EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Microsoft Inspire 2021: Lebih Banyak Peluang Kerja Sama bagi Para Partner

  Microsoft Inspire merupakan event konferensi yang rutin digelar secara tahunan oleh Microsoft. Tahun ini, Microsoft Inspire 2021 telah sukses diselenggarakan pada 14-15 Juli secara virtual. Setiap tahunnya, event tersebut ditujukan untuk komunitas partner Microsoft yang selama ini telah menyediakan berbagai solusi atas kebutuhan para pengguna. Berkomitmen untuk mendukung perkembangan para partner, baik dari segi inovasi maupun profit, Microsoft berusaha menyediakan teknologi dan perangkat paling inovatif untuk para partner mereka di penjuru dunia. Pada Microsoft Inspire 2021 lalu, Microsoft menawarkan peluang unik tersebut melalui pengembangan cloud. Apa saja peluang-peluang yang dimaksud tersebut? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini. Penurunan harga pada commercial marketplace Photo Credit: Samantha Borger (Unsplash) Dengan lebih dari 30.000 aplikasi dan empat juta pembeli setiap bulannya, commercial marketplace Microsoft berhasil mengalami peningkatan hingga 70% pada aplikasi yang dapat ditransaksikan (transactable applications). Seiring dengan meningkatnya tuntutan terhadap software agar terus berkembang, partner pun membutuhkan proses pemasangan (deployment) yang lebih sederhana. Alhasil, mereka jadi lebih tergantung pada commercial marketplace untuk mengelola portofolio software mereka. Mendukung hal tersebut, Microsoft menginfokan bahwa mereka menurunkan biaya penawaran dari 20% menjadi 3% untuk setiap transactable application yang dirilis di commercial marketplace. Dengan adanya penurunan biaya, partner jadi bisa mendapatkan margin lebih besar dari penjualan software mereka di commercial marketplace Microsoft. Windows 365 beri banyak peluang untuk partner Photo Credit: Microsoft Pada event Microsoft Inspire 2021, Microsoft mengumumkan layanan cloud baru bernama Windows 365. Layanan yang juga disebut Cloud PC ini memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 lewat perangkat apa pun secara streaming. Kehadiran Windows 365 memberikan peluang bagi seluruh partner yang mengembangkan solusi berbasis Windows. Para independent software vendor (ISV) dapat terus membuat aplikasi-aplikasi Window dan mengirimkannya ke cloud untuk mendukung transformasi digital pelanggan mereka. Sementara itu, partner system integrator (SI) dan managed service provider (MSP) bisa membantu perusahaan mendapatkan hasil optimal dari penggunaan sistem operasi Windows secara keseluruhan. Program integrasi baru pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Selain Windows 365, Microsoft Viva juga menyediakan peluang yang tak kalah unik kepada para partner. Sebagai informasi, Microsoft Viva adalah platform pendukung workflow yang mengintegrasikan fungsi komunikasi dan informasi untuk para pekerja. Melalui event Microsoft Inspire 2021 lalu, resmi diumumkan bahwa Microsoft telah menambahkan integrasi baru dengan lebih dari dua puluh partner pada Microsoft Viva. Beberapa di antaranya seperti Qualtrics, Workday, dan ServiceNow. Sebelumnya, pada Februari 2021, Microsoft Viva juga telah terintegrasi dengan partner baru seperti Headspace dan SuccessFactors. Berkat adanya integrasi ini, pengguna dapat secara lancar terhubung dengan sistem dan perangkat yang mereka gunakan sehari-hari, langsung dari platform workflow Microsoft Viva. Tak berhenti sampai sini, rencananya Microsoft juga akan meluncurkan lebih banyak API tahun ini. Peningkatan program ISV Connect Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga bertepatan dengan momen ulang tahun kedua dari Business Applications ISV Connect, sebuah program untuk mendukung ISV dalam mengembangkan, meluncurkan, dan memasarkan aplikasi mereka. Microsoft melakukan penyederhanaan dan peningkatan program untuk memberikan nilai baru pada para partner. Melalui peningkatan tersebut, Microsoft ingin membantu para partner untuk menghemat waktu pengembangan aplikasi, mengidentifikasi solusi, memasarkan aplikasi secara lebih cepat. Dengan begini, mereka pun bisa mengembangkan bisnis secara lebih efisien. Untuk mendukung program ISV Connect ini, Microsoft akan mengurangi pembagian pendapatan secara substansial hingga menyediakan keuntungan teknis baru seperti ISV App License Management. Tidak ketinggalan penambahan investasi pada Microsoft AppSource untuk meningkatkan peluang ditemukannya aplikasi (app discoverability) pada hasil pencarian.   Agar bisa memberikan produk dan layanan terbaik kepada para pengguna, Microsoft bekerja sama dengan banyak partner dari berbagai industri. Dengan memberikan lebih banyak peluang kepada partner seperti yang disampaikan saat Microsoft Inspire 2021, maka akan lebih banyak pula solusi yang bisa dihadirkan untuk menjawab kebutuhan Anda. Hasil dari kerja sama tersebut bisa Anda nikmati dengan cara menggunakan produk dan layanan Microsoft, salah satunya dengan berlangganan Microsoft 365 for Business. Caranya cukup dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Windows 365, Layanan Streaming Sistem Operasi Berbasis Cloud

  Pada 14 Juli 2021 lalu, Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa mereka menempatkan Windows pada cloud. Layanan baru ini diberi nama Windows 365, yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis dan korporasi. Melalui Windows 365, Anda bisa mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 yang berjalan di PC berbasis cloud (Cloud PC) secara streaming melalui web browser pada berbagai perangkat lain. Perangkat yang digunakan bisa berupa non-Windows seperti MacOS, iPad, Linux, hingga tablet Android. Lalu, apa saja hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan Windows 365? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Mari berkenalan lebih jauh dengan Windows 365 melalui ulasan selengkapnya di bawah ini! Mengurangi kompleksitas sistem kerja remote maupun hybrid Photo Credit: Microsoft Karena pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang kini mengubah sistem kerja menjadi hybrid working atau sepenuhnya remote. Walau kedua sistem kerja tersebut mendukung fleksibilitas di tengah kondisi serba tidak pasti seperti saat ini, tak dipungkiri bahwa tetap ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Contohnya seperti akses terhadap informasi yang kurang merata, delegasi tugas yang tidak optimal, hingga isu keamanan data. Melalui teknologi Cloud PC, kehadiran Windows 365 mampu mengurangi kompleksitas tersebut.  