EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Docs, Google Workspace

Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs

Sejak dirilis tahun 2006 lalu, Google Docs telah terbukti sebagai platform pengolah kata yang andal. Dalam perkembangannya, Google Docs bahkan tidak sekadar menawarkan fitur untuk mengolah kata, tapi juga menyediakan platform kolaborasi berbasis cloud. Anda bisa membuat sekaligus mengedit dokumen bersama user lain dalam waktu bersamaan, sangat praktis untuk proyek kolaborasi real time. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, Google terus melakukan pengembangan Docs. Mulai dari menambahkan format dokumen yang bisa disunting, hingga menambahkan fitur untuk memudahkan pembuatan dokumen. Salah satu pengembangan terbaru yang bisa Anda coba adalah universal @ menu pada halaman baru Docs. Seperti apa fitur baru Google Docs ini? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal universal @ menu, fitur baru Google Docs Photo Credit: Google Support Fitur Google Docs ini merupakan pengembangan dari integrasi smart chip yang diperkenalkan Google awal tahun 2021 lalu. Smart chip sendiri dirancang sebagai sebuah alat tag untuk menautkan beragam informasi dari aplikasi Workspace lain (seperti Slides dan Sheets) ke file Docs. Mulanya smart chip dibuat untuk menautkan data yang terkait dengan profil user, namun dalam perluasannya alat tag ini juga bisa menautkan file serta events. Perluasan ini memungkinkan user untuk bisa membuat file Docs yang lebih detail tanpa perlu susah payah mengetik ulang. Selain Slides dan Sheets, fitur ini juga bisa menautkan informasi dari Gmail, Workspace, bahkan jadwal pribadi Anda yang tercantum di Google Calendar. Cara menggunakan menu @ universal Untuk menggunakan menu @ universal sangat mudah. Begitu Anda terhubung dengan Docs, pada page kosong Untitled Document akan terdapat tulisan “Type @ to insert”. Setelah Anda mengetik @, sistem secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang bisa disematkan pada file dokumen tersebut seperti alamat email kontak Anda, gambar, hingga dokumen lain. Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik Anda bisa mengetikkan huruf, angka atau simbol terkait. Misalnya Anda ingin menautkan email tim EIKON, maka cukup ketikkan @EIKON. Anda tidak perlu membuka platform Google lain untuk bisa mengaktifkan fitur baru Google Docs ini. Hanya saja, pastikan Anda sudah log in pada akun Google.   Apa saja yang bisa ditautkan? Jika merujuk pada penjelasan Docs Editors Help, Anda bisa menautkan elemen berikut dengan fitur menu @ universal: Smart chips, untuk menampilkan informasi serta rekomendasi tindakan yang berhubungan dengan orang, file, serta events. Elemen-elemen dalam dokumen Anda seperti: Ceklis, daftar angka (numbered lists), dan daftar poin (bulleted lists). Gambar, tabel, dan diagram. Headings dan hyperlinks Optimalkan Google Docs dengan Smart Canvas Photo Credit: Google Cloud Blog Menu @ universal sendiri merupakan bagian dari Smart Canvas, transformasi kolaborasi Google Workspace. Smart Canvas sendiri menghubungkan tiga platform Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Dengan Smart Canvas Anda bisa membuat file yang mengandung elemen-elemen dari ketiga platform tersebut. Selain menu @ universal, Smart Canvas juga menawarkan fitur lain seperti checklists yang bisa digunakan untuk menyusun to-do list. Tidak hanya berhenti di situ, Smart Canvas juga memungkinkan Anda untuk melakukan integrasi dengan Google Meet di dalam Docs, Sheets, dan Slides. Itu dia pembahasan mengenai menu @ universal yang merupakan fitur Google Docs. Fitur ini akan lebih mudah digunakan jika Anda berlangganan Google Workspace. Google Workspace menyediakan aplikasi produktivitas yang akan memudahkan pekerjaan Anda seperti Gmail, Drive, Docs, Calendar, dan Meet. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller & partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams

Merancang kelas online yang interaktif jelas bukan perkara mudah. Selain masalah penyampaian, terkadang tenaga pendidik juga harus dihadapkan dengan beberapa kendala teknis. Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kelas online dilakukan melalui platform atau software yang memang dikhususkan untuk pembelajaran daring (dalam jaringan) seperti Microsoft Teams. Selama ini, Teams lebih dikenal sebagai platform untuk video conferencing. Namun ternyata, platform rilisan Microsoft ini juga memiliki beberapa fitur canggih yang cocok untuk melaksanakan pembelajaran daring. Fitur-fitur tersebut bahkan terus diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan setiap user. Dalam update terbaru Teams, Microsoft tidak lupa menyematkan peningkatan fitur pada segmen mereka yang dikhususkan untuk pendidikan yaitu Microsoft Teams for Education. Anda bisa menemukan update ini pada fitur Assignments Microsoft Teams for Education. Seperti apa fitur baru tersebut dan bagaimana penerapannya untuk kelas online? Simak pembahasannya berikut ini. Pembaruan fitur Assignments Photo Credit: Microsoft Education Blog Fitur Assignments pada Microsoft Teams for Education sendiri dirancang khusus untuk program pemberian tugas. Dengan fitur ini, guru atau dosen bisa memberikan tugas kepada siswa dan kemudian memberikan penilaian. Siswa pun bisa mengumpulkan tugas mereka dan langsung mengetahui nilai mereka melalui fitur ini. Dalam update Teams for Education, Microsoft menyematkan beberapa kemampuan baru untuk meningkatkan performa fitur Assignments ini seperti: Filter tugas sesuai kelas Ada kalanya memantau perkembangan tugas terasa lebih sulit disbanding mengoreksi tugas, terlebih bagi Anda yang mengajar di banyak kelas sekaligus. Agar tidak ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi dan dinilai, Anda bisa memanfaatkan filter tugas (Filter Assignments by Class) di Teams. Dengan mengaktifkan filter ini, Anda bisa mengelompokkan tugas siswa sesuai dengan kelas mereka. Anda tidak perlu takut ada tugas yang terlewat untuk dikoreksi. Progres pengumpulan tugas pun bisa terus dipantau dengan mudah dari waktu ke waktu saat filter ini aktif. Merevisi tugas siswa Untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait materi, ada kalanya pendidik memberikan tugas proyek jangka panjang bagi siswa. Apakah hal ini juga berlaku di kelas online Anda? Jika jawaban Anda iya, maka update terbaru dari fitur Assignments Teams ini tidak boleh dilewatkan. Penilaian untuk tugas proyek jangka panjang tentu berbeda dengan penilaian tugas biasa seperti PR (pekerjaan rumah). Guru biasanya meminta siswa untuk melaporkan perkembangan tugas mereka secara berkala. Untuk keperluan tersebut, Anda bisa memanfaatkan opsi Return. Dengan opsi Return ini, Anda bisa merevisi progress tugas siswa dan kemudian mengembalikannya untuk diperbaiki. Cukup pilih opsi Returns pada tugas tersebut maka siswa akan langsung menerima revisi dari Anda dalam tab “active work” mereka. Cara ini akan memudahkan siswa untuk mengecek progress tugas sekaligus melakukan revisi sesuai arahan guru. Memberikan tugas kelompok Photo Credit: Fox (PxHere) Collaborative learning kini telah menjadi metode belajar yang umum diterapkan, terutama dalam kelas online. Bahkan metode ini diaplikasikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ini karena collaborative learning akan mendorong siswa belajar bekerja sama dan melatih kemampuannya untuk mengemukakan pendapat. Bagi tenaga pendidik, collaborative learning juga amat membantu karena dapat mempercepat proses belajar. Anda bisa mulai menerapkan metode collaborative ini melalui opsi group work pada fitur Assignments Microsoft Teams. Melalui group work Anda bisa memberikan tugas kelompok yang bisa dikerjakan dengan metode collaborative learning. Setelah tugas selesai, siswa bisa langsung mengumpulkannya untuk menerima penilaian. Anda juga bisa melakukan penilaian individu maupun kelompok. Mengelola tugas melalui perangkat mobile Photo Credit: Microsoft Education Blog Salah satu keunggulan kelas online adalah pelaksanaannya yang tidak terbatas di ruang kelas saja. Anda bisa menyelenggarakan kelas di mana pun asal kondisinya memadai. Microsoft memfasilitasi Anda untuk bisa melaksanakan kelas online di mana saja dengan menghadirkan fitur Assignments pada aplikasi Microsoft Teams for Education. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun iOS App Store. Instalasinya pun bisa dilakukan di smartphone maupun tablet. Dengan aplikasi ini Anda bisa mengoreksi, merevisi, hingga menilai tugas siswa di mana pun dan kapan pun! Dengan memanfaatkan Microsoft Teams for Education, kelas online bisa dilakukan dengan optimal dan kendala teknis pun bisa diminimalisir. Untuk memaksimalkan Teams, ada baiknya Anda melakukan integrasi dengan Microsoft 365®. Microsoft 365® menawarkan berbagai aplikasi yang memudahkan pelaksanaan kelas online seperti Word, PowerPoint®, dan Excel®. Dapatkan Microsoft 365® resmi melalui EIKON Technology yang merupakan official partner Microsoft. Klik di sini untuk mencoba free trial Microsoft 365®! 

Info

Mencoba Windows Server 2022, Apa Saja Upgrade yang Ditawarkan?

