EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program

Baru-baru ini, Google memperkenalkan sebuah layanan migrasi data bernama Database Migration Program. Layanan ini menawarkan sebuah pendekatan baru untuk memigrasikan database open source maupun kepemilikan yang ada ke layanan database terkelola Google Cloud. Dengan Database Migration Program, Anda akan mendapatkan akses menuju penilaian, peralatan, praktik terbaik, dan sumber daya dari jaringan mitra teknologi basis data khusus dari Google. Program ini juga menawarkan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi biaya migrasi, membantu Anda memigrasikan database ke Google Cloud dengan cepat dan hemat biaya. Kemudahan yang ditawarkan penyimpanan cloud Selama beberapa tahun terakhir, sudah banyak perusahaan yang menyadari manfaat cloud dalam perjalanan modernisasi aplikasi mereka. Cloud membantu mereka menjadi lebih efisien, terukur, gesit, dan inovatif. Selain itu, database cloud terkelola biasanya menghasilkan biaya kepemilikan yang lebih rendah secara keseluruhan. Namun, banyak perusahaan terus mengelola database sendiri di cloud instances atau membiarkan database on premise, bahkan saat aplikasi berjalan di cloud. Alasan utamanya adalah kompleksitas migrasi database. Database adalah inti dari operasi sehari-hari setiap perusahaan, membuatnya lebih sulit untuk dipindahkan. Selain itu, migrasi bisa mahal, memakan waktu, dan berisiko. Baca juga: 3 Alasan Mengapa Anda Harus Menambahkan Cloud sebagai Data Strategy Database Migration Program sebagai solusi migrasi data Photo Credit: jcomp (Freepik) Database Migration Program dari Google Cloud ini berupaya mengatasi kerumitan proses tersebut dengan memberikan panduan dan dukungan komprehensif. Penilaian dari Google akan membantu Anda memahami jejak armada database, dependensi dan arsitekturnya. Google Cloud juga terhubung dengan mitra khusus yang dapat membantu lewat keahlian mereka mengenai tools dan resource untuk memindahkan data tanpa mengganggu bisnis Anda. Selain itu, Google Cloud menawarkan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi biaya migrasi, membantu Anda memigrasikan database dengan cepat dan hemat biaya. Tiga langkah untuk migrasi data yang sukses Database Migration Program memandu Anda mulai dari tahap penilaian dan perencanaan awal hingga proses migrasi itu sendiri. Tentunya dengan bantuan ahli dari mitra database yang telah memenuhi persyaratan. Berikut cara Google Cloud membantu di setiap tahap perjalanan migrasi database melalui Database Migration Program: Menilai: Pada tahap ini dilakukan penilaian database untuk menemukan dan menganalisis database dan aplikasi yang Anda miliki. Agar proses berjalan lancar, manfaatkan tool dan resources khusus yang telah disediakan. Jangan lupa, Google juga telah terhubung dengan pakar database yang siap memberikan panduan berdasarkan kebutuhan dan persyaratan khusus Anda. Rencanakan: Database Migration Program terhubung dengan mitra database khusus Google Cloud yang dapat membantu Anda membuat rencana migrasi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan resources dan perkiraan biaya.  Layanan ini juga dapat membantu mengidentifikasi beban kerja yang tepat untuk memulai migrasi Anda. Jalankan: Database Migration Program menyediakan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi sebagian biaya migrasi Anda dengan membantu membayar mitra teknologi spesialis yang melakukan migrasi database. Tidak perlu memindahkan semuanya sekaligus, Anda bisa mulai dengan memindahkan satu departemen atau database pada satu waktu dan menggunakan program lagi sebanyak yang Anda butuhkan. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Baca juga: Alur Sederhana untuk Merencanakan Migrasi Cloud Google Cloud terus berupaya untuk menghadirkan solusi dan layanan yang memudahkan Anda dalam mengoptimalkan penggunaan cloud. Hadirnya Database Migration Program dapat dimanfaatkan untuk menyederhanakan migrasi data, suatu proses yang selama ini dianggap sangat kompleks dan membutuhkan waktu lama. Agar tidak ketinggalan berbagai kemudahan tersebut, segera gunakan Google Cloud sebagai solusi penyimpanan database Anda. Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda menyediakan produk Google Cloud resmi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Chromebook

Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda

Keamanan data menjadi sorotan penting akhir-akhir ini. Laporan dari Purplesec menyebutkan bahwa kejahatan siber meningkat hingga 600% selama masa pandemi. Di samping itu, IBM menemukan bahwa kerugian finansial yang disebabkan data breaching telah mencapai US$137.000 selama kebijakan work from home diterapkan. Angka-angka tersebut jelas tidak bisa dianggap remeh. Pengguna internet perlu menerapkan penggunaan alat yang mampu melindungi keamanan data mereka sekaligus memberikan mitigasi risiko yang cepat. Melalui perambannya, Chrome terus berusaha menyediakan solusi yang aman. Secara proaktif, Chrome meningkatkan keamanan web untuk menjaga keamanan data pengguna. Hal ini bisa dilihat dari berbagai inovasi keamanan yang ditawarkan Chrome seperti sandbox dan isolasi situs. Keamanan default Chrome memiliki banyak perlindungan bawaan yang diterapkan secara default. Dengan mengaktifkan pembaruan otomatis, Chrome menawarkan perbaikan cepat dan otomatis kepada perusahaan untuk kerentanan zero day. Chrome juga menghadirkan pertahanan mendalam yang mencakup kemampuan seperti isolasi situs dan sandbox agar kode berbahaya tidak memengaruhi situs lain atau bahkan perangkat pengguna. Infrastruktur pemindaian dari Chrome mendeteksi dan menghapus ekstensi berbahaya dari Chrome Web Store (tercatat, pada tahun 2021, penurunan nyaris mencapai 90%) untuk mencegah pengguna terinfeksi ekstensi berbahaya. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Perlindungan terhadap pengguna Chrome Photo Credit: lookstudio (Freepik) Chrome menawarkan lapisan perlindungan tambahan yang menjaga pengguna tetap aman dan memberikan informasi berguna setiap kali muncul potensi risiko keamanan. Misalnya, Safe Browsing (fitur bawaan Chrome) untuk melindungi perangkat dengan menampilkan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba menavigasi ke situs berbahaya atau mengunduh file berbahaya. Chrome juga memberikan insight mengenai keamanan kata sandi, memberi tahu pengguna jika kata sandi mereka telah disusupi atau bahkan meminta mereka untuk mengubah kata sandi. Kontrol perusahaan Setiap perusahaan pasti memiliki kebutuhan keamanan yang unik. Itulah sebabnya Chrome memberi perlindungan lanjutan dan pengelolaan kebijakan terperinci khusus perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan ratusan opsi kebijakan, administrator dapat menggunakan berbagai alat pengelolaan, termasuk Chrome Browser Cloud Management, untuk menyesuaikan browser. Chrome Browser Cloud Management menyediakan pengelolaan ekstensi perusahaan yang andal serta prioritas keamanan bagi banyak organisasi. Photo Credit: Google Cloud Blog Alur kerja permintaan ekstensi yang dimiliki Chrome memungkinkan pengguna meminta ekstensi dan administrator mengizinkan atau menolak permintaan tersebut. Baru-baru ini Chrome juga telah merilis penyematan ekstensi yang memungkinkan administrator memasang pin ke versi ekstensi tertentu untuk mendukung proses peninjauan keamanan internal apa pun. Di samping itu, visibilitas dan pelaporan adalah area fokus lain yang mendukung tim IT perusahaan. Melalui Chrome Browser Cloud Management, administrator dapat memperoleh lebih banyak insight mengenai lingkungan browser mereka. Data ini akan membantu tim IT dalam membuat keputusan keamanan, memahami perangkat yang menjalankan Chrome, dan menyelidiki jika masalah muncul. Keamanan Zero Trust Terakhir, Chrome juga dapat membantu Anda dalam melakukan modernisasi strategi keamanan perusahaan dengan migrasi ke model akses Zero Trust. BeyondCorp Enterprise membantu mengamankan end point dengan integrasi Threat and Data Protection secara langsung di Chrome. Ini akan melindungi Anda dari risiko kehilangan data yang disengaja atau tidak disengaja sekaligus mencegah malware dan phising secara real-time. Selain itu, Chrome dan BeyondCorp Enterprise juga telah memberi dukungan kepercayaan perangkat dan sinyal keamanan end point langsung dari browser yang secara signifikan mengurangi penerapan Zero Trusy di lingkungan Anda. Lebih lanjut mengenai keamanan Chrome, Anda bisa mengakses Chrome 2.1 CIS Benchmark yang baru. Indikator tersebut mencakup rekomendasi independen tentang kebijakan Chrome mana yang harus dikonfigurasi untuk membantu mendukung kebutuhan keamanan dan kepatuhan perusahaan. Baca juga: Penerapan Keamanan Zero Trust Pada Workload dengan GKE, Traffic Director, dan CA Service Meski risiko yang mengancam keamanan data terus meningkat, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan apa-apa. Chrome menawarkan beberapa opsi keamanan yang bisa Anda manfaatkan untuk menelusuri internet dengan aman. Agar perlindungan keamanan data semakin optimal, Anda bisa mempertimbangkan perangkat Chromebook. Dengan sistem operasi Chrome, perangkat Chromebook tidak hanya mudah dioperasikan tapi juga mampu menjamin keamanan data Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pilihan perangkat Chromebook, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Fitur Penelusuran BigQuery: Bantu Tentukan Elemen Unik Data dengan Mudah

