EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud

Fitur Penelusuran BigQuery: Bantu Tentukan Elemen Unik Data dengan Mudah

BigQuery baru saja memperkenalkan kapabilitas baru yang memungkinkan Anda untuk bisa menemukan elemen data unik dalam teks tak terstruktur dan JSON yang semi-terstruktur, tanpa harus mengetahui skema tabel terlebih dulu. Pembaruan ini akan membantu Anda meningkatkan kinerja dan biaya saat harus menemukan baris data alih-alih agregasi. Misalnya, mengidentifikasi baris data yang terkait dengan pengguna untuk pelaporan GDPR (General Data Protection Regulation). Indeks penelusuran ini sepenuhnya tanpa server dan dikelola oleh BigQuery. Contoh penggunaan fungsi dan indeks penelusuran BigQuery   Kasus Contoh Penggunaan Dasbor yang perlu filter selektif Mengiris dan memotong data berdasarkan item inventaris yang berbeda Identifikasi subset data yang ditargetkan dalam set data besar Buat kohort pasien dengan mutasi gen yang tepat Proses regulasi yang memerlukan pencarian elemen data spesifik Temukan dan hapus catatan pengguna untuk GDPR Pemecahan masalah pengembang Identifikasi entri log aplikasi yang terkait dengan kode kesalahan tertentu Audit keamanan Tinjau semua aktivitas jaringan dari alamat IP tertentu Bagaimana indeks penelusuran BigQuery bekerja Indeks penelusuran adalah indeks terbalik yang berada di samping data BigQuery utama Anda. Fungsinya adalah untuk mempercepat pencarian titik dengan memberikan insight mengenai lokasi elemen data tertentu di penyimpanan dasar tabel. Berikut adalah beberapa kemudahan yang ditawarkan fitur penelusuran BigQuery: Pencarian skala besar Indeks penelusuran BigQuery menawarkan skala petabyte untuk menyimpan semua log real-time dan historis. Sehingga sesuai untuk analitik keamanan, ancaman sistem yang tidak spesifik dan lokal, beberapa cloud, dan Kubernetes. Misalnya, jika seorang peretas masuk ke GCP, mereka kemungkinan juga akan masuk ke komponen lain dan Anda ingin melacaknya di satu lokasi. Dengan BigQuery, Anda memiliki skalabilitas tanpa batas dan performa kueri yang sangat cepat. Pengguna bahkan dapat mencari di beberapa kolom sekaligus dan tidak perlu khawatir tentang di mana elemen yang mereka cari disimpan. Baca juga: Alasan Mengapa BigQuery Connector For SAP Dapat Memperkuat Strategi Analitis Data Tidak ada harga tambahan Photo Credit: Freepik BigQuery memberikan solusi yang hemat biaya. Anda hanya perlu membayar untuk penyimpanan indeks yang diperlukan, sedangkan biaya pemeliharaan gratis. Ketika digunakan secara efektif, kueri memindai lebih sedikit data yang menghasilkan penghematan biaya. Katakanlah Anda harus menghapus semua data untuk pengguna bernama ‘Ade’ yang muncul hanya dalam 10 catatan petabyte data Anda untuk GDPR. Secara historis, Anda perlu memindai semua tabel tersebut dan membayar pemrosesannya (yang ukurannya bisa beberapa terabyte). Namun dengan indeks BigQuery, hanya perlu memerhatikan sub-kumpulan baris data yang disentuh sehingga mengurangi biaya secara signifikan. Integrasi JSON Log keamanan memiliki skema variabel, jenis, dan berasal dari berbagai sumber yang membuat data tidak dapat diprediksi. Kini Anda dapat memiliki fleksibilitas untuk menyimpan data sebagai JSON yang dilengkapi kemudahan penggunaan SQL untuk kueri. Ini menghilangkan kebutuhan akan pipeline kompleks untuk mempertahankan penghematan biaya dan resources data. Menggunakan penelusuran untuk meningkatkan analisis log di BigQuery Photo Credit: luis_molinero (Freepik) Kemampuan penelusuran ini adalah salah satu dari banyak cara pelanggan untuk meningkatkan analisis log mereka di BigQuery. Dengan adanya proliferasi layanan digital, aplikasi SaaS, dan perangkat IoT, banyak pengguna yang kesulitan untuk menganalisis petabyte log yang mereka kumpulkan. Ini membuat pengidentifikasian ancaman keamanan dari log menjadi rumit dan mahal. Fitur penelusuran ini adalah salah satu fitur yang menjadikan BigQuery sebagai solusi ideal untuk analisis log dan analisis keamanan terpusat. Pelanggan telah menemukan bahwa menggunakan BigQuery sebagai platform analisis terpusat dapat membantu menjawab berbagai skenario pemecahan masalah. Baru-baru ini, Google Cloud telah merilis Community Security Analytics (CSA), yang merupakan kumpulan kueri dan aturan open source untuk membantu Anda mendeteksi ancaman umum berbasis cloud dengan memanfaatkan BigQuery. Baca juga: Mengenal BigQuery Write API dalam Google Cloud Untuk pelanggan yang ingin memulai analisis log mereka menggunakan BigQuery, fitur penelusuran Log Analytics ini adalah fitur Cloud Logging yang belum diluncurkan secara resmi dan sekarang masih dalam masa preview (Anda bisa mengajukan pendaftaran di sini) Antarmuka baru ini menghadirkan kecanggihan BigQuery dan SQL ke log Anda. Dengan antarmuka pengguna yang dioptimalkan untuk analisis log, Log Analytics menyediakan cara yang mulus untuk menggabungkan dan menganalisis log Anda di Cloud Logging. Kemudahan dari BigQuery ini akan semakin seamless jika Anda bekerja dengan ekosistem Google Cloud. Bagi Anda yang belum berlangganan, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi Google Cloud. Di samping produk yang terjamin keasliannya, kami juga menyediakan pendampingan mulai dari persiapan, pemasangan, hingga penerapan. Mulai pilih paket langganan Google Cloud Anda di sini!

Google Cloud

Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database, Apa Kelebihannya?

