EIKON Technology

sekolah online.

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Microsoft office 365, Office 365, Online recruitment

Terapkan Pembelajaran Fleksibel dengan Windows 11

  Terlepas dari disrupsi yang terjadi sejak 1,5 tahun belakangan ini, sekolah-sekolah di penjuru dunia harus tetap mengedukasi para murid mereka. Agar kegiatan pembelajaran bisa terus berlangsung, terutama pada situasi kurang ideal seperti sekarang, banyak guru yang akhirnya bertransisi ke metode pembelajaran fleksibel seperti remote atau hybrid learning. Dengan sistem remote atau hybrid learning, para murid bisa belajar dan saling berkomunikasi dari mana saja mereka berada. Sebagai bentuk dukungan untuk menyambut era baru dalam sistem pembelajaran, Microsoft merancang Windows 11 dengan pendekatan yang mengedapankan kebutuhan edukasi para guru dan murid. Dilengkapi fitur-fitur pendukung, Windows 11 dapat membantu guru dan murid di seluruh dunia untuk menjalankan sistem pembelajaran fleksibel yang mampu membuka potensi setiap murid secara maksimal. Peningkatan aksesibilitas untuk optimalkan produktivitas Photo Credit: Microsoft – Education Blog Menerapkan konsep design bersifat user-centered, Windows 11 hadir dengan interface yang lebih intuitif dan produktif. Tujuannya agar nantinya para guru dan murid bisa bebas fokus terhadap pembelajaran. Pada perangkat touchscreen, misalnya, Microsoft telah meningkatkan aspek aksesibilitas dan memberikan kontrol pengguna (user control) yang lebih adaptif. Peningkatan ini akan lebih memudahkan Anda untuk mengetik, memindahkan, hingga mengubah ukuran (resize) windows. Tak hanya itu, aspek interaktivitas gestur, suara, dan pen juga mengalami peningkatan cukup signifikan pada Windows 11. Kini Anda bisa mengetik menggunakan perintah suara dan menulis menggunakan digital pen di hampir seluruh aplikasi. Dengan begini, para murid jadi punya lebih banyak pilihan untuk mengakses materi pembelajaran sesuai preferensi mereka. Update fitur untuk meminimalisir distraksi Photo Credit: Annushka Ahuja (Pexels) Sistem pembelajaran fleksibel memang memudahkan murid untuk menerima materi tanpa memusingkan lokasi masing-masing. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa jika dibandingkan dengan pembelajaran di dalam kelas, sistem fleksibel tersebut relatif lebih banyak distraksi karena guru tidak bisa mengawasi murid secara langsung. Memahami tantangan tersebut, Windows 11 pun dibekali dengan sejumlah tools yang dapat membantu mengurangi gangguan selama pembelajaran berlangsung. Beberapa di antaranya seperti smart camera yang dapat mengaburkan gerakan pada background dan kontrol pengaturan untuk meminimalisir visual yang terlalu “ramai”.  Sistem keamanan dan privasi yang lebih kuat Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Bagi yang selama ini telah menggunakan Windows 10 untuk menunjang sistem pembelajaran fleksibel, Anda tak perlu khawatir karena Windows 11 juga dilengkapi dengan perangkat manajemen yang mudah digunakan, termasuk hands-free setup dan opsi untuk instalasi aplikasi pendidikan secara cepat. Namun, di samping itu, Windows 11 juga mendapat update pada sistem perlindungan privasi dan kontrol keamanan dari perangkat ke cloud. Termasuk pula di dalamnya adalah fitur penjadwalan update berbasis cloud secara bulanan tanpa mengganggu pembelajaran. Tentunya tidak ketinggalan perlindungan terhadap sistem operasi dan informasi yang selalu aktif bekerja. Berbagai fitur keamanan tersebut juga dirancang untuk mampu memblokir konten-konten berbahaya yang tidak pantas diakses oleh para murid. Dengan begitu, bukan hanya murid yang bisa belajar secara optimal di mana pun mereka berada, tapi orang tua juga akan merasa lebih tenang.   Saatnya update ke Windows 11 untuk menjalankan sistem pembelajaran fleksibel secara aman dan efektif. Tentunya Windows 11 juga menunjang Microsoft Teams yang dapat menjadi ruang kelas virtual bagi guru dan murid. Microsoft Teams masih menjadi bagian dari rangkaian program Microsoft 365 yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Microsoft 365 yang paling sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hubungi EIKON Technology sekarang juga agar bisa menjalankan Microsoft 365 pada Windows 11!

