EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud

Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database, Apa Kelebihannya?

 Tahun 2021 lalu, Google Cloud meluncurkan Cloud SQL Insights, sebuah tool untuk membantu developer memahami dan menyelesaikan masalah performa database di Cloud SQL for PostgreSQL. Insights dirancang dengan standar terbuka, visualisasi intuitif, dan arsitektur modern. Sejak saat itu, Insights telah menjadi salah satu kapabilitas baru yang paling cepat diadopsi di Cloud SQL. Maka tidak mengherankan jika pelanggan kemudian meminta fungsionalitas yang sama untuk MySQL. Pada awal bulan April 2022 lalu, Google Cloud memperkenalkan versi preview dukungan Cloud SQL for PostgreSQL. Seperti apa? Mengenal Cloud SQL Insights for MySQL Insights merupakan sebuah fitur Cloud SQL di Google Cloud untuk membantu para developer mendiagnosis dan menemukan resolusi atas masalah performa database MySQL. Fitur ini juga memungkinkan iterasi yang lebih cepat pada pengembangan aplikasi dan membebaskan DBA (database administrator) untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis seperti pemodelan data, pengoptimalan kueri, dan analisis data. Observabilitas database yang terpusat pada aplikasi Alat pemantauan konvensional memberi tampilan kinerja yang terpusat pada kueri. Tanpa disadari, hal tersebut memutuskan hubungan antara kinerja dengan kode aplikasi, terutama pada arsitektur modern. Insights menawarkan pemantauan database melalui lensa aplikasi. Anda dapat menggunakan tag untuk mengaitkan kueri dengan fungsi bisnis tertentu, seperti pembayaran, inventaris, analisis bisnis, dan pengiriman. Misalnya, Anda dapat dengan cepat mengevaluasi beban database yang disumbangkan oleh alur pengguna tertentu. Berikut adalah tampilan beban basis data yang diurutkan berdasarkan tag: Photo Credit: Google Cloud Blog Pengalaman self-service untuk diagnostik kueri Pemecahan masalah kinerja database membawa beberapa tantangan penting. Misalnya, menentukan kueri mana yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi kode aplikasi tertentu yang menyebabkan masalah. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Saat ini, Anda mungkin harus mengandalkan beberapa alat untuk menghubungkan data dengan tugas. Belum lagi, hal ini jelas membutuhkan keahlian dan waktu. Di cloud, tantangan semakin meningkat karena tim pengembangan sering menggunakan beberapa mesin database untuk kasus penggunaan yang berbeda. Insights for MySQL memungkinkan Anda beralih dari deteksi ke diagnosis dengan mulus, hanya dengan satu antarmuka. Mirip dengan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, Anda juga dapat mengidentifikasi masalah performa kueri lebih awal dengan dasbor bawaan. Berikut contohnya: Photo Credit: Google Cloud Blog Jejak aplikasi ujung ke ujung ini membantu menentukan sumber kueri bermasalah sesuai konteks, termasuk menurut model, tampilan, pengontrol, rute, pengguna, dan host. Berikut tampilannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Photo Credit: Google Cloud Blog Observabilitas database dengan alat favorit Anda dan standar terbuka Agar DevOps bekerja secara efektif, database harus disertakan dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Dengan begitu, para pemangku kepentingan seperti pengembang, SRE, insinyur platform, dan DBA dapat berkolaborasi dalam memecahkan masalah kinerja database. Hal ini tentu memerlukan akses ke telemetri database di berbagai alat pemantauan perusahaan. Misal, pengembang perlu akses ke pelacakan basis data di alat APM favorit mereka, tapi di waktu bersamaan, SRE ingin mengakses sinyal database penting di dasbor operasional mereka. Insights membantu meningkatkan observabilitas database dalam alat yang ada, sehingga pengembang dan tim operasi dapat mengatasi masalah lebih awal dan menghemat waktu dalam pemecahan masalah. Insights juga telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring, memungkinkan Anda dengan cepat membuat dasbor dan peringatan khusus pada metrik atau tag kueri dan menerima pemberitahuan melalui email, SMS, Slack, PagerDuty, dan banyak lagi. Cloud Monitoring juga memungkinkan Anda membuat dasbor yang disesuaikan. Baca juga: Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud dengan Dataplex Dalam menyelesaikan masalah terkait kinerja database, observabilitas sangatlah penting. Pemahaman yang baik terhadap kinerja database akan membantu Anda untuk lebih mudah menemukan penyebab masalah, yang artinya masalah pun lebih cepat selesai. Dukungan Cloud SQL Insights for MySQL yang baru saja diperkenalkan oleh Google Cloud memberikan Anda kemudahan tersebut. Apabila saat ini Anda masih belum menemukan solusi yang efisien terhadap permasalahan kinerja database, Google Cloud dengan Cloud SQL bisa dijadikan pilihan. Dapatkan solusi Google Cloud resmi berlisensi dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk mulai berkonsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan hubungi tim EIKON Technology di sini!   

