EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Tips Menggunakan Google Workspace DLP untuk Mencegah Kehilangan Data

Kehilangan data menjadi salah satu risiko yang sangat rentan terjadi di suatu lingkungan kerja. Risiko ini bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan fitur yang dimiliki oleh Google, yaitu Google Workspace DLP. Bagaimana cara kerjanya? Aturan DLP Dengan memanfaatkan data loss prevention atau DLP, Anda dapat membuat dan menerapkan aturan untuk mengontrol konten yang dapat dibagikan oleh pengguna kepada pihak eksternal perusahaan. DLP akan memberi Anda kendali atas apa saja yang dapat dibagikan oleh pengguna, sekaligus mencegah risiko terjadinya kebocoran informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit atau nomor identitas. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Penerapan aturan DLP akan memicu pemindaian file untuk mencari konten sensitif dan mencegah pengguna membagikan konten tersebut. Aturan tersebut juga akan menentukan tingkat urgensi suatu insiden kebocoran data, sehingga administrator nantinya dapat segera mengambil tindak lanjut, seperti pemblokiran konten tertentu. Aturan DLP ini juga menyediakan opsi controlled sharing, yang memungkinkan pengguna untuk saling berbagi konten dengan pengguna lain yang masih berada dalam satu domain, organizational unit (OU), maupun grup. Administrator dapat mengaktifkan atau menonaktifkan opsi berbagi ini sesuai kebutuhan perusahaan. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya Ringkasan alur DLP Tentukan aturan DLP. Pilih konten mana saja yang tergolong sensitif dan harus dilindungi. Aturan DLP berlaku untuk My Drive dan juga Shared drives. DLP kemudian akan memindai konten untuk mencari pelanggaran aturan DLP yang dapat memicu terjadinya insiden DLP. DLP menerapkan aturan yang sudah Anda tetapkan. Pelanggaran nantinya akan memicu tindak lanjut, seperti peringatan. Pengguna yang melanggar akan mendapat peringatan mengenai pelanggaran aturan DLP. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Menggunakan aturan audit-only untuk menguji aturan DLP Anda dapat menguji aturan DLP baru dengan membuat aturan yang tidak memiliki tindak lanjut opsional (seperti blokir atau peringatan kepada pengguna). Jika aturan tersebut dijalankan, maka data terkait insiden tersebut akan ditulis ke log Rules audit. Anda bisa menyimak halaman Admin Help Google Workspace mengenai “Membuat aturan DLP untuk Drive dan pendeteksi konten khusus” untuk petunjuk langkah demi langkah. Contoh kasus penggunaan DLP Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Mengaudit penggunaan konten sensitif di Drive yang mungkin sudah dibagikan oleh pengguna. Informasi yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk mengetahui apa saja file sensitif yang diunggah oleh pengguna ke Drive. Memperingatkan end-user secara langsung untuk tidak membagikan konten sensitif di luar domain. Mencegah pembagian data sensitif (seperti nomor kartu kredit) dengan pengguna dari eksternal perusahaan. Memberi tahu administrator mengenai pelanggaran kebijakan atau insiden DLP. Menyelidiki detail insiden dengan informasi tentang pelanggaran aturan DLP. Ketersediaan DLP DLP untuk mencegah kehilangan data tersedia pada Google Workspace edisi Frontline Standard, Enterprise Standard and Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Education Plus, dan juga Enterprise Essentials Plus.  DLP untuk Google Drive dan Google Chat tersedia bagi pelanggan Cloud Identity Premium yang sudah memiliki lisensi Google Workspace. Khusus untuk DLP Drive, lisensi juga harus sudah menyertakan log events Drive. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Dengan menetapkan dan menerapkan aturan data loss prevention atau DLP di Google Workspace, Anda dapat meminimalkan risiko kehilangan data. Administrator pun bisa lebih cepat mengambil tindak lanjut apabila terjadi insiden DLP. Fitur pencegah kehilangan data ini telah tersedia di Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Workspace Indonesia, kami menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Mengaktifkan Snippets untuk Aturan Data Loss Prevention

