EIKON Technology

sistem keamanan Google Workspace

Collaboration, Google Workspace, Productivity

Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Memperkuat Kolaborasi Kerja

Di tengah budaya kerja yang semakin bergeser ke arah hybrid, peran teknologi pun jadi semakin penting bagi banyak pekerja. Dengan tingkat fleksibilitas yang semakin tinggi, di mana banyak dari Anda yang bekerja secara remote dari tempat masing-masing, kebutuhan akan teknologi yang aman dan mengedepankan privasi pun ikut meningkat. Sebagai program andalan untuk menunjang produktivitas kerja, Google Workspace sejak awal dirancang dengan sistem keamanan dan privasi yang optimal. Seiring berjalannya waktu, berbagai update dan inovasi terus dilakukan demi memberikan rasa aman kepada para pengguna. Baru-baru ini, sistem keamanan Google Workspace kembali mendapatkan peningkatan. Tujuannya agar kolaborasi kerja menggunakan Google Workspace bisa semakin kuat karena para pengguna tak perlu khawatir akan privasi dan keamanan mereka. Inovasi apa saja yang diberikan Google terhadap sistem keamanan Workspace? Cek selengkapnya di bawah ini! Trust Rules, kontrol lebih bagi admin untuk mengatur data Photo Credit: Google Kolaborasi online dapat berjalan efektif apabila pertukaran ide dan informasi dapat berlangsung kondusif. Tak hanya membutuhkan pengelolaan file atau data secara tepat, tapi Anda juga harus memastikan bahwa data tersebut selalu berada di tangan yang tepat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sistem keamanan Google Workspace mendapatkan fitur baru bernama Trust Rules for Drive. Melalui Trust Rules, pihak administrator (admin) akan memiliki kontrol lebih dalam menentukan data yang dapat dibagikan, baik ke sesama karyawan internal maupun pihak eksternal. Berkat adanya aturan-aturan tersebut, admin berhak menerapkan pembatasan akses sharing secara spesifik untuk grup karyawan tertentu. Versi beta dari Trust Rules for Drive akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Nantinya, fitur keamanan satu ini hanya akan tersedia untuk pengguna langganan Google Workspace Enterprise dan Google Workspace Education Plus. Memperkuat privasi dan keamanan data dengan client-side encryption Photo Credit: Google Pada dasarnya, Google Workspace telah menggunakan sistem cryptography standar untuk mengenkripsi sejumlah data yang tersimpan dalam Google Cloud. Inovasi terbaru pada sistem keamanan Google Workspace akan memberikan Anda kontrol langsung terhadap kunci-kunci enkripsi tersebut serta layanan identitas yang Anda pilih untuk mengaksesnya. Dinamakan client-side encryption, fitur ini membuat data pengguna jadi tidak bisa diuraikan atau “dipecah” oleh Google. Namun, tenang saja, Anda tetap bisa menikmati beragam layanan Google Workspace seperti mengakses file di Drive dari perangkat mobile hingga berbagi file kepada pihak eksternal. Didukung dengan sistem enkripsi lain yang diterapkan Google, pengguna Google Workspace pun akan mendapatkan proteksi lebih terhadap data-data mereka. Hal ini tentu akan sangat membantu Anda dalam menyimpan data sensitif seperti riwayat medis pasien dan data finansial perusahaan. Lebih efektif mencegah data hilang melalui Drive Labels  Photo Credit: Google Sistem keamanan Google Workspace yang baru juga hadir dalam fitur bernama Drive Labels, yang memungkinkan Anda untuk mengklasifikasikan data-data di Drive. Dengan begini, Anda pun bisa mengelola dan menangani data-data tersebut secara tepat. Terintegrasi dengan sistem Data Loss Prevention (DLP), Drive Labels memberi kemampuan pada pihak admin untuk menetapkan aturan yang sesuai dengan level sensitivitas data. Jadi, semakin tinggi tingkat sensitivitas suatu data, maka akan semakin sulit untuk diakses sembarangan. Jika seandainya Anda lupa mengklasifikasikan data, tak perlu khawatir karena Drive Labels memiliki fitur klasifikasi otomatis yang dilakukan berdasarkan aturan DLP dari admin. Namun, fitur klasifikasi otomatis ini hanya akan tersedia pada edisi Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, dan Education Plus.   Berbagai inovasi pada sistem keamanan Google Workspace tersebut memberikan kepercayaan lebih kepada para penggunanya. Dengan begini, kolaborasi kerja pun bisa dilakukan tanpa mengkhawatirkan privasi dan keamanan. Namun, pastikan untuk berlangganan Google Workspace terlebih dulu agar dapat menggunakan fitur-fitur keamanan tersebut. Setidaknya ada empat edisi yang bisa Anda pilih untuk berlangganan Google Workspace sesuai kebutuhan. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan memberikan penjelasan kepada Anda dan membantu melakukan pendaftaran untuk berlangganan.

