Google Workspace

Google Workspace

Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace

Situasi perlahan-lahan kembali normal. Salah satu tandanya adalah makin banyak kantor dan perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid. Beberapa karyawan tetap pergi ke kantor (WFO), sementara sisanya bisa bekerja dari rumah (WFH). Sebagai sebuah platform produktivitas, Google Workspace berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Workspace tidak sekadar menghadirkan suatu platform yang bisa bekerja, tapi juga berusaha menghadirkan pengalaman kerja hybrid yang lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembaruan dan menambahkan fitur untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Artikel kali ini akan membahas beberapa fitur baru yang dikhususkan untuk memudahkan model kerja hybrid. Apa saja?  In-meeting reactions Bagi sebagian besar perusahaan yang menerapkan sistem hybrid, rapat biasanya menyertakan peserta di lokasi dan juga jarak jauh. Sebisa mungkin, meski rapat dilakukan secara hybrid, harus tetap terpadu dan produktif untuk semua. Google terus menyempurnakan Meet unutk memastikan bahwa seluruh rapat hybrid inklusif dan tentunya aman. Photo Credit: Google Cloud Blog Di bulan April 2022 ini, Google Meet meluncurkan fitur in-meeting reactions. Dengan fitur ini peserta rapat dapat berekspresi dengan memberikan emoji seperti ? ❤️ ?. Reaksi ini akan muncul di kotak video peserta (atau overflow jika kotak video mereka tidak terlihat). Pengalaman livestream yang ditingkatkan Dengan pembaruan ini, pengguna Google Meet dapat menyelenggarakan rapat dengan 500 peserta aktif dan kapabilitas untuk melakukan livestreaming ke audiens hingga 100.000 di seluruh domain Google Workspace tepercaya. Di akhir tahun 2022 nanti, Google berencana untuk meluncurkan fitur Q&A dan polling. Selain itu, Google juga tengah mengembangkan kapabilitas untuk melakukan livestreaming melalui platform YouTube. Jadi, pengguna nantinya bisa langsung menggulirkan rapat ke YouTube dari tab aktivitas Google Meet. Photo Credit: Google Cloud Blog Enkripsi dari sisi pengguna Di bulan Mei 2022 nanti, Google akan meluncurkan sebuah fitur untuk memastikan keamanan Anda dalam komunikasi yang paling sensitif sekali pun. Fitur client-side encryption tersebut akan beroperasi di Google Meet dan kini sedang menguji coba versi beta. Dengan adanya fitur ini pengguna akan mendapat kendali langsung atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Di akhir tahun nanti, Google Meet juga akan mencoba enkripsi end-to-end untuk seluruh rapat. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Kolaborasi untuk berbagai ukuran tim Layanan Spaces milik Google Workspace menawarkan solusi terintegrasi dan efektif untuk kolaborasi kapan saja. Anda bisa menjadikan Spaces sebagai tempat berbagi ide dan pengetahuan, mendiskusikan topik, dan mengelola tugas. Kini Google tengah menguji coba tampilan percakapan inline threading. Dengan tampilan ini, anggota sebuah space dapat merespons komentar tertentu dan membuat percakapan sampingan, sambil tetap menjaga dialog awal tetap mengalir. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk lebih mendukung kolaborasi dan transparansi, pada akhir Maret 2022 lalu, Google Workspace menyediakan kapabilitas baru yang memungkinkan pengguna mengundang orang lain untuk bergabung dengan Space melalui tautan bersama.  Spaces juga terus ditingkatkan untuk bisa memenuhi kebutuhan kolaborasi tim, apa pun ukurannya. Dalam update terbaru, Spaces kini dapat menampung hingga 8.000 anggota tim. Rencananya, jumlah tersebut juga akan terus ditambah hingga 25.000 pada akhir tahun 2022 nanti. Dengan begitu, seluruh bagian perusahaan bisa saling berbagi informasi dan melakukan kolaborasi dengan mudah. Baca juga: 5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul Sebagai sebuah platform produktivitas, Google Workspace akan terus menyesuikan perkembangan dunia kerja. Begitu pula saat pandemi menyerang dan mengubah sistem kerja konvensional. Workspace terus melakukan pengembangan agar bisa menyediakan platform yang memudahkan penggunanya dalam melakukan pekerjaan tanpa perlu mengkhawatirkan perubahan sistem kerja. Dengan menyatukan inovasi Google Workspace dalam suara, rapat video, dan ruang kolaborasi yang mendukung pekerjaan hybrid, perusahaan Anda dapat memperoleh manfaat dari strategi yang bebas gesekan, hemat biaya, dan minim risiko keamanan. Kini anda bisa menikmati berbagai kemudahan Google Workspace tersebut melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google, EIKON Technology menyediakan paket subscription Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda Untuk mulai memilih paket Google Workspace Anda, silakan klik di sini.

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Slide, Google Workspace

Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides!

