EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Sederhanakan dan Perkuat Proses Sign-in dengan Passkey untuk Pengguna

Google Workspace kini mengaktifkan penggunaan passkey sebagai alternatif sandi yang lebih sederhana, namun tetap aman untuk masuk ke Google Account. Selain itu, administrator Workspace sekarang juga dapat mengizinkan pengguna menggunakan passkey untuk melewati kata sandi saat masuk ke aplikasi Workspace. Fitur baru ini memberikan pilihan bagi pengguna untuk tidak memasukkan kata sandi dan masuk dengan biometrik (sidik jari atau pengenalan wajah) atau mekanisme pengunci layar di ponsel, laptop, atau desktop lainnya. Untuk saat ini, passkey Workspace tersedia dalam format open beta, yang berarti administrator bisa menggunakannya tanpa mendaftar dalam program beta apa pun. Passkey Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Passkey telah dirancang dengan mempertimbangkan privasi masing-masing pengguna. Saat pengguna sign-in dengan passkey ke aplikasi Workspace mereka, seperti Gmail atau Google Drive, sistem secara otomatis akan mengonfirmasi bahwa pengguna memiliki akses ke perangkatnya. Selanjutnya, pengguna dapat membuka kunci dengan sidik jari, pengenalan wajah, atau mekanisme pengunci layar lainnya. Data biometrik pengguna tidak akan dikirim ke server Google atau situs web dan aplikasi lain yang dapat membahayakan keamanan pengguna. Passkey merupakan metode sign-in baru tanpa kata sandi yang dapat menawarkan pengalaman autentikasi yang lebih nyaman dan aman di seluruh situs web maupun aplikasi. Passkey dirancang mengikuti standar industri dan telah tersedia di berbagai browser dan sistem operasi populer yang digunakan banyak orang setiap harinya, seperti Android, ChromeOS, iOS, macOS, dan Windows. Data awal Google (bulan Maret-April 2023) menunjukkan bahwa passkey 2x lebih cepat dan 4x lebih sedikit rawan kesalahan dibanding dengan password biasa. Baca juga: Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran Terhadap Keamanan Siber Passkey didasarkan pada protokol kriptografi kunci publik (public key cryptographic protocols) yang mendukung keamanan fisik, seperti Titan Security Key. Oleh karena itu, passkey dapat tahan terhadap phishing dan serangan online lainnya. Faktanya, penelitian Google telah menunjukkan bahwa passkey memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap bot otomatis, serangan phishing massal, dan serangan tertarget, dibandingkan dengan SMS, one-time password, dan bentuk lain dari two-factor authentication (2FA) tradisional. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teknis passkey, Anda bisa mengunjungi halaman berikut. Baca juga: Menimbang Kembali Open Source dan Keamanan Multicloud Mulai menggunakan passkey Administrator dapat mengizinkan pengguna di lingkungan kerja mereka untuk melewati kata sandi saat sign-in untuk masuk menggunakan passkey. Secara default, setelan ini nonaktif. Itu artinya, pengguna tidak dapat melewatkan sandi saat sign-in, tapi masih dapat membuat dan menggunakan passkey sebagai metode 2-Step Verification (2SV). Untuk mengaktifkan passkey, administrator cukup masuk ke konsol Admin dan kemudian masuk ke menu Security dan pilih opsi Passwordless. Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi end-user, setelah admin mengaktifkan passkey, silakan kunjungi g.co/passkeys untuk mulai sign-in tanpa menggunakan sandi atau metode 2 SV. Photo Credit: Google Workspace Updates Ketersediaan passkey Passkey Workspace telah tersedia dalam format open beta dan dirilis secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai dari tanggal 5 Juni 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan Cloud Identity. Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang Dengan Keamanan Data Otonom Passkey merupakan metode sign-in baru tanpa kata sandi yang dapat menawarkan pengalaman autentikasi yang lebih nyaman dan aman di seluruh situs web maupun aplikasi. Dengan passkey, Anda dapat sign-in lebih cepat, tanpa perlu mengorbankan keamanan. Selain passkey, Google Workspace telah melengkapi ekosistem kerja mereka dengan keamanan tingkat tinggi, melindungi Anda dari berbagai ancaman keamanan siber. Belum berlangganan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Business dan Workspace for Education yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat

Sering merasa sulit menemukan percakapan di Google Chat? Anda punya banyak percakapan yang menumpuk? Meski kedengarannya sepele, problem seperti ini juga bisa menghambat alur kerja Anda, terutama jika sudah dibiarkan terlalu lama. Sebagai solusi, Google baru saja meluncurkan fitur tambahan di Chat yang akan memudahkan Anda mencari percakapan. Bagaimana cara kerjanya? Fitur rapikan percakapan di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur terbaru Google Chat yang diperkenalkan dengan nama resmi “chat declutter” ini meningkatkan pengalaman chatting dengan menemukan dan mengakses percakapan Chat Anda yang paling relevan secara cepat. Chat declutter secara otomatis akan menyembunyikan pesan langsung (direct message) dan space Chat yang tidak aktif selama 7 hari terakhir. Fitur ini hanya aktif jika akun Anda memiliki lebih dari 10 percakapan dan tidak akan memengaruhi percakapan yang disematkan. Untuk menampilkan kembali percakapan atau space yang disembunyikan oleh chat declutter, Anda cukup mengeklik tombol More yang ada di bagian bawah daftar percakapan. Ini akan menampilkan seluruh percakapan dan space yang sebelumnya disembunyikan sistem. Untuk menyembunyikan kembali, klik Less. Baca juga: Smart Compose, Balas Pesan Google Chat Kini Jadi Makin Ringkas Mulai menggunakan chat declutter Untuk mulai menggunakan chat declutter ini tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Anda bisa langsung menggunakannya setelah fitur dirilis. Perilisan dilakukan secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal, mulai tanggal 2 Juni 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Baca juga: Peningkatan Tampilan Google Chat dengan Material Design 3 Percakapan makin mudah diikuti dengan kutipan Photo Credit: Google Workspace Updates Selain chat declutter, sebelumnya Google Chat juga telah meluncurkan kapabilitas quoting message atau mengutip pesan. Dengan begitu, Anda dapat mengutip pesan Chat yang dikirim sebelumnya untuk memberikan konteks pada respons yang Anda berikan. Katakanlah Anda ingin menjawab sebuah pertanyaan di space Google Chat, namun peserta lain sudah membahas topik lain. Agar peserta lain bisa segera menangkap pesan Anda, gunakan fitur ini dan kutip bubble pesan yang berisi pertanyaan sebagai rujukan. Sama seperti chat declutter, fitur quoting message ini pun tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. End-user bisa langsung menggunakannya di ruang percakapan setelah fitur dirilis. Ketersediaan fitur chat declutter Fitur chat declutter ini dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 2 Juni 2023, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Chat declutter tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace edisi apa pun dan juga bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Dengan hadirnya fitur chat declutter ini, percakapan dan space Anda di Google Chat pun akan terlihat lebih rapi. Menemukan percakapan penting pun jadi lebih mudah dan cepat. Menariknya lagi, fitur ini bisa langsung digunakan setelah perilisan selesai, tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun lagi. Selain Chat, rangkaian produktivitas Google Workspace masih memiliki berbagai aplikasi yang dilengkapi dengan fitur dan kapabilitas yang didesain khusus untuk memudahkan pekerjaan Anda. Belum menggunakan Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk kebutuhan bisnis dengan proses implementasi menyeluruh. Untuk informasi lengkap, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Smart Compose, Balas Pesan Google Chat Kini Jadi Makin Ringkas

Tahun 2023 ini Google merilis Smart Compose, sebuah kapabilitas yang didukung machine learning untuk memudahkan berbagai pekerjaan Anda dengan Workspace. Kapabilitas ini sudah lebih dulu diterapkan pada Gmail dan Google Docs, yang akan mempermudah Anda untuk menulis email dan dokumen berkualitas tinggi lebih cepat. Kini, Smart Compose hadir di Google Chat. Bagaimana cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Mengenal apa itu Smart Compose Photo Credit: Google Workspace Updates Smart Compose yang dikembangkan dengan machine learning ini akan menyarankan frasa kontekstual yang relevan saat Anda mengetik pesan. Ini akan menghemat waktu Anda dengan mengurangi penulisan berulang dan juga mengurangi kesalahan ejaan serta tata bahasa. Setelah sebelumnya dirilis untuk Gmail dan Docs, kini Smart Compose tersedia di Chat versi web. Dikombinasikan bersama Smart Reply, sebuah tool yang akan menyarankan balasan singkat untuk