Author name: EIKON Technology

Info

Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd

Akhir-akhir ini, istilah zero trust sering digunakan dalam pembahasan tentang keamanan siber. Namun, ada kalanya istilah tersebut salah dipahami maknanya. Banyak yang mengira bahwa Zero Trust berarti “tidak percaya pada apa pun” ada juga mengartikan sebagai “akses yang 100% aman bahkan tanpa menggunakan VPN (Virtual Private Network). Benarkah demikian? Pada dasarnya, inti dari pendekatan Zero Trust adalah meyakini bahwa tiap komponen tunggal dari sebuah sistem yang kompleks dan berhubungan berpotensi menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Jadi, “trust” sendiri adalah sesuatu yang perlu dibangun melalui berbagai mekanisme dan harus terus melalui proses verifikasi. Pendekatan ini sendiri telah diterapkan oleh Google pada sebagian besar aspek operasi mereka. Melalui BeyondCorp Enterprise, Google meluncurkan layanan yang mencakup perlindungan terhadap threat dengan integrasi data. BeyondCorp kemudian dikembangkan lagi hingga akhirnya melahirkan layanan keamanan cloud-native untuk sistem internal, BeyondProd. BeyondProd layanan berbasis zero trust dari Google Photo Credit: Google Cloud BeyondProd sendiri pertama diperkenalkan melalui white paper yang diterbitkan Google di penghujung tahun 2019.  Secara garis besar, BeyondProd mengembangkan prinsip-prinsip keamanan siber berikut: Perlindungan tepi jaringan komputer (network edge), sehingga workload terpisah dari serangan jaringan dan traffic yang berbahaya. Tidak ada “mutual trust” antar layanan. Jadi, layanan hanya dapat digunakan oleh pengguna yang dikenal dan diberi akses khusus. Langkah ini akan menghalangi penyerang untuk mengakses layanan. Mesin tepercaya yang dirancang dengan teknologi Titan. Penggunaan mesin ini akan membatasi akses kode hanya dari sumber yang jelas, menggunakan konfigurasi resmi, dan hanya bisa dijalankan pada lingkungan yang telah terverifikasi. Penggunaan choke point untuk penerapan policy yang konsisten. Penggantian rollout yang lebih sederhana dan bisa berjalan otomatis. Dengan begitu, perubahan pada infrastruktur lebih mudah dievaluasi. Security patches pun bisa dijalankan dengan efek minimal pada proses produksi. Penyekatan antara workloads yang berbagi sistem operasi. Jika satu workload tersusupi maka keamanan workload lainnya yang berjalan di satu host tidak akan terpengaruh.. Perbedaan BeyondCorp dengan BeyondProd BeyondCorp lahir sebagai solusi atas perubahan model kerja masyarakat. Seperti yang Anda ketahui, saat ini banyak orang yang bekerja di luar kantor (remote). Otomatis, mereka pun berada di luar batas keamanan jaringan siber kantor. BeyondCorp menawarkan solusi dengan menciptakan sebuah batas keamanan di luar metode konvensional yang hanya berpatokan pada kredensial serta atribut perangkat. Baca juga: “BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome” Pendekatan yang diterapkan BeyondProd pun hampir mirip. BeyondProd menerapkan zero trust untuk melindungi jaringan. Dengan menggunakan BeyondProd, layanan mikro bisa tetap berjalan meski user tidak berada di dalam pusat data yang dilindungi firewall. BeyondProd memungkinkan layanan tersebut untuk tetap berjalan secara aman di public cloud, private cloud, bahkan dalam lokasi yang di-host oleh pihak ketiga. Dalam masalah kepercayaan pengguna, BeyondCorp menitikberatkan pada keadaan perangkat sadar konteks (context-aware), bukan kemampuan untuk terhubung ke jaringan perusahaan. Sedangkan BeyondProd  fokus pada karakteristik seperti asal kode dan identitas layanan, bukan lokasi jaringan produksi (seperti IP atau identitas host). Mengaplikasikan prinsip BeyondProd Photo Credit: Raw Pixel Google secara terbuka menawarkan layanan BeyondProd kepada pengguna Google Cloud. Anda bisa menemukan fitur-fitur khas BeyondProd dalam platform tersebut, misalnya Anthos melalui fitur Binary Authorization dan Anthos Service Mesh. Jika ingin menerapkan prinsip BeyondProd di lingkungan Anda sendiri, Google menyediakan beberapa komponen yang dapat diakses melalui Anthos, Google Kubernetes Engine (GKE), dan juga beberapa open source seperti: Envoy, untuk pemutusan TLS dan kebijakan traffic masuk. Anthos Service Mesh, perangkat keamanan zero trust untuk mengamankan layanan dan komunikasi di dalamnya secara otomatis. Anthos Identity Services, Layanan Identitas Anthos untuk mendukung federasi identitas di seluruh lingkungan. Otorisasi Biner. Anthos Config Management Policy Controller. Node GKE terlindung. gVisor atau GKE Sandbox, untuk penyekatan workloads. Seluruh kemudahan dan keamanan yang ditawarkan BeyondProd dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud. Nah, untuk berlangganan Google Cloud sendiri, sebaiknya hubungi partner resmi yang telah diakui Google untuk mendistribusikan produk mereka. Di Indonesia sendiri ada EIKON Technology. EIKON Technology merupakan mitra resmi Google di Indonesia yang menyediakan produk serta solusi dari Google secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

