EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Pertumbuhan Inovasi Microsoft Teams Tak Terlepas dari Peran Partner

  Lebih dari sekadar perangkat untuk berkomunikasi via audio, chat, atau video call, Microsoft Teams telah menjadi sebuah platform yang menghubungkan alur kerja (workflow) Anda dengan beragam aplikasi. Bahkan sejak tujuh terakhir ini, terus terjadi peningkatan jumlah pengguna aplikasi pihak ketiga (third-party app) yang tersedia di Microsoft Teams. Agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal, Microsoft akan terus berinvestasi untuk mengembangkan platform yang dapat mendukung para partner dalam membangun solusi atau layanan inovatif. Berkat peran partner-partner tersebut, Microsoft Teams bisa membawa lebih banyak manfaat kepada para pengguna. Lebih dari 800 aplikasi tergabung dengan Microsoft Teams Photo Credit: Piero Nigro (Unsplash) Microsoft Teams memiliki ekosistem yang kuat dan terus berkembang dengan para partner. Mereka terus melampaui batas untuk menciptakan inovasi melalui solusi-solusi yang dibangun di Microsoft. Hingga Februari 2021, tercatat ada lebih dari 800 aplikasi Teams yang dirancang oleh vendor software independen (ISV). Tidak ketinggalan ribuan integrator sistem (SI) yang mengembangkan beragam solusi bersifat custom di Teams. Melalui program di Microsoft, para partner tak hanya bisa mengembangkan bisnis mereka, tapi juga menemukan value yang cukup besar. Terlebih, para pelanggan Microsoft Teams benar-benar merasakan manfaat dari aplikasi dan solusi lain yang dikembangkan oleh para partner. Bahkan menurut riset dari Forrester, sebanyak 95% responden menunjukkan bahwa aplikasi-aplikasi di Teams telah berhasil meningkatkan performa kerja tim mereka. Beberapa partner ISV Microsoft Teams Para partner ISV sukses merancang berbagai aplikasi yang memperkaya pengalaman kolaborasi para pengguna Microsoft. Berikut ini beberapa partner ISV yang menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut.   Adobe   Photo Credit: Microsoft Kehadiran Adobe di Microsoft memberikan kemudahan kepada Anda dan tim untuk menghasilkan karya bersama. Adobe Sign for Microsoft Teams, misalnya, menyediakan teknologi tanda tangan elektronik untuk dokumen digital. Beda lagi dengan Adobe Acrobat for Microsoft Teams untuk membuat, mengedit, hingga berbagi dokumen PDF.   ServiceNow   Photo Credit: Microsoft Terintegrasi dengan Microsoft Teams, ServiceNow menyediakan aplikasi bernama Now Virtual Agent. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menyederhanakan workflow melalui dashboard pusat yang menampilkan informasi penting seperti tasks, events, hingga announcements.   Moveworks   Photo Credit: Microsoft Moveworks menyediakan layanan dukungan teknologi secara langsung di Microsoft Teams. Jika menemui masalah IT, Anda bisa mendeskripsikannya kepada bot Moveworks. Menerapkan teknologi natural language understanding (NLU), Moveworks nantinya dapat memahami masalah Anda dan segera memberikan solusi. Beberapa partner SI Microsoft Teams Tiap perusahaan memiliki gaya kerja dan kebutuhan yang berbeda. Banyak dari Anda yang membutuhkan solusi secara lebih spesifik. Kustomisasi aplikasi pun harus dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tak perlu khawatir, partner SI mampu memenuhinya. Ini dia beberapa partner SI yang akan Anda temui di Microsoft.   Cognizant   Photo Credit: Microsoft Saat terjadi masalah pada suatu perangkat kerja, biasanya perusahaan akan menghubungi teknisi lapangan untuk mengatasinya. Namun, terkadang teknisi tidak memiliki akses terhadap alat yang dibutuhkan. Di sisi lain, mereka juga kesulitan untuk terhubung dengan manajer atau anggota tim lain, sehingga koordinasi pun sulit pula dilakukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Cognizant membangun aplikasi Damage Companion pada Microsoft Teams, Microsoft Power Platform, dan SharePoint. Melalui aplikasi ini, komunikasi real-time dengan manajer bisa dilakukan sehingga mempermudah teknisi untuk menentukan langkah selanjutnya.   Avanade   Photo Credit: Microsoft Melalui Nudge Platform, Avanade mengombinasikan Microsoft dengan Bot Framework dan teknologi artificial intelligence (AI) serta penerapan studi perilaku. Hasilnya, hadir sebuah platform yang dapat menyederhanakan tugas sehari-hari. Platform satu ini juga akan mengukur pengalaman kerja karyawan untuk menemukan momen-momen penting yang menjadi perhatian mereka. Dengan begini, Avanade tidak hanya mendukung sistem kerja remote atau hybrid, tapi juga menjaga produktivitas karyawan sambil tetap memperhatikan kesejahteraan mereka.   Tanpa kehadiran partner, Microsoft tidak akan dapat berkembang hingga sejauh ini. Buktikan sendiri kehebatan hasil rancangan solusi para partner tersebut dengan menggunakan Microsoft. Agar mendapatkan pengalaman optimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft seperti EIKON Technology yang tepercaya di Indonesia. Langsung saja klik di sini untuk berkonsultasi seputar Microsoft dan Microsoft 365 for Business dengan tim dari EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur

  Ekosistem manufaktur memegang peran yang begitu krusial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka inilah yang bekerja keras memproduksi barang-barang untuk kebutuhan hidup kita. Saat pandemi COVID-19 melanda, para pekerja manufaktur pun harus melakukan adaptasi agar produksi tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan. Sistem hybrid working pun diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Microsoft Teams. Bahkan ternyata selama setahun belakangan ini, pemakaian aktif harian Microsoft Teams mengalami peningkatan hingga 230%. Bagaimana Microsoft Teams membantu para pekerja di bidang manufaktur dalam menjalankan hybrid working? Lalu, bagaimana pula dengan para pekerja garda depan (frontline workers) yang kemungkinan besar tidak bisa bekerja secara remote? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Digitalisasi workflow manufaktur Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Salah satu kunci kesuksesan penerapan hybrid working adalah digitalisasi secara efektif. Microsoft Teams dapat membantu para pekerja di bidang manufaktur untuk mencapai hal tersebut, termasuk bagi kalangan frontline workers. Melalui penggunaan Microsoft Teams, Anda dapat menghubungkan para frontline workers dengan informasi penting pada platform komunikasi yang sama. Hal ini akan membantu proses digitalisasi workflow di tempat kerja. Microsoft Teams paham betapa pentingnya proses persetujuan (approval) bagi frontline workers untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Untuk menyederhanakan proses tersebut, Anda bisa menggunakan new templates pada Microsoft Teams. Template tersebut hadir dengan struktur yang dapat diulang untuk mengajukan persetujuan umum seperti permintaan lembur. Tak hanya itu, Microsoft Teams juga bekerja sama dengan beberapa partner untuk mendukung digitalisasi pada hybrid working di bidang manufaktur. Contohnya seperti Adobe Sign dan DocuSign yang memungkinkan Anda untuk menggunakan tanda tangan elektronik pada dokumen kontrak atau persetujuan. Sudah ada sejumlah pelanggan Microsoft Teams dari bidang manufaktur yang berhasil menjalankan digitalisasi pada sistem hybrid working mereka. Salah satunya adalah Toyota yang menggunakan Microsoft Teams dan Power Platform untuk mengecek kualitas produksi pabrik. Tawarkan cara kerja baru kepada para pekerja garda depan Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Berbeda dari aktivitas seperti rapat atau menyusun laporan, frontline workers di bidang manufaktur tidak bisa melakukannya secara remote. Mereka tetap harus berada di pabrik untuk memastikan produksi tetap berjalan. Lalu, bagaimana caranya mereka menerapkan sistem hybrid working? Microsoft Teams menawarkan cara kerja baru untuk para frontline workers di bidang manufaktur, yakni dengan menghubungkan mereka pada Microsoft Cloud for Manufacturing. Berbasis cloud, layanan satu ini memang dirancang untuk mengoptimalkan performa kerja industri manufaktur, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence hingga peningkatan supply chain. Microsoft Cloud for Manufacturing akan membantu menyederhanakan proses onboarding sekaligus mengembangkan skill tenaga kerja manufaktur. Dengan begini, proses digitalisasi manufaktur pun tidak hanya dirasakan mereka yang bisa kerja remote, tapi juga para frontline workers. Sebagai bentuk dukungan lain terhadap frontline workers di bidang manufaktur, Microsoft Teams juga telah bekerja sama dengan RealWear untuk memproduksi alat kelengkapan keamanan seperti topi. Menariknya, alat tersebut juga dirancang untuk memudahkan kolaborasi dan komunikasi dengan penambahan fitur microphone.   Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, industri manufaktur bisa menerapkan sistem hybrid working secara efisien, termasuk digitalisasi bagi para frontline workers di pabrik. Melalui fitur-fitur canggih dan kerja sama dengan sejumlah partner, Microsoft Teams mampu mendukung industri manufaktur dalam menjalani sistem tersebut. Lalu, bagaimana caranya Anda yang bekerja di bidang manufaktur bisa menggunakan Microsoft Teams? Langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft Teams secara optimal melalui Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk dapatkan akses ke Microsoft Teams sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Tips Efisien Menjalankan Sistem Hybrid Working

