EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

TACO: Membangun Jaringan Cloud untuk Hadapi Tantangan yang Akan Datang

PT Tangkas Cipta Optimal (TACO Group) adalah penyedia solusi permukaan yang terdepan, lantai vinyl mewah, dan produk hardware furnitur untuk pelanggan komersial dan residensial di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu distributor terbesar High Pressure Laminates (HPL) dan anak perusahaan pelengkapnya, TACO Group melakukan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan operasi penjualan yang mempertahankan pengakuan TACO sebagai merek nasional premium. Untuk mempertahankan posisi tersebut, TACO Group berencana melakukan migrasi ke cloud platform yang dinilai lebih fleksibel, stabil, dan tentunya aman. Simak bagaimana akhirnya TACO Group menemukan cloud platform terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan berikut. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: teksomolika (Freepik) Sebagai sebuah perusahaan yang sedang berkembang, TACO Group perlu meningkatkan eksposurnya ke pasar daripada sebelumnya. Sebelumnya, TACO sudah memanfaatkan official website untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk. Hanya saja, pengelolaannya kurang efisien dan belum bisa memenuhi ekspektasi. Dengan teknologi sebagai tulang punggungnya, TACO ingin meningkatkan ketersediaan serta skalabilitas situs web mereka. Di waktu bersamaan, perusahaan juga harus memikirkan tentang keamanan sistem. Solusi yang ditawarkan Untuk mencapai tujuan perusahaan, TACO Group berencana menggunakan cloud platform untuk memantau server web dan juga domain name system mereka. EIKON Technology menawarkan Google Cloud Platform sebagai solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh TACO. Dengan Google Cloud Platform, TACO Group dapat mendatangkan potensi sebanyak mungkin. Sementara perusahaan terus berinovasi, TACO bisa selalu mengandalkan EIKON dan Google untuk terus menyediakan alat yang dibutuhkan untuk membangun cloud platform sebaik mungkin sesuai kebutuhan perusahaan. Hasil Segera setelah menggunakan Google Cloud Platform (GCP), ketersediaan serta up time situs resmi milik TACO Group meningkat. Di saat yang bersamaan, masalah keamanan pun bisa teratasi. Ini karena GCP menerapkan serverless computing (sebuah model eksekusi komputasi awan yang dijalankan oleh Content Security Policy). Selain itu, untuk memelihara infrastruktur juga menjadi jauh lebih baik. Sebab, potensi terjadinya latensi semakin rendah dan ketika muncul, bisa langsung diatasi dengan cepat. Semua dilakukan tanpa adanya biaya tambahan, bahkan keseluruhan biaya yang dibutuhkan pun berkurang, Dengan begitu, perusahaan bisa tetap fokus pada kegiatan bisnis utama. “Seiring dengan inovasi yang dilakukan, TACO dapat mengandalkan EIKON dan Google untuk terus menyediakan alat yang dibutuhkan untuk membangun platform sebaik mungkin,” – TACO Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Keberadaan official website terbukti mampu meningkatkan eksposur perusahaan. Dengan membuat sebuah website maka target pasar bisa lebih mudah mengetahui produk yang ditawarkan. Selain itu, memanfaatkan website, perusahaan juga dapat menjaga komunikasi dengan para konsumen. TACO Group memanfaatkan website untuk mendapatkan eksposur yang lebih baik. Harapannya, produk mereka dapat dikenal lebih banyak orang lagi. Untuk menjawab tantangan tersebut, EIKON Technology menawarkan solusi melalui Google Cloud Platform (GCP). GCP menawarkan skalabilitas tinggi, layanan yang terintegrasi, kolaborasi yang baik, serverless computing, dan tentunya biaya perawatan rendah, sehingga keseluruhan proyek pun jauh lebih efisien. Apakah Anda memiliki rencana untuk merancang website perusahaan? Atau justru sedang menghadapi tantangan yang sama dengan TACO Group? EIKON Technology siap membantu Anda dengan menyediakan berbagai solusi yang disesuaikan kebutuhan perusahaan. Setelah proses migrasi, kami juga akan memberikan pendampingan untuk memastikan sistem berjalan semestinya. Untuk mengetahui solusi yang Anda butuhkan, silakan klik di sini!   

