EIKON Technology

Google Sites

Google Workspace

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum 30 Januari 2023

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum Pada tanggal 16 Mei 2022 lalu, Google mengumumkan timeline untuk migrasi Sites lama. Tahun 2022 ini Google memang sudah berencana untuk memigrasikan Sites. Agar pengalaman migrasi pengguna lebih mulus, Google menyediakan jeda waktu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2022 lalu. Per 1 Desember 2022 (sebelumnya 1 Juni 2022) nanti, pengguna Google Sites tidak dapat lagi mengubah Sites lama yang tersisa di domain. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2023 nanti, Sites lama tidak akan dapat ditampilkan lagi, kecuali jika sudah dikonversikan ke Google Sites baru. Namun pada tanggal 1 November 2022 lalu, timeline tersebut mengalami perubahan karena Google ingin memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Sites. Artikel kali ini akan membahas timeline baru tersebut serta apa saja yang harus Anda lakukan agar bisa tetap menggunakan Sites. Perubahan timeline Google Sites Photo Credit: Rawpixel Pada tanggal 1 November 2022 lalu, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Google Workspace untuk memigrasikan Google Sites lama ke Google Sites baru. Berikut adalah perubahan timeline yang diumumkan: Pada tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Desember 2022), Google akan mulai mematikan fitur penyuntingan di Google Sites lama yang masih ada di domain pengguna. Sites lama Anda akan tetap bisa dibuka hingga terjadi konversi otomatis ke Sites baru. Setelah tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Januari 2023), Google akan mulai mengonversikan Sites lama ke draf Sites baru untuk ditinjau ulang oleh pemilik situs. Jika draf sesuai, Anda bisa langsung menerbitkannya dan mengekspor arsip statis situs ke Google Takeout. Sites lama Anda akan dihapus setelah proses konversi otomatis selesai. Jangan lupa untuk melihat file CSV yang disertakan setelah konversi otomatis domain Anda selesai untuk semua Sites lama yang tidak berhasil melalui proses konversi otomatis Google. Baca juga: Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut! Hingga 30 Januari 2023, admin dan pemilik situs dapat secara manual mengonversi Sites lama ke Sites baru menggunakan Classic Sites Manager atau alat konversi. Tinjau setelan domain situs Anda sebelum 30 Januari 2023 untuk memastikan migrasi otomatis berhasil. Anda akan diberitahu setelah semua situs di domain Anda telah dimigrasikan. Ini mungkin memakan waktu beberapa bulan untuk domain Anda, tergantung pada jumlah dan kompleksitas situs Anda. Sementara itu, Anda dapat memeriksa status situs Anda di Classic Sites Manager. Mulai melakukan migrasi Photo Credit: Rawpixel Migrasi Sites ini memerlukan pengaturan dari administrator sekaligus penyesuaian dari end-user Google Workspace. Simak panduan berikut ini untuk memastikan migrasi di ekosistem kerja Anda berjalan dengan mulus. Admin dan end-user Google Workspace: Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara mengonversi Sites lama ke Sites baru, termasuk fungsionalitas Sites baru dan yang ditingkatkan, dan Classic Sites Manager untuk membantu transisi pengguna Anda. Tinjau hal-hal penting yang perlu diketahui tentang migrasi Sites klasik di Google Sites Migration Guide untuk administrator dan end-user. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Untuk memastikan transisi yang mulus, kami menyarankan praktik terbaik berikut saat memigrasikan situs Anda: Buat arsip Sites lama Anda menggunakan fungsi “Download” massal di Classic Sites Manager sehingga Anda dapat merujuknya nanti, jika diperlukan. Perlu diingat, karena cara kerja setelan berbagi di Sites baru berbeda dari Sites klasik, selalu periksa setelan berbagi Anda setelah konversi. Periksa apakah Anda berbagi dengan audiens yang diinginkan sebelum menerbitkan situs. Di samping itu, Anda juga dapat mengontrol apakah kolaborator dapat berbagi situs Anda dengan pengguna lain atau menerbitkan situs dalam setelan berbagi. Secara default, semua situs yang dikonversi sekarang menonaktifkan setelan ini. Jika opsi berbagi Sites lama domain Anda berbeda dari izin berbagi Drive, konfirmasikan bahwa akses disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain Anda. Google juga telah mengumumkan bahwa timeline transisi ini akan berbeda untuk pengguna dengan akun Google pribadi. Informasi lengkap mengenai transisi akun pribadi bisa Anda lihat di sini. Ketersediaan transisi Photo Credit: Rawpixel Konversi otomatis dari Google Sites lama ke baru berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Agar proses migrasi Anda dari Google Sites lama ke baru berjalan mulus, pastikan untuk mengikuti panduan di atas. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas konversi otomatis dari Google yang dikombinasikan dengan Classic Sites Manager untuk proses transisi yang efisien. Google Sites sendiri merupakan sebuah layanan yang hadir untuk memudahkan pelanggan Google Workspace dalam merancang situs dengan lebih efisien. Layanan ini bekerja optimal dengan berbagai layanan Workspace. Tertarik untuk mulai menerapkan Workspace di ekosistem kerja Anda? EIKON Technology menghadirkan solusinya untuk Anda. Dengan layanan yang menyeluruh, kami memastikan proses implementasi Google Workspace akan berjalan lancar. Konsultasikan kebutuhan produktivitas Anda sekarang juga dengan kami, klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut!