Google Cloud

Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan

Database operasional menyokong jalannya aplikasi yang paling penting. Memilih database operasional yang tepat bisa memberi pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh IDC memperkirakan bahwa perusahaan akan memperoleh lebih dari 25% pendapatan dari produk, layanan, dan pengalaman digital di tahun 2026, tapi hanya berlaku jika mereka menerapkan inovasi digital dengan tepat. Database Google Cloud telah terbukti mampu memberikan kecepatan, skala, keamanan, dan keandalan tinggi. Andi Gutmans, GM dan VP of Engineering for Databases Google Cloud membagikan gambaran tentang pengembangan Google Cloud dalam menghadapi transformasi database di masa mendatang. Enam titik pengembangan utama Google Cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Keandalan dan ketersediaan Model bisnis yang selalu aktif seperti sekarang membutuhkan aplikasi yang andal, terus tersedia, dan dapat diskalakan dengan lancar guna memastikan seluruh pengguna mendapat pengalaman positif. Cloud-native database milik Google, Cloud Spanner, Cloud Bigtable, dan Firestore menawarkan service-level agreement (SLA) hingga 99,999%. Ketiganya juga menawarkan sharding otomatis, replikasi global zero-touch, dan pemeliharaan tanpa downtime. Keamanan dan tata kelola Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan meningkatnya pertumbuhan dan kompleksitas data serta serangan siber, keamanan dan tata kelola menjadi sangat penting, Itulah sebabnya Google Cloud menyediakan alat dan teknologi canggih untuk melindungi dan mengatur data Anda. Semua data dalam Google Cloud dienkripsi secara otomatis saat transit dan saat istirahat. Database Google juga menawarkan otentikasi dan otorisasi standar dengan Identity and Access Management (IAM). Baca juga: Alasan Mengapa BigQuery Connector For SAP Dapat Memperkuat Strategi Analitis Data Anda Integrasi dengan ekosistem Google Cloud Baik perusahaan besar maupun kecil pasti pernah menghadapi silo data yang menghambat operasi bisnis dan membatasi kemampuan untuk mengambil keputusan. Google Cloud menyediakan ekosistem layanan cloud unggul yang terintegrasi dan terpadu. Di dalamnya termasuk BigQuery, Google Kubernetes Engine, dan Cloud Functions yang memastikan pengguna dapat memecah silo operasional, membangun saluran data, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Google baru saja meluncurkan Datastream untuk mereplikasi dan menyinkronkan data di seluruh database serta aplikasi yang heterogen dan mendukung analitik real-time, replikasi database, juga arsitektur event-driven. Tata kelola keuangan dan biaya Gutmans menyebutkan bahwa seharusnya tidak diperlukan model perkiraan yang rumit untuk bisa mengetahui harga terbaik untuk layanan cloud. Pengguna juga semestinya tidak perlu berhadapan dengan risiko keuangan yang merugikan. Dengan alasan itulah kemudian Google meluncurkan Bigtable Autoscaling yang dapat membantu pengguna menambah atau menghapus kapasitas cloud secara otomatis sebagai respons terhadap perubahan tuntutan beban kerja. Dengan begitu, pengguna hanya perlu membayar untuk kapasitas yang dibutuhkan. Observability Photo Credit: kroshka__nastya (Freepik) Pengembang merupakan tulang punggung modernisasi aplikasi dan mereka harus bergerak cepat untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif. Google telah berinvestasi dalam fitur observabilitas database seperti Cloud SQL Insights dan Key Visualizer untuk membantu pengembang mengatasi masalah pada performa database, semuanya tanpa biaya tambahan. Tahun lalu, Google meluncurkan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, sebuah tool sederhana dan terbuka yang membantu pengembang memahami dan mengoptimalkan performa Cloud SQL dengan cepat. Migrasi Gutmans menambahkan bahwa Google juga berfokus pada penyederhanaan proses migrasi ke cloud karena hingga saat ini migrasi tanpa tool yang tepat sangatlah rumit. Database Migration Service (DMS) adalah layanan yang mudah digunakan untuk membuat migrasi ke Cloud SQL lebih cepat, lebih dapat diprediksi, dan lebih andal. Lebih dari 85% proses migrasi yang menggunakan DMS berlangsung dalam waktu kurang dari satu jam. DMS saat ini mendukung database MySQL dan PostgreSQL, dengan dukungan untuk migrasi SQL Server yang akan segera hadir. Photo Credit: Rawpixel Pada kesempatan yang sama, Gutmans juga memperkenalkan Database Migration Program. Program ini dirancang untuk membuat pengalaman migrasi Anda menjadi cepat, mudah, dan hemat biaya. DMP juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan penilaian, tools, dan resources dari jaringan mitra teknologi database Google. Baca juga: Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google Untuk menikmati berbagai kemudahan dari inovasi transformasi database Google Cloud, Anda bisa mulai menerapkan Cloud sebagai dukungan teknologi. EIKON Technology siap membantu proses migrasi Anda dengan Google Cloud secara komprehensif, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!  

Google Cloud

Ada yang Baru di Google Cloud EKM, Apa Saja?

Google Cloud External Key Manager atau lebih dikenal Cloud EKM merupakan suatu layanan untuk melindungi data cloud dengan suatu kunci enkripsi yang disimpan dan dikelola dalam sistem manajemen kunci enkripsi pihak ketiga di luar infrastruktur Google Cloud. Dengan begitu, Anda dapat memisahkan antara kunci enkripsi dan data yang tersimpan dalam cloud. Sebagai sebuah layanan yang tergolong baru di dalam ekosistem Google, Cloud EKM terus melakukan pembaruan. Di bulan April 2022, Cloud EKM bahkan melakukan update besar-besaran dengan menawarkan beragam kapabilitas baru. Seperti apa? Beragam manfaat baru Photo Credit: Google Cloud EKM Mulai awal April 2022, Google Cloud EKM memperkenalkan beragam fitur dan layanan baru di antaranya: Cloud EKM atas VPC Sebagai pengguna manajer kunci enkripsi, Anda tentu menginginkan yang terbaik. Hingga muncul keinginan untuk menggabungkan semua manajer kunci yang ada dan menghubungkannya ke cloud. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Google Cloud EKM memperkenalkan dukungan untuk jaringan VPC atau Virtual Private Cloud. Dukungan ini memungkinkan Cloud EKM untuk terhubung melalui jaringan pribadi yang aman dan memberikan kontrol yang lebih ketat atas akses jaringan ke manajer kunci eksternal. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Dukungan kunci asimetris Selain tombol enkripsi simetris, Cloud EKM kini juga mampu mengenali enkripsi RSA dan juga kunci asimetris kurva eliptik yang dibuat lewat manajer kunci eksternal. Dengan adanya kapabilitas baru ini, Anda dapat menandatangani persetujuan yang diberikan melalui Access Approval. Kunci asimetris dapat menambahkan lapisan keamanan tambahan saat memberikan akses administratif ke data pelanggan. Anda juga dapat menggunakan tombol asimetris eksternal untuk menandatangani data seperti layaknya kunci asli cloud. Kebijakan perlindungan keamanan baru Photo Credit: yanalya (Freepik) Google Cloud juga mengumumkan peluncuran kebijakan perlindungan baru yang tersedia untuk Cloud KMS. Dengan adanya kebijakan baru ini maka Anda bisa mendapatkan kontrol yang detail terhadap jenis kunci yang digunakan. Kebijakan ini akan membantu pengguna untuk dapat menentukan bahwa hanya jenis kunci KMS yang dapat dibuat (misalnya kunci EXTERNAL atau EXTERNAL_VPC). Fungsi ini akan memudahkan pengguna dalam memenuhi persyaratan spesifik untuk pemisahan atau penggabungan data, memastikan kunci yang dikelola secara eksternal digunakan dengan beban kerja tertentu. Penyimpanan data sensitif Bagi Anda yang memanfaatkan layanan Google Cloud untuk menyimpan data sensitif, kini Cloud EKM juga telah menambahkan dukungan keamanan tambahan. Update baru ini memungkinkan pelanggan untuk bisa memanfaatkan penyimpanan skala besar Google sambil tetap berpegang pada aturan lokal dan menyimpan kunci enkripsi mereka di manajer kunci pribadi. Mulai kelola enkripsi dengan Cloud EKM Photo Credit: Rawpixel Berhati-hati terhadap segala hal yang berkaitan dengan kunci enkripsi sangat penting untuk mengamankan data sensitif Anda yang tersimpan di Google Cloud. Untuk alasan itulah Google terus-menerus melakukan pengembangan produk enkripsi mereka, serta tentunya untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Untuk membantu Anda dalam mengoperasikan Cloud EKM, Google telah menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Anda juga bisa langsung mencoba dan mempelajarinya secara mandiri melalui konsol Google Cloud Platform. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Ada banyak sekali cara untuk meningkatkan keamanan Anda selama menggunakan penyimpanan berbasis cloud salah satunya adalah dengan menggunakan kunci enkripsi. Kini Google Cloud EKM telah menambahkan beberapa kemampuan yang memungkinkan Anda untuk bisa mendapatkan lapisan keamanan tambahan dalam mengelola kunci enkripsi. Cloud EKM hanyalah salah satu lapisan keamanan yang ada di ruang penyimpanan cloud. Masih ada banyak sekali fitur, aplikasi, dan kapabilitas untuk bantu Anda menyimpan data dengan aman dalam jaringan komputasi awan. Google telah membuatnya mudah untuk Anda dengan menghadirkan Google Cloud yang tidak hanya aman tapi juga dapat dijalankan dalam skala besar. Photo Credit: yanalya (Freepik) Migrasikan data penting Anda ke dalam jaringan cloud dengan Google Cloud. EIKON Technology siap membantu menyiapkan produk asli dengan lisensi resmi Google. Kami juga akan mendampingi Anda selama proses perencanaan, pelaksanaan, dan penerapan. Untuk terhubung langusng dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