5 Tips Penggunaan Multicloud yang Efektif untuk Dapatkan Lebih Banyak Manfaat

Multicloud merupakan strategi pengelolaan cloud yang menggabungkan dua atau lebih cloud computing. Dalam penggunaannya, jenis komputasi awan yang digunakan tidak harus selalu sama, tapi bisa juga memadukan beberapa model cloud yang berbeda sekaligus. Misalnya, memadukan layanan private cloud dengan public cloud. Jika dibandingkan dengan arsitektur homogen, multicloud tentu memiliki beberapa keunggulan. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah data loss akibat kegagalan pada komponen lokal cloud. Ada juga yang mengadopsi layanan ini untuk menghindari terjadinya vendor lock-in. Dengan berbagai kemudahan tersebut, jelas inovasi komputasi awan yang ini sulit untuk dilewatkan. Nah, agar penggunaan multicloud di perusahaan Anda lebih optimal, simak tipsnya berikut ini. Tentukan alasan yang jelas sebelum adopsi multicloud Arsitektur komputasi awan yang heterogen memang telah terbukti dapat mendatangkan benefit bagi perusahaan. Namun bukan berarti setiap perusahaan harus mengadopsi layanan tersebut untuk beroperasi. Ada kalanya, penggunaan arsitektur yang homogen seperti private cloud on-prem saja justru lebih tepat. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan, Anda harus tahu pasti apa alasan menggunakan layanan tersebut. Misalnya, untuk tujuan akomodasi merger atau akuisisi bisnis. Katakanlah perusahaan A mengakuisisi perusahaan B. Sistem komputasi awan yang digunakan perusahaan B adalah Y, sedangkan perusahaan Anda menggunakan Z. Maka multicloud bisa menjadi solusi. Hindari rekayasa berlebihan pada workload dan portabilitas data Photo Credit: PxHere Saat mengadopsi komputasi awan yang heterogen Anda mungkin akan berpikir untuk membangun sebuah “jembatan” guna menghubungkan tiap layanan penyedia cloud. Sebaiknya gagasan tersebut dihindari. Pasalnya, setiap platform penyedia cloud memiliki keunikannya masing-masing. Membangun “jembatan” hanya akan menambah workload tiap cloud. Jika Anda memang menggunakan beberapa public cloud dalam satu waktu, usahakan untuk menggunakan layanan cloud asli. Manfaatkanlah fitur berbeda yang ditawarkan oleh tiap platform. Baru kemudian lakukan integrasi saat diperlukan. Baca juga: Mengatur Workflow Data di Google Cloud dengan Google Composer Pilih komponen dasar yang tepat Salah satu strategi yang efisien untuk memaksimalkan manfaat multicloud adalah dengan memilih komponen dasar yang tepat. Untuk Anda yang menggunakan Google Cloud misalnya, bisa menggunakan komponen dasar dari Google seperti Kubernetes. Dengan menggunakan komponen dasar yang tepat dan cocok dengan cloud lokal, maka Anda bisa mendapatkan pengalaman yang konsisten di seluruh cloud. Hal ini jelas akan memudahkan dalam mengatur container, mengelola infrastruktur serta layanan cloud lokal. Jangan ragu untuk bertanya pada orang lain Photo Credit: Raw Pixel Ada banyak sekali formula yang bisa Anda terapkan agar kinerja multicloud optimal. Namun waktu dan sumber daya yang Anda miliki tentu terbatas. Anda tidak mungkin mencoba semua formula tersebut untuk tahu mana yang paling optimal. Solusinya, jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain. Tanyakan pada mereka, arsitektur dan sistem mana yang berhasil. Di waktu yang bersamaan, jangan lupa juga untuk membagikan pengalaman Anda selama merancang komputasi awan heterogen. Meski kelihatannya sepele, trik ini selalu berhasil, terutama untuk menghindari perangkap yang umum terjadi. Update pengetahuan Anda dengan membaca penelitian, mengikuti konferensi atau tonton video untuk mempelajari studi kasus yang sering terjadi. Bergabung dengan komunitas online pun tidak ada salahnya untuk dicoba. Anda juga bisa berkonsultasi dengan layanan penyedia cloud seperti EIKON Technology untuk mengetahui mana sistem yang paling cocok.   Gunakan Google Cloud sebagai jangkar   Sebelum menerapkan multicloud Anda sudah harus bisa menentukan, akan menggunakan on-prem dan menerapkannya pada cloud atau menggunakan cloud dan menerapkannya pada on-prem. Jika Anda memang benar-benar sudah yakin untuk menggunakan multicloud, jelas opsi kedua adalah jawabannya. Anda bisa gunakan Google Cloud sebagai jangkar ke lokasi yang ingin dituju. Untuk kebutuhan ini, fitur Anthos dapat diandalkan. Dengan Anthos, Anda bisa menjalankan armada Kubernetes agar terdistribusi merata di Google Cloud dan seluruh cloud lainnya, Langkah ini sangat efisien untuk mengurangi workload sekaligus mengelola keamanan. Bagaimana, sudah tidak sabar untuk merasakan beragam kemudahan multicloud? Jika jawaban Anda iya, maka mengadopsi layanan Google Cloud bisa dijadikan solusi. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya? Untuk masalah itu, Anda bisa mempercayakannya pada EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Google Cloud

3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda

Sejak diluncurkan awal tahun 2021 lalu, BeyondCorp Enterprise terus melakukan evaluasi terhadap produk mereka guna memenuhi setiap kebutuhan pengguna dan tentunya untuk meningkatkan keamanan mereka. Prinsip zero trust yang diusung BeyondCorp pun terus dikembangkan untuk menciptakan sebuah ruang aman bebas dari intaian bahaya kejahatan siber. Nah, Anda bisa membuktikan inovasi yang dilakukan BeyondCorp melalui tiga fitur yang baru mereka luncurkan. Apa saja? Akses certificate-based melalui Kontrol Layanan VPC Photo Credit: Google Cloud Fitur baru BeyondCorp Enterprise yang pertama adalah akses certificate-based untuk Google Cloud Platform (GCP)API melalui Kontrol Layanan VPC (VPC-SC). Autentikasi akses menuju Google Cloud Console dan Google Cloud API dengan menggunakan kredensial sebenarnya bukanlah hal baru. Namun jika kredensial tersebut tidak sengaja terekspos, dampaknya bisa berbahaya. Kredensial dapat ditemukan oknum yang tak bertanggungjawab untuk mendapatkan akses. Dengan adanya akses certificate-based maka risiko pencurian kredensial akan berkurang. Sebab, akses hanya akan diberikan jika sertifikat perangkat dapat diverifikasi oleh sistem. Saat ini Google menawarkan dukungan untuk delapan jenis resources Kontrol Layanan VPC yaitu BigQuery, Cloud KMS, GCS,GCE, GKE, Logging, PubSub, dan Spanner. Jumlah resources tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Konektor On-premises Pada update BeyondCorp Enterprise terbaru, Google menyediakan opsi tambahan untuk menghubungkan resources lokal melalui fitur konektor On-premises mereka. Dengan konektor On-premises ini, Anda dapat mengamankan resources lokal seperti aplikasi berbasis HTTP atau HTTPS di luar Google Cloud dengan menggunakan Identity-Aware Proxy (IAP). Saat Anda mengajukan sebuah aplikasi lokal, IAP akan otomatis mengautentikasi dan menyetujui pengajuan tersebut. Setelah itu, Anda akan diarahkan pada konektor. Konfigurasi kebijakan akses khusus yang lebih mudah Berikutnya, BeyondCorp Enterprise menawarkan lebih banyak atribut pada akses zero trust dalam Access Context Manager. Dengan adanya pembaruan ini, administrator dapat membuat kebijakan kontrol akses yang lebih detail untuk melindungi resources mereka di Google Cloud. Apa saja atribut baru yang bisa Anda sematkan untuk akses zero trust? Waktu dan tanggal Ada kalanya administrator perlu membatasi akses user menuju resources pada hari dan waktu tertentu, terutama saat mereka sedang mengevaluasi akses zero trust. Dengan fitur konfigurasi baru dari BeyondCorp Enterprise, administrator dapar menentukan kontrol akses menuju resources dalam rentang waktu atau tanggal tertentu. Tingkat kekuatan kredensial Photo Credit: Elchinator (Pixabay) Salah satu upaya preventif untuk mencegah pelanggaran keamanan adalah dengan melakukan verifikasi dua langkah (two-steps verification). Dengan menerapkan penilaian terhadap kekuatan kredensial maka perusahaan bisa lebih mudah menerapkan kontrol akses. Chrome Browser Sebelum memberikan akses, administrator akan menilai tingkat keamanan user. User yang mengakses resources perusahaan dengan tingkat keamanan tinggi maka akan lebih mudah mendapat akses. Sebaliknya, user yang memiliki tingkat keamanan rendah cenderung lebih sulit mengakses resources atau bahkan tidak akan mendapat akses sama sekali. Bagaimana administrator menilai tingkat keamanan user? Selain dari tingkat kredensialnya, user juga dinilai dari lingkungan browser atau peramban yang ia gunakan, Melalui fitur baru ini, administrator dapat menentukan akses untuk user dari status manajemen, versi minimum peramban, aktivasi pemeriksaan URL real-time, aktivasi analisis unggah dan unduh file, aktivasi fitur paste (untuk bulk text), hingga aktivasi pelaporan peristiwa. Photo Credit: Firmbee (Pixabay) Meski tergolong baru, inovasi-inovasi yang dilakukan BeyondCorp Enterprise dalam mengupayakan sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi resources patut diacungi jempol. Buktinya dapat dilihat dari tiga fitur baru yang dibahas dalam artikel ini. Merasa sistem perlindungan resources perusahaan Anda perlu ditingkatkan? BeyondCorp bisa menjadi solusi yang efektif sekaligus praktis. Untuk menggunakan fitur-fiturnya, dapat dilakukan dengan cara berlangganan Google Cloud. Tidak perlu bingung mencari layanan penyedia Google Cloud. Anda cukup menghubungi EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google dalam distribusi produk dan layanan mereka, termasuk Google Cloud. Anda juga bisa berdiskusi dengan tim EIKON Technology untuk menentukan infrastruktur cloud yang paling sesuai kebutuhan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

