Author name: EIKON Technology

Google Cloud

Fitur Baru Penyimpanan Google Cloud Memastikan Data Aman

Data perusahaan merupakan aset paling penting terhadap perkembangan bisnis. Oleh karena itulah, penyimpanan data ini harus dipastikan keamanannya. Agar lebih nyaman dalam proses penyimpanan data ini, Anda bisa menggunakan fitur penyimpanan Google Cloud. Apa saja fitur Google Cloud yang bisa Anda gunakan? Berikut ulasannya yang perlu Anda tahu. Cloud Storage Dual-Region Source: Hp.com Google Cloud Storage menjadi salah satu layanan fitur Google Cloud  yang bisa digunakan untuk menyimpan data dalam jumlah dan kapasitas yang besar maupun data tidak terstruktur. Biasanya, fitur ini sangat cocok digunakan untuk perusahaan. Opsi penyimpanannya pun bisa dipilih berdasarkan kebutuhan. Mulai dari Cloud Datastore bagi penyimpanan non-relasional atau NoSQL dan Cloud SQL yang digunakan sebagai media penyimpanan relasional penuh dengan MySQL maupun database Cloud Bigtable Google. Kini, fitur ini hadir dengan mode dual-region yang saling berkaitan dengan program lainnya seperti Colossus dan Spanner. Cara menggunakan data-region pun cukup mudah, setelah Anda masuk pada menu Google Cloud Storage, masuk menu “Choose Where to Store Your Data” dan pilih “Dual-Region”. Keunggulan dari fitur ini adalah: Dapat melakukan kustomisasi pada dual-region buckets yang dipilih. Dengan begitu, Anda dapat menyimpan data-data penting dari dua tempat yang berbeda. Misalnya saja sebuah perusahaan memiliki data pasar Eropa untuk wilayah Frankfurt dan London. Maka, data-data tersebut dapat tersimpan dengan baik dengan menggunakan fitur dual-region ini. Salah satu hal yang ditakutkan saat proses penyimpanan adalah kehilangan data penting. Kini, hal tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan fitur dual-region buckets dan menggunakan Turbo Replication. Dengan begitu, data dapat kembali normal berkat dukungan replikasi 100% dari SLA dalam kurun waktu sekitar 15 menit. Tentu ini sangat menguntungkan bagi pengguna yang melakukan proses penyimpanan data dalam jumlah besar. Perlindungan dengan Google Kubernetes Enterprise (GKE) Source: Cloud Carib Fitur penyimpanan Google Cloud selanjutnya adalah Google Container Engine. Adapun fitur ini adalah sebuah sistem pengelolaan data untuk container Docker dan berjalan pada sistem cloud publik dari Google. Mesin orkestrasi yang digunakan ialah Google Kubernetes Enterprise yang membuat para developer lebih produktif.  Di sisi lain, fitur ini juga dinilai sangat efisien terhadap sumber daya maupun fleksibilitasnya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah, fitur tersebut pun unggul dalam hal penyimpanan data-data krusial milik perusahaan. Berkat keandalannya inilah, GKE dipilih oleh perusahaan besar dunia ketika melakukan proses penyimpanan data. Misalnya saja perusahaan teknologi sekelas Broadcom dan Atos juga menggunakan fitur ini. Filestore Enterprise Source: Teknologi.id Penyimpanan Google Cloud terakhir yang bisa Anda pilih adalah Filestore Enterprise yang masih merupakan bagian dari Filestore di fitur Google Cloud. Keberadaannya memang dikhususkan untuk media penyimpanan yang besar pada tingkatan tier-satu. Terutama dalam hal berbagi file dan data. Termasuk performa yang unggul dalam membaca dan menulis data. Filestore Enterprise menawarkan tingkat keandalan tinggi dengan proses sinkronisasi replikasi menggunakan multiple-zone di beberapa wilayah. Inilah yang menjadi keunggulannya. Yakni ketika di sebuah wilayah tidak mendukung fitur tersebut, maka data akan tersimpan dengan mudah tanpa intervensi. Kesimpulan Source: Quipper.com Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan data menjadi hal yang penting bagi sebuah perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sedang melakukan migrasi data. Selain itu, keberadaan platform penyimpanan Google Cloud dengan fitur-fitur terbaiknya mampu menjadikan data yang disimpan lebih aman. Dengan begitu akan membuat perusahaan lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, bahkan bisa meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan fitur Google Cloud secara optimal. Kini, saatnya perusahaan Anda melakukannya dan percayakan pada vendor penyedia layanan Google Cloud yang resmi dan terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik sebagai partner resmi Google di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Jenis Pemrosesan Data Perusahaan

