EIKON Technology

artificial intelligence.

Google Workspace

Duet AI for Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan

 Google Workspace dibuat dan dikembangkan untuk memungkinkan Anda berkolaborasi secara real-time dengan orang lain. Tahun 2023 ini, Workspace semakin berkembang dengan dukungan artificial intelligence (AI). Kini, kekuatan generative AI telah ditanamkan di semua aplikasi Workspace. Dengan generative AI, aplikasi Workspace akan bekerja lebih optimal dalam membantu Anda menulis, mengatur waktu, memvisualisasikan data, hingga mempercepat alur kerja. Pengembangan terbaru dengan dukungan kecerdasan buatan tersebut bernama Duet AI for Google Workspace. Google dan generative AI Akhir-akhir ini, AI tengah menjadi pembicaraan hangat. Selama satu dekade terakhir, AI telah berevolusi dari yang awalnya hanya berupa prototipe eksperimental, kini penggunaannya semakin meluas. Pengembangan terkini seperti generative AI bahkan mulai mengubah cara manusia berkreasi, saling terhubung, dan berkolaborasi. Bulan Maret 2023 lalu, Google mengumumkan dukungan generative AI dalam Google Cloud, untuk membantu developer dalam mengembangkan aplikasi secara bertanggung jawab. Beberapa contohnya adalah Gen App Builder yang memungkinkan developer merancang aplikasi percakapan generatif dan Vertex AI yang memperluas platform pengembangan aplikasi dengan akses ke model pembelajaran mesin dasar Google. Kini, melalui Duet AI for Google Workspace, Google menghadirkan dukungan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan alur kerja Anda selama menggunakan Workspace. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace Bantu kembangkan ide Photo Credit: Google Workspace Duet AI sudah bekerja di belakang layar untuk membantu Anda menulis, baik itu saat menulis email di Gmail maupun saat menuangkan ide di Docs. Paling baru, Google menghadirkan dukungan AI ke Gmail versi mobile. Nantinya, Anda dapat menyusun respons lengkap saat menulis email hanya dengan beberapa kata sebagai perintah. Mengolah data menjadi insight baru Photo Credit: Google Workspace Duet AI hadir untuk membantu Anda menganalisis dan menindaklanjuti data Sheet lebih cepat dengan klasifikasi data otomatis. Kapabilitas “help me organize” di Sheets secara otomatis membuat perencanaan untuk tugas, proyek, atau aktivitas apa pun yang ingin Anda lacak atau kelola. Cukup jelaskan tujuan Anda dan Sheet kemudian akan menyusun perencanaan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Duet AI membantu Anda membuat perencanaan yang rapi dengan tool yang mudah digunakan. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menjalin koneksi yang lebih bermakna Photo Credit: Google Workspace Google juga telah memadukan Duet AI dengan Meet dan memperkenalkan kemampuan untuk membuat background unik pada panggilan video Anda. Kapabilitas baru ini membantu pengguna mengekspresikan diri dan memperdalam koneksi selama panggilan video berlangsung, sambil tetap melindungi privasi mereka. Semuanya bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik saja. Tetap terkendali Meski perkembangannya begitu pesat, AI bukanlah pengganti kreativitas dan kecerdasan alami manusia. Google telah merancang produknya sesuai dengan AI Principles yang membuat pengguna tetap memegang kendali, memberikan saran yang bisa Anda ubah dan sesuaikan dengan kebutuhan. Google juga telah menyediakan kontrol administratif yang sesuai sehingga Anda dapat menetapkan kebijakan yang tepat bagi lingkungan kerja Anda. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Generative AI Perkembangan AI, terutama generative AI semakin pesat akhir-akhir ini. Penggunaanya pun semakin meluas, bahkan hingga mencapai masyarakat awam. Namun memang tidak dapat dimungkiri bahwa AI memang dapat membantu dan bahkan mengoptimalkan produktivitas. Google menjawab itu semua dengan mengembangkan generative AI yang telah disesuaikan dengan produk dan aplikasi mereka. Untuk Google Workspace misalnya, kecerdasan buatan telah ditanamkan untuk dapat menyederhanakan dan mengotomatisasikan tugas, seperti menyusun draf dan mengambil sumber data. Tertarik untuk mulai mencoba kepintaran generative AI? Anda bisa langsung menikmatinya melalui teknologi Duet AI for Google Workspace. Dapatkan segera rangkaian produktivitas Google Workspace untuk mendukung alur kerja perusahaan atau instansi Anda melalui EIKON Technology. Kami menyediakan produk resmi beserta proses implementasi yang aman dan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Cloud Computing, Google Cloud

