EIKON Technology

Google Workspace

Info

Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI

Tahun 2023 membuktikan bahwa teknologi dapat berkembang begitu pesat saat menjadi perhatian utama. Potensi transformatif generative AI dan large language model (LLM) terlihat jelas, dan pengembangan solusi baru yang canggih terus meningkat. Namun, laju inovasi tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan perlindungan pengguna. Sebaliknya, penting untuk fokus pada penerapan generative AI secara bertanggung jawab, penuh perhatian, dan berprinsip. Mari simak bagaimana Google Workspace membantu pengguna menghadapi era generative AI dengan kebijakan API mereka. Perlindungan kebijakan API Google Photo Credit: Freepik Ada banyak aspek dari tanggung jawab ini, namun di Google, yang ditekankan adalah melindungi data tiap pengguna. Bulan Agustus 2023 lalu, Google menguraikan bagaimana prinsip privasi inti mereka melindungi pengguna di era generative AI. Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, Google mengklarifikasi bagaimana kebijakan penggunaan API mereka akan selalu memastikan data Workspace pengguna digunakan secara bertanggung jawab oleh pihak ketiga. Baca juga: Ini Dia Rencana Pengembangan AppSheet sebagai Platform Tanpa Kode Cara kerja kebijakan penggunaan API Google Ekosistem terbuka menjadikan Workspace solusi terkuat bagi pengguna. Namun, ekosistem tersebut hanya dapat berkembang dengan adanya pembatas. Kebijakan API Google dirancang untuk: Menjaga pengguna tetap memegang kendali atas penggunaan data Workspace mereka. Melindungi produk dari penyalahgunaan. Menumbuhkan ekosistem yang sehat bagi pengembang untuk membangun dan berinovasi di platform Workspace. Kebijakan dan perlindungan yang telah diterapkan oleh Google dalam hal ini sangat penting untuk mempertahankan tingkat kepercayaan dan partisipasi tertinggi dari pengguna. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini Kebijakan API Google dalam konteks Generative AI Photo Credit: Freepik “Limitation on User Data Transfer” Google melarang penggunaan data pengguna Workspace untuk melatih model AI dan/atau machine learning (ML) yang tidak dipersonalisasi. Untuk memperjelas: transfer data untuk model ML atau AI yang digeneralisasi dilarang. Developer yang mengakses Workspace API akan diminta untuk berkomitmen melalui kebijakan privasi mereka bahwa mereka tidak menyimpan data pengguna yang diperoleh melalui Workspace API untuk mengembangkan, meningkatkan, atau melatih model AI dan/atau ML yang tidak dipersonalisasi. Kebijakan tersebut menghadirkan manfaat berupa: Perlindungan API ini menyediakan lapisan perlindungan data lain bagi pengguna, mencegah paparan data pengguna yang tidak sah dan/atau tidak dapat dibatalkan. Bagi developer, aturan baru ini memperkuat kepercayaan pengguna dengan memberikan kejelasan pada perlindungan data untuk data pengguna dalam konteks LLM. Ini karena saat pengguna memiliki kepercayaan yang lebih tinggi pada ekosistem, mereka lebih aktif terlibat di dalamnya. Baca juga: Gemini Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI Secara keseluruhan, klarifikasi kebijakan API ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan perlindungan privasi kami tetap mutakhir bagi pengguna mempertahankan ekosistem yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi generative AI. Dapatkan perlindungan terbaik untuk data Anda di era generative AI ini dengan Google Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi penerapan menyeluruh dengan garansi resmi. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Add-ons Google Classroom Kini Tersedia untuk Seluruh Developers Google Workspace

