EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud

Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science

Data science pada dasarnya merupakan suatu proses mengolah data untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. Terkadang, seorang data scientist tidak memiliki lanskap yang jelas mengenai tools yang dapat membantu setiap tahap dalam alur kerja data science. Sebab, kebanyakan data scientist lebih mengandalkan machine learning untuk menjawab permasalahan tersebut. Google melalui Google Cloud menyediakan beberapa produk dan layanan yang dapat membantu Anda untuk memiliki lanskap yang lebih baik dalam hal tools proyek data science. Menariknya lagi, Google Cloud telah membagi-bagi layanan tersebut dalam 6 area utama data science. Seperti apa layanan yang ditawarkan? Photo Credit: Pvergadia (Google Cloud Blog) Data engineering  Salah satu tantangan dalam dunia data science adalah keberadaan data potensial yang sulit untuk diakses. Untuk itulah data engineering terus berkembang, meletakkan fondasi penting untuk sistem hilir, melakukan rekayasa data yang melibatkan pengangkutan, pembentukan, dan pengayaan data. Penyerapan dan pra-pemrosesan data di Google Cloud Bisa dibilang, penyerapan data adalah pemindahan data dari satu lokasi ke lokasi lain. Penyerapan juga berhubungan dengan persiapan proses transformasi dan augmentasi data sebelum dikonsumsi. Tantangan terbesarnya adalah skalabilitas global, throughput tinggi, dan ketahanan data. Google Cloud menyediakan solusi berupa Dataflow, sebuah layanan terkelola Apache Beam. Baca juga: Membangun Industri Manufaktur Berbasis Digital dengan SAP Google Cloud Penyimpanan dan katalogisasi data di Google Cloud Untuk data yang terstruktur, Anda bisa mempertimbangkan gudang data seperti atau BigQuery Cloud Databases. Sedangkan untuk data yang tidak terstruktur, layanan Cloud Storage bisa dipilih. Anda juga mungkin bisa mempertimbangkan data lake untuk katalogisasi data. Google menyediakan Data Catalog untuk pembuatan katalog dan manajemen metadata. Photo Credit: Pvergadia (Google Cloud Blog) Data Analysis  Pada proses data analysis inilah nilai suatu data bisa mulai dikenali. Untuk memudahkan Anda dalam data analysis, berikut jenis layanan yang tersedia: Eksplorasi, pra-pemrosesan, dan wawasan data Eksplorasi data merupakan proses yang sangat berulang, melibatkan pemotongan dan pemilahan dan melalui pra-pemrosesan data sebelum akhirnya didapat wawasan data. Google Cloud menyediakan beberapa layanan untuk melakukan eksplorasi, pra-pemrosesan, dan mengungkap wawasan data. Jika Anda mencari lingkungan data science end-to-end yang berbasis notebook, tersedia Vertex AI Workbench. Ada juga Spark on Google Cloud untuk memproses data terstruktur dalam skala petabyte.  Photo Credit: Peqsels Model development Berikutnya ada model development. Pada tahap ini, machine learning mulai memberikan cara baru untuk mengetahui nilai data Anda. Namun terkadang muncul hambatan seperti overhead infrastruktur atau peralihan konteks. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengandalkan Vertex AI Workbench yang merupakan layanan berbasis Jupyter dan sepenuhnya terkelola, skalabel, serta siap untuk pemakaian lingkungan perusahaan. ML engineering  Photo Credit: Markus Winkler (Pexels) ML engineering diperlukan dalam tahap penggabungan semua aktivitas siklus hidup aplikasi, termasuk di dalamnya adalah pengujian, penerapan, dan pemantauan. Fitur  Managed datasets dan Feature Store yang ada pada layanan Vertex AI menyediakan repositori bersama untuk kumpulan data dan fitur yang telah direkayasa, sehingga dapat menyediakan satu sumber kebenaran untuk data. Keduanya juga mendorong penggunaan Kembali serta kolaborasi dalam tim. Insights activation  Pada tahapan ini, data sudah memiliki nilai dan dapat digunakan dalam proses lain. Adna dapat menggunakan Locker dan Data Studio untuk mengaktifkan kasus penggunaan. Dengan begitu Anda bisa mengamati bagaimana data digunakan untuk memengaruhi keputusan bisnis dengan diagram, laporan, dan peringatan.   Orkestrasi Seluruh layanan dan solusi di atas memang menyediakan pondasi utama dalam data science modern. Meski begitu, layanan dan aplikasi tersebut tentu memerlukan orkestrasi untuk mengelola aliran data dari satu layanan ke layanan lain secara otomatis. Nah, di sinilah kombinasi antara data pipelines, ML pipelines, dan MLOps berperan. Orkestrasi yang efektif akan mengurangi jumlah waktu yang diperlukan saat beralih dari penyerapan data ke penerapan mode. Untuk orkestrasi data pipeline, Anda bisa mengandalkan Cloud Composer dan Cloud Scheduler dari Google Cloud.  Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding Di Bidang Energi Google Cloud tidak hanya memberikan solusi yang mudah diakses, tapi juga komprehensif. Anda bahkan bisa menemukan beberapa layanan dan aplikasi yang dapat membantu penyusunan proyek data science. Jadi tunggu apalagi, segera dapatkan Google Cloud untuk tim Anda melalui EIKON Technology, authorized reseller Google Indonesia. Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Cloud Computing, Google Cloud

