EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat

 Saat berbalas pesan di Google Chat, ada kalanya Anda hanya ingin memberi respons singkat tanpa menggunakan kata-kata. Sebagai pengganti kata, biasanya digunakan emoji (misalnya, emoji ibu jari untuk menunjukkan persetujuan). Kini, di Google Chat, Anda bisa memberikan respons cepat dengan emoji menggunakan fitur Quick Reaction. Mari simak pembahasannya berikut ini. Fitur Quick Reaction Google Chat Tahun 2022 lalu, Google Chat mempermudah pengguna untuk mengakses emoji yang paling sering mereka gunakan. Pada tahun 2023 ini, Chat meningkatkan kapabilitas tersebut dengan menambahkan sebuah fitur yang dinamakan Quick Reaction. Fitur tersebut akan menampilkan emoji yang paling sering Anda gunakan saat mengarahkan kursor ke pesan. Bukan hanya itu saja, fitur Quick Reaction juga menyediakan opsi untuk membuka pemilih emoji lengkap, membalas thread pesan, dan banyak lagi. Photo Credit: Google Workspace Updates – Tampilan fitur Quick Reaction pada Google Chat versi web. Photo Credit: Google Workspace Updates – Tampilan fitur Quick Reaction pada Google Chat versi Android. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu Mulai menggunakan fitur Fitur Quick Reaction Google Chat ini tidak memerlukan kontrol tambahan apa pun dari administrator. End-user akan menerima pemberitahuan mengenai fitur baru ini saat mereka mulai menggunakan emoji di Chat, baik itu dalam versi web maupun versi terbaru Android. Untuk mulai menggunakannya, cukup arahkan kursor atau tekan lama pada pesan yang ingin diberi reaksi. Ketersediaan fitur Fitur Quick Reaction dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat akan dimulai pada tanggal 16 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan dimulai pada tanggal 30 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi pelanggan rangkaian produktivitas pendahulu Workspace, G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Tentang Google Chat emoji picker Google Chat menghadirkan opsi penggunaan emoji untuk berbalas pesan. Dengan emoji, pesan Anda akan semakin berwarna dan pihak penerima pesan pun bisa lebih mudah memahami maksud dari pesan yang mereka terima. Untuk mendukung kapabilitas ini, Chat telah menghadirkan fitur-fitur andalan. Selain Quick Reaction, Anda juga bisa menemukan opsi Frequently Used pada halaman emoji Chat. Melalui opsi tersebut, Anda bisa tahu, emoji mana saja yang paling sering digunakan dan menambahkannya pada pesan dengan cepat. Emoji yang paling sering Anda gunakan secara otomatis akan muncul di bawah tab Frequently Used (ikon berbentuk jam). Dari situ Anda bisa langsung memilih emoji dan menambahkannya ke dalam pesan. Baca juga: Smart Compose, Balas Pesan Google Chat Kini Jadi Makin Ringkas Dengan peningkatan ini, Anda sekarang bisa memberikan respons singkat menggunakan emoji di Google Chat. Ini akan meringkas lebih banyak waktu sehingga alur kerja Anda pun tak akan terganggu. Penggunaannya pun mudah, cukup dengan menggeser kursor pada pesan yang ingin diberi reaksi. Google Workspace terus melakukan peningkatan terhadap aplikasi produktivitas mereka, termasuk Google Chat. Peningkatan akan menghadirkan fitur dan kapabilitas yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Ingin bekerja dengan efisien? Workspace adalah solusi terbaik untuk Anda. Kini, Anda bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami memastikan solusi terbaik untuk Anda dengan garansi resmi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Memantau Penyalahgunaan Melalui Alert Center

