EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud Menghadirkan Cloud Composer

Komputasi awan atau cloud computing memang memiliki sifat yang kompleks dalam penerapannya. Namun, kini hambatan tersebut menjadi lebih mudah teratasi dengan menggunakan Cloud Composer dari Google Cloud.  Platform ini menggunakan Apache Airflow. Pengguna pun lebih mudah dalam melakukan manajemen alur kerja menggunakan cloud. Apa saja keunggulan dan fitur-fitur yang dimilikinya serta bagaimana alur kerjanya? Simak ulasannya di artikel ini. Keunggulan Cloud Composer dari Google Cloud Source: DevelopersIO Dalam penggunaannya, Cloud Composer dari Google Cloud bisa dibilang lebih unggul bila dibandingkan fitur lainnya. Dengan begitu, Anda dapat melakukan dan menjalankan tugas dengan mudah dalam mengembangkan bisnis perusahaan. Bila diringkas kembali, keunggulan dari Cloud Composer ini antara lain sebagai berikut: Penggunaan yang mudah dan cepat. Hal ini karena ketika Anda melakukan registrasi pada akun Google Cloud, prosesnya tak membutuhkan waktu lama. Anda hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk membuat dan meluncurkan project yang dibuat. Kemudian, dapat memilih pemrograman Python dan melakukan konfigurasi. Pembagian data lebih mudah dengan menggunakan fitur DAGs yang secara otomatis tersemat di Google Cloud Storage. Mendukung untuk pengoperasian dengan menggunakan fitur pemrograman Python terbaru. Jika pada awalnya Cloud Composer mendukung hanya untuk generasi Python 2.7, kini penggunaannya bisa dilakukan pada sistem Python terbaru yakni 3.6. Hal itu akan membuat implementasinya lebih baik dan lebih cepat bila dibandingkan seri sebelumnya. Fitur Utama yang Dimiliki Source: The Spoon Keunggulan Cloud Composer yang sudah disebutkan di atas, tidak terlepas dari dukungan fitur utamanya yang dimiliki. Google Cloud sendiri menggunakan berbagai fitur terbaik di layanan ini seperti: Portabilitas yang tinggi dimana Cloud Composer dibangun pada Apache Airflow yang membuatnya mudah dioperasikan pada berbagai platform. Dengan begitu, juga akan menyesuaikan infrastruktur. Terdapat fungsi multi cloud yang dapat digunakan dengan produk-produk cloud lainnya yang diperlukan. Selain itu juga memungkinkan untuk dioperasikan menggunakan hybrid cloud terutama untuk penyimpanan data dan memberikan skalabilitas yang tidak terbatas. Kompatibel dengan bahasa pemrograman Python yang dapat memberikan kenyamanan dalam pelayanan yang cepat, aman, dan mudah. Terintegrasi dengan layanan lainnya melalui APIs dan mendukung untuk produk layanan Google lainnya seperti Big Query, Cloud Datastore, Dataflow and Dataproc, AI Platform. Beberapa komponennya juga dapat digantikan dengan mudah menggunakan AWS maupun Azure secara analog. Bagaimana Cara Kerjanya? Source: DevCommunity Cara dan alur  kerja Cloud Composer menggunakan sistem Directed Acyclic Graphs (DAGs). Dengan fitur ini, memungkinkan platform untuk mengumpulkan data-data mengenai tugas yang akan dikerjakan dan telah dijadwalkan. Kemudian, mengolahnya kembali. DAGs ini dapat dibuat pada skrip Python dan dependensinya menggunakan kode. Tujuannya adalah untuk memastikan semua task dapat berjalan dengan baik di waktu yang sudah ditentukan tanpa hambatan berarti. Dengan begitu, bisa lebih mudah mengerjakan tugas Anda dalam satu platform. Seperti mengumpulkan data, mengirimkan email kepada penerima yang memiliki akses dan sebagainya. Cloud Composer Dilengkapi Fitur Keamanan Canggih Source: Pexels.com Mengenai faktor keamanan dan kenyamanan, Cloud Composer dari Google Cloud ini memang sudah tak diragukan lagi. Hal ini karena memiliki berbagai ragam fitur keamanan yang mendukung. Sehingga, data lebih terjamin. Berikut beberapa fitur keamanannya: Menggunakan Private IP yang mana data tidak bisa diakses oleh publik dan terlindung dari penggunaan internet publik. Di sini, developer dapat mengakses data namun tidak bisa mengaksesnya menggunakan perangkat luar yang tidak memiliki izin akses yang diberikan. Menggunakan sistem Private IP+Web Server ACLs dan alur kerjanya lebih terlindungi dengan sistem otentikasi. Kemudian dapat membatasi penggunaan dari luar dan Anda bisa lebih mudah mengontrol Private IP. Dengan adanya VPC Native Mode akan membatasi akses komponen dari Cloud Composer pada jaringan VPC yang sama. Jadi, penggunaannya pun lebih mudah dan terlindungi. Begitu pula dengan VPC Service Controls yang dimilikinya. Memiliki fitur enkripsi data yang mumpuni dan bisa terintegrasi dengan Secret Manager untuk melindungi akses maupun password untuk proses otentikasi sistem eksternal. Itulah ulasan ringkas mengenai Cloud Composes baik dari segi keunggulan maupun fiturnya. Anda bisa menggunakan fitur terbaik ini dengan memilih penyedia layanan Google Cloud Indonesia seperti EIKON Technology. Dengan pengalamannya menangani berbagai perusahaan besar dalam hal komputasi awan, EIKON Technology juga memiliki berbagai macam layanan yang dapat Anda pilih untuk mendukung kenyamanan dan keamanan data bisnis di perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Google Cloud dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud, Info

