EIKON Technology

edukasi

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membangun Hubungan di Lingkungan Edukasi dengan Microsoft Teams

Baik bertatap muka langsung atau secara online, membangun hubungan yang baik merupakan bagian penting dalam pengalaman belajar seorang murid. Agar hal tersebut dapat terwujud walau di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, para guru dan murid pun mengandalkan teknologi modern seperti Microsoft Teams. Tentunya hal ini cukup menantang karena membutuhkan proses adaptasi, baik dari pihak guru maupun murid. Kabar baiknya, proses tersebut menjadi lebih mudah berkat fitur-fitur pendukung Microsoft Teams. Fitur-fitur ini tak hanya dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran, tapi juga membangun hubungan positif antara murid dan guru. Penggunaan Microsoft Teams sebagai “ruang kelas” baru Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Microsoft Teams menyediakan “ruang kelas” di ranah virtual yang memungkinkan guru dan murid untuk berkomunikasi secara mudah. Jadi, walaupun masing-masing orang berada di lokasi berbeda, mereka tetap bisa melakukan kolaborasi. Melalui Teams, guru bisa mengunggah tugas beserta panduan pengerjaannya. Di sisi lain, murid juga dapat menggunakan Teams untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu, bagaimana jika para murid harus berdiskusi dengan satu sama lain? Tak perlu khawatir, Microsoft Teams telah dilengkapi dengan fitur Breakout Rooms sebagai ruang berdiskusi. Sebagai contoh, guru bisa membagi kelas menjadi beberapa kelompok Breakout Rooms untuk mendiskusikan berbagai topik. Jadi, sambil berdiskusi, secara tidak langsung para murid juga bisa belajar untuk mengoperasikan teknologi. Penerapan teknologi inovatif untuk mendukung tumbuh kembang murid Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walau mungkin awalnya membutuhkan adaptasi, pembelajaran virtual melalui Microsoft Teams dapat membawa hikmah tersendiri bagi pengalaman belajar para murid. Perlu diingat bahwa seluruh rekaman diskusi dan tugas akan tersimpan dalam Teams. Kapan pun dibutuhkan, para murid bisa mengaksesnya dengan mudah. Tak hanya itu, platform Teams juga sangat bagus untuk mendukung murid yang mengambil kelas bahasa tertentu atau sedang mendalami bahasa baru. Teams telah menyediakan fitur Immersive Reader yang dapat diakses murid secara private. Fitur ini akan membantu murid untuk lebih mudah memahami bahasa baru sehingga bisa menyelesaikan tugas secara lebih akurat. Didukung dengan pemberian perangkat Windows 10 Photo Credit: Microsoft Education Blog Fungsi platform ruang kelas virtual seperti Microsoft Teams akan semakin optimal apabila dibarengi dengan penggunaan perangkat yang powerful. Untuk membantu para murid mendapatkan akses perangkat secara adil dan merata, Microsoft menyediakan program penyediaan laptop maupun tablet dengan harga terjangkau untuk kebutuhan edukasi. Mulai dari harga 219 Dolar AS atau sekitar Rp3 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan perangkat Windows 10 yang sangat pas untuk kebutuhan pembelajaran virtual. Bagi sekolah yang langsung membeli 15-300 perangkat Windows 10 untuk para murid, maka Microsoft akan memberikan harga lebih spesial. Perangkat-perangkat ini dirancang dengan perpaduan fitur yang menunjang pengalaman belajar murid, mulai dari daya tahan baterai yang lama, kamera untuk online class, hingga aneka aplikasi dan platform pembelajaran, termasuk salah satunya Microsoft Teams.   Menghadirkan “ruang kelas” baru, Microsoft membantu para guru dan murid untuk saling terhubung selama pembelajaran virtual berlangsung. Agar bisa merasakan fungsi dan manfaatnya secara maksimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft Teams secara premium. Namun, ingat, pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi berlangganan yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran virtual dengan Microsoft Teams!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Chromebook