Google Workspace

CNBC: Google Workspace untuk Media dan Pemberitaan yang Lebih Baik

Nama CNBC di dunia pemberitaan tentu sudah tak asing lagi. Kanal pemberitaan asal Amerika Serikat tersebut, menyajikan berita, baik melalui siaran TV (CNBC TV), maupun melalui portal online. Pada tahun 2018, Trans Media Group resmi membeli lisensi untuk CNBC Indonesia dari NBCUniversal dan kemudian meluncurkan portal berita serta siaran televisi. Ini membuat CNBC Indonesia menjadi portal berita sekaligus stasiun televisi milik Trans Media yang berkolaborasi dengan NBCUniversal. Hingga sekarang, CNBC menyuguhkan berita ekonomi dan pasar dari berbagai perspektif dengan pendekatan yang sederhana. Portal berita CNBC Indonesia meluncur pada 8 Februari 2018, sedangkan siaran televisi dimulai pada 10 Oktober 2018. Tantangan yang Dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Untuk dapat menghadirkan berita terbaru secara real-time, CNBC Indonesia jelas menghasilkan data dalam jumlah besar. Sayangnya, proses migrasi data berskala besar bukanlah perkara mudah. Selain memerlukan database dengan volume yang masif, keamanannya pun harus terjamin agar tidak ada data yang bocor atau rusak setelah proses migrasi selesai. Di samping itu, sebagai sebuah portal berita online, CNBC Indonesia juga menitikberatkan pada komunikasi dan kolaborasi, perlu adanya suatu alat untuk berbagi data dan informasi secara aman, bebas dari spam dan virus untuk pihak internal sekaligus eksternal. Keandalan sistem dan uptime adalah prioritas utama untuk memastikan bisnis berjalan dengan baik. Solusi yang ditawarkan EIKON membantu CNBC Indonesia untuk menyediakan Google Workspace sebagai solusi keamanan yang lebih baik termasuk penerapan dan migrasi data. EIKON juga memberikan pelatihan, layanan pelanggan dan dukungan untuk CNBC Indonesia pasca Go Live. Tim CNBC Indonesia dapat mengakses berbagai aplikasi hanya dengan satu akun Google Workspace. Dengan Gmail, komunikasi menjadi lebih cepat dan lebih dapat diandalkan. Google Drive memungkinkan tim CNBC Indonesia untuk berkolaborasi dengan mudah dan aman. Rapat online kini lebih lancar dengan Calendar dan Google Meet, hanya menggunakan browser web dan tidak perlu aplikasi tambahan apa pun. Hasil Sekarang, tim CNBC Indonesia tidak perlu lagi berurusan dengan server uptime dan spam atau virus. Solusi yang ditawarkan tidak memerlukan perawatan. Dengan demikian, biaya dan risiko pun berkurang secara signifikan. CNBC Indonesia menjadi lebih kolaboratif dan produktif di tempat kerja saat menggunakan Google Drive. Semua karyawan menyukai Google Workspace untuk pekerjaan sehari-hari mereka. Yang terpenting, CNBC Indonesia bisa lebih fokus pada pekerjaan utama mereka: Berita. “Sekarang kami dapat berkolaborasi serta berkomunikasi dengan mudah dan aman menggunakan Google Workspace. Alhasil, kami tak perlu lagi berurusan dengan infrastruktur dan bisa fokus pada bisnis utama CNBC. Dengan bantuan dari EIKON Technology, kami dapat memanfaatkan Google Workspace dengan sebaik-baiknya dan dengan biaya yang terjangkau,” – CNBC Indonesia. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: Rawpixel Untuk bisa menyajikan berita yang aktual dan informatif secara real-time jelas dibutuhkan kolaborasi dan komunikasi. Namun, sebatas kolaborasi dan komunikasi biasa saja tidak cukup, dibutuhkan suatu jalur yang terjamin keamanannya; harus bebas dari berbagai ancaman kejahatan seperti virus dan spam serta bebas dari risiko server uptime. Google Workspace terbukti mampu membantu CNBC Indonesia untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dengan berbagai aplikasi dan ketersediaan yang ada, Workspace menghadirkan suatu sistem kolaborasi sekaligus komunikasi yang aman serta efisien. Apakah saat ini Anda menghadapi tantangan serupa? Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling minim risiko dan tentunya efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Info

Fitur Baru Google Docs: Bikin Tulisan Lebih Enak Dibaca!

 Google Docs merupakan sebuah aplikasi pengolah kata online yang merupakan bagian dari rangkaian Google Docs Editors berbasis web. Dalam aplikasi tersebut Anda bisa menemukan beberapa fitur untuk memudahkan penulisan sekaligus penyuntingan seperti Voice Typing dan Script Editor, serta fitur standar pengolah kata. Baru-baru ini Google Docs memperkenalkan sebuah fitur baru untuk memudahkan pengguna memproduksi tulisan yang lebih baik dan mudah dibaca. Seperti apa? Assistive writing Photo Credit: Google Workspace Updates Google Docs baru saja memperkenalkan fitur untuk meningkatkan kualitas tulisan penggunanya. Selain memperbaiki kesalahan tata bahasa dan ejaan, fitur ini juga akan membantu Anda untuk membuat tulisan yang lebih ringkas, inklusif, dan bahkan memberikan peringatan saat terdapat kata-kata yang tidak pantas. Sebenarnya, fitur semacam ini sudah ditawarkan melalui pihak ketiga seperti Grammarly (yang terintegrasi dengan Google Docs). Dengan adanya fitur ini diharapkan pengguna tidak perlu repot-repot mengakses web di luar Docs untuk memperbaiki tulisan. Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur bantuan ini nantinya akan muncul dalam garis bawah (underline) berwarna ungu. Tiap kata atau kalimat yang dinilai tidak efektif atau mengandung hal-hal tidak pantas maka akan langsung digarisbawahi. Saran penulisan Fitur assistive writing tersebut hadir dengan beberapa saran penulisan yang memberikan variasi tone dan gaya penulisan, seperti: Word choice: Kata-kata yang lebih dinamis atau relevan secara kontekstual. Active voice: Tampilkan kalimat aktif, bukan pasif.  Conciseness: Frasa yang lebih ringkas. Inclusive language: Pemilihan kata atau frasa yang lebih inklusif. Word warnings: Mempertimbangkan kembali kata-kata yang tidak pantas. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Ketersediaan fitur Sayangnya, ketersediaan fitur ini masih terbatas. Google menyebutkan bahwa fitur “Tone and Style” hanya akan tersedia bagi pelanggan paket Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Sementara itu, fitur “Word Warnings” bisa dinikmati pengguna Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Up. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: marymarkevich (Freepik) Untuk menggunakan fitur ini, end user memang tidak perlu menunggu persetujuan dari administrator. Hanya, saja ada beberapa pengaturan tambahan yang perlu diperhatikan, yaitu: Administrator Fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan melalui konsol admin untuk paket Google Workspace Education tertentu yang memenuhi syarat. Dalam beberapa minggu mendatang, Google akan memperkenalkan kontrol admin untuk sisa paket Google Workspace yang memenuhi syarat. Untuk edisi tersebut, fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan di tingkat domain, organizational unit, dan grup. End users Fitur ini akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan oleh pengguna. Detail lengkap mengenai fitur ini bisa dicek di sini. Rapid release fitur ini akan dimulai pada tanggal 31 Maret 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk scheduled release dimulai tanggal 14 April 2022 hingga 15 hari ke depan. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Dengan adanya fitur assistive writing ini, pengguna akan lebih mudah membuat tulisan yang efektif sekaligus terhindar dari potensi penggunaan kata dan frasa sensitif. Bagi Anda yang bergerak di industri media atau institusi pendidikan, fitur ini tentu akan sangat membantu. Dapatkan segera paket Google Workspace yang telah dilengkapi dengan fitur assistive writing ini hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, kami memastikan produk yang Anda terima resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan Google Workspace, silakan klik di sini.  

