Google Workspace

Google Meet, Google Workspace

Kini Google Meet sediakan fitur Co-Host

Sebagai salah satu aplikasi dan platform untuk melakukan panggilan video yang terhubung secara online, Google Meet memiliki sejumlah pembaruan fitur. Yakni fitur co-host Google Meet untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan serta keselamatan pengggunanya. Peluncuran fitur ini sendiri dilakukan pada 16 Agustus 2021 lalu khusus untuk penggunaan android dan website. Sementara bagi pengguna iOS bisa menikmati fitur ini sejak tanggal 30 Agustus 2021. Seperti apa keunggulannya dan bagaimana mendaftar sebagai host? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Apa Itu Host Google Meet? Photo: Tirto.id Sebelum menginjak pada pembahasan keunggulan Co-Host Google Meet, penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa itu host dalam Google Meet. Secara umum, host di sini dapat diartikan sebagai seseorang atau peserta yang memimpin atau memiliki akses penuh pada jalannya meeting online. Di sisi lain, host dapat pula diartikan pengguna dari platform Google Meet yang ingin memaparkan sebuah materi. Mulai dari laporan keuangan perusahaan, karyawan, maupun presentasi yang dilakukan oleh seorang siswa maupun mahasiswa. Sedangkan co-host adalah orang yang memiliki akses yang sama dengan host saat diberikan akses tertentu. Keunggulan Co-Host Google Meet Photo: Computer World Fitur baru Co-Host Google Meet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Google Meet sebelumnya. Pertama, Google Meet dapat menambahkan co-host hingga 25 peserta untuk setiap meeting. Dengan begitu, para peserta juga memiliki akses kontrol ke host. Nantinya, peserta yang sudah ditetapkan untuk menjadi co-host bisa membatasi peserta lainnya yang bisa membagikan layar maupun mengirimkan pesan lewat chat. Termasuk membisukan peserta lainnya melalui satu kali klik saja. Kedua, apabila Anda menjadi co-host maka dapat mengakhiri sebuah meeting dan bisa mengontrol peserta lain yang bisa masuk ruang meeting. Namun, fitur ini masih tersedia untuk Google Workspace versi tertentu. Tak hanya itu saja, Google pun menambahkan fitur berupa akses cepat untuk pengguna Google Workspace. Khususnya pengguna Google Workspace Business Standard, Essntials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, maupun Enterprise Plus. Dengan fitur tersebut, memungkinkan untuk melakukan entry panggilan secara otomatis bagi pengguna yang berada pada domain yang sama. Apabila akan dinonaktifkan, maka host diharuskan bergabung dan peserta lain yang tak diundah perlu meminta akses atau izin masuk terlebih dahulu. Cara Menjadi Host Google Meet Photo: Daihatsu Indonesia Untuk menjadi seorang host maupun co-host Google Meet, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui komputer maupun smartphone. Berikut beberapa di antaranya khususnya bagi para pemula yang baru menggunakannya. Melalui Komputer Jika Anda ingin menjadi host Google Meet melalui komputer, langkah-langkahnya adalah: Buka platform Google Meet dan klik ‘Join or Start a Meeting’. Masukkan judul meeting yang akan Anda lakukan sebagai host. Lanjutkan dengan klik ‘Continue’. Kemudian, klik tombol ‘Join Now’. Tunggulah beberapa saat hingga pop-up muncul dan pilih ‘Add People’. Ketiklah email maupun nama pengguna peserta lainnya. Secara otomatis setelah email dimasukkan, maka mereka akan muncul pada layar dan mulailah meeting Anda. Melalui Smartphone Sementara, jika Anda ingin menjadi host melalui smartphone maka cara yang harus dilakukan adalah: Bukalah Google Meet melalui smartphone Pilih ‘New Meeting’ Anda bisa membagikan link ruang untuk meeting tersebut melalui grup di Telegram maupun WhatsApp. Kini, Anda pun bisa memulai meeting. Penutup Photo: Asia Quest Indonesia Dengan ditambahkannya berbagai fitur baru seperti Co-Host Google Meet membuat aplikasi ini semakin diminati. Mulai dari penggunaannya untuk aktivitas belajar-mengajar, meeting perusahaan secara online, hingga aktivitas webinar. Untuk bisa menggunakannya, pastikan pula koneksi internet yang Anda gunakan stabil dan perangkat mendukung. Agar lebih nyaman, Anda bisa menggunakan layanan Google Workspace premium di EIKON Technology. Keunggulan produk dari kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan purna-jual memuaskan. Untuk informasi mengenai produk dan pembelian, Anda bisa langsung menghubungi CS kami dengan klik tautan berikut.