Pengolahan data perusahaan menjadi hal penting agar data-data penting menjadi lebih aman. Selain itu, dengan pengolahan data perusahaan dapat memproyeksikan apa saja yang harus dilakukan nantinya dan mengambil keputusan yang tepat. Saat ini, pengolahan data dapat lebih mudah menggunakan layanan seperti Google Cloud. Lalu, apa saja jenis dan metode pemrosesan data perusahaan? Data Value Chain Source: Unsplash.comJenis pemrosesan dan pengolahan data yang pertama adalah Data Value Chain. Jenis ini merupakan yang paling penting sebab menjadi rangkaian utama dan tahapan awal dalam proses pengolahan data untuk input dalam sebuah sistem dan menjadi output yang berguna bagi perusahaan. Tanpa menggunakan jenis data ini, akan sulit dilakukan pemrograman lebih lanjut menggunakan tools maupun software tertentu bagi perusahaan. Untuk bisa mengolah data pertama tersebut, idealnya Anda bisa menggunakan tools khusus seperti ETL. Khususnya bagi data yang tertulis dan dijadikan sebagai perimeternya. Pada tahapan pemrosesan Data Value Chain, penting juga dipertimbangkan mengenai kecepatan pemrosesan datanya. Misalnya berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengolah data bila menggunakan fitur-fitur terbaik seperti layanan di Google Cloud. Type of Organization Source: Unsplash.com Selanjutnya adalah Type of Organization. Dimana dalam hal ini, pengolahan data dan pemrosesan berdasarkan tipe organisasinya. Oleh karena itulah, berbeda jenis organisasinya beda pula strategi yang diterapkan. Kemudian, penting pula mengenai personil atau sumber daya manusia yang bertanggung jawab menangani proses pengolahan data tersebut. Misalnya saja untuk proses pengolahan data pada warehouse. Di sini, pengguna dapat memilih menggunakan fitur Google Cloud maupun BigQuery. Bila data yang akan diproses cukup besar dan banyak, maka bisa pula menggunakan tool ETL. Caranya adalah dengan mulai memasukkan data-data penting dalam BigQuery SQL dan dilanjutkan dengan menggunakan ETL. Pengolahan data dan pemrosesan Type of Organization masih terbagi lagi menjadi tiga tipe utama. Yakni Data Analyst Driven, Data Engineering Driven, dan Blended Organization. Metode yang Digunakan Source: Pexels.com Selain dari jenis, pengolahan data dan pemrosesannya bagi sebuah perusahaan dapat dilakukan dalam beberapa metode. Hingga saat ini setidaknya ada tiga metode yang sering digunakan yakni batch processing, real time processing, dan distributed processing.   Batch Processing   Metode pertama ini menitikberatkan penggolongan data yang akan diproses nantinya. Biasanya, pengelompokan data ini dilakukan agar lebih mudah dipilah dan lebih nyaman. Selain itu, teknik ini juga dinilai lebih praktis dan efisien serta cepat. Waktu pemrosesannya dan pengolahan datanya bisa dipilih sesuai kebutuhan secara berkala.  Misalnya saja mingguan, bulanan, hingga tahunan. Keunggulan metode ini lebih mudah untuk mengelompokkan data besar saat diproses. Di sisi lain kelemahannya adalah Anda perlu memfilter data yang terkadang memakan waktu yang cukup lama.   Real Time Processing   Real time processing merupakan metode berikutnya yang cukup banyak digunakan. Seperti namanya, pengolahan data dan pemrosesannya dilakukan pada waktu yang sama. Prosesnya dapat menggunakan sistem yang terintegrasi dengan jaringan komputasi awan seperti Google Cloud. Contohnya adalah mengenai input barang pada perusahaan yang harus dilakukan pada saat itu juga. Apabila terjadi perubahan maupun pembatalan masukan data, maka data yang ada pun akan segera terupdate. Sehingga Anda tak perlu lagi melakukan pengecekan satu per satu layaknya teknik pertama karena semuanya berjalan secara otomatis.   Distributed Processing   Terakhir adalah distributed processing, di mana pada proses ini pengolahan data dan pemrosesannya bisa dibilang cukup kompleks. Yakni melibatkan terminal jarak jauh yang terhubung ke server pusat yang membantu pengguna melakukan pengolahan dan pemrosesan data. Pengolahan data menggunakan metode ini dipilih karena lebih responsif terhadap masalah yang dihadapi. Di sisi lain, yang menjadi kekurangannya adalah memerlukan fasilitas yang cukup mahal dan terminalnya terkadang tidak efisien. Setidaknya itulah beberapa jenis pengolahan data dan pemrosesannya yang perlu Anda ketahui. Untuk pengolahan data menggunakan Google Cloud lebih nyaman dan aman, Anda dapat berlangganan di EIKON Technology dan bisa dipilih berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise

Mengenal Smart Compose, Fitur Google Workspace yang Solutif

Google Workspace terus berinovasi dalam mengembangkan fitur-fitur unggulannya. Terutama untuk penggunaan bisnis yang lebih baik. Salah satunya adalah fitur Smart Compose yang dirilis pada tahun lalu. Dengan menggunakan fitur ini, Anda menjadi lebih mudah dalam bekerja dengan Google Document dan juga dalam hal pengiriman email lebih baik. Cara kerja Smart Compose menggunakan algoritma Google dengan menganalisa konteks pada teks untuk selanjutnya melakukan prediksi kata yang akan digunakan selanjutnya. Dengan begitu, pengguna cukup mengetuk kata yang disarankan daripada harus mengetiknya secara manual di Google Document Kirim Email Lebih Cepat Source: Mar Tech Selain dapat digunakan pada Google Document, Smart Compose dari Google Workspace ini juga bisa digunakan pada Gmail Anda. Dengan begitu, pengguna dapat melakukan penjadwalan pengiriman email. Di sisi lain, untuk menghargai pengguna lain agar tidak mengirimkan email di luar jam kerja. Salah satu keunggulannya adalah, misalnya Anda menjadwalkan pengiriman email sesuai yang telah diseting dan direkomendasikan. Contohnya pada pukul 08.00 pagi hari maupun di siang hari pada pukul 14.00. Cara menggunakan Smart Compose di email, Anda cukup tap ikon tiga titik pada sisi kanan atas Gmail yang akan dikirimkan. Lalu, pilihlah opsi “Schedule Send” dan tentukan waktunya. Bila Anda menggunakan website, dapat memilih tombol “Send’ pada “Schedule Send”. Bagaimana Cara Mengaktifkannya di Google Workspace Source: OkeZone Techno Untuk bisa menggunakan fitur Smart Compose di Google Workspace ini sebenarnya cukup mudah. Dalam hal tersebut ada beberapa langkah utama yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu. Berikut beberapa di antaranya yang wajib diketahui, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menggunakannya yakni: Bukalah file Anda yang ada pada Google Document, pastikan file tersebut sudah sesuai dengan yang akan Anda edit menggunakan fitur Smart Compose. Setelah itu, coba Anda cek bagian atas dan pada menu klik menu “Alat” dan lanjutkan dengan memilih “Preferensi”. Kemudian, tunggu hingga muncul menu selanjutnya untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan Smart Compose ini. Jika Anda menginginkannya klik “Tampilkan Saran Smart Compose”. Langkah terakhir adalah dengan klik “OK” dan Anda pun dapat menggunakan fitur ini dengan mudah. Sebagai catatan, apabila Anda telah menonaktifkan fitur Smart Compose pada Google Document, maka saran yang muncul “Smart Compose” tidak ditampilkan pada jendela pengeditan yang utama maupun pada bagian komentar. Jadi, fitur akan otomatis muncul ketika Anda mengaktifkannya saja. Cara Menerima dan Menolak Saran Source: Detik Inet Dalam menggunakan Google Document yang merupakan bagian dari Google Workspace, fitur Smart Compose akan menampilkan saran-saran dari kata yang Anda ketika. Sehingga, akan mudah melakukan pengetikan. Namun, sebagian pengguna terkadang tidak menggunakannya. Bagi Anda yang ingin menggunakan atau menerima saran pada Smart Compose, maka yang bisa dilakukan adalah: Tekan bagian tombol tap  Anda Lalu, tekanlah bagian tombol panah bagian kanan Untuk pengguna Android maupun iOS, Anda bisa menggeser ke arah kanan di bagian teks yang disarankan. Sementara, bagi Anda yang tidak ingin menggunakan atau menolak saran ini ada cara yang sangat mudah untuk mengabaikannya. Yakni dengan cara terus mengetik pada dokumen hingga saran tidak muncul lagi. Kesimpulan Source: Popular Science Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fitur Smart Compose pada  Google Workspace memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pengguna. Terutama untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting dalam menunjang pekerjaan Anda. Untuk mendapatkan layanan terbaik dari Google Workspace dan fitur-fitur di dalamnya, Anda bisa berlangganan secara premium melalui EIKON Technology.Kami memberikan produk dari Google yang terbaik bagi Anda dalam memenuhi setiap kebutuhan administrasi maupun bisnis yang lebih baik di era digital. Selamat mencoba!

