EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Project Flash: Proyek Pemantauan Ketersediaan Virtual Machine Azure Terbaru

Project Flash merupakan kumpulan kapabilitas di seluruh Azure Engineering, yang bertujuan untuk mengembangkan ekosistem pemantauan ketersediaan virtual machine (VM) Azure menjadi solusi terpusat, holistik, dan mudah dipahami yang dapat diandalkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan observabilitas spesifik mereka. Di bulan Februari 2022 lalu, Project Flash berhasil menyelesaikan tahap pertama dengan meluncurkan preview data ketersediaan VM di Azure Resource Graph dan private preview metrik ketersediaan VM di Azure Monitor. Namun sebenarnya, apa itu Project Flash? Apa itu Project Flash Seperti namanya, Project Flash merupakan komitmen Microsoft Azure untuk membangun jalan yang cepat dan kuat untuk memantau ketersediaan virtual machine (VM) selengkap mungkin (hal ini merupakan syarat utama agar aplikasi bekerja dengan efisien). Project Flash merupakan misi Azure untuk memastikan pelanggan dapat: Mengonsumsi data yang akurat dan dapat ditindaklanjuti pada gangguan ketersediaan VM (misalnya, VM reboot dan restart, aplikasi macet karena pembaruan driver jaringan dan pembaruan host OS 30 detik), bersama detail kegagalan yang tepat. Analisis dan waspadai tren ketersediaan VM untuk debug yang cepat dan pelaporan dari bulan ke bulan. Pantau data dalam skala besar secara berkala dan membuat dashboard khusus untuk tetap mendapatkan informasi terbaru tentang status ketersediaan semua sumber daya. Otomatis menerima root cause analyses (RCA) yang merinci VM terdampak, penyebab dan durasi waktu henti, perbaikan konsekuen, dan sejenisnya (semua untuk mengaktifkan investigasi yang ditargetkan dan analisis post-mortem). Menerima pemberitahuan instan mengenai perubahan penting dalam ketersediaan VM untuk memicu tindakan perbaikan dengan cepat dan mencegah dampak terhadap end user. Menyesuaikan dan otomatisasi kebijakan pemulihan platform secara dinamis, berdasarkan sensitivitas beban kerja yang terus berubah dan kebutuhan failover. Baca juga: Mendukung Semua Aplikasi Dengan Infrastructure Azure Opsi pemantauan baru Di fase pertama, Project Flash menyediakan opsi yang berbeda untuk mengakses data ketersediaan virtual machine (VM) secara mudah sehingga kebutuhan observabilitas dapat terpenuhi. Tujuannya adalah untuk menjaga konsistensi data dengan standar kualitas yang sama ketatnya di semua fitur dan solusi yang ada, seperti Resource Health atau Activity Log, untuk memberikan tampilan agnostik yang konsisten dari solusi yang Anda pilih. Analisis skala besar untuk ketersediaan virtual machine Photo Credit: Microsoft Azure Blog Azure Resource Graph merupakan sebuah layanan Azure yang diadopsi secara luas karena kemampuannya yang efisien untuk melakukan query di banyak subscriptions sekaligus dan memiliki latensi rendah. Nantinya, Azure akan menambahkan detail kegagalan dan skenario VM yang diturunkan ke tabel Health Resources di Azure Resource Graphs. Detail ini memastikan Anda bisa mendapat informasi yang tepat mengenai penyebab dan dampak dari setiap kegagalan. Jadi, Anda bisa melakukan failover, reboot in place atau mengambil langkah mitigasi yang sesuai untuk meminimalisir dampak pada end user. Metrik ketersediaan virtual machine di Azure Monitor Photo Credit: Microsoft Azure Blog Metrik di Azure Monitor merupakan platform untuk memantau dan menganalisis representasi deret waktu ketersediaan VM untuk debugging yang cepat dan mudah, menerima peringatan tentang tren terkait, menangkap indikator awal ketersediaan yang menurun, berkolerasi dengan metrik platform lain, dan sebagainya. Metrik ini memungkinkan Anda untuk melacak “denyut nadi” VM (selama perilaku yang diharapkan, metrik akan menampilkan nilai 1). Sebagai respons terhadap gangguan ketersediaan VM, metrik akan turun ke 0 selama dampak berjalan. Jika terjadi pemadaman infrastruktur Azure, sistem akan memunculkan nilai 0 yang ditampilkan sebagai garis putus-putus pada portal. Untuk saat ini, Azure baru meluncurkan private preview metrik sebagai fase pertama dari rencana peluncuran mereka. Pengguna yang sudah mencoba preview bisa memberikan feedback agar nantinya layanan dapat ditingkatkan. Dalam jangka waktu dekat, Azure akan menambahkan detail kegagalan seperti dimensi metrik dan platform log, yang memungkinkan pengguna mengetahui skenario kegagalan. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI yang Lebih Aman Dengan adanya Project Flash ini, Azure menawarkan kemudahan bagi para penggunanya untuk melakukan pemantauan virtual machine. Microsoft Azure sendiri merupakan sebuah layanan komputasi awan yang dirancang untuk membangun, menguji, meluncurkan, dan mengelola aplikasi serta layanan melalui data center milik Microsoft. Solusi komputasi Azure kini sudah bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Di EIKON Technology, kami menyediakan layanan free trial agar Anda bisa mencoba Azure terlebih dulu sebelum memutuskan untuk membeli. Informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

