EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Pembaruan Fitur Practice Set Google Classroom, Lebih Leluasa Kontrol Materi Pendukung Tugas

Awal tahun 2023 ini, Google Classroom mengumumkan ketersediaan practice set untuk umum. Fitur tersebut memungkinkan pendidik mengubah konten, baik itu yang sudah ada maupun yang baru dibuat, menjadi tampil lebih menarik dan interaktif. Untuk meningkatkan pengalaman tersebut, Classroom baru saja meluncurkan pembaruan. Seperti apa? Mari simak pembahasannya berikut. Peningkatan fitur practice set Google Classroom Fitur practice set dari Google Classroom memungkinkan Anda, para tenaga pendidik untuk membuat materi pengajaran maupun mengubah materi yang sudah ada hingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Selain itu, fitur practice set juga telah dibekali dengan kapabilitas autograding (penilaian otomatis) yang membantu pendidik untuk mendapat gambaran mengenai performa serta kemajuan siswa, dan siswa pun bisa menerima masukan secara real-time setelah mereka menyelesaikan latihan. Photo Credit: katemangostar (Freepik) Saat ini dalam practice set, ketika pendidik memilih keterampilan untuk suatu tugas, maka sistem secara otomatis akan membuka akses menuju materi bagi siswa. Mereka akan melihat ikon bola lampu di sebelah tugas tersebut dan “bantuan tambahan” untuk menyelesaikan soal pun akan langsung dimunculkan. Untuk meningkatkan pengalaman ini, Google Classroom mengumumkan pembaruan yang memberi pendidik kontrol lebih besar atas resources untuk siswa saat menggunakan practice set. Secara khusus, pendidik kini dapat: Lebih mudah meninjau materi tugas sebelum ditugaskan kepada siswanya. Tambahkan dukungan bawaan untuk siswa dengan menghapus atau menambahkan materi mereka sendiri Menyertakan petunjuk berbasis teks dan video YouTube yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Mengontrol urutan pemberian materi kepada siswa (yang muncul pertama, kedua, dan ketiga). Secara keseluruhan, pembaruan ini memberikan pendidik kontrol yang lebih besar terhadap pemberian materi dan penugasan kepada siswa. Selain itu, pendidik juga bisa lebih leluasa dalam mengatur materi apa saja yang dapat mendukung pemberian tugas melalui fitur practice sets. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Mulai menggunakan fitur Fitur practice set di Google Classroom aktif secara default oleh sistem, namun administrator perlu menambahkan tenaga pendidik ke verified teacher group agar mereka dapat menerima practice set yang dibagikan oleh tenaga pendidik lain yang masih ada dalam satu ekosistem Google Workspace. Untuk mengakses fitur practice set, pendidik cukup masuk ke aplikasi Google Classroom > Practice sets > Create (atau ketikkan practicesets.classroom.google.com di browser). Kemudian untuk menambahkan ikon bola lampu di practice set bagi siswa, arahkan kursor Anda ke bagian bawah soal > masukkan keterampilan yang dikehendaki atau pilih keterampilan yang disarankan > klik tombol drop-down yang ada di bagian kanan > klik tanda “+” dan pilih opsi “hint” > simpan “hint” tersebut. Nantinya, “hint” ini akan menjadi bantuan tambahan bagi siswa. Baca juga: Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Untuk menyusun urutan materi pendukung tugas, Anda cukup menggeser kotak tiap materi. Jika ingin menghapus materi, klik tanda “X” yang ada di bagian kanan atas kotak materi. Apabila ingin mengelola materi pendukung tugas siswa dalam practice sets, navigasikan kursor ke sudut kanan atas halaman > klik extra help > klik simbol “+” untuk menambahkan, mengatur urutan, atau menghapus materi pendukung tugas yang telah ditambahkan berdasarkan keterampilan yang sudah Anda pilih sebelumnya. Penting untuk diingat, siswa hanya dapat mengakses practice set saat mereka diberi tugas oleh pendidik menggunakan fitur practice set Google Classroom. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai practice set, silakan kunjungi halaman berikut. Ketersediaan fitur Photo Credit: zinkevych (Freepik) Pembaruan fitur practice Google Classroom diluncurkan dalam rilisan penuh, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023 (memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan Google Workspace edisi Education Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom Mudahkan kegiatan belajar-mengajar Anda dengan practice set dan berbagai fitur andal Google Classroom lainnya. EIKON Technology, sebagai official partner Google Workspace Indonesia, menyediakan Workspace for Education resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi pendidikan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Update Terbaru Google Sheets: Edit File Excel Jadi Makin Mudah

