EIKON Technology

transformasi digital.

Google Cloud

10 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud

Percepatan transformasi digital berbasis cloud memang membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, tapi di waktu yang bersamaan juga berpotensi memunculkan tantangan. Agar bisa memiliki performa yang optimal, tetap relevan dengan pasar, dan mampu meningkatkan kualitas, perusahaan harus memprioritaskan proses adopsi cloud yang aman, terjamin, dan tentunya mendukung lingkungan teknologi baru tersebut. Pengaturan pra-adopsi cloud Adopsi cloud dalam skala besar oleh perusahaan jelas memerlukan pengaturan sejumlah aktivitas yang signifikan, termasuk di dalamnya adalah: Memikirkan kembali hasil yang didapatkan dari pemanfaatan teknologi baru serta mengatur agar hasil tersebut bisa benar-benar diterapkan dengan mengubah cara merancang, menyampaikan, dan mengelola software di seluruh bagian perusahaan. Melakukan refactoring proses keamanan, kontrol, dan tata kelola risiko guna memastikan bahwa perusahaan tetap berada dalam profil risiko yang sesuai kapasitas serta tetap mematuhi peraturan selama dan setelah transformasi. Menerapkan model organisasi dan operasi baru untuk memberdayakan peningkatan keterampilan dan kemampuan yang lebih mendalam serta mendorong penerapan budaya yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Peran aktif seluruh elemen perusahaan Photo Credit: Piqsels Dari poin-poin di atas bisa disimpulkan bahwa setiap elemen perusahaan memiliki peran signifikan dalam proses transformasi digital berbasis cloud. Peranan kunci tentu tetap dipegang oleh jajaran direksi perusahaan yang bertugas mengawasi dan mendukung manajemen perusahaan dalam proses transformasi. 10 hal yang harus dipertimbangkan sebelum transformasi digital berbasis cloud Dalam melakukan transformasi digital berbasis cloud, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan agar perubahan tersebut memberikan hasil yang diinginkan. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya Anda jadikan pertimbangan saat akan melakukan  tranformasi digital berbasis cloud: Pengaturan pemanfaatan teknologi cloud Sebelum melakukan transformasi berbasis cloud, Anda harus tahu bagaimana penggunaan teknologi cloud diatur dalam perusahaan. Jangan lupa juga untuk memastikan adanya akuntabilitas yang jelas sehingga terdapat kejelasan Tingkat kesesuaian cloud Anda juga harus tahu sejauh mana tingkat kesesuaian teknologi cloud yang diterapkan dengan strategi bisnis perusahaan. Pastikan juga untuk menentukan pendekatan cloud yang sesuai agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan teknis Sebelum mengadopsi teknologi cloud dalam transformasi digital perusahaan Anda, pastikan sudah ada pendekatan teknis dan arsitektur yang jelas untuk penggunaan cloud. Tujuannya adalah agar infrastruktur dan aplikasi yang Anda gunakan terpelihara dengan baik dan tetap dalam keadaan aman. Penilaian keterampilan SDM pun harus benar-benar diperhatikan sebelum mengadopsi teknologi cloud untuk transformasi digital. Ada baiknya Anda melakukan penilaian keterampilan untuk menentukan apa yang sebenarnya diperlukan perusahaan ke depannya. Photo Credit: Piqsels Model operasi Penting halnya untuk memastikan bahwa model operasi yang diterapkan perusahaan benar-benar sesuai dengan teknologi cloud. Framework risiko dan pengendalian Ketahui seperti apa profil risiko perusahaan dan potensi perubahannya di masa mendatang. Anda juga harus bisa memastikan perusahaan tetap berada pada profil risiko yang aman. Fungsi risiko dan audit Mengetahui bagaimana fungsi risiko dan audit independen menyesuaikan pendekatan mereka terkait adopsi cloud oleh perusahaan. Regulator dan otoritas lain Melibatkan regulator dan otoritas lain dalam proses adopsi teknologi cloud agar mereka bisa mengikuti perkembangan strategi organisasi dan rencana migrasi proses bisnis. Prioritas sumber daya Anda harus tahu sumber daya mana saja yang harus diprioritaskan sehingga proses adopsi cloud memungkinkan. Prioritas tersebut juga harus bisa mempertahankan fokus yang memadai dalam mengelola teknologi yang sudah ada lebih dulu. Photo Credit: Piqsels Penyedia cloud Pastikan bahwa teknologi cloud yang Anda adopsi ke perusahaan merupakan serangkaian praktek terbaik dari pihak penyedia cloud. Ada baiknya juga untuk memilih penyedia cloud yang terus meningkatkan dan memperbaiki teknologinya dari pengalaman pelanggan. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Adopsi teknologi cloud dalam transformasi digital jelas bukanlah suatu proses singkat yang langsung terlihat hasilnya. Bahkan saat nanti teknologi tersebut sudah benar-benar tertanam dalam perusahaan Anda, masih terdapat potensi perubahan. Ini karena sifat teknologi cloud yang sangat dinamis. Semoga tips mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan transformasi digital ini bisa membantu Anda. Jika memang tertarik untuk mulai mengadopsi teknologi cloud, layanan Google Cloud bisa jadi permulaan yang baik. Anda bisa mendapatkan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini!