4 Update Terbaru dari Microsoft Teams

Sejak diperkenalkan kepada publik di tahun 2017 lalu, Microsoft Teams terus melakukan pengembangan. Jika di awal kemunculannya Teams hadir untuk menggantikan Microsoft Classroom dari Office 365 Education, kini platform tersebut telah dilengkapi dengan berbagai kapabilitas yang memungkinkan para pengguna melakukan beragam aktivitas kolaborasi mulai dari chat hingga video meeting. Pengembangan Microsoft Teams menjadi semakin pesat setelah pandemi melanda. Teams menjadi salah satu platform yang mendapatkan banyak pengguna baru karena meeting konvensional beralih ke model virtual. Dalam update Microsoft Teams terbaru, Anda bisa menemukan beberapa fitur baru dan peningkatan kapabilitas. Apa saja? Mari simak penjelasannya berikut. Meetings Urutan angkat tangan Photo Credit: Microsoft Tech Community Update Microsoft Teams yang pertama datang dari Meetings. Pada aplikasi tersebut kini Anda bisa menemukan fitur yang mengurutkan waktu angkat tangan para peserta meeting. Dengan begitu, Anda bisa memastikan bahwa setiap pendapat akan didengar dan tidak ada peserta yang terlewat.  Rekaman meetings Fitur rekaman di Teams memungkinkan Anda untuk meninjau apa yang mungkin terlewat dan membantu peserta yang berhalangan hadir agar bisa mengejar ketertinggalan. Selama satu tahun terakhir, Microsoft telah beralih ke OneDrive dan SharePoint untuk menyimpan hasil rekaman yang mudah dibagikan. Selain itu, Anda juga bisa menemukan beberapa peningkatan lain seperti: Pilihan kecepatan pemutaran – Kini Anda bisa menonton rekaman dengan kecepatan lebih lambat atau lebih cepat (0.5x hingga 2x). Transkrip kualitas tinggi – Sekarang tersedia atribusi untuk pembicara pada meeting yang mengaktifkan Live Transcription. Perekaman otomatis – Penyelenggara meeting dapat mengatur rapat agar mulai merekam secara otomatis.  Baca juga: Tetap Terhubung dengan Aplikasi Kolaborasi Microsoft Teams Percakapan dan Kolaborasi Menambahkan deskripsi gambar Dengan fitur ini Anda bisa memudahkan para penyandang disabilitas untuk memahami gambar yang terlampir di Outlook. Caranya pun mudah, cukup klik kanan pada gambar dan pilih opsi “Add alt text”. Perangkat Pemberitahuan kapasitas ruang rapat Microsoft Teams Rooms di Windows Photo Credit: Microsoft Tech Community Teams Rooms kini dapat memberi tahu peserta meeting jika ruangan telah melebihi kapasitas. Operator juga bisa menentukan kapasitas ruang rapat untuk setiap akun Teams Rooms dan menggunakan data dari kamera ruang rapat untuk mengidentifikasi berapa banyak peserta rapat. Memisahkan tata letak video di beberapa layar Maksimalkan pembagian layar di Teams Room melalui kapabilitas untuk membagi galeri video di semua tampilan yang tersedia saat konten tidak dibagikan. Cara ini akan membantu memusatkan perhatian pada peserta yang bergabung dari jarak jauh sehingga meeting pun menjadi lebih inklusif dan menarik. Photo Credit: Microsoft Tech Community Hot Desking untuk tampilan Teams Photo Credit: Microsoft Tech Community Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menemukan dan memesan ruang kerja dengan cepat. Mereka bisa langsung melakukan panggilan, mengatur ad-hoc meetings atau masuk untuk mengakses pengalaman Teams yang telah dipersonalisasi.  Keamanan dan Kepatuhan Opsi enkripsi end-to-end (E2EE) untuk panggilan one-to-one Kini, E2EE untuk panggilan one-to-one dengan Teams telah tersedia untuk umum. Dengan adanya fitur ini operator akan memiliki opsi untuk mengaktifkan dan mengontrol fitur setelah mereka menerima pembaruan. Baca juga: Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management Dengan adanya update Microsoft Teams terbaru, alur kolaborasi kerja pun terasa lebih mudah. Ingin kolaborasi yang lebih seamless? Manfaatkan berbagai fitur dan kapabilitas yang tersedia di Microsoft 365 for Business. Dapatkan Microsoft 365 for Business resmi dan berlisensi hanya di EIKON Technology. Anda bisa mencoba free trials dengan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mengatasi Ancaman Keamanan Siber dengan Cyber Signals