7 Update Fitur Microsoft Teams yang Perlu Anda Ketahui

Microsoft terus melakukan update pada salah satu platform produktivitasnya, Microsoft Teams. Inovasi terus dilakukan untuk memudahkan urusan pekerjaan Anda. Selain itu, pada beberapa sektor Teams, Microsoft juga meningkatkan keamanan mereka agar Anda bisa tetap bekerja dengan aman dan nyaman. Nah, untuk mengetahui apa saja update dari Microsoft Teams, Anda bisa mempelajarinya dalam ulasan di bawah ini. Fitur terbaru Microsoft Teams Apa saja update fitur Microsoft Teams yang bisa Anda nikmati? Ada setidaknya tujuh fitur baru yang ditambahkan Microsoft untuk Teams, beberapa fitur bahkan terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya seperti Outlook dan Cortana. Apa saja? Simak detail lengkapnya berikut ini. Buat Task baru dari Chat Seringkali Anda mendapat tugas baru dari pesan chat. Bahkan mungkin 100% tugas Anda diberikan melalui chat. Lalu, apa yang Anda lakukan saat menerima pesan berisi tugas baru? Kebanyakan orang akan menutup aplikasi chat mereka dan baru kemudian membuka aplikasi lain untuk mengerjakan tugas. Namun dengan update fitur Microsoft Teams, Anda tidak perlu repot mengikuti langkah-langkah tersebut. Microsoft meluncurkan sebuah fitur baru untuk Teams yang memungkinkan Anda untuk langsung membuat Task baru dari ruang chat tanpa harus pindah aplikasi. Caranya pun mudah, klik opsi (…) pada menu pop-out di jendela chat yang berisi tugas baru. Pilih More options kemudian klik Create Task. Otomatis, tugas baru tersebut akan langsung ditransfer ke aplikasi Tasks Microsoft Teams. Lebih banyak Spotlight Photo Credit: Blog (Microsoft Teams) Spotlight adalah fitur khusus pada Microsoft Teams Meeting. Dengan fitur ini, Anda dapat menyorot peserta meeting saat mereka sedang berbicara. Pada update terbaru Teams, fitur Spotlight mengalami peningkatan kemampuan. Jika sebelumnya Anda hanya dapat menyorot satu peserta, kini Spotlight dapat menyorot hingga tujuh peserta dalam waktu bersamaan. Jika ingin menambah peserta yang disorot, cukup klik pada menu context peserta meeting yang dikehendaki. Selanjutnya klik opsi Add Spotlight. Makin mudah temukan kontak baru Update dari Microsoft Teams kali ini juga terintegrasi dengan aplikasi e-mail mereka, Outlook. Dalam pengembangan terbaru, Anda bisa lebih mudah menemukan kontak baru melalui Organization Explorer yang merupakan fitur Outlook. Bukan hanya menemukan kontak baru, dengan Organization Explorer, Anda juga bisa mengakses informasi seperti pengalaman dan ketersediaan mereka. Manfaatkan fitur baru ini untuk membuka peluang kolaborasi Anda! Dapatkan informasi lebih cepat dengan Microsoft Graph Photo Credit: Blog (Microsoft Search) Teams memiliki sumber informasi yang memudahkan pekerjaan Anda. Itu jelas. Namun ada kalanya, keunggulan tersebut justru membuat Anda kesulitan untuk menemukan informasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan connector dari Microsoft Graph saat menggunakan Microsoft Search. Dengan fitur ini, Anda bahkan dapat mengambil data dan informasi dari sistem seperti ServiceNow atau layanan Microsoft 365 lainnya semacam SharePoint atau Office,com. Profile cards yang lebih detail   Microsoft Teams dirancang untuk memudahkan segala urusan pekerjaan, termasuk dalam hal mengelola koneksi. Untuk menemukan dan mendapatkan koneksi baru, Teams menyediakan fitur Profile Cards. Dengan Profile Cards, informasi mengenai orang-orang yang ada di perusahaan Anda lebih mudah diakses. Dalam update terbaru, fitur ini bahkan sudah terhubung dengan aplikasi manajemen sumber daya manusia (SDM) Microsoft seperti Workday dan SAP SuccessFactors.   Pengingkatan keamanan Microsoft Bookings   Microsoft Bookings adalah aplikasi penjadwalan Microsoft Office. Dengan Bookings, Anda dapat menyusun jadwal janji temu dan waktu kunjungan. Aplikasi ini juga bisa Anda sambungkan dengan layanan pelanggan untuk mengatur janji temu dengan para pelanggan. Update terbaru dari Teams menambahkan fitur keamanan baru pada Bookings. Salah satunya adalah kontrol administrasi yang lebih ketat dengan pengaturan tingkat akses. Selain itu, opsi penyuntingan Bookings juga semakin beragam. Anda kini dapat menyesuaikan logo perusahaan, mengatur warna tema, serta menyunting teks. Cortana untuk Outlook seluler Kabar baik untuk Anda yang terbiasa menggunakan fitur virtual assistant Microsoft, Cortana. Dalam update terbaru Microsoft Teams, Cortana telah terintegrasi dengan Outlook seluler. Dengan penambahan fitur tersebut, Anda bisa memberikan perintah pada Cortana untuk mengirim e-mail, mengatur jadwal rapat, hingga membacakan seluruh jadwal janji temu yang tersimpan di Outlook. Fitur ini telah ditambahkan pada perangkat iOS dan Android. Selain update fitur Microsoft Teams di atas, Anda juga bisa menemukan beberapa layanan baru seperti ekstensi Outlook untuk Microsoft Edge hingga optimalisasi Excel web dengan Office Scripts. Semua dapat Anda nikmati hanya dengan berlangganan Microsoft 365. Belum berlangganan Microsoft 365 dan bingung bagaimana cara mendapatkannya? EIKON Technology sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 lengkap dengan seluruh aplikasi produktivitas seperti Teams di dalamnya. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!

