Google Workspace

Google Workspace

Mencoba Update Baru Google Chat versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah!

Google Chat merupakan sebuah aplikasi pesan bisnis yang memungkinkan Anda untuk melakukan percakapan 1:1 maupun grup dengan beberapa orang sekaligus. Aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan layanan Google lain, yaitu Google Spaces. Keduanya merupakan bagian dari platform produktivitas andalan Google, Workspace. Sejak diperkenalkan kepada publik di tahun 2017 lalu, Google Chat terus mengalami peningkatan layanan dan tentu saja fitur. Nah, apa saja kemudahan yang bisa dinikmati dari update terbaru Google Chat? Mengenal Google Chat Photo Credit: Google Chat Google Chat sendiri merupakan sebuah aplikasi percakapan yang fokus untuk keperluan bisnis. Jika dilihat dari kegunaannya, sekilas Google Chat mirip dengan aplikasi percakapan lama milik Google, Hangouts. Bahkan tak berlebihan jika menyebut bahwa Google Chat adalah kembaran dari Google Hangouts. Sebenarnya, Chat (bersama dengan Google Meet) memang didesain oleh Google untuk menggantikan Hangouts. Meski begitu, Chat memiliki beberapa fitur dan layanan yang tentu saja tidak bisa ditemukan pada Hangouts. Cara mengakses Google Chat Untuk saat ini, Chat bisa diakses melalui aplikasi mobile maupun lewat web. Versi aplikasi mobile bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store atau melalui iOS App Store. Namun umumnya jika smartphone Anda sudah memiliki Gmail, bisa langsung mengakses Chat melalui platform berkirim surat elektronik tersebut. Jika Anda ingin mengakses Chat melalui desktop pun bisa. Caranya adalah dengan membuka Google Chat versi web. Selain itu, Chat juga bisa diakses melalui Google Workspace. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Update terbaru Google Chat Google baru saja melakukan update pada sistem Chat. Update ini diklaim mampu memberikan pengalaman chatting yang lebih intuitif sekaligus mudah dilakukan. Bukan hanya itu, update terbaru ini juga menawarkan navigasi yang lebih mudah menuju percakapan maupun ruang yang relevan. Beberapa kemudahan yang bisa Anda nikmati dari update terbaru Chat di antaranya: Saran akun berdasarkan aktivitas obrolan saat Anda mengeklik search bar. Saran cerdas untuk temukan orang, ruang, dan pesan grup saat Anda mulai mengetik search bar. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk saat ini, update tersebut baru tersedia pada Google Chat versi web. Namun kemudahan ini dapat dinikmati oleh seluruh pengguna Chat, baik Anda yang merupakan pengguna Google Workspace, G Suite Basic, maupun Google Business. Update ini juga sudah bisa dinikmati lewat Google Account personal. Nikmati pengalaman chat yang lebih mudah Photo Credit: Rawpixel Dengan adanya update tersebut, Anda bisa menikmati pengalaman chat yang lebih mudah dan seamless. Adanya saran saat melakukan penelusuran akan menghemat banyak waktu Anda yang berharga. Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk sekadar menemukan orang dan ruang yang tepat. Terlebih, kemudahan ini juga memberikan pengalaman penelusuran yang sejalan dengan Google Chat di aplikasi mobile serta aplikasi Google Workspace lainnya seperti Gmail maupun Google Drive. Melakukan update Seluruh proses update pada Chat biasanya dilakukan secara otomatis, termasuk untuk pembaruan kali ini. Bagi Anda yang berada dalam ekosistem Google Workspace, update ini juga tidak memerlukan kontrol dan persetujuan dari administrator. Untuk bantuan dan informasi lebih lanjut, Google menyediakan Pusat Bantuan yang bisa diakses secara gratis. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Dengan adanya update terbaru pada Google Chat ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari orang, grup atau percakapan lama. Seluruh kemudahan yang ditawarkan ini pun telah terintegrasi dengan platform produktivitas Google Workspace. Ingin meningkatkan produktivitas tim Anda? Google Workspace adalah solusinya. Dengan berbagai aplikasi dan fitur yang mendukung produktivitas tim seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Chat, Google Workspace siap bantu Anda menemukan performa kerja terbaik. Dapatkan personalized Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, partner resmi Google untuk distribusi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Siap-siap, Google Currents Bakal Digeser Google Spaces. Apa yang Berubah?