BigQuery baru saja memperkenalkan kapabilitas baru yang memungkinkan Anda untuk bisa menemukan elemen data unik dalam teks tak terstruktur dan JSON yang semi-terstruktur, tanpa harus mengetahui skema tabel terlebih dulu. Pembaruan ini akan membantu Anda meningkatkan kinerja dan biaya saat harus menemukan baris data alih-alih agregasi. Misalnya, mengidentifikasi baris data yang terkait dengan pengguna untuk pelaporan GDPR (General Data Protection Regulation). Indeks penelusuran ini sepenuhnya tanpa server dan dikelola oleh BigQuery. Contoh penggunaan fungsi dan indeks penelusuran BigQuery   Kasus Contoh Penggunaan Dasbor yang perlu filter selektif Mengiris dan memotong data berdasarkan item inventaris yang berbeda Identifikasi subset data yang ditargetkan dalam set data besar Buat kohort pasien dengan mutasi gen yang tepat Proses regulasi yang memerlukan pencarian elemen data spesifik Temukan dan hapus catatan pengguna untuk GDPR Pemecahan masalah pengembang Identifikasi entri log aplikasi yang terkait dengan kode kesalahan tertentu Audit keamanan Tinjau semua aktivitas jaringan dari alamat IP tertentu Bagaimana indeks penelusuran BigQuery bekerja Indeks penelusuran adalah indeks terbalik yang berada di samping data BigQuery utama Anda. Fungsinya adalah untuk mempercepat pencarian titik dengan memberikan insight mengenai lokasi elemen data tertentu di penyimpanan dasar tabel. Berikut adalah beberapa kemudahan yang ditawarkan fitur penelusuran BigQuery: Pencarian skala besar Indeks penelusuran BigQuery menawarkan skala petabyte untuk menyimpan semua log real-time dan historis. Sehingga sesuai untuk analitik keamanan, ancaman sistem yang tidak spesifik dan lokal, beberapa cloud, dan Kubernetes. Misalnya, jika seorang peretas masuk ke GCP, mereka kemungkinan juga akan masuk ke komponen lain dan Anda ingin melacaknya di satu lokasi. Dengan BigQuery, Anda memiliki skalabilitas tanpa batas dan performa kueri yang sangat cepat. Pengguna bahkan dapat mencari di beberapa kolom sekaligus dan tidak perlu khawatir tentang di mana elemen yang mereka cari disimpan. Baca juga: Alasan Mengapa BigQuery Connector For SAP Dapat Memperkuat Strategi Analitis Data Tidak ada harga tambahan Photo Credit: Freepik BigQuery memberikan solusi yang hemat biaya. Anda hanya perlu membayar untuk penyimpanan indeks yang diperlukan, sedangkan biaya pemeliharaan gratis. Ketika digunakan secara efektif, kueri memindai lebih sedikit data yang menghasilkan penghematan biaya. Katakanlah Anda harus menghapus semua data untuk pengguna bernama ‘Ade’ yang muncul hanya dalam 10 catatan petabyte data Anda untuk GDPR. Secara historis, Anda perlu memindai semua tabel tersebut dan membayar pemrosesannya (yang ukurannya bisa beberapa terabyte). Namun dengan indeks BigQuery, hanya perlu memerhatikan sub-kumpulan baris data yang disentuh sehingga mengurangi biaya secara signifikan. Integrasi JSON Log keamanan memiliki skema variabel, jenis, dan berasal dari berbagai sumber yang membuat data tidak dapat diprediksi. Kini Anda dapat memiliki fleksibilitas untuk menyimpan data sebagai JSON yang dilengkapi kemudahan penggunaan SQL untuk kueri. Ini menghilangkan kebutuhan akan pipeline kompleks untuk mempertahankan penghematan biaya dan resources data. Menggunakan penelusuran untuk meningkatkan analisis log di BigQuery Photo Credit: luis_molinero (Freepik) Kemampuan penelusuran ini adalah salah satu dari banyak cara pelanggan untuk meningkatkan analisis log mereka di BigQuery. Dengan adanya proliferasi layanan digital, aplikasi SaaS, dan perangkat IoT, banyak pengguna yang kesulitan untuk menganalisis petabyte log yang mereka kumpulkan. Ini membuat pengidentifikasian ancaman keamanan dari log menjadi rumit dan mahal. Fitur penelusuran ini adalah salah satu fitur yang menjadikan BigQuery sebagai solusi ideal untuk analisis log dan analisis keamanan terpusat. Pelanggan telah menemukan bahwa menggunakan BigQuery sebagai platform analisis terpusat dapat membantu menjawab berbagai skenario pemecahan masalah. Baru-baru ini, Google Cloud telah merilis Community Security Analytics (CSA), yang merupakan kumpulan kueri dan aturan open source untuk membantu Anda mendeteksi ancaman umum berbasis cloud dengan memanfaatkan BigQuery. Baca juga: Mengenal BigQuery Write API dalam Google Cloud Untuk pelanggan yang ingin memulai analisis log mereka menggunakan BigQuery, fitur penelusuran Log Analytics ini adalah fitur Cloud Logging yang belum diluncurkan secara resmi dan sekarang masih dalam masa preview (Anda bisa mengajukan pendaftaran di sini) Antarmuka baru ini menghadirkan kecanggihan BigQuery dan SQL ke log Anda. Dengan antarmuka pengguna yang dioptimalkan untuk analisis log, Log Analytics menyediakan cara yang mulus untuk menggabungkan dan menganalisis log Anda di Cloud Logging. Kemudahan dari BigQuery ini akan semakin seamless jika Anda bekerja dengan ekosistem Google Cloud. Bagi Anda yang belum berlangganan, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi Google Cloud. Di samping produk yang terjamin keasliannya, kami juga menyediakan pendampingan mulai dari persiapan, pemasangan, hingga penerapan. Mulai pilih paket langganan Google Cloud Anda di sini!

Google Cloud

Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database, Apa Kelebihannya?

