EIKON Technology

cloud

Cloud Computing, Google Cloud

Menimbang Kembali Open Source dan Keamanan Multicloud

Teknologi open source telah menjadi bagian integral dari komputasi sejak era paling awal, bahkan sebelum lahirnya pusat teknologi modern seperti Silicon Valley. Proyek open source merupakan fondasi lahirnya beberapa perangkat lunak paling populer di dunia, seperti Mozilla Firefox dan sistem operasi Linux. Ulasan kali ini akan membahas sekilas tentang konsep dasar teknologi open source, peran yang dimainkannya di dunia multicloud, serta perspektif developer dalam menggunakan teknologi tersebut dalam mendukung pekerjaan mereka sehari-hari. Memahami konsep dasar open source Photo Credit: lucabravo (Freepik) Konsep dasar multicloud ada pada kemampuan untuk menjalankan beban kerja di cloud, sekaligus mampu memilih penyedia yang paling cocok untuk mengerjakan bagian tertentu dari beban kerja. Mengadopsi teknologi dan bahasa open source akan membantu perusahaan untuk mengoptimalkan alat yang mereka butuhkan, terlepas dari penyedia cloud, tanpa takut terkunci di penyedia tertentu. Saat Anda memikirkan tentang berpindah di lingkungan yang berbeda, apakah itu cloud ke cloud, atau desktop pengembang ke tujuan akhir, atau justru dari pusat data ke cloud Anda, perangkat lunak open source selalu memungkinkan Anda melakukan itu. Kemudian, multicloud hanyalah perpanjangan dari itu. Dengan begitu, Anda tak perlu merasa kesulitan jika harus menjalankan perangkat lunak yang sama dengan perangkat yang berbeda. Baca juga: Mendapatkan Insights Baru untuk Mengelola Multicloud dengan Hybrid Cloud Logs Tantangan baru dalam keamanan dengan multicloud Photo Credit: creativeart (Freepik) Makin banyaknya perusahaan yang mengadopsi pendekatan multicloud, pertanyaan tentang bagaimana menjaga keamanan di lingkungan yang kompleks ini dan meningkatnya beban tim SecOps lantas menjadi perhatian utama. Tantangan cloud yang dihadapi oleh tim yang lebih tradisional berkisar dari jenis telemetri dan log hingga volume dan kurangnya kejelasan kasus penggunaan deteksi. Namun, masalah tersebut meningkat saat penggunaan diperluas dengan menyertakan banyak cloud. Situasi semacam ini dapat menimbulkan hambatan baru, karena cara menangani sesuatu di satu penyedia kemungkinan akan sama sekali berbeda di penyedia lainnya. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Saat menggunakan multicloud, Anda harus memahami seperti apa cara kerja dengan satu penyedia terlebih dahulu. Ibaratnya, saat Anda perlu memperbaiki 3 buah mobil, maka sebelumnya Anda sudah harus tahu cara memperbaiki sebuah mobil. Pun demikian dengan multicloud.  Anda harus sudah paham betul dengan cara menggunakan cloud sebelum naik ke multicloud. Untuk mengatasi tantangan keamanan multicloud, Anda bisa menerapkan tips berikut ini: Pelajari lebih banyak cloud, bukan lebih sedikit, terlebih jika Anda menggunakan multicloud. Ini karena teknologi multicloud membutuhkan lebih banyak pengetahuan cloud, Anda tidak dapat mempelajari satu penyedia, kemudian menganggapnya selesai. Anda harus memahami perbedaannya agar dapat mengamankan beberapa lingkungan cloud sekaligus. Fokus pada pembelajaran manajemen cloud identity dan perbandingannya dengan fungsi layanan manajemen identitas tradisional Anda. Mulailah dengan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan di satu cloud, lalu lanjutkan dengan cloud lain yang Anda gunakan. Jelajahi di mana area ancaman berubah di lingkungan cloud saat Anda merencanakan aktivitas deteksi dan respons untuk memahami apakah deteksi tersebut masuk di cloud. Baca juga: Kemudahan Analisis Data Multicloud dengan BigQuery Omni Google Cloud menghadirkan diskusi rutin melalui akun Twitter mereka, @googlecloud. Melalui podcast bertajuk #MulticloudMindset, Anda dapat menyimak informasi mengenai keamanan cloud, pertimbangan dan tantangan utama yang dihadapi tim keamanan, dan beberapa praktik terbaik yang berguna untuk keamanan di lingkungan multicloud. Menggunakan teknologi cloud akan memudahkan Anda untuk mengembangkan perangkat lunak atau program tanpa harus terbatas dengan perangkat tertentu. Cukup dengan koneksi internet saja, Anda sudah bisa terhubung dengan progres pengembangan perangkat lunak, di mana pun dan kapan pun. Google Cloud menawarkan teknologi cloud tercanggih yang telah terjamin keamanannya untuk Anda. Dapatkan segera hanya di EIKON Technology, authorized reseller produk Google Cloud di Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Cloud

