EIKON Technology

Google Cloud

Google Cloud

Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud

Google Cloud memiliki dan mengoperasikan salah satu jaringan tulang punggung terbesar di dunia untuk menghubungkan pusat datanya. Saat lalu lintas Anda berada di jaringan Google, maka tidak perlu lagi transit di internet publik, sehingga kecil kemungkinannya untuk diserang atau dimanipulasi. Dalam jaringan Google, data dienkripsi saat transit dan diberi perlindungan penolakan layanan yang kuat. Dengan keamanan jaringan yang melekat ini, Anda memiliki akses ke layanan yang membantu melindungi aplikasi dari ancaman dan serangan berbasis jaringan lebih jauh lagi. Artikel kali ini akan membahas lebih jauh bagaimana keamanan Google Cloud melindungi jaringan dan aplikasi Anda. Keamanan aplikasi Ketika membangun situs web, aplikasi, atau layanan berbasis API, Anda harus memikirkan sistem perlindungan dari berbagai serangan seperti: Serangan bot: digunakan untuk menghapus situs atau digunakan untuk penipuan. Serangan DDoS (Distributed Denial of Service): menyebabkan downtime yang tidak direncanakan. Pencurian kredensial: dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari phishing nama pengguna dan sandi atau menggunakan kredensial yang bocor untuk mendapatkan akses ke sistem. Penipuan Aplikasi: dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pelaku kejahatan menggunakan identitas curian untuk melakukan pembelian (tiket, produk yang dirilis terbatas) atau mengajukan pinjaman bank. Serangan API: dapat mencakup serangan DDoS terhadap API perusahaan yang mencoba memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi sensitif. Google Cloud Load Balancing Photo Credit: Google Cloud Blog Saat menggunakan HTTP(S) Load Balancing, Anda telah memanfaatkan penyeimbang beban Layer 7 berbasis proxy. Ini memungkinkan Anda menjalankan dan menskalakan layanan di belakang satu alamat IP eksternal. Skala tempat beroperasi memberikan pertahanan otomatis terhadap serangan DDoS volumetrik serta protokol Layer 3 dan Layer 4. Anda dapat melindungi aplikasi dari semua serangan tersebut dengan menggunakan solusi Web App and API protection (WAAP) Google Cloud. WAAP menggabungkan Cloud Armor, Apigee, dan reCAPTCHA Enterprise untuk membantu Anda mengurangi banyak ancaman umum. Cloud Armor: Proteksi DDoS dan Web Application Firewall Photo Credit: Google Cloud Blog Cloud Armor bekerja dengan Cloud Load Balancing dan membantu mengurangi serangan DDoS. Caranya adalah dengan memfilter permintaan web yang masuk berdasarkan lokasi pengakses atau sejumlah parameter L7 seperti cookie atau query strings. Setiap kebijakan keamanan di Cloud Armor terdiri dari serangkaian aturan yang memfilter lalu lintas berdasarkan kondisi seperti alamat IP pengakses, rentang IP, hingga kode wilayah. Cloud Armor juga merupakan web application firewall (WAF) lengkap dan berisi aturan yang telah dikonfigurasi sebelumnya dari ModSecurity Core Rule Set untuk mencegah serangan web yang paling umum dan upaya eksploitasi kerentanan seperti injeksi SQL dan skrip lintas situs. Baca juga: Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud reCAPTCHA Enterprise: Melindungi dari bot dan penipuan Photo Credit: Google Cloud Blog Merupakan layanan cloud yang menyediakan perlindungan terhadap penipuan dan bot. Layanan ini memanfaatkan pembelajaran Google Cloud dengan layanan reCAPTCHA yang telah melindungi jutaan situs. Sistem membawa banyak sinyal dari klien JavaScript di browser atau SDK di aplikasi dan mempelajari per situs untuk membedakan aktivitas manusia dengan bot. Dapat bekerja dengan backend situs web apa pun dan tidak mengharuskan pengguna untuk memecahkan teka-teki visual. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Apigee: Keamanan API Apigee menyediakan satu titik pengelolaan untuk API melalui seluruh siklus proses, baik dari perspektif pengembangan maupun operasi. Platform memeriksa permintaan API untuk melindungi, menskalakan, mengadaptasi, mengontrol, dan memantau lalu lintas API. Kebijakan siap pakai Apigee memungkinkan Anda menambah API dengan fitur untuk mengontrol lalu lintas, meningkatkan kinerja, dan menegakkan keamanan tanpa menulis kode apa pun. Baca juga: Cara Google Cloud Amankan Rantai Pasok Software Anda Lalu lintas API dapat dibatasi oleh kuota untuk mencegah penyalahgunaan dan untuk mempertahankan diri dari serangan DDoS. Misalnya, ini dapat menilai batas sesuatu seperti pendaftaran akun atau checkout secara berbeda dari kueri penelusuran di seluruh katalog produk. Contoh Aplikasi Web & Arsitektur keamanan API Photo Credit: Google Cloud Blog Dari sini dapat disimpulkan bahwa Google Cloud telah didukung oleh beberapa layanan dan platform untuk memberikan perlindungan terbaik terhadap jaringan dan aplikasi penggunanya. Tingkatkan keamanan jaringan dan aplikasi Anda dengan solusi komputasi awan Google Cloud. EIKON Technology siap membantu Anda dalam implementasi solusi, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaannya nanti. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Komputasi Awan dari Google Cloud untuk Pacu Pertumbuhan Bisnis di Surabaya

