Appsheet

Appsheet, Google Workspace

Kenalan dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace

Google baru saja meluncurkan Apps Script connector for AppSheet, sebuah kapabilitas yang memungkinkan Anda untuk memanggil fungsi kode Apps Script dari sebuah aplikasi AppSheet tanpa kode. Kapabilitas baru ini memperluas kemampuan AppSheet dalam mengakses resources yang disediakan Apps Script. Contohnya, kini Anda dapat menggunakan Apps Script untuk otomatisasi alur kerja di Google Workspace dengan Workspace APIs for Drive, Docs, Sheets, dan Admin SDK, bahkan layanan Google lainnya seperti YouTube dan BigQuery. Google AppSheet AppSheet sendiri merupakan sebuah platform untuk membangun aplikasi tanpa kode dan alur kerja untuk otomatisasi proses bisnis. Dengannya, Anda dapat merancang dan meluncurkan aplikasi serta otomatisasi tanpa menggunakan kode. Photo Credit: Google Developers Blog Apps Script connector for AppSheet Apps Script connector for AppSheet resmi diperkenalkan pada pertengahan April 2022 ini. Kapabilitas ini menggabungkan beberapa layanan Google sekaligus: AppSheet, Apps Script, Workspace, serta APIs pengembangan Workspace. Integrasi ini memungkinkan para developer untuk memanggil dan meneruskan data ke fungsi Apps Script. Salah satu manfaat terbesar AppSheet adalah memungkinkan Anda untuk menerapkan aplikasi end-to-end yang sebenarnya dengan UI (frontend). Dengan kemampuan baru untuk memanggil kode Apps Script ini, membuat atau mengganti frontend yang ada dengan aplikasi AppSheet tanpa kode menjadi opsi yang sangat memudahkan. Baca juga: Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet Mulai menggunakan Apps Script connector for AppSheet Di AppSheet, konfigurasi dapat dilakukan hanya dengan skrip itu sendiri. Ide intinya adalah pembuat aplikasi memilih skrip Apps Script untuk dipanggil dengan mengonfigurasi “Task” AppSheet, yang merupakan tindakan saat AppSheet Automation dijalankan. Tindakan seperti itu biasanya terjadi dalam konteks baris data tertentu di sumber data AppSheet. Misalnya, otomatisasi dapat dipicu saat catatan data baru dibuat oleh salah satu end-user aplikasi. Terakhir, pembuat aplikasi dapat menentukan nilai untuk diteruskan ke parameter fungsi Apps Script berdasarkan nilai dalam rekaman data aktif. Photo Credit: Google Developers Blog Berikut cara memulainya dalam lima langkah mudah: Di AppSheet, pilih layar Automation, buat Bot baru dengan Event terkait untuk didengarkan, dan terakhir pilih opsi Call a script untuk Task tersebut. Photo Credit: Google Developers Blog Kemudian, di bawah “Apps Script Project”, pilih skrip yang akan dipanggil. Kode ini akan dibuat menggunakan editor Apps Script, dan akan berada di Google Drive App Creator. Photo Credit: Google Developers Blog Setelah dipilih, daftar fungsi yang tersedia di proyek Apps Script akan ditampilkan dalam Function name. Di sini, pilih fungsi yang akan dipanggil dari AppSheet. Jika sudah memilih fungsi yang akan dipanggil, daftar parameternya (data tambahan yang diteruskan saat memanggil fungsi). Photo Credit: Google Developers Blog Untuk setiap parameter fungsi, gunakan AppSheet Expression Assistant untuk menentukan nilai yang akan diteruskan untuk parameter saat otomatisasi dipanggil. Ekspresi dapat berupa kolom sederhana di sumber data aplikasi AppSheet, atau fungsi atau komputasi yang lebih kompleks yang melibatkan banyak kolom. Photo Credit: Google Developers Blog Terakhir, simpan Task di AppSheet Editor menggunakan tombol Save. Selesai! Saat otomatisasi dipicu (misalnya, saat pengguna menambahkan baris data baru), mesin otomatisasi AppSheet akan memanggil fungsi Apps Script yang ditentukan, meneruskan nilai dari ekspresi yang dievaluasi sebagai argumen fungsi. Detail tentang panggilan fungsi akan tersedia di AppSheet Automation Monitor. Baca juga: Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet Dengan adanya kapabilitas Apps Script connector for AppSheet, kini developer dapat memanggil fungsi kode Apps Script dari sebuah aplikasi AppSheet tanpa kode dengan mudah. Menariknya lagi, kapabilitas baru ini juga telah terhubung dengan berbagai resources Workspace APIs for Drive dan bahkan berbagai layanan Google seperti YouTube dan Analytics. Bahkan kapabilitas ini dapat digunakan untuk otomatisasi alur kerja Google Workspace. Untuk mengoptimalkan penggunaan kapabilitas ini memang disarankan integrasi dengan layanan Google lainnya. Integrasi dengan berbagai layanan Google kini jauh lebih mudah melalui Google Workspace. Mulai berlangganan Google Workspace untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Kami siap mendampingi Anda mulai dari proses pemilihan paket hingga penerapan. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kami di sini.