Google Cloud Deploy Memperkenalkan Verifikasi Pasca Deployment

Google Cloud Deploy memperkenalkan fitur baru yang disebut deployment verification. Dengan fitur ini, pengembang dan operator dapat mengatur dan menjalankan pengujian pasca penerapan tanpa harus melakukan integrasi pengujian yang lebih ekstensif. Laporan State of DevOps tahun 2021 menunjukkan bahwa pengujian berkelanjutan adalah penentu utama dari keberhasilan pengiriman berkelanjutan. Dengan menggabungkan pengujian awal dan rutin selama proses pengiriman, serta penguji yang bekerja bersama pengembang, tim dapat mengulangi dan membuat perubahan pada produk, layanan, atau aplikasi mereka dengan lebih cepat. Bagaimana dengan melakukan pengujian pasca pengiriman untuk menentukan apakah kondisi tertentu terpenuhi guna validasi penerapan lebih lanjut? Bagi sebagian besar pengguna, kemampuan untuk menjalankan tes ini tetap penting bagi bisnis mereka dan merupakan kemampuan yang banyak dibutuhkan dari alat pengiriman berkelanjutan. Fitur baru ini bergantung pada fase Skaffold baru bernama “verify”, fase ini memungkinkan pengembang dan operator untuk menambahkan daftar wadah uji untuk dijalankan pasca penerapan dan dipantau untuk keberhasilan/kegagalan. Cara menggunakan Artikel ini menggunakan python-hello-world dari Cloud Code Samples untuk menunjukkan cara kerja deployment verification. Dengan pemicu Cloud Build, file yang dikonfigurasi, dan Cloud Deploy Pipeline yang telah dibuat, Anda bisa mulai mencoba fitur verifikasi pasca penerapan. Pertama, Anda perlu memodifikasi skaffold.yaml untuk memasukkan fase verifikasi baru: Photo Credit: Google Cloud Blog Kemungkinan untuk menggunakan image container apa pun (baik container yang berdiri sendiri atau dibuat oleh Skaffold) memberi pengembang fleksibilitas melakukan pengujian sederhana hingga skenario yang lebih kompleks. Dalam contoh ini, mari coba gunakan ‘wget‘ untuk memeriksa apakah halaman “/ hello” ada dan apakah sudah aktif (http 200 response). Meskipun Anda dapat menggunakan probe kesiapan Kubernetes untuk memeriksa apakah aplikasi/pod siap menerima permintaan, fitur Cloud Deploy yang baru ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pengujian terkontrol yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya? Sekarang mari lihat clouddeploy.yaml. Verifikasi pasca penerapan dapat digunakan untuk target yang berbeda berdasarkan profil Skaffold yang berbeda, dalam kasus target ‘dev‘, juga perlu konfigurasi target yang ingin diverifikasikan penerapannya. Photo Credit: Google Cloud Blog Setelah perubahan ini, Anda bisa langsung memicu proses CI/CD menggunakan ‘gcloud builds submit‘ atau mendorong kode ke repo sumber untuk memicu Cloud Build. Setelah fase build (juga dikenal sebagai Continuous Integration), Cloud Build akan membuat rilis Google Cloud Deploy dan menerapkannya melalui pipeline pengiriman yang ditentukan ke target ‘dev‘. Baca juga: Cara Menunda Notifikasi Monitoring Melalui Cloud Alerting Google Cloud Untuk memeriksa status penerapan, buka Cloud Deploy lalu navigasikan ke pipeline pengiriman dan klik rilis terakhir di daftar rilis. Pada halaman detail rilis, pilih peluncuran terakhir dari daftar peluncuran. Photo Credit: Google Cloud Blog Tangkapan layar di atas menunjukkan verifikasi penempatan pos berhasil. Anda dapat mengeklik log verifikasi untuk melihat detailnya. Jika alamat verifikasi ‘wget’ di skaffold.yaml diubah dan prosesnya dijalankan kembali, Anda bisa langsung melihat apa yang terjadi ketika verifikasi gagal. Photo Credit: Google Cloud Blog Saat verifikasi penerapan gagal, peluncuran juga akan gagal Semua uji verifikasi penerapan harus lulus. Jika uji verifikasi penerapan gagal, peluncuran juga gagal. Namun, Anda masih bisa menjalankan kembali verifikasi pasca penerapan untuk peluncuran yang gagal. Anda juga dapat menerima pemberitahuan Pub/Sub saat verifikasi dimulai dan diselesaikan. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer Halaman tutorial Google Cloud Deploy kini telah diperbarui dengan panduan verifikasi penerapan. Tutorial interaktif ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah untuk menyiapkan dan menggunakan layanan Google Cloud Deploy. Pipeline ini mencakup verifikasi penerapan otomatis, yang menjalankan pemeriksaan pada setiap tahap untuk menguji keberhasilan aplikasi. Hadirnya fitur baru ini kembali menunjukkan kapabilitas Google Cloud sebagai dukungan untuk proyek pengembangan aplikasi. Dapatkan segera Google Cloud untuk proyek pengembangan aplikasi Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller Google. Kami menawarkan solusi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Komputasi Awan dari Google Cloud untuk Pacu Pertumbuhan Bisnis di Surabaya