Chromebook

Fitur Baru Chromebook Menyambut Update Ke-100

Salah satu ciri khas Chromebooks adalah adanya update otomatis secara berkala. Update tersebut memperbarui Chrome OS secara otomatis agar penggunaannya lebih mudah. Terhitung, sudah ada 100 update yang diluncurkan pada awal April 2022. Menyambut capaian tersebut, Chromebook memperkenalkan beberapa fitur baru. Apa saja? Lebih banyak info di Launcher baru Photo Credit: Google Blog Cukup dengan menekan tombol Everything di keyboard Anda atau icon lingkaran di sudut kiri bawah layar, Chromebook Launcher akan mempermudah pencarian aplikasi dan file—dan bahkan menemukan jawaban secara online. Kini, desain Launcher telah diperbarui dan fungsionalitas pencariannya pun telah ditingkatkan untuk membantu menemukan apa yang Anda cari dengan lebih mudah dan cepat. Pertama, Anda akan melihat bahwa Launcher terbuka di bagian sisi kiri layar, bukan lagi dari bawah sehingga menyisakan lebih banyak ruang untuk setiap jendela yang telah dibuka. Selain itu, Anda juga dapat mengatur aplikasi berdasarkan nama atau warna. Bisa juga mengaturnya secara manual sesuai kebutuhan dan selera. Saat Anda mengunduh aplikasi baru, maka tata letaknya akan langsung menyesuaikan. Pencarian dengan Launcher juga semakin mudah. Tiba-tiba lupa nama aktor dari film yang baru saja Anda tonton? Bisa langsung mencari lewat Launcher. Sebelumnya, Launcher akan menampilkan preview singkat dari hasil pencarian. Namun kini, informasi yang ditampilkan akan lebih banyak lagi. Anda bisa langsung menemukan nama aktor yang dimaksud bahkan informasi mengenai cuaca. Semuanya bisa dilakukan tanpa meninggalkan Launcher. Photo Credit: Google Blog Jika Anda bekerja dengan banyak tab di Chrome dan jendela terbuka, tentu akan sulit untuk untuk menemukan bagian yang Anda cari. Alih-alih memilah tab satu persatu, cukup lakukan pencarian cepat di Launcher. Tab yang dimaksud pun akan langsung terbuka. Launcher versi terbaru ini akan segera hadir ke semua jenis Chromebook. Baca juga: Cara Baru Explore dan Share di Chrome OS pada Chromebook Edit dengan suara Photo Credit: Google Blog Anda mungkin sudah familier dengan fitur Dictation yang ada di Chrome OS. Dengan fitur tersebut, Anda bisa mendiktekan teks di aplikasi manapun, entah itu email atau browser. Sekarang, fitur tersebut telah dilengkapi dengan fitur edit yang memungkinkan pengguna untuk menyunting tulisan hanya dengan suara. Cukup ucapkan “hapus” atau “erase” untuk menghapus huruf terakhir atau “move to next character” untuk menyesuaikan posisi kursor Anda di layar. Tidak yakin perintah apa yang harus digunakan? Ucapkan “bantuan” atau “help” dan Chromebook akan memberi Anda ide. Untuk menggunakan fitur ini, aktifkan Dictation pada Pengaturan atau tekan tombol Everything + D. Baca juga: Sign-In Lebih Aman dan Nyaman di Chromebook Menyambut total update yang sudah mencapai angka 100, Chromebook meluncurkan fitur baru dan memperkenalkan calon device yang akan segera dipasarkan. Tertarik untuk mulai menjajal Chrome OS namun belum menemukan mana perangkat Chromebook yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Tak perlu khawatir, EIKON Technology siap membantu. Anda juga bisa mempelajari spesifikasinya lebih dulu di sini   