Appsheet

Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet

Workflow pekerjaan menuntut Anda untuk terus mondar-mandir di beberapa aplikasi sekaligus? Hal ini tentu akan sangat menghambat produktivitas kerja, terlebih jika aplikasi yang Anda gunakan memakan banyak memori. Dengan memanfaatkan AppSheet yang ada dalam Gmail, Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. AppSheet merupakan platform untuk membuat aplikasi tanpa coding. Dalam perkembangannya, AppSheet hadir pada produk dan layanan lain dari Google. Salah satunya adalah Gmail. Kehadiran AppSheet di Gmail akan memungkinkan Anda untuk membuat email yang lebih dinamis bahkan tanpa coding. Sebab, AppSheet sendiri merupakan platform tanpa coding sehingga dapat dioperasikan dengan mudah, bahkan oleh mereka yang tidak punya pengalaman dalam bidang programming. Simak caranya dalam penjelasan berikut ini! Mengenal cara kerja AppSheet di Gmail Sebelum mulai menggunakan AppSheet di Gmail, mari pelajari bagaimana cara kerjanya. Pada screenshot di bawah, Anda bisa melihat sebuah email permintaan perjalanan yang menunggu persetujuan. Email ini sendiri diteruskan dari aplikasi Permintaan Perjalanan. Dengan AppSheet, Anda bisa membuat sebuah Email Dinamis untuk merespon email tersebut. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan memanfaatkan fitur Email Dinamis dari AppSheet maka detail terbaru tentang permintaan perjalanan tersebut akan ditampilkan langsung pada email. Disebut dinamis karena sumber data terbaru akan selalu ditanyakan tiap email dibuka. Jadi, baik pengirim maupun penerima email bisa langsung mendapatkan update terbaru mengenai email. Orang yang menerima Email Dinamis (atau disebut “approver“) dapat meninjau tiap detail yang ada dalam email. Entah itu menambahkan komentar, membuat keputusan persetujuan, hingga mengirimkan tanggapan mereka langsung dari email. Secara otomatis, tindakan ini akan langsung memperbaharui sumber data aplikasi (dalam contoh kali ini adalah data dari Google Spreadsheet). Baca juga: Cara Membuat Aplikasi Tanpa Coding untuk Menyederhanakan Proses Kerja Gambar di bawah menampilkan data pada Google Spreadsheet setelah permintaan perjalanan diberi persetujuan melalui Gmail. Persetujuan dari pengguna ditandai dengan formula “TRUE”. Anda juga bisa melihat detail lain seperti tanggal persetujuan serta catatan tambahan yang muncul pada baris permintaan perjalanan yang ada pada Spreadsheet. Perhatikan screenshot berikut ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk ekstensibilitas ekstra, setelah data tersebut ditulis kembali ke sumber data, maka otomatisasi tambahan pun akan bekerja. Apa saja otomatisasi yang bisa disambungkan ke AppSheet pada Gmail? Anda bisa mengatur beberapa bagian dalam alur kerja seperti mengirim email konfirmasi atau pesan teks SMS. Mulai membuat Email Dinamis dengan AppSheet Untuk mulai membuat Email Dinamis melalui AppSheet tidaklah sulit, prosesnya bahkan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatur otomatisasi. Adanya otomatisasi akan memungkinkan aplikasi Anda untuk mendeteksi beberapa tindakan tertentu dan kemudian mengambil tindakan yang sesuai. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Kembali pada contoh sebelumnya, proses otomatisasi terjadi pada saat muncul sebuah Permintaan Perjalanan. Bot yang telah dibuat sebelumnya akan mendeteksi permintaan tersebut dan kemudian melakukan respon yang sesuai seperti mengirimkan email kepada approver dengan detail kunci. Jika Anda sudah selesai mengatur proses otomatisasi yang diinginkan, beralihlah ke dropdown “Use Dynamic Email” dan pilih tampilan “Approvals”. Dengan memilih opsi tersebut maka pengguna akan mendapatkan email balasan yang berisi persetujuan permintaan perjalanan. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan detail lain seperti alamat email penerima serta pesan tambahan. Photo Credit: Rawpixel Sekarang, Anda sudah bisa mulai menggunakan Email Dinamis. Perlu diingat juga, selain Gmail, AppSheet juga dapat ditemukan pada aplikasi maupun layanan lain dari Google seperti Google Sheet. Dengan memanfaatkan AppSheet maka workflows akan menjadi lebih ringkas sehingga produktivitas kerja meningkat. Ingin navigasi aplikasi yang lebih baik lagi? Ada baiknya Anda menggunakan all-in-one platform seperti Google Workspace. Google Workspace menyediakan berbagai tools yang menunjang produktivitas sekaligus kolaborasi, semuanya dalam satu tempat. Anda bisa mendapatkan Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Appsheet