Google Currents merupakan sebuah aplikasi yang ada dalam rangkaian platform produktivitas Google Workspace (sebelumnya bernama G Suite). Fungsi utamanya adalah sebagai media komunikasi dan diskusi untuk internal perusahaan. Aplikasi ini memungkinkan seluruh elemen perusahaan untuk bisa berinteraksi, termasuk pimpinan dengan para karyawannya. Sayangnya, aplikasi yang pertama kali diperkenalkan pada April 2019 harus undur diri. Google berencana menonaktifkan layanan Currents dan menggantinya dengan aplikasi lain. Ini merupakan salah satu bagian dari rencana besar Google untuk mengembangkan ekosistemnya. Lalu, apa yang harus diantisipasi dari perubahan ini? Berubah menjadi Google Spaces Photo Credit: Piqsels Di tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah aplikasi komunikasi baru bernama Spaces. Saat melihat penjelasan fungsi Spaces, mungkin akan timbul pertanyaan, “bukankah ini mirip dengan Currents?”. Saat memperkenalkan Spaces, Google memang tidak secara eksplisit menerangkan bahwa aplikasi tersebut akan menggeser Currents. Namun ternyata, dalam update terbarunya, Google memproyeksikan Spaces untuk bisa menggeser Currents sepenuhnya di tahun 2023 nanti. Rencananya, tahun depan Google akan menutup layanan Currents dan memindahkan konten serta komunitas yang tersisa ke Spaces. Detail lanjut mengenai proses migrasi Currents ke Spaces akan diumumkan Google dalam waktu dekat agar pengguna bisa mempersiapkan diri. Baca juga: Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar! Update terbaru Google Spaces Sementara itu, di bulan Februari 2022 ini, Google juga mengumumkan update terbaru mengenai fitur Spaces. Disebutkan, kini Spaces memiliki kapabilitas untuk membantu para penggunanya tidak sekadar berkomunikasi, tapi juga berkolaborasi. Sebab, sekarang Spaces memang telah terintegrasi dengan produk Google Workspace lainnya seperti Gmail, Calendar, Drive, serta Meet. Google juga meningkatkan kemampuan pencarian, discoverability, serta kepatuhan dan keamanan tingkat perusahaan—hal ini juga termasuk perlindungan data, pencegahan kehilangan data (data loss prevention), dan dukungan Vault. Implikasi transisi Photo Credit: Piqsels Sekarang masuk ke pertanyaan utamanya, mengapa transisi dari Google Currents menjadi Spaces ini penting? Google mengungkapkan bahwa transisi Currents ke Spaces merupakan bagian dari rencana membangun ekosistem hybrid yang lebih dinamis. Dalam klaimnya, Spaces disebutkan dapat memudahkan komunikasi perusahaan, terutama yang berkaitan dengan proyek, update perkembangan perusahaan, hingga membangun tim. Bukan hanya itu, Google juga mengklaim bahwa Spaces menghadirkan berbagai peningkatan yang tidak ada di Currents. Spaces menghapus batasan-batasan yang dirasakan pengguna saat menggunakan aplikasi Currents. Harapannya, aplikasi ini akan memberikan pengalaman kolaborasi berskala besar yang mencerminkan bagaimana cara kerja dunia saat ini. Spaces menyediakan suatu layanan terpusat yang mengajak seluruh anggota tim terlibat dalam diskusi berbasis topik, berbagi pengetahuan dan ide, mengembangkan proyek, serta membangun komunitas dan kultur kerja tim yang lebih baik lagi. Memulai transisi Transisi dari Google Currents menjadi Google Spaces sepenuhnya telah dimulai. Google sudah menonaktifkan beberapa fitur yang ada di Currents, terutama fitur-fitur dengan tingkat penggunaan rendah. Untuk detail selengkapnya, Anda dapat menuju Pusat Bantuan yang disediakan Google. Proses transisi ini bisa dilakukan sepenuhnya oleh Administrator. Jika perusahaan Anda saat ini menggunakan Google Currents, detail mengenai proses transisi dan migrasi konten akan diumumkan dalam waktu dekat. Untuk sekarang, Google Spaces telah tersedia bagi seluruh pengguna platform Google Workspace. Selain untuk perusahaan, layanan komunikasi ini juga bisa digunakan oleh para pemilik Google Accounts pribadi. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Dengan kehadiran Spaces maka Google pun mulai pelan-pelan menonaktifkan fitur pada aplikasi pendahulunya, Currents. Bagi Anda yang sudah menggunakan Currents tak perlu khawatir karena nantinya Google akan menyediakan informasi lengkap mengenai migrasi konten dari Currents ke Spaces. Hadirnya Spaces menunjukkan komitmen Google untuk menciptakan suatu ekosistem kolaborasi yang lebih dinamis. Tertarik untuk mulai menggunakan Spaces sebagai media komunikasi internal perusahaan Anda? Gunakan paket Google Workspace untuk perusahaan. Dapatkan Google Workspace dengan sertifikasi legal hanya melalui EIKON Technology yang merupakan authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, klik di sini!

Google Workspace

Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar!

Sebelum bernama Google Workspace seperti sekarang, platform produktivitas tersebut dinamai G Suite. Tahun 2020 lalu, G Suite berubah menjadi Google Workspace untuk menyongsong “masa depan dunia kerja”. Setelah transisi tersebut, plans yang tersedia G Suite berangsur-angsur dipindahkan ke Google Workspace dan di tahun 2022 ini, seluruh edisi gratis G Suite dihapuskan. Apa saja perubahan yang timbul? Notifikasi melalui email administrator Photo Credit: 9to5Google Transisi ini sebenarnya telah disampaikan melalui email administrator layanan. Dalam notifikasi tersebut, Google menyampaikan bahwa seluruh pengguna G Suite yang tersisa akan dipindahkan ke Google Workspace secara otomatis. Untuk jenis plan yang diterapkan akan mengikuti penggunaan sebelumnya di G Suite. Dengan demikian, kini paket gratis yang tersedia di Google Workspace hanyalah plans untuk Nonprofits dan Education (versi Fundamental). Jika pada G Suite layanan seperti Gmail, Google Drive, dan Documents bisa diakses secara gratis, perubahan tersebut mau tak mau membuat pengguna harus membayar. Namun dalam versi berbayar ini Anda bisa menikmati layanan baru seperti membuat domain khusus yang bisa Anda atur sendiri (tidak lagi terbatas pada gmail.com). Mekanisme billing Photo Credit: Google Workspace Bagi Anda yang bermigrasi dari G Suite ke Google Workspace diberikan waktu hingga 1 Mei 2022 untuk bisa memilih paket baru. Opsi lain adalah membiarkan Google menentukan paket untuk Anda secara otomatis. Anda tidak perlu khawatir karena pemilihan paket akan disesuaikan dengan paket yang digunakan pada edisi gratis G Suite. Perlu diingat juga, jika Anda memilih opsi kedua, maka billing atau tagihan baru akan dimulai 2 bulan setelah migrasi otomatis. Jika Anda tidak memasukkan detail billing hingga 1 Juli 2022, Google akan melakukan penangguhan akun selama 60. Selama periode penangguhan, Anda tidak akan bisa mengakses Gmail, Calendar, dan Meet. Penangguhan akan otomatis berakhir saat Anda melakukan pembayaran. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Paket Google Workspace untuk migrasi dari G Suite ini dimulai dari harga $6 per pengguna/bulan yaitu untuk paket Business Starter dan akan naik menjadi $18 /pengguna/bulan. Untuk bisnis skala kecil yang hanya memiliki satu akun Gmail juga bisa melakukan upgrade ke paket Workspace Individual seharga $9,99/bulan. Google juga menawarkan diskon selama 12 bulan atau layanan ekspor gratis data organisasi Anda. Detail mengenai penawaran ini bisa Anda simak dalam halaman dukungan Google Workspace. Migrasi atau tidak? Perubahan  dari yang semula gratis menjadi berbayar tentu akan menjadi pertimbangan untuk tetap meneruskan penggunaan layanan Google atau berpaling pada layanan lain yang serupa. Meski begitu, peningkatan layanan Google juga patut dipertimbangkan. Sejak berubah menjadi Google Workspace, ada banyak sekali fitur dan layanan yang mampu meningkatkan produktivitas kerja dengan efisien. Salah satunya adalah Integrated Gmail. Layanan ini memberikan pengalaman kolaborasi seamless yang sangat mudah dioperasikan. Selain itu, ada juga transisi Hangouts ke Google Chat. Setelah berubah menjadi Google Chat, ada banyak sekali fitur percakapan yang membuat komunikasi di dua tempat yang berbeda terasa begitu nyata tanpa hambatan. Baca juga: 3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone Melakukan upgrade dari edisi lama G Suite ke Google Workspace tidak akan makan banyak waktu. Prosesnya pun relatif mudah diikuti dan tidak akan mengganggu end user di tempat Anda. Migrasi bahkan akan semakin mudah jika Anda membiarkan Google melakukan upgrade otomatis. Terlebih, untuk mendukung transisi ini, Google juga menawarkan opsi diskon selama 12 bulan setelah 1 Juli 2022. Jika Anda merasa kurang sreg dengan paket Google Workspace yang dipilihkan Google, masih tersedia beragam paket lain. Anda bisa memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Masih ragu memilih? Tim EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai distributor resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi bergaransi dengan proses aplikasi yang mudah. Untuk mulai konsultasi mengenai Google Workspace dengan EIKON Technology, klik di sini!