TACO: Membangun Jaringan Cloud untuk Hadapi Tantangan yang Akan Datang

PT Tangkas Cipta Optimal (TACO Group) adalah penyedia solusi permukaan yang terdepan, lantai vinyl mewah, dan produk hardware furnitur untuk pelanggan komersial dan residensial di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu distributor terbesar High Pressure Laminates (HPL) dan anak perusahaan pelengkapnya, TACO Group melakukan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan operasi penjualan yang mempertahankan pengakuan TACO sebagai merek nasional premium. Untuk mempertahankan posisi tersebut, TACO Group berencana melakukan migrasi ke cloud platform yang dinilai lebih fleksibel, stabil, dan tentunya aman. Simak bagaimana akhirnya TACO Group menemukan cloud platform terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan berikut. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: teksomolika (Freepik) Sebagai sebuah perusahaan yang sedang berkembang, TACO Group perlu meningkatkan eksposurnya ke pasar daripada sebelumnya. Sebelumnya, TACO sudah memanfaatkan official website untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk. Hanya saja, pengelolaannya kurang efisien dan belum bisa memenuhi ekspektasi. Dengan teknologi sebagai tulang punggungnya, TACO ingin meningkatkan ketersediaan serta skalabilitas situs web mereka. Di waktu bersamaan, perusahaan juga harus memikirkan tentang keamanan sistem. Solusi yang ditawarkan Untuk mencapai tujuan perusahaan, TACO Group berencana menggunakan cloud platform untuk memantau server web dan juga domain name system mereka. EIKON Technology menawarkan Google Cloud Platform sebagai solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh TACO. Dengan Google Cloud Platform, TACO Group dapat mendatangkan potensi sebanyak mungkin. Sementara perusahaan terus berinovasi, TACO bisa selalu mengandalkan EIKON dan Google untuk terus menyediakan alat yang dibutuhkan untuk membangun cloud platform sebaik mungkin sesuai kebutuhan perusahaan. Hasil Segera setelah menggunakan Google Cloud Platform (GCP), ketersediaan serta up time situs resmi milik TACO Group meningkat. Di saat yang bersamaan, masalah keamanan pun bisa teratasi. Ini karena GCP menerapkan serverless computing (sebuah model eksekusi komputasi awan yang dijalankan oleh Content Security Policy). Selain itu, untuk memelihara infrastruktur juga menjadi jauh lebih baik. Sebab, potensi terjadinya latensi semakin rendah dan ketika muncul, bisa langsung diatasi dengan cepat. Semua dilakukan tanpa adanya biaya tambahan, bahkan keseluruhan biaya yang dibutuhkan pun berkurang, Dengan begitu, perusahaan bisa tetap fokus pada kegiatan bisnis utama. “Seiring dengan inovasi yang dilakukan, TACO dapat mengandalkan EIKON dan Google untuk terus menyediakan alat yang dibutuhkan untuk membangun platform sebaik mungkin,” – TACO Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Keberadaan official website terbukti mampu meningkatkan eksposur perusahaan. Dengan membuat sebuah website maka target pasar bisa lebih mudah mengetahui produk yang ditawarkan. Selain itu, memanfaatkan website, perusahaan juga dapat menjaga komunikasi dengan para konsumen. TACO Group memanfaatkan website untuk mendapatkan eksposur yang lebih baik. Harapannya, produk mereka dapat dikenal lebih banyak orang lagi. Untuk menjawab tantangan tersebut, EIKON Technology menawarkan solusi melalui Google Cloud Platform (GCP). GCP menawarkan skalabilitas tinggi, layanan yang terintegrasi, kolaborasi yang baik, serverless computing, dan tentunya biaya perawatan rendah, sehingga keseluruhan proyek pun jauh lebih efisien. Apakah Anda memiliki rencana untuk merancang website perusahaan? Atau justru sedang menghadapi tantangan yang sama dengan TACO Group? EIKON Technology siap membantu Anda dengan menyediakan berbagai solusi yang disesuaikan kebutuhan perusahaan. Setelah proses migrasi, kami juga akan memberikan pendampingan untuk memastikan sistem berjalan semestinya. Untuk mengetahui solusi yang Anda butuhkan, silakan klik di sini!   