Google Workspace baru saja meluncurkan pembaruan untuk Admin Console. Kini, administrator dapat melihat “Sensitive Content Snippets” atau cuplikan konten sensitif untuk aturan data loss prevention (DLP). Bagaimana cara menampilkan cuplikan tersebut untuk menambahkan konteks pada pelanggaran aturan DLP di lingkungan kerja Anda? Simak detail selengkapnya di sini. Sensitive Content Snippets DLP Photo Credit: Google Workspace Updates Sensitive Content Snippets yang baru saja diluncurkan Google Workspace di Admin Console ini berlaku untuk events data loss prevention (DLP) yang berjalan di Drive, Chat, dan Chrome. Apabila fitur tersebut diaktifkan, maka snippets akan mencatat konten yang dinilai dapat memicu pelanggaran aturan DLP pada alat investigasi keamanan (security investigation tool). Nantinya administrator dapat menggunakan informasi yang diambil dari snippets tersebut untuk mengidentifikasi risiko keamanan secara aktual, memastikan kebenaran hasil deteksi (kemungkinan munculnya hasil positif palsu), sehingga dapat mengambil tindak lanjut yang akurat. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan administrator yang perlu memeriksa snippet sudah diberi hak untuk melihat konten sensitif (view sensitive content). Hanya super admin yang dapat menyembunyikan dan menampilkan data sensitif. Saat pertama diluncurkan, fitur akan NONAKTIF secara default dan dapat diaktifkan melalui Admin Console. Administrator cukup masuk ke menu Security > Data Protection Settings > Sensitive Content Storage. Fitur ini tidak berlaku bagi end user. Untuk melihat snippets di alat investigasi keamanan, pilih baris mana pun dari kolom Description dan gulir ke bawah pada opsi Sensitive Content Snippets. Di sini Anda akan menemukan detector ID (pendeteksi identitas) yang sesuai, content starting character yang sesuai, dan panjang konten yang sesuai. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara melihat cuplikan konten yang memicu pelanggaran aturan DLP, menggunakan DLP Workspace untuk mencegah risiko kehilangan data, dan alat investigasi keamanan. Ketersediaan fitur Fitur Sensitive Content Snippets ini diluncurkan dalam perilisan yang diperpanjang (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Peluncuran dimulai pada tanggal 6 Desember 2023. Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Frontline Standard, Enterprise Standard and Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, and Education Plus, dan Enterprise Essentials Plus. Tersedia juga bagi pelanggan Cloud Identity Premium dan BeyondCorp Enterprise. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Hadirnya fitur Sensitive Content Snippets ini memungkinkan administrator untuk dapat mengidentifikasi risiko keamanan secara aktual, memastikan kebenaran hasil deteksi (kemungkinan munculnya hasil positif palsu), sehingga dapat mengambil tindak lanjut yang akurat. Dengan begitu, munculnya risiko pelanggaran aturan Data Loss Prevention (DLP) di lingkungan kerja dapat ditangani secara tepat. Fitur Sensitive Content Snippets tersedia bagi pelanggan Workspace Education, rangkaian produktivitas Google yang dirancang khusus untuk kebutuhan institusi pendidikan. Edisi Workspace ini telah tersedia di EIKON Technology. Kami merupakan official partner Google Workspace yang menyediakan produk resmi berlisensi dengan proses implementasi Solusi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace Education, hubungi kami di sini.

