EIKON Technology

Google sheets

Google Workspace

Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 kemarin, Google mengumumkan beberapa pembaruan terkait layanan yang mereka tawarkan. Salah satunya datang dari aplikasi spreadsheet berbasis cloud andalan mereka, GSheets. Apa pembaruan yang dihadirkan Google di GSheets? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini! Tampilan timeline GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google memperkenalkan smart canvas, sebuah inovasi kolaborasi kerja secara real-time. Kapabilitas ini terus dikembangkan di berbagai aplikasi dan layanan Google, termasuk GSheets. Paling baru, Google memperkenalkan tampilan timeline di spreadsheet mereka yang memungkinkan pengguna untuk melacak proyek di GSheets. Visual baru ini menampilkan informasi proyek yang disimpan di Spreadsheet, seperti tanggal mulai dan berakhirnya tugas, deskripsi, dan pemilik. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Cara menggunakan tampilan timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul pada GSheets pengguna, baik itu yang tergabung dalam Google Workspace kelompok maupun yang terdaftar melalui akun pribadi Google. Baik administrator maupun end-user tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati tampilan timeline ini. Tampilan timeline baru GSheets ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan berbagai informasi proyek dan dapat membantu Anda untuk mengelola berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk melacak digital marketing campaign, perkembangan proyek, hingga jalannya kolaborasi kerja yang melibatkan beberapa divisi kerja sekaligus. Rincian tambahan Dengan mengeklik card yang ada di dalam timeline, Anda bisa langsung melihat informasi lebih lanjut tentang proyek di sidebar. Anda juga dapat melihat timeline Anda pada berbagai interval waktu (hari, minggu, bulan, kuartal, tahun, dan bahkan beberapa tahun sekaligus). Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Mulai menggunakan tampilan timeline Opsi tampilan baru ini akan muncul otomatis pada halaman awal GSheets pengguna. Artinya, tidak diperlukan pengaturan apa pun dari administrator. Untuk mulai membuat timeline, Anda cukup masuk ke menu Insert > Timeline > Select a data range > Configure the attributes in the timeline settings sidebar. Setelah timeline dibuat, Anda dapat melihatnya pada interval waktu yang berbeda, melompat ke tanggal saat ini, mengubah tampilan visual timeline dengan menyesuaikan jarak, menggunakan warna, dan banyak lagi. Untuk petunjuk penggunaan fitur secara lengkap Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini hadir melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 2 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 16 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Timeline tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Namun timeline tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic, G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Tampilan timeline baru dari GSheets ini hadir untuk memudahkan pengguna Google Workspace dalam menjalankan produktivitas kolaboratif mereka. Selain fitur baru di Sheets ini, Workspace juga menghadirkan inovasi kolaborasi lainnya melalui smart canvas. Optimalkan kolaborasi kerja di perusahaan atau instansi Anda dengan Google Workspace! Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menghadirkan solusi kolaborasi Workspace resmi dan berlisensi. Untuk memulai proses implementasi Anda, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja

 Bekerja dengan Google Workspace memungkinkan Anda untuk terhubung dengan berbagai aplikasi maupun kapabilitas penunjang produktivitas dan kolaborasi. Dari berbagai aplikasi produktivitas Workspace, Google Docs dan Sheets bisa dibilang merupakan yang paling banyak dipakai. Kedua aplikasi yang diluncurkan tahun 2005 tersebut menawarkan kolaborasi kerja digital secara real-time. Artinya, Anda bisa bekerja sama dengan banyak orang sekaligus meski terpisah jarak dan waktu. Untuk menciptakan ruang kerja kolaboratif yang seamless, Google Workspace pun terus mengembangkan Docs dan Sheets. Fitur dan kapabilitas terus ditambahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna. Setelah sukses dengan fitur smart canvas yang diluncurkan tahun lalu, kini Workspace kembali dengan beberapa update untuk mudahkan kolaborasi kerja. Apa saja? Fitur summary dan pageless di Docs Anda harus memeriksa banyak dokumen sekaligus dalam satu waktu? Terkadang, sulit untuk menentukan apakah sebuah dokumen perlu pembacaan menyeluruh atau pembacaan poin-poin saja sudah cukup. Sebagai solusi, kini Google Docs menghadirkan fitur summary. Fitur ini memberikan ringkasan untuk setiap dokumen. Dengan begitu, Anda bisa cepat memahami apa materi yang sedang dibahas dalam sebuah dokumen. Menariknya lagi, ringkasan tersebut bisa dibuat secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan (AI). Anda juga bisa menyunting ringkasan sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Cloud Blog Bukan hanya itu, kini Anda juga bisa menerapkan format tanpa halaman di Google Docs. Caranya adalah dengan mengaktifkan format pageless. Saat format tersebut aktif maka Anda dapat menghapus batas halaman dan menyesuaikan ukuran layar perangkat yang sedang digunakan. Dengan format ini, Anda juga bisa menyesuaikan halaman dengan ukuran tabel, gambar, dan bahkan feedback di kolom komentar. Photo Credit: Google Cloud Photo Mempercepat alur kerja dengan building blocks interaktif Bersamaan dengan peluncuran smart canvas, Google Docs juga memperkenalkan fitur building blocks. Dengan fitur tersebut, Anda bisa menambahkan beberapa informasi tambahan tanpa harus meninggalkan aplikasi. Cukup dengan mengetikkan simbol “@” maka Docs secara otomatis akan menampilkan beberapa informasi yang dapat ditambahkan ke dalam dokumen seperti lokasi seseorang, gambar, alamat, template, hingga checklist. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Photo Credit: Google Cloud Photo Buat keputusan berbasis data dengan cepat Sekarang ini, jika Anda ingin bisnis bergerak lebih cepat, maka proses pengambilan keputusan pun harus dilakukan dengan cepat. Masalahnya, keputusan yang terburu-buru diambil justru sangat berisiko. Untuk itulah, tiap pengambilan keputusan sebaiknya didasari dengan data yang valid. Google Sheets kini dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang membantu Anda untuk bisa mendapatkan insight dari data dengan cepat. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan kapabilitas formula suggestions. Kapabilitas tersebut memberikan rekomendasi rumus dan fungsi untuk tiap data yang sedang Anda analisis. Photo Credit: Google Cloud Photo Kecerdasan buatan untuk sistem kerja yang dinamis Mendukung perubahan sistem kerja yang begitu dinamis kini seolah telah menjadi kewajiban tiap perusahaan, baik itu untuk karyawan jarak jauh, hybrid, di kantor atau bahkan mereka yang berada di garda terdepan. Sebisa mungkin, perusahaan harus mampu meminimalisir gesekan yang terjadi karena adanya transformasi digital. Google Docs melalui smart canvas mempermudah pengguna untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja mereka tanpa harus khawatir dengan masalah jarak dan waktu. Selain itu, kolaborasi dengan Docs pun kini telah diperkaya dengan kecerdasan buatan (AI) yang terus dikembangkan oleh Google. Baca juga: Kelebihan Google Docs untuk Membuat Dokumen secara Efektif Docs dan Sheets merupakan dua aplikasi unggulan yang ditawarkan Google Workspace untuk mendukung lingkungan kerja kolaboratif. Google terus berusaha agar keduanya bisa memenuhi beragam kebutuhan kolaborasi para penggunanya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan fitur-fitur canggih seperti yang telah dibahas dalam artikel ini. Baik aplikasi Docs dan Sheets akan lebih optimal jika diterapkan pada ekosistem produktivitas kolaboratif Google Workspace. Integrasi dengan Workspace akan memudahkan Anda untuk bekerja bersama secara efisien dan real-time. Dapatkan segera paket Google Workspace untuk lingkungan kerja Anda melalui EIKON Technology, authorized reseller produk-produk Google di Indonesia. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Bisnis, Collaboration, Google Workspace, Productivity, Technology

Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace

  Dalam menyusun strategi marketing bisnis, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Contohnya seperti foto dan video untuk konten, jadwal marketing campaign, pemasangan iklan, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika Anda dan tim marketing tersebar di banyak kota atau lokasi, menyusun strategi pun jadi terasa lebih menantang. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda. Menawarkan serangkaian program dan aplikasi penunjang produktivitas, Google Workspace akan menjadi tools terbaik bagi Anda  dalam merancang strategi marketing bisnis. Selain itu, mengingat bahwa Google Workspace berbasis Cloud, maka kolaborasi tim pun tidak mustahil dilakukan walau dari banyak tempat berbeda. Cek poin-poin di bawah ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan strategi marketing dengan menggunakan Google Workspace! Buat diri Anda lebih mudah dikenali pada email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu bagian terpenting dalam penyusunan strategi marketing adalah membangun reputasi bisnis yang positif. Tunjukkan bahwa Anda merupakan bisnis yang kredibel dan dapat dipercaya. Saat mengirim email, misalnya, pastikan agar diri Anda lebih mudah dikenali. Untungnya, hal ini bisa mudah dilakukan melalui layanan email Google Workspace, Gmail. Pada kolom “From” dalam Gmail, selalu cantumkan nama alamat email Anda. Lalu, tuliskan pula kesimpulan isi email secara singkat pada kolom “Subject”. Usahakan agar subject tersebut tidak lebih dari sepuluh kata. Kredibilitas bisnis juga akan lebih terjaga apabila Anda memasang foto pada profil Gmail Anda, bisa berupa foto diri yang sesuai atau logo bisnis. Manfaatkan Google Forms untuk riset pasar Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Sebagus apa pun strategi marketing bisnis yang Anda lakukan, hal tersebut akan percuma apabila tidak tepat sasaran. Karenanya, penting untuk melakukan riset pasar sebelum meluncurkan marketing campaign. Anda bisa menyebarkan survei kepada target konsumen menggunakan Google Forms. Tak perlu capek-capek keliling, Anda hanya perlu membagikan tautan Google Forms kepada target konsumen bisnis Anda. Lalu, setelah mendapatkan respons atau feedback dari hasil survei tersebut, Anda bisa menyortir dan menganalisis data menggunakan Google Sheets. Mengelola marketing campaign dengan Google Calendar Photo Credit: Omar Al-Ghosson (Unsplash) Agar strategi marketing sukses meninggalkan kesan positif yang bersifat jangka panjang, maka sebaiknya ada campaign yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan pun penting dilakukan agar strategi marketing bisnis dapat berjalan tepat waktu dan sasaran. Tahap penjadwalan inilah yang biasanya cukup menguras waktu karena Anda harus memastikan segalanya sesuai. Terlebih, Anda juga harus menyesuaikan timeline dengan jadwal anggota tim agar  tidak ada strategi marketing yang terbengkalai. Tak perlu bingung, pengelolaan strategi marketing bisa Anda lakukan secara lebih praktis menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda bisa mengundang para anggota tim dan assign tugas mereka pada tanggal yang dikehendaki. Bahkan jika ada materi yang perlu dipelajari, Anda dapat langsung melampirkannya di dalam Google Calendar. Tingkatkan online presence melalui Google My Business Photo Credit: henry perks (Unsplash) Era digital telah menuntut segala sesuatunya untuk go online, termasuk bisnis. Karenanya, agar bisnis Anda juga dikenal secara online, tingkatkan presence Anda dengan memanfaatkan Google My Business. Namun, pastikan Anda membangun website terlebih dulu agar target konsumen nantinya bisa mengenal lebih jauh bisnis Anda. Tenang saja, Google Workspace juga menyediakan layanan pembuatan website bernama Sites. Buatlah website yang relevan dengan bisnis dan di-update secara rutin untuk meningkatkan search engine optimization (SEO). Semakin baik SEO-nya, maka website Anda punya peluang lebih tinggi untuk muncul pada peringkat atas hasil pencarian Google. Jika website sudah rampung, daftarkan secara gratis pada Google My Business. Jangan lupa cantumkan nomor telepon aktif dan lokasi bisnis untuk memudahkan target konsumen dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda. Perluas jangkauan audiens dengan Google Ads Photo Credit: Launchpresso (Unsplash) Selain daftar Google My Business, ada cara lain yang juga dapat membantu Anda memperluas jangkauan bisnis, yaitu beriklan melalui Google Ads. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengiklankan website menggunakan strategi keywords. Jadi, jika seseorang mengetikkan keyword tertentu, website Anda bisa muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google. Cara lain adalah membuat video iklan untuk kemudian dipasang di produk-produk Google lain. Saat ini, ada banyak bisnis atau brand yang memasang video iklan produk mereka pada YouTube. Mengingat audiens kerap skip iklan di YouTube, pastikan Anda menunjukkan produk Anda pada detik-detik pertama video.   Menyusun strategi marketing bisnis memang bukan hal yang mudah, tapi hal tersebut bisa dioptimalkan dengan menggunakan Google Workspace. Ragam aplikasinya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi marketing secara tepat sasaran. Agar tak lagi menunda-nunda perancangan strategi marketing bisnis, segera berlangganan Google Workspace sekarang juga. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara di atas dan mendapatkan hasil strategi marketing yang maksimal. Tunggu apa lagi? Segera hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi Google Workspace di Indonesia!  