Windows Server merupakan sistem operasi yang khusus dikembangkan Microsoft Corporation sebagai server atau pusat data. Sejak diperkenalkan pada tahun 2003, sistem operasi ini sudah banyak digunakan sebagai networking server perusahaan besar dunia seperti raksasa manufaktur pesawat Boeing dan juga instansi pendidikan terkenal, MIT (Massachusetts Institute of Technology). Pada bulan Oktober 2021, Microsoft mengumumkan general availability Windows Server 2022. Dalam upgrade terbaru ini tentu ada beberapa fitur tambahan yang bisa Anda nikmati sebagai pengguna. Salah satunya adalah kemampuan kerja yang lebih seamless dengan adanya scenario baru hybrid cloud. Untuk mengetahui apa saja upgrade fitur yang ditawarkan Microsoft dalam Windows Server 2022, simak ulasannya berikut! Sistem keamanan berlapis Photo Credit: ColossusCloud (Pixabay) Keamanan selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih server atau data center. Tanpa sistem keamanan yang baik, server akan rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Padahal, ancaman keamanan server sangat beragam. Ada yang mengancam data dalam server melalui serangan virus, ada juga ancaman berupa pencurian dan sabotase data. Ancaman keamanan pun bisa berupa gangguan terhadap lokasi penyimpanan server seperti kebakaran dan bencana alam. Windows Server 2022 menawarkan keamanan multi-layer bagi para penggunanya. Sebagai layer keamanan pertama, Microsoft meningkatkan keamanan pada core server Server 2022. Selain itu, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur secured connectivity untuk konektivitas jaringan yang lebih aman. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Seperti apa fitur keamanan core server yang ditawarkan Server 2022? Secured-core server menyediakan perangkat keras (hardware), firmware, serta driver bagi pengguna melalui mitra penyedia hardware. Dengan begitu, pengguna server bisa memperkuat sistem mereka, bahkan untuk sistem kritis sekalipun. Tim TI serta teknisi SecOps perusahaan pun akan mudah menerapkan sistem kemanan yang lebih komprehensif. Langkah preventif untuk melindungi data dalam server pun bisa diterapkan pada tiap lapisan, mulai dari hardware, firmware, dan bahkan untuk virtualisasi data server. Keamanan dalam transfer data Selain menawarkan keamanan pada core server, upgrade Windows Server juga meningkatkan keamanan mereka dalam hal transfer data. Dalam rilis terbaru ini Anda bisa menikmati proses enkripsi HTTPS (hypertext transfer protocol secure) yang lebih aman dan cepat. Microsoft juga telah menerapkan enkripsi AES 256 (advanced encryption standard 256 bit) dengan support untuk protokol SMB (server message block) yang telah disesuaikan standar industri, bahkan proses enkripsi ini juga diterapkan untuk melindungi data sensitif pemerintah Amerika Serikat. Dengan kunci bit yang lebih panjang, server akan lebih sulit untuk direta. Skenario hybrid cloud dengan Azure   Photo Credit: Microsoft Azure Upgrade lain yang ditawarkan Windows Server 2022 adalah pendekatan hybrid dan bahkan multicloud . Dalam rilis terbaru , Server telah terintegrasi dengan Azure Arc. Integrasi antar dua platform Microsoft ini memungkinkan Anda untuk bisa melakukan transformasi digital lebih mudah. Bukan hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa fitur peningkatan File Server seperti SMB Compression. Fitur ini mampu meningkatkan kecepatan tranfer data dengan cara kompresi data saat sedang transit melalui jaringan. Untuk memudahkan pengguna, Microsoft juga telah menyediakan Windows Admin Center. Dengan layanan ini, Anda bisa merasakan manajemen server yang canggih dengan dukungan proxy gateway untuk integrasi Azure. Platform yang lebih fleksibel Photo Credit: Rawpixel Bagi Anda yang melakukan upgrade ke Windows Server 2022 dapat merasakan peningkatan skalabilitas. Ini karena Windows Server 2022 telah menerapkan dukungan memori hingga 48 TB dan 2.048 logical cores dengan 64 socket fisik untuk menjalankan aplikasi Tier1. Anda juga bisa menikmati beberapa peningkatan pada kompatibilitas platform aplikasi Windows seperti HostProcess yang bisa digunakan sebagai konfigurasi node serta implementasi kebijakan jaringan yang lebih konsisten menggunakan Calico. Tersedia juga container support khusus Windows Server 2022 dalam komunitas Kubernetes. Bahkan tersedia peningkatan kemampuan baru pada Azure Kubernetes Service (AKS) serta AKS on Azure Stack HCI. Dengan adanya upgrade baru Windows Server 2022 ini, rasanya Windows sulit untuk diabaikan sebagai penyedia server handal. Tertarik untuk menjadikan Windows sebagai data server perusahaan Anda tapi belum menemukan penyedia yang tepat? EIKON Technology solusinya. Sebagai partner resmi Microsoft, EIKON Technology menyediakan akses menuju berbagai platform layanan serta solusi dari Microsoft secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Microsoft office 365, Office 365

Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dari Microsoft Learn

Pernah menemukan SDM atau talent yang sebenarnya memiliki potensi tapi performanya kurang maksimal? Atau mungkin Anda memiliki karyawan yang kurang bisa berbaur dengan rekan kerjanya? Penyebabnya bisa jadi datang dari mereka, namun tidak ada salahnya juga jika Anda mulai mengevaluasi lingkungan kerja perusahaan. Bisa jadi, bukan mereka yang bermasalah, tapi justru lingkungan perusahaanlah yang kurang inklusif terhadap karyawan. Menciptakan ruang kerja yang inklusif memang bukan perkara mudah. Sebab, perusahaan terdiri dari banyak orang dengan background dan cara pandang yang berbeda-beda. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menciptakan lingkungan kerja yang inklusif di perusahaan. Dengan majunya perkembangan zaman, Anda bisa memanfaatkan teknologi sebagai solusi atas permasalahan apa pun, termasuk dalam hal membangun lingkungan kerja yang inklusif. Microsoft mencoba menawarkan solusi dengan meluncurkan Growth and Resilience in Tech toolkit melalui platform Learn. Seperti apa fungsinya? Mengenal Microsoft Learn Photo Credit: Rawpixel Sebelum membahas tentang Growth and Resilience toolkit, mari membahas seputar Microsoft Learn. Platform belajar dari Microsoft ini menawarkan beragam jenis pelatihan, terutama yang berhubungan dengan dunia digital.Istimewanya, platform ini telah terintegrasi dengan LinkedIn, sehingga user Learn bisa langsung mulai mencari kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Selain itu, user juga bisa memilih jenis pelatihan sesuai kebutuhan. Sebagai user, Anda bisa memilih jenis latihan, menerima rekomendasi materi, hingga membuat koleksi modul belajar. Hingga sekarang, Learn memiliki lebih dari 1.000 modul  belajar yang disertai dengan video, laboratorium praktek, serta artikel pendukung, Learn dirancang layaknya sebuah “game” besar. Anda bisa mengumpulkan poin untuk kemudian ditukarkan dengan program pelatihan atau modul belajar. Bagaimana cara mendapatkan poin? Poin bisa didapatkan melalui beragam aktivitas yang Anda lakukan di Microsoft Learn, termasuk belajar dan mengunduh modul. Growth and Resilience in Tech toolkit Photo Credit: Rawpixel Sekarang mari membahas seputar Growth and Resilience in Tech toolkit. Toolkit yang satu ini ditujukan untuk kalangan pemula (beginner) atau pelajar. Namun jika Anda berada di level manajerial dan ingin mendapat insight terkait generasi muda sebagai SDM baru perusahaan, toolkit ini pun layak untuk dicoba. Growth and Resilience in Tech toolkit sendiri dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif di masa mendatang. Bagi para pelajar yang nanti akan terjun ke dunia kerja, toolkit ini bisa dipakai sebagai persiapan. Sedangkan bagi Anda yang datang dari sisi pemberi kerja, toolkit ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan lingkungan kerja baru. Untuk mengikuti learning path ini, Microsoft tidak menerapkan persyaratan apa pun. Pastikan Anda memiliki poin yang cukup untuk ditukarkan dengan kelas (9.500 XP). Kelas bisa disimpan dan dimulai menyesuaikan kesibukan Anda. Prinsip yang diterapkan Mengapa harus memilih Growth and Resilience in Tech toolkit? Modul belajar dalam learning path ini tidak disusun asal-asalan, Microsoft bahkan melakukan riset terlebih dulu agar materi di dalamnya relevan untuk dunia kerja sekarang dan masa yang akan datang. Ada tiga prinsip yang diterapkan dalam Growth and Resilience in Tech toolkit: Mengenali ketidaknyamanan Teknologi sangat dinamis. Tiap detik selalu ada perubahan baru dalam dunia teknologi. Mau tidak mau, Anda terus didorong untuk mempelajari hal baru dan keluar dari zona nyaman. Berawal dari situasi seperti inilah kemudian Growth and Resilience in Tech dibuat, agar Anda bisa cepat beradaptasi terhadap rasa tidak nyaman saat keluar dari zona nyaman. Strategi solusi Pernah mengalami masalah yang seolah tidak ada ujungnya? Tidak tahu harus mulai dari mana untuk menyelesaikannya? Untuk mengatasi situasi semacam ini, Anda perlu meningkatkan kemampuan problem solving untuk merencanakan, menguji, mengevaluasi, dan memperbaiki pekerjaan, baik dalam kelompok maupun individu. Anda bisa belajar lebih dalam mengenai strategi tersebut dalam toolkit ini. Pivot and persist Belajar tentang cara bereaksi terhadap masalah dan pulih dari keterpurukan adalah kemampuan penting untuk diasah, terutama di dunia kerja. Sebab, tidak semua hal bisa Anda kendalikan. Prinsip ini pun telah diterapkan dalan learning path Growth and Resilience. Anda cukup mendaftar pada kelas yang disediakan. Modul yang ditawarkan Photo Credit: Rawpixel Growth and Resilience in Tech menawarkan materi yang cukup kompleks perihal perkembangan dan resiliensi di dunia digital. Total ada 9 modul yang bisa dipelajari dalam Growth and Resilience in Tech yaitu: Cara mengembangkan mindset untuk terus berkembang. Meningkatkan efikasi diri (kepercayaan diri atas kemampuan dalam mengerjakan tugas). Menumbuhkan budaya saling memiliki. Melatih kecerdasan emosional. Memberi dan menerima umpan balik yang efektif. Menumbuhkan fleksibilitas kognitif. Memanfaatkan pengaturan diri untuk bekerja dengan taktis Berkomunikasi dengan orang lain secara strategis melalui mirroring dan coaching. Bekerja dengan orang lain dengan menerapkan active listening. Untuk mempelajari materi seputar Growth and Resilience in Tech toolkit ini, Anda bisa langsung mengakses Microsoft Learn. Meski Microsoft tidak menetapkan persyaratan apa pun untuk mengikuti kelas, namun pembelajaran akan lebih optimal jika Anda menggunakan sistem operasi Windows.   Sebagai official partner Microsoft, EIKON Technology menyediakan berbagai produk serta solusi rilisan Microsoft seperti Microsoft 365 for Business dan juga Microsoft Azure. Semua bisa Anda dapatkan secara legal dan aman melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Appsheet

