EIKON Technology

Google Chrome

Info

Gemini di Chrome: 5 Hal yang Perlu Diketahui Administrator Workspace

Google siap meluncurkan Gemini di Chrome untuk semua pengguna Google Workspace yang memiliki akses ke aplikasi Gemini. Asisten browsing AI ini dirancang untuk membantu pengguna Mac dan Windows menyelesaikan tugas lebih cepat dengan memanfaatkan konteks hingga 10 tab browser sekaligus dengan aplikasi Workspace. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diketahui administrator mengenai peluncuran dan manajemen Gemini di Chrome: Kemampuan kolaborasi AI dalam browser Photo Credit: Pexels Gemini di Chrome berfungsi sebagai asisten browsing yang memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban mendalam, melakukan percakapan dua arah dengan Gemini Live, dan mendapatkan insight berdasarkan konten browser dan aplikasi Workspace mereka. Fitur ini akan mulai diluncurkan ke ketersediaan umum tidak lebih cepat dari 2 Oktober 2025. Baca juga: Makin Mudah Akses Gemini di Google Drive dengan Tautan Simpel Pengaturan akses ganda untuk administrator Administrator memiliki kontrol penuh atas akses fitur ini melalui dua pengaturan di Konsol Admin: Pengaturan Layanan Aplikasi Gemini: Secara default aktif. Mematikan pengaturan ini akan menonaktifkan akses ke Gemini di semua permukaan (web, seluler, dan Chrome). Pengaturan Gemini Chrome: Secara default “0 – Izinkan integrasi Gemini”. Mematikan pengaturan ini hanya menonaktifkan Gemini di Chrome, tanpa memengaruhi akses ke aplikasi Gemini di web atau seluler. Perlindungan data standar perusahaan Gemini di Chrome adalah fitur dari aplikasi Gemini, yang merupakan layanan inti Workspace. Akses pengguna dilindungi oleh perlindungan data tingkat perusahaan dan tunduk pada Persyaratan Layanan Google Workspace. Konten pengguna tidak akan ditinjau oleh manusia atau digunakan untuk meningkatkan model AI generatif di luar domain Anda tanpa izin. Baca juga: Membuat Kuis dengan Cepat Menggunakan Canvas di Aplikasi Gemini Ketersediaan awal yang terbatas Pada peluncuran awal, ketersediaan fitur ini dibatasi untuk: Perangkat Mac dan Windows. Pengguna berusia 18 tahun ke atas. Bahasa Inggris saja. Wilayah Amerika Serikat saja. Peringatan sertifikasi kepatuhan (compliance) Photo Credit: Pexels Penting untuk dicatat bahwa pada saat peluncuran, sertifikasi kepatuhan yang telah dicapai untuk aplikasi Gemini (seperti HIPAA, SOC, ISO, dan FedRAMP) tidak berlaku untuk Gemini di Chrome. Oleh karena itu, Gemini di Chrome akan diblokir untuk pelanggan yang telah menandatangani Amandemen Asosiasi Bisnis (BAA) HIPAA. Administrator dapat memantau penggunaan Gemini di Chrome melalui laporan penggunaan aplikasi Gemini di Konsol Admin. Baca juga: Gemini untuk Aplikasi Google Docs Kini Tersedia di iPhone Fitur ini tersedia untuk sebagian besar edisi Google Workspace, termasuk Business, Enterprise, Education, Frontline, Essentials, dan Nonprofits. Administrator dapat mulai mengelola pengaturan di Konsol Admin sekarang. Untuk memastikan implementasi yang mulus dan optimal serta memanfaatkan penuh kemampuan Gemini di Chrome, segera konsultasikan dan dapatkan lisensi Google Workspace yang sesuai dari mitra tepercaya, EIKON Technology.