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Smart Chip Google Workspace Mampu Hubungkan Berbagai Fitur Google

  Google Workspace, rangkaian aplikasi produktivitas rancangan Google, mendapatkan banyak inovasi pada ajang konferensi tahunan Google I/O yang diselenggarakan selama tiga hari pada 18-20 Mei 2021. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, salah satu yang mengundang banyak perhatian adalah Smart Chip. Fitur tersebut bisa Anda temukan pada aplikasi Google Docs, yang memang termasuk aplikasi unggulan dalam rangkaian Google Workspace. Dengan adanya Smart Chip, Anda dapat menghubungkan Docs dengan berbagai fitur Google lain. Bagaimana maksudnya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini. Merupakan bagian dari Smart Canvas Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Smart Chip sebetulnya merupakan bagian dari Smart Canvas, inisiatif baru dari Google untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan Google Workspace. Selain Smart Chip, beberapa fitur Google lain yang juga termasuk dalam Smart Canvas adalah checklist, table template, emoji reactions, dan pageless view. Melalui Smart Canvas, integrasi antar aplikasi Google Workspace mengalami peningkatan. Dengan begini, pengguna dapat lebih mudah berpindah dari satu aplikasi Google Workspace ke aplikasi lain. Nah, Smart Chip menjadi salah satu perangkat yang menunjang hal tersebut. Integrasikan Google Docs dengan banyak hal Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Saat ini, Google baru akan menyematkan Smart Chip pada Docs terlebih dulu. Dalam beberapa bulan ke depan, rencananya Google juga akan menambahkan fitur ini pada Sheets. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa nantinya aplikasi Slides juga akan menerima Smart Chip. Fitur Google satu ini memungkinkan Anda untuk menghubungkan Docs dengan berbagai file atau elemen pada aplikasi Google Workspace lainnya. Namun, Google akan melakukannya secara bertahap. Saat ini, Smart Chip baru bisa menghubungkan Docs dengan sesama file Docs lain, kontak, dan event Calendar. Saat Anda menghubungkan Docs dengan file lain, akan muncul kotak di samping Smart Chip yang menampilkan ringkasan dari isi file. Tak hanya itu, Anda juga bisa scroll kotak tersebut untuk melihat lebih banyak isi ringkasan file. Cara menggunakan Smart Chip pada Google Docs Photo Credit: Tangkapan layar video Google Workspace Lalu, bagaimana caranya Anda bisa menggunakan salah satu fitur Google terbaru ini? Tidak perlu khawatir karena Google telah mengaplikasikan metode yang sangat mudah, yakni dengan menggunakan tanda at (@) pada file Docs. Saat Anda mengetikkan tombol tersebut pada Docs, akan muncul sebuah menu pop up berisi daftar elemen yang ingin Anda cantumkan atau hubungkan dengan file Docs tersebut. Menariknya, jika Anda menggunakan Smart Chip untuk menghubungkan Docs dengan kontak pengguna tertentu, nantinya Anda juga bisa mengedit informasi kontak mereka, mengirim email pada orang tersebut, memulai chat, hingga melakukan panggilan Google Meet. Berkat adanya Smart Chip, integrasi antar aplikasi Google Workspace jadi lebih mudah dilakukan, terutama pada Docs. Agar bisa menikmati Smart Chip dan berbagai fitur Google baru lainnya secara maksimal, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Tak hanya Docs, Sheets, dan Slides, Google Workspace juga mencakup berbagai produk unggulan Google lain seperti Meet, Calendar, Gmail, dan Drive. Untuk berlangganan Google Workspace, Anda hanya perlu menghubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace

Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace

    Ajang konferensi tahunan Google untuk para developer, Google I/O, baru saja selesai digelar pada 18-20 Mei 2021 di Mountain View, California. Banyak inovasi teknologi yang diumumkan Google untuk produk-produknya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Smart Canvas. Smart Canvas adalah perangkat kolaborasi baru yang terdiri dari ragam fitur terkini untuk Google Workspace. Bersifat interaktif dan fleksibel, fitur-fitur baru tersebut akan meningkatkan pengalaman kolaborasi di antara para pengguna Google Workspace, khususnya pengguna aplikasi Docs, Sheets, dan Slides. Apa saja inovasi yang ditawarkan oleh Google melalui Smart Canvas? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Ragam fitur baru pada Docs penunjang kolaborasi; Smart Chips, Checklist, Template Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Dari berbagai aplikasi yang terdapat pada Google Workspace, Docs menjadi salah satu yang menerima paling banyak fitur baru Smart Canvas. Setidaknya ada tiga fitur unggulan yang disematkan pada Docs, yakni Smart Chips, Checklist, dan Table Template. Ketiga fitur ini disebut juga dengan building blocks interaktif. Berikut penjelasan masing-masing fitur:   Smart Chips – Ketika Anda mention pengguna lain dengan menggunakan tombol at (@), Smart Chips akan menampilkan informasi tambahan dari orang tersebut, mulai dari kontak, jabatan pekerjaan, hingga lokasi. Checklist – Memungkinkan Anda untuk assign tugas kepada anggota tim melalui Docs. Nantinya, checklist tersebut akan terintegrasi dengan Google Tasks sehingga semakin memudahkan Anda untuk mengetahui to-do list. Table Template – Tabel pemungutan suara topik (topic-voting) memudahkan Anda dalam mengumpulkan feedback dari tim. Selain itu, hadir pula tabel project-taker untuk membantu Anda mencatat progress dan pencapaian kerja secara cepat.   Tampilan baru pada Sheets untuk mempermudah pengelolaan data Photo Credit: Google Cloud Inovasi Smart Canvas tak hanya bisa Anda temukan pada Docs, tapi juga Sheets. Bahkan sebetulnya fitur Smart Chips pun nantinya secara bertahap juga akan disematkan pada aplikasi Sheets. Namun, inovasi utama yang diberikan kepada Sheets bisa Anda lihat dari tampilannya. Ya, Sheets mendapatkan tampilan baru untuk memudahkan Anda dan pengguna lain dalam mengelola dan menganalisis data. Google memberikan opsi tampilan dalam format timeline sehingga Anda dapat lebih mudah dan cepat dalam melacak pekerjaan. Tak hanya itu, tampilan baru ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur data berdasarkan pemilik, campaign, atau kategori lain. Panggilan Google Meet langsung dari dalam Docs, Slides, dan Sheets Photo Credit: Tangkapan layar dari video Google Workspace Seperti yang disebutkan, Smart Canvas dirancang untuk memperkuat integrasi dan kolaborasi antar pengguna Google Workspace. Selain berbagai inovasi yang dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, tujuan tersebut juga diwujudkan melalui fitur panggilan Google Meet pada Docs, Slides, dan Sheets. Artinya, kini Anda bisa langsung melakukan panggilan video dari dalam aplikasi Docs, Slides, maupun Sheets. Dengan begini, Anda dapat menunjukkan progress pekerjaan secara real-time kepada anggota tim. Sambil bekerja bersama, Anda dan tim pun bisa melihat dan mendengarkan satu sama lain. Fitur Smart Canvas satu ini tentunya akan sangat mendukung kolaborasi walaupun Anda dan tim sedang tidak berada di lokasi yang sama. Kolaborasi kerja tetap jalan, produktivitas pun meningkat.   Masih ada sederet inovasi lain yang diberikan Google pada Google Workspace melalui Smart Canvas. Beberapa di antaranya seperti penggunaan emoji reactions pada Docs, fitur creating dan editing Sheets serta Docs dalam Google Chat, hingga format pageless pada Docs. Rencananya, Google akan merilis fitur-fitur tersebut secara bertahap sepanjang 2021 ini. Karenanya, agar tidak ketinggalan, pastikan Anda berlangganan Google Workspace terlebih dulu. Segera hubungi reseller resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology! Tim EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan Anda.    