Google Workspace menyediakan Alert Center untuk mengirimkan notifikasi kepada administrator tentang potensi masalah dalam domain mereka dan kemudian mengambil tindakan yang diperlukan (seperti, edukasi kepada pengguna atau pembaruan pada setelan yang ada) untuk menyelesaikan masalah sekaligus melindungi lingkungan kerja Anda dari ancaman keamanan data. Dalam update terbaru Alert Center, administrator kini akan menerima peringatan jika terdapat peristiwa penyalahgunaan. Lalu, bagaimana cara menggunakan fitur baru ini? Monitoring penyalahgunaan melalui Alert Center Photo Credit: Google Workspace Updates – Administrator akan diberitahu melalui email tentang penyalahgunaan, beserta detail informasinya di Alert Center. Administrator kini akan menerima peringatan apabila sistem mendeteksi adanya peristiwa penyalahgunaan dalam domain mereka. Hal ini mencakup peristiwa yang berhubungan dengan konten yang ditandai sebagai penyalahgunaan (abusive) atau pembatasan akses pengguna (user access restrictions) ke aplikasi. Pembaruan ini akan memudahkan administrator untuk terus memantau ada-tidaknya penyalahgunaan dalam domain mereka dan dengan mudah mengambil tindakan yang diperlukan, seperti menangguhkan akses pengguna atau membatasi akses ke layanan tertentu,  Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Mulai menggunakan fitur Administrator yang telah diberi hak untuk mengakses Alert Center akan otomatis menerima notifikasi di Alert Center setelah perilisan fitur ini. Di samping itu, Primary Admin juga akan menerima notifikasi di kotak masuk email mereka. Photo Credit: Google Workspace Updates Dari Alert Center, administrator dapat melihat daftar peringatan. Dari daftar peringatan tersebut, Anda juga bisa mendapatkan detail informasi tambahan dengan mengeklik item yang ada. Jika perusahaan Anda menggunakan Workspace edisi Enterprise, maka Alert Center juga dapat digunakan untuk memulai penyelidikan dengan menautkan langsung penyalahgunaan ke alat investigasi keamanan Google Workspace. Alert Center dan alat investigasi keamanan ini kemudian akan membantu administrator untuk melakukan penyesuaian pada setelan keamanan konsol Google Admin jika diperlukan (atau mengambil tindakan lain sebagai respons terhadap pemberitahuan tersebut). Fitur ini hanya dapat diakses oleh administrator dan tidak berlaku untuk end-user. Administrator yang diberi hak akses Alert Center bisa langsung menggunakan fitur baru ini setelah perilisan. Baca juga: Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace Ketersediaan fitur Administrator yang telah memiliki hak akses ke Alert Center akan langsung mendapatkan notifikasi terkait penyalahgunaan setelah fitur resmi dirilis. Selain itu, Primary Admin juga akan mendapatkan notifikasi melalui email mereka. Fitur telah tersedia di Alert Center, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Khusus untuk pelanggan Workspace Enterprise Plus, pembaruan ini juga hadir dengan opsi untuk memulai penyelidikan. Admin bisa langsung menautkan peristiwa penyalahgunaan ke alat investigasi keamanan Google Workspace. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Dengan hadirnya fitur baru Alert Center ini, administrator bisa dengan mudah memantau ada-tidaknya tindak penyalahgunaan yang dapat membahayakan keamanan data dalam domain mereka. Fitur baru ini juga memungkinkan Anda untuk bisa langsung mengambil tindak lanjut saat muncul penyalahgunaan, tanpa memerlukan tools tambahan. Fitur ini telah tersedia di konsol Google Admin untuk seluruh edisi Workspace. Ingin berlangganan Google Workspace untuk mendukung alur kerja perusahaan atau institusi pendidikan Anda? EIKON Technology siap membantu dengan menyediakan paket berlangganan Workspace resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google sheets, Google Workspace