Pada Februari 2022 lalu, Microsoft baru saja meluncurkan Cyber Signals, sebuah intelligence brief ancaman siber yang disusun berdasarkan data dan penelitian mereka. Brief tersebut nantinya akan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sekali. Selain mengumpulkan ancaman keamanan siber Microsoft, Cyber Signals juga akan melampirkan perspektif para ahli mengenai lanskap ancaman yang ada saat ini. Perspektif tersebut akan membahas taktik, teknik, dan strategi yang banyak digunakan. Harapannya, brief ini akan membantu perusahaan mengatasi berbagai risiko keamanan siber yang terus mengincar setiap saat. Apa saja yang ditawarkan Cyber Signals? Pengumpulan data Cyber Signals Untuk mendapatkan insight terbaru mengenai ancaman keamanan siber, tim riset Cyber Signals mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk analisis terhadap 24 triliun sinyal keamanan Microsoft yang dikombinasikan dengan intelijen mereka (memantau lebih dari 40 kelompok negara-bangsa dan lebih dari 140 kelompok ancaman). Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Keamanan identitas di dunia maya Dalam edisi pertama Cyber Signals, Microsoft mengangkat topik identitas. Identitas pengguna terdiri dari semua yang mereka katakan dan lakukan, kemudian dicatat sebagai data yang terbentang di lautan aplikasi dan layanan. Meski, aplikasi dan layanan tersebut memberikan utilitas keamanan yang baik, bukan berarti pengguna lantas tidak menjaga keamanan mereka. Justru sebaliknya, Microsoft menemukan bahwa identitas akan selalu menjadi celah keamanan siber. Photo Credit: Rawpixel Sayangnya, ancaman keamanan identitas yang terus meningkat tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang optimal. Selama dua tahun terakhir ini, adopsi otentikasi identitas yang kuat, seperti multifactor authentication (MFA) atau solusi tanpa kata sandi (passwordless), masih rendah. Pengguna bahkan menganggapnya belum terlalu penting. Penelitian yang dilakukan oleh Microsoft menunjukkan bahwa di seluruh industri, hanya sekitar 22% pelanggan yang menggunakan Microsoft Azure Active Directory (Azure AD), yang merupakan Cloud Identity Solution native milik Microsoft. Padahal, solusi keamanan tersebut telah menerapkan perlindungan otentikasi identitas yang kuat sejak akhir tahun 2021 lalu. Solusi ancaman keamanan identitas siber Solusi MFA dan tanpa kata sandi bisa sangat membantu dalam mencegah berbagai ancaman. Microsoft melalui Cyber Signals berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai keamanan identitas siber dan solusinya kepada pelanggan. Dari Januari hingga Desember 2021, Microsoft telah memblokir lebih dari 25,6 miliar serangan otentikasi brute force Azure AD dan menghalangi kurang lebih 35,6 miliar email phishing dengan bantuan Microsoft Defender untuk Office 365. Dengan 8,500 pertahanan keamanan yang melindungi platform, tool, service, dan endpoint, Microsoft memiliki komitmen untuk menggagalkan serangan keamanan siber tingkat lanjut. Untuk mengamankan identitas pelanggan, Microsoft melakukan verifikasi identitas. Sebab, mengandalkan kata sandi saja masih membuka celah untuk disusupi peretas. Cyber Signals: Pedoman untuk hadapi ancaman keamanan siber Photo Credit: Piqsels Belakangan ini, ancaman keamanan siber terus meningkat, baik dari segi volume, kecepatan, dan bahkan kecanggihannya. Mulai dari IoT, taktik ransomware baru, hingga wawasan tentang ekonomi kriminal dunia maya, semuanya dibahas dalam Cyber Signals. Intelligence brief ini memberikan analisis tren dan panduan praktis untuk memperkuat lini pertama pertahanan digital. Terlebih kini jumlah pekerja yang bekerja dari jarak jauh semakin banyak jumlahnya. Otomatis, akses menuju aplikasi dan data bisnis pun semakin rentan. Ini bukan lagi tentang mengamankan data perusahaan, tapi juga menjaga keamanan data pribadi, identitas, perangkat, dan infrastruktur cloud. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure Melalui Cyber Signals, Microsoft membagikan tren, taktik, dan strategi yang digunakan para peretas untuk mendapatkan akses menuju hardware dan software yang menyimpan banyak data sensitif. Selain itu, intelligence brief ini juga membantu para pengguna aplikasi dan layanan Microsoft untuk meningkatkan keamanan pribadi sehingga nantinya terwujud dunia yang jauh lebih aman. Seluruh informasi berharga dalam Cyber Signals mengenai perlindungan keamanan siber bisa diakses gratis melalui website resmi Microsoft. Edisi pertamanya bisa Anda akses dan unduh di sini. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai menerapkan ekosistem Microsoft untuk keperluan perusahaan bisa mendapatkan paket Microsoft for Business melalui EIKON Technology. Untuk konsultasi langsung mengenai produk, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Selamat untuk EIKON Technology, Top Achiever 2021 Google Cloud Indonesia!

EIKON Technology kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022, tanggal 9 Maret 2022 lalu, EIKON Technology dinobatkan sebagai Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia untuk kategori Business Result, Commitment, Execution, Expertise. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off sendiri merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Google Cloud untuk memberikan apresiasi kepada para partner mereka di Indonesia. Pada tahun 2022 ini, event digelar secara virtual melalui Google Meet. Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 menjadi ajang pemberian apresiasi kepada partner Google Cloud yang tersebar di seluruh Indonesia atas pencapaian mereka sepanjang tahun 2021 lalu. Dalam event tersebut, EIKON Technology mendapatkan penghargaan Top Achiever 2021 Google Workspace – Indonesia dengan penilaian dalam hal Business Result, Commitment, Execution, dan Expertise. Pada gelaran Google Cloud Indonesia Partner Kick-Off 2022 ini, EIKON Technology juga resmi menjadi Google Cloud Partner Advantage. Ini menempatkan EIKON Technology dalam jajaran perusahaan dunia yang menjadi partner Google Cloud seperti Deloitte, Paloalto, WiX, AtoS, Accenture, SoftBankc Japan, VMware, hingga GitLab. Baca juga: Webinar Google Workspace dari EIKON Technology Bukti komitmen EIKON Technology EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan yang berdiri di tahun 2007 dan bergerak dibidang konsultan teknologi informasi, outsourcing, serta pengembangan. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan (cloud) terkemuka di tanah air. Perjalanan EIKON Technology bersama Google dimulai dengan menjadi salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, tepatnya pada tahun 2014. Segera setelah itu, EIKON Technology pun menjadi penyedia layanan komputasi awan Google, Cloud kenamaan di Surabaya, Jakarta, dan seluruh Indonesia. EIKON Technology kini menjadi partner resmi Google untuk menjual Google Workspace resmi. Google Workspace sendiri merupakan rangkaian tools produktivitas dari Google yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan kerja. Sebagai reseller resmi yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology melayani pembelian produk untuk wilayah Jakarta, Jogja, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Makassar, Malang, Medan, Palembang, Denpasar, Pontianak, Batam, dan kota-kota besar di seluruh indonesia.  Mulai berlangganan Google Workspace di EIKON Technology Photo Credit: katemangostar (Freepik) Pengoperasian Google Workspace sangat mudah. Anda bahkan tidak memerlukan perangkat keras maupun perangkat lunak tambahan. Sebab, layanan ini hanya membutuhkan browser serta koneksi internet. Aplikasi yang disediakan juga dapat dioperasikan di ponsel, tablet, maupun PC. Jika Anda menggunakan Google Workspace dalam skala besar, pengelolaannya pun sangat mudah. Keamanannya pun telah terjamin karena disimpan dengan teknologi canggih milik Google Baca juga: Kini Seluruh Paket Gratis G Suite Berubah Menjadi Google Workspace Berbayar! EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket Google Workspace. Untuk masalah harga Anda tak perlu khawatir karena EIKON menyediakan harga Google Workspace yang relatif murah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Silakan konsultasikan kebutuhan Anda di sini, EIKON Technology dengan senang hati membantu.