Komputasi awan atau cloud computing merupakan suatu inovasi teknologi yang memungkinkan Anda memanfaatkan sistem komputer sebagai sumber daya untuk mendukung berbagai kebutuhan. Salah satunya, kebutuhan penyimpanan data. Salah satu penyedia layanan komputasi awan ini adalah raksasa teknologi, Google. Melalui Google Cloud Platform, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menyediakan layanan cloud yang skalabel sehingga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun, baik dalam skala kecil seperti pengguna individu, maupun skala besar di perusahaan mapan. Google Cloud pun dapat dimanfaatkan oleh startup atau UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro). Pada tanggal 15 Juni 2022 lalu, EIKON Technology berkesempatan untuk menyelenggarakan talkshow bersama Google Cloud Indonesia sekaligus menghadirkan pembicara dari PT. Pelindo Husada Citra serta PT. Pakuwon Jati. Talkshow ini membahas bagaimana peluang pemanfaatan cloud untuk meningkatkan geliat bisnis di Surabaya. Persiapan hadapi era digitalisasi Photo Credit: Freepik Pertumbuhan teknologi informasi (TI) di Indonesia sedang menunjukkan tren positif. TI dianggap sebagai sebuah solusi yang dapat membantu perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam kompetisi. Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang, kompetisi semakin ketat. Kompetitor tak hanya datang dari skala regional maupun nasional, tapi bahkan global. Solusi komputasi awan dari Google Cloud menawarkan dukungan bagi para pelaku bisnis dalam mengembangkan sekaligus mengamankan data. Selain itu, migrasi ke cloud juga dapat membangun kepercayaan bisnis di masa mendatang. Dengan begitu, perusahaan pun bisa lebih fokus pada kegiatan bisnis utama untuk bersaing dengan kompetitor. Megawaty Khie, Country Director, Google Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan pengguna cloud di Indonesia terus bertambah, “Sejak diperkenalkan 4 tahun lalu, pengguna Google Cloud terus bertambah di Indonesia. Saat ini, sekitar 100-an perusahaan besar telah menjadi mitra Google Cloud. Di Surabaya kami juga bekerja sama dengan Pakuwon Group, Wings Group, Datalabs, dan EIKON Technology,”. Fleksibel, untuk berbagai keperluan bisnis Photo Credit: tirachardz (Freepik) Pemanfaatan Google Cloud pun sangat luas. Solusi komputasi awan ini dapat dimanfaatkan oleh perusahan dari sektor industri mana pun dan dalam skala apa pun. “Google Cloud bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis apa saja baik skala kecil, menengah, maupun besar. Bahkan pelaku UMKM dan startup juga bisa memanfaatkan Google Cloud untuk pengembangan usaha mereka. Sebab, pemanfaatannya tidak memerlukan investasi besar. Bahkan dalam jumlah ratusan ribu, pengusaha UMKM bisa memulai bisnisnya dengan memanfaatkan platform Google Cloud meskipun dengan kapasitas yang tidak besar. Nanti kalau bisnisnya sudah berkembang, kapasitas bisa dinaikkan,” jelas Johannes Candra, CEO EIKON Technology. Dari data EIKON Technology, diketahui bahwa perumbuhan pengguna Google Cloud di Indonesia tergolong besar. EIKON mencatat bahwa mereka mengalami pertumbuhan sekitar 30% di tahun 2021. Di tahun sebelumnya (2020), pertumbuhan EIKON bahklan lebih besar lagi, yakni sekitar 40%. Johannes yakin bahwa ke depannya, pasar Google Cloud akan makin cepat pertumbuhannya. Hemat biaya dengan infrastuktur minimal Photo Credit: Freepik Kelebihan lain komputasi awan sebagai solusi penyimpanan adalah efisiensinya. “Enaknya pakai cloud, kita tidak perlu banyak membangun infrastruktur. Kita hanya butuh storage-nya saja. Dimulai dari yang kecil dulu. Kalau dirasa kurang, nanti bisa ditambah. Dan itu hitungan menit sudah jadi,” jelas Johannes Candra. Pemanfaatannya yang fleksibel pun membuat cloud tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI. Terlebih sebagai Google Cloud Partner dengan spesialisasi Work Transformation – Enterprise, EIKON Technology juga menyediakan layanan Google Workspace. Saat ini beberapa perusahaan besar, dari industri manufaktur hingga keuangan, telah memanfaatkan Google Cloud dan menjadi klien EIKON, di antaranya, BukaLapak, Traveloka, Gojek, ticket.com, Lazada, Alfamart, OT Group, Pakuwon Group, Wings Group, Sinarmas, Maspion Group, Cardig Air, hingga instansi seperti BPJS, Waskita Karya, PP Properti, dan banyak lagi lainnya. Dukung tren kerja masa kini Era digitalisasi memunculkan suatu tren kerja baru. Salah satunya adalah tren WFH dan WFA yang memungkinkan pekerja untuk tidak harus datang ke kantor. Tren yang populer di masa pandemi tersebut tentu memicu hambatan baru, yaitu masalah komunikasi dan kolaborasi. Dengan memanfaatkan layanan dari Google Cloud yang didukung oleh Workspace, perusahaan bisa tetap beroperasi dengan lancar meski para karyawan harus bekerja di luar kantor. Terlebih, pemanfaatan teknologi cloud ini juga dapat menghemat biaya dan waktu. Begitu juga dengan analisis keuangan perusahaan. Memanfaatkan aplikasi yang ada di Workspace data keuangan tidak hanya disimpan dengan aman, tapi juga dianalisis dengan cepat. Jadi, perusahaan bisa cepat mengambil strategi dengan akurat. Bahkan data semua customer yang jumlahnya mencapai puluhan ribu bisa tersimpan dengan aman. “Sejak pandemi, kami banyak memanfaatkan Google Workspace untuk keperluan bisnis Pakuwon Group. Kami akan terus melakukan migrasi data dengan Google Cloud untuk semua unit usaha Pakuwon Group,” kata Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon Group. Photo Credit: our-team (Freepik) Daniel Tjandra, CTO Wings Surya pun menambahkan bahwa teknologi digital seperti cloud pun sangat besar manfaatnya sekarang, terutama bagi para pemilik bisnis. “Misalnya dari sisi marketing, sekarang perusahaan bisa mudah melihat seberapa besar kebutuhan pasar dan seberapa besar yang bisa dipenuhi,” Pun demikian dengan distribusi produk. Dengan dukungan teknologi, perusahaan kini dapat selalu memastikan penyebaran produk, apakah sudah merata ke pasar yang dituju atau belum. Jika terdapat kekurangan pun bisa segera dipenuhi. “Biaya lebih hemat dan market bisa berkembang lebih luas. Storage data bisa menyimpan lebih banyak sehingga menghemat biaya. Bahkan bisa meningkatkan performa kerja,” tandasnya.

