Author name: EIKON Technology

Google Meet, Google Workspace, Rapat online

Peningkatan Performa Google Meet Live Stream dengan 2 Fitur Baru

Banyak perusahaan mengadakan rapat atau pertemuan penting yang melibatkan ratusan hingga ribuan peserta. Umumnya, aktivitas ini dilakukan oleh perusahaan berskala besar untuk menyampaikan suatu pesan penting. Walau begitu, bukan berarti ribuan orang tersebut harus berkumpul di satu tempat yang sama. Melalui penggunaan Google Meet Live Stream, perusahaan bisa mengadakan sesi live stream untuk ditonton hingga 100.000 pengguna. Dengan begini, pengguna dapat menonton video live stream tersebut dari tempat masing-masing melalui web atau perangkat mobile mereka. Kini, pengalaman live stream video menggunakan Google Meet akan semakin meningkat berkat adanya update terbaru pada 1 Juli 2021 lalu. Setidaknya ada dua fitur baru yang disematkan dalam update tersebut. Apa saja? Cari tahu selengkapnya di bawah ini. Cross-domain live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Salah satu fitur baru yang akan meningkatkan pengalaman menonton Google Meet Live Stream adalah cross-domain live streams. Seperti yang Anda tahu, sebelumnya hanya tamu undangan dari organisasi Anda yang bisa ikut menonton video Google Meet. Namun, fitur baru ini memungkinkan Anda untuk memperluas jangkauan penayangan live stream. Melalui fitur cross-domain, kini admin dapat menunjuk domain Google Workspace tepercaya untuk mengikuti live stream di Google Meet. Setelah domain ditambahkan, Anda bisa mengundang para pengguna yang ada dalam domain tersebut untuk menyaksikan live stream yang diadakan oleh perusahaan Anda. Captions in live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur kedua yang ditambahkan adalah captions atau bisa juga disebut subtitle. Sebetulnya, fitur captions sudah tersedia lebih dulu pada Google Meet Video Calls, dan kini Anda juga akan bisa menemukannya pada Live Stream. Captions akan tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Melalui adanya captions, kini Google Meet  bisa lebih mudah diakses oleh pengguna yang memiliki masalah pendengaran. Lalu, bagi yang lebih suka membaca teks daripada mendengarkan pembicaraan, fitur captions akan membuat Anda lebih menikmati sesi live stream melalui Google Meet. Mulai tersedia sejak akhir Juni pada edisi Google Workspace tertentu Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur cross-domain dan captions pada mulai bisa dinikmati oleh beberapa pengguna terpilih sejak 30 Juni 2021 lalu. Sedangkan untuk seluruh pengguna lainnya, kedua fitur tersebut baru akan dirilis secara bertahap mulai 12 Juli 2021 nanti. Namun, penting diketahui bahwa fitur cross-domain dan captions hanya tersedia bagi Anda yang berlangganan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, serta Education Plus. Kedua fitur ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic and Business.   Kehadiran fitur cross-domain dan caption akan mengoptimalkan pengalaman Anda dalam melangsungkan sesi live stream via Google Meet. Karenanya, agar bisa menikmati kedua fitur baru tersebut, segera upgrade Google Workspace Anda ke edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, atau Education Plus. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi partner resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Sebagai partner Google yang tepercaya, EIKON Technology siap menjawab pertanyaan Anda seputar edisi berlangganan Google Workspace. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga agar Anda bisa segera menikmati dua fitur baru pada Google di atas!  