Google Workspace baru saja meluncurkan pembaruan untuk aplikasi spreadsheet andalan mereka, Google Sheets. Pembaruan tersebut memungkinkan Anda untuk dapat melihat dan mengedit file Excel terenkripsi sisi-klien (client-side encrypted Excel files) dengan Google Sheets. Seperti apa detailnya? Mari simak ulasan berikut inI! Peningkatan kapabilitas editing Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Tanggal 31 Agustus 2023 lalu, Google Sheets meluncurkan perluasan untuk kapabilitas editing mereka. Kini pengguna Sheets dapat melihat dan mengedit file Excel (.xls) terenkripsi sisi-klien (client-side encrypted Excel files). Setiap perubahan yang dilakukan nantinya dapat disimpan dalam format Excel asli. Perluasan ini akan memudahkan pengguna untuk memanfaatkan Google Workspace dengan alat dan format yang sudah lebih dulu digunakan sambil menjaga kerahasiaan data sensitif menggunakan perlindungan keamanan enkripsi sisi-klien. Dengan menggunakan perluasan kapabilitas ini Anda dapat: Melihat dan mengedit file Excel dengan format .xls. Untuk saat ini, Sheets belum mendukung format file Excel dan file tabular lainnya. Mengakses file Excel dengan ukuran maksimum 20 MB. Membuka hingga 5 juta sel Excel. Saat ini, Google terus menyempurnakan kapabilitas editing Office di Sheets terenkripsi, Anda mungkin akan mengalami ketidakcocokan pada fitur tertentu. Kemungkinan, beberapa fitur juga tidak akan ditampilkan dan/atau tidak dapat diedit, namun dapat disimpan dalam dokumen dan dibuka kembali di Microsoft Office. Baca juga: Selesaikan Tugas di Google Sheets Lebih Cepat dengan Smart Chip Baru Fitur lain yang ada di Excel mungkin akan hilang atau berubah saat file diedit di Google Sheets. Pengguna akan menerima pemberitahuan di dalam file yang sedang dibuka jika proses editing akan menyebabkan terjadinya perubahan fitur. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik File terenkripsi sisi-klien untuk Google Sheets bisa diaktifkan untuk tingkat domain, organizational unit (OU), hingga grup. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya, administrator cukup membuka konsol Google Admin > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google Workspace juga telah menyediakan panduan yang dapat Anda akses di sini. Bagi end-user, setelah kapabilitas file terenkripsi sisi-klien untuk Google Sheets diaktifkan oleh administrator, maka Anda bisa langsung menggunakan fitur baru ini. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Ketersediaan Perluasan kapabilitas editing Google Sheets untuk file terenkripsi Excel ini diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai pada tanggal 31 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 14 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perluasan kapabilitas editing Google Sheets untuk file terenkripsi Excel ini tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Perluasan kapabilitas editing terbaru dari Google Sheets ini memungkinkan Anda untuk dapat membuka dan mengedit file Excel langsung dari Sheets tanpa perlu melakukan konversi. Menariknya lagi, perluasan ini juga sudah didukung oleh perlindungan keamanan client-side encryption sehingga file akan tetap aman meski dibuka di platform berbeda (dari Microsoft Office ke Google Workspace). Selain perluasan ini, Google Sheets dan aplikasi produktivitas lain dalam ekosistem Google Workspace telah dibekali dengan kapabilitas dan fitur canggih yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Optimalkan dengan berlangganan edisi Google Workspace sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan edisi Workspace for Business (untuk perusahaan) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip

Tahun 2021 lalu, Google memperkenalkan kapabilitas smart canvas di Workspace untuk mendorong kolaborasi yang lebih seamless. Sejak saat itu, Google telah menambahkan banyak dukungan untuk smart canvas seperti smart chips ke Google Docs dan Sheets yang memungkinkan Anda melihat pratinjau dan mengakses informasi dan file. Kini, dukungan smart chip tersebut telah tersedia di Google Chat versi web. Smart chip untuk Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat merupakan aplikasi percakapan dari Google yang dirancang untuk dapat mendukung kolaborasi di ekosistem Workspace. Aplikasi ini memiliki ragam fitur yang memudahkan para penggunanya berkomunikasi secara seamless. Paling baru, Google Chat menghadirkan kapabilitas smart chip yang merupakan dukungan untuk ekosistem Workspace. Photo Credit: Google Workspace Updates Kini, jika Anda mengetikkan “@” di kolom pesan Google Chat, maka sistem secara otomatis akan menampilkan daftar saran file untuk disertakan sebagai smart chip. Anda dapat mencari file cukup dengan mengetikkan namanya. Hasil pencarian akan didasarkan pada file terakhir yang Anda gunakan. Setelah file dipilih, Anda dapat memasukkannya langsung ke dalam pesan Chat. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Mengapa fitur ini penting? Banyak orang melakukan sejumlah tindakan kolaboratif di Google Chat agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Misalnya, Anda dapat berbagi file tugas dalam pesan langsung (atau bahkan Space Google Chat) untuk mengumpulkan respons dari berbagai pihak yang terlibat. Fitur ini juga mengurangi hambatan bagi pengirim dengan menyederhanakan langkah untuk mencari file. Pengguna tak perlu lagi mencari file secara terpisah di dalam Drive, lalu menyalin atau menempelkannya ke dalam pesan Chat. Kini, pengguna dapat mengirim file sebagai smart chip sehingga jauh lebih ringkas dan mudah dibaca dalam pesan, tanpa perluu lagi keluar dari Chat. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Pratinjau in-line dari chip file akan ditampilkan saat Anda menulis pesan, mirip dengan saat menempelkan URL file ke Chat. Jika Anda kurang menyukai tampilan tersebut, bisa menghilangkannya cukup dengan mengeklik tombol tutup sebelum mengirim pesan atau kepan pun saat mengedit pesan. Mulai menggunakan fitur Seluruh dukungan smart chip di ekosistem Google Workspace tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator, termasuk untuk fitur baru ini. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur dengan mengetikkan “@” yang kemudian diikuti nama file untuk mencari file yang ingin ditambahkan ke dalam pesan Chat. Perlu diketahui, fitur ini berjalan penuh di Google Chat versi web. Pengguna Google Chat versi mobile dapat menerima dan mengeklik smart chip, namun tidak bisa menambahkan atau mengirimkan smart chip (untuk saat ini). Ketersediaan fitur Fitur terbaru Google Chat ini dirilis secara bertahap (gradual rollout) untuk domain rilis cepat, mulai dari tanggal 1 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan penuh (full rollout) mulai dari tanggal 15 September 2023 (membutuhkan 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Smart chip untuk Google Chip tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat Dengan hadirnya dukungan smart chip baru di Google Chat ini, Anda bisa mengirimkan file dokumen lebih cepat sehingga kolaborasi pun jadi makin seamless. Optimalkan performa Google Chat di lingkungan kerja Anda dengan berlangganan Google Workspace. Sebagai official partner Workspace Indonesia, EIKON Technology menyediakan Workspace resmi berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peningkatan Kapabilitas Ekspor Data di Google Workspace

Integrasi Google Workspace dan Google Cloud Storage memungkinkan Anda untuk mengekspor semua atau sebagian data perusahaan ke arsip digital dengan tingkat keamanan tinggi. Data yang telah disimpan ke dalam arsip pun nantinya dapat diunduh. Cloud Storage memiliki tool Data Export yang dirancang khusus untuk mengekspor seluruh data. Kini, kapabilitas tersebut mengalami peningkatan seputar ekspor data pengguna untuk pelanggan Google Workspace. Peningkatan kapabilitas ekspor data Per awal Agustus 2023, Google Workspace meluncurkan peningkatan dalam hal ekspor data pengguna. Workspace menghadirkan beberapa peningkatan berupa: Photo Credit: Google Workspace Updates Seluruh pelanggan Google Workspace kini dapat memilih untuk mengekspor data pengguna tertentu, bukan keseluruhan data mereka (data yang berupa user generated content). Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan antarmuka tool Data Export, yang memberikan informasi lebih detail mengenai ekspor, mencatat riwayat ekspor yang lebih panjang, sekaligus menawarkan lebih banyak fitur (seperti takeout yang telah difilter). Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-Time Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade kini memiliki opsi tambahan untuk mengekspor data. Jika menggunakan salah satu edisi tersebut, maka Anda dapat mengekspor konten untuk sekumpulan pengguna individual. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengekspor seluruh data yang ditujukan khusus bagi beberapa pengguna tertentu (bukan untuk seluruh pengguna dalam satu domain). Dengan hadirnya opsi ini, Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan saat harus melakukan ekspor data, sekaligus melengkapi opsi yang telah dirilis tahun 2022 lalu, yaitu: Mengekspor user generated content menurut organizational unit (OU). Mengekspor user generated content berdasarkan grup. Secara historis, ekspor data terbatas pada kumpulan lengkap user generated content milik pelanggan. Namun, saat mengekspor, banyak pelanggan yang menemukan bahwa dari keseluruhan user generated content, hanya beberapa saja yang relevan. Dengan hadirnya peningkatan ini maka pelanggan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Adanya lebih banyak opsi ekspor, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengambil data spesifik yang diperlukan, kapan pun mereka membutuhkannya. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Google Cloud Storage Kapabilitas baru ini dikelola sepenuhnya oleh Super Admins. Untuk bisa menggunakan kapabilitas ini pastikan Workspace Anda sudah: Memiliki akun Super Admins atau Cloud Identity yang berusia setidaknya 30 hari. Mengaktifkan 2-Step Verification (2SV) untuk akun Anda. Memastikan bahwa ekspor data terakhir yang berhasil diselesaikan bertanggal lebih dari 30 hari. Namun, jika ekspor terakhir tidak berhasil, Anda bisa segera memulai ekspor baru atau menjalankan ekspor remediasi untuk mendapatkan data yang hilang. Memastikan tidak ada aktivitas ekspor data lain yang sedang berlangsung. Hanya satu ekspor yang dapat dijalankan dalam satu waktu. Ketersediaan Peluncuran penuh kapabilitas baru ini dimulai tanggal 7 Agustus 2023 (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, dan Assured Controls. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas ekspor data ini maka pelangan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Tertarik dengan kapabilitas terbaru Google Cloud Storage ini? Anda bisa mendapatkannya secara otomatis saat berlangganan Google Workspace edisi Business atau Education. Keduanya telah tersedia di EIKON Technology official partner Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms

Rangkaian produktivitas Google Workspace kembali menghadirkan inovasi untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Kali ini, Workspace meluncurkan beberapa template baru Google Slides dan Google Forms yang dapat Anda manfaatkan untuk keperluan branding perusahaan. Untuk detail selengkapnya mengenai cara kerja dan ketersediaan fitur, mari simak ulasan berikut. Domain template Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa membuat konten branding perusahaan lebih cepat di Google Slides. Pasalnya, Slides baru saja meluncurkan beberapa templates dan themes siap pakai. Fitur ini bisa langsung digunakan setelah administrator Workspace Anda membagikan material desain kepada para pengguna dalam domain. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan slide, layout, font, gambar, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat presentasi di Slides. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Domain template Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Bersamaan dengan perilisan domain template Google Slides, Workspace juga merilis domain template untuk Google Forms. Sama seperti domain template Slides, fitur ini dapat diakses setelah administrator membagikan material desain ke domain kerja Anda. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan gambar header, font, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat formulir di Forms. Dengan hadirnya fitur baru ini, Anda dapat dengan mudah mempertahankan konsistensi branding perusahaan. Administrator pun bisa mengatur domain template yang dapat diakses oleh seluruh pengguna maupun domain template untuk divisi atau kelompok kerja tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru Google Slides dan Google Forms dalam domain Workspace Anda, cukup ikuti petunjuk berikut: Administrator Kedua fitur ini NONAKTIF secara default dan bisa selalu diaktifkan dalam level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, masuk ke konsol Google Admin dan klik menu Apps > Google Workspace > Setting for Drive and Docs > Templates > Default themes and templates > Slide library template (untuk Slides) atau Forms default theme (untuk Forms). End-user Setelah diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengakses template dan theme di Slides dengan menggunakan template sidebar yang otomatis tersedia saat Anda membuat presentasi. Selain itu, Anda juga bisa mengaksesnya dengan masuk ke menu Insert > Templates. Untuk mengakses template Forms, Anda cukup mengeklik ikon Customize Theme (berbentuk palet) yang ada di bagian kanan atas halaman.    Ketersediaan Template Google Slides dan Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 7 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas template). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Hadirnya kapabilitas berupa domain template untuk Google Slides dan Google Forms ini akan memudahkan Anda merancang konten branding perusahaan yang seragam dalam waktu singkat. Template telah tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi berlangganan, silakan hubungi kami di sini!  