Gmail, Google Workspace

Update Google Workspace untuk Cegah Email Phishing

Hingga saat ini, email phishing masih menjadi ancaman keamanan digital yang membahayakan. Teknologi phishing bahkan terus berkembang hingga sulit untuk membedakan mana email yang benar-benar aman dan mana yang mengandung ancaman. Tidak ada cara lain yang efektif untuk mencegah phishing selain meningkatkan sistem keamanan Anda. Google Workspace baru saja melakukan update untuk meminimalisir risiko email phishing. Lewat pembaruan ini, Anda bisa berkolaborasi dengan aman tanpa harus khawatir dengan malware yang disebarkan email phishing. Seperti apa update terbaru dari Google Workspace tersebut? Pembaruan notifikasi email Photo Credit: Google Workspace Updates Di masa pandemi seperti sekarang ini, kolaborasi digital menjadi sangat penting. Langkah ini terbukti efektif menghubungkan seluruh karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun sedang menerapkan WFH (work from home). Sayangnya, ancaman keamanan digital pun ikut membayangi sistem kolaborasi kerja ini. Baru-baru ini, Workspace, platform kolaborasi yang dikembangkan oleh Google, melakukan perubahan penting dalam menyajikan notifikasi komentar. Notifikasi yang dimaksud adalah pemberitahuan dari aplikasi Google Workspace seperti Docs. Langkah ini dilakukan untuk mencegah phishing dan melindungi pengguna dari ancaman malware. Adanya update ini membantu pengguna untuk melakukan kolaborasi jarak jauh tanpa harus khawatir dengan peretasan dan serangan berbahaya lainnya. Google Workspace kini akan menyertakan alamat email kolaborator dalam notifikasi saat Anda menerima @mention. Jadi, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi kolaborator. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Lebih mudah kenali kolaborator Workspace Sebelumnya, ketika kolaborator menambahkan catatan @mention dalam aplikasi Google Workspace, Anda akan mendapatkan email yang memberitahu bahwa seseorang telah melakukan perubahan. Masalahnya adalah, pemberitahuan tersebut hanya berisi nama pemberi komentar tanpa disertai dengan alamat email yang jelas. Hal ini jelas akan menyulitkan Anda untuk mengidentifikasi apakah notifikasi tersebut memang karena kolaborator melakukan perubahan atau justru penyerang siber yang memiliki maksud jahat. Sangat sulit untuk mengetahui apakah email tersebut phishing atau tidak. Dengan adanya update terbaru ini, Anda bisa lebih mudah mengonfirmasi notifikasi tersebut kepada kolaborator. Sebab, alamat email mereka telah dicantumkan dalam notifikasi. Jadi, saat kolaborator menggunakan @mention untuk menyebut Anda dalam aplikasi Google Workspace, sistem secara otomatis akan mengirim pemberitahuan lengkap dengan nama kolaborator dan alamat email mereka ke kotak masuk email Anda. Ketersediaan Photo Credit: Rawpixel Update ini diluncurkan Google Workspace pada tanggal 3 Maret 2022. Dalam rentang waktu 15 hari, seharusnya pembaruan ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh pengguna. Menariknya lagi, update ini tidak memerlukan penanganan khusus dari administrator. Pembaruan akan langsung muncul secara default. Jika Anda menemukan kesulitan dalam penggunaannya, Google menyediakan panduan yang bisa diakses di sini. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Anda yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan Business. Notifikasi anti email phising ini juga bisa dinikmati oleh pengguna dengan akun pribadi Google. Baca juga: Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs Semakin hari, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi lingkungan kerja hybrid atau bahkan jarak jauh. Hal ini memang memudahkan di masa pandemi. Namun di satu sisi, kolaborasi digital juga meningkatkan risiko munculnya keamanan digital seperti email phishing. Dengan update notifikasi dari Google Workspace, Anda bisa meminimalisir potensi bahaya keamanan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan dan melindungi keamanan pelanggannya, Google Workspace teruse melakukan pembaruan secara berkala. Mulai kolaborasi kerja yang lebih mudah dan aman bersama Google Workspace. Di EIKON Technology, Anda bisa memilih paket Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet perusahaan. Untuk konsultasi langsung dengan tim dari EIKON Technoloy, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