Alur Sederhana Untuk Merencanakan Migrasi Cloud

Migrasi cloud bagi sebuah bisnis terkadang tak dapat dihindari. Terutama bila ingin mendapatkan efisiensi dan pelayanan yang lebih baik. Apalagi saat ini Anda dapat memilih penyedia layanan migrasi cloud menggunakan Google Cloud yang terbaik. Meski begitu, ada beberapa alur sederhana yang perlu diperhatikan saat merencanakan migrasi cloud. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini. Persiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia Source: Unsplash.com Sebagai langkah awal dalam merencanakan migrasi cloud, yang harus diperhatikan adalah mengenai kesiapan infrastruktur yang dimiliki oleh bisnis maupun perusahaan Anda. Pastikan semua infrastruktur perangkat IT berjalan dengan baik dengan fitur maupun teknologi yang mendukung proses migrasi. Berikutnya persiapkan pula mengenai personil atau sumber daya yang akan mengurusi migrasi cloud ini. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi personil ini untuk melakukan migrasi secara baik. Misalnya saja mengenai pengelolaan, kontrol akses, maupun aset.  Tentukan Strategi Migrasi Cloud yang Tepat Menentukan strategi penting dilakukan agar migrasi cloud yang menggunakan fitur Google Cloud dapat berjalan lancar. Di sini, Anda bisa memilih antara single cloud atau multiple cloud. Hal itu tergantung skala sistem yang dimigrasi nantinya. Perhitungkan prioritas dan pilotingnya. Strategi tersebut juga perlu mempertimbangkan dan memperhitungkan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya. Misalnya saja gangguan pada saat operasional dan besaran biaya ketika proses migrasi. Begitu pula dengan berapa lama waktu yang diperlukan, waktu downtime maksimal dan kemungkinan risiko kegagalan saat proses migrasi ini. Jangan Lupa Hapus Legacy yang Sudah Tak Dipakai Source: Pexels.com Ketika melakukan migrasi, Anda masih memiliki legacy pada sistem sebelumnya. Legacy ini sebaiknya Anda pilah terlebih dahulu. Mana yang masih digunakan dan mana yang sudah tak digunakan. Di sini memang diperlukan kejelian dan kerjasama tim agar sistem dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, penting sekiranya bagi Anda menghapus legacy yang tak dipakai maupun tak digunakan. Mengapa demikian? Sebab, jika sistem itu tidak dihapus bisa saja dimanfaatkan dan menjadi celah bagi penyerang untuk masuk dalam sistem. Terlebih lagi jika itu terdapat sistem yang sifatnya sensitif. Termasuk sistem data yang bisa diakses oleh pihak internal maupun yang sifatnya publik. Buat Aturan Manajemen Sistem Baru Google Cloud Anda Hal yang tidak kalah penting lainnya ketika Anda akan menjalankan migrasi cloud ialah dengan menetapkan aturan dan manajemen sistem yang baru, Biasanya, sistem operasional ini tidaklah jauh berbeda dengan sistem sebelumnya. Misalnya saja mengenai pembagian kontrol pemberian akses kepada pihak-pihak bertanggung jawab. Kemudian, memastikan sistem konfigurasi keamanan yang digunakan berjalan dengan baik. Khususnya bagi cloud yang dapat diakses oleh publik dan itu sangat rentan terhadap penyerangan. Termasuk pula mengenai maintenance yang harus dilakukan secara berkala. Memilih Layanan Cloud Terpercaya Source: Pexels.com Alur migrasi cloud yang terakhir adalah dengan memilih layanan Google Cloud yang terpercaya. Untuk hal ini, sebaiknya Anda perlu pertimbangkan layanan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, biaya operasional harus diperhitungkan dengan matang. Memang, layanan ini memiliki harga beragam dan semua itu tergantung pada fitur dan teknologi yang ditawarkan. Tak hanya itu saja, penyedia layanan Google Cloud juga harus memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi pada regulasi yang ditentukan pemerintah. Di Indonesia sendiri, mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mengacu pada aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) serta perundang-undangan yang berlaku. Lalu, vendor penyedia layanan migrasi cloud setidaknya juga memiliki sertifikasi PCI DSS. Untuk layanan di Indonesia yang memiliki persyaratan tersebut antara lain adalah EIKON Technology. Dengan adanya sertifikasi dan tingkat kepatuhan tersebut, setidaknya membuat perusahaan dan bisnis Anda menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Bagaimana, cukup mudah bukan untuk merencanakan alur migrasi cloud bisnis Anda menggunakan fitur dari Google Cloud. Kini, saatnya Anda mempraktikkannya.