Tahun 2022 lalu, Google Workspace mempermudah akses ke berbagai tools Education Technology (EdTech) secara langsung di Classroom. Saat itu, Google bermitra dengan lebih dari 20 perusahaan EdTech, termasuk Kahoot!, Pear Deck, IXL, ReadWorks, dan Nearpod, untuk membuat add-on Google Classroom. Integrasi tersebut memungkinkan pengajar dan siswa dengan mudah menemukan dan menggunakan konten pendidikan di berbagai tools EdTech favorit mereka tanpa harus membuka situs web dan aplikasi eksternal. Kini, tahun 2024, Workspace membawa gebrakan baru untuk Classroom dengan membuka akses add-ons kepada seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Simak detail selengkapnya dalam artikel berikut! Ketersediaan umum add-ons Google Classroom Photo Credit: Freepik Per 24 Juni 2024, add-ons Classroom tersedia untuk seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Kini, para developers dapat mengembangkan add-on yang memungkinkan pengajar melakukan hal-hal berikut di Classroom: Menemukan dan melampirkan konten ke tugas sekolah; Preview konten dari sudut pandang siswa; Meninjau respons siswa terhadap aktivitas; Menghemat waktu dengan penilaian otomatis terhadap respons siswa. Add-on akan melengkapi fitur Classroom API lainnya, sehingga memungkinkan pengajar dan siswa menikmati konten tanpa harus meninggalkan Google Classroom. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Mulai mengakses add-on Classroom Admins:  District admins harus mengaktifkan akses ke add-on agar pengajar bisa menggunakan fitur-fitur ini. Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk penginstalan fitur add-on dan add-on individual untuk domain, OU, atau grup. Setelah berhasil menyiapkan add-on, distrik Anda bisa langsung menggunakan perlengkapan pengembangan profesional ini—yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran—untuk melatih para pengajar tentang cara menggunakan add-on. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal Developers: Seluruh developer kini dapat membuat add-on Classroom. Anda dapat mempelajari cara memulainya dengan menyimak Developer Documentation ini.  Pengajar:  Jelajahi Google Workspace Marketplace atau Google for Education App Hub untuk menemukan dan memasang add-on yang dapat Anda pasang sendiri. Setelah memasang add-on, Anda akan melihat modul “add-on” saat membuat Announcements, Assignments, atau Materials. Pilih salah satu penyedia yang tercantum untuk meluncurkan add-on mereka. Kunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan add-on di Classroom. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Akses menuju add-on Google Classroom, termasuk ruang pengembangannya kini telah tersedia untuk umum dan dapat digunakan oleh seluruh pengguna Google Workspace edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Update ini memberikan kemudahan bagi para pengajar dan developer untuk mengakses sekaligus mengembangkan add-on Google Classroom. Akses pun bisa langsung Anda dapatkan secara mudah, cukup dengan berlangganan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, hubungi kami di sini!

Info

Kelola eSignature di Google Workspace Kini Jadi Makin Mudah, Begini Caranya

Akhir bulan Juni 2024 ini Google Workspace meluncurkan beberapa update. Salah satunya adalah update untuk pengelolaan eSignature. Simak detail selengkapnya berikut! Update eSignature Google Workspace Update terbaru eSignature Google Workspace akan membantu administrator dalam mengelola kemampuan pengguna saat mereka meminta eSignature. Untuk mengonfigurasi setelan ini, administrator cukup masuk ke menu Apps di konsol Admin. Selanjutnya, pilih opsi Google Workspace > Drive and Docs > eSignature. Admin dapat mengelola akses eSignature di tingkat organizational unit (OU) maupun grup, seperti tampak dalam gambar berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui pemutakhiran ini, admin dapat mengelola akses ke eSignature sebelum fitur diluncurkan ke end user. Itu artinya, hanya kelompok yang sesuai yang akan diperbolehkan untuk meminta eSignature. Penting untuk diingat, kontrol admin tidak membatasi pengguna untuk memberikan eSignature melalui fitur tersebut. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda eSignature untuk Google Docs akan segera diluncurkan untuk end user Mengikuti update ini, Google Workspace akan meluncurkan eSignature untuk Google Docs kepada end user. Fitur tanda tangan elektronik ini menawarkan berbagai kapabilitas untuk membantu Anda menyederhanakan proses permintaan dan pengambilan tanda tangan elektronik. Secara khusus, dengan fitur ini Anda dapat: Meminta eSignature, termasuk tanda tangan elektronik tidak hanya dari satu pengguna saja, bahkan dari pengguna non-Gmail; Melihat status tanda tangan yang tertunda dan memastikan tanda tangan sudah dibubuhkan pada formulir atau kontrak yang Anda ajukan; Menyimpan templat kontrak untuk memulai beberapa permintaan eSignature; Melihat jejak audit kontrak yang telah selesai; Menggunakan kolom teks khusus untuk meminta informasi tambahan dari penanda tangan, seperti jabatan, alamat email, dan lainnya; Menandatangani kontrak dari PC maupun perangkat seluler. Baca juga: eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Bagi administrator, fitur ini akan otomatis aktif (secara default) dan dapat dikonfigurasi, baik di tingkat OU, maupun grup. Anda dapat mengunjungi dokumentasi dari Google Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang eSignature Workspace. Ketersediaan Pengaturan administrator Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout penuh (1-3 hari untuk visibilitas fitur) pada tanggal 24 Juni 2024. Bagi end user Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 Juli 2024. Fitur eSignature ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Standard dan Plus, Enterprise Starter, Standard, dan Plus, Enterprise Essentials dan Essentials Plus, serta Education Plus. Baca juga: eSignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual Hadirnya fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature, seperti Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Gemini for Workspace Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI

Google baru saja merilis terobosan barunya yang dibekali dengan generative AI, yakni Gemini for Google Workspace. Artikel kali ini akan membahas kecanggihan apa saja yang dapat dilakukan fitur tersebut. Mari kita simak bersama! Side panel Gemini for Workspace 1.5 Pro Photo Credit: Google Workspace Blog Generative AI Gemini for Workspace hadir untuk membantu Anda meningkatkan produktivitas dengan mengubah cara kerja. Salah satu contohnya, Help me write di Docs dan Gmail yang akan membantu Anda mendapat ide untuk menulis. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace Kini kapabilitas tersebut dikembangkan hingga menjadi suatu side panel yang lebih mudah diakses. Side panel Gemini for Workspace telah tersedia bagi pengguna seluruh pengguna Labs, Gemini for Workspace, dan Google One AI Premium. Photo Credit: Google Workspace Blog Gemini di Gmail mobile   Photo Credit: Google Workspace Blog Saat Anda sedang bepergian, membaca rangkaian email yang panjang dapat memakan waktu. Sebagai Solusi, Gemini meluncurkan sebuah kapabilitas yang dapat menganalisis rangkaian email dan kemudian membuat ringkasan, Selain itu, Gemini for Workspace juga menghadirkan fitur Smart Reply yang memungkinkan Anda untuk segera menanggapi email hanya dengan satu ketukan. Fitur ini juga telah dibekali dengan generative AI sehingga balasan Anda akan tetap terdengar natural. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Sederhanakan alur kerja dengan Gemini Photo Credit: Google Workspace Blog Alur kerja yang repetitif terlihat sepele, namun jika sudah menumpuk, tentu akan menjadi beban. Dengan generative AI Gemini, tugas-tugas umum bisa lebih mudah dilakukan atau bahkan dijalankan secara otomatis. Dengan Gemini, Anda tak perlu repot lagi melakukan tugas umum seperti mengumpulkan invoice yang berserakan di email sebagai lampiran. Gemini akan membantu mengenali lampiran tersebut dan secara otomatis menatanya di Drive dan Sheets. Ini tidak hanya menghemat beban Anda untuk melakukannya secara manual saat lampiran masuk, tapi juga dapat mengotomatiskan proses tersebut di masa mendatang. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan Dengan LLM dari Database Google Cloud Anda dapat memulai Gemini for Workspace dengan uji coba Google One AI Premium tanpa biaya untuk konsumen atau dengan add-on Gemini for Workspace Business. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu khawatir karena Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace untuk Indonesia, kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan biaya, silakan hubungi kami di sini!