Selesaikan Tugas di Google Sheets Lebih Cepat dengan Smart Chip Baru

Google Sheets baru saja meluncurkan sebuah pembaruan untuk kapabilitas smart canvas mereka. Dalam pembaruan kali ini, Sheets memperkenalkan fungsi smart chip tambahan. Dengan smart chip tambahan tersebut, Anda dapat mengerjakan tugas ekstraksi data lebih cepat, tanpa langkah yang berbelit. Bagaimana cara menggunakannya? Smart chip ekstraksi data Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Kali ini, Google Sheets menghadirkan smart chip yang akan membantu Anda melakukan ekstraksi data. Dengan fungsionalitas baru tersebut, Anda nantinya bisa dengan cepat mengekstrak informasi dari smart chip untuk penyortiran, pemfilteran, dan analisis tingkat lanjut. Memanfaatkan smart chip ekstraksi data ini, Anda dapat memperkaya spreadsheet dengan informasi dari chip orang, file, maupun peristiwa. Lebih khusus lagi, fitur ini memungkinkan Anda mengeluarkan metadata yang berhubungan dengan smart chip tertentu ke dalam selnya sendiri, sambil tetap mempertahankan koneksi dengan chip tempatnya diekstraksi. Katakanlah Anda perlu melacak sekumpulan dokumen, pemilik, serta detailnya (seperti waktu pembuatan atau siapa yang terakhir kali memodifikasi file). Anda hanya perlu mengekstrak bidang tersebut dari file chip yang relevan. Anda dapat terus memperbarui ekstraksi dengan mengeklik opsi “Refresh & manage” pada sidebar ekstraksi. Di sidebar ini Anda bisa memantau tiap perubahan data. Baca juga: Kapabilitas Baru Fitur Interactive Timeline Google Sheets Fungsi smart chip ekstraksi data Smart chip ekstraksi data memungkinkan Anda melacak dan mengatur data dengan lebih mudah, serta melakukan analisis lebih dalam menggunakan data yang berasal dari smart chip. Anda pun dapat menggunakan file chip untuk memahami kapan dokumen terakhir diperbarui atau menggunakan people chips untuk mengurutkan dan memfilter karyawan berdasarkan lokasi pekerjaan, sehingga Anda dapat mendelegasikan tugas lebih cepat. Anda pun dapat menyusun susunan ekstraksi untuk melakukan analisis yang lebih kompleks. Contoh di bawah ini menggunakan serangkaian chip di B3:B11 untuk menghitung jumlah lokasi kantor unik dari 9 orang yang berbeda. Photo Credit: Google Workspace Updates Mengoperasikan smart chip ekstraksi data Untuk melakukan ekstraksi sidebar Photo Credit: Google Workspace Updates Buka sidebar ekstraksi data (masuk ke menu Data, klik kanan pada sel/range dengan people, event, atau file chips dan navigasikan ke “Data extraction”. Bisa juga dengan mengeklik tautan “Data extraction” pada hover card). Pilih range dengan chip yang datanya ingin Anda ekstrak. Pilih data apa yang ingin Anda ekstrak dari chip terpilih. Pilih range tujuan ekstraksi data. Untuk melakukan ekstraksi formula Ketik “=” di sel tempat Anda ingin informasi diekstraksi. Navigasikan ke sel atau range dengan chip di dalamnya dan pilih. Tambahkan titik setelah sel atau range dan pilih dari autocomplete apa yang akan diekstraksi. Setujui dialog konfirmasi ekstraksi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Untuk memperbarui data di sidebar ekstraksi data Photo Credit: Google Workspace Updates Buka sidebar ekstraksi. Klik Refresh & manage. Temukan smart chip yang ingin Anda perbarui datanya. Klik Refresh data. Untuk memperbarui semua data smart chips, klik tombol Refresh all yang ada di bagian bawah sidebar. Ketersediaan Akan dilakukan peluncuran yang diperpanjang untuk domain rilis cepat (berpotensi lebih lama dari 15 hari untuk visibilitas fitur), mulai tanggal 17 Mei 2023. Untuk domain rilis terjadwal akan dilakukan perilisan bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), mulai dari tanggal 14 Juni 2023. Ekstraksi data yang sudah disimpan dalam chip (Nama dan email untuk people chips. Jenis MIME, URL, File Name untuk file chips. URL dan Summary untuk event chips) tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Kemudian untuk ekstraksi seluruh data yang tersedia, bisa digunakan oleh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Hadirnya fitur baru dari smart canvas Google Sheets ini akan memudahkan Anda dalam mengekstraksi data. Bahkan Anda dapat memanfaatkannya untuk menganalisis data di spreadsheet lebih dalam. Untuk mengoptimalkan manfaat dari fitur smart chip ekstraksi data Sheet, gunakan Google Workspace edisi Business atau Education yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Workspace

Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah dengan Google Docs, Bagaimana Caranya?

Setelah sebelumnya melengkapi kapabilitas smart canvas dengan fitur custom building blocks dan collapsible headings, kini Google Docs menambahkan sebuah elemen penyusun baru yang memungkinkan Anda berkolaborasi dengan orang lain untuk membuat draf undangan kalender. Bagaimana cara menggunakannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Undangan Calendar di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk meningkatkan kemampuan smart canvas, Google terus melakukan pembaruan dengan menghadirkan beragam fitur menarik. Salah satu fitur terbarunya bisa Anda temukan di Google Docs dan terintegrasi langsung dengan Calendar. Fitur baru ini berupa elemen penyusun yang memungkinkan Anda berkolaborasi dengan orang lain untuk membuat draf undangan kalender. Fitur ini akan berguna ketika beberapa pihak yang terlibat dalam sebuah acara memiliki masukan baru mengenai tanggal, waktu, peserta, deskripsi acara, dan banyak lagi. Mirip dengan fitur templat draf email, setelah selesai membuat undangan, cukup klik ikon Calendar di Docs untuk memasukkan seluruh detail acara ke Google Calendar saat Anda siap mengirimkannya. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-Side Encryption Google Docs Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur draf Calendar di Google Docs tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya setelah peluncuran. Pastikan Anda sudah memiliki akses untuk mengedit file di Google Docs sebelum menggunakan fitur ini. Tanpa akses, fitur tidak akan bisa digunakan. Jika sudah memiliki akses, cukup ketik “@” di halaman Docs dan kemudian pilih opsi “Calendar event draft”, lalu tekan Enter. Alternatif lainnya adalah dengan masuk ke menu Insert > Building blocks > Calendar event draft. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara membuat undangan acara Google Calendar dengan Docs, Anda bisa mengunjungi halaman dokumentasi ini. Selanjutnya, Anda bisa mulai menambahkan tamu atau peserta acara. Cukup ketik “@” dan kemudian pilih akun yang ingin Anda tambahkan sebagai tamu undangan. Anda juga bisa menambahkan tamu dengan mengetikkan alamat email. Melalui Google Docs, Anda juga bisa menambahkan judul, waktu, lokasi, serta deskripsi acara pada draf undangan. Selain itu, Anda juga dapat berkolaborasi dengan orang lain untuk menyusun draf tersebut. Cukup berikan akses untuk menyunting dokumen pada kolaborator. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Ketersediaan fitur Pembaruan smart canvas untuk Google Docs ini diluncurkan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 17 Mei 2023 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 30 Mei 2023 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Photo Credit: Freepik Fitur baru ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Nonprofit. Namun fitur masih belum tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Essentials Starter, Business Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline Starter, dan Frontline Standard, serta Google Account pribadi Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Google terus mengembangkan kapabilitas canggih smart canvas di ekosistem Workspace mereka untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Dengan hadirnya draf undangan yang terintegrasi langsung dengan Calendar ini, Anda bisa menyusun undangan acara lebih cepat dan akurat hanya dengan beberapa klik saja. Fitur ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace for Business dan Workspace for Education. Kedua edisi Google Workspace ini telah tersedia di EIKON Technology, official reseller untuk Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini.

