EIKON Technology

Google Forms

Info

3 Hal Penting tentang Fitur Baru Gemini di Google Forms

Google terus menyempurnakan integrasi Gemini di Google Forms untuk membantu pengguna menganalisis feedback dengan lebih cepat. Sebelumnya, pengguna harus secara manual meminta ringkasan jawaban. Kini, Gemini secara proaktif akan menyajikan ringkasan secara otomatis. Fitur baru ini sangat bermanfaat saat Anda berhadapan dengan jawaban panjang berbentuk isian singkat (short-answer) atau paragraf. Menganalisis sentimen, umpan balik, atau mendapatkan wawasan dari ratusan respons panjang kini bisa dilakukan tanpa harus meninjau setiap teks secara detail. Berikut adalah tiga hal penting yang perlu Anda ketahui tentang pembaruan Gemini di Forms. Ringkasan dibuat secara proaktif Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan terbesar adalah fitur ini menjadi otomatis. Ketika Anda meninjau jawaban di tab ‘Responses’ Forms Gemini akan secara otomatis menyajikan ringkasan yang dihasilkan. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk meminta ringkasan secara manual, mempercepat proses analisis sentimen dan pengambilan keputusan. Ringkasan ini sangat berguna untuk pertanyaan yang membutuhkan tanggapan naratif panjang dari responden. Baca juga: Penambahan Opsi Kontrol Granular pada Google Forms, Begini Cara Menggunakannya Pengaturan dikelola di tingkat admin Bagi pengguna yang memenuhi syarat, fitur ini akan aktif secara default. Untuk end-user: Tidak ada tindakan yang diperlukan; ringkasan akan langsung muncul di tab ‘Responses’. Untuk admin: Meskipun fitur ini aktif secara default, admin dapat mengelola akses ke fitur Gemini di layanan Workspace. Hal ini memastikan kontrol penuh terhadap kapan dan siapa yang dapat menggunakan kemampuan AI canggih ini. Baca juga: Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms Ketersediaan dan jadwal peluncuran Photo Credit: Pexels Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang, tergantung pada domain rilis Anda: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai pada 15 September 2025. Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai pada 6 Oktober 2025. Fitur ini tersedia untuk sebagian besar edisi Google Workspace yang fokus pada bisnis dan pendidikan, termasuk Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, dan Google AI Pro for Education. Baca juga: Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms Ingin segera memanfaatkan analisis feedback otomatis dan membuat keputusan berbasis data lebih cepat? Tingkatkan kemampuan Google Forms Anda sekarang juga dengan mendapatkan lisensi Google Workspace yang tepat dari EIKON Technology, mitra tepercaya untuk solusi AI dan kolaborasi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Penambahan Opsi Kontrol Granular pada Google Forms, Begini Cara Menggunakannya

Tahun 2023 lalu, Google memperkenalkan opsi kontrol granular untuk berbagi di Google Forms. Hanya saja, opsi tersebut diluncurkan dalam versi beta sehingga penggunaannya masih terbatas. Kini, opsi tersebut tersedia untuk umum. Bagaimana cara menggunakannya? Opsi kontrol granular untuk respons Google Forms Sebelumnya, pembuat form di Google Forms memiliki dua opsi berbagi, yaitu membatasi respons kepada pengguna dalam domain mereka (dan domain tepercaya) atau membuat form dapat diakses publik (artinya, siapa pun yang memiliki URL dapat merespons). Dengan hadirnya opsi baru yang tersedia bagi publik ini, pembuat form dapat membatasi akses respons ke pengguna, grup, atau audiens target tertentu—mirip dengan cara pemilik file dapat membatasi pembagian file Google Docs, Sheets, Slides, atau Sites di Drive. Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini berguna dalam kondisi apa pun saat Anda ingin mengontrol siapa saja yang dapat menanggapi form. Misalnya, pemilik bisnis dapat mengumpulkan feedback dari divisi tertentu di perusahaannya dengan lebih baik, sekaligus mencegah form tersebut ditanggapi oleh divisi atau tim lain. Demikian pula, pengajar dapat menggunakan fitur ini untuk memastikan suatu materi pelajaran hanya dapat diakses oleh siswa tertentu yang menerima tautan. Baca juga: Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif di Google Forms Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru ini, tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Pembuat form harus menerbitkan form mereka sebelum responden dapat melihat atau memberikan respons. Tidak hanya menentukan siapa saja yang bisa mengakses form, pembuat form juga dapat membagikan akses respons kepada pengguna, grup, atau audiens tertentu sesuai kebutuhan. Baca juga: Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms Ketersediaan Photo Credit: Freepik Peningkatan kapabilitas Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 3 Desember 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 (1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kapabilitas baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Workspace Individual dan pengguna dengan akun Google pribadi. Penting untuk diingat kapabilitas untuk membagikan akses respons kepada audiens tertentu hanya tersedia untuk layanan Google Drive, Docs, dan Chat. Edisi Workspace yang mendukung kapabilitas ini di Drive, Docs, dan Chat, di antaranya adalah Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Enterprise Essentials, dan Enterprise Essentials Plus. Sementara pada edisi Business Standard, Nonprofits, dan G Suite Business, kapabilitas hanya berlaku pada Drive dan Docs. Baca juga: Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms Peningkatan kapabilitas Google Forms ini akan membantu Anda dalam membatasi akses respons sebuah form. Dengan begitu, respons yang didapat akan lebih terfilter dan sesuai kebutuhan Anda. Untuk mengoptimalkan penggunaan Forms dan berbagai aplikasi Workspace lain, terutama jika Anda menggunakannya dalam skala besar, jangan lupa berlangganan Workspace for Business. Kini telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi penerapan menyeluruh dengan garansi resmi. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Slide, Google Workspace

Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms

Rangkaian produktivitas Google Workspace kembali menghadirkan inovasi untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Kali ini, Workspace meluncurkan beberapa template baru Google Slides dan Google Forms yang dapat Anda manfaatkan untuk keperluan branding perusahaan. Untuk detail selengkapnya mengenai cara kerja dan ketersediaan fitur, mari simak ulasan berikut. Domain template Google Slides Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa membuat konten branding perusahaan lebih cepat di Google Slides. Pasalnya, Slides baru saja meluncurkan beberapa templates dan themes siap pakai. Fitur ini bisa langsung digunakan setelah administrator Workspace Anda membagikan material desain kepada para pengguna dalam domain. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan slide, layout, font, gambar, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat presentasi di Slides. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Domain template Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Bersamaan dengan perilisan domain template Google Slides, Workspace juga merilis domain template untuk Google Forms. Sama seperti domain template Slides, fitur ini dapat diakses setelah administrator membagikan material desain ke domain kerja Anda. Setelah material desain dibagikan, Anda bisa langsung mengakses domain template dengan ragam pilihan gambar header, font, hingga warna yang akan muncul saat Anda membuat formulir di Forms. Dengan hadirnya fitur baru ini, Anda dapat dengan mudah mempertahankan konsistensi branding perusahaan. Administrator pun bisa mengatur domain template yang dapat diakses oleh seluruh pengguna maupun domain template untuk divisi atau kelompok kerja tertentu. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs dan Slides Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru Google Slides dan Google Forms dalam domain Workspace Anda, cukup ikuti petunjuk berikut: Administrator Kedua fitur ini NONAKTIF secara default dan bisa selalu diaktifkan dalam level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, masuk ke konsol Google Admin dan klik menu Apps > Google Workspace > Setting for Drive and Docs > Templates > Default themes and templates > Slide library template (untuk Slides) atau Forms default theme (untuk Forms). End-user Setelah diaktifkan oleh administrator, end-user bisa langsung mengakses template dan theme di Slides dengan menggunakan template sidebar yang otomatis tersedia saat Anda membuat presentasi. Selain itu, Anda juga bisa mengaksesnya dengan masuk ke menu Insert > Templates. Untuk mengakses template Forms, Anda cukup mengeklik ikon Customize Theme (berbentuk palet) yang ada di bagian kanan atas halaman.    Ketersediaan Template Google Slides dan Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan mulai tanggal 7 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas template). Fitur baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus. Baca juga: Menambahkan Anotasi di Google Slides Kini Jadi Makin Mudah dengan Pen Tool Hadirnya kapabilitas berupa domain template untuk Google Slides dan Google Forms ini akan memudahkan Anda merancang konten branding perusahaan yang seragam dalam waktu singkat. Template telah tersedia untuk Workspace for Business dan Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi berlangganan, silakan hubungi kami di sini!  

