EIKON Technology

Google Docs

Google Docs, Google Workspace

Sinkronisasi Offline Tersedia untuk Dokumen Microsoft Office, Bagaimana Cara Kerjanya?

 Pada tahun 2019 lalu, Google Workspace mengumumkan fitur penyuntingan Office untuk mempermudah pengguna bekerja dengan file dokumen dari Microsoft Office, baik di Google Docs, Spreadsheet, maupun Slide. Kini di tahun 2022 ini Google Workspace meluncurkan fitur yang lebih baik sehingga memungkinkan Anda untuk bisa bekerja di mana saja dengan Google Docs, Spreadsheet, dan Slide dalam mode offline. Mulai hari ini, Anda dapat bekerja secara offline dengan file Microsoft Office melalui desktop. Bagaimana cara mengaktifkan sinkronisasi offline tersebut? Sinkronisasi offline untuk dokumen Microsoft Office Fitur baru ini menghadirkan manfaat kolaborasi Google Workspace pada file Microsoft Office Anda. Saat perangkat offline, kini Anda bisa tetap menyunting, berkomentar, dan berkolaborasi di file Office menggunakan Docs, Spreadsheet, dan Slide. Setiap perubahan yang dibuat pada file saat offline akan disinkronkan ke Drive secara otomatis setelah Anda terhubung kembali. Baca juga: Kenapa Microsoft Office 365 Lebih Baik dari Microsoft Office Biasa Pengaturan fitur dari administrator Photo Credit: DCStudio (Freepik) Perubahan ini hanya berlaku untuk file yang telah dibuka dalam mode pengeditan Office. Untuk administrator, akses offline diizinkan secara default. Untuk menyiapkan akses offline ke editor Google Docs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Opsi 1: Izinkan pengguna mengaktifkan akses offline Metode termudah untuk mengizinkan akses offline adalah dengan mengaktifkan akses offline untuk seluruh pengguna melalui cara berikut: Masuk ke konsol Google Admin. Dari halaman beranda konsol Admin, buka Apps Google Workspace Drive and Docs. Klik Features and Applications. Di sebelah opsi Offline, pilih “Allow users to enable offline access” (disarankan). File terbaru akan disinkronkan dan disimpan di komputer pengguna dan komputer yang telah diberi akses. Beri tahu pengguna Anda cara menyinkronkan file untuk penggunaan offline. Opsi 2: Gunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline dari komputer Sebagai administrator, Anda dapat menggunakan kebijakan untuk mengontrol akses offline ke Docs, Spreadsheet, dan Slide di komputer yang menjalankan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Opsi ini mengharuskan Anda untuk mendorong kebijakan terkelola ke setiap komputer. Jika Anda memilih opsi ini sebelum menyiapkan kebijakan, pengguna akan kehilangan kapabilitas ini jika mereka sudah memiliki akses sebelumnya. Setelah Anda memilih opsi ini, pengguna dapat mengaktifkan akses offline hanya jika kebijakan terkelola diinstal di komputer mereka. Namun perlu diingat, opsi ini tidak tersedia untuk perangkat ChromeOS atau perangkat seluler (ponsel dan tablet). Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Pengaturan fitur untuk end user Sebelum mengaktifkan akses offline, Anda harus terhubung ke internet dan menggunakan browser Google Chrome atau Microsoft Edge. Selain itu, jangan gunakan penjelajahan pribadi. Pastikan Anda memasang dan mengaktifkan ekstensi Chrome Offline Google Documents. Anda juga harus memiliki cukup ruang yang tersedia di perangkat untuk bisa menyimpan file. Ketersediaan fitur Photo Credit: DCStudio (Freepik) Fitur baru ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, serta pelanggan G Suite Basic dan G Suite lama. Selain itu, fitur juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Peluncuran akan dilakukan secara bertahap baik untuk domain rilis cepat sekaligus rilis terjadwal mulai tanggal 27 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Sebagai platform produktivitas kolaboratif, Google Workspace menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang terus ditingkatkan. Platform ini juga menyediakan paket berlangganan untuk penggunaan skala besar, seperti perusahaan dan instansi. EIKON Technology, authorized partner Google menyediakan paket berlangganan Workspace untuk penggunaan skala besar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.  