 Tahun 2021 lalu, Google Cloud meluncurkan Cloud SQL Insights, sebuah tool untuk membantu developer memahami dan menyelesaikan masalah performa database di Cloud SQL for PostgreSQL. Insights dirancang dengan standar terbuka, visualisasi intuitif, dan arsitektur modern. Sejak saat itu, Insights telah menjadi salah satu kapabilitas baru yang paling cepat diadopsi di Cloud SQL. Maka tidak mengherankan jika pelanggan kemudian meminta fungsionalitas yang sama untuk MySQL. Pada awal bulan April 2022 lalu, Google Cloud memperkenalkan versi preview dukungan Cloud SQL for PostgreSQL. Seperti apa? Mengenal Cloud SQL Insights for MySQL Insights merupakan sebuah fitur Cloud SQL di Google Cloud untuk membantu para developer mendiagnosis dan menemukan resolusi atas masalah performa database MySQL. Fitur ini juga memungkinkan iterasi yang lebih cepat pada pengembangan aplikasi dan membebaskan DBA (database administrator) untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis seperti pemodelan data, pengoptimalan kueri, dan analisis data. Observabilitas database yang terpusat pada aplikasi Alat pemantauan konvensional memberi tampilan kinerja yang terpusat pada kueri. Tanpa disadari, hal tersebut memutuskan hubungan antara kinerja dengan kode aplikasi, terutama pada arsitektur modern. Insights menawarkan pemantauan database melalui lensa aplikasi. Anda dapat menggunakan tag untuk mengaitkan kueri dengan fungsi bisnis tertentu, seperti pembayaran, inventaris, analisis bisnis, dan pengiriman. Misalnya, Anda dapat dengan cepat mengevaluasi beban database yang disumbangkan oleh alur pengguna tertentu. Berikut adalah tampilan beban basis data yang diurutkan berdasarkan tag: Photo Credit: Google Cloud Blog Pengalaman self-service untuk diagnostik kueri Pemecahan masalah kinerja database membawa beberapa tantangan penting. Misalnya, menentukan kueri mana yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi kode aplikasi tertentu yang menyebabkan masalah. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Saat ini, Anda mungkin harus mengandalkan beberapa alat untuk menghubungkan data dengan tugas. Belum lagi, hal ini jelas membutuhkan keahlian dan waktu. Di cloud, tantangan semakin meningkat karena tim pengembangan sering menggunakan beberapa mesin database untuk kasus penggunaan yang berbeda. Insights for MySQL memungkinkan Anda beralih dari deteksi ke diagnosis dengan mulus, hanya dengan satu antarmuka. Mirip dengan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, Anda juga dapat mengidentifikasi masalah performa kueri lebih awal dengan dasbor bawaan. Berikut contohnya: Photo Credit: Google Cloud Blog Jejak aplikasi ujung ke ujung ini membantu menentukan sumber kueri bermasalah sesuai konteks, termasuk menurut model, tampilan, pengontrol, rute, pengguna, dan host. Berikut tampilannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Photo Credit: Google Cloud Blog Observabilitas database dengan alat favorit Anda dan standar terbuka Agar DevOps bekerja secara efektif, database harus disertakan dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Dengan begitu, para pemangku kepentingan seperti pengembang, SRE, insinyur platform, dan DBA dapat berkolaborasi dalam memecahkan masalah kinerja database. Hal ini tentu memerlukan akses ke telemetri database di berbagai alat pemantauan perusahaan. Misal, pengembang perlu akses ke pelacakan basis data di alat APM favorit mereka, tapi di waktu bersamaan, SRE ingin mengakses sinyal database penting di dasbor operasional mereka. Insights membantu meningkatkan observabilitas database dalam alat yang ada, sehingga pengembang dan tim operasi dapat mengatasi masalah lebih awal dan menghemat waktu dalam pemecahan masalah. Insights juga telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring, memungkinkan Anda dengan cepat membuat dasbor dan peringatan khusus pada metrik atau tag kueri dan menerima pemberitahuan melalui email, SMS, Slack, PagerDuty, dan banyak lagi. Cloud Monitoring juga memungkinkan Anda membuat dasbor yang disesuaikan. Baca juga: Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud dengan Dataplex Dalam menyelesaikan masalah terkait kinerja database, observabilitas sangatlah penting. Pemahaman yang baik terhadap kinerja database akan membantu Anda untuk lebih mudah menemukan penyebab masalah, yang artinya masalah pun lebih cepat selesai. Dukungan Cloud SQL Insights for MySQL yang baru saja diperkenalkan oleh Google Cloud memberikan Anda kemudahan tersebut. Apabila saat ini Anda masih belum menemukan solusi yang efisien terhadap permasalahan kinerja database, Google Cloud dengan Cloud SQL bisa dijadikan pilihan. Dapatkan solusi Google Cloud resmi berlisensi dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk mulai berkonsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan hubungi tim EIKON Technology di sini!   

