EIKON Technology

Microsoft

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

What’s Next in Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks

 Dalam update keamanan Microsoft terbaru, kompleksitas ancaman menjadi sorotan utama. Akhir-akhir ini, tidak hanya jumlah ancaman yang terus bertambah, tapi pengguna juga belum bisa menemukan solusi menyeluruh. Akibatnya, mereka cenderung menerapkan solusi tambal-sulam yang tidak bekerja sama dengan baik. Jika diamati, pendekatan sedikit demi sedikit ini cenderung lebih mahal, kurang aman, dan menghambat pertumbuhan. Inovasi keamanan terbaru Microsoft Photo Credit: DCStudio (Freepik) Pada 24 Februari 2022, di acara digital What’s Next in Security, Microsoft memaparkan rencana keamanan terbaru mereka. Disebutkan, inovasi keamanan tersebut akan memberi kepercayaan diri kepada pelanggan dalam menghadapi risiko keamanan. Bagi pelanggan yang menggunakan Microsoft dalam skala besar seperti perusahaan dan instansi, diharapkan solusi baru ini juga akan membantu pertumbuhan. Dalam acara tersebut, Vasu Jakkal, Wakil Presiden Perusahaan Microsoft untuk Keamanan, Kepatuhan, dan Identitas, bersama pakar keamanan lainnya juga berbagi berbagai inovasi menarik yang membantu mengurangi risiko dari ancaman terbaru pada keamanan data perusahaan. Baca juga: Harga Microsoft 365 Akan Berubah Maret 2022? Berikut Penjelasannya! Dapatkan informasi tentang tren keamanan terbaru Lanskap keamanan terus berkembang—baik dari perubahan besar seperti adopsi cepat kerja jarak jauh di tahun 2020 atau dari penyebar ancaman keamanan yang mengubah taktik. Untuk membangun strategi keamanan yang kuat, Anda perlu mengetahui tentang risiko yang muncul dan teknologi terbaru. Dalam What’s Next in Security, pengguna dapat mendengar tentang tren keamanan, termasuk apa yang terjadi di pasar saat ini dan proyeksi untuk masa depan. Jeff Pollard, Wakil Presiden dan Analis Utama di Forrester, membahas tentang cara menggabungkan kekuatan pengetahuan manusia dengan teknologi, dan kecerdasan cloud untuk menciptakan solusi keamanan yang inovatif. Perluas perlindungan ke seluruh jaringan cloud Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Keamanan yang komprehensif dimulai dengan cakupan. Perusahaan saat ini memindahkan lebih banyak resources dan layanan ke cloud. Perpindahan ini bahkan tidak hanya terjadi pada satu cloud—kebanyakan perusahaan kini menggunakan banyak cloud sekaligus untuk menjalankan bisnis mereka. Untuk bertahan melawan ancaman canggih yang bergerak secara lateral di seluruh sistem dan platform, Anda memerlukan pandangan menyeluruh tentang lingkungan multicloud tersebut. Kelola akses di lingkungan multicloud Akibat adanya pandemi, tempat kerja menjadi lebih fleksibel. Itu artinya, ada lebih banyak orang bekerja dari jarak jauh atau membagi waktu kerjanya antara kantor dan rumah. Di mana pun karyawan Anda berada, mereka perlu dengan mudah mengakses sumber daya dan aplikasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Melalui What’s Next in Security, Microsoft juga memperkenalkan beberapa teknologi keamanan baru yang membantu pengguna dalam mengelola dan melindungi identitas di lingkungan multicloud. Atasi tantangan keamanan terbesar saat ini Selain kegiatan yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, update keamanan Microsoft ini juga menghadirkan informasi mengenai: Pembaruan strategi keamanan yang disesuaikan dengan tren pasar terbaru. Perlindungan identitas, aplikasi, awan, dan end point dengan solusi komprehensif. Cara menghilangkan titik buta (blind spot) dengan pelacakan ancaman proaktif dan deteksi serta extended detection and response (XDR). Penerapan akses hak istimewa paling rendah di seluruh lingkungan cloud. Identifikasi celah keamanan dan cara melindungi lingkungan multicloud dari berbagai ancaman keamanan. Baca juga: Microsoft Viva Kini Tersedia untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Anda Acara What’s Next in Security membuktikan bahwa Microsoft terus memperhatikan perkembangan ancaman keamanan pelanggan. Dalam update keamanan terbarunya, kompleksitas menjadi sorotan utama. Sebab, kini ancaman keamanan bukanlah sekadar serangan yang merugikan suatu aspek saja, tapi juga berpotensi melumpuhkan keseluruhan operasional perusahaan. Produk-produk Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure terus dikembangkan untuk bisa mencegah dan mengatasi ancaman tersebut. Dengan begitu, keamanan pengguna pun tetap terjamin. Tertarik untuk mulai berlangganan produk Microsoft di perusahaan Anda? EIKON Technology menyediakan paket langganan Microsoft yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mengatasi Ancaman Keamanan Siber dengan Cyber Signals