Google Workspace

Meeting Hybrid yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace

Tahun 2021 membuktikan bahwa hybrid semakin sulit untuk dilepaskan dari dunia kerja. Transformasi digital sekaligus pandemi membuat banyak perusahaan beralih pada model kerja hybrid untuk menjalankan aktivitas mereka. Meski menawarkan berbagai keuntungan dan kemudahan, model kerja hybrid tentu memiliki kelemahan. Salah satu kendala yang sering ditemukan pada penerapan model kerja hybrid adalah masalah inklusi. Meeting yang dilakukan secara hybrid seringkali terasa kurang inklusif. Percakapan seolah terjadi satu arah saja dan sering kali terdapat pihak yang merasa kurang dilibatkan dalam sebuah hybrid meeting. Google Workspace yang merupakan platform kolaborasi kerja berbasis cloud berusaha memecahkan permasalahan tersebut dengan menawarkan berbagai fitur solutif. Berikut adalah beberapa fitur dari Google Workspace untuk bantu Anda ciptakan meeting dalam format hybrid yang lebih inklusif. Companion mode Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan memanfaatkan fitur Companion mode ini, seluruh peserta di ruang meeting akan saling terhubung dengan mulus, meski terpisah jarak jauh. Saat mode ini aktif, Anda juga bisa memberikan seluruh peserta akses menuju fitur host lanjutan. Anda bisa mengaktifkan Companion mode melalui laptop yang terhubung dengan perangkat keras Google Meet atau Nest Hub Max. Mode ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif seperti chat, screen sharing, polls, hand raising, serta kontrol lanjutan untuk host meeting. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Menjadwalkan meeting Peserta meeting Anda datang dari lokasi dengan zona waktu yang berbeda? Melakukan penjadwalan jelas tidak boleh dilewatkan. Google Workspace menyediakan beberapa fitur scheduling yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta meeting. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda atur dengan fitur scheduling Google Workspace: Sinkronisasi Google Calendar peserta dengan jadwal meeting untuk menghindari terjadinya bentrokan waktu. Menyesuaikan jadwal meeting dengan zona waktu masing-masing peserta. Jadi, Anda bisa mengukur mana peserta yang harus datang lebih awal dan mana peserta yang sebaiknya datang terlambat agar bisa masuk dalam panggilan meeting. Meminta peserta untuk menentukan lokasi mereka saat meeting. Melakukan rotasi peran fasilitator dan pencatat agar setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi lebih jauh. Menyiapkan meeting dengan Spaces Photo Credit: Google Cloud Blog Spaces merupakan titik pusat kolaborasi di Google Spaces. Fitur ini telah terintegrasi dengan beragam tools dari Google seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, Meet, Gmail, Calendar, hingga Tasks. Anda bisa memanfaatkan fitur Spaces ini untuk mempersiapkan meeting. Lewat Spaces, para peserta meeting hybrid bisa meninjau dokumen yang berhubungan dengan materi presentasi. Spaces juga menyediakan ruang interaksi yang bisa digunakan untuk mendapatkan follow up dari meeting. Fitur pelengkap meeting Photo Credit: Google Cloud Blog Hybrid meeting yang baik tidak akan terasa seperti dua percakapan terpisah. Untuk meningkatkan inklusivitas dalam hybrid meeting, Google Workspace menawarkan beberapa solusi di antaranya: Menerima peserta meeting yang datang lebih awal dan menyediakan fitur check-in. Anda juga bisa memutarkan video atau tayangan untuk mengisi waktu peserta yang datang di awal waktu, Mendorong peserta untuk mengaktifkan Companion mode dan fitur hand raising di Google Meet agar komunikasi terasa lebih nyata dan tidak saling bertindihan. Mendorong Fasilitator meeting untuk berperan aktif dalam setiap meeting. Menyediakan fitur yang memudahkan peserta dalam memberikan umpan balik. Misalnya melalui fitur Agenda, Chat atau bisa juga melalui polls. Mengaktifkan teks terjemahan agar seluruh peserta meeting bisa mengikuti jalannya acara tanpa hambatan berarti. Setelah meeting selesai Tak dapat dipungkiri, hybrid meeting bisa mendatangkan kelelahan yang bahkan terasa lebih berat dibanding meeting konvensional. Nah, untuk memastikan agar para peserta rapat benar-benar mendapatkan manfaat, sebaiknya lakukan hal-hal berikut setelah meeting melalui Google Workspace berakhir: Mengirimkan catatan follow-up untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta meeting atas waktu mereka. Anda juga bisa memanfaatkan catatan ini untuk meminta umpan balik dari peserta. Sertakan catatan/rekaman, action items, dan keputusan yang diambil saat rapat agar peserta yang berhalangan hadir tidak merasa tertinggal. Unggah catatan atau temuan lain yang didapat saat meeting di Spaces. Dengan begitu, seluruh peserta bisa berkontribusi dengan mudah. Untuk rapat yang berulang, Anda bisa melakukan jajak pendapat secara rutin menggunakan Google Form. Tanyakan kepada peserta apa saja hal-hal yang sebaiknya ditingkatkan dari meeting. Jajak pendapat ini juga bisa disetel anonim agar peserta lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat. Baca juga: Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace Menyusun hybrid meeting yang inklusif memanglah bukan suatu perkara mudah. Akan selalu ada saat di mana komunikasi terasa tidak saling berkaitan. Memanfaatkan platform Google Workspace dan berbagai fitur di dalamnya akan bantu Anda meningkatkan inklusivitas hybrid meeting. Belum menerapkan Google Workspace pada perusahaan Anda? Kini telah tersedia Google Workspace for Business yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Dapatkan segera Google Workspace for Business untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology, authorized partner Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Google Workspace, klik di sini!