 Tahun 2021 lalu, Google Cloud meluncurkan Cloud SQL Insights, sebuah tool untuk membantu developer memahami dan menyelesaikan masalah performa database di Cloud SQL for PostgreSQL. Insights dirancang dengan standar terbuka, visualisasi intuitif, dan arsitektur modern. Sejak saat itu, Insights telah menjadi salah satu kapabilitas baru yang paling cepat diadopsi di Cloud SQL. Maka tidak mengherankan jika pelanggan kemudian meminta fungsionalitas yang sama untuk MySQL. Pada awal bulan April 2022 lalu, Google Cloud memperkenalkan versi preview dukungan Cloud SQL for PostgreSQL. Seperti apa? Mengenal Cloud SQL Insights for MySQL Insights merupakan sebuah fitur Cloud SQL di Google Cloud untuk membantu para developer mendiagnosis dan menemukan resolusi atas masalah performa database MySQL. Fitur ini juga memungkinkan iterasi yang lebih cepat pada pengembangan aplikasi dan membebaskan DBA (database administrator) untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis seperti pemodelan data, pengoptimalan kueri, dan analisis data. Observabilitas database yang terpusat pada aplikasi Alat pemantauan konvensional memberi tampilan kinerja yang terpusat pada kueri. Tanpa disadari, hal tersebut memutuskan hubungan antara kinerja dengan kode aplikasi, terutama pada arsitektur modern. Insights menawarkan pemantauan database melalui lensa aplikasi. Anda dapat menggunakan tag untuk mengaitkan kueri dengan fungsi bisnis tertentu, seperti pembayaran, inventaris, analisis bisnis, dan pengiriman. Misalnya, Anda dapat dengan cepat mengevaluasi beban database yang disumbangkan oleh alur pengguna tertentu. Berikut adalah tampilan beban basis data yang diurutkan berdasarkan tag: Photo Credit: Google Cloud Blog Pengalaman self-service untuk diagnostik kueri Pemecahan masalah kinerja database membawa beberapa tantangan penting. Misalnya, menentukan kueri mana yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi kode aplikasi tertentu yang menyebabkan masalah. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Saat ini, Anda mungkin harus mengandalkan beberapa alat untuk menghubungkan data dengan tugas. Belum lagi, hal ini jelas membutuhkan keahlian dan waktu. Di cloud, tantangan semakin meningkat karena tim pengembangan sering menggunakan beberapa mesin database untuk kasus penggunaan yang berbeda. Insights for MySQL memungkinkan Anda beralih dari deteksi ke diagnosis dengan mulus, hanya dengan satu antarmuka. Mirip dengan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, Anda juga dapat mengidentifikasi masalah performa kueri lebih awal dengan dasbor bawaan. Berikut contohnya: Photo Credit: Google Cloud Blog Jejak aplikasi ujung ke ujung ini membantu menentukan sumber kueri bermasalah sesuai konteks, termasuk menurut model, tampilan, pengontrol, rute, pengguna, dan host. Berikut tampilannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Photo Credit: Google Cloud Blog Observabilitas database dengan alat favorit Anda dan standar terbuka Agar DevOps bekerja secara efektif, database harus disertakan dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Dengan begitu, para pemangku kepentingan seperti pengembang, SRE, insinyur platform, dan DBA dapat berkolaborasi dalam memecahkan masalah kinerja database. Hal ini tentu memerlukan akses ke telemetri database di berbagai alat pemantauan perusahaan. Misal, pengembang perlu akses ke pelacakan basis data di alat APM favorit mereka, tapi di waktu bersamaan, SRE ingin mengakses sinyal database penting di dasbor operasional mereka. Insights membantu meningkatkan observabilitas database dalam alat yang ada, sehingga pengembang dan tim operasi dapat mengatasi masalah lebih awal dan menghemat waktu dalam pemecahan masalah. Insights juga telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring, memungkinkan Anda dengan cepat membuat dasbor dan peringatan khusus pada metrik atau tag kueri dan menerima pemberitahuan melalui email, SMS, Slack, PagerDuty, dan banyak lagi. Cloud Monitoring juga memungkinkan Anda membuat dasbor yang disesuaikan. Baca juga: Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud dengan Dataplex Dalam menyelesaikan masalah terkait kinerja database, observabilitas sangatlah penting. Pemahaman yang baik terhadap kinerja database akan membantu Anda untuk lebih mudah menemukan penyebab masalah, yang artinya masalah pun lebih cepat selesai. Dukungan Cloud SQL Insights for MySQL yang baru saja diperkenalkan oleh Google Cloud memberikan Anda kemudahan tersebut. Apabila saat ini Anda masih belum menemukan solusi yang efisien terhadap permasalahan kinerja database, Google Cloud dengan Cloud SQL bisa dijadikan pilihan. Dapatkan solusi Google Cloud resmi berlisensi dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk mulai berkonsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan hubungi tim EIKON Technology di sini!   

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides!

Sebelumnya, untuk join Google Meet pengguna harus membuka link atau mengetikkan kode meeting. Namun kini Anda bisa bergabung dan bahkan memulai meeting tanpa harus membuka aplikasi Google Meet. Seperti apa detailnya? Integrasi Google Meet dengan Docs, Sheets, dan Slides Pada akhir bulan Maret 2022 lalu, Google memperkenalkan Meet versi built-in yang akan terpasang pada aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Meet versi built-in tersebut berbentuk sebuah icon yang akan langsung menghubungkan pengguna ke meeting. Dengan begitu, Anda bisa berkolaborasi saat melakukan meeting atau video conference secara real-time tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Fitur ini akan rilis melalui dua tahapan yaitu rapid release domains serta scheduled release domains. Untuk rapid release domains dimulai sejak tanggal 12 April 2022 hingga 15 hari ke depan (kemungkinan lebih lama lagi). Sedangkan untuk scheduled release domains dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk masalah ketersediaan, fitur join Google Meet dalam Docs, Sheets, dan Slides ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Cara join Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui PC, buka sebuah file dengan Docs. Selain Docs, tutorial ini juga berlaku untuk Sheets dan Slides. Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya. Di bagian atas file klik icon Meet. Sistem akan menampilkan 2 pilihan: Untuk join Google Meet yang sudah dijadwalkan, klik meeting yang ingin Anda ikuti Untuk join Google Meet dengan kode meeting, klik “Use a meeting code” dan masukkan kode. Jika ingin memasukkan panggilan ke dalam Docs, Sheets atau Slides, klik “Join the call”. Nanti meeting akan ditampilkan di panel samping file yang sedang dibuka. Namun jika Anda ingin menampilkan file pada panggilan, klik “Share screen”, kemudian pilih tab yang berisi file dan “Share”. Untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” di bagian kanan bawah. Cara memulai Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Langkah-langkah yang harus dilakukan masih sama dengan tutorial sebelumnya. Namun kini Anda memilih opsi “Start a new meeting”. Undang orang lain ke rapat Anda dengan klik “Copy” dan pilih “Share the meeting link”. Untuk menampilkan dokumen Anda, klik “Share screen” dan kemudian pilih tab yang berisi file, klik “Share”. Sedangkan untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” yang ada di bagian kanan bawah. Untuk keluar dari rapat video, di kanan bawah, klik “Leave call”. Fitur Picture-in-Picture Photo Credit: Google Workspace Updates Selain built-in Google Meet, user juga bisa menikmati fitur Picture-in-Pictue (PiP) serta in-call reaction. Dengan fitur PiP, Anda bisa menampilkan hingga 8 video tile dalam format grid. Menariknya lagi, PiP ini juga bisa dimunculkan pada panel sebelah kanan file yang sedang Anda kerjakan. Sedangkan untuk fitur in-call reaction juga akan meluncur di bulan April ini. Enam emoji akan hadir di bagian yang biasanya berisi perintah, “Raise my hand” atau “Show as away”, sementara reaksi yang dikirim akan muncul di atas atau di sebelah kiri video. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Dengan hadirnya fitur built-in join Google Meet di Docs, Sheets, dan Slides, integrasi di dalam Workspace pun menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Anda bahkan tak perlu lagi melakukan buka tutup aplikasi berbeda untuk menampilkan file dalam sebuah meeting. Untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang seamless Google Workspace memang terus melakukan berbagai pengembangan. Selain update fitur yang dibahas dalam artikel ini, Google Workspace juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan yang akan segera diluncurkan. Buat kolaborasi kerja perusahaan Anda lebih mulus dan simpel dengan Google Workspace. EIKON Technology siap membantu Anda menemukan paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai memilih produk, silakan hubungi kami di sini.