Komputasi awan atau cloud computing merupakan suatu inovasi teknologi yang memungkinkan Anda memanfaatkan sistem komputer sebagai sumber daya untuk mendukung berbagai kebutuhan. Salah satunya, kebutuhan penyimpanan data. Salah satu penyedia layanan komputasi awan ini adalah raksasa teknologi, Google. Melalui Google Cloud Platform, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menyediakan layanan cloud yang skalabel sehingga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun, baik dalam skala kecil seperti pengguna individu, maupun skala besar di perusahaan mapan. Google Cloud pun dapat dimanfaatkan oleh startup atau UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro). Pada tanggal 15 Juni 2022 lalu, EIKON Technology berkesempatan untuk menyelenggarakan talkshow bersama Google Cloud Indonesia sekaligus menghadirkan pembicara dari PT. Pelindo Husada Citra serta PT. Pakuwon Jati. Talkshow ini membahas bagaimana peluang pemanfaatan cloud untuk meningkatkan geliat bisnis di Surabaya. Persiapan hadapi era digitalisasi Photo Credit: Freepik Pertumbuhan teknologi informasi (TI) di Indonesia sedang menunjukkan tren positif. TI dianggap sebagai sebuah solusi yang dapat membantu perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam kompetisi. Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang, kompetisi semakin ketat. Kompetitor tak hanya datang dari skala regional maupun nasional, tapi bahkan global. Solusi komputasi awan dari Google Cloud menawarkan dukungan bagi para pelaku bisnis dalam mengembangkan sekaligus mengamankan data. Selain itu, migrasi ke cloud juga dapat membangun kepercayaan bisnis di masa mendatang. Dengan begitu, perusahaan pun bisa lebih fokus pada kegiatan bisnis utama untuk bersaing dengan kompetitor. Megawaty Khie, Country Director, Google Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan pengguna cloud di Indonesia terus bertambah, “Sejak diperkenalkan 4 tahun lalu, pengguna Google Cloud terus bertambah di Indonesia. Saat ini, sekitar 100-an perusahaan besar telah menjadi mitra Google Cloud. Di Surabaya kami juga bekerja sama dengan Pakuwon Group, Wings Group, Datalabs, dan EIKON Technology,”. Fleksibel, untuk berbagai keperluan bisnis Photo Credit: tirachardz (Freepik) Pemanfaatan Google Cloud pun sangat luas. Solusi komputasi awan ini dapat dimanfaatkan oleh perusahan dari sektor industri mana pun dan dalam skala apa pun. “Google Cloud bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis apa saja baik skala kecil, menengah, maupun besar. Bahkan pelaku UMKM dan startup juga bisa memanfaatkan Google Cloud untuk pengembangan usaha mereka. Sebab, pemanfaatannya tidak memerlukan investasi besar. Bahkan dalam jumlah ratusan ribu, pengusaha UMKM bisa memulai bisnisnya dengan memanfaatkan platform Google Cloud meskipun dengan kapasitas yang tidak besar. Nanti kalau bisnisnya sudah berkembang, kapasitas bisa dinaikkan,” jelas Johannes Candra, CEO EIKON Technology. Dari data EIKON Technology, diketahui bahwa perumbuhan pengguna Google Cloud di Indonesia tergolong besar. EIKON mencatat bahwa mereka mengalami pertumbuhan sekitar 30% di tahun 2021. Di tahun sebelumnya (2020), pertumbuhan EIKON bahklan lebih besar lagi, yakni sekitar 40%. Johannes yakin bahwa ke depannya, pasar Google Cloud akan makin cepat pertumbuhannya. Hemat biaya dengan infrastuktur minimal Photo Credit: Freepik Kelebihan lain komputasi awan sebagai solusi penyimpanan adalah efisiensinya. “Enaknya pakai cloud, kita tidak perlu banyak membangun infrastruktur. Kita hanya butuh storage-nya saja. Dimulai dari yang kecil dulu. Kalau dirasa kurang, nanti bisa ditambah. Dan itu hitungan menit sudah jadi,” jelas Johannes Candra. Pemanfaatannya yang fleksibel pun membuat cloud tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI. Terlebih sebagai Google Cloud Partner dengan spesialisasi Work Transformation – Enterprise, EIKON Technology juga menyediakan layanan Google Workspace. Saat ini beberapa perusahaan besar, dari industri manufaktur hingga keuangan, telah memanfaatkan Google Cloud dan menjadi klien EIKON, di antaranya, BukaLapak, Traveloka, Gojek, ticket.com, Lazada, Alfamart, OT Group, Pakuwon Group, Wings Group, Sinarmas, Maspion Group, Cardig Air, hingga instansi seperti BPJS, Waskita Karya, PP Properti, dan banyak lagi lainnya. Dukung tren kerja masa kini Era digitalisasi memunculkan suatu tren kerja baru. Salah satunya adalah tren WFH dan WFA yang memungkinkan pekerja untuk tidak harus datang ke kantor. Tren yang populer di masa pandemi tersebut tentu memicu hambatan baru, yaitu masalah komunikasi dan kolaborasi. Dengan memanfaatkan layanan dari Google Cloud yang didukung oleh Workspace, perusahaan bisa tetap beroperasi dengan lancar meski para karyawan harus bekerja di luar kantor. Terlebih, pemanfaatan teknologi cloud ini juga dapat menghemat biaya dan waktu. Begitu juga dengan analisis keuangan perusahaan. Memanfaatkan aplikasi yang ada di Workspace data keuangan tidak hanya disimpan dengan aman, tapi juga dianalisis dengan cepat. Jadi, perusahaan bisa cepat mengambil strategi dengan akurat. Bahkan data semua customer yang jumlahnya mencapai puluhan ribu bisa tersimpan dengan aman. “Sejak pandemi, kami banyak memanfaatkan Google Workspace untuk keperluan bisnis Pakuwon Group. Kami akan terus melakukan migrasi data dengan Google Cloud untuk semua unit usaha Pakuwon Group,” kata Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon Group. Photo Credit: our-team (Freepik) Daniel Tjandra, CTO Wings Surya pun menambahkan bahwa teknologi digital seperti cloud pun sangat besar manfaatnya sekarang, terutama bagi para pemilik bisnis. “Misalnya dari sisi marketing, sekarang perusahaan bisa mudah melihat seberapa besar kebutuhan pasar dan seberapa besar yang bisa dipenuhi,” Pun demikian dengan distribusi produk. Dengan dukungan teknologi, perusahaan kini dapat selalu memastikan penyebaran produk, apakah sudah merata ke pasar yang dituju atau belum. Jika terdapat kekurangan pun bisa segera dipenuhi. “Biaya lebih hemat dan market bisa berkembang lebih luas. Storage data bisa menyimpan lebih banyak sehingga menghemat biaya. Bahkan bisa meningkatkan performa kerja,” tandasnya.