Google Workspace, Info

Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut

Sering mengalami kesulitan dalam mengelola file yang tersimpan dalam Google Drive karena melakukan hosting di beberapa lokasi sekaligus? Kini Anda tidak perlu bingung lagi. Pasalnya, Google telah meluncurkan sistem shortcut (pintasan) yang dirancang untuk menyederhanakan struktur file dan folder dalam Google Drive. Dengan Drive update tersebut maka file multi lokasi akan secara otomatis dimigrasikan ke shortcut. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal Google Drive shortcuts Peralihan model kerja selama pandemi tanpa disadari membuat kita jauh lebih bergantung pada tools produktivitas berbasis cloud seperti Google Workspace untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau bahkan partner. Di satu sisi, peralihan tersebut memang akan memudahkan, tapi di sisi lain juga bisa menyebabkan penumpukan file dokumen, Sheet, presentasi, dan aset lain yang di-hosting dalam Google Drive. Akibatnya, pengguna akan menghadapi beberapa masalah manajemen file dan tentunya navigasi. Baca juga: 7 Fitur Google Drive Ini Wajib Anda Ketahui Pada Drive update yang dijelaskan dalam artikel kali ini, Google menerapkan beberapa pengaturan yang memudahkan pengguna dalam melakukan manajemen file. Fitur yang paling disoroti adalah Google Drive shortcut. Sistem shortcut ini nantinya akan memudahkan pengguna dalam mengatur file dan folder yang tersimpan dalam Drive. Proses migrasi Perlu diingat proses migrasi untuk update Google Drive ini tentu tidak terjadi secara mendadak. Proses migrasi akan dilakukan secara bertahap mulai dari awal tahun 2022. Ada pun untuk timeline lengkapnya sebagai berikut: Awal tahun 2022. Administrator akan mendapatkan notifikasi melalui email beberapa minggu sebelumnya untuk memulai proses migrasi di dalam domain. o   Catatan penting: Sebelum migrasi dimulai, administrator dapat mengatur waktu untuk membuat shortcuts di dalam shared folders. Sedangkan end users Google Workspace tidak akan mendapatkan notifikasi tersebut. Sebagai gantinya, end user Google Drive akan mendapatkan pemberitahuan melalui banner yang ada pada Drive (baik versi web maupun mobile). End users tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena proses migrasi akan berlangsung otomatis. o   Berlaku untuk seluruh users Google Workspace dan users dengan akun Google pribadi. Photo Credit: Google Workspace Updates Membuat shortcut dengan Drive for Desktop Sebelumnya, jika fitur “Backup and Sync” aktif, maka Anda bisa membuat sebuah folder baru dalam lokasi baru dengan menekan “Shift+Z”.  Namun setelah Drive update kali ini, perintah Shift+Z akan menghasilkan sebuah shortcut alih-alih sebuah folder yang ada di beberapa lokasi. Baca juga: Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis Fungsi shortcuts yang telah tersedia Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga artikel ini ditulis, fitur shortcuts pada Drive masih terus dikembangkan. Salah satu fungsi andalannya adalah memberikan informasi folder dan file yang lebih lengkap. Berikut adalah beberapa detail informasi yang ditampilkan pada shortcuts: Daftar user yang dapat mengakses file serta ketersediaan file untuk diunduh. Ukuran file serta ruang penyimpanan yang telah terpakai. Lokasi asli file. Nama user yang membuat dan melakukan modifikasi file. Informasi tersebut telah tersedia pada Google Drive versi web. Sedangkan versi mobile masih dalam pengembangan dan akan segera diluncurkan. Ketersediaan layanan Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga saat ini, fitur shortcut sudah diterapkan pada: Seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business. Seluruh pengguna Google Drive yang mendaftar dengan akun Google pribadi. Adanya platform penyimpanan berbasis cloud seperti Google Drive memang terbukti sangat membantu di masa pandemi seperti sekarang. Sebab, Anda tidak perlu bingung lagi dengan masalah menyimpan atau bahkan membagikan file. Selain itu, Drive juga sangat memudahkan dalam pekerjaan yang menuntut kolaborasi. Sayangnya, kemudahan tersebut rentan menimbulkan masalah dalam pengelolaan file. Sistem shortcut yang merupakan Google Drive update menjadi solusi yang memudahkan Anda dalam mengatasi penumpukan file. Ingin kinerja Drive Anda semakin optimal? Gunakan Google Workspace, platform produktivitas dan kolaborasi dari Google yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan melalui komputasi cloud. Dapatkan hanya di EIKON Technology, partner sekaligus authenticated reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Gmail, Google Workspace