Google Workspace

Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer

Beberapa lalu, Google mengumumkan sebuah platform laporan transformasi Google for Education bagi penggunanya. Tools yang bisa digunakan secara gratis ini, dapat Anda gunakan dalam membantu melihat berapa banyak organisasi platform dan layanan Google for Education di berbagai program. Seperti apa layanan laporan transformasi Google for Educational ini? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Laporan Transformasi Google for Education Photo: Google for Education Layanan laporan transformasi Google for Educational memiliki manfaat yang membuat Anda lebih mudah dalam mengelola file dan data-data pendidikan. Misalnya saja dalam melacak tren penggunaan selama kurun waktu tertentu. Selain itu, lebih mudah untuk mengetahui organisasi yang Anda miliki menggunakan layanan Google Workspace for Education, Chromebooks, dan sertifikasinya. Dari data dan survei yang dilakukan nantinya, Anda dapat memetakan dan merekomendasikan tren apa saja yang bisa dikembangkan serta membawa dampak secara menyeluruh pada organisasi Anda. Bila Anda menjadi Super Administrator di berbagai diomain Google Workspace for Education, Anda bisa masuk (log in) di laporan transformasi secara custom. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan fitur update secara realtime dari laporan yang ada kapan saja. Ini dapat dilakukan pada tanggal 2 November hingga 10 Desember 2021 mendatang.  Keunggulan Laporan transformasi Google for Educational Photo: NOS Pada layanan dan tools ini Google memperkenalkan pembaruan mengena transformasi pelaporan seperti: Akses yang cepat dengan dihapuskannya fitur tunggu selama proses masuk dan meminta laporan maupun menerima laporan. Update secara realtime, dengan adanya layanan ini Anda dapat menyeimbangkan data di Windows dari para pengajar maupun siswa yang menggunakan produk Google dengan mudah. Mengambil dan membagikan survey lebih mudah. Namun, perlu dicatat di sini adalah partisipasi survei ini bersifat opsional bagi anggota pengguna. Akan tetapi, jika Anda sebagai pimpinan dalam sebuah tim kecil maka ada baiknya untuk melengkapi survei yang ada paling tidak sekali setahun untuk melihat tranformasi digital Anda dan mendapatkan feedback.  Kompatibilitas Platform Photo: Google For Education Meski memiliki beberapa keunggulan, layanan laporan transformasi Google for Educational sayangnya terbatas. Melansir dari laman Devdiscourse, layanan tersebut hanya dapat digunakan pada beberapa platform seperti: US-English for K-12 Google Workspace for Education Fundamentals Google Workspace Educational Standard Google Workspace Educational Plus Pengguna Teaching and Learning Upgrade Sementara itu, layanan ini tidak tersedia untuk platform lainnya seperti Google Workspace Essentials, Business Starter, dan Business Standard. Termasuk pula pada layanan Enterprise seperti  Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, dan Enterprise Plus. Di sisi lain laporan transformasi Google for Educational juga belum kompatibel untuk Frontline. Penutup Photo: The Keyword Setidaknya itulah ulasan mengenai laporan transformasi Google for Education. Secara umum, platform ini memang cukup unggul dengan berbagai macam fitur yang ditawarkannya. Dengan begitu, akan sangat membantu bagi para pengguna untuk melakukan aktivitas belajar mengajar dan hal sebagainya. Baik bagi individu maupun secara kelompok. Kini, Anda bisa mendapatkan platform tersebut sekaligus menggunakan fitur laporan transformasi Google for Education melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan produk Google for Education yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Selain itu, ada layanan purna-jual dengan yang dapat Anda nikmati. Keunggulan selanjutnya adalah, produk yang ditawarkan pun memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Dengan begitu, pengguna akan merasa aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk terbaik dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace

Document Approval Tersedia untuk Lebih Banyak User

Google Workspace kini semakin mudah digunakan untuk persetujuan dokumen yang dibagikan. Tools ini mulai diperbarui dan diperkenalkan sejak 8 November 2021 lalu. Pembaruan fitur ini termasuk Anda dapat melakukan seting mengenai kapan dokumen tersebut dikirim dan disetujui. Apa saja hal  yang perlu Anda ketahui tentang document approval Google Workspace ini? Simak ulasan berikut. Keunggulan Menggunakan Document Approval Google Workspace Photo: 10atm.com Menggunakan Google Workspace memiliki banyak manfaat. Khususnya bagi Anda dengan mobilitas tinggi. Dalam kaitannya dengan document approval Google Workspace misalnya, Anda bisa mengandalkan layanan ini untuk proses yang lebih cepat. Sehingga, dapat memangkas waktu dibandingkan menggunakan cara konvensional. Di sisi lain, selain menghemat waktu Anda tentu akan hemat biaya pengeluaran. Sebab, semuanya dilakukan hanya dalam satu sentuhan saja tanpa bertatap muka langsung dengan pihak lain dalam mendapatkan persetujuan. Jika menggunakan cara konvensional, Anda masih harus bertemu orang lain secara langsung dan itu bisa memakan waktu dan biaya. Bagaimana Menambahkan User Baru? Photo: Abweb.ca Setelah Anda mengetahui apa saja keuntungan dan keunggulan dari document approval Google Workspace, penting pula untuk mengetahui bagaimana cara menambahkan user baru. Sebenarnya, caranya cukup mudah yakni, bukalah file dokumen Anda pada Google Docs. Lalu, pilih menu ‘File’ dan lanjutkan dengan memilih ‘Approval’. Kemudian tambahkan email user yang akan mendapatkan akses dokumen tersebut. Nantinya, saat penerima tersebut dikirimi dokumen mereka akan mendapatkan email untuk persetujuan. Baik melalui browser maupun notifikasi Google Chat berdasarkan setingan website Drive Anda saat menerima notifikasi. Notifikasi tersebut berisi link, dan saat di klik akan membuka dokumen yang dibagikan. Cara Memulainya Photo: Presis.nl Untuk memulai menggunakan document approval Google Workspace, ada dua cara yang bisa dilakukan di sini. Anda bisa memilih apakah melalui admin maupun sebagai pengguna atau end user. Berikut cara yang dapat Anda lakukan dengan mudah, cepat, dan lebih nyaman. Jika Anda masuk sebagai admin, fitur ini akan otomatis ‘ON’ dan bisa Anda nonaktifkan pada level domain dan pengelolaan per group atau UO. Selanjutnya, jika Anda sebagai pengguna atau end user dapat mengelola melalui notifikasi Drive dan persetujuan melalui setting Drive. Kompatibilitas Document Approval Google Workspace Photo: Learn.metaline Meski document approval Google Workspace tersedia bagi lebih banyak user, akan tetapi Anda perlu mengetahui jika beberapa platform tidak dapat digunakan pada layanan ini. Adapun beberapa layanan pada Google Workspace yang memungkinkan untuk layanan ini adalah: Google Workspace Essential, Business Standard Business Plus Enterprise Essentials Enerprise Standard Enterprise Plus, Education Plus Selain itu juga kompatibel untuk jaringan lainnya seperti Google Workspace Business, Google Workspace Enterprise, Drive Enterprise, Google workspace for Education, G Suite Enterprise for Education, dan G Suite for Nonprofits. Kemudian,  document approval Google Workspace tidak tersedia untuk layanan pada Google Workspace Business Starter, Educational Fundamental, Educational Standard, Frontline, dan G Suite Basic Customers. Termasuk tidak tersedia pada pengguna dengan Google Accounts.   Itulah beberapa keunggulan dari document approval Google Workspace  pada Google Workspace yang memberikan Anda kemudahan lebih dengan bekolaborasi bersama pengguna lainnya. Jika Anda ingin menggunakannya untuk skala perusahaan, ada baiknya memilih layanan penyedia platform Google Workspace di vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google pusat, Anda juga akan mendapatkan layanan purnajual yang bisa diseuaikan dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace

Mengamankan Data Perusahaan dari File Bersama Saat Karyawan Resign

Dalam sebuah perusahaan, karyawan resign merupakan hal yang wajar. Namun, di sini yang harus diperhatikan adalah bagaimana perusahaan melindugi data  fitur shared drive yang selama ini diakses oleh karyawan tersebut. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan merugikan, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan berikut ini. Buat Kebijakan Penghapusan Akses dari Karyawan yang Resign Photo: TrainingIndustry Sebagai langkah awal, pihak perusahaan harus membuat kebijakan dan aturan yang jelas mengenai pengelolaan data file sharing bersama dari karyawan yang resign. Hal ini bisa dilakukan dengan diperkuat adanya surat kontrak atau perjanjian yang sah.  Tujuannya adalah sebagai bukti yang mengikat apabila karyawan yang telah resign tersebut berbuat tindakan yang melanggar hukum dengan memanfaatkan data dari  fitur shared drive perusahaan, maka dapat dilakukan tindakan lebih lanjut. Membatasi Akses Fitur Shared Drive Photo: Pinterest Cara berikutnya adalah dengan membatasi akses fitur shared drive perusahaan. Di sini, para admin hanya dapat membagikan akses data yang dibutuhkan untuk karyawan-karyawan tertentu saja. Misalnya dengan menggunakan metode enkripsi data maupun metode autentikasi dua langkah. Pembatasan juga dilakukan untuk penggunaan hardware maupun software dari pihak luar. Sebab, itu akan memungkinkan para pengguna untuk mentransfer data dan menyebarkannya kembali. Ada baiknya pula perusahaan mempertimbangkan penggunaan konfigurasi firewall pada file berbagai seperti Microsoft 365 agar semakin aman saat digunakan para karyawan. Tetapkan Pihak yang Dapat Mengelola Fitur Shared Drive Photo: Pexels Menyambung dari poin di atas sebelumnya, di sini admin harus selektif dan memilah pihak mana saja yang dapat mengelola fitur shared drive perusahaan. Dengan kata lain, jika data itu penting nantinya admin hanya mematikan akses karyawan saja, tanpa harus menghapus semua data-data karyawan yang sudah resign tersebut bila sewaktu-waktu diperlukan untuk kepentingan perusahaan. Meski ini sebenarnya langkah yang dibilang cara lama, namun dalam praktiknya hal tersebut cukup efektif. Jangan lupa, dalam menentukan pihak siapa saja yang dapat mengelola fitur shared drive tim IT perusahaan sebaiknya berkonsultasi pula dengan divisi lain. Misalnya saja dengan pihak legal, personalia, dan tim audit.  Sistem Keamanan Sharing File yang Aman Photo: Pexels Selain hal-hal di atas, Anda juga harus memastikan sistem keamanan fitur shared drive di perusahaan aman. Memang, sekilas fitur ini mungkin akan nampak baik-baik saja. Akan tetapi, ada beberapa fitur yang mengharuskan Anda untuk mengupdate maupun mengupgrade secara berkala. Dengan begitu, keamanannya akan semakin baik. Sebab, jika Anda tidak segera melakukan pembaruan dan sistem keamanan masih menggunakan versi lama, maka hal itu bisa menjadi celah bagi kebocoran data penting perusahaan ke publik dan dapat merugikan. Penutup Photo: Pexels Setidaknya itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga dan mengamankan data perusahaan dari fitur shared drive. Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengecek secara berkala fitur berbagi dokumen di perusahaan adalah hal penting. Terlebih jika karyawan Anda resign dan masih memiliki akses di fitur tersebut. Dengan membatasi dan mematikan akses kepada mantan karyawan tersebut, hal itu akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Misalnya saja mencegah kebocoran data penting perusahaan dari tindakan yang merugikan seperti phising maupun kejahatan fraud.  Meskipun mantan karyawan tersebut tidak melakukan hal demikian, bisa saja akun yang dimilikinya dibajak oleh pihak yang tak bertanggungjawab dan membobol data peruashaan dengan akun mantan karyawan tadi. Agar Anda lebih nyaman dalam menggunakan fitur shared drive, sebaiknya pilih produk dengan keamanan tinggi di vendor penyedia layanan yang terpercaya. Salah satunya adalah Google Workspace di EIKON Technology. Kami menyediakan produk Google terbaik dengan lisensi langsung dari pihak Google pusat. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa hubungi CS kami dengan cara klik di sini.

