EIKON Technology

pembelajaran online

Google Workspace, School

Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran

  Tahun ajaran baru untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK resmi dimulai pada pertengahan Juli 2021 lalu. Rencana awal untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka terpaksa ditunda akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Para guru dan murid pun harus menghadapi tantangan baru. Tak hanya berusaha mempelajari materi baru, mereka juga harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Walau mungkin sulit, untungnya hal tersebut tak mustahil dilakukan berkat kehadiran Google Workspace for Education. Merupakan layanan berbasis cloud yang khusus dirancang untuk lembaga pendidikan, Google Workspace for Education menyediakan berbagai perangkat fungsional yang dapat membantu guru dan murid untuk kembali memulai pembelajaran, baik secara remote maupun hybrid. Aplikasi untuk mengoptimalkan aktivitas belajar dan mengajar Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran online adalah memastikan bahwa setiap murid mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari Google Workspace for Education, perangkat video conference Google Meet mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui Google Meet, guru dapat terhubung dan bertatap muka secara real-time dengan para murid. Beberapa guru bahkan mengintegrasikan papan tulis digital interaktif, Jamboard, ke dalam Google Meet sehingga para murid bisa saling bertukar ide hingga menambahkan gambar secara online. Di samping Google Meet, guru juga bisa menggunakan Google Forms untuk menilai kuis. Google Forms pun dapat dimanfaatkan untuk mengecek keadaan murid dengan memberikan kuesioner seputar kondisi mental mereka. Jika ada murid yang butuh konseling, Anda bisa langsung menjadwalkannya menggunakan Google Calendar. Dukungan untuk murid dan keluarga di luar lingkungan kelas Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Agar aktivitas pembelajaran bisa memberikan hasil optimal, bukan hanya guru dan murid yang harus terlibat, tapi juga orang tua atau wali murid. Salah satu contoh sederhananya adalah ketika orang tua mendampingi mereka selama mengerjakan tugas. Masalahnya, terkadang orang tua sudah memiliki kemauan untuk membantu sang anak, tapi mereka tidak mengerti harus menggunakan alat atau perangkat apa. Misalnya, saat hendak menghadiri kelas online via Google Meet, orang tua kesulitan menemukan tautan menuju kelas virtual tersebut. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan berbagai sumber daya untuk membantu orang tua dan wali murid mendukung pembelajaran anak. Beberapa sumber daya yang dimaksud adalah Google Families, panduan menggunakan Google Workspace for Education, hingga video panduan seputar toolkit khusus untuk wali murid. Lebih optimal dengan sistem keamanan dan privasi yang mumpuni Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Efektivitas pembelajaran tak bisa hanya didukung dengan perangkat fungsional, tapi juga harus aman. Selama menggunakan perangkat, Anda tak perlu khawatir karena Google telah membekalinya dengan sistem keamanan yang kuat dan mengutamakan privasi para pengguna. Menerapkan update otomatis, Google Workspace for Education pun akan selalu menjalankan sistem operasi terbaru dengan keamanan terkini. Tak ketinggalan adanya konsol Google Admin yang memungkinkan sekolah untuk mengonfigurasi kebijakan penggunaan Google Workspace for Education sesuai kebutuhan pembelajaran. Selain itu, Google juga menyediakan informasi seperti Safer Learning with Google for Education Guide dan Guardian’s Guide to Privacy and Security untuk mengedukasi wali murid soal sistem keamanan Google Workspace. Dengan begini, wali murid bisa lebih tenang selama anak mereka mengikuti pembelajaran. Jika berbicara tentang aktivitas pembelajaran, memang belum ada yang bisa menggantikan pertemuan tatap muka langsung. Namun, perangkat teknologi seperti Google Workspace for Education dapat membantu menjembatani kesenjangan sementara ini. Kabar baiknya lagi, cara berlangganan Google Workspace for Education sangatlah mudah karena Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology, partner resmi Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan trial Google Workspace for Education dan mulai berlangganan!