Update Terbaru Chromebook Menunjang Pembelajaran Bersistem Hybrid

  Per 2020 lalu, tercatat ada 40 juta perangkat Chromebook yang digunakan di seluruh dunia untuk kebutuhan pendidikan. Jumlah tersebut meningkat 33% jika dibandingkan tahun 2019 yang angkanya hanya mencapai 30 juta pengguna. Tahun ini, jumlah tersebut diprediksi akan meningkat dengan adanya tambahan 40 perangkat Chromebook baru. Seiring dengan hal tersebut, Google juga baru-baru ini melakukan update Chromebook agar aktivitas belajar-mengajar dapat dilakukan dari mana saja, baik di sekolah, rumah masing-masing, maupun di antara keduanya (hybrid).  Dengan adanya update terbaru pada Chromebook, diharapkan agar para pelajar dan pengajar dapat tetap saling terhubung sehingga memudahkan partisipasi aktif selama kelas berlangsung. Berikut ini sejumlah update Chromebook yang akan semakin menunjang aktivitas belajar dan mengajar bersistem hybrid. Peningkatan keamanan dengan fitur PIN untuk login Photo Credit: Google Melalui Chromebook, Google tak hanya menyediakan perangkat edukasi yang aman, tapi juga mudah digunakan. Itulah kenapa mulai Agustus 2021 ini, Chromebook meluncurkan fitur PIN untuk login. Jadi, baik pelajar, pengajar, hingga admin tak perlu lagi mengetik password panjang demi bisa mengakses perangkat. Ketika login ke perangkat Chromebook, Anda hanya akan diminta menyiapkan enam digit PIN. PIN inilah yang nantinya digunakan untuk login atau men-unlock perangkat Chromebook. Bagi yang menggunakan perangkat terbaru Chromebook, fitur PIN untuk login ini akan langsung menjadi standar keamanan secara default. Pemberitahuan terkait Automatic Update Expiration Photo Credit: Google Salah satu keunggulan Chromebook adalah adanya update sistem secara otomatis sejak pemakaian pertama hingga delapan tahun ke depan. Tujuannya tentu agar perangkat Chromebook Anda selalu up-to-date dengan fitur dan sistem keamanan terbaru. Namun, Google menerima masukan bahwa beberapa pengguna kesulitan untuk mengetahui kapan fitur update otomatis tersebut akan berhenti. Batas waktu maksimal ini disebut juga dengan Automatic Update Expiration (AUE). Sebetulnya pada 2020 lalu, Google telah melakukan update Chromebook terkait hal ini, yaitu dengan memperbarui halaman Devices pada Google Admin Console untuk menunjukkan kapan perangkat Chromebook pengguna mencapai AUE. Kini, Google menambahkan halaman baru pada Admin Console yang memungkinkan admin untuk mengakses Chrome Insights Reports. Laporan pertama menampilkan tanggal AUE perangkat-perangkat Chromebook, memudahkan Anda untuk mengetahui kapan dan berapa banyak perangkat yang akan atau telah mencapai tanggal AUE. Berdasarkan laporan ini, Anda dapat membuat keputusan untuk mempertimbangkan kapan harus beli perangkat Chromebook baru. Point Scanning, mode navigasi baru untuk Switch Access Photo Credit: Kelly Sikkema (Pexels) Dibekali banyak fitur aksesibilitas bawaan, Chromebook dikenal sebagai salah satu perangkat edukasi yang cukup inklusif. Salah satu fitur yang telah membantu banyak pengguna adalah Switch Access, yang memungkinkan Anda menggunakan keyboard bawaan atau perangkat eksternal melalui Bluetooth atau USB untuk mengontrol kursor. Pada Agustus 2021 ini, Switch Access mendapatkan fitur navigasi baru bernama Point Scanning. Update Chromebook ini memungkinkan Anda untuk memilih titik mana pun pada layar. Caranya adalah dengan terlebih dulu menentukan lokasi horizontal dari titik yang Anda pilih, kemudian beralih ke lokasi vertikalnya. Tutorial baru untuk ChromeVox Photo Credit: Google ChromeVox adalah salah satu fitur pembaca bawaan yang tersedia pada Chromebook. Melalui update Chromebook terbaru, Google meluncurkan tutorial baru untuk ChromeVox, termasuk panduan singkat untuk pengguna baru yang secara otomatis akan muncul saat ChromeVox diaktifkan. Tak hanya itu, tutorial tersebut juga mencakup pelajaran interaktif (interactive lessons). Fitur ini akan meminta pengguna menjalankan suatu perintah atau menekan tombol tertentu untuk melanjutkan pemakaian. Tidak ketinggalan adanya bagian khusus pada ChromeVox untuk latihan. Melalui fitur ini, pengguna bisa melatih apa yang telah mereka baca atau pelajari. Tenang saja, seluruh fitur tutorial pasa ChromeVox ini juga tersedia untuk perangkat layar sentuh. Penggunaan Chromebook memudahkan para pelajar dan pengajar untuk menjalankan kegiatan pendidikan secara hybrid, terutama dengan adanya berbagai update di atas. Seluruh update Chromebook tersebut akan ter-install secara otomatis pada perangkat Anda. Bagi yang belum punya, pastikan Anda mendapatkan perangkat Chromebook edisi terbaru hanya dari partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan Chromebook dalam berbagai merek dan spesifikasi, tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Tak perlu tunggu lama, hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Google Meet

