EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Appsheet, Google Cloud

5 Aplikasi Tanpa Coding yang Bisa Anda Buat untuk Automasi Bisnis

  Automasi proses kerja (workflow) menjadi langkah signifikan dalam transformasi digital suatu bisnis. Pasalnya, teknologi automasi menyediakan solusi efektif untuk kebutuhan bisnis di berbagai area. Sayangnya, masih banyak bisnis yang ragu untuk menerapkannya karena khawatir teknologi automasi membutuhkan proses lama dan rumit.  Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud. Mengusung sistem no-code automation, AppSheet memungkinkan Anda dan tim untuk mengembangkan aplikasi automasi workflow tanpa membutuhkan coding. Tak hanya itu, AppSheet juga menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang bisa Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan automasi bisnis. Jadi, aplikasi apa saja yang bisa Anda buat tanpa harus coding untuk automasi bisnis? Manajemen event Photo Credit: Teemu Paananen (Unsplash) Salah satu sektor bisnis yang dapat merasakan manfaat dari pengembangan aplikasi tanpa membutuhkan coding di AppSheet adalah event organizer. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengelolaan event sangatlah rumit karena ada banyak hal yang harus diurus, mulai dari penjadwalan registrasi hingga kerja sama dengan berbagai vendor. Kini Anda bisa menyederhanakan proses tersebut dengan menggunakan sampel aplikasi Event Management yang ada di AppSheet. Melalui sampel ini, Anda bisa merancang aplikasi dengan berbagai fitur pendukung perencanaan event seperti custom maps dan laporan progress kerja. Automasi pembelian dan pengadaan barang Photo Credit: Mikhail Nilov (Pexels) Apa pun bidangnya, suatu bisnis tak dapat dipisahkan dari aktivitas pembelian dan pengadaan marang. Anda tentu paham betul betapa proses pesanan pembelian bisa memakan banyak waktu dan tenaga. Kesalahan sedikit saja dapat berdampak pada ketidakseimbangan stok hingga keterlambatan pembayaran. Di sinilah sampel aplikasi Procurement and Expensing Automation di AppSheet dapat membantu. Melalui aplikasi ini, Anda bisa lebih mudah memproses pesanan penjualan dan laporan pengeluaran, yang secara otomatis terhubung dengan alur pengajuan persetujuan. Dengan begini, pihak yang dibutuhkan bisa cepat memberikan persetujuannya. Deteksi anomali data Photo Credit: Luke Chesser (Unsplash) Keanehan atau anomali data biasanya terjadi ketika suatu titik data menyimpang dari kondisi normal yang selama ini ditunjukkan kumpulan data (dataset). Munculnya anomali data dapat menjadi indikasi atas banyak hal, contohnya saat perilaku konsumen mengalami perubahan atau terjadi gangguan teknis ketika Anda sedang menjalankan event. Itulah kenapa penting bagi bisnis untuk mendeteksi anomali data secara cepat agar penanganannya pun tidak terlambat. Saatnya mengembangkan aplikasi tanpa coding dari AppSheet, yang menyediakan sampel aplikasi Anomaly Detection untuk disalin dan dimodifikasi. Aplikasi ini dapat mengirimkan notifikasi jika ditemukan anomali data, sehingga Anda bisa cepat bertindak. Permintaan persetujuan bersifat hierarki Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Agar proyek bisnis dapat berjalan, biasanya membutuhkan persetujuan atau approval dari stakeholder. Semakin panjang rantai komandonya, maka akan semakin banyak pula approval yang harus Anda dapatkan. Misalnya, saat seorang manajer keuangan membuat suatu keputusan, maka harus disetujui pula oleh direktur mereka, lalu VP, hingga Chief Financial Officer (CFO). Proses mendapatkan approval ini bisa cukup berbelit. Untungnya, proses tersebut bisa disederhanakan melalui aplikasi Hierarchical Approvals yang sampelnya tersedia di AppSheet. Aplikasi tanpa coding ini dapat menentukan dari pihak mana sajakah approval suatu proses kerja dibutuhkan, lalu mengirimkan notifikasi kepada pihak-pihak tersebut. Pesan otomatis Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Komunikasi menjadi salah satu hal penting bagi bisnis untuk memelihara hubungan dengan para konsumen. Banyak cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan mengirimkan newsletter jika ada produk baru, promosi khusus, atau perubahan kebijakan. Namun, pastikan Anda konsumen tidak terpaksa saat menerimanya. Menggunakan sampel aplikasi Automated Messaging pada AppSheet, Anda bisa memberi pilihan kepada konsumen untuk bersedia menerima pesan promosi dari Anda. Aplikasi ini memungkinkan konsumen untuk melakukan registrasi secara in-app jika mereka memilih untuk menerima pesan tersebut. Ada begitu banyak jenis aplikasi yang bisa Anda buat untuk mendukung automasi workflow bisnis, terlebih jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud yang relatif mudah digunakan karena tak membutuhkan kemampuan coding.  Agar transformasi digital pada bisnis segera terwujud, langsung saja hubungi EIKON Technology untuk berlangganan AppSheet versi premium. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi langganan yang paling sesuai kebutuhan automasi bisnis Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Appsheet