Bagi pekerja sistem hybrid yang masih harus mendatangi kantor, kini Anda tak perlu repot-repot membawa pulang komputer. Anda bisa mengakses Cloud PC dari perangkat apa pun dari dari mana pun. Begitu membuka akses Cloud PC, pekerjaan terakhir yang Anda kerjakan di kantor tadi akan langsung tersambung dan tampil pada perangkat. Sedangkan bagi yang kerja full remote, atasan bisa membuatkan Cloud PC untuk diberikan aksesnya kepada anggota tim yang kerja remote tersebut. Lalu, karena keseluruhan Cloud PC bersistem operasi Windows ini berada di cloud, maka Anda dan tim tidak membutuhkan VPN maupun khawatir soal data pada perangkat personal. Mengandalkan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop Photo Credit: Microsoft Agar bisa memberikan performa optimal dalam layanan streaming sistem operasi Windows berbasis cloud, Microsoft menggunakan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop atau yang dulu dikenal dengan nama Windows Virtual Desktop. Azure Virtual Desktop adalah sistem berbasis Microsoft Azure yang menawarkan layanan sistem operasi Windows secara virtual. Rencananya, Windows 365 akan hadir dalam dua edisi: Business dan Enterprise. Keduanya ditenagai oleh Azure Virtual Desktop. Microsoft juga menawarkan 12 pilihan konfigurasi Cloud PC untuk kedua edisi tersebut, mulai dari single CPU dengan RAM 2GB dan penyimpanan 64GB hingga delapan CPU dengan RAM 32GB dan penyimpanan 512GB. Menariknya lagi, konfigurasi tersebut bersifat scalable. Artinya, bisnis maupun korporasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika pada awal penggunaan hanya membutuhkan konfigurasi minimal, maka Anda bisa melakukan upgrade ke konfigurasi dengan level lebih tinggi seiring dengan kebutuhan bisnis yang meningkat. Dijadwalkan rilis pada awal Agustus 2021 Photo Credit: Microsoft Sudah tidak sabar untuk merasakan sendiri kemudahan yang ditawarkan Windows 365? Sayangnya, Anda masih harus menunggu karena Windows 365 baru akan dirilis secara publik oleh Microsoft pada 2 Agustus 2021 dalam bentuk langganan bulanan. Selain itu, pada perilisan untuk publik nanti, Microsoft juga akan sekaligus menginfokan detail harga langganan bulanan Windows 365. Tentunya harga yang ditawarkan juga beragam mengingat Windows 365 dirancang untuk skala bisnis satu orang hingga enterprise yang memiliki ribuan karyawan.   Windows 365 menjadi cara baru untuk mengakses segala kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan sistem operasi Windows. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan akses berlangganan Windows? Tentunya melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Walaupun Windows 365 baru rilis pada awal Agustus 2021 nanti, Anda bisa menghubungi EIKON Technology mulai sekarang untuk mempelajari lebih dalam tentang layanan tersebut. Jadi, saat perilisan nanti, Anda bisa langsung memilih konfigurasi Cloud PC sesuai kebutuhan.

Info

5 Inovasi Besar Diumumkan di Microsoft Inspire 2021

  Pada 14-15 Juli 2021 lalu, event Microsoft Inspire kembali digelar secara virtual. Acara berbentuk konferensi ini ditujukan bagi komunitas partner Microsoft. Melalui Microsoft Inspire 2021, Microsoft menyampaikan rencana mereka selama setahun ke depan sekaligus mengumumkan berbagai inovasi terbaru. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, setidaknya ada lima inovasi yang paling menarik perhatian para partner. Mulai dari kehadiran Cloud PC hingga peningkatan performa pada Microsoft Viva, berikut sejumlah inovasi besar yang diumumkan di Microsoft Inspire 2021. Layanan Cloud PC Windows 365 Photo Credit: Microsoft Windows 365 menjadi salah satu inovasi terbesar yang mencuri perhatian di Microsoft Inspire 2021. Diperkenalkan sebagai layanan Cloud PC, Windows 365 memungkinkan Anda untuk mengakses sistem operasi Windows dari browser pada perangkat apa pun. Baik itu Apple Mac, iPad, hingga perangkat Android dan Linux. Pada Windows 365, sistem operasi Windows diletakkan pada cloud sehingga Anda bisa mengaksesnya secara stream lewat perangkat-perangkat tersebut. Sekilas, konsep ini mirip seperti Microsoft Azure Virtual Desktop. Namun, Microsoft menekankan bahwa Windows 365 menawarkan manajemen IT yang lebih sederhana dan tidak akan menggantikan Azure Virtual Desktop. Integrasi Microsoft Teams dan Dynamics 365 Photo Credit: Microsoft Untuk mendukung sistem kerja hybrid yang kini diterapkan banyak perusahaan, Microsoft melakukan integrasi antara Teams dan Dynamics 365. Berkat integrasi ini, pengguna Teams bisa mengakses data di Dynamics 365 secara gratis melalui aplikasi-aplikasi yang ada dalam Teams. Kabar baiknya lagi, Anda tak membutuhkan lisensi Dynamics 365 untuk melakukannya. Namun, pemilik lisensi 365 akan mendapatkan akses khusus terhadap sejumlah fitur dan analytics. Sebaliknya, pengguna Dynamics 365 dapat mengakses data pelanggan dari dalam Teams. Tak hanya itu, Anda juga bisa menyimpan catatan panggilan Teams secara otomatis ke Dynamics 365. Jika seandainya terjadi perubahan pengaturan atau aktivitas, secara otomatis pengguna akan mendapatkan notifikasi. Dengan begini, admin bisa segera melakukan konfigurasi ulang pada kebijakan izin dan akses untuk mengontrol siapa saja yang berhak mengakses data pada Teams serta Dynamics 365. Integrasi aplikasi kolaboratif dan workflow Photo Credit: Microsoft Bukan hanya Teams dan Dynamics 365 yang mengalami integrasi. Pada event Microsoft Inspire 2021, diumumkan pula bahwa berbagai aplikasi fungsi workflow dan kolaborasi akan terintegrasi dengan Teams.  