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 Terbaru Edisi Juni 2021

  Pada pertengahan Juni 2021 lalu, Microsoft 365 mendapatkan sejumlah update untuk fitur-fiturnya. Update rutin ini dilakukan demi memberikan pengalaman optimal kepada para pengguna, sehingga mereka pun bisa terus produktif dengan bantuan pemakaian Microsoft 365, khususnya untuk menunjang sistem hybrid working pada era sekarang. Lantas, apa saja fitur-fitur Microsoft 365 yang mendapatkan update tersebut? Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini. Buat task langsung dari fitur pesan Teams Photo Credit: Microsoft Hybrid working artinya Anda akan lebih sering berkomunikasi via Chat dengan rekan-rekan kerja Anda. Melalui percakapan via chat ini, biasanya muncul ide-ide yang membutuhkan follow-up sesegera mungkin. Namun, berpindah dari platform Chat ke Tasks untuk mencatat tugas baru bisa berpotensi mengganggu workflow. Memahami masalah tersebut, Microsoft 365 kini telah dilengkapi kemampuan untuk membuat task langsung dari Microsoft Teams Chat tanpa harus berpindah aplikasi atau windows. Caranya, klik simbol ellipses (titik tiga) pada menu pop-out, klik More Actions, dan pilih Create Task. Setelah itu, Anda bisa langsung menemukan task yang baru dibuat tersebut pada aplikasi Tasks. Spotlight beberapa pengguna sekaligus dalam sesi online meeting Photo Credit: Microsoft Fitur Microsoft 365 terbaru yang juga akan Anda temukan adalah kemampuan spotlight pada beberapa pengguna sekaligus saat online meeting. Maksudnya, ketika mengadakan sesi online meeting menggunakan Microsoft Teams, Anda bisa menampilkan beberapa pengguna dalam video feed paling besar (feed utama). Kehadiran fitur satu ini akan sangat berguna ketika ada lebih dari satu pembicara pada sesi meeting atau webinar. Dengan mengaktifkan spotlight pada video feed para pembicara, para peserta meeting pun bisa lebih fokus menyimak acara.  Automasi jadwal meeting dengan Scheduler Photo Credit: Microsoft Tahukah Anda bahwa dibutuhkan waktu sekitar 6-29 menit hanya untuk menjadwalkan meeting? Jika ada banyak meeting yang harus dijadwalkan, tentunya dapat menyita waktu Anda. Padahal, Anda bisa memanfaatkannya untuk mengerjakan hal-hal lain yang lebih produktif. Untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, kini telah hadir fitur Microsoft 365 terbaru bernama Scheduler. Bekerja sama dengan virtual assistant Cortana, Scheduler akan membantu Anda mengautomasi penjadwalan meeting.  Caranya mudah sekali, Anda hanya perlu menambahkan Cortana pada email dan memberikan perintah khusus pada Cortana seperti, “Cortana, please find a time to meet next week.” Nantinya, Cortana akan bekerja sama dengan Scheduler untuk menemukan waktu meeting terbaik bagi semua partisipan meeting sekaligus mengirimkan undangannya. Organization Explorer hadirkan lebih banyak informasi rekan kerja Photo Credit: Microsoft Fitur Organization Explorer pada Outlook turut kebagian update pada Juni 2021 lalu. Update tersebut memungkinkan Organization Explorer untuk mengeksplor, mencari, dan menemukan informasi terkait pengguna tertentu melalui pengalaman browser organisasi yang baru. Jadi, ketika misalnya Anda mencari rekan kerja A, Organization Explorer tidak hanya akan menampilkan informasi mendasar seperti nama lengkap, nomor telepon, atau alamat email. Namun, fitur Microsoft 365 ini juga akan menampilkan informasi seputar skills rekan kerja tersebut, team relationship, bahkan hingga jadwal kosong mereka. Tampilan baru Visio pada web landing page Photo Credit: Microsoft Visio, program aplikasi buatan Microsoft untuk membuat diagram dan flowchart, kini dapat Anda akses dengan tampilan baru melalui web landing page. Tenang saja, tampilannya masih serupa dengan berbagai aplikasi Office 365 lain, tapi kali ini dibuat lebih clean dan simpel. Dengan begini, Anda pun bisa lebih mudah menemukan file, membuat file baru, hingga berkolaborasi. Anda bisa langsung mengunjungi laman Office.com untuk mengakses landing page baru Visio. Di samping web landing page tersebut, update pada Visio juga hadir dalam bentuk kategorisasi template yang lebih baik dan peningkatan performa secara keseluruhan.   Itulah lima fitur Microsoft 365 yang dapat Anda temukan pada update terbaru edisi Juni 2021. Tentu masih ada sederet fitur baru lain yang disematkan dalam update tersebut. Maka dari itu, untuk mencobanya sendiri, Anda bisa langsung berlangganan Microsoft 365 for Business. Kini mendaftar paket berlangganan Microsoft 365 for Business sama sekali tidak sulit, terlebih sudah ada partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Anda bisa langsung kunjungi laman web–nya atau hubungi EIKON Technology untuk mengetahui lebih lanjut seputar Microsoft 365.