Info

Memanfaatkan Zero-touch Enrollment untuk Setup Chromebook Skala Besar

  Proses setup manual Chromebook pada dasarnya dirancang mudah untuk diikuti. Namun bagaimana jika Anda harus melakukan setup perangkat Chromebook dalam skala besar? Nah, Zero-touch Enrollment adalah solusi atas permasalahan tersebut. Zero-touch Enrollment atau ZTE merupakan sebuah tool yang dirancang untuk memudahkan Anda dalam melakukan setup serta deployment perangkat Chromebook, terutama dalam skala besar. Tool ini cocok untuk Chromebook yang digunakan secara massal, seperti untuk keperluan perusahaan atau sekolah.  Bagaimana cara setup Chromebook dengan Zero-touch Enrollment? Mari pelajari bersama prosesnya dalam ulasan berikut. Apa itu Zero-touch Enrollment? Zero-touch Enrollment atau ZTE merupakan alternatif untuk mendaftarkan perangkat Chrome Anda, terutama Chromebook. Dengan tool ZTE, perangkat Chromebook secara otomatis akan terdaftar dalam konsol Google Admin. Jadi, Anda tidak perlu lagi mendaftarkan perangkat secara manual satu persatu. Apa saja yang diperlukan untuk ZTE? Photo Credit: PxHere Untuk bisa mendaftarkan perangkat Chromebooks melalui layanan Zero-Touch Enrollment, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu yaitu: Perangkat Chromebooks. Pastikan perangkat Chromebooks mendukung layanan Zero-Touch Enrollment. Anda bisa melihat daftar perangkat yang kompatibel di sini. Penyedia layanan ZTE. Anda bisa menghubungi pihak manufaktur Chromebooks untuk menanyakan ketersediaan ZTE. Alternatif lain adalah melalui partner resmi yang telah diakui Google seperti EIKON Technology. Token pra-penyediaan (pre-provisioning token). Untuk mendapatkan token ini, Anda bisa menyimak langkah-langkahnya di bawah. Google Workspace yang mendukung layanan Zero-touch Enrollment. Ada dua edisi Workspace yang kompatibel dengan layanan ZTE: Google Workspace for Education Plus serta Google Workspace Enterprise Plus. Jika sudah memiliki keempat persyaratan tersebut, Anda bisa langsung mengambil token pra-penyediaan dengan cara berikut ini: Login pada konsol Google Admin. Buka menu Devices > Chrome > Devices. Pilih OU teratas (root) atau bisa juga sub organizational unit, sesuaikan dengan kebutuhan. Selesai memilih OU yang dikehendaki, klik Enroll devices. Jika proses berhasil, Anda akan mendapatkan token berupa 30 karakter alfanumerik. Perlu diingat, token pra-penyediaan selalu terhubung dengan sebuah OU dan dapat dibatalkan (revoke) kapan saja melalui konsol Google Admin. Token tersebut dapat digunakan untuk beberapa perangkat sekaligus. Keuntungan menggunakan ZTE Photo Credit: Pxfuel Selain memudahkan proses setup Chromebook dalam skala besar, ZTE juga menawarkan beberapa kemudahan lain. Salah satu fitur unggulannya adalah Simplify Device Provisioning. Melalui fitur ini, deploy perangkat secara massal dapat dilakukan tanpa harus melakukan setup secara manual. Fitur lain, Enforced Management, memungkinkan pengguna tunggal untuk langsung menggunakan perangkat Chromebook, bahkan sesaat setelah unboxing device. Proses enrollment yang seragam juga otomatis membuat seluruh perangkat terisi dengan aplikasi serta policy sesuai kebutuhan perusahaan atau institusi. Perbedaan ZTE dengan White Glove enrollment Jika dilihat sekilas, ZTE mirip dengan enrollment perangkat model White Glove. Sebab keduanya berkaitan dengan OU.  Namun ZTE memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki sistem White Glove. Misalnya, dengan ZTE, Anda bisa mengatur OU mana yang diinginkan. Sementara White Glove hanya bisa terpasang pada struktur OU teratas yaitu root. Selain itu, White Glove juga harus melalui tahap pengecekan dead unit, sedangkan ZTE tidak. Dengan begitu, perangkat bisa lebih cepat dikirim dan digunakan. Bukan hanya itu, ZTE juga memungkinkan Anda untuk lebih bebas mengatur konfigurasi Wi-Fi. Pada sistem White Glove, konfigurasi serta policy Wi-Fi telah diatur sebelum perangkat dikirimkan.    Photo Credit: Pxfuel Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Zero-touch Enrollment membuat proses deploy perangkat Chromebook menjadi lebih cepat. Hal ini tentu akan sangat membantu untuk penggunaan perangkat Chromebook dalam skala besar seperti pada perusahaan atau institusi pendidikan. Konfigurasi policy dan bahkan aplikasi yang terpasang dalam perangkat pun bisa dibuat seragam sesuai kebutuhan perusahaan. Hingga saat ini, penyedia layanan Zero-touch Enrollment di Indonesia memang masih terbatas jumlahnya. Namun Anda tidak perlu khawatir karena EIKON Technology sudah menjadi partner pra-penyediaan (pre-provisioning) resmi yang ditunjuk oleh Google Chrome Enterprise. Untuk aktivasi perangkat Chromebook skala besar melalui ZTE, Anda cukup mengunjungi website resmi EIKON Technology di eikontechnology.com. Masih merasa ragu? Diskusikan kebutuhan Anda dengan kami. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology.