  Budaya kerja mengalami perubahan cukup besar sejak 1,5 tahun belakangan ini. Dari yang semula tatap muka langsung setiap hari, kini perusahaan harus mengandalkan hybrid working. Walaupun mendukung fleksibilitas kerja, sayangnya sistem tersebut juga rentan memicu burnout karyawan karena mereka jadi bekerja lebih lama daripada jika bekerja di kantor. Apakah Anda dan tim juga mengalami kondisi serupa? Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa-bisa mengganggu kesejahteraan karyawan dan berpengaruh terhadap produktivitas. Maka dari itu, agar Anda dan tim bisa menjalankan hybrid working secara efisien, berikut beberapa tips untuk diterapkan.   Tentukan OKR yang detail dan jelas   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Kunci dari kesejahteraan diri adalah mampu memprioritaskan waktu dan energi secara efisien, baik saat bekerja di kantor maupun remote. Masalahnya, ketika sedang bekerja secara remote, karyawan jadi lebih sulit memahami ekspektasi dari rekan kerja maupun mengomunikasikan prioritas diri sendiri. Pada akhirnya, mereka jadi terbiasa merespons segala bentuk interupsi karena dianggap memiliki urgensi tinggi. Di sinilah pentingnya memiliki objectives and key results (OKR) yang jelas. Dengan begitu, karyawan bisa tahu pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Hal ini dapat membantu karyawan untuk berkata “tidak” saat ia menerima interupsi dari rekan kerja tertentu, sehingga risiko burnout pun bisa diminimalisir.   Selalu tetapkan tujuan sebelum online meeting   Photo Credit: Kampus Production (Pexels) Hybrid working artinya Anda dan tim akan lebih sering melakukan meeting secara online dibandingkan tatap muka langsung. Walaupun online meeting bersifat praktis, terlalu banyak melakukannya bisa membuat karyawan mengalami keletihan akibat harus fokus menyimak obrolan melalui layar selama berjam-jam. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah video call fatigue. Untuk mengurangi risiko tersebut, tetapkan tujuan yang jelas sebelum online meeting. Sebaiknya, tunjuk juga moderator atau pemandu khusus untuk memastikan agar online meeting berjalan sesuai rencana. Dengan begini, meeting akan berjalan efisien tanpa membahas hal-hal di luar tujuan utama. Anda dan tim pun bisa menghemat waktu dan energi.   Berteman dengan ketidaksempurnaan   Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Di tengah lingkungan kerja dengan dinamisme tinggi, wajar jika Anda dan karyawan berusaha untuk memberikan hasil kerja sebaik mungkin. Beberapa bahkan bertekad mencapai “kesempurnaan” dalam bekerja. Padahal, ekspektasi terhadap kesempurnaan inilah yang lambat laun dapat memicu burnout, terutama ketika hybrid working. Perlu diingat bahwa tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang kesempurnaan bekerja. Sesuatu yang menurut Anda sempurna, belum tentu begitu pula di mata atasan atau klien Anda. Berusahalah saja semaksimal yang Anda bisa dan tentunya sesuai standar perusahaan. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi janganlah menghukum diri sendiri.   Memimpin dengan empati   Photo Credit: Christina @ wocintechchat.com (Unsplash) Bagi yang saat ini menempati posisi atasan, manajer, pimpinan divisi, direktur, atau posisi serupa lainnya, kini saatnya Anda menunjukkan empati lebih kepada karyawan. Ingatlah bahwa pandemi merupakan kondisi yang berat bagi banyak karyawan Anda. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri serta keluarga, kita semua masih harus tetap bekerja. Dalam hal ini, bukan berarti Anda diam saja jika seandainya ada karyawan yang melanggar aturan. Namun, bantulah mereka untuk sama-sama menjalani hybrid working di tengah situasi yang kurang ideal ini. Apabila ada karyawan yang menunjukkan tanda-tanda burnout, misalnya, berikan ia izin cuti untuk beristirahat. Atau jika ada karyawan yang performanya menurun, padahal sebelum ini ia termasuk salah satu top employee, ajaklah ia mengobrol dalam sesi one-on-one untuk mengetahui penyebabnya. Walau terkesan sederhana, langkah-langkah tersebut membantu terbentuknya budaya sehat di lingkungan hybrid working.   Tegaskan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal   Photo Credit: Jason Strull (Unsplash) Kesejahteraan diri sangat bergantung pada keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Artinya, walaupun bekerja dari rumah, bukan berarti Anda harus bekerja seharian penuh. Justru Anda perlu menetapkan jam kerja harian, lalu komunikasikan kepada tim agar mereka tak menghubungi Anda untuk keperluan kerja di luar batas jam tersebut. Agar bisa komitmen menjalani batasan yang Anda tentukan sendiri, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi seperti Microsoft Teams. Pada fitur message, Anda bisa memasang status khusus seperti “Prioritizing family time right now, thanks” atau “All work-related chats will be replied tomorrow”.    Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan hybrid working secara efisien dan mendukung kesejahteraan karyawan. Selain kelima tips tersebut, dibutuhkan pula dukungan teknologi yang mumpuni seperti Microsoft Teams dari Microsoft 365 for Business untuk menunjang aktivitas hybrid working. Bahkan tak hanya Microsoft Teams, Microsoft 365 for Business juga dilengkapi ragam layanan pendukung lain untuk bisnis seperti penyimpanan cloud 1 TB hingga program Office Online. Pilih sendiri edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan hybrid working Anda. Jika bingung menentukan, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Chromebook, Collaboration, Security

Pencegahan Ransomware pada Bisnis dengan Chrome OS

  Sistem kerja hybrid, atau hybrid working, semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai belahan dunia. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sistem kerja yang terdistribusi seperti itu menciptakan celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. Menurut Harvard Business Review, serangan ransomware mengalami peningkatan hingga 150% sepanjang 2020 lalu. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingai ransomware dapat mengenkripsi data Anda, membuat Anda dan tim jadi tidak bisa mengaksesnya. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korban ransomware dan harus membayar banyak uang untuk mendekripsi data mereka. Itulah kenapa dibutuhkan perlindungan lebih untuk pencegahan ransomware. Selama menggunakan Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena platform berbasis cloud satu ini secara default telah dibekali dengan proteksi khusus terhadap ransomware. Google Safe Browsing Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) Pada perangkat Chrome OS, browser bawaan yang disematkan adalah Google Chrome. Melalui Google Chrome inilah biasanya para pengguna mengunjungi berbagai situs web untuk mencari informasi atau melakukan keperluan lain. Sebagai salah satu langkah pencegahan ransomware, Google Chrome telah dilengkapi dengan fitur Google Safe Browsing. Jika pengguna akan mengunjungi situs web atau mengunduh file yang dianggap berbahaya, maka Google Safe Browsing akan langsung memberi peringatan agar Anda terhindar dari risiko ransomware. Sistem update secara otomatis Photo Credit: Anna Auza (Unsplash) Sistem keamanan yang up-to-date menjadi salah satu kunci penting untuk pencegahan ransomware pada bisnis Anda. Lalu, apakah ini artinya Anda harus selalu melakukan update secara manual? Tenang saja, selama menggunakan perangkat Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena sistem operasi rutin melakukan update secara otomatis, termasuk update sistem keamanan. Kabar baiknya lagi, proses update ini selalu berjalan pada background sehingga tak akan mengganggu aktivitas. Data ter-back up secara otomatis ke cloud Photo Credit: Charles Deluvio (Unsplash) Chrome OS merupakan platform yang mengutamakan cloud. Artinya, hanya ada sedikit data pada perangkat yang rentan terhadap ancaman ransomware. Ini karena seluruh data pengguna Anda ter-back up secara otomatis pada sistem cloud. Sementara itu, data-data pekerjaan akan di-back up di layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive. Jika seandainya sistem keamanan Chrome OS dijebol oleh ransomware, yang mana sangat jarang terjadi, data dan file Anda di cloud akan tetap aman dan Anda bisa segera mengambil tindakan pemulihan. Pemblokiran executable file Photo Credit: Crew (Unsplash) Executable file adalah file yang dapat dieksekusi (executable). Maksudnya, file tersebut berisi sebuah program yang dapat dijalankan sesuai perintah. Umumnya, executable file diakhiri dengan ekstensi .exe. Nah, ransomware kerap bersembunyi di dalam executable file sehingga ketika dijalankan, file tersebut akan merusak data Anda. Sebagai langkah pencegahan ransomware, Chrome OS memblokir aplikasi-aplikasi berbahaya agar tidak bisa dijalankan pada perangkat Anda. Chrome OS hanya akan menjalankan aplikasi dari Google Play Store yang telah dilengkapi dengan sistem Google Play Protect untuk memindai adanya ancaman malware. OS bersifat read-only, sulit untuk diintervensi Photo Credit: Deepanker Verma (Pexels) Kekhawatiran lain yang kerap muncul terkait ransomware adalah adanya intervensi terhadap sistem operasi pada perangkat itu sendiri; dalam hal ini, Chrome OS. Kabar baiknya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang bersifat read-only. Artinya, file sistem pada Chrome OS disimpan di partisi terpisah. Tujuannya agar sistem operasi tidak bisa dimodifikasi oleh aplikasi atau extension apa pun sehingga akan cenderung lebih sulit untuk “disentuh” oleh ancaman ransomware.   Berkat berbagai teknologi pencegahan ransomware pada Chrome OS, hingga kini tidak ada satu pun laporan terkait serangan ransomware yang dialami oleh para pengguna perangkat Chrome OS. Maka dari itu, agar bisnis Anda lebih terlindungi dari ransomware, segera beralih ke perangkat Chrome OS seperti Chromebook. Chromebook tersedia dalam beragam produk dan spesifikasi sehingga dapat Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar Chromebooks!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Berkenalan dengan 5 Calon Font Default Baru Microsoft