Chromebook

Cara Baru Explore dan Share di Chrome OS pada Chromebook

Untuk menyempurnakan Chrome OS agar dapat memenuhi kebutuhan para penggunanya, Google terus melakukan pengembangan. Salah satu pengembangan tersebut bisa ditemukan pada browser andalan Google, Chrome terutama pada perangkat Chromebook. Dalam update terbaru, Google menyematkan beberapa fitur baru pada Chrome. Menariknya, pengembangan baru tersebut lahir dari kontribusi para pengguna Chrome OS. Melalui Beta channel Chrome, user dapat menguji pakai fitur-fitur baru Chrome dan kemudian memberikan masukan untuk mengembangkan fitur tersebut. Melalui fasilitas ‘Flags and experiements’, Anda dapat memilih mana fitur yang sedang dalam pengembangan untuk dicoba, bahkan sebelum fitur tersebut dirilis. Nah, apa saja fitur terbaru pada Chrome yang bisa Anda coba? Berikut penjelasannya. Akses history lebih mudah dengan cards Photo Credit: Blog Google Kesulitan menemukan file di Google Docs yang Anda buka kemarin, tapi tidak ingin menghabiskan waktu untuk menelusuri history? Kini, Google sudah menyediakan solusinya untuk Anda melalui fitur cards pada New Tab Page. Dengan memanfaatkan cards, akses menuju halaman yang sudah pernah dikunjungi menjadi lebih mudah. Hebatnya lagi, fitur ini juga memungkinkan Anda untuk mengunjungi kembali tugas-tugas yang pernah dikerjakan hanya dengan perintah sederhana. Anda cukup mengaktifkan flag #ntp-modules. Berikut beberapa jenis perintah yang bisa dicoba:       Resep (#ntp-recipe-tasks-module) Dengan perintah ini, Anda bisa membuka kembali halaman berisi resep yang sudah pernah dikunjungi secara otomatis saat membuka tab baru.       Keranjang Belanja (#ntp-chrome-cart-module): Tidak perlu bingung lagi untuk melanjutkan proses belanja online yang terlewat. Setelah keluar dari halaman e-commerce dan menelusuri situs lain, Anda bisa kembali pada halaman belanja tersebut hanya dengan membuka tab baru.       Dokumen (#ntp-drive-module): Ingin mengakses dokumen Google Docs yang kemarin Anda buka? Melalui cards, Anda bisa mendapatkan akses yang ringkas hanya dengan membuka tab baru. Cara ini juga bisa digunakan untuk menemukan file relevan yang baru saja disunting oleh kolaborator lain. Lebih mudah menelusuri hasil pencarian Photo Credit: 377053 (Pixabay) Saat sedang melakukan pencarian melalui Google Search, ada kalanya Anda perlu mengakses lebih dari satu halaman untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Nah, untuk memudahkan Anda, Google menambahkan baris di bawah address bar di Chrome. Baris tersebut berisi sisa hasil penelusuran sehingga Anda dapat membuka hasil berikutnya tanpa harus kembali ke halaman sebelumnya. Fitur ini bisa dicoba di Chrome Beta dengan mengaktifkan flag #continuous-search. Menambahkan highlight dan membagikan kutipan Photo Credit: Google Chrome Menemukan kalimat menarik saat sedang berselancar dengan Chrome? Sekarang Anda bisa membagikannya dengan memanfaatkan quote card. Caranya cukup dengan mengaktifkan flag #webnotes-stylize di perangkat Anda. Setelah flag aktif, Anda cukup menyorot kalimat yang diinginkan dan kemudian pilih template dengan klik opsi “Create card” pada menu yang tersedia. Dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa membagikan kalimat-kalimat menarik di web dan kemudian mendekorasinya dengan gambar atau font favorit. Anda bahkan bisa membagikannya pada orang lain. Google terus melakukan riset dan inovasi untuk mengembangkan Chrome OS dan berbagai aplikasi yang ada di dalamnya. Harapannya, sistem operasi dari Google tersebut dapat menjawab semua problem yang dihadapi para penggunanya. Fitur-fitur yang disebutkan dalam artikel ini hanyalah sebagian kecil dari pengembangan Chrome OS oleh Google. Tertarik untuk menggunakan Chrome OS guna memudahkan urusan pekerjaan? Anda bisa mencobanya dengan menggunakan perangkat Chromebook, komputer baru dari Google yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai hal dengan bantuan Chrome OS. Dapatkan segera perangkat Chromebook Anda melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Google Cloud