Mengenal BigQuery Write API dalam Google Cloud

Google BigQuery Write API resmi diluncurkan tahun 2021 lalu. Write API sendiri merupakan jalur penyerapan data pilihan BigQuery yang menawarkan batching dan streaming dengan performa tinggi dalam satu API terpadu. Apa saja keunggulannya? Mengenal fitur BigQuery Write API Sejak pertama diperkenalkan, BigQuery Write API terus melakukan penyempurnaan untuk meningkatkan performa dan kemampuan. Dengan begitu, pengguna pun lebih mudah menyerap data secara langsung ke BigQuery. Beberapa fitur tersebut di antaranya: Menyerap data langsung ke BigQuery tanpa harus menyusunnya di Google Cloud Storage terlebih dahulu sehingga menyederhanakan alur kerja. Menyalurkan pemrosesan data dan langsung membacanya, memungkinkan Anda membangun aplikasi data dengan latensi rendah dan respons cepat. Menjamin pengiriman tepat satu kali, yang memastikan Anda tidak perlu menulis logika deduplikasi khusus. Mendukung transaksi baris batch-level, memungkinkan percobaan ulang yang aman dan deteksi pembaruan skema. Menyerap data ke BigQuery Ada beberapa cara untuk menyerap data ke dalam penyimpanan terkelola BigQuery. Metode penyerapan spesifik akan tergantung pada workload Anda. Umumnya, disesuaikan untuk tugas pemuatan satu kali dan tugas batch berulang (karena latensi batch tidak menjadi masalah). Anda dapat menggunakan BigQuery Data Transfer Service atau BigQuery Load Jobs. Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan BigQuery Write API. Baca juga: Mengelola BigQuery Lebih Mudah Dengan Resource Charts dan Slot Estimator Photo Credit: Google Cloud Blog Membandingkan BigQuery Write API dengan BigQuery Load Job Sebelum BigQuery Write API diperkenalkan, penyerapan data bisa dilakukan melalui BigQuery Load Job atau Streaming API. Di manakah letak perbedaannya? Jika dibandingkan, ada beberapa perbandingan utama antara BigQuery Write API dengan BigQuery Load Jobs, yakni: Transaksi tingkat aliran: Pada BigQuery Write API, satu aliran hanya dapat dilakukan sekali, memungkinkan Anda melakukan percobaan ulang yang aman. Alur kerja yang lebih sederhana: Dengan menulis langsung ke penyimpanan BigQuery, Anda dapat menghindari mengekspor data ke Google Cloud Storage dan kemudian memuatnya ke BigQuery. Hal ini tidak bisa dilakukan pada BigQuery Load Jobs. SLO: BigQuery Write API memiliki tingkat SLO yang sama dengan BigQuery API lain yang ada seperti Query Jobs dan legacy Streaming API. Membandingkan BigQuery Write API dengan legacy Streaming API Jika poin sebelumnya membandingkan BigQuery Write API dengan BigQuery Load Jobs, kali ini mari simak perbandingannya dengan legacy Streaming API. Beberapa perbandingan yang paling mudah dikenali di antaranya: Menulis idempotency: Streaming API lawas hanya mendukung deduplikasi pada periode waktu yang singkat (urutan beberapa menit). Namun, BigQuery Write API memastikan bahwa satu penambahan hanya dapat terjadi sekali pada offset tertentu pada aliran yang sama, sehingga menjamin idempotency penulisan. Throughput yang lebih tinggi: Write API memiliki kuota default tiga kali lebih banyak (3GB/detik) dibandingkan dengan legacy Streaming API (1GB/detik), menghasilkan throughput yang lebih tinggi dalam proses penyerapan data. Kuota tambahan dapat diberikan berdasarkan permintaan pengguna. Biaya lebih rendah: Biaya Write API per GB 50% lebih hemat dibandingkan dengan Streaming API lawas. Selain itu, karena BigQuery Write API telah mendukung proses batch sekaligus streaming terpadu, Anda tidak perlu lagi menggunakan API terpisah untuk menangani semua workloads dalam skala besar. Batch dan Streaming API terpadu Photo Credit: Piqsels Write API didukung oleh streaming backend baru. Dukungan tersebut membuat Write API dapat menangani throughput yang jauh lebih besar dengan keandalan data lebih baik dari backend lama. Backend baru tersebut merupakan adalah sistem penyimpanan terstruktur berskala exabyte di belakang BigQuery. Sistem tersebut dibuat untuk mendukung pemrosesan berbasis streaming, tepatnya untuk analisis streaming yang skalabel di semua mesin analitis di GCP. Tidak seperti pendahulunya yang dioptimalkan untuk pemrosesan batch mode, streaming backend baru ini memperlakukan streaming sebagai beban kerja kelas satu. Di samping itu, backend ini juga telah mendukung streaming dan pemrosesan real-time dengan tingkat throughput yang tinggi. Baca juga: Jenis Pemrosesan Data Perusahaan Bagi Anda yang memerlukan penyerapan data dengan proses batching dan streaming berperforma tinggi dalam satu API terpadu, BigQuery Write API bisa dijadikan pilihan. BigQuery akan bekerja lebih baik jika berada dalam ekosistem Google. Untuk itu, ada baiknya juga jika Anda menggunakan layanan komputasi awan dari Google saat menggunakanWrite API. Dapatkan layanan cloud yang didukung ekosistem Google lewat Google Cloud. Sekarang, Anda bisa mengelola Google Cloud yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Anda. Tim EIKON Technology yang merupakan authorized reseller Google di Indonesia, siap menyediakannya untuk Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di siniv!