  Sejak 2007, Microsoft menggunakan Calibri sebagai font default untuk menggantikan Times New Roman di seluruh aplikasi Microsoft Office. Setelah lebih dari satu dekade, kini saatnya Microsoft berkembang dengan ditemani font default yang baru. Setidaknya ada lima tipe font yang menjadi kandidat font default Microsoft. Masing-masing calon font Microsoft ini dirancang oleh orang yang berbeda. Namun, walaupun Calibri akan segera “turun jabatan”, Anda masih bisa menemukannya pada menu font di Microsoft Office. Mari berkenalan dengan kelima font baru berikut ini! Skeena – John Hudson & Paul Hanslow Photo Credit: Microsoft Bagi yang selama ini gemar menggunakan Sans Serif sebagai font Microsoft, kemungkinan besar Anda tidak akan terlalu asing dengan calon default font baru ini. Skeena dirancang berdasarkan bentuk tipografi dari Serif tradisional. Namun, goresan-goresannya mengalami modifikasi sehingga kontras antara tebal dan tipisnya jadi semakin terlihat. Bisa dikatakan bahwa Skeena merupakan versi modern dan lebih dramatis dari Sans Serif. Font Skeena sangat cocok digunakan untuk teks utama pada dokumen-dokumen panjang, konten presentasi, brosur, hingga laporan. Grandview – Aaron Bell Photo Credit: Microsoft Grandview merupakan font tipe Sans Serif yang diadaptasi dari rambu jalan dan kereta api di Jerman. Artinya, sejak awal tipe font tersebut memang telah dirancang agar bisa dibaca dengan jelas dari jarak jauh dan dalam kondisi kurang kondusif sekali pun. Itulah kenapa ketika sang perancang, Aaron Bell, diminta untuk menciptakan font Microsoft untuk penggunaan body text, tapi tetap mempertahankan kepribadian German Industrial Standard (DIN), ia sempat merasa ragu. Pasalnya, tipografi font untuk body text umumnya harus dapat membuat mata nyaman untuk terus membaca barisan kata secara horizontal. Namun, font DIN dirancang dengan tingkat keterbacaan tinggi untuk medium atau space terbatas. Setelah melakukan riset dan penyesuaian, Aaron Bell akhirnya berhasil menciptakan font Grandview yang tingkat keterbacaannya masih relatif tinggi, tapi telah dimodifikasi agar nyaman untuk dibaca sebagai body text panjang. Tenorite – Erin McLaughlin & Wei Huang Photo Credit: Microsoft Font Microsoft satu ini bisa dikatakan sebagai versi lebih “ramah” dari Sans Serif. Penggunaan tanda titik (dots) yang cukup besar hingga aksen-aksen khusus membuat Tenorite memiliki vibe yang cenderung “terbuka”, tapi tetap lebih tajam jika dibandingkan dengan Calibri yang terkenal akan sudut-sudut bersifat bundar (round corner). Kedua perancang Tenorite, Erin McLaughlin dan Wei Huang, sadar bahwa nantinya font mereka akan dibaca sebagai teks panjang pada aplikasi seperti Microsoft Word. Karenanya, mereka pun merancang Tenorite dengan spacing yang cukup lebar agar pengguna Microsoft merasa nyaman selama membaca. Seaford – Tobias Frere-Jones, Nina Stössinger, and Fred Shallcrass Photo Credit: Microsoft Mengacu pada tipografi teks Serif gaya lama, Seaford memiliki desain yang begitu familiar dan mengedepankan kenyamanan visual. Bentuknya yang cenderung asimetris dan organik mampu menekankan perbedaan antar huruf, sehingga nantinya menghasilkan bentuk kata yang lebih mudah dikenali. Demi menciptakan font Microsoft dengan tipografi yang “nyaman” dan familiar bagi pembaca, para perancangnya bahkan mengambil inspirasi dari gambar kursi tua. Inspirasi ini mereka aplikasikan pada pembuatan desain untuk font berformat italics. Jika Anda perhatikan, banyak font yang membuat format italics dengan tampilan visual cenderung lebih lembut atau agak mengabur. Namun, Seaford justru tetap membuat font berformat italics dengan visual cukup tajam—mirip seperti sandaran kursi tua yang kokoh. Bierstadt – Steve Matteson Photo Credit: Microsoft Bierstadt merupakan font yang desainnya terinspirasi dari tipografi Swiss pada pertengahan abad ke-20. Kesederhanaan dan rasionalitas menjadi dua hal utama yang coba diusung oleh Bierstadt agar dapat menghasilkan bentuk font yang mudah dibaca. Dalam perancangannya, Steve Matteson ingin membuat font yang terlihat kontras dari Arial. Pada setiap huruf, ujung terminal atau sambungannya mengalami pemotongan hingga 90 derajat,  sehingga dihasilkan font yang tampak modern dan cenderung clean-cut. Penyesuaian ini paling terlihat pada huruf-huruf melengkung seperti “a” dan “r”.    Tidak semua font tersebut akan menjadi font default yang menggantikan Calibri pada Microsoft. Rencananya, penggantian font Microsoft ini akan mulai dilakukan pada 2022 nanti. Namun, tenang saja, keempat font yang tidak terpilih sebagai default masih akan bisa Anda gunakan melalui menu font di Microsoft Office. Sambil menunggu, mari upgrade Microsoft 365 Anda ke versi premium! Ada begitu banyak layanan tambahan yang dapat Anda terima, mulai dari penyimpanan cloud 1 TB, Office Online, hingga layanan telepon 24/7 dari Microsoft. Klik di sini untuk mengetahui berbagai perbedaan edisi Microsoft 365 for Business atau langsung hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Sentuhan Personal Baru pada Microsoft Teams