Info

Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace

Google Workspace memberdayakan individu dan bisnis untuk terhubung, berkreasi, dan berkolaborasi dengan aman dari mana saja. Dengan rangkaian alat yang canggih, termasuk kemampuan generative AI, akan selalu ada kemungkinan pengguna kesulitan untuk memulai atau memanfaatkan rangkaian produktivitas ini. Berikut panduan untuk memulai pengalaman dengan Google Workspace dan Gemini for Workspace. Mulai menggunakan Google Workspace dan Gemini for Workspace Jika Anda baru menggunakan Google Workspace, Learning Center adalah titik awal yang tepat. Di sana Anda bisa menemukan panduan untuk memastikan pengguna siap menggunakan Workspace sejah hari pertama, dengan topik seperti cara menyiapkan Chrome, Gmail, dan Kalender di seluruh perangkat perusahaan. Untuk pengguna yang sudah berpengalaman, Google Workspace telah menambahkan fitur dengan dukungan AI untuk membantu meningkatkan produktivitas. Anda bisa menggunakan Gemini for Workspace untuk menulis draf pertama dokumen dengan cepat, meringkas rangkaian email, hingga mengilustrasikan presentasi. Training spesifik Photo Credit: Freepik Workspace juga menawarkan berbagai training dan panduan pelatihan untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta kasus penggunaan yang berbeda. Anda bisa mulai dari Google AI Essentials, training mandiri yang dirancang untuk membantu pengguna dari berbagai peran dan industri mempelajari keterampilan AI yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Selanjutnya Anda dapat mencoba aplikasi dengan panduan yang spesifik, seperti panduan manajemen proyek ini atau panduan dalam sektor finansial. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Training lebih mendalam Photo Credit: Freepik Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut, Google Workspace juga menawarkan sejumlah opsi pelatihan sesuai permintaan, mulai dari courses hingga hand-on labs, tersedia di Google Cloud Skills Boost. Gemini for Google Workspace: Jelajahi fitur generative AI di Google Workspace dengan rangkaian enam mini course. Calendar: Mempelajari cara membuat dan mengelola acara, berbagi kalender, dan membuat jadwal Anda dapat ditemukan orang lain. Chat: Mempelajari cara berkolaborasi dengan tim di satu tempat, menggunakan Direct Messages dan Spaces.  Docs: Meningkatkan kolaborasi kreatif dengan komentar dan action items, personalized preferences, dan tool Google Docs Explore. Baca juga: Closed Caption Google Meet Kini Diperluas Ke 31 Bahasa Tambahan, Apa Saja? Drive: Lakukan lebih banyak hal pada aset Anda dengan mengatur, melindungi, dan berbagi file. Gmail: Jelajahi tindakan, setelan, dan fitur yang akan membantu Anda mengatur kotak masuk dengan lebih baik dan menulis email yang lebih menarik. Meet: Bertemu langsung dengan tim Anda, di mana pun mereka berada, melalui video meeting. Sheets: Membuat, mengedit, dan berkolaborasi pada Sheets langsung di browser Anda tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan. Sheets – Advanced Topics: Maksimalkan data Anda dengan rumus, fungsi, bagan, dan tabel. Slides: Bangun dan berkolaborasi dalam presentasi profesional untuk proposal, penjualan, pemasaran, dan pelatihan. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Anda dapat melihat rangkaian lengkap referensi training Google Worskapce dan seri Beyond the prompt, yang menawarkan contoh dan tips ahli untuk membantu Anda meningkatkan penggunaan Gemini for Workspace. Belum menggunakan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Business khusus untuk penggunaan skala besar dengan solusi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Ini Dia Rencana Pengembangan AppSheet sebagai Platform Tanpa Kode Unggulan

AppSheet merupakan platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa pun untuk dapat mengembangkan aplikasi tanpa kode. Seiring dengan berubahnya model kerja, kebutuhan terhadap tool tanpa kode yang memungkinkan kerja hybrid semakin meningkat. Sebagai pemain utama dalam platform tanpa kode, AppSheet terus-menerus melahirkan inovasi dan membangun solusi baru untuk memecahkan tantangan yang dihadapi pengguna. Berikut beberapa “bocoran” pengembangan AppSheet pada semester kedua tahun 2024 ini! Bagaimana AppSheet mengubah dinamika kerja para pelanggannya Mempercepat transformasi digital skala besar AppSheet telah menjadi kunci keberhasilan strategi pengembangan aplikasi di Globe Telecom. Program mereka mencakup penerapan lebih dari 200 aplikasi yang dikembangkan oleh karyawan, menghasilkan pengurangan waktu pemrosesan sebesar 79.8% dan penghematan hingga US$6,7 juta pada tahun pertama penerapannya. Memberdayakan pengembang pemula Photo Credit: Freepik Perusahaan material asal Jepang, Lixil, memberdayakan karyawan mereka untuk menggunakan tool digital. Ini terbukti menjadi sebuah pendekatan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dalam setahun, karyawan dari berbagai divisi dapat menciptakan ~850 aplikasi untuk memecahkan masalah bisnis dan meningkatkan produktivitas dengan bantuan AppSheet. Baca juga: Kenalan dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Rencana AppSheet Photo Credit: Freepik Berikut adalah beberapa fokus utama AppSheet untuk waktu mendatang: Pengembangan aplikasi yang mudah dengan AppSheet Database Kunci keberhasilan strategi transformasi digital adalah memastikan semua orang memiliki pemberdayaan yang sama. Tahun lalu, Asana meluncurkan preview AppSheet Database untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi dan mengintegrasikannya dengan platform lain. Tingkatkan kolaborasi dan pengalaman pengguna AppSheet memperkenalkan aplikasi Chat untuk membantu mendigitalkan proses komunikasi Anda. Buat Chat Apps (chatbots) dan terapkan dalam perusahaan Anda, tentunya tanpa menulis satu baris kode pun. Selain itu, AppSheet juga akan memudahkan proses pembuatan aplikasi desktop dengan membangun Desktop User Experience. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Pada tahun 2022 lalu, AppSheet memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan platform. Selain itu, administrator AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka untuk memungkinkan pengawasan terpusat. Kemitraan Pada tahun 2022 lalu, AppSheet mengumumkan investasi mereka pada budaya pengembangan masyarakat. Kemudian pada awal tahun 2023, AppSheet telah berhasil mencapai silver tier level dari Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™  Partner Program. Baca juga: Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa? AppSheet telah terintegrasi dengan Google Workspace sehingga akan menyederhanakan alur kerja Anda. Kapabilitas pembuatan aplikasi ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace yang memiliki AppSheet edisi Starter, Core, maupun Enterprise. Belum berlangganan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education dan Workspace for Business untuk Anda dengan implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