Google Sites adalah platform pembuatan situs web dari Google. Jika Anda terbiasa dengan platform situs web lain seperti WordPress atau Wix, Anda dapat menganggap Google Sites sebagai sesuatu yang agak mirip, tetapi mungkin lebih khusus untuk bisnis dan tim berbasis web. Sejak diperkenalkan pada tahun 2008 lalu, Google Sites terus berkembang. Bahkan pengembangan yang dihadirkan pun sangat detail termasuk dalam hal penyuntingan konten di dalam situs web. Dalam update terbarunya pada bulan September 2022 lalu, Google Sites menyediakan fitur spacing baru untuk menyunting konten Anda. Seperti apa cara kerjanya? Fitur spacing Google Sites Photo Credit: Rawpixel Sebelumnya, pada bulan Juni 2022 lalu, Google Sites menghadirkan sebuah pembaruan terkait spacing. Lewat pembaruan tersebut, editor situs dapat menyesuaikan jarak antara konten di situs mereka dengan pengaturan tema khusus yang menawarkan opsi 3 spacing, yaitu Compact, Cozy, dan Comfortable. Secara default, semua situs yang baru dibuat akan disetel dengan opsi Comfortable. Kini pada bulan September 2022, Google Sites kembali menghadirkan pembaruan untuk fitur spacing, yaitu dengan menambahkan opsi untuk menambahkan ruang kosong ke situs web Anda di tempat tertentu dengan spacer. Fitur ini memberikan lebih banyak fleksibilitas, terutama saat mendesain tata letak vertikal, dan umumnya membuat desain template dan halaman web menjadi lebih mudah. Baca juga: Google Sites Adalah Alat untuk Mendesain Website, Ini Dia Update Fitur Terbarunya! Cara menggunakan fitur Fitur baru spacing di Google Sites adalah fitur siap pakai yang artinya tidak memerlukan pengaturan dari administrator. Sedangkan bagi end-user yang ingin menggunakan fitur bisa langsung masuk ke halaman pembuatan situs. Setelah itu klik tautan “Spacer” yang ada di panel Insert (ada di bagian kanan halaman). Jika Anda menemukan kesulitan dalam menggunakan fitur baru ini, silakan kunjungi Help Center Google Sites. Fitur baru ini bisa langsung digunakan apa pun jenis konten web yang Anda buat, mulai dari konten teks, visual, hingga video. Anda bahkan bisa menambahkan jarak di mana saja, di antara konten di bagian samping halaman, di mana pun keinginan Anda. Baca juga:  Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace Ketersediaan fitur Photo Credit: Rawpixel Perlu diingat, pembaruan ini dilakukan secara bertahap, sehingga ada kemungkinan fitur ini muncul di satu gadget Anda, tapi tidak muncul di gadget yang lain. Perilisan fitur secara bertahap dimulai pada tanggal 19 September (hingga 15 hari ke depan untuk ketersediaan fitur. Jadwal ini berlaku untuk domain rilis cepat. Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara penuh (dengan 1-3 hari untuk visibilitas fitur keseluruhan) dan dimulai pada tanggal 3 Oktober 2022. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Di samping itu, fitur spacing ini juga tersedia untuk seluruh pemilik akun Google pribadi. Baca juga: Meningkatkan Pengalaman Google Workspace di Perangkat Android Berlayar Besar Dengan hadirnya pembaruan ini Anda bisa membuat tampilan halaman situs web yang lebih nyaman untuk dilihat. Tampilan halaman web pun terlihat lebih rapi dan tertata dengan hadirnya fitur spacing ini. Selain fitur spacing, Google Sites juga menghadirkan berbagai fitur menarik lainnya seperti Collapsible Text dan Section Layout untuk membagi halaman web Anda. Google Sites adalah bagian dari Workspace dan akan bekerja lebih optimal jika Anda bekerja dalam ekosistem tersebut. Ini karena Workspace telah mendukung integrasi antar aplikasi-aplikasi di dalamnya. Lewat integrasi tersebut, Anda bisa dengan mudah mengunggah konten yang berasal dari aplikasi lain Workspace seperti Docs, Sheet, maupun Slide. Belum menggunakan Google Workspace? Kini Anda bisa menerapkan ekosistem kerja kolaboratif ala Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia, EIKON Technology menghadirkan berbagai produk serta solusi asli dan berlisensi resmi Google. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!  