Collaboration, Microsoft office 365, Productivity

Windows 11, Sistem Operasi Terbaik untuk Sistem Kerja Hybrid

  Hybrid work adalah sistem yang menggabungkan aktivitas bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya. Agar sistem kerja hybrid bisa berjalan efektif, diperlukan bantuan teknologi pendukung. Windows 11 adalah solusi tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dibekali dengan beragam bentuk update pada fitur-fiturnya, Windows 11 dirancang khusus sebagai sistem operasi untuk mendukung sistem kerja hybrid. Mulai dari peningkatan aktivitas multitasking hingga kemudahan proses upgrade, berikut ini sejumlah fitur terkini yang membuat Windows 11 menjadi sistem operasi terbaik untuk sistem kerja hybrid. Lebih mudah multitasking dengan Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops Photo Credit: Windows Sejak pertama kali diluncurkan pada 1985, sistem operasi Windows selalu berkomitmen untuk membantu Anda bekerja sesuai keinginan. Salah satu caranya dengan menawarkan fleksibilitas melalui fitur multiple windows dan kemampuan untuk menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara lebih mudah pada Windows 11. Kini telah hadir fitur Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops yang menawarkan cara lebih powerful dalam aktivitas multitasking. Melalui fitur-fitur ini, Anda bisa mengatur tampilan layar sesuai kebutuhan kerja dalam desain yang clean. Tak hanya itu, kini Anda juga dapat menciptakan Desktop berbeda untuk dikustomisasi sesuai aktivitas. Dengan begini, Anda bisa memisahkan Desktop untuk bekerja dari Desktop untuk gaming atau aktivitas lain. Integrasi Chat from Microsoft Teams dengan taskbar Photo Credit: Windows Sistem kerja hybrid sangat mengandalkan komunikasi online untuk menjalankan kolaborasi. Memahami kebutuhan ini, Windows 11 pun dilengkapi dengan fitur Chat from Microsoft Teams yang kini telah terintegrasi dengan taskbar. Jadi, kini Anda bisa secara instan terhubung melalui teks, panggilan suara, atau video dengan seluruh rekan kerja di mana pun mereka berada, bahkan jika mereka menggunakan perangkat atau platform berbeda sekalipun. Jika misalnya rekan kerja Anda belum mengunduh aplikasi Microsoft Teams, Anda tetap bisa terhubung dengannya melalui two-way SMS. Akses aplikasi Android pada sistem operasi Windows Photo Credit: Windows Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh aplikasi penunjang yang Anda gunakan. Demi mengoptimalkan hal tersebut, beberapa pengguna Windows bahkan tak hanya menggunakan aplikasi Microsoft, tapi juga Android. Alhasil, beberapa dari Anda mungkin harus berulang kali berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. Namun, dengan Windows 11, hal tersebut tak perlu Anda lakukan lagi. Kini aplikasi-aplikasi Android sudah bisa diakses secara resmi pada perangkat Windows. Anda dapat menemukan aplikasi Android ini pada Microsoft Store dan mengunduhnya melalui Amazon Appstore. Upgrade baru ini merupakan bentuk kerja sama Microsoft dengan Amazon dan Intel. Agar nantinya para pengguna bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi-aplikasi Android secara lancar pada perangkat Windows, Microsoft memanfaatkan teknologi Intel Bridge milik Amazon dan Intel. Proses upgrade yang begitu mudah dan simpel Photo Credit: Windows Sistem operasi Windows 11 dirancang pada pondasi platform yang sama dengan Windows 10. Artinya, bukan hanya penggunaannya yang mudah, tapi juga proses upgrade-nya. Pengalaman yang begitu familiar—mulai dari Microsoft Endpoint Manager hingga konfigurasi cloud—akan tetap Anda terintegrasi pada Windows 11. Tak hanya itu, Windows 11 juga dirancang dengan tingkat keamanan tinggi. Berbagai teknologi keamanan baru bersifat built-in telah disematkan untuk melindungi setiap komponen, mulai dari chip hingga cloud. Dengan begini, data Anda akan terproteksi, akses terlindungi, dan produktivitas pun tetap bisa lancar selama menjalankan hybrid working.   Bagi yang selama ini mengadaptasi sistem kerja hybrid, maksimalkan produktivitas Anda dengan menggunakan Windows 11. Terlebih jika Anda menggabungkannya dengan pemakaian Microsoft 365 for Business, yang menyediakan beragam aplikasi penunjang kolaborasi kerja seperti email, penyimpanan One Drive hingga 1 TB, dan Skype for Business. Dengan begitu, aktivitas hybrid working pun bisa terus optimal, tak peduli dari mana pun Anda berada. Tak perlu tunggu lama lagi, setelah update Windows 11, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Microsoft 365 for Business. Sebagai partner resmi produk Microsoft di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memilih paket atau plan yang paling sesuai dengan kebutuhan hybrid working. Klik di sini untuk berlangganan Microsoft 365 for Business melalui EIKON Technology!

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Microsoft Teams Webinars, Cara Mudah dan Profesional Adakan Webinar