Google Cloud Menghadirkan Cloud Composer

Komputasi awan atau cloud computing memang memiliki sifat yang kompleks dalam penerapannya. Namun, kini hambatan tersebut menjadi lebih mudah teratasi dengan menggunakan Cloud Composer dari Google Cloud.  Platform ini menggunakan Apache Airflow. Pengguna pun lebih mudah dalam melakukan manajemen alur kerja menggunakan cloud. Apa saja keunggulan dan fitur-fitur yang dimilikinya serta bagaimana alur kerjanya? Simak ulasannya di artikel ini. Keunggulan Cloud Composer dari Google Cloud Source: DevelopersIO Dalam penggunaannya, Cloud Composer dari Google Cloud bisa dibilang lebih unggul bila dibandingkan fitur lainnya. Dengan begitu, Anda dapat melakukan dan menjalankan tugas dengan mudah dalam mengembangkan bisnis perusahaan. Bila diringkas kembali, keunggulan dari Cloud Composer ini antara lain sebagai berikut: Penggunaan yang mudah dan cepat. Hal ini karena ketika Anda melakukan registrasi pada akun Google Cloud, prosesnya tak membutuhkan waktu lama. Anda hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk membuat dan meluncurkan project yang dibuat. Kemudian, dapat memilih pemrograman Python dan melakukan konfigurasi. Pembagian data lebih mudah dengan menggunakan fitur DAGs yang secara otomatis tersemat di Google Cloud Storage. Mendukung untuk pengoperasian dengan menggunakan fitur pemrograman Python terbaru. Jika pada awalnya Cloud Composer mendukung hanya untuk generasi Python 2.7, kini penggunaannya bisa dilakukan pada sistem Python terbaru yakni 3.6. Hal itu akan membuat implementasinya lebih baik dan lebih cepat bila dibandingkan seri sebelumnya. Fitur Utama yang Dimiliki Source: The Spoon Keunggulan Cloud Composer yang sudah disebutkan di atas, tidak terlepas dari dukungan fitur utamanya yang dimiliki. Google Cloud sendiri menggunakan berbagai fitur terbaik di layanan ini seperti: Portabilitas yang tinggi dimana Cloud Composer dibangun pada Apache Airflow yang membuatnya mudah dioperasikan pada berbagai platform. Dengan begitu, juga akan menyesuaikan infrastruktur. Terdapat fungsi multi cloud yang dapat digunakan dengan produk-produk cloud lainnya yang diperlukan. Selain itu juga memungkinkan untuk dioperasikan menggunakan hybrid cloud terutama untuk penyimpanan data dan memberikan skalabilitas yang tidak terbatas. Kompatibel dengan bahasa pemrograman Python yang dapat memberikan kenyamanan dalam pelayanan yang cepat, aman, dan mudah. Terintegrasi dengan layanan lainnya melalui APIs dan mendukung untuk produk layanan Google lainnya seperti Big Query, Cloud Datastore, Dataflow and Dataproc, AI Platform. Beberapa komponennya juga dapat digantikan dengan mudah menggunakan AWS maupun Azure secara analog. Bagaimana Cara Kerjanya? Source: DevCommunity Cara dan alur  kerja Cloud Composer menggunakan sistem Directed Acyclic Graphs (DAGs). Dengan fitur ini, memungkinkan platform untuk mengumpulkan data-data mengenai tugas yang akan dikerjakan dan telah dijadwalkan. Kemudian, mengolahnya kembali. DAGs ini dapat dibuat pada skrip Python dan dependensinya menggunakan kode. Tujuannya adalah untuk memastikan semua task dapat berjalan dengan baik di waktu yang sudah ditentukan tanpa hambatan berarti. Dengan begitu, bisa lebih mudah mengerjakan tugas Anda dalam satu platform. Seperti mengumpulkan data, mengirimkan email kepada penerima yang memiliki akses dan sebagainya. Cloud Composer Dilengkapi Fitur Keamanan Canggih Source: Pexels.com Mengenai faktor keamanan dan kenyamanan, Cloud Composer dari Google Cloud ini memang sudah tak diragukan lagi. Hal ini karena memiliki berbagai ragam fitur keamanan yang mendukung. Sehingga, data lebih terjamin. Berikut beberapa fitur keamanannya: Menggunakan Private IP yang mana data tidak bisa diakses oleh publik dan terlindung dari penggunaan internet publik. Di sini, developer dapat mengakses data namun tidak bisa mengaksesnya menggunakan perangkat luar yang tidak memiliki izin akses yang diberikan. Menggunakan sistem Private IP+Web Server ACLs dan alur kerjanya lebih terlindungi dengan sistem otentikasi. Kemudian dapat membatasi penggunaan dari luar dan Anda bisa lebih mudah mengontrol Private IP. Dengan adanya VPC Native Mode akan membatasi akses komponen dari Cloud Composer pada jaringan VPC yang sama. Jadi, penggunaannya pun lebih mudah dan terlindungi. Begitu pula dengan VPC Service Controls yang dimilikinya. Memiliki fitur enkripsi data yang mumpuni dan bisa terintegrasi dengan Secret Manager untuk melindungi akses maupun password untuk proses otentikasi sistem eksternal. Itulah ulasan ringkas mengenai Cloud Composes baik dari segi keunggulan maupun fiturnya. Anda bisa menggunakan fitur terbaik ini dengan memilih penyedia layanan Google Cloud Indonesia seperti EIKON Technology. Dengan pengalamannya menangani berbagai perusahaan besar dalam hal komputasi awan, EIKON Technology juga memiliki berbagai macam layanan yang dapat Anda pilih untuk mendukung kenyamanan dan keamanan data bisnis di perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Google Cloud dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud, Info