Google Workspace, Info

Buat Dokumen Khusus Lebih Mudah dengan Variable Chips Google Docs

Awal tahun 2023 ini, Google meluncurkan kapabilitas smart canvas untuk aplikasi Docs yang membantu Anda menyederhanakan alur kerja dan menyelesaikan tugas umum dengan perintah sederhana. Kini, kapabilitas tersebut diperluas dengan hadirnya fitur variable chips. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Fitur variable chips smart canvas Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menyederhanakan alur kerja Anda selama menggunakan Docs, Google memperkenalkan smart canvas. Kapabilitas ini akan membantu Anda menyelesaikan tugas umum dengan perintah yang lebih sederhana. Selain Docs, kapabilitas ini juga berjalan di aplikasi Google lainnya, seperti Slides dan Sheets. Google baru saja meluncurkan fitur baru untuk smart canvas Docs, yakni variable chips. Ini merupakan sebuah fitur baru yang akan menyederhanakan proses pembuatan dokumen, seperti faktur dan kontrak, sekaligus membuat proses komunikasi yang luas menjadi lebih mudah. Baca juga: Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs Untuk menggunakannya pun mudah, Anda cukup menentukan terlebih dahulu dan masukkan placeholder seperti nama klien, nomor kontrak, atau Alamat, lalu perbarui di seluruh dokumen dengan mengedit nilainya di satu tempat. Menggunakan variabel sebagai placeholder dinamis akan menyederhanakan proses pembuatan templat, baik melalui custom building blocks atau menggunakan dokumen yang sudah disimpan sebagai templat. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini tidak memerlukan pengaturan apa pun dari administrator, pengguna bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, ikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer Anda, buka dokumen dengan Google Docs. Untuk mengakses variable chips Anda dapat: Masuk ke menu Insert > Variables. Ketik “@” dan pilih Variable. Anda dapat mengubah nama chip di panel sebelah kanan Docs. Cukup arahkan kursor ke variable chip dan klik Edit name. Menetapkan nilai ke variable chip Temukan variable chip yang ingin Anda tetapkan nilainya. Jika variable chip belum memiliki nilai yang ditetapkan, chip tersebut akan memiliki garis hitam di sekitar teks. Klik variable chip tersebut dan masukkan nilainya. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-Side Encryption Google Docs Ketersediaan Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Mei 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 5 Juni 2023 membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Namun sayangnya, fitur ini belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Essentials Starter, Business Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline Starter, dan Frontline Standard. Fitur juga masih belum tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Hadirnya fitur variable chips sebagai perluasan smart canvas di Google Docs ini akan meringkas lebih banyak waktu dan tenaga Anda saat menyusun dokumen khusus, seperti faktur dan juga kontrak. Cukup dengan beberapa perintah sederhana saja, maka Anda bisa menghasilkan dokumen yang dibutuhkan dengan tampilan yang lebih rapi. Fitur variable chips ini telah tersedia di Google Docs Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

EIKON Technology Meraih Penghargaan Google Cloud Expansion Partner of the Year 2023 untuk Google Workspace di Asia Pasifik