Google Cloud, Info

BDO Indonesia: Transformasi Kolaborasi Cloud yang Aman

BDO Indonesia merupakan salah satu jaringan kantor akuntan publik, pajak, dan penasihat terbesar di dunia. Hingga sekarang, BDO Indonesia melayani lebih dari 1.658 kantor di 167 negara dan wilayah di seluruh dunia sebagai klien. Dengan karakteristik yang fleksibel, kombinasi dari perusahaan lokal dan sekitar 91,054 profesional yang tersebar di berbagai belahan dunia. Meningkatkan keamanan dan kepatuhan (compliance) adalah fokus utama proyek EIKON dengan BDO Indonesia. EIKON membantu BDO Indonesia untuk menerapkan manajemen endpoint menggunakan Google Workspace Enterprise Edition dengan tujuan mengamankan serta melindungi data penting perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: tirachardz (Freepik) Mengelola endpoint membutuhkan banyak upaya. Tidak hanya dari sisi IT, tetapi juga bisa sangat melelahkan dari sisi pengguna. Terlebih di BDO Indonesia ada banyak sekali karyawan yang bekerja dari jarak jauh (remote). Perusahaan harus bisa memastikan tiap karyawan bisa mengakses data yang mereka butuhkan tanpa harus mengorbankan keamanannya. Baik keamanan karyawan maupun keamanan perusahaan itu sendiri. Bagian IT perusahaan tidak hanya dituntut untuk bisa memberikan akses yang mudah bagi seluruh karyawan, tapi juga memastikan bahwa akses yang mereka berikan aman. Dengan begitu, data perusahaan bisa tetap aman dan terhindar dari ancaman kejahatan siber. Para karyawan pun bisa bekerja dengan lancar tanpa harus melalui kerumitan; contohnya, harus menggunakan VPN (virtual private network) untuk bisa mengakses data perusahaan. Di atas kertas, hal ini memang tidak mustahil untuk dilakukan. Namun di lapangan, prakteknya bisa sangat memakan banyak waktu dan tenaga. Solusi yang ditawarkan EIKON membantu BDO Indonesia untuk menemukan solusi keamanan yang tepat. Dengan begitu, BDO Indonesia dapat menyediakan lingkungan yang aman bagi karyawan selama bekerja di dalam maupun di luar jaringan perusahaan. Di saat yang bersamaan, perusahaan juga memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses seluruh data yang mereka butuhkan. EIKON mengimplementasikan hal tersebut dengan menyusun strategi peluncuran Advanced Endpoint Management untuk BDO Indonesia menggunakan Google Workspace Enterprise Edition. Hasil Google Workspace menyediakan sebuah inovasi solusi untuk meningkatkan keamanan data perusahaan serta endpoint yang sekaligus memudahkan pengguna akhir untuk mengakses data dan berkolaborasi dengan orang lain. BDO Indonesia telah melihat dampak yang luar biasa dengan mengimplementasikan Google Workspace Enterprise Edition. Setelah penerapan, BDO Indonesia mampu mengelola endpoint mereka dengan aman. Dengan begitu, perusahaan dapat mengarahkan fokus pada apa yang benar-benar penting bagi bisnis mereka. “Google secara konsisten berinvestasi dalam solusi Google Workspace mereka. Sebagai pelanggan, kami mendapatkan banyak keuntungan dari hal tersebut. Perusahaan kami bisa mendapatkan software yang lebih baik setiap hari tanpa harus melakukan apa pun. Keamanan penting bagi kami dan Google Workspace mampu memberikan apa yang kami harapkan. Ini membawa begitu banyak efisiensi bagi perusahaan kami.” – Charthon A. Kurniawan, Head of IT, BDO Indonesia Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Sekarang ini, sudah bukan hal aneh jika suatu perusahaan memiliki karyawan yang tersebar di seluruh belahan dunia. Mereka bekerja secara remote dengan dukungan teknologi. Sayangnya, kemudahan tersebut juga menyembunyikan potensi bahaya. Di saat karyawan mengakses data perusahaan dari jaringan luar, otomatis keamanan perusahaan pun menjadi rentan. Sebagai solusi biasanya perusahaan akan menyarankan karyawan untuk memasang aplikasi atau software VPN. Cara tersebut memang bisa membantu, tapi dari sisi karyawan, jelas akan mengganggu pekerjaan mereka. Waktu mereka yang sebenarnya bisa digunakan untuk produktivitas justru dihabiskan untuk mengunduh VPN dan menunggu jaringan siap. Tantangan seperti ini pernah dihadapi oleh BDO Indonesia. Kini, mereka telah berhasil menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan Google Workspace Enterprise Edition. Apakah perusahaan Anda juga menghadapi tantangan yang sama? EIKON Technology siap menyediakan solusi terbaik untuk perusahaan Anda dengan menyediakan berbagai solusi dari Google Workspace. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Otomatisasi Log Uploads dengan Google Cloud Transfer