Google Cloud

Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan

Database operasional menyokong jalannya aplikasi yang paling penting. Memilih database operasional yang tepat bisa memberi pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh IDC memperkirakan bahwa perusahaan akan memperoleh lebih dari 25% pendapatan dari produk, layanan, dan pengalaman digital di tahun 2026, tapi hanya berlaku jika mereka menerapkan inovasi digital dengan tepat. Database Google Cloud telah terbukti mampu memberikan kecepatan, skala, keamanan, dan keandalan tinggi. Andi Gutmans, GM dan VP of Engineering for Databases Google Cloud membagikan gambaran tentang pengembangan Google Cloud dalam menghadapi transformasi database di masa mendatang. Enam titik pengembangan utama Google Cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Keandalan dan ketersediaan Model bisnis yang selalu aktif seperti sekarang membutuhkan aplikasi yang andal, terus tersedia, dan dapat diskalakan dengan lancar guna memastikan seluruh pengguna mendapat pengalaman positif. Cloud-native database milik Google, Cloud Spanner, Cloud Bigtable, dan Firestore menawarkan service-level agreement (SLA) hingga 99,999%. Ketiganya juga menawarkan sharding otomatis, replikasi global zero-touch, dan pemeliharaan tanpa downtime. Keamanan dan tata kelola Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan meningkatnya pertumbuhan dan kompleksitas data serta serangan siber, keamanan dan tata kelola menjadi sangat penting, Itulah sebabnya Google Cloud menyediakan alat dan teknologi canggih untuk melindungi dan mengatur data Anda. Semua data dalam Google Cloud dienkripsi secara otomatis saat transit dan saat istirahat. Database Google juga menawarkan otentikasi dan otorisasi standar dengan Identity and Access Management (IAM). Baca juga: Alasan Mengapa BigQuery Connector For SAP Dapat Memperkuat Strategi Analitis Data Anda Integrasi dengan ekosistem Google Cloud Baik perusahaan besar maupun kecil pasti pernah menghadapi silo data yang menghambat operasi bisnis dan membatasi kemampuan untuk mengambil keputusan. Google Cloud menyediakan ekosistem layanan cloud unggul yang terintegrasi dan terpadu. Di dalamnya termasuk BigQuery, Google Kubernetes Engine, dan Cloud Functions yang memastikan pengguna dapat memecah silo operasional, membangun saluran data, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Google baru saja meluncurkan Datastream untuk mereplikasi dan menyinkronkan data di seluruh database serta aplikasi yang heterogen dan mendukung analitik real-time, replikasi database, juga arsitektur event-driven. Tata kelola keuangan dan biaya Gutmans menyebutkan bahwa seharusnya tidak diperlukan model perkiraan yang rumit untuk bisa mengetahui harga terbaik untuk layanan cloud. Pengguna juga semestinya tidak perlu berhadapan dengan risiko keuangan yang merugikan. Dengan alasan itulah kemudian Google meluncurkan Bigtable Autoscaling yang dapat membantu pengguna menambah atau menghapus kapasitas cloud secara otomatis sebagai respons terhadap perubahan tuntutan beban kerja. Dengan begitu, pengguna hanya perlu membayar untuk kapasitas yang dibutuhkan. Observability Photo Credit: kroshka__nastya (Freepik) Pengembang merupakan tulang punggung modernisasi aplikasi dan mereka harus bergerak cepat untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif. Google telah berinvestasi dalam fitur observabilitas database seperti Cloud SQL Insights dan Key Visualizer untuk membantu pengembang mengatasi masalah pada performa database, semuanya tanpa biaya tambahan. Tahun lalu, Google meluncurkan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, sebuah tool sederhana dan terbuka yang membantu pengembang memahami dan mengoptimalkan performa Cloud SQL dengan cepat. Migrasi Gutmans menambahkan bahwa Google juga berfokus pada penyederhanaan proses migrasi ke cloud karena hingga saat ini migrasi tanpa tool yang tepat sangatlah rumit. Database Migration Service (DMS) adalah layanan yang mudah digunakan untuk membuat migrasi ke Cloud SQL lebih cepat, lebih dapat diprediksi, dan lebih andal. Lebih dari 85% proses migrasi yang menggunakan DMS berlangsung dalam waktu kurang dari satu jam. DMS saat ini mendukung database MySQL dan PostgreSQL, dengan dukungan untuk migrasi SQL Server yang akan segera hadir. Photo Credit: Rawpixel Pada kesempatan yang sama, Gutmans juga memperkenalkan Database Migration Program. Program ini dirancang untuk membuat pengalaman migrasi Anda menjadi cepat, mudah, dan hemat biaya. DMP juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan penilaian, tools, dan resources dari jaringan mitra teknologi database Google. Baca juga: Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google Untuk menikmati berbagai kemudahan dari inovasi transformasi database Google Cloud, Anda bisa mulai menerapkan Cloud sebagai dukungan teknologi. EIKON Technology siap membantu proses migrasi Anda dengan Google Cloud secara komprehensif, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!  

Google Cloud

Ada yang Baru di Google Cloud EKM, Apa Saja?

Google Cloud External Key Manager atau lebih dikenal Cloud EKM merupakan suatu layanan untuk melindungi data cloud dengan suatu kunci enkripsi yang disimpan dan dikelola dalam sistem manajemen kunci enkripsi pihak ketiga di luar infrastruktur Google Cloud. Dengan begitu, Anda dapat memisahkan antara kunci enkripsi dan data yang tersimpan dalam cloud. Sebagai sebuah layanan yang tergolong baru di dalam ekosistem Google, Cloud EKM terus melakukan pembaruan. Di bulan April 2022, Cloud EKM bahkan melakukan update besar-besaran dengan menawarkan beragam kapabilitas baru. Seperti apa? Beragam manfaat baru Photo Credit: Google Cloud EKM Mulai awal April 2022, Google Cloud EKM memperkenalkan beragam fitur dan layanan baru di antaranya: Cloud EKM atas VPC Sebagai pengguna manajer kunci enkripsi, Anda tentu menginginkan yang terbaik. Hingga muncul keinginan untuk menggabungkan semua manajer kunci yang ada dan menghubungkannya ke cloud. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Google Cloud EKM memperkenalkan dukungan untuk jaringan VPC atau Virtual Private Cloud. Dukungan ini memungkinkan Cloud EKM untuk terhubung melalui jaringan pribadi yang aman dan memberikan kontrol yang lebih ketat atas akses jaringan ke manajer kunci eksternal. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Dukungan kunci asimetris Selain tombol enkripsi simetris, Cloud EKM kini juga mampu mengenali enkripsi RSA dan juga kunci asimetris kurva eliptik yang dibuat lewat manajer kunci eksternal. Dengan adanya kapabilitas baru ini, Anda dapat menandatangani persetujuan yang diberikan melalui Access Approval. Kunci asimetris dapat menambahkan lapisan keamanan tambahan saat memberikan akses administratif ke data pelanggan. Anda juga dapat menggunakan tombol asimetris eksternal untuk menandatangani data seperti layaknya kunci asli cloud. Kebijakan perlindungan keamanan baru Photo Credit: yanalya (Freepik) Google Cloud juga mengumumkan peluncuran kebijakan perlindungan baru yang tersedia untuk Cloud KMS. Dengan adanya kebijakan baru ini maka Anda bisa mendapatkan kontrol yang detail terhadap jenis kunci yang digunakan. Kebijakan ini akan membantu pengguna untuk dapat menentukan bahwa hanya jenis kunci KMS yang dapat dibuat (misalnya kunci EXTERNAL atau EXTERNAL_VPC). Fungsi ini akan memudahkan pengguna dalam memenuhi persyaratan spesifik untuk pemisahan atau penggabungan data, memastikan kunci yang dikelola secara eksternal digunakan dengan beban kerja tertentu. Penyimpanan data sensitif Bagi Anda yang memanfaatkan layanan Google Cloud untuk menyimpan data sensitif, kini Cloud EKM juga telah menambahkan dukungan keamanan tambahan. Update baru ini memungkinkan pelanggan untuk bisa memanfaatkan penyimpanan skala besar Google sambil tetap berpegang pada aturan lokal dan menyimpan kunci enkripsi mereka di manajer kunci pribadi. Mulai kelola enkripsi dengan Cloud EKM Photo Credit: Rawpixel Berhati-hati terhadap segala hal yang berkaitan dengan kunci enkripsi sangat penting untuk mengamankan data sensitif Anda yang tersimpan di Google Cloud. Untuk alasan itulah Google terus-menerus melakukan pengembangan produk enkripsi mereka, serta tentunya untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Untuk membantu Anda dalam mengoperasikan Cloud EKM, Google telah menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Anda juga bisa langsung mencoba dan mempelajarinya secara mandiri melalui konsol Google Cloud Platform. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Ada banyak sekali cara untuk meningkatkan keamanan Anda selama menggunakan penyimpanan berbasis cloud salah satunya adalah dengan menggunakan kunci enkripsi. Kini Google Cloud EKM telah menambahkan beberapa kemampuan yang memungkinkan Anda untuk bisa mendapatkan lapisan keamanan tambahan dalam mengelola kunci enkripsi. Cloud EKM hanyalah salah satu lapisan keamanan yang ada di ruang penyimpanan cloud. Masih ada banyak sekali fitur, aplikasi, dan kapabilitas untuk bantu Anda menyimpan data dengan aman dalam jaringan komputasi awan. Google telah membuatnya mudah untuk Anda dengan menghadirkan Google Cloud yang tidak hanya aman tapi juga dapat dijalankan dalam skala besar. Photo Credit: yanalya (Freepik) Migrasikan data penting Anda ke dalam jaringan cloud dengan Google Cloud. EIKON Technology siap membantu menyiapkan produk asli dengan lisensi resmi Google. Kami juga akan mendampingi Anda selama proses perencanaan, pelaksanaan, dan penerapan. Untuk terhubung langusng dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Otomatisasi Log Uploads dengan Google Cloud Transfer