Info

Melihat Bagaimana Fitur Enhanced Protection Google Safe Browsing Melindungi Anda

Google Safe Browsing membantu menjaga keamanan Anda saat menjelajahi web dengan mengidentifikasi phishing, malware, penipuan, dan ancaman online lainnya secara real–time. Diluncurkan pada tahun 2005, fitur ini digunakan oleh Chrome dan banyak browser lainnya untuk menjaga keamanan perangkat. Kali ini, mari membahas tentang kapabilitas Enhanced Protection Google Safe Browsing! Apa itu Enhanced Protection? Photo Credit: Freepik Tahun 2020, Google meluncurkan mode Enhanced Protection pada fitur Safe Browsing di Chrome untuk mengatasi ancaman siber yang semakin canggih. Kini, lebih dari 1 miliar pengguna Chrome menggunakan mode ini, sehingga mereka dua kali lebih aman dari phishing dan penipuan lainnya jika dibandingkan dengan mode Standard Protection. Baca juga: 5 Cara Google Melindungi Privasi dan Keamanan Chrome Anda Cara kerja Enhanced Protection di Google Chrome Jika Anda mengaktifkan Enhanced Protection, sebagian besar perlindungan tambahan yang Anda terima berasal dari model AI dan machine learning (ML) canggih yang dirancang untuk menemukan URL berbahaya yang terlibat dalam teknik phishing dan penipuan. Model-model ini dilatih untuk membedakan antara situs web asli dan berbahaya berdasarkan jutaan contoh di dunia nyata. Enhanced Protection memperingatkan pengguna saat URL dan situs yang dibuka mencurigakan. Enhanced Protection mengidentifikasi situs penipuan dengan membandingkan URL dan kontennya dengan situs yang aman. Model Enhanced Protection dapat mengidentifikasi URL yang dirancang agar terlihat mirip dengan domain tepercaya. Selain itu, halaman yang mencurigakan dibandingkan dengan pola serangan yang diketahui untuk mengidentifikasi potensi risiko. Baca juga: Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Dibekali dengan AI Photo Credit: Freepik Enhanced Protection tidak hanya menjaga keamanan Anda saat menjelajahi situs. Fitur ini juga menggunakan AI dan ML tingkat lanjut untuk melindungi Anda dari unduhan yang berbahaya. Dengan mengaktifkan Enhanced Protection, Safe Browsing menjalankan lebih dari 300.000 pemindaian mendalam terhadap file yang mencurigakan terhadap pemindai tingkat lanjut setiap bulan, membantu menemukan bentuk malware baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Enhanced Protection bahkan dapat membantu melindungi Anda dari ancaman baru yang tersembunyi dalam arsip terenkripsi. Enhanced Protection memindai file dan memperingatkan pengguna bahwa file tersebut mungkin berisi malware. Mode Enhanced Protection secara otomatis memindai unduhan untuk mencari malware. Mode Enhanced Protection juga melindungi privasi Anda. Data Anda, termasuk URL, konten halaman, file, dan lainnya, dianonimkan jika memungkinkan. Data tersebut hanya digunakan untuk tujuan keamanan, dan disimpan hanya selama diperlukan. Baca juga: Menggapai Masa Depan Berkelanjutan dengan ChromeOS Mengaktifkan Enhanced Protection tidak hanya meningkatkan keamanan untuk Anda, tapi juga untuk semua orang di web. Setelah mendeteksi halaman atau unduhan sebagai konten berbahaya, informasi tersebut dapat melindungi semua pengguna mendatang yang mengunjungi situs tersebut. Enhanced Protection diaktifkan di setelan privasi dan keamanan Chrome. Anda juga dapat mengaktifkan mode Enhanced Protection di setelan privasi dan keamanan Chrome. Anda bisa mengoptimalkan performanya dengan menggunakan perangkat Chromebook yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi terkait ketersediaan dan pembelian, silakan hubungi kami di sini!

Info

5 Cara Chrome Enterprise Mengamankan Data Perusahaan Anda

Browser merupakan gerbang menuju banyak hal. Di samping hal-hal bermanfaat, browser juga bisa menjadi gerbang masuk bagi ancaman siber yang mengancam keamanan data Anda. Chrome Enterprise menawarkan solusi atas problem tersebut dengan tools yang Anda butuhkan untuk melindungi Anda dari risiko siber. Berikut 5 cara utama Chrome Enterprise melindungi bisnis Anda. Menghentikan ancaman sebelum menyerang Chrome Enterprise didukung oleh teknologi keamanan berkelanjutan Google terhadap web, seperti Google Safe Browsing yang melindungi 5 miliar perangkat mencegah karyawan mengunjungi situs web berbahaya. Perusahaan pun dapat memperoleh manfaat dari keamanan dalam skala yang tidak dapat diperoleh di tempat lain dengan memilih mode Enhanced Protection dari Safe Browsing untuk karyawan mereka, yang menggunakan teknik AI dan pembelajaran mesin tingkat lanjut. Baca juga: Peningkatan Fitur untuk Pelanggan Google Workspace dengan Chrome Enterprise Core Memberikan perlindungan ekstra untuk  data perusahaan Photo Credit: Google The Keyword Bahkan dengan fitur keamanan bawaan Chrome, karyawan mungkin secara tidak sengaja membocorkan data perusahaan. Untuk membantu perusahaan menghindari risiko ini, Chrome Enterprise memberi Anda opsi untuk menerapkan perlindungan kehilangan data langsung di Chrome. Baik itu menerapkan watermark pada konten perusahaan yang sensitif, atau membatasi fungsi salin dan tempel di situs atau aplikasi yang memerlukan kontrol tambahan, Chrome membantu perusahaan dan karyawan membuat pilihan yang lebih aman saat menangani data perusahaan. Menggunakan AI di tempat kerja dengan aman Chrome Enterprise menawarkan kontrol bagi bisnis untuk semua kapabilitas AI baru di browserSementara Chrome membangun peningkatan yang bermanfaat ini dengan mempertimbangkan produktivitas karyawan, perusahaan dapat memutuskan layanan AI mana yang mereka inginkan agar digunakan karyawan mereka untuk bekerja. Baca juga: Solusi Modernisasi Perangkat dengan ChromeOS Flex Menyatukan komunitas pakar keamanan dan web Google berkolaborasi dengan komunitas keamanan, termasuk para peneliti dan vendor keamanan lainnya. Google juga telah menciptakan transparansi seputar zero-day di seluruh industri software dengan tim peneliti keamanan di Project Zero dan bangga dapat mengurangi waktu untuk perbaikan zero-day. Menerapkan keamanan Zero Trust Google pertama kali menerapkan konsep zero trust beberapa tahun yang lalu. Premisnya sederhana: menjaga keamanan data perusahaan dengan membuat keputusan secara real-time tentang siapa yang dapat mengakses aplikasi dan data apa berdasarkan serangkaian persyaratan khusus yang menentukan tingkat kepercayaan orang dan perangkatnya. Selama bertahun-tahun, Google telah menerapkan banyak praktik terbaik ke berbagai bisnis, dan inilah yang dapat dilakukan perusahaan dengan Chrome Enterprise Premium. Baca juga: 3 Fitur Baru Google Chrome untuk Memudahkan Hidup Anda Chrome Enterprise telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi keamanan data perusahaan Anda. Agar pekerjaan semakin efisien dan produktivitas kerja meningkat, gunakan Google Workspace resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan akhir. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Peningkatan Fitur untuk Pelanggan Google Workspace dengan Chrome Enterprise Core

