EIKON Technology

Google Slides

Info

Presentasi Makin Cakep dengan Kapabilitas Skala Proporsional Google Slides

Saat membuat presentasi, Anda tentu perlu menyesuaikan ukuran objek item presentasi (seperti gambar atau ikon). Namun terkadang, penyesuaian tersebut akan membuat tampilan visual terlihat kurang jelas. Tidak perlu khawatir, kini Google Slides telah menyediakan kapabilitas skala proporsional untuk Anda. Seperti apa cara kerjanya? Skala proporsional Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Kini, saat Anda memilih beberapa objek di Google Slides, opsi “resizing your selection” akan menskalakan objek tersebut secara proporsional dengan tetap mempertahankan kejelasan visual. Ini memastikan font, border, dan atribut lainnya diskalakan secara halus dan menghilangkan kerumitan dalam menyesuaikan elemen satu per satu. Selain itu, Slides juga telah mempermudah pemilihan item tertentu pada silde dengan banyak objek yang tumpeng tindih. Saat mengarahkan kursor ke suatu objek, pengguna kini akan melihat garis tepi (outline) muncul, sehingga memudahkan pemilihan objek yang berlapis. Baca juga: Update Library Google Slides: Sediakan Lebih Banyak Templat Layout Menarik Dengan perluasan kapabilitas ini, Anda tak perlu lagi menghabiskan waktu terlalu lama untuk memasukkan objek ke dalam slide dengan skala proporsional, berapa pun item yang ingin dimasukkan ke dalam slide presentasi. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi administrator: Tidak perlu pengaturan tambahan dari administrator untuk dapat menggunakan fitur baru ini. Bagi end-user: Harap perhatikan bahwa fitur-fitur ini hanya akan berfungsi saat Anda berada dalam mode penyuntingan (edit mode), bukan saat slide dipresentasikan. Selain itu, penskalaan proporsional hanya akan berlaku untuk grup objek atau beberapa objek yang dipilih menggunakan corner handles (side handles akan tetap berfungsi). Pilihan objek juga dapat diskalakan dengan menggunakan kontrol sidebar pengubahan ukuran dari opsi Format. Silakan kunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara menyisipkan dan mengatur teks, bentuk, diagram, hingga garis. Baca juga: Cara Membuat Kreasi Visual Menarik dengan Dukungan Duet AI di Google Slides Ketersediaan Perluasan kapabilitas Google Slides ini dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 21 April 2025 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan dimulai pada tanggal 5 Mei 2025 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, Google Workspace Individual, serta pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms Untuk mengoptimalkan penggunaan Google Slides dan berbagai aplikasi Workspace lainnya, Anda dapat berlangganan Google Workspace for Education atau Google Workspace for Business. Keduanya tersedia di EIKON Technology yang merupakan official partner Workspace Indonesia. Untuk informasi mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Update Library Google Slides: Sediakan Lebih Banyak Templat Layout Menarik

Google baru saja meluncurkan pembaruan untuk Slides yang menghadirkan beberapa templat baru. Didesain secara profesional, kumpulan templat tersebut akan membantu Anda membuat presentasi lebih cepat. Bagaimana cara menggunakannya? Templat baru Google Slides Photo Credit: Freepik Pilihan templat baru dari Google Slides ini dapat digunakan untuk beberapa kasus penggunaan, antara lain sebagai berikut: Templat promosi penjualan, roadmap produk, hingga rencana strategis yang cocok bagi pengguna bisnis. Templat rencana pembelajaran, laporan buju, dan laporan tugas untuk pengguna dari institusi pendidikan. Templat perayaan, fasilitasi lokakarya, hingga permainan tim bagi siapa saja yang ingin Menyusun materi presentasi kolaboratif. Baca juga: Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker Mulai menggunakan templat Fitur baru ini aktif secara default untuk domain yang tidak mengaktifkan templat dan tema default. Domain yang mengaktifkan templat dan tema default akan tetap melihat templat khusus yang sudah dipilih sebelumnya. Penting untuk diingat, fitur ini hanya tersedia bagi pengguna yang menggunakan pengaturan bahasa “English (United States)”. Apabila pengaturan bahasa diatur ke bentuk bahasa Inggris lainnya (misalnya, “English (United Kingdom)” atau “English (Australia)”, maka Anda tidak akan memiliki akses ke templat baru ini. Mengakses templat baru Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mengakses templat baru ini Anda cukup mengeklik tombol “Templates” yang ada pada bilah tools atau dengan membuka menu Insert > Templates. Dari sana Anda bisa langsung menelusuri koleksi, memilih templat sesuai keinginan, dan memilih untuk menyisipkan semua slide atau hanya beberapa yang diperlukan sebelum kemudian melakukan personalisasi templat. Baca juga: Cara Membuat Kreasi Visual Menarik dengan Dukungan Duet AI di Google Slides Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 7 November 2024. Kemudian untuk domain rilis terjadwal akan dilakukan perilisan penuh (1-3 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 21 November 2024. Templat baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, Workspace Individual Subscribers, dan pengguna dengan akun Google pribadi (yang menggunakan pengaturan Bahasa “English (United States)”. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Dengan hadirnya lebih banyak pilihan templat Google Slides ini Anda dapat mendesain materi presentasi yang lebih menarik tanpa memakan banyak waktu. Terlebih, penggunaannya mudah dan dapat dikombinasikan dengan elemen presentasi milik Anda  sendiri seperti gambar, video, audio, dan ikon perusahaan. Untuk mengoptimalkan performa Google Slides dalam ekosistem kerja perusahaan Anda, jangan lupa berlangganan Workspace for Business. Kini telah tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google untuk Indonesia yang menyediakan penerapan solusi menyeluruh dengan harga bersaing. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace

Google resmi meluncurkan Gemini AI pada berbagai aplikasi Google Workspace. Gemini AI dapat membantu pengguna untuk merangkum, menganalisis, dan membuat konten dengan mengumpulkan data dari emails dan berbagai dokumen. Pengguna tidak perlu berpindah tabs atau aplikasi karena Gemini AI hadir di dalam interface aplikasi Google Workspace. Simak detail informasinya berikut ini! Muncul sebagai panel samping di aplikasi Google Workspace Google mengintegrasikan Gemini AI sebagai panel samping pada aplikasi Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google Drive. Panel samping ini menggunakan model teknologi terbaru Google, termasuk Gemini 1.5 Pro dengan kemampuan penalaran yang lebih canggih. Berikut beberapa contoh penggunaan Gemini AI pada aplikasi Google Workspace: Google Docs: menulis dan memperbaiki konten, merangkum informasi, membantu pengguna untuk brainstorming ide, membuat konten berdasarkan dokumen lain, dan masih banyak lagi;  Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP Untuk Mencegah Kehilangan Data Google Slides: membuat slides baru, menghasilkan gambar-gambar custom, hingga merangkum presentasi; Photo Credit: Google Workspace Update Google Sheets: melacak dan mengatur data, membuat tabel dengan cepat, menyusun suatu rumus, dan menanyakan cara menyelesaikan suatu tugas di Sheets; Photo Credit: Google Workspace Update Google Drive: merangkum satu atau lebih dokumen, memberikan fakta singkat tentang proyek tertentu, hingga mendalami suatu topik tanpa harus mencari dan membuka banyak dokumen. Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace For Education Cara mengakses Gemini AI di Google Workspace Fitur Gemini AI tidak memiliki kontrol administrator. Artinya, pengguna tidak membutuhkan akses izin dari administrator untuk menggunakan Gemini AI di aplikasi Google Workspace. Untuk mengakses fitur baru ini, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs, Google Slides, Google Sheets, atau Google Drive pada perangkat web; Klik tombol “Ask Gemini” di bagian pojok kanan atas layar; Fitur Gemini AI akan langsung muncul sebagai panel samping di bagian kanan. Gemini AI juga telah tersedia di Gmail Google tidak hanya meluncurkan Gemini AI pada Google Docs, Google Slides, Google Sheets, dan Google Drive. Para pengguna Gmail kini juga dapat menikmati kecanggihan fitur Gemini AI melalui panel samping aplikasi. Di Gmail, Anda bisa memanfaatkan panel samping Gemini AI untuk merangkum rangkaian email, menulis draft, memberi kalimat respons pada rangkaian email, dan masih banyak lagi. Baca juga: Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual Saat Mengakses Workspace Applications Kehadiran Gemini AI di panel samping aplikasi Google Workspace diharapkan bisa meningkatkan produktivitas kerja. Google telah merilis Gemini AI untuk beberapa pengguna terpilih mulai 24 Juni 2024. Fitur ini akan diluncurkan secara berkala ke lebih banyak pengguna mulai 8 Juli 2024. Namun, panel samping Gemini AI hanya tersedia bagi para pengguna Google Workspace dengan add-on Gemini Business and Enterprise, Gemini Education and Education Premium, serta Google One AI Premium. Anda bisa menambahkan add-on tersebut melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Segera hubungi kami di sini untuk informasi selengkapnya!