gcloud transfer command-line merupakan sebuah tool yang berfungsi untuk mengakses layanan cloud Google, baik menggunakan scripts atau dari command line. Tool ini juga dapat digunakan untuk menjalankan otomatisasi lainnya. Dengan tool ini Anda dapat menulis script untuk menjalankan instance sesuai dengan kebutuhan. Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara menggunakan gcloud transfer command-line untuk common task, yaitu untuk mengunggah log ke cloud. Mari simak langkah-langkahnya berikut ini: Persiapan Untuk menjalankan gcloud transfer command-line, Anda memerlukan perangkat yang menjalankan sistem operasi Linux dengan setidaknya 8 GB RAM untuk melanjutkan. Namun jika Anda tidak memilikinya, bisa beralih ke Compute Engine virtual machine. Alat ini cocok untuk transfer data dalam jumlah besar (bahkan hingga petabytes). Langkah pertama, buatlah beberapa log untuk diunggah. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan script berikut:   $ mkdir my-logs $ cd my-logs $ echo “i am a petabyte” > logs.txt Di gcloud CLI. Jika Anda belum melakukannya, silakan unduh gcloud CLI. Anda akan diminta untuk masuk ke akun Google selama proses penginstalan. Bagaimana dengan biaya untuk menyelesaikan tutorial ini dalam proyek Google Cloud? Biaya pekerjaan transfer adalah US$0,0125 per GB. Tabel harga lengkap bisa dilihat di sini. Selanjutnya, Anda memerlukan bucket Google Cloud Storage untuk mengunggah. Untuk membuat bucket, silakan jalankan perintah berikut:   $ gsutil mb [globally unique bucket ID] Menggunakan transfer gcloud Selanjutnya, beri izin yang diperlukan untuk menggunakan semua fitur transfer gcloud:   $ gcloud transfer authorize Menambahkan transfer dari satu bucket cloud ke bucket lainnya dengan gcloud sangatlah mudah. Menyiapkan sistem file lokal Anda untuk menangani pekerjaan transfer memerlukan sedikit lebih banyak pekerjaan. Sebagai tambahan, Anda perlu mengunduh “agent”. Pada dasarnya, agent merupakan sebuah docker yang menjalankan program yang didedikasikan untuk menyalin file. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Sebelum memasang agent apa pun, Anda memerlukan agent pool. Saat tugas transfer menugaskan pekerjaan ke pool, agent mana pun di dalam pool kemungkinan besar akan menyalin file. Gunakan agent pool untuk memastikan hanya agent dengan akses menuju file yang Anda inginkan untuk menjalankan tugas transfer.   $ gcloud transfer agent-pools create [pool ID] Untuk memasang sebuah agent pada sistem Anda jalankan:   $ gcloud transfer agents install –pool=[pool ID] Kini Anda bisa mengunggah fake logs. Storage Transfer Service bekerja paling baik dengan absolute paths, jadi gunakan perintah “pwd” untuk mendapatkan jalur menuju folder Anda saat ini. Pastikan Anda sudah berada di dalam folder “my-logs”. Untuk mengunggah dari sistem file POSIX, Anda memerlukan sebuah skema “posix://” (pada Linux dan Mac).   $ gcloud transfer jobs create posix://$(pwd) gs://[bucket ID] –source-agent-pool=[pool ID] Perintah di atas akan mengembalikan metadata pekerjaan transfer baru Anda. Untuk memantau transfer, jalankan perintah di bawah ini dengan nilai untuk kunci “nama” yang dikembalikan:  $ gcloud transfer jobs monitor [transfer job ID] $ gsutil ls gs://[bucket ID] Otomatisasi Katakanlah Anda ingin mengunggah log setiap tengah malam sepanjang tahun 2022 dan 2023. Anda pasti membutuhkan kapabilitas untuk menjadwalkan transfer data reguler dalam jumlah besar. gcloud adalah tool yang tepat untuk itu, terlebih jika dibandingkan dengan tool Google lain seperti gsutil. Untuk melakukan hal tersebut, Anda hanya perlu memperbarui pengaturan jadwal pekerjaan dengan menambahkan perintah:   $ gcloud transfer jobs update [transfer job ID] –schedule-repeats-every=24h  \    –schedule-starts=2022-01-01  \    –schedule-repeats-until=2023-01-01 Jika terdapat virtual machine lainnya, Anda dapat memasang agent pada mesin tersebut di pool yang sama seperti sebelumnya. Dengan catatan, tiap mesin tidak memiliki pengaturan khusus. Namun apabila Anda ingin tiap mesin mengunggah log ke tujuan cloud yang berbeda, gcloud transfer command-line telah menyediakan script untuk dijalankan sekali di setiap perangkat. Pastikan agent pool dan argumen tujuan berbeda untuk tiap perangkat. Cara lainnya, dengan menggunakan satu mesin untuk mengunggah ke lokasi yang sama, Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Seperti yang telah disebutkan, gcloud transfer command-line merupakan suatu tool yang ada dalam ekosistem Google Cloud. Maka dari itu, operasionalnya akan lebih mudah jika Anda menggunakan layanan komputasi Google Cloud. Belum memiliki Google Cloud untuk perusahaan Anda? Tak perlu khawatir, kini Anda bisa mendapatkan personalized Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Cloud

Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner

Disaster recovery sama pentingnya dengan perlindungan data bagi aplikasi penting perusahaan. Perencanaannya harus mampu melindungi aplikasi (dan data di dalamnya) dari bencana alam serta insiden yang disebabkan oleh manusia, seperti pengiriman bug yang bisa menyebabkan timbulnya bad data. Bagaimana perencanaan disaster recovery yang ideal untuk mengatasi insiden? RPO dan RTO Photo Credit: Google Cloud Blog Sebagai bagian dari rencana, pemilik aplikasi harus mempertimbangkan kedua RPO (Recovery Point Objective), yang berkaitan dengan usia data siap dipulihkan serta RTO (Recovery Time Objective), yang berhubungan dengan total waktu yang disiapkan untuk mengembalikan aplikasi setelah insiden. Baca juga: Model Deployment Google Cloud untuk Cloud Spanner Emulator Cloud Spanner CPU sebagai strategi disaster recovery Cloud Spanner merupakan database relasional yang terkelola sepenuhnya dengan skala tak terbatas, konsistensi kuat, dan ketersediaan hingga 99,999%. Layanan ini menyediakan replikasi yang transparan dan sinkron di seluruh zona dengan konfigurasi regional. Juga, konfigurasi multi-region di seluruh region. Secara inheren, arsitektur Cloud Spanner mengatasi beberapa penyebab insiden yang harus diatasi oleh solusi disaster recovery konvensional. Terlepas dari ketersediaan tinggi yang ditawarkan Cloud Spanner, pemilik aplikasi tetap membutuhkan perlindungan data. Sebab, masih ada kemungkinan kesalahan pengguna atau bug aplikasi yang dapat menyebabkan salah simpan nilai ke dalam database. Sebagai solusi, Cloud Spanner menawarkan backup/restore dan point-in-time recovery. Optimalisasi backup Cloud Spanner Pencadangan Cloud Spanner konsisten secara transaksional. Itu berarti, saat pencadangan dibuat, pencadangan menangkap konten database yang tepat (seperti timestamp pencadangan atau timestamp komit transaksi granularity mikrodetik). Arsitektur ini memastikan bahwa semua data terkait transaksi yang dilakukan disertakan dalam pencadangan. Namun semua pembaruan sebagian yang masih terkait dengan transaksi tidak terikat dikecualikan. Pemulihan point-in-time memungkinkan pemulihan dari timestamp yang dipilih pengguna (dengan semantik yang sama sebagai cadangan). Photo Credit: Google Cloud Blog Katakanlah Anda punya database 10 TB yang mendukung suatu aplikasi penting perusahaan. Maka Anda bisa secara teratur mengambil cadangan sebagai bagian dari rencana disaster recovery. Di banyak sistem, mencadangkan database besar bisa makan waktu berjam-jam dan dapat meningkatkan beban CPU sehingga berdampak buruk. Photo Credit: Google Cloud Blog Cloud Spanner telah memecahkan masalah ini dengan CPU Optimized Backups. Dengan fitur ini, Cloud Spanner memisahkan sumber daya CPU yang digunakan untuk instances database pelanggan dari sumber daya CPU yang digunakan untuk pembuatan cadangan. Keuntungan menggunakan Cloud Spanner CPU sebagai solusi disaster recovery Pelanggan tak perlu lagi menyediakan kapasitas komputasi tambahan. Jadi, ruang kepala CPU bisa digunakan untuk pencadangan. Beban CPU pada instances pelanggan karena pencadangan berkurang hampir nol. Artinya, tidak ada dampak buruk terhadap beban kerja produksi saat pencadangan. Pekerjaan batch yang membuat cadangan dapat diskalakan secara independen dari jumlah server di instances pelanggan. Sistem file yang mendasarinya sangat terdistribusi dan memungkinkan bandwidth baca yang pada dasarnya tidak terbatas. Dengan CPU Optimized Backups, ukuran pekerjaan pencadangan dipisahkan menurut ukuran instances pelanggan, sehingga memungkinkan pencadangan untuk database besar mencapai ukuran yang sangat besar (berpotensi, ribuan mesin). Hal lain yang perlu diperhatikan Photo Credit: Freepik Kinerja backup bergantung pada berbagai faktor, termasuk beberapa faktor khusus seperti detail skema. Oleh karenanya, tidak ada estimasi performa yang sangat spesifik. Meskipun begitu, diketahui bahwa sebagian besar pencadangan database biasanya selesai dalam waktu satu hingga dua jam (termasuk database berukuran ratusan TB). CPU Optimized Backups melanjutkan tradisi inovasi teknis dalam perlindungan data Cloud Spanner dan pemulihan bencana. Fungsionalitas pemulihan yang ada memanfaatkan pencadangan per zona untuk mengaktifkan pemulihan cepat tanpa penyalinan data lintas zona. Point-in-time memungkinkan pemulihan yang fleksibel. Meski begitu, tidak ada perubahan harga pencadangan dengan CPU Optimized Backups. Baca juga: Membongkar Mitos Seputar Cloud Spanner Cloud Spanner merupakan database NewSQL yang menggabungkan skalabilitas dan ketersediaan tinggi NoSQL dengan model relasional, dukungan transaksional, dan SQL RDBMS. Arsitektur ini tersedia di Google Cloud Platform sejak tahun 2017 lalu. Dengan menggunakan Google Cloud Platform, Anda pun bisa menikmati seluruh kemudahan Cloud Spanner dalam menyederhanakan disaster recovery plan. Lindungi keamanan data perusahaan Anda dari berbagai potensi risiko dengan Google Cloud. Dapatkan Google Cloud hanya di EIKON Technology, reseller resmi produk-produk Google untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memahami Peran Visibilitas dalam Resiliensi Keamanan Siber Layanan Kesehatan

Keamanan siber belakangan ini menjadi salah satu perhatian utama banyak pihak, termasuk pemerintah. Bahkan sektor-sektor yang sebelumnya tidak terlalu mempermasalahkan keamanan siber, kini mulai bergerak untuk mencari solusi terbaik. Salah satunya sektor healthcare atau perawatan kesehatan. Para pihak yang terlibat mulai sadar bahwa institusi yang membentuk jaringan perawatan kesehatan global memberikan kepercayaan mereka pada langkah-langkah dan teknologi keamanan siber guna memastikan sistem tetap bekerja sekaligus menangkis gelombang serangan yang terus-menerus datang. Mengapa beberapa institusi berhasil sementara yang lain tidak? Saat ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada beberapa penyebab. Salah satunya adalah visibilitas. Institusi yang memiliki tingkat keamanan siber tinggi umumnya memiliki mekanisme visibilitas yang baik. Mari pelajari bagaimana visibilitas dapat memengaruhi keamanan siber sektor kesehatan. Mekanisme visibilitas dalam perawatan kesehatan Jika diibaratkan, ketiadaan visibilitas bagaikan seorang pasien yang mengonsumsi 10 jenis obat berbeda, namun dokter hanya mengetahui 5 di antaranya. Inilah gambaran hubungan antara institusi kesehatan saat ini dengan teknologi yang mereka gunakan. Kebanyakan tidak memahami teknologi apa yang sedang digunakan. Visibilitas memetakan aset teknologi tersebut (termasuk software, hardware, konfigurasi, siapa yang membuatnya, dan dari mana komponen berasal) dan kemudian membantu memprioritaskan aset tersebut dalam menjaga keamanan sistem dan jaringan, tidak peduli seberapa kompleks layanan kesehatan tersebut. Baca juga: Meningkatkan Efektivitas Keamanan Google Cloud Platform dengan Mute Findings Membangun visibilitas yang efektif untuk keamanan siber Membangun visibilitas ke dalam aset teknologi memerlukan pendekatan terstruktur. Menggunakan panduan seperti NIST Cybersecurity Framework (CSF) memberikan model mental penting yang dapat digunakan untuk mendapat gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan profil risiko keamanan siber organisasi. Visibilitas lebih dari sekadar melihat semua aset yang dimiliki, tapi juga tentang memahami aset mana yang penting dan harus dilindungi dengan cara apa pun. Tanpa keseimbangan yang tepat, Anda memang melindungi segalanya, namun tidak melindungi apa yang penting. Di sinilah kesadaran struktural masuk. Photo Credit: Google Cloud Blog Kesadaran struktural ditetapkan sebagai salah satu penerapan kontrol yang ditangkap dalam fungsi NIST CSF, Identify dan Protect. Kontrol ini berfokus pada mengidentifikasi aset, tagihan materi, pembuatnya, ketergantungannya pada aset lain, perlindungan dan kerentanan yang mereka miliki, serta ancaman yang mereka hadapi. Sementara visibilitas membantu membuat peta aset teknologi yang akurat, kesadaran struktural dibangun di atas visibilitas itu dan menjawab pertanyaan seperti, “Apa cara aktor ancaman dapat membahayakan aset itu? Apa yang bisa hilang? Bagaimana kemungkinan besar itu akan terjadi?”. Strategi inventarisasi Google Cloud Membangun pemetaan teknologi layanan bukanlah perkara mudah. Organisasi harus meluangkan waktu untuk mengotomatiskan pembuatan dan pemeliharaan inventaris, sehingga mereka dapat mempertahankan tampilan terbaru dari semua item pada waktu tertentu. Terutama pada organisasi dengan lingkungan yang sangat dinamis. Google Cloud memberikan praktik terbaik dalam menemukan dan membuat katalog aset melalui Cloud Architecture Center. Google Cloud Asset Inventory dan Security Command Center dapat digunakan untuk inventarisasi berbagai sumber daya yang berjalan di Google Cloud. Cloud Build, platform CI/CD Google Cloud, mengimplementasikan SLSA 1 dan memberikan audit tepercaya untuk artefak software yang diterapkan melalui pipeline terkelola. Cloud DLP melakukan inventarisasi dan melabeli data yang kemudian disimpan di Google Cloud Storage dan layanan seperti BigQuery. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Penting untuk diingat bahwa saat memulai jalur ini, tujuannya bukanlah untuk mendapat visibilitas 100% ke setiap komponen pada setiap perangkat yang terhubung ke setiap jaringan. Keberhasilan atau kegagalan tidak tercapai ketika proses inventarisasi telah mencapai ‘persentase selesai’ yang ditentukan secara sewenang-wenang. Di sini yang diutamakan adalah perluasan visibilitas dan pengembangan kesadaran struktural pada aset yang berisiko, sehingga resiliensinya dapat ditingkatkan. Untuk mencapai resiliensi, Anda harus merancang dan membangun keamanan siber yang menghadirkan keselamatan, integritas, dan ketersediaan teknologi untuk merawat pasien secara langsung. Visibilitas kepada teknologi yang Anda andalkan, berarti memahami mana yang bisa dipercayai dan mana yang tidak. Meningkatkan visibilitas adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan menuju resiliensi. Baca juga: Kelola Administrasi BigQuery Lebih Mudah dengan Fitur Resource Charts Dari sini bisa disimpulkan bahwa Google Cloud menawarkan solusi yang komprehensif untuk membantu Anda mencapai visibilitas ideal. Dengan begitu, resiliensi keamanan siber dalam teknologi perawatan kesehatan pun akan tercapai. Dapatkan segera Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi perawatan kesehatan Anda, hanya melalui EIKON Technology. EIKON Technology merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produk-produk mereka. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini

Google Cloud

Pemanfaatan Teknologi untuk Ciptakan Pasar Finansial yang Lebih Aman dan Efisien

Pemanfaatan teknologi telah terbukti mampu mendukung berbagai sektor kehidupan. Salah satunya, pasar finansial. Data dari Google Cloud bahkan menyebutkan bahwa pasar keuangan termasuk di antara beberapa sektor yang pertama mengadopsi teknologi. Tingkat adopsi paling tinggi ada pada pasar derivatif (pasar investasi untuk jual-beli jenis sekuritas atau instrumen keuangan tertentu). Ke depannya diharapkan teknologi baru bisa membuka jalan untuk kecepatan transfer serta transparansi dana yang lebih baik lagi. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cloud dapat membantu meningkatkan ketahanan, kinerja, serta keamanan yang memungkinkan visi jangka panjang untuk pasar finansial. Seperti apa? Mari simak ulasannya berikut. Pemanfaatan teknologi cloud saat ini Saat ini, pemanfaatan teknologi cloud sudah mulai meluas. Paling baru, pasar finansial mulai mengadopsi teknologi ML atau machine learning, bahkan dalam skala yang lebih luas lagi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi cloud memungkinkan eksperimen kondisi pasar yang jauh lebih mudah, cepat, dan aman, terlebih jika didukung oleh dataset besar dan ML. Dalam sebuah studi yang dilakukan Coalition Greenwich (disponsori Google), terlihat bahwa lebih dari 93% sistem perdagangan, pertukaran, dan penyediaan data dalam beberapa hal menyediakan layanan mereka di cloud. Sekitar 72% industri keuangan, berniat untuk menggunakan data pasar berbasis data cloud public dalam 12 bulan ke depan. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud Untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Peran machine learning dalam pasar finansial Photo Credit: our-team (Freepik) Andrew Moore, Head of AI and Industry Solutions Google Cloud, menyebutkan bahwa ML akan melakukan 3 hal penting yang memengaruhi pasar finansial: memberi makna, menyediakan layanan pemeliharaan, sekaligus menjadi pelindung. Dengan lebih banyak data dari sebelumnya, ML dapat meningkatkan kemampuan untuk memprosesnya sekaligus menjadi lebih mudah diakses di cloud. Teknologi semacam ini akan sangat membantu dalam aktivitas perdagangan dan mencegah terjadinya pencucian uang, serta mengelola berbagai risiko (guna mendukung kepentingan investor dan regulator). Membangun fondasi pasar finansial untuk masa depan dengan pemanfaatan teknologi Sasaran ketahanan operasional, keamanan, dan privasi akan terus menjadi poin penting dalam membangun fondasi pasar finansial, baik untuk para pelaku maupun regulatornya. Sementara teknologi menjanjikan keuntungan yang nyata, penting bagi para pihak yang terlibat untuk meneliti potensi risiko dan kekhawatiran. Photo Credit: Freepik Untuk saat ini, prioritas pertama penyedia teknologi adalah membangun lingkungan keamanan zero-trust. Termasuk di dalamnya enkripsi saat bergerak dan enkripsi saat diam. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pasar beroperasi aktif tanpa harus mengorbankan kepercayaan pada setiap pertukaran yang berjalan di atas infrastruktur. Arsitektur dan pendekatan multicloud kemungkinan juga menjadi bagian dari solusi untuk ketahanan operasional. Sepanjang waktu, likuiditas telah menjadi hasil dari peningkatan akses, transparansi, dan keamanan. Penyedia teknologi merespons dengan menerima tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan pasar finansial yang lebih cepat, efisien, transparan, dan tentunya aman. Baca juga: Memanfaatkan Fitur Baru Google Chronicle Sebagai Dukungan Operasi Keamanan Sektor keuangan merupakan sektor yang sensitif jika menyangkut keamanan. Untuk bisa mencapai tingkat keamanan yang sempurna, seluruh pihak yang terlibat dalam sektor keuangan, termasuk para regulator, juga harus terbuka pada tiap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Termasuk pemanfaatan teknologi baru seperti cloud dan juga machine learning. Apakah Anda juga bergerak di bidang keuangan? Ingin meningkatkan keamanan data sekaligus memperbaiki efisiensi kerja? Google Cloud punya solusinya. Komputasi awan dari Google ini menyediakan berbagai fitur serta layanan yang bukan hanya aman, tapi juga transparan dan efisien. Dapatkan Google Cloud berlisensi resmi hanya di EIKON Technology. Di EIKON Technology, Anda tak hanya bisa mendapatkan Google Cloud resmi, namun juga melakukan personalisasi sesuai kebutuhan usaha Anda. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan Fitur Baru Google Chronicle sebagai Dukungan Operasi Keamanan