Appsheet

Tahapan Transformasi Digital untuk Perusahaan Konstruksi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah dengan melakukan transformasi digital, terutama di bidang perusahaan konstruksi yang cukup kompleks. Di mana perusahaan harus menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk memaksimalkan kinerja. Lalu, bagaimana tahapan dan keuntungannya? Berikut ulasannya. Tahapan Transformasi Digital Perusahaan Konstruksi Photo: Pexels.com Tahapan transformasi digital di berbagai perusahaan konstruksi memang berbeda-beda dan memiliki tingkatan tersendiri. Berdasarkan data dari Forrester, pembagian tahapan dan tingkatan ini terbagi atas tiga bagian yakni pemula, menengah, hingga advance. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 47% organisasi perusahaan diklasifikasikan dalam beginner. Yakni yang menggunakan teknologi digital yang masih standard dan masih perlu mengedepankan pengalaman pengguna.  Sementara itu, ada sekitar 39% perusahaan masuk dalam kategori menengah atau intermediate untuk penggunaan transformasi digital ini. Strategi tersebut digunakan untuk mentransformasikan operasional bisnis. Kemudian, di tingkat advance terdapat sekitar 14% perusahaan yang masuk di kategori ini. Itu artinya, perusahaan konstruksi menggunakannya untuk keperluan dasar hingga memperluas pangsa pasar mereka. Berikut beberapa keuntungan yang didapat perusahaan saat menggunakan transformasi digital ini. Tahapan Bagi Pemula Perusahaan yang tidak memiliki koordinasi yang baik dalam hal strategi transformasi digital, dapat dikatakan sebagai perusahaan di tingkat beginner atau pemula. Keuntungan dari perusahaan kelas ini ketika menggunakan transformasi digital dapat mempermudah akses komunikasi maupun koordinasi di berbagai divisi. Di sisi lain juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri. Termasuk dalam hal memasukkan data-data penting perusahaan ke dalam sistem jaringan. Lalu, juga memungkinkan untuk mengurangi biaya pengeluaran. Pada level ini juga dapat menambah pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun mitra perusahaan. Tahapan Transformasi Bagi Menengah Photo: Pexels.com Berikutnya adalah klasifikasi di kelas intermediate atau menengah. Pada klasifikasi ini, transformasi digital secara bersamaan dapat digunakan dalam menerapkan strategi antar organisasi perusahaan. Di tahap ini, manfaat yang didapat dari penggunaan Appsheet misalnya, tak hanya berdampak pada kenyamanan perusahaan saja, tetapi juga pengalaman konsumen lebih baik. Misalnya, perusahaan mengoperasikan berbagai aplikasi mobile yang terkoneksi dengan perangkat dan juga analitik yang lebih mudah. Meskipun begitu, untuk mendapatkan manfaat yang lebih di tingkatan ini perusahaan juga perlu bekerja ekstra dalam mentransformasikan strategi mereka. Tahapan Bagi Kelas Mahir (Advance) Terakhir adalah untuk klasifikasi di tingkat atas atau advance. Biasanya, ini diterapkan pada perusahaan dengan skala besar dan melakukan transformasi hampir secara menyeluruh di berbagai aktivitas. Dengan kata lain telah menerapkan prinsip Internet of Things (IoT). Misalnya saja penggunaan sensor pada bagian-bagian mesin tertentu, menggunakan aplikasi secara massif dalam pelayanan, hingga menggunakannya untuk analitik dalam pembuatan keputusan maupun perencanaan proyek lebih baik. Termasuk pula dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Penutup Photo: Pexels.com Transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor. Termasuk bagi perusahaan konstruksi. Berdasarkan uraian yang sudah dijabarkan di atas, transformasi digital di perusahaan konstruksi setidaknya membuat bisnis di bidang ini selangkah lebih maju dan lebih baik. Mulai dari aspek pengurusan dokumen, pengadaan barang, hingga memantau aktivitas pekerja sehingga kecelakaan kerja pun dapat diminimalisir dengan baik. Adanya platform seperti Appsheet juga mendukung dalam penerapan transformasi digital ini. Untuk penggunaan Appsheet lebih mudah, Anda bisa menggunakan layanan akun premium yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Keunggulan menggunakan Appsheet premium di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan after sales atau purna jual sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk melihat produk terbaik kami atau hubungi kami di layanan berikut.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, School