Google Cloud

Memigrasikan Instances ke MIG Stateful GCP Menggunakan Skrip Python

Managed instance group (MIG) GCP Compute Engine mendukung konfigurasi VM apa pun yang Anda perlukan, sekaligus membantu mengelola VM. Misalnya, ketika VM tiba-tiba berhenti berjalan, maka MIG GCP akan membuat ulang VM sesuai konfigurasi yang Anda tetapkan. Anda juga dapat menyiapkan health check berbasis aplikasi untuk memastikan aplikasi memberi respons seperti yang diharapkan. Jika Anda baru mulai bekerja dengan GCP dan ingin melakukan deploy aplikasi stateful, maka sangat disarankan untuk menggunakan konfigurasi MIG stateful. MIG stateful memungkinkan Anda untuk mempertahankan status unik setiap instances pada VM restart, recreation, auto-healing, maupun update. Artikel kali ini ditujukan kepada mereka yang sudah memiliki aplikasi stateful yang berjalan pada instance Compute Engine mandiri (tidak terkelola) dan ingin memigrasikannya secara otomatis ke MIG stateful menggunakan skrip Python. Kode skrip dan petunjuk terperinci untuk penggunaan dan pemasangannya bisa Anda simak di sini. Persyaratan skrip Photo Credit: Rawpixel Sebelum menjalankan skrip, pastikan instance Anda yang ada memenuhi kriteria berikut: Semua instances sumber harus memiliki konfigurasi yang sama. Boot disk harus stateless. Jika ingin mempertahankan status, Anda masih dapat membuat MIG stateful, namun sistem operasi atau software tidak dapat diperbarui dengan meluncurkan pembaruan boot image. Skrip akan menghentikan instance VM sumber Anda. Skrip membiarkan semua VM sumber berhenti agar mudah dikembalikan jika MIG tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Baca juga: API Management yang Lebih Efisien dengan Apigee dari GCP Langkah-langkah skrip Photo Credit: Rawpixel Hentikan semua instance Jika perlu, buat boot disk image Buat template instance berdasarkan properti instance yang dipilih, abaikan disk data yang dilampirkan dan buat MIG kosong. Untuk setiap instance dalam grup asli, lakukan langkah-langkah berikut: Kloning semua instance disks kecuali boot disk. Buat instances di MIG berdasarkan instance template dan sertakan disk kloning dari instances sumber. Cetak perintah untuk membersihkan instances sumber setelah Anda memverifikasi bahwa MIG stateful telah memenuhi kebutuhan. Baca juga: Mulai Mendesain Website yang Skalabel dengan GCP Contoh penggunaan Sekarang coba bayangkan beberapa konfigurasi instance dan tunjukkan bagaimana skrip berjalan. Katakanlah Anda memiliki tiga instance mandiri dengan nama “alpha“, “beta“, dan “gamma” di zona us-central1-a yang ingin dimigrasikan ke MIG dengan nama “greek“. Instance “alpha” memiliki dua disk tambahan: “alpha-disk-1” dan “alpha-disk-2“, instance “beta” memiliki satu disk tambahan “beta-disk-1“, dan “gamma” memiliki nol disk tambahan. Pada saat yang sama kami ingin membuat image disk untuk image boot. Jalankan perintah berikut: $ python3 migrate_script.py -s alpha beta gamma -z us-central1-a -m greek –image_for_boot_disk Berikut output untuk tiap langkah: Semua instance dihentikan di awal.   Instance alpha is not stopped. Stopping … Instance alpha stopped  ========== Instance beta is not stopped. Stopping … Instance beta stopped ========== Instance gamma is not stopped. Stopping … Instance gamma stopped ========== Setelan flag “image_for_boot_disk”, secara otomatis membuat sebuah image untuk boot disk.   Creating disk image for boot image alpha … Disk image alpha-image-ed0d24 created ========== Secara default, “alpha” dipilih untuk menentukan konfigurasi mesin di instance template.   Creating base instance template … Instance template alpha-template-004cb8 created ========== Sebuah MIG “gamma” kosong dibuat.   Creating empty MIG gamma… MIG gamma created ========== Untuk setiap instance individu, buatlah salinan pada semua disknya (agar tidak merusak data instance sumber) dan melampirkannya ke VM di MIG.   Creating disk alpha-disk-1-bb2a30 from disk alpha-disk-1 ========== Creating disk alpha-disk-2-f7344b from disk alpha-disk-2 ========== Adding instance alpha-b7273d to greek MIG ========== Creating disk beta-disk-1–7498a2 from disk beta-disk-1 ========== Adding instance beta-6475c6 to greek MIG ========== Adding instance gamma-17d7c7 to greek MIG ========== Migration successfully finished. Time spent: 457 seconds. Baca juga: Menghemat Biaya Workload Proyek GCP dengan Dukungan VM Spot Prosedur migrasi instances di atas dapat dijalankan cukup dengan menggunakan managed instance group (MIG) dari GCP Compute Engine. Anda tak perlu berpindah ke aplikasi lain dan tersedia opsi untuk menggunakan bahasa pemrograman Python. GCP atau Google Cloud Platform menyediakan berbagai aplikasi, layanan, dan juga kapabilitas yang akan memudahkan Anda dalam mengelola VM (virtual machine). Dapatkan solusi komputasi awan dari Google ini hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Cloud, Google Workspace

Kontrol Privasi yang Lebih Kuat untuk Instansi Pemerintah dengan Enkripsi Client-Side

Instansi pemerintah selalu bekerja dengan data sensitif, seperti data keuangan, informasi pengenal pribadi atau bahkan informasi kepemilikan. Penanganan data ini mengharuskan lembaga untuk memenuhi persyaratan kerahasiaan dan kepatuhan. Pada saat yang sama, instansi tentu tidak ingin berkompromi dengan pengalaman kolaborasi yang mereka berikan kepada karyawan mereka. Kontrol kerahasiaan data dengan kunci enkripsi Photo Credit: Freepik Enkripsi adalah kontrol teknis penting yang membatasi akses penyedia cloud ke data pelanggan. Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru (Advanced Encryption Standard) untuk mengenkripsi semua data saat istirahat dan dalam transit antar fasilitas kami. Enkripsi client-side Google Workspace memungkinkan instansi pemerintah mempertahankan kerahasiaan dan kontrol penuh atas data dengan memilih bagaimana dan di mana kunci enkripsi mereka disimpan. Ini berarti menyimpan kunci enkripsi di dalam batas negara tertentu, meng-hosting-nya di cloud terpisah atau di lokasi untuk membatasi akses dalam satu jaringan area lokal. Pada saat yang sama, instansi dapat mengatur penggunanya untuk terhubung dengan aman dari perangkat yang disetujui kapan saja untuk mengakses Google Workspace tanpa memerlukan klien desktop. Dengan kontrol tambahan ini, pengguna masih dapat berkolaborasi pada dokumen bersama menggunakan cara yang sama. Baca juga: Temukan Log Lebih Cepat dengan Update Logs Explorer Google Cloud Console Cara kerja enkripsi client-side Instansi memilih bagaimana dan di mana menyimpan kunci enkripsi mereka baik dengan mengelolanya sendiri atau melalui pihak ketiga yang tepercaya. Kemudian, mereka menghubungkan Google Workspace ke layanan utama mereka dan mengaktifkan enkripsi client-side. Mereka juga memiliki fleksibilitas untuk mengaktifkannya bagi pengguna, unit organisasi atau drive bersama tertentu. Setelah itu, pengguna dapat membuat dokumen, spreadsheet atau presentasi terenkripsi baru di dalam Google Drive. Baca juga: Menghemat Biaya Workload Proyek Google Cloud dengan Dukungan VM Spot Membuat dokumen terenkripsi pun mudah. Cukup pilih jenis dokumen yang ingin Anda buat dan pilih opsi “Blank encrypted document” dari menu. Enkripsi client-side saat ini tersedia untuk Google Docs, Spreadsheet, Slide, dan jenis file lain yang didukung oleh Google Drive seperti Office atau PDF. Layanan Google lainnya, termasuk Gmail, Google Calendar, dan Meet, akan memiliki enkripsi client-side pada rilisan selanjutnya. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna juga dapat mengunggah dokumen sensitif yang ada di Google Drive sambil tetap menjaga kerahasiaan lengkap. Pengguna yang perlu melihat atau mengedit dokumen terenkripsi dapat melakukannya dengan akun Google Workspace mana pun, tanpa mengorbankan keamanan dan kerahasiaan. Saat dokumen terenkripsi dibagikan melalui Google Drive, layanan kunci pelanggan memastikan hanya pengguna yang berwenang dan diautentikasi yang dapat membuka dokumen. Photo Credit: Google Cloud Blog Dapatkan pengalaman kolaborasi Google Workspace dengan kunci yang dikontrol pelanggan Google Cloud berkomitmen untuk melengkapi pelanggan dengan solusi teknis canggih yang membuat seluruh pengguna tetap aman, berikut dengan data dan informasi pribadi mereka, termasuk untuk pelanggan dari instansi pemerintah. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang fitur keamanan dan kepatuhan, termasuk enkripsi sisi klien, Anda dapat mendaftar ke program Google Workspace for Government Series kami. Seri ini menampilkan sembilan video pelatihan berbasis demo yang menampilkan tool untuk administrator dan end user yang membantu instansi pemerintah tetap aman dan produktif. Baca juga: Benarkah Desentralisasi Adalah Masa Depan Identitas Digital? Dengan adanya enkripsi client-side ini, instansi pemerintah dapat meningkatkan keamanan jaringan mereka tanpa harus mengorbankan kemudahan akses. Selain fitur ini, Google Cloud juga menyediakan berbagai kapabilitas lain untuk meningkatkan keamanan. Untuk mengoptimalkan kontrol privasi pada instansi Anda, Google Cloud menyediakan berbagai fitur dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Cloud skala besar, termasuk untuk instansi pemerintah. Informasi selengkapnya mengenai biaya berlangganan dan implementasi, silakan klik di sini.