Google Workspace

Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace

Hybrid Working semakin menjadi tren di kalangan pekerja saat ini. Terlebih pada saat pandemi Covid-19. Sebenarnya, tren bekerja dari mana saja yang tidak terikat tempat ini sudah ada cukup lama. Bagi yang belum terbiasa, memang perlu sedikit beradaptasi. Terutama untuk mengatur tim dalam divisi Anda. Namun, tak perlu khawatir karena kini bekerja secara hybrid work semakin mudah dengan menggunakan fitur-fitur Google Workspace. Apa saja keuntungannya bagi produktivitas Anda dan tim? Simak ulasannya berikut. Menghubungkan Karyawan Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk bekerja secara hybrid work bagi Anda dan tim di mana saja dan kapan saja. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar hybrid work lebih efektif menggunakan Google Workspace? Berikut beberapa di antaranya. Gunakan Google Meet untuk Rapat Online Anda Saat bekerja dari rumah dan tidak memungkinkan untuk menghadiri meeting secara langsung, maka meeting dengan video conference adalah pilihan yang bisa dilakukan. Salah satu fitur di Google Workspace yang bisa Anda gunakan di sini adalah Google Meet premium.  Berbeda dengan Google Meet reguler, jika Anda menggunakan premium akan ada banyak fitur yang tidak didapatkan di fitur reguler. And adapat lebih nyaman menggunakannya bersama tim. Termasuk dengan mode pendamping seperti menggunakan sistem audio video, pesan, dan lainnya. Atau dapat menggunakan Jamboard untuk presentasi lebih muda, yakni fitur papan tulis virtual untuk berkomunikasi. Hybrid Work dengan Chat Tak hanya video saja, Anda pun dapat membagi tugas dan berkomunikasi dengan tim melalui Google Chat. Menariknya lagi, Anda sebagai pengguna juga dapat mengubah chat grup yang ada menjadi ruangan untuk project yang akan dijalankan. Jadi, fitur ini juga dapat diandalkan selain untuk bertukar informasi juga bisa digunakan untuk mengelola file sebuah project, menjalankan orientasi tim, hingga mengelola tugas dan melihat target yang akan dicapai. Mengelola Jadwal Lebih Mudah dengan Calendar Terakhir, Anda dapat mengelola jadwal yang mudah dalam pengaturan project melalui Google Calendar. Misalnya, membagi jadwal jam kerja tim setiap hari maupun setiap minggu. Anda dapat melihat pula jadwal dari rekan kerja ketika Anda ingin membicarakan sesuatu yang penting tidak terjadi bentrokan jadwal. Manfaat yang Didapat Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Jika pada sebelumnya dijelaskan mengenai bagaimana cara menghubungkan karyawan pada saat hybrid work menggunakan Google Workspace, kini penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan didapat pengguna saat mengaktifkan layanan Google ini. Berikut beberapa di antara sekian dampak positif yang bisa diraskaan oleh pengguna. Pencarian yang Mudah Tampilan Google Workspace sangat fleksibel sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses fitur-fitur yang ada, mulai mengecek inbox, melakukan chat, hingga meeting dalam satu tempat. Jadi, pengguna tetap bisa melakukan banyak hal tanpa harus berpindah-pindah fitur. Mengirimkan Pesan Lebih Mudah Tak jarang pekerjaan secara hybrid terganggu. Misalnya pengiriman dokumen yang lambat dan terdapat halangan-halangan tertentu. Namun, ketika menggunakan Google Workspace, hal itu dapat teratasi. Anda dapat mengirimkan pesan apa saja di email Space secara cepat, ringkas, dan mudha. Dengan begitu semua pekerjaan dapat segera teratasi dan tercipta komunikasi yang lebih baik bagi seluruh tim. Keamanan Lebih Terjamin Tak hanya dua poin di atas saja, manfaat menggunakan fitur Google Workspace untuk hybrid work ialah keamanan lebih terjamin. Memang, saat ini banyak kita melihat jika data pribadi menjadi bagian penting yang harus dilindungi. Termasuk data penting saat bekerja. Untuk mengamankan data ini Google Wokspace memiliki beberapa tools untuk memoderasi konten, mengatur ruang, dan menciptakan tatanan dan keamanan terbaik bagi tim dan karyawan pada saat sedang melakukan hybrid work.  Kesimpulan Source: Pexels.com Bekerja dari rumah saat ini bukanlah hambatan bagi setiap orang, terlebih untuk melakukan hybrid work. Hal itu semakin mudah karena Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk semua pekerjaan Anda dan tim. Dengan berbagai macam fitur yang bisa Anda gunakan, pekerjaan pun akan mudah terselesaikan. Komunikasi pun menjadi lancar. Kini, Anda bisa berlangganan Google Workspace untuk tim dan perkembangan bisnis. Salah satunya dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Pilih dan tentukan layanan sesuai kebutuhan dan kami siap untuk melayani Anda untuk pengalaman hybrid work lebih baik.

Info

Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs

Guna meningkatkan kenyamanan untuk penggunaan yang cepat dan praktis kepada penggunannya, Google Workspace meluncurkan Smart Replies pada tahun 2017 lalu. Kini, penggunaan fitur tersebut semakin meluas dan bisa digunakan di Google Docs yang diluncurkan sejak Januari 2021 lalu. Bagaimana menggunakan fitur Google Workspace ini dan apa saja keunggulan dari Smart Replies untuk menunjang kinerja Anda? Berikut ulasannya. Bisa Digunakan Lintas Perangkat yang Menggunakan Google Workspace Source: Bitrix24 Keunggulan pertama dari fitur Smart Replies di Google Workspace ini adalah dapat digunakan di lintas perangkat. Baik itu perangkat pada komputer, maupun ponseldengan sistem operasi Android maupun iOS. Dengan begitu Anda bisa membukanya kapan saja dan dimana saja selama memiliki akses internet. Inilah yang membuatnya lebih mudah dalam mengedit dokumen dan membagikannya kembali kepada penerima lainnya bahkan pada saat krusial sekalipun. Akses dan Pengoperasian yang Mudah Sesuai Kebutuhan Source: BoardEffect Mungkin sebagian orang mengira jika membuka file secara bersamaan memiliki pengaturan yang sulit. Nampaknya hal itu tidaklah dengan demikian. Sebab, dalam Google Docs ada fitur “Permissions” ketika melakukan share Google Docs kepada pengguna lainnya. Jadi, hanya email yang terdaftar dapat melakukan akses dokumen yang diberikan.Bila dokumen ada di fle Google Drive, izinnya pun mengikuti izin pada file. Di sini pengguna tak perlu melakukan pengaturan izin akses ketika membuka file. Smart Replies Terhubung dengan Berbagai Aplikasi Source: Unsplash.com Keunggulan dari fitur Smart Replies yang terakhir adalah dapat terintegrasi dengan berbagai ragam aplikasi terkini. Terutama aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan manajemen pekerjaan. Misalnya saja, Google Docs yang terintegrasi dengan Miro maupun Trello. Untuk mengirimkan ke pengguna, Anda cukup menjadikannya sebagai lampiran dan tambahkan link dokumen tersebut. Selanjutnya, aplikasi akan memberikan izin akses otomatis kepada penerima. Termasuk memberikan cuplikan isi maupun judul pada penggunanya. Cara Mengaktifkan Fitur Smart Replies di Google Docs Source: TechPadi Cara menggunakan fitur Smart Replies pada Google Docs pun sangat mudah dilakukan.  Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan setidaknya berikut ini: Bukalah file Google Docs yang sudah Anda buat. Pastikan sebelum mengaktifkannya dokumen tersebut sudah benar-benar sesuai yang dipilih agar lebih mudah. Setelah terbuka, maka pada bagian atas Anda bisa klik “Alat” dan kemudian lanjutkan dengan “Preferensi”. Berikutnya, bila Anda ingin mengaktifkannya maupun menonaktifkan fitur Smart Replies ini bisa dengan klik “Tampilkan Saran Smart Replies” Terakhir klik “Oke” untuk bisa menggunakannya. Bila Anda menonaktifkan fitur Smart Reply pada Google Docs, maka saran tidak akan muncul pada kolom komentar. Lalu, ketika Anda ingin menerima saran dari fitur Smart Replies bisa dengan klik saran yang ada. Kemudian, fokus di kotak balasan saran tersebut dan tekan tab menuju saran dilanjutkan menekan “Enter”. Ikuti pula petunjuk lisan pada penggunaan pembaca layar. Apabila Anda ingin menolak saran maka ketikkan hal lainnya di dalam kotak balasan. Kesimpulan Source: Justin Stum, LMFT Dari ulasan di atas, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa fitur Smart Replies pada di Google Docs untuk program Google Workspace banyak memberikan manfaat lebih kepada para pengguna. Khususnya, bagi pengguna yang memiliki aktivitas padat dalam urusan pekerjaan di era digital dimana mengandalkan teknologi dan dokumen-dokumen dengan akses yang cepat, mudah, dan aman.   Apakah Anda tertarik untuk menggunakan fitur tersebut? Kini, Anda dapat memilih mitra untuk berlangganan Google Workspace terbaik melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Semua produk yang kami tawarkan memiliki lisensi resmi dari Google. Sehingga, Anda pun lebih nyaman dan aman saat menggunakannya untuk berbagai keperluan bisnis.