Kelebihan Aplikasi untuk Report Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja masih menjadi perbincangan di beberapa sektor industri. Sebab, tak jarang kecelakaan kerja ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, namun juga menyangkut keselamatan para pekerja itu sendiri. Khususnya di sektor yang berisiko tinggi seperti konstruksi, pertambangan, dan manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan adanya aplikasi kecelakaan kerja yang baik. Lalu, apa saja manfaat dan kelebihan aplikasi ini? Berikut ulasannya. Memperkuat Proses dan Prosedur Formal dengan Baik Photo: Pexels.com Beberapa perusahaan di bidang konstruksi maupun manufaktur mungkin akan menyadari pentingnya aplikasi kecelakaan kerja setelah hal buruk terjadi. Tentu hal ini merupakan pandangan yang keliru. Ada baiknya pemanfaatan aplikasi untuka kecelakaan kerja digunakan tak hanya setelah terjadinya insiden, tetapi jauh-jauh hari sudah diberlakukan. Dengan begitu, protokol keselamatan kerja dari segi proses dan prosedur formalitasnya dapat berjalan dengan baik. Langkah ini dapat mencegah kejadian yang merugikan nantinya. Dengan menggunakan aplikasi yang tepat, pihak manajemen perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat bila terjadi kecelakaan kerja. Penjadwalan Interview Semakin Mudah dengan Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Pexels.com Dalam investigasi kecelakaan kerja yang terjadi, pihak manajemen tentu memanggil berbagai pihak untuk melakukan wawancara pendalaman kasus. Namun, untuk menjadwalkan hal tersebut terkadang cukup sulit.  Sebagai contoh, aplikasi pelaporan kecelakaan kerja bisa berisi mengenai penjadwalan wawancara lebih lanjut. Pihak manajemen juga dapat melacak siapa saja pihak yang terkait dengan insiden, kapan waktu untuk wawancara, hingga latar belakang dan alasan memilih pihak tersebut.  Khususnya pemanggilan untuk wawancara dengan pihak ketiga seperti penyelidik dari pihak kepolisian dan lainnya. Lebih Mudah dalam Mengumpulkan Bukti Photo: Unsplash.com Ketika terjadi kecelakaan kerja, proses selanjutnya adalah mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk keperluan investigasi. Hal ini karena, semakin banyak data-data yang dikumpulkan oleh pihak manajemen maka akan semakin baik. Khususnya mengenai proses hukum nantinya. Aplikasi kecelakaan kerja ini bisa menjadi platform penting sebagai pusat informasi. Misalnya saja mengenai foto, dokumentasi, transkrip wawancara, dan lain sebagainya. Termasuk pula kejadian-kejadian yang saling berhubungan sebelum dan setelah terjadinya kecelakaan kerja berlangsung. Memasukkan Data Jadi Lebih Mudah dengan  Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Unsplash.com Terakhir, tak hanya dapat dijadikan sebagai platform untuk mengumpulkan bukti saat terjadi kecelakaan kerja saja, aplikasi ini juga akan memudahkan pengguna dalam memasukkan data penting. Sebagai gambaran, setelah kejadian kecelakaan kerja, administrator harus segera melaporkan kejadian tersebut. Saat menggunakan cara lama, tentu akan memakan waktu dan bisa saja laporan perusahaan tersebut kurang akurat karena masalah waktu memasukkan data. Berbeda halnya dengan menggunakan aplikasi untuk mendeteksi kecelakaan kerja yang mampu melaporkan secara akurat dan mengurangi kesalahan interpretasi. Pada akhirnya, akan mempercepat pula waktu investigasi dengan dukungan bukti-bukti yang kuat seperti disebutkan poin di atas. Penutup Photo: Pexels.com Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi kecelakaan kerja memiliki banyak manfaat. Terutama dalam bidang manufaktur maupun infrastruktur. Di mana dua sektor tersebut memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Namun, dengan aplikasi tersebut setidaknya dapat meminimalisir hal buruk tersebut. Misalnya untuk mengecek hal-hal penting seperti kerusakan mesin dan sebagainya. Dengan mengecek lebih awal, kerusakan kecil dapat ditanggulangi. Termasuk untuk menyimpan bukti-bukti saat terjadi kecelakan kerja sebagai bahan penyelidikan saat dibutuhkan. Kini, membuat aplikasi kecelakaan kerja juga semakin mudah. Contohnya dengan menggunakan Appsheet. Yakni platform yang dapat Anda gunakan untuk membuat aplikasi tanpa coding. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Appsheet dengan lisensi resmi dari Google, Anda bisa hubungi EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google, kami memiliki layanan purna jual yang bisa pengguna dapatkan sesuai kebutuhan.

Appsheet

Tahapan Transformasi Digital untuk Perusahaan Konstruksi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah dengan melakukan transformasi digital, terutama di bidang perusahaan konstruksi yang cukup kompleks. Di mana perusahaan harus menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk memaksimalkan kinerja. Lalu, bagaimana tahapan dan keuntungannya? Berikut ulasannya. Tahapan Transformasi Digital Perusahaan Konstruksi Photo: Pexels.com Tahapan transformasi digital di berbagai perusahaan konstruksi memang berbeda-beda dan memiliki tingkatan tersendiri. Berdasarkan data dari Forrester, pembagian tahapan dan tingkatan ini terbagi atas tiga bagian yakni pemula, menengah, hingga advance. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 47% organisasi perusahaan diklasifikasikan dalam beginner. Yakni yang menggunakan teknologi digital yang masih standard dan masih perlu mengedepankan pengalaman pengguna.  Sementara itu, ada sekitar 39% perusahaan masuk dalam kategori menengah atau intermediate untuk penggunaan transformasi digital ini. Strategi tersebut digunakan untuk mentransformasikan operasional bisnis. Kemudian, di tingkat advance terdapat sekitar 14% perusahaan yang masuk di kategori ini. Itu artinya, perusahaan konstruksi menggunakannya untuk keperluan dasar hingga memperluas pangsa pasar mereka. Berikut beberapa keuntungan yang didapat perusahaan saat menggunakan transformasi digital ini. Tahapan Bagi Pemula Perusahaan yang tidak memiliki koordinasi yang baik dalam hal strategi transformasi digital, dapat dikatakan sebagai perusahaan di tingkat beginner atau pemula. Keuntungan dari perusahaan kelas ini ketika menggunakan transformasi digital dapat mempermudah akses komunikasi maupun koordinasi di berbagai divisi. Di sisi lain juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri. Termasuk dalam hal memasukkan data-data penting perusahaan ke dalam sistem jaringan. Lalu, juga memungkinkan untuk mengurangi biaya pengeluaran. Pada level ini juga dapat menambah pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun mitra perusahaan. Tahapan Transformasi Bagi Menengah Photo: Pexels.com Berikutnya adalah klasifikasi di kelas intermediate atau menengah. Pada klasifikasi ini, transformasi digital secara bersamaan dapat digunakan dalam menerapkan strategi antar organisasi perusahaan. Di tahap ini, manfaat yang didapat dari penggunaan Appsheet misalnya, tak hanya berdampak pada kenyamanan perusahaan saja, tetapi juga pengalaman konsumen lebih baik. Misalnya, perusahaan mengoperasikan berbagai aplikasi mobile yang terkoneksi dengan perangkat dan juga analitik yang lebih mudah. Meskipun begitu, untuk mendapatkan manfaat yang lebih di tingkatan ini perusahaan juga perlu bekerja ekstra dalam mentransformasikan strategi mereka. Tahapan Bagi Kelas Mahir (Advance) Terakhir adalah untuk klasifikasi di tingkat atas atau advance. Biasanya, ini diterapkan pada perusahaan dengan skala besar dan melakukan transformasi hampir secara menyeluruh di berbagai aktivitas. Dengan kata lain telah menerapkan prinsip Internet of Things (IoT). Misalnya saja penggunaan sensor pada bagian-bagian mesin tertentu, menggunakan aplikasi secara massif dalam pelayanan, hingga menggunakannya untuk analitik dalam pembuatan keputusan maupun perencanaan proyek lebih baik. Termasuk pula dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Penutup Photo: Pexels.com Transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor. Termasuk bagi perusahaan konstruksi. Berdasarkan uraian yang sudah dijabarkan di atas, transformasi digital di perusahaan konstruksi setidaknya membuat bisnis di bidang ini selangkah lebih maju dan lebih baik. Mulai dari aspek pengurusan dokumen, pengadaan barang, hingga memantau aktivitas pekerja sehingga kecelakaan kerja pun dapat diminimalisir dengan baik. Adanya platform seperti Appsheet juga mendukung dalam penerapan transformasi digital ini. Untuk penggunaan Appsheet lebih mudah, Anda bisa menggunakan layanan akun premium yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Keunggulan menggunakan Appsheet premium di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan after sales atau purna jual sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk melihat produk terbaik kami atau hubungi kami di layanan berikut.