Cloud Computing, Google Cloud

Tips Membangun Sistem Rekomendasi dengan Google Cloud

Tanpa disadari, keseharian manusia saat ini dekat dengan sistem rekomendasi, terutama dalam kehidupan di dunia maya. Bingung menentukan makan malam? Cek rekomendasi. Ingin mendengarkan lagu baru? Lihat rekomendasi dari aplikasi streaming. Ingin mencari produk yang serupa? Marketplace telah menyediakan rekomendasi untuk Anda. Dalam sebuah artikel di website Verge, diketahui bahwa sistem rekomendasi dari tim Google Brain telah memengaruhi dinamika kunjungan ke platform streaming video, YouTube. Lebih dari 70% waktu yang dihabiskan pengguna, ternyata dipengaruhi oleh rekomendasi dari algoritma YouTube. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sekitar 20x lipat dibandingkan tiga tahun lalu. Fakta tersebut membuktikan bahwa rekomendasi kini bukan lagi sekadar menjadi pembeda bagi suatu organisasi, tapi juga menjadi suatu hal yang memang dibutuhkan konsumen dalam keseharian mereka. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai membangun sistem rekomendasi sendiri, Google Cloud menyediakan pendekatan yang patut dicoba. Sistem rekomendasi tersebut terdiri dari Matrix Factorization pada BigQuery Machine Learning (BQML), Recommendations AI, serta Two-Tower built-in algorithm. Bagaimana cara kerjanya? Mulai dengan Matrix Factorization dari BQML Dalam membangun sebuah sistem rekomendasi, collaborative filtering merupakan model dasar. Lalu, mengapa harus menggunakan Matrix Factorization BQML? Ini karena Matrix Factorization sendiri merupakan model yang menerapkan collaborative filtering. Kemudan, BQML memungkinkan Anda untuk dapat membuat sekaligus menjalankan model tersebut dengan SQL standar langsung di gudang data. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning Collaborative filtering dimulai dengan membuat interaction matrix. Dalam matriks ini, pengguna ditulis sebagai baris dan produk sebagai kolom yang ada di kumpulan data Anda. Seringkali, tidak tampak interaksi antara baris dan kolom karena tidak semua pengguna berinteraksi dengan seluruh produk yang Anda. Nah, di sinilah embeddings berperan untuk menghasilkan penyematan bagi pengguna. Dengan begitu, Anda bisa mengelompokkan beberapa produk yang mirip atau sesuai dengan kategori produk yang dicari pengguna. Photo Credit: Google Cloud Blog Melanjutkan dengan Recommendations AI Recommendations AI merupakan sebuah layanan yang terkelola sepenuhnya dan berfungsi untuk membantu organisasi dalam menerapkan sistem rekomendasi skalabel. Layanan ini bekerja dengan menggunakan pendekatan deep learning canggih. Termasuk di dalamnya adalah arsitektur mutakhir seperti two-tower encoders. Photo Credit: Google Cloud Blog Penerapan model deep learning akan meningkatkan konteks dan relevansi rekomendasi. Ini karena model tersebut dapat dengan mudah mengatasi keterbatasan. Recommendations AI membantu Anda memanfaatkan penyajian model deep learning sekaligus menangani MLOps yang diperlukan dalam melayani model ini secara global, tentunya dengan latensi rendah. Model secara otomatis dilatih ulang setiap harinya dan disetel ulang setiap tiga bulan sekali untuk menangkap perubahan perilaku pelanggan, tambahan produk, harga, serta promosi. Sedangkan model baru akan dilatih dengan rutinitas CI/CD yang tangguh guna memvalidasi kelayakan mode tersebut sebelum ditayangkan. Two Tower encoders Dalam membangun suatu sistem rekomendasi Anda harus selalu ingat bahwa tujuan utama yang harus dicapai adalah kemampuan untuk menampilkan kumpulan item yang paling relevan dengan kebutuhan pengguna. Item tersebut kemudian disebut sebagai kandidat dan terkadang disertai dengan informasi seperti judul, deskripsi, bahasa, jumlah tampilan, bahkan klik pada item dari waktu ke waktu. Katakanlah Anda sedang membuat sistem rekomendasi film. Tentu saja, sekarang ini film ada jutaan jumlahnya, begitu pun dengan jumlah penontonnya. Penerapan two-tower encoder akan membantu Anda dalam tahap pemilihan kandidat (retrieval) untuk setiap pengguna dan kemudian menilai, mengurutkan, dan menyajikan daftar akhir yang direkomendasikan kepada pengguna. Simak ilustrasi berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Tahap retrieval menyaring daftar kandidat yang ada dengan melakukan encoding pada kandidat dan pengguna. Dengan begitu, keduanya akan berbagi ruang penyematan yang sama. Ruang penyematan yang baik akan menempatkan kandidat yang mirip satu sama lain lebih dekat dan item yang berbeda saling berjauhan. Setelah basis data pengguna dan penyematan kandidat selesai maka Anda bisa mulai menggunakan metode pencarian terdekat untuk kemudian menghasilkan daftar kandidat akhir yang benar-benar relevan dengan pengguna. Baca juga: Merancang Technical Training Yang Lebih Mudah Diakses dengan Google Cloud Keberadaan sistem rekomendasi tanpa disadari telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Hal ini bisa menjadi peluang yang bagus bagi Anda untuk meningkatkan jumlah penjualan atau mungkin durasi kunjungan pelanggan. Google Cloud menyediakan sistem yang komprehensif dari hulu ke hilir untuk membangun suatu sistem rekomendasi yang efisien. Untuk hasil terbaik, sebaiknya gunakan Google Cloud yang telah dipersonalisasi sesuai kebutuhan Anda. Dapatkan personalized Google Cloud berlisensi hanya di EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Cloud

10 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud

Percepatan transformasi digital berbasis cloud memang membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, tapi di waktu yang bersamaan juga berpotensi memunculkan tantangan. Agar bisa memiliki performa yang optimal, tetap relevan dengan pasar, dan mampu meningkatkan kualitas, perusahaan harus memprioritaskan proses adopsi cloud yang aman, terjamin, dan tentunya mendukung lingkungan teknologi baru tersebut. Pengaturan pra-adopsi cloud Adopsi cloud dalam skala besar oleh perusahaan jelas memerlukan pengaturan sejumlah aktivitas yang signifikan, termasuk di dalamnya adalah: Memikirkan kembali hasil yang didapatkan dari pemanfaatan teknologi baru serta mengatur agar hasil tersebut bisa benar-benar diterapkan dengan mengubah cara merancang, menyampaikan, dan mengelola software di seluruh bagian perusahaan. Melakukan refactoring proses keamanan, kontrol, dan tata kelola risiko guna memastikan bahwa perusahaan tetap berada dalam profil risiko yang sesuai kapasitas serta tetap mematuhi peraturan selama dan setelah transformasi. Menerapkan model organisasi dan operasi baru untuk memberdayakan peningkatan keterampilan dan kemampuan yang lebih mendalam serta mendorong penerapan budaya yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Peran aktif seluruh elemen perusahaan Photo Credit: Piqsels Dari poin-poin di atas bisa disimpulkan bahwa setiap elemen perusahaan memiliki peran signifikan dalam proses transformasi digital berbasis cloud. Peranan kunci tentu tetap dipegang oleh jajaran direksi perusahaan yang bertugas mengawasi dan mendukung manajemen perusahaan dalam proses transformasi. 10 hal yang harus dipertimbangkan sebelum transformasi digital berbasis cloud Dalam melakukan transformasi digital berbasis cloud, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan agar perubahan tersebut memberikan hasil yang diinginkan. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya Anda jadikan pertimbangan saat akan melakukan  tranformasi digital berbasis cloud: Pengaturan pemanfaatan teknologi cloud Sebelum melakukan transformasi berbasis cloud, Anda harus tahu bagaimana penggunaan teknologi cloud diatur dalam perusahaan. Jangan lupa juga untuk memastikan adanya akuntabilitas yang jelas sehingga terdapat kejelasan Tingkat kesesuaian cloud Anda juga harus tahu sejauh mana tingkat kesesuaian teknologi cloud yang diterapkan dengan strategi bisnis perusahaan. Pastikan juga untuk menentukan pendekatan cloud yang sesuai agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan teknis Sebelum mengadopsi teknologi cloud dalam transformasi digital perusahaan Anda, pastikan sudah ada pendekatan teknis dan arsitektur yang jelas untuk penggunaan cloud. Tujuannya adalah agar infrastruktur dan aplikasi yang Anda gunakan terpelihara dengan baik dan tetap dalam keadaan aman. Penilaian keterampilan SDM pun harus benar-benar diperhatikan sebelum mengadopsi teknologi cloud untuk transformasi digital. Ada baiknya Anda melakukan penilaian keterampilan untuk menentukan apa yang sebenarnya diperlukan perusahaan ke depannya. Photo Credit: Piqsels Model operasi Penting halnya untuk memastikan bahwa model operasi yang diterapkan perusahaan benar-benar sesuai dengan teknologi cloud. Framework risiko dan pengendalian Ketahui seperti apa profil risiko perusahaan dan potensi perubahannya di masa mendatang. Anda juga harus bisa memastikan perusahaan tetap berada pada profil risiko yang aman. Fungsi risiko dan audit Mengetahui bagaimana fungsi risiko dan audit independen menyesuaikan pendekatan mereka terkait adopsi cloud oleh perusahaan. Regulator dan otoritas lain Melibatkan regulator dan otoritas lain dalam proses adopsi teknologi cloud agar mereka bisa mengikuti perkembangan strategi organisasi dan rencana migrasi proses bisnis. Prioritas sumber daya Anda harus tahu sumber daya mana saja yang harus diprioritaskan sehingga proses adopsi cloud memungkinkan. Prioritas tersebut juga harus bisa mempertahankan fokus yang memadai dalam mengelola teknologi yang sudah ada lebih dulu. Photo Credit: Piqsels Penyedia cloud Pastikan bahwa teknologi cloud yang Anda adopsi ke perusahaan merupakan serangkaian praktek terbaik dari pihak penyedia cloud. Ada baiknya juga untuk memilih penyedia cloud yang terus meningkatkan dan memperbaiki teknologinya dari pengalaman pelanggan. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Adopsi teknologi cloud dalam transformasi digital jelas bukanlah suatu proses singkat yang langsung terlihat hasilnya. Bahkan saat nanti teknologi tersebut sudah benar-benar tertanam dalam perusahaan Anda, masih terdapat potensi perubahan. Ini karena sifat teknologi cloud yang sangat dinamis. Semoga tips mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan transformasi digital ini bisa membantu Anda. Jika memang tertarik untuk mulai mengadopsi teknologi cloud, layanan Google Cloud bisa jadi permulaan yang baik. Anda bisa mendapatkan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini!