Google Meet, Google Workspace

Portrait Touch-up: Fitur Baru Google Meet Mobile untuk Sempurnakan Penampilan

Google Meet baru saja memperkenalkan fitur portrait touch-up untuk aplikasi mobile mereka. Hadirnya fitur ini diharapkan dapat membantu Anda menyempurnakan penampilan sebelum bergabung dalam virtual meeting. Lalu, bagaimana cara kerjanya? Fitur portrait touch-up Google Meet mobile Photo Credit: DCStudio (Freepik) Portrait touch-up merupakan sebuah fitur Google Meet mobile yang memungkinkan Anda untuk mempercantik penampilan dari green room Meet sebelum bergabung atau selama berjalannya rapat. Entah itu saat Anda baru saja selesai berolahraga, sedang merasa tidak enak badan, atau enggan menggunakan makeup, fitur portrait touch-up ini siap membantu Anda tampil lebih baik. Meet menyediakan dua mode portrait touch-up: Subtle: menghaluskan tampilan kulit tanpa terlihat berlebihan, mencerahkan area bawah mata dan menjernihkan tampilan mata. Smoothing; menghaluskan tampilan kulit dengan efek yang lebih kuat, mencerahkan area bawah mata dan menjernihkan tampilan mata. Untuk efek yang lebih halus dan samar, Anda bisa memilih mode Subtle. Namun jika Anda menginginkan hasil efek yang lebih kuat bisa memilih mode Smoothing. Saat ini, fitur portrait touch-up hanya tersedia untuk Google Meet versi mobile. Google berencana untuk meluncurkan fitur ini ke Meet versi web akhir tahun 2023 nanti. Baca juga: Filter Google Meet Kini Hadir dengan Lebih Banyak Opsi, Bagaimana Cara Mengaktifkannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur portrait touch-up Google Meet mobile ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Setelah perilisan, fitur akan tersedia secara default dan bisa langsung digunakan oleh pengguna. Untuk mengaktifkan fitur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Di green room atau saat meeting berlangsung, sentuh layar Anda. Pilih menu More > Settings. Di bawah opsi Appearance, pilih pengaturan yang tersedia: Off Subtle touch up Smoothing Ketersediaan Fitur portrait touch-up ini dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat mulai tanggal 18 Oktober 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan peluncuran yang diperpanjang (extended rollout) mulai tanggal 28 Oktober 2023 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Teaching & Learning Upgrade, Google One, dan Google Workspace Individual. Namun fitur portrait touch-up tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Update Google Assistant untuk Perangkat Meeting Google Meet: Perintah Suara yang Lebih Terkontrol Beberapa fitur lain dari Google Meet mobile Selain fitur portrait touch-up, Google Meet mobile juga telah menyediakan beberapa fitur lain untuk menunjang penampilan Anda selama mengikuti virtual meeting di antaranya: Membalikkan kamera Anda dapat membalikkan kamera di perangkat seluler selama virtual meeting untuk menampilkan ruangan tempat Anda berada atau lingkungan sekitar. Aplikasi Meet secara default menggunakan kamera depan (tampilan selfie). Buka aplikasi Meet. Bergabung ke virtual meeting. Di bagian kanan atas aplikasi, pilih Switch camera. Mengganti perangkat audio Saat mengikuti virtual meeting di Google Meet mobile, Anda dapat mengganti perangkat audio yang digunakan dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Saat berada dalam virtual meeting, ketuk layar Anda. Di bagian kanan atas, ketuk opsi audio source. Pilih sumber audio yang diinginkan: Headphone berkabel Telepon Speaker Perangkat Bluetooth Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Hadirnya fitur portrait touch-up ini diharapkan dapat membantu Anda dalam menyempurnakan penampilan saat bergabung dalam suatu virtual meeting. Fitur ini telah tersedia di Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, official partner Google Workspace Indonesia. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Lebih Mudah Kelola Percakapan Google Chat dengan Opsi Bisukan Notifikasi

Google memperkenalkan sebuah kapabilitas baru di Google Chat yang akan membantu Anda memprioritaskan dan mengelola pesan. Fitur ini merupakan bagian dari penyempurnaan pengalaman baru Chat yang hadir untuk membantu pengguna meningkatkan konsentrasi, menghilangkan gangguan, dan tentunya lebih fokus pada percakapan penting. Lalu, bagaimana cara menggunakan fitur baru ini? Mengelola notifikasi Google Chat kini jadi lebih mudah Photo Credit: Google Workspace Updates Notifikasi diperlukan agar Anda bisa langsung memeriksa isi sebuah percakapan. Namun terkadang ada beberapa pesan tidak mendesak yang muncul ketika Anda harus mengerjakan hal lain. Tentu saja pesan tersebut akan mengganggu alur kerja Anda. Sebagai solusi, kini Google Chat menghadirkan opsi untuk membisukan notifikasi percakapan (mute notification). Jika Anda memilih untuk membisukan percakapan, maka Chat tidak akan mengirimkan push notification, memunculkannya di beranda, dan menurunkan level prioritasnya secara visual (notifikasi pesan akan dipindahkan ke bagian bawah percakapan). Namun lencana notifikasi akan tetap berlaku pada percakapan yang dibisukan ketika muncul @mention untuk Anda atau semua orang yang ada dalam percakapan tersebut. Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan memanfaatkan kapabilitas baru dari Google Chat ini, Anda yang sering merasa kewalahan dengan banyaknya percakapan yang sangat aktif, kini bisa punya opsi untuk menghilangkan kebisingan tersebut, menghemat waktu untuk pekerjaan individu, dan tentunya fokus pada percakapan penting yang lebih mendesak. Penting untuk diingat, jika Anda kemudian memilih untuk mengaktifkan kembali percakapan atau unmute, maka penurunan prioritas secara visual yang diterapkan pada percakapan pun akan dibatalkan, begitu pula dengan pengaturan notifikasi sebelum dibisukan pun akan diterapkan kembali pada percakapan. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat Dengan Smart Chip Mulai menggunakan kapabilitas Untuk membisukan notifikasi Google Chat tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk membisukan atau mengaktifkan kembali notifikasi percakapan: Membisukan notifikasi Klik menu tiga titik Chat yang ada di panel sebelah kiri jendela percakapan apa pun. Pilih opsi mute. Cara lainnya adalah dengan membuka pengaturan notification yang ada di jendela percakapan apa pun dan kemudian centang opsi mute. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Mengaktifkan kembali notifikasi Klik menu tiga titik Chat yang ada di panel sebelah kiri jendela percakapan apa pun. Pilih opsi unmute. Cara lainnya adalah dengan membuka pengaturan notification yang ada di jendela percakapan apa pun dan kemudian hapus centang pada opsi mute. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kapabilitas pembisuan notifikasi Google Chat, Anda bisa mengunjungi halaman Help Center Google Workspace ini. Ketersediaan Google Chat versi web Kapabilitas bisukan notifikasi ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna). Domain rilis cepat dimulai pada tanggal 6 Desember 2023, sementara rilis terjadwal mulai tanggal 18 Desember 2023. Google Chat versi mobile Versi mobile juga dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna) dan dimulai pada tanggal 28 November 2023. Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga:  Perluasan Konsol Admin untuk Mengelola Space Google Chat Fitur baru dari Google Chat ini hadir untuk membantu pengguna meningkatkan konsentrasi, menghilangkan gangguan, dan tentunya lebih fokus pada percakapan penting. Selain Chat, Google Workspace juga telah menyediakan berbagai aplikasi produktivitas kerja yang saling terintegrasi, seperti Gmail, Docs, Sheets, dan Slides. Segera nikmati berbagai kemudahannya dengan berlangganan Workspace melalui EIKON Technology. Kami siap menemukan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya

Pada bulan Juli 2023 lalu, Google memperkenalkan kapabilitas untuk menampilkan notifikasi khusus ketika pesan Google Chat diblokir atau disadap sesuai aturan data loss prevention (pencegahan kehilangan data). Kapabilitas tersebut diluncurkan dalam versi beta untuk administrator. Per 7 Desember 2023, kapabilitas tersebut tersedia secara umum di Chat web maupun seluler. Lalu, bagaimana cara kerjanya? Notifikasi khusus data loss prevention Google Chat Notifikasi khusus atau custom notifications akan membantu administrator untuk memberikan lebih banyak konteks kepada para pengguna mengenai alasan mereka diblokir dari tindakan tertentu, apa yang dapat mereka lakukan untuk membuka blokir secara mandiri, hingga menyertakan tautan ke konteks lain yang lebih lengkap agar dapat membantu pengguna, seperti pedoman perlindungan data sensitif milik perusahaan atau dokumentasi dari Google Chat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai notifikasi khusus data loss prevention ini, silakan kunjungi halaman pengumuman Google ini. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Mulai menggunakan kapabilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas notifikasi khusus data loss prevention Google Chat akan langsung tersedia di konsol Admin secara otomatis setelah perilisan. Notifikasi khusus dapat diatur menyesuaikan aturan data loss prevention di tiap tingkat domain, organizational unit (OU), maupun grup. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat Dengan Smart Chip Saat menyusun aturan baru, tepat di Step 4: Actions under “User Message”, pilih “customize message”. Notifikasi khusus juga dapat diterapkan pada aturan data loss prevention yang ada. Jika administrator tidak menyesuaikan notifikasi, yang akan ditampilkan kepada pengguna adalah notifikasi umum Google Chat. Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Menyesuaikan setelan dari administrator, pengguna nantinya dapat menemukan informasi yang lebih terperinci saat mengirim pesan Chat yang sesuai dengan ketentuan dari aturan data loss prevention. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kapabilitas ini, kunjungi halaman Help Center ini. Ketersediaan kapabilitas Kapabilitas notifikasi khusus Google Chat ini dirilis penuh mulai tanggal 7 Desember 2023 (memerlukan 1-3 hari untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna). Rilis penuh berlaku bagi domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Kapabilitas tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade, Education Plus, dan juga Frontline Standard. Data loss prevention untuk Google Chat juga tersedia bagi pengguna Cloud Identity Premium yang juga memiliki lisensi untuk edisi Workspace yang mencakup Google Chat serta Audit and investigation. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan bagi pengguna Cloud Identity Premium, Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini. Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Dengan hadirnya kapabilitas baru yang memungkinkan administrator untuk menyusun notifikasi khusus sesuai aturan data loss prevention ini, pengguna bisa langsung mengetahui konteks mengapa mereka mendapatkan peringatan dari administrator. Ini akan mempersingkat waktu penanganan saat muncul risiko kehilangan data di perusahaan Anda. Ingin menikmati berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh rangkaian produktivitas Google Workspace? Anda bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Workspace edisi Business untuk perusahaan dan Education untuk institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini

Google Workspace

eSignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual, Bagaimana Cara Kerjanya?