Aplikasi Gmail sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video

Aplikasi pengiriman berkas dan surat elektronik Gmail terus melakukan pembaruan dari waktu ke waktu untuk memudahkan para penggunanya.  Misalnya saja dengan adanya fitur untuk melakukan panggilan suara maupun video secara langsung melalui aplikasi dan Google Workspace. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa melakukan panggilan suara maupun video secara langsung. Jadi, tak perlu membuat sebuah meeting room khusus layaknya di Google Meet. amun, untuk sementara panggilan ini hanya bisa dilakukan antar pengguna atau individu dan belum bisa dilakukan untuk penggunaan grup. Untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengunduh dan menginstal aplikasi Gmail di smartphone mereka. Lantas, bagaimana cara melakukan panggilan suara dan video ini? Simak ulasannya berikut ini.  Cara Melakukan  Panggilan Suara dan Video di Gmail Photo: Slash Gear Bagi pengguna yang ingin mencoba melakukan panggilan suara dan video di aplikasi Gmail ini, sebenarnya ada cara mudah yang dapat dilakukan. Cukup dengan tekan ikon berupa gambar gagang telepon untuk panggilan suara. Atau gambar ikon video jika ingin melakukan panggilan video. Ikon tersebut berada di bagian kanan atas chat atau percakapan di Gmail. Ketika melakukan panggilan dengan pengguna lainnya, maka Anda sebagai pihak yang melakukan panggilan dapat melihat banner seseorang yang menelpon. Termasuk pula mengenai durasi panggilan, serta ikon Meet yang ada pada daftar obrolan. Di sisi lain, ketika ada panggilan suara maupun video yang tidak terjawab, maka muncul tanda ikon telepon maupun video dengan warna merah. Khususnya di bagian dalam daftar obrolan maupun percakapan.  Para pengguna pun dapat membuka aplikasi Gmail ini di smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS. Termasuk penggunaan di pada laptop maupun PC dan melakukan panggilan pada kontak yang mereka miliki seperti halnya melakukan panggilan menggunakan WhatsApp. Terintegrasi dengan Google Workspace Secara Gratis Photo: Velsoft Google tak hanya mengeluarkan fitur unggulan di atas saja untuk aplikasi Gmai, tetapi juga melakukan perubahan terhadap layanan platform digital Google Workspace. Salah satunya adalah Gmail dapat terintegrasi dengan platform tersebut secara gratis. Jika dulu layanan tersebut merupakan layanan berbayar bagi perusahaan, kini dapat digunakan oleh siapa saja. Termasuk pula berbagai layanan yang ada di dalamnya selain Gmail. Mulai dari Google Docs, Google Calendar, Google Sheets, Google Form, Google Task, hingga Google Slides. Selain itu juga layanan untuk berkolaborasi dengan tim lain secara virtual. Seperti pada layanan Google Chats maupun Google Meets hingga Room.  Penutup Photo: Best in Australia Dari ulasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pembaharuan yang dilakukan oleh Gmail yang terhubung dengan Google Workspace menjadi terobosan baru. Khususnya bagi perusahaan maupun para pekerja hybrid di era digital. Hal ini lebih kepada penggunaan yang praktis. Jadi, pengguna nantinya tidak harus membuka dua aplikasi atau lebih untuk melakukan panggilan suara maupun video. Cukup dengan Gmail, semua bisa dilakukan. Mulai dari mengirim berkas, chat, bahkan melakukan panggilan maupun video. Tak hanya itu saja, untuk mendukung penggunaan platform digital Google Workspace secara optimal di perusahaan, akan lebih baik jika memilih dan membelinya di vendor terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang menjual produk Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Keunggulan membeli di kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, terdapat layanan after sales seperti maintenance kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda dapat klik di sini atau menghubungi customer service kami di sini.