Google Cloud

Merancang Technical Training yang Lebih Mudah Diakses dengan Google Cloud

Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi begitu di dinamis, termasuk dalam hal komputasi awan atau cloud. Para insinyur cloud terus-menerus dihadapkan pada rentetan layanan, produk, dan inovasi teknologi pendukung cloud baru. Hingga penghujung tahun 2021 lalu, Google Cloud sendiri telah merilis ribuan fitur baru dalam ratusan layanan yang mereka miliki. Kombinasi antara teknologi Google dengan rilisan penyedia lainnya akan sangat membantu Anda menyelesaikan tugas berat sekalipun. Meski begitu, tentunya hal tersebut bisa membuat navigasi antar cloud menjadi sangat rumit. Akan sulit bagi insinyur cloud untuk bisa menavigasi, menggunakan cloud, dan  di waktu yang bersamaan, mengikuti dinamika perkembangan lanskap teknologi. Sering kali hal ini menimbulkan kecemasan tersendiri bagi para insinyur cloud. Ada banyak sekali opsi training yang tersedia untuk mengejar ketertinggalan, tapi waktu dan dana yang tersedia sangatlah terbatas. Google Cloud mengadakan kembali technical training untuk para insinyur cloud. Kali ini, training disusun agar lebih informatif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelanggan dan partner Google dari sektor publik. Dengan begitu, Anda bisa mengakses pelatihan dengan mudah dan tentunya tetap sesuai kebutuhan. Materi yang menarik dan sesuai kebutuhan Sekarang ini, memang ada banyak sekali pilihan training umum. Sayangnya, kebanyakan opsi yang ditawarkan masih kurang sesuai dengan teknologi sektor publik. Google Cloud menyusun kurikulum training baru yang memang difokuskan pada teknologi sektor publik. Kurikulum training terbaru dari Google Cloud disusun berdasarkan kasus-kasung penggunaan teknologi sektor publik. Menariknya lagi, materi disampaikan oleh teknisi yang memang memiliki keahlian dalam hal manajemen pelanggan. Meski padat, durasi pelatihan telah disesuaikan dengan kebutuhan para insinyur cloud sehingga bisa diselesaikan dalam waktu yang kurang dari dua jam. Artinya, peserta training bisa langsung menerapkan hasil pembelajaran pada kasus nyata yang sedang mereka hadapi. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud Untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Mudah ditemukan, mudah diikuti Photo Credit: Piqsels Peluang untuk bisa mengikuti training harus selalu terbuka bagi para insinyur cloud, Jika tidak, mereka akan sulit mengikuti dinamika perkembangan teknologi cloud yang sangat cepat berubah. Platform pelatihan dari Google Cloud memastikan bahwa Anda hanya perlu mendaftar satu kali untuk bisa mengakses seluruh materi yang tersedia. Selain itu, sistem juga secara otomatis akan memberitahu Anda mengenai sesi yang akan datang. Jadi, Anda bisa melakukan persiapan dan mengatur jadwal sesuai kebutuhan. Jika memang belum bisa mengikuti satu sesi training, sistem akan memberikan penawaran berulang hingga Anda bisa menemukan jadwal yang cocok. Menarik dan menyenangkan Kebanyakan sesi training diisi oleh wajah-wajah yang lelah dan tidak bersemangat. Jelas para insinyur cloud memiliki kesibukan tinggi sehingga sulit fokus pada materi yang disampaikan, Namun terkadang sering ditemukan juga, penyampaian materi yang begitu kaku dan kurang “mengundang” partisipasi aktif peserta. Technical training dari Google Cloud dirancang sesuai dengan budaya kerja Google yang interaktif. Setiap materi yang tersedia telah dirancang sedemikian rupa sehingga memunculkan pertukaran interaktif antara peserta dan pemateri. Dengan begitu, peserta pun merasa ikut dilibatkan dan bisa mendapatkan inspirasi baru. Merupakan bagian dari komunitas yang lebih besar Photo Credit: Piqsels Belajar bersama atau dari komunitas partner yang sebaya, entah itu dari segi usia maupun pengalaman, merupakan salah satu cara yang efisien untuk mengatasi tantangan dan kompleksitas penerapan teknologi baru. Platform technical training dari Google Cloud telah terhubung dengan komunitas Public Sector Connect yang memungkinkan Anda untuk terkoneksi dengan para insinyur cloud lain dari berbagai belahan dunia. Komunitas ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti “Coffee Hours” setiap minggu dan sesi kerja kolaborasi. Melalui fasilitas tersebut, Anda bisa belajar dari para ahli yang membagikan perjalanan dan pengalaman mereka menghadapi inovasi cloud. Jadi, saat menemukan masalah suatu masalah, Anda bisa langsung menanyakan pada insinyur lain yang sudah lebih dulu menghadapinya. Baca juga: Memperkenalkan Rangkaian Operasi Google Cloud Platform technical training dari Google Cloud dirancang untuk mudah diakses oleh siapa saja dan di mana saja, Selain itu, pelatihan ini juga didesain untuk dapat diikuti tanpa harus memakan waktu lama. Pelatihan tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengakses platform technical training untuk sektor publik dari Google Cloud. Hasil pelatihan akan lebih maksimal jika langsung menerapkannya pada akun Google Cloud milik Anda. Belum menerapkan layanan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda? EIKON Technology menyediakan solusi terbaik Anda. EIKON Technology sendiri merupakan partner resmi untuk distribusi produk-produk Google di Indonesia. Jadi, keaslian produk yang Anda dapatkan melalui EIKON Technology selalu terjamin. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Google Cloud