Google Slide, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint

Apa aplikasi presentasi favorit Anda? Apakah PowerPoint dari Microsoft yang memang banyak penggunanya atau justru Anda lebih suka aplikasi berbasis cloud seperti Slides buatan Google? Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi presentasi yang bisa Anda pilih. Namun hingga saat ini, aplikasi buatan raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft masih di atas angin. Selain karena kualitas yang sudah terbukti, aplikasi buatan Google dan Microsoft juga terus berinovasi untuk membantu pekerjaan Anda. Lalu, jika keduanya dibandingkan, mana yang akan keluar sebagai juaranya? The classic Microsoft PowerPoint atau justru aplikasi presentasi cloud based Google Slides? Cari tahu jawaban lengkapnya dalam ulasan berikut ini. Membandingkan Google Slides dan Microsoft PowerPoint Photo Credit: Airfocus (Unsplash) Baik Google maupun Microsoft memiliki keunggulannya masing-masing. Microsoft misalnya, telah terbukti mampu bertahan menjadi raksasa teknologi dan perangkat lunak sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1975. Kesuksesan Microsoft pun terus berlanjut saat mereka meluncurkan lini productivity software di tahun 1989. Meski sejarah Google belum sepanjang Microsoft, namun bukan berarti teknologi yang ditawarkan menjadi kalah saing. Sejak didirikan tahun 1998, Google mengalami perkembangan pesat. Salah satu temuannya, Google Search, menduduki peringkat pertama untuk kategori mesin pencari di internet. Di kategori productivity software, Google dan Microsoft pun terus bersaing. Artikel ini membahas salah satu aplikasi pada platform produktivitas mereka yaitu aplikasi presentasi, Google diwakili Slides dan Microsoft dengan PowerPoint. Dari kedua opsi tersebut, siapa juaranya? Dari segi fitur Saat membandingkan aplikasi, fitur selalu menjadi indikator penilaian. Melalui fitur, Anda bisa menilai kinerja aplikasi tersebut. Nah, bagaimana dengan Slides dan PowerPoint? Ciri khas dari Google Slides adalah model kerjanya. Aplikasi ini merupakan cloud based application. Artinya, semua data presentasi yang Anda buat di Slides tersimpan dalam server internet. Selain untuk membuat file presentasi standar, Slides juga memiliki fitur: Pilihan tema yang variatif. Hingga artikel ini dibuat, Google menyediakan 26 tema presentasi gratis. Embed video dan animasi. Simpan otomatis. Anda tidak perlu menekan tombol Save untuk menyimpan file. Revision History untuk melacak perubahan pada file. Dengan fitur ini juga Anda bisa mengembalikan file presentasi pada versi yang sebelumnya. Presentasi dapat dilakukan secara nirkabel dengan perangkat Chromecast, Airplay atau Hangouts. Photo Credit: Google Slides Sebagai aplikasi berbasis cloud, Google Slides juga sangat terbuka dengan sistem kerja kolaborasi real-time. Dengan Slides, Anda bisa mengerjakan file presentasi dengan beberapa orang sekaligus meski terpisah jarak yang jauh. Setelah membahas fitur-fitur Slides, mari mengupas fitur yang ditawarkan PowerPoint. Meski pada dasarnya PowerPoint bukan merupakan aplikasi berbasis cloud, namun Microsoft telah mengintegrasikan seluruh aplikasi produktivitas mereka melalui Microsoft 365. Ada pun fitur-fitur yang ditawarkan PowerPoint antara lain: Ratusan pilihan jenis font. Opsi transisi yang beragam hingga 8 jenis dan animasi hingga 37 jenis. Animasi PowerPoint juga dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Tema yang dapat diutak-atik sesuai dengan kebutuhan. Chart yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Proofread otomatis. Transfer file presentasi ke halaman web atau blog. Photo Credit: Microsoft PowerPoint Selain itu, Microsoft juga menawarkan beberapa fitur premium seperti PowerPoint Designer untuk membuat cinematic transitions, Broadcast Live untuk “menyiarkan” presentasi secara real-time, dan Presenter View untuk menampilkan file Anda pada layar yang berbeda. Fitur premium ini dapat dinikmati dengan berlangganan Microsoft 365 terlebih dulu. Dari segi harga Selain fitur, harga juga sering dijadikan poin pertimbangan saat memilih aplikasi presentasi. Nah, bagaimana perbandingan harga antara Google Slides dengan Microsoft PowerPoint. Jika Anda melihat Slides sebagai sebuah aplikasi tunggal, maka perbandingan harganya dengan PowerPoint akan sangat tidak seimbang. Sebab, PowerPoint adalah bagian dari Microsoft 365 yang merupakan rangkaian software berbayar. Sementara Slides sebagai aplikasi tunggal dapat digunakan secara gratis. Namun jika Anda ingin menghasilkan sebuah presentasi yang berkualitas, tidak ada salahnya untuk melakukan optimalisasi. PowerPoint dapat terintegrasi dengan seluruh aplikasi produktivitas Microsoft 365. Sedangkan Slides dapat disambungkan dengan Google Workplace  dan beragam aplikasi produktivitas di dalamnya. Tertarik menggunakan Microsoft 365 atau Google Workplace? Sebagai mitra resmi dari Microsoft dan Google, EIKON Technology menyediakan beberapa paket langganan yang bisa Anda pilih. Konsultasikan dengan tim dari EIKON Technology untuk berlangganan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Google Slides vs. Microsoft PowerPoint: Pilih yang mana? Lalu dari kedua pilihan aplikasi presentasi di atas, mana yang jadi juaranya? Untuk menentukan juaranya cukup sulit. Sebab, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya Anda mencari aplikasi yang ekonomis, Slides adalah juaranya. Namun jika Anda perlu fitur dengan model transisi dan animasi yang lebih variatif, PowerPoint pilihan nomor satu. Optimalisasi aplikasi juga masih sangat terbuka. Pada Slides, Anda bisa menghubungkannya dengan Google Workplace. Sedangkan PowerPoint memiliki integrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya dalam Microsoft 365. Itu dia perbandingan antara Google Slides dan Microsoft PowerPoint. Jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang optimalisasi aplikasi presentasi lewat masing-masing productivity software, jangan ragu untuk menghubungi EIKON Technology. Terafiliasi dengan Google dan Microsoft, EIKON Technology juga siap membantu Anda untuk berlangganan Google Workplace maupun Microsoft 365. Tunggu apa lagi, klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Google Meet, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams

Apa software video conference terbaik? Anda mungkin menjawab Google Meet atau mungkin Microsoft Teams. Keduanya memang sudah lama dikenal sebagai software video conference. Namun jika harus memilih, mana yang paling tepat untuk Anda? Tren remote working atau kerja jarak jauh makin populer dekade belakangan ini. Mengutip data dari FlexJobs, jumlah pekerja remote di dunia meningkat hingga 159% selama 2005-2017. Jumlah tersebut terus bertambah dan semakin pesat saat dunia memasuki masa pandemi tahun 2020 lalu. Perubahan tren bekerja tersebut juga diikuti dengan kenaikan jumlah penggunaan software video conference.  Pilihan software yang beredar pun semakin beragam. Google dan Microsoft sebagai raksasa teknologi tentu tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Nah, di antara Google Meet dan Microsoft Teams, mana yang terbaik? Head to head Google Meet dan Microsoft Teams Photo Credit: Rawpixel (PxHere) Untuk menentukan mana yang terbaik di antara Google Meet dan Microsoft Teams, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan. EIKON telah merangkumkan beberapa poin perbandingan yang bisa menjadi pertimbangan. Mari simak bersama.     Dari segi harga Pada dasarnya, baik Meet maupun Teams menyediakan layanan gratis untuk pengguna pribadi. Namun fitur-fitur yang tersedia terbatas. Selain itu, layanan gratis tersebut seringkali dirasa kurang cocok untuk kebutuhan bisnis. Jika menginginkan lebih banyak fitur, Google Workspace dan Microsoft menawarkan beberapa paket berbayar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.      Dari segi fitur Photo Credit: Pxfuel Selain harga, hal lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fitur. Meski saat dilihat sekilas keduanya serupa, Meet dan Teams ternyata memiliki  beberapa fitur uniknya masing-masing. Misalnya, Anda hanya bisa menemukan fitur penyesuaian kualitas koneksi berbasis AI (Artificial Intelligence) di Meet. Namun di sisi lain, Teams menawarkan fitur easy guest access yang tidak dimiliki Meet. Perlu diingat, Teams dirancang untuk kebutuhan bisnis, terutama untuk perusahaan dengan kapasitas besar. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak sekali fitur komunikasi dan kolaborasi di Teams. Di sisi lain, Meets menawarkan interface yang intuitif dan integrasi yang mudah dengan aplikasi lain di dalam Google Workspace. Bagi pemula, Meets juga relatif lebih mudah digunakan dibanding dengan Teams.     Dari segi user experience Mengapa Meets relatif lebih mudah digunakan pemula? Jawabannya secara garis besar terletak pada desain layout yang sederhana dan tampilan interface yang intuitif. Plus, sudah bukan rahasia lagi jika Google selalu terdepan dalam urusan user experience. Untuk video conference atau online meeting sederhana saja, Meets sudah dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google lain seperti Calendar dan tentunya Gmail. Dengan integrasi tersebut, Anda bisa menjadwalkan meeting sekaligus memasang reminder bagi peserta meeting. Meski begitu, bukan berarti Teams kalah jauh. Tampilan Teams memang lebih kompleks dibandingkan dengan Meet. Namun kompleksitas tersebut justru menunjukkan kemampuan Teams. Ini karena desain yang kompleks tersebut menandakan adanya lebih banyak fitur untuk memudahkan pekerjaan Anda. The final verdict Photo Credit: Pxfuel Sekarang kembali pada pertanyaan utamanya, mana yang lebih tepat untuk Anda, Google Meet ataukah Microsoft Team? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan Anda. Google Meet menawarkan tampilan interface yang intuitif dan layout yang simpel. Sementara itu, desain Teams memang lebih kompleks tapi fitur komunikasi dan kolaborasi yang ditawarkan lebih lengkap. Dari segi fungsi, Meet dirancang hanya sebagai software video conference. Di sisi lain, Teams adalah platform kolaborasi, yang tidak hanya bisa digunakan untuk video conferencing. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan Meet untuk kolaborasi kerja. Optimalisasi Meet bisa dilakukan dengan melakukan integrasi ke Google Workspace. Dengan Workspace, Anda dapat menggunakan aplikasi kolaborasi Google seperti Drive, Sheets, dan Documents. Di sisi lain, optimalisasi Teams bisa dilakukan dengan aplikasi produktivitas Microsoft 365 Business. Semoga ulasan mengenai perbandingan antara Google Meet dan Microsoft Teams ini dapat membantu Anda ya. Jika memang tertarik untuk menggunakan software video conference, Anda bisa langsung menghubungi EIKON. EIKON Technology merupakan partner resmi Google dan Microsoft di Indonesia. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!  

Chromebook, Info

Trik Optimalisasi Chrome Browser untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja

  Siapa tak kenal Chrome Browser? Bisa dibilang, Chrome adalah browser yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Sebagai browser paling populer, Chrome pun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk menunjang produktivitas kerja. Artikel ini akan mengulas beberapa trik optimalisasi Chrome Browser agar dapat meningkatkan produktivitas kerja. Anda bisa menerapkannya langsung pada perusahaan atau pun divisi IT perusahaan untuk menunjang produktivitas, efisiensi, serta keamanan mereka. Berikut adalah beberapa trik yang bisa Anda bagikan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan maksimal saat menggunakan Chrome Browser. Jalan pintas melalui address bar Photo Credit: Google Support Chrome Browser punya banyak jalan pintas atau shortcut yang tersembunyi pada address bar mereka. Dengan mengetahui pintasan tersebut, Anda bisa menghemat banyak waktu saat bekerja. Setelah sebelumnya menambahkan tindakan “Kelola Kata Sandi” untuk mengelola pengaturan privasi dan keamanan, kini Google telah menambahkan 16 tindakan baru. Salah satunya adalah pintasan untuk membuat dokumen Google Docs baru. Untuk “memancing” tindakan tersebut, Anda cukup mengetik trigger words “new Google doc” pada address bar. Bagi Anda yang tak ingin berlama-lama membuka opsi menu keamanan Chrome Browser untuk melakukan pemeriksaan keamanan, bisa mengetik trigger words “safety check” pada address bar. Pintasan tersebut akan membawa Anda pada halaman pemeriksaan keamanan Chrome. Sayangnya, fitur jalan pintas ini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Namun, Google terus berupaya untuk menghadirkan trigger words dalam bahasa lain. Pisahkan penjelajahan pribadi dan pekerjaan Anda Photo Credit: Monisphoto_com (Pixabay) Seperti yang sudah disebutkan, ada banyak sekali kegunaan Chrome Browser. Maka tidak mengherankan jika browser yang satu ini digunakan untuk berbagai keperluan. Selain keperluan pekerjaan, tak jarang, Chrome pun dipakai untuk penjelajahan pribadi. Saat bekerja, ada kalanya Anda perlu mengecek keperluan pribadi bukan? Nah, hal tersebut bisa menjadi masalah keamanan. Sering terjadi kasus salah pengiriman file karena data penjelajahan pribadi dan pekerjaan tercampur. Untuk mengatasinya, Chrome menghadirkan fitur “Profile”. Dengan fitur ini, Anda bisa membuat akun terpisah untuk keperluan pribadi dan pekerjaan. Data pribadi seperti bookmark, kata sandi, hingga riwayat penjelajahan akan tersimpan dalam akun tersebut dan tidak akan berpindah kecuali Anda memang berpindah akun. Fitur ini dapat diakses dengan klik gambar profil Anda di bagian kanan atas browser. Untuk berpindah akun, pilih opsi “Other Profiles” atau “Profil Lain”.  Temukan tab lebih cepat Saat bekerja, terkadang Anda harus membuka banyak tab sekaligus di browser. Biasanya hal ini terjadi saat load kerja sedang tinggi. Banyaknya tab yang terbuka seringkali menimbulkan masalah. Paling sering terjadi adalah kesulitan menemukan tab yang diperlukan. Akibatnya, Anda harus menghabiskan waktu untuk membuka tab satu persatu. Sekarang, Anda tidak perlu kembali pada situasi. Chrome menyediakan fitur “Grup Tab” serta penelusuran tab untuk membantu Anda. Untuk membuat grup, cukup klik kanan pada tab browser yang terbuka kemudian klik opsi “Add Tab to new group”. Sedangkan untuk mencari tab, klik ikon panah di bagian kanan atas browser (tepat di sebelah ikon Minimize). Seluruh tab yang terbuka akan langsung ditampilkan. Menjelajah lebih aman Photo Credit: JESHOOTS_com (Pixabay) Masalah lain yang mungkin terjadi saat Anda membuka banyak tab di Chrome adalah seluruh tab ikut crashing saat ada satu tab bermasalah. Chrome mengatasi permasalahan tersebut dengan menghadirkan fitur keamanan Site Isolation. Dengan Site Isolation ini, masing-masing tab akan berjalan pada proses render yang berbeda. Jadi, tiap tab terpisah satu sama lain. Selain mengatasi crash, Site Isolation juga meningkatkan keamanan Anda saat menjelajah dengan Chrome Browser. Site Isolation membuat tiap tab berjalan pada sandbox. Dengan begitu, jika Anda tidak sengaja masuk ke web berbahaya, web tersebut tidak akan bisa mengakses informasi yang terbuka di tab lain.  Untuk mengaktifkan Site Isolation, Anda cukup mengetik perintah “chrome://flags/#enable-site-per-process” pada address bar. Jika sudah masuk dalam halaman Site Isolation, klik “Enable” untuk mengaktifkan fitur. Manfaatkan fitur terbaru Chrome adalah browser yang dinamis dan berkembang. Inovasi terus dilakukan agar segala kebutuhan user selalu terpenuhi, termasuk untuk urusan produktivitas kerja. Google melakukan update secara berkala pada Chrome Browser. Anda sebagai user bisa menikmati update tersebut melalui fitur-fitur baru yang disematkan pada Chrome. Salah satu fitur terbaru dari Chrome adalah Tab Groups. Dengan fitur tersebut, Anda bisa mengelompokkan beberapa tabs dalam satu grup. Bukan cuma itu, update sistem juga dilakukan untuk memperbaiki performa Chrome secara keseluruhan. Pada update terbaru, CPU Usage dapat diminimalisir. Hasilnya, mesin tidak cepat panas dan baterai lebih awet. Lebih lengkap mengenai fitur-fitur terbaru Chrome dapat Anda simak di sini.   Jika merasa fitur-fitur Chrome Browser tersebut belum cukup, Anda bisa mempertimbangkan perangkat Chromebook. Dengan sistem operasi Chrome OS, Chromebook adalah perangkat paling optimal untuk menjalankan seluruh aplikasi produktivitas dari Google. Agar produktivitas kerja semakin baik, optimalisasi Chrome Browser juga bisa diiringi dengan penggunaan productivity software dari Google yaitu Google Workspace. Bagaimana cara mendapatkannya? EIKON Technology sebagai partner resmi Google di Indonesia siap membantu Anda mendapatkan produk-produk Google dengan mudah dan tentunya legal. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology segera.  

Cloud Computing

Migrasi Chrome OS Lebih Mudah dengan Parallels Desktop

  Chrome OS mulai menunjukkan kebolehannya. Terbukti, dalam laporan yang dirilis IDC (International Data Corporation) bulan Februari 2021 lalu, Chrome berhasil menempati peringkat kedua operating system terlaris di dunia. Dengan fitur unggulan seperti opsi manajemen jarak jauh, keamanan berlapis, serta penggunaan cloud, tidak mengherankan jika Chrome makin banyak peminatnya. Meski begitu, masih banyak pengguna yang belum bisa seratus persen bermigrasi ke Chrome. Beberapa akhirnya memilih model kerja hybrid yang memadukan OS lama mereka dengan Chrome. Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah untuk pengguna personal, namun untuk penggunaan berskala besar tentu akan sangat merepotkan. Di sinilah Parallels Desktop mengambil peran. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.  Migrasi Chrome OS Perubahan akan selalu terasa sulit pada mulanya, termasuk saat Anda harus mengubah OS. Tidak heran jika banyak orang kemudian memilih model kerja hybrid terlebih dulu sebelum akhirnya melakukan migrasi total pada OS mereka.  Terlebih jika migrasi tersebut berskala besar, seperti penggunaan untuk bisnis perusahaan. Tentu migrasi tidak bisa dilakukan secara kontan. Beberapa jenis pekerjaan mungkin sudah memiliki pakem tersendiri yang mengakibatkan migrasi harus dilakukan secara bertahap. Untuk menjawab tantangan tersebut, Chrome OS menawarkan beberapa kemudahan dalam proses migrasi mereka. Di tahun 2020 lalu, bekerja sama dengan Corel Corporation, Chrome menghadirkan Parallels Desktop untuk migrasi OS yang lebih mudah dan simpel. Bagaimana detailnya? Mengenal Parallels Desktop Photo Credit: Parallels Desktop Parallels Desktop adalah software besutan Corel Corporation. Perangkat lunak satu ini dirancang untuk memudahkan proses migrasi OS tanpa perlu melakukan reboot. Untuk penggunaannya, Parallels dapat digunakan baik untuk keperluan personal maupun bisnis. Berikut adalah beberapa fitur unggulan Parallels Desktop untuk Chrome OS: Akses mudah menuju aplikasi Windows, termasuk Microsoft Office. Transisi seamless antara Chrome dengan Windows, memungkinkan Anda untuk membuka file Chrome menggunakan aplikasi Windows maupun sebaliknya, File yang dapat diakses dalam kondisi online maupun offline. Mendukung perangkat kamera, mikrofon, hingga audio and docking sehingga Anda bisa menggunakan aplikasi komunikasi Windows seperti Skype dan Microsoft Teams. Perangkat yang mendukung Parallels Desktop Sebelum melakukan instalasi Parallels Desktop pada perangkat Anda, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah jenis perangkat. Berikut adalah beberapa spesifikasi perangkat yang kompatibel dengan Parallels: Menggunakan prosesor Intel Core i5 atau i7. Dalam update terbaru, software ini juga dapat dijalankan pada perangkat dengan prosesor AMD Ryzen 5 atau 7 AMD Ryzen seperti Lenovo ThinkPad C13 Yoga dan HP Chromebook Enterprise c645. Beberapa jenis Chromebox juga telah mendukung Parallels, termasuk di antaranya adalah HP Chromebox G3. Seri Latitude dari Dell juga masuk dalam jajaran perangkat yang mendukung Parallels, mencakup model 5300 2-in-1, 5400 serta 7410. Persyaratan RAM lebih  mudah dijangkau. Dalam versi terbarunya, Parallels sudah dapat diakses perangkat dengan RAM 8GB. Sebelumnya, Parallels hanya direkomendasikan untuk perangkat dengan minimal RAM 16GB. Hal lain yang perlu diperhatikan Photo Credit: Samuel Bourke (Pixabay)  Sudah memiliki perangkat yang kompatibel untuk Parallels? Sebelum masuk dalam proses instalasi, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Agar proses instalasi lancar dan seluruh fitur Parallels dapat digunakan pada perangkat Chrome, pastikan Anda telah memiliki Windows 10 ISO, lisensi Chrome Enterprise Upgrade, serta key license Parallels Desktop untuk Chrome OS. Jangan lupa juga untuk masuk ke akun Administrator sebelum melakukan instalasi. Dengan Parallels Desktop, migrasi ke Chrome OS dapat dilakukan dengan mudah dan seamless. Proses instalasinya bahkan tidak memerlukan reboot pada perangkat. Selain memanfaatkan Parallels, untuk mencapai efisiensi kerja, Anda bisa memanfaatkan productivity software lain dari Google seperti Google Workspace. Masih bingung software penunjang mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda? Kontak kami, EIKON Technology untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Google Workspace vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul?