Sebelumnya, untuk join Google Meet pengguna harus membuka link atau mengetikkan kode meeting. Namun kini Anda bisa bergabung dan bahkan memulai meeting tanpa harus membuka aplikasi Google Meet. Seperti apa detailnya? Integrasi Google Meet dengan Docs, Sheets, dan Slides Pada akhir bulan Maret 2022 lalu, Google memperkenalkan Meet versi built-in yang akan terpasang pada aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Meet versi built-in tersebut berbentuk sebuah icon yang akan langsung menghubungkan pengguna ke meeting. Dengan begitu, Anda bisa berkolaborasi saat melakukan meeting atau video conference secara real-time tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Fitur ini akan rilis melalui dua tahapan yaitu rapid release domains serta scheduled release domains. Untuk rapid release domains dimulai sejak tanggal 12 April 2022 hingga 15 hari ke depan (kemungkinan lebih lama lagi). Sedangkan untuk scheduled release domains dimulai pada tanggal 2 Mei 2022 hingga 15 hari ke depan. Sedangkan untuk masalah ketersediaan, fitur join Google Meet dalam Docs, Sheets, dan Slides ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Baca juga: Google Meet Kini Perluas Akses Noise Cancellation Cara join Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui PC, buka sebuah file dengan Docs. Selain Docs, tutorial ini juga berlaku untuk Sheets dan Slides. Jika sudah, lanjut ke poin selanjutnya. Di bagian atas file klik icon Meet. Sistem akan menampilkan 2 pilihan: Untuk join Google Meet yang sudah dijadwalkan, klik meeting yang ingin Anda ikuti Untuk join Google Meet dengan kode meeting, klik “Use a meeting code” dan masukkan kode. Jika ingin memasukkan panggilan ke dalam Docs, Sheets atau Slides, klik “Join the call”. Nanti meeting akan ditampilkan di panel samping file yang sedang dibuka. Namun jika Anda ingin menampilkan file pada panggilan, klik “Share screen”, kemudian pilih tab yang berisi file dan “Share”. Untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” di bagian kanan bawah. Cara memulai Google Meet melalui Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Langkah-langkah yang harus dilakukan masih sama dengan tutorial sebelumnya. Namun kini Anda memilih opsi “Start a new meeting”. Undang orang lain ke rapat Anda dengan klik “Copy” dan pilih “Share the meeting link”. Untuk menampilkan dokumen Anda, klik “Share screen” dan kemudian pilih tab yang berisi file, klik “Share”. Sedangkan untuk menghentikan presentasi, klik “Stop presenting” yang ada di bagian kanan bawah. Untuk keluar dari rapat video, di kanan bawah, klik “Leave call”. Fitur Picture-in-Picture Photo Credit: Google Workspace Updates Selain built-in Google Meet, user juga bisa menikmati fitur Picture-in-Pictue (PiP) serta in-call reaction. Dengan fitur PiP, Anda bisa menampilkan hingga 8 video tile dalam format grid. Menariknya lagi, PiP ini juga bisa dimunculkan pada panel sebelah kanan file yang sedang Anda kerjakan. Sedangkan untuk fitur in-call reaction juga akan meluncur di bulan April ini. Enam emoji akan hadir di bagian yang biasanya berisi perintah, “Raise my hand” atau “Show as away”, sementara reaksi yang dikirim akan muncul di atas atau di sebelah kiri video. Baca juga: Meeting Hybrid Yang Lebih Inklusif dengan Google Workspace Dengan hadirnya fitur built-in join Google Meet di Docs, Sheets, dan Slides, integrasi di dalam Workspace pun menjadi jauh lebih mudah dan simpel. Anda bahkan tak perlu lagi melakukan buka tutup aplikasi berbeda untuk menampilkan file dalam sebuah meeting. Untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang seamless Google Workspace memang terus melakukan berbagai pengembangan. Selain update fitur yang dibahas dalam artikel ini, Google Workspace juga sedang menyiapkan beberapa pembaruan yang akan segera diluncurkan. Buat kolaborasi kerja perusahaan Anda lebih mulus dan simpel dengan Google Workspace. EIKON Technology siap membantu Anda menemukan paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai memilih produk, silakan hubungi kami di sini.

