna yang layanannya nonaktif masih bisa menggunakan beberapa fitur Keep, meski tanpa menggunakan informasi dari akunnya atau menyimpan informasi ke dalamnya, serupa dengan pengalaman pengguna yang keluar (sign out) dari akunnya, Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Mengaktifkan atau menonaktifkan Keep Secara default, Keep diaktifkan untuk semua perusahaan yang baru mendaftar dan sudah perusahaan yang menggunakan Drive. Anda juga dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan baru Keep. Sebelum mengaktifkan Keep, pastikan Drive sudah aktif, Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, letakkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke access group (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau dalam departemen). Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut: Di konsol Admin, klik Menu > Apps > Google Workspace > Keep. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, kemudian klik Save. Jika Anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk organizational unit saja, maka: Di sebelah kiri, pilih unit yang ingin Anda ubah statusnya, lalu klik On atau Off. Selanjutnya, pilih salah satu: Apabila Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin terus memperbarui pengaturan, meski pengaturan induk berubah, klik Override. Apabila Service status diatur ke Overridden, klik Inherited untuk kembali ke pengaturan yang sama dengan unit induk atau klik Save untuk mempertahankan pengaturan baru, meski pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekelompok pengguna di seluruh unit atau dalam organizational unit, pilih access group yang diinginkan. Ketersediaan Photo Credit: fabrikasimf (Freepik) Integrasi baru Google Workspace ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 9 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Integrasi ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Dengan adanya integrasi baru antara Google Assistant dan Keep ini, Anda bisa dengan mudah melacak jadwal serta membuat catatan dan daftar baru. Google memang terus berinovasi dalam menghadirkan integrasi yang menghubungkan aplikasi dan kapabilitas mereka agar alur kerja Anda menjadi semakin mulus, bebas hambatan. Optimalkan penggunaan berbagai aplikasi Workspace, seperti Google Assistant dan Keep dengan berlangganan edisi khusus Workspace for Business (untuk perusahaan) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya

Sejak bulan Juni 2022 lalu, Google memulai alpha testing kemampuan untuk meminta dan menyimpan eSignature di Google Docs. Dari pengetesan tersebut, Google melakukan beberapa peningkatan. Pada bulan Agustus 2023 ini, Google secara resmi meluncurkan eSignature di ekosistem Workspace mereka. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal eSignature Google Workspace eSignature di Google Drive – Photo Credit: Google Workspace Updates Memantau kontrak dan perjanjian pelanggan bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri karena Anda harus terus-menerus berpindah dokumen dan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Berangkat dari situ, Google kemudian mengintegrasikan tanda tangan elektronik (eSignature) di Docs, sehingga Anda bisa dengan cepat mengerjakan dokumen perjanjian langsung dari Docs tanpa harus berpindah tab atau aplikasi. eSignature di Docs memanfaatkan infrastruktur yang didesain dengan perlindungan bawaan Google untuk membantu mengamankan informasi sekaligus melindungi privasi data Anda. Baca juga: Pentingnya Menggunakan Signature untuk Email Perusahaan Kini eSignature telah tersedia dalam format open beta untuk pelanggan Google Workspace Individual (tidak dibutuhkan pendaftaran ulang untuk bisa menggunakan fitur baru ini). Nantinya, eSignature akan tersedia dalam format beta untuk pelanggan Google Workspace edisi tertentu. eSignature di Google Docs – Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pemilik usaha skala kecil atau UMKM, menelusuri kontrak, perjanjian dengan pelanggan, dan dokumen penting lainnya bisa sangat menantang. Untuk memperlancar arus kerja pengelolaan dokumen, Google meluncurkan fitur eSignature di Docs. Fitur ini memungkinkan Anda untuk meminta dan menambahkan tanda tangan elektronik di dokumen resmi langsung di Google Docs. Fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk: Meminta tanda tangan elektronik, memantau status tanda tangan yang masih tertunda, hingga menemukan kontrak yang sudah berhasil ditandatangani. Menandatangani kontrak resmi langsung dari Google Drive tanpa perlu berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan baru kontrak untuk tiap permintaan. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan dokumen tertentu sebagai sebuah templat sekaligus membuat beberapa eSignature sekaligus. Baca juga: Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen Akhir tahun 2023 ini, Google akan memperkenalkan beberapa dukungan tambahan untuk eSignature yang berupa: Audit trail: Semua dokumen kontrak yang telah selesai secara otomatis akan memiliki laporan jejak audit untuk memudahkan Anda melakukan pemantauan. Multi-signer: Kemampuan untuk meminta eSignature kepada lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kemampuan untuk meminta eSignature dari non-pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF: Kemampuan untuk memulai eSignature pada file PDF yang telah tersimpan di Drive, Ketersediaan eSignature versi beta untuk pelanggan Google Workspace Edisi Google Workspace tertentu dapat mengajukan permohonan untuk uji beta eSignature menggunakan formulir ini. Fitur eSignature akan tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar, yang akan mencakup akses ke layout email khusus di Gmail. Layout baru tersebut memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan kembali layout khusus untuk email campaign, atau membuat layout baru dari awal. Setelah mendaftar ke versi beta, Anda akan melihat eSignature dan beberapa fitur baru Gmail dalam beberapa minggu mendatang. eSignature tersedia bagi pelanggan Google Workspace individu. Fitur dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk edisi Google Workspace yang dapat mengajukan permohonan uji beta eSignature ialah Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Permohonan akan mulai diproses pada minggu kedua bulan Agustus 2023. Baca juga: Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs Hadirnya fitur eSignature di Google Docs dan Drive ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature versi beta, seperti Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool

Google Slides baru saja meluncurkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyorot atau menekankan konten tertentu saat melakukan presentasi. Fitur tersebut berupa sebuah pen tool yang dapat Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Pen tool Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan pen tool baru dari Google Slides ini, Anda dapat melingkari, menggarisbawahi, menggambar koneksi antar elemen presentasi, hingga membuat catatan singkat langsung di halaman presentasi. Baik dalam rapat dewan atau sesi brainstorming bersama tim, tambahan anotasi seperti ini dapat membantu membuat presentasi Anda lebih mudah dipahami, menarik, interaktif, dan bermanfaat. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Mulai menggunakan pen tool Fitur terbaru dari Google Slides ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Itu artinya, end-user dapat langsung menggunakannya dalam presentasi mereka. Untuk mulai menambahkan anotasi dengan pen tool Google Slides, buka slideshow mode dengan klik tombol Slideshow yang berada di appbar. Selanjutnya, geser kursor ke sisi kiri viewer dan klik ikon elipsis untuk membuka three-dots menu. Terakhir, pilih opsi Turn on the pen. Jika Anda ingin menghapus anotasi presentasi, gunakan eraser tool yang ada di bagian kiri bawah menu viewer. Setelah kursor berubah menjadi eraser tool, gerakkan pada elemen anotasi yang ingin Anda hapus. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Cara memulai presentasi dengan catatan dan auto-advance slides Presentasi dengan catatan pembicara Buka file presentasi di Google Slides. Di bagian pojok kanan atas, di samping opsi Slideshow, klik panah bawah. Klik Presenter view. Klik Speaker notes. Presentasi dengan auto-advance slides Auto-advance slides merupakan sebuah fitur dari Google Slides yang memungkinkan presentasi berjalan sendiri. Anda dapat mengatur slide presentasi agar diputar secara otomatis ketika: Anda sedang menampilkan presentasi. Seseorang mengeklik link ke presentasi yang dipublikasikan. Seseorang melihat presentasi Anda yang ditampilkan di situs web. Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur pen tool yang memungkinkan Anda untuk menambahkan anotasi ke file presentasi Google Slides ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, dilakukan perilisan yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 10 Agustus 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan bertahap (gradual rollout) mulai tanggal 31 Agustus 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur terbaru Google Slides ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint Dengan memanfaatkan fitur pen tool yang baru saja dirilis Google Slides ini, Anda bisa menambahkan anotasi pada file presentasi secara mudah. Anotasi yang Anda buat pun bisa dengan mudah ditambah maupun dihapus. Semuanya hanya dengan satu fitur saja. Selain Slides, Google Workspace juga memiliki beragam aplikasi yang siap mendukung produktivitas kerja Anda, seperti Gmail, Docs, hingga Sheets. Untuk penggunaan skala besar, Google juga telah menyediakan beberapa edisi khusus, seperti Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual saat Mengakses Workspace Applications