Alur Sederhana Untuk Merencanakan Migrasi Cloud

Migrasi cloud bagi sebuah bisnis terkadang tak dapat dihindari. Terutama bila ingin mendapatkan efisiensi dan pelayanan yang lebih baik. Apalagi saat ini Anda dapat memilih penyedia layanan migrasi cloud menggunakan Google Cloud yang terbaik. Meski begitu, ada beberapa alur sederhana yang perlu diperhatikan saat merencanakan migrasi cloud. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini. Persiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia Source: Unsplash.com Sebagai langkah awal dalam merencanakan migrasi cloud, yang harus diperhatikan adalah mengenai kesiapan infrastruktur yang dimiliki oleh bisnis maupun perusahaan Anda. Pastikan semua infrastruktur perangkat IT berjalan dengan baik dengan fitur maupun teknologi yang mendukung proses migrasi. Berikutnya persiapkan pula mengenai personil atau sumber daya yang akan mengurusi migrasi cloud ini. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi personil ini untuk melakukan migrasi secara baik. Misalnya saja mengenai pengelolaan, kontrol akses, maupun aset.  Tentukan Strategi Migrasi Cloud yang Tepat Menentukan strategi penting dilakukan agar migrasi cloud yang menggunakan fitur Google Cloud dapat berjalan lancar. Di sini, Anda bisa memilih antara single cloud atau multiple cloud. Hal itu tergantung skala sistem yang dimigrasi nantinya. Perhitungkan prioritas dan pilotingnya. Strategi tersebut juga perlu mempertimbangkan dan memperhitungkan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya. Misalnya saja gangguan pada saat operasional dan besaran biaya ketika proses migrasi. Begitu pula dengan berapa lama waktu yang diperlukan, waktu downtime maksimal dan kemungkinan risiko kegagalan saat proses migrasi ini. Jangan Lupa Hapus Legacy yang Sudah Tak Dipakai Source: Pexels.com Ketika melakukan migrasi, Anda masih memiliki legacy pada sistem sebelumnya. Legacy ini sebaiknya Anda pilah terlebih dahulu. Mana yang masih digunakan dan mana yang sudah tak digunakan. Di sini memang diperlukan kejelian dan kerjasama tim agar sistem dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, penting sekiranya bagi Anda menghapus legacy yang tak dipakai maupun tak digunakan. Mengapa demikian? Sebab, jika sistem itu tidak dihapus bisa saja dimanfaatkan dan menjadi celah bagi penyerang untuk masuk dalam sistem. Terlebih lagi jika itu terdapat sistem yang sifatnya sensitif. Termasuk sistem data yang bisa diakses oleh pihak internal maupun yang sifatnya publik. Buat Aturan Manajemen Sistem Baru Google Cloud Anda Hal yang tidak kalah penting lainnya ketika Anda akan menjalankan migrasi cloud ialah dengan menetapkan aturan dan manajemen sistem yang baru, Biasanya, sistem operasional ini tidaklah jauh berbeda dengan sistem sebelumnya. Misalnya saja mengenai pembagian kontrol pemberian akses kepada pihak-pihak bertanggung jawab. Kemudian, memastikan sistem konfigurasi keamanan yang digunakan berjalan dengan baik. Khususnya bagi cloud yang dapat diakses oleh publik dan itu sangat rentan terhadap penyerangan. Termasuk pula mengenai maintenance yang harus dilakukan secara berkala. Memilih Layanan Cloud Terpercaya Source: Pexels.com Alur migrasi cloud yang terakhir adalah dengan memilih layanan Google Cloud yang terpercaya. Untuk hal ini, sebaiknya Anda perlu pertimbangkan layanan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, biaya operasional harus diperhitungkan dengan matang. Memang, layanan ini memiliki harga beragam dan semua itu tergantung pada fitur dan teknologi yang ditawarkan. Tak hanya itu saja, penyedia layanan Google Cloud juga harus memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi pada regulasi yang ditentukan pemerintah. Di Indonesia sendiri, mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mengacu pada aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) serta perundang-undangan yang berlaku. Lalu, vendor penyedia layanan migrasi cloud setidaknya juga memiliki sertifikasi PCI DSS. Untuk layanan di Indonesia yang memiliki persyaratan tersebut antara lain adalah EIKON Technology. Dengan adanya sertifikasi dan tingkat kepatuhan tersebut, setidaknya membuat perusahaan dan bisnis Anda menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Bagaimana, cukup mudah bukan untuk merencanakan alur migrasi cloud bisnis Anda menggunakan fitur dari Google Cloud. Kini, saatnya Anda mempraktikkannya.

Google Workspace

Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work dengan Google Workspace