Gmail, Google Workspace

Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler

Sebagai sebuah penyedia layanan email gratis, Gmail hadir dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang akan membantu Anda dalam mengirimkan pesan elektronik. Salah satunya adalah fitur penerjemah atau translator. Dengan fitur ini, pengguna bisa dengan mudah menerjemahkan email mereka ke lebih dari 100 bahasa. Sebelumnya, fitur penerjemah otomatis Gmail ini tersedia dalam versi web saja. Namun seiring dengan perkembangannya, Google mengumumkan integrasi penerjemah otomatis untuk aplikasi Gmail versi mobile. Bagaimana cara kerjanya? Penerjemah otomatis untuk Gmail versi mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Ada kalanya Anda harus mengirim atau menerima email berbahasa asing. Situasi semacam ini di zaman modern seperti sekarang bisa dipecahkan dengan mudah menggunakan mesin penerjemah. Namun, mengakses web mesin penerjemah tentu akan mengganggu alur kerja Anda. Sebagai solusi, Anda dapat memanfaatkan fitur penerjemah otomatis atau translator dari Gmail. Kabar baiknya lagi, fitur tersebut kini telah tersedia di Gmail versi mobile. Integrasi fitur penerjemah otomatis dalam aplikasi mobile Gmail ini memungkinkan Anda berkomunikasi dengan lancar dalam berbagai bahasa. Untuk menerjemahkan email di perangkat mobile Anda, cukup pilih opsi Translate pada dismissible banner yang ada di halaman email. Gmail juga telah menyediakan opsi untuk memilih bahasa yang Anda inginkan. Dismissible banner tersebut akan muncul secara otomatis apabila bahasa yang digunakan dalam email berbeda dari bahasa tampilan Google.com Mail di setelan akun. Anda juga bisa selalu memilih agar Gmail selalu menerjemahkan atau tidak perlu menerjemahkan bahasa tertentu. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur penerjemah otomatis Gmail ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk menerjemahkan email, klik opsi Translate yang ada di bagian atas email Anda. Jika Anda mengabaikan opsi terjemahan, maka opsi tersebut akan muncul lagi saat bahasa konten email tidak sama dengan bahasa tampilan Google.com Mail yang ditetapkan di setelan akun Anda. Anda juga bisa menonaktifkan pengaturan ini (dismissable banner tidak akan dimunculkan di halaman pesan) untuk bahasa tertentu. Caranya, klik tombol x pada banner dan kemudian setujui perintah Don’t translate [language] again yang muncul saat banner tertutup. Bisa juga dengan memilih Don’t translate [language] again dari menu pengaturan terjemahan. Apabila pengguna secara eksplisit memilih untuk tidak menerjemahkan bahasa tertentu (seperti poin sebelumnya) atau sistem tidak mendeteksi adanya penggunaan bahasa lain, fitur terjemahan dapat diakses secara manual melalui menu tiga titik di halaman pesan. Baca juga: Temukan E-Mail Lebih Cepat dengan Top Results Gmail Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis untuk aplikasi mobile Gmail, baik itu versi Android maupun iOS. Perilisan fitur untuk versi Android dan iOS dilakukan secara bertahap, dengan rincian sebagai berikut: Android Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  iOS Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 21 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur).  Fitur terjemah otomatis Gmail versi mobile ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia bagi Umum, Ini Kegunaannya Dengan hadirnya fitur penerjemah pesan otomatis Gmail versi mobile ini, Anda bisa lebih cepat mengetahui maksud email yang masuk, tanpa perlu mengganggu keseluruhan alur kerja atau bahkan berpindah aplikasi. Semuanya hanya dengan satu klik dan pesan Anda akan diterjemahkan secara otomatis oleh sistem Gmail. Gmail merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace yang hadir untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Workspace hadir dalam bermacam-macam edisi untuk menyesuaikan beragam kebutuhan pengguna. Tersedia Workspace for Business untuk bisnis dan Workspace for Education untuk pendidikan. Semuanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official partner Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Integrasi Google Keep dengan Assistant Kini Tersedia untuk Seluruh Pengguna Google Workspace