  Sejak pandemi COVID-19 terjadi pada 2020 lalu, budaya komunikasi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari yang semula bisa leluasa bertatap muka secara langsung, kini komunikasi lebih banyak dilakukan melalui video call. Sebagai salah satu penyedia layanan video call unggulan, Microsoft Teams senantiasa melakukan pembaruan demi mengoptimalkan pengalaman Anda dan pengguna lain selama video call berlangsung. Pada Mei 2021 lalu, update terbaru Microsoft Teams fokus pada sentuhan personal agar Anda bisa merasa lebih dekat dengan teman atau keluarga yang dihubungi. Seperti apa bentuk update tersebut? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini! Together Mode, efek berada di satu tempat yang sama saat video call Photo Credit: Microsoft Walaupun video call menjadi cara ampuh mengatasi kerinduan di tengah situasi pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa terlalu sering melakukannya bisa membuat kita mengalami video call fatigue. Muncul keletihan akibat harus fokus berkonsentrasi selama berjam-jam menyimak obrolan melalui layar. Untuk membantu pengguna atas masalah tersebut, Microsoft Teams kini dibekali dengan Together Mode. Melalui fitur satu ini, Anda dapat mengubah video call biasa menjadi sebuah lingkungan virtual yang akan membuat Anda merasa sedang berada di tempat sama dengan teman atau keluarga. Microsoft Teams menyediakan beberapa opsi lingkungan virtual seperti kedai kopi, ruang keluarga, hingga resort. Fitur Together Mode membantu Anda dan orang-orang tersayang menjadi lebih terhubung. Risiko video call fatigue pun bisa berkurang karena otak Anda tak akan bekerja terlalu keras jika dibandingkan dengan video call biasa. Video call lebih berkesan dengan live emoji reaction dan GIF  Photo Credit: Microsoft Tidak selamanya sesi meeting harus berlangsung secara formal, terlebih saat menggunakan video call. Kini Anda bisa memberikan emoji dan GIF sebagai bentuk reaksi visual saat video call berlangsung. Tentunya hal ini akan membuat sesi video call jadi terasa lebih fun dan berkesan. Kabar baiknya lagi, jika Anda melewatkan video call yang diikuti kelompok teman atau keluarga Anda, Anda tetap bisa catch up dengan membaca utas percakapan yang ada. Lalu, apabila Anda menemukan percakapan yang menarik, Anda bisa memberi reaksi dengan mengunggah GIF karena fitur chat pada Microsoft Teams tidak akan hilang bahkan setelah video call berakhir. Kelola jadwal dan rencana kolektif langsung dari Microsoft Teams Photo Credit: Microsoft Menyusun suatu rencana bersama teman atau keluarga dapat menjadi sesuatu yang cukup rumit, bahkan jika rencana tersebut sebetulnya sesederhana rapat bulanan. Biasanya Anda harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk menyesuaikan jadwal setiap orang, share dokumen yang dibutuhkan, dan sebagainya. Seluruh proses tersebut kini bisa lebih mudah dilakukan melalui Microsoft Teams tanpa harus meninggalkan fitur chats. Untuk mengumpulkan peserta dalam satu group chat, Anda hanya perlu menambahkan kontak mereka menggunakan email atau nomor telepon. Jika ada yang tidak menggunakan Microsoft Teams, mereka masih bisa merespons group chat melalui SMS. Begitu semua berkumpul dalam group chat, Anda bisa membuat daftar tugas bersama (shared to-do-list) dan mendelegasikan tugas pada peserta lain di group chat. Nantinya, mereka bisa melihat dan mengedit detail tugas tersebut atau memberikan tanda centang saat tugas selesai dikerjakan.   Berbagai update tersebut sudah tersedia pada platform Microsoft Teams. Untuk pengalaman terbaik video call menggunakan Microsoft Teams, tak ada salahnya berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Anda akan mendapatkan berbagai layanan tambahan yang tak tersedia pada Microsoft 365 edisi reguler. Beberapa di antaranya seperti cloud storage 1 TB dan layanan Office Online. Anda bisa mendapatkan itu semua hanya dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Berkonsultasilah dengan tim kami untuk mendapatkan paket langganan Microsoft 365 for Business yang paling sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Google Meet, Google Workspace, Rapat online