Gmail, Google Workspace, Info

Berusia 50 Tahun, Simbol @ pada Email Terus Mendorong Kolaborasi

  Email menjadi kebutuhan penting di era Internet of Things (IoT) saat ini. Namun, sadarkah Anda jika email mungkin saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya simbol ‘@’ setiap kali mengirimkan pesan kepada penerima? Simbol sederhana ini setidaknya telah 50 tahun mendorong kemajuan teknologi informasi. Pada mulanya, penggunaan simbol ‘@’ untuk teknologi informasi dikembangkan oleh Ray Tomlinson di tahun 1971 saat memecahkan permasalahan yang ada pada ARPANET. Dimana perusahaan itu disebut-sebut sebagai cikal bakal perusahaan  teknologi internet modern saat ini. Tomlinson menciptakan sistem alamat yang menempatkan simbol ‘@’ ini pada sebuah host komputer. Pada awal masa percobaan teknik ini, hanya bisa digunakan untuk komputer lain di jarak 10 kaki saja, namun penemuan tersebut membawa perubahan besar di era teknologi. Simbol ‘@’ yang Merentang Zaman Source: BBC Jauh sebelum Ray Tomlinson menggunakan simbol ‘@’sebagai salah satu hal penting dalam menghubungkan masyarakat di era digital, simbol ini juga sering digunakan untuk berbagai hal. Di Italia, simbol tersebut dikenal dengan istilah ‘the snail’ karena sekilas memang terliihat seperti cangkang siput. Masyarakat Belanda, menyebut simbol itu dengan istilah ‘monkey tail’. Sejak kapan penggunaan simbol ini memang menjadi simpang siur. Namun, berdasarkan data-data simbol tersebut digunakan secara umum pada abad ke-16. Kini, simbol ‘@’ menjadi bagian penting dalam dunia internet. Misalnya saja di berbagai aplikasi seperti Gmail, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp untuk menandai seseorang yang ingin kita kirimi pesan.  Kelahiran Gmail Source: IDN Times Sejak 30 tahun setelah Tomlinson menggunakan simbol ‘@’, seorang teknisi Google bernama Paul Buchheit membuat eksperimennya pada email. Buccheit berusaha menemukan solusi yang menurutnya, penggunaan email pada masa awal-awalnya dulu cukup menyusahkan. Lalu, dirinya mencoba membuat Gmail semakin mudah dengan menggunakan simbol tersebut untuk menandai pengguna lainnya. Pada awal masa percobaannya, Buchheit tidak begitu yakin dengan solusi tersebut. Namun, saat Gmail diluncurkan pada 1 April 2004 silam, banyak pihak juga meragukannya. Sampai kemudian, simbol ini benar-benar memiliki manfaat besar sampai sekarang pada layanan Google Workspace. Pada layanan Google inilah simbol ‘@’ memiliki kontribusi besar dalam platform seperti Docs, Slides, Sheets, Meet, dan Chat. Saat ini juga tercatat sekitar 3 miliar pengguna di dunia merasakan manfaat besar dari simbol sederhana. Mengapa Fitur Gmail Membuatnya Lebih Aman Source: Email Marketing Journal Nampaknya, Gmail menjadi tren baru di era teknologi khususnya untuk mengirim perpesanan elektronik atau email. Akan tetapi, Google pun menyadari masih banyak kekurangan pada fitur Gmail versi pertama kali dimunculkan. Salah satunya adalah mengenai isu pesan spam yang cukup mengganggu penggunanya. Termasuk permasalahan-permasalahan lainnya. Seiring berjalannya waktu, Google pun terus berinovasi dalam menangani masalah tersebut. Ini terlihat pada pembaruan-pembaruan yang dilakukan pada Google Workspace. Contohnya, beberapa waktu lalu yang meluncurkan fitur baru Gmail yakni Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Fitur Gmail BIMI ini memberikan banyak manfaat. Terutama bagi brand maupun perusahaan. Misalnya terhadap validasi dan otentikasi kepemilikan logo. BIMI dapat memberikan penerima pesan dengan fitur keamanan Gmail terbaik. Mulai dari sumber email dan lainnya untuk memberikan manfaat terbaik. Dengan adanya pembaruan-pembaruan tersebut, membuat Gmail di masa kini menjadi lebih powerfull, lebih aman, dan bisa lebih diandalkan untuk berbagai keperluan di bidang industri maupun perusahaan pada era perkembangan teknologi digital.  Penutup Source: Stuff.co.nz Itulah ulasan singkat dibalik penggunaan simbol ‘@’ pada email, termasuk email dari Google yakni Gmail. Meski simbol tersebut terlihat sederhana namun membawa manfaat penting bagi perkembangan dunia teknologi sampai saat ini. Terutama teknologi komunikasi dan informasi. Kini, fitur Gmail pun semakin beragam. Anda dapat menggunakannya tak hanya untuk kepentingan individu saja. Melainkan pula untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan layanan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Di sini, kami menyediakan layanan berbagai ragam fitur Gmail untuk keperluan bisnis dengan pelayanan yang dapat diandalkan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace

3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace

Keamanan merupakan salah satu elemen yang terus mengalami peningkatan di Google Workspace. Bukan hal yang aneh mengingat bahwa Google Workspace sendiri merupakan platform yang digunakan untuk mengolah data dan selalu ada kemungkinan bahwa data tersebut bersifat sensitif. Artikel kali ini akan membahas update fitur keamanan Google Workspace untuk menghindari ancaman tingkat lanjut. Mari simak bersama ulasannya berikut. Memanfaatkan pengembangan Alert Center Alert Center merupakan fitur yang menyediakan  notifikasi real-time yang bisa segera ditindaklanjuti. Semua aktivitas yang terkait dengan keamanan domain akan langsung terlacak dalam fitur ini. Dengan adanya AlertCenter maka administrator dapat mengatasi gangguan notifikasi keamanan. Tampilannya pun kini dibuat lebih terpadu dengan daftar prioritas ancaman mulai dari yang paling berbahaya hingga yang kurang berbahaya. Sehingga administrator bisa lebih fokus pada hal yang penting sambil tetap melindungi keamanan domain. Photo Credit: Google Cloud Blog Kini Google telah mengembangkan AlertCenter dengan menambahkan layanan VirusTotal. Dengan VirusTotal, administrator bisa menggali notifikasi ancaman lebih dalam untuk bisa mengambil tindakan yang lebih efektif dalam mengatasi ancaman. Fitur blokir di Google Drive Platform Google Drive memungkinkan Anda untuk dapat menyimpan, berbagi, dan berkolaborasi di mana saja. Kemampuan berbagi Drive memang terbukti mampu mendorong produktivitas, tapi sayangnya hal ini bisa menjadi celah keamanan. Akan selalu ada oknum jahat yang ingin menyalahgunakan fitur berbagi Drive untuk melakukan tindakan merugikan. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mengatasinya, Google menawarkan fitur blokir pengguna. Dengan mengaktifkan pemblokiran pengguna, Anda bisa membatasi akses menuju data yang tersimpan dalam Drive. Blokir bisa dilakukan dengan tiga cara: Blokir pengguna lain agar tidak membagikan konten apa pun dengan Anda di masa mendatang. Ini bisa diterapkan pada user yang sering membagikan konten spam. Hapus seluruh file dan folder yang telah dibagikan pengguna lain. Cara ini akan membersihkan drive Anda dari konten spam yang mengganggu. Hapus akses user lain ke drive Anda meski sebelumnya Anda sudah memberikan akses. Membatasi akses menuju resource Google Workspace Photo Credit: Google Cloud Blog Memastikan data organisasi untuk tetap aman bukanlah perkara sepele. Ada banyak ancaman yang mengintai tiap saat, mulai dari serangan virus, aplikasi yang tidak sesuai dengan standar keamanan, hingga risiko kebocoran akses kepada pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk mengatasi hal tersebut Google menawarkan solusi berupa peningkatan keamanan akses resource Google Workspace. Photo Credit: Google Cloud Blog Dalam pengembangan ini, administrator dapat memblokir semua akses OAuth 2.0 API dengan kontrol akses aplikasi dan akses kontekstual baik untuk Google mobile maupun versi desktop. Ada kalanya Anda tanpa sengaja mengunduh dan meng-install aplikasi yang berbahaya. Padahal aplikasi tersebut dapat mencuri data perusahaan. Dengan membatasi akses aplikasi pihak ketiga maupun aplikasi internal untuk mengakses data Workspace akan meminimalisir terjadinya kebocoran data perusahaan. Baca juga: Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Perkuat Kolaborasi Kerja Kesimpulan Pengembangan ini diharapkan dapat membantu user beserta data sensitifnya dari risiko penyalahgunaan dan ancaman keamanan selama menggunakan Google Workspace. Untuk keamanan tambahan, Anda bisa menyaksikan Google Cloud Security Talks. Konten tersebut akan membahas seputar tips dan trik untuk meningkatkan keamanan Anda selama menggunakan layanan dan platform yang dikembangkan Google. Google Workspace rentang dengan ancaman keamanan karena di dalamnya banyak data yang bersifat sensitif dan rahasia. Anda bisa memanfaatkan cara-cara di atas untuk melindungi data selama bekerja dengan Workspace. Tertarik dengan fitur keamanan Workspace namun belum menerapkannya di lingkungan kerja Anda? Tidak sulit kok untuk mulai berlangganan Google Workspace. Melalui EIKON Technology, Anda bisa mendapatkan akses Workspace secara resmi. Bahkan Anda bisa memilih  layanan Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Docs, Google Workspace

Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs

Sejak dirilis tahun 2006 lalu, Google Docs telah terbukti sebagai platform pengolah kata yang andal. Dalam perkembangannya, Google Docs bahkan tidak sekadar menawarkan fitur untuk mengolah kata, tapi juga menyediakan platform kolaborasi berbasis cloud. Anda bisa membuat sekaligus mengedit dokumen bersama user lain dalam waktu bersamaan, sangat praktis untuk proyek kolaborasi real time. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, Google terus melakukan pengembangan Docs. Mulai dari menambahkan format dokumen yang bisa disunting, hingga menambahkan fitur untuk memudahkan pembuatan dokumen. Salah satu pengembangan terbaru yang bisa Anda coba adalah universal @ menu pada halaman baru Docs. Seperti apa fitur baru Google Docs ini? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal universal @ menu, fitur baru Google Docs Photo Credit: Google Support Fitur Google Docs ini merupakan pengembangan dari integrasi smart chip yang diperkenalkan Google awal tahun 2021 lalu. Smart chip sendiri dirancang sebagai sebuah alat tag untuk menautkan beragam informasi dari aplikasi Workspace lain (seperti Slides dan Sheets) ke file Docs. Mulanya smart chip dibuat untuk menautkan data yang terkait dengan profil user, namun dalam perluasannya alat tag ini juga bisa menautkan file serta events. Perluasan ini memungkinkan user untuk bisa membuat file Docs yang lebih detail tanpa perlu susah payah mengetik ulang. Selain Slides dan Sheets, fitur ini juga bisa menautkan informasi dari Gmail, Workspace, bahkan jadwal pribadi Anda yang tercantum di Google Calendar. Cara menggunakan menu @ universal Untuk menggunakan menu @ universal sangat mudah. Begitu Anda terhubung dengan Docs, pada page kosong Untitled Document akan terdapat tulisan “Type @ to insert”. Setelah Anda mengetik @, sistem secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang bisa disematkan pada file dokumen tersebut seperti alamat email kontak Anda, gambar, hingga dokumen lain. Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik Anda bisa mengetikkan huruf, angka atau simbol terkait. Misalnya Anda ingin menautkan email tim EIKON, maka cukup ketikkan @EIKON. Anda tidak perlu membuka platform Google lain untuk bisa mengaktifkan fitur baru Google Docs ini. Hanya saja, pastikan Anda sudah log in pada akun Google.   Apa saja yang bisa ditautkan? Jika merujuk pada penjelasan Docs Editors Help, Anda bisa menautkan elemen berikut dengan fitur menu @ universal: Smart chips, untuk menampilkan informasi serta rekomendasi tindakan yang berhubungan dengan orang, file, serta events. Elemen-elemen dalam dokumen Anda seperti: Ceklis, daftar angka (numbered lists), dan daftar poin (bulleted lists). Gambar, tabel, dan diagram. Headings dan hyperlinks Optimalkan Google Docs dengan Smart Canvas Photo Credit: Google Cloud Blog Menu @ universal sendiri merupakan bagian dari Smart Canvas, transformasi kolaborasi Google Workspace. Smart Canvas sendiri menghubungkan tiga platform Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Dengan Smart Canvas Anda bisa membuat file yang mengandung elemen-elemen dari ketiga platform tersebut. Selain menu @ universal, Smart Canvas juga menawarkan fitur lain seperti checklists yang bisa digunakan untuk menyusun to-do list. Tidak hanya berhenti di situ, Smart Canvas juga memungkinkan Anda untuk melakukan integrasi dengan Google Meet di dalam Docs, Sheets, dan Slides. Itu dia pembahasan mengenai menu @ universal yang merupakan fitur Google Docs. Fitur ini akan lebih mudah digunakan jika Anda berlangganan Google Workspace. Google Workspace menyediakan aplikasi produktivitas yang akan memudahkan pekerjaan Anda seperti Gmail, Drive, Docs, Calendar, dan Meet. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller & partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Google Workspace, Productivity, School

Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom

Google Classroom mengalami peningkatan pesat dari segi penggunaan saat pandemi COVID-19. Terlebih lagi ketika pemerintah di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan untuk memulai kegiatan belajar para siswa dan guru melalui daring atau online. Pada awalnya, Google Classroom yang merupakan bagian dari Google Workspace for Education memiliki fitur terbatas. Namun, seiring banyaknya permintaan dan kemudahan yang diharapkan Google pun menambahkan fitur unggulan. Salah satunya adalah meeting online semakin mudah dan nyaman. Seperti apa fitur baru ini? Simak ulasan berikut. Fitur Baru Google Classroom untuk Meeting Photo: Zee News Fitur baru Google Classroom ini disebut dengan “Ask to Join”. Di mana para peserta di luar kelas secara otomatis tidak akan bisa mengikuti sesi bila tidak menyetujui pesan yang diberikan. Hal ini akan menambah kenyamanan bagi para peserta yang terlibat. Bagi guru, akan mudah untuk melakukan hosting sesi pembelajaran dan mengirimkan link kepada siswa. Layanan ini pun nantinya akan terintegrasi dengan berbagai layanan dari Google lainnya seperti Google Meet.  Manfaat yang Didapatkan Photo: PPLWARE Keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Baik itu bagi para staf pengajar, siswa, hingga partisipan lainnya. Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa didapat dari keberadaan Google Classroom untuk meeting ini: Memudahkan guru dan murid untuk mengelola link yang akan digunakan dalam streaming pembelajaran online. Dengan begitu, aksesnya pun tidak sulit. Siswa akan diarahkan di ‘ruang tunggu’ hingga guru sebagai admin disini bergabung untuk memulai sesi. Peserta di luar kelas dapat memiliki pilihan untuk bergabung. Di sini, guru sebagai admin bisa memberikan pesan ‘ask to join’, apabila setuju maka peserta bisa masuk ke dalam sesi meeting atau pembelajaran tersebut. Bagaimana Memulainya? Photo: Google for Education Untuk bisa menggunakan layanan ini, sebenarnya sangat mudah. Anda pun bisa memilih posisi Anda. Baik itu sebagai admin untuk memulai sesi meeting  atau sebagai pengguna (end user). Semua tergantung kebutuhan Anda, namun ada hal penting yang perlu untuk Anda lakukan yakni: Jika Admin sebenarnya tidak ada admin yang mengontrol fitur ini. Namun, Google Meet harus terhubung agar Anda bisa menikmati layanan meeting online dengan nyaman menggunakan Google Classroom. Bila posisi Anda sebagai pengguna atau partisipan (end user) juga tak kalah mudahnya. Fitur tersebut akan otomatis ‘ON’ saat Anda membuat pertemuan online di Google Classroom ini. Pengguna dapat mengakses meeting melalui tautan yang dikirimkan oleh admin. Setelah itu, tunggulah beberapa saat sampai program berjalan dan Anda bisa memulai meeting dengan lancar. Kesimpulan Photo: Washington University of Virginia Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki peran penting dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Jika dahulu keberadaannya sebagai bagian dari Google Workspace for Education sangat terbatas, saat ini pengembangan fiturnya pun beragam. Dengan adanya fitur ini akan semakin memudahkan berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran daring. Tak hanya itu saja, fitur tersebut juga mampu menjembatani para guru maupun staf pengajar untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dalam menggunakannya di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, koordinasi pun menjadi semakin mudah dilakukan. Kini, Anda bisa menggunakan Google Classroom dengan berbagai ragam fitur unggulan yang ditawarkan melalui vendor penyedia layanan Google yang resmi di Indonesia yakni EIKON Technology. Di sini tersedia bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise

Mengenal Smart Compose, Fitur Google Workspace yang Solutif

Google Workspace terus berinovasi dalam mengembangkan fitur-fitur unggulannya. Terutama untuk penggunaan bisnis yang lebih baik. Salah satunya adalah fitur Smart Compose yang dirilis pada tahun lalu. Dengan menggunakan fitur ini, Anda menjadi lebih mudah dalam bekerja dengan Google Document dan juga dalam hal pengiriman email lebih baik. Cara kerja Smart Compose menggunakan algoritma Google dengan menganalisa konteks pada teks untuk selanjutnya melakukan prediksi kata yang akan digunakan selanjutnya. Dengan begitu, pengguna cukup mengetuk kata yang disarankan daripada harus mengetiknya secara manual di Google Document Kirim Email Lebih Cepat Source: Mar Tech Selain dapat digunakan pada Google Document, Smart Compose dari Google Workspace ini juga bisa digunakan pada Gmail Anda. Dengan begitu, pengguna dapat melakukan penjadwalan pengiriman email. Di sisi lain, untuk menghargai pengguna lain agar tidak mengirimkan email di luar jam kerja. Salah satu keunggulannya adalah, misalnya Anda menjadwalkan pengiriman email sesuai yang telah diseting dan direkomendasikan. Contohnya pada pukul 08.00 pagi hari maupun di siang hari pada pukul 14.00. Cara menggunakan Smart Compose di email, Anda cukup tap ikon tiga titik pada sisi kanan atas Gmail yang akan dikirimkan. Lalu, pilihlah opsi “Schedule Send” dan tentukan waktunya. Bila Anda menggunakan website, dapat memilih tombol “Send’ pada “Schedule Send”. Bagaimana Cara Mengaktifkannya di Google Workspace Source: OkeZone Techno Untuk bisa menggunakan fitur Smart Compose di Google Workspace ini sebenarnya cukup mudah. Dalam hal tersebut ada beberapa langkah utama yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu. Berikut beberapa di antaranya yang wajib diketahui, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menggunakannya yakni: Bukalah file Anda yang ada pada Google Document, pastikan file tersebut sudah sesuai dengan yang akan Anda edit menggunakan fitur Smart Compose. Setelah itu, coba Anda cek bagian atas dan pada menu klik menu “Alat” dan lanjutkan dengan memilih “Preferensi”. Kemudian, tunggu hingga muncul menu selanjutnya untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan Smart Compose ini. Jika Anda menginginkannya klik “Tampilkan Saran Smart Compose”. Langkah terakhir adalah dengan klik “OK” dan Anda pun dapat menggunakan fitur ini dengan mudah. Sebagai catatan, apabila Anda telah menonaktifkan fitur Smart Compose pada Google Document, maka saran yang muncul “Smart Compose” tidak ditampilkan pada jendela pengeditan yang utama maupun pada bagian komentar. Jadi, fitur akan otomatis muncul ketika Anda mengaktifkannya saja. Cara Menerima dan Menolak Saran Source: Detik Inet Dalam menggunakan Google Document yang merupakan bagian dari Google Workspace, fitur Smart Compose akan menampilkan saran-saran dari kata yang Anda ketika. Sehingga, akan mudah melakukan pengetikan. Namun, sebagian pengguna terkadang tidak menggunakannya. Bagi Anda yang ingin menggunakan atau menerima saran pada Smart Compose, maka yang bisa dilakukan adalah: Tekan bagian tombol tap  Anda Lalu, tekanlah bagian tombol panah bagian kanan Untuk pengguna Android maupun iOS, Anda bisa menggeser ke arah kanan di bagian teks yang disarankan. Sementara, bagi Anda yang tidak ingin menggunakan atau menolak saran ini ada cara yang sangat mudah untuk mengabaikannya. Yakni dengan cara terus mengetik pada dokumen hingga saran tidak muncul lagi. Kesimpulan Source: Popular Science Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fitur Smart Compose pada  Google Workspace memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pengguna. Terutama untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting dalam menunjang pekerjaan Anda. Untuk mendapatkan layanan terbaik dari Google Workspace dan fitur-fitur di dalamnya, Anda bisa berlangganan secara premium melalui EIKON Technology.Kami memberikan produk dari Google yang terbaik bagi Anda dalam memenuhi setiap kebutuhan administrasi maupun bisnis yang lebih baik di era digital. Selamat mencoba!