5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM

Tanpa disadari, masa pandemi sedikit banyak telah mengubah dunia kerja. Ada banyak aspek pekerjaan yang mengalami transformasi digital. Salah satunya adalah aspek SDM atau sumber daya manusia. Transformasi digital menuntut SDM untuk memiliki skill digital yang mumpuni. Contoh sederhananya adalah perkara meeting. Saat ini, hampir semua meeting tatap muka beralih pada meeting online. Mau tidak mau, tiap SDM harus memiliki skill untuk mengoperasikan aplikasi untuk meeting online. Maka tidak mengherankan jika IT training adalah bagian penting dalam transformasi digital. Dengan mempersiapkan SDM sebaik mungkin, maka perusahaan pun tidak akan tertinggal dalam transformasi digital yang dinamis. Begitu pula dengan para lulusan universitas yang akan terjun ke dunia kerja. Sebaiknya mulai mempersiapkan diri dengan skill digital seawal mungkin. Untuk menjawab situasi tersebut, Microsoft melalui Microsoft Education menawarkan beberapa layanan untuk membantu perusahaan dan juga institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan skill digital SDM. Artikel kali ini, akan membahas beberapa platform Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan untuk tingkatkan skill digital. Microsoft Learn untuk mempelajari skill baru Photo Credit: imperioame (PxHere) Platform pertama dari Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan adalah Microsoft Learn. Learn merupakan platform belajar yang menyediakan materi untuk meningkatkan skill digital dan pemahaman dasar mengenai teknologi. Model pembelajaran Learn pun dibuat interaktif dan dinamis. Pengguna dapat membuat akun di Learn untuk mengakses fitur tambahan seperti collections dari Microsoft. Selain itu, progres belajar dapat dilacak dengan mudah. Kesulitan mengatur materi belajar? Anda bisa mengaktifkan fitur rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Persiapkan sistem training dengan Microsoft Learn for Educators Dalam menghadapi transformasi digital yang sangat dinamis, ada baiknya perusahaan memiliki sistem training sendiri untuk melatih skill SDM. Dalam merancang sistem training perusahaan, Anda tentu memerlukan instruktur yang terlatih. Microsoft Learn menyediakan segmen khusus untuk keperluan tersebut, yaitu Educators. Melalui Educators, perusahaan dapat membantu calon instruktur training dengan menyediakan kurikulum belajar serta materi pengajaran yang terstruktur. Layanan ini telah terhubung dengan layanan Microsoft lainnya seperti Azure, Azure AI, Azure Data, dan bahkan Power Platform. Dapatkan penilaian skill resmi melalui Microsoft Certifications Setiap proses pembelajaran tentu memerlukan tahap penilaian atau assessment untuk mengukur pemahaman peserta didik. Melalui segmen Certifications dari Microsoft Education, karyawan yang telah menyelesaikan training bisa mengikuti assessment dan mendapat sertifikat resmi berisi hasil pencapaian mereka. Proses assessment yang dilakukan Microsoft Education juga di-update secara rutin menyesuaikan perkembangan teknologi terkini. Dengan begitu, penilaian dan sertifikat yang didapat karyawan pun akan selalu relevan. Azure for Students, persiapan skill digital untuk mahasiswa Photo Credit: PxHere Untuk meningkatkan skill digital tidak harus dimulai saat masuk ke dunia kerja. Para mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan memanfaatkan platform digital sebagai media belajar. Salah satunya adalah Azure for Students dari Microsoft. Azure for Students memungkinkan mahasiswa untuk dapat membuat aplikasi sendiri, mengembangkan AI (Artificial Intelligence), hingga memanfaatkan big data Microsoft yang memiliki akses menuju 25 layanan Azure secara gratis. Kembangkan potensi melalui Azure Lab Services Jika sebelumnya ada layanan yang ditujukan untuk mahasiswa, Microsoft juga menyediakan Azure Lab Services Azure yang dirancang khusus untuk tenaga pendidik. Layanan ini memungkinkan pendidik untuk menyiapkan serta menyediakan akses ke VM (virtual machines) untuk mendukung jalannya kegiatan belajar di kelas. Dengan kelas virtual ini, pengajar tidak hanya sekadar mengajar di ruangan kelas, tetapi juga bisa memberikan training pada profesional hingga menjalankan hackathon atau kolaborasi pengembangan proyek software. Photo Credit: Rawpixel Itulah beberapa platform dari Microsoft Education, segmen khusus dari Microsoft yang memang ditujukan untuk keperluan pembelajaran, terutama yang masih berhubungan dengan dunia IT. Perusahaan Anda sedang menjalankan transformasi digital atau justru Anda merupakan bagian dari institusi pendidikan tingkat akhir yang ingin mempersiapkan para mahasiswa dengan skill digital terkini? Microsoft Education dengan platform belajarnya yang selalu update adalah solusi terbaik. Di mana saya dapat terhubung dengan seluruh platform Microsoft Education ini? Untuk saat ini, Anda bisa mendapatkannya secara legal melalui partner resmi yang telah ditunjuk oleh Microsoft. EIKON Technology sebagai salah satu partner resmi Microsoft di Indonesia siap menyediakan akses menuju layanan Microsoft Education. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi produk, klik di sini.