EIKON Technology dengan bangga menerima Penghargaan Google Cloud Expansion Partner of the Year 2023 untuk Google Workspace di Asia Pasifik. Ini merupakan penghargaan tertinggi bagi mitra Google Cloud, yang diperuntukkan bagi mitra dengan penjualan produk Google Cloud terbanyak dan membangun hubungan pelanggan terkuat. “Penghargaan Google Cloud partner merupakan pengakuan atas dampak signifikan dan keberhasilan pelanggan yang dilakukan oleh mitra kami selama setahun terakhir,” ujar Kevin Ichhpurani, Corporate Vice President, Global Ecosystem and Channels di Google Cloud. “Kami sangat senang mengumumkan EIKON Technology sebagai Pemenang Penghargaan Google Cloud Partner 2023, dan mengharapkan kemitraan kuat yang berkelanjutan dalam mendukung pelanggan bersama kami.” Didirikan pada tahun 2007, EIKON Technology sejak saat itu berfokus pada Bisnis Teknologi Cloud. Pada tahun 2010 EIKON Technology menjadi Google Partner pertama di Indonesia dan kini menjadi Google Workspace Partner terbesar di Indonesia. Sertifikasi resmi dari Google Cloud Sebagai Google Cloud Premier Partner, EIKON Technology sebagai mitra Google Cloud memiliki sertifikasi Spesialisasi Transformasi Kerja – Perusahaan (Asia Pasifik). Spesialisasi adalah gelar teknis tertinggi yang bisa diperoleh mitra dan hanya diberikan kepada mitra yang dinilai memiliki praktik layanan Google Cloud yang mapan, kemampuan teknis yang telah terbukti, dengan tingkat keberhasilan yang konsisten dalam menyelesaikan permintaan pelanggan, dimana proses penilaiannya dilakukan oleh tim penilai pihak ketiga dan diverifikasi langsung oleh Google Cloud. Selain itu, EIKON Technology juga memiliki gelar teknis Keahlian, yang menunjukkan kemahiran serta dianggap mampu menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi permintaan pelanggan melalui kombinasi pengalaman industri, solusi, dan implementasi produk. EIKON Technology memiliki Keahlian dalam Industri antara lain Layanan Bisnis & Profesional, Layanan Kesehatan & Ilmu Pengetahuan, Barang Industri & Manufaktur, Media & Hiburan, dan Ritel & Grosir, dan juga keahlian mengenai Produk atau teknologi Google Cloud (Google Cloud Compute), dan Solusi (Migrasi Virtual Machine dan Transformasi Kerja). “Sejak menjadi Partner Premier Google Cloud, tim kami telah membantu lebih dari 300.000+ pengguna bermigrasi ke Google Workspace sebagai alat bantu kerja utama dalam peningkatan produktivitas dan kolaborasi, serta menjadi ahli dalam menggunakan layanan komputasi cloud untuk menunjang kegiatan operasional dan berbisnis mereka,” ujar Johannes Candra. Beberapa  industri yang menjadi klien EIKON Technology antara lain Startup, eCommerce, Traveling dan Akomodasi Platform, Jaringan Ritel, Manufaktur, FMCG, Bank Digital, Lembaga Ketenagakerjaan Nasional, serta masih banyak lagi. Tentang EIKON Technology Sebagai penyedia layanan bisnis dan teknologi global terkemuka, EIKON Technology mendukung perusahaan terkemuka dari semua ukuran dalam mendukung program transformasi digital dan adopsi inovasi teknologi informasi berbasis cloud. EIKON Technology telah berpengalaman membantu perusahaan-perusahaan di bidang Kesehatan/ Medis, Media & Hiburan, Pendidikan, Ritel, Manufaktur, dan Layanan Publik untuk memecahkan masalah yang paling intens dan komplek. Pada tahun 2022, EIKON Technology juga berpartisipasi aktif dalam penerapan Google Cloud untuk memajukan fase lanjutan dari pertumbuhan-pembangunan ekonomi dan ekosistem di kota metropolitan Indonesia seperti Jakarta, Surabaya serta kota/ kabupaten sekitarnya. Penerapan infrastruktur lokal dari Google Cloud terbukti mampu mengoptimalkan biaya Informasi Teknologi, menjaga tingkat performa dan ketersediaan layanan (SLA) selalu tinggi, memudahkan kegiatan operasional dan penerapan solusi keamanan sistem informasi.   Informasi lebih lanjut, Anda dapat langsung menghubungi tim EIKON Technology untuk membantu Anda dalam mencapai optimalisasi bisnis dengan Cloud Solution. 