5 Pembaruan dari AppSheet dengan Dukungan AI yang Akan Mudahkan Pembuatan Aplikasi

Agar tetap kompetitif, perusahaan perlu membangun aplikasi yang dapat mengotomatiskan alur kerja, meningkatkan produktivitas, dan terhubung dengan pelanggan. Inovasi terbaru dalam AI semakin memudahkan pengembangan aplikasi tanpa kode. Artikel ini akan membahas bagaimana AppSheet memudahkan Anda membuat aplikasi dan otomatisasi alur kerja dengan tools intuitif tanpa perlu kode apa pun. 1. Pembuatan aplikasi dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet baru saja meluncurkan pengembangan aplikasi bertenaga AI melalui Duet AI, tool canggih yang mengubah deskripsi natural language dari solusi yang Anda perlukan menjadi aplikasi fungsional. Duet AI menghadirkan kemampuan AI generatif ke AppSheet, memungkinkan siapa pun, apa pun keahlian teknisnya, membuat aplikasi transformatif yang mengotomatiskan alur kerja, menyederhanakan proses, dan meningkatkan produktivitas. 2. Manfaatkan AI untuk dukung proses bisnis Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet telah memperkenalkan beberapa fitur yang didukung AI. Salah satunya adalah fitur untuk mengotomatiskan input suara dan data sehingga tak perlu lagi melakukan entri data manual. Input suara dan data yang didukung AI secara signifikan mengurangi risiko kesalahan manusia, memastikan keakuratan dan konsistensi data. 3. Smart chips untuk tingkatkan produktivitas tim Photo Credit: Google Workspace Blog Smart chips adalah konektor data transformatif, yang dirancang untuk memudahkan proses pengambilan keputusan. Tool ini secara intuitif mengintegrasikan informasi real-time dari aplikasi AppSheet Anda ke Google Docs. 4. Menyusun built-in database yang aman AppSheet kini menawarkan built-in database yang dapat diskalakan untuk membantu mendukung aplikasi yang Anda buat. Antarmukanya yang ramah pengguna memudahkan untuk berbagi dan mengelola data secara aman dengan kontrol akses untuk manajer dan tim TI. Database AppSheet menyederhanakan proses pembuatan aplikasi dengan integrasi mendalam dengan platform AppSheet. Setiap aplikasi yang dibuat oleh Duet AI di AppSheet menggunakan database AppSheet, menjadikannya sumber data pilihan untuk pengembangan yang didukung AI di AppSheet. 5. Mengontrol dan menjaga data Anda AppSheet telah membuat kemajuan signifikan dalam tata kelola data, menawarkan berbagai fitur baru kepada pelanggan untuk mengelola data secara aman. Pengguna dapat memilih untuk menyimpan dan memproses data AppSheet mereka di UE, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan regional. AppSheet juga memungkinkan domain Workspace sekunder disertakan sebagai pengguna internal, sehingga menyederhanakan kolaborasi dan kontrol akses. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Dengan pembaruan di atas, perusahaan Anda bisa mendapat lebih banyak manfaat dibanding sebelumnya. Ini akan membukan peluang untuk merombak sistem lama, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, hingga mendorong pertumbuhan bisnis. Seluruh kemudahan AppSheet dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business melalui EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace

Google resmi meluncurkan Gemini AI pada berbagai aplikasi Google Workspace. Gemini AI dapat membantu pengguna untuk merangkum, menganalisis, dan membuat konten dengan mengumpulkan data dari emails dan berbagai dokumen. Pengguna tidak perlu berpindah tabs atau aplikasi karena Gemini AI hadir di dalam interface aplikasi Google Workspace. Simak detail informasinya berikut ini! Muncul sebagai panel samping di aplikasi Google Workspace Google mengintegrasikan Gemini AI sebagai panel samping pada aplikasi Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google Drive. Panel samping ini menggunakan model teknologi terbaru Google, termasuk Gemini 1.5 Pro dengan kemampuan penalaran yang lebih canggih. Berikut beberapa contoh penggunaan Gemini AI pada aplikasi Google Workspace: Google Docs: menulis dan memperbaiki konten, merangkum informasi, membantu pengguna untuk brainstorming ide, membuat konten berdasarkan dokumen lain, dan masih banyak lagi;  Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP Untuk Mencegah Kehilangan Data Google Slides: membuat slides baru, menghasilkan gambar-gambar custom, hingga merangkum presentasi; Photo Credit: Google Workspace Update Google Sheets: melacak dan mengatur data, membuat tabel dengan cepat, menyusun suatu rumus, dan menanyakan cara menyelesaikan suatu tugas di Sheets; Photo Credit: Google Workspace Update Google Drive: merangkum satu atau lebih dokumen, memberikan fakta singkat tentang proyek tertentu, hingga mendalami suatu topik tanpa harus mencari dan membuka banyak dokumen. Photo Credit: Google Workspace Update Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace For Education Cara mengakses Gemini AI di Google Workspace Fitur Gemini AI tidak memiliki kontrol administrator. Artinya, pengguna tidak membutuhkan akses izin dari administrator untuk menggunakan Gemini AI di aplikasi Google Workspace. Untuk mengakses fitur baru ini, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs, Google Slides, Google Sheets, atau Google Drive pada perangkat web; Klik tombol “Ask Gemini” di bagian pojok kanan atas layar; Fitur Gemini AI akan langsung muncul sebagai panel samping di bagian kanan. Gemini AI juga telah tersedia di Gmail Google tidak hanya meluncurkan Gemini AI pada Google Docs, Google Slides, Google Sheets, dan Google Drive. Para pengguna Gmail kini juga dapat menikmati kecanggihan fitur Gemini AI melalui panel samping aplikasi. Di Gmail, Anda bisa memanfaatkan panel samping Gemini AI untuk merangkum rangkaian email, menulis draft, memberi kalimat respons pada rangkaian email, dan masih banyak lagi. Baca juga: Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual Saat Mengakses Workspace Applications Kehadiran Gemini AI di panel samping aplikasi Google Workspace diharapkan bisa meningkatkan produktivitas kerja. Google telah merilis Gemini AI untuk beberapa pengguna terpilih mulai 24 Juni 2024. Fitur ini akan diluncurkan secara berkala ke lebih banyak pengguna mulai 8 Juli 2024. Namun, panel samping Gemini AI hanya tersedia bagi para pengguna Google Workspace dengan add-on Gemini Business and Enterprise, Gemini Education and Education Premium, serta Google One AI Premium. Anda bisa menambahkan add-on tersebut melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi Google Workspace secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Segera hubungi kami di sini untuk informasi selengkapnya!