Collaboration, Google sheets, Google Workspace, Productivity, Teamwork

Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets

  Laporan perusahaan diperlukan para pemegang kepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya laporan perusahaan dibuat serapi dan serinci mungkin. Namun, dengan jumlah data yang begitu banyak, bagaimana cara membuat laporan perusahaan tersebut? Beruntung saat ini telah hadir Google Spreadsheets atau Google Sheets, program spreadsheet berbasis web dari Google untuk membantu pengguna mengelola data dalam bentuk tabel. Agar bisa membuat laporan perusahaan menggunakan Google Sheets, pastikan Anda sudah memiliki akun Google dengan alamat Gmail terlebih dulu. Tentukan dulu jenis laporan yang akan Anda buat Photo Credit: PhotoMIX Company (Pexels) Dalam dunia bisnis, ada begitu banyak jenis laporan perusahaan yang biasa dibuat. Beberapa di antaranya seperti laporan keuangan, laporan penjualan, laporan kehadiran karyawan, dan laporan perjalanan dinas. Karenanya, sebelum mulai membuat laporan perusahaan pada Google Sheets, tentukan dulu jenis laporan seperti apa yang akan Anda susun. Pasalnya, beda jenis laporan, maka akan beda pula komponen-komponen yang harus Anda cantumkan dalam cara membuat laporan perusahaan. Contoh sederhananya, data pada laporan penjualan tentu akan berbeda dari laporan kehadiran karyawan. Menentukan jenis laporan akan memudahkan Anda dalam proses penyusunan data di Google Sheets. Buka Google Sheets Jika sudah menentukan jenis laporan perusahaan yang akan disusun, kini saatnya Anda membuka Google Sheets. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mengakses Google Sheets. Salah satunya adalah melalui Google Drive di alamat drive.google.com. Pada bagian kiri atas, klik opsi New, lalu klik Google Sheets. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa langsung membuka alamat docs.google.com/spreadsheets pada halaman browser Anda. Sedangkan bagi yang mengakses Google Sheets dari perangkat tablet atau smartphone, Anda bisa mengunduh aplikasinya melalui AppStore atau Google PlayStore. Pilih template atau buat tabel sendiri Saat Anda mengakses halaman awal Google Sheets, akan muncul tampilan berisi variasi template tabel. Ingatlah kembali jenis laporan perusahaan yang hendak Anda buat, lalu cek apakah ada template yang dapat Anda gunakan. Misalnya, jika hendak membuat laporan keuangan, maka Anda bisa menggunakan template Annual Business Budget yang disediakan Google Sheets. Beberapa jenis template lain yang juga disediakan Google Sheets untuk keperluan bisnis adalah Invoice, Purchase Order, dan Expense Report. Apabila tidak ada template yang cocok untuk kebutuhan Anda, maka Anda bisa memilih opsi Blank. Melalui opsi ini, Anda bisa menciptakan tabel sendiri sebagai cara membuat laporan perusahaan dengan Google Sheets.   Gunakan rumus untuk mengelola data Photo Credit: Mika Baumeister (Unsplash) Umumnya, laporan perusahaan terdiri dari banyak angka sehingga untuk mengelolanya, Anda pun harus melakukan penghitungan. Jika cara membuat laporan perusahaan satu ini dilakukan secara manual, tentunya akan menghabiskan banyak waktu. Karenanya, Anda bisa menggunakan rumus untuk mengelola data pada Google Sheets. Berikut beberapa rumus yang dapat Anda pakai:   Operator matematika dasar, seperti penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/).   Fungsi tanggal (contoh: =TODAY) untuk memunculkan tanggal atau =MONTH untuk menampilkan bulan dari tanggal tertentu. Transformasi teks, seperti =LOWER, =UPPER, dan =TRIM.   Dengan menggunakan Google Sheets atau Spreadsheets, cara membuat laporan perusahaan jadi lebih mudah diterapkan. Terlebih jika Anda menggunakan Google Sheets dengan berlangganan Google Workspace edisi Enterprise, maka Anda bisa menghubungkan Sheets dengan platform analitik data BigQuery. Membuat laporan perusahaan pun jadi lebih mudah dan praktis! Apabila tertarik mencoba Google Sheets versi premium, pastikan Anda hanya menghubungi reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology atau mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!      

Scroll to Top