gcloud transfer command-line merupakan sebuah tool yang berfungsi untuk mengakses layanan cloud Google, baik menggunakan scripts atau dari command line. Tool ini juga dapat digunakan untuk menjalankan otomatisasi lainnya. Dengan tool ini Anda dapat menulis script untuk menjalankan instance sesuai dengan kebutuhan. Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara menggunakan gcloud transfer command-line untuk common task, yaitu untuk mengunggah log ke cloud. Mari simak langkah-langkahnya berikut ini: Persiapan Untuk menjalankan gcloud transfer command-line, Anda memerlukan perangkat yang menjalankan sistem operasi Linux dengan setidaknya 8 GB RAM untuk melanjutkan. Namun jika Anda tidak memilikinya, bisa beralih ke Compute Engine virtual machine. Alat ini cocok untuk transfer data dalam jumlah besar (bahkan hingga petabytes). Langkah pertama, buatlah beberapa log untuk diunggah. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan script berikut:   $ mkdir my-logs $ cd my-logs $ echo “i am a petabyte” > logs.txt Di gcloud CLI. Jika Anda belum melakukannya, silakan unduh gcloud CLI. Anda akan diminta untuk masuk ke akun Google selama proses penginstalan. Bagaimana dengan biaya untuk menyelesaikan tutorial ini dalam proyek Google Cloud? Biaya pekerjaan transfer adalah US$0,0125 per GB. Tabel harga lengkap bisa dilihat di sini. Selanjutnya, Anda memerlukan bucket Google Cloud Storage untuk mengunggah. Untuk membuat bucket, silakan jalankan perintah berikut:   $ gsutil mb [globally unique bucket ID] Menggunakan transfer gcloud Selanjutnya, beri izin yang diperlukan untuk menggunakan semua fitur transfer gcloud:   $ gcloud transfer authorize Menambahkan transfer dari satu bucket cloud ke bucket lainnya dengan gcloud sangatlah mudah. Menyiapkan sistem file lokal Anda untuk menangani pekerjaan transfer memerlukan sedikit lebih banyak pekerjaan. Sebagai tambahan, Anda perlu mengunduh “agent”. Pada dasarnya, agent merupakan sebuah docker yang menjalankan program yang didedikasikan untuk menyalin file. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Sebelum memasang agent apa pun, Anda memerlukan agent pool. Saat tugas transfer menugaskan pekerjaan ke pool, agent mana pun di dalam pool kemungkinan besar akan menyalin file. Gunakan agent pool untuk memastikan hanya agent dengan akses menuju file yang Anda inginkan untuk menjalankan tugas transfer.   $ gcloud transfer agent-pools create [pool ID] Untuk memasang sebuah agent pada sistem Anda jalankan:   $ gcloud transfer agents install –pool=[pool ID] Kini Anda bisa mengunggah fake logs. Storage Transfer Service bekerja paling baik dengan absolute paths, jadi gunakan perintah “pwd” untuk mendapatkan jalur menuju folder Anda saat ini. Pastikan Anda sudah berada di dalam folder “my-logs”. Untuk mengunggah dari sistem file POSIX, Anda memerlukan sebuah skema “posix://” (pada Linux dan Mac).   $ gcloud transfer jobs create posix://$(pwd) gs://[bucket ID] –source-agent-pool=[pool ID] Perintah di atas akan mengembalikan metadata pekerjaan transfer baru Anda. Untuk memantau transfer, jalankan perintah di bawah ini dengan nilai untuk kunci “nama” yang dikembalikan:  $ gcloud transfer jobs monitor [transfer job ID] $ gsutil ls gs://[bucket ID] Otomatisasi Katakanlah Anda ingin mengunggah log setiap tengah malam sepanjang tahun 2022 dan 2023. Anda pasti membutuhkan kapabilitas untuk menjadwalkan transfer data reguler dalam jumlah besar. gcloud adalah tool yang tepat untuk itu, terlebih jika dibandingkan dengan tool Google lain seperti gsutil. Untuk melakukan hal tersebut, Anda hanya perlu memperbarui pengaturan jadwal pekerjaan dengan menambahkan perintah:   $ gcloud transfer jobs update [transfer job ID] –schedule-repeats-every=24h  \    –schedule-starts=2022-01-01  \    –schedule-repeats-until=2023-01-01 Jika terdapat virtual machine lainnya, Anda dapat memasang agent pada mesin tersebut di pool yang sama seperti sebelumnya. Dengan catatan, tiap mesin tidak memiliki pengaturan khusus. Namun apabila Anda ingin tiap mesin mengunggah log ke tujuan cloud yang berbeda, gcloud transfer command-line telah menyediakan script untuk dijalankan sekali di setiap perangkat. Pastikan agent pool dan argumen tujuan berbeda untuk tiap perangkat. Cara lainnya, dengan menggunakan satu mesin untuk mengunggah ke lokasi yang sama, Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Seperti yang telah disebutkan, gcloud transfer command-line merupakan suatu tool yang ada dalam ekosistem Google Cloud. Maka dari itu, operasionalnya akan lebih mudah jika Anda menggunakan layanan komputasi Google Cloud. Belum memiliki Google Cloud untuk perusahaan Anda? Tak perlu khawatir, kini Anda bisa mendapatkan personalized Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Cloud