Google Meet

Kelebihan Google Meet untuk Pembelajaran Online

kelebihan Google Meet  – Selama ini, Google Meet mungkin lebih dikenal sebagai perangkat yang digunakan para pelaku bisnis untuk melakukan online video conference. Hal tersebut memang tidak salah, tapi sebetulnya Google Meet juga bisa digunakan untuk keperluan pembelajaran online. Terlebih, di masa pandemi seperti sekarang, masih banyak sekolah yang belum melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara tatap muka. Alhasil, banyak edukator dan pelajar yang akhirnya beralih menggunakan Google Meet sebagai “kelas” mereka. Memangnya, apa saja kelebihan Google Meet dalam mendukung pembelajaran online? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Belajar dari mana pun dan kapan pun Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Seperti yang telah Anda tahu, layanan utama Google Meet adalah panggilan video. Melalui layanan inilah pembelajaran online bisa dilaksanakan. Lalu, mengingat bahwa Google Meet beroperasi dengan terhubung pada internet, maka jarak dan waktu pun tak jadi masalah. Walaupun edukator dan para murid sedang berada di banyak tempat berbeda, mereka tetap bisa melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara virtual. Selain itu, kelebihan Google Meet untuk pembelajaran online juga terasa semakin optimal apabila Anda berlangganan Google Workspace. Dengan berlangganan, nantinya Anda bisa mengadakan kelas online dengan peserta mencapai 100-250, tergantung dari tipe langganan yang dipilih. Demi membantu para murid dalam mempelajari materi, video pembelajaran online dapat direkam dan langsung tersimpan pada akun Google Drive milik Anda. Alhasil, Anda bisa membagikannya dengan mudah kepada murid. Adanya fitur yang mendukung pembelajaran interaktif Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas belajar dan mengajar online adalah murid jadi pasif sehingga partisipasinya pun cenderung minim. Belum lagi jika para murid terdistraksi dengan hal-hal tertentu, wajar jika pembelajaran online jadi lebih menantang daripada kelas tatap muka. Untungnya, berbagai kelebihan Google Meet dapat membantu Anda melangsungkan sesi pembelajaran yang efektif melalui fitur-fitur pendukungnya. Salah satunya adalah fitur hand raising yang memungkinkan murid “mengangkat tangan” secara virtual apabila mereka ingin bertanya atau menyampaikan sesuatu. Tidak ketinggalan fitur papan tulis digital yang dapat digunakan jika murid ingin menuliskan atau menjelaskan hal tertentu. Dengan begini, diskusi kelas pun jadi lebih efektif. Lalu, untuk membantu murid agar lebih fokus mengikuti sesi kelas online, fitur background dapat diatur menjadi blur atau diganti sesuai preferensi masing-masing. Selain itu, kualitas video juga bisa dimaksimalkan dengan mengaturnya dalam mode low light. Kemudahan kontrol untuk moderator Photo Credit: Beci Harmony (Unsplash) Selain bertanggung jawab menyampaikan materi, guru atau edukator biasanya juga berperan sebagai moderator pada setiap sesi kelas online. Tak perlu bingung, berbagai fitur dan kelebihan Google Meet akan memudahkan peran Anda tersebut. Selama pembelajaran online berlangsung, Anda sebagai moderator berhak melakukan mute, pin, atau menghapus peserta. Untuk meminimalisir distraksi, moderator juga dapat menonaktifkan fitur chat di dalam video serta melakukan block terhadap peserta yang muncul di kelas online tanpa diundang sebelumnya. Tak hanya itu, moderator pun memiliki kontrol dalam menentukan peserta mana yang harus melakukan “knock” terlebih dulu untuk bergabung di kelas online. Kelebihan Google Meet tidak hanya berperan penting dalam aktivitas video conference di sektor bisnis, tapi juga pendidikan. Walaupun saat ini belum bisa tatap muka secara langsung, aktivitas belajar dan mengajar tetap bisa dilaksanakan secara online melalui Google Meet. Agar pembelajaran online bisa berlangsung lebih maksimal, upgrade layanan Google Meet ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Education. Terlebih, saat ini panggilan video gratis di Google Meet hanya dibatasi hingga enam puluh menit. Namun, dengan Google Meet versi premium, sesi kelas online bisa berlangsung lebih lama. Cara berlangganannya pun mudah, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google di Indonesia. Kalau mau mempelajari lebih banyak tentang Google Meet dan Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Segera upgrade Google Meet Anda untuk optimalkan pembelajaran online!