5 Peran Aplikasi Tanpa Coding pada Bidang Manufaktur

Teknologi automasi telah terbukti mampu memberikan keuntungan pada para tenaga kerja di bidang manufaktur. Tak hanya dari segi efisiensi dan keselamatan kerja, keuntungan tersebut juga berdampak pada finansial perusahaan. Menurut para ahli, perusahaan manufaktur bisa menghemat hingga 2,7 triliun USD melalui automasi proses kerja (workflow). Aplikasi tanpa coding dapat mendukung penerapan automasi tersebut. Anda bisa mengembangkannya melalui platform AppSheet dari Google Cloud. Menggabungkan artificial intelligence (AI) dan pengembangan bersifat no-code, AppSheet memungkinkan tim manufaktur untuk merancang aplikasi tanpa harus menulis coding sedikit pun. Melalui aplikasi tanpa coding ini, ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan di bidang manufaktur. Apa saja keuntungan yang dimaksud? Cek daftar selengkapnya berikut ini! Pengelolaan inventaris Photo Credit: Remy Gieling (Unsplash) Agar perusahaan manufaktur dapat selalu memenuhi kebutuhan produksi, maka perlu adanya keseimbangan pada ketersediaan bahan baku, peralatan, dan suku cadang. Kuncinya adalah dengan melakukan kontrol inventaris secara efisien. Tak hanya menghemat waktu, hal tersebut juga dapat membantu Anda mengurangi limbah yang dihasilkan dari produksi manufaktur. Aplikasi tanpa coding dapat membantu Anda mengautomasi kontrol inventaris tersebut sehingga prosesnya lebih sederhana, minim human error, dan optimal. Platform pengembangan seperti AppSheet adalah solusinya. AppSheet menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang dapat Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan manufaktur Anda. Contohnya aplikasi Manufacturing Inventory dan Barcode Scan and Search. Pengiriman Photo Credit: ELEVATE (Pexels) Pada bidang manufaktur, pekerjaan belum berhenti ketika produk meninggalkan pabrik. Anda juga harus memastikan bahwa produk tersebut sampai di tangan konsumen dalam keadaan aman. Dengan banyaknya produk yang harus dikirim ke berbagai lokasi, proses pengiriman pun biasanya memakan cukup banyak waktu. Beruntung kini Anda bisa menyederhanakan prosesnya melalui aplikasi tanpa coding yang dikembangkan melalui AppSheet. Aplikasi tersebut akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada konsumen saat pesanan mereka siap dikirim. Ketika pesanan diantar, aplikasi juga akan mengirimkan notifikasi lain kepada Anda maupun konsumen. Bahkan jika Anda mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan Google Maps, pengemudi bisa mendapatkan update rute perjalanan berdasarkan kondisi lalu lintas secara real-time. Dengan begini, risiko pengiriman telat pun dapat ditekan. Manajemen tenaga kerja Photo Credit: ThisIsEngineering (Pexels) Bukan menjadi rahasia lagi bahwa tenaga kerja merupakan bagian terpenting dalam operasional manufaktur. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa proses manajemen tenaga kerja cukup rumit dan rentan error, misalnya terkait kesalahan nominal saat transfer gaji bulanan. Pekerjaan bersifat administratif seperti itu dapat disederhanakan dengan penggunaan teknologi automasi dari aplikasi tanpa coding. Di AppSheet, misalnya, tersedia sampel aplikasi Timesheet yang memudahkan pekerja manufaktur untuk mendata jam kerja harian dan secara otomatis menghitung upah yang berhak diterima masing-masing orang berdasarkan data jam kerja. Karena merupakan sampel, aplikasi Timesheet tersebut dapat Anda salin dan modifikasi kembali sesuai dengan kebutuhan manajemen tenaga kerja di perusahaan manufaktur Anda. Tentunya semua itu bisa Anda lakukan tanpa coding di AppSheet. Pengelolaan aset perusahaan Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Umumnya, perusahaan manufaktur memiliki banyak sekali aset yang tersebar di berbagai lokasi. Aset yang dimaksud bisa berupa mesin, server sumber daya manusia, kendaraan, dan lainnya. Dengan mengautomasi pengelolaan aset-aset tersebut, stabilitas dan peluang profit perusahaan manufaktur pun bisa meningkat. Menggunakan platform pengembangan aplikasi tanpa coding seperti AppSheet, siapa pun bisa dengan mudah merancang aplikasi yang berfungsi sebagai satu platform terpusat untuk memonitor workflow manufaktur, manajemen data, proses HR, kontrol inventaris, dan lainnya. Dengan begini, Anda pun bisa memantau seluruh aset secara praktis dan efisien. Lalu, karena berbasis cloud, maka Anda dapat mengakses aplikasi dari mana saja dan kapan saja. Jadi, jika sewaktu-waktu ditemukan masalah, Anda bisa cepat mengambil tindakan. Pelaporan insiden Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Tidak ada perusahaan manufaktur yang ingin mengalami insiden atau kecelakaan kerja. Namun, hal seperti ini tidak pernah bisa diprediksi. Jika terjadi, pihak manajemen harus segera memberikan respons secara cepat. Itulah kenapa penting bagi para petinggi perusahaan manufaktur untuk memiliki sistem otomatis yang bisa diandalkan dalam membuat dan mengirimkan laporan insiden. Automasi tanpa coding adalah solusinya. Anda bisa dengan mudah mengembangkan aplikasi pelaporan insiden bersifat autopilot. Melalui aplikasi ini, nantinya para pekerja bisa mengisi formulir untuk melaporkan insiden, menjadwalkan pertemuan dengan pihak terkait, hingga mengumpulkan bukti insiden. Jika membutuhkan tanda tangan dari pihak tertentu pun, mereka bisa mengajukan permintaan melalui SMS atau email yang terintegrasi dengan aplikasi. Hal ini tentu akan mempercepat pelaporan insiden secara akurat sehingga penanganan tepat bisa segera dilakukan.   Tanpa membutuhkan kemampuan coding, AppSheet memungkinkan para pekerja di bidang manufaktur untuk mengautomasi workflow pada sektor-sektor krusial. Untuk merasakan berbagai keunggulan aplikasi tanpa coding pada bisnis manufaktur seperti di atas, Anda bisa berlangganan AppSheet melalui partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan memberi penjelasan mendalam seputar AppSheet. Sampaikan kebutuhan Anda dan tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih paket langganan yang paling sesuai!