Google Cloud

3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs

 Google Cloud VM Spot memungkinkan pelanggan kami memanfaatkan kapasitas idle Google secara maksimal di mana pun dan kapan pun tersedia. Bahkan kini Anda dapat mempertahankan elastisitas sekaligus memanfaatkan diskon terbaik yang ditawarkan Google dengan menerapkan beban kerja yang tepat pada VM Spot. Artikel kali ini membahas beberapa contoh penerapan VM Spot dan praktik terbaik dalam kasus penerapan tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan penghematan Google Cloud Spot VM sambil tetap mencapai tujuan aplikasi dan beban kerja. Rendering media Photo Credit: drobotdean (Freepik) Beban kerja rendering (seperti rendering 2D atau 3D) membutuhkan sumber daya TI yang terampil untuk mengelola render farms. Manajemen pekerjaan menjadi lebih sulit ketika pemanfaatan render farms berada pada kapasitas 100%. Spot VM adalah sumber daya yang ideal untuk beban kerja rendering yang toleran terhadap kesalahan. Ketika dikombinasikan dengan sistem antrian, Anda dapat mengintegrasikan pemberitahuan pendahuluan untuk melacak pekerjaan yang ditunda. Ini memungkinkan Anda membangun render farms yang mendapat manfaat dari pengurangan TCO. Jika perender mendukung pengambilan snapshot dari render yang sedang berlangsung pada interval yang ditentukan, menyimpan snapshot ini ke data persisten (Cloud Storage) akan membatasi kehilangan pekerjaan jika VM Spot didahulukan. Ketika VM Spot berikutnya dibuat, Anda dapat melanjutkan dengan menggunakan snapshot di Cloud Storage. Bisa juga memanfaatkan fitur “tangguhkan dan lanjutkan VM” baru yang memungkinkan Anda menyimpan instance VM selama peristiwa preemption, tapi tidak dikenakan biaya apa pun saat VM tidak digunakan. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Pemodelan keuangan Photo Credit: our-team (Freepik) Perusahaan pasar modal memiliki investasi yang signifikan dalam infrastruktur mereka untuk menciptakan jaringan komputasi kelas dunia yang canggih. Sejak komputasi grid dimulai, peneliti internal memanfaatkan grid besar ini di pusat data fisik untuk menguji hipotesis perdagangan mereka dan melakukan back-testing. Namun seiring pertumbuhan bisnis, apa yang terjadi jika semua peneliti memiliki ide cemerlang dan ingin mengujinya pada saat yang bersamaan? Peneliti kemudian harus bersaing satu sama lain untuk sumber daya yang sama. Ini bisa menyebabkan antrean pekerjaan dan peningkatan waktu tunggu untuk menguji ide-ide mereka. Perusahaan pasar modal dapat menggunakan Google Cloud sebagai perpanjangan jaringan lokal mereka dengan memutar sumber daya komputasi sementara. Mereka juga bisa menggunakan cloud dan membangun jaringan di Google Cloud. Dalam kedua skenario tersebut, VM Spot adalah kandidat ideal untuk beban kerja penelitian yang meningkat, mengingat sifat beban kerja yang sementara dan biaya VM yang sangat efisien. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Penerapan umum Untuk memanfaatkan Spot VM, kasus penggunaan Anda tidak harus sama persis dengan yang dijelaskan di atas. Jika beban kerja tidak memiliki status, dapat diskalakan, dapat dihentikan dan diperiksa dalam waktu kurang dari 30 detik atau fleksibel terhadap lokasi dan perangkat keras, maka mereka mungkin cocok untuk VM Spot. Ada banyak beberapa tindakan yang dapat diambil untuk membantu memastikan beban kerja Anda berjalan semulus mungkin. Di bawah ini adalah praktik terbaik untuk melakukan deploy spot di belakang Regional Managed Instance Groups (RMIG): RMIG sangat cocok untuk beban kerja Spot mengingat kemampuannya dalam membuat ulang instances yang didahulukan. Menggunakan profil beban kerja Anda, tentukan bentuk distribusi target RMIG. Misalnya, dengan beban kerja penelitian batch, Anda dapat memilih bentuk distribusi target apa pun. Ini akan memungkinkan instances Spot untuk didistribusikan dengan cara apa pun di berbagai zona, sehingga memanfaatkan sumber daya yang kurang dimanfaatkan. Anda dapat menggunakan campuran RMIG sesuai permintaan dan RMIG Spot untuk mempertahankan aplikasi stateful sambil meningkatkan ketersediaan dengan cara yang hemat biaya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Baik beban kerja Anda adalah rendering grafis, pemodelan keuangan, atau kasus penggunaan stateless lainnya, VM Spot adalah cara terbaik dan termudah untuk mengurangi biaya pengoperasian hingga lebih dari 60%. Dengan mengikuti contoh di atas, Anda dapat memastikan bahwa VM Spot akan menghasilkan hasil yang tepat.. VM Spot menawarkan diskon signifikan dari harga jual untuk mendorong penghematan maksimum asalkan pelanggan memiliki beban kerja fleksibel dan stateless yang dapat menangani preemption. Mulailah hari ini dengan uji coba gratis Google Cloud. Jika sudah mantap untuk mulai menerapkan solusi VM Spot dari Google Cloud, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mulai konsultasi penerapan Google Cloud, silakan klik di sini.