Google form, Google Workspace

Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms

Rich Text Format atau RTF merupakan format penulisan universal yang digunakan pengolah kata. Format ini diciptakan oleh Microsoft Corporation mulai dari tahun 1987 hingga 2007 untuk pertukaran dokumen lintas platform dengan produk Microsoft. Artinya, dengan RTF ini, teks akan tetap terbaca meski tidak dibuka melalui aplikasi Microsoft Word. Sama seperti namanya, RTF “memperkaya” tampilan teks. RTF membuat teks dapat dipertebal, diberi garis bawah, hingga disematkan tautan untuk menuju halaman atau dokumen lain.  Nah, Rich Format Text kini hadir di Google Forms agar tampilan formulir Anda lebih mudah terbaca. Bagaimana cara mengaktifkan pemformatan tersebut? Rich Text Format pada Google Forms Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, update Google Forms menghadirkan lebih banyak pilihan font. Selain opsi baru untuk menata font tersebut, Rich Text Formatting kini tersedia di Google Forms, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan dan menambahkan penekanan pada formulir yang sedang dibuat. Fitur ini memungkinkan Anda untuk dapat menggunakan huruf tebal (bold), garis bawah (underline), miring (italic), hyperlink, serta daftar dalam judul, judul pertanyaan, dan deskripsi. Baca juga: Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font Cara menerapkan Rich Text Form di Google Forms Dengan fitur baru ini Anda dapat menambahkan tautan, daftar bernomor (numbered lists), dan daftar berpoin (bulleted lists) ke teks di formulir. Selain itu, kini Anda juga dapat menebalkan, memiringkan, dan menggarisbawahi teks dalam formulir. Namun penting untuk diingat, Anda hanya dapat memformat teks pada bagian judul, pertanyaan, dan deskripsi. Anda tidak dapat memformat opsi jawaban. Berikut beberapa cara untuk menerapkan Rich Text Format di Google Forms: Menebalkan, miringkan, atau garis bawahi teks Di komputer Anda, buka formulir yang ingin diformat di Google Forms. Klik item yang ingin Anda edit. Pilih teks yang ingin Anda ubah. Memformat teks bisa dilakukan dengan cara berikut Untuk menebalkan: Klik Tebal . Untuk mencetak miring: Klik Miring . Untuk menggarisbawahi: Klik Garis Bawah . Menambahkan daftar bernomor atau berpoin Di komputer Anda, buka formulir di Google Forms. Klik bagian deskripsi yang ingin diberi tambahan daftar. Pilih daftar: Untuk menambahkan daftar bernomor: Klik Numbered list . Untuk menambahkan daftar berpoin: Klik Bulleted list . Jika Anda tidak dapat menemukan opsi tersebut, klik More dan pilih opsi Description. Baca juga: Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif di Google Forms Ketersediaan fitur Photo Credit: karlyukav (Freepik) Rich Text Format ini tidak memerlukan kontrol dari administrator. Sedangkan bagi end user yang ingin mengakses Rich Text Format, klik opsi create a Form > add or edit text > dan pilih format yang ingin Anda terapkan pada teks. Fitur ini dirilis pada tanggal 28 Juni 2022 melalui domain rilis cepat (dengan peluncuran bertahap hingga 15 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur juga dirilis melalui domain rilis terjadwal pada tanggal 19 Juli 2022 (dengan peluncuran penuh, 1-3 untuk visibilitas keseluruhan fitur). Pemformatan baru ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. RTF di Google Forms juga tersedia untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Baca juga: Cara Mudah Membuat Google Forms dengan Baik Dengan hadirnya Rich Text Format di Google Forms, Anda memiliki lebih banyak keleluasaan untuk memberi penekanan pada teks. Terlebih kini integrasi antar aplikasi Google pun menjadi lebih mudah dan praktis melalui Google Workspace. Menariknya lagi, Google Workspace juga bisa diatur untuk penggunaan skala besar seperti untuk perusahaan atau institusi pendidikan. Mulai ciptakan ekosistem kerja yang lebih kolaboratif dengan Workspace. Bingung memilih mana edisi Workspace yang harus dipilih? EIKON Technology menyediakan paket Google Workspace yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Google Workspace

Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif di Google Forms

Kebijakan DLP atau Data Loss Prevention (pencegahan kehilangan data) menguraikan bagaimana perusahaan dapat berbagi dan menjaga informasi. DLP menjelaskan bagaimana menggunakan data dalam pengambilan keputusan tanpa memaparkannya kepada orang-orang yang seharusnya tidak memiliki akses. Pencegahan kehilangan data dapat didefinisikan sebagai teknologi atau prosedur apa pun yang: mengidentifikasi data rahasia dan mencegahnya hilang. Di bulan April 2022 lalu, Google Forms memperkenalkan sebuah fitur baru dalam format beta yang memungkinkan pengguna untuk bisa menanggapi formulir eksternal yang berisi pertanyaan unggah file, sekaligus membantu mencegah kebocoran informasi sensitif dan rahasia. Kini, di penghujung bulan Juni 2022, fitur tersebut telah diluncurkan untuk umum dan akan menerapkan kebijakan DLP yang ada di domain Anda untuk tiap file yang dikirimkan pengguna melalui Google Forms tanpa harus membuat aturan baru atau memperbarui yang sudah ada. Kebijakan Data Less Prevention for Drive di Google Forms Fitur baru ini hadir untuk melindungi keamanan data, baik data perusahaan Anda yang menyediakan formulir, maupun pengguna yang mengisi formulir. Dengan diterapkannya kebijakan DLP atau Data Loss Prevention maka fitur ini juga melindungi informasi dari kemungkinan penghapusan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan atau akses. Untuk mulai menerapkannya, dibutuhkan konfigurasi dari administrator. Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi para Administrator, kebijakan DLP for Drive yang ditentukan untuk domain Anda akan diterapkan ke file yang dikirimkan ke pertanyaan unggah file di Google Forms di luar domain. Jika tidak menggunakan DLP for Drive, Anda dapat membuat aturan DLP di tingkat domain, OU atau grup di konsol Admin pada menu Security > Data protection. Anda dapat menerapkan tindakan blokir, peringatkan atau audit. Sedangkan end-user dapat merespons formulir seperti biasa, tetapi kini juga dapat merespons formulir di luar domain mereka, termasuk formulir yang memiliki pertanyaan unggah file. Jika formulir melanggar DLP untuk domain mereka, end-user mungkin melihat peringatan atau diblokir agar tidak mengirimkannya. Baca juga: Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, dan Education Plus. Namun tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Frontline, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits, serta pelanggan G Suite Basic dan Business lama. Selain itu, fitur juga tidak berlaku bagi pengguna dengan akun Google pribadi. Untuk domain rilis cepat, fitur akan mulai diluncurkan secara bertahap pada tanggal 21 Juni 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan mulai diluncurkan secara bertahap pada tanggal 11 Juli 2022 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Baca juga: Google Forms with Change Theme Aturan DLP Dengan DLP Anda dapat membuat dan menerapkan aturan untuk mengontrol konten yang dapat dibagikan pengguna pada file di luar perusahaan. DLP memberi Anda kendali atas apa yang dapat dibagikan pengguna, dan mencegah paparan informasi sensitif yang tidak diinginkan seperti nomor kartu kredit atau nomor identitas. Aturan DLP memicu pemindaian file untuk konten sensitif, dan mencegah pengguna membagikan konten tersebut. Aturan ini akan menentukan sifat insiden DLP, dan insiden memicu tindakan, seperti pemblokiran konten tertentu. Anda dapat mengizinkan berbagi terkontrol untuk anggota domain, unit organisasi, atau grup. Photo Credit: Google Workspace Admin Help Contoh kasus penggunaan DLP Audit penggunaan konten sensitif di Drive yang mungkin telah dibagikan pengguna Anda untuk mengumpulkan informasi tentang file sensitif yang diunggah oleh pengguna. Memperingatkan end-user secara langsung untuk tidak membagikan konten sensitif di luar domain. Mencegah berbagi data sensitif dengan pengguna eksternal Memberi tahu administrator tentang pelanggaran kebijakan atau insiden DLP. Menyelidiki detail insiden dengan informasi tentang pelanggaran kebijakan. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Dengan diterapkannya kebijakan DLP atau Data Loss Prevention ini diharapkan Anda dapat berbagi file secara aman melalui Google Forms. Selain memperhatikan keamanan, Forms juga menawarkan kemudahan kolaborasi kerja yang seamless dengan integrasi aplikasi produktivitas dalam rangkaian Google Workspace. Terlebih Google Workspace juga menyediakan format penggunaan skala besar khusus untuk perusahaan dan instansi. Anda dapat berlangganan melalui EIKON Technology, authorized reseller produk Google. Kami menyediakan produk berlisensi resmi dengan implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi selengkapnya mengenai Google Workspace, silakan klik di sini.