4 Cara Manfaatkan Dynamics 365 untuk Membangun Supply Chain Masa Depan

Dynamics 365 merupakan sebuah rangkaian aplikasi bisnis cerdas. Microsoft mengembangkan aplikasi ini untuk membantu melancarkan alur proses bisnis. Caranya adalah dengan memanfaatkan insights yang prediktif dan berbasis kecerdasan buatan (AI). Secara garis besar, aplikasi ini menawarkan dua fungsi utama, yaitu CRM (customer relationship management) dan ERP (enterprise resource planning) yang berbasis komputasi awan. Dalam update terbarunya, Dynamics 365 mengembangkan rantai pasokan cerdas yang mampu menavigasi gangguan dan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan. Artikel kali ini akan membahas seperti apa inovasi teknologi yang dikembangkan Microsoft untuk Dynamics 365 hingga mampu menciptakan suatu rantai pasokan masa depan. Mari simak bersama Mengubah pemenuhan pesanan menjadi keunggulan kompetitif Menurut laporan Gartner®, salah satu cara untuk mencapai rantai pasokan yang unggul adalah dengan menahan inventaris pusat distribusi. Dengan begitu maka permintaan dari toko online maupun toko fisik bisa tetap terpenuhi. Untuk mencapai tingkat fleksibilitas tersebut maka retail memerlukan sistem yang mampu menawarkan orkestrasi pesanan berbasis AI serta data inventaris real-time omnichannel untuk mengatasi kendala secara proaktif. Dynamics 365 menawarkan solusi untuk situasi tersebut melalui fitur Intelligent Order Management. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, retailer dapat menata kembali masa depan rantai pasokan, bukan hanya untuk mereka, tapi juga secara global. Itu berarti, mereka bisa mengubah pemenuhan pesanan menjadi suatu keunggulan kompetitif. Baca juga: Microsoft Power BI Membantu Analisa Bisnis Anda Lebih Interaktif Memprediksi risiko dan meningkatkan visibilitas dengan insight berbasis AI Photo Credit: Rawpixel Masih dari laporan Gartner®, diketahui bahwa sekitar 76% eksekutif di bidang rantai pasokan mengungkapkan bahwa perusahaan mereka saat ini lebih sering menghadapi gangguan dibandingkan dengan 3 tahun lalu. Sementara itu, sekitar 72% melaporkan bahwa dampak dari situasi tersebut terus meningkat. Dengan naiknya penggunaan e-commerce, sangat penting untuk mendapatkan visibilitas real-time dalam inventaris di setiap simpul rantai pasokan. Untuk itu, Microsoft meluncurkan fitur Supply Chain Insights yang bisa Anda akses melalui Dynamics 365.  Para pemilik usaha bisa memanfaatkan fitur ini untuk memprediksi risiko yang ada pada rantai pasokan mereka berdasarkan kondisi cuaca, berita terkini, hingga peristiwa geopolitik. Selain itu, Microsoft juga telah melakukan peningkatan yang signifikan pada add-in fitur Supply Chain Management pada Dynamics 365. Memanfaatkan fitur tersebut, kini retail bisa mendekati visibilitas inventaris secara real-time di seluruh saluran internal mereka. Ekspansi dengan memindahkan infrastruktur ke cloud Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan ekspansi, migrasi infrastruktur on-premise ke cloud bisa menjadi solusi yang efisien. Dynamics melalui aplikasi Finance, Supply Chain Management, dan Commerce bisa menjadi rangkaian yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan Anda. Cara ini telah diterapkan oleh Servis Industries Limited (SIL), sebuah produsen dan eksportir terkemuka di Pakistan yang sudah malang-melintang selama lebih dari 50 tahun. Dengan memindahkan infrastruktur on-premise ke cloud, kini SIL memiliki gambaran menyeluruh tentang toko ritelnya dan sistem manajemen infrastruktur yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun internasional secara cepat. Transisi ke omnichannel Photo Credit: Rawpixel Sekarang ini, jaringan etalase retail sangat kompleks. Etalase toko fisik dan online pun saling terhubung hingga terkadang sulit untuk diuraikan. Agar tiap permintaan pelanggan tetap bisa terpenuhi maka pemilik retail pun harus mampu merampingkan pengiriman dan memberdayakan operasi harian mereka. Terlebih masa pandemi yang memaksa kebanyakan retail untuk berpindah ke operasi online. Untuk memenuhi tantangan tersebut, Dynamics 365 menyediakan solusi melalui aplikasi Commerce, Finance, dan Supply Chain Management yang didukung oleh aplikasi Microsoft Power Apps dan juga Power BI. Penerapannya akan memungkinkan pemilik retail melakukan transisi ke omnichannel dengan mudah dan lancar. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Adanya pandemi membuat industri retail mengalami perubahan besar-besaran. Para pemilik retail tidak bisa lagi mengandalkan penjualan dari toko fisik, kebanyakan “dipaksa” untuk beralih pada metode online. Situasi tersebut lantas menyadarkan bahwa pada dasarnya sistem retail sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja. Microsoft melalui Dynamics 365 menawarkan solusi terbaik untuk Anda. Dengan memanfaatkan rangkaian aplikasi ini, Anda bisa merancang rantai pasokan untuk mengatasi situasi sekarang, sekaligus mempersiapkan masa depan. Agar Dynamics 365 berjalan dengan optimal, sebaiknya Anda juga menerapkan productivity tools dari Microsoft, Office 365. Tenang saja, sekarang ini sudah tersedia Office 365 yang khusus diperuntukkan bagi keperluan bisnis. Dapatkan segera hanya melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Membongkar Mitos Seputar Cloud Spanner

Cloud Spanner merupakan sebuah database untuk level perusahaan yang menawarkan skalabilitas tak terbatas dengan tingkat ketersediaan hingga mencapai 99,999%. Database ini juga tidak memerlukan jendela pemeliharaan dan menerapkan antarmuka PostgreSQL yang familier. Secara garis besar, Cloud Spanner menggabungkan manfaat dari database relasional dengan skalabilitas yang tak tertandingi dan ketersediaan non-relasional. Dengan beragam kegunaan tersebut tidak mengherankan jika pengguna Cloud Spanner sering salah berasumsi. Artikel kali ini akan membahas beberapa “kesalahpahaman” umum terkait Cloud Spanner yang sering ditemukan. Mari simak bersama. Spanner hanya bisa digunakan untuk workload skala besar Cloud Spanner memang dikenal memiliki skalabilitas tak terbatas. Kapabilitas tersebut kemudian menimbulkan asumsi bahwa database tersebut hanya bisa digunakan untuk proyek dengan workload skala besar. Namun benarkah demikian? Ada banyak sekali perusahaan besar yang menggunakan Cloud Spanner. Salah satu contohnya, Uber. Dengan layanan yang begitu luas, jelas workload Uber pun besar sehingga tidak mengherankan jika menggunakan Spanner. Meski begitu, pada kenyataannya ada beberapa perusahaan dengan skala lebih kecil yang menggunakan Spanner seperti Google Password Manager. Tool tersebut memang tidak memiliki workload besar, namun tetap memerlukan Spanner karena para pengguna jelas tidak bisa menoleransi downtime saat mereka harus menggunakan password. Spanner terlalu mahal Photo Credit: Piqsels Saat Anda mempertimbangkan biaya database, perhatikanlah TCO (Total Cost of Ownership) dan nilai yang ditawarkannya alih-alih hanya melihat harga mentah. Spanner memberikan nilai yang signifikan kepada pelanggan dari perhitungan tersebut serta hal-hal penting lainnya seperti ketersediaan, performa harga, dan pengurangan biaya operasional. Dengan Spanner, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan masalah keamanan, ketersediaan, dan keandalan data lagi. Terlebih kini sudah ada penawaran Granular Instance Sizing yang memungkinkan Anda untuk bisa memulai layanan hanya dengan US$65/bulan, Baca juga: Lebih Jauh Mengenai Autoscaling pada Bigtable dan Analisis Penghematan Biayanya Saat menggunakan Spanner Anda harus memilih antara skala, konsistensi, dan latensi Hal ini sebenarnya bergantung pada masing-masing kasus penggunaan dan konfigurasi instance. Jadi, pengguna bisa menggunakan Spanner tanpa harus memilih salah satu di antara skala,, konsistensi, dan latensi. Untuk memberikan konsistensi data yang kuat, Cloud Spanner menggunakan skema replikasi sinkron berbasis Paxos. Sedangkan agar latensi rendah, multi-wilayah Spanner dirancang dengan cermat dalam konfigurasi geografis yang memastikan bahwa replika dapat berkomunikasi dengan cukup cepat. Antarmuka Spanner sulit dipahami Spanner menawarkan fleksibilitas untuk berinteraksi dengan database melalui SQL berdasarkan standar ANSI 2011 serta melalui antarmuka REST atau gRPC API. Baru-baru ini, Cloud Spanner juga memperkenalkan antarmuka PostgreSQL. Antarmuka PostgreSQL menyediakan subset yang kaya dari dialek SQL PostgreSQL open-source, termasuk sintaks query umum, fungsi, dan operator. Ini mendukung kumpulan inti tipe data PostgreSQL open-source, sintaks DDL, dan tampilan skema informasi. Satu-satunya cara untuk mencapai observabilitas data adalah dengan Spanner Console Photo Credit: Piqsels Client library Spanner saat ini sudah mendukung Pelacakan dan Metrik dari OpenCensus. Kapabilitas ini memberikan wawasan mengenai kondisi internal klien dan membantu Anda untuk melakukan debug pada masalah produksi. Misalnya, pelacakan dan metrik dari sisi klien menyertakan informasi terkait sesi dan juga transaksi. Spanner juga mendukung penerima OpenTelemetery, yang menyediakan cara mudah bagi Anda untuk memproses dan memvisualisasikan metrik dari tabel Sistem Cloud Spanner dan mengekspornya ke APM (Application Monitoring) pilihan Anda. Hal tersebut juga mencakup kombinasi open-source dari database deret waktu seperti Prometheus yang digabungkan dengan dashboard Grafana. Bisa juga berupa penawaran komersial seperti Splunk, Dynatrace, AppDyamics, hingga NewRelic. ​​Baca juga: Register Domain Lebih Mudah dengan GA Cloud Domain Cloud Spanner merupakan sebuah database dengan skalabilitas raksasa yang dibangun dalam jaringan Google Cloud. Database ini menawarkan tingkat latensi rendah, keamanan tinggi, dan ketangguhan layanan untuk penggunanya yang tersebar di seluruh dunia. Sebelum menggunakan Cloud Spanner, ada baiknya Anda juga menerapkan komputasi awan Google Cloud untuk kinerja yang optimal. Ingin sistem penyimpanan data yang lebih baik lagi? Pilih paket solusi Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Dapatkan segera hanya di EIKON Technology, reseller resmi Google untuk Indonesia. Untuk konsultasi dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Tinggi