Google Docs, Google Workspace

Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Docs

Selama masa pandemi dan kebijakan WFH (work from home) berlaku, kebutuhan akan platform dan aplikasi produktivitas yang menyediakan sistem kolaborasi meningkat. Sebab, tanpanya, pekerjaan akan sulit untuk dilakukan dari jarak jauh (remote). Para raksasa teknologi pun berlomba untuk menghadirkan platform kolaborasi. Bagi yang sudah menyediakan—seperti Google—terus melakukan perbaikan dan update untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Google sendiri sebenarnya sudah memiliki platform produktivitas kolaboratif bernama Workspace. Dalam platform tersebut Anda bisa menemukan berbagai aplikasi produktivitas yang dapat menunjang kolaborasi secara remote, salah satunya Google Docs. Google Docs dapat digunakan bersamaan oleh beberapa user sekaligus meski mereka terpisah jarak. Otomatis di masa pandemi, aplikasi ini menjadi laris-manis. Tak ingin mengecewakan para pelanggan, Google pun terus melakukan pengembangan terhadap Docs. Paling baru adalah fitur penambahan template tabel dan juga dropdown chips yang akan memudahkan Anda melakukan kolaborasi. Seperti apa cara kerjanya? Dropdown chips Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Dalam update yang diumumkan melalui blog resmi Google Workspace, diketahui bahwa Docs kini punya dua fitur baru, yaitu template tabel serta dropdown chips. Fitur dropdown chips dapat digunakan untuk menunjukkan status dokumen atau berbagai pencapaian proyek yang diuraikan dalam dokumen Anda dengan mudah dan cepat. Tersedia dua pilihan default dropdowns, yaitu: Project Status (Status Proyek). Opsi ini mencakup pilihan untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “Blocked”, “In Progress”, dan “Complete”. Katakanlah Anda ingin menyampaikan bahwa dokumen terkait telah selesai dikerjakan, maka bisa memilih opsi “Complete”. Review Status (Status Peninjauan). Opsi ini mencakup untuk menampilkan informasi: “Not Started”, “In Progress”, “Under Review”, dan “Approverd”. Misalnya Anda diberi tanggung jawab sebagai editor dan masih perlu menyunting dokumen yang ditugaskan, bisa menambahkan status “Under Review” pada dokumen tersebut menggunakan dropdown chips Menariknya lagi, Anda juga bisa menambahkan status custom sesuai kebutuhan pada fitur dropdown chips ini. Google juga menyediakan beberapa pilihan warna yang bisa Anda pilih sesuka hati. Jadi, Anda pun bisa menampilkan status suatu dokumen di Google Docs tanpa harus melalui langkah-langkah yang rumit. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Template tabel Selain fitur dropdown chips, pada update terbaru Google Docs Anda juga bisa menemukan fitur template tabel. Lewat fitur ini pengguna dapat menyisipkan building block yang umum digunakan saat penyusunan alur kerja seperti: Pelacak konten dalam dokumen Aset proyek Pelacak ulasan Peta perjalanan produk Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Kolom yang ada dalam template tabel juga menyertakan contoh baris konten untuk membantu Anda mengenai cara penggunaannya dengan jelas dan mudah dipahami. Selain itu, kolom yang tersedia juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Ketersediaan Baik fitur dropdown chips maupun template tabel dari Google Docs ini akan tersedia untuk seluruh end user Google Workspace. Bahkan, Anda yang tergabung dalam paket berlangganan G Suite Basic dan G Suite Business lama juga masih bisa menikmati layanan baru ini secara default. Tidak berlangganan paket Google Workspace? Tidak perlu khawatir karena kedua fitur Google Docs ini juga bisa digunakan oleh pengguna dengan Google Accounts personal. Fitur dropdown chips akan disebarkan baik melalui domain rapid release maupun scheduled release. Update akan muncul secara otomatis mulai dari tanggal 2 Mei 2022 dan akan terus berjalan hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk fitur template tabel, domain rapid release dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Untuk domain scheduled release hadir pada tanggal 9 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Visibilitas terhadap keseluruhan fitur juga bisa dirasakan di tanggal yang sama. Mulai menggunakan fitur dropdown chips dan template tabel Photo Credit: Google Workspace Updates Blog Untuk bisa menggunakan kedua fitur baru dari Google Docs ini sangat mudah. Anda bahkan tidak perlu meminta bantuan kepada pihak administrator. Sebab, keduanya tersedia di Google Accounts personal end user. Selain itu, Google Docs juga tidak menyediakan admin control untuk fitur ini. Sebab, fitur baru ini cenderung personal dan dibuat agar bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Bagi end user, fitur baru ini tersedia secara default. Anda dapat memasukkan dropdown chips pada dokumen dengan klik menu Insert > Dropdown. Sedangkan untuk menyisipkan template tabel, pilih opsi Insert > Table > Table. Baca juga: Pembaruan Google Docs: Lebih Cepat Temukan Fitur yang Sering Digunakan Fitur baru ini berjalan di aplikasi Google Docs. Namun jika Anda memiliki tugas kerja yang kompleks, Docs saja akan kurang lengkap. Tidak perlu khawatir, dengan Google Workspace Anda bisa menemukan beberapa aplikasi produktivitas yang saling terintegrasi seperti Docs, Gmail, Sheets, hingga Slides. Tentu saja semuanya cocok untuk digunakan kerja remote. Untuk penggunaan skala besar Anda bisa berlangganan Google Workspace for Business. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan produk Google Workspace, tapi juga menawarkan konsultasi perencanaan hingga pasca-implementasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides!