Google Workspace

Google Sites adalah Alat untuk Mendesain Website, Ini Dia Update Fitur Terbarunya!

Google Sites adalah alat pembuatan halaman web yang disertakan sebagai bagian dari rangkaian Google Docs Editors gratis berbasis web yang ditawarkan oleh Google. Dengan memanfaatkan tool ini Anda dapat membuat halaman web secara praktis dan cepat, tanpa harus menggunakan kode-kode khusus sehingga cocok untuk para pemula. Editor situs yang menggunakan Google Sites versi terbaru sekarang dapat menyesuaikan jarak antara konten di situs mereka dengan pengaturan tema khusus yang menawarkan 3 opsi jarak, yaitu Compact, Cozy, dan Comfortable.  Secara default, semua situs yang baru dibuat akan dimulai dengan opsi jarak Comfortable. Fitur baru ini dihadirkan untuk bisa memberikan lebih banyak kontrol visual atas situs Anda, terutama untuk situs kompleks yang memiliki banyak konten di dalamnya. Fitur penyesuaian jarak konten Photo Credit: Google Workspace Updates Google Sites adalah alat pembuat website dengan berbagai fitur dan kapabilitas yang dirancang untuk mudah digunakan, bahkan oleh para web designer pemula. Untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya, Google Sites terus melakukan berbagai updates. Updates paling baru dari Google Sites adalah mengenai pengaturan jarak antar konten. Tool dari Google ini menawarkan 3 pilihan jarak, yakni Compact, Cozy, dan Comfortable. Ketiganya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tentunya selera. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Mulai menggunakan fitur baru Google Sites Untuk mulai menggunakan fitur baru ini sangatlah mudah. Sebab, fitur otomatis tersedia setelah tanggal peluncuran. Tanggal peluncuran untuk domain perilisan cepat dimulai pada tanggal 22 Juni 2022 (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) dan untuk domain perilisan terjadwal pada tanggal 13 Juli (diluncurkan secara bertahap hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur baru ini juga tidak memerlukan konfigurasi tambahan dari administrator. End user atau pengguna langsung tool bisa langung membuka halaman muka Google Sites dan masuk ke menu Themes > Custom > Edit > Spacing > Density. Selain itu, Google Sites juga menyediakan tutorial yang bisa Anda akses melalui halaman Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Sites ini adalah fitur gratis dan tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, G Suite Basic, dan G Suite Business. Anda yang memiliki akun Google personal juga bisa menggunakan fitur baru ini di Google Sites secara penuh. Baca juga: 6 Manfaat Website untuk Perusahaan Anda Cara mengubah tampilan situs Photo Credit: lookstudio (Freepik) Anda dapat mengubah tampilan dan gaya situs kapan saja. Google Sites juga memungkinkan penggunanya untuk menggunakan tema bawaan, tema buatan sendiri, maupun mengimpor tema. Berikut langkah-langkahnya: Dengan tema yang sudah dibuat sebelumnya Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah “Created by Google“, pilih opsi pre-made theme. Dengan tema baru Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Create theme. Masukkan nama untuk tema Anda dan pilih Next. Anda juga dapat menambahkan logo dan gambar untuk banner. Pilih palet warna dan pilih Next. Untuk memilih warna tertentu untuk berbagai bagian situs Anda, pilih Customize colors. Pilih font Anda dan pilih Create theme. Anda dapat terus membuat perubahan pada tema baru melalui panel di sebelah kanan. Dengan tema impor dari situs lain Di komputer, buka situs di Google Sites baru. Di sebelah kanan, klik Themes. Di bawah opsi “Custom”, pilih Import theme. Pilih situs yang ingin dituju. Pilih tema yang diinginkan. Klik Import theme. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Google Sites adalah suatu tool dalam rangkaian produktivitas Google Docs Editor. Dengan memanfaatkan tool ini, Anda dapat mendesain website sendiri tanpa harus melalui proses yang rumit. Bisa dibilang, Google Sites adalah tool yang cocok untuk pemula. Google Sites serta Google Docs Editor merupakan bagian dari rangkaian produktivitas Google Workspace. Itu berarti, tool ini telah terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides. Google Workspace sendiri menyediakan paket berlangganan untuk perusahaan maupun instansi sehingga cocok untuk kolaborasi kerja. EIKON Technology sebagai authorized partner Google untuk Indonesia menyediakan paket berlangganan Google Workspace untuk perusahaan maupun instansi pendidikan dengn lisensi resmi. Untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites

Di tahun 2017 lalu, Google mengumumkan transisi untuk tool penyusunan website mereka, Google Sites. Transisi tersebut mulai dijalankan tahun 2021 ini, tepatnya pada bulan Mei 2021. Secara bertahap, versi lama Google Sites yang disebut Classic, bermigrasi menjadi New Google Sites. Apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan transisi tersebut? Timeline transisi Photo Credit: Chrome Web Store Seperti yang telah disebutkan, transisi Sites dari versi Classic ke New dijalankan secara bertahap. Sebab, ada banyak sekali elemen yang harus diubah dalam Sites dan migrasi secara langsung hanya akan membuat versi baru tidak berjalan mulus. Perubahan ini tepatnya dimulai pada bulan Mei 2021 dan berakhir di tahun 2022. Berikut timeline lengkap transisi Google Sites: 15 Mei 2021 – Pembuatan akun baru pada versi Classic dihentikan. 1 Juni 2022 (sebelumnya 1 Desember 2021) – Fitur edit untuk tiap situs versi Classic dihilangkan. 1 Juli 2022 (sebelumnya 1 Januari 2022) – Situs yang dibuat dengan versi Classic tidak akan dapat ditampilkan, kecuali sudah dikonversi ke versi New. Sebab, pada tanggal tersebut versi Classic akan dinonaktifkan permanen. Hal lain yang perlu diperhatikan Namun perlu diingat, dalam masa transisi ini, conversion tool yang tersedia di Classic Sites Manager akan terus diperbaharui secara berkala. Sebab, Google sedang menyempurnakan fidelitas konversi untuk setelan situs. Update mengenai conversion tool dapat dicek melalui halaman Google Workspace Known Issues. Google sendiri sebenarnya menyediakan transisi Sites otomatis menjelang bulan Juli 2022.  Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut: Download situs Anda dan kemudian arsipkan menggunakan fitur Archive untuk menyimpannya dalam Google Drive. Kemudian pada New Sites, tambah draft baru. Draft tersebut bisa Anda edit terlebih dulu atau langsung dimuat . Jika semua situs dalam versi Classic sudah tersimpan dan dipindahkan pada versi New, Anda bisa langsung menghapusnya. Meski proses transisi otomatis ini cukup aman, ada baiknya Anda tetap melakukan transisi jauh sebelum bulan Juli 2022 tiba guna menghindari risiko kehilangan data. Pihak yang terpengaruh Photo Credit: Piqsels Transisi ini akan mempengaruhi pengguna layanan Sites, baik itu Administrators maupun end-users. Namun pengguna Google dengan akun pribadi tidak akan terdampak proses transisi sama sekali. Oleh karenanya, Google terus mendorong pengguna Sites untuk mulai memindahkan sites mereka ke versi New. Guna memudahkan pengguna, Google juga telah menyediakan fitur konversi yang tersedia di Classic Sites Manager. Memulai proses transisi Agar proses transisi lancar, Google telah memberikan panduan yang bisa diterapkan oleh Administrators maupun end-users, yaitu: Administrator Beritahukan end-users mengenai timeline transisi secara detail guna menghindari risiko kehilangan data. Manfaatkan Classic Sites Manager untuk membantu end-users menjalankan proses transisi sites mereka. Google Workspace end-users Selain mengikuti arahan dari Administrators, end-users juga bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai transisi Sites melalui layanan Help Center. Agar proses transisi lancar dan tidak ada data yang hilang, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Buat arsip Sites di Classic Sites Manager sehingga Anda menggunakannya kembali nanti jika diperlukan. Pengaturan sharing pada Sites versi New akan berbeda dengan versi Classic. Untuk itu, selalu periksa pengaturan sharing Anda setelah konversi melalui langkah-langkah di bawah ini: Pastikan audiens yang menjadi target sharing memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda sebelum menerbitkan sites. Jangan lupa untuk mengelola pengaturan kolaborator. Pastikan pengaturan sharing bagi kolaborator sesuai dengan kebutuhan. Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Jika pengaturan sharing Sites pada domain Anda berbeda dengan pengaturan sharing Drive, pastikan untuk melakukan konfirmasi terlebih dulu bahwa akses telah disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain. Ketersediaan layanan transisi Seluruh layanan transisi Google Sites ini tersedia untuk pengguna Google Workspace Business Standard, juga termasuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business Starter. Perlu diingat juga, untuk saat ini, transisi Google Sites belum tersedia untuk pengguna Google Workspace, Google Workspace Essentials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, Nonprofits, serta Business. Photo Credit: Max Pixel Agar proses transisi Anda berjalan lancar, pastikan untuk terus mengikuti timeline dan panduan yang telah disediakan Google. Bagi Anda end-users, lakukan komunikasi dengan pihak Administrators untuk menghindari risiko kehilangan data selama transisi. Seperti yang telah disebutkan, layanan transisi Google Sites ini belum tersedia untuk pengguna akun pribadi Google. Untuk memudahkan proses transisi Anda, end-users yang terdaftar dengan akun pribadi, gunakan Google Workspace. Dengan Workspace, Anda tidak hanya bisa mengelola Google Sites, tapi juga berbagai tools lain dari Google. Dapatkan hanya di EIKON Technology, Google Apps Partner untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.  