Google Workspace

3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone

Google Workspace kini banyak digunakan oleh perusahaan untuk memudahkan komunikasi dan melakukan pekerjaan digital. Bahkan dalam menjaga kenyamanan tersebut. Google pun mengembangkan platform tersebut untuk bisa diakses di mana saja dan kapan saja menggunakan smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS dengan aplikasi pendukung. Berikut ketiga aplikasinya yang bisa Anda unduh dan gunakan. Gmail Apps Photo: G-Workplace Aplikasi untuk membuka Google Workspace yang pertama dapat Anda gunakan adalah Gmail Apps. Aplikasi pengiriman pesan surat elektronik ini tentu sudah sering digunakan untuk menggunakan aplikasi lain maupun digunakan untuk proses verifikasi di smartphone. Para pengguna cukup mengunduh Gmail Apps dan menginstalnya di smartphone menggunakan nama pengguna dan sandi yang mudah dihafalkan. Kemudian, hubungkanlah dengan akun Google Workspace Anda. Aplikasi Gmail ini akan membuat penggunaan fitur lebih mudah. Baik itu email, chat, hingga untuk konferensi virtual. Sebab, Gmail Apps terdapat berbagai akses seperti Google Chat untuk perpesanan hingga Google Meet untuk melakukan konferensi video secara virtual. Ingat, aplikasi Gmail terkini dan terbaru memiliki ketiga fitur di atas yang bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan pengguna. Google Calendar untuk Google Workspace Photo: Tekno Signal Selanjutnya ada Google Calendar. Cara menginstalnya pun tidaklah jauh berbeda dengan Gmail Apps sebelumnya. Anda cukup mencarinya di PlayStore maupun AppStore. Kemudian, setelah diunduh, maka pasang atau instal di smartphone dan hubungkan dengan akun Google Workspace yang digunakan, Pada layanan mobile, Google Calendar akan menyinkronkan platform secara otomatis sesuai dengan Google Calendar seperti di web. Dengan menggunakan Google Calendar ini, pengguna lebih mudah dalam memasukkan agenda menyangkut pekerjaan. Mulai dari menambahkan event, pembagian tugas, pengingat atau reminder hingga fitur untuk mengkonfigurasi layanan ‘Out of Office’ maupun notifikasi. Google Drive Apps Photo: Computer World Aplikasi terakhir atau yang ketiga bisa Anda gunakan untuk selalu terhubung dengan Google Workspace adalah Google Drive Apps. Aplikasi ini dapat berjalan ketika pengguna terhubung dengan akun Gmail. Jadi, pastikan sebelum menggunakan Google Drive, sudah terhubung terlebih dahulu menggunakan Gmail.  Aplikasi ini menyediakan berbagai macam fitur dengan ruang yang lebih besar. Hal ini sangat cocok digunakan sebagai media penyimpanan data berbasis cloud pada organisasi maupun perusahaan besar. Misalnya saja pada layanan atau fitur ‘My Drives’ yang menyimpan data penting milik Anda. Termasuk pula layanan ‘Shared Drives’ dimana pengguna bisa mengakses data yang dibagikan pengguna lainnya.  Selain itu, untuk memudahkan pencarian file data terdapat kolom pencarian pada bagian atas. Pengguna hanya mengetikkan kata kunci dari file yang ada dan Google Drive akan memfilter berdasarkan pencarian. Aplikasi ini juga mudah untuk akses pengunggahan file atau data dari smartphone. Penutup Photo: AB Web Service Itulah ketiga aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk memulai Google Workspace di smartphone. Anda bisa memilih salah satunya atau memasang ketiganya sesuai kebutuhan. Adapun keunggulan dari ketiganya adalah, pengguna dapat mengakses fitur Workspace di mana saja dan kapan saja tanpa harus membuka laptop maupun komputer asalkan memiliki koneksi internet yang stabil. Aplikasi di atas sangat cocok bagi Anda dengan mobilitas tinggi. Jadi, dapat dibuka bahkan saat di dalam mobil, berada di lapangan untuk menginspeksi proyek yang dijalankan, di perjalanan, dan sebagainya. Bagi perusahaan, ada baiknya pula menggunakan platform Google Workspace yang terpercaya. Salah satunya adalah dengan mendapatkannya di vendor Google terpercaya seperti EIKON Technology. Sebab, memiliki lisensi resmi dari Google pusat untuk layanan yang dapat digunakan secara premium  bagi pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan informasi lainnya dapat klik di sini.

Google Workspace

Cara Menghapus Space Bernama di Google Chat

Google Chat merupakan aplikasi komunikasi yang berada dalam platform Google Workspace. Chat sendiri berfungsi sebagai salah satu media untuk menunjang keperluan kolaborasi Google Workspace. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, komunikasi antar pengguna dalam satu ruang kolaborasi pun menjadi lebih mudah. Salah satu fitur unggulan dalam Google Chat adalah Space atau Ruang. Melalui fitur ini, Anda bisa membuat ruang chat yang berisi beberapa orang sekaligus. Space cocok untuk digunakan saat Anda harus berkolaborasi dengan beberapa orang. Sebab, komunikasi akan lebih terarah dan aman. Dalam update terbarunya, Chat menambahkan opsi untuk menghapus Space. Bahkan opsi ini juga tersedia untuk Space yang telah diberi nama. Bagaimana caranya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Opsi menghapus Space Photo Credit: Google Workspace Updates Pilihan untuk bisa menghapus Space sebenarnya sudah lama ada. Hanya saja, masih terbatas penerapannya pada Space yang belum diberi nama (unnamed Space). Opsi ini juga sempat diperkenalkan Google sebelumnya. Namun opsi tersebut tidak bertahan lama setelah peluncurannya. Layanan ini akan berlaku bagi seluruh end-user Google Chat. Dengan adanya opsi menghapus Space yang telah dinamai ini, Anda bisa lebih mudah mengelola daftar percakapan yang ada pada Chat. Terlebih, opsi penghapusan ini juga berlaku permanen. Artinya, user yang membuat Space bisa menghapusnya dari Chat, termasuk seluruh konten di dalamnya. Perlu diingat juga, jika Space telah terhapus maka user tidak akan bisa mengakses konten di dalamnya, termasuk daftar member Space yang tergabung. Proses rollout layanan Photo Credit: StockSnap (Pixabay) Opsi penghapusan Space tersedia mulai tanggal 16 November 2021. Google sendiri menerapkan gradual rollout untuk menerapkan fitur tersebut pada setiap platform. Update secara bertahap ini akan berlangsung selama total 15 hari dari tanggal 16 November. Mengapa Google menerapkan gradual rollout untuk fitur baru ini? Rollout secara bertahap dilakukan untuk menghindari terjadinya error saat fitur digunakan. Semakin kompleks fitur yang diperbaharui, semakin lama juga durasi rollout-nya. Ketersediaan layanan Fitur untuk menghapus Space yang telah dinamai baru tersedia untuk platform Google Workspace Business Standard dan Business Starter editions. Namun bagi Anda yang belum menggunakan kedua platform tersebut tidak perlu merasa kecil hati. Sebab, Google berencana untuk menyediakan fitur penghapusan ini untuk versi Google Workspace yang lain, tepatnya di tahun 2022 nanti. Berikut adalah daftar lengkap untuk ketersediaan fitur penghapusan pada platform Workspace: Tersedia di Google Workspace Business Standard, G Suite Basic, dan Business Starter Belum tersedia di Google Workspace, Google Workspace Essentials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, Nonprofits, serta Business Informasi tambahan Penting untuk diingat, fitur hapus ini tidak tersedia untuk versi Workspace yang memiliki Google Vault. Jika Anda melakukan upgrade dari versi Business Standard atau Business Starter ke versi yang mendukung layanan Google Vault, fitur tersebut tidak akan tersedia. Baca juga: Google Workspace, “Kantor” Baru Untuk Sistem Kerja Hybrid Meski begitu, Google telah memastikan bahwa fitur ini akan tersedia untuk seluruh versi Workspace di tahun 2022. Informasi lengkap mengenai waktu update Google Chat untuk masing-masing versi, tersedia di halaman Workspace Updates Blog. Mulai menerapkan fitur hapus Space Photo Credit: Piqsels Untuk mulai menerapkan fitur hapus Space ini, Anda tidak perlu menghubungi administrator yang mengelola Workspace. Sebab, fitur hapus tidak memerlukan pengaturan khusus dari pihak administrator. Pengaturan fitur bisa langsung dilakukan oleh end-user. Anda pun tidak perlu melakukan pengaturan yang rumit untuk mengaktifkan fitur ini. Sebab, Google telah menyediakannya secara default. Saat Anda melakukan update pada Chat maka fitur akan langsung muncul. Untuk mulai menghapus Space atau Ruang yang telah diberi nama, cukup pilih opsi “Delete Space”. Namun, opsi ini hanya bisa dilakukan oleh user yang merupakan pembuat Space. Photo Credit: PxHere Dengan adanya penambahan fitur untuk menghapus Space yang telah dinamai, Anda bisa mengelola daftar percakapan Chat. Namun perlu diingat, layanan ini belum tersedia bagi user yang menggunakan akun personal. Untuk mengoptimalkan penggunaan Chat, sebaiknya Anda mulai menggunakan Workspace. Bagi Anda yang harus melakukan kolaborasi dan terlibat dalam suatu project dengan banyak anggota, penggunaan Google Workspace akan sangat memudahkan. Berbagai aplikasi dan fitur di dalamnya, seperti Google Chat dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dapatkan Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda melalu EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