Google Workspace

Update Google Forms: Kini Tersedia Lebih Banyak Pilihan Font

Google Forms merupakan aplikasi survei dan bagian dari rangkaian produktivitas Google Docs Editor yang terdiri dari Docs, Spreadsheet, dan Slide. Aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan respons ini dapat diakses secara gratis melalui web. Dalam membuat survei atau formulir digital, Anda tentu membutuhkan konfigurasi tertentu. Entah itu dari segi opsi respons, bentuk formulir, hingga tampilan font yang digunakan. Google Forms pun menawarkan pengaturan tersebut dengan detail. Pada update terbarunya, Google menambahkan opsi untuk mengatur font survei. Seperti apa? Mari simak detailnya berikut ini. Lebih banyak pilihan font Photo Credit: Google Workspace Update Dalam update terbarunya, Google Forms menambahkan opsi styling, ukuran font tambahan, serta kapabilitas untuk menyesuaikan header, sub-header, dan body text secara terpisah. Dengan update ini, pengguna dapat mengubah tampilan serta nuansa formulir lebih mudah. Anda dapat menggunakan tipografi dan ukuran yang berbeda untuk berbagai bagian formulir. Update ini berlaku untuk seluruh pengguna dan tersedia dalam Google Forms versi web sehingga lebih mudah untuk diakses. Selain itu, update mengenai font ini juga tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Anda bisa langsung menemukannya saat membuka aplikasi setelah tanggal pembaruan. Untuk informasi lebih lanjut, Google menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui Help Center Google Workspace. Baca juga: Google Forms with Change Theme Ketersediaan update aplikasi Pembaruan Google Forms ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, serta produk G Suite Basic dan G Suite Business. Di samping itu, pengguna dengan Google Account pribadi. Untuk domain rilis cepat, update diluncurkan secara bertahap (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 21 Juni 2022. Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, diluncurkan secara bertahap 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai 7 Juli 2022. Baca juga: Komunikasi dan Kolaborasi Hybrid Berbagai Ukuran Tim dengan Google Workspace Cara mengubah tema formulir Photo Credit: Rawpixel (Freepik) Untuk menyesuaikan formulir dengan audiens, Anda dapat menambahkan tema atau mengubah font. Berikut cara untuk mengubah warna, tema atau gambar header pada form: Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Color“, Anda dapat memilih warna tema dan warna latar belakang untuk formulir Anda. Untuk menambahkan warna khusus, klik Add custom color. Untuk menambahkan foto Anda sendiri sebagai tema, di bawah menu “Header“, klik Choose image. Jika sudah selesai memilih, simpan dan klik Close . Tema dan tampilan form akan berubah secara otomatis sesuai keinginan Anda. Cara memilih font yang berbeda Di halaman muka Google Forms, buka formulir. Klik Customize theme . Di bawah opsi “Teks”, Anda dapat mengubah jenis font untuk header, pertanyaan, dan teks. Pilih bagian tulisan yang ingin Anda sunting, lalu ubah font dan ukurannya. Klik Close . Baca juga: 3 Cara Mengelola Progres Tugas dengan Google Workspace Dengan adanya pembaruan ini, Anda dapat mengubah tema serta jenis font yang digunakan pada Google Forms. Tampilan formulir pun bisa lebih menyesuaikan selera dan kebutuhan Anda. Google Forms sendiri merupakan bagian dari rangkaian produktivitas kolaboratif Google Workspace. Untuk mengoptimalkan pekerjaan, Anda bisa memanfaatkan aplikasi lainnya sepeti Google Docs, Spreadsheets, dan juga Slides. Anda bahkan dapat menggunakannya dalam skala besar untuk perusahaan maupun instansi seperti sekolah. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi dengan implementasi menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Bisnis, Collaboration, Google Workspace, Productivity, Technology

Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace

  Dalam menyusun strategi marketing bisnis, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Contohnya seperti foto dan video untuk konten, jadwal marketing campaign, pemasangan iklan, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika Anda dan tim marketing tersebar di banyak kota atau lokasi, menyusun strategi pun jadi terasa lebih menantang. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda. Menawarkan serangkaian program dan aplikasi penunjang produktivitas, Google Workspace akan menjadi tools terbaik bagi Anda  dalam merancang strategi marketing bisnis. Selain itu, mengingat bahwa Google Workspace berbasis Cloud, maka kolaborasi tim pun tidak mustahil dilakukan walau dari banyak tempat berbeda. Cek poin-poin di bawah ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan strategi marketing dengan menggunakan Google Workspace! Buat diri Anda lebih mudah dikenali pada email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu bagian terpenting dalam penyusunan strategi marketing adalah membangun reputasi bisnis yang positif. Tunjukkan bahwa Anda merupakan bisnis yang kredibel dan dapat dipercaya. Saat mengirim email, misalnya, pastikan agar diri Anda lebih mudah dikenali. Untungnya, hal ini bisa mudah dilakukan melalui layanan email Google Workspace, Gmail. Pada kolom “From” dalam Gmail, selalu cantumkan nama alamat email Anda. Lalu, tuliskan pula kesimpulan isi email secara singkat pada kolom “Subject”. Usahakan agar subject tersebut tidak lebih dari sepuluh kata. Kredibilitas bisnis juga akan lebih terjaga apabila Anda memasang foto pada profil Gmail Anda, bisa berupa foto diri yang sesuai atau logo bisnis. Manfaatkan Google Forms untuk riset pasar Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Sebagus apa pun strategi marketing bisnis yang Anda lakukan, hal tersebut akan percuma apabila tidak tepat sasaran. Karenanya, penting untuk melakukan riset pasar sebelum meluncurkan marketing campaign. Anda bisa menyebarkan survei kepada target konsumen menggunakan Google Forms. Tak perlu capek-capek keliling, Anda hanya perlu membagikan tautan Google Forms kepada target konsumen bisnis Anda. Lalu, setelah mendapatkan respons atau feedback dari hasil survei tersebut, Anda bisa menyortir dan menganalisis data menggunakan Google Sheets. Mengelola marketing campaign dengan Google Calendar Photo Credit: Omar Al-Ghosson (Unsplash) Agar strategi marketing sukses meninggalkan kesan positif yang bersifat jangka panjang, maka sebaiknya ada campaign yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan pun penting dilakukan agar strategi marketing bisnis dapat berjalan tepat waktu dan sasaran. Tahap penjadwalan inilah yang biasanya cukup menguras waktu karena Anda harus memastikan segalanya sesuai. Terlebih, Anda juga harus menyesuaikan timeline dengan jadwal anggota tim agar  tidak ada strategi marketing yang terbengkalai. Tak perlu bingung, pengelolaan strategi marketing bisa Anda lakukan secara lebih praktis menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda bisa mengundang para anggota tim dan assign tugas mereka pada tanggal yang dikehendaki. Bahkan jika ada materi yang perlu dipelajari, Anda dapat langsung melampirkannya di dalam Google Calendar. Tingkatkan online presence melalui Google My Business Photo Credit: henry perks (Unsplash) Era digital telah menuntut segala sesuatunya untuk go online, termasuk bisnis. Karenanya, agar bisnis Anda juga dikenal secara online, tingkatkan presence Anda dengan memanfaatkan Google My Business. Namun, pastikan Anda membangun website terlebih dulu agar target konsumen nantinya bisa mengenal lebih jauh bisnis Anda. Tenang saja, Google Workspace juga menyediakan layanan pembuatan website bernama Sites. Buatlah website yang relevan dengan bisnis dan di-update secara rutin untuk meningkatkan search engine optimization (SEO). Semakin baik SEO-nya, maka website Anda punya peluang lebih tinggi untuk muncul pada peringkat atas hasil pencarian Google. Jika website sudah rampung, daftarkan secara gratis pada Google My Business. Jangan lupa cantumkan nomor telepon aktif dan lokasi bisnis untuk memudahkan target konsumen dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda. Perluas jangkauan audiens dengan Google Ads Photo Credit: Launchpresso (Unsplash) Selain daftar Google My Business, ada cara lain yang juga dapat membantu Anda memperluas jangkauan bisnis, yaitu beriklan melalui Google Ads. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengiklankan website menggunakan strategi keywords. Jadi, jika seseorang mengetikkan keyword tertentu, website Anda bisa muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google. Cara lain adalah membuat video iklan untuk kemudian dipasang di produk-produk Google lain. Saat ini, ada banyak bisnis atau brand yang memasang video iklan produk mereka pada YouTube. Mengingat audiens kerap skip iklan di YouTube, pastikan Anda menunjukkan produk Anda pada detik-detik pertama video.   Menyusun strategi marketing bisnis memang bukan hal yang mudah, tapi hal tersebut bisa dioptimalkan dengan menggunakan Google Workspace. Ragam aplikasinya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi marketing secara tepat sasaran. Agar tak lagi menunda-nunda perancangan strategi marketing bisnis, segera berlangganan Google Workspace sekarang juga. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara di atas dan mendapatkan hasil strategi marketing yang maksimal. Tunggu apa lagi? Segera hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi Google Workspace di Indonesia!  

Scroll to Top