Google Cloud

Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan

Database operasional menyokong jalannya aplikasi yang paling penting. Memilih database operasional yang tepat bisa memberi pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh IDC memperkirakan bahwa perusahaan akan memperoleh lebih dari 25% pendapatan dari produk, layanan, dan pengalaman digital di tahun 2026, tapi hanya berlaku jika mereka menerapkan inovasi digital dengan tepat. Database Google Cloud telah terbukti mampu memberikan kecepatan, skala, keamanan, dan keandalan tinggi. Andi Gutmans, GM dan VP of Engineering for Databases Google Cloud membagikan gambaran tentang pengembangan Google Cloud dalam menghadapi transformasi database di masa mendatang. Enam titik pengembangan utama Google Cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Keandalan dan ketersediaan Model bisnis yang selalu aktif seperti sekarang membutuhkan aplikasi yang andal, terus tersedia, dan dapat diskalakan dengan lancar guna memastikan seluruh pengguna mendapat pengalaman positif. Cloud-native database milik Google, Cloud Spanner, Cloud Bigtable, dan Firestore menawarkan service-level agreement (SLA) hingga 99,999%. Ketiganya juga menawarkan sharding otomatis, replikasi global zero-touch, dan pemeliharaan tanpa downtime. Keamanan dan tata kelola Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan meningkatnya pertumbuhan dan kompleksitas data serta serangan siber, keamanan dan tata kelola menjadi sangat penting, Itulah sebabnya Google Cloud menyediakan alat dan teknologi canggih untuk melindungi dan mengatur data Anda. Semua data dalam Google Cloud dienkripsi secara otomatis saat transit dan saat istirahat. Database Google juga menawarkan otentikasi dan otorisasi standar dengan Identity and Access Management (IAM). Baca juga: Alasan Mengapa BigQuery Connector For SAP Dapat Memperkuat Strategi Analitis Data Anda Integrasi dengan ekosistem Google Cloud Baik perusahaan besar maupun kecil pasti pernah menghadapi silo data yang menghambat operasi bisnis dan membatasi kemampuan untuk mengambil keputusan. Google Cloud menyediakan ekosistem layanan cloud unggul yang terintegrasi dan terpadu. Di dalamnya termasuk BigQuery, Google Kubernetes Engine, dan Cloud Functions yang memastikan pengguna dapat memecah silo operasional, membangun saluran data, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Google baru saja meluncurkan Datastream untuk mereplikasi dan menyinkronkan data di seluruh database serta aplikasi yang heterogen dan mendukung analitik real-time, replikasi database, juga arsitektur event-driven. Tata kelola keuangan dan biaya Gutmans menyebutkan bahwa seharusnya tidak diperlukan model perkiraan yang rumit untuk bisa mengetahui harga terbaik untuk layanan cloud. Pengguna juga semestinya tidak perlu berhadapan dengan risiko keuangan yang merugikan. Dengan alasan itulah kemudian Google meluncurkan Bigtable Autoscaling yang dapat membantu pengguna menambah atau menghapus kapasitas cloud secara otomatis sebagai respons terhadap perubahan tuntutan beban kerja. Dengan begitu, pengguna hanya perlu membayar untuk kapasitas yang dibutuhkan. Observability Photo Credit: kroshka__nastya (Freepik) Pengembang merupakan tulang punggung modernisasi aplikasi dan mereka harus bergerak cepat untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif. Google telah berinvestasi dalam fitur observabilitas database seperti Cloud SQL Insights dan Key Visualizer untuk membantu pengembang mengatasi masalah pada performa database, semuanya tanpa biaya tambahan. Tahun lalu, Google meluncurkan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, sebuah tool sederhana dan terbuka yang membantu pengembang memahami dan mengoptimalkan performa Cloud SQL dengan cepat. Migrasi Gutmans menambahkan bahwa Google juga berfokus pada penyederhanaan proses migrasi ke cloud karena hingga saat ini migrasi tanpa tool yang tepat sangatlah rumit. Database Migration Service (DMS) adalah layanan yang mudah digunakan untuk membuat migrasi ke Cloud SQL lebih cepat, lebih dapat diprediksi, dan lebih andal. Lebih dari 85% proses migrasi yang menggunakan DMS berlangsung dalam waktu kurang dari satu jam. DMS saat ini mendukung database MySQL dan PostgreSQL, dengan dukungan untuk migrasi SQL Server yang akan segera hadir. Photo Credit: Rawpixel Pada kesempatan yang sama, Gutmans juga memperkenalkan Database Migration Program. Program ini dirancang untuk membuat pengalaman migrasi Anda menjadi cepat, mudah, dan hemat biaya. DMP juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan penilaian, tools, dan resources dari jaringan mitra teknologi database Google. Baca juga: Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google Untuk menikmati berbagai kemudahan dari inovasi transformasi database Google Cloud, Anda bisa mulai menerapkan Cloud sebagai dukungan teknologi. EIKON Technology siap membantu proses migrasi Anda dengan Google Cloud secara komprehensif, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!  