3 Cara Berinovasi dengan Biaya Minim Menggunakan Cloud Computing

Sepanjang 1,5 tahun belakangan ini, pelaku bisnis di berbagai belahan dunia harus menghadapi tantangan yang cukup berat. Seiring dengan kebijakan social distancing untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, banyak perusahaan dituntut beradaptasi melakukan remote working. Tak hanya dalam operasional sehari-hari, adaptasi juga dibutuhkan dalam hal keuangan perusahaan. Mengingat situasi bisnis yang sedang tidak pasti, perusahaan pun dituntut untuk menghemat lebih banyak pengeluaran daripada sebelumnya. Di sisi lain, operasional perusahaan juga tetap harus berjalan optimal agar pemasukan bisa lancar. Cloud computing menawarkan solusi cara berinovasi secara efisien. Teknologi satu ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan operasional kerja sehari-hari sekaligus mengurangi pengeluaran IT hingga 10%. Bagaimana caranya? Kurangi biaya manajemen IT dengan perangkat yang mengutamakan cloud Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Di era remote working seperti sekarang, teknologi cloud computing tidak hanya digunakan untuk menjaga produktivitas kerja, tapi juga memudahkan kolaborasi antar anggota tim. Nah, agar bekerja dengan cloud bisa lebih efektif, sebaiknya gunakan perangkat yang memang khusus dirancang untuk penggunaan cloud seperti Google Chromebook. Dibekali sistem operasi Chrome, Google Chromebook sangat mudah digunakan, memiliki performa cepat, dan dilengkapi sistem keamanan bawaan (built-in) sehingga mendukung penuh aktivitas kerja karyawan. Terlebih, perangkat Google Chromebook mendukung sistem jaringan komputer terpusat atau yang disebut dengan thin client. Dengan menggunakan perangkat think client, perusahaan dapat menghemat pengeluaran jika dibandingkan dengan perangkat desktop maupun laptop biasa. Hasil riset dari BCG Platinion bahkan menyebutkan bahwa cara berinovasi dengan penerapan thin client mampu menghemat biaya hingga 25% dalam sektor teknologi end-user. Manfaatkan SaaS untuk meningkatkan produktivitas Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Dengan anggota tim perusahaan yang berada di lokasi berbeda karena harus menerapkan social distancing, kebutuhan akan kolaborasi kerja secara efisien pun jadi semakin besar. Kabar baiknya, kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan menggunakan rangkaian Software-as-a-Service (SaaS) seperti Google Workspace. Sebagai suatu program yang menawarkan solusi produktivitas, Google Workspace dapat pula menjadi cara berinovasi hemat biaya. Masih dari hasil riset yang dilakukan BCG Platinion, penerapan SaaS telah terbukti mampu mengurangi biaya komputasi untuk end user hingga 35%. Keunggulan Google Workspace tentu tak hanya dari segi biaya. Kali ini, sebuah studi dari Forrester pada 2020 menunjukkan bahwa penggunaan Google Workspace terbukti mampu meningkatkan pendapatan hingga 1,5%, mengurangi kebutuhan akan dukungan teknis on-demand sebanyak 20%, serta mengurangi risiko kebocoran data hingga lebih dari 95%. Optimalkan teknologi analitik data untuk efisiensi kerja Photo Credit: Mikhail Nilov (Pexels) Idealnya, mayoritas perusahaan sangat bergantung pada data untuk melakukan banyak hal penting seperti menganalisis finansial, memprediksi kebutuhan pasar, hingga mempersiapkan supply-chain. Agar bisa menghasilkan analisis data seakurat mungkin, banyak perusahaan yang mulai menggunakan teknologi analitik dan artificial intelligence (AI). Walau begitu, tak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya pengelolaan data secara efektif cukup rumit dilakukan, belum lagi harus menyiapkan biaya yang tak sedikit untuk perancangan infrastruktur secara lokal (on-premise architecture). Solusi dari tantangan ini adalah dengan beralih ke infrastruktur berbasis cloud seperti Google Cloud. Menurut laporan dari BCG Platinion, cara berinovasi menggunakan platform data berbasis cloud dapat meningkatkan efektivitas hingga 70%. Dalam hal ini, efektivitas yang dimaksud bisa berupa peningkatan penjualan maupun berkurangnya biaya pengadaan barang. Situasi 1,5 tahun belakangan ini memang bisa dikatakan kurang ideal untuk industri bisnis. Para pelaku bisnis dituntut untuk tetap produktif sambil menjaga pengeluaran secara lebih ketat. Beruntung ada teknologi cloud computing seperti Google Cloud yang dapat menjadi cara berinovasi untuk menjawab tantangan tersebut. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan layanan cloud computing tersebut? Tentunya melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology, yang dapat membantu Anda untuk mulai mengadopsi Google Cloud. Tenang saja, bagi yang masih belum familiar dengan teknologi satu ini, tim EIKON Technology dapat menjelaskannya secara lebih detail kepada Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Appsheet