Kelebihan Aplikasi untuk Report Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja masih menjadi perbincangan di beberapa sektor industri. Sebab, tak jarang kecelakaan kerja ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, namun juga menyangkut keselamatan para pekerja itu sendiri. Khususnya di sektor yang berisiko tinggi seperti konstruksi, pertambangan, dan manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan adanya aplikasi kecelakaan kerja yang baik. Lalu, apa saja manfaat dan kelebihan aplikasi ini? Berikut ulasannya. Memperkuat Proses dan Prosedur Formal dengan Baik Photo: Pexels.com Beberapa perusahaan di bidang konstruksi maupun manufaktur mungkin akan menyadari pentingnya aplikasi kecelakaan kerja setelah hal buruk terjadi. Tentu hal ini merupakan pandangan yang keliru. Ada baiknya pemanfaatan aplikasi untuka kecelakaan kerja digunakan tak hanya setelah terjadinya insiden, tetapi jauh-jauh hari sudah diberlakukan. Dengan begitu, protokol keselamatan kerja dari segi proses dan prosedur formalitasnya dapat berjalan dengan baik. Langkah ini dapat mencegah kejadian yang merugikan nantinya. Dengan menggunakan aplikasi yang tepat, pihak manajemen perusahaan dapat melakukan tindakan yang tepat bila terjadi kecelakaan kerja. Penjadwalan Interview Semakin Mudah dengan Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Pexels.com Dalam investigasi kecelakaan kerja yang terjadi, pihak manajemen tentu memanggil berbagai pihak untuk melakukan wawancara pendalaman kasus. Namun, untuk menjadwalkan hal tersebut terkadang cukup sulit.  Sebagai contoh, aplikasi pelaporan kecelakaan kerja bisa berisi mengenai penjadwalan wawancara lebih lanjut. Pihak manajemen juga dapat melacak siapa saja pihak yang terkait dengan insiden, kapan waktu untuk wawancara, hingga latar belakang dan alasan memilih pihak tersebut.  Khususnya pemanggilan untuk wawancara dengan pihak ketiga seperti penyelidik dari pihak kepolisian dan lainnya. Lebih Mudah dalam Mengumpulkan Bukti Photo: Unsplash.com Ketika terjadi kecelakaan kerja, proses selanjutnya adalah mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk keperluan investigasi. Hal ini karena, semakin banyak data-data yang dikumpulkan oleh pihak manajemen maka akan semakin baik. Khususnya mengenai proses hukum nantinya. Aplikasi kecelakaan kerja ini bisa menjadi platform penting sebagai pusat informasi. Misalnya saja mengenai foto, dokumentasi, transkrip wawancara, dan lain sebagainya. Termasuk pula kejadian-kejadian yang saling berhubungan sebelum dan setelah terjadinya kecelakaan kerja berlangsung. Memasukkan Data Jadi Lebih Mudah dengan  Aplikasi Kecelakaan Kerja Photo: Unsplash.com Terakhir, tak hanya dapat dijadikan sebagai platform untuk mengumpulkan bukti saat terjadi kecelakaan kerja saja, aplikasi ini juga akan memudahkan pengguna dalam memasukkan data penting. Sebagai gambaran, setelah kejadian kecelakaan kerja, administrator harus segera melaporkan kejadian tersebut. Saat menggunakan cara lama, tentu akan memakan waktu dan bisa saja laporan perusahaan tersebut kurang akurat karena masalah waktu memasukkan data. Berbeda halnya dengan menggunakan aplikasi untuk mendeteksi kecelakaan kerja yang mampu melaporkan secara akurat dan mengurangi kesalahan interpretasi. Pada akhirnya, akan mempercepat pula waktu investigasi dengan dukungan bukti-bukti yang kuat seperti disebutkan poin di atas. Penutup Photo: Pexels.com Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi kecelakaan kerja memiliki banyak manfaat. Terutama dalam bidang manufaktur maupun infrastruktur. Di mana dua sektor tersebut memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Namun, dengan aplikasi tersebut setidaknya dapat meminimalisir hal buruk tersebut. Misalnya untuk mengecek hal-hal penting seperti kerusakan mesin dan sebagainya. Dengan mengecek lebih awal, kerusakan kecil dapat ditanggulangi. Termasuk untuk menyimpan bukti-bukti saat terjadi kecelakan kerja sebagai bahan penyelidikan saat dibutuhkan. Kini, membuat aplikasi kecelakaan kerja juga semakin mudah. Contohnya dengan menggunakan Appsheet. Yakni platform yang dapat Anda gunakan untuk membuat aplikasi tanpa coding. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Appsheet dengan lisensi resmi dari Google, Anda bisa hubungi EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google, kami memiliki layanan purna jual yang bisa pengguna dapatkan sesuai kebutuhan.

Appsheet

Tahapan Transformasi Digital untuk Perusahaan Konstruksi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah dengan melakukan transformasi digital, terutama di bidang perusahaan konstruksi yang cukup kompleks. Di mana perusahaan harus menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk memaksimalkan kinerja. Lalu, bagaimana tahapan dan keuntungannya? Berikut ulasannya. Tahapan Transformasi Digital Perusahaan Konstruksi Photo: Pexels.com Tahapan transformasi digital di berbagai perusahaan konstruksi memang berbeda-beda dan memiliki tingkatan tersendiri. Berdasarkan data dari Forrester, pembagian tahapan dan tingkatan ini terbagi atas tiga bagian yakni pemula, menengah, hingga advance. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 47% organisasi perusahaan diklasifikasikan dalam beginner. Yakni yang menggunakan teknologi digital yang masih standard dan masih perlu mengedepankan pengalaman pengguna.  Sementara itu, ada sekitar 39% perusahaan masuk dalam kategori menengah atau intermediate untuk penggunaan transformasi digital ini. Strategi tersebut digunakan untuk mentransformasikan operasional bisnis. Kemudian, di tingkat advance terdapat sekitar 14% perusahaan yang masuk di kategori ini. Itu artinya, perusahaan konstruksi menggunakannya untuk keperluan dasar hingga memperluas pangsa pasar mereka. Berikut beberapa keuntungan yang didapat perusahaan saat menggunakan transformasi digital ini. Tahapan Bagi Pemula Perusahaan yang tidak memiliki koordinasi yang baik dalam hal strategi transformasi digital, dapat dikatakan sebagai perusahaan di tingkat beginner atau pemula. Keuntungan dari perusahaan kelas ini ketika menggunakan transformasi digital dapat mempermudah akses komunikasi maupun koordinasi di berbagai divisi. Di sisi lain juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri. Termasuk dalam hal memasukkan data-data penting perusahaan ke dalam sistem jaringan. Lalu, juga memungkinkan untuk mengurangi biaya pengeluaran. Pada level ini juga dapat menambah pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun mitra perusahaan. Tahapan Transformasi Bagi Menengah Photo: Pexels.com Berikutnya adalah klasifikasi di kelas intermediate atau menengah. Pada klasifikasi ini, transformasi digital secara bersamaan dapat digunakan dalam menerapkan strategi antar organisasi perusahaan. Di tahap ini, manfaat yang didapat dari penggunaan Appsheet misalnya, tak hanya berdampak pada kenyamanan perusahaan saja, tetapi juga pengalaman konsumen lebih baik. Misalnya, perusahaan mengoperasikan berbagai aplikasi mobile yang terkoneksi dengan perangkat dan juga analitik yang lebih mudah. Meskipun begitu, untuk mendapatkan manfaat yang lebih di tingkatan ini perusahaan juga perlu bekerja ekstra dalam mentransformasikan strategi mereka. Tahapan Bagi Kelas Mahir (Advance) Terakhir adalah untuk klasifikasi di tingkat atas atau advance. Biasanya, ini diterapkan pada perusahaan dengan skala besar dan melakukan transformasi hampir secara menyeluruh di berbagai aktivitas. Dengan kata lain telah menerapkan prinsip Internet of Things (IoT). Misalnya saja penggunaan sensor pada bagian-bagian mesin tertentu, menggunakan aplikasi secara massif dalam pelayanan, hingga menggunakannya untuk analitik dalam pembuatan keputusan maupun perencanaan proyek lebih baik. Termasuk pula dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Penutup Photo: Pexels.com Transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor. Termasuk bagi perusahaan konstruksi. Berdasarkan uraian yang sudah dijabarkan di atas, transformasi digital di perusahaan konstruksi setidaknya membuat bisnis di bidang ini selangkah lebih maju dan lebih baik. Mulai dari aspek pengurusan dokumen, pengadaan barang, hingga memantau aktivitas pekerja sehingga kecelakaan kerja pun dapat diminimalisir dengan baik. Adanya platform seperti Appsheet juga mendukung dalam penerapan transformasi digital ini. Untuk penggunaan Appsheet lebih mudah, Anda bisa menggunakan layanan akun premium yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Keunggulan menggunakan Appsheet premium di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, juga ada layanan after sales atau purna jual sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk melihat produk terbaik kami atau hubungi kami di layanan berikut.