Bagi pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core, Google baru saja meluncurkan daftar profil browser Chrome baru dan fitur pelaporan bagi pengguna Workspace yang masuk. Mari simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut! Update terbaru untuk Chrome Enterprise Core Photo Credit: Google Workspace Updates Kemampuan baru ini memberikan administrator Anda lebih banyak insight mengenai profil pengguna Chrome di dalam domain mereka.  Laporan ini mencakup daftar profil terkelola baru dan halaman detail tempat administrator dapat menemukan informasi seperti detail profil, versi browser, kebijakan yang diterapkan, ekstensi yang dipasang, dan lainnya. Daftar ekstensi yang dipasang akan membantu administrator Anda untuk mengidentifikasi versi ekstensi yang berpotensi menjadi faktor risiko bagi end-user. Secara keseluruhan, pembaruan ini secara signifikan meningkatkan cara administrator dalam menganalisis cara pengguna berinteraksi dengan Chrome dan memungkinkan mereka mengambil tindakan untuk menjaga keamanan data mereka di Chrome. Baca juga: Menggapai Masa Depan Berkelanjutan dengan ChromeOS Mulai menggunakan fitur Administrator cukup masuk ke konsol Google Admin dan mengaktifkan kebijakan Managed profile reporting. Anda dapat menggunakan daftar di dalamnya untuk meninjau informasi seperti keterangan profil, versi browser, ekstensi yang dipasang, kebijakan yang diterapkan, dan lainnya. Photo Credit: Google Workspace Updates Managed profile Chrome dibuat untuk pengguna saat mereka masuk ke Chrome dengan Google Account terkelola (Google Workspace atau Cloud Identity). Akun terkelola dapat masuk di browser terkelola dan tidak terkelola. Khusus untuk browser terkelola, jika ingin membatasi akses masuk pengguna ke domain tertentu, Anda dapat menggunakan setelan Restrict sign-in ke pola di konsol Admin. Baca juga: 3 Fitur Baru Google Chrome untuk Memudahkan Hidup Anda Ketersediaan fitur Fitur baru untuk pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core ini telah tersedia per tanggal 14 Januari 2025 dan bisa langsung digunakan cukup dengan mengakses konsol Google Admin. Fitur ini tidak memerlukan pengaturan tambahan bagi end user. Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Fitur baru dari Google untuk pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core ini akan memudahkan administrator dalam memastikan keamanan data end user, terutama saat mereka berinteraksi dengan browser Chrome. Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Pastikan Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Info