Google Workspace

CP Prima: Mengembangkan Masa Depan bersama Google Workspace

PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) merupakan sebuah perusahaan akuakultur terkemuka di Indonesia yang didirikan pada April 1980. CP Prima memproduksi dan menjual pakan, benih, pakan hewan, probiotik, produk udang, dan produk makanan olahan untuk pasar domestik dan ekspor. Dalam perjalanannya, tak jarang CP Prima menemui beberapa hambatan. Salah satunya adalah disrupsi teknologi yang kemudian membuat metode kerja lama menjadi tak lagi relevan. Untuk mengatasi hal tersebut, EIKON Technology berupaya menemukan solusi terbaik dengan risiko seminimal mungkin, yaitu dengan memanfaatkan Google Workspace. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: tirachardz (Freepik) Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang dan makanan, CP Prima selalu dituntut untuk meningkatkan inovasi dan koordinasi antar tim lintas negara. Memiliki jangkauan pasar yang luas di area global, komunikasi dan kolaborasi yang aman adalah prioritas utama. Selain itu, penyimpanan data yang besar dengan infrastruktur yang andal, cepat, dan perawatan yang rendah diperlukan agar lebih kompetitif di pasar. Hanya saja, beralih dari metode lama yang sudah diterapkan bertahun-tahun jelas bukan perkara mudah. Sebisa mungkin, solusi yang dipilih benar-benar minim risiko dan dapat diterapkan secara optimal dalam keseluruhan proses kerja perusahaan. Dengan begitu, CP Prima dapat bergerak ke masa depan yang lebih baik lagi. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan semua yang dibutuhkan oleh CP Prima untuk berkomunikasi dan berkolaborasi di antara tim. Penggunaan aplikasi seperti Google Docs, Spreadsheets, hingga Slides, memudahkan tim untuk bekerja sama di beberapa lokasi sekaligus. Untuk masalah penyimpanan data, Google Drive menyediakan penyimpanan dengan kapasitas besar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja ada dalam satu solusi lengkap bernama Google Workspace. Hasil EIKON membantu keseluruhan proses migrasi perusahaan ke Google Workspace termasuk dengan change management yang mau tak mau harus dihadapi. Dengan EIKON sebagai penyedia layanan, proyek migrasi ini terorganisir dengan baik dan dilaksanakan sesuai rencana. Pasca Go Live, EIKON juga memberikan dukungan teknis untuk CP Prima. Dengan bantuan EIKON, proses migrasi selesai sesuai dengan timeline. Tim CP Prima kini dapat memanfaatkan solusi Google Workspace untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dengan harga yang terjangkau, kolaborasi internal meningkat pesat, dan pekerjaan selesai lebih cepat serta efisien. “Tim ICT kami tak perlu lagi memikirkan masalah atau break-fix di sistem operasi atau server dan bisa mendukung proses bisnis utama perusahaan. Google Workspace telah menjadi budaya kerja CP Prima. Pekerjaan dilakukan lebih cepat dan efisien. Sejak maintenance tidak lagi diperlukan, tim ICT dapat lebih fokus untuk mendukung proses bisnis daripada break-fix. EIKON membantu mewujudkan transformasi bisnis di CP Prima dengan solusi Google Workspace.” – CP Prima. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: peoplecreations (Freepik) Perubahan adalah suatu hal yang pasti, terutama di zaman modern seperti sekarang. Untuk bisa bertahan dalam persaingan yang makin hari makin sengit, harus bisa mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Salah satunya teknologi. Pemanfaatan teknologi hingga sekarang terbukti mampu membantu berbagai perusahaan untuk tetap bertahan atau bahkan memenangkan kompetisi. Hanya saja, masih banyak yang masih merasa ragu untuk memanfaatkan teknologi karena sudah merasa “nyaman” dengan metode kerja lama. Terlebih, proses migrasi dari metode lama ke baru, sering kali memakan waktu, biaya, dan tenaga yang tak sedikit. Anggapan tersebut berhasil ditepis oleh CP Prima yang berhasil melakukan migrasi ke Google Workspace tanpa hambatan berarti. Bahkan, kini proses kerja menjadi lebih ringkas dan efisien. Semua berkat pemanfaatan teknologi yang tepat dan sesuai kebutuhan perusahaan. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi? EIKON Technology siap membantu perusahaan Anda menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. Konsultasikan tantangan yang Anda hadapi dengan tim EIKON Technology, di sini!

Google Workspace

Orang Tua Group: Go Beyond dengan Google Workspace

Orang Tua (OT) Group merupakan sebuah perusahaan consumer goods yang memproduksi berbagai macam produk untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari minuman kesehatan tradisional, dengan bahan dan proses berstandar kualitas tinggi, OT berkembang semakin modern. Kini, produk-produk OT bahkan hadir di pasar internasional dan dapat dinikmati oleh konsumen luar negeri. EIKON membantu tim OT dalam menerapkan dan bermigrasi ke Google Workspace. Dengan keahlian change management, EIKON memberikan pelatihan dan lokakarya untuk memberikan pemahaman sekaligus mengembangkan keahlian untuk menjadi agen perubahan di perusahaan. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: pressfoto (Freepik) Bagi OT Group, menggunakan infrastruktur lokal (on-premise) untuk komunikasi dan kolaborasi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Mengelola server, penyimpanan, jaringan, dan yang terpenting keamanan menjadi mimpi buruk bagi tim IT. Belum lagi, hal ini juga akan memunculkan tantangan bagi para pengguna, seperti akses, mobilitas, fitur, dan juga fungsi yang terbatas. Hingga akhirnya, end user terpaksa menggunakan email dan alat pribadi untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini telah menjadi perhatian besar perusahaan. Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan alat komunikasi dan kolaborasi yang berbasis cloud. Untuk menambahkan nilai, solusi tersebut juga telah terintegrasi dengan menyediakan penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar, Google Drive. Dengan Google Drive, tim dapat berbagi dan membuat kolaborasi file serta memudahkan mobilitas. Menjadwalkan rapat menjadi mudah dengan Google Calendar, termasuk rapat online di mana saja menggunakan browser web. Google juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi, namun menyediakan fleksibilitas dan sistem yang mudah dioperasikan. Hasil Google Workspace menyediakan platform yang aman, antarmuka yang ramah pengguna, dan fitur inovatif. Komunikasi dan kolaborasi antar karyawan terasa semakin natural karena pengguna telah familier dengan tools dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengguna juga diberikan kemudahan akses dan mobilitas dengan keamanan maksimum. Pengguna dan tim IT perusahaan pun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan lebih inovatif untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. “Pindah ke Google Workspace adalah keputusan tepat yang kami buat di tahun 2019. Migrasi ini meningkatkan produktivitas, mobilitas, dan kolaborasi karyawan, terutama selama masa pandemi. Jangan pernah takut akan perubahan. Change = Growth. Go Beyond.” – Candra Setianto, CTO Orang Tua Group. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: pressfoto (Freepik) Tak bisa dipungkiri, komunikasi adalah elemen penting yang mendukung kesuksesan suatu bisnis. Hanya saja, kini semakin banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa mewujudkan komunikasi lancar. Salah satunya adalah masa pandemi. Adanya kebijakan WFO dan prokes social distancing menghambat komunikasi. Meeting dan rapat yang bisa dilakukan secara tatap muka kini harus beralih pada platform online. Jika sudah demikian, maka harus bisa menemukan teknologi yang tepat. Google Workspace menawarkan beragam aplikasi dan kapabilitas untuk mewujudkan komunikasi yang natural meski harus terbatas jarak. Google Workspace menyediakan aplikasi komunikasi dan kolaborasi seperti Docs, Spreadsheets, dan Slides. Semuanya telah didesain agar mudah dioperasikan. Selain itu, integrasi dengan Google Drive memungkinkan pengguna untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan berskala besar. Anda juga bisa go beyond seperti OT Group dengan Google Workspace. EIKON Technology tidak hanya memastikan Anda mendapatkan solusi yang paling tepat, tapi juga mendampingi proses migrasi secara menyeluruh dengan kemampuan change management yang telah teruji. Temukan solusi terbaik untuk Anda bersama EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!  