Pada Februari 2022 lalu, Microsoft baru saja meluncurkan Cyber Signals, sebuah intelligence brief ancaman siber yang disusun berdasarkan data dan penelitian mereka. Brief tersebut nantinya akan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sekali. Selain mengumpulkan ancaman keamanan siber Microsoft, Cyber Signals juga akan melampirkan perspektif para ahli mengenai lanskap ancaman yang ada saat ini. Perspektif tersebut akan membahas taktik, teknik, dan strategi yang banyak digunakan. Harapannya, brief ini akan membantu perusahaan mengatasi berbagai risiko keamanan siber yang terus mengincar setiap saat. Apa saja yang ditawarkan Cyber Signals? Pengumpulan data Cyber Signals Untuk mendapatkan insight terbaru mengenai ancaman keamanan siber, tim riset Cyber Signals mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk analisis terhadap 24 triliun sinyal keamanan Microsoft yang dikombinasikan dengan intelijen mereka (memantau lebih dari 40 kelompok negara-bangsa dan lebih dari 140 kelompok ancaman). Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Keamanan identitas di dunia maya Dalam edisi pertama Cyber Signals, Microsoft mengangkat topik identitas. Identitas pengguna terdiri dari semua yang mereka katakan dan lakukan, kemudian dicatat sebagai data yang terbentang di lautan aplikasi dan layanan. Meski, aplikasi dan layanan tersebut memberikan utilitas keamanan yang baik, bukan berarti pengguna lantas tidak menjaga keamanan mereka. Justru sebaliknya, Microsoft menemukan bahwa identitas akan selalu menjadi celah keamanan siber. Photo Credit: Rawpixel Sayangnya, ancaman keamanan identitas yang terus meningkat tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang optimal. Selama dua tahun terakhir ini, adopsi otentikasi identitas yang kuat, seperti multifactor authentication (MFA) atau solusi tanpa kata sandi (passwordless), masih rendah. Pengguna bahkan menganggapnya belum terlalu penting. Penelitian yang dilakukan oleh Microsoft menunjukkan bahwa di seluruh industri, hanya sekitar 22% pelanggan yang menggunakan Microsoft Azure Active Directory (Azure AD), yang merupakan Cloud Identity Solution native milik Microsoft. Padahal, solusi keamanan tersebut telah menerapkan perlindungan otentikasi identitas yang kuat sejak akhir tahun 2021 lalu. Solusi ancaman keamanan identitas siber Solusi MFA dan tanpa kata sandi bisa sangat membantu dalam mencegah berbagai ancaman. Microsoft melalui Cyber Signals berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai keamanan identitas siber dan solusinya kepada pelanggan. Dari Januari hingga Desember 2021, Microsoft telah memblokir lebih dari 25,6 miliar serangan otentikasi brute force Azure AD dan menghalangi kurang lebih 35,6 miliar email phishing dengan bantuan Microsoft Defender untuk Office 365. Dengan 8,500 pertahanan keamanan yang melindungi platform, tool, service, dan endpoint, Microsoft memiliki komitmen untuk menggagalkan serangan keamanan siber tingkat lanjut. Untuk mengamankan identitas pelanggan, Microsoft melakukan verifikasi identitas. Sebab, mengandalkan kata sandi saja masih membuka celah untuk disusupi peretas. Cyber Signals: Pedoman untuk hadapi ancaman keamanan siber Photo Credit: Piqsels Belakangan ini, ancaman keamanan siber terus meningkat, baik dari segi volume, kecepatan, dan bahkan kecanggihannya. Mulai dari IoT, taktik ransomware baru, hingga wawasan tentang ekonomi kriminal dunia maya, semuanya dibahas dalam Cyber Signals. Intelligence brief ini memberikan analisis tren dan panduan praktis untuk memperkuat lini pertama pertahanan digital. Terlebih kini jumlah pekerja yang bekerja dari jarak jauh semakin banyak jumlahnya. Otomatis, akses menuju aplikasi dan data bisnis pun semakin rentan. Ini bukan lagi tentang mengamankan data perusahaan, tapi juga menjaga keamanan data pribadi, identitas, perangkat, dan infrastruktur cloud. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure Melalui Cyber Signals, Microsoft membagikan tren, taktik, dan strategi yang digunakan para peretas untuk mendapatkan akses menuju hardware dan software yang menyimpan banyak data sensitif. Selain itu, intelligence brief ini juga membantu para pengguna aplikasi dan layanan Microsoft untuk meningkatkan keamanan pribadi sehingga nantinya terwujud dunia yang jauh lebih aman. Seluruh informasi berharga dalam Cyber Signals mengenai perlindungan keamanan siber bisa diakses gratis melalui website resmi Microsoft. Edisi pertamanya bisa Anda akses dan unduh di sini. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai menerapkan ekosistem Microsoft untuk keperluan perusahaan bisa mendapatkan paket Microsoft for Business melalui EIKON Technology. Untuk konsultasi langsung mengenai produk, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