Google Cloud

Ada yang Baru di Google Cloud EKM, Apa Saja?

Google Cloud External Key Manager atau lebih dikenal Cloud EKM merupakan suatu layanan untuk melindungi data cloud dengan suatu kunci enkripsi yang disimpan dan dikelola dalam sistem manajemen kunci enkripsi pihak ketiga di luar infrastruktur Google Cloud. Dengan begitu, Anda dapat memisahkan antara kunci enkripsi dan data yang tersimpan dalam cloud. Sebagai sebuah layanan yang tergolong baru di dalam ekosistem Google, Cloud EKM terus melakukan pembaruan. Di bulan April 2022, Cloud EKM bahkan melakukan update besar-besaran dengan menawarkan beragam kapabilitas baru. Seperti apa? Beragam manfaat baru Photo Credit: Google Cloud EKM Mulai awal April 2022, Google Cloud EKM memperkenalkan beragam fitur dan layanan baru di antaranya: Cloud EKM atas VPC Sebagai pengguna manajer kunci enkripsi, Anda tentu menginginkan yang terbaik. Hingga muncul keinginan untuk menggabungkan semua manajer kunci yang ada dan menghubungkannya ke cloud. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Google Cloud EKM memperkenalkan dukungan untuk jaringan VPC atau Virtual Private Cloud. Dukungan ini memungkinkan Cloud EKM untuk terhubung melalui jaringan pribadi yang aman dan memberikan kontrol yang lebih ketat atas akses jaringan ke manajer kunci eksternal. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Dukungan kunci asimetris Selain tombol enkripsi simetris, Cloud EKM kini juga mampu mengenali enkripsi RSA dan juga kunci asimetris kurva eliptik yang dibuat lewat manajer kunci eksternal. Dengan adanya kapabilitas baru ini, Anda dapat menandatangani persetujuan yang diberikan melalui Access Approval. Kunci asimetris dapat menambahkan lapisan keamanan tambahan saat memberikan akses administratif ke data pelanggan. Anda juga dapat menggunakan tombol asimetris eksternal untuk menandatangani data seperti layaknya kunci asli cloud. Kebijakan perlindungan keamanan baru Photo Credit: yanalya (Freepik) Google Cloud juga mengumumkan peluncuran kebijakan perlindungan baru yang tersedia untuk Cloud KMS. Dengan adanya kebijakan baru ini maka Anda bisa mendapatkan kontrol yang detail terhadap jenis kunci yang digunakan. Kebijakan ini akan membantu pengguna untuk dapat menentukan bahwa hanya jenis kunci KMS yang dapat dibuat (misalnya kunci EXTERNAL atau EXTERNAL_VPC). Fungsi ini akan memudahkan pengguna dalam memenuhi persyaratan spesifik untuk pemisahan atau penggabungan data, memastikan kunci yang dikelola secara eksternal digunakan dengan beban kerja tertentu. Penyimpanan data sensitif Bagi Anda yang memanfaatkan layanan Google Cloud untuk menyimpan data sensitif, kini Cloud EKM juga telah menambahkan dukungan keamanan tambahan. Update baru ini memungkinkan pelanggan untuk bisa memanfaatkan penyimpanan skala besar Google sambil tetap berpegang pada aturan lokal dan menyimpan kunci enkripsi mereka di manajer kunci pribadi. Mulai kelola enkripsi dengan Cloud EKM Photo Credit: Rawpixel Berhati-hati terhadap segala hal yang berkaitan dengan kunci enkripsi sangat penting untuk mengamankan data sensitif Anda yang tersimpan di Google Cloud. Untuk alasan itulah Google terus-menerus melakukan pengembangan produk enkripsi mereka, serta tentunya untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Untuk membantu Anda dalam mengoperasikan Cloud EKM, Google telah menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Anda juga bisa langsung mencoba dan mempelajarinya secara mandiri melalui konsol Google Cloud Platform. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Ada banyak sekali cara untuk meningkatkan keamanan Anda selama menggunakan penyimpanan berbasis cloud salah satunya adalah dengan menggunakan kunci enkripsi. Kini Google Cloud EKM telah menambahkan beberapa kemampuan yang memungkinkan Anda untuk bisa mendapatkan lapisan keamanan tambahan dalam mengelola kunci enkripsi. Cloud EKM hanyalah salah satu lapisan keamanan yang ada di ruang penyimpanan cloud. Masih ada banyak sekali fitur, aplikasi, dan kapabilitas untuk bantu Anda menyimpan data dengan aman dalam jaringan komputasi awan. Google telah membuatnya mudah untuk Anda dengan menghadirkan Google Cloud yang tidak hanya aman tapi juga dapat dijalankan dalam skala besar. Photo Credit: yanalya (Freepik) Migrasikan data penting Anda ke dalam jaringan cloud dengan Google Cloud. EIKON Technology siap membantu menyiapkan produk asli dengan lisensi resmi Google. Kami juga akan mendampingi Anda selama proses perencanaan, pelaksanaan, dan penerapan. Untuk terhubung langusng dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