Google baru saja meluncurkan integrasi antara Google Assistant dan Workspace. Dengan hadirnya integrasi ini, Anda dapat menggunakan Assistant bersama perangkat Workspace. Kini Anda dapat menyetel Google Keep sebagai penyedia default untuk catatan dan daftar (notes and lists). Selengkapnya, mari simak ulasan berikut. Integrasi Google Keep dengan Assistant Photo Credit: Google Workspace Updates Integrasi terbaru dari Google Workspace ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Assistant dengan Keep. Itu artinya, seluruh catatan dan daftar (notes and lists) yang Anda buat dengan Google Assistant sekarang bisa dilihat melalui Keep. Selain itu, Anda juga dapat meminta Assistant untuk membuat daftar baru, menambahkan atau menghapus item untuk daftar yang sudah atau, hingga melihat kembali semua item di dalam daftar. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant Ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Mulai memanfaatkan integrasi Administrator yang telah ditunjuk dapat mengontrol siapa saja yang menggunakan layanan Google Keep dan Assistant dengan Google Account mereka. Cukup aktifkan atau nonaktifkan layanan melalui konsol Admin. Setelah Keep diaktifkan, end-user dapat mengubah penyedia catatan menjadi Keep di bagian “notes and list” pada Assistant Settings. Pengguna yang mengaktifkan layanan dapat menggunakan akun mereka untuk melihat catatan dan daftar serta mengakses fitur tambahan. Untuk pengguna yang layanannya nonaktif masih bisa menggunakan beberapa fitur Keep, meski tanpa menggunakan informasi dari akunnya atau menyimpan informasi ke dalamnya, serupa dengan pengalaman pengguna yang keluar (sign out) dari akunnya, Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Mengaktifkan atau menonaktifkan Keep Secara default, Keep diaktifkan untuk semua perusahaan yang baru mendaftar dan sudah perusahaan yang menggunakan Drive. Anda juga dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan baru Keep. Sebelum mengaktifkan Keep, pastikan Drive sudah aktif, Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi pengguna tertentu, letakkan akun mereka di organizational unit (untuk mengontrol akses menurut departemen) atau tambahkan mereka ke access group (untuk mengizinkan akses bagi pengguna di seluruh atau dalam departemen). Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut: Di konsol Admin, klik Menu > Apps > Google Workspace > Keep. Klik Service status. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan bagi semua orang di perusahaan Anda, klik On for everyone atau Off for everyone, kemudian klik Save. Jika Anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkan layanan untuk organizational unit saja, maka: Di sebelah kiri, pilih unit yang ingin Anda ubah statusnya, lalu klik On atau Off. Selanjutnya, pilih salah satu: Apabila Service status diatur ke Inherited dan Anda ingin terus memperbarui pengaturan, meski pengaturan induk berubah, klik Override. Apabila Service status diatur ke Overridden, klik Inherited untuk kembali ke pengaturan yang sama dengan unit induk atau klik Save untuk mempertahankan pengaturan baru, meski pengaturan induk berubah. Untuk mengaktifkan layanan bagi sekelompok pengguna di seluruh unit atau dalam organizational unit, pilih access group yang diinginkan. Ketersediaan Photo Credit: fabrikasimf (Freepik) Integrasi baru Google Workspace ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 9 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Integrasi ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Dengan adanya integrasi baru antara Google Assistant dan Keep ini, Anda bisa dengan mudah melacak jadwal serta membuat catatan dan daftar baru. Google memang terus berinovasi dalam menghadirkan integrasi yang menghubungkan aplikasi dan kapabilitas mereka agar alur kerja Anda menjadi semakin mulus, bebas hambatan. Optimalkan penggunaan berbagai aplikasi Workspace, seperti Google Assistant dan Keep dengan berlangganan edisi khusus Workspace for Business (untuk perusahaan) atau Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya

Sejak bulan Juni 2022 lalu, Google memulai alpha testing kemampuan untuk meminta dan menyimpan eSignature di Google Docs. Dari pengetesan tersebut, Google melakukan beberapa peningkatan. Pada bulan Agustus 2023 ini, Google secara resmi meluncurkan eSignature di ekosistem Workspace mereka. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal eSignature Google Workspace eSignature di Google Drive – Photo Credit: Google Workspace Updates Memantau kontrak dan perjanjian pelanggan bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri karena Anda harus terus-menerus berpindah dokumen dan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Berangkat dari situ, Google kemudian mengintegrasikan tanda tangan elektronik (eSignature) di Docs, sehingga Anda bisa dengan cepat mengerjakan dokumen perjanjian langsung dari Docs tanpa harus berpindah tab atau aplikasi. eSignature di Docs memanfaatkan infrastruktur yang didesain dengan perlindungan bawaan Google untuk membantu mengamankan informasi sekaligus melindungi privasi data Anda. Baca juga: Pentingnya Menggunakan Signature untuk Email Perusahaan Kini eSignature telah tersedia dalam format open beta untuk pelanggan Google Workspace Individual (tidak dibutuhkan pendaftaran ulang untuk bisa menggunakan fitur baru ini). Nantinya, eSignature akan tersedia dalam format beta untuk pelanggan Google Workspace edisi tertentu. eSignature di