Appsheet

Membuat Mobile App dari Geolokasi dan Google Maps dalam 5 Menit

Sejak diluncurkan, Appsheet mendapatkan respon positif dari sebagian besar masyarakat. Dalam hal ini terutama mereka yang menggunakannya untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Saat ini, Appsheet pun juga bisa digunakan dalam membuat mobile App dengan memanfaatkan layanan geolokasi dan Google Maps. Cara membuatnya pun tak memerlukan waktu lama. Pengguna hanya membutuhkan waktu lima menit saja. Keunggulan aplikasi Appsheet pada Geolokasi dan Google Maps memang membantu pengguna. Terutama untuk mengidentifikasi lokasi penting dan bagaimana menavigasi pengguna. Dengan begitu akan menghemat waktu bagi pengguna dalam mencari jalan menuju lokasi lain ke pusat bisnis mereka. Tak hanya menghemat waktu, adanya platform ini juga akan memantau project Anda dapat berjalan sesuai rencana. Lalu, ketika ada kendala segera teratasi dengan baik. Lantas, bagaimana cara membuatnya? Fitur-fitur unggulan apa saja yang bisa pengguna nikmati? Anda bisa simak ulasannya dalam artikel ini hingga akhir. Membuat Aplikasi Geolokasi dan Google Maps dengan Appsheet Photo: Toms Guide Cara membuat Geolokasi dan Google Maps menggunakan Appsheet sangatlah mudah. Terlebih lagi bila Anda memiliki akun Appsheet sebelumnya dan sudah Anda gunakan untuk berbagai keperluan. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut: Klik ‘My Apps’ dan lanjutkan dengan klik ‘Create New Mobile App’ untuk memulai. Jika Anda sebelumnya tidak sign up, maka bisa memulainya dengan klik tombol ‘Start for Free’. Berikutnya, pilihlah sumber daya yang Anda inginkan. Dalam hal ini, Anda bisa memilih Google Sheet. Namun, Anda juga dapat menggunakan data dari platform lain seperti Excel, Dropbox, Office365, SmartSheet, mySQL, dan program lainnya. Kemudian, klik pada data yang akan Anda upload. Setelah Anda memasukkan semua data, platform Appsheet akan memasukkan data secara otomatis saat Anda membuat aplikasi. Saat Anda klik ‘map view’ maka, Anda bisa melihat perbedaan lokasi dengan tanda titik biru. Di mana titik tersebut menjadi lokasi yang akan dikunjungi oleh teknisi di hari itu. Fitur yang Bisa Anda Gunakan Photo: i More Appsheet memiliki ratusan opsi fitur yang memungkinkan para kreator aplikasi mengembangkannya untuk kebutuhan dan kepentingan mereka. Jadi, mereka juga bisa membuat aplikasi terbaik dan mengembangkannya untuk berbagai keperluan bisnis. Begitu pula untuk keperluan perusahaan. Misalnya saja untuk fitur ‘Columns’. Fitur ini merupakan editor aplikasi untuk memilih kolom mana di spreadsheet Anda bagaimana pengguna ingin memfungsikannya. Kemudian, Anda bisa membuat ‘Slices’ data. Fitur ini dapat digunakan dalam banyak cara. Seperti jika Anda ingin karyawan Anda melihat bagian-bagian aplikasi. Atau jika Anda ingin membuat layaknya UX view dengan hanya satu bagian tabel data saja. Penutup Photo: Business Insider Dengan adanya Appsheet, kini Anda dapat melakukan banyak hal dengan lebih mudah. Termasuk membuat aplikasi Appsheet ini dengan menggunakan geolokasi dan Google Maps.  Hal itu sangat membantu untuk menentukan dan penandaan lokasi di berbagai keperluan bisnis dan perusahaan Anda. Membuat Appsheet juga semakin mudah jika Anda menggunakan platform premium dengan lisensi resmi dari Google pusat. Platform ini pun bisa Anda dapatkan di EIKON Technology dengan fitur sesuai dengan kebutuhan. Selain platform yang sesuai dengan kebutuhan, Anda mendapatkan layanan purnajual dan maintenance sesuai dengan promo yang berlaku.  Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk unggulan dari kami, Anda bisa klik di sini. 