Info

Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi

Industri energi memiliki peran signifikan dalam menggerakkan dunia modern. Demi membantu perusahan energi dalam memenuhi kebutuhan, berbagai teknologi automasi pun bermunculan. Tak hanya meningkatkan produktivitas pada sektor energi, teknologi automasi juga mampu menghemat biaya hingga 800 miliar Dolar. Sayangnya, para ahli memprediksi bahwa baru ada 18% organisasi di bidang energi yang memanfaatkan teknologi automasi pada skala enterprise. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian secara teknis di bidang tersebut. Kabar baiknya, kini telah hadir solusi bagi pelaku bisnis energi untuk menerapkan teknologi automasi. Jawabannya adalah dengan AppSheet, platform yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan suatu aplikasi tanpa perlu melakukan coding. AppSheet masih merupakan bagian dari Google Cloud Photo Credit: Mitchell Luo (Unsplash) Menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI) dan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet memberikan peluang kepada perusahaan energi untuk mengautomasi proses kerja (workflow) tanpa harus menulis coding sedikit pun. Artinya, Anda yang tidak memiliki ilmu coding pun bisa turut menggunakan AppSheet. Dalam membantu para penggunanya, AppSheet akan memanfaatkan sumber daya milik Google, khususnya Google Cloud. Sejak Januari 2020 lalu, AppSheet telah resmi diakuisisi oleh Google dan bergabung dengan tim Google Cloud. Beragam hal yang bisa dilakukan dengan AppSheet di bidang energi Melalui layanan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet dirancang agar bisa bisa membantu perusahaan energi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai lingkup kerja, mulai dari pemeliharaan perangkat, pengangkutan material, hingga pelaporan terjadinya insiden. Berikut penjelasannya.   Pemeliharaan perangkat Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Dalam menyediakan energi kepada para konsumen, perusahaan sangat bergantung pada penggunaan banyak perangkat atau peralatan. Mayoritas perangkat ini tak hanya berukuran besar, tapi juga mahal. Dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dalam hal pembelian, pengoperasian, hingga pemeliharaan. Itulah kenapa para pekerja di bidang energi dituntut untuk memahami prosedur pemakaian alat-alat tersebut secara tepat dan aman. Tak hanya itu, mereka juga perlu melakukan inspeksi dan melakukan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan alat-alat tersebut selalu bekerja optimal. Di sinilah AppSheet dapat membantu Anda. Melalui pengembangan aplikasi tanpa coding, Anda bisa menciptakan proses inspeksi dan pemeliharaan alat secara mulus. Berkat adanya alat-alat yang ditenagai teknologi Internet of Things (IoT), AppSheet akan memberi tahu Anda jadwal pemeliharaan suatu alat, termasuk jika alat tersebut membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.   Pengangkutan dan pelacakan material Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Sektor energi memiliki supply chain yang cukup rumit, terlebih dengan banyaknya material yang memiliki spesifikasi beragam, baik dari segi kualitas hingga keamanan. Perusahaan energi perlu mengadaptasi sistem yang teratur untuk mengelola dan melacak setiap sumber daya yang terlibat dalam proses supply chain. Dengan begini, Anda bisa memastikan bahwa setiap material benar-benar sampai di tempat yang seharusnya secara tepat waktu. AppSheet dapat membantu Anda melakukan hal tersebut melalui teknologi automasi tanpa coding sehingga efisiensi dan transparansi dalam pengangkutan material pun akan meningkat. AppSheet memungkinkan Anda untuk menciptakan aplikasi tanpa coding bersifat custom yang dilengkapi fitur pelacakan GPS dan pemindaian QR code untuk meningkatkan akurasi pengangkutan material energi. AppSheet bahkan menyediakan sampel aplikasi Barcode Scanner dan Location Tracker yang bisa Anda salin dan kustomisasi untuk kebutuhan di bidang energi.   Penanganan bencana Photo Credit: Pixabay (Pexels) Jika terjadi suatu bencana, perusahaan energi memiliki peran penting dalam memulihkan layanan di area-area terdampak. Untuk melakukan, dibutuhkan pengelolaan efektif dalam pengiriman kru sekaligus memastikan keselamatan mereka. AppSheet bisa membantu Anda mempercepat waktu respons dan menjamin keselamatan kru melalui pembuatan aplikasi tanpa coding secara cepat. Bekali kru pengemudi Anda dengan integrasi Google Maps yang akan secara otomatis menunjukkan rute tercepat mencapai lokasi. Tak hanya itu, aplikasi juga kan mengirimkan informasi real-time di lokasi kepada headquarter. Tidak ketinggalan aplikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan perlengkapan darurat seperti alat pelindung diri (APD) dan mencocokkannya dengan ketersediaan. AppSheet menyediakan sampel aplikasi Driver Dispatch dan Emergency Management yang bisa Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan pelaporan bencana di bidang energi.   Dengan AppSheet dari Google Cloud, para pekerja di bidang energi dapat mengautomasi workflow melalui pengembangan aplikasi tanpa coding. Untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan AppSheet, Google telah menyediakan beberapa edisi langganan, mulai dari Starter, Core, Enterprise Standard, hingga Enterprise Plus. Lalu, ke mana Anda harus melakukan panggilan untuk mulai berlangganan AppSheet? Tentunya partner Google Workspace resmi yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan memberikan konsultasi seputar produk-produk Google, termasuk AppSheet. Hubungi sekarang juga!

Info

Bisakah Layanan Kesehatan Memanfaatkan Teknologi No-code Automation?

Tahukah Anda bahwa layanan kesehatan termasuk salah satu industri yang cukup lambat dalam mengadopsi teknologi digital? Padahal, transformasi digital sangat penting dalam automasi proses kerja (workflow), yang dapat membantu organisasi kesehatan dalam meningkatkan efisiensi. Tak mengherankan jika menurut Gartner, sebanyak 63% penyedia layanan kesehatan terpaksa menghadapi gangguan yang cukup berat terkait perubahan organisasi internal, pendanaan, hingga pergeseran permintaan konsumen. Sebagai solusinya, secara perlahan mereka pun mulai mengadaptasi teknologi no-code automation seperti AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet menyediakan platform bagi para pekerja layanan kesehatan untuk mengembangkan aplikasi yang akan membantu mempercepat workflow. Kabar baiknya, pengembangan aplikasi melalui AppSheet bisa dilakukan tanpa bantuan departemen IT karena sama sekali tak membutuhkan coding. Lantas, hal apa saja yang dapat dilakukan oleh teknologi no-code automation di bidang layanan kesehatan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Penjadwalan konsultasi dokter Photo Credit: Gustavo Fring (Pexels) Melalui automasi penjadwalan konsultasi dokter, Anda tak hanya akan mengurangi risiko human error, tapi juga meningkatkan efisiensi staff, mengisi jadwal secara efektif, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Di Amerika Serikat, praktik automasi ini mulai marak dilakukan.  Industri layanan kesehatan di Amerika Serikat (AS) telah membuktikan hal tersebut. Berdasarkan analisis dari Accenture Health, hampir 40% dari 100 sistem kesehatan terbaik di AS telah menawarkan metode penjadwalan digital secara mandiri oleh pasien. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Pemesanan resep obat Photo Credit: Christina Victoria Craft (Unsplash) Geografi tak seharusnya menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan sesegera mungkin. Sebagai salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, banyak penyedia layanan kesehatan yang menerapkan automasi pada permintaan pembaruan resep dari pasien. Dengan begitu, para pasien bisa dengan mudah meminta isi ulang obat (refill) kapan pun mereka butuhkan tanpa harus menghubungi rumah sakit atau kantor layanan kesehatan terlebih dulu. Hal ini pun dapat membantu menghemat waktu pasien dan tenaga layanan kesehatan. Pemrosesan klaim asuransi Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kesehatan dihadapkan dengan permintaan konsumen dan kompetisi yang semakin tinggi. Sayangnya, hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan efisiensi operasional sehingga akhirnya banyak dari Anda yang mengalami kesulitan. Teknologi no-code automation dapat membantu Anda mengatasi hal tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses klaim asuransi kesehatan agar kepuasan pasien meningkat. Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan deteksi terjadinya gangguan pada proses tersebut sehingga nantinya dapat segera diambil tindakan yang tepat. Automasi workflow layanan kesehatan Photo Credit: National Cancer Institute (Unsplash) Masih banyak penyedia layanan kesehatan yang mengandalkan sistem lama dalam bekerja, mulai dari hal penerimaan pasien, referensi riwayat medis, hingga komunikasi dengan pasien. Dulu, mungkin sistem tersebut dapat efektif menjalankan layanan kesehatan. Namun, kini tak lagi seperti itu karena sistem lama justru menghambat adaptasi solusi yang inovatif. Jika Anda melihat organisasi layanan kesehatan yang telah melakukan transformasi digital, banyak dari mereka yang mengadaptasi teknologi no-code automation untuk menyederhanakan workflow dan mengurangi error. Dengan begini, mereka pun jadi bisa lebih fokus memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien. Skrining COVID-19 Photo Credit: CDC (Unsplash) Virus COVID-19 memberikan sejumlah tantangan baru kepada layanan kesehatan karena Anda harus melakukan screening terhadap pasien berdasarkan gejalanya. Hanya dengan beginilah Anda dan tim dapat mengukur potensi paparan penyakit tersebut. Teknologi no-code automation seperti AppSheet dapat membantu Anda menyederhanakan proses ini. Sudah banyak klinik yang menggunakan chatbots dan aplikasi komunikasi lain untuk melakukan skrining pasien. Setelah itu, sistem akan secara otomatis membantu pasien menjadwalkan tes COVID atau konsultasi dengan dokter. Automasi workflow tak hanya mempercepat transformasi digital pada layanan kesehatan, tapi juga membantu mengurangi proses manual, mendukung efisiensi operasional, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Sebagai salah satu tenaga layanan kesehatan, Anda bisa mencapai tujuan transformasi digital dengan mengadopsi teknologi no-code automation dari AppSheet. Mengombinasikan artificial intelligence (AI) dengan teknologi pengembangan bersifat no-code, kini seluruh tenaga di layanan kesehatan dapat mengautomasi workflow tanpa harus melakukan coding sedikit pun. AppSheet bisa Anda gunakan dengan mulai berlangganan melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, Anda bisa memilih edisi langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di organisasi Anda!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management