Google Docs, Google Meet, Google sheets, Google Workspace

Tawada Healthcare: Manfaatkan Google Workspace untuk Tetap Kompetitif

Didirikan pada tahun 1999, Tawada Healthcare (THC) sekarang telah menjadi salah satu dari tiga besar produsen & distributor alat kesehatan di Indonesia. THC menyediakan alat kesehatan untuk sebagian besar institusi kesehatan dengan portofolio produk yang komprehensif (lebih dari 20 merek Internasional), dengan 28 lokasi yang tersebar di seluruh negeri. EIKON membantu Tawada Healthcare dalam mengimplementasikan Google Workspace sebagai alat komunikasi dan kolaborasi perusahaan. EIKON memberikan solusi dan mentransfer pengetahuan dengan hati-hati dan profesional. Tantangan yang dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Tawada Healthcare (THC) merupakan produsen sekaligus distributor alat kesehatan terbesar di Indonesia. Sebagai produsen & distributor yang melayani klien dari seluruh negeri, THC membutuhkan dan harus memiliki satu sumber kebenaran untuk berkolaborasi antar departemen serta koordinasi yang lebih cepat antara tim dan pengguna di lapangan. Di samping itu, THC juga membutuhkan suatu penyimpanan data yang tidak hanya berkapasitas besar, tapi juga transparan, mudah ditata, mudah diakses, dan tidak multi-versi dengan tetap menjaga keamanan data. Seperti apa solusi yang bisa diberikan? Solusi yang ditawarkan Google Workspace menyediakan berbagai aplikasi produktivitas yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi kerja, seperti Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Selain itu, Workspace juga didukung oleh Google Calendar yang membantu pengguna untuk mengoordinasikan jadwal rapat dan Meet untuk melakukan konferensi video. Selain itu, Google Workspace juga telah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan begitu, seluruh data dan file proyek dapat disimpan dan dibagikan dengan mudah. Spesifikasi yang dimiliki Google Workspace sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh THC. Mulai dari aplikasi produktivitas dan kolaborasi hingga penyimpanan dengan kapasitas besar. Hasil THC kini menggunakan Google Docs, Spreadsheets, Slides, dan Forms untuk kolaborasi dokumen antara tim dan pengguna lapangan. Selain itu, THC juga menggunakan Google Calendar untuk koordinasi jadwal rapat dan memanfaatkan konferensi video menggunakan Google Meet. Untuk keperluan penyimpanan, Google Drive telah menjadi solusi untuk menyimpan dan berbagi semua file proyek. Kini penyimpanan pun lebih aman, bebas dari risiko kehilangan data. Dengan menggunakan Google Workspace, produktivitas dan transparansi data THC telah meningkat secara signifikan. Sekarang, para karyawan memiliki waktu respons yang jauh lebih cepat dalam melayani pelanggan maupun di dalam perusahaan. Data dan file yang disimpan dalam Google Drive terorganisir dengan baik dan mudah ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google. Paling penting, kami memanfaatkan keamanan lanjutan Google untuk melindungi data kami. “Dalam industri yang menjadi lebih kompetitif dengan cepat, sangat penting untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dengan memanfaatkan teknologi. EIKON telah membantu kami memodernisasi & digitalisasi organisasi kami dengan menggunakan Google Workspace. Saya yakin Google akan terus meningkatkan teknologinya sehingga kami bisa lebih efisien dan tetap kompetitif.” – Nicholas Sumarkho, Direktur Tawada Healthcare. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: tirachardz (Freepik) Persaingan semakin ketat akhir-akhir ini. Perlu upaya ekstra agar bisa bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam persaingan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi atau software produktivitas. Hal ini telah dibuktikan oleh Tawada Healthcare (THC) dengan Google Workspace. Setelah menerapkan Workspace dalam proses kerja mereka, THC berhasil meningkatkan produktivitas karyawan dan tetap bertahan dalam kompetisi. Apakah Anda juga sedang menghadapi tantangan yang sama dengan THC? Kami, EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