Google Cloud

Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server

Cloud SQL for SQL Server merupakan sebuah layanan database terkelola sepenuhnya yang berjalan di jaringan Google. Layanan ini memungkinkan Anda untuk dapat menjalankan SQL Server dalam jaringan cloud untuk kemudian ditangani oleh. Tahun 2021 lalu, Google telah meluncurkan fitur yang membantu pengguna untuk dapat memaksimalkan SQL Server; misalnya, dukungan untuk autentikasi Active Directory, SQL Server 2019, serta Cross Region Replicas. Fitur audit database Cloud SQL for SQL Server Di tahun 2022 ini, Google berencana untuk menambahkan fitur keamanan SQL Server lainnya, yakni audit database. Audit database ini memungkinkan Anda memantau perubahan pada database SQL Server, seperti pembuatan database baru, penyisipan data, hingga penghapusan tabel. Cloud SQL menulis log audit yang dihasilkan oleh SQL Server ke disk penyimpanan lokal, sekaligus ke Google Cloud Storage. Anda juga dapat menentukan berapa lama log harus disimpan pada instance (maksimal 7 hari) dan menggunakan fungsi SQL Server untuk memeriksa log. Cloud SQL juga akan secara otomatis menulis semua file audit ke penyimpanan Google Cloud Storage yang Anda kelola, Dengan adanya kapabilitas tersebut, Anda dapat memutuskan berapa lama durasi penyimpanan catatan ini jika dibutuhkan lebih dari tujuh hari atau menggabungkannya dengan file audit dari instance SQL Server lainnya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Cara mengaktifkan fitur audit database Untuk mengaktifkan fitur pengauditan database, buka Google Cloud Console, kemudian pilih instance Cloud SQL for SQL Server Anda. Setelah itu, pilih opsi Edit dari halaman Overview. Anda juga dapat mengaktifkan SQL Server Audit saat membuat instance Cloud SQL baru. Untuk langkah-langkahnya bisa Anda lihat pada gambar berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Prasyarat file yang akan diaudit Sebelum mengaktifkan fitur audit database, pastikan Anda telah memenuhi prasyarat berikut ini: Bucket Cloud Storage untuk file audit File audit (log audit) diunggah ke lokasi bucket Cloud Storage. Dengan demikian, Anda mungkin perlu membuat bucker dari akun Google Cloud pribadi. Alternatif lainnya adalah menggunakan lokasi bucket yang dimiliki oleh akun lain. Saat mengaktifkan pengauditan, jika Anda memiliki izin yang diperlukan, peran role/storage.objectAdmin diberikan secara otomatis untuk mengunggah file audit ke lokasi bucket dari akun layanan yang diberikan. Catatan: Anda perlu mengelola retensi log di bucket Cloud Storage. Untuk informasi tentang menambahkan kebijakan penyimpanan untuk menentukan periode penyimpanan, lihat halaman Retention policies and retention policy locks. Pengguna yang dapat mengaktifkan audit Untuk mengaktifkan audit dan membuat spesifikasi audit, pengguna sqlserver default harus tersedia. Saat Anda membuat instance Cloud SQL for SQL Server, pengguna sqlserver default telah dibuat. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights For MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Kegunaan fitur audit database Photo Credit: DCStudio (Freepik) Setelah mengaktifkan fitur audit instance pada Cloud SQL for SQL Server, Anda dapat membuat audit SQL Server dan spesifikasi audit. Ini menentukan informasi apa yang akan dilacak pada database Anda. Selain itu, dengan fitur ini Anda juga dapat menangkap informasi terperinci mengenai berbagai operasi yang dijalankan pada database, termasuk, memantau tiap percobaan login yang berhasil atau gagal. Jika ingin menangkap informasi yang berbeda untuk setiap database, Anda dapat membuat spesifikasi audit yang berbeda untuk setiap database pada instances atau Anda juga bisa membuat spesifikasi audit tingkat server untuk melacak perubahan pada keseluruhan database yang ada. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Fitur audit database SQL Server kini tersedia untuk semua instance Cloud SQL for SQL Server. Anda bisa mengunjungi halaman khusus untuk mempelajari fitur audit database di sini. Adanya fitur audit database ini menambahkan kapabilitas baru pada Cloud SQL for SQL Server, sekaligus memperluas dukungan Google untuk mengelola database Anda. Layanan ini pun telah terintegrasi dengan berbagai layanan dan aplikasi Google, termasuk Cloud. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai memanfaatkan solusi komputasi awan dari Google, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan skala besar, seperti untuk korporasi atau instansi pendidikan. Untuk mulai memilih paket sebagai solusi komputasi awan perusahaan Anda, silakan klik di sini!