Info

Mengenal Tote, Fitur Baru Chromebook untuk Menyimpan File Penting

Mencari dan mengakses file yang telah diunduh di desktop terkadang membutuhkan waktu cukup lama. Bayangkan saja, Anda harus mencari satu per satu di folder tertentu atau di kolom pencarian. Begitu pula dengan foto hasil screenshot, terkadang Anda lupa tempat penyimpanannya. Kini, hal tersebut dapat Anda atasi dengan mudah dengan menggunakan fitur baru dari Chromebook yakni Tote. Seperti apakah keunggulan dari fitur Chromebook satu ini? Simak ulasannya di bawah ini. Tandai File Penting untuk Akses Cepat Photo: Android Headlines Saat Anda membuka fitur Chromebook Tote, semua file unduhan dan screenshot dapat dilihat dengan mudah. lalu, bagaimana menandai file agar lebih mudah ditemukan di ‘rak’ Tote? Mudah saja, klik file lalu “Pin” file tersebut pada Tote.  Begitu juga dengan berbagai file penting Anda seperti untuk presentasi, spreadsheets, hingga email penting. Cara seperti ini memang lebih mudah bila dibandingkan menggunakan cara lama. Yakni Anda mencari file dan membukanya satu per satu. Keunggulan lainnya adalah Anda dapat memilih dan membagikan banyak file dalam sekali melalui fitur Tote ini. Fitur Chromebook Tote Memiliki Akses yang Mudah Photo: Android Police Selain menawarkan fitur untuk menandai file dan data penting, Tote juga terintegrasi dengan fitur Chromebook lainnya. Misalnya saja pada fitur seperti Screen Capture untuk membantu memudahkan Anda melihat konten yang diinginkan. Setelah melakukan pengambilan gambar atau screenshot, Anda dapat menyimpan dan meletakkannya di Tote. Untuk melakukan screenshot di fitur Tote sebenarnya sangat mudah. Yakni, pengguna hanya cukup menekan tombol apa saja + V dan Anda dapat melakukan screenshot dan memasukkannya ke dokumen atau pesan tanpa harus menyeretnya terlebih dahulu.Jika Anda ingin menambahkan catatan khusus atau melakukan sedikit editing pada hasil screenshot, maka cukup buka file dari Tote dan mulailah untuk melakukan pengeditan. Perubahan yang ada akan tersimpan di Tote secara otomatis. Jadi, Anda pun dapat melakukan proses editing sesuka hati. Dapat Menyimpan Hasil Pemindaian Secara Otomatis Photo: The New York Times Menyimpan hasil pemindaian juga akan lebih mudah menggunakan Tote pada akun Chromebook Anda. File atau data hasil pemindaian ini juga akan muncul pada menu ‘Downloads’. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemindaian dengan menggunakan aplikasi pemindai tertentu. Aplikasi tersebut dapat dihubungkan langsung ke Tote. Secara otomatis, file tersebut akan tersimpan di menu “Downloads”. Download Tanpa Waktu Lama Photo: Freepik.com Tote memang dirancang sebagai fitur Chromebook untuk menjaga file terkini yang pernah dibuka tetap aman dan mudah dicari. Termasuk mencari dan menelusuri data-data pengunduhan file Anda hingga minggu sebelumnya.    Hal itu bisa Anda lakukan dengan klik tanda panah di menu ‘“Download” yang ada di Tote. Panah inilah yang akan mengarahkan Anda pada file yang sudah diunduh sebelumnya dan akan membukanya folder. Kemudian Anda bisa membuka dan mencari file tersebut dengan cara scroll ke bawah. Lalu, dilanjutkan dengan klik kanan dan pilih “Pin to Shelf” untuk ditambahkan ke rak dengan mudah. Kesimpulan Photo: Chrome Unboxed Dari ulasan di atas, dapat dikatakan bahwa fitur Chromebook terbaru ini memiliki keunggulan tersendiri untuk menyimpan file dan data-data penting. Terutama data perusahaan maupun individu. Kemudahan yang ditawarkan akan membuat Anda lebih nyaman menggunakannya dan dapat diandalkan pada saat-saat darurat sekalipun. Kini, Anda bisa menikmatinya dengan berlangganan Chromebook dengan produk terbaik secara resmi melalui EIKON Technology. Dapatkan keuntungan-keuntungan lainnya untuk mendukung kemudahan dalam aktivitas perusahaan Anda jadi lebih baik di era digital. Informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini dan tim kami siap membantu segala kebutuhan Anda dengan pelayanan terbaik dan prima.