Google Cloud

Pemanfaatan Teknologi untuk Ciptakan Pasar Finansial yang Lebih Aman dan Efisien

Pemanfaatan teknologi telah terbukti mampu mendukung berbagai sektor kehidupan. Salah satunya, pasar finansial. Data dari Google Cloud bahkan menyebutkan bahwa pasar keuangan termasuk di antara beberapa sektor yang pertama mengadopsi teknologi. Tingkat adopsi paling tinggi ada pada pasar derivatif (pasar investasi untuk jual-beli jenis sekuritas atau instrumen keuangan tertentu). Ke depannya diharapkan teknologi baru bisa membuka jalan untuk kecepatan transfer serta transparansi dana yang lebih baik lagi. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cloud dapat membantu meningkatkan ketahanan, kinerja, serta keamanan yang memungkinkan visi jangka panjang untuk pasar finansial. Seperti apa? Mari simak ulasannya berikut. Pemanfaatan teknologi cloud saat ini Saat ini, pemanfaatan teknologi cloud sudah mulai meluas. Paling baru, pasar finansial mulai mengadopsi teknologi ML atau machine learning, bahkan dalam skala yang lebih luas lagi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi cloud memungkinkan eksperimen kondisi pasar yang jauh lebih mudah, cepat, dan aman, terlebih jika didukung oleh dataset besar dan ML. Dalam sebuah studi yang dilakukan Coalition Greenwich (disponsori Google), terlihat bahwa lebih dari 93% sistem perdagangan, pertukaran, dan penyediaan data dalam beberapa hal menyediakan layanan mereka di cloud. Sekitar 72% industri keuangan, berniat untuk menggunakan data pasar berbasis data cloud public dalam 12 bulan ke depan. Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Google Cloud Untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan Peran machine learning dalam pasar finansial Photo Credit: our-team (Freepik) Andrew Moore, Head of AI and Industry Solutions Google Cloud, menyebutkan bahwa ML akan melakukan 3 hal penting yang memengaruhi pasar finansial: memberi makna, menyediakan layanan pemeliharaan, sekaligus menjadi pelindung. Dengan lebih banyak data dari sebelumnya, ML dapat meningkatkan kemampuan untuk memprosesnya sekaligus menjadi lebih mudah diakses di cloud. Teknologi semacam ini akan sangat membantu dalam aktivitas perdagangan dan mencegah terjadinya pencucian uang, serta mengelola berbagai risiko (guna mendukung kepentingan investor dan regulator). Membangun fondasi pasar finansial untuk masa depan dengan pemanfaatan teknologi Sasaran ketahanan operasional, keamanan, dan privasi akan terus menjadi poin penting dalam membangun fondasi pasar finansial, baik untuk para pelaku maupun regulatornya. Sementara teknologi menjanjikan keuntungan yang nyata, penting bagi para pihak yang terlibat untuk meneliti potensi risiko dan kekhawatiran. Photo Credit: Freepik Untuk saat ini, prioritas pertama penyedia teknologi adalah membangun lingkungan keamanan zero-trust. Termasuk di dalamnya enkripsi saat bergerak dan enkripsi saat diam. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pasar beroperasi aktif tanpa harus mengorbankan kepercayaan pada setiap pertukaran yang berjalan di atas infrastruktur. Arsitektur dan pendekatan multicloud kemungkinan juga menjadi bagian dari solusi untuk ketahanan operasional. Sepanjang waktu, likuiditas telah menjadi hasil dari peningkatan akses, transparansi, dan keamanan. Penyedia teknologi merespons dengan menerima tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan pasar finansial yang lebih cepat, efisien, transparan, dan tentunya aman. Baca juga: Memanfaatkan Fitur Baru Google Chronicle Sebagai Dukungan Operasi Keamanan Sektor keuangan merupakan sektor yang sensitif jika menyangkut keamanan. Untuk bisa mencapai tingkat keamanan yang sempurna, seluruh pihak yang terlibat dalam sektor keuangan, termasuk para regulator, juga harus terbuka pada tiap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Termasuk pemanfaatan teknologi baru seperti cloud dan juga machine learning. Apakah Anda juga bergerak di bidang keuangan? Ingin meningkatkan keamanan data sekaligus memperbaiki efisiensi kerja? Google Cloud punya solusinya. Komputasi awan dari Google ini menyediakan berbagai fitur serta layanan yang bukan hanya aman, tapi juga transparan dan efisien. Dapatkan Google Cloud berlisensi resmi hanya di EIKON Technology. Di EIKON Technology, Anda tak hanya bisa mendapatkan Google Cloud resmi, namun juga melakukan personalisasi sesuai kebutuhan usaha Anda. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