Nantinya, akan hadir berbagai aplikasi vendor software independen (independent software vendor atau ISV) baru dari perusahaan-perusahaan seperti SAP Sales Cloud, ServiceNow, Atlassian Confluence, Workday, dan Salesforce. ISV tersebut akan mendapat opsi untuk menjual aplikasi-aplikasi mereka secara langsung di dalam Teams. Hal ini pun dapat memudahkan admin IT untuk membeli berbagai aplikasi langsung dari admin center Teams. Peningkatan performa pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Ditenagai oleh Microsoft 365, Microsoft Viva menerima sejumlah peningkatan performa. Salah satunya dalam bentuk Viva Partner Integrations, yang menghadirkan berbagai penyedia konten seperti Workday dan Qualtrics ke dalam Microsoft Viva. Di samping itu, Microsoft juga menyediakan sejumlah perangkat baru untuk membantu partner dan pengembang dalam membawa produk mereka ke Viva. Tahun ini, akan hadir Viva Connections APIs yang akan memudahkan partner dan pengembang untuk mengintegrasikan program mekrea ke dashboard Connections di Viva. Microsoft Cloud for Sustainability Photo Credit: Testalize.me (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga menjadi kesempatan untuk mengumumkan inisiatif baru bernama Microsoft Cloud for Sustainability. Melalui inovasi ini, Microsoft menghadirkan sejumlah perangkat untuk membantu para pengguna di seluruh industri dalam mencatat, melaporkan, serta mengurangi emisi. Sistem cloud yang dipakai akan dirancang pada Azure, Dataverse, Power BI, Power Platform, dan berbagai produk Microsoft lainnya. Nantinya, Microsoft Cloud for Sustainability akan hadir dengan aplikasi-aplikasi pihak ketiga (third-party), sumber data, dan konektor data emisi. Sebagai contoh, perusahaan bisa menggunakan Microsoft Cloud for Sustainability untuk membuat peringatan apabila sistem HVAC dinilai akan melampaui target penggunaan emisi. Sistem Cloud akan memberi notifikasi pada manajer operasional agar segera melakukan perbaikan. Itulah kelima inovasi besar yang diumumkan pada event Microsoft Inspire 2021. Tentu masih ada banyak inovasi lain yang akan dihadirkan Microsoft sepanjang setahun ke depan. Agar tidak ketinggalan, segera mulai berlangganan Microsoft 365 for Business sekarang juga. Kini Anda bisa secara mudah berlangganan Microsoft 365 for Business dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar inovasi terbaru Microsoft dan berbagai hal lain. Tunggu apa lagi? Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 untuk Menunjang Remote dan Hybrid Working

  Sejak rilis perdana pada 2011 lalu, Microsoft 365 berkomitmen untuk konsisten mengembangkan teknologi yang dapat membantu Anda terus maju, baik dalam lingkungan kerja remote maupun hybrid. Berbagai fitur pun diciptakan, tak ketinggalan update rutin untuk menyesuaikan Microsoft 365 dengan kebutuhan para pengguna. Mulai dari automasi workflow pada Microsoft Teams hingga peningkatan performa Whiteboard, berikut ini sejumlah fitur Microsoft 365 yang akan menunjang sistem kerja remote maupun hybrid di perusahaan Anda. Mengelola tasks tanpa harus keluar dari Teams Photo Credit: Microsoft Pada Juli 2020 lalu, Microsoft Teams kehadiran aplikasi baru  bernama Tasks. Fitur Microsoft 365 ini memungkinkan pengguna untuk mengelola pekerjaan (tasks) tanpa harus keluar dari Teams. Tasks akan menampilkan seluruh daftar pekerjaan Anda yang tersimpan di Microsoft To Do, Planner, dan Outlook.  Agar lebih mudah dalam mengatur pekerjaan, Tasks juga dibekali dengan tampilan List baru dengan kemampuan untuk mengedit beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Untuk menggunakan Tasks, langsung saja tambahkan aplikasi ini pada Teams atau munculkan sebagai tab di bagian atas channel Teams.   Desain aplikasi Microsoft Teams dirancang khusus untuk remote working Photo Credit: Microsoft Pada sistem kerja remote maupun hybrid, salah satu tantangan terbesar yang kerap dihadapi adalah memastikan setiap orang mendapatkan akses informasi merata dan memiliki tingkat keterlibatan yang sama. Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Microsoft Teams kini dilengkapi dengan laman web baru berisi daftar aplikasi pilihan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Jenis aplikasi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari aplikasi untuk mengelola marketing campaign hingga membuat proposal sales. Aplikasi-aplikasi ini akan membantu Anda dan tim tetap terhubung satu sama lain selama menjalankan sistem kerja remote maupun hybrid. Fitur baru Power Automate untuk menyederhanakan workflow Photo Credit: Microsoft Power Automate adalah program yang membantu pengguna mengautomasi workflow antara aplikasi-aplikasi favorit Anda untuk menyinkronkan file, mendapat notifikasi, mengumpulkan data, dan masih banyak lagi. Melalui fitur bernama Create a Team, kini Anda bisa dengan mudah membuat tim baru untuk berbagai proyek bisnis. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur @mention untuk memastikan agar informasi penting diterima oleh anggota tim. Tak berhenti sampai situ, fitur Microsoft 365 ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan tindakan bisnis tertentu langsung dari sebuah pesan. Salah satu contohnya adalah mengubah sebuah pesan chat menjadi suatu peluang penjualan pada aplikasi Dynamics. Kemudahan ini tentu dapat membantu menyederhanakan workflow Anda. Meeting lebih efisien dengan update terbaru pada Whiteboard Photo Credit: Microsoft Walau sedang kerja remote maupun hybrid, aktivitas meeting tetap harus berjalan. Alhasil, meeting pun beralih ke ranah virtual. Agar sesi meeting virtual berjalan lancar, Anda bisa menggunakan aplikasi Whiteboard yang telah disematkan dalam Teams. Fitur Microsoft 365 tersebut kini memungkinkan Anda untuk menambahkan sticky notes pada canvas, sehingga Anda akan lebih mudah mengemukakan ide walaupun tidak sedang menggunakan digital pen saat meeting. Kabar baiknya lagi, Whiteboard juga rutin mendapat update sehingga performanya pun terus meningkat. Peningkatan kemampuan pada Microsoft Edge Photo Credit: Microsoft Microsoft Edge adalah aplikasi web browser yang dikembangkan oleh Microsoft. Microsoft sadar bahwa saat seseorang menggunakan PC, 60% waktunya akan dihabiskan untuk mengakses web browser. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Microsoft Edge pun dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menunjang produktivitas secara aman. Salah satunya adalah fitur Collections yang kini kontennya dapat Anda export ke OneNote. Tenang saja, saat Anda mengirimkan konten ke OneNote, seluruh konten yang telah Anda kumpulkan tidak akan berubah formatnya. Artinya, Anda tetap akan mendapatkan konten yang telah Anda susun secara rapi sebelumnya pada Collections. Kerja dengan sistem remote maupun hybrid kini jadi lebih mudah dan efektif berkat fitur-fitur Microsoft 365 di atas. Buktikan sendiri dengan segera berlangganan Microsoft 365 for Business. Beruntung kini di Indonesia telah hadir partner resmi Microsoft yang tepercaya seperti EIKON Technology. Memiliki pengetahuan mendalam seputar produk dan layanan Microsoft, EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda tentang Microsoft 365 for Business. Langsung saja klik di sini untuk mempelajari lebih jauh seputar Microsoft 365 atau segera hubungi tim EIKON Technology untuk berlangganan!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Potensi Terjadinya Krisis Turnover Karyawan: Apa yang Harus Dilakukan?