CNBC: Google Workspace untuk Media dan Pemberitaan yang Lebih Baik

Nama CNBC di dunia pemberitaan tentu sudah tak asing lagi. Kanal pemberitaan asal Amerika Serikat tersebut, menyajikan berita, baik melalui siaran TV (CNBC TV), maupun melalui portal online. Pada tahun 2018, Trans Media Group resmi membeli lisensi untuk CNBC Indonesia dari NBCUniversal dan kemudian meluncurkan portal berita serta siaran televisi. Ini membuat CNBC Indonesia menjadi portal berita sekaligus stasiun televisi milik Trans Media yang berkolaborasi dengan NBCUniversal. Hingga sekarang, CNBC menyuguhkan berita ekonomi dan pasar dari berbagai perspektif dengan pendekatan yang sederhana. Portal berita CNBC Indonesia meluncur pada 8 Februari 2018, sedangkan siaran televisi dimulai pada 10 Oktober 2018. Tantangan yang Dihadapi Photo Credit: yanalya (Freepik) Untuk dapat menghadirkan berita terbaru secara real-time, CNBC Indonesia jelas menghasilkan data dalam jumlah besar. Sayangnya, proses migrasi data berskala besar bukanlah perkara mudah. Selain memerlukan database dengan volume yang masif, keamanannya pun harus terjamin agar tidak ada data yang bocor atau rusak setelah proses migrasi selesai. Di samping itu, sebagai sebuah portal berita online, CNBC Indonesia juga menitikberatkan pada komunikasi dan kolaborasi, perlu adanya suatu alat untuk berbagi data dan informasi secara aman, bebas dari spam dan virus untuk pihak internal sekaligus eksternal. Keandalan sistem dan uptime adalah prioritas utama untuk memastikan bisnis berjalan dengan baik. Solusi yang ditawarkan EIKON membantu CNBC Indonesia untuk menyediakan Google Workspace sebagai solusi keamanan yang lebih baik termasuk penerapan dan migrasi data. EIKON juga memberikan pelatihan, layanan pelanggan dan dukungan untuk CNBC Indonesia pasca Go Live. Tim CNBC Indonesia dapat mengakses berbagai aplikasi hanya dengan satu akun Google Workspace. Dengan Gmail, komunikasi menjadi lebih cepat dan lebih dapat diandalkan. Google Drive memungkinkan tim CNBC Indonesia untuk berkolaborasi dengan mudah dan aman. Rapat online kini lebih lancar dengan Calendar dan Google Meet, hanya menggunakan browser web dan tidak perlu aplikasi tambahan apa pun. Hasil Sekarang, tim CNBC Indonesia tidak perlu lagi berurusan dengan server uptime dan spam atau virus. Solusi yang ditawarkan tidak memerlukan perawatan. Dengan demikian, biaya dan risiko pun berkurang secara signifikan. CNBC Indonesia menjadi lebih kolaboratif dan produktif di tempat kerja saat menggunakan Google Drive. Semua karyawan menyukai Google Workspace untuk pekerjaan sehari-hari mereka. Yang terpenting, CNBC Indonesia bisa lebih fokus pada pekerjaan utama mereka: Berita. “Sekarang kami dapat berkolaborasi serta berkomunikasi dengan mudah dan aman menggunakan Google Workspace. Alhasil, kami tak perlu lagi berurusan dengan infrastruktur dan bisa fokus pada bisnis utama CNBC. Dengan bantuan dari EIKON Technology, kami dapat memanfaatkan Google Workspace dengan sebaik-baiknya dan dengan biaya yang terjangkau,” – CNBC Indonesia. Kami bantu Anda temukan solusi terbaik Photo Credit: Rawpixel Untuk bisa menyajikan berita yang aktual dan informatif secara real-time jelas dibutuhkan kolaborasi dan komunikasi. Namun, sebatas kolaborasi dan komunikasi biasa saja tidak cukup, dibutuhkan suatu jalur yang terjamin keamanannya; harus bebas dari berbagai ancaman kejahatan seperti virus dan spam serta bebas dari risiko server uptime. Google Workspace terbukti mampu membantu CNBC Indonesia untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dengan berbagai aplikasi dan ketersediaan yang ada, Workspace menghadirkan suatu sistem kolaborasi sekaligus komunikasi yang aman serta efisien. Apakah saat ini Anda menghadapi tantangan serupa? Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda menemukan solusi terbaik yang paling minim risiko dan tentunya efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