3 Alasan Mengapa Anda Harus Menambahkan Cloud sebagai Data Strategy

Saat ini, ada banyak sekali perusahaan yang menerapkan infrastruktur sistem data dengan serangkaian parameter ketat sebelum implementasinya. Sayangnya, hal ini bisa membatasi fleksibilitas dan juga penggunaan jangka panjang. Padahal, “living systems” yang fleksibel mampu mengubah kapasitas dengan cepat. Itu berarti, peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar pun terbuka lebar. Cloud bisa menjadi solusi yang efisien jika Anda ingin membangun sistem data live. Langkah ini akan membantu perusahaan Anda lebih cepat merespons perubahan yang terjadi. Berikut adalah alasan mengapa Anda harus menambahkan komputasi cloud sebagai bagian dari data strategy, terutama jika ingin mulai menerapkan sistem data live. Data harus selalu tersedia Saat pandemi melanda dunia, banyak perusahaan yang memindahkan atau bahkan membuat sistem agar karyawan mereka bisa bekerja dari jarak jauh. Perubahan ini mau tak mau menguji batas sistem data yang mereka miliki. Membangun cloud menjadi suatu sistem data yang fleksibel telah terbukti dapat menyelesaikan masalah tersebut. Migrasi ke penyimpanan cloud akan membuat data lebih mudah diakses. Anda juga bisa selalu menambahkannya kapan pun dan di mana pun, tanpa harus pergi ke kantor. Langkah ini juga bisa menjadi cara yang efisien untuk mencadangkan data mentah dan menambah lapisan keamanan tambahan. Baca juga: Mengintip Solusi Digital Assets Team yang Baru Diluncurkan Google Cloud Data harus diperbarui secara real-time Photo Credit: Rawpixel Perusahaan akan lebih cepat beradaptasi jika efisiensi data lebih tinggi. Saat perusahaan cepat beradaptasi maka otomatis proses pengambilan keputusan pun akan ikut menjadi lebih cepat. Memiliki solusi data yang terus diperbarui secara real-time akan membantu perusahaan membuat keputusan yang bahkan mendekati real-time. Hal ini telah dibuktikan oleh pemerintah daerah Negara Bagian Wyoming, Amerika Serikat dalam proses distribusi vaksin. Sistem data mengumpulkan data penduduk yang telah menerima pasien secara real-time. Dengan begitu, pemangku kebijakan pun bisa mengambil keputusan terkait penanggulangan pandemi lebih cepat. Sistem data real-time tidak hanya dibutuhkan di masa pandemi. Krisis lain seperti bencana alam, kekurangan pakan, hingga berbagai ancaman kesehatan masyarakat, semuanya bisa ditangani dengan efisien jika menerapkan sistem data real-time. Di sinilah cloud bisa membantu sistem data Anda untuk mencapai tujuan tersebut. Data harus mudah digunakan Untuk membedakan sistem data yang fungsional dengan sistem data fenomenal sebenarnya tidak sulit. Sistem data yang fungsional pasti menyediakan data yang mudah digunakan serta dipahami. Menyimpan data di cloud adalah langkah awal yang tepat, tapi perusahaan juga harus bisa mengakses dan menggunakannya dengan cepat. Photo Credit: freepic.diller (Freepik) Di sinilah sistem data konvensional sering mengalami hambatan. Kebanyakan sistem TI konvensional menerapkan data strategy yang diidentifikasi sebelum implementasi dimulai. Hal ini akan menyebabkan data baru yang digunakan secara berbeda, harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu. Proses ini sering kali makan banyak waktu dan sulit dijalankan. Data memang tersedia, tapi tidak bisa digunakan. Sistem data yang memanfaatkan cloud akan memberikan aksesibilitas sekaligus penggunaan data yang lebih baik. Google Cloud misalnya, Anda bisa menemukan tool yang bisa disesuaikan seperti Contact Center AI dan Document AI. Tool tersebut memungkinkan perusahaan untuk bisa bekerja dengan data yang terus berubah. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Google Cloud memiliki serangkaian tools untuk membuat sistem data yang terintegrasi. Sistem tersebut bahkan nantinya dapat dikembangkan seiring dengan naiknya permintaan atau untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan perusahaan. Sistem data Google Cloud telah terbukti efisien dalam memenuhi situasi tersebut. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai melakukan migrasi data ke cloud, Google Cloud adalah solusi terbaik. Kini, Anda bisa mendapatkan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology, Google Apps Partner untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

10 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Transformasi Digital Berbasis Cloud