Google Workspace, Productivity, School

Belajar Lebih Aman dengan Google for Education

Dalam merancang setiap produk, tim Google for Education selalu mengutamakan privasi dan keamanan para penggunanya. Fitur-fitur keamanan pun rutin ditingkatkan agar bisa memberikan proteksi terhadap data yang tersimpan di aplikasi-aplikasi Google for Education. Hal ini merupakan salah satu komitmen Google untuk menyediakan lingkungan pembelajaran online yang aman dan terlindungi tanpa mengorbankan privasi para pengguna. Dengan begitu, mereka pun bisa benar-benar fokus dalam aktivitas belajar dan mengajar. Tiga prinsip utama pengembangan Google for Education Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Demi mewujudkan komitmen tersebut, Google for Education selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam proses pengembangan setiap produk. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing prinsip tersebut:   Secure by default – Google for Education dilengkapi dengan sistem keamanan bersifat built-in yang akan secara otomatis melindungi Anda dari berbagai ancaman siber seperti ransomware. Private by design – Menjunjung tinggi privasi para pengguna, Google tidak menggunakan data dari Google Workspace for Education Core Services untuk kepentingan iklan apa pun. Tak hanya itu, Google juga sama sekali tidak menjual data personal para pengguna ke pihak mana pun. Kontrol di tangan pengguna – Pengguna memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data mereka sendiri. Sebagai pengguna, Anda juga berhak mengontrol siapa yang bisa mengunduh data tersebut dan kapan bisa diunduh. Jika terjadi hal tak diinginkan, Anda akan mendapat peringatan bersifat real-time. Tidak ketinggalan dashboard khusus untuk mendapatkan laporan terkait status keamanan Anda.   Kebijakan default baru untuk pengguna Chrome dari kalangan K-12 Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Berdasarkan ketiga prinsip tersebut, Google for Education pun dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti SafeSites, SafeSearch, Incognito Mode, dan Guest Mode. Sudah banyak sekolah yang mengaktifkan fitur-fitur tersebut untuk meningkatkan keamanan penggunaan Google for Education. Kini, Google telah menerapkan kebijakan default baru pada aktivitas web browsing untuk institusi K-12 atau setara jenjang pendidikan kelas 1 SD hingga 12 SMA. Melalui kebijakan baru ini, fitur SafeSites dan SafeSearch akan aktif secara default, sedangkan Incognito Mode dan Guest Mode akan nonaktif secara default. Namun, tenang saja, admin tetap dapat mengubah kebijakan tersebut pada Chrome OS untuk unit organisasi individual. Misalnya, memberikan akses penggunaan Guest Mode untuk para pengguna pada domain mereka. Penyesuaian akses berdasarkan usia pengguna Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Baru-baru ini, Google meluncurkan kebijakan baru yang memudahkan admin untuk mengatur akses penggunaan aplikasi berdasarkan usia pengguna. Seluruh admin dari institusi pendidikan dasar dan menengah wajib memberi informasi siapa saja pengguna Google for Education yang telah berusia di atas delapan belas tahun dan berada dalam jaringan unit organisasi.  Perubahan tersebut akan berlaku setelah 1 September 2021. Sebagai contoh, nantinya murid berusia di bawah delapan belas tahun yang termasuk dalam domain K-12 tetap bisa menonton video YouTube yang ditugaskan guru, tapi mereka tidak dapat mengunggah video, memberikan komentar, maupun melakukan live stream menggunakan akun Google dari sekolah. Jika admin tidak menyesuaikan pengaturan hingga 1 September 2021, maka seluruh pengguna dari institusi pendidikan dasar dan menengah secara default akan tercatat berusia di bawah delapan belas tahun. Sedangkan institusi pendidikan dengan jenjang lebih tinggi akan tercatat berusia di atas delapan belas tahun. Namun, kebijakan terkait usia ini tidak bersifat mutlak. Artinya, admin dapat kembali melakukan penyesuaian berdasarkan usia asli tiap pengguna di institusi pendidikan masing-masing. Dilengkapi sistem keamanan optimal, Google for Education menawarkan pengalaman belajar online yang melindungi privasi para penggunanya. Buktikan sendiri dengan berlangganan Google for Education melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology siap membantu menjawab segala pertanyaan Anda seputar Google for Education. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Education