Awal tahun 2023 ini, Google memperkenalkan eSignature (tanda tangan elektronik) untuk Docs dan Drive dalam versi beta.Per 7 Desember 2023, Google resmi meluncurkan eSignature untuk Docs dan Drive secara umum bagi seluruh pelanggan Workspace Individual. Bagaimana cara kerjanya? eSignature untuk Docs dan Drive Google Workspace Individual   eSignature Google ditanamkan langsung ke dalam Docs sehingga memudahkan para wirausahawan dan pelaku UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro). Anda dapat memanfaatkannya untuk meminta tanda tangan, melacak dan mengelola kontrak seperti perjanjian pelanggan, kontrak vendor, persetujuan pemangku kepentingan, dan banyak lagi. Secara garis besar, eSignature Google dapat digunakan untuk: Meminta tanda tangan, melacak status tanda tangan yang tertunda, dan melihat kontrak yang sudah selesai. Menandatangani kontrak resmi langsung di dalam Google Drive, sehingga tidak perlu lagi berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan kontrak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai templat untuk memulai beberapa permintaan eSignature sekaligus. Photo Credit: Google Workspace Updates Bukan hanya itu, eSignature yang diluncurkan untuk umum ini juga sudah mengalami beberapa peningkatan dari versi sebelumnya dan memiliki beberapa fitur baru seperti: Audit trail: Semua kontrak yang diselesaikan secara otomatis akan disertai dengan laporan jejak audit. Multi-signer: Kapabilitas untuk meminta tanda tangan lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kapabilitas untuk meminta eSignature dari non pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF (beta): Kapabilita untuk memulai eSignature pada file PDF yang tersimpan di Drive pengguna. Baca juga: eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Google pun berencana untuk menambahkan fitur eSignature yang rencananya akan dirilis beberapa bulan mendatang, seperti: PDF templates: Kapabilitas untuk menggunakan kembali file PDF sebagai templat kontrak dengan mudah. Custom text fields: Kapabilitas untuk meminta penandatangan (signers) menambahkan informasi yang berhubungan (misalnya jabatan atau alamat email) ke dalam kontrak.  Baca juga: Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive Mulai menggunakan eSignature Anda bisa melihat ketersediaan eSignature pada poin mengenai “Ketersediaan” di bawah. Apabila edisi Workspace yang Anda gunakan tercantum, silakan lakukan pendaftaran beta test dengan mengisi formulir ini. Google membuka pendaftaran beta test hingga tanggal 18 Desember 2023 nanti. eSignature Docs dan Drive ini tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar. Versi beta yang lebih besar tersebut akan mencakup akses ke layout baru Gmail. Layout baru Gmail ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan layout khusus untuk menyusun email tertentu (misalnya promosi produk), atau membuat layout baru dari awal. Setelah Google menyetujui pengajuan beta test Anda, maka eSignature dan beberapa fitur Gmail baru akan langsung muncul dalam beberapa minggu mendatang. Untuk mulai menggunakan eSignature, Anda bisa mengikuti panduan dari halaman Help Center Google Workspace ini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur eSignature untuk umum ini dirilis dalam format extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 7 Desember 2023 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur pada keseluruhan pengguna). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Individual. Pelanggan yang memenuhi syarat untuk eSignature adalah pelanggan Workspace edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Baca juga: Mengatur Masa Kedaluwarsa Akses File dengan Google Drive API Dengan diluncurkannya eSignature untuk umum, pelanggan Google Workspace Individual pun kini bisa menggunakannya. Untuk bisa segera menggunakan fitur ini, Anda cukup mengisi formulir pengajuan beta test di sini. Untuk pemanfaatan eSignature dan berbagai fitur lainnya, Anda dapat berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan edisi Workspace yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, seperti Workspace for Education untuk institusi pendidikan dan Workspace for Business untuk perusahaan. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

Menyinkronkan Atribut Sistem Pengguna dari Direktori Eksternal ke Google Workspace dengan Directory Sync