CP Prima: Mengembangkan Masa Depan bersama Google Workspace

PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) merupakan sebuah perusahaan akuakultur terkemuka di Indonesia yang didirikan pada April 1980. CP Prima memproduksi dan menjual pakan, benih, pakan hewan, probiotik, produk udang, dan produk makanan olahan untuk pasar domestik dan ekspor. Dalam perjalanannya, tak jarang CP Prima menemui beberapa hambatan. Salah satunya adalah disrupsi teknologi yang kemudian membuat metode kerja lama menjadi tak lagi relevan. Untuk mengatasi hal tersebut, EIKON Technology berupaya menemukan solusi terbaik dengan risiko seminimal mungkin, yaitu dengan memanfaatkan Google Workspace. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang dan makanan, CP Prima selalu dituntut untuk meningkatkan inovasi dan koordinasi antar tim lintas negara. Memiliki jangkauan pasar yang luas di area global, komunikasi dan kolaborasi yang aman adalah prioritas utama. Selain itu, penyimpanan data yang besar dengan infrastruktur yang andal, cepat, dan perawatan yang rendah diperlukan agar lebih kompetitif di pasar. Hanya saja, beralih dari metode lama yang sudah diterapkan bertahun-tahun jelas bukan perkara mudah. Sebisa mungkin, solusi yang dipilih benar-benar minim risiko dan dapat diterapkan secara optimal dalam keseluruhan proses kerja perusahaan. Dengan begitu, CP Prima dapat bergerak ke masa depan yang lebih baik lagi. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan semua yang dibutuhkan oleh CP Prima untuk berkomunikasi dan berkolaborasi di antara tim. Penggunaan aplikasi seperti Google Docs, Spreadsheets, hingga Slides, memudahkan tim untuk bekerja sama di beberapa lokasi sekaligus. Untuk masalah penyimpanan data, Google Drive menyediakan penyimpanan dengan kapasitas besar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja ada dalam satu solusi lengkap bernama Google Workspace. Hasil EIKON membantu keseluruhan proses migrasi perusahaan ke Google Workspace termasuk dengan change management yang mau tak mau harus dihadapi. Dengan EIKON sebagai penyedia layanan, proyek migrasi ini terorganisir dengan baik dan dilaksanakan sesuai rencana. Pasca Go Live, EIKON juga memberikan dukungan teknis untuk CP Prima. Dengan bantuan EIKON, proses migrasi selesai sesuai dengan timeline. Tim CP Prima kini dapat memanfaatkan solusi Google Workspace untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dengan harga yang terjangkau, kolaborasi internal meningkat pesat, dan pekerjaan selesai lebih cepat serta efisien. “Tim ICT kami tak perlu lagi memikirkan masalah atau break-fix di sistem operasi atau server dan bisa mendukung proses bisnis utama perusahaan. Google Workspace telah menjadi budaya kerja CP Prima. Pekerjaan dilakukan lebih cepat dan efisien. Sejak maintenance tidak lagi diperlukan, tim ICT dapat lebih fokus untuk mendukung proses bisnis daripada break-fix. EIKON membantu mewujudkan transformasi bisnis di CP Prima dengan solusi Google Workspace.” – CP Prima. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: peoplecreations (Freepik) Perubahan adalah suatu hal yang pasti, terutama di zaman modern seperti sekarang. Untuk bisa bertahan dalam persaingan yang makin hari makin sengit, harus bisa mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Salah satunya teknologi. Pemanfaatan teknologi hingga sekarang terbukti mampu membantu berbagai perusahaan untuk tetap bertahan atau bahkan memenangkan kompetisi. Hanya saja, masih banyak yang masih merasa ragu untuk memanfaatkan teknologi karena sudah merasa “nyaman” dengan metode kerja lama. Terlebih, proses migrasi dari metode lama ke baru, sering kali memakan waktu, biaya, dan tenaga yang tak sedikit. Anggapan tersebut berhasil ditepis oleh CP Prima yang berhasil melakukan migrasi ke Google Workspace tanpa hambatan berarti. Bahkan, kini proses kerja menjadi lebih ringkas dan efisien. Semua berkat pemanfaatan teknologi yang tepat dan sesuai kebutuhan perusahaan. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi? EIKON Technology siap membantu perusahaan Anda menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Konsultasikan tantangan yang Anda hadapi dengan tim EIKON Technology, di sini!