Setelah update terbaru konsol Admin Google Workspace, kini administrator dapat menggunakan akses kontekstual (context-aware access) untuk memblokir akses pengguna ke Workspace Applications, baik melalui aplikasi Google lainnya (pihak pertama) maupun aplikasi non-Google (pihak ketiga). Apa saja yang bisa didapat dengan peningkatan ini? Akses kontekstual untuk mengatur akses ke Workspace Applications Dengan hadirnya peningkatan ini, administrator kini dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Photo Credit: Google Workspace Updates Akses kontekstual untuk API memungkinkan administrator yang sudah ditunjuk untuk memperluas kontrol akses konteks CAA pengguna atau perangkat yang ada. Nantinya, akses tersebut akan memudahkan pemantauan admin terhadap end-user yang mencoba mengakses Google Workspacce Applications melalui aplikasi Google lain maupun non-Google. Memperluas kebijakan ini ke API yang meminta data inti Google Workspace memberi administrator lapisan kontrol dan keamanan tambahan, serta membantu melindungi end-user dari risiko terjadinya penyelundupan data. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Sebelum memulai, tinjau lebih dulu aplikasi pihak ketiga di perusahaan Anda. Di menu App access control, Anda dapat meninjau tiga jenis aplikasi pihak ketiga berikut: Aplikasi yang dikonfigurasi; Aplikasi yang diakses; Aplikasi yang menunggu peninjauan (khusus untuk edisi Education). Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Buka Menu > Security > Access and data control > API control. Klik opsi Manage Third-Party App Access untuk melihat aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk memfilter daftar aplikasi, klik Add a filter dan pilih salah satu opsi yang tersedia. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Dari daftar aplikasi yang dikonfigurasi atau aplikasi yang diakses, klik ikon aplikasi untuk: Mengelola apakah aplikasi Anda dapat mengakses layanan Google (apakah aplikasi ditandai sebagai Trusted, Limited, atau Blocked. Jika Anda mengubah konfigurasi, jangan lupa klik Save. Mengecek informasi mengenai aplikasi (ID klien OAuth2 lengkap aplikasi, jumlah pengguna, kebijakan privasi, dan informasi dukungan). Melihat API layanan Google (cakupan OAuth) yang diminta aplikasi (daftar cakupan OAuth yang diminta setiap aplikasi. Untuk melihat tiap cakupan OAuth, luaskan baris tabel atau klik Expand All). Untuk mengunduh informasi aplikasi menjadi file .CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Semua data dalam tabel akan diunduh (termasuk data yang belum Anda tampilkan). Untuk aplikasi yang dikonfigurasi, file .CSV memiliki kolom tambahan berikut: Jumlah pengguna, Layanan yang diminta, dan Cakupan API yang terkait dengan tiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0) dan kedua kolom lainnya sudah dipastikan akan kosong. Ketersediaan Photo Credit; DCStudio (Freepik) Update terbaru untuk konsol Admin Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Cloud Identity Premium.  Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing Di Konsol Admin Melalui update terbaru konsol Google Admin ini, administrator Workspace sekarang dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Untuk penggunaan Workspace dalam skala besar, Google telah menyediakan konsol admin khusus yang terus diperbarui fitur dan kapabilitasnya. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace guna mengoptimalkan alur kerja Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) dan Workspace for Business (untuk keperluan bisnis) dengan proses implementasi menyeluruh dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet

Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware

Bulan Januari 2023 lalu, Google memperkenalkan interoperabilitas perangkat untuk Google Meet Hardware dengan aplikasi Zoom. Kapabilitas tersebut memungkinkan pengguna untuk dapat bergabung dengan meeting Zoom melalui Google Meet Hardware dan juga bergabung ke meeting Meet melalui Zoom Rooms. Namun sayangnya, interoperabilitas dengan aplikasi Zoom tersebut masih terbatas pada opsi tampilan Speaker Zoom. Pada bulan September 2023 ini, Google memperkenalkan dukungan untuk opsi tampilan Gallery Zoom. Apa perbedaannya dibanding kapabilitas yang sudah ada sebelumnya? Mari simak ulasan detailnya dalam artikel berikut. Tampilan Gallery Zoom untuk interoperabilitas Google Meet Hardware Photo Credit: DCStudio Opsi tampilan Gallery pada Zoom memanfaatkan ruang layar dengan lebih baik, sekaligus memungkinkan lebih banyak peserta untuk terlihat di layar meeting pada saat yang bersamaan. Ini akan sangat memudahkan bagi Anda yang menggunakan Google Meet Hardware untuk melakukan virtual meeting dengan banyak peserta. Namun penting untuk diingat, saat ini masih belum ada cara untuk beralih antara tampilan Speaker dan tampilan Gallery. Interoperabilitas Google Meet Hardware secara otomatis menyetel tampilan Gallery sebagai tata letak default untuk panggilan Zoom. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Mulai menggunakan tampilan Gallery Zoom Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, tampilan Gallery kini telah menjadi tata letak default untuk interoperabilitas dengan aplikasi Zoom. Itu artinya, perubahan tampilan ini bisa langsung dinikmati tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Untuk mengaktifkan Google Meet Hardware saat akan bergabung ke meeting Zoom, matikan pengaturan “Only authenticated users can join meetings” di portal web Zoom Anda. Cara menjadwalkan rapat Zoom di Google Meet Hardware Photo Credit: DCStudio Jika pengguna Google Calendar di perusahaan Anda membuat acara yang menyertakan detail rapat Zoom, maka mereka dapat menambahkan ruangan yang berhubungan dengan Google Meet Hardware. Meeting Zoom akan otomatis muncul di agenda ruangan tersebut. Jika acara dengan detail meeting Zoom berasal dari luar perusahaan atau selain dari Google Calendar, Anda mungkin tidak akan memiliki izin untuk menambahkan ruangan secara langsung. Sebagai solusi, Anda dapat: Menggandakan acara ke Google Calendar. Menambahkan ruangan dengan Google Meet Hardware ke salinan acara tersebut. Untuk mencegah peserta mendapat undangan ganda, maka hapus undangan tersebut dari “duplicated event”. Alternatif lainnya, Anda dapat membuat rapat sendiri untuk mengundang peserta ke ruang meeting. Daripada menambahkan tautan, Anda dapat menyalin dan menempelkan detailnya ke deskripsi acara. Google Meet Hardware harus mengenali detail bergabung Zoom dan menampilkannya di agenda agar acara dapat dijadwalkan. Baca juga: Update Google Meet Hardware, Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Ketersediaan Perluasan interoperabilitas Google Meet Hardware untuk aplikasi Zoom ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai tanggal 16 Agustus 2023 (kemungkinan akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Interoperabilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Meet Hardware Baca juga: Memilih Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda Dengan perluasan fitur interoperabilitas untuk Zoom di Google Meet Hardware ini, Anda dapat mengakomodasi virtual meeting yang melibatkan banyak peserta. Menariknya lagi, fitur ini bisa langsung digunakan tanpa memerlukan pengaturan tambahan apa pun. Google Meet Hardware menghadirkan pengalaman virtual meeting yang lebih efisien dan seamless tanpa pengaturan yang rumit. Anda bisa menggunakannya untuk berbagai macam keperluan, mulai dari bisnis hingga edukasi. Tertarik? EIKON Technology menyediakan Google Meet Hardware resmi dengan proses implementasi yang tidak memakan waktu. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Terhubung secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar

Ketika bekerja lintas lokasi dan zona waktu, fungsionalitas Google Calendar sangat penting agar Anda dapat terhubung secara efektif dengan orang lain. Interoperabilitas Google Calendar adalah sebuah kapabilitas penting yang hadir untuk membantu memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender dapat disebarkan secara akurat kepada mereka yang menggunakan sistem berbeda. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Interoperabilitas Google Calendar Google Calendar menghadirkan kapabilitas interoperabilitas yang memungkinkan Anda menyebarkan suatu acara secara efektif dan akurat, bahkan kepada mereka yang tidak menggunakan platform kalender tersebut. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda bisa membagikan undangan acara yang dibuat di Calendar lebih cepat dan mudah kepada siapa pun. Interoperabilitas Google Calendar akan membantu Anda memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender, dapat disebarkan secara akurat kepada tamu acara dengan sistem kalender berbeda. Hal ini memungkinkan Anda menyusun jadwal secara produktif dan mengatur jadwal secara kolaboratif, apa pun platform kalender yang digunakan. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Baru-baru ini, Google mengumumkan peningkatan terkini pada kapabilitas interoperabilitas Calendar, berupa: Pengguna Microsoft Outlook yang juga memiliki Google Calendar dengan alamat email yang sama dapat menerima undangan Google Calendar dan RSVP di Outlook. Pengingat rapat default akan dibuat di Microsoft Outlook jika undangan dibuat di Google Calendar untuk membantu memastikan tamu yang menggunakan Outlook tidak melewatkan acara. Acara rutin (recurring events) non-Google Calendar akan diperbarui secara lebih sistematis dan akurat di Google Calendar. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Peningkatan terkini kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Baik administrator dan end-user bisa langsung menggunakan kapabilitas setelah update. Namun pastikan Anda sudah memenuhi persyaratan di bawah ini. Persyaratan untuk Google Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Microsoft Exchange untuk mengakses Google Calendar. Mengaktifkan akses ke layanan tambahan untuk semua pengguna atau unit organisasi tertentu. Untuk mengetahui detailnya, Anda dapat mengunjungi halaman ini. Persyaratan untuk Microsoft Exchange Menggunakan Microsoft Exchange 2013 atau 2016 atau Exchange Online (Microsoft 365). Memiliki konektivitas internet inbound dan outbond untuk Exchange Web Services (EWS). Memiliki Sertifikat SSL (dikeluarkan oleh otoritas sertifikat public root tepercaya) untuk server Exchange. Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Google Calendar untuk mengakses Exchange. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Autentikasi Microsoft mengumumkan bahwa mulai dari tanggal 1 Oktober 2022, autentikasi dasar (basic authentication) untuk EWS telah dinonaktifkan. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan dukungan untuk OAuth 2.0. Detail mengenai autentikasi Microsoft dapat Anda pelajari lebih lanjut di sini. Fitur Calendar Interop mendukung autentikasi dasar untuk Exchange lokal dan OAuth 2.0 untuk Exchange Online (Microsoft 365). Menggunakan interoperabilitas dengan produk Calendar lainnya Saat menggunakan fitur interoperabilitas Calendar, Anda tidak dapat menggunakan Google Calendar Connector for HCL Notes (GCCHN). Ini karena Calendar hanya mendukung satu sumber informasi ketersediaan eksternal dalam satu waktu. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai GCCHN dan cara kerjanya, Google telah menyediakan halaman dokumentasi di sini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur interoperabilitas Google Calendar ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Dengan memanfaatkan kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini, Anda dapat membagikan acara yang sudah dibuat ke platform berbeda tanpa melakukan pengaturan tambahan. Itu artinya, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu saat menyebarkan undangan acara. Untuk mengoptimalkan Google Calendar dan berbagai fitur di dalamnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk keperluan bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Batasan Baru untuk Keanggotaan Google Groups

Saat bekerja dengan Google Workspace, perusahaan Anda dapat membuat Google Groups untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar tim secara mudah. Pengaturannya pun mudah, Anda cukup menunjuk administrator untuk mengonfigurasi fitur dan layanan Workspace. Google Groups dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, mengirim email ke beberapa penerima sekaligus di dalam satu grup atau mengatur pertemuan tanpa perlu langkah yang rumit. Untuk memastikan keamanan Anda selama menggunakan fitur dan layanan Groups, Google memberikan beberapa tindakan pengamanan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan sebuah kapabilitas yang memungkinkan administrator untuk mengonfigurasi aktivitas grup. Bagaimana cara kerjanya? Anda bisa simak ulasannya berikut ini. Batas keanggotaan baru Google Groups for Business Sebagai upaya pengamanan, layanan Google Groups for Business memiliki batasan aktivitas pesan, jumlah anggota grup, undangan, dan keanggotaan. Dalam update terbarunya, Groups meningkatkan batas jumlah keanggotaan grup langsung (direct) dan tidak langsung (indirect) pengguna: Grup langsung: 3,000 keanggotaan (sebelumnya 2.000 keanggotaan) Gabungan grup langsung dan tidak langsung: 7.500 keanggotaan (sebelumnya 5.000 keanggotaan) Photo Credit: tirachardz (Freepik) Apabila Anda adalah pemilik atau pengelola grup, maka status tersebut akan dihitung sebagai dua keanggotaan—satu sebagai anggota grup dan satu lagi sebagai pemilik atau pengelola grup. Pengguna (user) dikatakan sebagai anggota tidak langsung (indirect member) suatu grup, jika mereka tergabung dalam grup lain yang masih ada dalam grup tersebut. Katakanlah Anda bergabung dalam grup besar PT ABC yang di dalamnya terdapat grup A, B, dan C. Apabila Anda sebagai user tergabung sebagai anggota langsung grup A, maka di grup A dan