Google Workspace

3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace

Saat menggunakan Google Workspace, Anda dapat mengelola tugas dengan berbagai cara. Misalnya, untuk menambahkan tugas pribadi, bisa gunakan Google Tasks. Sedangkan untuk membuat daftar tugas tersedia Google Docs. Sedang mengerjakan tugas kelompok? Ada Google Chat Spaces untuk berkomunikasi. Mari pelajari bagaimana ketiga aplikasi tersebut bantu Anda melacak tugas. Google Calendar untuk memastikan tugas tepat waktu Photo Credit: Google Calendar Google Calendar tidak hanya menyediakan kapabilitas untuk melacak event yang terjadi pada waktu tertentu (misalnya rapat atau janji temu), tapi juga memasukkan sekaligus menampilkan tugas. Mulai jenis tugas mungkin harus ditambahkan pada atau sebelum hari tertentu (seperti membayar tagihan), namun kebanyakan bisa diselesaikan dalam waktu dekat (misal, membaca laporan rapat). Pada Google Calendar versi web, centang checkbox Tasks yang ada di bagian kiri kalender untuk menampilkan tugas dan deadline. Tugas akan muncul di bagian bawah tanggal dan di atas acara yang dijadwalkan. Untuk melihat semua tugas yang tersedia, buka panel samping dan pilih ikon tasks. Sedangkan untuk menambahkan tugas pribadi, pilih +Create | Task. Tugas akan muncul jika Anda mencentang opsi Tasks. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Google Chat Spaces untuk tugas kelompok Photo Credit: Google Chat Spaces yang ada di Google Chat menyediakan tempat bagi tim untuk mengobrol, berbagi file, dan melacak tugas. Pada versi web, buka Google Chat, pilih Spaces dan klik tab Tasks. Setelah Anda memilih “Add spaces task”, Anda bisa langsung memasukkan judul tugas, detail, tanggal/waktu, seperti pada Google Task standar. Di samping itu, Anda juga dapat menetapkan tugas ke anggota Spaces mana pun. Untuk mulai berkolaborasi dengan anggota tim lain, pilih tab Tasks yang ada di Spaces. Dengan fitur tersebut, Spaces yang tersedia di Google Chat merupakan opsi yang sangat baik untuk manajemen tugas tim Google Workspace. Google Docs untuk membuat checklist Photo Credit: Google Docs Anda bisa menambahkan checklist untuk menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan. Cukup klik checklist yang ada di bagian atas halaman. Tulis judul tugas dan kemudian tekan enter untuk menambahkan tugas lain. Setelah itu, tekan tombol Share untuk mengundang anggota tim lainnya. Setelah tugas selesai, Anda bisa memberikan centang. Anggota tim lainnya pun bisa langsung tahu bahwa tugas tersebut selesai. Berkolaborasi di Google Docs menghasilkan setidaknya dua manfaat signifikan. Pertama, aplikasi tersebut menyediakan banyak ruang untuk menambahkan catatan dan mendiskusikan tugas, baik dengan teks maupun dengan komentar yang disisipkan. Kedua, Anda juga dapat meninjau perubahan pada dokumen dari waktu ke waktu dengan fitur Version history. Bagaimana pengalaman Anda dalam mengelola tugas? Apabila yang Anda cari tidak ada pada ketiga aplikasi di atas, jangan khawatir. Sebab, Google masih memiliki beberapa aplikasi produktivitas lain seperti Gmail, Keep, hingga Spreadsheet. Bukan hanya itu, Anda juga bisa menjelajahi kategori Task management di Google Workspace Marketplace. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Bagaimana Anda biasanya mengelola tugas selama menggunakan Google Workspace? Sudahkah Anda mencoba Spaces di Google Chat Spaces untuk komunikasi dan kolaborasi dengan tim Anda? Mana yang lebih sering Anda gunakan. Google Task atau Docs? Atau justru sekarang Anda belum menemukan platform produktivitas sekaligus kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan? Dengan berbagai aplikasi dan layanan yang disediakan, Google Workspace bisa dijadikan pilihan. Terlebih, Anda juga bisa menemukan aplikasi tambahn melalui Google Workspace Marketplace. Kini Anda bisa mendapatkan Google Workspace untuk kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology yang merupakan authorized partner Google Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket Google Workspace berlisensi resmi yang dapat disesuaikn dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud, Info