Saat model machine learning (ML) menghasilkan prediksi yang tidak memuaskan, penyebabnya bisa sangat beragam. Bisa jadi karena bug dari suatu program atau bisa juga karena masalah khusus pada ML itu sendiri. Adanya anomaly data pun dapat menyebabkan kinerja model menurun seiring berjalannya waktu. Apabila model kemudian disematkan ke aplikasi, masalah tersebut akan berpotensi menciptakan pengalaman pengguna yang buruk. Terlebih jika model merupakan bagian dari sebuah proses internal, dampaknya bisa memengaruhi pengambilan keputusan bisnis. Tantangan dalam membangun model machine learning Photo Credit: Piqsels Rekayasa perangkat lunak memiliki banyak proses, alat, dan praktik yang berfungsi untuk memastikan kualitas software. Fungsi alat-alat tersebut mencakup pengujian, verifikasi dan validasi, serta pencatatan dan pemantauan perangkat lunak. Sedangkan dalam pemodelan machine learning, tugas membangun, menerapkan, dan mengoperasikan sistem menghadirkan tantangan tambahan yang memerlukan proses sekaligus praktik tambahan. ML tidak hanya bergantung pada data. Sebab, sistem tersebut menginformasikan pengambilan keputusan secara otomatis tidak hanya dari data, tapi juga dari sistem layanan pelatihan ganda. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Dualitas tersebut memang bisa meningkatkan kualitas prediksi ML, namun di waktu yang bersamaan juga bisa mengakibatkan kemiringan penyajian pelatihan. Bukan hanya itu, sistem ML juga rentan mengalami macet dalam proses pengambilan keputusan otomatis. Artinya, anda perlu jenis pengujian dan pemantauan yang berbeda untuk model dan sistem ML dibandingkan dengan sistem software lain. Pedoman pengembangan solusi machine learning Google Cloud Photo Credit: Piqsels Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Google menyusun sebuah pedoman komprehensif yang mencakup setiap proses dalam siklus hidup MLOps. Pedoman tersebut juga membahas cara menilai, memastikan, dan mengontrol kualitas solusi machine learning yang sedang Anda kembangkan. Detail pedoman selengkapnya bisa didapatkan di situs Google Cloud. Rangkuman pedoman solusi machine learning Google Secara garis besar, pedoman solusi machine learning yang disusun Google Cloud tersebut membahas 6 topik berbeda. Di sini kami memberikan rangkuman dari pedoman tersebut. Anda bisa menyimaknya dalam poin-poin berikut: Pengembangan model Topik ini membahas tentang bagaimana membangun model ML yang efektif dengan menerapkan pra-pemrosesan data relevan, evaluasi model, serta pengujian model dan teknik debugging. Pelatihan penerapan pipeline Pada bagian ini membahas cara menerapkan rutinitas CI/CD yang mengotomatiskan pengujian untuk fungsi model dan pengujian integrasi komponen alur pelatihan. Panduan ini juga membantu Anda menerapkan strategi penyampaian progresif yang sesuai untuk menerapkan pipeline. Pelatihan berkelanjutan Panduan ini memberikan rekomendasi untuk memperluas alur kerja pelatihan otomatis dengan langkah-langkah yang memvalidasi data input baru untuk pelatihan, sekaligus memvalidasi model output baru yang dihasilkan setelah pelatihan. Bagian ini juga mengajarkan cara melacak metadata dan artefak yang dihasilkan selama proses pelatihan. Model deployment These guidelines address how to implement a CI/CD routine that automates the process of validating compatibility of the model and its dependencies with the target deployment infrastructure. These recommendations also cover how to test the deployed model service and how to apply progressive delivery and online experimentation strategies to decide on a model’s effectiveness. Penerapan model Membahas cara menerapkan rutinitas CI/CD yang mengotomatiskan proses validasi kompatibilitas model dan dependensinya dengan infrastruktur penerapan target. Juga mencakup cara menguji layanan model yang diterapkan dan cara menerapkan strategi pengiriman progresif dan eksperimen online untuk memutuskan efektivitas model. Tata kelola model Menyangkut penetapan standar kualitas model. Bagian ini juga mencakup teknik penerapan prosedur dan alur kerja untuk meninjau dan menyetujui model untuk penyebaran produksi, serta mengelola model yang digunakan dalam produksi. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning  Mengembangkan solusi untuk machine learning memang bukanlah suatu proses yang mudah. Pedoman yang dikeluarkan oleh Google Cloud bisa Anda jadikan panduan untuk membantu. Terlebih, panduan tersebut terus diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi terkini. Anda bisa langsung mendapatkan update terbaru jika menggunakan Google Cloud. Belum menggunakan Google Cloud untuk pengembangan sistem machine learning perusahaan Anda? Tim EIKON Technology menyediakan layanan konsultasi produk untuk membantu Anda menentukan mana solusi Google Cloud yang paling tepat. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Perkuat Perlindungan VM GCE Anda dengan Kunci Keamanan Baru FIDO