  Sistem kerja hybrid maupun remote bagaikan dua sisi mata koin. Di satu sisi, perusahaan bisa tetap aktif selama pandemi melalui fleksibilitas kerja. Namun, di sisi lain, sistem tersebut dapat memicu burnout atau kelelahan yang teramat sangat pada banyak pekerja. Ada lebih banyak informasi yang harus diproses para pekerja seiring dengan beralihnya sistem kerja ke model remote atau hybrid. Alhasil, mereka pun mengalami yang namanya digital overload. Kabar baiknya, kondisi seperti ini sebetulnya dapat diatasi dengan menggunakan perangkat manajemen kerja yang tepat dan efektif. Collaborative Work Management dari Microsoft 365. Tak hanya membantu menghemat waktu melalui manajemen kerja yang sederhana, Microsoft Collaborative Work Management juga dapat mengoptimalkan hasil kerja kolaborasi selama kerja remote maupun hybrid. Mari berkenalan lebih jauh dengan Collaborative Work Management dari Microsoft melalui ulasan berikut ini. Ragam aplikasi kerja dalam satu platform Photo Credit: Microsoft Microsoft Collaborative Work Management dirancang untuk menyederhanakan manajemen kerja melalui serangkaian aplikasi yang dibuat khusus. Aplikasi-aplikasi ini memberikan struktur pada bagian-bagian yang kerap dianggap sepele dalam bisnis, tapi sebetulnya berpengaruh cukup besar terhadap produktivitas kerja: daftar tugas, status update, file-sharing, dan sebagainya. Melalui pendekatan yang lebih efisien dengan Microsoft Collaborative Work Management, Anda dan tim pun jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar berkolaborasi menyelesaikan kerja. Lantas, aplikasi seperti apa yang akan Anda temukan dalam Collaborative Work Management? Aplikasi tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. Pada fungsi manajemen kerja, aplikasi yang tersedia adalah Microsoft Lists, Microsoft To Do, Microsoft Planner, dan Tasks in Teams. Di samping itu, ada pula aplikasi SharePoint, OneDrive, dan Office yang fokus pada fungsi kolaborasi kerja. Walau menawarkan fungsi berbeda, seluruh aplikasi tersebut disatukan oleh Microsoft Teams, yang memang berfungsi sebagai central hub untuk Collaborative Work Management. Jadi, berbagai aplikasi tersebut bisa Anda temukan dalam satu platform terpusat sehingga memudahkan Anda untuk menjalankan fungsi kerja yang dibutuhkan. Bantu pengguna mencatat daftar prioritas tugas Photo Credit: Microsoft Di dunia kerja, tugas atau pekerjaan bisa datang dari mana saja, mulai dari sesama anggota tim, atasan, hingga klien. Hal ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mencatatnya secara rapi. Tidak mengherankan jika akhirnya Anda kebingungan untuk membuat daftar prioritas pekerjaan. Mulai sekarang, Anda bisa menghindari masalah tersebut dengan menggunakan Microsoft Collaborative Work Management. Berbagai aplikasi khusus di dalamnya memungkinkan Anda untuk mencatat daftar tugas secara efisien, lengkap dengan fitur notifikasi untuk membantu Anda memprioritaskan tugas-tugas tertentu. Berikut ini sejumlah aplikasinya:   Planner – Berfungsi mencatat tugas kelompok atau tim seperti peluncuran marketing campaign baru atau perancangan event. Anda dapat memantau pekerjaan untuk tim dan membagi tugas-tugas secara individual kepada setiap anggota.  To Do – Ditujukan untuk tugas individu yang memang harus Anda rampungkan sendiri. Contohnya adalah mengikuti online seminar atau tugas yang diberikan kepada Anda sebagai bagian dari tim. Aplikasi To Do juga telah terintegrasi dengan Planner, sehingga Anda bisa melihat tugas-tugas yang didelegasikan dari tim di samping tugas individu. Task in Teams – Aplikasi satu ini menampilkan seluruh daftar tugas dari Planner dan To Do. Jadi, jika Anda hanya ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap tugas, maka Task in Teams adalah solusinya. List – Berfungsi untuk memonitor tugas atau project yang sedang berlangsung dan memiliki banyak informasi. Contohnya seperti daftar onboarding untuk karyawan baru atau pengelolaan aset perusahaan.   Lebih mudah berbagi file dengan OneDrive dan SharePoint Photo Credit: Microsoft Agar kerja tim bisa berkualitas, maka dibutuhkan kolaborasi yang efisien dalam berkomunikasi, berdiskusi, mengedit kerjaan, dan sebagainya. Itulah kenapa penting bagi Anda dan tim untuk bisa bekerja bersama-sama secara real-time. Di sinilah aplikasi OneDrive dan SharePoint di dalam Microsoft Collaborative Work Management dapat membantu Anda. Kedua aplikasi tersebut menyediakan layanan berbagi file secara aman di seluruh platform Microsoft 365. Artinya, baik bekerja menggunakan Office Doc, List, atau aplikasi Microsoft lainnya, Anda dan tim bisa saling berbagi file tanpa harus berpindah platform. Lalu, jika Anda membuka file Word, Excel, atau PowerPoint dari dalam Teams, maka Anda dan tim bisa berkomunikasi via chat langsung di dalam file tersebut. Tidak ketinggalan fitur comments dan @mentions untuk mempermudah proses editing. Setiap anggota tim yang mendapat @mention, maka ia akan menerima notifikasi sehingga tak akan ada informasi penting yang terlewat. Demi keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mengatur akses izin terhadap file yang dibagikan. Dengan begini, bisa dipastikan bahwa hanya orang-orang dengan izin sajalah yang bisa mengakses file Anda.   Kerja kolaborasi secara remote maupun hybrid memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, Anda dan tim tetap bisa mendapatkan hasil optimal selama menggunakan Microsoft Collaborative Work Management sebagai perangkat manajemen kerja utama. Untuk mulai mengadaptasi Microsoft Collaborative Work Management dalam sistem kerja kolaborasi, Anda hanya perlu berlangganan Microsoft 365 edisi Business atau Enterprise melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memulai perjalanan kolaborasi kerja yang lebih efisien dengan Collaborative Work Management. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Microsoft Inspire 2021: Lebih Banyak Peluang Kerja Sama bagi Para Partner