4 Cara Manfaatkan Dynamics 365 untuk Membangun Supply Chain Masa Depan

Dynamics 365 merupakan sebuah rangkaian aplikasi bisnis cerdas. Microsoft mengembangkan aplikasi ini untuk membantu melancarkan alur proses bisnis. Caranya adalah dengan memanfaatkan insights yang prediktif dan berbasis kecerdasan buatan (AI). Secara garis besar, aplikasi ini menawarkan dua fungsi utama, yaitu CRM (customer relationship management) dan ERP (enterprise resource planning) yang berbasis komputasi awan. Dalam update terbarunya, Dynamics 365 mengembangkan rantai pasokan cerdas yang mampu menavigasi gangguan dan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan. Artikel kali ini akan membahas seperti apa inovasi teknologi yang dikembangkan Microsoft untuk Dynamics 365 hingga mampu menciptakan suatu rantai pasokan masa depan. Mari simak bersama Mengubah pemenuhan pesanan menjadi keunggulan kompetitif Menurut laporan Gartner®, salah satu cara untuk mencapai rantai pasokan yang unggul adalah dengan menahan inventaris pusat distribusi. Dengan begitu maka permintaan dari toko online maupun toko fisik bisa tetap terpenuhi. Untuk mencapai tingkat fleksibilitas tersebut maka retail memerlukan sistem yang mampu menawarkan orkestrasi pesanan berbasis AI serta data inventaris real-time omnichannel untuk mengatasi kendala secara proaktif. Dynamics 365 menawarkan solusi untuk situasi tersebut melalui fitur Intelligent Order Management. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, retailer dapat menata kembali masa depan rantai pasokan, bukan hanya untuk mereka, tapi juga secara global. Itu berarti, mereka bisa mengubah pemenuhan pesanan menjadi suatu keunggulan kompetitif. Baca juga: Microsoft Power BI Membantu Analisa Bisnis Anda Lebih Interaktif Memprediksi risiko dan meningkatkan visibilitas dengan insight berbasis AI Photo Credit: Rawpixel Masih dari laporan Gartner®, diketahui bahwa sekitar 76% eksekutif di bidang rantai pasokan mengungkapkan bahwa perusahaan mereka saat ini lebih sering menghadapi gangguan dibandingkan dengan 3 tahun lalu. Sementara itu, sekitar 72% melaporkan bahwa dampak dari situasi tersebut terus meningkat. Dengan naiknya penggunaan e-commerce, sangat penting untuk mendapatkan visibilitas real-time dalam inventaris di setiap simpul rantai pasokan. Untuk itu, Microsoft meluncurkan fitur Supply Chain Insights yang bisa Anda akses melalui Dynamics 365.  Para pemilik usaha bisa memanfaatkan fitur ini untuk memprediksi risiko yang ada pada rantai pasokan mereka berdasarkan kondisi cuaca, berita terkini, hingga peristiwa geopolitik. Selain itu, Microsoft juga telah melakukan peningkatan yang signifikan pada add-in fitur Supply Chain Management pada Dynamics 365. Memanfaatkan fitur tersebut, kini retail bisa mendekati visibilitas inventaris secara real-time di seluruh saluran internal mereka. Ekspansi dengan memindahkan infrastruktur ke cloud Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan ekspansi, migrasi infrastruktur on-premise ke cloud bisa menjadi solusi yang efisien. Dynamics melalui aplikasi Finance, Supply Chain Management, dan Commerce bisa menjadi rangkaian yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan Anda. Cara ini telah diterapkan oleh Servis Industries Limited (SIL), sebuah produsen dan eksportir terkemuka di Pakistan yang sudah malang-melintang selama lebih dari 50 tahun. Dengan memindahkan infrastruktur on-premise ke cloud, kini SIL memiliki gambaran menyeluruh tentang toko ritelnya dan sistem manajemen infrastruktur yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun internasional secara cepat. Transisi ke omnichannel Photo Credit: Rawpixel Sekarang ini, jaringan etalase retail sangat kompleks. Etalase toko fisik dan online pun saling terhubung hingga terkadang sulit untuk diuraikan. Agar tiap permintaan pelanggan tetap bisa terpenuhi maka pemilik retail pun harus mampu merampingkan pengiriman dan memberdayakan operasi harian mereka. Terlebih masa pandemi yang memaksa kebanyakan retail untuk berpindah ke operasi online. Untuk memenuhi tantangan tersebut, Dynamics 365 menyediakan solusi melalui aplikasi Commerce, Finance, dan Supply Chain Management yang didukung oleh aplikasi Microsoft Power Apps dan juga Power BI. Penerapannya akan memungkinkan pemilik retail melakukan transisi ke omnichannel dengan mudah dan lancar. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Adanya pandemi membuat industri retail mengalami perubahan besar-besaran. Para pemilik retail tidak bisa lagi mengandalkan penjualan dari toko fisik, kebanyakan “dipaksa” untuk beralih pada metode online. Situasi tersebut lantas menyadarkan bahwa pada dasarnya sistem retail sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja. Microsoft melalui Dynamics 365 menawarkan solusi terbaik untuk Anda. Dengan memanfaatkan rangkaian aplikasi ini, Anda bisa merancang rantai pasokan untuk mengatasi situasi sekarang, sekaligus mempersiapkan masa depan. Agar Dynamics 365 berjalan dengan optimal, sebaiknya Anda juga menerapkan productivity tools dari Microsoft, Office 365. Tenang saja, sekarang ini sudah tersedia Office 365 yang khusus diperuntukkan bagi keperluan bisnis. Dapatkan segera hanya melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Harga Microsoft 365 Akan Berubah Maret 2022? Berikut Penjelasannya!

Memasuki tahun 2022, terdengar berita bahwa harga Microsoft 365 akan mengalami perubahan. Kabar tersebut nyatanya memang bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, informasi perubahan harga Microsoft 365 sebenarnya sudah pernah disampaikan. Tepatnya pada bulan Agustus 2021, Jared Spataro yang merupakan Microsoft’s Corporate Vice President for Microsoft 365 mengungkapkan rencana perubahan harga. Spataro juga menyampaikan detail mengenai kapan perubahan tersebut mulai berlaku, yaitu di tanggal 1 Maret 2022. Mengingat tanggal tersebut semakin dekat, mari simak detail apa saja yang harus Anda ketahui mengenai harga baru Microsoft 365 berikut. Harga baru dan premi bulanan Photo Credit: Piqsels Sesuai dengan blog yang ditulis Jared Spataro, perubahan harga Microsoft 365 akan efektif per 1 Maret 2022 dan berlaku untuk seluruh pengguna. Bagi Anda yang ingin mempertahankan lisensi Office 365 dan membayar tiap bulan, maka akan dikeani tambahan premi 20% yang akan ditambahkan ke tagihan bulanan. Berikut adalah perubahan harga untuk masing-masing paket Microsoft 365: Paket Business Business Basic: naik dari US$5 menjadi US$6/pengguna/bulan. Business Premium: naik dari US$20 menjadi US$22/pengguna/bulan. Paket Enterprise Office 365 E1: naik dari US$8 menjadi US$10/pengguna/bulan. Office 365 E3: naik dari US$20 menjadi US$23/pengguna/bulan. Office 365 E5: naik dari US$35 menjadi US$38/pengguna/bulan. Microsoft 365 E3: naik dari US$32 menjadi US$36/pengguna/bulan. Perlu diingat juga, setelah aturan baru ini berlaku, Anda juga tidak diperkenankan untuk menurunkan versi lisensi Anda ke paket yang lebih sederhana. Misalnya, dari Office 365 E3 turun ke E3 selama perjanjian berlangsung. Baca juga: Upgrade Terbaru Microsoft 365 Menyambut Windows 11 Perkembangan Microsoft 365 Microsoft 365 yang dulunya bernama Office 365 telah melahirkan banyak produk. Menariknya, produk-produk dari Microsoft 365 juga menunjukkan perkembangan yang mengesankan selama dekade terakhir ini. Peningkatan tersebut mencakup peluncuran 24 aplikasi baru seperti platform kolaborasi Microsoft Teams. Selain itu, Microsoft juga meningkatkan sistem keamanan, termasuk di dalamnya adalah fitur pencegahan kehilangan data, manajemen perangkat seluler, hingga reduksi serangan permukaan. Photo Credit: Microsoft Bicara soal perubahan harga, jika ditarik ke belakang, sebenarnya Microsoft selalu menerapkan perubahan harga minimal selama dekade terakhir ini. Terlebih jika mengingat kecanggihan dan keberagaman resources yang digunakan Microsoft untuk mengembangkan layanan mereka. Masa pandemi pun sedikit banyak berpengaruh. Di masa pandemi, pekerjaan jarak jauh menjadi sangat lumrah. Guna memenuhi kebutuhan tersebut dengan optimal maka Microsoft 365 pun terus ditingkatkan. Hasilnya, bisa Anda nikmati melalui berbagai produk dan layanan mereka seperti Microsoft Teams. Cara mengunci tarif saat ini dan menghindari premi bulanan Photo Credit: Piqsels Jika dilihat dari sisi perusahaan yang menggunakan layanan Microsoft 365, perubahan harga ini jelas akan memengaruhi sejumlah keputusan. Perusahaan harus menghitung baik-baik mana opsi yang lebih efisien, mengunci sejumlah lisensi dengan biaya yang ditetapkan (paket tahunan) atau justru memilih fleksibilitas dengan menambah atau mengurangi jumlah lisensi seiring berjalannya waktu. Terdapat opsi untuk mendaftarkan perjanjian lisensi 1-3 tahun sebelum Maret 2022 dengan harga paket tahunan yang baru. Langkah ini bisa menjadi alternatif jika Anda ingin menghindari tambahan 20% premi untuk paket langganan per bulan. Baca juga: 3 Cara Untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud Di Microsoft Azure Perubahan harga ini akan berlaku secara global dengan penyesuaian pasar lokal untuk wilayah tertentu. Sedikit tambahan informasi, tidak ada perubahan harga untuk produk pendidikan dan konsumen untuk saat ini. Masih bingung memutuskan sebaiknya memperpanjang paket langganan tahunan atau justru beralih pada lisensi bulanan? Jangan khawatir, di EIKON Technology, sebelum memilih paket Microsoft 365, Anda bisa berkonsultasi dengan tim terlebih dulu. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menemukan versi dan tentunya paket langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft

Setelah merilis Windows 10 tahun 2015 lalu, di bulan Oktober 2021, Microsoft akhirnya meluncurkan sistem operasi baru mereka, Windows 11, Sistem operasi baru ini bisa Anda dapatkan secara gratis melalui PC dengan Windows 10 yang kompatibel. Bisa juga dengan membeli PC baru yang telah dipasangi Windows 11. Lalu, apa saja upgrade yang ditawarkan Microsoft dalam sistem operasi terbaru mereka ini? Apa saja perbedaan Windows 11 dengan para pendahulunya? Seperti apa spesifikasi PC yang mampu menjalankan sistem operasi ini? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari simak penjelasannya berikut. Bagaimana cara mendapatkan Windows 11? Microsoft memastikan bahwa sistem operasi terbaru mereka mudah untuk didapatkan, terutama bagi user yang telah menggunakan Windows. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan Windows 11: Membeli PC baru yang telah diinstal Windows 11 sebelumnya. Membeli PC dengan Windows 10 yang memenuhi syarat untuk free upgrade. Gunakan PC Health Check untuk mengetahui apakah PC Windows 10 Anda memenuhi syarat free upgrade. Spesifikasi PC untuk free upgrade Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, Anda bisa memasang sistem operasi terbaru Microsoft ini pada PC Windows 10. Lalu, apa saja spesifikasi PC yang dapat menjalankan Windows 11 ini? Memiliki prosesor setidaknya 1 GHz dengan minimal dua inti prosesor atau SoC 64-bit yang cocok. Kapasitas RAM minimal 4 GB. Kapasitas penyimpanan minimal 64 GB Memiliki firmware system EUFE dan mampu menjalankan Secure Boot. Trusted Platform Module 2.0 Display setidaknya 720p dengan 8-bit per saluran warna. Graphics Card minimal DirectX 12 dengan driver WDDM 2.0. Apa saja yang baru di Windows 11? Dengan durasi riset yang cukup panjang, kurang lebih selama 6 tahun, Windows 11 tentu memiliki beberapa upgrade yang tidak bisa Anda temukan pada para pendahulunya. Apa saja upgrade yang akan didapatkan? Perubahan letak Start menu dan Taskbar Photo Credit: Microsoft Windows Blog Perubahan yang langsung terlihat adalah letak Start menu dan juga Taskbar. Jika pada sistem operasi sebelumnya Start menu dibuat menjorok ke kiri, kini Anda bisa menemukannya di bagian tengah. Selain itu, Anda bisa langsung mengakses file dan riwayat penelusuran dari Start menu. Pintasan aplikasi (shortcut) juga masih bisa ditemukan dalam Start menu. Jika Anda menggunakan Microsoft 365, file juga akan otomatis tersinkronisasi dan bisa langsung muncul di Start menu. Namun pastikan Anda telah mengaktifkan sinkronisasi cloud Microsoft 365 sebelumnya. Baca juga: 5 Fitur Microsoft 365 Untuk Menunjang Remote Dan Hybrid Working Widgets Photo Credit: Microsoft Windows Blog Upgrade berikutnya adalah Widgets. Jika Windows 10 memiliki Taskbar Widgets, Windows 11 memiliki Widgets. Perbedaannya terletak pada feed yang ditampilkan. Widgets dibuat untuk bisa menyesuaikan kebutuhan Anda dengan memanfaatkan AI atau Artificial Intelligence serta jaringan web. Untuk mengakses Widgets, cukup gulirkan layar ke atas. Anda bisa langsung menemukan beberapa Widgets seperti Outlook calendar, To-Do list, weather, hingga galeri OneDrive. Konektivitas tanpa batas melalui Microsoft Teams Photo Credit: Microsoft Windows Blog Teams merupakan platform komunikasi dari Microsoft. Dengan Windows 11, Anda bisa menggunakan beberapa fitur bawaan Teams lebih mudah. Salah satunya adalah Chat. Cukup dengan satu klik, Anda sudah bisa melakukan chat, voice call, bahkan video call. Anda bisa menggunakan fitur ini meski lawan bicara tidak menggunakan Windows. Teams dapat melakukan dan menerima panggilan dari sistem operasi apa pun, sesame Windows, Mac, Android atau iOS. Kemampuan multitasking yang handal Salah satu poin utama yang diusung Windows 11 adalah kemampuan untuk multitasking. Dengan Snap Layouts, Groups, dan Desktop, Anda bisa berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain lebih cepat. Photo Credit: Microsoft Windows Blog Bukan hanya itu, pengaturan untuk device tambahan pun sekarang lebih praktis. Jika Anda menggunakan external monitor, sistem secara otomatis akan mengingat pengaturannya. Jadi, saat Anda memutuskan sambungan monitor dan kemudian menyambungkan kembali, Windows akan langsung kembali pada posisi sebelumnya. Kompatibilitas untuk gaming Salah satu hal yang menjadi sorotan saat Microsoft mengumumkan peluncuran Windows 11 adalah kemampuannya untuk gaming. Microsoft bahkan mengklaim bahwa sistem operasi terbaru mereka memang dirancang untuk keperluan gaming. Photo Credit: Microsoft Windows Blog Jika PC Anda sudah memiliki HDR display, maka fitur Auto HDR akan otomatis melakukan upgrade ke high dynamic range, sehingga rendering warna dan tingkat kecerahan pun lebih luas. Fitur Auto HDR ini juga bisa dinonaktifkan sesuai kebutuhan. Bukan hanya itu, sistem operasi ini juga sudah mendukung DirectStorage yang ada di Xbox. Jika Anda memasangkan fitur ini dengan NVMe serta DirectX 12 GPU maka load time game yang ada pada DirectStorage akan lebih singkat dan render pun lebih detail. Masih ada banyak hal lain yang ditawarkan oleh Microsoft lewat Windows 11. Jika Anda penasaran, tidak ada salahnya untuk langsung mencoba sistem operasi terbaru Microsoft ini. Untuk pengalaman yang lebih seamless dan produktif, Anda bisa melakukan sinkronisasi dengan Microsoft 365. Belum berlangganan Microsoft 365 dan tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya? Tidak perlu khawatir, EIKON Technology siap membantu Anda. EIKON Technology sebagai mitra resmi Microsoft di Indonesia menawarkan beragam produk dan solusi dari Microsoft secara legal dan tentunya aman. Klik di sini untuk mencoba paket gratis Microsoft 365 sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, School