5 Peran Aplikasi Tanpa Coding pada Bidang Manufaktur

Teknologi automasi telah terbukti mampu memberikan keuntungan pada para tenaga kerja di bidang manufaktur. Tak hanya dari segi efisiensi dan keselamatan kerja, keuntungan tersebut juga berdampak pada finansial perusahaan. Menurut para ahli, perusahaan manufaktur bisa menghemat hingga 2,7 triliun USD melalui automasi proses kerja (workflow). Aplikasi tanpa coding dapat mendukung penerapan automasi tersebut. Anda bisa mengembangkannya melalui platform AppSheet dari Google Cloud. Menggabungkan artificial intelligence (AI) dan pengembangan bersifat no-code, AppSheet memungkinkan tim manufaktur untuk merancang aplikasi tanpa harus menulis coding sedikit pun. Melalui aplikasi tanpa coding ini, ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan di bidang manufaktur. Apa saja keuntungan yang dimaksud? Cek daftar selengkapnya berikut ini! Pengelolaan inventaris Photo Credit: Remy Gieling (Unsplash) Agar perusahaan manufaktur dapat selalu memenuhi kebutuhan produksi, maka perlu adanya keseimbangan pada ketersediaan bahan baku, peralatan, dan suku cadang. Kuncinya adalah dengan melakukan kontrol inventaris secara efisien. Tak hanya menghemat waktu, hal tersebut juga dapat membantu Anda mengurangi limbah yang dihasilkan dari produksi manufaktur. Aplikasi tanpa coding dapat membantu Anda mengautomasi kontrol inventaris tersebut sehingga prosesnya lebih sederhana, minim human error, dan optimal. Platform pengembangan seperti AppSheet adalah solusinya. AppSheet menyediakan sejumlah sampel aplikasi yang dapat Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan manufaktur Anda. Contohnya aplikasi Manufacturing Inventory dan Barcode Scan and Search. Pengiriman Photo Credit: ELEVATE (Pexels) Pada bidang manufaktur, pekerjaan belum berhenti ketika produk meninggalkan pabrik. Anda juga harus memastikan bahwa produk tersebut sampai di tangan konsumen dalam keadaan aman. Dengan banyaknya produk yang harus dikirim ke berbagai lokasi, proses pengiriman pun biasanya memakan cukup banyak waktu. Beruntung kini Anda bisa menyederhanakan prosesnya melalui aplikasi tanpa coding yang dikembangkan melalui AppSheet. Aplikasi tersebut akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada konsumen saat pesanan mereka siap dikirim. Ketika pesanan diantar, aplikasi juga akan mengirimkan notifikasi lain kepada Anda maupun konsumen. Bahkan jika Anda mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan Google Maps, pengemudi bisa mendapatkan update rute perjalanan berdasarkan kondisi lalu lintas secara real-time. Dengan begini, risiko pengiriman telat pun dapat ditekan. Manajemen tenaga kerja Photo Credit: ThisIsEngineering (Pexels) Bukan menjadi rahasia lagi bahwa tenaga kerja merupakan bagian terpenting dalam operasional manufaktur. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa proses manajemen tenaga kerja cukup rumit dan rentan error, misalnya terkait kesalahan nominal saat transfer gaji bulanan. Pekerjaan bersifat administratif seperti itu dapat disederhanakan dengan penggunaan teknologi automasi dari aplikasi tanpa coding. Di AppSheet, misalnya, tersedia sampel aplikasi Timesheet yang memudahkan pekerja manufaktur untuk mendata jam kerja harian dan secara otomatis menghitung upah yang berhak diterima masing-masing orang berdasarkan data jam kerja. Karena merupakan sampel, aplikasi Timesheet tersebut dapat Anda salin dan modifikasi kembali sesuai dengan kebutuhan manajemen tenaga kerja di perusahaan manufaktur Anda. Tentunya semua itu bisa Anda lakukan tanpa coding di AppSheet. Pengelolaan aset perusahaan Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Umumnya, perusahaan manufaktur memiliki banyak sekali aset yang tersebar di berbagai lokasi. Aset yang dimaksud bisa berupa mesin, server sumber daya manusia, kendaraan, dan lainnya. Dengan mengautomasi pengelolaan aset-aset tersebut, stabilitas dan peluang profit perusahaan manufaktur pun bisa meningkat. Menggunakan platform pengembangan aplikasi tanpa coding seperti AppSheet, siapa pun bisa dengan mudah merancang aplikasi yang berfungsi sebagai satu platform terpusat untuk memonitor workflow manufaktur, manajemen data, proses HR, kontrol inventaris, dan lainnya. Dengan begini, Anda pun bisa memantau seluruh aset secara praktis dan efisien. Lalu, karena berbasis cloud, maka Anda dapat mengakses aplikasi dari mana saja dan kapan saja. Jadi, jika sewaktu-waktu ditemukan masalah, Anda bisa cepat mengambil tindakan. Pelaporan insiden Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Tidak ada perusahaan manufaktur yang ingin mengalami insiden atau kecelakaan kerja. Namun, hal seperti ini tidak pernah bisa diprediksi. Jika terjadi, pihak manajemen harus segera memberikan respons secara cepat. Itulah kenapa penting bagi para petinggi perusahaan manufaktur untuk memiliki sistem otomatis yang bisa diandalkan dalam membuat dan mengirimkan laporan insiden. Automasi tanpa coding adalah solusinya. Anda bisa dengan mudah mengembangkan aplikasi pelaporan insiden bersifat autopilot. Melalui aplikasi ini, nantinya para pekerja bisa mengisi formulir untuk melaporkan insiden, menjadwalkan pertemuan dengan pihak terkait, hingga mengumpulkan bukti insiden. Jika membutuhkan tanda tangan dari pihak tertentu pun, mereka bisa mengajukan permintaan melalui SMS atau email yang terintegrasi dengan aplikasi. Hal ini tentu akan mempercepat pelaporan insiden secara akurat sehingga penanganan tepat bisa segera dilakukan.   Tanpa membutuhkan kemampuan coding, AppSheet memungkinkan para pekerja di bidang manufaktur untuk mengautomasi workflow pada sektor-sektor krusial. Untuk merasakan berbagai keunggulan aplikasi tanpa coding pada bisnis manufaktur seperti di atas, Anda bisa berlangganan AppSheet melalui partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan memberi penjelasan mendalam seputar AppSheet. Sampaikan kebutuhan Anda dan tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih paket langganan yang paling sesuai!