Google Workspace

Cara Mengaktifkan Approvals, Fitur Persetujuan Dokumen Google Workspace

Agar bisa tetap memenuhi kebutuhan tiap user, fitur Google Workspace pun terus diperbaharui. Salah satu update terbaru mereka adalah Approvals yang merupakan fitur persetujuan dokumen. Fitur ini sebelumnya sudah diperkenalkan kepada publik pada tahun 2019 lalu. Hanya saja, saat itu format yang tersedia adalah format beta dengan kemampuan terbatas. Untuk memanfaatkan fitur yang sangat aplikatif dalam hal penyuntingan teks ini, berikut ulasan mengenai cara mengaktifkan Approvals pada dokumen yang dibuat menggunakan platform Google Workspace. Mengenal Approvals, fitur Google Workspace untuk persetujuan dokumen Photo Credit: Pxfuel Mendapatkan persetujuan adalah salah satu proses dalam pembuatan dokumen. Tanpa adanya persetujuan, dokumen tersebut akan dianggap kurang layak untuk diterbitkan. Selain itu, persetujuan juga menjadi langkah terakhir untuk memastikan isi dokumen. Akan sangat merepotkan jika Anda harus bolak-balik ke tempat atasan untuk mendapatkan persetujuan setelah selesai melakukan revisi dokumen. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Workspace memperkenalkan Approvals di tahun 2019 lalu. Melalui  Approvals, Anda tidak harus bolak-balik ke ruangan atasan untuk meminta persetujuan. Cukup simpan dokumen yang sudah jadi dalam penyimpanan Google Drive lalu ajukan permintaan persetujuan. Atasan Anda bisa langsung memeriksa dokumen dan memberikan persetujuan. Jauh lebih hemat waktu dan tenaga! Bagaimana cara mengaktifkan Approvals? Photo Credit: Workspace Updates Blog Lalu, bagaimana cara mengaktifkan Approvals? Sebenarnya, untuk mulai menggunakan fitur baru Google Workspace ini tidak terlalu sulit. Hanya saja, Anda perlu aktivasi layanan dari pihak administrator terlebih dulu. Baca juga: Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work Dengan Google Workspace Bagi Anda yang ditunjuk menjadi administrator, Approvals akan otomatis aktif sebagai default. Administrator bisa menonaktifkan layanan pada level domain atau mengaturnya tiap grup yang sudah ditentukan sebelumnya. Seluruh pengaturan ini bisa dilakukan melalui Admin Console, tepatnya pada menu Apps dan Google Workspace. Sedangkan end-user bisa mengaktifkan Approvals melalui pengaturan yang ada pada akun Google Drive mereka. Pada file yang ingin dimintai persetujuan, klik kanan dan pilih opsi Persetujuan. Setelah menu terbuka, pilih Permintan Baru dan masukkan detail permintaan persetujuan yang berisi alamat email pemberi persetujuan dan pesan tambahan. Jika sudah klik tab Kirim Permintaan. Beberapa hal yang perlu diingat Setelah permintaan persetujuan dikirim, reviewer akan langsung mendapatkan notifikasi. Entah itu melalui notifikasi Driver mereka, pemberitahuan Google Chat, maupun e-mail. Anda bisa mengatur notifikasi ini melalui pengaturan Google Drive. Notifikasi tersebut akan berisi link untuk menuju dokumen yang harus diperiksa. Pembuat dokumen yang mengajukan permintaan persetujuan bisa menentukan batas tanggal review. Pihak yang menerima permintaan akan mendapatkan e-mail pengingat sebelum tanggal jatuh tempo. Anda juga bisa mengatur agar dokumen tidak diubah orang lain saat proses permintaan persetujuan berjalan. Apabila terjadi perubahan pada dokumen saat prose permintaan berjalan maka perubahan tersebut tidak akan dianggap. Reviewer baru bisa memberikan persetujuan ulang setelah dokumen tersebut selesai direvisi. Ketersediaan layanan Photo Credit: Pxfuel Approvals sendiri tersedia di beberapa versi platform Google Workspace seperti: Essentials. Business Standard dan Plus. Enterprise Essentials, Standard, dan Plus. Education Plus. Nonprofits. G Suite Business, Enterprise, Drive Enterprise, for Education, Enterprise for Education, dan Nonprofits.   Perlu diingat juga, fitur Approvals untuk saat ini tidak tersedia pada Google Workspace versi Business Starter, Education Fundamentals, Education Standard, Frontline, serta G Suite Basic. Bagi Anda pengguna Google Account pribadi juga belum bisa menggunakan fitur Approvals ini. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Dengan adanya fitur Approvals pada Google Workspace, Anda bisa menghemat banyak waktu saat bekerja. Sayangnya, fitur ini hanya tersedia pada beberapa versi Google Workspace. Untuk menikmati kemudahan Approvals, gunakan versi Google Workspace yang kompatibel. Belum memiliki Google Workspace yang kompatibel dengan Approvals? Tidak perlu panik karena sekarang Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology, satu dari 10 Google Apps Partner pertama di seluruh dunia. Dengan pengalaman yang mumpuni, EIKON Technology selalu memastikan agar Anda mendapatkan produk berkualitas secara legal dan aman. Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Google Workspace