Peningkatan Performa Google Meet Live Stream dengan 2 Fitur Baru

Banyak perusahaan mengadakan rapat atau pertemuan penting yang melibatkan ratusan hingga ribuan peserta. Umumnya, aktivitas ini dilakukan oleh perusahaan berskala besar untuk menyampaikan suatu pesan penting. Walau begitu, bukan berarti ribuan orang tersebut harus berkumpul di satu tempat yang sama. Melalui penggunaan Google Meet Live Stream, perusahaan bisa mengadakan sesi live stream untuk ditonton hingga 100.000 pengguna. Dengan begini, pengguna dapat menonton video live stream tersebut dari tempat masing-masing melalui web atau perangkat mobile mereka. Kini, pengalaman live stream video menggunakan Google Meet akan semakin meningkat berkat adanya update terbaru pada 1 Juli 2021 lalu. Setidaknya ada dua fitur baru yang disematkan dalam update tersebut. Apa saja? Cari tahu selengkapnya di bawah ini. Cross-domain live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Salah satu fitur baru yang akan meningkatkan pengalaman menonton Google Meet Live Stream adalah cross-domain live streams. Seperti yang Anda tahu, sebelumnya hanya tamu undangan dari organisasi Anda yang bisa ikut menonton video Google Meet. Namun, fitur baru ini memungkinkan Anda untuk memperluas jangkauan penayangan live stream. Melalui fitur cross-domain, kini admin dapat menunjuk domain Google Workspace tepercaya untuk mengikuti live stream di Google Meet. Setelah domain ditambahkan, Anda bisa mengundang para pengguna yang ada dalam domain tersebut untuk menyaksikan live stream yang diadakan oleh perusahaan Anda. Captions in live streams Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur kedua yang ditambahkan adalah captions atau bisa juga disebut subtitle. Sebetulnya, fitur captions sudah tersedia lebih dulu pada Google Meet Video Calls, dan kini Anda juga akan bisa menemukannya pada Live Stream. Captions akan tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Melalui adanya captions, kini Google Meet  bisa lebih mudah diakses oleh pengguna yang memiliki masalah pendengaran. Lalu, bagi yang lebih suka membaca teks daripada mendengarkan pembicaraan, fitur captions akan membuat Anda lebih menikmati sesi live stream melalui Google Meet. Mulai tersedia sejak akhir Juni pada edisi Google Workspace tertentu Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Fitur cross-domain dan captions pada mulai bisa dinikmati oleh beberapa pengguna terpilih sejak 30 Juni 2021 lalu. Sedangkan untuk seluruh pengguna lainnya, kedua fitur tersebut baru akan dirilis secara bertahap mulai 12 Juli 2021 nanti. Namun, penting diketahui bahwa fitur cross-domain dan captions hanya tersedia bagi Anda yang berlangganan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, serta Education Plus. Kedua fitur ini tidak tersedia bagi pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, Nonprofits, serta G Suite Basic and Business.   Kehadiran fitur cross-domain dan caption akan mengoptimalkan pengalaman Anda dalam melangsungkan sesi live stream via Google Meet. Karenanya, agar bisa menikmati kedua fitur baru tersebut, segera upgrade Google Workspace Anda ke edisi Enterprise Standard, Enterprise Plus, Teaching and Learning Upgrade, atau Education Plus. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi partner resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Sebagai partner Google yang tepercaya, EIKON Technology siap menjawab pertanyaan Anda seputar edisi berlangganan Google Workspace. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga agar Anda bisa segera menikmati dua fitur baru pada Google di atas!  

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 Terbaru Edisi Juni 2021

  Pada pertengahan Juni 2021 lalu, Microsoft 365 mendapatkan sejumlah update untuk fitur-fiturnya. Update rutin ini dilakukan demi memberikan pengalaman optimal kepada para pengguna, sehingga mereka pun bisa terus produktif dengan bantuan pemakaian Microsoft 365, khususnya untuk menunjang sistem hybrid working pada era sekarang. Lantas, apa saja fitur-fitur Microsoft 365 yang mendapatkan update tersebut? Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini. Buat task langsung dari fitur pesan Teams Photo Credit: Microsoft Hybrid working artinya Anda akan lebih sering berkomunikasi via Chat dengan rekan-rekan kerja Anda. Melalui percakapan via chat ini, biasanya muncul ide-ide yang membutuhkan follow-up sesegera mungkin. Namun, berpindah dari platform Chat ke Tasks untuk mencatat tugas baru bisa berpotensi mengganggu workflow. Memahami masalah tersebut, Microsoft 365 kini telah dilengkapi kemampuan untuk membuat task langsung dari Microsoft Teams Chat tanpa harus berpindah aplikasi atau windows. Caranya, klik simbol ellipses (titik tiga) pada menu pop-out, klik More Actions, dan pilih Create Task. Setelah itu, Anda bisa langsung menemukan task yang baru dibuat tersebut pada aplikasi Tasks. Spotlight beberapa pengguna sekaligus dalam sesi online meeting Photo Credit: Microsoft Fitur Microsoft 365 terbaru yang juga akan Anda temukan adalah kemampuan spotlight pada beberapa pengguna sekaligus saat online meeting. Maksudnya, ketika mengadakan sesi online meeting menggunakan Microsoft Teams, Anda bisa menampilkan beberapa pengguna dalam video feed paling besar (feed utama). Kehadiran fitur satu ini akan sangat berguna ketika ada lebih dari satu pembicara pada sesi meeting atau webinar. Dengan mengaktifkan spotlight pada video feed para pembicara, para peserta meeting pun bisa lebih fokus menyimak acara.  Automasi jadwal meeting dengan Scheduler Photo Credit: Microsoft Tahukah Anda bahwa dibutuhkan waktu sekitar 6-29 menit hanya untuk menjadwalkan meeting? Jika ada banyak meeting yang harus dijadwalkan, tentunya dapat menyita waktu Anda. Padahal, Anda bisa memanfaatkannya untuk mengerjakan hal-hal lain yang lebih produktif. Untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, kini telah hadir fitur Microsoft 365 terbaru bernama Scheduler. Bekerja sama dengan virtual assistant Cortana, Scheduler akan membantu Anda mengautomasi penjadwalan meeting.  Caranya mudah sekali, Anda hanya perlu menambahkan Cortana pada email dan memberikan perintah khusus pada Cortana seperti, “Cortana, please find a time to meet next week.” Nantinya, Cortana akan bekerja sama dengan Scheduler untuk menemukan waktu meeting terbaik bagi semua partisipan meeting sekaligus mengirimkan undangannya. Organization Explorer hadirkan lebih banyak informasi rekan kerja Photo Credit: Microsoft Fitur Organization Explorer pada Outlook turut kebagian update pada Juni 2021 lalu. Update tersebut memungkinkan Organization Explorer untuk mengeksplor, mencari, dan menemukan informasi terkait pengguna tertentu melalui pengalaman browser organisasi yang baru. Jadi, ketika misalnya Anda mencari rekan kerja A, Organization Explorer tidak hanya akan menampilkan informasi mendasar seperti nama lengkap, nomor telepon, atau alamat email. Namun, fitur Microsoft 365 ini juga akan menampilkan informasi seputar skills rekan kerja tersebut, team relationship, bahkan hingga jadwal kosong mereka. Tampilan baru Visio pada web landing page Photo Credit: Microsoft Visio, program aplikasi buatan Microsoft untuk membuat diagram dan flowchart, kini dapat Anda akses dengan tampilan baru melalui web landing page. Tenang saja, tampilannya masih serupa dengan berbagai aplikasi Office 365 lain, tapi kali ini dibuat lebih clean dan simpel. Dengan begini, Anda pun bisa lebih mudah menemukan file, membuat file baru, hingga berkolaborasi. Anda bisa langsung mengunjungi laman Office.com untuk mengakses landing page baru Visio. Di samping web landing page tersebut, update pada Visio juga hadir dalam bentuk kategorisasi template yang lebih baik dan peningkatan performa secara keseluruhan.   Itulah lima fitur Microsoft 365 yang dapat Anda temukan pada update terbaru edisi Juni 2021. Tentu masih ada sederet fitur baru lain yang disematkan dalam update tersebut. Maka dari itu, untuk mencobanya sendiri, Anda bisa langsung berlangganan Microsoft 365 for Business. Kini mendaftar paket berlangganan Microsoft 365 for Business sama sekali tidak sulit, terlebih sudah ada partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Anda bisa langsung kunjungi laman web–nya atau hubungi EIKON Technology untuk mengetahui lebih lanjut seputar Microsoft 365.