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Education

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran – Google for Education dirancang untuk mempermudah aktivitas belajar dan mengajar secara online. Manfaatnya semakin terasa di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, yang belum memungkinkan para pengajar dan murid bertatap muka langsung. Melalui pemakaian Google for Education, peningkatan mutu pembelajaran sangat mungkin dilakukan walau seluruh aktivitas bersifat online. Terlebih, Google for Education telah dibekali berbagai fitur baru yang akan semakin memaksimalkan kolaborasi pendidikan antara pengajar dan para murid. Fitur untuk pengajar dan pelaku pendidikan Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Sejak awal, Google berkomitmen menciptakan teknologi yang mampu membantu para pengajar dan pelaku pendidikan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Tentunya melalui fitur-fitur yang simpel, tepat sasaran, dan mampu membantu murid mereka memenuhi potensialnya. Analytics pada Google Classroom Tahun ini, akan ada banyak fitur baru yang disematkan pada Google Classroom. Salah satu yang paling diantisipasi adalah versi update dari analytics. Melalui fitur ini, para pengajar akan mengetahui data penggunaan murid sehingga bisa lebih cepat menyiapkan kelas online. Add-ons untuk Google Classroom Dengan adanya add-ons, para pengajar dapat menghubungkan perangkat third-party favorit mereka pada Google Classroom. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan akses lebih mudah untuk memonitor interaksi para murid di Google Classroom. Dari sini, pengajar bisa mengetahui murid mana yang masih tertinggal. Kontrol lebih pada Google Meet Peningkatan mutu pembelajaran juga diberikan Google melalui fitur baru pada Google Meet. Nantinya, pengajar akan memiliki kontrol lebih saat menggunakan Google Meet untuk kepentingan kelas online. Mereka berhak mengatur siapa saja yang bisa bergabung video call di Google Meet, mengaktifkan mute pada semua peserta, hingga mengakhiri panggilan pada semua peserta. Screen recording Sebagai sistem operasi yang menjadi tenaga utama di balik Google for Education, Chrome OS akan mendapat fitur baru berupa screen recording. Dengan fitur ini, pengajar dan murid dapat merekam video instruksi pembelajaran secara real-time. Fitur untuk para murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Berbagai fitur baru Google for Education tidak hanya bisa dirasakan oleh pengajar, tapi juga para murid. Terlebih, bagaimanapun juga, peningkatan mutu pembelajaran hanya bisa dilakukan dengan partisipasi dari para murid. Ini dia beberapa fitur baru tersebut. Fitur offline pada Google Classroom Kini aplikasi Google Classroom untuk perangkat Android dapat diakses secara offline. Dengan begitu, para murid bisa mengunduh tugas-tugas mereka dan menyelesaikannya tanpa perlu bergantung pada koneksi internet. Upload tugas Fitur baru lain yang juga akan disematkan pada Google Classroom adalah upload gambar untuk tugas essay atau tugas-tugas bersifat paper-based. Para murid pun bisa mengumpulkan tugas mereka dengan lebih mudah. Ragam fitur aksesibilitas Sejumlah fitur baru terkait fungsi aksesibilitas juga akan ditambahkan pada Google for Education demi peningkatan mutu pembelajaran. Contohnya kursor berwarna pada Chromebooks dan akses Switch yang memungkinkan murid untuk belajar dengan perangkat sesuai kebutuhan mereka. Emoji pada Google Meet Tahun ini, murid bisa menggunakan reaksi Emoji pada Google Meet. Fitur ini memudahkan murid untuk meningkatkan keterlibatan mereka selama kelas, tentunya dengan cara menyenangkan. Selain itu, nantinya Google Meet juga akan bisa diakses walau dengan low bandwidth sekali pun. Dengan begitu, murid dengan koneksi internet lemah tetap bisa mengikuti kelas secara efektif. Itulah sejumlah fitur baru yang tahun ini akan disematkan pada Google for Education. Melalui fitur-fitur tersebut, para pengajar dan murid dapat menjalani aktivitas belajar dan mengajar secara lebih mudah dan menyenangkan. Alhasil, peningkatan mutu pembelajaran pun tidak mustahil dilakukan walau di tengah pandemi sekali pun. Segera daftar menjadi pengguna Google for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu melakukan transisi sehingga nantinya Anda bisa menggunakan fitur-fitur tersebut secara maksimal. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Scroll to Top