Google Cloud Directory Sync atau GCDS merupakan suatu teknologi yang menyinkronkan data pengguna dan grup dari direktori eksternal ke direktori cloud Google. Proses sinkronisasi berlangsung di cloud sehingga Anda tak perlu menginstal sync client atau on-premises software. GDCS menyesuaikan data dari pengguna Google, kontak bersama, dan grup dengan server LDAP. Hal ini memungkinkan administrator untuk menyinkronkan pengguna, grup, dan informasi direktori lainnya dari layanan Active Directory/LDAP ke direktori domain Google Cloud mereka. Untuk menyiapkan GDCS, cukup download dan install di mesin Windows atau Linux yang memiliki akses ke AD on-premises dan Google Workspace atau Google Cloud. GDCS tidak memigrasikan konten apa pun seperti email, acara dari Calendar, atau file ke Google Account. Kini, Directory Sync telah tersedia dalam versi open beta untuk memetakan dan menyinkronkan atribut sistem pengguna dari direktori eksternal. Seperti apa cara kerjanya? Menyinkronkan atribut pengguna dengan Directory Sync Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan Directory Sync, administrator dapat memetakan semua atribut sistem, atribut default pengguna, termasuk atribut khusus dari Microsoft Active Directory atau Microsoft Azure Active Directory ke atribut pengguna Google Directory dan melakukan sinkronisasi. Atribut yang dimaksud mencakup nama depan dan nama belakang, jabatan, perusahaan, dan departemen. Daftar detail atribut yang didukung bisa Anda temukan di halaman Help Center Google Workspace. Berdasarkan nilai atribut tersebut, Directory Sync akan secara otomatis memetakan pengguna dengan atribut yang disediakan dari Active Directory atau Azure Active Directory di bagian Google Workspace. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Directory Sync kini telah tersedia dalam versi open beta. Itu artinya, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa harus mendaftar. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan Directory Sync, silakan kunjungi halaman dokumentasi dan halaman FAQ ini. Untuk mulai menggunakan Directory Sync, masuk ke konsol Google Admin dan kemudian klik menu Home > Directory > Directory Sync. Di Directory Sync, masukkan nama grup dari direktori eksternal untuk melakukan sinkronisasi pengguna. Untuk pengguna individual dalam grup (bukan grup itu sendiri) akan disinkronkan ke direktori cloud Google Anda. Sebelum mulai melakukan sinkronisasi, pastikan Anda sudah menambahkan dan menguji koneksi direktori eksternal ke direktori cloud Google. Baca juga: Membangun Pipeline Data Streaming di Google Cloud Mengecek status simulasi sinkronisasi direktori Untuk melihat status simulasi, masuk ke halaman directory details. Anda dapat memeriksa apakah simulasi telah selesai di log history Directory Sync dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka log history Directory Sync. Untuk mengetahui detailnya, buka log event data Access Directory Sync. Klik Add a filter > Event. Jawaban Yes pada kolom Simulation menandakan simulasi telah selesai. Anda mungkin perlu menambahkan kolom Simulation untuk melihat hasilnya. Memeriksa hasil sinkronisasi simulasi Ketika simulasi selesai, pada halaman directory details, klik View Simulation log. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Directory Sync telah tersedia dalam versi open beta bagi seluruh pengguna. Versi ini memungkinkan Anda untuk mengakses Directory Sync tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Baca juga: Cara Sinkronisasi Server Apple DEP dan Google Mobile Device Management Dengan Directory Sync, Anda kini dapat memetakan dan menyinkronkan atribut pengguna dengan mudah tanpa harus menggunakan sync client tambahan maupun on-premises software. Directory Sync hadir dalam versi open beta sehingga dapat digunakan langsung tanpa perlu mendaftar. Berbagai kemudahan dari Directory Sync bisa langsung Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis. Kami menyediakan solusi implementasi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education