Memahami Peran Visibilitas dalam Resiliensi Keamanan Siber Layanan Kesehatan

Keamanan siber belakangan ini menjadi salah satu perhatian utama banyak pihak, termasuk pemerintah. Bahkan sektor-sektor yang sebelumnya tidak terlalu mempermasalahkan keamanan siber, kini mulai bergerak untuk mencari solusi terbaik. Salah satunya sektor healthcare atau perawatan kesehatan. Para pihak yang terlibat mulai sadar bahwa institusi yang membentuk jaringan perawatan kesehatan global memberikan kepercayaan mereka pada langkah-langkah dan teknologi keamanan siber guna memastikan sistem tetap bekerja sekaligus menangkis gelombang serangan yang terus-menerus datang. Mengapa beberapa institusi berhasil sementara yang lain tidak? Saat ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada beberapa penyebab. Salah satunya adalah visibilitas. Institusi yang memiliki tingkat keamanan siber tinggi umumnya memiliki mekanisme visibilitas yang baik. Mari pelajari bagaimana visibilitas dapat memengaruhi keamanan siber sektor kesehatan. Mekanisme visibilitas dalam perawatan kesehatan Jika diibaratkan, ketiadaan visibilitas bagaikan seorang pasien yang mengonsumsi 10 jenis obat berbeda, namun dokter hanya mengetahui 5 di antaranya. Inilah gambaran hubungan antara institusi kesehatan saat ini dengan teknologi yang mereka gunakan. Kebanyakan tidak memahami teknologi apa yang sedang digunakan. Visibilitas memetakan aset teknologi tersebut (termasuk software, hardware, konfigurasi, siapa yang membuatnya, dan dari mana komponen berasal) dan kemudian membantu memprioritaskan aset tersebut dalam menjaga keamanan sistem dan jaringan, tidak peduli seberapa kompleks layanan kesehatan tersebut. Baca juga: Meningkatkan Efektivitas Keamanan Google Cloud Platform dengan Mute Findings Membangun visibilitas yang efektif untuk keamanan siber Membangun visibilitas ke dalam aset teknologi memerlukan pendekatan terstruktur. Menggunakan panduan seperti NIST Cybersecurity Framework (CSF) memberikan model mental penting yang dapat digunakan untuk mendapat gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan profil risiko keamanan siber organisasi. Visibilitas lebih dari sekadar melihat semua aset yang dimiliki, tapi juga tentang memahami aset mana yang penting dan harus dilindungi dengan cara apa pun. Tanpa keseimbangan yang tepat, Anda memang melindungi segalanya, namun tidak melindungi apa yang penting. Di sinilah kesadaran struktural masuk. Photo Credit: Google Cloud Blog Kesadaran struktural ditetapkan sebagai salah satu penerapan kontrol yang ditangkap dalam fungsi NIST CSF, Identify dan Protect. Kontrol ini berfokus pada mengidentifikasi aset, tagihan materi, pembuatnya, ketergantungannya pada aset lain, perlindungan dan kerentanan yang mereka miliki, serta ancaman yang mereka hadapi. Sementara visibilitas membantu membuat peta aset teknologi yang akurat, kesadaran struktural dibangun di atas visibilitas itu dan menjawab pertanyaan seperti, “Apa cara aktor ancaman dapat membahayakan aset itu? Apa yang bisa hilang? Bagaimana kemungkinan besar itu akan terjadi?”. Strategi inventarisasi Google Cloud Membangun pemetaan teknologi layanan bukanlah perkara mudah. Organisasi harus meluangkan waktu untuk mengotomatiskan pembuatan dan pemeliharaan inventaris, sehingga mereka dapat mempertahankan tampilan terbaru dari semua item pada waktu tertentu. Terutama pada organisasi dengan lingkungan yang sangat dinamis. Google Cloud memberikan praktik terbaik dalam menemukan dan membuat katalog aset melalui Cloud Architecture Center. Google Cloud Asset Inventory dan Security Command Center dapat digunakan untuk inventarisasi berbagai sumber daya yang berjalan di Google Cloud. Cloud Build, platform CI/CD Google Cloud, mengimplementasikan SLSA 1 dan memberikan audit tepercaya untuk artefak software yang diterapkan melalui pipeline terkelola. Cloud DLP melakukan inventarisasi dan melabeli data yang kemudian disimpan di Google Cloud Storage dan layanan seperti BigQuery. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Penting untuk diingat bahwa saat memulai jalur ini, tujuannya bukanlah untuk mendapat visibilitas 100% ke setiap komponen pada setiap perangkat yang terhubung ke setiap jaringan. Keberhasilan atau kegagalan tidak tercapai ketika proses inventarisasi telah mencapai ‘persentase selesai’ yang ditentukan secara sewenang-wenang. Di sini yang diutamakan adalah perluasan visibilitas dan pengembangan kesadaran struktural pada aset yang berisiko, sehingga resiliensinya dapat ditingkatkan. Untuk mencapai resiliensi, Anda harus merancang dan membangun keamanan siber yang menghadirkan keselamatan, integritas, dan ketersediaan teknologi untuk merawat pasien secara langsung. Visibilitas kepada teknologi yang Anda andalkan, berarti memahami mana yang bisa dipercayai dan mana yang tidak. Meningkatkan visibilitas adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan menuju resiliensi. Baca juga: Kelola Administrasi BigQuery Lebih Mudah dengan Fitur Resource Charts Dari sini bisa disimpulkan bahwa Google Cloud menawarkan solusi yang komprehensif untuk membantu Anda mencapai visibilitas ideal. Dengan begitu, resiliensi keamanan siber dalam teknologi perawatan kesehatan pun akan tercapai. Dapatkan segera Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi perawatan kesehatan Anda, hanya melalui EIKON Technology. EIKON Technology merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produk-produk mereka. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini

Google Cloud

Pemanfaatan Teknologi untuk Ciptakan Pasar Finansial yang Lebih Aman dan Efisien

Pemanfaatan teknologi telah terbukti mampu mendukung berbagai sektor kehidupan. Salah satunya, pasar finansial. Data dari Google Cloud bahkan menyebutkan bahwa pasar keuangan termasuk di antara beberapa sektor yang pertama mengadopsi teknologi. Tingkat adopsi paling tinggi ada pada pasar derivatif (pasar investasi untuk jual-beli jenis sekuritas atau instrumen keuangan tertentu). Ke depannya diharapkan teknologi baru bisa membuka jalan untuk kecepatan transfer serta transparansi dana yang lebih baik lagi. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cloud dapat membantu meningkatkan ketahanan, kinerja, serta keamanan yang memungkinkan visi jangka panjang untuk pasar finansial. Seperti apa? Mari simak ulasannya berikut. Pemanfaatan teknologi cloud saat ini Saat ini, pemanfaatan teknologi cloud sudah mulai meluas. Paling baru, pasar finansial mulai mengadopsi teknologi ML atau machine learning, bahkan dalam skala yang lebih luas lagi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi cloud memungkinkan eksperimen kondisi pasar yang jauh lebih mudah, cepat, dan aman, terlebih jika didukung oleh dataset besar dan ML. Dalam sebuah studi yang dilakukan Coalition Greenwich (disponsori Google), terlihat bahwa lebih dari 93% sistem perdagangan, pertukaran, dan penyediaan data dalam beberapa hal menyediakan layanan mereka di cloud. Sekitar 72% industri keuangan, berniat untuk menggunakan data pasar berbasis data cloud public dalam 12 bulan ke depan. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud Untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Peran machine learning dalam pasar finansial Photo Credit: our-team (Freepik) Andrew Moore, Head of AI and Industry Solutions Google Cloud, menyebutkan bahwa ML akan melakukan 3 hal penting yang memengaruhi pasar finansial: memberi makna, menyediakan layanan pemeliharaan, sekaligus menjadi pelindung. Dengan lebih banyak data dari sebelumnya, ML dapat meningkatkan kemampuan untuk memprosesnya sekaligus menjadi lebih mudah diakses di cloud. Teknologi semacam ini akan sangat membantu dalam aktivitas perdagangan dan mencegah terjadinya pencucian uang, serta mengelola berbagai risiko (guna mendukung kepentingan investor dan regulator). Membangun fondasi pasar finansial untuk masa depan dengan pemanfaatan teknologi Sasaran ketahanan operasional, keamanan, dan privasi akan terus menjadi poin penting dalam membangun fondasi pasar finansial, baik untuk para pelaku maupun regulatornya. Sementara teknologi menjanjikan keuntungan yang nyata, penting bagi para pihak yang terlibat untuk meneliti potensi risiko dan kekhawatiran. Photo Credit: Freepik Untuk saat ini, prioritas pertama penyedia teknologi adalah membangun lingkungan keamanan zero-trust. Termasuk di dalamnya enkripsi saat bergerak dan enkripsi saat diam. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pasar beroperasi aktif tanpa harus mengorbankan kepercayaan pada setiap pertukaran yang berjalan di atas infrastruktur. Arsitektur dan pendekatan multicloud kemungkinan juga menjadi bagian dari solusi untuk ketahanan operasional. Sepanjang waktu, likuiditas telah menjadi hasil dari peningkatan akses, transparansi, dan keamanan. Penyedia teknologi merespons dengan menerima tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan pasar finansial yang lebih cepat, efisien, transparan, dan tentunya aman. Baca juga: Memanfaatkan Fitur Baru Google Chronicle Sebagai Dukungan Operasi Keamanan Sektor keuangan merupakan sektor yang sensitif jika menyangkut keamanan. Untuk bisa mencapai tingkat keamanan yang sempurna, seluruh pihak yang terlibat dalam sektor keuangan, termasuk para regulator, juga harus terbuka pada tiap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Termasuk pemanfaatan teknologi baru seperti cloud dan juga machine learning. Apakah Anda juga bergerak di bidang keuangan? Ingin meningkatkan keamanan data sekaligus memperbaiki efisiensi kerja? Google Cloud punya solusinya. Komputasi awan dari Google ini menyediakan berbagai fitur serta layanan yang bukan hanya aman, tapi juga transparan dan efisien. Dapatkan Google Cloud berlisensi resmi hanya di EIKON Technology. Di EIKON Technology, Anda tak hanya bisa mendapatkan Google Cloud resmi, namun juga melakukan personalisasi sesuai kebutuhan usaha Anda. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memanfaatkan Fitur Baru Google Chronicle sebagai Dukungan Operasi Keamanan