Hybrid Working semakin menjadi tren di kalangan pekerja saat ini. Terlebih pada saat pandemi Covid-19. Sebenarnya, tren bekerja dari mana saja yang tidak terikat tempat ini sudah ada cukup lama. Bagi yang belum terbiasa, memang perlu sedikit beradaptasi. Terutama untuk mengatur tim dalam divisi Anda. Namun, tak perlu khawatir karena kini bekerja secara hybrid work semakin mudah dengan menggunakan fitur-fitur Google Workspace. Apa saja keuntungannya bagi produktivitas Anda dan tim? Simak ulasannya berikut. Menghubungkan Karyawan Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk bekerja secara hybrid work bagi Anda dan tim di mana saja dan kapan saja. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar hybrid work lebih efektif menggunakan Google Workspace? Berikut beberapa di antaranya. Gunakan Google Meet untuk Rapat Online Anda Saat bekerja dari rumah dan tidak memungkinkan untuk menghadiri meeting secara langsung, maka meeting dengan video conference adalah pilihan yang bisa dilakukan. Salah satu fitur di Google Workspace yang bisa Anda gunakan di sini adalah Google Meet premium.  Berbeda dengan Google Meet reguler, jika Anda menggunakan premium akan ada banyak fitur yang tidak didapatkan di fitur reguler. And adapat lebih nyaman menggunakannya bersama tim. Termasuk dengan mode pendamping seperti menggunakan sistem audio video, pesan, dan lainnya. Atau dapat menggunakan Jamboard untuk presentasi lebih muda, yakni fitur papan tulis virtual untuk berkomunikasi. Hybrid Work dengan Chat Tak hanya video saja, Anda pun dapat membagi tugas dan berkomunikasi dengan tim melalui Google Chat. Menariknya lagi, Anda sebagai pengguna juga dapat mengubah chat grup yang ada menjadi ruangan untuk project yang akan dijalankan. Jadi, fitur ini juga dapat diandalkan selain untuk bertukar informasi juga bisa digunakan untuk mengelola file sebuah project, menjalankan orientasi tim, hingga mengelola tugas dan melihat target yang akan dicapai. Mengelola Jadwal Lebih Mudah dengan Calendar Terakhir, Anda dapat mengelola jadwal yang mudah dalam pengaturan project melalui Google Calendar. Misalnya, membagi jadwal jam kerja tim setiap hari maupun setiap minggu. Anda dapat melihat pula jadwal dari rekan kerja ketika Anda ingin membicarakan sesuatu yang penting tidak terjadi bentrokan jadwal. Manfaat yang Didapat Menggunakan Google Workspace Source: Pexels.com Jika pada sebelumnya dijelaskan mengenai bagaimana cara menghubungkan karyawan pada saat hybrid work menggunakan Google Workspace, kini penting pula bagi Anda untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan didapat pengguna saat mengaktifkan layanan Google ini. Berikut beberapa di antara sekian dampak positif yang bisa diraskaan oleh pengguna. Pencarian yang Mudah Tampilan Google Workspace sangat fleksibel sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses fitur-fitur yang ada, mulai mengecek inbox, melakukan chat, hingga meeting dalam satu tempat. Jadi, pengguna tetap bisa melakukan banyak hal tanpa harus berpindah-pindah fitur. Mengirimkan Pesan Lebih Mudah Tak jarang pekerjaan secara hybrid terganggu. Misalnya pengiriman dokumen yang lambat dan terdapat halangan-halangan tertentu. Namun, ketika menggunakan Google Workspace, hal itu dapat teratasi. Anda dapat mengirimkan pesan apa saja di email Space secara cepat, ringkas, dan mudha. Dengan begitu semua pekerjaan dapat segera teratasi dan tercipta komunikasi yang lebih baik bagi seluruh tim. Keamanan Lebih Terjamin Tak hanya dua poin di atas saja, manfaat menggunakan fitur Google Workspace untuk hybrid work ialah keamanan lebih terjamin. Memang, saat ini banyak kita melihat jika data pribadi menjadi bagian penting yang harus dilindungi. Termasuk data penting saat bekerja. Untuk mengamankan data ini Google Wokspace memiliki beberapa tools untuk memoderasi konten, mengatur ruang, dan menciptakan tatanan dan keamanan terbaik bagi tim dan karyawan pada saat sedang melakukan hybrid work.  Kesimpulan Source: Pexels.com Bekerja dari rumah saat ini bukanlah hambatan bagi setiap orang, terlebih untuk melakukan hybrid work. Hal itu semakin mudah karena Google Workspace memberikan dukungan penuh untuk semua pekerjaan Anda dan tim. Dengan berbagai macam fitur yang bisa Anda gunakan, pekerjaan pun akan mudah terselesaikan. Komunikasi pun menjadi lancar. Kini, Anda bisa berlangganan Google Workspace untuk tim dan perkembangan bisnis. Salah satunya dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Pilih dan tentukan layanan sesuai kebutuhan dan kami siap untuk melayani Anda untuk pengalaman hybrid work lebih baik.