  Microsoft Inspire merupakan event konferensi yang rutin digelar secara tahunan oleh Microsoft. Tahun ini, Microsoft Inspire 2021 telah sukses diselenggarakan pada 14-15 Juli secara virtual. Setiap tahunnya, event tersebut ditujukan untuk komunitas partner Microsoft yang selama ini telah menyediakan berbagai solusi atas kebutuhan para pengguna. Berkomitmen untuk mendukung perkembangan para partner, baik dari segi inovasi maupun profit, Microsoft berusaha menyediakan teknologi dan perangkat paling inovatif untuk para partner mereka di penjuru dunia. Pada Microsoft Inspire 2021 lalu, Microsoft menawarkan peluang unik tersebut melalui pengembangan cloud. Apa saja peluang-peluang yang dimaksud tersebut? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini. Penurunan harga pada commercial marketplace Photo Credit: Samantha Borger (Unsplash) Dengan lebih dari 30.000 aplikasi dan empat juta pembeli setiap bulannya, commercial marketplace Microsoft berhasil mengalami peningkatan hingga 70% pada aplikasi yang dapat ditransaksikan (transactable applications). Seiring dengan meningkatnya tuntutan terhadap software agar terus berkembang, partner pun membutuhkan proses pemasangan (deployment) yang lebih sederhana. Alhasil, mereka jadi lebih tergantung pada commercial marketplace untuk mengelola portofolio software mereka. Mendukung hal tersebut, Microsoft menginfokan bahwa mereka menurunkan biaya penawaran dari 20% menjadi 3% untuk setiap transactable application yang dirilis di commercial marketplace. Dengan adanya penurunan biaya, partner jadi bisa mendapatkan margin lebih besar dari penjualan software mereka di commercial marketplace Microsoft. Windows 365 beri banyak peluang untuk partner Photo Credit: Microsoft Pada event Microsoft Inspire 2021, Microsoft mengumumkan layanan cloud baru bernama Windows 365. Layanan yang juga disebut Cloud PC ini memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 lewat perangkat apa pun secara streaming. Kehadiran Windows 365 memberikan peluang bagi seluruh partner yang mengembangkan solusi berbasis Windows. Para independent software vendor (ISV) dapat terus membuat aplikasi-aplikasi Window dan mengirimkannya ke cloud untuk mendukung transformasi digital pelanggan mereka. Sementara itu, partner system integrator (SI) dan managed service provider (MSP) bisa membantu perusahaan mendapatkan hasil optimal dari penggunaan sistem operasi Windows secara keseluruhan. Program integrasi baru pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Selain Windows 365, Microsoft Viva juga menyediakan peluang yang tak kalah unik kepada para partner. Sebagai informasi, Microsoft Viva adalah platform pendukung workflow yang mengintegrasikan fungsi komunikasi dan informasi untuk para pekerja. Melalui event Microsoft Inspire 2021 lalu, resmi diumumkan bahwa Microsoft telah menambahkan integrasi baru dengan lebih dari dua puluh partner pada Microsoft Viva. Beberapa di antaranya seperti Qualtrics, Workday, dan ServiceNow. Sebelumnya, pada Februari 2021, Microsoft Viva juga telah terintegrasi dengan partner baru seperti Headspace dan SuccessFactors. Berkat adanya integrasi ini, pengguna dapat secara lancar terhubung dengan sistem dan perangkat yang mereka gunakan sehari-hari, langsung dari platform workflow Microsoft Viva. Tak berhenti sampai sini, rencananya Microsoft juga akan meluncurkan lebih banyak API tahun ini. Peningkatan program ISV Connect Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga bertepatan dengan momen ulang tahun kedua dari Business Applications ISV Connect, sebuah program untuk mendukung ISV dalam mengembangkan, meluncurkan, dan memasarkan aplikasi mereka. Microsoft melakukan penyederhanaan dan peningkatan program untuk memberikan nilai baru pada para partner. Melalui peningkatan tersebut, Microsoft ingin membantu para partner untuk menghemat waktu pengembangan aplikasi, mengidentifikasi solusi, memasarkan aplikasi secara lebih cepat. Dengan begini, mereka pun bisa mengembangkan bisnis secara lebih efisien. Untuk mendukung program ISV Connect ini, Microsoft akan mengurangi pembagian pendapatan secara substansial hingga menyediakan keuntungan teknis baru seperti ISV App License Management. Tidak ketinggalan penambahan investasi pada Microsoft AppSource untuk meningkatkan peluang ditemukannya aplikasi (app discoverability) pada hasil pencarian.   Agar bisa memberikan produk dan layanan terbaik kepada para pengguna, Microsoft bekerja sama dengan banyak partner dari berbagai industri. Dengan memberikan lebih banyak peluang kepada partner seperti yang disampaikan saat Microsoft Inspire 2021, maka akan lebih banyak pula solusi yang bisa dihadirkan untuk menjawab kebutuhan Anda. Hasil dari kerja sama tersebut bisa Anda nikmati dengan cara menggunakan produk dan layanan Microsoft, salah satunya dengan berlangganan Microsoft 365 for Business. Caranya cukup dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Windows 365, Layanan Streaming Sistem Operasi Berbasis Cloud