Sebelumnya, untuk join Google Meet pengguna harus membuka link atau mengetikkan kode meeting. Namun kini Anda bisa bergabung dan bahkan memulai meeting tanpa harus membuka aplikasi Google Meet. Seperti apa detailnya? Integrasi Google Meet dengan Docs, Sheets, dan Slides Pada akhir bulan Maret 2022 lalu, Google memperkenalkan Meet versi built-in yang akan terpasang pada aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Meet versi built-in tersebut berbentuk sebuah icon yang akan langsung menghubungkan pengguna ke meeting. Dengan begitu, Anda bisa berkolaborasi saat melakukan meeting atau video conference secara real-time tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Fitur ini akan rilis melalui dua tahapan yaitu rapid release domains serta scheduled release domains. Untuk rapid release domains dimulai sejak tanggal 12 April 2022 hingga 15 hari ke depan (kemungkinan lebih lama lagi). Sedangkan untuk scheduled release domains dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk masalah ketersediaan, fitur join Google Meet dalam Docs, Sheets, dan Slides ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Cara join Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui PC, buka sebuah file dengan Docs. Selain Docs, tutorial ini juga berlaku untuk Sheets dan Slides. Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya. Di bagian atas file klik icon Meet. Sistem akan menampilkan 2 pilihan: Untuk join Google Meet yang sudah dijadwalkan, klik meeting yang ingin Anda ikuti Untuk join Google Meet dengan kode meeting, klik “Use a meeting code” dan masukkan kode. Jika ingin memasukkan panggilan ke dalam Docs, Sheets atau Slides, klik “Join the call”. Nanti meeting akan ditampilkan di panel samping file yang sedang dibuka. Namun jika Anda ingin menampilkan file pada panggilan, klik “Share screen”, kemudian pilih tab yang berisi file dan “Share”. Untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” di bagian kanan bawah. Cara memulai Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Langkah-langkah yang harus dilakukan masih sama dengan tutorial sebelumnya. Namun kini Anda memilih opsi “Start a new meeting”. Undang orang lain ke rapat Anda dengan klik “Copy” dan pilih “Share the meeting link”. Untuk menampilkan dokumen Anda, klik “Share screen” dan kemudian pilih tab yang berisi file, klik “Share”. Sedangkan untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” yang ada di bagian kanan bawah. Untuk keluar dari rapat video, di kanan bawah, klik “Leave call”. Fitur Picture-in-Picture Photo Credit: Google Workspace Updates Selain built-in Google Meet, user juga bisa menikmati fitur Picture-in-Pictue (PiP) serta in-call reaction. Dengan fitur PiP, Anda bisa menampilkan hingga 8 video tile dalam format grid. Menariknya lagi, PiP ini juga bisa dimunculkan pada panel sebelah kanan file yang sedang Anda kerjakan. Sedangkan untuk fitur in-call reaction juga akan meluncur di bulan April ini. Enam emoji akan hadir di bagian yang biasanya berisi perintah, “Raise my hand” atau “Show as away”, sementara reaksi yang dikirim akan muncul di atas atau di sebelah kiri video. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Dengan hadirnya fitur built-in join Google Meet di Docs, Sheets, dan Slides, integrasi di dalam Workspace pun menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Anda bahkan tak perlu lagi melakukan buka tutup aplikasi berbeda untuk menampilkan file dalam sebuah meeting. Untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang seamless Google Workspace memang terus melakukan berbagai pengembangan. Selain update fitur yang dibahas dalam artikel ini, Google Workspace juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan yang akan segera diluncurkan. Buat kolaborasi kerja perusahaan Anda lebih mulus dan simpel dengan Google Workspace. EIKON Technology siap membantu Anda menemukan paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai memilih produk, silakan hubungi kami di sini.