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites

Di tahun 2017 lalu, Google mengumumkan transisi untuk tool penyusunan website mereka, Google Sites. Transisi tersebut mulai dijalankan tahun 2021 ini, tepatnya pada bulan Mei 2021. Secara bertahap, versi lama Google Sites yang disebut Classic, bermigrasi menjadi New Google Sites. Apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan transisi tersebut? Timeline transisi Photo Credit: Chrome Web Store Seperti yang telah disebutkan, transisi Sites dari versi Classic ke New dijalankan secara bertahap. Sebab, ada banyak sekali elemen yang harus diubah dalam Sites dan migrasi secara langsung hanya akan membuat versi baru tidak berjalan mulus. Perubahan ini tepatnya dimulai pada bulan Mei 2021 dan berakhir di tahun 2022. Berikut timeline lengkap transisi Google Sites: 15 Mei 2021 – Pembuatan akun baru pada versi Classic dihentikan. 1 Juni 2022 (sebelumnya 1 Desember 2021) – Fitur edit untuk tiap situs versi Classic dihilangkan. 1 Juli 2022 (sebelumnya 1 Januari 2022) – Situs yang dibuat dengan versi Classic tidak akan dapat ditampilkan, kecuali sudah dikonversi ke versi New. Sebab, pada tanggal tersebut versi Classic akan dinonaktifkan permanen. Hal lain yang perlu diperhatikan Namun perlu diingat, dalam masa transisi ini, conversion tool yang tersedia di Classic Sites Manager akan terus diperbaharui secara berkala. Sebab, Google sedang menyempurnakan fidelitas konversi untuk setelan situs. Update mengenai conversion tool dapat dicek melalui halaman Google Workspace Known Issues. Google sendiri sebenarnya menyediakan transisi Sites otomatis menjelang bulan Juli 2022.  Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut: Download situs Anda dan kemudian arsipkan menggunakan fitur Archive untuk menyimpannya dalam Google Drive. Kemudian pada New Sites, tambah draft baru. Draft tersebut bisa Anda edit terlebih dulu atau langsung dimuat . Jika semua situs dalam versi Classic sudah tersimpan dan dipindahkan pada versi New, Anda bisa langsung menghapusnya. Meski proses transisi otomatis ini cukup aman, ada baiknya Anda tetap melakukan transisi jauh sebelum bulan Juli 2022 tiba guna menghindari risiko kehilangan data. Pihak yang terpengaruh Photo Credit: Piqsels Transisi ini akan mempengaruhi pengguna layanan Sites, baik itu Administrators maupun end-users. Namun pengguna Google dengan akun pribadi tidak akan terdampak proses transisi sama sekali. Oleh karenanya, Google terus mendorong pengguna Sites untuk mulai memindahkan sites mereka ke versi New. Guna memudahkan pengguna, Google juga telah menyediakan fitur konversi yang tersedia di Classic Sites Manager. Memulai proses transisi Agar proses transisi lancar, Google telah memberikan panduan yang bisa diterapkan oleh Administrators maupun end-users, yaitu: Administrator Beritahukan end-users mengenai timeline transisi secara detail guna menghindari risiko kehilangan data. Manfaatkan Classic Sites Manager untuk membantu end-users menjalankan proses transisi sites mereka. Google Workspace end-users Selain mengikuti arahan dari Administrators, end-users juga bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai transisi Sites melalui layanan Help Center. Agar proses transisi lancar dan tidak ada data yang hilang, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Buat arsip Sites di Classic Sites Manager sehingga Anda menggunakannya kembali nanti jika diperlukan. Pengaturan sharing pada Sites versi New akan berbeda dengan versi Classic. Untuk itu, selalu periksa pengaturan sharing Anda setelah konversi melalui langkah-langkah di bawah ini: Pastikan audiens yang menjadi target sharing memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda sebelum menerbitkan sites. Jangan lupa untuk mengelola pengaturan kolaborator. Pastikan pengaturan sharing bagi kolaborator sesuai dengan kebutuhan. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Jika pengaturan sharing Sites pada domain Anda berbeda dengan pengaturan sharing Drive, pastikan untuk melakukan konfirmasi terlebih dulu bahwa akses telah disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain. Ketersediaan layanan transisi Seluruh layanan transisi Google Sites ini tersedia untuk pengguna Google Workspace Business Standard, juga termasuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business Starter. Perlu diingat juga, untuk saat ini, transisi Google Sites belum tersedia untuk pengguna Google Workspace, Google Workspace Essentials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, Nonprofits, serta Business. Photo Credit: Max Pixel Agar proses transisi Anda berjalan lancar, pastikan untuk terus mengikuti timeline dan panduan yang telah disediakan Google. Bagi Anda end-users, lakukan komunikasi dengan pihak Administrators untuk menghindari risiko kehilangan data selama transisi. Seperti yang telah disebutkan, layanan transisi Google Sites ini belum tersedia untuk pengguna akun pribadi Google. Untuk memudahkan proses transisi Anda, end-users yang terdaftar dengan akun pribadi, gunakan Google Workspace. Dengan Workspace, Anda tidak hanya bisa mengelola Google Sites, tapi juga berbagai tools lain dari Google. Dapatkan hanya di EIKON Technology, Google Apps Partner untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.  

Scroll to Top