Collaboration, Google Cloud, Productivity

Transformasi Industri FMCG dengan Sistem SAP Google Cloud

  Sejak beberapa tahun belakangan ini, industri fast-moving consumer goods (FMCG)—atau disebut juga dengan consumer packaged goods (CPG)—sedang bergelut dengan perubahan. Konsumen mulai menginginkan pengalaman yang lebih personal dengan brand FMCG. Tak hanya itu, mereka pun memiliki standar yang meningkat terkait tanggung jawab sosial dan transparansi brand. Tuntutan perubahan pada industri FMCG juga ditujukan pada model bisnis yang dijalankan. Jika sebelumnya mayoritas konsumen mendapatkan produk FMCG dengan mendatangi supermarket, kini mulai banyak dari mereka yang mengandalkan layanan berlangganan (subscription) atau pengantaran langsung (direct-to-consumer). Menjawab berbagai tantangan tersebut, banyak perusahaan CPG mulai mengarahkan model bisnis ke arah digital. Alhasil, dibutuhkan pemanfaatan teknologi cloud yang dikenal memiliki keamanan dan fleksibilitas tinggi. Mengingat bahwa banyak perusahaan CPG yang menggunakan SAP, Anda bisa mengintegrasikannya dengan Google Cloud untuk mencapai target digitalisasi perusahaan. Sediakan data maksimal untuk analisis lebih mendalam Photo Credit: Fatos Bytyqi (Unsplash) SAP merupakan singkatan dari System Application and Product in Data Processing, yang diterapkan untuk mendukung aktivitas kerja di perusahaan atau organisasi agar bisa berjalan secara otomatis. Dengan begitu, efisiensi dan produktivitas kerja pun dapat meningkat. Idealnya, sistem SAP terdiri dari bermacam-macam modul dengan tugas masing-masing sesuai perintah. Seluruh modul tersebut akan saling terintegrasi untuk menyajikan data akurat kepada Anda. Nah, melalui kombinasi SAP Google Cloud, Anda bisa mendapatkan data atau insight secara lebih optimal. Beberapa perangkat analitik Google, contohnya Looker dan BigQuery, dapat membantu perusahaan menghubungkan data pelanggan, operasional, dan bisnis sekaligus. Caranya adalah melalui penyatuan sistem SAP dengan sinyal data Google seperti Maps, Ads, atau Shopping. Data tersebut mampu menjalankan tugas-tugas kompleks secara cepat, sehingga perusahaan dapat melakukan analisis secara mendalam dan mendapatkan insight baru seputar pelanggan dan bisnis mereka. Relatif lebih efisien, lebih hemat biaya Photo Credit: Scott Graham (Unsplash) Salah satu kelebihan sistem SAP Google Cloud adalah sifatnya yang scalable. Artinya, Anda bisa terus menyesuaikan pemakaian sistem berdasarkan perkembangan bisnis dan pasar, termasuk di industri FMCG. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan efisiensi biaya. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang memang diperlukan. Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh IDC, penggunaan sistem SAP pada Google Cloud mampu mengurangi biaya operasional tiga tahun hingga 46%, dengan potensi downtime yang menurun hingga 83% dan peningkatan efisiensi tim IT hingga 56%. Dengan begini, Anda dan tim di perusahaan FMCG pun bisa mengalokasikan biaya lebih untuk hal-hal krusial lain seperti eksekusi strategi marketing, riset pasar, hingga aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Membangun built-in intelligence dengan teknologi AI dan machine learning Google Photo Credit: Sai Kiran Anagani (Unsplash) Mengikuti tren pasar memang baik untuk dilakukan, terutama bagi perusahaan FMCG yang produk-produknya begitu dekat dengan konsumen. Namun, akan lebih baik jika Anda memiliki kemampuan untuk memprediksi tren tersebut dan menjadi brand yang inovatif. Dibekali teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI), sistem SAP Google Cloud mampu memprediksi tren secara akurat. Hal ini dapat membantu banyak divisi di perusahaan FMCG dalam menjalankan tugas masing-masing. Bagi tim marketing, misalnya, kemampuan prediksi tren dari SAP Google Cloud bisa membantu mengevaluasi hasil promosi dan efektivitas biaya pengeluaran. Lalu, bagi tim supply chain, mereka dapat menggunakan hasil prediksi untuk memonitor inventaris sehingga meminimalisir terjadinya kehabisan stok.   Bagi perusahaan FMCG yang selama ini telah menggunakan sistem SAP, tingkatkan performanya melalui integrasi dengan Google Cloud. Berbagai kemudahan di atas akan Anda dapatkan dan digitalisasi perusahaan pun tak lagi mustahil dilakukan. Jadi, jangan buang-buang waktu lagi. Namun, pastikan Anda hanya berlangganan SAP Google Cloud dari partner resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Anda bahkan bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk menentukan infrastruktur cloud paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan FMCG Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!    

Scroll to Top