3 Cara untuk Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace

Saat menggunakan Google Workspace, Anda dapat mengelola tugas dengan berbagai cara. Misalnya, untuk menambahkan tugas pribadi, bisa gunakan Google Tasks. Sedangkan untuk membuat daftar tugas tersedia Google Docs. Sedang mengerjakan tugas kelompok? Ada Google Chat Spaces untuk berkomunikasi. Mari pelajari bagaimana ketiga aplikasi tersebut bantu Anda melacak tugas. Google Calendar untuk memastikan tugas tepat waktu Photo Credit: Google Calendar Google Calendar tidak hanya menyediakan kapabilitas untuk melacak event yang terjadi pada waktu tertentu (misalnya rapat atau janji temu), tapi juga memasukkan sekaligus menampilkan tugas. Mulai jenis tugas mungkin harus ditambahkan pada atau sebelum hari tertentu (seperti membayar tagihan), namun kebanyakan bisa diselesaikan dalam waktu dekat (misal, membaca laporan rapat). Pada Google Calendar versi web, centang checkbox Tasks yang ada di bagian kiri kalender untuk menampilkan tugas dan deadline. Tugas akan muncul di bagian bawah tanggal dan di atas acara yang dijadwalkan. Untuk melihat semua tugas yang tersedia, buka panel samping dan pilih ikon tasks. Sedangkan untuk menambahkan tugas pribadi, pilih +Create | Task. Tugas akan muncul jika Anda mencentang opsi Tasks. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Google Chat Spaces untuk tugas kelompok Photo Credit: Google Chat Spaces yang ada di Google Chat menyediakan tempat bagi tim untuk mengobrol, berbagi file, dan melacak tugas. Pada versi web, buka Google Chat, pilih Spaces dan klik tab Tasks. Setelah Anda memilih “Add spaces task”, Anda bisa langsung memasukkan judul tugas, detail, tanggal/waktu, seperti pada Google Task standar. Di samping itu, Anda juga dapat menetapkan tugas ke anggota Spaces mana pun. Untuk mulai berkolaborasi dengan anggota tim lain, pilih tab Tasks yang ada di Spaces. Dengan fitur tersebut, Spaces yang tersedia di Google Chat merupakan opsi yang sangat baik untuk manajemen tugas tim Google Workspace. Google Docs untuk membuat checklist Photo Credit: Google Docs Anda bisa menambahkan checklist untuk menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan. Cukup klik checklist yang ada di bagian atas halaman. Tulis judul tugas dan kemudian tekan enter untuk menambahkan tugas lain. Setelah itu, tekan tombol Share untuk mengundang anggota tim lainnya. Setelah tugas selesai, Anda bisa memberikan centang. Anggota tim lainnya pun bisa langsung tahu bahwa tugas tersebut selesai. Berkolaborasi di Google Docs menghasilkan setidaknya dua manfaat signifikan. Pertama, aplikasi tersebut menyediakan banyak ruang untuk menambahkan catatan dan mendiskusikan tugas, baik dengan teks maupun dengan komentar yang disisipkan. Kedua, Anda juga dapat meninjau perubahan pada dokumen dari waktu ke waktu dengan fitur Version history. Bagaimana pengalaman Anda dalam mengelola tugas? Apabila yang Anda cari tidak ada pada ketiga aplikasi di atas, jangan khawatir. Sebab, Google masih memiliki beberapa aplikasi produktivitas lain seperti Gmail, Keep, hingga Spreadsheet. Bukan hanya itu, Anda juga bisa menjelajahi kategori Task management di Google Workspace Marketplace. Baca juga: Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel! Bagaimana Anda biasanya mengelola tugas selama menggunakan Google Workspace? Sudahkah Anda mencoba Spaces di Google Chat Spaces untuk komunikasi dan kolaborasi dengan tim Anda? Mana yang lebih sering Anda gunakan. Google Task atau Docs? Atau justru sekarang Anda belum menemukan platform produktivitas sekaligus kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan? Dengan berbagai aplikasi dan layanan yang disediakan, Google Workspace bisa dijadikan pilihan. Terlebih, Anda juga bisa menemukan aplikasi tambahn melalui Google Workspace Marketplace. Kini Anda bisa mendapatkan Google Workspace untuk kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology yang merupakan authorized partner Google Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket Google Workspace berlisensi resmi yang dapat disesuaikn dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace, Info

Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Google Classroom telah terbukti membantu kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi. Maka tak mengherankan jika jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan signifikan. Data dari Bloomberg menyebutkan bahwa user Google Classroom naik dua kali lipat pada awal masa pandemi di tahun 2020 lalu. Tingkat demand yang tinggi tak lantas membuat Google bersantai. Justru sebaliknya, setelah mengalami lonjakan jumlah pengguna, Classroom terus mengalami peningkatan. Paling baru, Google berencana meluncurkan fitur Practice sets untuk membantu pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Seperti apa? Hambatan dalam pengajaran online Photo Credit: gpointstudio (Freepik) Penggunaan teknologi seperti Google Classroom memang terbukti mampu membantu memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meski di tengah pandemi. Hanya saja, di masa pandemi, kondisi tiap siswa tidak sama. Ada yang merasa lebih nyaman mengikuti kelas online, namun tentu ada juga yang lebih suka dengan metode pengajaran konvensional. Bagi para pengajar, hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Sebab, kebutuhan para siswa dalam mendapatkan materi pelajaran tidak bisa disamaratakan. Menjawab tantangan tersebut, Google Classroom menghadirkan fitur Practice sets. Uji coba dengan versi beta Google mengumumkan fitur ini bulan Maret 2022 lalu. Rencananya, fitur tersebut akan tersedia di Google Classroom. Practice sets pada dasarnya merupakan serangkaian fitur yang membantu para pengajar untuk lebih fokus pada keunikan masing-masing siswa. Sebelum diluncurkan untuk publik, fitur ini akan diluncurkan dalam versi beta untuk setiap pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam beberapa bulan mendatang. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Mengenal fitur Practice sets Photo Credit: Google Blog Klaim utama Practice sets adalah untuk membantu menciptakan jalur pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Dengan memanfaatkan fitur ini pengajar dapat memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal kebutuhan unik masing-masing siswa dan memberi mereka lebih banyak tanggapan pribadi. Practice sets memungkinkan pengajar untuk mengubah konten pengajaran mereka menjadi tugas yang interaktif untuk membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Fitur ini nantinya juga mencakup alat penilaian otomatis. Itu berarti, para pengajar tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menilai tugas para siswa secara manual. Bantu guru membuat konsep pengajaran Menariknya lagi, fitur ini juga diklaim akan membantu para pengajar dalam menentukan konsep yang membutuhkan lebih banyak waktu pengajaran dan siswa yang membutuhkan dukungan ekstra. Fitur ini juga didukung oleh performance insight untuk meudahkan mereka dalam membentuk rencana pelajaran di masa mendatang. Tingkatkan kepercayaan diri siswa Photo Credit: Freepik Di sisi lain, para siswa akan menerima tanggapan secara real time setiap mereka selesai mengerjakan tugas. Mereka juga akan mendapatkan petunjuk pengerjaan soal melalui penjelasan visual dan video. Dengan begitu, mereka bisa tetap mengerjakan tugas yang dirasa sulit. Practice set bahkan akan merayakan keberhasilan siswa dengan animasi dan confetti ketika mereka berhasil memecahkan masalah. Google kini sedang menguji Practice sets dengan beberapa sekolah sebelum peluncuran beta yang direncanakan akhir tahun ini. Fitur ini akan tersedia untuk semua pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam Google Classroom. Institusi yang menggunakan Google Workspace for Education Plus juga akan memiliki akses ke fitur tersebut setelah diluncurkan. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online Yang Aman dengan Google For Education Fitur ini rencananya akan diluncurkan dalam versi beta pada akhir tahun 2022 nanti. Bagi Anda yang tak sabar ingin menjajal fitur Practice sets, bisa mulai berlangganan Google Workspace for Education dari sekarang. Dengan begitu, saat fitur resmi diluncurkan bisa langsung digunakan. Dapatkan Google Workspace for Education untuk institusi atau lembaga pendidikan milik Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology hanya menawarkan produk resmi bergaransi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan hingga aplikasi terpasang dan bisa digunakan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Cara Menggunakan Fitur Appointment Booking Google Workspace