Bulan Juni 2023 lalu, Google memperkenalkan pembaruan pada pemutar YouTube yang dapat disematkan (embeddable player) dalam layanan Workspace for Education. Pembaruan tersebut juga termasuk URL baru (www.youtubeeducation.com) agar pemutar YouTube dapat menayangkan konten yang tersemat dalam aplikasi Google Workspace for Education. Pada bulan November 2023 ini, kapabilitas tersebut mengalami beberapa perubahan. Seperti apa perubahannya? Mari simak penjelasannya berikut ini. Perubahan pada embeddable player YouTube Google Workspace for Education Pembaruan terhadap embeddable player YouTube untuk layanan Google Workspace for Education pada bulan Juni 2023 lalu telah memunculkan perubahan. Apabila institusi Anda mengizinkan atau memblokir suatu video YouTube dalam layanan Google Workspace for Education, maka pengguna nantinya akan diminta untuk menambahkan www.youtubeeducation.com ke daftar yang diizinkan atau tidak diizinkan. Langkah ini mempertahankan cara institusi Anda selama menggunakan video YouTube dalam aplikasi Google Workspace for Education, seperti Google Classroom atau Slides. Google Workspace menghapus fitur tersebut untuk sementara guna mengevaluasi kinerja dan kualitasnya. Sebagai langkah selanjutnya, ketika  pengguna memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan www.youtube.com, maka diharuskan untuk mengembalikan daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan URL tersebut. Tujuannya tak lain adalah agar Anda bisa tetap mempertahankan bagaimana video YouTube bekerja dalam aplikasi Google Workspace for Education di lingkungan kerja Anda. Jika Anda tak segera mengembalikan daftar yang diizinkan atau daftar blokir untuk menyertakan www.youtube.com, maka ke depannya akses institusi Anda ke video YouTube kemungkinan besar akan berubah. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal Mulai mengaktifkan kapabilitas Photo Credit: Freepik Memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir hanya dapat dilakukan oleh administrator Google Workspace for Education. Pastikan administrator telah menambahkan nama yang ditunjuk sebagai host ke dalam daftar agar Workspace API dapat berfungsi dengan benar. Di Workspace API, buka port konektivitas berikut: Port Tujuan TCP port 443 (HTTPS) Mengakses URL utama untuk autentikasi dan panggilan API TCP port 80 (HTTP) Mengizinkan pemeriksaan CRL dan OCSP Penting untuk diingat, Anda mungkin perlu mengizinkan beberapa aturan tambahan mengikuti penyiapan dan aplikasi yang akan dituju, misalnya jika Anda menggunakan klien Microsoft Windows, maka perlu untuk mengizinkan aturan yang berhubungan dengan penyiapan Microsoft. Selanjutnya, izinkan atau blokir URL www.youtubeeducation.com untuk mengizinkan atau memblokir penggunaan embeddable player YouTube dalam lingkungan Anda. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Ketersediaan Perubahan ini telah berjalan di aplikasi Google Classroom, Slides, Sites, dan Forms (per tanggal 7 November 2023). Lalu, untuk Workspace edisi apa sajakah perubahan ini berlaku? Perubahan ini berlaku untuk Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Jangan lupa untuk segera memperbarui daftar yang diizinkan atau daftar blokir Anda agar pemutar YouTube yang dapat disematkan (embeddable player) bisa tetap beroperasi sesuai kebutuhan institusi Anda.  Google Workspace telah menyediakan panduan lengkap bagi administrator untuk memperbarui daftar Anda melalui Workspace API di sini. Google Workspace for Education merupakan rangkaian produktivitas kerja yang dirancang khusus untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar. Anda bisa mendapatkan rangkaian produktivitas ini melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Google Workspace Indonesia. Kami menyediakan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas Emoji Picker Gmail, Kini Makin Inklusif

Ada kalanya, saat menulis email, deretan kata-kata saja tak cukup untuk menyampaikan pesan yang ingin Anda sampaikan. Maka tak heran jika kemudian muncul emoji atau emoticon yang dapat disertakan pada pesan. Emoji merupakan gambar berukuran kecil yang mewakili suatu ekspresi wajah, barang, atau konsep tertentu dalam komunikasi digital, bisa berupa gambar statis maupun gambar bergerak (animasi). Salah satu contoh populernya adalah emoji smiley face. Selain membantu Anda menyampaikan pesan, emoji juga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam membaca email. Salah satu kelemahan pesan tertulis adalah terkadang Anda tidak bisa membaca emosi atau apa yang sedang dialami oleh penulisnya. Misalnya, pesan yang sebenarnya bercanda, tapi dianggap serius karena pesan tertulis tidak bisa menangkap emosi tersebut dengan baik. Memanfaatkan emoji, situasi semacam ini dapat dihindari. Nah, untuk membantu Anda menyampaikan pesan lebih baik, Gmail kini menghadirkan kapabilitas emoji picker dalam penulisan email. Tidak sekadar menghadirkan emoji biasa, Gmail menghadirkan emoji yang lebih inklusif untuk para penggunanya. Seperti apa? Kapabilitas emoji picker Gmail Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pembuka, emoji dalam komunikasi digital dapat membantu Anda menyampaikan pesan lebih baik. Salah satu contoh penggunaannya adalah pada penulisan email. Dengan menyisipkan emoji maka intensi Anda dalam email akan lebih mudah dipahami oleh penerimanya. Per tanggal 25 Oktober 2023 ini, Anda sudah bisa menemukan kapabilitas emoji picker atau penambahan emoji di Gmail. Menariknya lagi, emoji yang dihadirkan Google untuk Gmail ini dirancang lebih inklusif dengan menyertakan opsi warna kulit (skin tone) serta preferensi gender. Google juga telah meningkatkan kapabilitas ini di Gmail versi web. Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menggunakan kapabilitas emoji picker Gmail tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Kapabilitas akan aktif secara default setelah tanggal peluncuran dan tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna. Jika ingin menambahkan emoji pada email Anda, silakan ikuti langkah-langkah berikut: Klik ikon emoji di bagian bawah toolbar draf email Anda. Pilih panah di sudut kanan bawah. Pilih warna kulit atau preferensi gender sesuai kebutuhan Anda (tersedia untuk beberapa jenis emoji). Pilihan ini akan terus tersimpan hingga Anda memperbaruinya. Baca juga: Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler Ketersediaan fitur Kapabilitas emoji picker dari Gmail ini dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat, mulai dari tanggal 25 Oktober 2023. Kemudian untuk domain rilis terjadwal, perilisan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 13 November 2023. Kapabilitas ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Hadirnya kapabilitas emoji picker yang telah dirancang inklusif di Gmail ini diharapkan dapat membantu Anda untuk lebih mudah menyampaikan pesan serta menghindari kesalahpahaman selama bertukar email. Kapabilitas ini pun dirancang untuk mudah diakses dan digunakan sehingga tidak akan menghambat alur kerja Anda. Tertarik untuk mulai mencoba kapabilitas emoji picker dan berbagai fitur andalan Gmail lainnya? Anda bisa mengoptimalkan seluruh fitur dan kapabilitas Gmail dengan berlangganan Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Kami merupakan partner resmi Google Workspace Indonesia yang menyediakan produk orisinal bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet

Meeting Makin Jernih, Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase Kini Otomatis Sesuaikan Pencahayaan

Salah satu aspek penting dalam melakukan online meeting yang kerap dilupakan adalah aspek pencahayaan atau lighting. Tanpa pencahayaan yang baik, video Anda akan sulit dilihat oleh peserta meeting lainnya. Sebagai salah satu solusinya, Google Meet memperkenalkan sebuah fitur yang akan menyesuaikan pencahayaan secara otomatis, Fitur tersebut menghadirkan low-light mode yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk menyesuaikan video secara otomatis agar Anda lebih terlihat saat berada di tempat yang redup. Fitur ini pun bekerja saat Anda berada di tempat yang terlalu terang (misalnya saat berada di luar ruangan), sehingga video bisa tetap terlihat jelas. Sekarang, fungsionalitas tersebut diperluas untuk perangkat Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings. Bagaimana fitur pencahayaan otomatis Meet bekerja untuk kedua perangkat tersebut? Mari simak ulasannya berikut ini! Pencahayaan otomatis untuk Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings Photo Credit: DCStudio (Freepik) Setelah sebelumnya meluncurkan fitur pencahayaan otomatis dengan low-light mode untuk Google Meet versi web dan aplikasi seluler, kini fitur tersebut hadir untuk perangkat Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings. Dengan hadirnya fitur pencahayaan tersebut, saat perangkat mendeteksi video Anda tidak memiliki pencahayaan yang baik, maka sistem secara otomatis akan menyesuaikan kecerahan video untuk meningkatkan visibilitas Anda selama mengikuti online meeting. Fungsionalitas ini rencananya juga akan dihadirkan pada perangkat meeting Google Meet yang lebih besar di masa mendatang. Baca juga: Update Google Assistant untuk Perangkat Meeting Google Meet: Perintah Suara yang Lebih Terkontrol Mulai menggunakan fitur Fitur pencahayaan pada perangkat Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Fitur akan aktif secara otomatis saat Meet mendeteksi bahwa video Anda memiliki pencahayaan yang buruk. Pengguna bisa menonaktifkan dan mengaktifkan kembali fitur untuk online meeting yang sedang berlangsung dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Saat online meeting berlangsung klik More > Settings. Di bagian kiri halaman, klik Video > Adjust video lighting (pilih sesuai kebutuhan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur). Pengaturan ini hanya tersedia untuk perangkat Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings. Baca juga: Laporan Work Insights untuk Google Chat dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Ketersediaan Photo Credit: yanalya (Freepik) Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang menggunakan perangkat Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings. Fitur dirilis secara bertahap (gradual rollout), baik untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal, mulai dari tanggal 30 Oktober 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Peningkatan Kualitas Virtual Meeting Saat Bergabung dengan Virtual Machine Dengan hadirnya fitur penyesuaian pencahayaan untuk perangkat meeting Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase for Meetings, Anda tak perlu repot lagi mengatur pencahayaan video selama mengikuti online meeting. Sebab, fitur ini bekerja secara otomatis dengan dukungan kecerdasan buatan (AI). Tak sabar untuk segera mencoba fitur otomatis dari Google Meet ini? Anda bisa langsung mencobanya dengan perangkat yang telah disebutkan dan berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace edisi Business yang cocok untuk kebutuhan bisnis skala besar, serta Workspace edisi Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top