Appsheet, Gmail

Integrasi Appsheet dengan Gmail

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, platform Appsheet mendapatkan respon positif bagi para pengguna akun Google Workspace. Pasalnya, platform ini sangat membantu penggunanya dalam mengelola proyek dan hal penting lainnya. Termasuk dalam mengelola akun Gmail mereka. Lalu, apa saja keuntungan dari integrasi Appsheet dengan Gmail ini dan bagaimana mengintegrasikannya? Berikut ulasannya. Sekilas tentang Appsheet Photo: BFA Global Bagi sebagian orang mungkin masih belum mengetahui tentang Appsheet. Terlebih lagi untuk Anda yang baru pertama kali atau awam menggunakannya. Melansir dari laman resmi Google, platform ini merupakan pengembangan untuk membuat aplikasi web maupun seluler tanpa harus memerlukan coding terlebih dahulu. Dengan begitu, pengguna dapat membuat aplikasi dari sumber data dari mana pun. Misalnya saja dari Spreadsheet, Excel, Cloud SQL, maupun Salesforce. Bahkan yang terbaru saat ini juga terintegrasi dengan Gmail.  Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini bersifat dinamis. Keunggulan Integrasi Appsheet dengan Google Workspace Photo: Punto Informatico Bagi pengguna Google Workspace Enterprise Plus, Anda bisa menggunakan fitur-fitur terbaru di Appsheet. Pihak Google mengatakan jika Appsheet Starter dan Core tersedia dalam layanan subscripsi berbayar di semua edisi Google Workspace. Sementara itu, untuk lisensi Appsheet Core tidak terdapat biaya jika pengguna menggunakan Google Workspace Enterprise Plus. Dengan menggunakan layanan Appsheet yang terhubung dengan Gmail, pengguna lebih mudah untuk mengoperasikan Google Workspace tanpa harus meninggalkan atau menutup program penting antara satu akun dengan lainnya. Dengan begitu dapat menghemat waktu dan lebih produktif.  Cara Mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail Photo: Kompas.com Pada dasarnya, untuk mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail cukup mudah. Di sini, ada perbedaan cara berdasarkan posisi Anda sebagai pengguna. Yakni admin, pengguna (end user), maupun developer. Cara tersebut antara lain adalah: Jika Anda sebagai admin, Appsheet memerlukan layanan tambahan pada perangkat admin. Di sini, admin dapat menyalakan fitur dynamic emails atau mematikannya untuk organisasi pada perangkat admin tersebut. Apabila Anda ada di posisi end user, dynamic emails akan secara otomatis membuat tampilan Appsheet tersemat pada akun Gmail. Lalu, bagi Anda selaku developer, Appsheet dapat digunakan dengan mengaktifkan fitur tambahan melalui Appsheet editor Penutup Photo: New York Post Dari ulasan di atas, dapat kita lihat dan simpulkan bahwa dengan adanya integrasi Appsheet dengan salah satu layanan Google Workspace seperti Gmail tentu sangat membantu bagi para karyawan maupun individu untuk mengelola proyek dengan mudah, aman, dan nyaman. Anda pun tak perlu kesulitan lagi untuk mencari pesan masuk yang penting,atau menghapusnya setelah proyek selesai.  Kini, Anda bisa menggunakan layanan Appsheet dan Google Workspace premium dengan mendapatkannya di EIKON Technology. Di sini, semua produk dan layanan yang ditawarkan memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda akan mendapatkan layanan after sales sesuai kebutuhan dari produk yang dipilih. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami silakan klik di sini.

Appsheet, Google Docs

Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet

Perkembangan teknologi dalam bisnis membawa perubahan yang sangat signifikan. Tak hanya untuk penjualan saja, tetapi juga untuk melihat pengalaman konsumen dari kurun waktu tertentu. Saat ini, Anda bisa menggunakan berbagai platform seperti Appsheet di Google Docs. Lalu, apa pentingnya keberadaan pengalaman konsumen dan bagaimana mengolahnya menggunakan Appsheet Google Docs? Simak ulasannya berikut ini. Customer Experience sebagai Faktor Kunci Bisnis Photo: Unsplash.com Pengalaman konsumen atau customer experience secara umum bisa diartikan sebagai persepsi konsumen terhadap sebuah brand, produk, dan jasa yang mereka gunakan. Jika pengalaman yang konsumen dapatkan mengarah ke positif, maka bisa dibilang produk atau jasa yang kita tawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Begitu pula sebaliknya, jika mengarah ke hal negatif maka ada yang kurang dengan produk, jasa, atau brand Anda. Di sinilah pentingnya melihat dan menganalisis pengalaman konsumen. Sebab, pengalaman konsumen atau customer experience memiliki tujuan dalam pengembangan bisnis. Misalnya saja meningkatkan loyalitas, meningkatkan kepuasan, hingga memperluas pemasaran dan meningkatkan konversi penjualan. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, melihat pengalaman konsumen merupakan hal penting untuk pengembangan bisnis ke depannya. Cara Membuat Appsheet di Google Docs Photo: Bitrix24 Di era digital, pengalaman konsumen dapat dilihat dan dianalisis dengan mudah dengan berbagai layanan platform digital. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi Appsheet melalui Google Docs. Untuk membuatnya pun tak memerlukan langkah yang sulit. Anda bisa membuatnya di mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet. Langkahnya adalah: Klik “Add Ons”dari Google Doc Anda. Lalu lanjutkan dengan “Get Add-Ons” dan cari fitur “AppSheet”. Install “AppSheet add-on” Anda dan tunggulah beberapa saat hingga terpasang dan bisa digunakan. Jika Google Docs Anda belum siap, tak perlu khawatir karena  AppSheet akan membuat template secara otomatis untuk Anda gunakan. Sehingga, Anda juga lebih mudah melakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya untuk melihat feedback konsumen dari email. Di sini Anda bisa klik tombol “Prepare” di bagian kanan. AppSheet akan memastikan dokumen yang Anda gunakan dengan platform yang ada. Jika ini bisa dilakukan, maka Anda bisa klik “Launch” untuk menggunakan aplikasi. Saat Anda melakukan kustomisasi, nantinya akan ada link untuk Anda download dan dapat dilakukan melalui smartphone. Fitur AppSheet ini tak hanya penting untuk mengevaluasi brand atau bisnis Anda. Di sisi lain juga bisa menjadi data untuk merancang strategi bisnis di masa mendatang. Termasuk dalam melakukan survey kepada konsumen menjadi lebih mudah. Kesimpulan Photo: Unsplash.com Dari ulasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Appsheet di Google Docs memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis maupun perusahaan. Terutama untuk memudahkan dalam menganalisis perilaku sekaligus pengalaman konsumen lebih baik dan lebih cepat dari sebelumnya. Jika dulu melihat pengalaman konsumen menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden, kini cukup dengan mengisi form secara online. Contohnya dengan menggunakan Appsheet Google Docs ini. Dengan begitu, perusahaan selain lebih cepat mendapatkan data juga membuat bisnis lebih efisien. Terutama dari segi biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir. Kini, Anda dapat menggunakan layanan Appsheet dengan Google Docs dari EIKON Technology. Kami menyediakan layanan yang memiliki lisensi dari Google pusat. Sehingga lebih nyaman digunakan dan tingkat keamanan yang terjamin. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Appsheet dari kami, Anda bisa klik di sini. Selain mendapatkan produk terbaik, Anda juga dapat menikmati layanan after sales dan maintenance.