  Sejak setahun belakangan, kita telah menemukan banyak cara untuk tetap saling terhubung di dunia kerja melalui ranah online. Tak hanya aktivitas kerja sehari-hari, penyelenggaraan event pun turut mengalami adaptasi. Dari yang semula bisa dilakukan secara tatap muka langsung, kini event bisnis seperti workshop atau seminar lebih banyak diadakan dalam bentuk webinar. Agar webinar berjalan lancar, tentunya dibutuhkan teknologi yang mumpuni dan dapat mendukung secara optimal. Menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft Teams meluncurkan platform Webinars pada Mei 2021 lalu. Melalui Microsoft Teams Webinars, kini Anda bisa menyelenggarakan meeting internal perusahaan hingga webinar dengan ratusan peserta secara profesional. Semua dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi terpusat. Mari cari tahu lebih banyak tentang platform Microsoft Teams Webinars di bawah ini! Bisa adakan webinar dengan 1.000 peserta Photo Credit: Microsoft Sebelum ini, Microsoft Teams sebenarnya telah mempunyai platform khusus meetings dengan jumlah peserta mencapai 300 saja. Namun, dengan Microsoft Teams Webinars, kini Anda dapat menyelenggarakan event webinar dengan mengundang hingga 1.000 peserta. Untuk memastikan kelancaran webinar, Microsoft Teams Webinars telah dibekali dengan sejumlah fitur pendukung. Salah satunya Registration Form, yang dapat diisi oleh calon peserta webinar sebagai bukti registrasi event. Lalu, agar bisa menjangkau banyak peserta, tersedia pula fitur Event Details di mana Anda bisa mengisinya dengan informasi seputar webinar, mulai dari waktu pelaksanaan, topik yang akan dibahas, hingga profil pembicara dan moderator. Kombinasi Presenter Mode dan PowerPoint Live untuk presentasi efektif Photo Credit: Microsoft Pada event webinar, biasanya pembicara akan menampilkan presentasi agar bisa menyampaikan materi secara lebih mudah. Demi memfasilitasi kebutuhan satu ini, Microsoft Teams Webinars pun telah dilengkapi dengan dua fitur khusus bernama PowerPoint Live dan Presenter Mode. Melalui PowerPoint Live, Anda akan memiliki kontrol penuh atas konten Anda. Sebagai pembicara atau presenter, Anda bisa melihat slides, notes, meeting chat, dan audiens hanya dalam satu panel praktis. Sebagai contoh, Anda bisa meletakkan notes presentasi di samping slides untuk memudahkan penyampaian materi. Tenang saja, tampilan panel tersebut bersifat private sehingga hanya Anda yang bisa melihatnya. Sementara itu, Presenter Mode memudahkan Anda sebagai presenter untuk mengatur konten dan video feed yang akan ditampilkan ke audiens webinar. Ada tiga opsi tampilan yang bisa Anda pilih, yaitu:   Standout mode – video feed pembicara akan ditampilkan sebagai siluet di depan konten yang dibagikan. Reporter mode – menampilkan konten sebagai alat peraga visual (visual aid) di bagian atas bahu pembicara, mirip seperti yang biasa ditampilkan pada siaran berita. Side-by-side mode – video feed pembicara ditampilkan di samping konten selagi presentasi berlangsung.   Akses laporan peserta setelah webinar selesai Photo Credit: Microsoft Webinar merupakan cara yang cukup efisien bagi brand untuk terhubung dengan target audiens. Agar hubungan tersebut tak merenggang setelah webinar berakhir, Anda bisa melakukan upaya-upaya lanjutan. Tenang saja, Microsoft Teams Webinars dapat memfasilitasi kebutuhan Anda tersebut. Setelah webinar berakhir, Anda bisa mengakses fitur Attendee Report yang tersedia pada Microsoft Teams Webinars. Laporan tersebut menunjukkan data seputar partisipasi peserta webinar, mulai dari identitas hingga seberapa lama mereka mengikuti webinar tersebut. Anda dapat memberikan data Attendee Report kepada tim Customer Relationship Management (CRM). Berdasarkan data tersebut, nantinya tim CRM bisa melakukan analisis dan menentukan peserta mana saja yang dapat mereka follow up. Bagi yang berencana mengadakan webinar, pastikan Anda menggunakan Microsoft Teams Webinars untuk kelancaran event nanti. Kabar baiknya lagi, Anda tak perlu membeli lisensi atau produk baru untuk bisa menggunakan Microsoft Teams Webinars. Platform baru ini telah disertakan dalam berbagai jenis lisensi Office dan Microsoft 365 yang kini digunakan banyak perusahaan. Namun, jika memang Anda belum berlangganan, tak perlu khawatir karena Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Microsoft di Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket lisensi Microsoft 365 for Business yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan perusahaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Chromebook, Collaboration, Productivity

3 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Berlangganan Chrome Enterprise

  Demi kelancaran bisnis, peran departemen IT sangatlah dibutuhkan di perusahaan. Terutama di era pandemi seperti sekarang yang mengharuskan banyak karyawan bekerja secara remote dari tempat tinggal masing-masing. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, tim IT menjaga stabilitas performa kerja para karyawan agar tetap produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tim IT perusahaan yang beralih ke cloud untuk mendukung fleksibilitas kerja, menjaga sistem keamanan secara optimal, sekaligus mengurangi infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka pun menggunakan Chrome Enterprise, seperangkat layanan Google yang fokus pada kebutuhan bisnis. Menyediakan aneka perangkat manajemen dan sumber daya berbasis cloud, Chrome Enterprise pun menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari dengan fleksibilitas maksimal. Lantas, apa yang membuat Chrome Enterprise begitu diminati banyak perusahaan?   Menyediakan berbagai aplikasi dan sumber daya penunjang kerja   Photo Credit: fauxels (Pexel) Sebagai salah satu perangkat Chrome OS, Chromebook juga turut menjadi bagian dari Chrome Enterprise yang ditawarkan Google. Bukannya tanpa alasan, perangkat Chromebook mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi kerja secara aman, baik ketika Anda mengakses situs web, membuka aplikasi, atau lainnya. Namun, dalam proses pemindahan workflow ke lingkungan cloud, kemungkinan besar Anda masih akan membutuhkan sejumlah aplikasi berfitur penuh agar tetap produktif. Masalahnya, sering kali aplikasi-aplikasi tersebut tidak bekerja pada sistem cloud. Memahami dilema tersebut, Google pun bekerja sama dengan Parallels Desktop untuk menyediakan solusi yang dapat menjembatani proses transisi perusahaan Anda ke penggunaan aplikasi berbasis cloud secara penuh. Parallels Desktop dijalankan secara “lokal” pada perangkat Chrome dalam edisi atau sesi pengguna Chrome US. Jadi, Anda pun tak membutuhkan koneksi internet. Terlebih, sejak awal Parallels Desktop untuk Chrome Enterprise memang dirancang khusus bagi para pelaku bisnis. Nantinya, para admin IT dapat mengaktifkan akses ke perangkat-perangkat yang terhubung dengan Chrome Enterprise Upgrade saja sehingga lebih aman.   Meningkatkan efisiensi operasional pada seluruh perangkat   Photo Credit: krakenimages (Unsplash) Masih dengan penggunaan Chromebook untuk Chrome Enterprise, admin IT perusahaan dapat menerapkan sistem keamanan berstandar tinggi, menjaga kestabilan produktivitas karyawan, hingga pengawasan IT. Semua hal ini bisa dilakukan dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan layanan dari kompetitor. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para pelanggan Chrome Enterprise yang mengakui adanya siklus hidup yang cukup panjang pada perangkat Chromebook; mulai dari penggunaan untuk pertama kali, pengalihan penggunaan kepada karyawan baru, hingga akhirnya pencabutan akses saat perangkat tersebut sudah tak dapat dipakai lagi. Riset dari Enterprise Strategy Group (ESG) pun menunjukkan hasil serupa. Mereka meneliti tentang penghematan waktu pada siklus hidup Chromebook jika dibandingkan dengan PC biasa. Hasilnya, Chromebook terbukti mampu menghemat waktu hingga 76% selama proses deployment perangkat dan 96% saat proses peralihan perangkat ke pengguna baru.   Rutin meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna   Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Sebagai penunjang Chrome Enterprise, Chromebook dilengkapi dengan fitur update OS otomatis yang berlangsung pada “di balik layar” (background). Idealnya, update ini berlangsung selama seminggu sekali. Dengan begitu, Anda pun akan selalu memiliki akses ke fitur-fitur edisi terbaru, termasuk sistem keamanan terkini. Sebagai contoh, update OS yang baru-baru ini dirilis adalah Chrome 84. Melalui update ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk menunjang produktivitas kerja dan pengawasan IT. Beberapa di antaranya adalah manajemen aplikasi dan extension yang lebih mudah dari Chrome Web Store pada Google Admin Console, overview mode yang kini mendukung pengaturan multimonitor, hingga peningkatan aksesibilitas pada konsol Google Admin melalui penambahan lima belas aturan baru. Jadi, bagi yang ingin tetap produktif menjalankan bisnis walaupun harus bekerja secara remote dengan tim, berlangganan Chrome Enterprise adalah solusinya. Terlebih dengan perangkat Chrome OS seperti Chromebook, berbagai keperluan pekerjaan pun bisa diselesaikan secara lebih efisien melalui fitur-fitur pendukungnya yang begitu canggih. Beruntung kini pembelian Chromebook sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan untuk menghubungi partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan beragam pilihan Chromebook, Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk dapatkan Chromebook Anda!  