Do’s dan Don’ts yang Harus Diketahui CSP Sebelum Menerapkan Cloud-Native

Seiring dengan perkembangan teknologi, CSP (communication service providers) atau penyedia layanan komunikasi terus mengoptimalkan jaringan 5G. Situasi tersebut sangat memungkinkan terjadinya adopsi pendekatan cloud-native.   Dalam sebuah penelitian yang dilakukan perusahaan riset IT Gartner, dengan situasi seperti sekarang, di tahun 2025 nanti platform cloud-native akan menjadi fondasi bagi 95% inovasi digital baru. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan setidaknya 40% dibandingkan tahun 2021. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi pendekatan cloud-native pada jaringan, sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan pandangan dari mereka yang sudah terjun lebih dulu. Berikut adalah beberapa saran yang sebaiknya dilakukan CSP sebelum menerapkan cloud-native pada jaringan 5G mereka.  Do: Manfaatkan pendekatan cloud-native untuk menyederhanakan jaringan Saat pertama kali diperkenalkan, jaringan 5G menawarkan pertambahan nilai bagi CSP. Meski begitu, pertama-tama sebaiknya Anda harus memikirkan penyederhanaan jaringan tersebut. Semakin canggih teknologi jaringan, maka semakin kompleks pula sistemnya. Belum lagi, meski saat ini jaringan sudah ada pada level 5G, sifat gelombang masih terpengaruh jaringan tetap. Adopsi pendekatan cloud-native dapat membantu CSP untuk memutus siklus tersebut sekaligus menyederhanakan jaringan telekomunikasi, mulai dari bagaimana jaringan dibangun hingga bagaimana mereka dioperasikan. Don’t: Tidak mengembangkan proses operasional lama pada cloud Ada perbedaan yang signifikan antara migrasi ke cloud dengan mengadopsi pendekatan cloud-native. Saat Anda melakukan migrasi sistem dan aplikasi ke cloud, akan ada kecenderungan untuk membawa proses operasional lama dalam proses tersebut. Di sisi lain, pendekatan cloud-native akan mendorong Anda untuk memikirkan kembali bagaimana suatu aplikasi dibangun dan sebisa mungkin memisahkannya dari operasi lama, terutama yang menghambat kecepatan inovasi. Selain itu, pendekatan cloud-native  biasanya digabungkan dengan metode pengiriman yang gesit, yakni DevOps. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan rekayasa keandalan untuk mengoperasikan data dan API terbuka. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan Dan Keamanan Cloud Deployment Anda Do: Pahami bahwa operator akan terus memiliki dan mengontrol jaringan Saat mempertimbangkan pendekatan cloud-native pada jaringan, pertanyaan mengenai keamanan, privasi, dan kontrol akan selalu muncul. Pertama-tama, Anda perlu ingat bahwa operator sebagai pemilik jaringan akan terus mengelola dan mengontrol jaringan mereka, termasuk data yang berjalan di dalamnya. Kedua, Google Cloud sebagai penyedia cloud-native menjadikan keamanan user sebagai prioritas utama. Sebagai bukti, Google menerapkan prinsip kepercayaan yang mengatur pendekatan terhadap keamanan. Terakhir, jika bekerja sama dengan Google Cloud, CSP bisa memanfaatkan infrastruktur dan investasi secure-by-design yang dirancang Google. Do: Susun skala pada platform data Anda Photo Credit: Rawpixel Pada poin sebelumnya telah dibahas mengenai kontrol. Untuk menjaga keamanan kontrol jaringan maka CSP haru memiliki tata kelola data yang penting. Selain konsolidasi dan normalisasi data, Anda juga harus menetapkan standar kualitas data, kepemilikan data, manajemen siklus hidup, interoperability, dan pertukaran data. Dengan begitu, Anda bisa benar-benar fokus dalam memberikan nilai bisnis melalui 5G, IoT, bahkan penggunaan optimalisasi jaringan yang didorong oleh data dan analitik. Sebagai contoh adalah penggunaan data dan otomatisasi untuk membantu mendeteksi anomali pada jaringan. Jika Anda memilki skala pada platform data maka tahap tersebut bisa dilihat sebagai bagian pertama dari jaringan otonom untuk kemudian dilanjutkan dengan analisis penyebab. Don’t: Terbiasa merancang infrastruktur terpisah untuk workload tervirtualisasi dan terkemas Photo Credit: Rawpixel Meski saat ini ada banyak vendor perangkat lunak yang sedang dalam proses migrasi menuju workload terkemas cloud-native, workload tervirtualisasi akan tetap ada selama beberapa waktu. Di waktu yang sama, status quo penerapan infrastruktur terpisah untuk workload yang tervirtualisasi dan terkemas akan memunculkan kompleksitas yang tidak perlu, membatasi skala, dan menciptakan silo yang tidak bisa dikelola dan tidak berkelanjutan. Solusinya adalah memiliki satu set infrastruktur terkelola dengan Kubernetes yang berjalan di atas serta kemampuan untuk menempatkan sekaligus mengatur CNF, VNF, dan bahkan aplikasi edge dengan mulus. Google Distributed Cloud dibangun dengan kemampuan yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya koeksistensi antara CNF dan VM sehingga silo infrastruktur tidak akan muncul kembali. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud untuk Mudahkan Integrasi Post-Merger Dari sini bisa disimpulkan bahwa CSP memerlukan pendekatan yang lebih modern untuk membangun, mengoperasikan, dan memelihara jaringan. Google Cloud melalui layanan cloud-native bisa menjadi solusi yang efektif untuk permasalahan tersebut. Jika perusahaan Anda menghadapi permasalahan yang sama, Google Cloud layak untuk dipertimbangkan. Terlebih jika Anda menggunakan paket Cloud yang memang dikhususkan untuk memenuhi keperluan perusahaan. Paket Google Cloud tersebut bisa Anda dapatkan secara resmi melalui EIKON Technology, official reseller untuk produk –produk Google. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Cloud

Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda

Bagi sebuah perusahaan yang ingin menggunakan dan mengalihkan data melalui jaringan komputasi awan atau cloud. faktor keamanan dan kecepatan dalam mengakses data menjadi dua hal utama yang perlu diperhatikan. Google Cloud sebagai salah satu platform komputasi awan yang banyak digunakan di perusahaan, memiliki keunggulan tersendiri dalam dua hal tersebut. Terlebih lagi kini terdapat Deployment Google Cloud. Lalu apa saja keunggulan dari fitur tersebut? Dan mengapa sangat penting digunakan pada komputasi awan di perusahaan Anda? Simak ulasannya hingga tuntas di artikel ini. Pentingnya Keamanan Deployment Google Cloud Photo: WHOA.com Mengalihkan beban kerja ke dalam sebuah jaringan cloud menjadi salah satu cara terbaik untuk improvisasi dan memodernisasi infrastruktur keamanan di jaringan komputer. Fondasi keamanan dalam cetak biru Deployment Google Cloud memberikan beberapa manfaat penting bagi perusahaan. Di antaranya adalah sebagai berikut: Membantu meyakinkan dan mengedukasi brand untuk lebih baik dalam penggunaan keamanan Google Cloud. Baik dari segi kemampuan maupun dari segi penerapannya. Deployment Google Cloud mengumpulkan keamanan mendasar pada sumber daya utama. Kemudian, menyediakan opsi referensi dari template yang ditawarkan oleh Google. Platform ini menyediakan pengiriman data secara otomatis, namun tetap memperhatikan aspek keamanan yang utama. Deployment Google Cloud dapat digunakan untuk solusi mengamankan data-data penting yang menjadi fondasi dalam pengoperasian Google Cloud milik perusahaan. Meningkatkan  Kecepatan Deployment Google Cloud Photo: MyData Trust Permasalahan berikutnya selain keamanan, yang menjadi concern utama dari Deployment Google Cloud adalah segi kecepatan akses data. Setting dengan cara manual, terutama dari segi konfigurasi firewall, IAM, logging, hingga backup memiliki faktor-faktor yang cukup kompleks. Tak hanya itu saja, proses manual ini pun cukup lambat. Dengan menggunakan Deployment Google Cloud, permasalahan tersebut perlahan menjadi teratasi. Para pengguna pun bisa melakukan tes terlebih dahulu sebelum mencobanya dan dapat terintegrasi dengan modul dari Terraform. operasional tugas dapat dilakukan secara otomatis. Ini tentu akan menambah kecepatan akses data dan bisa melakukan pengelolaan dan pelacakan data secara mudah.  Melakukan Kustomisasi Google Cloud Photo: PojokKoran.com Manfaat lain ketika Anda menggunakan platform Deployment Google Cloud adalah lebih mudah untuk melakukan kustomisasi data-data penting yang menjadi indikator jaringan komputasi awan di perusahaan. Misalnya saja target audiens, geografi, dan hal-hal unik lainnya yang memberikan pengaruh lebih baik pada perusahaan. Menggunakan Google Cloud menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan data secara mendasar. Selain itu, platform yang disediakan oleh Google Cloud pun lebih mudah untuk dimengerti oleh penggunanya. Dengan begitu, ketika pengguna ingin melakukan kustomisasi dengan berbagai macam indikator, ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Penutup Photo: Career Tool Belt Dari ulasan di atas, kecepatan akses data dan keamanan Deployment Google Cloud menjadi dua hal utama yang menjadi perhatian dalam organisasi maupun perusahaan. Oleh karena itulah ada baiknya Anda untuk memilih produk-produk Google Cloud di tempat terpercaya. Salah satunya adalah di EIKON Technology. Kami menyediakan layanan Google Cloud dengan lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan pula layanan after sales dari teknisi kami untuk kenyamanan Anda dalam menggunakan produk-produk Google dari kami. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan, Anda bisa klik di sini. Selamat mencoba dan rasakan sensasi menggunakan Deployment Google Cloud untuk kenyamanan dan kemudahan serta keamanan data perusahaan Anda.

Google Cloud

Memimpin dengan Google Cloud & Partners untuk Memodernisasi Infrastruktur di Bidang Manufaktur