Appsheet, Google Cloud

Membuat Aplikasi Manajemen Inventaris dari Google Sheets dengan AppSheet

  Pada dasarnya, mengelola inventaris produk merupakan tugas yang cukup sulit, baik untuk bisnis retail berskala besar maupun kecil. Umumnya, mayoritas pebisnis menggunakan spreadsheet untuk mengelola inventaris produk. Di sinilah masalah biasanya muncul mengingat ada begitu banyak data yang harus dikelola dan dianalisis. Jika Anda mengalami masalah serupa, saatnya mulai menyederhanakan proses kerja dengan mengembangkan aplikasi manajemen inventaris sendiri. Kini telah hadir AppSheet yang memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa coding. Bahkan aplikasi tersebut bisa Anda buat langsung dari spreadsheet di Google Sheets! Karena aplikasi merupakan rancangan sendiri, Anda pun dapat menyesuaikan sistemnya sesuai kebutuhan bisnis. Berikut ini langkah-langkah membuat aplikasi manajemen inventaris dari Google Sheets dengan menggunakan AppSheet.   Rapikan data dan siapkan aplikasi   Photo Credit: Blog Google Cloud AppSheet telah menyediakan berbagai sampel atau template aplikasi yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan, termasuk untuk manajemen inventaris. Nah, aplikasi-aplikasi tersebut terhubung dengan sumber data seperti Google Sheets. Namun, sebelum mengintegrasikan data Sheets Anda dengan AppSheet, pastikan untuk merapikan data terlebih dulu agar nantinya mudah dikelola pada aplikasi. Tak perlu bingung, Google telah menyediakan template Google Sheet berisi tiga tabel yang bisa Anda salin di sini. Ketiga tabel ini berisi: Product – untuk informasi produk Sales – untuk produk atau item yang telah terjual atau dihapus dari stok Purchases – untuk produk-produk yang ditambahkan stoknya Jika data telah tertata rapi, saatnya mengubahnya menjadi aplikasi. Pada Google Sheets, buka menu Tools > AppSheet > Create an App. AppSheet akan langsung mengubah data Anda menjadi aplikasi AppSheet.   Atur barcode scanner   Photo Credit: Blog Google Cloud AppSheet dapat menggunakan kamera pada perangkat mobile Anda untuk memindai data yang dilengkapi barcode. Untuk melakukan ini, masuklah ke menu AppSheet Editor > Data > Columns. Lalu, tandai kolom Product Barcode pada tabel Purchases dan Sales dengan label searchable dan scannable. Kini aplikasi manajemen inventaris Anda sudah bisa merekam berbagai aktivitas inventaris, baik saat ada stok masuk maupun keluar. Anda hanya perlu men-tap tombol pemindai barcode yang terletak di bawah opsi Sell atau Add Stock, kemudian langsung saja scan produk atau item yang diinginkan.   Perhitungkan tingkat persediaan secara real-time   Photo Credit: Blog Google Cloud Salah satu tujuan pembuatan aplikasi adalah agar Anda bisa mengecek status atau tingkat inventaris dari setiap produk secara real-time. Ada formula yang perlu digunakan untuk mengetahui hal tersebut, yaitu: stok saat ini + stok masuk – stok keluar. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengatur aplikasi agar bisa secara otomatis merekam status inventaris secara real-time. Caranya dengan menghubungkan seluruh data yang ada di dalam tabel. Mengingat bahwa setiap tabel memiliki kolom barcode produk, Anda bisa menggunakan data tersebut untuk menghubungkan aplikasi. Hubungkan kolom Product Barcode pada tabel Sales dan Purchases dengan kolom Product Barcode pada tabel Product. Caranya, masuklah ke menu Data > Columns > Sales. Lalu, klik Product Barcode untuk mengedit kolom dengan mengikuti tiga langkah ini: Beri nama “Product Barcode” pada kolom Buka daftar Type, lalu klik Ref Pilih Products sebagai ReferencedTableName Jika sudah, Anda bisa mengulangi langkah yang sama untuk tabel Purchases. Baru setelah itu Anda bisa “mengajarkan” aplikasi untuk menghitung level atau status inventaris. Masuklah ke menu Data > Columns, lalu pada tabel Products pilih Add Virtual Column. Kemudian, masukkan formula berikut ini pada kotak yang muncul: COUNT([Related Purchases]) – COUNT([Related Sales]) + [Initial Stock] Sekarang cobalah masuk ke menu UX > View > Product List View, lalu pilih opsi Deck View atau Table View. Klik Current Stock untuk menjadikannya salah satu header pada aplikasi manajemen inventaris AppSheet. Kini Anda pun bisa melihat status persediaan setiap produk secara real-time.   Tampilkan opsi “Restock Needed” pada produk yang stoknya rendah   Photo Credit: Blog Google Cloud Agar bisa terus memenuhi permintaan pasar, penting bagi Anda untuk memastikan stok produk tidak kosong. Melalui AppSheet, Anda bisa mengatur agar aplikasi menunjukkan produk mana saja yang perlu distok ulang. Pertama, tentukan jumlah restock yang setiap produk. Untuk menentukan jumlah secara tepat, cobalah meninjau data terdahulu dan menganalisis perkiraan permintaan (demand forecast). Kedua, masuk ke menu Data > Slice, lalu klik Create a Slice dan namakan “Restock Needed”. Atur Source Table sebagai Product dan Row Filter Condition menjadi: [Current Stock] <= [Restock Level]. Nantinya, aplikasi akan memunculkan data apabila level stok produk terkini (current level) lebih rendah atau sama dengan restock level. Ketiga, masuklah ke menu UX > Views > New View. Pilih opsi Restock Needed (Slice) sebagai sumber data Anda. Kemudian, pilih tipe tampilan yang Anda inginkan, bisa dalam deck maupun table. Kini Anda telah berhasil membuat aplikasi manajemen inventaris tanpa perlu melakukan coding! Masih dengan AppSheet, Anda juga bisa menambahkan fungsi tambahan seperti notifikasi email atau new views. Buktikan sendiri kemudahan membuat aplikasi tanpa coding dengan berlangganan AppSheet. Mengingat bahwa AppSheet masih merupakan bagian dari Google Cloud, Anda bisa berlangganan melalui partner resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology sekarang juga!