Google Workspace baru saja memperbarui platform kalendernya. Pada update terbaru ini, pengguna dapat berbagi ketersediaan (availability) dengan para klien di halaman booking khusus, Kini Anda dapat menjadwalkan rapat pada waktu yang sudah ditentukan, bahkan dengan klien yang tidak memiliki akun Google sekalipun. Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada Juni 2021 lalu. Namun hanya untuk rilis terbatas. Appointment Booking diluncurkan untuk umum mulai 6 April 2022 dan tersedia untuk seluruh pengguna Business Standard dan paket langganan Workspace lain yang lebih tinggi. Untuk menjadwalkan janji temu di Google Workspace, mari simak penjelasan berikut. Mengaktifkan jadwal Google Calendar Appointment Photo Credit: Google Workspace Updates Perlu diingat, fitur Appointment Booking ini hanya tersedia untuk paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Layanan ini belum tersedia untuk pengguna Workspace Essentials, Business Starter, Frontline, G Suite Basic, dan G Suite Business. Untuk Anda yang menggunakan akun Google Calendar untuk perusahaan atau sekolah, tersedia alternatif melalui appointment slots atau appointment schedules. Jika Anda sudah memiliki akun yang sesuai, bisa langsung mengikuti langkah-langkah berikut ini: Buka Google Calendar di komputer Anda. Kemudian masuk ke “Settings” dan pilih menu “General”. Masuk ke opsi “Appointment schedules”. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Sedangkan untuk menonaktifkan fitur, cukup hapus centang pada kotak. Baca juga: Cara Kelola Tugas Tertunda Lebih Cepat di Google Calendar Cara menggunakan Appointment schedule di Google Calendar  Photo Credit: Rawpixel Bagi pemilik akun Google Workspace yang ditingkatkan, bisa langsung klik tombol “Create” dan pilih opsi “Appointment schedule” pada menu pull-down. Kemudian Anda bisa membuat halaman booking, mencantumkan ketersediaan waktu, dan mengizinkan rekan atau klien untuk memilih jadwal yang paling sesuai. Selain itu, pengguna juga bisa memilih durasi dan lokasi rapat yang sudah ditentukan, baik di dunia nyata maupun melalui video di Google Meet. Sedikit tips tambahan Untuk membuat jadwal janji temu, Anda juga dapat mengklik kapan saja di bagian kalender yang belum memiliki acara yang dijadwalkan. Di jendela yang muncul, klik Appointment schedule. Pilih opsi “Create a new appointment schedule” atau “Add availability to an existing schedule”. Fitur baru ini juga membantu Anda untuk menghindari jadwal yang overlap. Jika Anda memilih opsi “Ya” atau “Maybe” pada suatu event maka halaman booking akan otomatis terisi sesuai waktu yang tercantum. Apa perbedaan Appointment schedule dengan Appointment slots Fitur “Appointment schedule” membuat Google Calendar lebih sesuai dengan platform penjadwalan Calendly sehingga dapat mengintegrasikan lima kalender berbeda, termasuk Google Calendar dan Microsoft Teams. Google Calendar sebenarnya sudah lama memiliki fitur Appointment slots. Namun fitur tersebut hanya ditujukan untuk grup internal, seperti teman sekelas, rekan kerja atau teman. Sedangkan fitur Appointment schedule ini dapat ditujukan untuk siapa saja yang memiliki alamat email, bahkan untuk mereka yang tidak memiliki akun Google. Selain itu, Appointment schedule juga menyediakan kapabilitas deteksi konflik otomatis yang akan menunjukkan waktu-waktu Anda sibuk. Dengan begitu, fitur ini membantu mengurangi waktu yang dihabiskan pengguna untuk menemukan dan melakukan penjadwalan ulang janji temu. Pengguna Workspace juga dapat mengontrol berapa banyak orang yang dapat booking jadwal lebih awal atau menit terakhir, membatasi jumlah janji temu per hari, menambahkan jeda antar rapat, mengumpulkan info tambahan dari orang yang membuat janji, dan mengirimkan email pengingat sebelum rapat. Apakah Appointment slots tak lagi relevan? Photo Credit: wayhomestudio (Freepik) Ada beberapa fitur yang ada pada Appointment slots yang tidak tersedia di Appointment schedule. Google memberikan rekomendasi untuk menggunakan fitur Appointment slots lama, terutama jika Anda perlu menambahkan anggota tim tambahan, melimpahkan dukungan kalender atau memesan ruang konferensi. Baca juga: Manfaat Google Calendar untuk Bisnis Fitur Appointment schedule ini memungkinkan user untuk lebih mudah menata aktivitas dan menghindari penumpukan jadwal. Untuk sekarang, fitur ini baru tersedia pada paket langganan Google Workspace Business Standar ke atas. Tertarik untuk menggunakan Appointment schedule? EIKON Technology menyediakan paket langganan Google Workspace Business dengan lisensi resmi dari Google dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini

Google Docs, Google Workspace

Google Docs Kini Support Markdown, Editing Jadi Lebih Simpel!

Google Docs baru saja menambahkan fitur Markdown pada Google Docs versi web. Update ini memungkinkan Anda untuk bisa menyunting dokumen dengan text shortcut. Jadi, tak perlu lagi bolak-balik klik icon atau menekan keyboard shortcut. Lalu bagaimana cara kerjanya? Apa itu Markdown? Markdown merupakan sebuah bahasa markup ringan yang dibuat oleh John Gruber di tahun 2004. Dengan memanfaatkan bahasa tersebut, Anda bisa menambahkan berbagai elemen pemformatan ke dokumen teks tanpa harus menggunakan icon bantuan atau keyboard shortcut. Kini, Markdown sudah menjadi salah satu bahasa markup populer di dunia. Menggunakan Markdown berbeda dengan menggunakan editor WYSIWYG yang ada pada aplikasi semacam Microsoft Word. Pada editor tersebut, untuk mengubah format teks Anda harus mengeklik tombol tertentu. Pada Markdown, Anda cukup menambahkan karakter tertentu pada teks maka formatnya pun akan langsung berubah. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Cara kerja Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, Markdown mengubah format teks dengan menambahkan karakter tertentu. Karakter tersebut sebenarnya sudah punya “pakem” sendiri, yaitu Markdown syntax. Di Google Docs sendiri, memang tidak seluruh Markdown syntax berlaku. Google memilih beberapa yang dinilai paling sering digunakan oleh para user seperti fungsi bold dan mengatur heading. Berikut adalah beberapa Markdown syntax yang berlaku di Google Docs versi web: # untuk Heading 1. ## untuk Heading 2. ### untuk Heading 3. _  atau * di awal dan akhir kata untuk fungsi italic (membuat teks miring). ** di awal dan akhir kata untuk fungsi bold (membuat teks tebal). [] di awal dan akhir kata kemudian diikuti (alamat URL) untuk membuat hyperlink. Misalnya Anda ingin mengetik Google Workspace di sini. Maka tinggal mengetikkan **Google Workspace** [_di sini_]( https://workspace.eikontechnology.com/). Google menyebutkan bahwa untuk saat ini, Markdown syntax yang berlaku adalah sebagai berikut: Headings. Italic dan bold. Bold + italic. Strikethrough atau garis coret tengah. Hyperlink. Mengaktifkan Markdown di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum mulai mengetik dengan Markdown, Anda harus memastikan bahwa fitur tersebut memang sudah tersedia dan aktif. Untuk melakukan pengecekan tidaklah sulit. Cukup klik menu “Tools” yang ada pada bagian atas Google Docs kemudian pilih opsi “Preferences”. Saat menu “Preferences” terbuka, pastikan sudah ada opsi “Automatically detect markdown” dan pastikan checkbox yang ada di sebelahnya sudah tercentang. Jika belum tercentang, segera klik box yang kosong dan kemudian klik tab “OK” untuk menyimpan pengaturan. Ketersediaan Fitur Markdown ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan G Suite Basic dan Business. Seluruh pemilik akun Google pribadi yang ingin menggunakan Google Docs juga bisa mencoba fitur Markdown ini. Pengaturan Markdown tidak memerlukan izin dari administrator karena memang ditujukan untuk seluruh end user Google Docs. Untuk cara mengaktifkannya cukup mengikuti panduan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Perlu diingat juga, update ini mulai diluncurkan pada tanggal 29 Maret 2022. Proses rollout akan terus berjalan hingga 15 hari setelahnya. Diperkirakan pada tanggal 13 April 2022 nanti, seluruh end user Google Docs sudah bisa menikmati fitur Markdown ini. Baca juga: Cara Mengedit Google Docs secara Offline Dengan Mudah Kini Anda sudah bisa melakukan pemformatan dengan Markdown di Google Docs versi web. Selain Docs, Google juga memiliki berbagai aplikasi dan layanan produktivitas untuk memudahkan pekerjaan Anda. Berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi Google lain akan lebih cepat dengan Google Workspace, platform yang menampung seluruh aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, hingga Meet. Untuk penerapan Google Workspace skala besar seperti untuk keperluan perusahaan, Anda bisa menghubungi kami, EIKON Technology. Kami merupakan authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Untuk langsung terhubung dengan kami, silakan klik di sini!

Scroll to Top