Google Workspace

Kapabilitas Baru Fitur Interactive Timeline Google Sheets

Untuk memudahkan Anda melacak jalannya proyek yang berjalan di aplikasi Sheets, Google memperkenalkan tampilan timeline. Tampilan ini secara resmi dirilis pada tahun 2022 lalu. Nah, per Mei 2023, Google meningkatkan tampilan tersebut untuk semakin memudahkan Anda. Peruabahan seperti apa yang dihadirkan oleh Google di Sheets? Penambahan kapabilitas baru di tampilan timeline Google Sheets Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk memudahkan pengguna dalam melacak perkembangan proyek mereka, Google Sheets menghadirkan tampilan interactive timeline. Tampilan baru ini memungkinkan Anda lebih mudah berinteraksi dengan menampilkan informasi proyek secara detail. Selain itu, interactive timeline juga dapat membantu Anda mengelola berbagai macam pekerjaan, mulai dari kampanye pemasaran, perkembangan proyek, jadwal, kolaborasi lintas tim, dan masih banyak lagi lainnya. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets Dan Docs Pada bulan Mei 2023 ini, Google Sheets menambahkan kapabilitas berikut untuk memperluas fitur interactive timeline mereka: Opsi pemformatan yang ditingkatkan, termasuk pemotongan card text (card text truncation) dan opsi undo/redo. Tampilan card yang diciutkan, memungkinkan Anda untuk menggabungkan beberapa cards sekaligus menjadi satu baris card group. Dukungan cetak dan unduh. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Mulai mengaktifkan tampilan interactive timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi end-user yang ingin mengaktifkan tampilan interactive timeline di Google Sheets, silakan masuk ke menu Insert. Selanjutnya, pilih opsi Timeline dan kemudian pilih rentang data (data range) yang diinginkan. Jika sudah klik pilihan configure the attributes in the timeline settings sidebar. Penting untuk diingat, sebelum bisa menggunakan tampilan timeline ini, Anda harus memiliki setidaknya satu kolom data dalam format tanggal. Jika Anda menggunakan rumus di kolom tanggal, output data pun harus berupa nilai tanggal. Untuk membuat tampilan timeline yang lengkap, Anda harus menyertakan kolom terpisah untuk: Card title: Nama untuk setiap tugas; Start date: Tanggal permulaan (dalam format tanggal); End date: Tanggal akhir (dalam format tanggal); Card detail: Ringkasan setiap tugas; Duration: Durasi tugas. Ketersediaan Peningkatan tampilan interactive timeline Google Sheets ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal (memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 24 Mei 2023, sedangkan domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 7 Juni 2023. Tampilan interactive timeline ini tersedia untuk aplikasi Google Sheets di Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Namun tidak tersedia untuk Google Workspace edisi Nonprofits, Frontline Starter, dan Frontline Standard, serta Google Account pribadi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Peningkatan tampilan interactive timeline Google Sheets ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait proyek yang sedang berjalan. Anda juga dapat memanfaatkannya untuk berbagai macam tugas, seperti menjalankan kampanye pemasaran dan kolaborasi lintas tim. Tampilan interactive timeline ini tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education. Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology, official reseller Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Mengatur Masa Kedaluwarsa Akses File dengan Google Drive API

 Tahun 2022 lalu, Google meluncurkan kapabilitas untuk mengatur akses yang sudah kedaluwarsa saat berbagi file dari My Drive. Kali ini, Google memperluas kapabilitas tersebut dengan menambahkan opsi untuk menyetel masa berlaku file di drive bersama menggunakan Google Drive API. Bagaimana cara kerjanya? Perluasan kapabilitas setel masa kedaluwarsa akses file Sebelumnya, Google Drive menghadirkan sebuah kapabilitas yang memungkinkan Anda untuk mengatur masa kedaluwarsa akses file My Drive. Kapabilitas ini membantu Anda untuk menyetel masa kedaluwarsa akses saat berbagi, bukan setelah seseorang memiliki akses ke file. Dengan kapabilitas ini, Pengaturan masa kedaluwarsa akses file ini juga berlaku untuk editor, tidak hanya untuk viewers dan commenters. Photo Credit: Google Workspace Updates Tahun 2023 ini, kapabilitas tersebut diperluas. Anda kini dapat mengatur masa kedaluwarsa akses untuk file yang disimpan di shared drive, menggunakan Google Drive API. Secara khusus, pengembang kini dapat sepenuhnya mengontrol masa berlaku file melalui API (membuat, membaca, memperbarui, hingga menghapus). Pengguna pun dapat melihat, namun tidak dapat mengedit masa berlaku file dalam dialog berbagi. Baca juga: Menetapkan Nilai Default Label File Google Drive Mulai menggunakan kapabilitas Saat bekerja dengan pihak eksternal, Anda mungkin ingin membatasi akses mereka ke file tertentu di Google Drive. Untuk file di My Drive, Anda dapat menentukan masa kedaluwarsa akses untuk membatasi atau mengakhiri akses ke file tersebut menggunakan kapabilitas ini. Ketika Anda menetapkan masa kedaluwarsa, peran akses akan terpengaruh dengan cara berikut: Untuk file, Anda dapat menambahkan tanggal kedaluwarsa bagi viewers, commenters, editors, dan published viewers jika file mendukung pratinjau aplikasi Published. Untuk folder, Anda dapat mengatur tanggal kedaluwarsa bagi viewers dan commenters. Jika Anda menetapkan tanggal kedaluwarsa editor pada folder, maka perannya akan berubah menjadi viewer. Namun, Anda bisa tetap mengubah perannya menjadi commenter dan mempertahankan masa kedaluwarsa akses mereka. Baca juga: Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive Menambahkan, mengubah, atau menghapus masa kedaluwarsa akses Buka file di Google Drive. Klik Share. Cari nama pengguna yang ingin Anda atur masa kedaluwarsa aksesnya. Di samping nama pengguna, klik panah ke bawah, lalu klik Add expiration. Untuk menyetel masa kedaluwarsa menjadi 30 hari, klik Send. Jika Anda ingin mengubah tanggal kedaluwarsa default, klik Edit dan pilih tanggal kedaluwarsa dari kalender. Jika ingin menghapus masa berlaku akses, klik Remove expiration. Klik Done dan Send. Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Kapabilitas ini sudah tersedia bagi developer melalui Google Drive API. Tersedia bagi seluruh pelanggan Google Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, serta Education Plus.  Namun kapabilitas tidak tersedia bagi pelanggan Workspace edisi Essentials Starter, Business Starter, Frontline Starter, Frontline Standard, Nonprofits, serta pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah? Saat bekerja dengan pihak eksternal, Anda mungkin ingin membatasi akses mereka ke file tertentu di Google Drive. Untuk file di My Drive, Anda dapat menetapkan masa kedaluwarsa akses untuk membatasi atau mengakhiri akses ke file tersebut menggunakan kapabilitas ini. Dengan begitu, keamanan file Anda yang tersimpan di Drive pun tetap terjaga. Kapabilitas ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace for Business. Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Kami merupakan official reseller Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Mengganggu