5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM

Tanpa disadari, masa pandemi sedikit banyak telah mengubah dunia kerja. Ada banyak aspek pekerjaan yang mengalami transformasi digital. Salah satunya adalah aspek SDM atau sumber daya manusia. Transformasi digital menuntut SDM untuk memiliki skill digital yang mumpuni. Contoh sederhananya adalah perkara meeting. Saat ini, hampir semua meeting tatap muka beralih pada meeting online. Mau tidak mau, tiap SDM harus memiliki skill untuk mengoperasikan aplikasi untuk meeting online. Maka tidak mengherankan jika IT training adalah bagian penting dalam transformasi digital. Dengan mempersiapkan SDM sebaik mungkin, maka perusahaan pun tidak akan tertinggal dalam transformasi digital yang dinamis. Begitu pula dengan para lulusan universitas yang akan terjun ke dunia kerja. Sebaiknya mulai mempersiapkan diri dengan skill digital seawal mungkin. Untuk menjawab situasi tersebut, Microsoft melalui Microsoft Education menawarkan beberapa layanan untuk membantu perusahaan dan juga institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan skill digital SDM. Artikel kali ini, akan membahas beberapa platform Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan untuk tingkatkan skill digital. Microsoft Learn untuk mempelajari skill baru Photo Credit: imperioame (PxHere) Platform pertama dari Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan adalah Microsoft Learn. Learn merupakan platform belajar yang menyediakan materi untuk meningkatkan skill digital dan pemahaman dasar mengenai teknologi. Model pembelajaran Learn pun dibuat interaktif dan dinamis. Pengguna dapat membuat akun di Learn untuk mengakses fitur tambahan seperti collections dari Microsoft. Selain itu, progres belajar dapat dilacak dengan mudah. Kesulitan mengatur materi belajar? Anda bisa mengaktifkan fitur rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Persiapkan sistem training dengan Microsoft Learn for Educators Dalam menghadapi transformasi digital yang sangat dinamis, ada baiknya perusahaan memiliki sistem training sendiri untuk melatih skill SDM. Dalam merancang sistem training perusahaan, Anda tentu memerlukan instruktur yang terlatih. Microsoft Learn menyediakan segmen khusus untuk keperluan tersebut, yaitu Educators. Melalui Educators, perusahaan dapat membantu calon instruktur training dengan menyediakan kurikulum belajar serta materi pengajaran yang terstruktur. Layanan ini telah terhubung dengan layanan Microsoft lainnya seperti Azure, Azure AI, Azure Data, dan bahkan Power Platform. Dapatkan penilaian skill resmi melalui Microsoft Certifications Setiap proses pembelajaran tentu memerlukan tahap penilaian atau assessment untuk mengukur pemahaman peserta didik. Melalui segmen Certifications dari Microsoft Education, karyawan yang telah menyelesaikan training bisa mengikuti assessment dan mendapat sertifikat resmi berisi hasil pencapaian mereka. Proses assessment yang dilakukan Microsoft Education juga di-update secara rutin menyesuaikan perkembangan teknologi terkini. Dengan begitu, penilaian dan sertifikat yang didapat karyawan pun akan selalu relevan. Azure for Students, persiapan skill digital untuk mahasiswa Photo Credit: PxHere Untuk meningkatkan skill digital tidak harus dimulai saat masuk ke dunia kerja. Para mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan memanfaatkan platform digital sebagai media belajar. Salah satunya adalah Azure for Students dari Microsoft. Azure for Students memungkinkan mahasiswa untuk dapat membuat aplikasi sendiri, mengembangkan AI (Artificial Intelligence), hingga memanfaatkan big data Microsoft yang memiliki akses menuju 25 layanan Azure secara gratis. Kembangkan potensi melalui Azure Lab Services Jika sebelumnya ada layanan yang ditujukan untuk mahasiswa, Microsoft juga menyediakan Azure Lab Services Azure yang dirancang khusus untuk tenaga pendidik. Layanan ini memungkinkan pendidik untuk menyiapkan serta menyediakan akses ke VM (virtual machines) untuk mendukung jalannya kegiatan belajar di kelas. Dengan kelas virtual ini, pengajar tidak hanya sekadar mengajar di ruangan kelas, tetapi juga bisa memberikan training pada profesional hingga menjalankan hackathon atau kolaborasi pengembangan proyek software. Photo Credit: Rawpixel Itulah beberapa platform dari Microsoft Education, segmen khusus dari Microsoft yang memang ditujukan untuk keperluan pembelajaran, terutama yang masih berhubungan dengan dunia IT. Perusahaan Anda sedang menjalankan transformasi digital atau justru Anda merupakan bagian dari institusi pendidikan tingkat akhir yang ingin mempersiapkan para mahasiswa dengan skill digital terkini? Microsoft Education dengan platform belajarnya yang selalu update adalah solusi terbaik. Di mana saya dapat terhubung dengan seluruh platform Microsoft Education ini? Untuk saat ini, Anda bisa mendapatkannya secara legal melalui partner resmi yang telah ditunjuk oleh Microsoft. EIKON Technology sebagai salah satu partner resmi Microsoft di Indonesia siap menyediakan akses menuju layanan Microsoft Education. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi produk, klik di sini.