3 Fitur Baru Google Chrome untuk Memudahkan Hidup Anda

Terkadang saat menjelajah, Anda tidak yakin dengan apa yang dicari. Akhir bulan Februari 2024 ini, Google merilis tiga fitur baru di Chrome untuk memberi Anda tambahan inspirasi. Bagaimana cara kerjanya? Mari simak pembahasannya berikut ini. Dapatkan saran pencarian berdasarkan apa yang dicari orang lain Photo Credit: Google The Keyword Blog Saat masuk ke Chrome dan membuka tab baru di desktop, Anda akan melihat saran di kotak Google Search terkait penelusuran Anda sebelumnya berdasarkan hal serupa yang dicari orang lain. Misalnya, jika Anda baru-baru ini menelusuri “Japchae”, selain memunculkan hasil pencarian “Japchae”, Chrome juga akan menampilkan saran makanan Korea populer lainnya. Baca juga: Meeting Makin Jernih, Google Meet Series One Desk 27 dan Acer Chromebase Kini Otomatis Sesuaikan Pencahayaan Tampilkan gambar tambahan untuk pencarian yang disarankan Photo Credit: Freepik Sebelumnya, Chrome hanya menampilkan gambar saran pencarian di bilah alamat yang cocok dengan produk tertentu yang Anda cari, seperti “meja makan Skandivania”. Namun bagaimana jika Anda tidak memikirkan model meja tertentu, namun suatu meja makan dengan gaya simpel? Di perangkat Android dan iOS, kini Chrome akan menampilkan gambar tambahan untuk kategori belanja dan produk yang lebih luas berdasarkan penelusuran yang lebih sederhana, seperti “meja makan simpel”. Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Seluruh Pengguna Google Workspace Temukan saran pencarian bahkan saat koneksi internet buruk Photo Credit: Freepik Ketika koneksi internet buruk, Anda tidak selalu bisa mengakses informasi yang diperlukan. Chrome di Android dan iOS kini telah meningkatkan kemampuan pada perangkat yang akan tetap memunculkan saran penelusuran, bahkan saat koneksi jaringan internet Anda buruk. Itu artinya, Anda juga akan mendapat lebih banyak saran bermanfaat saat berada dalam Incognito Mode (Mode Penyamaran). Baca juga: Picture-In-Picture Dan Multi-Pinning Kini Tersedia untuk Google Meet di Chrome Google Chrome telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan Anda dalam bekerja. Manfaatkan tiga fitur Google Chrome di atas untuk mempercepat pencarian sehingga pekerjaan Anda akan lebih efisien. Agar pekerjaan Anda semakin efisien dan produktivitas kerja meningkat, gunakan Google Workspace resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga penerapan akhir. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace

Browser merupakan gerbang utama yang menghubungkan Anda dengan dunia luar melalui internet. Namun pada waktu yang bersamaan, browser juga bisa menjadi potensi risiko yang membahayakan keamanan data pribadi Anda. Bagi Anda pengguna Google Workspace, dapat mengikuti 7 langkah berikut untuk menjaga keamanan data selama berselancar dengan browser Chrome. Kelola Chrome dengan Cloud Management Cloud Management Google merupakan satu platform tunggal untuk menerapkan kebijakan browser Chrome sekaligus kontrol keamanan di Windows, Mac, Linux, iOS, dan Android. Tanpa biaya tambahan, Anda akan mendapat visibilitas mendalam terhadap browser fleet, termasuk mengetahui browser mana yang sudah usang, ekstensi mana yang sedang digunakan end-user, dan memberikan wawasan tentang potensi risiko keamanan di perusahaan Anda. Photo Credit: Google Security Blog Terapkan perlindungan bawaan terhadap phishing, ransomware & malware Chrome menggunakan teknologi Safe Browsing Google melindungi miliaran perangkat setiap hari dengan menampilkan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba membuka situs berbahaya atau mengunduh file berbahaya. Safe Browsing diaktifkan secara default untuk semua pengguna saat mengunduh Chrome. Administrator dapat mencegah pengguna menonaktifkan Safe Browsing dengan menerapkan kebijakan SafeBrowsingProtectionLevel. Photo Credit: Google Security Blog Aktifkan Enterprise Credential Protections di Chrome Penggunaan ulang kata sandi perusahaan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Cukup sering, karyawan menggunakan kembali kredensial perusahaan sebagai login pribadi dan sebaliknya. Kadang-kadang, karyawan bahkan memasukkan kata sandi perusahaan mereka ke situs web phishing. Login karyawan yang digunakan kembali memberi jalan mudah bagi penjahat untuk mengakses data perusahaan. Deteksi Chrome Enterprise Password Reuse membantu perusahaan menghindari pencurian identitas dan pelanggaran data dengan mendeteksi saat karyawan memasukkan kredensial perusahaan mereka ke situs web lain mana pun. Google Password Manager di Chrome juga memiliki fitur Password Checkup bawaan yang memberitahu pengguna jika username dan kata sandi telah terekspos. Lansiran kata sandi ditampilkan di Audit Log Audit dan Security Investigation Tool akan membantu admin membuat aturan otomatis atau mengambil langkah yang tepat untuk menguranginya dengan meminta pengguna menyetel ulang kata sandi mereka. Baca juga: Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran terhadap Keamanan Siber Manfaatkan Log Audit, Google Security Center, atau SIEM untuk meninjau peristiwa kritis Tim IT dapat memperoleh insight berguna mengenai potensi ancaman keamanan dan peristiwa yang dialami pengguna Google Workspace saat menjelajahi web menggunakan Chrome. Tim TI dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman melalui Security Reporting. Photo Credit: Google Security Blog Lakukan pembaruan keamanan browser Browser modern, seperti software lainnya, dapat memiliki kerentanan “zero day” (kelemahan dalam software yang dapat dieksploitasi oleh penyerang hingga diidentifikasi dan diselesaikan). Untungnya, di antara semua browser, Chrome dikenal dapat menambal kerentanan zero day dengan cepat. Namun, untuk memanfaatkan ini, tim TI harus memastikan bahwa semua browser yang digunakan adalah versi terbaru. Proses pembaruan Chrome dirancang untuk mudah dijalankan dan lancar tanpa menghambat produktivitas pengguna sekaligus menjaga keamanan yang optimal. Baca juga: Menimbang Kembali Open-Source dan Keamanan Multicloud Pastikan karyawan hanya menggunakan ekstensi yang diperiksa Ekstensi dapat menimbulkan risiko keamanan yang besar. Banyak ekstensi meminta izin yang jika disalahgunakan, dapat menyebabkan pelanggaran keamanan atau kehilangan data. Manfaatkan kapabilitas bawaan Chrome seperti Apps & Extensions Usage Report dan Extension Workflow untuk memastikan keamanan ekstensi yang digunakan end-user. Pastikan resource Google Workspace Anda hanya diakses dari Managed Chrome Browser Context-Aware Access memastikan hanya orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, yang dapat mengakses informasi rahasia. Dengan menggunakan Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses terperinci untuk aplikasi yang mengakses data Workspace berdasarkan atribut, seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Untuk memastikan bahwa resource Google Workspace Anda hanya diakses dari browser Chrome terkelola dengan perlindungan diaktifkan, atur tingkat akses dalam mode Advanced menggunakan Common Expressions Language (CEL). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Terapkan langkah-langkah di atas agar keamanan data tetap terjaga. Pastikan juga Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Chrome Cleanup Tool Dinonaktifkan, Apa yang Harus Dilakukan