Google Docs – Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pemilik usaha skala kecil atau UMKM, menelusuri kontrak, perjanjian dengan pelanggan, dan dokumen penting lainnya bisa sangat menantang. Untuk memperlancar arus kerja pengelolaan dokumen, Google meluncurkan fitur eSignature di Docs. Fitur ini memungkinkan Anda untuk meminta dan menambahkan tanda tangan elektronik di dokumen resmi langsung di Google Docs. Fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk: Meminta tanda tangan elektronik, memantau status tanda tangan yang masih tertunda, hingga menemukan kontrak yang sudah berhasil ditandatangani. Menandatangani kontrak resmi langsung dari Google Drive tanpa perlu berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan baru kontrak untuk tiap permintaan. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan dokumen tertentu sebagai sebuah templat sekaligus membuat beberapa eSignature sekaligus. Baca juga: Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen Akhir tahun 2023 ini, Google akan memperkenalkan beberapa dukungan tambahan untuk eSignature yang berupa: Audit trail: Semua dokumen kontrak yang telah selesai secara otomatis akan memiliki laporan jejak audit untuk memudahkan Anda melakukan pemantauan. Multi-signer: Kemampuan untuk meminta eSignature kepada lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kemampuan untuk meminta eSignature dari non-pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF: Kemampuan untuk memulai eSignature pada file PDF yang telah tersimpan di Drive, Ketersediaan eSignature versi beta untuk pelanggan Google Workspace Edisi Google Workspace tertentu dapat mengajukan permohonan untuk uji beta eSignature menggunakan formulir ini. Fitur eSignature akan tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar, yang akan mencakup akses ke layout email khusus di Gmail. Layout baru tersebut memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan kembali layout khusus untuk email campaign, atau membuat layout baru dari awal. Setelah mendaftar ke versi beta, Anda akan melihat eSignature dan beberapa fitur baru Gmail dalam beberapa minggu mendatang. eSignature tersedia bagi pelanggan Google Workspace individu. Fitur dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk edisi Google Workspace yang dapat mengajukan permohonan uji beta eSignature ialah Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Permohonan akan mulai diproses pada minggu kedua bulan Agustus 2023. Baca juga: Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs Hadirnya fitur eSignature di Google Docs dan Drive ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature versi beta, seperti Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool

Google Slides baru saja meluncurkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyorot atau menekankan konten tertentu saat melakukan presentasi. Fitur tersebut berupa sebuah pen tool yang dapat Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Pen tool Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan pen tool baru dari Google Slides ini, Anda dapat melingkari, menggarisbawahi, menggambar koneksi antar elemen presentasi, hingga membuat catatan singkat langsung di halaman presentasi. Baik dalam rapat dewan atau sesi brainstorming bersama tim, tambahan anotasi seperti ini dapat membantu membuat presentasi Anda lebih mudah dipahami, menarik, interaktif, dan bermanfaat. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Mulai menggunakan pen tool Fitur terbaru dari Google Slides ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Itu artinya, end-user dapat langsung menggunakannya dalam presentasi mereka. Untuk mulai menambahkan anotasi dengan pen tool Google Slides, buka slideshow mode dengan klik tombol Slideshow yang berada di appbar. Selanjutnya, geser kursor ke sisi kiri viewer dan klik ikon elipsis untuk membuka three-dots menu. Terakhir, pilih opsi Turn on the pen. Jika Anda ingin menghapus anotasi presentasi, gunakan eraser tool yang ada di bagian kiri bawah menu viewer. Setelah kursor berubah menjadi eraser tool, gerakkan pada elemen anotasi yang ingin Anda hapus. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Cara memulai presentasi dengan catatan dan auto-advance slides Presentasi dengan catatan pembicara Buka file presentasi di Google Slides. Di bagian pojok kanan atas, di samping opsi Slideshow, klik panah bawah. Klik Presenter view. Klik Speaker notes. Presentasi dengan auto-advance slides Auto-advance slides merupakan sebuah fitur dari Google Slides yang memungkinkan presentasi berjalan sendiri. Anda dapat mengatur slide presentasi agar diputar secara otomatis ketika: Anda sedang menampilkan presentasi. Seseorang mengeklik link ke presentasi yang dipublikasikan. Seseorang melihat presentasi Anda yang ditampilkan di situs web. Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur pen tool yang memungkinkan Anda untuk menambahkan anotasi ke file presentasi Google Slides ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, dilakukan perilisan yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 10 Agustus 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan bertahap (gradual rollout) mulai tanggal 31 Agustus 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur terbaru Google Slides ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint Dengan memanfaatkan fitur pen tool yang baru saja dirilis Google Slides ini, Anda bisa menambahkan anotasi pada file presentasi secara mudah. Anotasi yang Anda buat pun bisa dengan mudah ditambah maupun dihapus. Semuanya hanya dengan satu fitur saja. Selain Slides, Google Workspace juga memiliki beragam aplikasi yang siap mendukung produktivitas kerja Anda, seperti Gmail, Docs, hingga Sheets. Untuk penggunaan skala besar, Google juga telah menyediakan beberapa edisi khusus, seperti Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual saat Mengakses Workspace Applications

Setelah update terbaru konsol Admin Google Workspace, kini administrator dapat menggunakan akses kontekstual (context-aware access) untuk memblokir akses pengguna ke Workspace Applications, baik melalui aplikasi Google lainnya (pihak pertama) maupun aplikasi non-Google (pihak ketiga). Apa saja yang bisa didapat dengan peningkatan ini? Akses kontekstual untuk mengatur akses ke Workspace Applications Dengan hadirnya peningkatan ini, administrator kini dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Photo Credit: Google Workspace Updates Akses kontekstual untuk API memungkinkan administrator yang sudah ditunjuk untuk memperluas kontrol akses konteks CAA pengguna atau perangkat yang ada. Nantinya, akses tersebut akan memudahkan pemantauan admin terhadap end-user yang mencoba mengakses Google Workspacce Applications melalui aplikasi Google lain maupun non-Google. Memperluas kebijakan ini ke API yang meminta data inti Google Workspace memberi administrator lapisan kontrol dan keamanan tambahan, serta membantu melindungi end-user dari risiko terjadinya penyelundupan data. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Sebelum memulai, tinjau lebih dulu aplikasi pihak ketiga di perusahaan Anda. Di menu App access control, Anda dapat meninjau tiga jenis aplikasi pihak ketiga berikut: Aplikasi yang dikonfigurasi; Aplikasi yang diakses; Aplikasi yang menunggu peninjauan (khusus untuk edisi Education). Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Buka Menu > Security > Access and data control > API control. Klik opsi Manage Third-Party App Access untuk melihat aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk memfilter daftar aplikasi, klik Add a filter dan pilih salah satu opsi yang tersedia. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Dari daftar aplikasi yang dikonfigurasi atau aplikasi yang diakses, klik ikon aplikasi untuk: Mengelola apakah aplikasi Anda dapat mengakses layanan Google (apakah aplikasi ditandai sebagai Trusted, Limited, atau Blocked. Jika Anda mengubah konfigurasi, jangan lupa klik Save. Mengecek informasi mengenai aplikasi (ID klien OAuth2 lengkap aplikasi, jumlah pengguna, kebijakan privasi, dan informasi dukungan). Melihat API layanan Google (cakupan OAuth) yang diminta aplikasi (daftar cakupan OAuth yang diminta setiap aplikasi. Untuk melihat tiap cakupan OAuth, luaskan baris tabel atau klik Expand All). Untuk mengunduh informasi aplikasi menjadi file .CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Semua data dalam tabel akan diunduh (termasuk data yang belum Anda tampilkan). Untuk aplikasi yang dikonfigurasi, file .CSV memiliki kolom tambahan berikut: Jumlah pengguna, Layanan yang diminta, dan Cakupan API yang terkait dengan tiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0) dan kedua kolom lainnya sudah dipastikan akan kosong. Ketersediaan Photo Credit; DCStudio (Freepik) Update terbaru untuk konsol Admin Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Cloud Identity Premium.  Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi Untuk Framing Di Konsol Admin Melalui update terbaru konsol Google Admin ini, administrator Workspace sekarang dapat menyesuaikan tingkat akses ke Workspace Applications berdasarkan identitas pengguna dan konteks permintaan (lokasi, status keamanan perangkat, hingga alamat IP). Untuk penggunaan Workspace dalam skala besar, Google telah menyediakan konsol admin khusus yang terus diperbarui fitur dan kapabilitasnya. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace guna mengoptimalkan alur kerja Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan) dan Workspace for Business (untuk keperluan bisnis) dengan proses implementasi menyeluruh dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top