Info

VM Manager, Manajemen Infrastruktur Compute Engine dalam Jumlah Besar

  Seiring dengan meningkatnya transformasi digital, ketergantungan terhadap sistem cloud jadi semakin besar. Perusahaan akan memindahkan lebih banyak workload ke cloud mereka. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa manajemen cloud bisa cukup rumit, terutama jika Anda belum familiar dengan perangkat yang dipakai untuk mengelola virtual machines (VM) dalam jumlah besar. Alhasil, pihak administrator (admin) pun menemui tantangan baru, yakni terkait pengelolaan keamanan infrastruktur pada skala cloud. Dibutuhkan perangkat khusus untuk mengelola dan mengoperasikan seluruh sumber daya (resources) cloud dari satu tempat. Tak hanya itu, perangkat tersebut juga harus mudah dioperasikan. Menjawab kebutuhan tersebut, Google pun meluncurkan VM Manager. VM Manager adalah rangkaian perangkat manajemen infrastruktur untuk menyederhanakan dan mengautomasi pemeliharaan compute engine VM dalam jumlah besar.  Mengurangi kompleksitas pengelolaan VM melalui satu dashboard utama Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Dalam pengelolaan compute engine VM, terutama dalam jumlah besar, umumnya ada tiga hal yang menjadi pekerjaan utama; perawatan, penyesuaian, dan pengamatan. Melalui fitur-fitur bersifat otomatis pada VM Manager, hal-hal tersebut bisa dilakukan secara lebih sederhana.  Kabar baiknya lagi, fitur-fitur VM Manager dapat Anda akses melalui satu dashboard utama sehingga akan mengurangi kompleksitas pengelolaan compute engine VM. Tak hanya itu, adanya dashboard juga memudahkan pelacakan data inventaris secara real-time. Dengan begini, Anda akan mendapatkan insight yang bisa segera ditindaklanjuti sehingga performa infrastruktur pun terjaga. Patch management menjaga sistem selalu up-to-date Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Agar dapat memudahkan manajemen infrastruktur compute engine VM secara optimal, VM Manager dibekali dengan sejumlah layanan mumpuni. Salah satunya adalah patch management yang berfungsi menjaga sistem infrastruktur selalu up-to-date. Caranya adalah dengan memberi izin kepada Anda untuk memasang OS patches pada seluruh VM, menerima data penyesuaian untuk seluruh lingkungan OS, dan mengautomasi pemasangan OS patches di seluruh perangkat VM. Semua ini dapat Anda lakukan melalui satu platform terpusat sehingga begitu mudah dan praktis dijalankan. Menjaga konsistensi konfigurasi dengan configuration management Photo Credit: cottonbro (Pexels) Semakin besar skala suatu perusahaan, maka idealnya ada semakin banyak perangkat VM yang digunakan. Alhasil, dibutuhkan infrastruktur yang dapat mendukung kinerja puluhan hingga ratusan VM secara konsisten, terutama dari segi konfigurasi. Pengelolaan konfigurasi atau configuration management inilah yang dapat membantu Anda mewujudkan hal tersebut. Layanan satu ini memungkinkan Anda untuk menjaga konsistensi konfigurasi pada seluruh perangkat compute engine VM. Hal ini bisa terjadi berkat adanya fitur automated remediation yang meminimalisir praktik manual dan menjaga perangkat Anda tetap “patuh” pada konfigurasi. Lebih mudah identifikasi VM dengan inventory management Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Layanan ketiga adalah manajemen inventaris (management inventory) yang berfungsi mengumpulkan informasi terkait sistem operasi pada perangkat VM. Melalui adanya layanan satu ini, Anda bisa mengidentifikasi VM mana yang menjalankan sistem operasi tertentu hingga mengakses packages yang terpasang pada VM. Kabar baiknya lagi, layanan management inventory pada VM Manager juga terintegrasi dengan produk Google Cloud lain, yaitu Cloud Asset Inventory. Berkat integrasi ini, Anda pun dapat melihat, memonitor, serta menganalisis data Google Cloud secara sederhana. Kehadiran VM Manager dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang selama ini menggunakan perangkat compute engine VM dalam jumlah besar. Agar bisa membuktikan sendiri kehebatan fungsi VM Manager, pastikan Anda sudah memasang infrastruktur Google Cloud terlebih dulu. Jika belum, Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology untuk berlangganan. EIKON Technology adalah partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda melakukan migrasi ke Google Cloud sekaligus menentukan infrastruktur cloud yang sesuai kebutuhan Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Chromebook, Collaboration, Productivity, Technology