Terhitung mulai pembaruan Chrome 111, Google akan mulai menonaktifkan Chrome Cleanup Tool, aplikasi yang didistribusikan ke pengguna Chrome di Windows untuk membantu menemukan dan menghapus software yang tidak diinginkan (unwanted software, UwS). Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna dalam menghadapi perubahan ini? Mengenal Chrome Cleanup Tool Chrome Cleanup Tool mulanya diperkenalkan Google pada tahun 2015 untuk membantu pengguna memulihkan setelan perangkat mereka dari perubahan yang tidak terduga, sekaligus untuk mendeteksi dan menghapus software yang tidak diinginkan. Hingga tahun 2023 ini, Chrome Cleanup Tool telah melakukan lebih dari 80 juta pembersihan, membantu membuka jalan bagi pengguna dalam mengunduh aplikasi secara aman dan bersih. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Perubahan lanskap cleanup tool Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Dalam beberapa tahun terakhir, muncul beberapa hal yang membuat kebutuhan aplikasi Chrome Cleanup Tool perlu dievaluasi kembali. Pertama, telah terjadi perubahan perspektif pengguna. Keluhan pengguna Chrome terhadap UwS terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir (rata-rata turun sekitar 3% tiap tahunnya). Misalnya, pada bulan Februari 2023 lalu, hanya terjadi 0,06% pemindaian Chrome Cleanup Tool oleh pengguna yang mendeteksi UwS. Kedua, muncul beberapa perubahan positif dalam ekosistem platform. Hal ini kemudian berkontribusi pada kebiasaan pengguna yang cenderung lebih proaktif dibanding reaktif. Contohnya, mengaktifkan Google Safe Browsing dan menggunakan software antivirus yang dapat memblokir UwS berbasis file dengan lebih efektif (yang mana ini adalah tujuan awal dari Chrome Cleanup Tool). Saat UwS berbasis file kemudian bermigrasi ke ekstensi, Google melakukan peninjauan Chrome Web Store yang kemudian membantu menangkap ekstensi berbahaya yang melanggar kebijakan. Terakhir, telah terjadi perubahan tren dalam ruang malware dengan teknik semacam Cookie Theft yang kini tengah meningkat. Oleh karenanya, Chrome menggandakan pertahanan terhadap malware tersebut melalui berbagai peningkatan, termasuk alur kerja autentikasi yang ditingkatkan dan heuristic canggih untuk memblokir phising dan social engineering emails, malware landing pages, dan juga unduhan dari internet. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Lalu, apa yang berubah? Photo Credit: Freepik Mulai dari update Chrome 111, pengguna tidak lagi dapat meminta pemindaian Chrome Cleanup Tool melalui Safety Check atau memanfaatkan opsi “Reset settings and cleanup” yang ditawarkan melalui chrome://settings di Windows. Selain itu, Chrome juga akan menghapus komponen yang memindai perangkat Windows secara berkala dan meminta pengguna melakukan pembersihan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kini bahkan tanpa Chrome Cleanup Tool, pengguna secara otomatis dilindungi oleh Safe Browsing di Chrome. Pengguna juga memiliki opsi untuk mengaktifkan Enhanced protection (Perlindungan yang ditingkatkan) dengan membuka chrome://settings/security. Mode ini secara substansial meningkatkan perlindungan dari situs web berbahaya dan unduhan dengan berbagi data real-time menggunakan Safe Browsing. Meski sekarang Chrome Cleanup Tool telah dinonaktifkan, pengguna bisa tetap memberikan masukan dan saran selama pemakaian aplikasi dalam memerangi UwS selama 8 tahun terakhir. Anda dapat mengirimkan feedback melalui halaman ini atau dengan mention akun Twitter @googlechrome. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Menghilangnya Chrome Cleanup Tool bukan berarti pengguna akan kehilangan proteksi terhadap ancaman keamanan siber yang mengancam mereka selama melakukan unduhan di internet. Chrome terus melakukan peningkatan sehingga browser memiliki sistem pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah munculnya UwS. Perlindungan tersebut akan semakin optimal jika dikombinasikan dengan rangkaian produktivitas Google Workspace. Dengan Workspace, tidak hanya alur unduhan Anda saja yang terlindungi, tapi juga seluruh bagian alur kerja. Dapatkan rangkaian produktivitas Workspace melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi beserta penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!  