Google Cloud

Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google

Cloud IDS (Intrusion Detection System) merupakan sebuah solusi keamanan siber yang dikembangkan oleh Google. Sistem keamanan berfungsi sebagai pendeteksi ancaman terhadap jaringan. Memanfaatkan layanan keamanan ini, segala risiko yang membahayakan keamanan data di dalam cloud pun dapat diminimalisir. Cloud IDS dirancang untuk mudah disiapkan sekaligus diterapkan. Tanpa perlu melalui proses panjang, hanya dengan beberapa klik saja, Anda sudah bisa memanfaatkan layanan keamanan ini. Dalam satu sistem saja, Anda sudah dapat menikmati pengalaman terintegrasi dari Google Cloud sekaligus teknologi deteksi ancaman tercanggih milik Palo Alto Networks. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Cloud IDS, Anda bisa membaca ulasannya berikut ini. Deteksi ancaman jaringan pada cloud-native Cloud IDS pertama kali diperkenalkan pada publik di bulan Juli 2021 lalu. Sistem keamanan tersebut diciptakan sebagai jawaban atas masalah keamanan jaringan, terutama yang muncul pada cloud-native. Cloud-native merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan software yang memanfaatkan komputasi awan (cloud computing) untuk membangun aplikasi. Karakteristik aplikasi yang lahir dari cloud-native adalah modern dan dapat dijalankan dalam lingkungan yang dinamis, baik itu private, public, maupun hybrid clouds. Photo Credit: PxHere Mengingat sifat cloud-native yang dinamis, akan ada banyak sekali celah keamanan yang bisa dimasuki penyusup. Nah, Cloud IDS mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan menawarkan sistem keamanan dengan visibilitas yang luas terhadap traffic yang masuk ke dalam lingkungan cloud. Bukan hanya itu, sistem keamanan ini juga merupakan sebuah solusi end-to-end. Sistem keamanan terus diperbarui mengikuti update dari Palo Alto Neteworks. Dengan begitu, Anda bisa segera tahu saat ada model ancaman baru atau muncul anomali yang mengindikasikan adanya ancaman. Baca juga: “3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise Untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda” Dibangun dengan teknologi deteksi terbaik Photo Credit: Google Cloudo Seperti yang telah disebutkan, Cloud IDS adalah produk kerja sama antara Google dengan Palo Alto Networks. Artinya, saat menggunakan sistem Clouds ID, Anda otomatis menikmati dua layanan sekaligus, infrastrukur cloud tepercaya dari Google sekaligus teknologi deteksi ancaman terbaik dari Palo Alto Networks. Palo Alto Networks sendiri tidak perlu diragukan untuk masalah keamanan siber. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, Amerika Serikat ini memiliki mesin analisis ancaman serta tim riset ekstensif yang terus-menerus memperbarui threat database mereka. Bukan hanya itu, Palo Alto Networks juga memiliki mekanisme deteksi ancaman yang variatif guna mengatasi segala macam ancaman keamanan yang bisa muncul pada jaringan. Mampu mendeteksi ancaman jaringan paling kritis Keunggulan utama dari Clouds IDS adalah visibilitas luas menuju semua traffic yang masuk ke lingkungan cloud Anda. Selain itu, sistem ini juga dapat memantau workloads di Kubernetes Engine (GKE), workloads di Compute Engine (GCE) atau bahkan workloads di kedua infrastruktur tersebut. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mendeteksi ancaman seperti malware, spyware, serangan C2 (command and control), dan ancaman berbasis lainnya. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mendeteksi adanya upaya eksploitasi dan evasi terhadap jaringan serta layers pada aplikasi. Fitur lain yang sangat memudahkan adalah prioritized list. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, ancaman yang masuk akan diurutkan berdasar tingkat keparahannya. Jadi, Anda bisa segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi ancaman jaringan yang paling berbahaya. Photo Credit: Raw Pixel Saat ini, Cloud IDS memang masih dalam status preview. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menjajal sistem keamanannya yang canggih sekarang. Untuk mencoba layanan keamanan ini, Anda cukup mengakses webpage Clouds IDS dan klik opsi “Get started for free”. Sambil menunggu rilis lengkap Clouds IDS, Anda bisa mulai mengaplikasikan infrastruktur cloud milik Google yaitu Google Cloud untuk proses produksi yang lebih dinamis dan praktis. Google Cloud sendiri bisa Anda dapatkan dengan berlangganan melalui authorized partner yang sudah ditunjuk oleh Google. Untuk Anda yang berada di Indonesia bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia, Anda dapat berlangganan Google Cloud secara legal dan cepat. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!

Info

Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd

Akhir-akhir ini, istilah zero trust sering digunakan dalam pembahasan tentang keamanan siber. Namun, ada kalanya istilah tersebut salah dipahami maknanya. Banyak yang mengira bahwa Zero Trust berarti “tidak percaya pada apa pun” ada juga mengartikan sebagai “akses yang 100% aman bahkan tanpa menggunakan VPN (Virtual Private Network). Benarkah demikian? Pada dasarnya, inti dari pendekatan Zero Trust adalah meyakini bahwa tiap komponen tunggal dari sebuah sistem yang kompleks dan berhubungan berpotensi menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Jadi, “trust” sendiri adalah sesuatu yang perlu dibangun melalui berbagai mekanisme dan harus terus melalui proses verifikasi. Pendekatan ini sendiri telah diterapkan oleh Google pada sebagian besar aspek operasi mereka. Melalui BeyondCorp Enterprise, Google meluncurkan layanan yang mencakup perlindungan terhadap threat dengan integrasi data. BeyondCorp kemudian dikembangkan lagi hingga akhirnya melahirkan layanan keamanan cloud-native untuk sistem internal, BeyondProd. BeyondProd layanan berbasis zero trust dari Google Photo Credit: Google Cloud BeyondProd sendiri pertama diperkenalkan melalui white paper yang diterbitkan Google di penghujung tahun 2019.  Secara garis besar, BeyondProd mengembangkan prinsip-prinsip keamanan siber berikut: Perlindungan tepi jaringan komputer (network edge), sehingga workload terpisah dari serangan jaringan dan traffic yang berbahaya. Tidak ada “mutual trust” antar layanan. Jadi, layanan hanya dapat digunakan oleh pengguna yang dikenal dan diberi akses khusus. Langkah ini akan menghalangi penyerang untuk mengakses layanan. Mesin tepercaya yang dirancang dengan teknologi Titan. Penggunaan mesin ini akan membatasi akses kode hanya dari sumber yang jelas, menggunakan konfigurasi resmi, dan hanya bisa dijalankan pada lingkungan yang telah terverifikasi. Penggunaan choke point untuk penerapan policy yang konsisten. Penggantian rollout yang lebih sederhana dan bisa berjalan otomatis. Dengan begitu, perubahan pada infrastruktur lebih mudah dievaluasi. Security patches pun bisa dijalankan dengan efek minimal pada proses produksi. Penyekatan antara workloads yang berbagi sistem operasi. Jika satu workload tersusupi maka keamanan workload lainnya yang berjalan di satu host tidak akan terpengaruh.. Perbedaan BeyondCorp dengan BeyondProd BeyondCorp lahir sebagai solusi atas perubahan model kerja masyarakat. Seperti yang Anda ketahui, saat ini banyak orang yang bekerja di luar kantor (remote). Otomatis, mereka pun berada di luar batas keamanan jaringan siber kantor. BeyondCorp menawarkan solusi dengan menciptakan sebuah batas keamanan di luar metode konvensional yang hanya berpatokan pada kredensial serta atribut perangkat. Baca juga: “BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome” Pendekatan yang diterapkan BeyondProd pun hampir mirip. BeyondProd menerapkan zero trust untuk melindungi jaringan. Dengan menggunakan BeyondProd, layanan mikro bisa tetap berjalan meski user tidak berada di dalam pusat data yang dilindungi firewall. BeyondProd memungkinkan layanan tersebut untuk tetap berjalan secara aman di public cloud, private cloud, bahkan dalam lokasi yang di-host oleh pihak ketiga. Dalam masalah kepercayaan pengguna, BeyondCorp menitikberatkan pada keadaan perangkat sadar konteks (context-aware), bukan kemampuan untuk terhubung ke jaringan perusahaan. Sedangkan BeyondProd  fokus pada karakteristik seperti asal kode dan identitas layanan, bukan lokasi jaringan produksi (seperti IP atau identitas host). Mengaplikasikan prinsip BeyondProd Photo Credit: Raw Pixel Google secara terbuka menawarkan layanan BeyondProd kepada pengguna Google Cloud. Anda bisa menemukan fitur-fitur khas BeyondProd dalam platform tersebut, misalnya Anthos melalui fitur Binary Authorization dan Anthos Service Mesh. Jika ingin menerapkan prinsip BeyondProd di lingkungan Anda sendiri, Google menyediakan beberapa komponen yang dapat diakses melalui Anthos, Google Kubernetes Engine (GKE), dan juga beberapa open source seperti: Envoy, untuk pemutusan TLS dan kebijakan traffic masuk. Anthos Service Mesh, perangkat keamanan zero trust untuk mengamankan layanan dan komunikasi di dalamnya secara otomatis. Anthos Identity Services, Layanan Identitas Anthos untuk mendukung federasi identitas di seluruh lingkungan. Otorisasi Biner. Anthos Config Management Policy Controller. Node GKE terlindung. gVisor atau GKE Sandbox, untuk penyekatan workloads. Seluruh kemudahan dan keamanan yang ditawarkan BeyondProd dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud. Nah, untuk berlangganan Google Cloud sendiri, sebaiknya hubungi partner resmi yang telah diakui Google untuk mendistribusikan produk mereka. Di Indonesia sendiri ada EIKON Technology. EIKON Technology merupakan mitra resmi Google di Indonesia yang menyediakan produk serta solusi dari Google secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