Google Cloud

Transformasi Digital Lebih Mudah dengan Google Cloud

Transformasi digital masih dianggap sebagai strategi yang efisien untuk bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Dengan memanfaatkan teknologi untuk menggantikan metode-metode tradisional, alur kerja perusahaan pun akan lebih ringkas sekaligus efisien. Salah satu bentuk transformasi digital yang mulai digencarkan banyak perusahaan adalah penggunaan komputasi awan (cloud computing). Di Indonesia sendiri, migrasi cloud dinilai punya potensi besar, mengingat jumlah pengguna internet di tanah air yang mencapai lebih dari 200 juta user. Google sebagai raksasa teknologi di dunia pun tidak ketinggalan dalam menyediakan layanan komputasi awan melalui Google Cloud. Melalui Google Cloud, proses migrasi digital bisa dilakukan lebih cepat dan hemat. Berikut beberapa fitur unggulan Cloud untuk memudahkan proses migrasi digital Anda. Active Assist Photo Credit: Geralt (Pixabay) Active Assist merupakan rangkaian tools yang disusun berdasarkan data dan menghasilkan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Fungsi utamanya adalah mengurangi kerumitan dalam penggunaan Cloud, termasuk mengatasi kesulitan administrasi. Jadi, Anda dapat melakukan optimalisasi keamanan, kinerja, dan tentunya biaya penggunaan Cloud. Apa saja yang bisa dilakukan Active Assist?  Fitur ini dapat menjalankan perintah otomatis untuk menyesuaikan, mengurangi, dan bahkan mematikan mesin, disk, hingga IP yang tidak terpakai guna mengurangi biaya operasi cloud. Selain itu, Active Assist juga dapat membantu Anda untuk menerima pemberitahuan baru serta melakukan konfigurasi ulang pada perintah peningkatan ukuran otomatis. Peningkatan skala grup VM pun dapat diatur melalui fitur bantuan ini. Di dalam Active Assist Anda juga bisa menemukan Policy Analyzer. Memanfaatkan Policy Analyzer ini Anda dapat mengontrol masalah akses serta akun pengguna cloud. Kecerdasan jaringan Photo Credit: Google Cloud Salah satu keistimewaan hosting melalui Google Cloud adalah kompleksitas jaringan yang ditawarkan. Saat menggunakan Cloud, Anda otomatis berbagi infrastruktur jaringan yang sama dengan layanan Google lainnya seperti YouTube, Google Workspace, dan tentu saja raksasa mesin pencari, Google Search. Artinya, Anda dapat terhubung dalam jaringan berskala global. Bukan hanya itu, adanya koneksi dengan layanan Google lain seperti YouTube dan Search juga memudahkan Anda dalam membangun koneksi dengan pengguna. Jaringan dengan Google Workspaca akan menghadirkan akses menuju serangkaian tools untuk akselerasi transformasi digital perusahaan Anda. VM Manager Photo Credit: Google Cloud Meski pada umumnya perusahaan besar memiliki tool untuk manajemen aset serta manajemen patch. Sayangnya, tool tersebut biasanya berharga mahal dan biasanya dijual terpisah sehingga Anda pun perlu lebih banyak vendor penyedia. Belum lagi sistem pemeliharaan guna menjaga kinerja tool agar tetap berfungsi optimal dari waktu ke waktu. Untuk mengatasi problem tersebut, Google Cloud dibekali fitur VM Manager. Apa itu VM Manager? Fitur ini merupakan rangkaian tools yang dirancang untuk melakukan pemeliharaan armada besar VM (virtual machine) yang dihos melalui Google Compute Engine secara otomatis. Tools tersebut meliputi: Manajemen patch Dapat digunakan untuk mengetahui status patch VM, baik itu dalam sistem operasi Windows maupun Linux, menyoroti rekomendasi serta penerapan patch otomatis, membuat jadwal patching yang fleksibel, hingga mengamati status patch di seluruh armada VM  Anda. Manajemen konfigurasi Berfungsi untuk mempertahankan konfigurasi konsisten di seluruh VM, bahkan dilengkapi dengan fitur perbaikan otomatis. Manajemen inventaris Terakhir ada manajemen inventaris yang berfungsi sebagai tool untuk mengumpulkan sistem operasi dan perangkat lunak (terkadang juga package information). Selain itu, tool ini juga terintegrasi dengan Cloud Asset Inventory. Kombinasi keduanya dapat digunakan untuk menyederhanakan pengelolaan lingkungan cloud Anda secara detail dan lengkap. Dengan memanfaatkan fitur-fitur Google Cloud di atas, Anda dapat mengurangi beban manajemen infrastruktur, menurunkan biaya hosting infrastruktur cloud, hingga meningkatkan keamanan data perusahaan Anda secara signifikan. Langkah Anda menuju transformasi digital yang sesungguhnya pun lebih mudah dan minim risiko. Semua kemudahan tersebut dapat dinikmati dengan berlangganan Google Cloud. Bagaimana caranya? Berlangganan layanan Google Cloud kini bisa melalui authorized reseller atau partner resmi Google. Untuk wilayah Indonesia, Anda bisa menghubungi EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google. Masih merasa ragu? Konsultasikan kebutuhan infrastruktur cloud Anda dengan tim EIKON Technology sekarang juga. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology.