Chromebook, Google Cloud, Google Workspace

Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace

Google Cloud baru saja meluncurkan Chrome Enterprise Connectors Framework, sebuah cara baru untuk mengintegrasikan browser Chrome dengan platform keamanan seperti Splunk, Palo Alto Networks, dan CrowdStrike dengan mudah. Di waktu yang bersamaan, Google juga memperluas dukungan untuk Workspace dan produk Cloud lainnya, termasuk Google Cloud Pub/Sub, Chronicle, BeyondCorp Enterprise, dan Chrome Browser Cloud Management, untuk membantu tim TI mendapatkan informasi berguna mengenai potensi ancaman keamanan dari Chrome. Ini akan membantu melindungi pengguna ketika mereka: Diarahkan menuju situs berbahaya yang dikenal. Mengunduh atau mengunggah file dengan malware yang dikenal. Menggunakan kembali kata sandi perusahaan di situs yang tidak disetujui. Mengubah kata sandi perusahaan setelah menggunakannya kembali di situs yang tidak disetujui. Menariknya, kapabilitas baru ini bisa dinikmati secara gratis oleh perusahaan yang sudah menggunakan produk Google. Lalu, bagaimana menghubungkan integrasi Chrome Enterprise Connectors Framework ini? Memulai dengan mudah Semua integrasi baru ini disetel dan dikonfigurasi Chrome Browser Cloud Management, yang dapat diakses melalui konsol Google Admin. Bagi Anda yang belum memiliki akun bisa mengikuti panduan ini. Lewat Google Admin, Anda dapat mengelola banyak aspek dari browser end-user. Setelah berada di konsol Admin, Anda dapat melakukan konfigurasi pelaporan peristiwa Keamanan untuk melihat laporan secara langsung di log audit konsol. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Workspace Untuk pelanggan Google Workspace, tim TI secara otomatis akan mendapat akses ke konsol Google Admin. Dari sana, perusahaan dapat mendaftar dan mendapatkan informasi mendetail tentang penerapan browser mereka. Anda juga dapat menetapkan kebijakan hingga mengelola ekstensi. Kebijakan pengelolaan Chrome dapat disetel agar berfungsi bersama dengan kebijakan berbasis pengguna apa pun yang mungkin diterapkan melalui Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Zero-Touch Enrollment Uuntuk Setup Chromebook Skala Besar Setelah mengaktifkan pelaporan peristiwa Keamanan, Anda kemudian dapat melihat peristiwa pelaporan dalam log audit. Pelanggan Google Workspace Premium, termasuk yang menggunakan paket Enterprise Plus atau Education Plus, dapat menggunakan Workspace Security Investigation Tool untuk mengidentifikasi, melakukan triase, dan bertindak atas potensi ancaman keamanan. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Cloud BeyondCorp Enterprise BeyondCorp Enterprise, adalah produk pertama yang berintegrasi dengan Chrome sebagai bagian dari perlindungan data dan ancaman bisnis. Baru-baru ini, Google meluncurkan BeyondCorp Enterprise Essentials untuk mempermudah perjalanan Zero Trust pelanggan dan menawarkan lapisan keamanan yang konsisten. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Fitur-fitur ini menyaring dan memblokir URL berbahaya secara real-time, mengidentifikasi situs phishing, menghentikan unduhan dan transfer konten berbahaya, mencegah hilangnya data sensitif, melarang penggunaan konten yang dilindungi, dan menegakkan kebijakan perlindungan data. Selain perlindungan keamanan ini, semua peristiwa keamanan dan wawasan dari Chrome, seperti transfer malware dan kunjungan situs yang tidak aman, tersedia untuk pelanggan BeyondCorp Enterprise dan BeyondCorp Enterprise Essentials. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Chronicle  Google Chronicle menghadirkan deteksi, investigasi, dan respons ancaman modern dengan menyatukan semua telemetri keamanan. Awal tahun 2022 ini, Google meluncurkan deteksi kontekstual untuk untuk memprioritaskan peringatan dengan konteks tambahan. Sekarang, data penting berbasis web dari Chrome pun dapat dilihat bersama peristiwa keamanan lain. Artinya, tim keamanan dapat menggunakan konteks tambahan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Photo Credit: Google Cloud Blog Chrome telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menjaga keamanan pengguna dan data perusahaan. Dengan berbagai opsi integrasi yang disediakan, tim TI memiliki fleksibilitas untuk bekerja dengan berbagai teknologi Google atau solusi keamanan siber pilihan mereka sendiri untuk mengamankan lingkungan mereka. Google Cloud Pub/Sub Photo Credit: Google Cloud Blog Banyak profesional TI telah menggunakan Pub/Sub untuk menyatukan sumber data mereka. Dengan integrasi Chrome, peristiwa keamanan yang dikirim ke Pub/Sub kemudian dapat dimasukkan ke dalam alat pelaporan keamanan atau platform intelijen keamanan pilihan. Baca juga: 5 Kelebihan Chromebook untuk Produktivitas Pekerjaan yang Perlu Anda Ketahui Dengan memanfaatkan integrasi baru ini Anda dapat meningkatkan keamanan pada berbagai layanan Google seperti Cloud dan juga Workspace. Selain itu, Anda juga bisa menerapkan penggunaan Chrome Device untuk membangun ekosistem kerja berbasis cloud yang aman. Chrome Device sendiri merupakan perangkat yang didesain untuk kebutuhan kerja. Dengan performa yang cepat dan telah mendukung kolaborasi real-time, Chrome Device akan meningkatkan produktivitas kerja Anda. Kini, Chrome Device bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai spesifikasi Chrome Device, silakan klik di sini.