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Tawada Healthcare: Manfaatkan Google Workspace untuk Tetap Kompetitif

Didirikan pada tahun 1999, Tawada Healthcare (THC) sekarang telah menjadi salah satu dari tiga besar produsen & distributor alat kesehatan di Indonesia. THC menyediakan alat kesehatan untuk sebagian besar institusi kesehatan dengan portofolio produk yang komprehensif (lebih dari 20 merek Internasional), dengan 28 lokasi yang tersebar di seluruh negeri. EIKON membantu Tawada Healthcare dalam mengimplementasikan Google Workspace sebagai alat komunikasi dan kolaborasi perusahaan. EIKON memberikan solusi dan mentransfer pengetahuan dengan hati-hati dan profesional. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Tawada Healthcare (THC) merupakan produsen sekaligus distributor alat kesehatan terbesar di Indonesia. Sebagai produsen & distributor yang melayani klien dari seluruh negeri, THC membutuhkan dan harus memiliki satu sumber kebenaran untuk berkolaborasi antar departemen serta koordinasi yang lebih cepat antara tim dan pengguna di lapangan. Di samping itu, THC juga membutuhkan suatu penyimpanan data yang tidak hanya berkapasitas besar, tapi juga transparan, mudah ditata, mudah diakses, dan tidak multi-versi dengan tetap menjaga keamanan data. Seperti apa solusi yang bisa diberikan? Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi produktivitas yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi kerja, seperti Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Selain itu, Workspace juga didukung oleh Google Calendar yang membantu pengguna untuk mengoordinasikan jadwal rapat dan Meet untuk melakukan konferensi video. Selain itu, Google Workspace juga telah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan begitu, seluruh data dan file proyek dapat disimpan dan dibagikan dengan mudah. Spesifikasi yang dimiliki Google Workspace sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh THC. Mulai dari aplikasi produktivitas dan kolaborasi hingga penyimpanan dengan kapasitas besar. Hasil THC kini menggunakan Google Docs, Spreadsheets, Slides, dan Forms untuk kolaborasi dokumen antara tim dan pengguna lapangan. Selain itu, THC juga menggunakan Google Calendar untuk koordinasi jadwal rapat dan memanfaatkan konferensi video menggunakan Google Meet. Untuk keperluan penyimpanan, Google Drive telah menjadi solusi untuk menyimpan dan berbagi semua file proyek. Kini penyimpanan pun lebih aman, bebas dari risiko kehilangan data. Dengan menggunakan Google Workspace, produktivitas dan transparansi data THC telah meningkat secara signifikan. Sekarang, para karyawan memiliki waktu respons yang jauh lebih cepat dalam melayani pelanggan maupun di dalam perusahaan. Data dan file yang disimpan dalam Google Drive terorganisir dengan baik dan mudah ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google. Paling penting, kami memanfaatkan keamanan lanjutan Google untuk melindungi data kami. “Dalam industri yang menjadi lebih kompetitif dengan cepat, sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dengan memanfaatkan teknologi. EIKON telah membantu kami memodernisasi & digitalisasi organisasi kami dengan menggunakan Google Workspace. Saya yakin Google akan terus meningkatkan teknologinya sehingga kami bisa lebih efisien dan tetap kompetitif.” – Nicholas Sumarkho, Direktur Tawada Healthcare. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: tirachardz (Freepik) Persaingan semakin ketat akhir-akhir ini. Perlu upaya ekstra agar bisa bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam persaingan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi atau software produktivitas. Hal ini telah dibuktikan oleh Tawada Healthcare (THC) dengan Google Workspace. Setelah menerapkan Workspace dalam proses kerja mereka, THC berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan tetap bertahan dalam kompetisi. Apakah Anda juga sedang menghadapi tantangan yang sama dengan THC? Kami, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Docs, Google Workspace

Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel!