Collaboration, Microsoft office 365, Productivity

Windows 11, Sistem Operasi Terbaik untuk Sistem Kerja Hybrid

  Hybrid work adalah sistem yang menggabungkan aktivitas bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya. Agar sistem kerja hybrid bisa berjalan efektif, diperlukan bantuan teknologi pendukung. Windows 11 adalah solusi tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dibekali dengan beragam bentuk update pada fitur-fiturnya, Windows 11 dirancang khusus sebagai sistem operasi untuk mendukung sistem kerja hybrid. Mulai dari peningkatan aktivitas multitasking hingga kemudahan proses upgrade, berikut ini sejumlah fitur terkini yang membuat Windows 11 menjadi sistem operasi terbaik untuk sistem kerja hybrid. Lebih mudah multitasking dengan Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops Photo Credit: Windows Sejak pertama kali diluncurkan pada 1985, sistem operasi Windows selalu berkomitmen untuk membantu Anda bekerja sesuai keinginan. Salah satu caranya dengan menawarkan fleksibilitas melalui fitur multiple windows dan kemampuan untuk menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara lebih mudah pada Windows 11. Kini telah hadir fitur Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops yang menawarkan cara lebih powerful dalam aktivitas multitasking. Melalui fitur-fitur ini, Anda bisa mengatur tampilan layar sesuai kebutuhan kerja dalam desain yang clean. Tak hanya itu, kini Anda juga dapat menciptakan Desktop berbeda untuk dikustomisasi sesuai aktivitas. Dengan begini, Anda bisa memisahkan Desktop untuk bekerja dari Desktop untuk gaming atau aktivitas lain. Integrasi Chat from Microsoft Teams dengan taskbar Photo Credit: Windows Sistem kerja hybrid sangat mengandalkan komunikasi online untuk menjalankan kolaborasi. Memahami kebutuhan ini, Windows 11 pun dilengkapi dengan fitur Chat from Microsoft Teams yang kini telah terintegrasi dengan taskbar. Jadi, kini Anda bisa secara instan terhubung melalui teks, panggilan suara, atau video dengan seluruh rekan kerja di mana pun mereka berada, bahkan jika mereka menggunakan perangkat atau platform berbeda sekalipun. Jika misalnya rekan kerja Anda belum mengunduh aplikasi Microsoft Teams, Anda tetap bisa terhubung dengannya melalui two-way SMS. Akses aplikasi Android pada sistem operasi Windows Photo Credit: Windows Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh aplikasi penunjang yang Anda gunakan. Demi mengoptimalkan hal tersebut, beberapa pengguna Windows bahkan tak hanya menggunakan aplikasi Microsoft, tapi juga Android. Alhasil, beberapa dari Anda mungkin harus berulang kali berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. Namun, dengan Windows 11, hal tersebut tak perlu Anda lakukan lagi. Kini aplikasi-aplikasi Android sudah bisa diakses secara resmi pada perangkat Windows. Anda dapat menemukan aplikasi Android ini pada Microsoft Store dan mengunduhnya melalui Amazon Appstore. Upgrade baru ini merupakan bentuk kerja sama Microsoft dengan Amazon dan Intel. Agar nantinya para pengguna bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi-aplikasi Android secara lancar pada perangkat Windows, Microsoft memanfaatkan teknologi Intel Bridge milik Amazon dan Intel. Proses upgrade yang begitu mudah dan simpel Photo Credit: Windows Sistem operasi Windows 11 dirancang pada pondasi platform yang sama dengan Windows 10. Artinya, bukan hanya penggunaannya yang mudah, tapi juga proses upgrade-nya. Pengalaman yang begitu familiar—mulai dari Microsoft Endpoint Manager hingga konfigurasi cloud—akan tetap Anda terintegrasi pada Windows 11. Tak hanya itu, Windows 11 juga dirancang dengan tingkat keamanan tinggi. Berbagai teknologi keamanan baru bersifat built-in telah disematkan untuk melindungi setiap komponen, mulai dari chip hingga cloud. Dengan begini, data Anda akan terproteksi, akses terlindungi, dan produktivitas pun tetap bisa lancar selama menjalankan hybrid working.   Bagi yang selama ini mengadaptasi sistem kerja hybrid, maksimalkan produktivitas Anda dengan menggunakan Windows 11. Terlebih jika Anda menggabungkannya dengan pemakaian Microsoft 365 for Business, yang menyediakan beragam aplikasi penunjang kolaborasi kerja seperti email, penyimpanan One Drive hingga 1 TB, dan Skype for Business. Dengan begitu, aktivitas hybrid working pun bisa terus optimal, tak peduli dari mana pun Anda berada. Tak perlu tunggu lama lagi, setelah update Windows 11, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Microsoft 365 for Business. Sebagai partner resmi produk Microsoft di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memilih paket atau plan yang paling sesuai dengan kebutuhan hybrid working. Klik di sini untuk berlangganan Microsoft 365 for Business melalui EIKON Technology!