Industri manufaktur menjadi salah satu bidang yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan bisnis. Khususnya dalam memberikan pemasukan besar terhadap negara. Oleh karena itulah, perusahaan yang bergerak di industri manufaktur harus senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya adalah dengan menggunakan platform Google Cloud Manufacture seperti Google Cloud & Partners. Apa saja keunggulan dan manfaat yang bisa didapatkan? Simak ulasannya di bawah ini. Industri Manufaktur Perlu Menggunakan IT yang Mumpuni Photo: Active System Software Inc Platform seperti Google Cloud Manufacture dan Google Workspace memberikan manfaat cukup besar di industri manufaktur. Hal ini menjadi solusi perencanaan organisasi secara otomatis dan bisa meminimalisir kesalahan yang disebabkan oleh human error.  Bekerja dengan menggunakan Google Cloud di perusahaan manufaktur dapat membantu lebih fokus dalam hal operasional sehari-hari. Misalnya saja membuat pekerjaan lebih cepat selesai dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memproduksi lebih baik. Di sisi lain, menjadi salah satu cara yang digunakan dalam memecahkan sebuah permasalahan perusahaan. Meningkatkan Produktivitas Photo: Wipro.com Manfaat yang berikutnya dari penggunaan Google Cloud Manufacture setidaknya membantu dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan platform digital dalam industri manufaktur akan membuat para karyawan untuk mempelajari hal baru. Misalnya saja dalam penggunaan Augury yang mengombinasikan kecerdasan buatan dengan Internet of Things (IoT). Dengan begitu, perusahaan dapat menghemat biaya untuk perawatan mesin dan sumberdaya yang ada. Bahkan hingga 75% pengeluaran biaya perawatan dapat ditekan ketika industri manufaktur menggunakan fitur kecerdasan buatan dan juga Internet of Things (IoT). Semua data yang menyangkut tentang sumber daya manufaktur akan tersimpan di sebuah platform dan bisa digunakan untuk menganalisis menggunakan algoritma khusus. Akses Sumber Daya dan Data Lebih Mudah Photo: Corporate Finance Institute Ketika perusahaan mengerjakan sebuah proyek tertentu, dibutuhkan sumber daya ekstra baik itu sumber daya manusia maupun infrastrukturnya. Untuk memudahkan Anda mengakses sumber daya infrastruktur, salah satunya adalah dengan menggunakan platform SentriLock terutama bagi industri manufaktur yang bergerak di bidang real estate.  Dengan menggunakan SentriLock, Anda akan lebih mudah dalam menentukan proyek menggunakan Google Cloud Projects. Termasuk menggunakan konfigurasi VPN, Subnets, VPN dan VPN Peering untuk mengalokasikan ‘Infrastructure as Code’  dalam Google Cloud. Keunggulan SentriLock ini juga mudah untuk dimodernisasi, sehingga pengguna dapat mengakses berbagai sumber daya kebutuhan dengan cepat, aman, dan mudah. Mengakomodasikan Shift Lebih Mudah Photo: Advance Technology Service Industri yang bergerak di bidang manufaktur terkadang memerlukan jam kerja ekstra dan berbeda dari industri lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem shift bagi para karyawannya. Di sini, platform Google Cloud Manufacture yang bisa digunakan misalnya Origami yang dapat meminimalisir terjadinya bottleneck sebuah perusahaan atau ketidakmampuan dalam manajemen karyawan. Origami ini dapat diandalkan dalam memantau dan mengkoordinasikan pembagian shift antar karyawan. Para supervisor pun lebih mudah melakukan pengawasan secara penuh melalui Google Workspace yang dapat dipantau secara remote. Baik itu melalui email maupun platform komunikasi lainnya. Menciptakan Peluang Baru Photo: Siemens PLM  Manfaat terakhir dalam memimpin perusahaan dengan Google Cloud Manufacture adalah menguntungkan perusahaan untuk menciptakan peluang-peluang baru. Hal ini karena semua pekerjaan dapat dilakukan melalui proses otomatisasi. Dengan begitu, Anda pun dapat memimpin dan melihat perkembangan manufaktur secara mudah. Selain itu, Anda bisa menemukan peluang baru seperti bagaimana cara memasarkan produk-produk manufaktur yang efektif dengan biaya yang dapat ditekan dan mendapatkan keuntungan yang besar. Apabila Anda memanfaatkannya lebih baik, bukan tidak mungkin nantinya akan mendapatkan investor baru, karena mereka menganggap perusahaan lebih terpercaya dengan pengelolaan yang tepat. Setidaknya, itulah beberapa keunggulan Google Cloud Manufacture yang bisa Anda gunakan dalam memimpin perusahaan maupun memodernisasi infrastruktur yang dimiliki. Anda bisa menggunakan platform Google Cloud yang bisa Anda dapatkan di vendor resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang ditawarkan, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Cloud

5 Metrik Utama Mengukur Dampak Cloud FinOps di Organisasi Anda pada Tahun 2022

Metrik sangat diperlukan bagi sebuah tim IT perusahaan dalam mengukur sejauh mana efektifitas perangkat yang digunakan. Salah satunya adalah Cloud FinOps. Untuk mengukur dampak penggunaan dari Cloud FinOps pada sebuah organisasi melalui platform Google Cloud, di sini yang paling utama bagi tim IT perusahaan adalah dengan menetapkan nilai dasar pengukuran itu sendiri.  Di sini, beberapa aspek yang paling penting adalah bagaimana komponen baik hardware maupun software IT tersebut dijalankan. Kemudian, memiliki Key Performance Index (KPI) yang jelas untuk mengukur keberhasilan. Untuk tipe organisasi di sebuah perusahaan menghitung metrik dapat berfokus pada biaya yang dikeluarkan dan apa saja yang mereka dapatkan dari biaya yang dikeluarkan tersebut untuk kebutuhan IT perusahaan. Bentuk Pengukuran Metrik Photo: Opsani Menyambung dari ulasan singkat di atas, maka dalam mengukur dampak Cloud FinOps ini ada lima metrik utama sebagai berikut. Metrik Perhitungan Biaya Metrik yang pertama adalah menghitung biaya pengeluaran untuk IT support. Optimasi biaya menjadi kunci penting jika perusahaan ingin meningkatkan traffic yang cukup tinggi. Menghitung metrik perhitungan biaya ini, biasanya ada dua tipe yang sering digunakan. Pertama, melihat pada sumber daya yang berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Kedua, adalah dengan melibatkan sumber daya yang tak diperlukan. Pada Cloud FinOps, Anda bisa menggunakan metrik yang terhubung dengan Recommendation Hub. Di mana fitur tersebut dapat melihat tools mana yang bisa dipilih sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan membantu optimalisasi. Dengan mengetahui rekomendasi tersebut, setidaknya tim IT perusahaan dapat memperkirakan biaya  yang dikeluarkan nantinya. Metrik Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan juga tak kalah penting dalam memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk operasional Cloud yang digunakan. Perencanaan keuangan untuk kebutuhan Google Cloud harus dilakukan secara berkala. Setidaknya dalam waktu satu bulan. Tak hanya melihat perencanaan saja, fungsi dari metrik ini juga bisa digunakan sebagai bahan untuk evaluasi mengenai penggunaan tools dan platform IT yang digunakan. Sebab, dalam cloud computing memiliki variabel yang berbeda-beda. Metrik Akselerator Photo: Brink News Selanjutnya adalah metrik akselerator. Metrik ini biasanya digunakan untuk melihat penggunaan FinOps guna mendapatkan keuntungan yang optimal. Adanya metrik Tools & Accelerators ini memungkinkan pengguna untuk melihat mana saja platform yang dapat diotomatisasi dan dapat mengurangi biaya pengeluaran. Dalam melihat metrik akselerator, Recommendation Hub menjadi pilihan tepat. Khususnya bila Anda menggunakan tools unggulan seperti Google Cloud Console. Tak hanya itu saja, untuk mendukung kelancaran perusahaan Anda bisa menggunakan tools yang terintegrasi dengan API. Metrik Akuntabilitas Cloud FinOps dapat pula Anda gunakan untuk mengukur metrik akuntabilitas penggunaan Google Cloud. Tujuan dari metrik ini adalah untuk membantu akselerasi finansial bagi sebuah organisasi perusahaan. Oleh karena itu, Google Cloud menyarankan para penggunanya untuk mengadopsi Cloud Enablement % sebagai standar metrik dari pilar akuntabilitas dan memudahkan tim IT maupun para petinggi perusahaan dalam membaca data. Sebab, tanpa adanya pengetahuan yang cukup maka proses perhitungan metrik menggunakan Cloud FinOps cukup sulit dilakukan. Misalnya saja menggunakan metode prinsip Pareto 80/20. Atau dengan menggunakan FinOps Foundation untuk lebih baik dalam mengetahui proses penggunaan metrik akuntabilitas. Metrik Pengukuran dan Realisasi Terakhir adalah metrik pengukuran dan realisasi. Untuk melakukannya, Anda perlu melakukan proses penandaan sebuah produk dan platform. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan proses audit. Secara umum, dalam perhitungan metrik ini ada tiga tipe pada sumber daya cloud. Pertama, tandai bagian penting seperti komputer, database, dan media penyimpanan. Kedua, Anda juga perlu untuk menandai sumber daya lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis perusahaan. Ketiga, menggunakan metode alokasi P&L secara tradisional apabila proses penandaan secara otomatis tidak bisa dilakukan. Penutup Photo: Khyber Academy Setidaknya itulah lima jenis metrik utama dalam mengukur dampak Cloud FinOps di Google Cloud pada organisasi Anda. Jika Anda ingin menggunakan layanan Google Cloud premium sesuai kebutuhan, sebaiknya pilih vendor yang sudah terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang memiliki lisensi resmi dari Google pusat dalam menjual berbagai macam platform bagi para pengguna di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di sini. Selain mendapatkan produk berkualitas, juga ada layanan after sales yang ditawarkan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna. Selamat mencoba!