Info

Cegah Ancaman dan Penyalahgunaan, Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan

    Google Workspace tidak hanya dirancang untuk menunjang produktivitas harian, tapi juga agar bisa digunakan secara aman. Update sistem keamanan dilakukan secara rutin untuk melindungi pengguna dari potensi ancaman dan penyalahgunaan pihak tak bertanggung jawab. Dengan begitu, admin IT pun bisa memiliki kontrol penuh untuk mencegah terjadinya pembobolan keamanan pada sistem Google Workspace perusahaan. Mewujudkan hal tersebut, sejumlah fitur keamanan pun telah ditambahkan dalam Google Workspace pada pertengahan Mei 2021 lalu. Optimalisasi sistem Alert Center dengan pemasangan VirusTotal Photo Credit: Google Cloud Sistem keamanan Google Workspace telah dibekali dengan Alert Center, yang akan memberikan notifikasi real-time kepada admin IT jika ditemukan aktivitas janggal pada domain Google Workspace perusahaan. Melalui update keamanan edisi kali ini, Google mengoptimasi Alert Center dengan menambahkan program bernama VirusTotal. Berkat adanya integrasi VirusTotal dengan Alert Center pada sistem keamanan Google Workspace, kini pihak admin IT bisa mendapatkan laporan analisis terkait ancaman keamanan secara lebih mendetail. Namun, tenang saja, Google tidak akan membagi informasi pengguna kepada VirusTotal. Berikut beberapa elemen analisis yang disediakan VirusTotal untuk mendukung sistem keamanan Google Workspace:   Threat graph – Berdasarkan setiap ancaman yang muncul, VirusTotal akan menganalisis hubungan di antara ancaman-ancaman tersebut dan menampilkannya dalam bentuk grafik sehingga bisa lebih mudah dipahami. In-the-wild details – Menyediakan data rincian waktu dan geografis terkait kejadian ancaman keamanan hingga teknik-teknik yang umum digunakan pelaku kejahatan. Indicators of compromise – Memeriksa hubungan ancaman keamanan dengan unsur lain yang ada dalam database VirusTotal, sehingga memungkinkan analis untuk memetakan infrastruktur jaringan berbahaya seperti server command-and-control dan distribution sites.   Pemblokiran pengguna pada Google Drive Photo Credit: Google Cloud Sebagai bagian dari Google Workspace, Drive mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja melalui fitur penyimpanan dan share berbasis cloud. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa ancaman penyalahgunaan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab masihlah ada. Demi mencegah masalah tersebut, Google pun meningkatkan kontrol keamanan melalui fitur pemblokiran pengguna (user blocking). Fitur satu ini memungkinkan Anda untuk menghapus akses orang lain terhadap konten Anda di dalam Drive. Bahkan jika sebelumnya Anda pernah berbagi konten dengan orang tersebut, Anda tetap bisa menghapus aksesnya saat diperlukan. Tak hanya itu, Anda juga bisa memblokir pengguna tertentu agar tidak membagikan konten kepada Anda. Fitur ini dapat Anda gunakan terhadap pengguna yang sebelumnya pernah membagikan konten spam kepada Anda. Lalu, kini Anda dapat pula menghapus seluruh konten spam dari satu pengguna tertentu dalam waktu bersamaan. Pembatasan akses pihak ketiga dalam Google Workspace Photo Credit: Google Cloud Data perusahaan idealnya bersifat sensitif karena mengandung beragam informasi dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Untuk membantu Anda menjaga keamanan data yang tersimpan di Google Workspace, Google melakukan dua bentuk peningkatan terkait pembatasan akses data, yaitu pemblokiran seluruh akses OAuth 2.0 API dan akses kontekstual baru (context-aware) untuk aplikasi seluler dan desktop Google. Pemblokiran akses OAuth 2.0 API dilakukan melalui fitur kontrol akses aplikasi. Melalui fitur baru ini, admin dapat memblokir seluruh akses API pihak ketiga terhadap Google Workspace dan data pengguna. Saat semua cakupan OAuth 2.0 diblokir, maka pengguna tidak bisa memakai akun Google Workspace untuk sign in ke aplikasi dan website pihak ketiga mana pun. Sedangkan pada akses bersifat context-aware, admin dapat mengontrol akses menuju aplikasi berdasarkan elemen tertentu seperti identitas pengguna, lokasi, hingga IP address. Dengan begini, hanya pengguna dengan hak khusus yang bisa mengakses aplikasi-aplikasi tersebut.   Agar Anda dan tim bisa menggunakan Google Workspace dengan aman dan nyaman, sistem keamanan pun senantiasa mengalami pembaruan. Namun, fitur-fitur keamanan lanjutan tersebut baru bisa Anda dapatkan jika upgrade langganan Google Workspace ke edisi premium seperti Enterprise Standard dan Enterprise Plus. Di Indonesia, berlangganan Google Workspace dapat Anda lakukan dengan menghubungi partner resmi Google seperti EIKON Technology. Nantinya, Anda akan mendapat bantuan dari tim EIKON Technology dalam memilih edisi langganan Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan. Bahkan jika butuh panduan untuk mengoptimalkan sistem keamanannya, Anbisa juga bisa langsung menanyakan pada tim EIKON Technology. Jadi, jangan tunda lagi. Tingkatkan perlindungan Google Workspace Anda dengan upgrade langganan ke edisi premium!  