Appsheet

Manfaat Transformasi Digital pada Bidang Manufaktur

Perkembangan teknologi telah mendorong banyak perusahaan untuk melakukan transformasi digital, termasuk pada industri manufaktur. Agar tidak tertinggal dari para kompetitor, perusahaan manufaktur perlu menerapkan modernisasi terhadap operasional kerja mereka. Kuncinya adalah dengan mengautomasi proses kerja (workflow), pencatatan data, manajemen yang efisien, hingga penggunaan teknologi terkini. Melalui transformasi digital, perusahan manufaktur pun dapat merasakan berbagai manfaat berikut ini. Meningkatkan efisiensi kerja Photo Credit: Kateryna Babaieva (Pexels) Pada umumnya, industri manufaktur memiliki lingkungan kerja yang bergerak cepat. Puluhan hingga ratusan bekerja biasanya berkolaborasi dalam satu project sehingga membutuhkan komunikasi dan akuntabilitas yang kuat. Idealnya, berbagai tugas harus diselesaikan secara berurutan demi memastikan kepatuhan dan keamanan. Apabila hal tersebut dilakukan secara manual menggunakan sistem berbasis kertas maupun spreadsheet, kemungkinan besar akan ada banyak hal yang terlewatkan. Misalnya laporan kertas yang hilang atau tulisan tangan seseorang yang sulit dibaca. Demi efisiensi, banyak perusahaan digital yang kini menggunakan aplikasi untuk mempercepat persetujuan, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Semua dilakukan sebagai bagian dari transformasi digital. Sebagai contoh, di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang perakitan mobil, banyak proses perlu diperiksa di berbagai tahapan produksi. Misalnya, pihak manufaktur bertugas memastikan bahwa lampu dan klakson telah dipasang dengan tepat. Saat mobil mencapai tahap pemeriksaan terakhir, seluruh sistem harus mendapat persetujuan dari teknisi yang bertanggung jawab. Nah, dengan menggunakan aplikasi, tim perakitan mobil dapat memonitor siapa saja yang bertugas memeriksa proses-proses tersebut, kapan persetujuan dilakukan, dan lainnya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memastikan tiap proses berjalan lancar. Mengurangi biaya pengeluaran Photo Credit: Spencer Davis (Unsplash) Seiring dengan meningkatnya efisiensi kerja yang dibawa oleh transformasi digital pada perusahaan manufaktur, biaya pengeluaran pun akan ikut berkurang. Berkat mekanisme digitalisasi berbasis data, perusahaan jadi bisa menemukan area-area pemborosan yang sebelumnya tidak disadari. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur biasanya menerapkan kontrol proses statistik untuk mengidentifikasi adanya kesalahan produk pada tahap perakitan. Anda bisa menggunakan kamera dan teknologi sensor untuk membantu melakukan identifikasi tersebut sekaligus mengurangi potensi human error. Dengan penerapan teknologi digital sejak area perakitan produk, perusahaan dapat menghindari kesalahan lebih besar yang berpotensi menyebabkan penarikan produk dari para distributor. Transformasi digital pun pada akhirnya membantu perusahaan manufaktur terhindar dari pengeluaran tidak perlu. Alhasil, terciptalah lingkungan kerja manufaktur yang lebih “rapi” , padat, dan tentunya hemat biaya. Meningkatkan visibilitas di area kerja Photo Credit: Sam Moqadam (Unsplash) Di berbagai fasilitas manufaktur, produktivitas bisa cukup sulit untuk dimonitor. Hal ini disebabkan oleh manajer yang kesulitan untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi di lantai produksi, gudang, atau area kerja lainnya. Kabar baiknya, masalah tersebut dapat diatasi dengan menerapkan transformasi digital. Dengan bantuan teknologi baru seperti aplikasi, kamera, sensor, hingga wearables, manajer bisa mendapatkan pandangan terhadap apa yang dihadapi oleh para anggota tim dan apa yang terjadi di seluruh fasilitas manufaktur. Di satu sisi, manajer bisa mendapatkan informasi terkait progress kerja di perusahaan. Sedangkan di sisi lain, para pekerja dapat tetap fokus mengerjakan pekerjaan mereka. Transformasi digital pun tak hanya menjadi langkah modernisasi tempat kerja, tapi justru membawa perubahan yang berarti di industri manufaktur. Selain ketiga poin di atas, tentu masih ada banyak manfaat lain yang bisa didapatkan oleh perusahaan manufaktur melalui transformasi digital di tempat kerja. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan aplikasi merupakan salah satu cara efisien untuk memulai transformasi digital tersebut. Agar fungsi aplikasi bisa optimal, sebaikny kembangkan aplikasi sendiri menggunakan AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa coding. Buktikan sendiri kehebatannya dengan berlangganan AppSheet melalui partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology! 