Cloud Computing, Google Cloud

Cara Google Cloud Amankan Rantai Pasok Software Anda

Google Cloud baru saja mengumumkan ketersediaan umum untuk Assured Open-Source Software (Assured OSS). Layanan tersebut dibuat untuk membantu pelanggan mengamankan perangkat lunak open-source mereka dengan menyediakan rangkaian open-source yang digunakan Google. Itu berarti, rangkaian yang tersedia sudah terjamin keamanannya. Dengan mendapatkan jaminan keamanan dari penggunaan rangkaian open-source ini, pelanggan Google Cloud dapat meningkatkan postur keamanan dan bahkan membuat perangkat lunak mereka sendiri menggunakan tools yang digunakan Google seperti Cloud Build, Artifact Registry, dan Container/Artifact Analysis. Assured OSS kemudian dapat dimasukkan ke dalam rantai pasok perangkat lunak Anda untuk memberikan jaminan keamanan tambahan selama proses pengembangan dan pengiriman. Membangun keamanan ke dalam rantai pasokan perangkat lunak Anda Photo Credit: Google Cloud Blog Proses pengembangan perangkat lunak dimulai dengan jaminan dari Google Cloud. Ini karena ADna sebagai pengembang dapat menggunakan rangkaian perangkat lunak open-source dari layanan Assured OSS melalui integrated development environment (IDE). Saat pengembang memasukkan kode ke repositori kode Git, sistem secara otomatis akan mengaktifkan Cloud Build untuk membangun aplikasi mereka dengan cara yang sama seperti rangkaian Assured OSS dibuat. Ini termasuk Cloud Build yang secara otomatis membuat, menandatangani, dan menyimpan asal build, yang dapat memberikan jaminan hingga SLSA level 2. Baca juga: Resiko Keamanan Software Komputer yang Sudah Kadaluwarsa Deteksi kerentanan yang dapat disesuaikan Photo Credit: Rawpixel Sebagai bagian dari build pipeline, artefak yang dibangun disimpan dalam Artifact Registry dan secara otomatis dipindai untuk kerentanan, mirip dengan cara paket Assured OSS dipindai. Pemindaian kerentanan dapat lebih ditingkatkan menggunakan kebijakan Kristis Signer untuk menentukan kriteria kerentanan yang dapat divalidasi oleh build pipeline. Perlu diingat, selama proses, hanya aplikasi yang sudah diperiksa yang diizinkan masuk, seperti Google Kubernetes Engine (GKE) dan Cloud Run. Google Cloud menyediakan kerangka kerja kebijakan Otorisasi Biner untuk menentukan dan menerapkan persyaratan pada aplikasi sebelum diterima ke dalam runtime. Kepercayaan terakumulasi dalam bentuk pengesahan, yang dapat didasarkan pada berbagai faktor termasuk penggunaan alat dan repositori yang telah terjamin keamanannya, persyaratan pemindaian kerentanan, atau bahkan proses manual seperti tinjauan kode dan pengujian QA. Baca juga: Membangun Data Warehouse yang Aman dengan Blueprint Keamanan Baru Google Cloud Peluncuran dengan tingkat keamanan tinggi Setelah aplikasi selesai dibuat dan disimpan dengan melewati pemindaian kerentanan dan pengesahan yang membangun kepercayaan, Anda bisa langsung meluncurkannya. Google Cloud Deploy dapat membantu merampingkan proses pengiriman berkelanjutan ke GKE, dengan metrik pengiriman bawaan serta kemampuan keamanan dan audit. Peluncuran ke GKE dapat dikonfigurasi dengan persetujuan untuk memastikan bahwa stakeholder atau otoritas berwenang telah menyetujui penerapan aplikasi ke lingkungan target. Saat aplikasi disebarkan ke runtime, Otorisasi Biner digunakan untuk memastikan bahwa hanya aplikasi yangtelah ditandatangani oleh Cloud Build atau telah berhasil mengumpulkan pengesahan di seluruh rantai pasokan yang diizinkan untuk berjalan. Baca juga: Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda Rantai pasok perangkat lunak ini memungkinkan Anda untuk membangun aplikasi dengan cara yang sama seperti rangkaian Assured OSS Google Cloud dan mengirimkannya secara aman ke runtime dengan jaminan tambahan yang disediakan oleh Cloud Deploy dan Binary Authorization. Hasilnya, Anda dapat memvalidasi integritas aplikasi yang dikembangkan dan memiliki tingkat kepercayaan lebih besar dalam keamanan aplikasi yang sedang berjalan. Semua kemudahan yang ditawarkan Assured OSS bisa Anda nikmati secara leluasa dengan berlangganan solusi komputasi awan dari Google Cloud. Masih ragu dengan penerapan Google Cloud di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology menyediakan layanan konsultasi disamping implementasi jaringan komputasi awan dengan Google Cloud. Tim kami siap membantu Anda mulai dari tahap perencanaan hingga pasca-pemasangan nanti. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud

Apa yang menjadi pertimbangan utama Anda dalam memilih penyedia jaringan cloud? Salah satu pertimbangan penting dalam memilih penyedia cloud adalah keamanan infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang aman, aplikasi yang Anda jalankan tentu akan rentan terhadap serangan. Google Cloud, sebagai penyedia jaringan cloud terbesar di dunia, menerapkan pendekatan keamanan infrastruktur yang unik. Sebab, layanan dari Google ini tidak bergantung pada satu teknologi saja dalam mengamankan infrastrukturnya. Namun, Google Cloud membangun sistem keamanan melalui lapisan progresif yang pada akhirnya memberikan pertahanan secara mendalam. Pertahanan yang mendalam Photo Credit: Google Cloud Blog Seperti yang telah disebutkan, sistem keamanan Google Cloud terdiri dari beberapa lapis pertahanan. Masing-masing menerapkan teknologi yang variatif agar tidak mudah terkecoh serangan keamanan. Berikut adalah beberapa lapisan pertahanan dalam infrastruktur Google Cloud: Keamanan fisik pusat data Pusat data Google menerapkan keamanan berlapis dengan kartu akses elektronik yang dirancang khusus, alarm, penghalang akses kendaraan, pagar keliling, detektor logam, biometrik, hingga deteksi intrusi sinar laser. Selain itu, pusat data juga dipantau selama 24/7 non-stop dengan kamera beresolusi tinggi yang dapat mendeteksi adanya penyusup. Hanya karyawan terdaftar yang boleh memasuki pusat data. Infrastruktur perangkat keras Dari bangunan fisik hingga server yang dibuat khusus, peralatan jaringan, dan chip keamanan khusus hingga tumpukan perangkat lunak tingkat rendah yang berjalan di setiap mesin, seluruh infrastruktur perangkat keras dikontrol, diamankan, dan diperkuat oleh keamanan Google. Penerapan layanan Aplikasi biner apa pun yang berjalan di infrastruktur Google diterapkan dengan aman. Tidak ada asumsi kepercayaan antar layanan. Selain itu, beberapa mekanisme diterapkan untuk membangun dan memelihara kepercayaan. Infrastruktur Google dirancang untuk menjadi multitenant. Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE untuk Perkiraan Biaya yang Lebih Akurat Layanan penyimpanan Data yang disimpan di infrastruktur Google secara otomatis dienkripsi saat tidak digunakan, serta didistribusikan untuk ketersediaan dan keandalan. Ini membantu menjaga data dari akses yang tidak sah dan gangguan layanan. Identitas pengguna Identitas, pengguna, dan layanan diautentikasi dengan kuat. Akses ke data sensitif dilindungi oleh alat canggih seperti kunci keamanan yang tahan terhadap serangan phishing. Komunikasi internet Komunikasi melalui internet ke layanan cloud Google dienkripsi saat transit. Skala infrastruktur memungkinkannya untuk menyerap banyak serangan denial-of-service (DoS), dan perlindungan berlapis-lapis selanjutnya dapat mengurangi risiko DoS apa pun. Keamanan operasional dan perangkat Tim operasi Google mengembangkan dan menerapkan perangkat lunak infrastruktur menggunakan praktik keamanan yang ketat. Mereka bekerja untuk mendeteksi ancaman dan merespons insiden secara non-stop. Di samping itu, karena Google berjalan pada infrastruktur yang sama yang tersedia untuk pelanggan Google Cloud, semua pelanggan mendapatkan keuntungan langsung dari operasi dan keahlian keamanan ini. Pengesahan end-to-end Photo Credit: DCStudio (Freepik) Infrastruktur perangkat keras Google dirancang khusus dari komponen terkecil sekali pun. Tujuannya tak lain adalah untuk memenuhi persyaratan spesifik secara tepat, termasuk keamanan. Server dan perangkat lunak Google dirancang hanya untuk tujuan menyediakan layanan Google. Layanan dibuat khusus dan tidak menyertakan komponen yang tidak perlu seperti kartu video atau interkoneksi periferal yang dapat menimbulkan kerentanan. Hal yang sama berlaku untuk perangkat lunak, termasuk perangkat lunak tingkat rendah dan OS server, yang merupakan versi Linux yang telah diperkuat. Baca juga: Temukan Log Lebih Cepat dengan Update Logs Explorer Google Cloud Console Selanjutnya, Google merancang dan menyertakan perangkat keras khusus untuk keamanan. Salah satu contohnya bernama Titan, chip yang dibuat khusus untuk membangun akar kepercayaan perangkat keras pada mesin dan periferal di infrastruktur cloud. Google juga membuat jaringan khusus perangkat keras dan perangkat lunak untuk meningkatkan kinerja dan keamanan. Ini semua disesuaikan dengan desain pusat data khusus Google, yang mencakup beberapa lapisan perlindungan fisik dan logis. Melacak asal dari bagian paling dasar tumpukan perangkat keras ini memungkinkan Google mengontrol dasar-dasar postur keamanannya. Pendekatan ini sangat membantu Google mengurangi masalah vendor di tengah. Jika kerentanan ditemukan, langkah-langkah dapat segera diambil untuk mengembangkan dan meluncurkan perbaikan. Baca juga: Menghemat Biaya Workload Proyek Google Cloud dengan Dukungan VM Spot Itulah sekilas tentang keamanan infrastruktur Google Cloud dan beberapa layanan yang membantu melindungi aplikasi Anda di Google Cloud. Untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai infrastruktur Google Cloud, Anda bisa menyimak whitepaper ini. Apakah keamanan infrastruktur yang tinggi membuat Anda tertarik untuk menggunakan Google Cloud? Kami dari EIKON Technology dengan senang hati akan membantu proses implementasi jaringan komputasi awan dari Google Cloud. Mulai dari perencanaan hingga pasca-pemasangan, Anda akan didampingi oleh ahlinya. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini.