Google Workspace

Orang Tua Group: Go Beyond dengan Google Workspace

Orang Tua (OT) Group merupakan sebuah perusahaan consumer goods yang memproduksi berbagai macam produk untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari minuman kesehatan tradisional, dengan bahan dan proses berstandar kualitas tinggi, OT berkembang semakin modern. Kini, produk-produk OT bahkan hadir di pasar internasional dan dapat dinikmati oleh konsumen luar negeri. EIKON membantu tim OT dalam menerapkan dan bermigrasi ke Google Workspace. Dengan keahlian change management, EIKON memberikan pelatihan dan lokakarya untuk memberikan pemahaman sekaligus mengembangkan keahlian untuk menjadi agen perubahan di perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: pressfoto (Freepik) Bagi OT Group, menggunakan infrastruktur lokal (on-premise) untuk komunikasi dan kolaborasi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Mengelola server, penyimpanan, jaringan, dan yang terpenting keamanan menjadi mimpi buruk bagi tim IT. Belum lagi, hal ini juga akan memunculkan tantangan bagi para pengguna, seperti akses, mobilitas, fitur, dan juga fungsi yang terbatas. Hingga akhirnya, end user terpaksa menggunakan email dan alat pribadi untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini telah menjadi perhatian besar perusahaan. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan alat komunikasi dan kolaborasi yang berbasis cloud. Untuk menambahkan nilai, solusi tersebut juga telah terintegrasi dengan menyediakan penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar, Google Drive. Dengan Google Drive, tim dapat berbagi dan membuat kolaborasi file serta memudahkan mobilitas. Menjadwalkan rapat menjadi mudah dengan Google Calendar, termasuk rapat online di mana saja menggunakan browser web. Google juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi, namun menyediakan fleksibilitas dan sistem yang mudah dioperasikan. Hasil Google Workspace menyediakan platform yang aman, antarmuka yang ramah pengguna, dan fitur inovatif. Komunikasi dan kolaborasi antar karyawan terasa semakin natural karena pengguna telah familier dengan tools dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengguna juga diberikan kemudahan akses dan mobilitas dengan keamanan maksimum. Pengguna dan tim IT perusahaan pun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan lebih inovatif untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Migrasi ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama masa pandemi. Jangan pernah takut akan perubahan. Change = Growth. Go Beyond.” – Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: pressfoto (Freepik) Tak bisa dipungkiri, komunikasi adalah elemen penting yang mendukung kesuksesan suatu bisnis. Hanya saja, kini semakin banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa mewujudkan komunikasi lancar. Salah satunya adalah masa pandemi. Adanya kebijakan WFO dan prokes social distancing menghambat komunikasi. Meeting dan rapat yang bisa dilakukan secara tatap muka kini harus beralih pada platform online. Jika sudah demikian, maka harus bisa menemukan teknologi yang tepat. Google Workspace menawarkan beragam aplikasi dan kapabilitas untuk mewujudkan komunikasi yang natural meski harus terbatas jarak. Google Workspace menyediakan aplikasi komunikasi dan kolaborasi seperti Docs, Spreadsheets, dan Slides. Semuanya telah didesain agar mudah dioperasikan. Selain itu, integrasi dengan Google Drive memungkinkan pengguna untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan berskala besar. Anda juga bisa go beyond seperti OT Group dengan Google Workspace. EIKON Technology tidak hanya memastikan Anda mendapatkan solusi yang paling tepat, tapi juga mendampingi proses migrasi secara menyeluruh dengan kemampuan change management yang telah teruji. Temukan solusi terbaik untuk Anda bersama EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!  

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Tawada Healthcare: Manfaatkan Google Workspace untuk Tetap Kompetitif

Didirikan pada tahun 1999, Tawada Healthcare (THC) sekarang telah menjadi salah satu dari tiga besar produsen & distributor alat kesehatan di Indonesia. THC menyediakan alat kesehatan untuk sebagian besar institusi kesehatan dengan portofolio produk yang komprehensif (lebih dari 20 merek Internasional), dengan 28 lokasi yang tersebar di seluruh negeri. EIKON membantu Tawada Healthcare dalam mengimplementasikan Google Workspace sebagai alat komunikasi dan kolaborasi perusahaan. EIKON memberikan solusi dan mentransfer pengetahuan dengan hati-hati dan profesional. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Tawada Healthcare (THC) merupakan produsen sekaligus distributor alat kesehatan terbesar di Indonesia. Sebagai produsen & distributor yang melayani klien dari seluruh negeri, THC membutuhkan dan harus memiliki satu sumber kebenaran untuk berkolaborasi antar departemen serta koordinasi yang lebih cepat antara tim dan pengguna di lapangan. Di samping itu, THC juga membutuhkan suatu penyimpanan data yang tidak hanya berkapasitas besar, tapi juga transparan, mudah ditata, mudah diakses, dan tidak multi-versi dengan tetap menjaga keamanan data. Seperti apa solusi yang bisa diberikan? Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi produktivitas yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi kerja, seperti Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Selain itu, Workspace juga didukung oleh Google Calendar yang membantu pengguna untuk mengoordinasikan jadwal rapat dan Meet untuk melakukan konferensi video. Selain itu, Google Workspace juga telah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan begitu, seluruh data dan file proyek dapat disimpan dan dibagikan dengan mudah. Spesifikasi yang dimiliki Google Workspace sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh THC. Mulai dari aplikasi produktivitas dan kolaborasi hingga penyimpanan dengan kapasitas besar. Hasil THC kini menggunakan Google Docs, Spreadsheets, Slides, dan Forms untuk kolaborasi dokumen antara tim dan pengguna lapangan. Selain itu, THC juga menggunakan Google Calendar untuk koordinasi jadwal rapat dan memanfaatkan konferensi video menggunakan Google Meet. Untuk keperluan penyimpanan, Google Drive telah menjadi solusi untuk menyimpan dan berbagi semua file proyek. Kini penyimpanan pun lebih aman, bebas dari risiko kehilangan data. Dengan menggunakan Google Workspace, produktivitas dan transparansi data THC telah meningkat secara signifikan. Sekarang, para karyawan memiliki waktu respons yang jauh lebih cepat dalam melayani pelanggan maupun di dalam perusahaan. Data dan file yang disimpan dalam Google Drive terorganisir dengan baik dan mudah ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google. Paling penting, kami memanfaatkan keamanan lanjutan Google untuk melindungi data kami. “Dalam industri yang menjadi lebih kompetitif dengan cepat, sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dengan memanfaatkan teknologi. EIKON telah membantu kami memodernisasi & digitalisasi organisasi kami dengan menggunakan Google Workspace. Saya yakin Google akan terus meningkatkan teknologinya sehingga kami bisa lebih efisien dan tetap kompetitif.” – Nicholas Sumarkho, Direktur Tawada Healthcare. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: tirachardz (Freepik) Persaingan semakin ketat akhir-akhir ini. Perlu upaya ekstra agar bisa bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam persaingan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi atau software produktivitas. Hal ini telah dibuktikan oleh Tawada Healthcare (THC) dengan Google Workspace. Setelah menerapkan Workspace dalam proses kerja mereka, THC berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan tetap bertahan dalam kompetisi. Apakah Anda juga sedang menghadapi tantangan yang sama dengan THC? Kami, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top