  Pada 14 Juli 2021 lalu, Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa mereka menempatkan Windows pada cloud. Layanan baru ini diberi nama Windows 365, yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis dan korporasi. Melalui Windows 365, Anda bisa mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 yang berjalan di PC berbasis cloud (Cloud PC) secara streaming melalui web browser pada berbagai perangkat lain. Perangkat yang digunakan bisa berupa non-Windows seperti MacOS, iPad, Linux, hingga tablet Android. Lalu, apa saja hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan Windows 365? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Mari berkenalan lebih jauh dengan Windows 365 melalui ulasan selengkapnya di bawah ini! Mengurangi kompleksitas sistem kerja remote maupun hybrid Photo Credit: Microsoft Karena pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang kini mengubah sistem kerja menjadi hybrid working atau sepenuhnya remote. Walau kedua sistem kerja tersebut mendukung fleksibilitas di tengah kondisi serba tidak pasti seperti saat ini, tak dipungkiri bahwa tetap ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Contohnya seperti akses terhadap informasi yang kurang merata, delegasi tugas yang tidak optimal, hingga isu keamanan data. Melalui teknologi Cloud PC, kehadiran Windows 365 mampu mengurangi kompleksitas tersebut.  Bagi pekerja sistem hybrid yang masih harus mendatangi kantor, kini Anda tak perlu repot-repot membawa pulang komputer. Anda bisa mengakses Cloud PC dari perangkat apa pun dari dari mana pun. Begitu membuka akses Cloud PC, pekerjaan terakhir yang Anda kerjakan di kantor tadi akan langsung tersambung dan tampil pada perangkat. Sedangkan bagi yang kerja full remote, atasan bisa membuatkan Cloud PC untuk diberikan aksesnya kepada anggota tim yang kerja remote tersebut. Lalu, karena keseluruhan Cloud PC bersistem operasi Windows ini berada di cloud, maka Anda dan tim tidak membutuhkan VPN maupun khawatir soal data pada perangkat personal. Mengandalkan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop Photo Credit: Microsoft Agar bisa memberikan performa optimal dalam layanan streaming sistem operasi Windows berbasis cloud, Microsoft menggunakan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop atau yang dulu dikenal dengan nama Windows Virtual Desktop. Azure Virtual Desktop adalah sistem berbasis Microsoft Azure yang menawarkan layanan sistem operasi Windows secara virtual. Rencananya, Windows 365 akan hadir dalam dua edisi: Business dan Enterprise. Keduanya ditenagai oleh Azure Virtual Desktop. Microsoft juga menawarkan 12 pilihan konfigurasi Cloud PC untuk kedua edisi tersebut, mulai dari single CPU dengan RAM 2GB dan penyimpanan 64GB hingga delapan CPU dengan RAM 32GB dan penyimpanan 512GB. Menariknya lagi, konfigurasi tersebut bersifat scalable. Artinya, bisnis maupun korporasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika pada awal penggunaan hanya membutuhkan konfigurasi minimal, maka Anda bisa melakukan upgrade ke konfigurasi dengan level lebih tinggi seiring dengan kebutuhan bisnis yang meningkat. Dijadwalkan rilis pada awal Agustus 2021 Photo Credit: Microsoft Sudah tidak sabar untuk merasakan sendiri kemudahan yang ditawarkan Windows 365? Sayangnya, Anda masih harus menunggu karena Windows 365 baru akan dirilis secara publik oleh Microsoft pada 2 Agustus 2021 dalam bentuk langganan bulanan. Selain itu, pada perilisan untuk publik nanti, Microsoft juga akan sekaligus menginfokan detail harga langganan bulanan Windows 365. Tentunya harga yang ditawarkan juga beragam mengingat Windows 365 dirancang untuk skala bisnis satu orang hingga enterprise yang memiliki ribuan karyawan.   Windows 365 menjadi cara baru untuk mengakses segala kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan sistem operasi Windows. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan akses berlangganan Windows? Tentunya melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Walaupun Windows 365 baru rilis pada awal Agustus 2021 nanti, Anda bisa menghubungi EIKON Technology mulai sekarang untuk mempelajari lebih dalam tentang layanan tersebut. Jadi, saat perilisan nanti, Anda bisa langsung memilih konfigurasi Cloud PC sesuai kebutuhan.