BDO Indonesia: Transformasi Kolaborasi Cloud yang Aman

BDO Indonesia merupakan salah satu jaringan kantor akuntan publik, pajak, dan penasihat terbesar di dunia. Hingga sekarang, BDO Indonesia melayani lebih dari 1.658 kantor di 167 negara dan wilayah di seluruh dunia sebagai klien. Dengan karakteristik yang fleksibel, kombinasi dari perusahaan lokal dan sekitar 91,054 profesional yang tersebar di berbagai belahan dunia. Meningkatkan keamanan dan kepatuhan (compliance) adalah fokus utama proyek EIKON dengan BDO Indonesia. EIKON membantu BDO Indonesia untuk menerapkan manajemen endpoint menggunakan Google Workspace Enterprise Edition dengan tujuan mengamankan serta melindungi data penting perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: tirachardz (Freepik) Mengelola endpoint membutuhkan banyak upaya. Tidak hanya dari sisi IT, tetapi juga bisa sangat melelahkan dari sisi pengguna. Terlebih di BDO Indonesia ada banyak sekali karyawan yang bekerja dari jarak jauh (remote). Perusahaan harus bisa memastikan tiap karyawan bisa mengakses data yang mereka butuhkan tanpa harus mengorbankan keamanannya. Baik keamanan karyawan maupun keamanan perusahaan itu sendiri. Bagian IT perusahaan tidak hanya dituntut untuk bisa memberikan akses yang mudah bagi seluruh karyawan, tapi juga memastikan bahwa akses yang mereka berikan aman. Dengan begitu, data perusahaan bisa tetap aman dan terhindar dari ancaman kejahatan siber. Para karyawan pun bisa bekerja dengan lancar tanpa harus melalui kerumitan; contohnya, harus menggunakan VPN (virtual private network) untuk bisa mengakses data perusahaan. Di atas kertas, hal ini memang tidak mustahil untuk dilakukan. Namun di lapangan, prakteknya bisa sangat memakan banyak waktu dan tenaga. Solusi yang ditawarkan EIKON membantu BDO Indonesia untuk menemukan solusi keamanan yang tepat. Dengan begitu, BDO Indonesia dapat menyediakan lingkungan yang aman bagi karyawan selama bekerja di dalam maupun di luar jaringan perusahaan. Di saat yang bersamaan, perusahaan juga memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses seluruh data yang mereka butuhkan. EIKON mengimplementasikan hal tersebut dengan menyusun strategi peluncuran Advanced Endpoint Management untuk BDO Indonesia menggunakan Google Workspace Enterprise Edition. Hasil Google Workspace menyediakan sebuah inovasi solusi untuk meningkatkan keamanan data perusahaan serta endpoint yang sekaligus memudahkan pengguna akhir untuk mengakses data dan berkolaborasi dengan orang lain. BDO Indonesia telah melihat dampak yang luar biasa dengan mengimplementasikan Google Workspace Enterprise Edition. Setelah penerapan, BDO Indonesia mampu mengelola endpoint mereka dengan aman. Dengan begitu, perusahaan dapat mengarahkan fokus pada apa yang benar-benar penting bagi bisnis mereka. “Google secara konsisten berinvestasi dalam solusi Google Workspace mereka. Sebagai pelanggan, kami mendapatkan banyak keuntungan dari hal tersebut. Perusahaan kami bisa mendapatkan software yang lebih baik setiap hari tanpa harus melakukan apa pun. Keamanan penting bagi kami dan Google Workspace mampu memberikan apa yang kami harapkan. Ini membawa begitu banyak efisiensi bagi perusahaan kami.” – Charthon A. Kurniawan, Head of IT, BDO Indonesia Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Sekarang ini, sudah bukan hal aneh jika suatu perusahaan memiliki karyawan yang tersebar di seluruh belahan dunia. Mereka bekerja secara remote dengan dukungan teknologi. Sayangnya, kemudahan tersebut juga menyembunyikan potensi bahaya. Di saat karyawan mengakses data perusahaan dari jaringan luar, otomatis keamanan perusahaan pun menjadi rentan. Sebagai solusi biasanya perusahaan akan menyarankan karyawan untuk memasang aplikasi atau software VPN. Cara tersebut memang bisa membantu, tapi dari sisi karyawan, jelas akan mengganggu pekerjaan mereka. Waktu mereka yang sebenarnya bisa digunakan untuk produktivitas justru dihabiskan untuk mengunduh VPN dan menunggu jaringan siap. Tantangan seperti ini pernah dihadapi oleh BDO Indonesia. Kini, mereka telah berhasil menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan Google Workspace Enterprise Edition. Apakah perusahaan Anda juga menghadapi tantangan yang sama? EIKON Technology siap menyediakan solusi terbaik untuk perusahaan Anda dengan menyediakan berbagai solusi dari Google Workspace. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace, Info

Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Google Classroom telah terbukti membantu kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi. Maka tak mengherankan jika jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan signifikan. Data dari Bloomberg menyebutkan bahwa user Google Classroom naik dua kali lipat pada awal masa pandemi di tahun 2020 lalu. Tingkat demand yang tinggi tak lantas membuat Google bersantai. Justru sebaliknya, setelah mengalami lonjakan jumlah pengguna, Classroom terus mengalami peningkatan. Paling baru, Google berencana meluncurkan fitur Practice sets untuk membantu pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Seperti apa? Hambatan dalam pengajaran online Photo Credit: gpointstudio (Freepik) Penggunaan teknologi seperti Google Classroom memang terbukti mampu membantu memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meski di tengah pandemi. Hanya saja, di masa pandemi, kondisi tiap siswa tidak sama. Ada yang merasa lebih nyaman mengikuti kelas online, namun tentu ada juga yang lebih suka dengan metode pengajaran konvensional. Bagi para pengajar, hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Sebab, kebutuhan para siswa dalam mendapatkan materi pelajaran tidak bisa disamaratakan. Menjawab tantangan tersebut, Google Classroom menghadirkan fitur Practice sets. Uji coba dengan versi beta Google mengumumkan fitur ini bulan Maret 2022 lalu. Rencananya, fitur tersebut akan tersedia di Google Classroom. Practice sets pada dasarnya merupakan serangkaian fitur yang membantu para pengajar untuk lebih fokus pada keunikan masing-masing siswa. Sebelum diluncurkan untuk publik, fitur ini akan diluncurkan dalam versi beta untuk setiap pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam beberapa bulan mendatang. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Mengenal fitur Practice sets Photo Credit: Google Blog Klaim utama Practice sets adalah untuk membantu menciptakan jalur pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Dengan memanfaatkan fitur ini pengajar dapat memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal kebutuhan unik masing-masing siswa dan memberi mereka lebih banyak tanggapan pribadi. Practice sets memungkinkan pengajar untuk mengubah konten pengajaran mereka menjadi tugas yang interaktif untuk membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Fitur ini nantinya juga mencakup alat penilaian otomatis. Itu berarti, para pengajar tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menilai tugas para siswa secara manual. Bantu guru membuat konsep pengajaran Menariknya lagi, fitur ini juga diklaim akan membantu para pengajar dalam menentukan konsep yang membutuhkan lebih banyak waktu pengajaran dan siswa yang membutuhkan dukungan ekstra. Fitur ini juga didukung oleh performance insight untuk meudahkan mereka dalam membentuk rencana pelajaran di masa mendatang. Tingkatkan kepercayaan diri siswa Photo Credit: Freepik Di sisi lain, para siswa akan menerima tanggapan secara real time setiap mereka selesai mengerjakan tugas. Mereka juga akan mendapatkan petunjuk pengerjaan soal melalui penjelasan visual dan video. Dengan begitu, mereka bisa tetap mengerjakan tugas yang dirasa sulit. Practice set bahkan akan merayakan keberhasilan siswa dengan animasi dan confetti ketika mereka berhasil memecahkan masalah. Google kini sedang menguji Practice sets dengan beberapa sekolah sebelum peluncuran beta yang direncanakan akhir tahun ini. Fitur ini akan tersedia untuk semua pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam Google Classroom. Institusi yang menggunakan Google Workspace for Education Plus juga akan memiliki akses ke fitur tersebut setelah diluncurkan. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online Yang Aman dengan Google For Education Fitur ini rencananya akan diluncurkan dalam versi beta pada akhir tahun 2022 nanti. Bagi Anda yang tak sabar ingin menjajal fitur Practice sets, bisa mulai berlangganan Google Workspace for Education dari sekarang. Dengan begitu, saat fitur resmi diluncurkan bisa langsung digunakan. Dapatkan Google Workspace for Education untuk institusi atau lembaga pendidikan milik Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology hanya menawarkan produk resmi bergaransi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan hingga aplikasi terpasang dan bisa digunakan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Info

Privacy Tracking Google Workspace Ditunda, Mengapa?

Di awal tahun 2022, Google Workspace mengumumkan bahwa di akhir bulan Maret, kontrol “Web & App Activity” akan diubah. Namun hingga artikel ini ditulis (6/4), perubahan tersebut masih belum dijalankan. Sebelumnya, update kontrol “Web & App Activity” dijadwalkan akan meluncur pada tanggal 29 Maret 2022. Namun Google kemudian memutuskan untuk menunda peluncuran hingga Mei 2022 nanti. Untuk alasannya sendiri, Google tidak memberikan detail lebih lanjut. Kontrol “Web & App Activity” Pada rencana awal, bagi para pengguna Google Workspace berbayar, kontrol “Web & App Activity” akan dihapus dari panel kontrol administrator dan akan dibagi menjadi dua setelan berbeda. Namun hingga sekarang, pengaturan baru tersebut tak kunjung diluncurkan. Saat rencana tersebut pertama kali diumumkan, publik meresponsnya dengan pertanyaan besar. Sebab, muncul banyak perubahan yang membingungkan terjadi. Pertama, administrator tak lagi memiliki kontrol atas pengaturan privasi. Itu artinya, kontrol privasi sepenuhnya diberikan kepada setiap pengguna. Dalam pengertian lain, rencana tersebut juga mengindikasikan bahwa Google tak lagi menganggap pengaturan privasi pengguna. Perusahaan yang sebelumnya memilih untuk tidak terdeteksi pada tracking, kini mau tak mau harus mengaktifkan tracking. Baca juga: Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Memperkuat Kolaborasi Kerja Apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace? Photo Credit: Rawpixel Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan Privacy Tracking Google Workspace. Pada dasarnya, kontrol  Web & App Activity merupakan sebuah checkbox yang memungkinkan Google untuk melacak dan menyimpan hampir semua aktivitas Anda di akun Google (termasuk pengaturan lokasi, bahasa, alamat IP, hingga penelusuran teks dan audio di Sebagian besar produk Google). Fitur tersebut juga memiliki kapabilitas untuk menyimpan iklan yang pernah Anda klik atau barang yang sebelumnya dibeli di marketplace serta informasi tambahan mengenai perangkat, seperti aplikasi terbaru yang Anda gunakan, nama kontak yang baru ditelusuri, dan History Chrome, bahkan diagnostic perangkat Android. Search History checkbox Privacy Tracking Google Workspace juga menghadirkan “Search History”checkbox baru yang menyediakan pelacakan khusus untuk berbagai layanan Google Workspace (yang berarti aplikasi bisnis seperti Gmail, Calendar, Docs, Contacts, Drive, Google Chat, dan Keep, serta aplikasi lain yang disertakan dalam persyaratan Google Workspace) Namun Search History tidak menyertakan Google Search, Google Maps, YouTube, dan aplikasi Google lain yang tidak termasuk dalam persyaratan Workspace. Google menyebutkan hal ini dilakukan karena Workspace merupakan layanan berbayar dan menjamin bahwa mereka “tidak pernah menggunakan data pengguna di layanan inti Google Workspace untuk iklan”. Sebab pada akun gratis, aktivitas akan direkam dan digunakan sebagai data untuk iklan. “Misteri” lain yang belum terpecahkan Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Google memilih untuk tidak mengaktifkan privacy-preserving default dan tampaknya setiap perubahan akan menghasilkan lebih banyak pelacakan. Jika perusahaan Anda memilih untuk keluar dari pelacakan dan ingin kembali ke pengaturan sebelumnya, administrator harus mengirim email ke setiap anggota dan berharap mereka meluangkan waktu untuk mematikan pengaturan. Sayangnya, kebanyakan pengguna individu cenderung kurang paham teknologi daripada administrator organisasi dan cenderung tidak mau mengacaukan pengaturan tersebut. Untuk mematikan pengaturan, buka halaman My Activity, di mana Anda dapat mengontrol “Web & App Activity”. Google mengatakan bahwa pengaturan “Search History” yang baru akan berada di tautan “Other Google activity” yang ada di sidebar. Jika Anda tidak melihat “Search History”, itu artinya perusahaan Anda belum mendapatkan perubahan privasi, periksalah kembali dalam beberapa hari. Baca juga: 5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda Dari sini bisa disimpulkan bahwa update Privacy Tracking Google Workspace akan ditunda hingga Mei 2022. Google sendiri tidak menyebutkan detail mengapa terjadi penundaan tersebut. Namun bisa dipastikan bahwa Google Workspace sedang mengupayakan pengaturan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk Anda yang ingin meningkatkan kapabilitas Google Workspace, tersedia beberapa paket yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari untuk keperluan pekerjaan, hingga pendidikan, semuanya tersedia di Google Workspace. Tingkatkan produktivitas usaha Anda dengan Google Workspace resmi hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology hanya menyediakan produk resmi dan berlisensi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menggunakan Fitur Appointment Booking Google Workspace