Appsheet

Manfaat Transformasi Digital pada Bidang Manufaktur

Perkembangan teknologi telah mendorong banyak perusahaan untuk melakukan transformasi digital, termasuk pada industri manufaktur. Agar tidak tertinggal dari para kompetitor, perusahaan manufaktur perlu menerapkan modernisasi terhadap operasional kerja mereka. Kuncinya adalah dengan mengautomasi proses kerja (workflow), pencatatan data, manajemen yang efisien, hingga penggunaan teknologi terkini. Melalui transformasi digital, perusahan manufaktur pun dapat merasakan berbagai manfaat berikut ini. Meningkatkan efisiensi kerja Photo Credit: Kateryna Babaieva (Pexels) Pada umumnya, industri manufaktur memiliki lingkungan kerja yang bergerak cepat. Puluhan hingga ratusan bekerja biasanya berkolaborasi dalam satu project sehingga membutuhkan komunikasi dan akuntabilitas yang kuat. Idealnya, berbagai tugas harus diselesaikan secara berurutan demi memastikan kepatuhan dan keamanan. Apabila hal tersebut dilakukan secara manual menggunakan sistem berbasis kertas maupun spreadsheet, kemungkinan besar akan ada banyak hal yang terlewatkan. Misalnya laporan kertas yang hilang atau tulisan tangan seseorang yang sulit dibaca. Demi efisiensi, banyak perusahaan digital yang kini menggunakan aplikasi untuk mempercepat persetujuan, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Semua dilakukan sebagai bagian dari transformasi digital. Sebagai contoh, di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang perakitan mobil, banyak proses perlu diperiksa di berbagai tahapan produksi. Misalnya, pihak manufaktur bertugas memastikan bahwa lampu dan klakson telah dipasang dengan tepat. Saat mobil mencapai tahap pemeriksaan terakhir, seluruh sistem harus mendapat persetujuan dari teknisi yang bertanggung jawab. Nah, dengan menggunakan aplikasi, tim perakitan mobil dapat memonitor siapa saja yang bertugas memeriksa proses-proses tersebut, kapan persetujuan dilakukan, dan lainnya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memastikan tiap proses berjalan lancar. Mengurangi biaya pengeluaran Photo Credit: Spencer Davis (Unsplash) Seiring dengan meningkatnya efisiensi kerja yang dibawa oleh transformasi digital pada perusahaan manufaktur, biaya pengeluaran pun akan ikut berkurang. Berkat mekanisme digitalisasi berbasis data, perusahaan jadi bisa menemukan area-area pemborosan yang sebelumnya tidak disadari. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur biasanya menerapkan kontrol proses statistik untuk mengidentifikasi adanya kesalahan produk pada tahap perakitan. Anda bisa menggunakan kamera dan teknologi sensor untuk membantu melakukan identifikasi tersebut sekaligus mengurangi potensi human error. Dengan penerapan teknologi digital sejak area perakitan produk, perusahaan dapat menghindari kesalahan lebih besar yang berpotensi menyebabkan penarikan produk dari para distributor. Transformasi digital pun pada akhirnya membantu perusahaan manufaktur terhindar dari pengeluaran tidak perlu. Alhasil, terciptalah lingkungan kerja manufaktur yang lebih “rapi” , padat, dan tentunya hemat biaya. Meningkatkan visibilitas di area kerja Photo Credit: Sam Moqadam (Unsplash) Di berbagai fasilitas manufaktur, produktivitas bisa cukup sulit untuk dimonitor. Hal ini disebabkan oleh manajer yang kesulitan untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi di lantai produksi, gudang, atau area kerja lainnya. Kabar baiknya, masalah tersebut dapat diatasi dengan menerapkan transformasi digital. Dengan bantuan teknologi baru seperti aplikasi, kamera, sensor, hingga wearables, manajer bisa mendapatkan pandangan terhadap apa yang dihadapi oleh para anggota tim dan apa yang terjadi di seluruh fasilitas manufaktur. Di satu sisi, manajer bisa mendapatkan informasi terkait progress kerja di perusahaan. Sedangkan di sisi lain, para pekerja dapat tetap fokus mengerjakan pekerjaan mereka. Transformasi digital pun tak hanya menjadi langkah modernisasi tempat kerja, tapi justru membawa perubahan yang berarti di industri manufaktur. Selain ketiga poin di atas, tentu masih ada banyak manfaat lain yang bisa didapatkan oleh perusahaan manufaktur melalui transformasi digital di tempat kerja. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan aplikasi merupakan salah satu cara efisien untuk memulai transformasi digital tersebut. Agar fungsi aplikasi bisa optimal, sebaikny kembangkan aplikasi sendiri menggunakan AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa coding. Buktikan sendiri kehebatannya dengan berlangganan AppSheet melalui partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology! 