Percepatan transformasi digital berbasis cloud memang membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, tapi di waktu yang bersamaan juga berpotensi memunculkan tantangan. Agar bisa memiliki performa yang optimal, tetap relevan dengan pasar, dan mampu meningkatkan kualitas, perusahaan harus memprioritaskan proses adopsi cloud yang aman, terjamin, dan tentunya mendukung lingkungan teknologi baru tersebut. Pengaturan pra-adopsi cloud Adopsi cloud dalam skala besar oleh perusahaan jelas memerlukan pengaturan sejumlah aktivitas yang signifikan, termasuk di dalamnya adalah: Memikirkan kembali hasil yang didapatkan dari pemanfaatan teknologi baru serta mengatur agar hasil tersebut bisa benar-benar diterapkan dengan mengubah cara merancang, menyampaikan, dan mengelola software di seluruh bagian perusahaan. Melakukan refactoring proses keamanan, kontrol, dan tata kelola risiko guna memastikan bahwa perusahaan tetap berada dalam profil risiko yang sesuai kapasitas serta tetap mematuhi peraturan selama dan setelah transformasi. Menerapkan model organisasi dan operasi baru untuk memberdayakan peningkatan keterampilan dan kemampuan yang lebih mendalam serta mendorong penerapan budaya yang sesuai untuk mencapai kesuksesan bisnis. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Peran aktif seluruh elemen perusahaan Photo Credit: Piqsels Dari poin-poin di atas bisa disimpulkan bahwa setiap elemen perusahaan memiliki peran signifikan dalam proses transformasi digital berbasis cloud. Peranan kunci tentu tetap dipegang oleh jajaran direksi perusahaan yang bertugas mengawasi dan mendukung manajemen perusahaan dalam proses transformasi. 10 hal yang harus dipertimbangkan sebelum transformasi digital berbasis cloud Dalam melakukan transformasi digital berbasis cloud, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan agar perubahan tersebut memberikan hasil yang diinginkan. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya Anda jadikan pertimbangan saat akan melakukan  tranformasi digital berbasis cloud: Pengaturan pemanfaatan teknologi cloud Sebelum melakukan transformasi berbasis cloud, Anda harus tahu bagaimana penggunaan teknologi cloud diatur dalam perusahaan. Jangan lupa juga untuk memastikan adanya akuntabilitas yang jelas sehingga terdapat kejelasan Tingkat kesesuaian cloud Anda juga harus tahu sejauh mana tingkat kesesuaian teknologi cloud yang diterapkan dengan strategi bisnis perusahaan. Pastikan juga untuk menentukan pendekatan cloud yang sesuai agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan teknis Sebelum mengadopsi teknologi cloud dalam transformasi digital perusahaan Anda, pastikan sudah ada pendekatan teknis dan arsitektur yang jelas untuk penggunaan cloud. Tujuannya adalah agar infrastruktur dan aplikasi yang Anda gunakan terpelihara dengan baik dan tetap dalam keadaan aman. Penilaian keterampilan SDM pun harus benar-benar diperhatikan sebelum mengadopsi teknologi cloud untuk transformasi digital. Ada baiknya Anda melakukan penilaian keterampilan untuk menentukan apa yang sebenarnya diperlukan perusahaan ke depannya. Photo Credit: Piqsels Model operasi Penting halnya untuk memastikan bahwa model operasi yang diterapkan perusahaan benar-benar sesuai dengan teknologi cloud. Framework risiko dan pengendalian Ketahui seperti apa profil risiko perusahaan dan potensi perubahannya di masa mendatang. Anda juga harus bisa memastikan perusahaan tetap berada pada profil risiko yang aman. Fungsi risiko dan audit Mengetahui bagaimana fungsi risiko dan audit independen menyesuaikan pendekatan mereka terkait adopsi cloud oleh perusahaan. Regulator dan otoritas lain Melibatkan regulator dan otoritas lain dalam proses adopsi teknologi cloud agar mereka bisa mengikuti perkembangan strategi organisasi dan rencana migrasi proses bisnis. Prioritas sumber daya Anda harus tahu sumber daya mana saja yang harus diprioritaskan sehingga proses adopsi cloud memungkinkan. Prioritas tersebut juga harus bisa mempertahankan fokus yang memadai dalam mengelola teknologi yang sudah ada lebih dulu. Photo Credit: Piqsels Penyedia cloud Pastikan bahwa teknologi cloud yang Anda adopsi ke perusahaan merupakan serangkaian praktek terbaik dari pihak penyedia cloud. Ada baiknya juga untuk memilih penyedia cloud yang terus meningkatkan dan memperbaiki teknologinya dari pengalaman pelanggan. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Adopsi teknologi cloud dalam transformasi digital jelas bukanlah suatu proses singkat yang langsung terlihat hasilnya. Bahkan saat nanti teknologi tersebut sudah benar-benar tertanam dalam perusahaan Anda, masih terdapat potensi perubahan. Ini karena sifat teknologi cloud yang sangat dinamis. Semoga tips mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan transformasi digital ini bisa membantu Anda. Jika memang tertarik untuk mulai mengadopsi teknologi cloud, layanan Google Cloud bisa jadi permulaan yang baik. Anda bisa mendapatkan Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini!

Info

Mulai Mendesain Website yang Skalabel dengan Google Cloud Platform

Mendesain website jelas bukan sebuah perkara sepele, terlebih jika Anda ingin merancang sebuah website yang skalabel. Ada banyak sekali langkah yang harus diikuti. Belum lagi, terkadang Anda harus menggunakan vendor yang berbeda untuk menyediakan tambahan layanan. Pertanyaan semacam, “apakah website saya aman?” atau “data DNS mana lagi yang perlu ditambahkan?” selalu muncul dan menghambat para operator website. Google Cloud Platform (GCP) hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Sebab, melalui layanan Google Cloud Platform, Anda bisa mendesain website sekaligus mengelolanya di satu lokasi. Bagaimana cara kerjanya? Google Cloud Platform untuk mendesain website Google Cloud Platform menyediakan solusi untuk mengelola website, dari tahap awal hingga akhir. Dengan memanfaatkan platform ini, Anda tidak perlu lagi dengan permasalahan seperti mengelola subscriptions atau bahkan memahami integrasi antar vendor penyusun website. Fitur- fitur di dalamnya memungkinkan Anda untuk mendesain sebuah website yang bukan hanya skalabel, tapi juga handal dan aman. Selain itu, tersedia beragam keuntungan tambahan seperti sertifikat Google Managed SSL gratis dan perlindungan DDoS terbaik melalui Google Cloud Armor. Diagram arsitektur Berikut adalah diagram arsitektur yang menggambarkan seluruh komponen dalam Google Cloud Platform: Photo Credit: Google Cloud Blog Sedangkan komponen kuncinya adalah sebagai berikut: Cloud Domains Cloud DNS Compute and Storage Global HTTPs Load Balancer Cloud Armor Cloud CDN Membeli sebuah domain di Google Cloud Saat mendesain sebuah website, proses pembelian dan verfikasi domain adalah salah satu tahapan yang kompleks dan makan waktu. Melalui Cloud Domains, proses tersebut bisa disederhanakan. Sebab, Cloud Domains telah terintegrasi dengan Cloud DNS sehingga pengelolaannya pun mudah. Bukan hanya itu, Cloud Domains juga telah mendapat dukungan API penuh. Jadi, manajemen website pun akan lebih terprogram, terutama jika Anda mengelola portofolio yang lebih besar.   Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Mengelola DNS dengan Google Cloud Selain Cloud Domains, GCP juga menyediakan solusi Cloud DNS. Solusi yang ditawarkan GCP merupakan sebuah infrastruktur DNS yang terkelola secara skalabel. Manajemen zona DNS dirancang untuk mudah dijalankan, baik untuk zona pribadi maupun publik. Data DNS publik disiarkan secara luas menggunakan jaringan terdistribusi Google. Dengan begitu, proses aktivasi DNSSEC pun menjadi mudah, menjauhkan end-user dari risiko keamanan yang merugikan. Mengamankan traffic website melalui Cloud Armor Photo Credit: Wikimedia Commons Traffic sering menjadi celah keamanan yang membahayakan end-user saat mengakses website. Untuk mencegah hal tersebut, Cloud Armor yang tersedia di GCP bisa menjadi solusi terbaik. Cloud Armor sendiri merupakan pertahanan DDoS sekaligus WAF (Web Application Firewall (WAF) terbaik di kelasnya. Dengan Cloud Armor, Anda bisa memanfaatkan pengaturan WAF yang telah dikonfigurasi dengan Mod Security Rule Set 3.02 sebelumnya, Pengaturan tersebut akan memberikan perlindungan yang adaptif, memastikan website yang Anda rancang tetap terlindungi dari berbagai serangan. Menyiapkan penyeimbang beban https eksternal Penyeimbang beban https eksternal merupakan solusi layer 7 berbasis proxy global. Fungsinya adalah sebagai titik masuk untuk seluruh traffic website Anda menuju Google. Solusi penyeimbangan beban yang disediakan GCP memungkinkan terjadinya manajemen lalu lintas yang terintegrasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Anda juga memadukannya dengan sertifikat Google Managed SSL untuk proses pengelolaan yang berkelanjutan. Cloud CDN untuk caching konten statis Photo Credit: Google Cloud Untuk mengelola konten website yang dapat disimpan dalam cache seperti gambar atau video pendek, gunakanlah Cloud CDN. Dengan Cloud CDN, konten bisa dikirim dengan cepat dan tanpa banyak biaya. Ini karena Google memiliki Cloud CDN yang tersebar di seluruh dunia.  memastikan tiap pengguna dari lokasi yang penting bagi Anda untuk mengakses website dengan cepat. Cloud CDN pun mudah diaktifkan dan dijalankan. Mendesain website bukanlah sebuah proses yang instan. Agar website bisa berjalan lancar, Anda harus memastikan tiap elemen di dalamnya bekerja dengan baik. Google Cloud Platform bisa menjadi solusi yang efisien sekaligus menyeluruh untuk Anda. Dapatkan segera hanya di EIKON Technology yang merupakan official partner Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technnology.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Windows 365, Layanan Streaming Sistem Operasi Berbasis Cloud