Akhir-akhir ini, ancaman keamanan siber meningkat pesat. Tanpa disadari, prosedur yang harus dilalui untuk mencapai keamanan ketat pun semakin panjang. Anda harus memiliki akses menuju konteks yang relevan sambil harus tetap merespons ancaman berbahaya. Padahal, tumpukan data di divisi TI terus bertambah, lebih-lebih jika perusahaan menerapkan penyimpanan berbasis cloud, on-premise atau kombinasi keduanya. Belum lagi jika Anda tidak familier dengan suatu ancaman yang muncul. Akan sangat sulit menentukan prioritas mana ancaman kritis yang harus ditangani lebih dulu. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Chronicle meluncurkan kapabilitas context-aware detection (deteksi kontekstual). Bagaimana cara kerjanya? Mengapa konteks penting dalam keamanan siber Google Chronicle merupakan sebuah layanan cloud yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan dalam menyimpan, menganalisis, dan mendapatkan keamanan telemetri jaringan mereka. Layanan ini menormalkan, mengindeks, mengkorelasikan, dan menganalisis data untuk memberikan informasi serta konteks pada aktivitas berisiko. Kapabilitas context-aware detection menitikberatkan penanganan ancaman keamanan siber pada konteks. Mengapa demikian? Katakanlah divisi TI Anda menerima peringatan deteksi untuk makro Excel yang mencurigakan. Umumnya respons yang diberikan adalah: melakukan pencarian host; melihat pengguna mana yang memiliki host tersebut; melakukan pencarian LDAP untuk mengidentifikasi divisi dan tugas mereka; mengidentifikasi bahwa pengguna adalah divisi akuntansi perusahaan; dan mengidentifikasi kecenderungan memakai makro dalam spreadsheet keuangan. Langkah-langkah tersebut memungkinkan analis untuk mengurangi risiko secara kontekstual. Namun, jika perilaku yang sama diamati dari mesin CEO dengan pengguna yang tidak dikenal masuk, jelas memerlukan eskalasi peringatan segera. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan deteksi kontekstual Google Chronicle, semua informasi pendukung dari sumber resmi termasuk telemetri, konteks, hubungan, dan kerentanan tersedia langsung sebagai peristiwa deteksi “tunggal”. Fungsi yang ditawarkan Photo Credit: Google Cloud Blog Adanya kapabilitas baru ini memungkinkan pelanggan Google Chronicle untuk dapat: Prioritaskan ancaman dengan penilaian risiko: membuat konteks yang relevan pada penilaian risiko berbasis heuristik. Tanggapi peringatan lebih cepat: mengurangi waktu yang dihabiskan untuk triase, penggabungan informasi dari sistem keamanan TI yang berbeda secara manual, dan hasil pemindaian kerentanan. Tingkatkan akurasi peringatan: memungkinkan analis untuk menyaring seluruh kelompok ancaman yang mungkin akan muncul di masa mendatang. Baca juga: Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO Cara kerja deteksi kontekstual Google Chronicle Setelah fitur diaktifkan, pelanggan akan melihat kolom skor risiko baru terisi. Ini akan membantu menyusun prioritas eskalasi. Selain skor risiko, Chronicle juga melakukan kontekstualisasi hasil dengan pengayaan tambahan di sekitar entitas yang terkandung dalam peristiwa untuk menjawab terlebih dahulu mengapa temuan berisiko lebih tinggi memerlukan prioritas. Photo Credit: Google Cloud Blog Dari sana, pelanggan dapat beralih ke Asset View untuk memeriksa host yang terpengaruh dan memeriksa aset prioritas yang diidentifikasi dalam hasil aturan mereka. Atasi kesenjangan paradigma Photo Credit:  Google Cloud Blog Peluncuran ini memperbaiki kesenjangan paradigma dalam analitik terdahulu dan produk SIEM, di mana data secara historis dipisahkan karena biaya yang mahal. Pelanggan kini dapat menjalankan semua telemetri keamanan mereka dan memperkaya sumber data di satu tempat, memberi mereka kemampuan untuk mengembangkan strategi peringatan dan prioritas yang fleksibel. Sederhananya, kapabilitas ini akan mengurangi mean time to response (MTTR) bagi pengguna dengan meminimalisir kebutuhan untuk menunggu pemahaman kontekstual sebelum membuat keputusan dan mengambil tindakan investigasi. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Untuk saat ini kapabilitas context-aware detection pada Google Chronicle memang masih belum diluncurkan untuk umum. Google mengharapkan, saat diumumkan untuk ketersediaan umum, kapabilitas ini sudah jauh lebih stabil dan terintegrasi dengan kontrol keamanan lain di Google Cloud. Google memang menyebutkan bahwa deteksi kontekstual ini akan lebih optimal jika diintegrasikan dengan Google Cloud. Untuk itu, bagi Anda yang belum menggunakan Google Cloud sebaiknya segera mengadopsi layanan berbasis komputasi awan tersebut. Dapatkan Google Cloud dengan sertifikasi resmi hanya di EIKON Technology. EIKON Technology merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Google di EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Text-to-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice

Seiring dengan makin populernya asisten digital dan antarmuka yang mendukung percakapan, masyarakat pun makin terbiasa mendengar dan berbicara dengan suara buatan. Namun bagaimana suara buatan tersebut mencerminkan brand Anda? Bagi perusahaan, membangun identitas dan asosiasi brand yang kuat amatlah penting. Hal ini pun berlaku saat mereka memutuskan untuk menerapkan sistem AI (kecerdasan buatan). Merancang suara buatan yang benar-benar bisa mencerminkan brand sangat penting dalam sistem tersebut. Sebagai alternatif solusi, Google Cloud baru saja meluncurkan kapabilitas Custom Voice di Cloud Text-to-Speech (TTS) API mereka. Seperti apa cara kerjanya? Kapabilitas Custom Voice Kapabilitas yang baru saja diperkenalkan Google Cloud ini merupakan bagian dari Text-to-Speech API. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, Anda bisa melatih model suara dengan rekaman audio sendiri yang disesuaikan kebutuhan perusahaan. Untuk bisnis yang sedang membangun identitas brand atau meningkatkan brand awareness, mendesain suara buatan yang unik dapat membantu mengubah interaksi aplikasi seluler (atau layanan pelanggan lain yang berdasarkan interactive voice response) menjadi pengalaman pelanggan yang lebih baik lagi. Baca juga: Memperkenalkan Rangkaian Operasi Google Cloud Kelebihan Custom Voice TTS API Photo Credit: Piqsels Text-to-Speech API sebelumnya memang telah menyertakan layanan speech synthesis dengan daftar suara statis. Namun kini, dengan fitur Custom Voice, Anda diberi lebih banyak pilihan dan pengoperasiannya pun telah dibuat semakin mudah. Fitur Custom Voice memungkinkan Anda mengirimkan rekaman audio untuk mendapatkan akses ke suara baru secara langsung di TTS API. Custom Voice TTS dilengkapi dengan panduan tentang persyaratan audio untuk membantu memastikan Anda menghasilkan model suara buatan berkualitas tinggi. Setelah model baru tersebut dilatih, Anda bisa langsung merujuk ID model dalam panggilan ke Cloud TTS API. Tingkat keamanan Text-to-Speech API merupakan bagian dari proses tata kelola Responsible AI Google Cloud. Itu artinya, fitur Custom Voice pun telah melalui evaluasi etis yang mendalam, termasuk hubungannya dengan media sintetis. Langkah ini merupakan tindakan preventif untuk meminimalisir potensi bahaya yang mungkin muncul di masa mendatang. Jika Anda memang tertarik dengan TTS API untuk membangun sistem AI perusahaan, Google menyediakan proses peninjauan untuk membantu memastikan bahwa setiap penggunaan akan tetap selaras dengan proses tata kelola Responsible AI Google Cloud Bukan hanya itu, untuk memverifikasi bahwa aktor suara yang digunakan benar-benar pihak yang memproduksi Audio, pengguna diharuskan untuk mengirim file audio dengan kalimat dari Google Cloud. Misalnya, sistem akan meminta aktor suara Anda untuk merekam kalimat: “Saya setuju bahwa suara saya akan digunakan untuk membuat Custom Voice untuk Text-to-Speech API”. Ketersediaan bahasa Photo Credit: Piqsels Untuk saat ini, fitur Custom Voice Text-to-Speech Google API telah tersedia dalam 11 bahasa internasional, yaitu: Inggris (Amerika Serikat) Inggris (Australia) Inggris (Britania Raya) Spanyol (Amerika Serikat) Spanyol (Spanyol) Prancis (Prancis) Prancis (Kanada) Italia Jerman Portugis (Brazil) Jepang Google Cloud juga sedang mengembangkan bahasa lain untuk mendukung fitur Custom Voice Text-to-Speech. Anda yang sudah mencoba fitur ini juga bisa memberikan masukan untuk keperluan pengembangan aplikasi melalui kontak Google Cloud. Baca juga: Membuat Aplikasi yang Lebih Cerdas dengan Document AI, Workflows, dan Cloud Function Text-to-Speech (TTS) merupakan salah satu API yang dikembangkan Google Cloud. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, Anda bisa mendesain suara buatan untuk mendukung beragam kebutuhan perusahaan, misalnya untuk menunjang layanan pelanggan. Tertarik untuk mulai menerapkan sistem AI di perusahaan Anda? Melalui TTS API serta beragam layanan dan fitur yang ditawarkan Google Cloud, pengembangan sistem AI perusahaan akan jadi lebih fleksibel dan efisien. Dapatkan solusi Google Cloud terbaik untuk bisnis Anda hanya melalui EIKON Technology, authorized partner Google di Indonesia. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud

Tampilan Baru Google Cloud SDK + CLI untuk Pengembangan yang Lebih Mudah

Google Cloud SDK merupakan rangkaian libraries serta tools yang memungkinkan Anda untuk bisa berinteraksi dengan berbagai produk dan layanan dari Google Cloud. Dengan memanfaatkan libraries Cloud SDK, Anda bisa langsung melakukan integrasi API menggunakan Client Libraries untuk Java, Python, Node.js, Ruby, Go, .NET, dan PHP. Selain itu Cloud SDK juga menyediakan kapabilitas untuk pembuatan skrip atau interaksi dengan cloud resources dalam skala besar menggunakan Google Cloud CLI. Pengembangan lokal pun bisa dilakukan dengan mudah lewat emulator untuk Pub/Sub, Spanner, Bigtable, hingga Datastore. Kini, Cloud SDK telah melalui tahap rebranding, menghadirkan pengalaman pengembangan aplikasi yang lebih mudah dan telah terintegrasi dengan teknologi dari Google Cloud. Seperti apa perubahannya? Mempermudah penemuan dengan mengganti command line tools Photo Credit: Google Cloud Blog Dalam rebranding tersebut Cloud SDK mengubah nama kumpulan command line developer tools menjadi Google Cloud CLI. Tujuannya tak lain adalah untuk memperjelas bahwa tools tersebut merupakan antarmuka command line yang memungkinkan pengguna bekerja dengan salah satu produk dan layanan Cloud SDK. Meski berganti nama, kumpulan tools tersebut masih berisi gcloud, gsutil, bq, kubectl yang sama, dan berbagai emulator data dan tools untuk pengembangan lokal. Semua skrip yang ada akan tetap berfungsi karena tidak ada perubahan terkait prompt perintah. Nama paket yang ada sebelumnya pun masih berfungsi. Misalnya, di Debian Anda masih bisa menjalankan apt-get install google-cloud-sdk atau menggunakan apt-get install google-cloud-cli yang baru. Nama paket lama akan terus ada selama pelanggan melakukan penyesuaian. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Developer dengan Cloud Client Libraries for Compute Engine Mengurangi kerumitan pengkodean dengan SDK berbasis bahasa Photo Credit: DCStudio (Freepik) Google Cloud memang telah lama menawarkan client libraries untuk seluruh layanannya. Namun seiring berjalannya waktu, Google secara berulang merilis gaya client libraries yang lebih baik melalui Cloud Client Libraries. Kini, Cloud Client Libraries telah tersedia untuk Sebagian besar layanan Google Cloud dan menjadi bagian dari Google Cloud SDK untuk setiap bahasa yang didukung (C#, Go, Java, NodeJS, PHP, Python, dan Ruby. Cloud Client Libraries menyederhanakan integrasi dengan APi Google dan memberikan beberapa manfaat signifikan dibandingkan libraries alternatif atau API layanan mentah. Libraries ini menawarkan manfaat seperti: Cuplikan kode: Lihat cuplikan kode contoh untuk setiap metode (dukungan bahasa tambahan akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang) untuk membantu proses pengembangan Anda. Dokumentasi yang terpusat dan terkini: Pembuatan dokumentasi otomatis (tersedia di cloud.google.com) memberi Anda dokumentasi referensi teknis yang lebih konsisten dan akurat, serta berada dalam satu lokasi sehingga lebih mudah ditemukan. Integrasi yang lebih cepat dengan pagination, operasi yang lebih panjang, dan metode dukungan lainnya: Kurangi kode boilerplate berulang dengan memanfaatkan fungsi dukungan untuk kasus penggunaan umum seperti bekerja dengan kumpulan data besar atau menangani proses asinkron. Kurva pembelajaran yang lebih rendah: Dengan mengikuti gaya idiomatis dari bahasa pemrograman pilihan Anda, client libraries akan terasa lebih mudah dioperasikan. Jadi, Anda bisa mulai coding lebih cepat dan efektif. Integrasi yang lebih mudah di beberapa produk: Dengan memperlihatkan pola tingkat tinggi yang konsisten untuk autentikasi, penyiapan, dan konfigurasi, Anda dapat bekerja lebih cepat di beberapa produk Google Cloud. Untuk menyederhanakan penemuan, penggunaan, dan pengalaman dokumentasi Anda, sebaiknya gunakan Cloud Client Libraries untuk seluruh proyek baru. Untuk proyek lawas, Google akan terus memperbarui seluruh Google API Client Libraries berikut dokumentasi sebelumnya karena masih digunakan secara luas. Bundling frameworks, panduan, dan alat berorientasi bahasa Dengan menyusun SDK berdasarkan bahasa pemrograman, Google Cloud juga akan menyertakan di setiap SDK semua frameworks dan tools khusus bahasa, bersama dengan language agnostic tools (jika tersedia). Sebagai contoh, Google Cloud SDK untuk Java | |–Cloud SDK Libraries (Cloud Client Libraries untuk Java) |–Spring Cloud GCP (Spring Framework untuk Java di Google Cloud) |–Google Cloud CLI |–Use cases and guides |–Optional tooling (ekstensi Cloud Code IDE) Baca juga: Membuat Aplikasi yang Lebih Cerdas dengan Document AI, Workflows, dan Cloud Functions Dengan memanfaatkan Google Cloud SDK terbaru, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dan tenaga dalam proses pengembangan aplikasi. Untuk memaksimalkan manfaat Cloud SDK, sebaiknya gunakan ekosistem Google Cloud. Dapatkan personalized Google Cloud untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top