Google Docs baru saja menambahkan fitur Markdown pada Google Docs versi web. Update ini memungkinkan Anda untuk bisa menyunting dokumen dengan text shortcut. Jadi, tak perlu lagi bolak-balik klik icon atau menekan keyboard shortcut. Lalu bagaimana cara kerjanya? Apa itu Markdown? Markdown merupakan sebuah bahasa markup ringan yang dibuat oleh John Gruber di tahun 2004. Dengan memanfaatkan bahasa tersebut, Anda bisa menambahkan berbagai elemen pemformatan ke dokumen teks tanpa harus menggunakan icon bantuan atau keyboard shortcut. Kini, Markdown sudah menjadi salah satu bahasa markup populer di dunia. Menggunakan Markdown berbeda dengan menggunakan editor WYSIWYG yang ada pada aplikasi semacam Microsoft Word. Pada editor tersebut, untuk mengubah format teks Anda harus mengeklik tombol tertentu. Pada Markdown, Anda cukup menambahkan karakter tertentu pada teks maka formatnya pun akan langsung berubah. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Cara kerja Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, Markdown mengubah format teks dengan menambahkan karakter tertentu. Karakter tersebut sebenarnya sudah punya “pakem” sendiri, yaitu Markdown syntax. Di Google Docs sendiri, memang tidak seluruh Markdown syntax berlaku. Google memilih beberapa yang dinilai paling sering digunakan oleh para user seperti fungsi bold dan mengatur heading. Berikut adalah beberapa Markdown syntax yang berlaku di Google Docs versi web: # untuk Heading 1. ## untuk Heading 2. ### untuk Heading 3. _  atau * di awal dan akhir kata untuk fungsi italic (membuat teks miring). ** di awal dan akhir kata untuk fungsi bold (membuat teks tebal). [] di awal dan akhir kata kemudian diikuti (alamat URL) untuk membuat hyperlink. Misalnya Anda ingin mengetik Google Workspace di sini. Maka tinggal mengetikkan **Google Workspace** [_di sini_]( https://workspace.eikontechnology.com/). Google menyebutkan bahwa untuk saat ini, Markdown syntax yang berlaku adalah sebagai berikut: Headings. Italic dan bold. Bold + italic. Strikethrough atau garis coret tengah. Hyperlink. Mengaktifkan Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum mulai mengetik dengan Markdown, Anda harus memastikan bahwa fitur tersebut memang sudah tersedia dan aktif. Untuk melakukan pengecekan tidaklah sulit. Cukup klik menu “Tools” yang ada pada bagian atas Google Docs kemudian pilih opsi “Preferences”. Saat menu “Preferences” terbuka, pastikan sudah ada opsi “Automatically detect markdown” dan pastikan checkbox yang ada di sebelahnya sudah tercentang. Jika belum tercentang, segera klik box yang kosong dan kemudian klik tab “OK” untuk menyimpan pengaturan. Ketersediaan Fitur Markdown ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan Business. Seluruh pemilik akun Google pribadi yang ingin menggunakan Google Docs juga bisa mencoba fitur Markdown ini. Pengaturan Markdown tidak memerlukan izin dari administrator karena memang ditujukan untuk seluruh end user Google Docs. Untuk cara mengaktifkannya cukup mengikuti panduan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Perlu diingat juga, update ini mulai diluncurkan pada tanggal 29 Maret 2022. Proses rollout akan terus berjalan hingga 15 hari setelahnya. Diperkirakan pada tanggal 13 April 2022 nanti, seluruh end user Google Docs sudah bisa menikmati fitur Markdown ini. Baca juga: Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah Kini Anda sudah bisa melakukan pemformatan dengan Markdown di Google Docs versi web. Selain Docs, Google juga memiliki berbagai aplikasi dan layanan produktivitas untuk memudahkan pekerjaan Anda. Berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi Google lain akan lebih cepat dengan Google Workspace, platform yang menampung seluruh aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, hingga Meet. Untuk penerapan Google Workspace skala besar seperti untuk keperluan perusahaan, Anda bisa menghubungi kami, EIKON Technology. Kami merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Untuk langsung terhubung dengan kami, silakan klik di sini!