Info

Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs

Guna meningkatkan kenyamanan untuk penggunaan yang cepat dan praktis kepada penggunannya, Google Workspace meluncurkan Smart Replies pada tahun 2017 lalu. Kini, penggunaan fitur tersebut semakin meluas dan bisa digunakan di Google Docs yang diluncurkan sejak Januari 2021 lalu. Bagaimana menggunakan fitur Google Workspace ini dan apa saja keunggulan dari Smart Replies untuk menunjang kinerja Anda? Berikut ulasannya. Bisa Digunakan Lintas Perangkat yang Menggunakan Google Workspace Source: Bitrix24 Keunggulan pertama dari fitur Smart Replies di Google Workspace ini adalah dapat digunakan di lintas perangkat. Baik itu perangkat pada komputer, maupun ponseldengan sistem operasi Android maupun iOS. Dengan begitu Anda bisa membukanya kapan saja dan dimana saja selama memiliki akses internet. Inilah yang membuatnya lebih mudah dalam mengedit dokumen dan membagikannya kembali kepada penerima lainnya bahkan pada saat krusial sekalipun. Akses dan Pengoperasian yang Mudah Sesuai Kebutuhan Source: BoardEffect Mungkin sebagian orang mengira jika membuka file secara bersamaan memiliki pengaturan yang sulit. Nampaknya hal itu tidaklah dengan demikian. Sebab, dalam Google Docs ada fitur “Permissions” ketika melakukan share Google Docs kepada pengguna lainnya. Jadi, hanya email yang terdaftar dapat melakukan akses dokumen yang diberikan.Bila dokumen ada di fle Google Drive, izinnya pun mengikuti izin pada file. Di sini pengguna tak perlu melakukan pengaturan izin akses ketika membuka file. Smart Replies Terhubung dengan Berbagai Aplikasi Source: Unsplash.com Keunggulan dari fitur Smart Replies yang terakhir adalah dapat terintegrasi dengan berbagai ragam aplikasi terkini. Terutama aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan manajemen pekerjaan. Misalnya saja, Google Docs yang terintegrasi dengan Miro maupun Trello. Untuk mengirimkan ke pengguna, Anda cukup menjadikannya sebagai lampiran dan tambahkan link dokumen tersebut. Selanjutnya, aplikasi akan memberikan izin akses otomatis kepada penerima. Termasuk memberikan cuplikan isi maupun judul pada penggunanya. Cara Mengaktifkan Fitur Smart Replies di Google Docs Source: TechPadi Cara menggunakan fitur Smart Replies pada Google Docs pun sangat mudah dilakukan.  Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan setidaknya berikut ini: Bukalah file Google Docs yang sudah Anda buat. Pastikan sebelum mengaktifkannya dokumen tersebut sudah benar-benar sesuai yang dipilih agar lebih mudah. Setelah terbuka, maka pada bagian atas Anda bisa klik “Alat” dan kemudian lanjutkan dengan “Preferensi”. Berikutnya, bila Anda ingin mengaktifkannya maupun menonaktifkan fitur Smart Replies ini bisa dengan klik “Tampilkan Saran Smart Replies” Terakhir klik “Oke” untuk bisa menggunakannya. Bila Anda menonaktifkan fitur Smart Reply pada Google Docs, maka saran tidak akan muncul pada kolom komentar. Lalu, ketika Anda ingin menerima saran dari fitur Smart Replies bisa dengan klik saran yang ada. Kemudian, fokus di kotak balasan saran tersebut dan tekan tab menuju saran dilanjutkan menekan “Enter”. Ikuti pula petunjuk lisan pada penggunaan pembaca layar. Apabila Anda ingin menolak saran maka ketikkan hal lainnya di dalam kotak balasan. Kesimpulan Source: Justin Stum, LMFT Dari ulasan di atas, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa fitur Smart Replies pada di Google Docs untuk program Google Workspace banyak memberikan manfaat lebih kepada para pengguna. Khususnya, bagi pengguna yang memiliki aktivitas padat dalam urusan pekerjaan di era digital dimana mengandalkan teknologi dan dokumen-dokumen dengan akses yang cepat, mudah, dan aman.   Apakah Anda tertarik untuk menggunakan fitur tersebut? Kini, Anda dapat memilih mitra untuk berlangganan Google Workspace terbaik melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Semua produk yang kami tawarkan memiliki lisensi resmi dari Google. Sehingga, Anda pun lebih nyaman dan aman saat menggunakannya untuk berbagai keperluan bisnis.

Info

Mengenal Tote, Fitur Baru Chromebook untuk Menyimpan File Penting

Mencari dan mengakses file yang telah diunduh di desktop terkadang membutuhkan waktu cukup lama. Bayangkan saja, Anda harus mencari satu per satu di folder tertentu atau di kolom pencarian. Begitu pula dengan foto hasil screenshot, terkadang Anda lupa tempat penyimpanannya. Kini, hal tersebut dapat Anda atasi dengan mudah dengan menggunakan fitur baru dari Chromebook yakni Tote. Seperti apakah keunggulan dari fitur Chromebook satu ini? Simak ulasannya di bawah ini. Tandai File Penting untuk Akses Cepat Photo: Android Headlines Saat Anda membuka fitur Chromebook Tote, semua file unduhan dan screenshot dapat dilihat dengan mudah. lalu, bagaimana menandai file agar lebih mudah ditemukan di ‘rak’ Tote? Mudah saja, klik file lalu “Pin” file tersebut pada Tote.  Begitu juga dengan berbagai file penting Anda seperti untuk presentasi, spreadsheets, hingga email penting. Cara seperti ini memang lebih mudah bila dibandingkan menggunakan cara lama. Yakni Anda mencari file dan membukanya satu per satu. Keunggulan lainnya adalah Anda dapat memilih dan membagikan banyak file dalam sekali melalui fitur Tote ini. Fitur Chromebook Tote Memiliki Akses yang Mudah Photo: Android Police Selain menawarkan fitur untuk menandai file dan data penting, Tote juga terintegrasi dengan fitur Chromebook lainnya. Misalnya saja pada fitur seperti Screen Capture untuk membantu memudahkan Anda melihat konten yang diinginkan. Setelah melakukan pengambilan gambar atau screenshot, Anda dapat menyimpan dan meletakkannya di Tote. Untuk melakukan screenshot di fitur Tote sebenarnya sangat mudah. Yakni, pengguna hanya cukup menekan tombol apa saja + V dan Anda dapat melakukan screenshot dan memasukkannya ke dokumen atau pesan tanpa harus menyeretnya terlebih dahulu.Jika Anda ingin menambahkan catatan khusus atau melakukan sedikit editing pada hasil screenshot, maka cukup buka file dari Tote dan mulailah untuk melakukan pengeditan. Perubahan yang ada akan tersimpan di Tote secara otomatis. Jadi, Anda pun dapat melakukan proses editing sesuka hati. Dapat Menyimpan Hasil Pemindaian Secara Otomatis Photo: The New York Times Menyimpan hasil pemindaian juga akan lebih mudah menggunakan Tote pada akun Chromebook Anda. File atau data hasil pemindaian ini juga akan muncul pada menu ‘Downloads’. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemindaian dengan menggunakan aplikasi pemindai tertentu. Aplikasi tersebut dapat dihubungkan langsung ke Tote. Secara otomatis, file tersebut akan tersimpan di menu “Downloads”. Download Tanpa Waktu Lama Photo: Freepik.com Tote memang dirancang sebagai fitur Chromebook untuk menjaga file terkini yang pernah dibuka tetap aman dan mudah dicari. Termasuk mencari dan menelusuri data-data pengunduhan file Anda hingga minggu sebelumnya.    Hal itu bisa Anda lakukan dengan klik tanda panah di menu ‘“Download” yang ada di Tote. Panah inilah yang akan mengarahkan Anda pada file yang sudah diunduh sebelumnya dan akan membukanya folder. Kemudian Anda bisa membuka dan mencari file tersebut dengan cara scroll ke bawah. Lalu, dilanjutkan dengan klik kanan dan pilih “Pin to Shelf” untuk ditambahkan ke rak dengan mudah. Kesimpulan Photo: Chrome Unboxed Dari ulasan di atas, dapat dikatakan bahwa fitur Chromebook terbaru ini memiliki keunggulan tersendiri untuk menyimpan file dan data-data penting. Terutama data perusahaan maupun individu. Kemudahan yang ditawarkan akan membuat Anda lebih nyaman menggunakannya dan dapat diandalkan pada saat-saat darurat sekalipun. Kini, Anda bisa menikmatinya dengan berlangganan Chromebook dengan produk terbaik secara resmi melalui EIKON Technology. Dapatkan keuntungan-keuntungan lainnya untuk mendukung kemudahan dalam aktivitas perusahaan Anda jadi lebih baik di era digital. Informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini dan tim kami siap membantu segala kebutuhan Anda dengan pelayanan terbaik dan prima.