B Anda akan menjadi anggota tidak langsung. Baca juga: Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace Meningkatkan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Jenis Penjelasan Batas Keanggotaan total, per grup Jumlah maksimum anggota yang dapat dimiliki suatu grup Tak terbatas Keanggotaan langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota dari 3.000 grup secara langsung Sekitar 3.000 Gabungan keanggotaan langsung dan tidak langsung, per user Jumlah maksimum grup tempat pengguna dapat menjadi anggota langsung (direct) atau tidak langsung (indirect) Catatan: Batasan ini juga berlaku untuk grup. Itu artinya, satu grup bisa menjadi anggota langsung atau tidak langsung dari 7.500 grup Sekitar 7.500 Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Mulai menggunakan Google Groups Photo Credit: krakenimages.com (Freepik) Google menyediakan dua versi Groups. Pertama, versi gratis untuk semua pengguna. Kedua, versi berbayar untuk perusahaan (kantor, bisnis, sekolah, dan sebagainya). Tiap versi memiliki fitur dan kapabilitas masing-masing. Jika Anda masuk dengan akun perusahaan atau sekolah, maka tugas dan fitur yang tersedia akan disesuaikan oleh pihak administrator pengelola Groups. Batasan jumlah keanggotaan Groups resmi berubah per 15 Mei 2023. Itu artinya, kini Anda dapat bergabung di lebih dari 3.000 grup langsung dan 7.500 grup secara keseluruhan (gabungan antara grup langsung dan grup tidak langsung). Baca juga: Duet AI For Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan Peningkatan batas keanggotaan ini akan memberi pengguna Google Groups lebih banyak fleksibilitas untuk menskalakan dan mengelola penggunaan Group, terutama untuk grup dengan struktur yang kompleks dan rumit. Update ini sudah mulai berjalan sehingga bisa langsung dinikmati oleh seluruh pengguna Google Workspace. Agar penggunaan Google Workspace di lingkungan kerja Anda semakin optimal, gunakan edisi khusus yang dirancang untuk skala besar, yakni Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan melalui official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai implementasi solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen

Salah satu aplikasi andalan Workspace, Google Docs, kembali memperkenalkan sebuah fitur baru. Fitur yang dihadirkan pada update terbaru Docs tersebut akan membantu Anda merapikan tampilan dokumen, sehingga lebih mudah dilihat dan dibaca. Dengan memanfaatkan fitur ini, dokumen Anda pun bisa terlihat lebih ringkas dan memiliki lebih sedikit halaman. Seperti apa fitur baru dari Google Docs ini? Mari simak ulasannya berikut! Collapsible heading Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Google Docs memperkenalkan fitur baru yang membantu Anda meringkas dan memperjelas konten. Fitur yang dinamakan collapsible headings ini mempermudah penggunaan konten dengan memungkinkan Anda menyembunyikan bagian dokumen yang lebih besar, lebih mudah. Fitur ini akan membantu Anda membuat dan membaca konten yang lebih mudah dicerna di Docs. Akun yang ditunjuk sebagai Editor dokumen akan memiliki kemampuan untuk mengatur status default header menjadi expanded (diperluas) atau collapsed (diciutkan) untuk semua pengguna. Pengguna dengan akses sebagai Viewer atau Commenter dapat meluaskan dan menciutkan konten ketika mereka membuka dokumen, dan ketika mereka menutup dokumen, perubahan perluasan/penciutan mereka tidak akan disimpan. Baca juga: Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Begini Cara Menggunakannya Cara menggunakan collapsible headings di Google Docs Jika dokumen dalam mode pageless, Anda dapat memperluas dan menciutkan title dan heading untuk mengatur konten atau menyembunyikan bagian tertentu. Siapa pun yang memiliki akses untuk mengedit, memberi komentar, atau melihat dokumen dapat menggunakan fitur ini, Buka Google Docs yang ada dalam mode pageless. Arahkan kursor ke headings yang ingin diperluas atau diciutkan. Di sebelah kiri headings, klik Expand heading atau Collapse heading. Cara memperluas atau menciutkan beberapa headings Jika ada banyak judul dalam satu dokumen, Anda dapat memilih untuk menciutkan atau memperluas semua judul dengan gaya yang sama. Buka Google Docs yang berada dalam mode pageless. Klik kanan pada satu judul. Klik opsi Expand all headings of the same style atau Collapse all headings of the same style. Baca juga: Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah Dengan Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Fitur collapsible headings ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 16 Mei 2023, sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 30 Mei 2023. Fitur baru dari Google Docs ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite (pendahulu Workspace), baik itu edisi Basic maupun Business. Fitur collapsible headings juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Dengan fitur collapsible headings Google Docs ini, tampilan dokumen Anda akan lebih ringkas dan mudah dibaca. Pemanfaatan fitur ini juga akan membuat dokumen terlihat lebih singkat tanpa mengurangi keseluruhan konten. Anda bisa mulai menggunakannya langsung setelah tanggal perilisan tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun. Agar pemanfaatan collapsible headings dan berbagai fitur Docs lainnya lebih optimal, gunakan rangkaian produktivitas Google Workspace di lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menyediakan paket Business dan juga Education untuk penggunaan bisnis dan institusi pendidikan. Tertarik? Silakan hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Docs, Google Workspace

Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs

Untuk menyederhanakan alur kerja dengan petunjuk yang lebih mudah digunakan, Google Workspace memperkenalkan smart canvas. Inovasi ini telah hadir di berbagai aplikasi Workspace, salah satunya adalah Google Docs. Paling baru, Docs memperkenalkan fitur custom building block sebagai pelengkap kapabilitas smart canvas. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Custom building block Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur terbaru smart canvas Google Docs ini memungkinkan Anda untuk menyimpan blok teks, tabel, dan juga chip khusus yang nantinya dapat digunakan kembali di lain waktu. Custom building block ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya, membuat sebuah templat permulaan proyek untuk melacak pencapaian dan tugas para pegawai, templat checklist peluncuran produk, atau bahkan blok teks tertentu yang memang sering digunakan di lingkungan kerja Anda. Dengan custom building block ini, Anda tidak perlu membuat ulang building block tiap memulai proyek baru. Cukup dengan beberapa langkah sederhana, Anda bisa menyimpan building block yang sudah dibuat, untuk kemudian digunakan pada proyek selanjutnya. Docs juga menyediakan opsi untuk menyimpan sebagian atau keseluruhan dokumen sebagai custom building block. Blok yang sudah tersimpan nantinya bisa langsung digunakan di dokumen lain. Baca juga: Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs Cara menggunakan custom building block Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur custom building block Google Docs ini tidak memerlukan kontrol tambahan apa pun dari administrator, end-user bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai membuat custom building block, pilih bagian mana pun dari dokumen yang dapat Anda akses untuk disimpan > klik kanan dan pilih “Save as custom building block” > beri nama blok tersebut dan klik tombol Save. Photo Credit: Google Workspace Updates Jika Anda ingin menyisipkan custom building block yang sudah dibuat sebelumnya ke dokumen baru, ketik “@” dan nama blok tersebut > tekan enter atau gulir ke bawah ke opsi “custom building block” > pilih nama custom building block Anda. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Penting untuk diingat, custom building block nantinya akan disimpan sebagai dokumen di Google Drive Anda dalam sebuah folder bernama “Custom Building Block”. Folder ini dibuat secara otomatis oleh sistem ketika Anda membuat custom building block. Di folder tersebut, Anda bebas untuk mengatur ulang, mengedit, atau menghapus dokumen sesuai keinginan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai custom building block Google Docs, silakan kunjungi halaman ini. Ketersediaan fitur Custom building block Google Docs dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 16 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal rilis cepat dimulai pada tanggal 5 Juni 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, serta Nonprofits. Namun fitur tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan juga Frontline. Fitur juga belum tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Buat Dokumen Khusus Lebih Mudah dengan Variable Chips Google Docs Dengan hadirnya fitur custom building block ini, Anda tidak perlu lagi menyusun ulang building block yang sudah pernah dibuat sebelumnya untuk diterapkan ke dokumen baru. Cukup dengan beberapa langkah sederhana, building block di Google Docs kini dapat disimpan dan digunakan kembali. Tertarik dengan fitur baru smart canvas Google Docs ini? Anda bisa menemukannya di Google Works edisi Business dan Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Workspace Indonesia, kami menyediakan produk resmi bergaransi dengan implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Google Workspace, hubungi kami di sini!

Scroll to Top