Chromebook, Google Cloud, Google Workspace

Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace

Google Cloud baru saja meluncurkan Chrome Enterprise Connectors Framework, sebuah cara baru untuk mengintegrasikan browser Chrome dengan platform keamanan seperti Splunk, Palo Alto Networks, dan CrowdStrike dengan mudah. Di waktu yang bersamaan, Google juga memperluas dukungan untuk Workspace dan produk Cloud lainnya, termasuk Google Cloud Pub/Sub, Chronicle, BeyondCorp Enterprise, dan Chrome Browser Cloud Management, untuk membantu tim TI mendapatkan informasi berguna mengenai potensi ancaman keamanan dari Chrome. Ini akan membantu melindungi pengguna ketika mereka: Diarahkan menuju situs berbahaya yang dikenal. Mengunduh atau mengunggah file dengan malware yang dikenal. Menggunakan kembali kata sandi perusahaan di situs yang tidak disetujui. Mengubah kata sandi perusahaan setelah menggunakannya kembali di situs yang tidak disetujui. Menariknya, kapabilitas baru ini bisa dinikmati secara gratis oleh perusahaan yang sudah menggunakan produk Google. Lalu, bagaimana menghubungkan integrasi Chrome Enterprise Connectors Framework ini? Memulai dengan mudah Semua integrasi baru ini disetel dan dikonfigurasi Chrome Browser Cloud Management, yang dapat diakses melalui konsol Google Admin. Bagi Anda yang belum memiliki akun bisa mengikuti panduan ini. Lewat Google Admin, Anda dapat mengelola banyak aspek dari browser end-user. Setelah berada di konsol Admin, Anda dapat melakukan konfigurasi pelaporan peristiwa Keamanan untuk melihat laporan secara langsung di log audit konsol. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Workspace Untuk pelanggan Google Workspace, tim TI secara otomatis akan mendapat akses ke konsol Google Admin. Dari sana, perusahaan dapat mendaftar dan mendapatkan informasi mendetail tentang penerapan browser mereka. Anda juga dapat menetapkan kebijakan hingga mengelola ekstensi. Kebijakan pengelolaan Chrome dapat disetel agar berfungsi bersama dengan kebijakan berbasis pengguna apa pun yang mungkin diterapkan melalui Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Zero-Touch Enrollment Uuntuk Setup Chromebook Skala Besar Setelah mengaktifkan pelaporan peristiwa Keamanan, Anda kemudian dapat melihat peristiwa pelaporan dalam log audit. Pelanggan Google Workspace Premium, termasuk yang menggunakan paket Enterprise Plus atau Education Plus, dapat menggunakan Workspace Security Investigation Tool untuk mengidentifikasi, melakukan triase, dan bertindak atas potensi ancaman keamanan. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Cloud BeyondCorp Enterprise BeyondCorp Enterprise, adalah produk pertama yang berintegrasi dengan Chrome sebagai bagian dari perlindungan data dan ancaman bisnis. Baru-baru ini, Google meluncurkan BeyondCorp Enterprise Essentials untuk mempermudah perjalanan Zero Trust pelanggan dan menawarkan lapisan keamanan yang konsisten. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Fitur-fitur ini menyaring dan memblokir URL berbahaya secara real-time, mengidentifikasi situs phishing, menghentikan unduhan dan transfer konten berbahaya, mencegah hilangnya data sensitif, melarang penggunaan konten yang dilindungi, dan menegakkan kebijakan perlindungan data. Selain perlindungan keamanan ini, semua peristiwa keamanan dan wawasan dari Chrome, seperti transfer malware dan kunjungan situs yang tidak aman, tersedia untuk pelanggan BeyondCorp Enterprise dan BeyondCorp Enterprise Essentials. Photo Credit: Google Cloud Blog Integrasi dengan Google Chronicle  Google Chronicle menghadirkan deteksi, investigasi, dan respons ancaman modern dengan menyatukan semua telemetri keamanan. Awal tahun 2022 ini, Google meluncurkan deteksi kontekstual untuk untuk memprioritaskan peringatan dengan konteks tambahan. Sekarang, data penting berbasis web dari Chrome pun dapat dilihat bersama peristiwa keamanan lain. Artinya, tim keamanan dapat menggunakan konteks tambahan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Photo Credit: Google Cloud Blog Chrome telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menjaga keamanan pengguna dan data perusahaan. Dengan berbagai opsi integrasi yang disediakan, tim TI memiliki fleksibilitas untuk bekerja dengan berbagai teknologi Google atau solusi keamanan siber pilihan mereka sendiri untuk mengamankan lingkungan mereka. Google Cloud Pub/Sub Photo Credit: Google Cloud Blog Banyak profesional TI telah menggunakan Pub/Sub untuk menyatukan sumber data mereka. Dengan integrasi Chrome, peristiwa keamanan yang dikirim ke Pub/Sub kemudian dapat dimasukkan ke dalam alat pelaporan keamanan atau platform intelijen keamanan pilihan. Baca juga: 5 Kelebihan Chromebook untuk Produktivitas Pekerjaan yang Perlu Anda Ketahui Dengan memanfaatkan integrasi baru ini Anda dapat meningkatkan keamanan pada berbagai layanan Google seperti Cloud dan juga Workspace. Selain itu, Anda juga bisa menerapkan penggunaan Chrome Device untuk membangun ekosistem kerja berbasis cloud yang aman. Chrome Device sendiri merupakan perangkat yang didesain untuk kebutuhan kerja. Dengan performa yang cepat dan telah mendukung kolaborasi real-time, Chrome Device akan meningkatkan produktivitas kerja Anda. Kini, Chrome Device bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Untuk informasi lengkap mengenai spesifikasi Chrome Device, silakan klik di sini.