Google Workspace baru saja memperbarui platform kalendernya. Pada update terbaru ini, pengguna dapat berbagi ketersediaan (availability) dengan para klien di halaman booking khusus, Kini Anda dapat menjadwalkan rapat pada waktu yang sudah ditentukan, bahkan dengan klien yang tidak memiliki akun Google sekalipun. Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada Juni 2021 lalu. Namun hanya untuk rilis terbatas. Appointment Booking diluncurkan untuk umum mulai 6 April 2022 dan tersedia untuk seluruh pengguna Business Standard dan paket langganan Workspace lain yang lebih tinggi. Untuk menjadwalkan janji temu di Google Workspace, mari simak penjelasan berikut. Mengaktifkan jadwal Google Calendar Appointment Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, fitur Appointment Booking ini hanya tersedia untuk paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Layanan ini belum tersedia untuk pengguna Workspace Essentials, Business Starter, Frontline, G Suite Basic, dan G Suite Business. Untuk Anda yang menggunakan akun Google Calendar untuk perusahaan atau sekolah, tersedia alternatif melalui appointment slots atau appointment schedules. Jika Anda sudah memiliki akun yang sesuai, bisa langsung mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Calendar di komputer Anda. Kemudian masuk ke “Settings” dan pilih menu “General”. Masuk ke opsi “Appointment schedules”. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Sedangkan untuk menonaktifkan fitur, cukup hapus centang pada kotak. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cara menggunakan Appointment schedule di Google Calendar  Photo Credit: Rawpixel Bagi pemilik akun Google Workspace yang ditingkatkan, bisa langsung klik tombol “Create” dan pilih opsi “Appointment schedule” pada menu pull-down. Kemudian Anda bisa membuat halaman booking, mencantumkan ketersediaan waktu, dan mengizinkan rekan atau klien untuk memilih jadwal yang paling sesuai. Selain itu, pengguna juga bisa memilih durasi dan lokasi rapat yang sudah ditentukan, baik di dunia nyata maupun melalui video di Google Meet. Sedikit tips tambahan Untuk membuat jadwal janji temu, Anda juga dapat mengklik kapan saja di bagian kalender yang belum memiliki acara yang dijadwalkan. Di jendela yang muncul, klik Appointment schedule. Pilih opsi “Create a new appointment schedule” atau “Add availability to an existing schedule”. Fitur baru ini juga membantu Anda untuk menghindari jadwal yang overlap. Jika Anda memilih opsi “Ya” atau “Maybe” pada suatu event maka halaman booking akan otomatis terisi sesuai waktu yang tercantum. Apa perbedaan Appointment schedule dengan Appointment slots Fitur “Appointment schedule” membuat Google Calendar lebih sesuai dengan platform penjadwalan Calendly sehingga dapat mengintegrasikan lima kalender berbeda, termasuk Google Calendar dan Microsoft Teams. Google Calendar sebenarnya sudah lama memiliki fitur Appointment slots. Namun fitur tersebut hanya ditujukan untuk grup internal, seperti teman sekelas, rekan kerja atau teman. Sedangkan fitur Appointment schedule ini dapat ditujukan untuk siapa saja yang memiliki alamat email, bahkan untuk mereka yang tidak memiliki akun Google. Selain itu, Appointment schedule juga menyediakan kapabilitas deteksi konflik otomatis yang akan menunjukkan waktu-waktu Anda sibuk. Dengan begitu, fitur ini membantu mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk menemukan dan melakukan penjadwalan ulang janji temu. Pengguna Workspace juga dapat mengontrol berapa banyak orang yang dapat booking jadwal lebih awal atau menit terakhir, membatasi jumlah janji temu per hari, menambahkan jeda antar rapat, mengumpulkan info tambahan dari orang yang membuat janji, dan mengirimkan email pengingat sebelum rapat. Apakah Appointment slots tak lagi relevan? Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Ada beberapa fitur yang ada pada Appointment slots yang tidak tersedia di Appointment schedule. Google memberikan rekomendasi untuk menggunakan fitur Appointment slots lama, terutama jika Anda perlu menambahkan anggota tim tambahan, melimpahkan dukungan kalender atau memesan ruang konferensi. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Fitur Appointment schedule ini memungkinkan user untuk lebih mudah menata aktivitas dan menghindari penumpukan jadwal. Untuk sekarang, fitur ini baru tersedia pada paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Tertarik untuk menggunakan Appointment schedule? EIKON Technology menyediakan paket langganan Google Workspace Business dengan lisensi resmi dari Google dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