4 Upaya Chrome OS Membangun Masa Depan Ramah Lingkungan

  Google memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga planet dan lingkungan. Berbagai langkah berhasil dicapai demi mewujudkan komitmen tersebut. Sejak 2007, Google telah menjadi perusahaan netral karbon (carbon-neutral). Lalu, pada 2017, Google menjadi perusahaan pertama yang berhasil menyesuaikan 100% konsumsi listrik tahunan dengan pemakaian energi terbarukan. Tak berhenti sampai situ, Google juga memiliki target agar seluruh data center dapat beroperasi menggunakan energi bebas karbon pada 2030 nanti. Sebagai salah satu produk unggulan Google, Chrome OS pun turut ambil bagian dalam mendukung misi tersebut. Tak hanya menyediakan software dan hardware computing yang sifatnya berkelanjutan (sustainable), Chrome OS juga melakukan berbagai langkah penting berikut ini demi membangun masa depan yang ramah lingkungan. Kurangi jejak karbon, optimalkan efisiensi energi Photo Credit: Kelly Lacy (Pexels) Sejak awal diperkenalkan, Chrome OS menawarkan kemampuan manajemen daya dengan sistem charging efisien dan optimalisasi performa perangkat. Salah satu klien Google yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Kingston dan Sutton, keduanya merupakan organisasi dewan untuk kerajaan di London. Setelah menggunakan lebih dari 3.800 perangkat Chrome OS, Kingston dan Sutton berhasil menurunkan gas rumah kaca dan konsumsi energi tahunan hingga 32%. Sebagai informasi, perangkat Chrome OS yang digunakan adalah Chromebook Acer dan Citrix sebagai aplikasi workspace-nya. Perangkat dirancang dengan bahan baku yang dapat didaur ulang Photo Credit: Sigmund (Pexels) Dalam merancang berbagai perangkatnya, Chrome OS selalu memastikan agar desain dan komponen-komponennya bersifat tahan lama. Tidak bekerja sendiri, berbagai partner Chrome OS seperti Acer dan HP pun turut mendukung misi tersebut. HP Elite c1030 Chromebook Enterprise, misalnya, berhasil menjadi perangkat Chromebook pertama yang diproduksi menggunakan plastik dari laut. Bahkan ternyata HP telah mengumpulkan lebih dari 780 ton plastik (setara 60 juta botol plastik) dari laut untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan produk-produk HP. Tak hanya HP, Acer juga telah melakukan langkah serupa. Lebih dari 7,6 juta perangkat Chrome OS dikirimkan menggunakan plastik ramah lingkungan (plastik PCR). Di samping itu, Acer juga telah mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) pada kemasan produk hingga 60%. Memperpanjang siklus hidup perangkat untuk minimalisir limbah elektronik Photo Credit: Sahand Babali (Unsplash) Cara lain yang dilakukan Chrome OS untuk membangun masa depan ramah lingkungan adalah dengan memperpanjang siklus hidup perangkat. Dengan begitu, limbah pemakaian elektronik pun dapat diminimalisir. Kini, perangkat-perangkat terbaru Chromebook mampu menerima pembaruan update OS hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, performa perangkat tidak akan menurun sehingga mampu berfungsi optimal dalam waktu lama. Sistem supply chain yang lebih ramah lingkungan Photo Credit: Reproductive Health Supplies Coalition (Unsplash) Banyak partner Gogole yang menggunakan Chrome OS untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain), logistik, dan operasional harian. Salah satunya adalah Insight Enterprise yang bergerak di bidang inovasi digital. Melalui penggunaan perangkat eco-friendly seperti Chromebook dari Google, Insight Enterprise dapat membantu para karyawannya untuk produktif bekerja secara mobile dengan penghematan sumber daya. Selain Insight Enterprise, partner lain yang juga merasakan dampak positif serupa adalah CDW. Menawarkan berbagai produk teknologi, CDW fokus meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas operasional mereka sekaligus memaksimalkan dampak dari upaya daur ulang mereka. Hal ini memungkinkan CDW untuk menjalankan bisnis yang sustainable pada berbagai sektornya. Chrome OS tak hanya menyediakan solusi atas kebutuhan produktivitas Anda, tapi juga dibarengi dengan upaya konkret untuk menjaga planet dan lingkungan. Anda bisa ambil bagian dalam upaya positif tersebut dengan menggunakan perangkat Chrome OS seperti Chromebook untuk bekerja sehari-hari. Terlebih, kini pembelian Chromebook bisa dilakukan secara mudah. Kini di Indonesia telah hadir partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Sebelum membeli, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang paling sesuai kebutuhan produktivitas. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Leaptakers, Platform Google untuk Mengapresiasi Para Pekerja IT