Appsheet, Google Workspace

AppSheet dan Apps Script, Solusi Pengembangan Aplikasi Lewat Google Workspace

  Selama ini, Google Workspace dikenal sebagai rangkaian software dan perangkat produktivitas serta kolaborasi. Bagi para pekerja, kemungkinan besar Anda bahkan sudah tidak asing lagi dengan Docs, Sheets, Slides, Drive, dan Gmail yang merupakan bagian dari layanan Google Workspace. Namun, lebih dari itu, sebetulnya Google Workspace juga menawarkan fungsi eksternal melalui AppSheet dan Apps Script. Appsheet adalah platform untuk membuat aplikasi tanpa coding. Sedangkan AppS Script adalah platform scripting untuk mengembangkan aplikasi ringan. Baik AppSheet dan Apps Script telah terintegrasi dengan Google Workspace. Artinya, dari Google Workspace Anda bisa melakukan pengembangan aplikasi bisnis, workflow, hingga automasi menggunakan AppSheet atau Apps Script. Membuat aplikasi tanpa coding dengan AppSheet Photo Credit: Blog Google Cloud Diperkenalkan sebagai platform no-code, AppSheet memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa harus memiliki kemampuan coding. AppSheet juga tidak termasuk dalam Google Workspace karena ia merupakan bagian dari Google Cloud. Namun, AppSheet dapat terintegrasi dengan Google Workspace. Proses pengembangan aplikasi sepenuhnya dilakukan pada user interface (UI) AppSheet, yang dibekali dengan teknologi machine learning serta kemampuan untuk mentranslasi kode rumit menjadi bentuk yang mudah digunakan. Umumnya, aplikasi-aplikasi yang dibuat di AppSheet bertujuan untuk mengautomasi atau menyederhanakan proses kerja (workflow). Contohnya seperti aplikasi untuk melacak pengiriman, manajemen inventaris, dan logistik transportasi. AppSheet telah menyediakan sampel atau template aplikasi yang dapat Anda modifikasi sesuai kebutuhan. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan Anda untuk memanfaatkan sumber dan fungsi data. Sumber ini bisa didapatkan dari data yang telah Anda simpan di aplikasi Google Workspace (Sheets, Docs, Calendar, Maps, dan lainnya). Apps Script, cara mudah kustomisasi Google Workspace Photo Credit: Blog Google Cloud Berbeda dari AppSheet yang menjadi bagian dari Google Cloud, Apps Script termasuk dalam Google Workspace. Ia diperkenalkan sebagai platform pengembangan bersifat low-code. Artinya, Anda perlu melakukan coding untuk pengembangan aplikasi di Apps Script. Namun, aktivitas coding yang dibutuhkan tidaklah terlalu berat. Apps Script menggunakan bahasa pemrograman JavaScript dan mengintegrasikannya dengan API Google Workspace. Hal ini dapat memudahkan Anda merancang berbagai solusi bisnis untuk menyederhanakan operasional kerja sehari-hari. Selain itu, Apps Script juga sepenuhnya bekerja dengan basis cloud, yakni memanfaatkan Google Drive. Artinya, tidak ada infrastruktur apa pun yang perlu Anda kelola. Anda juga tak perlu mengunduh apa pun untuk menggunakan Apps Script. Namun, memang pengembangan aplikasi di Apps Script membutuhkan pengalaman coding. Walau begitu, tak perlu khawatir karena Apps Script dirancang dengan meminimalisir kompleksitas. Terlebih, tersedia pula sumber daya untuk mendukung pengembangan aplikasi seperti tutorial online serta contoh skrip. Perpaduan keduanya memberikan hasil powerful Photo Credit: John Schnobrich (Unsplash) Dengan Apps Script, Anda dapat memodifikasi dan memperluas fungsi aplikasi Google Workspace dengan custom logic. Sementara itu, AppSheet memungkinkan Anda membuat pengembangan aplikasi automasi bisnis secara custom dengan memanfaatkan aplikasi Google Workspace. Walaupun memiliki fungsi berbeda, Apps Script dan AppSheet sebetulnya dapat digunakan secara berdampingan untuk menghasilkan suatu output. Katakanlah Anda ingin mengumpulkan dan memformat data dari berbagai sumber, lalu berinteraksi dengan data tersebut. Nah, melalui Apps Script, Anda bisa menggabungkan data dari berbagai sumber seperti Sheets, Docs, dan Calendar. Lalu automasikan pengumpulan data tersebut ke dalam Sheets untuk dimodifikasi kembali menggunakan coding sesuai kebutuhan. Baru setelah itu buatkan aplikasi menggunakan AppSheet dari data hasil modifikasi tersebut. Anda pun kini dapat berinteraksi dengan data tersebut pada UI hasil custom dari AppSheet. AppSheet dan Apps Script memungkinkan Anda untuk memperluas fungsi Google Workspace melalui pengembangan aplikasi secara mudah. Coba buktikan sendiri kecanggihan kedua platform tersebut dengan berlangganan AppSheet maupun Apps Script melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memahami lebih dalam tentang AppSheet dan Apps Script. Tentunya sambil memandu Anda memilih edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan. Tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Scroll to Top