  Pada 14 Juli 2021 lalu, Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa mereka menempatkan Windows pada cloud. Layanan baru ini diberi nama Windows 365, yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis dan korporasi. Melalui Windows 365, Anda bisa mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 yang berjalan di PC berbasis cloud (Cloud PC) secara streaming melalui web browser pada berbagai perangkat lain. Perangkat yang digunakan bisa berupa non-Windows seperti MacOS, iPad, Linux, hingga tablet Android. Lalu, apa saja hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan Windows 365? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Mari berkenalan lebih jauh dengan Windows 365 melalui ulasan selengkapnya di bawah ini! Mengurangi kompleksitas sistem kerja remote maupun hybrid Photo Credit: Microsoft Karena pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang kini mengubah sistem kerja menjadi hybrid working atau sepenuhnya remote. Walau kedua sistem kerja tersebut mendukung fleksibilitas di tengah kondisi serba tidak pasti seperti saat ini, tak dipungkiri bahwa tetap ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Contohnya seperti akses terhadap informasi yang kurang merata, delegasi tugas yang tidak optimal, hingga isu keamanan data. Melalui teknologi Cloud PC, kehadiran Windows 365 mampu mengurangi kompleksitas tersebut.  Bagi pekerja sistem hybrid yang masih harus mendatangi kantor, kini Anda tak perlu repot-repot membawa pulang komputer. Anda bisa mengakses Cloud PC dari perangkat apa pun dari dari mana pun. Begitu membuka akses Cloud PC, pekerjaan terakhir yang Anda kerjakan di kantor tadi akan langsung tersambung dan tampil pada perangkat. Sedangkan bagi yang kerja full remote, atasan bisa membuatkan Cloud PC untuk diberikan aksesnya kepada anggota tim yang kerja remote tersebut. Lalu, karena keseluruhan Cloud PC bersistem operasi Windows ini berada di cloud, maka Anda dan tim tidak membutuhkan VPN maupun khawatir soal data pada perangkat personal. Mengandalkan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop Photo Credit: Microsoft Agar bisa memberikan performa optimal dalam layanan streaming sistem operasi Windows berbasis cloud, Microsoft menggunakan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop atau yang dulu dikenal dengan nama Windows Virtual Desktop. Azure Virtual Desktop adalah sistem berbasis Microsoft Azure yang menawarkan layanan sistem operasi Windows secara virtual. Rencananya, Windows 365 akan hadir dalam dua edisi: Business dan Enterprise. Keduanya ditenagai oleh Azure Virtual Desktop. Microsoft juga menawarkan 12 pilihan konfigurasi Cloud PC untuk kedua edisi tersebut, mulai dari single CPU dengan RAM 2GB dan penyimpanan 64GB hingga delapan CPU dengan RAM 32GB dan penyimpanan 512GB. Menariknya lagi, konfigurasi tersebut bersifat scalable. Artinya, bisnis maupun korporasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika pada awal penggunaan hanya membutuhkan konfigurasi minimal, maka Anda bisa melakukan upgrade ke konfigurasi dengan level lebih tinggi seiring dengan kebutuhan bisnis yang meningkat. Dijadwalkan rilis pada awal Agustus 2021 Photo Credit: Microsoft Sudah tidak sabar untuk merasakan sendiri kemudahan yang ditawarkan Windows 365? Sayangnya, Anda masih harus menunggu karena Windows 365 baru akan dirilis secara publik oleh Microsoft pada 2 Agustus 2021 dalam bentuk langganan bulanan. Selain itu, pada perilisan untuk publik nanti, Microsoft juga akan sekaligus menginfokan detail harga langganan bulanan Windows 365. Tentunya harga yang ditawarkan juga beragam mengingat Windows 365 dirancang untuk skala bisnis satu orang hingga enterprise yang memiliki ribuan karyawan.   Windows 365 menjadi cara baru untuk mengakses segala kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan sistem operasi Windows. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan akses berlangganan Windows? Tentunya melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Walaupun Windows 365 baru rilis pada awal Agustus 2021 nanti, Anda bisa menghubungi EIKON Technology mulai sekarang untuk mempelajari lebih dalam tentang layanan tersebut. Jadi, saat perilisan nanti, Anda bisa langsung memilih konfigurasi Cloud PC sesuai kebutuhan.