  Selama satu tahun belakangan, para karyawan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bekerja di kantor. Walau demi kebaikan bersama selama masa pandemi, tak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut membuat banyak karyawan jadi merasa “lepas” dari tim mereka (disconnected). Kondisi ini kerap membuat karyawan mempertanyakan masa depan karier mereka, hingga akhirnya berujung pada keputusan karyawan untuk mencari kesempatan kerja baru di tempat lain. Tak mengherankan jika riset dari Microsoft menunjukkan bahwa turnover karyawan (proses keluar-masuknya karyawan di perusahaan) jadi meningkat. Menurut data Work Trend Index dari Microsoft, sebanyak 41% tenaga kerja global tengah mempertimbangkan untuk pindah kerja tahun depan, dengan 46% di antaranya berencana melakukan transisi karier yang cukup besar. Lantas, dengan kondisi krisis turnover karyawan seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan? Utamakan fleksibilitas untuk karyawan Photo Credit: Olia Danilevich (Pexels) Dengan sistem kerja yang kini tak lagi mengharuskan karyawan untuk bekerja di kantor, hybrid working pun jadi diminati banyak karyawan. Itulah kenapa untuk menjaga mereka tetap senang bekerja di perusahaan Anda, sekaligus mengurangi turnover karyawan, kuncinya adalah dengan memperbolehkan mereka bekerja secara remote. Mengingat kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi, banyak karyawan ingin memiliki kendali atas waktu kerja mereka. Tenang saja, bukan berarti Anda harus memberikan izin kerja remote setiap hari. Menurut berbagai studi, mayoritas karyawan ingin bekerja dari luar kantor selama tiga hari dalam seminggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa seiring meningkatnya tuntutan akan hybrid working, peran manajer pun juga ikut meningkat. Untuk menghindari perasaan disconnected pada tim, manajer perlu memberikan waktu lebih untuk melakukan komunikasi one-on-one, terlebih pada karyawan baru yang lebih membutuhkan bantuan selama proses onboarding. Sediakan akses merata kepada seluruh karyawan Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Banyak karyawan yang kini menginginkan sistem kerja hybrid. Namun, walaupun sudah menerapkannya, mengapa justru banyak juga dari mereka yang mempertimbangkan untuk pindah tempat kerja hingga akhirnya memicu krisis turnover karyawan? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh akses yang kurang merata di kalangan karyawan. Untuk mengatasi hal ini, peran para pemimpin seperti ketua tim atau manajer sangatlah dibutuhkan. Misalnya, perusahaan bisa membekali setiap karyawan dengan perangkat kerja yang mendukung hybrid working secara optimal. Lalu, saat rapat online, pastikan setiap karyawan memiliki kesempatan sama untuk berbicara atau speak up. Karenanya, gunakan teknologi atau platform komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menentukan protokol khusus saat peserta rapat hendak bersuara. Microsoft Teams dapat menjadi pilihan tepat karena dilengkapi beragam fitur yang untuk mendukung hybrid working. Cara lain juga bisa dilakukan dengan menyediakan penggantian biaya perjalanan (travel reimbursement) bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor. Hal ini akan mendorong mereka untuk datang ke kantor saat ada rapat penting atau membantu anggota tim lain yang kesulitan. Optimalkan pemanfaatan teknologi untuk rekrut karyawan baru Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Budaya hybrid working tak hanya dijalani oleh para karyawan lama, tapi juga sudah dialami sejak proses rekrutmen karyawan baru. Bahkan sebetulnya proses ini kerap mengalami transisi yang relatif lebih sulit daripada penerapan remote working. Kini proses rekrutmen dapat dilakukan secara face-to-face tanpa harus bertemu langsung, yakni dengan memanfaatkan platform komunikasi seperti Microsoft Teams. Di satu sisi, hal ini memang memberikan kemudahan bagi para job seekers, terutama yang tinggal jauh dari lokasi perusahaan. Namun, kemudahan tersebut juga kerap membuat tim HR kewalahan. Menjawab tantangan tersebut, tim HR bisa memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu memeriksa lamaran yang masuk. Sistem algoritma pada AI akan memilah resume yang dianggap paling memenuhi syarat. Terlebih, kini juga telah tersedia teknologi chatbots yang dapat membantu menyaring kandidat hingga menilai kepribadian mereka.   Kini telah diketahui bahwa kunci menekan turnover karyawan bukan hanya terletak pada penerapan sistem hybrid working, tapi juga memastikan tiap karyawan tetap merasa terhubung (connected) dengan tim serta memiliki akses kerja yang adil. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang menunjang hybrid working seperti Microsoft Teams. Anda bisa klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Microsoft Teams atau langsung menghubungi EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia, EIKON Technology tak hanya menyediakan layanan Microsoft Teams, tapi juga siap menjawab berbagai pertanyaan Anda sebelum mulai berlangganan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Pertumbuhan Inovasi Microsoft Teams Tak Terlepas dari Peran Partner