Bisnis, Collaboration, Google Workspace, Productivity, Technology

Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace

  Dalam menyusun strategi marketing bisnis, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Contohnya seperti foto dan video untuk konten, jadwal marketing campaign, pemasangan iklan, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika Anda dan tim marketing tersebar di banyak kota atau lokasi, menyusun strategi pun jadi terasa lebih menantang. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda. Menawarkan serangkaian program dan aplikasi penunjang produktivitas, Google Workspace akan menjadi tools terbaik bagi Anda  dalam merancang strategi marketing bisnis. Selain itu, mengingat bahwa Google Workspace berbasis Cloud, maka kolaborasi tim pun tidak mustahil dilakukan walau dari banyak tempat berbeda. Cek poin-poin di bawah ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan strategi marketing dengan menggunakan Google Workspace! Buat diri Anda lebih mudah dikenali pada email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu bagian terpenting dalam penyusunan strategi marketing adalah membangun reputasi bisnis yang positif. Tunjukkan bahwa Anda merupakan bisnis yang kredibel dan dapat dipercaya. Saat mengirim email, misalnya, pastikan agar diri Anda lebih mudah dikenali. Untungnya, hal ini bisa mudah dilakukan melalui layanan email Google Workspace, Gmail. Pada kolom “From” dalam Gmail, selalu cantumkan nama alamat email Anda. Lalu, tuliskan pula kesimpulan isi email secara singkat pada kolom “Subject”. Usahakan agar subject tersebut tidak lebih dari sepuluh kata. Kredibilitas bisnis juga akan lebih terjaga apabila Anda memasang foto pada profil Gmail Anda, bisa berupa foto diri yang sesuai atau logo bisnis. Manfaatkan Google Forms untuk riset pasar Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Sebagus apa pun strategi marketing bisnis yang Anda lakukan, hal tersebut akan percuma apabila tidak tepat sasaran. Karenanya, penting untuk melakukan riset pasar sebelum meluncurkan marketing campaign. Anda bisa menyebarkan survei kepada target konsumen menggunakan Google Forms. Tak perlu capek-capek keliling, Anda hanya perlu membagikan tautan Google Forms kepada target konsumen bisnis Anda. Lalu, setelah mendapatkan respons atau feedback dari hasil survei tersebut, Anda bisa menyortir dan menganalisis data menggunakan Google Sheets. Mengelola marketing campaign dengan Google Calendar Photo Credit: Omar Al-Ghosson (Unsplash) Agar strategi marketing sukses meninggalkan kesan positif yang bersifat jangka panjang, maka sebaiknya ada campaign yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan pun penting dilakukan agar strategi marketing bisnis dapat berjalan tepat waktu dan sasaran. Tahap penjadwalan inilah yang biasanya cukup menguras waktu karena Anda