Google Workspace

Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace

Hybrid Working semakin menjadi tren di kalangan pekerja saat ini. Terlebih pada saat pandemi Covid-19. Sebenarnya, tren bekerja dari mana saja yang tidak terikat tempat ini sudah ada cukup lama. Bagi yang belum terbiasa, memang perlu sedikit beradaptasi. Terutama untuk mengatur tim dalam divisi Anda. Namun, tak perlu khawatir karena kini bekerja secara hybrid work semakin mudah dengan menggunakan fitur-fitur Google Workspace. Apa saja keuntungannya bagi produktivitas Anda dan tim? Simak ulasannya berikut. Menghubungkan Karyawan Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk bekerja secara hybrid work bagi Anda dan tim di mana saja dan kapan saja. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar hybrid work lebih efektif menggunakan Google Workspace? Berikut beberapa di antaranya. Gunakan Google Meet untuk Rapat Online Anda Saat bekerja dari rumah dan tidak memungkinkan untuk menghadiri meeting secara langsung, maka meeting dengan video conference adalah pilihan yang bisa dilakukan. Salah satu fitur di Google Workspace yang bisa Anda gunakan di sini adalah Google Meet premium.  Berbeda dengan Google Meet reguler, jika Anda menggunakan premium akan ada banyak fitur yang tidak didapatkan di fitur reguler. And adapat lebih nyaman menggunakannya bersama tim. Termasuk dengan mode pendamping seperti menggunakan sistem audio video, pesan, dan lainnya. Atau dapat menggunakan Jamboard untuk presentasi lebih muda, yakni fitur papan tulis virtual untuk berkomunikasi. Hybrid Work dengan Chat Tak hanya video saja, Anda pun dapat membagi tugas dan berkomunikasi dengan tim melalui Google Chat. Menariknya lagi, Anda sebagai pengguna juga dapat mengubah chat grup yang ada menjadi ruangan untuk project yang akan dijalankan. Jadi, fitur ini juga dapat diandalkan selain untuk bertukar informasi juga bisa digunakan untuk mengelola file sebuah project, menjalankan orientasi tim, hingga mengelola tugas dan melihat target yang akan dicapai. Mengelola Jadwal Lebih Mudah dengan Calendar Terakhir, Anda dapat mengelola jadwal yang mudah dalam pengaturan project melalui Google Calendar. Misalnya, membagi jadwal jam kerja tim setiap hari maupun setiap minggu. Anda dapat melihat pula jadwal dari rekan kerja ketika Anda ingin membicarakan sesuatu yang penting tidak terjadi bentrokan jadwal. Manfaat yang Didapat Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Jika pada sebelumnya dijelaskan mengenai bagaimana cara menghubungkan karyawan pada saat hybrid work menggunakan Google Workspace, kini penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan didapat pengguna saat mengaktifkan layanan Google ini. Berikut beberapa di antara sekian dampak positif yang bisa diraskaan oleh pengguna. Pencarian yang Mudah Tampilan Google Workspace sangat fleksibel sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses fitur-fitur yang ada, mulai mengecek inbox, melakukan chat, hingga meeting dalam satu tempat. Jadi, pengguna tetap bisa melakukan banyak hal tanpa harus berpindah-pindah fitur. Mengirimkan Pesan Lebih Mudah Tak jarang pekerjaan secara hybrid terganggu. Misalnya pengiriman dokumen yang lambat dan terdapat halangan-halangan tertentu. Namun, ketika menggunakan Google Workspace, hal itu dapat teratasi. Anda dapat mengirimkan pesan apa saja di email Space secara cepat, ringkas, dan mudha. Dengan begitu semua pekerjaan dapat segera teratasi dan tercipta komunikasi yang lebih baik bagi seluruh tim. Keamanan Lebih Terjamin Tak hanya dua poin di atas saja, manfaat menggunakan fitur Google Workspace untuk hybrid work ialah keamanan lebih terjamin. Memang, saat ini banyak kita melihat jika data pribadi menjadi bagian penting yang harus dilindungi. Termasuk data penting saat bekerja. Untuk mengamankan data ini Google Wokspace memiliki beberapa tools untuk memoderasi konten, mengatur ruang, dan menciptakan tatanan dan keamanan terbaik bagi tim dan karyawan pada saat sedang melakukan hybrid work.  Kesimpulan Source: Pexels.com Bekerja dari rumah saat ini bukanlah hambatan bagi setiap orang, terlebih untuk melakukan hybrid work. Hal itu semakin mudah karena Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk semua pekerjaan Anda dan tim. Dengan berbagai macam fitur yang bisa Anda gunakan, pekerjaan pun akan mudah terselesaikan. Komunikasi pun menjadi lancar. Kini, Anda bisa berlangganan Google Workspace untuk tim dan perkembangan bisnis. Salah satunya dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Pilih dan tentukan layanan sesuai kebutuhan dan kami siap untuk melayani Anda untuk pengalaman hybrid work lebih baik.

Scroll to Top