Chromebook

Cara Baru Explore dan Share di Chrome OS pada Chromebook

Untuk menyempurnakan Chrome OS agar dapat memenuhi kebutuhan para penggunanya, Google terus melakukan pengembangan. Salah satu pengembangan tersebut bisa ditemukan pada browser andalan Google, Chrome terutama pada perangkat Chromebook. Dalam update terbaru, Google menyematkan beberapa fitur baru pada Chrome. Menariknya, pengembangan baru tersebut lahir dari kontribusi para pengguna Chrome OS. Melalui Beta channel Chrome, user dapat menguji pakai fitur-fitur baru Chrome dan kemudian memberikan masukan untuk mengembangkan fitur tersebut. Melalui fasilitas ‘Flags and experiements’, Anda dapat memilih mana fitur yang sedang dalam pengembangan untuk dicoba, bahkan sebelum fitur tersebut dirilis. Nah, apa saja fitur terbaru pada Chrome yang bisa Anda coba? Berikut penjelasannya. Akses history lebih mudah dengan cards Photo Credit: Blog Google Kesulitan menemukan file di Google Docs yang Anda buka kemarin, tapi tidak ingin menghabiskan waktu untuk menelusuri history? Kini, Google sudah menyediakan solusinya untuk Anda melalui fitur cards pada New Tab Page. Dengan memanfaatkan cards, akses menuju halaman yang sudah pernah dikunjungi menjadi lebih mudah. Hebatnya lagi, fitur ini juga memungkinkan Anda untuk mengunjungi kembali tugas-tugas yang pernah dikerjakan hanya dengan perintah sederhana. Anda cukup mengaktifkan flag #ntp-modules. Berikut beberapa jenis perintah yang bisa dicoba:       Resep (#ntp-recipe-tasks-module) Dengan perintah ini, Anda bisa membuka kembali halaman berisi resep yang sudah pernah dikunjungi secara otomatis saat membuka tab baru.       Keranjang Belanja (#ntp-chrome-cart-module): Tidak perlu bingung lagi untuk melanjutkan proses belanja online yang terlewat. Setelah keluar dari halaman e-commerce dan menelusuri situs lain, Anda bisa kembali pada halaman belanja tersebut hanya dengan membuka tab baru.       Dokumen (#ntp-drive-module): Ingin mengakses dokumen Google Docs yang kemarin Anda buka? Melalui cards, Anda bisa mendapatkan akses yang ringkas hanya dengan membuka tab baru. Cara ini juga bisa digunakan untuk menemukan file relevan yang baru saja disunting oleh kolaborator lain. Lebih mudah menelusuri hasil pencarian Photo Credit: 377053 (Pixabay) Saat sedang melakukan pencarian melalui Google Search, ada kalanya Anda perlu mengakses lebih dari satu halaman untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Nah, untuk memudahkan Anda, Google menambahkan baris di bawah address bar di Chrome. Baris tersebut berisi sisa hasil penelusuran sehingga Anda dapat membuka hasil berikutnya tanpa harus kembali ke halaman sebelumnya. Fitur ini bisa dicoba di Chrome Beta dengan mengaktifkan flag #continuous-search. Menambahkan highlight dan membagikan kutipan Photo Credit: Google Chrome Menemukan kalimat menarik saat sedang berselancar dengan Chrome? Sekarang Anda bisa membagikannya dengan memanfaatkan quote card. Caranya cukup dengan mengaktifkan flag #webnotes-stylize di perangkat Anda. Setelah flag aktif, Anda cukup menyorot kalimat yang diinginkan dan kemudian pilih template dengan klik opsi “Create card” pada menu yang tersedia. Dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa membagikan kalimat-kalimat menarik di web dan kemudian mendekorasinya dengan gambar atau font favorit. Anda bahkan bisa membagikannya pada orang lain. Google terus melakukan riset dan inovasi untuk mengembangkan Chrome OS dan berbagai aplikasi yang ada di dalamnya. Harapannya, sistem operasi dari Google tersebut dapat menjawab semua problem yang dihadapi para penggunanya. Fitur-fitur yang disebutkan dalam artikel ini hanyalah sebagian kecil dari pengembangan Chrome OS oleh Google. Tertarik untuk menggunakan Chrome OS guna memudahkan urusan pekerjaan? Anda bisa mencobanya dengan menggunakan perangkat Chromebook, komputer baru dari Google yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai hal dengan bantuan Chrome OS. Dapatkan segera perangkat Chromebook Anda melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Chromebook, Collaboration, Security