harus memastikan segalanya sesuai. Terlebih, Anda juga harus menyesuaikan timeline dengan jadwal anggota tim agar  tidak ada strategi marketing yang terbengkalai. Tak perlu bingung, pengelolaan strategi marketing bisa Anda lakukan secara lebih praktis menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda bisa mengundang para anggota tim dan assign tugas mereka pada tanggal yang dikehendaki. Bahkan jika ada materi yang perlu dipelajari, Anda dapat langsung melampirkannya di dalam Google Calendar. Tingkatkan online presence melalui Google My Business Photo Credit: henry perks (Unsplash) Era digital telah menuntut segala sesuatunya untuk go online, termasuk bisnis. Karenanya, agar bisnis Anda juga dikenal secara online, tingkatkan presence Anda dengan memanfaatkan Google My Business. Namun, pastikan Anda membangun website terlebih dulu agar target konsumen nantinya bisa mengenal lebih jauh bisnis Anda. Tenang saja, Google Workspace juga menyediakan layanan pembuatan website bernama Sites. Buatlah website yang relevan dengan bisnis dan di-update secara rutin untuk meningkatkan search engine optimization (SEO). Semakin baik SEO-nya, maka website Anda punya peluang lebih tinggi untuk muncul pada peringkat atas hasil pencarian Google. Jika website sudah rampung, daftarkan secara gratis pada Google My Business. Jangan lupa cantumkan nomor telepon aktif dan lokasi bisnis untuk memudahkan target konsumen dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda. Perluas jangkauan audiens dengan Google Ads Photo Credit: Launchpresso (Unsplash) Selain daftar Google My Business, ada cara lain yang juga dapat membantu Anda memperluas jangkauan bisnis, yaitu beriklan melalui Google Ads. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengiklankan website menggunakan strategi keywords. Jadi, jika seseorang mengetikkan keyword tertentu, website Anda bisa muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google. Cara lain adalah membuat video iklan untuk kemudian dipasang di produk-produk Google lain. Saat ini, ada banyak bisnis atau brand yang memasang video iklan produk mereka pada YouTube. Mengingat audiens kerap skip iklan di YouTube, pastikan Anda menunjukkan produk Anda pada detik-detik pertama video.   Menyusun strategi marketing bisnis memang bukan hal yang mudah, tapi hal tersebut bisa dioptimalkan dengan menggunakan Google Workspace. Ragam aplikasinya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi marketing secara tepat sasaran. Agar tak lagi menunda-nunda perancangan strategi marketing bisnis, segera berlangganan Google Workspace sekarang juga. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara di atas dan mendapatkan hasil strategi marketing yang maksimal. Tunggu apa lagi? Segera hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi Google Workspace di Indonesia!  

Scroll to Top