Google baru saja menambahkan fungsionalitas baru bagi administrator Workspace, tepatnya untuk aplikasi Google Chat. Kini administrator dapat mengaktifkan pelaporan konten untuk pengguna Chat. Lalu, bagaimana cara mengaktifkannya? Mari simak ulasannya berikut ini. Pelaporan konten untuk pengguna Google Chat Untuk pelanggan Google Workspace edisi tertentu, sekarang administrator dapat mengaktifkan pelaporan konten untuk pengguna Chat mereka. Setelah pengguna menandai pesan, administrator kemudian dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai pelaporan tersebut di Security Investigation Tool (SIT) dan memutuskan apakah perlu mengambil tindak lanjutan atau tidak. Baca juga: Smart Compose, Balas Pesan Google Chat Kini Jadi Makin Ringkas Administrator dapat mengaktifkan pelaporan konten untuk pesan 1:1, pesan grup, atau pesan di dalam space, dan kemudian memilih kategori pelaporan mana yang sesuai bagi para pengguna, seperti pelecehan atau perilaku kasar, informasi sensitif, dan banyak lagi. Selain itu, administrator juga dapat menyesuaikan bahasa di kotak dialog pelaporan untuk menginformasikan kepada pengguna tentang langkah selanjutnya setelah penyerahan laporan. Photo Credit: Google Workspace Updates – Ketika mengaktifkan pelaporan konten, Anda dapat memilih kategori pelaporan mana yang akan ditampilkan kepada pengguna, serta jenis percakapan apa yang tersedia untuk pelaporan konten. Mengapa fungsionalitas ini penting? Kolaborasi yang efektif di tempat kerja modern memerlukan rasa aman dan perlindungan yang tepat, mengingat ada banyaknya data bisnis sensitif. Pelaporan konten di Google Chat memberikan kesempatan bagi pengguna untuk melaporkan pesan yang tidak pantas, untuk kemudian ditinjau oleh administrator. Baca juga: Peningkatan Tampilan Google Chat dengan Material Design 3 Hal ini dapat mencakup apa pun, mulai dari konten yang menyinggung, diskriminatif atau eksplisit, data sensitif yang tidak boleh dibagikan (pribadi atau hak milik), dan banyak lagi. Ini amat penting bagi keamanan pengguna, terutama pengguna dari perusahaan besar dan industri yang teregulasi, agar tetap mengetahui potensi penyalahgunaan dan penggunaan Chat yang tidak pantas di lingkungan kerja mereka. Selanjutnya, administrator dapat menggunakan SIT untuk memutuskan apakah aturan perlindungan data perlu dibuat untuk secara proaktif mencegah pesan serupa muncul kembali di masa mendatang. Photo Credit: Google Workspace Updates – Di SIT, administrator bisa mencari pesan yang dilaporkan, melihat informasi tambahan, dan melihat transkrip obrolan untuk konteks lebih lanjut. Pembaruan terkini Google Chat, seperti pengelolaan space melalui konsol Admin dan kapabilitas pelaporan ini, diharapkan dapat membantu administrator dalam mengelola percakapan dan tentunya menjaga keamanan data pengguna. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates– Melaporkan pesan melalui web. Administrator: Fitur ini akan NONAKTIF secara default dan dapat diaktifkan di tingkat domain maupun OU (organizational unit). Silakan kunjungi Pusat Bantuan Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengelola pelaporan konten di Chat, menyelidiki pesan Chat dengan SIT, dan mencegah kebocoran data Chat. End-user: Untuk bisa menggunakan fitur ini, Anda memerlukan aktivasi dari administrator terlebih dahulu. Silakan kunjungi Pusat Bantuan Workspace untuk mempelajari lebih lanjut cara melaporkan pesan di Google Chat.   Photo Credit: Google Workspace Updates – Melaporkan pesan melalui perangkat seluler. Ketersediaan Fungsionalitas baru untuk administrator Workspace ini dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 25 Mei 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Plus, Education Standard, dan juga Education Plus. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Hadirnya fungsionalitas baru administrator untuk Google Chat ini hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus perlindungan terhadap data sensitif pengguna. Fungsi pelaporan konten ini memberi kesempatan bagi pengguna untuk melaporkan pesan yang tidak pantas, untuk kemudian ditinjau oleh administrator. Update ini tersedia untuk Google Workspace for Education yang tersedia di EIKON Technology. Kami telah berpengalaman dalam penerapan solusi Workspace di institusi pendidikan dalam skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail

Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery

 Pada bulan Agustus 2022 lalu, Google mengumumkan pemindahan log Gmail yang ada di BigQuery ke logs and reports Workspace di BigQuery. Pemindahan ini kemudian menciptakan satu ruang untuk mengakses semua peristiwa audit Google Workspace Anda. Baru-baru ini, Google meningkatkan ruang tersebut untuk menghadirkan konsistensi pelaporan. Untuk detail selengkapnya, mari simak ulasan berikut ini! Konsistensi data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Photo Credit: Freepik Setelah pemindahan log Gmail di BigQuery ke logs and reports Workspace, kali ini Google menyempurnakan pengalaman tersebut. Kini Anda akan melihat semua peristiwa log Gmail dari Security Investigation Tool (SIT) di logs and reports Google Workspace BigQuery. Ini mencakup jenis perangkat dan tindakan setelah pengiriman (misalnya buka, hapus, tautan yang diklik, dan unduhan lampiran). Perubahan ini akan memberi administrator gambaran yang lebih lengkap mengenai seluruh aktivitas Gmail yang terjadi di domain mereka, sekaligus menghadirkan konsistensi di seluruh alat pelaporan (reporting tools). Baca juga: Pengalaman Terpadu Log Gmail di BigQuery, Seperti Apa? Peningkatan ini juga menghadirkan beberapa kolom tambahan untuk memudahkan Anda saat memantau log Gmail. Simak tabel di bawah ini untuk mengetahui kolom apa saja yang baru ditambahkan ke alat pelaporan: Daftar kolom yang baru ditambahkan Deskripsi event_info.mail_event_type Jenis peristiwa sesuai dengan atribut Event di Gmail log events in Security Investigation Tool. event_info.client_context.client_type Jenis klien atau perangkat tempat tindakan terjadi, termasuk: WEB, IOS, ANDROID, IMAP, POP3, dan API. event_info.client_context.session_context.delegate_user_email Alamat email pengguna yang didelegasikan untuk melakukan tindakan atas nama pemilik akun. message_info.attachment.file_name Nama lampiran file. message_info.post_delivery_info Informasi mengenai peristiwa pasca pengiriman. message_info.post_delivery_info.action_type Jenis tindakan pasca pengiriman. message_info.post_delivery_info.interaction Informasi mengenai interaksi pengguna dengan link pesan, item Drive, atau lampiran. message_info.post_delivery_info.interaction.link_url URLa yang berhubungan dengan interaksi, yang disetel hanya untuk interaksi klik tautan. message_info.post_delivery_info.interaction.drive_id ID unik item Drive yang berhubungan dengan interaksi, digunakan untuk mengakses item di Drive. message_info.post_delivery_info.interaction.attachment Lampiran target interaksi, yang ditetapkan hanya untuk interaksi lampiran. message_info.post_delivery_info.interaction.attachment.file_extension_type Ekstensi file (bukan tipe bagian MIME), tidak termasuk titik. message_info.post_delivery_info.interaction.attachment.malware_family Jenis malware, jika malware terdeteksi saat penanganan pesan. message_info.post_delivery_info.interaction.attachment.file_name Nama file lampiran. message_info.post_delivery_info.interaction.attachment.sha256 Hash SHA256 dari lampiran. Untuk detail lebih lanjut mengenai tambahan kolom ini, Anda bisa mengakses halaman Pusat Bantuan Google Workspace di sini. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia bagi Umum, Ini Kegunaannya Mulai menggunakan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur ini bisa langsung digunakan tanpa memerlukan pengaturan tambahan apa pun. Google telah menyediakan dokumentasi khusus mengenai logs and reports Workspace di BigQuery, skema untuk logs Gmail di BigQuery, serta log peristiwa Gmail yang bisa Anda pelajari lebih lanjut. Penting untuk diingat, update terbaru ini masih mengikuti harga standar BigQuery, Informasi lebih lanjut mengenai biaya, silakan klik di sini! Update terbaru untuk pengelolaan data Gmail ini telah tersedia, baik di domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur tersedia untuk Google Workspace edisi Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun tidak tersedia untuk edisi Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery Dengan hadirnya peningkatan fitur ini, diharapkan Anda dapat mengelola data Gmail lebih mudah dan cepat karena data akan jauh lebih konsisten dibanding sebelumnya. Update ini tersedia untuk Google Workspace for Education yang tersedia di EIKON Technology. Edisi Workspace yang satu ini dikhususkan untuk institusi pendidikan dan mendukung kegiatan belajar-mengajar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Scroll to Top