Kelebihan Google Meet untuk Pembelajaran Online

kelebihan Google Meet  – Selama ini, Google Meet mungkin lebih dikenal sebagai perangkat yang digunakan para pelaku bisnis untuk melakukan online video conference. Hal tersebut memang tidak salah, tapi sebetulnya Google Meet juga bisa digunakan untuk keperluan pembelajaran online. Terlebih, di masa pandemi seperti sekarang, masih banyak sekolah yang belum melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara tatap muka. Alhasil, banyak edukator dan pelajar yang akhirnya beralih menggunakan Google Meet sebagai “kelas” mereka. Memangnya, apa saja kelebihan Google Meet dalam mendukung pembelajaran online? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Belajar dari mana pun dan kapan pun Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Seperti yang telah Anda tahu, layanan utama Google Meet adalah panggilan video. Melalui layanan inilah pembelajaran online bisa dilaksanakan. Lalu, mengingat bahwa Google Meet beroperasi dengan terhubung pada internet, maka jarak dan waktu pun tak jadi masalah. Walaupun edukator dan para murid sedang berada di banyak tempat berbeda, mereka tetap bisa melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara virtual. Selain itu, kelebihan Google Meet untuk pembelajaran online juga terasa semakin optimal apabila Anda berlangganan Google Workspace. Dengan berlangganan, nantinya Anda bisa mengadakan kelas online dengan peserta mencapai 100-250, tergantung dari tipe langganan yang dipilih. Demi membantu para murid dalam mempelajari materi, video pembelajaran online dapat direkam dan langsung tersimpan pada akun Google Drive milik Anda. Alhasil, Anda bisa membagikannya dengan mudah kepada murid. Adanya fitur yang mendukung pembelajaran interaktif Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas belajar dan mengajar online adalah murid jadi pasif sehingga partisipasinya pun cenderung minim. Belum lagi jika para murid terdistraksi dengan hal-hal tertentu, wajar jika pembelajaran online jadi lebih menantang daripada kelas tatap muka. Untungnya, berbagai kelebihan Google Meet dapat membantu Anda melangsungkan sesi pembelajaran yang efektif melalui fitur-fitur pendukungnya. Salah satunya adalah fitur hand raising yang memungkinkan murid “mengangkat tangan” secara virtual apabila mereka ingin bertanya atau menyampaikan sesuatu. Tidak ketinggalan fitur papan tulis digital yang dapat digunakan jika murid ingin menuliskan atau menjelaskan hal tertentu. Dengan begini, diskusi kelas pun jadi lebih efektif. Lalu, untuk membantu murid agar lebih fokus mengikuti sesi kelas online, fitur background dapat diatur menjadi blur atau diganti sesuai preferensi masing-masing. Selain itu, kualitas video juga bisa dimaksimalkan dengan mengaturnya dalam mode low light. Kemudahan kontrol untuk moderator Photo Credit: Beci Harmony (Unsplash) Selain bertanggung jawab menyampaikan materi, guru atau edukator biasanya juga berperan sebagai moderator pada setiap sesi kelas online. Tak perlu bingung, berbagai fitur dan kelebihan Google Meet akan memudahkan peran Anda tersebut. Selama pembelajaran online berlangsung, Anda sebagai moderator berhak melakukan mute, pin, atau menghapus peserta. Untuk meminimalisir distraksi, moderator juga dapat menonaktifkan fitur chat di dalam video serta melakukan block terhadap peserta yang muncul di kelas online tanpa diundang sebelumnya. Tak hanya itu, moderator pun memiliki kontrol dalam menentukan peserta mana yang harus melakukan “knock” terlebih dulu untuk bergabung di kelas online. Kelebihan Google Meet tidak hanya berperan penting dalam aktivitas video conference di sektor bisnis, tapi juga pendidikan. Walaupun saat ini belum bisa tatap muka secara langsung, aktivitas belajar dan mengajar tetap bisa dilaksanakan secara online melalui Google Meet. Agar pembelajaran online bisa berlangsung lebih maksimal, upgrade layanan Google Meet ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Education. Terlebih, saat ini panggilan video gratis di Google Meet hanya dibatasi hingga enam puluh menit. Namun, dengan Google Meet versi premium, sesi kelas online bisa berlangsung lebih lama. Cara berlangganannya pun mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google di Indonesia. Kalau mau mempelajari lebih banyak tentang Google Meet dan Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Segera upgrade Google Meet Anda untuk optimalkan pembelajaran online!

Scroll to Top