  Google Workspace atau Microsoft 365? Sebagai raksasa teknologi, baik Google maupun Microsoft sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya dalam menghasilkan productivity software. Rilisan masing-masing perusahaan, Google Workspace (sebelumnya G Suite) dan Microsoft 365 menawarkan beragam fitur untuk mendukung produktivitas kerja, seperti: Sekilas, keduanya memang terlihat sama. Namun jika dibandingkan dengan saksama, Google dan Microsoft ternyata menerapkan pendekatan yang berbeda dalam merancang kedua productivity software tersebut, terutama dalam hal perancangan cloud serta desain app. Berikut perbandingan lebih lanjut antara Google Workspace dengan Microsoft 365. Layanan e-mail Photo Credit: Pxfuel Untuk layanan e-mail bisnis, Google menawarkan Gmail dengan optimasi Chrome web browser. Sedangkan Microsoft punya Exchange Online yang dikombinasikan dengan desktop client Outlook. Keduanya telah dilengkapi dengan fitur pengamanan standar seperti proteksi anti-malware, filter spam, hingga group alias. Perbedaan yang mencolok terlihat pada kapasitas penyimpanan kotak masuk (inbox). Kapasitas terkecil ada pada plan Business Starter milik Workspace, yaitu sebesar 30GB. Sedangkan kapasitas terkecil Microsoft 365 adalah 50GB (Business Basic). Baik Google maupun Microsoft menawarkan kapasitas unlimited untuk plan tertinggi mereka, Enterprise. Aplikasi produktivitas Salah satu highlight dari productivity software adalah aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides dirancang untuk penggunaan berbasis browser. Selain itu, aplikasi tersebut juga hadir dalam format mobile.   Format browser-based milik Google Workspace ini akan memudahkan Anda yang memerlukan kolaborasi kerja real-time. Satu file kerja dapat dikerjakan sekaligus oleh beberapa orang dalam satu waktu, meski terpisah jarak jauh. Di sisi lain, aplikasi produktivitas Microsoft 365 berbasis desktop. Word, Excel, dan PowerPoint yang merupakan aplikasi unggulan Microsoft dapat diakses baik melalui sistem operasi Windows maupun Mac. Fitur yang tersemat pada aplikasi Microsoft 365 sudah terbukti sejak lama kualitasnya. Aplikasi Word misalnya, memiliki fitur canggih dan detail untuk mengolah kata. Cocok untuk perusahaan yang memerlukan fitur detail dan tidak terlalu bergantung pada kolaborasi real time.   Penyimpanan berbasis cloud Tidak bisa dipungkiri, penyimpanan berbasis cloud (cloud storage) kini telah menjadi kebutuhan tersendiri bagi perusahaan. Baik Google maupun Microsoft berusaha menjawab tantangan tersebut. Google meluncurkan Google Drive, sedangkan Microsoft dengan OneDrive. Alokasi ruang penyimpanan terkecil Google Drive adalah 30GB. Perlu diingat, Drive membagi cloud storage mereka dengan penyimpanan Gmail. Sedangkan OneDrive menyediakan ruang penyimpanan 1TB. Sama seperti e-mail, kapasitas penyimpanan cloud ini juga dapat di-upgrade. Pada plan termahal (Enterprise),  Anda bisa mendapatkan ruang penyimpanan unlimited. Fitur komunikasi Photo Credit: McKinsey (Raw Pixel) Fitur lain yang perlu diperhatikan adalah layanan komunikasi. Produktivitas kerja perusahaan Anda akan terganggu tanpa adanya sistem komunikasi yang baik bukan?  Productivity software Google Workspace telah dilengkapi dengan fitur komunikasi Google Meet yang dapat digunakan untuk agenda meeting online, konferensi video, hingga video call. Tersedia pula Google Chat untuk mengirim pesan teks. Microsoft 365 tak mau kalah dengan menghadirkan Microsoft Teams. Aplikasi komunikasi ini merupakan pengembangan dari Skype for Business dan Lync milik Microsoft. Teams menyediakan fitur untuk video call, meeting, dan konferensi video.   Mana lebih unggul? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus tahu apa kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan Anda menitikberatkan pada kolaborasi real-time dan kebanyakan pekerjaan berbasis online, maka Google Workspace adalah jawabannya. Namun jika perusahaan Anda memerlukan aplikasi produktivitas yang detail dan tidak harus terpaku pada progres real-time, Microsoft 365 bisa dijadikan pilihan. Sudah menetapkan pilihan Anda? Bagaimana ya, cara mendapatkan productivity software tersebut? Tidak perlu bingung, baik paket berlangganan Google Workspace maupun Microsoft 365 bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Masih ragu? Tim EIKON Technology menyediakan layanan konsultasi untuk membantu menentukan productivity software terbaik untuk Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology.  

Scroll to Top