Tips Memilih Edisi Google for Education Yang Baik dan Benar

Tips Memilih Edisi Google for Education – Google for Education merupakan serangkaian produk, program, dan layanan yang dikembangkan Google untuk menunjang aktivitas pendidikan, terutama bagi kalangan pengajar dan pelajar. Salah satu produk unggulan tersebut adalah Google Workspace for Education. Melalui Google Workspace for Education, Anda bisa mengakses berbagai produk Google secara gratis untuk keperluan belajar dan mengajar. Mulai dari Gmail, Calendar, Meet, Docs, Sheets, Slides, Forms, Classrooms, Assignments, Sites, Group, Drive, dan Admin. Namun, versi gratis tersebut memiliki batasan pemakaian. Jika ingin lebih leluasa mengakses seluruh fitur secara optimal, Anda bisa upgrade ke edisi premium Google for Education. Setidaknya ada tiga edisi premium yang dapat Anda pilih. Namun, bagaimana cara menentukan edisi yang paling tepat untuk kebutuhan Anda? Hitung dulu jumlah murid atau peserta Photo Credit: lucas law (Unsplash) Jumlah murid yang Anda ajar dapat memengaruhi pemilihan edisi Google for Education, terutama jika Anda cukup sering mengadakan pembelajaran online melalui video conference. Pasalnya, tiap edisi menawarkan kapasitas peserta video conference dalam jumlah berbeda. Misalnya, jika jumlah murid Anda kurang dari seratus, maka Google for Education edisi Education Standard bisa menjadi pilihan tepat karena kapasitas maksimal pesertanya adalah seratus. Namun, jika jumlah murid melebihi itu, maka lebih baik Anda memilih edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus yang mampu menampung peserta video conference hingga 250 murid. Pertimbangkan kebutuhan akan video conference Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak “ruang kelas” pindah ke ranah online akibat pandemi, kebutuhan akan video conference sebagai perangkat belajar dan mengajar jadi meningkat pesat. Google memenuhi kebutuhan Anda tersebut melalui aplikasi Google Meet, yang juga termasuk dalam rangkaian Google for Education. Coba pertimbangkan hal apa saja yang Anda butuhkan saat mengajar melalui video conference. Kalau memang ingin mendapatkan fitur yang lengkap, pilihlah edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus. Kedua edisi tersebut telah dilengkapi fitur attendance tracking, noise cancellation, breakout rooms, bahkan hingga polling and QA. Fitur-fitur ini tidak akan Anda dapatkan dalam edisi Education Standard. Perhatikan tingkat kecepatan respons tim support Photo Credit: Jeswin Thomas (Unsplash) Pada dasarnya, seluruh edisi Google for Education memiliki akses terhadap layanan support melalui telepon, email, maupun online. Ya, bahkan pengguna edisi gratis (Education Fundamentals) juga berhak mengakses layanan tersebut. Namun, bagi yang membutuhkan layanan support Google for Education dalam waktu lebih cepat, maka sebaiknya Anda memilih edisi Education Plus. Hanya pengguna edisi inilah yang berhak mendapatkan respons lebih cepat dari tim spesialis support Google. Prioritaskan sistem keamanan Photo Credit: FLY:D (Unsplash) Kelancaran aktivitas belajar dan mengajar online juga ditentukan dari sistem keamanan perangkat yang digunakan. Seluruh edisi Google for Education tentunya telah dibekali dengan sistem kontrol dan keamanan yang mumpuni. Namun, memang, ada fasilitas keamanan khusus yang hanya terdapat pada edisi tertentu. Beberapa fitur keamanan yang terdapat di seluruh edisi, termasuk edisi gratis, adalah data loss prevention untuk Gmail dan Drive; eDiscovery untuk chat, email, dan data; serta advanced protection program. Namun, jika memilih edisi Education Standard atau Education Plus, Anda juga akan mendapatkan fitur keamanan tambahan berupa pencegahan spam dan phishing, pencegahan ancaman serangan, automate monitoring, dan masih banyak lagi. Peningkatan sistem keamanan ini tidak akan Anda dapatkan pada edisi Education Fundamentals ataupun Teaching and Learning Upgrade. Jadi, Google for Education mana yang akan Anda pilih untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar secara online? Apa pun itu, Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Klik di sini untuk tahu lebih banyak tentang Google for Education! Apabila sudah membaca tips memilih edisi Google for Education dan berminat untuk menggunakannya, atau jika ingin bertanya lebih lanjut, langsung saja hubungi EIKON Technology. Tim spesialis kami siap memberikan layanan terbaik untuk Anda.