Appsheet, Google Cloud

5 Aplikasi Tanpa Coding yang Bisa Anda Buat untuk Automasi Bisnis

  Automasi proses kerja (workflow) menjadi langkah signifikan dalam transformasi digital suatu bisnis. Pasalnya, teknologi automasi menyediakan solusi efektif untuk kebutuhan bisnis di berbagai area. Sayangnya, masih banyak bisnis yang ragu untuk menerapkannya karena khawatir teknologi automasi membutuhkan proses lama dan rumit.  Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud. Mengusung sistem no-code automation, AppSheet memungkinkan Anda dan tim untuk mengembangkan aplikasi automasi workflow tanpa membutuhkan coding. Tak hanya itu, AppSheet juga menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang bisa Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan automasi bisnis. Jadi, aplikasi apa saja yang bisa Anda buat tanpa harus coding untuk automasi bisnis? Manajemen event Photo Credit: Teemu Paananen (Unsplash) Salah satu sektor bisnis yang dapat merasakan manfaat dari pengembangan aplikasi tanpa membutuhkan coding di AppSheet adalah event organizer. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengelolaan event sangatlah rumit karena ada banyak hal yang harus diurus, mulai dari penjadwalan registrasi hingga kerja sama dengan berbagai vendor. Kini Anda bisa menyederhanakan proses tersebut dengan menggunakan sampel aplikasi Event Management yang ada di AppSheet. Melalui sampel ini, Anda bisa merancang aplikasi dengan berbagai fitur pendukung perencanaan event seperti custom maps dan laporan progress kerja. Automasi pembelian dan pengadaan barang Photo Credit: Mikhail Nilov (Pexels) Apa pun bidangnya, suatu bisnis tak dapat dipisahkan dari aktivitas pembelian dan pengadaan marang. Anda tentu paham betul betapa proses pesanan pembelian bisa memakan banyak waktu dan tenaga. Kesalahan sedikit saja dapat berdampak pada ketidakseimbangan stok hingga keterlambatan pembayaran. Di sinilah sampel aplikasi Procurement and Expensing Automation di AppSheet dapat membantu. Melalui aplikasi ini, Anda bisa lebih mudah memproses pesanan penjualan dan laporan pengeluaran, yang secara otomatis terhubung dengan alur pengajuan persetujuan. Dengan begini, pihak yang dibutuhkan bisa cepat memberikan persetujuannya. Deteksi anomali data Photo Credit: Luke Chesser (Unsplash) Keanehan atau anomali data biasanya terjadi ketika suatu titik data menyimpang dari kondisi normal yang selama ini ditunjukkan kumpulan data (dataset). Munculnya anomali data dapat menjadi indikasi atas banyak hal, contohnya