Google Cloud

Memahami Cara Kerja Migrasi dengan Google Cloud VMware Engine

Google Cloud VMware Engine (GCVE) memungkinkan pengguna untuk menerapkan lingkungan VMware terkelola dalam Enterprise Cloud. Google baru saja meluncurkan sebuah white paper baru berjudul, “Google Cloud VMware Engine Performance Migration & Benchmarks”. White paper tersebut berisi panduan untuk membantu pelanggan dalam memahami arsitektur, kinerja, serta manfaat dari Google Cloud VMware Engine. Namun jika Anda masih belum terbiasa dengan Google Cloud VMware Engine, tidak perlu khawatir. Artikel kali ini akan membahas lebih banyak mengenai layanan baru dari Google Cloud tersebut. Mari pelajari bersama. Transisi lebih mudah dengan Hybrid Cloud Extension Memanfaatkan Google Cloud memungkinkan Anda mengakses layanan dan kemampuan komputasi awan yang ada. Salah satu layanan dan solusi yang disebutkan dalam “Google Cloud VMware Engine Performance Migration & Benchmarks” adalah Hybrid Cloud Extension atau HCX. HCX memberi Anda transisi yang lebih mudah dari penyimpanan lokal ke cloud, memungkinkan administrator sistem untuk dengan cepat menerapkan cloud perusahaan dan menskalakan virtual machine yang mereka butuhkan. Solusi referensi yang diusulkan ini sangat cocok untuk perusahaan yang ingin memulai perjalanan migrasi cloud dan memahami persyaratan teknis dalam proses tanpa harus berkomitmen penuh pada strategi cloud atau strategi pusat data evakuasi mereka. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Google Cloud VMware Engine Adalah Solusi VMware Terbaik Migrasi beban kerja yang lebih mulus Photo Credit: Freepik Saat ini, tantangan dalam bidang teknologi informasi (TI) begitu dinamis dan terus bermunculan, termasuk dalam hal komputasi awan. Perusahaan yang menerapkannya pun mau tak mau harus terus menavigasi jalan mereka agar solusi yang diimplementasikan dapat berjalan optimal. Google Cloud VMware Engine memberi kemudahan navigasi bagi para penggunanya dalam memigrasikan beban kerja mereka ke cloud. Namun, pengguna tidak harus memindahkan semuanya ke cloud sekaligus. Ini karena GCVE menyediakan opsi untuk menskalakan infrastruktur TI dari penyimpanan lokal ke cloud sesuai kebutuhan Anda dengan memanfaatkan HCX. HCX juga memungkinkan Anda memigrasikan virtual machine dari penyimpanan lokal ke cloud melalui VPN atau koneksi internet tanpa downtime tambahan. Pengguna bahkan tak harus menyimpan pekerjaan dan keluar dari mesin mereka. Dengan GCVE, Anda dapat terus bekerja selama jam kerja dan operasi. Sementara administrator sistem Anda dapat memigrasikan tim ke cloud tanpa downtime yang berhubungan dengan migrasi mesin virtual. Baca juga; Google Cloud VMware Engine: Optimalkan Biaya Lisensi Aplikasi dengan Custom Core Counts Panduan lengkap gratis Photo Credit: Freepik Kemampuan untuk memigrasikan virtual machine mesin virtual dari penyimpanan lokal ke cloud menimbulkan pertanyaan lain: seberapa cepat virtual machine yang ditargetkan dapat bermigrasi ke cloud? Google menganalisis skenario khusus ini, menilai persyaratan apa yang diperlukan untuk memigrasikan virtual machine lokal ke cloud melalui Virtual Private Network (VPN), dan kemudian menganalisis seberapa cepat koneksi tersebut dibuat dan ditransmisikan melalui HCX. Jawaban atas pertanyaan tersebut semuanya telah dibahas dalam white paper terbaru dari Google Cloud VMware Engine yang berjudul, “Google Cloud VMware Engine Performance Migration & Benchmarks”. White paper tersebut dapat diunduh dan disimpan secara gratis. Anda dapat mempelajarinya untuk memahami proses migrasi dengan memanfaatkan Google Cloud VMware Engine. Tersedia juga panduan, temuan, serta penilaian dari para pakar migrasi Google Cloud. Baca juga:  Cara Mengoptimalkan Biaya Penerapan Google Cloud VMware Engine Selain VMware Engine, Google Cloud juga masih memiliki beragam solusi yang dirancang untuk menguraikan tantangan TI perusahaan Anda. Menariknya lagi, mereka bahkan menyediakan panduan penggunaan serta pendapat dari pakar untuk implementasi yang optimal, sebagaimana white paper “Google Cloud VMware Engine Performance Migration & Benchmarks” yang tersedia untuk mengoptimalkan GCVE. Tertarik? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kami juga memastikan proses implementasi solusi cloud dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai membangun solusi komputasi awan Anda dengan Google Cloud, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top