Google Docs, Google Workspace

Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs

Sejak dirilis tahun 2006 lalu, Google Docs telah terbukti sebagai platform pengolah kata yang andal. Dalam perkembangannya, Google Docs bahkan tidak sekadar menawarkan fitur untuk mengolah kata, tapi juga menyediakan platform kolaborasi berbasis cloud. Anda bisa membuat sekaligus mengedit dokumen bersama user lain dalam waktu bersamaan, sangat praktis untuk proyek kolaborasi real time. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, Google terus melakukan pengembangan Docs. Mulai dari menambahkan format dokumen yang bisa disunting, hingga menambahkan fitur untuk memudahkan pembuatan dokumen. Salah satu pengembangan terbaru yang bisa Anda coba adalah universal @ menu pada halaman baru Docs. Seperti apa fitur baru Google Docs ini? Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal universal @ menu, fitur baru Google Docs Photo Credit: Google Support Fitur Google Docs ini merupakan pengembangan dari integrasi smart chip yang diperkenalkan Google awal tahun 2021 lalu. Smart chip sendiri dirancang sebagai sebuah alat tag untuk menautkan beragam informasi dari aplikasi Workspace lain (seperti Slides dan Sheets) ke file Docs. Mulanya smart chip dibuat untuk menautkan data yang terkait dengan profil user, namun dalam perluasannya alat tag ini juga bisa menautkan file serta events. Perluasan ini memungkinkan user untuk bisa membuat file Docs yang lebih detail tanpa perlu susah payah mengetik ulang. Selain Slides dan Sheets, fitur ini juga bisa menautkan informasi dari Gmail, Workspace, bahkan jadwal pribadi Anda yang tercantum di Google Calendar. Cara menggunakan menu @ universal Untuk menggunakan menu @ universal sangat mudah. Begitu Anda terhubung dengan Docs, pada page kosong Untitled Document akan terdapat tulisan “Type @ to insert”. Setelah Anda mengetik @, sistem secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang bisa disematkan pada file dokumen tersebut seperti alamat email kontak Anda, gambar, hingga dokumen lain. Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik Anda bisa mengetikkan huruf, angka atau simbol terkait. Misalnya Anda ingin menautkan email tim EIKON, maka cukup ketikkan @EIKON. Anda tidak perlu membuka platform Google lain untuk bisa mengaktifkan fitur baru Google Docs ini. Hanya saja, pastikan Anda sudah log in pada akun Google.   Apa saja yang bisa ditautkan? Jika merujuk pada penjelasan Docs Editors Help, Anda bisa menautkan elemen berikut dengan fitur menu @ universal: Smart chips, untuk menampilkan informasi serta rekomendasi tindakan yang berhubungan dengan orang, file, serta events. Elemen-elemen dalam dokumen Anda seperti: Ceklis, daftar angka (numbered lists), dan daftar poin (bulleted lists). Gambar, tabel, dan diagram. Headings dan hyperlinks Optimalkan Google Docs dengan Smart Canvas Photo Credit: Google Cloud Blog Menu @ universal sendiri merupakan bagian dari Smart Canvas, transformasi kolaborasi Google Workspace. Smart Canvas sendiri menghubungkan tiga platform Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Dengan Smart Canvas Anda bisa membuat file yang mengandung elemen-elemen dari ketiga platform tersebut. Selain menu @ universal, Smart Canvas juga menawarkan fitur lain seperti checklists yang bisa digunakan untuk menyusun to-do list. Tidak hanya berhenti di situ, Smart Canvas juga memungkinkan Anda untuk melakukan integrasi dengan Google Meet di dalam Docs, Sheets, dan Slides. Itu dia pembahasan mengenai menu @ universal yang merupakan fitur Google Docs. Fitur ini akan lebih mudah digunakan jika Anda berlangganan Google Workspace. Google Workspace menyediakan aplikasi produktivitas yang akan memudahkan pekerjaan Anda seperti Gmail, Drive, Docs, Calendar, dan Meet. Untuk berlangganan bisa melalui EIKON Technology, authorized reseller & partner Google Workspace Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Appsheet, Google Docs