saat perilaku konsumen mengalami perubahan atau terjadi gangguan teknis ketika Anda sedang menjalankan event. Itulah kenapa penting bagi bisnis untuk mendeteksi anomali data secara cepat agar penanganannya pun tidak terlambat. Saatnya mengembangkan aplikasi tanpa coding dari AppSheet, yang menyediakan sampel aplikasi Anomaly Detection untuk disalin dan dimodifikasi. Aplikasi ini dapat mengirimkan notifikasi jika ditemukan anomali data, sehingga Anda bisa cepat bertindak. Permintaan persetujuan bersifat hierarki Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Agar proyek bisnis dapat berjalan, biasanya membutuhkan persetujuan atau approval dari stakeholder. Semakin panjang rantai komandonya, maka akan semakin banyak pula approval yang harus Anda dapatkan. Misalnya, saat seorang manajer keuangan membuat suatu keputusan, maka harus disetujui pula oleh direktur mereka, lalu VP, hingga Chief Financial Officer (CFO). Proses mendapatkan approval ini bisa cukup berbelit. Untungnya, proses tersebut bisa disederhanakan melalui aplikasi Hierarchical Approvals yang sampelnya tersedia di AppSheet. Aplikasi tanpa coding ini dapat menentukan dari pihak mana sajakah approval suatu proses kerja dibutuhkan, lalu mengirimkan notifikasi kepada pihak-pihak tersebut. Pesan otomatis Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Komunikasi menjadi salah satu hal penting bagi bisnis untuk memelihara hubungan dengan para konsumen. Banyak cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan mengirimkan newsletter jika ada produk baru, promosi khusus, atau perubahan kebijakan. Namun, pastikan Anda konsumen tidak terpaksa saat menerimanya. Menggunakan sampel aplikasi Automated Messaging pada AppSheet, Anda bisa memberi pilihan kepada konsumen untuk bersedia menerima pesan promosi dari Anda. Aplikasi ini memungkinkan konsumen untuk melakukan registrasi secara in-app jika mereka memilih untuk menerima pesan tersebut. Ada begitu banyak jenis aplikasi yang bisa Anda buat untuk mendukung automasi workflow bisnis, terlebih jika Anda menggunakan AppSheet dari Google Cloud yang relatif mudah digunakan karena tak membutuhkan kemampuan coding.  Agar transformasi digital pada bisnis segera terwujud, langsung saja hubungi EIKON Technology untuk berlangganan AppSheet versi premium. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi langganan yang paling sesuai kebutuhan automasi bisnis Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Bisakah Layanan Kesehatan Memanfaatkan Teknologi No-code Automation?