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Chromebook, Collaboration, Productivity

3 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Berlangganan Chrome Enterprise

  Demi kelancaran bisnis, peran departemen IT sangatlah dibutuhkan di perusahaan. Terutama di era pandemi seperti sekarang yang mengharuskan banyak karyawan bekerja secara remote dari tempat tinggal masing-masing. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, tim IT menjaga stabilitas performa kerja para karyawan agar tetap produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tim IT perusahaan yang beralih ke cloud untuk mendukung fleksibilitas kerja, menjaga sistem keamanan secara optimal, sekaligus mengurangi infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka pun menggunakan Chrome Enterprise, seperangkat layanan Google yang fokus pada kebutuhan bisnis. Menyediakan aneka perangkat manajemen dan sumber daya berbasis cloud, Chrome Enterprise pun menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari dengan fleksibilitas maksimal. Lantas, apa yang membuat Chrome Enterprise begitu diminati banyak perusahaan?   Menyediakan berbagai aplikasi dan sumber daya penunjang kerja   Photo Credit: fauxels (Pexel) Sebagai salah satu perangkat Chrome OS, Chromebook juga turut menjadi bagian dari Chrome Enterprise yang ditawarkan Google. Bukannya tanpa alasan, perangkat Chromebook mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi kerja secara aman, baik ketika Anda mengakses situs web, membuka aplikasi, atau lainnya. Namun, dalam proses pemindahan workflow ke lingkungan cloud, kemungkinan besar Anda masih akan membutuhkan sejumlah aplikasi berfitur penuh agar tetap produktif. Masalahnya, sering kali aplikasi-aplikasi tersebut tidak bekerja pada sistem cloud. Memahami dilema tersebut, Google pun bekerja sama dengan Parallels Desktop untuk menyediakan solusi yang dapat menjembatani proses transisi perusahaan Anda ke penggunaan aplikasi berbasis cloud secara penuh. Parallels Desktop dijalankan secara “lokal” pada perangkat Chrome dalam edisi atau sesi pengguna Chrome US. Jadi, Anda pun tak membutuhkan koneksi internet. Terlebih, sejak awal Parallels Desktop untuk Chrome Enterprise memang dirancang khusus bagi para pelaku bisnis. Nantinya, para admin IT dapat mengaktifkan akses ke perangkat-perangkat yang terhubung dengan Chrome Enterprise Upgrade saja sehingga lebih aman.   Meningkatkan efisiensi operasional pada seluruh perangkat   Photo Credit: krakenimages (Unsplash) Masih dengan penggunaan Chromebook untuk Chrome Enterprise, admin IT perusahaan dapat menerapkan sistem keamanan berstandar tinggi, menjaga kestabilan produktivitas karyawan, hingga pengawasan IT. Semua hal ini bisa dilakukan dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan layanan dari kompetitor. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para pelanggan Chrome Enterprise yang mengakui adanya siklus hidup yang cukup panjang pada perangkat Chromebook; mulai dari penggunaan untuk pertama kali, pengalihan penggunaan kepada karyawan baru, hingga akhirnya pencabutan akses saat perangkat tersebut sudah tak dapat dipakai lagi. Riset dari Enterprise Strategy Group (ESG) pun menunjukkan hasil serupa. Mereka meneliti tentang penghematan waktu pada siklus hidup Chromebook jika dibandingkan dengan PC biasa. Hasilnya, Chromebook terbukti mampu menghemat waktu hingga 76% selama proses deployment perangkat dan 96% saat proses peralihan perangkat ke pengguna baru.   Rutin meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna   Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Sebagai penunjang Chrome Enterprise, Chromebook dilengkapi dengan fitur update OS otomatis yang berlangsung pada “di balik layar” (background). Idealnya, update ini berlangsung selama seminggu sekali. Dengan begitu, Anda pun akan selalu memiliki akses ke fitur-fitur edisi terbaru, termasuk sistem keamanan terkini. Sebagai contoh, update OS yang baru-baru ini dirilis adalah Chrome 84. Melalui update ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk menunjang produktivitas kerja dan pengawasan IT. Beberapa di antaranya adalah manajemen aplikasi dan extension yang lebih mudah dari Chrome Web Store pada Google Admin Console, overview mode yang kini mendukung pengaturan multimonitor, hingga peningkatan aksesibilitas pada konsol Google Admin melalui penambahan lima belas aturan baru. Jadi, bagi yang ingin tetap produktif menjalankan bisnis walaupun harus bekerja secara remote dengan tim, berlangganan Chrome Enterprise adalah solusinya. Terlebih dengan perangkat Chrome OS seperti Chromebook, berbagai keperluan pekerjaan pun bisa diselesaikan secara lebih efisien melalui fitur-fitur pendukungnya yang begitu canggih. Beruntung kini pembelian Chromebook sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan untuk menghubungi partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan beragam pilihan Chromebook, Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk dapatkan Chromebook Anda!  

Scroll to Top