Appsheet

Membuat Mobile App dari Geolokasi dan Google Maps dalam 5 Menit

Sejak diluncurkan, Appsheet mendapatkan respon positif dari sebagian besar masyarakat. Dalam hal ini terutama mereka yang menggunakannya untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Saat ini, Appsheet pun juga bisa digunakan dalam membuat mobile App dengan memanfaatkan layanan geolokasi dan Google Maps. Cara membuatnya pun tak memerlukan waktu lama. Pengguna hanya membutuhkan waktu lima menit saja. Keunggulan aplikasi Appsheet pada Geolokasi dan Google Maps memang membantu pengguna. Terutama untuk mengidentifikasi lokasi penting dan bagaimana menavigasi pengguna. Dengan begitu akan menghemat waktu bagi pengguna dalam mencari jalan menuju lokasi lain ke pusat bisnis mereka. Tak hanya menghemat waktu, adanya platform ini juga akan memantau project Anda dapat berjalan sesuai rencana. Lalu, ketika ada kendala segera teratasi dengan baik. Lantas, bagaimana cara membuatnya? Fitur-fitur unggulan apa saja yang bisa pengguna nikmati? Anda bisa simak ulasannya dalam artikel ini hingga akhir. Membuat Aplikasi Geolokasi dan Google Maps dengan Appsheet Photo: Toms Guide Cara membuat Geolokasi dan Google Maps menggunakan Appsheet sangatlah mudah. Terlebih lagi bila Anda memiliki akun Appsheet sebelumnya dan sudah Anda gunakan untuk berbagai keperluan. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut: Klik ‘My Apps’ dan lanjutkan dengan klik ‘Create New Mobile App’ untuk memulai. Jika Anda sebelumnya tidak sign up, maka bisa memulainya dengan klik tombol ‘Start for Free’. Berikutnya, pilihlah sumber daya yang Anda inginkan. Dalam hal ini, Anda bisa memilih Google Sheet. Namun, Anda juga dapat menggunakan data dari platform lain seperti Excel, Dropbox, Office365, SmartSheet, mySQL, dan program lainnya. Kemudian, klik pada data yang akan Anda upload. Setelah Anda memasukkan semua data, platform Appsheet akan memasukkan data secara otomatis saat Anda membuat aplikasi. Saat Anda klik ‘map view’ maka, Anda bisa melihat perbedaan lokasi dengan tanda titik biru. Di mana titik tersebut menjadi lokasi yang akan dikunjungi oleh teknisi di hari itu. Fitur yang Bisa Anda Gunakan Photo: i More Appsheet memiliki ratusan opsi fitur yang memungkinkan para kreator aplikasi mengembangkannya untuk kebutuhan dan kepentingan mereka. Jadi, mereka juga bisa membuat aplikasi terbaik dan mengembangkannya untuk berbagai keperluan bisnis. Begitu pula untuk keperluan perusahaan. Misalnya saja untuk fitur ‘Columns’. Fitur ini merupakan editor aplikasi untuk memilih kolom mana di spreadsheet Anda bagaimana pengguna ingin memfungsikannya. Kemudian, Anda bisa membuat ‘Slices’ data. Fitur ini dapat digunakan dalam banyak cara. Seperti jika Anda ingin karyawan Anda melihat bagian-bagian aplikasi. Atau jika Anda ingin membuat layaknya UX view dengan hanya satu bagian tabel data saja. Penutup Photo: Business Insider Dengan adanya Appsheet, kini Anda dapat melakukan banyak hal dengan lebih mudah. Termasuk membuat aplikasi Appsheet ini dengan menggunakan geolokasi dan Google Maps.  Hal itu sangat membantu untuk menentukan dan penandaan lokasi di berbagai keperluan bisnis dan perusahaan Anda. Membuat Appsheet juga semakin mudah jika Anda menggunakan platform premium dengan lisensi resmi dari Google pusat. Platform ini pun bisa Anda dapatkan di EIKON Technology dengan fitur sesuai dengan kebutuhan. Selain platform yang sesuai dengan kebutuhan, Anda mendapatkan layanan purnajual dan maintenance sesuai dengan promo yang berlaku.  Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk unggulan dari kami, Anda bisa klik di sini. 