  Di balik kelancaran aplikasi yang kita gunakan, keamanan akses sistem cloud, hingga kemudahan pemakaian berbagai produk teknologi lain, terdapat tim IT yang telah berjasa besar. Mereka bekerja keras demi memastikan agar para pengguna bisa selalu menikmati teknologi dengan aman dan nyaman. Di Google, tim IT menjadi bagian penting dalam tulang punggung perusahaan. Begitu banyak kisah inspiratif yang menarik perhatian Google, mulai dari tim DevOps yang mengubah jaringan rumah sakit agar keluarga pasien bisa tetap konsultasi dengan dokter selama masa lockdown pandemi, hingga para inovator yang membantu pemerintah mengirimkan kebutuhan darurat dengan drone. Google yakin bahwa masih ada banyak sekali kisah inspiratif serupa dari para pekerja IT lain di seluruh dunia. Agar ada semakin banyak orang yang mengetahui kisah-kisah tersebut, Google pun menciptakan platform bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT dapat berbagi cerita tentang berbagai project yang pernah mereka kerjakan. Bentuk apresiasi Google terhadap para pekerja IT Photo Credit: Annie Spratt (Unsplash) Kehadiran tim IT begitu penting di tengah era digital seperti sekarang. Berkat dedikasi dan kemampuan mumpuni mereka, tercipta begitu banyak sistem dan produk teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Sayangnya, masih banyak dari tim IT yang kurang mendapat apresiasi atas kerja keras mereka. Terlebih, tim IT kerap kali tidak memiliki waktu untuk meresapi betapa besar dampak hasil kerja mereka. Setelah menyelesaikan satu project, kemungkinan besar mereka akan langsung beralih mengerjakan project lainnya. Demi memberi sorotan lebih kepada para pekerja IT di seluruh dunia, Google baru-baru ini memperkenalkan program bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT bisa berbagi cerita tentang project-project yang pernah mereka kerjakan, tantangan yang dihadapi, hingga dampak signifikan dari karya IT yang telah dihasilkan. Leaptakers menjadi salah satu cara Google untuk merayakan kerja keras tim IT. Di samping itu, para pekerja IT juga dapat memanfaatkan Leaptakers untuk meresapi betapa signifikan dampak yang telah mereka berikan terhadap kehidupan manusia melalui kerja keras mereka. Bisa juga menominasikan orang lain Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Jadi, bagi para pekerja IT di mana pun Anda berada, jangan ragu untuk berbagi cerita tentang project yang pernah Anda kerjakan. Semua bisa Anda bagikan melalui platform Google bernama Leaptakers. Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu klik di sini dan mengisi formulir berisi ragam pertanyaan yang telah disediakan Google. Jika semua telah terisi, klik tombol Submit Your Story dan cerita Anda telah terkirim ke Google! Lalu, jika Anda memiliki teman sesama pekerja IT yang menurut Anda pantas mendapat sorotan, Anda bisa menominasikannya. Bagikan saja link ini kepada mereka agar mereka bisa turut berbagi cerita tentang project-project IT menakjubkan lainnya. Google akan membuat project video kompilasi Photo Credit: Wahid Khene (Unsplash) Pengiriman cerita melalui platform Google Leaptakers akan ditutup pada 16 Juli 2021. Setelah itu, Google akan melakukan seleksi dan memilih sejumlah project utama untuk dikompilasi dalam sebuah video. Tentunya video ini juga akan dibagikan oleh Google secara online. Tenang saja, seluruh cerita lain yang masuk akan tetap ditampilkan pada platform khusus Leaptakers. Bahkan nantinya Anda dan para pekerja IT lain juga tetap bisa terus berbagi cerita melalui platform tersebut. Dengan begini, akan ada semakin banyak kisah inspiratif dari tim IT yang bisa diketahui orang lain.   Jika Anda termasuk salah satu anggota tim IT yang selama ini berkutat dengan banyak project berarti, jangan ragu membagikan cerita Anda melalui platform Google yang baru, Leaptakers. Pastikan Anda menggunakan perangkat yang powerful seperti Chromebook agar pengisian formulir berjalan lancar dan terhindar dari system crash. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook terbaru dari berbagai produsen IT ternama melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia! Langsung saja klik di sini atau hubungi tim EIKON Technology sekarang juga!  