  Lebih dari sekadar perangkat untuk berkomunikasi via audio, chat, atau video call, Microsoft Teams telah menjadi sebuah platform yang menghubungkan alur kerja (workflow) Anda dengan beragam aplikasi. Bahkan sejak tujuh terakhir ini, terus terjadi peningkatan jumlah pengguna aplikasi pihak ketiga (third-party app) yang tersedia di Microsoft Teams. Agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal, Microsoft akan terus berinvestasi untuk mengembangkan platform yang dapat mendukung para partner dalam membangun solusi atau layanan inovatif. Berkat peran partner-partner tersebut, Microsoft Teams bisa membawa lebih banyak manfaat kepada para pengguna. Lebih dari 800 aplikasi tergabung dengan Microsoft Teams Photo Credit: Piero Nigro (Unsplash) Microsoft Teams memiliki ekosistem yang kuat dan terus berkembang dengan para partner. Mereka terus melampaui batas untuk menciptakan inovasi melalui solusi-solusi yang dibangun di Microsoft. Hingga Februari 2021, tercatat ada lebih dari 800 aplikasi Teams yang dirancang oleh vendor software independen (ISV). Tidak ketinggalan ribuan integrator sistem (SI) yang mengembangkan beragam solusi bersifat custom di Teams. Melalui program di Microsoft, para partner tak hanya bisa mengembangkan bisnis mereka, tapi juga menemukan value yang cukup besar. Terlebih, para pelanggan Microsoft Teams benar-benar merasakan manfaat dari aplikasi dan solusi lain yang dikembangkan oleh para partner. Bahkan menurut riset dari Forrester, sebanyak 95% responden menunjukkan bahwa aplikasi-aplikasi di Teams telah berhasil meningkatkan performa kerja tim mereka. Beberapa partner ISV Microsoft Teams Para partner ISV sukses merancang berbagai aplikasi yang memperkaya pengalaman kolaborasi para pengguna Microsoft. Berikut ini beberapa partner ISV yang menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut.   Adobe   Photo Credit: Microsoft Kehadiran Adobe di Microsoft memberikan kemudahan kepada Anda dan tim untuk menghasilkan karya bersama. Adobe Sign for Microsoft Teams, misalnya, menyediakan teknologi tanda tangan elektronik untuk dokumen digital. Beda lagi dengan Adobe Acrobat for Microsoft Teams untuk membuat, mengedit, hingga berbagi dokumen PDF.   ServiceNow   Photo Credit: Microsoft Terintegrasi dengan Microsoft Teams, ServiceNow menyediakan aplikasi bernama Now Virtual Agent. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menyederhanakan workflow melalui dashboard pusat yang menampilkan informasi penting seperti tasks, events, hingga announcements.   Moveworks   Photo Credit: Microsoft Moveworks menyediakan layanan dukungan teknologi secara langsung di Microsoft Teams. Jika menemui masalah IT, Anda bisa mendeskripsikannya kepada bot Moveworks. Menerapkan teknologi natural language understanding (NLU), Moveworks nantinya dapat memahami masalah Anda dan segera memberikan solusi. Beberapa partner SI Microsoft Teams Tiap perusahaan memiliki gaya kerja dan kebutuhan yang berbeda. Banyak dari Anda yang membutuhkan solusi secara lebih spesifik. Kustomisasi aplikasi pun harus dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tak perlu khawatir, partner SI mampu memenuhinya. Ini dia beberapa partner SI yang akan Anda temui di Microsoft.   Cognizant   Photo Credit: Microsoft Saat terjadi masalah pada suatu perangkat kerja, biasanya perusahaan akan menghubungi teknisi lapangan untuk mengatasinya. Namun, terkadang teknisi tidak memiliki akses terhadap alat yang dibutuhkan. Di sisi lain, mereka juga kesulitan untuk terhubung dengan manajer atau anggota tim lain, sehingga koordinasi pun sulit pula dilakukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Cognizant membangun aplikasi Damage Companion pada Microsoft Teams, Microsoft Power Platform, dan SharePoint. Melalui aplikasi ini, komunikasi real-time dengan manajer bisa dilakukan sehingga mempermudah teknisi untuk menentukan langkah selanjutnya.   Avanade   Photo Credit: Microsoft Melalui Nudge Platform, Avanade mengombinasikan Microsoft dengan Bot Framework dan teknologi artificial intelligence (AI) serta penerapan studi perilaku. Hasilnya, hadir sebuah platform yang dapat menyederhanakan tugas sehari-hari. Platform satu ini juga akan mengukur pengalaman kerja karyawan untuk menemukan momen-momen penting yang menjadi perhatian mereka. Dengan begini, Avanade tidak hanya mendukung sistem kerja remote atau hybrid, tapi juga menjaga produktivitas karyawan sambil tetap memperhatikan kesejahteraan mereka.   Tanpa kehadiran partner, Microsoft tidak akan dapat berkembang hingga sejauh ini. Buktikan sendiri kehebatan hasil rancangan solusi para partner tersebut dengan menggunakan Microsoft. Agar mendapatkan pengalaman optimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft seperti EIKON Technology yang tepercaya di Indonesia. Langsung saja klik di sini untuk berkonsultasi seputar Microsoft dan Microsoft 365 for Business dengan tim dari EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur

  Ekosistem manufaktur memegang peran yang begitu krusial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka inilah yang bekerja keras memproduksi barang-barang untuk kebutuhan hidup kita. Saat pandemi COVID-19 melanda, para pekerja manufaktur pun harus melakukan adaptasi agar produksi tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan. Sistem hybrid working pun diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Microsoft Teams. Bahkan ternyata selama setahun belakangan ini, pemakaian aktif harian Microsoft Teams mengalami peningkatan hingga 230%. Bagaimana Microsoft Teams membantu para pekerja di bidang manufaktur dalam menjalankan hybrid working? Lalu, bagaimana pula dengan para pekerja garda depan (frontline workers) yang kemungkinan besar tidak bisa bekerja secara remote? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Digitalisasi workflow manufaktur Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Salah satu kunci kesuksesan penerapan hybrid working adalah digitalisasi secara efektif. Microsoft Teams dapat membantu para pekerja di bidang manufaktur untuk mencapai hal tersebut, termasuk bagi kalangan frontline workers. Melalui penggunaan Microsoft Teams, Anda dapat menghubungkan para frontline workers dengan informasi penting pada platform komunikasi yang sama. Hal ini akan membantu proses digitalisasi workflow di tempat kerja. Microsoft Teams paham betapa pentingnya proses persetujuan (approval) bagi frontline workers untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Untuk menyederhanakan proses tersebut, Anda bisa menggunakan new templates pada Microsoft Teams. Template tersebut hadir dengan struktur yang dapat diulang untuk mengajukan persetujuan umum seperti permintaan