Collaboration, Google Workspace, Security, Technology

Konfigurasi Setting Keamanan Google di Device Google Workspace

  Demi memudahkan perusahaan dalam mengelola penggunaan Google Workspace, Google telah menyediakan platform khusus bernama Admin. Sesuai namanya, platform tersebut hanya bisa diakses oleh orang atau karyawan yang ditunjuk sebagai administrator untuk mengatur sistem keamanan google di device.  Admin telah dilengkapi dengan beragam fitur penunjang keamanan Google Workspace, salah satunya Endpoint Management. Melalui Endpoint Management inilah seorang administrator bisa melakukan konfigurasi setting keamanan pada perangkat-perangkat yang mengakses Google Workspace. Namun, jenis perangkat yang berbeda biasanya membutuhkan setting sistem keamanan Google Workspace yang berbeda pula. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahuinya. Pada perangkat mobile Photo Credit: NordWood Themes (Unsplash) Setidaknya ada dua konfigurasi utama yang bisa dilakukan pada perangkat mobile untuk menjaga keamanan Google Workspace beserta data di dalamnya. Kedua bentuk konfigurasi tersebut adalah password dan lock down. Berikut penjelasannya.   Akses menggunakan password   Photo Credit: NeONBRAND (Unsplash) Lindungi data Google Workspace di dalam perangkat mobile dengan mewajibkan pengguna mengaktifkan screen lock atau password pada perangkat tersebut. Apabila memungkinkan, sebaiknya tentukan juga komposisi password tersebut untuk meningkatkan keamanan. Anda bisa menentukan tipe password, standar tingkat keamanannya, hingga minimal jumlah karakter yang harus disertakan dalam password.   Lock down atau menghapus data pada perangkat yang hilang   Photo Credit: Kevin Ku (Pexels) Tidak ada orang yang ingin kehilangan smartphone mereka, tapi kejadian seperti ini tidak dapat diprediksi. Jika benar terjadi, tentu dapat membahayakan keamanan data di dalamnya. Pun ketika ada karyawan yang resign dari perusahaan, Anda harus memastikan bahwa ia tak lagi memiliki akses terhadap data-data yang tersimpan dalam Google Workspace pada perangkat mobile miliknya. Tak perlu khawatir, sistem keamanan Google Workspace memiliki fitur Lock Down yang memungkinkan Anda untuk menghapus akun kerja karyawan melalui platform Endpoint Management. Saat hal itu dilakukan, seluruh data pekerjaan di dalamnya juga akan ikut terhapus. Dengan begini, risiko data bocor pun bisa diminimalisir. Pada perangkat komputer atau desktop Photo Credit: Surface (Unsplash) Konfigurasi setting keamanan untuk perangkat Google Workspace tak hanya berlaku pada mobile, tapi juga perangkat komputer atau desktop. Bahkan jumlah fitur konfigurasi keamanan Google Workspace pada perangkat komputer relatif lebih banyak dari mobile. Apa saja? Aktifkan verifikasi endpoint Photo Credit: FLY:D (Unsplash) Dengan mengaktifkan sistem verifikasi endpoint pada perangkat komputer, Anda bisa menggunakan akses kontekstual (context-aware) untuk melindungi data perusahaan. Pada saat bersamaan, Anda juga akan mendapatkan informasi lebih tentang perangkat komputer yang mengakses data tersebut.   Batasi sinkronisasi Drive File Stream pada perangkat milik perusahaan   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Tahukah bahwa sebenarnya Anda bisa mengerjakan file Drive pada perangkat Windows atau MacOS tanpa harus menggunakan browser? Caranya adalah dengan memanfaatkan Drive File Stream. Namun, untuk menjaga keamanan Google Workspace dan seluruh data perusahaan Anda di dalamnya, batasi pengaturan sinkronisasinya. Sebaiknya, pastikan Drive File Stream hanya bisa dijalankan pada perangkat milik perusahaan yang telah terdaftar dalam inventory.   Gunakan Google Credential Provider for Windows (GCPW)   Photo Credit: Johny vino (Unsplash) Konfigurasi setting keamanan Google satu ini berlaku bagi Anda yang menggunakan perangkat komputer bersistem operasi Windows 10. Setelah sign in pada perangkat mereka menggunakan akun Google, pengguna harus melakukan 2-step verification dan sign-in challenges. Baru setelah itu pengguna bisa mengakses berbagai Google Workspace. Apabila mau, mereka juga bisa mengaktifkan fitur single sign-on (SSO) yang memungkinkan mereka untuk menggunakan aplikasi-aplikasi Google Workspace tanpa harus mengetik ulang username dan password akun Google.   Pada dasarnya, sistem keamanan Google Workspace telah dirancang secara optimal, baik untuk pengguna maupun data-data yang tersimpan di dalamnya. Walau begitu, mengingat ada banyak perangkat yang digunakan untuk mengakses Google Workspace, konfigurasi setting keamanan melalui Endpoint Management tetap perlu dilakukan. Tenang saja, platform Endpoint Management sudah termasuk bagian dari Google Workspace. Artinya, selama Anda berlangganan Google Workspace, maka Anda bisa menggunakan Endpoint Management tanpa biaya tambahan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang edisi langganan Google Workspace, langsung saja klik di sini atau hubungi EIKON Technology selaku re-seller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia!  

Scroll to Top