Info

Kolaborasi secara Real-time dengan Google for Education

Kolaborasi secara Real-time dengan Google for Education – Pandemi COVID-19 menuntut banyak perubahan di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Dari yang semula melakukan kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka langsung di sekolah, kini aktivitas tersebut harus beralih ke ranah online demi mencegah penyebaran virus COVID-19. Alhasil, para guru dan murid pun harus bergantung pada teknologi untuk melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara online.  Beruntung saat ini sudah ada Google for Education yang dapat membantu mempermudah proses belajar dan mengajar tersebut. Berbasis cloud, layanan teknologi satu ini disediakan Google untuk menunjang kolaborasi secara real-time antara guru dan murid, antar guru, dan antar murid. Tentunya melalui berbagai fitur terkini yang telah disematkan dalam Google for Education. Ragam fitur untuk dukung kolaborasi secara real-time Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walaupun guru dan para murid sedang tidak berada dalam satu tempat yang sama, kolaborasi belajar dan mengajar tetap bisa dilakukan secara real-time berkat beragam fitur dalam Google for Education. Apa saja fitur-fitur unggulan tersebut? Berikut beberapa di antaranya: Google Classroom – platform yang dikembangkan Google untuk membantu guru atau pengajar dalam mengadakan kelas online, memberikan tugas kepada murid, membina komunikasi, hingga mengirimkan feedback. Google Assignments – aplikasi pengelolaan tugas yang memudahkan pengajar dalam memberikan tugas, pengumpulan tugas dari murid, hingga penilaian tugas. Google Meet – aplikasi video conference untuk menunjang komunikasi dan kolaborasi di komunitas sekolah, mulai dari kelas online, konferensi antara guru dan wali murid, seminar sekolah, dan lain sebagainya. Terintegrasi dalam satu tempat Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Google memang menyediakan banyak fitur untuk membantu pengajar dan murid melakukan kolaborasi belajar dan mengajar secara real-time. Namun, Anda tak perlu khawatir kesulitan mengakses fitur-fitur tersebut. Semua fitur telah terintegrasi dalam satu tempat, yakni Google Workspace for Education. Produk tersebut bahkan juga sudah mencakup penyimpanan berbasis cloud unggulan milik Google yang bernama Google Drive. Dengan menggunakan Google Drive, pengajar bisa menyimpan tugas-tugas dari murid atau dokumen penting lain secara online dan tentunya aman. Terlebih, kapasitasnya pun unlimited sehingga pengajar dapat menyimpan dokumen sebanyak apa pun. Tak hanya untuk murid sekolah, tapi juga mahasiswa Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Google for Education tak hanya bisa digunakan untuk pengajar dan murid yang masih duduk di bangku sekolah, tapi juga jenjang kuliah. Bahkan sudah banyak universitas ternama di dunia yang memanfaatkan Google for Education untuk memaksimalkan kolaborasi. Salah satunya adalah Manhattan College yang menggunakan Google Cloud untuk menyimpan dan mengelola berbagai data secara simpel dan praktis. Alhasil, mereka pun mampu meningkatkan layanan teknologi dan informasi kepada para pengajar dan mahasiswa. Berbeda halnya dengan University of South Carolina yang menggunakan Google Cloud untuk menyederhanakan proses pengelolaan data keperluan riset. Dari yang semula membutuhkan waktu tiga bulan, pemanfaatan Google Cloud berhasil memotongnya hingga enam belas jam saja. Hal ini pun membantu tim mereka dalam mempercepat workflow riset penelitian. Dilengkapi berbagai resource untuk mengajar Photo Credit: Beci Harmony (Unsplash) Selain fitur-fitur unggulan, Google for Education juga dilengkapi dengan aneka resource di berbagai bidang untuk membantu pengajar dan murid dalam meningkatkan inspirasi, kreativitas, dan tentunya kolaborasi. Inilah beberapa resource tersebut: Tilt Brush – perangkat atau tool untuk membuat artwork 3D. Read Along – aplikasi untuk membantu anak-anak usia sekolah awal dalam belajar membaca. Google Tour Creator – online platform yang memungkinkan Anda membuat tur 360 derajat dari lokasi Anda. Google Scholar – mesin pencari online khusus untuk kebutuhan akademis, mulai dari artikel, buku, abstrak, hingga jurnal. Science Journal – aplikasi untuk membantu murid dalam melakukan berbagai eksperimen science. Kolaborasi secara real-time dan efektif merupakan salah satu kunci penting keberhasilan aktivitas belajar dan mengajar. Walau saat ini belum bisa bertatap muka langsung, hal tersebut tetap dapat dilakukan para pengajar dan murid dengan menggunakan Google for Education. Anda bisa mendapatkan perangkat Google for Education secara mudah dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi G Suite yang tepercaya di Indonesia. Bahkan EIKON Technology juga melayani pembelian perangkat tambahan penunjang Google for Education seperti Bettercloud, Backupify, dan Google Vault. Dapatkan Google for Education sekarang juga melalui EIKON Technology!

Scroll to Top