5 Tips Penggunaan Multicloud yang Efektif untuk Dapatkan Lebih Banyak Manfaat

Multicloud merupakan strategi pengelolaan cloud yang menggabungkan dua atau lebih cloud computing. Dalam penggunaannya, jenis komputasi awan yang digunakan tidak harus selalu sama, tapi bisa juga memadukan beberapa model cloud yang berbeda sekaligus. Misalnya, memadukan layanan private cloud dengan public cloud. Jika dibandingkan dengan arsitektur homogen, multicloud tentu memiliki beberapa keunggulan. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah data loss akibat kegagalan pada komponen lokal cloud. Ada juga yang mengadopsi layanan ini untuk menghindari terjadinya vendor lock-in. Dengan berbagai kemudahan tersebut, jelas inovasi komputasi awan yang ini sulit untuk dilewatkan. Nah, agar penggunaan multicloud di perusahaan Anda lebih optimal, simak tipsnya berikut ini. Tentukan alasan yang jelas sebelum adopsi multicloud Arsitektur komputasi awan yang heterogen memang telah terbukti dapat mendatangkan benefit bagi perusahaan. Namun bukan berarti setiap perusahaan harus mengadopsi layanan tersebut untuk beroperasi. Ada kalanya, penggunaan arsitektur yang homogen seperti private cloud on-prem saja justru lebih tepat. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan, Anda harus tahu pasti apa alasan menggunakan layanan tersebut. Misalnya, untuk tujuan akomodasi merger atau akuisisi bisnis. Katakanlah perusahaan A mengakuisisi perusahaan B. Sistem komputasi awan yang digunakan perusahaan B adalah Y, sedangkan perusahaan Anda menggunakan Z. Maka multicloud bisa menjadi solusi. Hindari rekayasa berlebihan pada workload dan portabilitas data Photo Credit: PxHere Saat mengadopsi komputasi awan yang heterogen Anda mungkin akan berpikir untuk membangun sebuah “jembatan” guna menghubungkan tiap layanan penyedia cloud. Sebaiknya gagasan tersebut dihindari. Pasalnya, setiap platform penyedia cloud memiliki keunikannya masing-masing. Membangun “jembatan” hanya akan menambah workload tiap cloud. Jika Anda memang menggunakan beberapa public cloud dalam satu waktu, usahakan untuk menggunakan layanan cloud asli. Manfaatkanlah fitur berbeda yang ditawarkan oleh tiap platform. Baru kemudian lakukan integrasi saat diperlukan. Baca juga: Mengatur Workflow Data di Google Cloud dengan Google Composer Pilih komponen dasar yang tepat Salah satu strategi yang efisien untuk memaksimalkan manfaat multicloud adalah dengan memilih komponen dasar yang tepat. Untuk Anda yang menggunakan Google Cloud misalnya, bisa menggunakan komponen dasar dari Google seperti Kubernetes. Dengan menggunakan komponen dasar yang tepat dan cocok dengan cloud lokal, maka Anda bisa mendapatkan pengalaman yang konsisten di seluruh cloud. Hal ini jelas akan memudahkan dalam mengatur container, mengelola infrastruktur serta layanan cloud lokal. Jangan ragu untuk bertanya pada orang lain Photo Credit: Raw Pixel Ada banyak sekali formula yang bisa Anda terapkan agar kinerja multicloud optimal. Namun waktu dan sumber daya yang Anda miliki tentu terbatas. Anda tidak mungkin mencoba semua formula tersebut untuk tahu mana yang paling optimal. Solusinya, jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain. Tanyakan pada mereka, arsitektur dan sistem mana yang berhasil. Di waktu yang bersamaan, jangan lupa juga untuk membagikan pengalaman Anda selama merancang komputasi awan heterogen. Meski kelihatannya sepele, trik ini selalu berhasil, terutama untuk menghindari perangkap yang umum terjadi. Update pengetahuan Anda dengan membaca penelitian, mengikuti konferensi atau tonton video untuk mempelajari studi kasus yang sering terjadi. Bergabung dengan komunitas online pun tidak ada salahnya untuk dicoba. Anda juga bisa berkonsultasi dengan layanan penyedia cloud seperti EIKON Technology untuk mengetahui mana sistem yang paling cocok.   Gunakan Google Cloud sebagai jangkar   Sebelum menerapkan multicloud Anda sudah harus bisa menentukan, akan menggunakan on-prem dan menerapkannya pada cloud atau menggunakan cloud dan menerapkannya pada on-prem. Jika Anda memang benar-benar sudah yakin untuk menggunakan multicloud, jelas opsi kedua adalah jawabannya. Anda bisa gunakan Google Cloud sebagai jangkar ke lokasi yang ingin dituju. Untuk kebutuhan ini, fitur Anthos dapat diandalkan. Dengan Anthos, Anda bisa menjalankan armada Kubernetes agar terdistribusi merata di Google Cloud dan seluruh cloud lainnya, Langkah ini sangat efisien untuk mengurangi workload sekaligus mengelola keamanan. Bagaimana, sudah tidak sabar untuk merasakan beragam kemudahan multicloud? Jika jawaban Anda iya, maka mengadopsi layanan Google Cloud bisa dijadikan solusi. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya? Untuk masalah itu, Anda bisa mempercayakannya pada EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Google Cloud