Info

5 Inovasi Besar Diumumkan di Microsoft Inspire 2021

  Pada 14-15 Juli 2021 lalu, event Microsoft Inspire kembali digelar secara virtual. Acara berbentuk konferensi ini ditujukan bagi komunitas partner Microsoft. Melalui Microsoft Inspire 2021, Microsoft menyampaikan rencana mereka selama setahun ke depan sekaligus mengumumkan berbagai inovasi terbaru. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, setidaknya ada lima inovasi yang paling menarik perhatian para partner. Mulai dari kehadiran Cloud PC hingga peningkatan performa pada Microsoft Viva, berikut sejumlah inovasi besar yang diumumkan di Microsoft Inspire 2021. Layanan Cloud PC Windows 365 Photo Credit: Microsoft Windows 365 menjadi salah satu inovasi terbesar yang mencuri perhatian di Microsoft Inspire 2021. Diperkenalkan sebagai layanan Cloud PC, Windows 365 memungkinkan Anda untuk mengakses sistem operasi Windows dari browser pada perangkat apa pun. Baik itu Apple Mac, iPad, hingga perangkat Android dan Linux. Pada Windows 365, sistem operasi Windows diletakkan pada cloud sehingga Anda bisa mengaksesnya secara stream lewat perangkat-perangkat tersebut. Sekilas, konsep ini mirip seperti Microsoft Azure Virtual Desktop. Namun, Microsoft menekankan bahwa Windows 365 menawarkan manajemen IT yang lebih sederhana dan tidak akan menggantikan Azure Virtual Desktop. Integrasi Microsoft Teams dan Dynamics 365 Photo Credit: Microsoft Untuk mendukung sistem kerja hybrid yang kini diterapkan banyak perusahaan, Microsoft melakukan integrasi antara Teams dan Dynamics 365. Berkat integrasi ini, pengguna Teams bisa mengakses data di Dynamics 365 secara gratis melalui aplikasi-aplikasi yang ada dalam Teams. Kabar baiknya lagi, Anda tak membutuhkan lisensi Dynamics 365 untuk melakukannya. Namun, pemilik lisensi 365 akan mendapatkan akses khusus terhadap sejumlah fitur dan analytics. Sebaliknya, pengguna Dynamics 365 dapat mengakses data pelanggan dari dalam Teams. Tak hanya itu, Anda juga bisa menyimpan catatan panggilan Teams secara otomatis ke Dynamics 365. Jika seandainya terjadi perubahan pengaturan atau aktivitas, secara otomatis pengguna akan mendapatkan notifikasi. Dengan begini, admin bisa segera melakukan konfigurasi ulang pada kebijakan izin dan akses untuk mengontrol siapa saja yang berhak mengakses data pada Teams serta Dynamics 365. Integrasi aplikasi kolaboratif dan workflow Photo Credit: Microsoft Bukan hanya Teams dan Dynamics 365 yang mengalami integrasi. Pada event Microsoft Inspire 2021, diumumkan pula bahwa berbagai aplikasi fungsi workflow dan kolaborasi akan terintegrasi dengan Teams.  Nantinya, akan hadir berbagai aplikasi vendor software independen (independent software vendor atau ISV) baru dari perusahaan-perusahaan seperti SAP Sales Cloud, ServiceNow, Atlassian Confluence, Workday, dan Salesforce. ISV tersebut akan mendapat opsi untuk menjual aplikasi-aplikasi mereka secara langsung di dalam Teams. Hal ini pun dapat memudahkan admin IT untuk membeli berbagai aplikasi langsung dari admin center Teams. Peningkatan performa pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Ditenagai oleh Microsoft 365, Microsoft Viva menerima sejumlah peningkatan performa. Salah satunya dalam bentuk Viva Partner Integrations, yang menghadirkan berbagai penyedia konten seperti Workday dan Qualtrics ke dalam Microsoft Viva. Di samping itu, Microsoft juga menyediakan sejumlah perangkat baru untuk membantu partner dan pengembang dalam membawa produk mereka ke Viva. Tahun ini, akan hadir Viva Connections APIs yang akan memudahkan partner dan pengembang untuk mengintegrasikan program mekrea ke dashboard Connections di Viva. Microsoft Cloud for Sustainability Photo Credit: Testalize.me (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga menjadi kesempatan untuk mengumumkan inisiatif baru bernama Microsoft Cloud for Sustainability. Melalui inovasi ini, Microsoft menghadirkan sejumlah perangkat untuk membantu para pengguna di seluruh industri dalam mencatat, melaporkan, serta mengurangi emisi. Sistem cloud yang dipakai akan dirancang pada Azure, Dataverse, Power BI, Power Platform, dan berbagai produk Microsoft lainnya. Nantinya, Microsoft Cloud for Sustainability akan hadir dengan aplikasi-aplikasi pihak ketiga (third-party), sumber data, dan konektor data emisi. Sebagai contoh, perusahaan bisa menggunakan Microsoft Cloud for Sustainability untuk membuat peringatan apabila sistem HVAC dinilai akan melampaui target penggunaan emisi. Sistem Cloud akan memberi notifikasi pada manajer operasional agar segera melakukan perbaikan. Itulah kelima inovasi besar yang diumumkan pada event Microsoft Inspire 2021. Tentu masih ada banyak inovasi lain yang akan dihadirkan Microsoft sepanjang setahun ke depan. Agar tidak ketinggalan, segera mulai berlangganan Microsoft 365 for Business sekarang juga. Kini Anda bisa secara mudah berlangganan Microsoft 365 for Business dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar inovasi terbaru Microsoft dan berbagai hal lain. Tunggu apa lagi? Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 untuk Menunjang Remote dan Hybrid Working

  Sejak rilis perdana pada 2011 lalu, Microsoft 365 berkomitmen untuk konsisten mengembangkan teknologi yang dapat membantu Anda terus maju, baik dalam lingkungan kerja remote maupun hybrid. Berbagai fitur pun diciptakan, tak ketinggalan update rutin untuk menyesuaikan Microsoft 365 dengan kebutuhan para pengguna. Mulai dari automasi workflow pada Microsoft Teams hingga peningkatan performa Whiteboard, berikut ini sejumlah fitur Microsoft 365 yang akan menunjang sistem kerja remote maupun hybrid di perusahaan Anda. Mengelola tasks tanpa harus keluar dari Teams Photo Credit: Microsoft Pada Juli 2020 lalu, Microsoft Teams kehadiran aplikasi baru  bernama Tasks. Fitur Microsoft 365 ini memungkinkan pengguna untuk mengelola pekerjaan (tasks) tanpa harus keluar dari Teams. Tasks akan menampilkan seluruh daftar pekerjaan Anda yang tersimpan di Microsoft To Do, Planner, dan Outlook.  Agar lebih mudah dalam mengatur pekerjaan, Tasks juga dibekali dengan tampilan List baru dengan kemampuan untuk mengedit beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Untuk menggunakan Tasks, langsung saja tambahkan aplikasi ini pada Teams atau munculkan sebagai tab di bagian atas channel Teams.   Desain aplikasi Microsoft Teams dirancang khusus untuk remote working Photo Credit: Microsoft Pada sistem kerja remote maupun hybrid, salah satu tantangan terbesar yang kerap dihadapi adalah memastikan setiap orang mendapatkan akses informasi merata dan memiliki tingkat keterlibatan yang sama. Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Microsoft Teams kini dilengkapi dengan laman web baru berisi daftar aplikasi pilihan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Jenis aplikasi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari aplikasi untuk mengelola marketing campaign hingga membuat proposal sales. Aplikasi-aplikasi ini akan membantu Anda dan tim tetap terhubung satu sama lain selama menjalankan sistem kerja remote maupun hybrid. Fitur baru Power Automate untuk menyederhanakan workflow Photo Credit: Microsoft Power Automate adalah program yang membantu pengguna mengautomasi workflow antara aplikasi-aplikasi favorit Anda untuk menyinkronkan file, mendapat notifikasi, mengumpulkan data, dan masih banyak lagi. Melalui fitur bernama Create a Team, kini Anda bisa dengan mudah membuat tim baru untuk berbagai proyek bisnis. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur @mention untuk memastikan agar informasi penting diterima oleh anggota tim. Tak berhenti sampai situ, fitur Microsoft 365 ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan tindakan bisnis tertentu langsung dari sebuah pesan. Salah satu contohnya adalah mengubah sebuah pesan chat menjadi suatu peluang penjualan pada aplikasi Dynamics. Kemudahan ini tentu dapat membantu menyederhanakan workflow Anda. Meeting lebih efisien dengan update terbaru pada Whiteboard Photo Credit: Microsoft Walau sedang kerja remote maupun hybrid, aktivitas meeting tetap harus berjalan. Alhasil, meeting pun beralih ke ranah virtual. Agar sesi meeting virtual berjalan lancar, Anda bisa menggunakan aplikasi Whiteboard yang telah disematkan dalam Teams. Fitur Microsoft 365 tersebut kini memungkinkan Anda untuk menambahkan sticky notes pada canvas, sehingga Anda akan lebih mudah mengemukakan ide walaupun tidak sedang menggunakan digital pen saat meeting. Kabar baiknya lagi, Whiteboard juga rutin mendapat update sehingga performanya pun terus meningkat. Peningkatan kemampuan pada Microsoft Edge Photo Credit: Microsoft Microsoft Edge adalah aplikasi web browser yang dikembangkan oleh Microsoft. Microsoft sadar bahwa saat seseorang menggunakan PC, 60% waktunya akan dihabiskan untuk mengakses web browser. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Microsoft Edge pun dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menunjang produktivitas secara aman. Salah satunya adalah fitur Collections yang kini kontennya dapat Anda export ke OneNote. Tenang saja, saat Anda mengirimkan konten ke OneNote, seluruh konten yang telah Anda kumpulkan tidak akan berubah formatnya. Artinya, Anda tetap akan mendapatkan konten yang telah Anda susun secara rapi sebelumnya pada Collections. Kerja dengan sistem remote maupun hybrid kini jadi lebih mudah dan efektif berkat fitur-fitur Microsoft 365 di atas. Buktikan sendiri dengan segera berlangganan Microsoft 365 for Business. Beruntung kini di Indonesia telah hadir partner resmi Microsoft yang tepercaya seperti EIKON Technology. Memiliki pengetahuan mendalam seputar produk dan layanan Microsoft, EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda tentang Microsoft 365 for Business. Langsung saja klik di sini untuk mempelajari lebih jauh seputar Microsoft 365 atau segera hubungi tim EIKON Technology untuk berlangganan!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Potensi Terjadinya Krisis Turnover Karyawan: Apa yang Harus Dilakukan?