Appsheet, Gmail

Integrasi Appsheet dengan Gmail

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, platform Appsheet mendapatkan respon positif bagi para pengguna akun Google Workspace. Pasalnya, platform ini sangat membantu penggunanya dalam mengelola proyek dan hal penting lainnya. Termasuk dalam mengelola akun Gmail mereka. Lalu, apa saja keuntungan dari integrasi Appsheet dengan Gmail ini dan bagaimana mengintegrasikannya? Berikut ulasannya. Sekilas tentang Appsheet Photo: BFA Global Bagi sebagian orang mungkin masih belum mengetahui tentang Appsheet. Terlebih lagi untuk Anda yang baru pertama kali atau awam menggunakannya. Melansir dari laman resmi Google, platform ini merupakan pengembangan untuk membuat aplikasi web maupun seluler tanpa harus memerlukan coding terlebih dahulu. Dengan begitu, pengguna dapat membuat aplikasi dari sumber data dari mana pun. Misalnya saja dari Spreadsheet, Excel, Cloud SQL, maupun Salesforce. Bahkan yang terbaru saat ini juga terintegrasi dengan Gmail.  Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini bersifat dinamis. Keunggulan Integrasi Appsheet dengan Google Workspace Photo: Punto Informatico Bagi pengguna Google Workspace Enterprise Plus, Anda bisa menggunakan fitur-fitur terbaru di Appsheet. Pihak Google mengatakan jika Appsheet Starter dan Core tersedia dalam layanan subscripsi berbayar di semua edisi Google Workspace. Sementara itu, untuk lisensi Appsheet Core tidak terdapat biaya jika pengguna menggunakan Google Workspace Enterprise Plus. Dengan menggunakan layanan Appsheet yang terhubung dengan Gmail, pengguna lebih mudah untuk mengoperasikan Google Workspace tanpa harus meninggalkan atau menutup program penting antara satu akun dengan lainnya. Dengan begitu dapat menghemat waktu dan lebih produktif.  Cara Mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail Photo: Kompas.com Pada dasarnya, untuk mengintegrasikan Appsheet dengan Gmail cukup mudah. Di sini, ada perbedaan cara berdasarkan posisi Anda sebagai pengguna. Yakni admin, pengguna (end user), maupun developer. Cara tersebut antara lain adalah: Jika Anda sebagai admin, Appsheet memerlukan layanan tambahan pada perangkat admin. Di sini, admin dapat menyalakan fitur dynamic emails atau mematikannya untuk organisasi pada perangkat admin tersebut. Apabila Anda ada di posisi end user, dynamic emails akan secara otomatis membuat tampilan Appsheet tersemat pada akun Gmail. Lalu, bagi Anda selaku developer, Appsheet dapat digunakan dengan mengaktifkan fitur tambahan melalui Appsheet editor Penutup Photo: New York Post Dari ulasan di atas, dapat kita lihat dan simpulkan bahwa dengan adanya integrasi Appsheet dengan salah satu layanan Google Workspace seperti Gmail tentu sangat membantu bagi para karyawan maupun individu untuk mengelola proyek dengan mudah, aman, dan nyaman. Anda pun tak perlu kesulitan lagi untuk mencari pesan masuk yang penting,atau menghapusnya setelah proyek selesai.  Kini, Anda bisa menggunakan layanan Appsheet dan Google Workspace premium dengan mendapatkannya di EIKON Technology. Di sini, semua produk dan layanan yang ditawarkan memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda akan mendapatkan layanan after sales sesuai kebutuhan dari produk yang dipilih. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami silakan klik di sini.

Appsheet, Google Docs

Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet

Perkembangan teknologi dalam bisnis membawa perubahan yang sangat signifikan. Tak hanya untuk penjualan saja, tetapi juga untuk melihat pengalaman konsumen dari kurun waktu tertentu. Saat ini, Anda bisa menggunakan berbagai platform seperti Appsheet di Google Docs. Lalu, apa pentingnya keberadaan pengalaman konsumen dan bagaimana mengolahnya menggunakan Appsheet Google Docs? Simak ulasannya berikut ini. Customer Experience sebagai Faktor Kunci Bisnis Photo: Unsplash.com Pengalaman konsumen atau customer experience secara umum bisa diartikan sebagai persepsi konsumen terhadap sebuah brand, produk, dan jasa yang mereka gunakan. Jika pengalaman yang konsumen dapatkan mengarah ke positif, maka bisa dibilang produk atau jasa yang kita tawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Begitu pula sebaliknya, jika mengarah ke hal negatif maka ada yang kurang dengan produk, jasa, atau brand Anda. Di sinilah pentingnya melihat dan menganalisis pengalaman konsumen. Sebab, pengalaman konsumen atau customer experience memiliki tujuan dalam pengembangan bisnis. Misalnya saja meningkatkan loyalitas, meningkatkan kepuasan, hingga memperluas pemasaran dan meningkatkan konversi penjualan. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, melihat pengalaman konsumen merupakan hal penting untuk pengembangan bisnis ke depannya. Cara Membuat Appsheet di Google Docs Photo: Bitrix24 Di era digital, pengalaman konsumen dapat dilihat dan dianalisis dengan mudah dengan berbagai layanan platform digital. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi Appsheet melalui Google Docs. Untuk membuatnya pun tak memerlukan langkah yang sulit. Anda bisa membuatnya di mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet. Langkahnya adalah: Klik “Add Ons”dari Google Doc Anda. Lalu lanjutkan dengan “Get Add-Ons” dan cari fitur “AppSheet”. Install “AppSheet add-on” Anda dan tunggulah beberapa saat hingga terpasang dan bisa digunakan. Jika Google Docs Anda belum siap, tak perlu khawatir karena  AppSheet akan membuat template secara otomatis untuk Anda gunakan. Sehingga, Anda juga lebih mudah melakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya untuk melihat feedback konsumen dari email. Di sini Anda bisa klik tombol “Prepare” di bagian kanan. AppSheet akan memastikan dokumen yang Anda gunakan dengan platform yang ada. Jika ini bisa dilakukan, maka Anda bisa klik “Launch” untuk menggunakan aplikasi. Saat Anda melakukan kustomisasi, nantinya akan ada link untuk Anda download dan dapat dilakukan melalui smartphone. Fitur AppSheet ini tak hanya penting untuk mengevaluasi brand atau bisnis Anda. Di sisi lain juga bisa menjadi data untuk merancang strategi bisnis di masa mendatang. Termasuk dalam melakukan survey kepada konsumen menjadi lebih mudah. Kesimpulan Photo: Unsplash.com Dari ulasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Appsheet di Google Docs memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis maupun perusahaan. Terutama untuk memudahkan dalam menganalisis perilaku sekaligus pengalaman konsumen lebih baik dan lebih cepat dari sebelumnya. Jika dulu melihat pengalaman konsumen menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden, kini cukup dengan mengisi form secara online. Contohnya dengan menggunakan Appsheet Google Docs ini. Dengan begitu, perusahaan selain lebih cepat mendapatkan data juga membuat bisnis lebih efisien. Terutama dari segi biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir. Kini, Anda dapat menggunakan layanan Appsheet dengan Google Docs dari EIKON Technology. Kami menyediakan layanan yang memiliki lisensi dari Google pusat. Sehingga lebih nyaman digunakan dan tingkat keamanan yang terjamin. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Appsheet dari kami, Anda bisa klik di sini. Selain mendapatkan produk terbaik, Anda juga dapat menikmati layanan after sales dan maintenance.