Google Slide, Google Workspace

Cara Membuat Kreasi Visual Menarik dengan Dukungan Duet AI di Google Slides

Setelah sebelumnya meluncurkan fitur yang memudahkan pengguna untuk merancang slide presentasi branding, kini Google Slides menghadirkan fitur pendukung yang akan memberi pengguna kapabilitas untuk menghasilkan visual menarik. Seperti apa? Mari simak ulasannya berikut. Kreasi visual menarik dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk makin memudahkan pengguna dalam menghasilkan kreasi visual yang menarik, Google Slides baru saja memperkenalkan sebuah kapabilitas baru. Kapabilitas yang didukung oleh kecerdasan buatan dari Duet AI for Google Workspace ini akan memberi Anda kemampuan untuk menghasilkan visual menarik dalam slides presentasi. Cara kerjanya pun simpel, Anda cukup mengetikkan beberapa kata di jendela Help me visualize. Selanjutnya, Duet AI for Google Workspace akan mengolahnya menjadi gambar yang nantinya bisa Anda tambahkan ke slide presentasi. Baca juga: Duet AI for Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan Baik untuk agensi kreatif yang mengembangkan konsep campaign awal untuk klien atau perusahaan konsultan yang menyempurnakan proposal perencanaan tahunan, fitur baru dari Google Slides ini akan menyederhanakan alur kerja, terlepas dari keahlian artistik yang Anda miliki, untuk menciptakan gambar unik yang membantu mengomunikasikan ide lebih mudah, dengan lebih sedikit waktu dan usaha. Sekilas tentang Duet AI for Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Blog Sejak awal, Google Workspace dibuat untuk memungkinkan Anda berkolaborasi secara real time dengan orang lain. Kini dengan hadirnya Duet AI for Google Workspace, And dapat berkolaborasi dengan kecerdasan buatan d seluruh aplikasi Workspace. Fitur-fitur dengan dukungan Duet AI for Google Workspace tidak hanya dapat menciptakan gambar untuk Slides, tapi juga dapat membantu Anda menulis, mengatur jadwal, memvisualisasikan, merancang rapat yang lebih inklusif, dan tentunya menyederhanakan alur kerja. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Cara menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru dari Google Slides ini akan AKTIF secara default dan bisa langsung digunakan tanpa pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa mengikuti langkah berikut untuk mulai menggunakan fitur tersebut: Masuk ke menu Insert > Image > Help me visualize atau klik ikon Help me visualize yang ada di toolbar > Buka sidebar Google Slides > Ketik deskripsi gambar, semakin detail semakin baik > Klik Create > Lalu, sistem Duet AI for Google Workspace akan menampilkan hasil gambar > Pilih gambar yang Anda suka > Klik gambar untuk menambahkannya ke slide presentasi Anda. Ketersediaan fitur Fitur penghasil gambar dengan dukungan kecerdasan buatan ini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Duet AI for Google Workspace Enterprise. Fitur ini tersedia sebagai bagian dari add-on Duet AI for Google Workspace Enterprise. Belum berlangganan Duet AI for Google Workspace? Anda bisa mengajukan permohonan trial AI melalui link berikut ini. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Duet AI for Google Workspace, Anda bisa mengunjungi halaman blog Google Workspace ini. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Dengan memanfaatkan fitur baru dari Google Slides yang telah didukung oleh kecanggihan Duet AI for Google Workspace ini, Anda dapat menghasilkan gambar baru untuk mempercantik tampilan slides. Cara kerjanya pun cukup sederhana, hanya dengan beberapa detik saja, Anda sudah bisa mendapatkan tampilan slide presentasi yang jauh lebih menarik. Untuk mengoptimalkan penggunaan Google Slides dan berbagai aplikasi Workspace lainnya, Anda dapat berlangganan Google Workspace for Education atau Google Workspace for Business. Keduanya tersedia di EIKON Technology yang merupakan official partner Workspace Indonesia. Untuk informasi mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms

Rangkaian produktivitas Google Workspace kembali menghadirkan inovasi untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Kali ini, Workspace meluncurkan beberapa template baru Google Slides dan Google Forms yang dapat Anda manfaatkan untuk keperluan branding perusahaan. Untuk detail selengkapnya mengenai cara kerja dan ketersediaan fitur, mari simak ulasan berikut. Domain template Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa membuat konten branding perusahaan lebih cepat di Google Slides. Pasalnya, Slides baru saja meluncurkan beberapa templates dan themes siap pakai. Fitur ini bisa langsung digunakan setelah administrator Workspace Anda membagikan material desain kepada para pengguna dalam domain. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan slide, layout, font, gambar, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat presentasi di Slides. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Domain template Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Bersamaan dengan perilisan domain template Google Slides, Workspace juga merilis domain template untuk Google Forms. Sama seperti domain template Slides, fitur ini dapat diakses setelah administrator membagikan material desain ke domain kerja Anda. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan gambar header, font, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat formulir di Forms. Dengan hadirnya fitur baru ini, Anda dapat dengan mudah mempertahankan konsistensi branding perusahaan. Administrator pun bisa mengatur domain template yang dapat diakses oleh seluruh pengguna maupun domain template untuk divisi atau kelompok kerja tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru Google Slides dan Google Forms dalam domain Workspace Anda, cukup ikuti petunjuk berikut: Administrator Kedua fitur ini NONAKTIF secara default dan bisa selalu diaktifkan dalam level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, masuk ke konsol Google Admin dan klik menu Apps > Google Workspace > Setting for Drive and Docs > Templates > Default themes and templates > Slide library template (untuk Slides) atau Forms default theme (untuk Forms). End-user Setelah diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengakses template dan theme di Slides dengan menggunakan template sidebar yang otomatis tersedia saat Anda membuat presentasi. Selain itu, Anda juga bisa mengaksesnya dengan masuk ke menu Insert > Templates. Untuk mengakses template Forms, Anda cukup mengeklik ikon Customize Theme (berbentuk palet) yang ada di bagian kanan atas halaman.    Ketersediaan Template Google Slides dan Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 7 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas template). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Hadirnya kapabilitas berupa domain template untuk Google Slides dan Google Forms ini akan memudahkan Anda merancang konten branding perusahaan yang seragam dalam waktu singkat. Template telah tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi berlangganan, silakan hubungi kami di sini!  

Google Slide, Google Workspace

Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool

Google Slides baru saja meluncurkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyorot atau menekankan konten tertentu saat melakukan presentasi. Fitur tersebut berupa sebuah pen tool yang dapat Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini! Pen tool Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan pen tool baru dari Google Slides ini, Anda dapat melingkari, menggarisbawahi, menggambar koneksi antar elemen presentasi, hingga membuat catatan singkat langsung di halaman presentasi. Baik dalam rapat dewan atau sesi brainstorming bersama tim, tambahan anotasi seperti ini dapat membantu membuat presentasi Anda lebih mudah dipahami, menarik, interaktif, dan bermanfaat. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Mulai menggunakan pen tool Fitur terbaru dari Google Slides ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Itu artinya, end-user dapat langsung menggunakannya dalam presentasi mereka. Untuk mulai menambahkan anotasi dengan pen tool Google Slides, buka slideshow mode dengan klik tombol Slideshow yang berada di appbar. Selanjutnya, geser kursor ke sisi kiri viewer dan klik ikon elipsis untuk membuka three-dots menu. Terakhir, pilih opsi Turn on the pen. Jika Anda ingin menghapus anotasi presentasi, gunakan eraser tool yang ada di bagian kiri bawah menu viewer. Setelah kursor berubah menjadi eraser tool, gerakkan pada elemen anotasi yang ingin Anda hapus. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Cara memulai presentasi dengan catatan dan auto-advance slides Presentasi dengan catatan pembicara Buka file presentasi di Google Slides. Di bagian pojok kanan atas, di samping opsi Slideshow, klik panah bawah. Klik Presenter view. Klik Speaker notes. Presentasi dengan auto-advance slides Auto-advance slides merupakan sebuah fitur dari Google Slides yang memungkinkan presentasi berjalan sendiri. Anda dapat mengatur slide presentasi agar diputar secara otomatis ketika: Anda sedang menampilkan presentasi. Seseorang mengeklik link ke presentasi yang dipublikasikan. Seseorang melihat presentasi Anda yang ditampilkan di situs web. Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur pen tool yang memungkinkan Anda untuk menambahkan anotasi ke file presentasi Google Slides ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, dilakukan perilisan yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 10 Agustus 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal dilakukan perilisan bertahap (gradual rollout) mulai tanggal 31 Agustus 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur terbaru Google Slides ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint Dengan memanfaatkan fitur pen tool yang baru saja dirilis Google Slides ini, Anda bisa menambahkan anotasi pada file presentasi secara mudah. Anotasi yang Anda buat pun bisa dengan mudah ditambah maupun dihapus. Semuanya hanya dengan satu fitur saja. Selain Slides, Google Workspace juga memiliki beragam aplikasi yang siap mendukung produktivitas kerja Anda, seperti Gmail, Docs, hingga Sheets. Untuk penggunaan skala besar, Google juga telah menyediakan beberapa edisi khusus, seperti Workspace for Business (untuk kebutuhan bisnis) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides

Google Workspace terus meningkatkan kapabilitas mereka di setiap aplikasi yang tersedia. Pada awal tahun 2023 ini, Workspace meluncurkan peningkatan fitur suara di Google Docs dan juga Slides. Dengan peningkatan ini pengguna dapat: Mengetik dan mengedit dengan suara di Google Dokumen atau di speaker notes Google Slide. Menyajikan slide dengan teks otomatis untuk menampilkan kata-kata pembicara secara real-time. Penyempurnaan ini akan membantu mengurangi kesalahan transkripsi dan meminimalkan audio yang hilang selama transkripsi. Peningkatan juga mencakup ketersediaan yang diperluas untuk sebagian besar browse. Selain itu, keterangan di Slide kini juga akan dilengkapi dengan tanda baca yang dihasilkan secara otomatis. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: yanalya (Freepik) Peningkatan fitur suara ini diharapkan dapat membuat Google Docs dan Slides menjadi lebih inklusif dan mudah diakses. Untuk mulai menggunakan peningkatan fitur di Google Docs dan Slides ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Bagi end-user yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang mengetik dengan suara, bisa mengunjungi halaman ini. Workspace juga telah menyediakan halaman khusus mengenai menyajikan slide dengan teks di sini. Baca juga: Building Block Baru Google Docs, Lebih Mudah Memasukkan dan Memformat Kode Cara menggunakan fitur Sebelum mulai menggunakan fitur, pastikan mikrofon Anda telah aktif. Anda dapat mengetik dan mengedit dengan berbicara di Google Docs atau di speaker notes Slides. Fitur ini berfungsi di browser Chrome, Edge, Firefox, dan Safari versi terbaru. Mulai pengetikan suara di Docs Periksa apakah mikrofon Anda berfungsi. Buka dokumen di Google Docs melalui browser Anda. Klik Tools > Voice typing. Kotak mikrofon akan muncul. Saat Anda siap berbicara, klik ikon mikrofon. Bicaralah dengan jelas, dengan volume dan kecepatan. Setelah selesai, klik ikon mikrofon lagi. Mulai dikte di speaker notes Slides Periksa apakah mikrofon Anda berfungsi. Buka presentasi di Google Slide dengan browser Chrome. Klik Tools > Voice type speaker notes. Catatan pembicara terbuka, dan kotak mikrofon muncul. Saat Anda siap berbicara, klik ikon mikrofon. Bicaralah dengan jelas, dengan volume dan kecepatan normal. Setelah selesai, klik ikon mikrofon lagi. Memperbaiki kesalahan saat mengetik suara Jika Anda membuat kesalahan saat mengetik dengan suara, Anda dapat memindahkan kursor ke letak kesalahan dan memperbaikinya tanpa mematikan mikrofon. Setelah memperbaiki kesalahan, pindahkan kursor kembali ke tempat yang ingin Anda lanjutkan. Untuk melihat daftar saran, klik kanan kata yang digarisbawahi dengan warna abu-abu. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan fitur Photo Credit: benzoix (Freepik) Peningkatan fitur baru Google Workspace ini dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat dan dimulai pada tanggal 9 Januari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Lalu untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan dalam format gradual rollout mulai tanggal 6 Februari 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) Peningkatan fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs Fitur baru ini berjalan di Google Docs dan Slides. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Gmail dan Sheets. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Slide, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint

Apa aplikasi presentasi favorit Anda? Apakah PowerPoint dari Microsoft yang memang banyak penggunanya atau justru Anda lebih suka aplikasi berbasis cloud seperti Slides buatan Google? Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi presentasi yang bisa Anda pilih. Namun hingga saat ini, aplikasi buatan raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft masih di atas angin. Selain karena kualitas yang sudah terbukti, aplikasi buatan Google dan Microsoft juga terus berinovasi untuk membantu pekerjaan Anda. Lalu, jika keduanya dibandingkan, mana yang akan keluar sebagai juaranya? The classic Microsoft PowerPoint atau justru aplikasi presentasi cloud based Google Slides? Cari tahu jawaban lengkapnya dalam ulasan berikut ini. Membandingkan Google Slides dan Microsoft PowerPoint Photo Credit: Airfocus (Unsplash) Baik Google maupun Microsoft memiliki keunggulannya masing-masing. Microsoft misalnya, telah terbukti mampu bertahan menjadi raksasa teknologi dan perangkat lunak sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1975. Kesuksesan Microsoft pun terus berlanjut saat mereka meluncurkan lini productivity software di tahun 1989. Meski sejarah Google belum sepanjang Microsoft, namun bukan berarti teknologi yang ditawarkan menjadi kalah saing. Sejak didirikan tahun 1998, Google mengalami perkembangan pesat. Salah satu temuannya, Google Search, menduduki peringkat pertama untuk kategori mesin pencari di internet. Di kategori productivity software, Google dan Microsoft pun terus bersaing. Artikel ini membahas salah satu aplikasi pada platform produktivitas mereka yaitu aplikasi presentasi, Google diwakili Slides dan Microsoft dengan PowerPoint. Dari kedua opsi tersebut, siapa juaranya? Dari segi fitur Saat membandingkan aplikasi, fitur selalu menjadi indikator penilaian. Melalui fitur, Anda bisa menilai kinerja aplikasi tersebut. Nah, bagaimana dengan Slides dan PowerPoint? Ciri khas dari Google Slides adalah model kerjanya. Aplikasi ini merupakan cloud based application. Artinya, semua data presentasi yang Anda buat di Slides tersimpan dalam server internet. Selain untuk membuat file presentasi standar, Slides juga memiliki fitur: Pilihan tema yang variatif. Hingga artikel ini dibuat, Google menyediakan 26 tema presentasi gratis. Embed video dan animasi. Simpan otomatis. Anda tidak perlu menekan tombol Save untuk menyimpan file. Revision History untuk melacak perubahan pada file. Dengan fitur ini juga Anda bisa mengembalikan file presentasi pada versi yang sebelumnya. Presentasi dapat dilakukan secara nirkabel dengan perangkat Chromecast, Airplay atau Hangouts. Photo Credit: Google Slides Sebagai aplikasi berbasis cloud, Google Slides juga sangat terbuka dengan sistem kerja kolaborasi real-time. Dengan Slides, Anda bisa mengerjakan file presentasi dengan beberapa orang sekaligus meski terpisah jarak yang jauh. Setelah membahas fitur-fitur Slides, mari mengupas fitur yang ditawarkan PowerPoint. Meski pada dasarnya PowerPoint bukan merupakan aplikasi berbasis cloud, namun Microsoft telah mengintegrasikan seluruh aplikasi produktivitas mereka melalui Microsoft 365. Ada pun fitur-fitur yang ditawarkan PowerPoint antara lain: Ratusan pilihan jenis font. Opsi transisi yang beragam hingga 8 jenis dan animasi hingga 37 jenis. Animasi PowerPoint juga dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Tema yang dapat diutak-atik sesuai dengan kebutuhan. Chart yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Proofread otomatis. Transfer file presentasi ke halaman web atau blog. Photo Credit: Microsoft PowerPoint Selain itu, Microsoft juga menawarkan beberapa fitur premium seperti PowerPoint Designer untuk membuat cinematic transitions, Broadcast Live untuk “menyiarkan” presentasi secara real-time, dan Presenter View untuk menampilkan file Anda pada layar yang berbeda. Fitur premium ini dapat dinikmati dengan berlangganan Microsoft 365 terlebih dulu. Dari segi harga Selain fitur, harga juga sering dijadikan poin pertimbangan saat memilih aplikasi presentasi. Nah, bagaimana perbandingan harga antara Google Slides dengan Microsoft PowerPoint. Jika Anda melihat Slides sebagai sebuah aplikasi tunggal, maka perbandingan harganya dengan PowerPoint akan sangat tidak seimbang. Sebab, PowerPoint adalah bagian dari Microsoft 365 yang merupakan rangkaian software berbayar. Sementara Slides sebagai aplikasi tunggal dapat digunakan secara gratis. Namun jika Anda ingin menghasilkan sebuah presentasi yang berkualitas, tidak ada salahnya untuk melakukan optimalisasi. PowerPoint dapat terintegrasi dengan seluruh aplikasi produktivitas Microsoft 365. Sedangkan Slides dapat disambungkan dengan Google Workplace  dan beragam aplikasi produktivitas di dalamnya. Tertarik menggunakan Microsoft 365 atau Google Workplace? Sebagai mitra resmi dari Microsoft dan Google, EIKON Technology menyediakan beberapa paket langganan yang bisa Anda pilih. Konsultasikan dengan tim dari EIKON Technology untuk berlangganan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Google Slides vs. Microsoft PowerPoint: Pilih yang mana? Lalu dari kedua pilihan aplikasi presentasi di atas, mana yang jadi juaranya? Untuk menentukan juaranya cukup sulit. Sebab, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya Anda mencari aplikasi yang ekonomis, Slides adalah juaranya. Namun jika Anda perlu fitur dengan model transisi dan animasi yang lebih variatif, PowerPoint pilihan nomor satu. Optimalisasi aplikasi juga masih sangat terbuka. Pada Slides, Anda bisa menghubungkannya dengan Google Workplace. Sedangkan PowerPoint memiliki integrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya dalam Microsoft 365. Itu dia perbandingan antara Google Slides dan Microsoft PowerPoint. Jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang optimalisasi aplikasi presentasi lewat masing-masing productivity software, jangan ragu untuk menghubungi EIKON Technology. Terafiliasi dengan Google dan Microsoft, EIKON Technology juga siap membantu Anda untuk berlangganan Google Workplace maupun Microsoft 365. Tunggu apa lagi, klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Smart Chip Google Workspace Mampu Hubungkan Berbagai Fitur Google