3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda

Sejak diluncurkan awal tahun 2021 lalu, BeyondCorp Enterprise terus melakukan evaluasi terhadap produk mereka guna memenuhi setiap kebutuhan pengguna dan tentunya untuk meningkatkan keamanan mereka. Prinsip zero trust yang diusung BeyondCorp pun terus dikembangkan untuk menciptakan sebuah ruang aman bebas dari intaian bahaya kejahatan siber. Nah, Anda bisa membuktikan inovasi yang dilakukan BeyondCorp melalui tiga fitur yang baru mereka luncurkan. Apa saja? Akses certificate-based melalui Kontrol Layanan VPC Photo Credit: Google Cloud Fitur baru BeyondCorp Enterprise yang pertama adalah akses certificate-based untuk Google Cloud Platform (GCP)API melalui Kontrol Layanan VPC (VPC-SC). Autentikasi akses menuju Google Cloud Console dan Google Cloud API dengan menggunakan kredensial sebenarnya bukanlah hal baru. Namun jika kredensial tersebut tidak sengaja terekspos, dampaknya bisa berbahaya. Kredensial dapat ditemukan oknum yang tak bertanggungjawab untuk mendapatkan akses. Dengan adanya akses certificate-based maka risiko pencurian kredensial akan berkurang. Sebab, akses hanya akan diberikan jika sertifikat perangkat dapat diverifikasi oleh sistem. Saat ini Google menawarkan dukungan untuk delapan jenis resources Kontrol Layanan VPC yaitu BigQuery, Cloud KMS, GCS,GCE, GKE, Logging, PubSub, dan Spanner. Jumlah resources tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Konektor On-premises Pada update BeyondCorp Enterprise terbaru, Google menyediakan opsi tambahan untuk menghubungkan resources lokal melalui fitur konektor On-premises mereka. Dengan konektor On-premises ini, Anda dapat mengamankan resources lokal seperti aplikasi berbasis HTTP atau HTTPS di luar Google Cloud dengan menggunakan Identity-Aware Proxy (IAP). Saat Anda mengajukan sebuah aplikasi lokal, IAP akan otomatis mengautentikasi dan menyetujui pengajuan tersebut. Setelah itu, Anda akan diarahkan pada konektor. Konfigurasi kebijakan akses khusus yang lebih mudah Berikutnya, BeyondCorp Enterprise menawarkan lebih banyak atribut pada akses zero trust dalam Access Context Manager. Dengan adanya pembaruan ini, administrator dapat membuat kebijakan kontrol akses yang lebih detail untuk melindungi resources mereka di Google Cloud. Apa saja atribut baru yang bisa Anda sematkan untuk akses zero trust? Waktu dan tanggal Ada kalanya administrator perlu membatasi akses user menuju resources pada hari dan waktu tertentu, terutama saat mereka sedang mengevaluasi akses zero trust. Dengan fitur konfigurasi baru dari BeyondCorp Enterprise, administrator dapar menentukan kontrol akses menuju resources dalam rentang waktu atau tanggal tertentu. Tingkat kekuatan kredensial Photo Credit: Elchinator (Pixabay) Salah satu upaya preventif untuk mencegah pelanggaran keamanan adalah dengan melakukan verifikasi dua langkah (two-steps verification). Dengan menerapkan penilaian terhadap kekuatan kredensial maka perusahaan bisa lebih mudah menerapkan kontrol akses. Chrome Browser Sebelum memberikan akses, administrator akan menilai tingkat keamanan user. User yang mengakses resources perusahaan dengan tingkat keamanan tinggi maka akan lebih mudah mendapat akses. Sebaliknya, user yang memiliki tingkat keamanan rendah cenderung lebih sulit mengakses resources atau bahkan tidak akan mendapat akses sama sekali. Bagaimana administrator menilai tingkat keamanan user? Selain dari tingkat kredensialnya, user juga dinilai dari lingkungan browser atau peramban yang ia gunakan, Melalui fitur baru ini, administrator dapat menentukan akses untuk user dari status manajemen, versi minimum peramban, aktivasi pemeriksaan URL real-time, aktivasi analisis unggah dan unduh file, aktivasi fitur paste (untuk bulk text), hingga aktivasi pelaporan peristiwa. Photo Credit: Firmbee (Pixabay) Meski tergolong baru, inovasi-inovasi yang dilakukan BeyondCorp Enterprise dalam mengupayakan sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi resources patut diacungi jempol. Buktinya dapat dilihat dari tiga fitur baru yang dibahas dalam artikel ini. Merasa sistem perlindungan resources perusahaan Anda perlu ditingkatkan? BeyondCorp bisa menjadi solusi yang efektif sekaligus praktis. Untuk menggunakan fitur-fiturnya, dapat dilakukan dengan cara berlangganan Google Cloud. Tidak perlu bingung mencari layanan penyedia Google Cloud. Anda cukup menghubungi EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google dalam distribusi produk dan layanan mereka, termasuk Google Cloud. Anda juga bisa berdiskusi dengan tim EIKON Technology untuk menentukan infrastruktur cloud yang paling sesuai kebutuhan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