Google Cloud, Info

3 Alasan untuk Melakukan Peering Aplikasi SAP dengan Google Cloud Services

Akhir-akhir ini, RISE with SAP menjadi solusi yang efisien bagi para pengguna SAP yang mencari jalur cloud tercepat, sederhana, dan tentunya lebih terjangkau. RISE with SAP sendiri merupakan penawaran berbasis subscriptions yang biasanya mencakup sejumlah aplikasi yang terkelola sepenuhnya, termasuk SAP S/4HANA Cloud dan elemen SAP Business Technology Platform. Sebagai partner RISE with SAP, Google Cloud bekerja sama dengan SAP untuk memastikan konektivitas yang aman, handal, dan memiliki performa tinggi antara aplikasi SAP yang Anda pakai dengan layanan Google Cloud lainnya. Untuk mewujudkannya, Google Cloud fokus pada kemampuan VPC network peering. Simak ulasan berikut untuk mempelajari lebih lanjut mengapa sebaiknya melakukan VPC network peering aplikasi SAP Anda melalui Google Cloud services.   VPC network peering merupakan tautan penting aplikasi SAP Photo Credit: Google Cloud Blog Ketika SAP mengimplementasi aplikasi Anda yang dikelola dengan RISE with SAP di Google Cloud, SAP juga menyediakan sebuah VPC atau virtual private cloud untuk lingkungan SAP tersebut. VPC sendiri berarti sebuah jaringan yang telah tervirtualisasi dan menyediakan fungsionalitas, performa, dan manfaat keamanan yang sama dengan jaringan fisik khusus. Menggunakan VPC network peering untuk menghubungkan lingkungan SAP terkelola milk Anda dengan aplikasi dan Google Cloud services, memberikan tiga manfaat utama: Latensi jaringan Traffic yang tetap berada dalam jaringan Google bisa menikmati latensi yang lebih rendah daripada konektivitas dengan alamat eksternal. Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite? Keamanan jaringan Pemilik layanan tidak perlu mengekspos layanan mereka kepada publik dan VPC network peering juga mendukung bantuan untuk menangani risiko terkait. Biaya jaringan Jaringan yang melalui proses peering bisa menggunakan IP internal untuk berkomunikasi. Ini jauh lebih hemat dibandingkan jika Anda menggunakan bandwidth dari IP eksternal. Harga jaringan regular pun berlaku untuk seluruh traffic. Memperkuat struktur keamanan SAP Photo Credit: Dan Nelson (Pixabay) Meski klaim utama VPC network peering adalah untuk memastikan konektivitas tanpa batas antara aplikasi yang dikelola SAP dengan lingkungan Google Cloud lainnya, namun dalam temuan terbaru justru ditemukan hal lain. VPC network peering telah terbukti mampu membantu pengguna mendapatkan kontrol yang lebih besar atas keamanan lingkungan cloud mereka yang mencakup: Menerapkan kemampuan keamanan jaringan tambahan seperti firewall tingkat tinggi, deteksi awal intrusi, hingga inspeksi paket jaringan yang melampaui langkah-langkah keamanan SAP standar. Integrasi dengan Google Cloud Interconnect untuk menautkan lingkungan lokal dan Google Cloud, termasuk RISE dengan aplikasi terkelola SAP, memungkinkan Anda untuk tidak harus mengirimkan traffic ke internet publik. Meningkatkan nilai aplikasi SAP Anda Jika perusahaan Anda sudah melakukan konfigurasi VPC network peering, segalanya akan menjadi lebih praktis. Selain dua manfaat yang telah disebutkan, Google Cloud juga menawarkan banyak cara agar Anda bisa melengkapi dan bahkan meningkatkan nilai aplikasi SAP, yaitu dengan cara: Menggunakan Google BigQuery untuk menggabungkan dan memperkaya data aplikasi terkelola SAP. Mengandalkan kemampuan Google AI/ML untuk mempertajam analitis prediktif dan memberikan opsi pengambilan keputusan secara real-time. Memanfaatkan Google Kubernetes Engine untuk memulai upaya pengembangan aplikasi cloud-native Anda sendiri. Dengan melakukan VPC network peering pada aplikasi terkelola SAP milik Anda menggunakan Google Cloud maka konektivitas pun menjadi semakin luas dan lebih mudah dikelola. Selain itu, layanan ini juga menawarkan peningkatan keamanan terbaik yang melindungi Anda dari berbagai macam ancaman bahaya. Untuk memastikan agar proses VPC network peering berjalan lancar tanpa hambatan, gunakan hanya Google Cloud yang berlisensi asli. Di Indonesia sendiri, Anda bisa mendapatkan produk Google yang asli melalui official partner yang telah mereka tunjuk seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk konsultasi langsung dengan tim EIKON Technology mengenai Google Cloud services untuk aplikasi SAP.

Scroll to Top