Akhir-akhir ini, ancaman keamanan siber meningkat pesat. Tanpa disadari, prosedur yang harus dilalui untuk mencapai keamanan ketat pun semakin panjang. Anda harus memiliki akses menuju konteks yang relevan sambil harus tetap merespons ancaman berbahaya. Padahal, tumpukan data di divisi TI terus bertambah, lebih-lebih jika perusahaan menerapkan penyimpanan berbasis cloud, on-premise atau kombinasi keduanya. Belum lagi jika Anda tidak familier dengan suatu ancaman yang muncul. Akan sangat sulit menentukan prioritas mana ancaman kritis yang harus ditangani lebih dulu. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Chronicle meluncurkan kapabilitas context-aware detection (deteksi kontekstual). Bagaimana cara kerjanya? Mengapa konteks penting dalam keamanan siber Google Chronicle merupakan sebuah layanan cloud yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan dalam menyimpan, menganalisis, dan mendapatkan keamanan telemetri jaringan mereka. Layanan ini menormalkan, mengindeks, mengkorelasikan, dan menganalisis data untuk memberikan informasi serta konteks pada aktivitas berisiko. Kapabilitas context-aware detection menitikberatkan penanganan ancaman keamanan siber pada konteks. Mengapa demikian? Katakanlah divisi TI Anda menerima peringatan deteksi untuk makro Excel yang mencurigakan. Umumnya respons yang diberikan adalah: melakukan pencarian host; melihat pengguna mana yang memiliki host tersebut; melakukan pencarian LDAP untuk mengidentifikasi divisi dan tugas mereka; mengidentifikasi bahwa pengguna adalah divisi akuntansi perusahaan; dan mengidentifikasi kecenderungan memakai makro dalam spreadsheet keuangan. Langkah-langkah tersebut memungkinkan analis untuk mengurangi risiko secara kontekstual. Namun, jika perilaku yang sama diamati dari mesin CEO dengan pengguna yang tidak dikenal masuk, jelas memerlukan eskalasi peringatan segera. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan deteksi kontekstual Google Chronicle, semua informasi pendukung dari sumber resmi termasuk telemetri, konteks, hubungan, dan kerentanan tersedia langsung sebagai peristiwa deteksi “tunggal”. Fungsi yang ditawarkan Photo Credit: Google Cloud Blog Adanya kapabilitas baru ini memungkinkan pelanggan Google Chronicle untuk dapat: Prioritaskan ancaman dengan penilaian risiko: membuat konteks yang relevan pada penilaian risiko berbasis heuristik. Tanggapi peringatan lebih cepat: mengurangi waktu yang dihabiskan untuk triase, penggabungan informasi dari sistem keamanan TI yang berbeda secara manual, dan hasil pemindaian kerentanan. Tingkatkan akurasi peringatan: memungkinkan analis untuk menyaring seluruh kelompok ancaman yang mungkin akan muncul di masa mendatang. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Cara kerja deteksi kontekstual Google Chronicle Setelah fitur diaktifkan, pelanggan akan melihat kolom skor risiko baru terisi. Ini akan membantu menyusun prioritas eskalasi. Selain skor risiko, Chronicle juga melakukan kontekstualisasi hasil dengan pengayaan tambahan di sekitar entitas yang terkandung dalam peristiwa untuk menjawab terlebih dahulu mengapa temuan berisiko lebih tinggi memerlukan prioritas. Photo Credit: Google Cloud Blog Dari sana, pelanggan dapat beralih ke Asset View untuk memeriksa host yang terpengaruh dan memeriksa aset prioritas yang diidentifikasi dalam hasil aturan mereka. Atasi kesenjangan paradigma Photo Credit:  Google Cloud Blog Peluncuran ini memperbaiki kesenjangan paradigma dalam analitik terdahulu dan produk SIEM, di mana data secara historis dipisahkan karena biaya yang mahal. Pelanggan kini dapat menjalankan semua telemetri keamanan mereka dan memperkaya sumber data di satu tempat, memberi mereka kemampuan untuk mengembangkan strategi peringatan dan prioritas yang fleksibel. Sederhananya, kapabilitas ini akan mengurangi mean time to response (MTTR) bagi pengguna dengan meminimalisir kebutuhan untuk menunggu pemahaman kontekstual sebelum membuat keputusan dan mengambil tindakan investigasi. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Untuk saat ini kapabilitas context-aware detection pada Google Chronicle memang masih belum diluncurkan untuk umum. Google mengharapkan, saat diumumkan untuk ketersediaan umum, kapabilitas ini sudah jauh lebih stabil dan terintegrasi dengan kontrol keamanan lain di Google Cloud. Google memang menyebutkan bahwa deteksi kontekstual ini akan lebih optimal jika diintegrasikan dengan Google Cloud. Untuk itu, bagi Anda yang belum menggunakan Google Cloud sebaiknya segera mengadopsi layanan berbasis komputasi awan tersebut. Dapatkan Google Cloud dengan sertifikasi resmi hanya di EIKON Technology. EIKON Technology merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Google di EIKON Technology, silakan klik di sini!

Scroll to Top