Setelah rilis versi 8.2 dua tahun lalu, kini OpenSSH memperkenalkan otentikasi FIDO sebagai salah satu opsi dukungan. Itu artinya, kunci pribadi SSH Anda dapat disimpan dan dilindungi dalam keamanan khusus. Cara ini jauh lebih aman dibanding menyimpan kunci pada disk lokal yang lebih rentan disusupi. Lebih lanjut, kapabilitas tersebut juga dikembangkan untuk proses otentikasi virtual machine (VM) dari Google Compute Engine atau GCE yang menggunakan layanan OS Login untuk pengelolaan SSH (Secure Shell). Bagaimana cara kerjanya? Mengenal OpenSSH OpenSSH (atau kadang disebut OpenBSD Secure Shell) merupakan rangkaian utilitas dengan jaringan aman yang dirancang berdasarkan protokol SSH (Secure Shell). Suite ini menyediakan sebuah saluran aman melalui sebuah jaringan tidak aman di dalam sebuah arsitektur client-server. OpenSSH pada dasarnya bukanlah suatu program komputer tunggal, melainkan merupakan serangkaian program yang berfungsi sebagai alternatif untuk protokol tidak terenkripsi seperti Telnet dan FTP (File Transfer Protocol). Suite ini juga telah terintegrasi ke beberapa sistem operasi seperti Microsoft Windows, macOS, dan bahkan sebagian besar Linux. Tersedia juga versi portabel yang ada pada sistem lain. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Akses Penyimpanan Data Google Cloud Melalui Enkripsi Data Ubiquitous Otentikasi FIDO FIDO atau Fast Identity Online merupakan sistem otentikasi yang didesain untuk menyelesaikan masalah kekurangan interoperabilitas antar perangkat otentikasi. Anda sering kesulitan mengingat password dan username karena banyaknya aplikasi serta perangkat yang digunakan? Nah, FIDO dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. FIDO menawarkan dua rangkaian protokol otentikasi standar, yaitu FIDO U2F (Universal Second Factor) dan FIDO UAF. Keduanya ada dalam arsitektur FIDO yang melayani berbagai pengalaman pengguna saat menggunakan internet. Otentikasi FIDO dalam OpenSSH Photo Credit: Piqsels Pembaruan ini akan mempermudah perlindungan akses menuju VM sensitif dengan menyiapkan otentikasi FIDO ke host dan secara fisik melindungi kunci yang digunakan sebagai pemberi akses. Meski begitu, Anda mungkin masih mempertanyakan bagaimana keamanan di sekitar proses manual untuk menghasilkan dan menyimpan kunci FIDO. Belum lagi masalah siklus hidup kunci keamanan fisik yang bisa membuat Anda kehilangan akses menuju host SSH. Akan selalu ada kemungkinan terkunci jika Anda kehilangan atau salah meletakkan kunci. Google Cloud memberikan solusi dengan melakukan integrasi dukungan tingkat akun industry-first untuk kunci keamanan FIDO dengan SSH. Jadi, Anda bisa mendapatkan semua manfaat otentikasi FIDO saat login SSH tanpa kekurangan apa pun. Mengaktifkan dukungan kunci keamanan lewat OS Login Sekarang, ketika Anda mengaktifkan dukungan kunci keamanan melalui OS Login untuk VM GCE, salah satu kunci keamanan Anda diperlukan untuk menyelesaikan proses login. Satu kunci keamanan yang dikonfigurasi pada akun Google Anda akan langsung diterima saat login. Apabila kehilangan kunci keamanan, Anda bisa dengan mudah memperbarui konfigurasi kunci keamanan (yaitu dengan menghapus kunci yang hilang dan menambahkan kunci baru) dan VM secara otomatis akan mulai menerima konfigurasi baru pada proses login selanjutnya. Photo Credit: Google Cloud Blog Jika diperlukan, dukungan kunci keamanan FIDO OS Login selanjutnya dapat digabungkan dengan Verifikasi 2 Langkah. Cara ini akan menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan sistem otentikasi dua faktor (2FA). Saat sistem ini diaktifkan, pengguna harus memiliki kunci keamanan yang tersedia dan membuktikan akses resmi ke akun Google mereka pada saat login ke instance GCE mereka melalui faktor tambahan. Baca juga: Penerapan Keamanan Zero Trust pada Workload dengan GKE, Traffic Director, dan CA Service Proses otentikasi sangat penting untuk melindungi keamanan akses data. Dengan adanya sistem otentikasi FIDO pada OpenSSH, Anda bisa memastikan keamanan kunci pribadi lebih mudah dan efisien. Sayangnya, terkadang proses otentikasi yang berlapis bisa sangat memakan waktu. Google Cloud dengan integrasi dukungan tingkat akun hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Anda juga bisa menemukan beragam solusi penyimpanan dan keamanan data dengan Google Cloud. Dapatkan solusi komputasi awan tercanggih yang bisa disesuaikan menurut kebutuhan perusahaan Anda dengan Google Cloud. Tertarik untuk mencoba Google Cloud? Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology terkait Google Cloud, silakan klik di sini!