Membuat Aplikasi Customer Experience dengan Google Docs di Appsheet

Perkembangan teknologi dalam bisnis membawa perubahan yang sangat signifikan. Tak hanya untuk penjualan saja, tetapi juga untuk melihat pengalaman konsumen dari kurun waktu tertentu. Saat ini, Anda bisa menggunakan berbagai platform seperti Appsheet di Google Docs. Lalu, apa pentingnya keberadaan pengalaman konsumen dan bagaimana mengolahnya menggunakan Appsheet Google Docs? Simak ulasannya berikut ini. Customer Experience sebagai Faktor Kunci Bisnis Photo: Unsplash.com Pengalaman konsumen atau customer experience secara umum bisa diartikan sebagai persepsi konsumen terhadap sebuah brand, produk, dan jasa yang mereka gunakan. Jika pengalaman yang konsumen dapatkan mengarah ke positif, maka bisa dibilang produk atau jasa yang kita tawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Begitu pula sebaliknya, jika mengarah ke hal negatif maka ada yang kurang dengan produk, jasa, atau brand Anda. Di sinilah pentingnya melihat dan menganalisis pengalaman konsumen. Sebab, pengalaman konsumen atau customer experience memiliki tujuan dalam pengembangan bisnis. Misalnya saja meningkatkan loyalitas, meningkatkan kepuasan, hingga memperluas pemasaran dan meningkatkan konversi penjualan. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, melihat pengalaman konsumen merupakan hal penting untuk pengembangan bisnis ke depannya. Cara Membuat Appsheet di Google Docs Photo: Bitrix24 Di era digital, pengalaman konsumen dapat dilihat dan dianalisis dengan mudah dengan berbagai layanan platform digital. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi Appsheet melalui Google Docs. Untuk membuatnya pun tak memerlukan langkah yang sulit. Anda bisa membuatnya di mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet. Langkahnya adalah: Klik “Add Ons”dari Google Doc Anda. Lalu lanjutkan dengan “Get Add-Ons” dan cari fitur “AppSheet”. Install “AppSheet add-on” Anda dan tunggulah beberapa saat hingga terpasang dan bisa digunakan. Jika Google Docs Anda belum siap, tak perlu khawatir karena  AppSheet akan membuat template secara otomatis untuk Anda gunakan. Sehingga, Anda juga lebih mudah melakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya untuk melihat feedback konsumen dari email. Di sini Anda bisa klik tombol “Prepare” di bagian kanan. AppSheet akan memastikan dokumen yang Anda gunakan dengan platform yang ada. Jika ini bisa dilakukan, maka Anda bisa klik “Launch” untuk menggunakan aplikasi. Saat Anda melakukan kustomisasi, nantinya akan ada link untuk Anda download dan dapat dilakukan melalui smartphone. Fitur AppSheet ini tak hanya penting untuk mengevaluasi brand atau bisnis Anda. Di sisi lain juga bisa menjadi data untuk merancang strategi bisnis di masa mendatang. Termasuk dalam melakukan survey kepada konsumen menjadi lebih mudah. Kesimpulan Photo: Unsplash.com Dari ulasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Appsheet di Google Docs memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis maupun perusahaan. Terutama untuk memudahkan dalam menganalisis perilaku sekaligus pengalaman konsumen lebih baik dan lebih cepat dari sebelumnya. Jika dulu melihat pengalaman konsumen menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden, kini cukup dengan mengisi form secara online. Contohnya dengan menggunakan Appsheet Google Docs ini. Dengan begitu, perusahaan selain lebih cepat mendapatkan data juga membuat bisnis lebih efisien. Terutama dari segi biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir. Kini, Anda dapat menggunakan layanan Appsheet dengan Google Docs dari EIKON Technology. Kami menyediakan layanan yang memiliki lisensi dari Google pusat. Sehingga lebih nyaman digunakan dan tingkat keamanan yang terjamin. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Appsheet dari kami, Anda bisa klik di sini. Selain mendapatkan produk terbaik, Anda juga dapat menikmati layanan after sales dan maintenance.