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Microsoft Teams Webinars, Cara Mudah dan Profesional Adakan Webinar

  Sejak setahun belakangan, kita telah menemukan banyak cara untuk tetap saling terhubung di dunia kerja melalui ranah online. Tak hanya aktivitas kerja sehari-hari, penyelenggaraan event pun turut mengalami adaptasi. Dari yang semula bisa dilakukan secara tatap muka langsung, kini event bisnis seperti workshop atau seminar lebih banyak diadakan dalam bentuk webinar. Agar webinar berjalan lancar, tentunya dibutuhkan teknologi yang mumpuni dan dapat mendukung secara optimal. Menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft Teams meluncurkan platform Webinars pada Mei 2021 lalu. Melalui Microsoft Teams Webinars, kini Anda bisa menyelenggarakan meeting internal perusahaan hingga webinar dengan ratusan peserta secara profesional. Semua dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi terpusat. Mari cari tahu lebih banyak tentang platform Microsoft Teams Webinars di bawah ini! Bisa adakan webinar dengan 1.000 peserta Photo Credit: Microsoft Sebelum ini, Microsoft Teams sebenarnya telah mempunyai platform khusus meetings dengan jumlah peserta mencapai 300 saja. Namun, dengan Microsoft Teams Webinars, kini Anda dapat menyelenggarakan event webinar dengan mengundang hingga 1.000 peserta. Untuk memastikan kelancaran webinar, Microsoft Teams Webinars telah dibekali dengan sejumlah fitur pendukung. Salah satunya Registration Form, yang dapat diisi oleh calon peserta webinar sebagai bukti registrasi event. Lalu, agar bisa menjangkau banyak peserta, tersedia pula fitur Event Details di mana Anda bisa mengisinya dengan informasi seputar webinar, mulai dari waktu pelaksanaan, topik yang akan dibahas, hingga profil pembicara dan moderator. Kombinasi Presenter Mode dan PowerPoint Live untuk presentasi efektif Photo Credit: Microsoft Pada event webinar, biasanya pembicara akan menampilkan presentasi agar bisa menyampaikan materi secara lebih mudah. Demi memfasilitasi kebutuhan satu ini, Microsoft Teams Webinars pun telah dilengkapi dengan dua fitur khusus bernama PowerPoint Live dan Presenter Mode. Melalui PowerPoint Live, Anda akan memiliki kontrol penuh atas konten Anda. Sebagai pembicara atau presenter, Anda bisa melihat slides, notes, meeting chat, dan audiens hanya dalam satu panel praktis. Sebagai contoh, Anda bisa meletakkan notes presentasi di samping slides untuk memudahkan penyampaian materi. Tenang saja, tampilan panel tersebut bersifat private sehingga hanya Anda yang bisa melihatnya. Sementara itu, Presenter Mode memudahkan Anda sebagai presenter untuk mengatur konten dan video feed yang akan ditampilkan ke audiens webinar. Ada tiga opsi tampilan yang bisa Anda pilih, yaitu:   Standout mode – video feed pembicara akan ditampilkan sebagai siluet di depan konten yang dibagikan. Reporter mode – menampilkan konten sebagai alat peraga visual (visual aid) di bagian atas bahu pembicara, mirip seperti yang biasa ditampilkan pada siaran berita. Side-by-side mode – video feed pembicara ditampilkan di samping konten selagi presentasi berlangsung.   Akses laporan peserta setelah webinar selesai Photo Credit: Microsoft Webinar merupakan cara yang cukup efisien bagi brand untuk terhubung dengan target audiens. Agar hubungan tersebut tak merenggang setelah webinar berakhir, Anda bisa melakukan upaya-upaya lanjutan. Tenang saja, Microsoft Teams Webinars dapat memfasilitasi kebutuhan Anda tersebut. Setelah webinar berakhir, Anda bisa mengakses fitur Attendee Report yang tersedia pada Microsoft Teams Webinars. Laporan tersebut menunjukkan data seputar partisipasi peserta webinar, mulai dari identitas hingga seberapa lama mereka mengikuti webinar tersebut. Anda dapat memberikan data Attendee Report kepada tim Customer Relationship Management (CRM). Berdasarkan data tersebut, nantinya tim CRM bisa melakukan analisis dan menentukan peserta mana saja yang dapat mereka follow up. Bagi yang berencana mengadakan webinar, pastikan Anda menggunakan Microsoft Teams Webinars untuk kelancaran event nanti. Kabar baiknya lagi, Anda tak perlu membeli lisensi atau produk baru untuk bisa menggunakan Microsoft Teams Webinars. Platform baru ini telah disertakan dalam berbagai jenis lisensi Office dan Microsoft 365 yang kini digunakan banyak perusahaan. Namun, jika memang Anda belum berlangganan, tak perlu khawatir karena Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Microsoft di Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket lisensi Microsoft 365 for Business yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan perusahaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Scroll to Top