lembur. Tak hanya itu, Microsoft Teams juga bekerja sama dengan beberapa partner untuk mendukung digitalisasi pada hybrid working di bidang manufaktur. Contohnya seperti Adobe Sign dan DocuSign yang memungkinkan Anda untuk menggunakan tanda tangan elektronik pada dokumen kontrak atau persetujuan. Sudah ada sejumlah pelanggan Microsoft Teams dari bidang manufaktur yang berhasil menjalankan digitalisasi pada sistem hybrid working mereka. Salah satunya adalah Toyota yang menggunakan Microsoft Teams dan Power Platform untuk mengecek kualitas produksi pabrik. Tawarkan cara kerja baru kepada para pekerja garda depan Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Berbeda dari aktivitas seperti rapat atau menyusun laporan, frontline workers di bidang manufaktur tidak bisa melakukannya secara remote. Mereka tetap harus berada di pabrik untuk memastikan produksi tetap berjalan. Lalu, bagaimana caranya mereka menerapkan sistem hybrid working? Microsoft Teams menawarkan cara kerja baru untuk para frontline workers di bidang manufaktur, yakni dengan menghubungkan mereka pada Microsoft Cloud for Manufacturing. Berbasis cloud, layanan satu ini memang dirancang untuk mengoptimalkan performa kerja industri manufaktur, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence hingga peningkatan supply chain. Microsoft Cloud for Manufacturing akan membantu menyederhanakan proses onboarding sekaligus mengembangkan skill tenaga kerja manufaktur. Dengan begini, proses digitalisasi manufaktur pun tidak hanya dirasakan mereka yang bisa kerja remote, tapi juga para frontline workers. Sebagai bentuk dukungan lain terhadap frontline workers di bidang manufaktur, Microsoft Teams juga telah bekerja sama dengan RealWear untuk memproduksi alat kelengkapan keamanan seperti topi. Menariknya, alat tersebut juga dirancang untuk memudahkan kolaborasi dan komunikasi dengan penambahan fitur microphone.   Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, industri manufaktur bisa menerapkan sistem hybrid working secara efisien, termasuk digitalisasi bagi para frontline workers di pabrik. Melalui fitur-fitur canggih dan kerja sama dengan sejumlah partner, Microsoft Teams mampu mendukung industri manufaktur dalam menjalani sistem tersebut. Lalu, bagaimana caranya Anda yang bekerja di bidang manufaktur bisa menggunakan Microsoft Teams? Langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft Teams secara optimal melalui Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk dapatkan akses ke Microsoft Teams sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Tips Efisien Menjalankan Sistem Hybrid Working

  Budaya kerja mengalami perubahan cukup besar sejak 1,5 tahun belakangan ini. Dari yang semula tatap muka langsung setiap hari, kini perusahaan harus mengandalkan hybrid working. Walaupun mendukung fleksibilitas kerja, sayangnya sistem tersebut juga rentan memicu burnout karyawan karena mereka jadi bekerja lebih lama daripada jika bekerja di kantor. Apakah Anda dan tim juga mengalami kondisi serupa? Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa-bisa mengganggu kesejahteraan karyawan dan berpengaruh terhadap produktivitas. Maka dari itu, agar Anda dan tim bisa menjalankan hybrid working secara efisien, berikut beberapa tips untuk diterapkan.   Tentukan OKR yang detail dan jelas   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Kunci dari kesejahteraan diri adalah mampu memprioritaskan waktu dan energi secara efisien, baik saat bekerja di kantor maupun remote. Masalahnya, ketika sedang bekerja secara remote, karyawan jadi lebih sulit memahami ekspektasi dari rekan kerja maupun mengomunikasikan prioritas diri sendiri. Pada akhirnya, mereka jadi terbiasa merespons segala bentuk interupsi karena dianggap memiliki urgensi tinggi. Di sinilah pentingnya memiliki objectives and key results (OKR) yang jelas. Dengan begitu, karyawan bisa tahu pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Hal ini dapat membantu karyawan untuk berkata “tidak” saat ia menerima interupsi dari rekan kerja tertentu, sehingga risiko burnout pun bisa diminimalisir.   Selalu tetapkan tujuan sebelum online meeting   Photo Credit: Kampus Production (Pexels) Hybrid working artinya Anda dan tim akan lebih sering melakukan meeting secara online dibandingkan tatap muka langsung. Walaupun online meeting bersifat praktis, terlalu banyak melakukannya bisa membuat karyawan mengalami keletihan akibat harus fokus menyimak obrolan melalui layar selama berjam-jam. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah video call fatigue. Untuk mengurangi risiko tersebut, tetapkan tujuan yang jelas sebelum online meeting. Sebaiknya, tunjuk juga moderator atau pemandu khusus untuk memastikan agar online meeting berjalan sesuai rencana. Dengan begini, meeting akan berjalan efisien tanpa membahas hal-hal di luar tujuan utama. Anda dan tim pun bisa menghemat waktu dan energi.   Berteman dengan ketidaksempurnaan   Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Di tengah lingkungan kerja dengan dinamisme tinggi, wajar jika Anda dan karyawan berusaha untuk memberikan hasil kerja sebaik mungkin. Beberapa bahkan bertekad mencapai “kesempurnaan” dalam bekerja. Padahal, ekspektasi terhadap kesempurnaan inilah yang lambat laun dapat memicu burnout, terutama ketika hybrid working. Perlu diingat bahwa tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang kesempurnaan bekerja. Sesuatu yang menurut Anda sempurna, belum tentu begitu pula di mata atasan atau klien Anda. Berusahalah saja semaksimal yang Anda bisa dan tentunya sesuai standar perusahaan. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi janganlah menghukum diri sendiri.   Memimpin dengan empati   Photo Credit: Christina @ wocintechchat.com (Unsplash) Bagi yang saat ini menempati posisi atasan, manajer, pimpinan divisi, direktur, atau posisi serupa lainnya, kini saatnya Anda menunjukkan empati lebih kepada karyawan. Ingatlah bahwa pandemi merupakan kondisi yang berat bagi banyak karyawan Anda. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri serta keluarga, kita semua masih harus tetap bekerja. Dalam hal ini, bukan berarti Anda diam saja jika seandainya ada karyawan yang melanggar aturan. Namun, bantulah mereka untuk sama-sama menjalani hybrid working di tengah situasi yang kurang ideal ini. Apabila ada karyawan yang menunjukkan tanda-tanda burnout, misalnya, berikan ia izin cuti untuk beristirahat. Atau jika ada karyawan yang performanya menurun, padahal sebelum ini ia termasuk salah satu top employee, ajaklah ia mengobrol dalam sesi one-on-one untuk mengetahui penyebabnya. Walau terkesan sederhana, langkah-langkah tersebut membantu terbentuknya budaya sehat di lingkungan hybrid working.   Tegaskan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal   Photo Credit: Jason Strull (Unsplash) Kesejahteraan diri sangat bergantung pada keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Artinya, walaupun bekerja dari rumah, bukan berarti Anda harus bekerja seharian penuh. Justru Anda perlu menetapkan jam kerja harian, lalu komunikasikan kepada tim agar mereka tak menghubungi Anda untuk keperluan kerja di luar batas jam tersebut. Agar bisa komitmen menjalani batasan yang Anda tentukan sendiri, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi seperti Microsoft Teams. Pada fitur message, Anda bisa memasang status khusus seperti “Prioritizing family time right now, thanks” atau “All work-related chats will be replied tomorrow”.    Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan hybrid working secara efisien dan mendukung kesejahteraan karyawan. Selain kelima tips tersebut, dibutuhkan pula dukungan teknologi yang mumpuni seperti Microsoft Teams dari Microsoft 365 for Business untuk menunjang aktivitas hybrid working. Bahkan tak hanya Microsoft Teams, Microsoft 365 for Business juga dilengkapi ragam layanan pendukung lain untuk bisnis seperti penyimpanan cloud 1 TB hingga program Office Online. Pilih sendiri edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan hybrid working Anda. Jika bingung menentukan, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Chromebook, Collaboration, Security

Pencegahan Ransomware pada Bisnis dengan Chrome OS

  Sistem kerja hybrid, atau hybrid working, semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai belahan dunia. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sistem kerja yang terdistribusi seperti itu menciptakan celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. Menurut Harvard Business Review, serangan ransomware mengalami peningkatan hingga 150% sepanjang 2020 lalu. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingai ransomware dapat mengenkripsi data Anda, membuat Anda dan tim jadi tidak bisa mengaksesnya. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korban ransomware dan harus membayar banyak uang untuk mendekripsi data mereka. Itulah kenapa dibutuhkan perlindungan lebih untuk pencegahan ransomware. Selama menggunakan Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena platform berbasis cloud satu ini secara default telah dibekali dengan proteksi khusus terhadap ransomware. Google Safe Browsing Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) Pada perangkat Chrome OS, browser bawaan yang disematkan adalah Google Chrome. Melalui Google Chrome inilah biasanya para pengguna mengunjungi berbagai situs web untuk mencari informasi atau melakukan keperluan lain. Sebagai salah satu langkah pencegahan ransomware, Google Chrome telah dilengkapi dengan fitur Google Safe Browsing. Jika pengguna akan mengunjungi situs web atau mengunduh file yang dianggap berbahaya, maka Google Safe Browsing akan langsung memberi peringatan agar Anda terhindar dari risiko ransomware. Sistem update secara otomatis Photo Credit: Anna Auza (Unsplash) Sistem keamanan yang up-to-date menjadi salah satu kunci penting untuk pencegahan ransomware pada bisnis Anda. Lalu, apakah ini artinya Anda harus selalu melakukan update secara manual? Tenang saja, selama menggunakan perangkat Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena sistem operasi rutin melakukan update secara otomatis, termasuk update sistem keamanan. Kabar baiknya lagi, proses update ini selalu berjalan pada background sehingga tak akan mengganggu aktivitas. Data ter-back up secara otomatis ke cloud Photo Credit: Charles Deluvio (Unsplash) Chrome OS merupakan platform yang mengutamakan cloud. Artinya, hanya ada sedikit data pada perangkat yang rentan terhadap ancaman ransomware. Ini karena seluruh data pengguna Anda ter-back up secara otomatis pada sistem cloud. Sementara itu, data-data pekerjaan akan di-back up di layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive. Jika seandainya sistem keamanan Chrome OS dijebol oleh ransomware, yang mana sangat jarang terjadi, data dan file Anda di cloud akan tetap aman dan Anda bisa segera mengambil tindakan pemulihan. Pemblokiran executable file Photo Credit: Crew (Unsplash) Executable file adalah file yang dapat dieksekusi (executable). Maksudnya, file tersebut berisi sebuah program yang dapat dijalankan sesuai perintah. Umumnya, executable file diakhiri dengan ekstensi .exe. Nah, ransomware kerap bersembunyi di dalam executable file sehingga ketika dijalankan, file tersebut akan merusak data Anda. Sebagai langkah pencegahan ransomware, Chrome OS memblokir aplikasi-aplikasi berbahaya agar tidak bisa dijalankan pada perangkat Anda. Chrome OS hanya akan menjalankan aplikasi dari Google Play Store yang telah dilengkapi dengan sistem Google Play Protect untuk memindai adanya ancaman malware. OS bersifat read-only, sulit untuk diintervensi Photo Credit: Deepanker Verma (Pexels) Kekhawatiran lain yang kerap muncul terkait ransomware adalah adanya intervensi terhadap sistem operasi pada perangkat itu sendiri; dalam hal ini, Chrome OS. Kabar baiknya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang bersifat read-only. Artinya, file sistem pada Chrome OS disimpan di partisi terpisah. Tujuannya agar sistem operasi tidak bisa dimodifikasi oleh aplikasi atau extension apa pun sehingga akan cenderung lebih sulit untuk “disentuh” oleh ancaman ransomware.   Berkat berbagai teknologi pencegahan ransomware pada Chrome OS, hingga kini tidak ada satu pun laporan terkait serangan ransomware yang dialami oleh para pengguna perangkat Chrome OS. Maka dari itu, agar bisnis Anda lebih terlindungi dari ransomware, segera beralih ke perangkat Chrome OS seperti Chromebook. Chromebook tersedia dalam beragam produk dan spesifikasi sehingga dapat Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar Chromebooks!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Berkenalan dengan 5 Calon Font Default Baru Microsoft