Google Docs, Google Workspace

Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah

Cara Mengedit Google Docs – Selama ini, Google Docs dikenal sebagai layanan pembuatan dokumen berbasis online. Namun, sebetulnya Anda tidak harus selalu terhubung dengan internet untuk bisa mengakses dokumen di Google Docs. Ini karena sebetulnya Google Docs juga bisa Anda akses dalam mode offline! Tak dapat dipungkiri bahwa kita tidak selamanya berada di tempat dengan koneksi internet lancar. Padahal, pekerjaan tetap harus diselesaikan. Di sinilah penggunaan Google Docs akan sangat membantu Anda. Lantas, bagaimana cara mengedit Google Docs secara offline? Simak penjelasannya berikut ini! Hal yang harus diperhatikan sebelum mengaktifkan mode offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Sebelum mengetahui cara mengedit Google Docs secara offline, pastikan Anda masih punya space yang cukup untuk menyimpan dokumen di perangkat. Selain itu, perhatikan pula sejumlah hal penting di bawah ini: Sambungkan dulu perangkat Anda dengan koneksi internet yang stabil. Wajib menggunakan browser Google Chrome untuk membuka Google Docs. Pasang dan aktifkan extension Chrome yang bernama Google Docs Offline. Jangan menggunakan mode private browsing.  Cara mengedit Google Docs secara offline Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Setelah memastikan bahwa Anda melakukan berbagai poin penting di atas, kini saatnya Anda mengaktifkan mode offline untuk mengedit Google Docs. Caranya sama sekali tidak sulit, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Drive. Pada bagian kanan atas halaman, klik Settings. Klik centang pada bagian Offline settings Buka dokumen yang mau Anda edit pada Google Docs. Penting diketahui bahwa saat Anda mengaktifkan mode Offline melalui Google Drive, bukan hanya Google Docs yang bisa diedit secara offline, tapi juga Google Sheets dan Google Slides. Namun, jika Anda mengaktifkan mode offline melalui menu Settings di dalam Google Docs, maka Google Sheets dan Google Slides tidak bisa diakses secara offline. Selain itu, saat menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, perhatikan pula akun Google Anda. Apabila Anda ingin mengaktifkan mode offline melalui akun Google lain, pastikan Anda sudah sign in dengan menggunakan profil Chrome yang tepat. Memilih dokumen agar bisa diakses secara offline Photo Credit: Benjamin Dada (Unsplash) Sebelum menerapkan cara mengedit Google Docs secara offline, tadi Anda telah diminta untuk memastikan agar kapasitas space penyimpanan masih memadai. Hal ini penting dilakukan karena beberapa dokumen Anda akan tersimpan otomatis secara offline. Jika kapasitas penyimpanan cenderung menipis, tentu akan sulit bagi Google Docs untuk menyimpan dokumen Anda. Namun, apabila memang kondisi kapasitas penyimpanan sedang menipis, Anda tidak perlu khawatir. Google telah menyediakan opsi untuk memilih manual dokumen-dokumen yang hendak disimpan secara offline. Caranya adalah seperti berikut: Aktifkan akses offline di Google Drive dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Buka menu home screen Google Docs. Klik More pada dokumen yang ingin Anda akses secara offline. Klik opsi Available Offline. Nantinya akan muncul tanda centang di bagian pojok kiri bawah untuk menunjukkan bahwa dokumen tersebut sudah bisa diakses secara offline. Cara mengedit Google Docs secara offline ternyata sangat mudah diterapkan, bukan? Tidak hanya Google Docs, sebetulnya Google Slides dan Google Sheets juga bisa diakses dalam mode offline. Rasakan pengalaman maksimal menggunakan ketiganya dengan berlangganan Google Workspace. Google Workspace adalah layanan berisi satu set aplikasi penunjang produktivitas. Jadi, tidak hanya Google Docs, Slides, dan Sheets, Google Workspace juga menyediakan akses terhadap produk-produk Google lain seperti Drive, Meet, dan Gmail. Dengan berlangganan, Anda akan mendapatkan banyak benefit yang tidak tersedia jika Anda menggunakan produk secara gratis. Ingin tahu apa saja benefit tersebut? Hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace sekarang juga!

Scroll to Top