7 Update Fitur Microsoft Teams yang Perlu Anda Ketahui

Microsoft terus melakukan update pada salah satu platform produktivitasnya, Microsoft Teams. Inovasi terus dilakukan untuk memudahkan urusan pekerjaan Anda. Selain itu, pada beberapa sektor Teams, Microsoft juga meningkatkan keamanan mereka agar Anda bisa tetap bekerja dengan aman dan nyaman. Nah, untuk mengetahui apa saja update dari Microsoft Teams, Anda bisa mempelajarinya dalam ulasan di bawah ini. Fitur terbaru Microsoft Teams Apa saja update fitur Microsoft Teams yang bisa Anda nikmati? Ada setidaknya tujuh fitur baru yang ditambahkan Microsoft untuk Teams, beberapa fitur bahkan terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya seperti Outlook dan Cortana. Apa saja? Simak detail lengkapnya berikut ini. Buat Task baru dari Chat Seringkali Anda mendapat tugas baru dari pesan chat. Bahkan mungkin 100% tugas Anda diberikan melalui chat. Lalu, apa yang Anda lakukan saat menerima pesan berisi tugas baru? Kebanyakan orang akan menutup aplikasi chat mereka dan baru kemudian membuka aplikasi lain untuk mengerjakan tugas. Namun dengan update fitur Microsoft Teams, Anda tidak perlu repot mengikuti langkah-langkah tersebut. Microsoft meluncurkan sebuah fitur baru untuk Teams yang memungkinkan Anda untuk langsung membuat Task baru dari ruang chat tanpa harus pindah aplikasi. Caranya pun mudah, klik opsi (…) pada menu pop-out di jendela chat yang berisi tugas baru. Pilih More options kemudian klik Create Task. Otomatis, tugas baru tersebut akan langsung ditransfer ke aplikasi Tasks Microsoft Teams. Lebih banyak Spotlight Photo Credit: Blog (Microsoft Teams) Spotlight adalah fitur khusus pada Microsoft Teams Meeting. Dengan fitur ini, Anda dapat menyorot peserta meeting saat mereka sedang berbicara. Pada update terbaru Teams, fitur Spotlight mengalami peningkatan kemampuan. Jika sebelumnya Anda hanya dapat menyorot satu peserta, kini Spotlight dapat menyorot hingga tujuh peserta dalam waktu bersamaan. Jika ingin menambah peserta yang disorot, cukup klik pada menu context peserta meeting yang dikehendaki. Selanjutnya klik opsi Add Spotlight. Makin mudah temukan kontak baru Update dari Microsoft Teams kali ini juga terintegrasi dengan aplikasi e-mail mereka, Outlook. Dalam pengembangan terbaru, Anda bisa lebih mudah menemukan kontak baru melalui Organization Explorer yang merupakan fitur Outlook. Bukan hanya menemukan kontak baru, dengan Organization Explorer, Anda juga bisa mengakses informasi seperti pengalaman dan ketersediaan mereka. Manfaatkan fitur baru ini untuk membuka peluang kolaborasi Anda! Dapatkan informasi lebih cepat dengan Microsoft Graph Photo Credit: Blog (Microsoft Search) Teams memiliki sumber informasi yang memudahkan pekerjaan Anda. Itu jelas. Namun ada kalanya, keunggulan tersebut justru membuat Anda kesulitan untuk menemukan informasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan connector dari Microsoft Graph saat menggunakan Microsoft Search. Dengan fitur ini, Anda bahkan dapat mengambil data dan informasi dari sistem seperti ServiceNow atau layanan Microsoft 365 lainnya semacam SharePoint atau Office,com. Profile cards yang lebih detail   Microsoft Teams dirancang untuk memudahkan segala urusan pekerjaan, termasuk dalam hal mengelola koneksi. Untuk menemukan dan mendapatkan koneksi baru, Teams menyediakan fitur Profile Cards. Dengan Profile Cards, informasi mengenai orang-orang yang ada di perusahaan Anda lebih mudah diakses. Dalam update terbaru, fitur ini bahkan sudah terhubung dengan aplikasi manajemen sumber daya manusia (SDM) Microsoft seperti Workday dan SAP SuccessFactors.   Pengingkatan keamanan Microsoft Bookings   Microsoft Bookings adalah aplikasi penjadwalan Microsoft Office. Dengan Bookings, Anda dapat menyusun jadwal janji temu dan waktu kunjungan. Aplikasi ini juga bisa Anda sambungkan dengan layanan pelanggan untuk mengatur janji temu dengan para pelanggan. Update terbaru dari Teams menambahkan fitur keamanan baru pada Bookings. Salah satunya adalah kontrol administrasi yang lebih ketat dengan pengaturan tingkat akses. Selain itu, opsi penyuntingan Bookings juga semakin beragam. Anda kini dapat menyesuaikan logo perusahaan, mengatur warna tema, serta menyunting teks. Cortana untuk Outlook seluler Kabar baik untuk Anda yang terbiasa menggunakan fitur virtual assistant Microsoft, Cortana. Dalam update terbaru Microsoft Teams, Cortana telah terintegrasi dengan Outlook seluler. Dengan penambahan fitur tersebut, Anda bisa memberikan perintah pada Cortana untuk mengirim e-mail, mengatur jadwal rapat, hingga membacakan seluruh jadwal janji temu yang tersimpan di Outlook. Fitur ini telah ditambahkan pada perangkat iOS dan Android. Selain update fitur Microsoft Teams di atas, Anda juga bisa menemukan beberapa layanan baru seperti ekstensi Outlook untuk Microsoft Edge hingga optimalisasi Excel web dengan Office Scripts. Semua dapat Anda nikmati hanya dengan berlangganan Microsoft 365. Belum berlangganan Microsoft 365 dan bingung bagaimana cara mendapatkannya? EIKON Technology sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 lengkap dengan seluruh aplikasi produktivitas seperti Teams di dalamnya. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!

Scroll to Top