Chromebook

Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome

Tim IT di sebuah perusahaan memiliki peranan yang cukup vital. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan kondisi yang nyaman bagi karyawan dalam hal ini pengguna jaringan internet tetap baik. Oleh karena itulah, tim IT perlu memiliki platform pendukung yang lengkap dan bisa diandalkan seperti Chrome. Chrome maupun Chromebook cukup banyak dipilih oleh perusahaan karena lebih aman, efisien, dan praktis dalam meningkatkan produktivitas. Berikut beberapa tips yang bisa tim IT lakukan dalam membantu karyawan di perusahaan menggunakan Chrome lebih optimal. Menemukan Tab Chrome Lebih Cepat Photo: VideoHive Saat Anda bekerja, sudah menjadi kebiasaan bagi pengguna untuk membuka tab browser dalam jumlah yang cukup banyak. Di sisi lain, cara seperti ini memang cukup kompleks, terutama untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan, Anda harus mengecek tab tersebut satu per satu. Adanya fitur Chrome Tab Groups dan Tab Search akan memudahkan pengguna untuk mencari dan mengatur tab sekaligus. Untuk membuat Tab Groups ini, Anda bisa melakukannya dengan klik kanan dan lanjutkan dengan “Add Tab to New Group”. Lalu, jika ingin mencari dan membuka tab, hanya tinggal klik ikon panah ke bawah pada bagian kanan atas browser dan mulailah untuk mencari tab yang Anda inginkan. Menjelajah Internet Menjadi Semakin Aman Photo: Unsplash Tantangan dalam dunia bisnis dan perusahaan ketika menggunakan jaringan internet adalah keamanan jaringan. Sebab tak jarang kini kejahatan siber bisa menyerang perusahaan melalui jaringan internet yang ada ketika seseorang melakukan browsing. Untungnya, Chrome kini dilengkapi dengan fitur terbaru untuk melindungi data perusahaan dari malware. Fitur tersebut adalah Site Isolation yang dapat mendeteksi ancaman serangan siber dalam waktu 50 kali lebih baik. Shortcut di Address Bar Lebih Mudah Photo: Unsplash Selain memudahkan dalam mengatur tab, fitur Chrome yang dapat digunakan oleh tim IT perusahaan dalam memudahkan pengguna adalah Chrome Actions. Fitur ini memiliki setidaknya 16 layanan yang memudahkan pengguna untuk mendapatkan informasi secara cepat dan mudah serta aman melalui Address Bar. Menariknya lagi, fitur ini uga terintegrasi dengan Google Workspace. Bila ingin menggunakannya, Anda bisa coba dengan mengetikkan dua kata seperti “trigger words” dalam address bar dan klik. Kemudian untuk melihat ‘action’ lainnya bisa dengan ketikkan kata “safety check” atau “new Google Doc” dan sebagainya. Namun, layanan ini masih tersedia dalam bahasa Inggris saja. Browsing Urusan Kerja dan Personal Bisa Terpisah Photo: Unsplash Terkadang seseorang tidak begitu hirau dan bahkan terkesan abai dengan browsing di internet antara untuk hal pribadi dan urusan pekerjaan. Dengan menggunakan Chrome Profiles, nantinya akan memudahkan tim IT maupun pengguna lebih mudah memisahkan informasi ketika melakukan pencarian di internet. Misalnya saja mengenai bookmarks, riwayat pencarian, password untuk login di sebuah akun, maupun setting lainnya. Ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan Anda bekerja di lingkungan yang hybrid. Pengguna  juga bisa mengakses akun dengan browser yang sama secara mudah. Hanya dengan menggunakan klik pada ikon profil atau gambar yang ada di bagian kanan atas browser. Kesimpulan Photo: Unsplash Dari ulasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa keberadaan tim IT di sebuah bisnis dan perusahaan menjadi hal yang sangat penting. Terlebih dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital. Oleh karena itulah, keberadaan mereka juga penting dalam memaksimalkan penggunaan Chrome dalam berbagai kegiatan bisnis setiap saat. Untuk mendukung perkembangan bisnis, Anda dapat menggunakan layanan terbaik dari Chrome seperti Chromebook sesuai kebutuhan. Anda bisa mendapatkannya di vendor Google terpercaya seperti EIKON Technology. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Chrome yang kami tawarkan Anda bisa klik di sini.

Scroll to Top