Pencegahan Ransomware pada Bisnis dengan Chrome OS

  Sistem kerja hybrid, atau hybrid working, semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai belahan dunia. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sistem kerja yang terdistribusi seperti itu menciptakan celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. Menurut Harvard Business Review, serangan ransomware mengalami peningkatan hingga 150% sepanjang 2020 lalu. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingai ransomware dapat mengenkripsi data Anda, membuat Anda dan tim jadi tidak bisa mengaksesnya. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korban ransomware dan harus membayar banyak uang untuk mendekripsi data mereka. Itulah kenapa dibutuhkan perlindungan lebih untuk pencegahan ransomware. Selama menggunakan Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena platform berbasis cloud satu ini secara default telah dibekali dengan proteksi khusus terhadap ransomware. Google Safe Browsing Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) Pada perangkat Chrome OS, browser bawaan yang disematkan adalah Google Chrome. Melalui Google Chrome inilah biasanya para pengguna mengunjungi berbagai situs web untuk mencari informasi atau melakukan keperluan lain. Sebagai salah satu langkah pencegahan ransomware, Google Chrome telah dilengkapi dengan fitur Google Safe Browsing. Jika pengguna akan mengunjungi situs web atau mengunduh file yang dianggap berbahaya, maka Google Safe Browsing akan langsung memberi peringatan agar Anda terhindar dari risiko ransomware. Sistem update secara otomatis Photo Credit: Anna Auza (Unsplash) Sistem keamanan yang up-to-date menjadi salah satu kunci penting untuk pencegahan ransomware pada bisnis Anda. Lalu, apakah ini artinya Anda harus selalu melakukan update secara manual? Tenang saja, selama menggunakan perangkat Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena sistem operasi rutin melakukan update secara otomatis, termasuk update sistem keamanan. Kabar baiknya lagi, proses update ini selalu berjalan pada background sehingga tak akan mengganggu aktivitas. Data ter-back up secara otomatis ke cloud Photo Credit: Charles Deluvio (Unsplash) Chrome OS merupakan platform yang mengutamakan cloud. Artinya, hanya ada sedikit data pada perangkat yang rentan terhadap ancaman ransomware. Ini karena seluruh data pengguna Anda ter-back up secara otomatis pada sistem cloud. Sementara itu, data-data pekerjaan akan di-back up di layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive. Jika seandainya sistem keamanan Chrome OS dijebol oleh ransomware, yang mana sangat jarang terjadi, data dan file Anda di cloud akan tetap aman dan Anda bisa segera mengambil tindakan pemulihan. Pemblokiran executable file Photo Credit: Crew (Unsplash) Executable file adalah file yang dapat dieksekusi (executable). Maksudnya, file tersebut berisi sebuah program yang dapat dijalankan sesuai perintah. Umumnya, executable file diakhiri dengan ekstensi .exe. Nah, ransomware kerap bersembunyi di dalam executable file sehingga ketika dijalankan, file tersebut akan merusak data Anda. Sebagai langkah pencegahan ransomware, Chrome OS memblokir aplikasi-aplikasi berbahaya agar tidak bisa dijalankan pada perangkat Anda. Chrome OS hanya akan menjalankan aplikasi dari Google Play Store yang telah dilengkapi dengan sistem Google Play Protect untuk memindai adanya ancaman malware. OS bersifat read-only, sulit untuk diintervensi Photo Credit: Deepanker Verma (Pexels) Kekhawatiran lain yang kerap muncul terkait ransomware adalah adanya intervensi terhadap sistem operasi pada perangkat itu sendiri; dalam hal ini, Chrome OS. Kabar baiknya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang bersifat read-only. Artinya, file sistem pada Chrome OS disimpan di partisi terpisah. Tujuannya agar sistem operasi tidak bisa dimodifikasi oleh aplikasi atau extension apa pun sehingga akan cenderung lebih sulit untuk “disentuh” oleh ancaman ransomware.   Berkat berbagai teknologi pencegahan ransomware pada Chrome OS, hingga kini tidak ada satu pun laporan terkait serangan ransomware yang dialami oleh para pengguna perangkat Chrome OS. Maka dari itu, agar bisnis Anda lebih terlindungi dari ransomware, segera beralih ke perangkat Chrome OS seperti Chromebook. Chromebook tersedia dalam beragam produk dan spesifikasi sehingga dapat Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar Chromebooks!

Scroll to Top