Chromebook, Productivity, Security

5 Langkah Mengatur Chrome Device Management untuk Pertama Kali

  Perangkat Chrome, atau disebut juga dengan Chromebook, menawarkan banyak keuntungan untuk para penggunanya. Sejak awal, Chromebook dirancang dengan software update otomatis, perlindungan maksimal terhadap virus, pencegahan kerusakan sistem, hingga sistem proteksi keamanan data. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna pun bisa lebih fokus mengerjakan hal-hal produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak perusahaan mulai beralih ke Chromebook untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Nah, agar nantinya Anda bisa menggunakan Chromebook secara lancar, diperlukan pengaturan khusus yang dinamakan Chrome Device Management. Berikut ini langkah-langkah melakukan pengaturan Chrome Device Management pada perangkat Chromebook yang baru.   Dapatkan lisensi perangkat Google Chrome   Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Menurut kebijakan lisensi Google, Anda diwajibkan memiliki satu lisensi untuk setiap perangkat Chrome yang akan digunakan di perusahaan. Tersedia dua jenis lisensi yang bisa Anda pilih. Yaitu lisensi standar Chrome Device Management dan lisensi untuk single app kiosk. Anda bisa mendapatkannya secara online atau menghubungi tim Google. Lisensi standar memberikan Anda akses menyeluruh ke semua pengaturan dan kebijakan yang digunakan di perusahaan Anda. Bahkan waktu perpanjangan lisensi pun bisa Anda tentukan sendiri, baik yang bersifat tahunan hingga seumur hidup. Sementara itu, lisensi single app kiosk memungkinkan manajer atau administrator untuk mengakses seluruh pengaturan dan kebijakan untuk perangkat-perangkat Chrome yang dijalankan sebagai kiosk. Contoh dari perangkat Chrome bersifat kiosk adalah mesin register POS di toko retail atau perangkat registrasi di resepsionis hotel.   Segera daftarkan perangkat Chrome   Photo Credit: Nathan Dumlao (Unsplash) Setelah mendapatkan lisensi, Anda perlu mendaftarkan seluruh perangkat Chrome pada konsol Chrome Admin. Penting untuk diingat bahwa pendaftaran perangkat ini harus dilakukan sebelum pengguna melakukan sign in pada Chromebook. Hanya dengan beginilah perangkat-perangkat tersebut dapat menjalankan aturan atau kebijakan penggunaan yang telah ditetapkan pihak admin. Sebaliknya, jika ada pengguna yang sign in perangkat sebelum pendaftaran, maka aturan pemakaian yang ditetapkan admin tak akan berlaku pada perangkat tersebut. Tenang saja, cara mendaftarkan perangkat Chrome tidaklah sulit. Pada konsol Chrome Admin, ketik Ctrl+Alt+E untuk masuk ke halaman pendaftaran. Anda akan diminta memasukkan username dan password yang Anda terima pada surat penyambutan (welcome letter) Google Admin. Setelahnya, Anda akan dipandu hingga proses pendaftaran perangkat selesai.   Mengatur setelan pengguna dan perangkat Chrome   Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Begitu semua perangkat telah terdaftar pada konsol Google Admin, kini saatnya mengatur setelan pengguna (user settings) dan perangkat Chrome. Perlu diingat bahwa user settings tidak dapat dikonfigurasi untuk perangkat Chrome dengan lisensi single app kiosk.  Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan pada halaman user settings, mulai dari memblokir aplikasi atau extensions tertentu, mengonfigurasi sistem single sign-on pada seluruh perangkat Chrome, hingga membuat koleksi aplikasi Chrome di Chrome Web Store untuk para pengguna.   Kelola pengaturan perangkat Chrome   Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) User settings yang telah Anda buat sebelumnya akan berlaku untuk seluruh pengguna perangkat Chrome, bahkan jika pengguna tersebut merupakan pengguna tamu (guest user) atau melakukan log in menggunakan akun Google pribadi mereka. Namun, ingat, ada beberapa pengaturan yang tidak tersedia bagi pengguna perangkat Chrome dengan lisensi single app kiosk.   Buat unit organisasi   Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Setelah proses pendaftaran dan user settings berhasil dilakukan, kini saatnya membuat unit organisasi. Tujuannya adalah mengumpulkan sejumlah perangkat Chrome tertentu agar bisa diterapkan konfigurasi yang sama. Jangan khawatir, caranya sangat mudah. Pada konsol Chrome Admin, masuklah ke Chrome Device Management, lalu pilih opsi Chrome Devices. Nantinya Anda akan menemukan informasi berisi perangkat-perangkat Chrome yang beroperasi menggunakan domain Anda. Jadi, bukan hanya pemakaian Chromebook yang begitu mudah dan praktis, tapi juga pengaturan Chrome Device Management saat pertama kali Anda hendak menggunakan perangkat tersebut. Buktikan sendiri dengan segera beralih ke Chromebook! Anda bisa mendapatkan perangkat Chrome untuk kebutuhan perusahaan dengan menghubungi partner resmi produk Google, EIKON Technology. Bahkan untuk membantu kelancaran pengaturan Chrome Device Management nanti, tim EIKON Technology juga dapat membantu Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Scroll to Top