  Google Workspace, rangkaian aplikasi produktivitas rancangan Google, mendapatkan banyak inovasi pada ajang konferensi tahunan Google I/O yang diselenggarakan selama tiga hari pada 18-20 Mei 2021. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, salah satu yang mengundang banyak perhatian adalah Smart Chip. Fitur tersebut bisa Anda temukan pada aplikasi Google Docs, yang memang termasuk aplikasi unggulan dalam rangkaian Google Workspace. Dengan adanya Smart Chip, Anda dapat menghubungkan Docs dengan berbagai fitur Google lain. Bagaimana maksudnya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini. Merupakan bagian dari Smart Canvas Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Smart Chip sebetulnya merupakan bagian dari Smart Canvas, inisiatif baru dari Google untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan Google Workspace. Selain Smart Chip, beberapa fitur Google lain yang juga termasuk dalam Smart Canvas adalah checklist, table template, emoji reactions, dan pageless view. Melalui Smart Canvas, integrasi antar aplikasi Google Workspace mengalami peningkatan. Dengan begini, pengguna dapat lebih mudah berpindah dari satu aplikasi Google Workspace ke aplikasi lain. Nah, Smart Chip menjadi salah satu perangkat yang menunjang hal tersebut. Integrasikan Google Docs dengan banyak hal Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Saat ini, Google baru akan menyematkan Smart Chip pada Docs terlebih dulu. Dalam beberapa bulan ke depan, rencananya Google juga akan menambahkan fitur ini pada Sheets. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa nantinya aplikasi Slides juga akan menerima Smart Chip. Fitur Google satu ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Docs dengan berbagai file atau elemen pada aplikasi Google Workspace lainnya. Namun, Google akan melakukannya secara bertahap. Saat ini, Smart Chip baru bisa menghubungkan Docs dengan sesama file Docs lain, kontak, dan event Calendar. Saat Anda menghubungkan Docs dengan file lain, akan muncul kotak di samping Smart Chip yang menampilkan ringkasan dari isi file. Tak hanya itu, Anda juga bisa scroll kotak tersebut untuk melihat lebih banyak isi ringkasan file. Cara menggunakan Smart Chip pada Google Docs Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Lalu, bagaimana caranya Anda bisa menggunakan salah satu fitur Google terbaru ini? Tidak perlu khawatir karena Google telah mengaplikasikan metode yang sangat mudah, yakni dengan menggunakan tanda at (@) pada file Docs. Saat Anda mengetikkan tombol tersebut pada Docs, akan muncul sebuah menu pop up berisi daftar elemen yang ingin Anda cantumkan atau hubungkan dengan file Docs tersebut. Menariknya, jika Anda menggunakan Smart Chip untuk menghubungkan Docs dengan kontak pengguna tertentu, nantinya Anda juga bisa mengedit informasi kontak mereka, mengirim email pada orang tersebut, memulai chat, hingga melakukan panggilan Google Meet. Berkat adanya Smart Chip, integrasi antar aplikasi Google Workspace jadi lebih mudah dilakukan, terutama pada Docs. Agar bisa menikmati Smart Chip dan berbagai fitur Google baru lainnya secara maksimal, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Tak hanya Docs, Sheets, dan Slides, Google Workspace juga mencakup berbagai produk unggulan Google lain seperti Meet, Calendar, Gmail, dan Drive. Untuk berlangganan Google Workspace, Anda hanya perlu menghubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace

Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace

    Ajang konferensi tahunan Google untuk para developer, Google I/O, baru saja selesai digelar pada 18-20 Mei 2021 di Mountain View, California. Banyak inovasi teknologi yang diumumkan Google untuk produk-produknya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Smart Canvas. Smart Canvas adalah perangkat kolaborasi baru yang terdiri dari ragam fitur terkini untuk Google Workspace. Bersifat interaktif dan fleksibel, fitur-fitur baru tersebut akan meningkatkan pengalaman kolaborasi di antara para pengguna Google Workspace, khususnya pengguna aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Apa saja inovasi yang ditawarkan oleh Google melalui Smart Canvas? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Ragam fitur baru pada Docs penunjang kolaborasi; Smart Chips, Checklist, Template Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Dari berbagai aplikasi yang terdapat pada Google Workspace, Docs menjadi salah satu yang menerima paling banyak fitur baru Smart Canvas. Setidaknya ada tiga fitur unggulan yang disematkan pada Docs, yakni Smart Chips, Checklist, dan Table Template. Ketiga fitur ini disebut juga dengan building blocks interaktif. Berikut penjelasan masing-masing fitur:   Smart Chips – Ketika Anda mention pengguna lain dengan menggunakan tombol at (@), Smart Chips akan menampilkan informasi tambahan dari orang tersebut, mulai dari kontak, jabatan pekerjaan, hingga lokasi. Checklist – Memungkinkan Anda untuk assign tugas kepada anggota tim melalui Docs. Nantinya, checklist tersebut akan terintegrasi dengan Google Tasks sehingga semakin memudahkan Anda untuk mengetahui to-do list. Table Template – Tabel pemungutan suara topik (topic-voting) memudahkan Anda dalam mengumpulkan feedback dari tim. Selain itu, hadir pula tabel project-taker untuk membantu Anda mencatat progress dan pencapaian kerja secara cepat.   Tampilan baru pada Sheets untuk mempermudah pengelolaan data Photo Credit: Google Cloud Inovasi Smart Canvas tak hanya bisa Anda temukan pada Docs, tapi juga Sheets. Bahkan sebetulnya fitur Smart Chips pun nantinya secara bertahap juga akan disematkan pada aplikasi Sheets. Namun, inovasi utama yang diberikan kepada Sheets bisa Anda lihat dari tampilannya. Ya, Sheets mendapatkan tampilan baru untuk memudahkan Anda dan pengguna lain dalam mengelola dan menganalisis data. Google memberikan opsi tampilan dalam format timeline sehingga Anda dapat lebih mudah dan cepat dalam melacak pekerjaan. Tak hanya itu, tampilan baru ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur data berdasarkan pemilik, campaign, atau kategori lain. Panggilan Google Meet langsung dari dalam Docs, Slides, dan Sheets Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Seperti yang disebutkan, Smart Canvas dirancang untuk memperkuat integrasi dan kolaborasi antar pengguna Google Workspace. Selain berbagai inovasi yang dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, tujuan tersebut juga diwujudkan melalui fitur panggilan Google Meet pada Docs, Slides, dan Sheets. Artinya, kini Anda bisa langsung melakukan panggilan video dari dalam aplikasi Docs, Slides, maupun Sheets. Dengan begini, Anda dapat menunjukkan progress pekerjaan secara real-time kepada anggota tim. Sambil bekerja bersama, Anda dan tim pun bisa melihat dan mendengarkan satu sama lain. Fitur Smart Canvas satu ini tentunya akan sangat mendukung kolaborasi walaupun Anda dan tim sedang tidak berada di lokasi yang sama. Kolaborasi kerja tetap jalan, produktivitas pun meningkat.   Masih ada sederet inovasi lain yang diberikan Google pada Google Workspace melalui Smart Canvas. Beberapa di antaranya seperti penggunaan emoji reactions pada Docs, fitur creating dan editing Sheets serta Docs dalam Google Chat, hingga format pageless pada Docs. Rencananya, Google akan merilis fitur-fitur tersebut secara bertahap sepanjang 2021 ini. Karenanya, agar tidak ketinggalan, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Segera hubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology! Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda.    

Scroll to Top