Google Slide, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint

Apa aplikasi presentasi favorit Anda? Apakah PowerPoint dari Microsoft yang memang banyak penggunanya atau justru Anda lebih suka aplikasi berbasis cloud seperti Slides buatan Google? Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi presentasi yang bisa Anda pilih. Namun hingga saat ini, aplikasi buatan raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft masih di atas angin. Selain karena kualitas yang sudah terbukti, aplikasi buatan Google dan Microsoft juga terus berinovasi untuk membantu pekerjaan Anda. Lalu, jika keduanya dibandingkan, mana yang akan keluar sebagai juaranya? The classic Microsoft PowerPoint atau justru aplikasi presentasi cloud based Google Slides? Cari tahu jawaban lengkapnya dalam ulasan berikut ini. Membandingkan Google Slides dan Microsoft PowerPoint Photo Credit: Airfocus (Unsplash) Baik Google maupun Microsoft memiliki keunggulannya masing-masing. Microsoft misalnya, telah terbukti mampu bertahan menjadi raksasa teknologi dan perangkat lunak sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1975. Kesuksesan Microsoft pun terus berlanjut saat mereka meluncurkan lini productivity software di tahun 1989. Meski sejarah Google belum sepanjang Microsoft, namun bukan berarti teknologi yang ditawarkan menjadi kalah saing. Sejak didirikan tahun 1998, Google mengalami perkembangan pesat. Salah satu temuannya, Google Search, menduduki peringkat pertama untuk kategori mesin pencari di internet. Di kategori productivity software, Google dan Microsoft pun terus bersaing. Artikel ini membahas salah satu aplikasi pada platform produktivitas mereka yaitu aplikasi presentasi, Google diwakili Slides dan Microsoft dengan PowerPoint. Dari kedua opsi tersebut, siapa juaranya? Dari segi fitur Saat membandingkan aplikasi, fitur selalu menjadi indikator penilaian. Melalui fitur, Anda bisa menilai kinerja aplikasi tersebut. Nah, bagaimana dengan Slides dan PowerPoint? Ciri khas dari Google Slides adalah model kerjanya. Aplikasi ini merupakan cloud based application. Artinya, semua data presentasi yang Anda buat di Slides tersimpan dalam server internet. Selain untuk membuat file presentasi standar, Slides juga memiliki fitur: Pilihan tema yang variatif. Hingga artikel ini dibuat, Google menyediakan 26 tema presentasi gratis. Embed video dan animasi. Simpan otomatis. Anda tidak perlu menekan tombol Save untuk menyimpan file. Revision History untuk melacak perubahan pada file. Dengan fitur ini juga Anda bisa mengembalikan file presentasi pada versi yang sebelumnya. Presentasi dapat dilakukan secara nirkabel dengan perangkat Chromecast, Airplay atau Hangouts. Photo Credit: Google Slides Sebagai aplikasi berbasis cloud, Google Slides juga sangat terbuka dengan sistem kerja kolaborasi real-time. Dengan Slides, Anda bisa mengerjakan file presentasi dengan beberapa orang sekaligus meski terpisah jarak yang jauh. Setelah membahas fitur-fitur Slides, mari mengupas fitur yang ditawarkan PowerPoint. Meski pada dasarnya PowerPoint bukan merupakan aplikasi berbasis cloud, namun Microsoft telah mengintegrasikan seluruh aplikasi produktivitas mereka melalui Microsoft 365. Ada pun fitur-fitur yang ditawarkan PowerPoint antara lain: Ratusan pilihan jenis font. Opsi transisi yang beragam hingga 8 jenis dan animasi hingga 37 jenis. Animasi PowerPoint juga dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Tema yang dapat diutak-atik sesuai dengan kebutuhan. Chart yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Proofread otomatis. Transfer file presentasi ke halaman web atau blog. Photo Credit: Microsoft PowerPoint Selain itu, Microsoft juga menawarkan beberapa fitur premium seperti PowerPoint Designer untuk membuat cinematic transitions, Broadcast Live untuk “menyiarkan” presentasi secara real-time, dan Presenter View untuk menampilkan file Anda pada layar yang berbeda. Fitur premium ini dapat dinikmati dengan berlangganan Microsoft 365 terlebih dulu. Dari segi harga Selain fitur, harga juga sering dijadikan poin pertimbangan saat memilih aplikasi presentasi. Nah, bagaimana perbandingan harga antara Google Slides dengan Microsoft PowerPoint. Jika Anda melihat Slides sebagai sebuah aplikasi tunggal, maka perbandingan harganya dengan PowerPoint akan sangat tidak seimbang. Sebab, PowerPoint adalah bagian dari Microsoft 365 yang merupakan rangkaian software berbayar. Sementara Slides sebagai aplikasi tunggal dapat digunakan secara gratis. Namun jika Anda ingin menghasilkan sebuah presentasi yang berkualitas, tidak ada salahnya untuk melakukan optimalisasi. PowerPoint dapat terintegrasi dengan seluruh aplikasi produktivitas Microsoft 365. Sedangkan Slides dapat disambungkan dengan Google Workplace  dan beragam aplikasi produktivitas di dalamnya. Tertarik menggunakan Microsoft 365 atau Google Workplace? Sebagai mitra resmi dari Microsoft dan Google, EIKON Technology menyediakan beberapa paket langganan yang bisa Anda pilih. Konsultasikan dengan tim dari EIKON Technology untuk berlangganan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Google Slides vs. Microsoft PowerPoint: Pilih yang mana? Lalu dari kedua pilihan aplikasi presentasi di atas, mana yang jadi juaranya? Untuk menentukan juaranya cukup sulit. Sebab, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya Anda mencari aplikasi yang ekonomis, Slides adalah juaranya. Namun jika Anda perlu fitur dengan model transisi dan animasi yang lebih variatif, PowerPoint pilihan nomor satu. Optimalisasi aplikasi juga masih sangat terbuka. Pada Slides, Anda bisa menghubungkannya dengan Google Workplace. Sedangkan PowerPoint memiliki integrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya dalam Microsoft 365. Itu dia perbandingan antara Google Slides dan Microsoft PowerPoint. Jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang optimalisasi aplikasi presentasi lewat masing-masing productivity software, jangan ragu untuk menghubungi EIKON Technology. Terafiliasi dengan Google dan Microsoft, EIKON Technology juga siap membantu Anda untuk berlangganan Google Workplace maupun Microsoft 365. Tunggu apa lagi, klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membangun Hubungan di Lingkungan Edukasi dengan Microsoft Teams