Tahukah Anda bahwa layanan kesehatan termasuk salah satu industri yang cukup lambat dalam mengadopsi teknologi digital? Padahal, transformasi digital sangat penting dalam automasi proses kerja (workflow), yang dapat membantu organisasi kesehatan dalam meningkatkan efisiensi. Tak mengherankan jika menurut Gartner, sebanyak 63% penyedia layanan kesehatan terpaksa menghadapi gangguan yang cukup berat terkait perubahan organisasi internal, pendanaan, hingga pergeseran permintaan konsumen. Sebagai solusinya, secara perlahan mereka pun mulai mengadaptasi teknologi no-code automation seperti AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet menyediakan platform bagi para pekerja layanan kesehatan untuk mengembangkan aplikasi yang akan membantu mempercepat workflow. Kabar baiknya, pengembangan aplikasi melalui AppSheet bisa dilakukan tanpa bantuan departemen IT karena sama sekali tak membutuhkan coding. Lantas, hal apa saja yang dapat dilakukan oleh teknologi no-code automation di bidang layanan kesehatan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Penjadwalan konsultasi dokter Photo Credit: Gustavo Fring (Pexels) Melalui automasi penjadwalan konsultasi dokter, Anda tak hanya akan mengurangi risiko human error, tapi juga meningkatkan efisiensi staff, mengisi jadwal secara efektif, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Di Amerika Serikat, praktik automasi ini mulai marak dilakukan.  Industri layanan kesehatan di Amerika Serikat (AS) telah membuktikan hal tersebut. Berdasarkan analisis dari Accenture Health, hampir 40% dari 100 sistem kesehatan terbaik di AS telah menawarkan metode penjadwalan digital secara mandiri oleh pasien. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Pemesanan resep obat Photo Credit: Christina Victoria Craft (Unsplash) Geografi tak seharusnya menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan sesegera mungkin. Sebagai salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, banyak penyedia layanan kesehatan yang menerapkan automasi pada permintaan pembaruan resep dari pasien. Dengan begitu, para pasien bisa dengan mudah meminta isi ulang obat (refill) kapan pun mereka butuhkan tanpa harus menghubungi rumah sakit atau kantor layanan kesehatan terlebih dulu. Hal ini pun dapat membantu menghemat waktu pasien dan tenaga layanan kesehatan. Pemrosesan klaim asuransi Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kesehatan dihadapkan dengan permintaan konsumen dan kompetisi yang semakin tinggi. Sayangnya, hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan efisiensi operasional sehingga akhirnya banyak dari Anda yang mengalami kesulitan. Teknologi no-code automation dapat membantu Anda mengatasi hal tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses klaim asuransi kesehatan agar kepuasan pasien meningkat. Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan deteksi terjadinya gangguan pada proses tersebut sehingga nantinya dapat segera diambil tindakan yang tepat. Automasi workflow layanan kesehatan Photo Credit: National Cancer Institute (Unsplash) Masih banyak penyedia layanan kesehatan yang mengandalkan sistem lama dalam bekerja, mulai dari hal penerimaan pasien, referensi riwayat medis, hingga komunikasi dengan pasien. Dulu, mungkin sistem tersebut dapat efektif menjalankan layanan kesehatan. Namun, kini tak lagi seperti itu karena sistem lama justru menghambat adaptasi solusi yang inovatif. Jika Anda melihat organisasi layanan kesehatan yang telah melakukan transformasi digital, banyak dari mereka yang mengadaptasi teknologi no-code automation untuk menyederhanakan workflow dan mengurangi error. Dengan begini, mereka pun jadi bisa lebih fokus memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien. Skrining COVID-19 Photo Credit: CDC (Unsplash) Virus COVID-19 memberikan sejumlah tantangan baru kepada layanan kesehatan karena Anda harus melakukan screening terhadap pasien berdasarkan gejalanya. Hanya dengan beginilah Anda dan tim dapat mengukur potensi paparan penyakit tersebut. Teknologi no-code automation seperti AppSheet dapat membantu Anda menyederhanakan proses ini. Sudah banyak klinik yang menggunakan chatbots dan aplikasi komunikasi lain untuk melakukan skrining pasien. Setelah itu, sistem akan secara otomatis membantu pasien menjadwalkan tes COVID atau konsultasi dengan dokter. Automasi workflow tak hanya mempercepat transformasi digital pada layanan kesehatan, tapi juga membantu mengurangi proses manual, mendukung efisiensi operasional, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Sebagai salah satu tenaga layanan kesehatan, Anda bisa mencapai tujuan transformasi digital dengan mengadopsi teknologi no-code automation dari AppSheet. Mengombinasikan artificial intelligence (AI) dengan teknologi pengembangan bersifat no-code, kini seluruh tenaga di layanan kesehatan dapat mengautomasi workflow tanpa harus melakukan coding sedikit pun. AppSheet bisa Anda gunakan dengan mulai berlangganan melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, Anda bisa memilih edisi langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di organisasi Anda!

Scroll to Top