  Selama satu tahun belakangan, para karyawan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bekerja di kantor. Walau demi kebaikan bersama selama masa pandemi, tak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut membuat banyak karyawan jadi merasa “lepas” dari tim mereka (disconnected). Kondisi ini kerap membuat karyawan mempertanyakan masa depan karier mereka, hingga akhirnya berujung pada keputusan karyawan untuk mencari kesempatan kerja baru di tempat lain. Tak mengherankan jika riset dari Microsoft menunjukkan bahwa turnover karyawan (proses keluar-masuknya karyawan di perusahaan) jadi meningkat. Menurut data Work Trend Index dari Microsoft, sebanyak 41% tenaga kerja global tengah mempertimbangkan untuk pindah kerja tahun depan, dengan 46% di antaranya berencana melakukan transisi karier yang cukup besar. Lantas, dengan kondisi krisis turnover karyawan seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan? Utamakan fleksibilitas untuk karyawan Photo Credit: Olia Danilevich (Pexels) Dengan sistem kerja yang kini tak lagi mengharuskan karyawan untuk bekerja di kantor, hybrid working pun jadi diminati banyak karyawan. Itulah kenapa untuk menjaga mereka tetap senang bekerja di perusahaan Anda, sekaligus mengurangi turnover karyawan, kuncinya adalah dengan memperbolehkan mereka bekerja secara remote. Mengingat kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi, banyak karyawan ingin memiliki kendali atas waktu kerja mereka. Tenang saja, bukan berarti Anda harus memberikan izin kerja remote setiap hari. Menurut berbagai studi, mayoritas karyawan ingin bekerja dari luar kantor selama tiga hari dalam seminggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa seiring meningkatnya tuntutan akan hybrid working, peran manajer pun juga ikut meningkat. Untuk menghindari perasaan disconnected pada tim, manajer perlu memberikan waktu lebih untuk melakukan komunikasi one-on-one, terlebih pada karyawan baru yang lebih membutuhkan bantuan selama proses onboarding. Sediakan akses merata kepada seluruh karyawan Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Banyak karyawan yang kini menginginkan sistem kerja hybrid. Namun, walaupun sudah menerapkannya, mengapa justru banyak juga dari mereka yang mempertimbangkan untuk pindah tempat kerja hingga akhirnya memicu krisis turnover karyawan? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh akses yang kurang merata di kalangan karyawan. Untuk mengatasi hal ini, peran para pemimpin seperti ketua tim atau manajer sangatlah dibutuhkan. Misalnya, perusahaan bisa membekali setiap karyawan dengan perangkat kerja yang mendukung hybrid working secara optimal. Lalu, saat rapat online, pastikan setiap karyawan memiliki kesempatan sama untuk berbicara atau speak up. Karenanya, gunakan teknologi atau platform komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menentukan protokol khusus saat peserta rapat hendak bersuara. Microsoft Teams dapat menjadi pilihan tepat karena dilengkapi beragam fitur yang untuk mendukung hybrid working. Cara lain juga bisa dilakukan dengan menyediakan penggantian biaya perjalanan (travel reimbursement) bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor. Hal ini akan mendorong mereka untuk datang ke kantor saat ada rapat penting atau membantu anggota tim lain yang kesulitan. Optimalkan pemanfaatan teknologi untuk rekrut karyawan baru Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Budaya hybrid working tak hanya dijalani oleh para karyawan lama, tapi juga sudah dialami sejak proses rekrutmen karyawan baru. Bahkan sebetulnya proses ini kerap mengalami transisi yang relatif lebih sulit daripada penerapan remote working. Kini proses rekrutmen dapat dilakukan secara face-to-face tanpa harus bertemu langsung, yakni dengan memanfaatkan platform komunikasi seperti Microsoft Teams. Di satu sisi, hal ini memang memberikan kemudahan bagi para job seekers, terutama yang tinggal jauh dari lokasi perusahaan. Namun, kemudahan tersebut juga kerap membuat tim HR kewalahan. Menjawab tantangan tersebut, tim HR bisa memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu memeriksa lamaran yang masuk. Sistem algoritma pada AI akan memilah resume yang dianggap paling memenuhi syarat. Terlebih, kini juga telah tersedia teknologi chatbots yang dapat membantu menyaring kandidat hingga menilai kepribadian mereka.   Kini telah diketahui bahwa kunci menekan turnover karyawan bukan hanya terletak pada penerapan sistem hybrid working, tapi juga memastikan tiap karyawan tetap merasa terhubung (connected) dengan tim serta memiliki akses kerja yang adil. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang menunjang hybrid working seperti Microsoft Teams. Anda bisa klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Microsoft Teams atau langsung menghubungi EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia, EIKON Technology tak hanya menyediakan layanan Microsoft Teams, tapi juga siap menjawab berbagai pertanyaan Anda sebelum mulai berlangganan.

Scroll to Top