Google Workspace

Pesan Berbintang Kini Tersedia untuk Google Chat Mobile

Tahun lalu, Google Chat memperkenalkan fitur pesan berbintang (starred message) yang akan membantu Anda menandai pesan penting. Pada peluncuran tersebut, ketersediaan fitur masih terbatas untuk versi web saja. Kini, fitur tersebut hadir untuk versi mobile. Bagaimana cara menggunakan fitur ini di Chat mobile? Tentang pesan berbintang Pesan berbintang atau starred message merupakan sebuah fitur dari Google Chat yang memungkinkan Anda untuk mengakses pesan penting lebih cepat. Fitur ini diluncurkan Google Chat versi web akhir tahun 2023 lalu. Baca juga: Update Terbaru Space Google Chat, Kini Makin Mudah Dibuat Pesan berbintang Google Chat mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah versi web, kini fitur pesan berbintang hadir untuk Google Chat versi mobile. Untuk dapat menggunakan fitur ini tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator. Artinya, fitur bisa langsung digunakan oleh end user setelah perilisan. Untuk menggunakan fitur ini, Anda cukup tekan lama pada pesan dan kemudian klik ikon bintang. Berikut langkah-langkahnya: Memberi bintang atau menghapus bintang pada pesan Buka Google Chat mobile Anda. Buka percakapan yang ingin ditandai. Tekan pesan yang ingin Anda bintangi, tahan hingga muncul opsi “More” lalu pilih “Star” untuk membintangi pesan atau “Unstar” untuk menghapus bintang pada pesan. Membuka kembali pesan yang sudah diberi bintang Buka Google Chat mobile Anda. Di sebelah kiri halaman pada menu “Shortcuts”, klik Starred. Sistem akan menampilkan seluruh pesan yang sudah Anda bintangi. Penting untuk diingat: Anda dapat menghapus bintang dari pesan asli maupun pesan yang dijadikan pintasan (shortcut). Pesan yang dibintangi tidak tersedia di Space yang disusun berdasarkan topik percakapan (utas lama). Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang fitur pesan berbintang Google Chat mobile. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur pesan berbintang untuk versi mobile bisa langsung digunakan setelah perilisan. Starred message tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Berikut jadwal perilisan lengkapnya: Android Perilisan dilakukan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal dan dimulai pada tanggal 19 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). iOS Untuk iOS, Google Chat menerapkan extended rollout, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai tanggal 16 Januari 2024 (kemungkinan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Fitur pesan berbintang ini akan memudahkan Anda untuk menandai pesan penting di Google Chat. Selain pesan berbintang, aplikasi perpesanan Chat masih memiliki berbagai fitur dan kapabilitas menarik yang akan mengoptimalkan performa Anda. Terlebih, Chat juga telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas lain dari Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Mengirim Pesan Suara di Google Chat

 Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, Google Chat meluncurkan kapabilitas pesan suara atau voice message. Kapabilitas ini hadir sekaligus agar Chat dapat menjadi platform komunikasi yang andal dan dapat digunakan kapan saja, termasuk saat Anda bepergian. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Mari simak penjelasannya berikut. Fitur pesan suara di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Mengirim pesan suara alih-alih mengetiknya, memungkinkan Anda untuk menghemat waktu, menyampaikan lebih banyak informasi, dan menekankan informasi paling penting bagi penerima pesan. Fitur ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, bahkan saat bepergian atau saat hanya tersedia perangkat mobile. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Cara menggunakan fitur pesan suara Fitur pesan suara ini akan aktif secara default setelah perilisan. Administrator dapat menonaktifkan fitur, baik di level domain maupun organizational unit (OU), cukup dengan mematikan semua lampiran (attachments disabled). Untuk keperluan tool moderasi Google Vault, Google Takeout, dan Security Investigation Tool (SIT), pesan suara akan dianggap sebagai lampiran (seperti jenis pesan lainnya di Chat). End user dapat mengirim pesan suara di ponsel (melalui direct messages, obrolan grup, dan Space) dan menerima pesan di seluruh platform (ponsel maupun web). Namun untuk saat ini, Anda tidak dapat mengirim pesan suara melalui Chat versi web (untuk saat ini, fitur pesan suara di Chat versi web tengah dalam pengembangan). Untuk merekam pesan suara di perangkat mobile Anda, ketuk ikon mikrofon > mulai berbicara > suara Anda akan divisualisasikan sebagai animasi gelombang (visualisasi ini akan muncul selama Anda berbicara). Pengatur waktu menghitung sehingga Anda tahu persis durasi pesan suara yang terekam. Sebelum mengirimkan pesan, Anda dapat melihat preview yang Anda dapat melihat pratinjau lalu mengirimkan pesan suara Anda atau menghapusnya dan mencoba lagi jika diperlukan. Pesan suara dapat diajak berinteraksi (dikutip, ditanggapi, dibalas di thread, dll.) sama seperti pesan Obrolan lainnya. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Keterssediaan Photo Credit: Freepik Fitur pesan suara ini akan dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada 26 Maret 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada 15 April 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur pesan suara Google Chat tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna Google Workspace Individual. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Dengan hadirnya fitur pesan suara ini, Anda dapat berkomunikasi secara lebih efektif menggunakan Google Chat. Menariknya lagi, fitur ini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Dapatkan rangkaian produktivitas terbaik Workspace melalui EIKON Technology sekarang juga, informasi selengkapnya di sini!

Scroll to Top