Google Docs, Google Workspace

Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel!

Google Docs baru saja menambahkan fitur Markdown pada Google Docs versi web. Update ini memungkinkan Anda untuk bisa menyunting dokumen dengan text shortcut. Jadi, tak perlu lagi bolak-balik klik icon atau menekan keyboard shortcut. Lalu bagaimana cara kerjanya? Apa itu Markdown? Markdown merupakan sebuah bahasa markup ringan yang dibuat oleh John Gruber di tahun 2004. Dengan memanfaatkan bahasa tersebut, Anda bisa menambahkan berbagai elemen pemformatan ke dokumen teks tanpa harus menggunakan icon bantuan atau keyboard shortcut. Kini, Markdown sudah menjadi salah satu bahasa markup populer di dunia. Menggunakan Markdown berbeda dengan menggunakan editor WYSIWYG yang ada pada aplikasi semacam Microsoft Word. Pada editor tersebut, untuk mengubah format teks Anda harus mengeklik tombol tertentu. Pada Markdown, Anda cukup menambahkan karakter tertentu pada teks maka formatnya pun akan langsung berubah. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Cara kerja Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, Markdown mengubah format teks dengan menambahkan karakter tertentu. Karakter tersebut sebenarnya sudah punya “pakem” sendiri, yaitu Markdown syntax. Di Google Docs sendiri, memang tidak seluruh Markdown syntax berlaku. Google memilih beberapa yang dinilai paling sering digunakan oleh para user seperti fungsi bold dan mengatur heading. Berikut adalah beberapa Markdown syntax yang berlaku di Google Docs versi web: # untuk Heading 1. ## untuk Heading 2. ### untuk Heading 3. _  atau * di awal dan akhir kata untuk fungsi italic (membuat teks miring). ** di awal dan akhir kata untuk fungsi bold (membuat teks tebal). [] di awal dan akhir kata kemudian diikuti (alamat URL) untuk membuat hyperlink. Misalnya Anda ingin mengetik Google Workspace di sini. Maka tinggal mengetikkan **Google Workspace** [_di sini_]( https://workspace.eikontechnology.com/). Google menyebutkan bahwa untuk saat ini, Markdown syntax yang berlaku adalah sebagai berikut: Headings. Italic dan bold. Bold + italic. Strikethrough atau garis coret tengah. Hyperlink. Mengaktifkan Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum mulai mengetik dengan Markdown, Anda harus memastikan bahwa fitur tersebut memang sudah tersedia dan aktif. Untuk melakukan pengecekan tidaklah sulit. Cukup klik menu “Tools” yang ada pada bagian atas Google Docs kemudian pilih opsi “Preferences”. Saat menu “Preferences” terbuka, pastikan sudah ada opsi “Automatically detect markdown” dan pastikan checkbox yang ada di sebelahnya sudah tercentang. Jika belum tercentang, segera klik box yang kosong dan kemudian klik tab “OK” untuk menyimpan pengaturan. Ketersediaan Fitur Markdown ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan Business. Seluruh pemilik akun Google pribadi yang ingin menggunakan Google Docs juga bisa mencoba fitur Markdown ini. Pengaturan Markdown tidak memerlukan izin dari administrator karena memang ditujukan untuk seluruh end user Google Docs. Untuk cara mengaktifkannya cukup mengikuti panduan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Perlu diingat juga, update ini mulai diluncurkan pada tanggal 29 Maret 2022. Proses rollout akan terus berjalan hingga 15 hari setelahnya. Diperkirakan pada tanggal 13 April 2022 nanti, seluruh end user Google Docs sudah bisa menikmati fitur Markdown ini. Baca juga: Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah Kini Anda sudah bisa melakukan pemformatan dengan Markdown di Google Docs versi web. Selain Docs, Google juga memiliki berbagai aplikasi dan layanan produktivitas untuk memudahkan pekerjaan Anda. Berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi Google lain akan lebih cepat dengan Google Workspace, platform yang menampung seluruh aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, hingga Meet. Untuk penerapan Google Workspace skala besar seperti untuk keperluan perusahaan, Anda bisa menghubungi kami, EIKON Technology. Kami merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Untuk langsung terhubung dengan kami, silakan klik di sini!

Scroll to Top