  Sejak 2007, Microsoft menggunakan Calibri sebagai font default untuk menggantikan Times New Roman di seluruh aplikasi Microsoft Office. Setelah lebih dari satu dekade, kini saatnya Microsoft berkembang dengan ditemani font default yang baru. Setidaknya ada lima tipe font yang menjadi kandidat font default Microsoft. Masing-masing calon font Microsoft ini dirancang oleh orang yang berbeda. Namun, walaupun Calibri akan segera “turun jabatan”, Anda masih bisa menemukannya pada menu font di Microsoft Office. Mari berkenalan dengan kelima font baru berikut ini! Skeena – John Hudson & Paul Hanslow Photo Credit: Microsoft Bagi yang selama ini gemar menggunakan Sans Serif sebagai font Microsoft, kemungkinan besar Anda tidak akan terlalu asing dengan calon default font baru ini. Skeena dirancang berdasarkan bentuk tipografi dari Serif tradisional. Namun, goresan-goresannya mengalami modifikasi sehingga kontras antara tebal dan tipisnya jadi semakin terlihat. Bisa dikatakan bahwa Skeena merupakan versi modern dan lebih dramatis dari Sans Serif. Font Skeena sangat cocok digunakan untuk teks utama pada dokumen-dokumen panjang, konten presentasi, brosur, hingga laporan. Grandview – Aaron Bell Photo Credit: Microsoft Grandview merupakan font tipe Sans Serif yang diadaptasi dari rambu jalan dan kereta api di Jerman. Artinya, sejak awal tipe font tersebut memang telah dirancang agar bisa dibaca dengan jelas dari jarak jauh dan dalam kondisi kurang kondusif sekali pun. Itulah kenapa ketika sang perancang, Aaron Bell, diminta untuk menciptakan font Microsoft untuk penggunaan body text, tapi tetap mempertahankan kepribadian German Industrial Standard (DIN), ia sempat merasa ragu. Pasalnya, tipografi font untuk body text umumnya harus dapat membuat mata nyaman untuk terus membaca barisan kata secara horizontal. Namun, font DIN dirancang dengan tingkat keterbacaan tinggi untuk medium atau space terbatas. Setelah melakukan riset dan penyesuaian, Aaron Bell akhirnya berhasil menciptakan font Grandview yang tingkat keterbacaannya masih relatif tinggi, tapi telah dimodifikasi agar nyaman untuk dibaca sebagai body text panjang. Tenorite – Erin McLaughlin & Wei Huang Photo Credit: Microsoft Font Microsoft satu ini bisa dikatakan sebagai versi lebih “ramah” dari Sans Serif. Penggunaan tanda titik (dots) yang cukup besar hingga aksen-aksen khusus membuat Tenorite memiliki vibe yang cenderung “terbuka”, tapi tetap lebih tajam jika dibandingkan dengan Calibri yang terkenal akan sudut-sudut bersifat bundar (round corner). Kedua perancang Tenorite, Erin McLaughlin dan Wei Huang, sadar bahwa nantinya font mereka akan dibaca sebagai teks panjang pada aplikasi seperti Microsoft Word. Karenanya, mereka pun merancang Tenorite dengan spacing yang cukup lebar agar pengguna Microsoft merasa nyaman selama membaca. Seaford – Tobias Frere-Jones, Nina Stössinger, and Fred Shallcrass Photo Credit: Microsoft Mengacu pada tipografi teks Serif gaya lama, Seaford memiliki desain yang begitu familiar dan mengedepankan kenyamanan visual. Bentuknya yang cenderung asimetris dan organik mampu menekankan perbedaan antar huruf, sehingga nantinya menghasilkan bentuk kata yang lebih mudah dikenali. Demi menciptakan font Microsoft dengan tipografi yang “nyaman” dan familiar bagi pembaca, para perancangnya bahkan mengambil inspirasi dari gambar kursi tua. Inspirasi ini mereka aplikasikan pada pembuatan desain untuk font berformat italics. Jika Anda perhatikan, banyak font yang membuat format italics dengan tampilan visual cenderung lebih lembut atau agak mengabur. Namun, Seaford justru tetap membuat font berformat italics dengan visual cukup tajam—mirip seperti sandaran kursi tua yang kokoh. Bierstadt – Steve Matteson Photo Credit: Microsoft Bierstadt merupakan font yang desainnya terinspirasi dari tipografi Swiss pada pertengahan abad ke-20. Kesederhanaan dan rasionalitas menjadi dua hal utama yang coba diusung oleh Bierstadt agar dapat menghasilkan bentuk font yang mudah dibaca. Dalam perancangannya, Steve Matteson ingin membuat font yang terlihat kontras dari Arial. Pada setiap huruf, ujung terminal atau sambungannya mengalami pemotongan hingga 90 derajat,  sehingga dihasilkan font yang tampak modern dan cenderung clean-cut. Penyesuaian ini paling terlihat pada huruf-huruf melengkung seperti “a” dan “r”.    Tidak semua font tersebut akan menjadi font default yang menggantikan Calibri pada Microsoft. Rencananya, penggantian font Microsoft ini akan mulai dilakukan pada 2022 nanti. Namun, tenang saja, keempat font yang tidak terpilih sebagai default masih akan bisa Anda gunakan melalui menu font di Microsoft Office. Sambil menunggu, mari upgrade Microsoft 365 Anda ke versi premium! Ada begitu banyak layanan tambahan yang dapat Anda terima, mulai dari penyimpanan cloud 1 TB, Office Online, hingga layanan telepon 24/7 dari Microsoft. Klik di sini untuk mengetahui berbagai perbedaan edisi Microsoft 365 for Business atau langsung hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia!

Scroll to Top