Google Cloud

Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google

Cloud IDS (Intrusion Detection System) merupakan sebuah solusi keamanan siber yang dikembangkan oleh Google. Sistem keamanan berfungsi sebagai pendeteksi ancaman terhadap jaringan. Memanfaatkan layanan keamanan ini, segala risiko yang membahayakan keamanan data di dalam cloud pun dapat diminimalisir. Cloud IDS dirancang untuk mudah disiapkan sekaligus diterapkan. Tanpa perlu melalui proses panjang, hanya dengan beberapa klik saja, Anda sudah bisa memanfaatkan layanan keamanan ini. Dalam satu sistem saja, Anda sudah dapat menikmati pengalaman terintegrasi dari Google Cloud sekaligus teknologi deteksi ancaman tercanggih milik Palo Alto Networks. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Cloud IDS, Anda bisa membaca ulasannya berikut ini. Deteksi ancaman jaringan pada cloud-native Cloud IDS pertama kali diperkenalkan pada publik di bulan Juli 2021 lalu. Sistem keamanan tersebut diciptakan sebagai jawaban atas masalah keamanan jaringan, terutama yang muncul pada cloud-native. Cloud-native merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan software yang memanfaatkan komputasi awan (cloud computing) untuk membangun aplikasi. Karakteristik aplikasi yang lahir dari cloud-native adalah modern dan dapat dijalankan dalam lingkungan yang dinamis, baik itu private, public, maupun hybrid clouds. Photo Credit: PxHere Mengingat sifat cloud-native yang dinamis, akan ada banyak sekali celah keamanan yang bisa dimasuki penyusup. Nah, Cloud IDS mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan menawarkan sistem keamanan dengan visibilitas yang luas terhadap traffic yang masuk ke dalam lingkungan cloud. Bukan hanya itu, sistem keamanan ini juga merupakan sebuah solusi end-to-end. Sistem keamanan terus diperbarui mengikuti update dari Palo Alto Neteworks. Dengan begitu, Anda bisa segera tahu saat ada model ancaman baru atau muncul anomali yang mengindikasikan adanya ancaman. Baca juga: “3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise Untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda” Dibangun dengan teknologi deteksi terbaik Photo Credit: Google Cloudo Seperti yang telah disebutkan, Cloud IDS adalah produk kerja sama antara Google dengan Palo Alto Networks. Artinya, saat menggunakan sistem Clouds ID, Anda otomatis menikmati dua layanan sekaligus, infrastrukur cloud tepercaya dari Google sekaligus teknologi deteksi ancaman terbaik dari Palo Alto Networks. Palo Alto Networks sendiri tidak perlu diragukan untuk masalah keamanan siber. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, Amerika Serikat ini memiliki mesin analisis ancaman serta tim riset ekstensif yang terus-menerus memperbarui threat database mereka. Bukan hanya itu, Palo Alto Networks juga memiliki mekanisme deteksi ancaman yang variatif guna mengatasi segala macam ancaman keamanan yang bisa muncul pada jaringan. Mampu mendeteksi ancaman jaringan paling kritis Keunggulan utama dari Clouds IDS adalah visibilitas luas menuju semua traffic yang masuk ke lingkungan cloud Anda. Selain itu, sistem ini juga dapat memantau workloads di Kubernetes Engine (GKE), workloads di Compute Engine (GCE) atau bahkan workloads di kedua infrastruktur tersebut. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mendeteksi ancaman seperti malware, spyware, serangan C2 (command and control), dan ancaman berbasis lainnya. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mendeteksi adanya upaya eksploitasi dan evasi terhadap jaringan serta layers pada aplikasi. Fitur lain yang sangat memudahkan adalah prioritized list. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, ancaman yang masuk akan diurutkan berdasar tingkat keparahannya. Jadi, Anda bisa segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi ancaman jaringan yang paling berbahaya. Photo Credit: Raw Pixel Saat ini, Cloud IDS memang masih dalam status preview. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menjajal sistem keamanannya yang canggih sekarang. Untuk mencoba layanan keamanan ini, Anda cukup mengakses webpage Clouds IDS dan klik opsi “Get started for free”. Sambil menunggu rilis lengkap Clouds IDS, Anda bisa mulai mengaplikasikan infrastruktur cloud milik Google yaitu Google Cloud untuk proses produksi yang lebih dinamis dan praktis. Google Cloud sendiri bisa Anda dapatkan dengan berlangganan melalui authorized partner yang sudah ditunjuk oleh Google. Untuk Anda yang berada di Indonesia bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia, Anda dapat berlangganan Google Cloud secara legal dan cepat. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!

Scroll to Top