Baik bertatap muka langsung atau secara online, membangun hubungan yang baik merupakan bagian penting dalam pengalaman belajar seorang murid. Agar hal tersebut dapat terwujud walau di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, para guru dan murid pun mengandalkan teknologi modern seperti Microsoft Teams. Tentunya hal ini cukup menantang karena membutuhkan proses adaptasi, baik dari pihak guru maupun murid. Kabar baiknya, proses tersebut menjadi lebih mudah berkat fitur-fitur pendukung Microsoft Teams. Fitur-fitur ini tak hanya dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran, tapi juga membangun hubungan positif antara murid dan guru. Penggunaan Microsoft Teams sebagai “ruang kelas” baru Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Microsoft Teams menyediakan “ruang kelas” di ranah virtual yang memungkinkan guru dan murid untuk berkomunikasi secara mudah. Jadi, walaupun masing-masing orang berada di lokasi berbeda, mereka tetap bisa melakukan kolaborasi. Melalui Teams, guru bisa mengunggah tugas beserta panduan pengerjaannya. Di sisi lain, murid juga dapat menggunakan Teams untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu, bagaimana jika para murid harus berdiskusi dengan satu sama lain? Tak perlu khawatir, Microsoft Teams telah dilengkapi dengan fitur Breakout Rooms sebagai ruang berdiskusi. Sebagai contoh, guru bisa membagi kelas menjadi beberapa kelompok Breakout Rooms untuk mendiskusikan berbagai topik. Jadi, sambil berdiskusi, secara tidak langsung para murid juga bisa belajar untuk mengoperasikan teknologi. Penerapan teknologi inovatif untuk mendukung tumbuh kembang murid Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walau mungkin awalnya membutuhkan adaptasi, pembelajaran virtual melalui Microsoft Teams dapat membawa hikmah tersendiri bagi pengalaman belajar para murid. Perlu diingat bahwa seluruh rekaman diskusi dan tugas akan tersimpan dalam Teams. Kapan pun dibutuhkan, para murid bisa mengaksesnya dengan mudah. Tak hanya itu, platform Teams juga sangat bagus untuk mendukung murid yang mengambil kelas bahasa tertentu atau sedang mendalami bahasa baru. Teams telah menyediakan fitur Immersive Reader yang dapat diakses murid secara private. Fitur ini akan membantu murid untuk lebih mudah memahami bahasa baru sehingga bisa menyelesaikan tugas secara lebih akurat. Didukung dengan pemberian perangkat Windows 10 Photo Credit: Microsoft Education Blog Fungsi platform ruang kelas virtual seperti Microsoft Teams akan semakin optimal apabila dibarengi dengan penggunaan perangkat yang powerful. Untuk membantu para murid mendapatkan akses perangkat secara adil dan merata, Microsoft menyediakan program penyediaan laptop maupun tablet dengan harga terjangkau untuk kebutuhan edukasi. Mulai dari harga 219 Dolar AS atau sekitar Rp3 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan perangkat Windows 10 yang sangat pas untuk kebutuhan pembelajaran virtual. Bagi sekolah yang langsung membeli 15-300 perangkat Windows 10 untuk para murid, maka Microsoft akan memberikan harga lebih spesial. Perangkat-perangkat ini dirancang dengan perpaduan fitur yang menunjang pengalaman belajar murid, mulai dari daya tahan baterai yang lama, kamera untuk online class, hingga aneka aplikasi dan platform pembelajaran, termasuk salah satunya Microsoft Teams.   Menghadirkan “ruang kelas” baru, Microsoft membantu para guru dan murid untuk saling terhubung selama pembelajaran virtual berlangsung. Agar bisa merasakan fungsi dan manfaatnya secara maksimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft Teams secara premium. Namun, ingat, pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi berlangganan yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran virtual dengan Microsoft Teams!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management