Google Cloud

Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud dengan Dataplex

Dataplex merupakan sebuah data fabric cerdas yang berfungsi untuk mengelola, memantau, dan mengatur seluruh data yang tersebar di data lake, data warehouse, dan data mart secara terpusat. Dengan begitu, data tersebut dapat diakses ke berbagai alat data science secara aman, tanpa hambatan. Dengan memanfaatkan Dataplex, perusahaan bisa mendelegasikan kepemilikan, penggunaan, sekaligus berbagi data kepada rekanan bisnis mereka sambil tetap memiliki single pane of glass. Jadi perusahaan bisa tetap konsisten memantau dan mengatur data di berbagai domain yang mereka miliki. Photo Credit: Google Cloud Blog Bukan hanya itu, Dataplex juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) sehingga dapat melakukan otomatisasi penemuan data, manajemen siklus hidup data, dan kualitas data, sehingga memungkinkan produktivitas data dan mempercepat analitik. Artikel kali ini akan membahas salah satu kasus penggunaan utama Dataplex, yaitu membangun arsitektur data mesh. Bagaimana langkah-langkahnya? Mengenal data mesh Arsitektur data mesh pertama kali diperkenalkan oleh Zamak Deghani dalam sebuah artikel di website Martin Fowler. Dalam tulisannya, Deghani menjelaskan bahwa tumpukan data modern yang bergerak menjauh dari data lake monolitik ke arsitektur domain terdistribusi yang memungkinkan otonomi kepemilikan data mampu memberikan kelincahan. Sebab, domain yang terdesentralisasi memberikan kemampuan manajemen data sekaligus mampu mengatur dan memantau data secara terpusat di seluruh domain. Penjelasan lebih lanjut bisa disimak dalam whitepaper data mesh berikut. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Membuat data mesh dengan Google Cloud Dataplex menyediakan sebuah platform manajemen data untuk membangun domain data independent dalam data mesh yang mencakup perusahaan Anda sambil tetap mempertahankan kontrol pusat untuk mengatur dan memantau data di seluruh domain dengan mudah. Katakanlah Anda memiliki domain seperti contoh berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan Dataplex, Anda bisa mengatur data dan artefak terkait seperti buku catatan, kode, dan bahkan log ke dalam Dataplex Lake yang mewakili domain data. Seluruh data dalam domain tertentu sebagai kumpulan Aset Dataplex dalam data lake bisa dibuat model tanpa memindahkan data secara fisik atau menyimpannya ke dalam sistem penyimpanan tunggal. Data lake dan data zone di Dataplex memungkinkan Anda untuk menyatukan data terdistribusi dan mengaturnya berdasarkan konteks bisnis. Ini membentuk dasar untuk mengelola metadata, menyiapkan kebijakan tata kelola, memantau kualitas data, dan sebagainya, memberi Anda kemampuan untuk mengelola data dalam skala besar. Photo Credit: Google Cloud Blog Menemukan metadata di seluruh sumber data secara otomatis Dataplex menyediakan manajemen metadata dan katalogisasi yang memungkinkan semua anggota domain untuk dengan mudah mencari, menelusuri, dan menemukan tabel dan kumpulan file serta menambahkannya dengan semantik khusus. Setelah data ditambahkan, Dataplex secara otomatis mengekstrak metadata terkait dan terus memperbaruinya. Mengaktifkan interoperabilitas alat Metadata yang dikurasi oleh Dataplex secara otomatis tersedia sebagai runtime metadata untuk mendukung analitik sumber terbuka gabungan melalui Apache SparkSQL, HiveQL, Presto, dan sebagainya. Kelola data dalam skala besar  Dataplex memungkinkan administrator dan pengelola data mengatur kebijakan data IAM mereka secara konsisten dan terukur untuk mengontrol akses data di seluruh data terdistribusi. Ini memberikan kemampuan untuk mengelola data secara terpusat di seluruh domain sambil memungkinkan kepemilikan data yang otonom dan didelegasikan. Aktifkan akses ke data berkualitas tinggi Dataplex menyediakan aturan kualitas data bawaan yang dapat memunculkan gangguan pada data. Anda bisa menjalankan aturan untuk memastikan kualitas data di seluruh data yang ada di BigQuery dan Google Cloud Storage. Eksplorasi data sekali klik Dataplex membantu para insinyur data, ilmuwan data, dan analis data dengan pengalaman eksplorasi data bawaan, self-serve, dan tanpa server untuk menjelajahi data dan metadata secara interaktif, mengembangkan skrip secara iterated, dan menyebarkan serta memantau beban kerja manajemen data. Ini menyediakan manajemen konten di seluruh skrip SQL dan Jupyter notebook  yang memudahkan untuk membuat artefak kode khusus domain dan membagikan atau menjadwalkannya dari antarmuka yang sama. Manajemen data Anda juga dapat memanfaatkan tugas manajemen data bawaan yang menangani tugas-tugas umum seperti tiering, pengarsipan atau penyempurnaan data. Hal ini terintegrasi dengan tools data asli Google Cloud seperti Dataproc Serverless, Dataflow, Data Fusion, dan BigQuery untuk menyediakan platform pengelolaan data terintegrasi. Baca juga: Penerapan Keamanan Zero Trust Pada Workload dengan GKE, Traffic Director, dan CA Service Dengan kumpulan data, metadata, kebijakan, kode, infrastruktur analitik interaktif dan produksi, dan pemantauan data. Dataplex memberikan proposisi nilai inti dari data mesh, yakni data sebagai produk. Dataplex merupakan sebuah data fabric cerdas yang menyatukan data dari berbagai domain. Untuk bisa mengoptimalkan fungsi Dataplex saat membangun data mesh, ada baiknya Anda memanfaatkan integrasinya dengan Google Cloud. Dapatkan solusi komputasi awan dari Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda melalui EIKON Technology, partner resmi Google untuk Indonesia. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Scroll to Top