  Sistem kerja hybrid maupun remote bagaikan dua sisi mata koin. Di satu sisi, perusahaan bisa tetap aktif selama pandemi melalui fleksibilitas kerja. Namun, di sisi lain, sistem tersebut dapat memicu burnout atau kelelahan yang teramat sangat pada banyak pekerja. Ada lebih banyak informasi yang harus diproses para pekerja seiring dengan beralihnya sistem kerja ke model remote atau hybrid. Alhasil, mereka pun mengalami yang namanya digital overload. Kabar baiknya, kondisi seperti ini sebetulnya dapat diatasi dengan menggunakan perangkat manajemen kerja yang tepat dan efektif. Collaborative Work Management dari Microsoft 365. Tak hanya membantu menghemat waktu melalui manajemen kerja yang sederhana, Microsoft Collaborative Work Management juga dapat mengoptimalkan hasil kerja kolaborasi selama kerja remote maupun hybrid. Mari berkenalan lebih jauh dengan Collaborative Work Management dari Microsoft melalui ulasan berikut ini. Ragam aplikasi kerja dalam satu platform Photo Credit: Microsoft Microsoft Collaborative Work Management dirancang untuk menyederhanakan manajemen kerja melalui serangkaian aplikasi yang dibuat khusus. Aplikasi-aplikasi ini memberikan struktur pada bagian-bagian yang kerap dianggap sepele dalam bisnis, tapi sebetulnya berpengaruh cukup besar terhadap produktivitas kerja: daftar tugas, status update, file-sharing, dan sebagainya. Melalui pendekatan yang lebih efisien dengan Microsoft Collaborative Work Management, Anda dan tim pun jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar berkolaborasi menyelesaikan kerja. Lantas, aplikasi seperti apa yang akan Anda temukan dalam Collaborative Work Management? Aplikasi tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. Pada fungsi manajemen kerja, aplikasi yang tersedia adalah Microsoft Lists, Microsoft To Do, Microsoft Planner, dan Tasks in Teams. Di samping itu, ada pula aplikasi SharePoint, OneDrive, dan Office yang fokus pada fungsi kolaborasi kerja. Walau menawarkan fungsi berbeda, seluruh aplikasi tersebut disatukan oleh Microsoft Teams, yang memang berfungsi sebagai central hub untuk Collaborative Work Management. Jadi, berbagai aplikasi tersebut bisa Anda temukan dalam satu platform terpusat sehingga memudahkan Anda untuk menjalankan fungsi kerja yang dibutuhkan. Bantu pengguna mencatat daftar prioritas tugas Photo Credit: Microsoft Di dunia kerja, tugas atau pekerjaan bisa datang dari mana saja, mulai dari sesama anggota tim, atasan, hingga klien. Hal ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mencatatnya secara rapi. Tidak mengherankan jika akhirnya Anda kebingungan untuk membuat daftar prioritas pekerjaan. Mulai sekarang, Anda bisa menghindari masalah tersebut dengan menggunakan Microsoft Collaborative Work Management. Berbagai aplikasi khusus di dalamnya memungkinkan Anda untuk mencatat daftar tugas secara efisien, lengkap dengan fitur notifikasi untuk membantu Anda memprioritaskan tugas-tugas tertentu. Berikut ini sejumlah aplikasinya:   Planner – Berfungsi mencatat tugas kelompok atau tim seperti peluncuran marketing campaign baru atau perancangan event. Anda dapat memantau pekerjaan untuk tim dan membagi tugas-tugas secara individual kepada setiap anggota.  To Do – Ditujukan untuk tugas individu yang memang harus Anda rampungkan sendiri. Contohnya adalah mengikuti online seminar atau tugas yang diberikan kepada Anda sebagai bagian dari tim. Aplikasi To Do juga telah terintegrasi dengan Planner, sehingga Anda bisa melihat tugas-tugas yang didelegasikan dari tim di samping tugas individu. Task in Teams – Aplikasi satu ini menampilkan seluruh daftar tugas dari Planner dan To Do. Jadi, jika Anda hanya ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap tugas, maka Task in Teams adalah solusinya. List – Berfungsi untuk memonitor tugas atau project yang sedang berlangsung dan memiliki banyak informasi. Contohnya seperti daftar onboarding untuk karyawan baru atau pengelolaan aset perusahaan.   Lebih mudah berbagi file dengan OneDrive dan SharePoint Photo Credit: Microsoft Agar kerja tim bisa berkualitas, maka dibutuhkan kolaborasi yang efisien dalam berkomunikasi, berdiskusi, mengedit kerjaan, dan sebagainya. Itulah kenapa penting bagi Anda dan tim untuk bisa bekerja bersama-sama secara real-time. Di sinilah aplikasi OneDrive dan SharePoint di dalam Microsoft Collaborative Work Management dapat membantu Anda. Kedua aplikasi tersebut menyediakan layanan berbagi file secara aman di seluruh platform Microsoft 365. Artinya, baik bekerja menggunakan Office Doc, List, atau aplikasi Microsoft lainnya, Anda dan tim bisa saling berbagi file tanpa harus berpindah platform. Lalu, jika Anda membuka file Word, Excel, atau PowerPoint dari dalam Teams, maka Anda dan tim bisa berkomunikasi via chat langsung di dalam file tersebut. Tidak ketinggalan fitur comments dan @mentions untuk mempermudah proses editing. Setiap anggota tim yang mendapat @mention, maka ia akan menerima notifikasi sehingga tak akan ada informasi penting yang terlewat. Demi keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mengatur akses izin terhadap file yang dibagikan. Dengan begini, bisa dipastikan bahwa hanya orang-orang dengan izin sajalah yang bisa mengakses file Anda.   Kerja kolaborasi secara remote maupun hybrid memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, Anda dan tim tetap bisa mendapatkan hasil optimal selama menggunakan Microsoft Collaborative Work Management sebagai perangkat manajemen kerja utama. Untuk mulai mengadaptasi Microsoft Collaborative Work Management dalam sistem kerja kolaborasi, Anda hanya perlu berlangganan Microsoft 365 edisi Business atau Enterprise melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memulai perjalanan kolaborasi kerja yang lebih efisien dengan Collaborative Work Management. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Scroll to Top