tiap pesan, kapabilitas ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan rekan kerja lebih cepat, sehingga alur kerja pun dapat berjalan secara efisien. Smart Compose di Chat Banyak pelanggan Google Workspace yang mengandalkan Chat untuk kebutuhan komunikasi langsung mereka. Dengan berbagai fitur dan kapabilitas di dalamnya, Chat dapat membantu Anda tetap menyeimbangkan prioritas kerja dengan mudah tanpa kehilangan konektivitas dengan rekan kerja. Ditambah dengan Smart Compose, Anda bisa menulis pesan balasan lebih cepat dan lebih mudah, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Untuk Google Chat, kapabilitas Smart Compose telah dilengkapi dengan dukungan bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Prancis, dan juga Italia. Baca juga: Peningkatan Tampilan Google Chat dengan Material Design 3 Mulai menggunakan Smart Compose Photo Credit: pvproduction (Freepik) Kapabilitas Smart Compose di Google Chat tidak membutuhkan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Smart Compose Chat akan menyesuaikan pengaturan dan preferensi pribadi end-user yang menggunakannya. Namun untuk penggunaan Workspace skala besar, administrator dapat menetapkan pengaturan default seragam yang berlaku di seluruh lingkungan kerja. Setelah peluncuran, Smart Compose akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan dengan menghapus tanda centang pada opsi “Enable predictive suggestions as you compose a message on web and desktop” di bawah menu Smart Compose dalam pengaturan Chat. Saat kapabilitas ini aktif, maka Anda akan menemukan icon “tab” di sebelah kata yang sedang diketikkan. Ketika Anda melihat saran kalimat atau frasa yang cocok, tekan tombol tab pada keyboard untuk menggunakan saran tersebut. Detail lebih lanjut mengenai Smart Compose bisa Anda baca dalam dokumentasi berikut. Baca juga: Google Chat Luncurkan Konfigurasi Announcement-Only untuk Space Manager, Apa Fungsinya? Ketersediaan kapabilitas Photo Credit: yanalya (Freepik) Smart Compose untuk Google Chat dirilis dalam format extended rollout untuk domain rilis cepat mulai tanggal 5 Juni 2023 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 26 Juni 2023 (kemungkinan akan memakan waktu paling lambat 15 hari untuk visibilitas fitur). Kapabilitas Smart Compose ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kini Admin Dapat Menginstal Google Chat untuk Direct Message Workspace, Bagaimana Caranya? Setelah berhasil diterapkan dengan mulus di Gmail dan Google Docs, kapabilitas Smart Compose kini hadir di aplikasi perpesanan Chat. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda dapat membalas pesan lebih cepat sehingga alur kerja pun akan makin efisien. Untuk mengoptimalkan Smart Compose dan berbagai fitur lain dari Chat, jangan lupa berlangganan Google Workspace dengan pilihan edisi sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Peningkatan User Interface Tool Email Log Search di Google Workspace

Untuk meningkatkan aksesibilitas rangkaian produktivitas Workspace, Google baru saja meluncurkan pembaruan antarmuka (interface) Email Log Search atau ELS. Pembaruan ini hadir untuk membantu administrator dalam menemukan informasi lebih cepat. Untuk detail selengkapnya mengenai pembaruan ini, mari simak ulasan berikut. Peningkatan user interface tool Email Log Search Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace baru saja memperbarui tampilan antarmuka (user interface) untuk tool Email Log Search atau ELS mereka. Pembaruan ini hadir untuk membantu administrator dalam menemukan informasi yang relevan dengan lebih cepat, baik saat kueri mereka sederhana maupun dinamis, Setelah pembaruan, admin dapat menggunakan tab Predefined search untuk penelusuran dasar, seperti: Semua pesan hari ini, kemarin, atau 7 hari terakhir. Pesan yang dikirim atau diterima dalam domain Anda sejak kemarin. Administrator kini juga dapat mengakses tab Custom search saat ingin memperluas parameter pencarian. Ini akan memungkinkan Anda memasukkan informasi tambahan, seperti ID pesan atau IP pengirim ke bidang yang telah ditentukan sebelumnya untuk pencarian yang lebih cepat. Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas baru ini memungkinkan administrator segera menemukan dan menyelesaikan masalah pesan email yang hilang, melihat status pesan setelah terkirim, dan banyak lagi. Dengan kata lain, pembaruan ini membantu administrator tetap mengikuti aliran email di domain mereka, terlepas dari jumlah akun yang mereka kelola di Workspace. Baca juga: Notifikasi Email dari Google Workspace Kini Tersedia di Alert Center Mulai memanfaatkan tool ELS membantu Anda menemukan email yang hilang dan memecahkan masalah mengapa email tidak terkirim. Anda juga dapat memeriksa status email setelah dikirim, termasuk informasi tentang label pesan, lokasi pesan, apakah pesan ditandai sebagai spam, dan apakah pesan dihapus setelah dikirim. ELS memungkinkan Anda mencari pesan dengan berbagai jenis kriteria: Berdasarkan pengirim atau penerima di lingkungan kerja Anda. Berdasarkan alamat email, alamat IP, atau domain. Dalam rentang waktu yang telah ditentukan atau dalam rentang tanggal khusus yang ditentukan. Dikirim ke Google Groups atau ke milis lain yang masih ada dalam perusahaan Anda.  Menemukan email dengan pencarian standar ELS Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Reporting > Email Log Search. Klik tab Predefined search. Nantinya, saat Anda menggunakan ELS kembali, tab ini akan menjadi setelan default. Pada tab Predefined search, pilih opsi: Opsi Penjelasan All messages from today Telusuri semua pesan yang dikirim ke atau dari semua pengguna di perusahaan Anda selama hari ini, mulai pukul 12.00 waktu setempat. All messages since yesterday Telusuri semua pesan yang dikirim ke atau dari semua pengguna di perusahaan Anda dalam 48 jam terakhir. Rentang waktu 48 jam dimulai pada hari sebelumnya, pukul 12.00 waktu setempat. All messages in the last 7 days Telusuri semua pesan yang dikirim ke atau dari semua pengguna di perusahaan Anda dalam 7 hari terakhir. Rentang waktu 7 hari dimulai 7 hari sebelum hari ini, pukul 12.00 waktu setempat. Messages sent from your domain since yesterday Telusuri semua pesan keluar yang dikirim dari domain Anda dalam 48 jam terakhir. Messages received from your domain since yesterday Telusuri semua pesan masuk yang dikirim ke penerima di domain Anda dalam 48 jam terakhir. Klik Search. Hasil penelusuran akan ditampilkan dalam rentang waktu 1 menit hingga 1 jam, menyesuaikan banyaknya pesan yang ditelusuri. Baca juga: Cara Mengatur Visibilitas Warning Banner Gmail Email Melalui Kontrol Admin Baru Ketersediaan Peningkatan kapabilitas ELS ini dirilis secara bertahap, mulai dari tanggal 7 Juni 2023, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk keseluruhan visibilitas). ELS tersedia untuk Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching & Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline Starter, dan Frontline Standard. Baca juga: Fitur Baru untuk Email Marketing dari Gmail, Apa Saja Email Log Search atau ELS membantu administrator Workspace menemukan email yang hilang dan memecahkan masalah mengapa email tidak terkirim. Anda juga dapat memeriksa status email setelah dikirim, termasuk informasi tentang label pesan, lokasi pesan, apakah pesan ditandai sebagai spam, dan apakah pesan dihapus setelah dikirim. Untuk menikmati kapabilitas ini, Anda dapat berlangganan Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Di samping implementasi solusi, kami juga menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan kesesuaian produk dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Meet, Google Workspace

Peningkatan Kapabilitas untuk Menerima atau Menolak Permintaan Bergabung di Google Meet

Untuk menerima peserta rapat baru di Google Meet, sistem akan menampilkan kotak dialog penerimaan. Sayangnya, hal ini terkadang dapat mengganggu akses ke fitur rapat lainnya. Belum lagi, jika jumlah peserta yang masuk banyak, maka tampilan kotak dialog pun akan lebih besar sehingga memakan lebih banyak ruang layar. Sebagai solusi, Meet menghadirkan pembaruan. Seperti apa? Pembaruan pengalaman penerimaan peserta Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, kotak dialog penerimaan peserta akan menghalangi akses menuju fitur rapat lain di Meet. Selain itu, karena kotak dialog memakan begitu banyak ruang layar, host akan cenderung cepat menerima permintaan bergabung, tanpa mengecek ulang peserta yang masuk atau bahkan langsung menutup jendela notifikasi.  Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk pengalaman yang lebih baik, Meet kini memindahkan kotak dialog permintaan bergabung ke people panel. Di sini, pengguna dapat meluangkan waktu untuk meninjau permintaan bergabung tanpa mengganggu pengalaman rapat secara keseluruhan dan tanpa memblokir fungsionalitas fitur rapat Meet lainnya. Baca juga: Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio Cara menambahkan peserta rapat Anda dapat menambahkan orang ke rapat video di Google Meet sebelum atau saat rapat berjalan. Selain itu, Anda juga dapat mengeluarkan peserta selama rapat. Menambahkan ke rapat yang sedang berlangsung Menambahkan orang ke rapat Di kanan bawah, klik People > Add people. Masukkan nama atau alamat email > Send email. Bagikan info untuk bergabung ke rapat Di kanan bawah, klik meeting details. Klik Copy joining info. Tempel detail rapat ke dalam email atau aplikasi lain > Send email. Menambahkan beberapa peserta sekaligus Anda dapat dapat menambahkan beberapa peserta sekaligus ke rapat Meet. Namun, hanya penyelenggara rapat yang dapat melihat atau menyetujui permintaan untuk bergabung dalam rapat. Penyelenggara rapat harus tetap berada di rapat untuk menyetujui permintaan. Saat muncul permintaan untuk bergabung ke rapat, klik Admit  atau Deny entry. Klik View all saat Anda memiliki beberapa peserta yang menunggu untuk bergabung dalam rapat. Pilih opsi: Di sebelah nama, klik Admit or Deny entry untuk menerima atau menolak peserta satu per satu. Klik Admit all atau Deny all untuk menerima atau menolak semua peserta sekaligus. Mengeluarkan peserta rapat Arahkan kursor ke kotak peserta yang ingin dikeluarkan. Klik More options > Remove from the call. Mengeluarkan peserta yang tidak terlihat dalam layar Di kanan bawah, klik Show everyone. Di sebelah peserta yang ingin dikeluarkan, klik More actions. Pilih Remove from the call. Di kotak dialog yang terbuka, pilih opsi berikut: Untuk mengeluarkan peserta, pilih Remove. Untuk mengeluarkan dan menandai peserta sebagai penyalahgunaan, pilih Fill out an abuse report. Untuk memastikan peserta tak lagi bergabung kembali ke rapat, pilih Block. Penting untuk diingat, jika Anda memblokir pengguna, mereka hanya diblokir dari rapat saat ini atau rapat serentak yang menggunakan dengan kode rapat yang sama. Mereka masih dapat bergabung dengan rapat lain yang Anda selenggarakan. Untuk mengizinkan pengguna yang terblokir bergabung kembali, mereka harus diundang kembali secara manual dari dalam rapat. Bagi pengguna Google Workspace, jika permohonan bergabung peserta ditolak dua kali, mereka tidak akan bisa mengajukan permintaan bergabung kembali. Penyelenggara rapat harus mengundang kembali peserta secara manual. Baca juga: Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya? Ketersediaan update Update Google Meet ini dirilis secara utuh, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 7 Juni 2023 (1-3 hari untuk visibilitas fitur), sementara domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 15 Juni 2023 (1-3 hari untuk visibilitas fitur). Update terbaru Meet ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Dengan hadirnya update dari Google Meet ini, Anda dapat menambahkan peserta tanpa perlu mengurangi fungsionalitas dari fitur lainnya. Rapat virtual dengan Meet pun akan terasa makin mulus, meski dihadiri banyak peserta. Untuk mengoptimalkan berbagai fitur dan kapabilitas Google Meet, Anda dapat berlangganan rangkaian produktivitas Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google, kami hanya menyediakan produk resmi bergaransi. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Cara Manfaatkan Google Document AI dan Google Workspace untuk Menjalankan SAP Build Process Automation

SAP Build Process Automation dirancang untuk mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Platform ini membantu pengembang untuk mendigitalkan alur kerja inti dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) pada tugas manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Google Cloud dan SAP merespons hal ini dengan menyediakan alat terintegrasi yang secara mendasar dapat mengubah cara bisnis beroperasi sekaligus menciptakan nilai bagi pelanggan mereka. Dengan fokus untuk membawa otomatisasi proses ke tingkat yang lebih maju dan menghilangkan inefisiensi dari alur kerja, SAP meluncurkan integrasi dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace untuk pelanggan SAP Build Process Automation. Integrasi ini dapat mengurangi atau menghilangkan banyak tugas yang berulang dan rawan kesalahan, sehingga perusahaan dapat membantu menghemat uang dan beroperasi lebih produktif. Inovasi dengan pemanfaatan AI Photo Credit: Rawpixel.com (Freepik) Kemajuan berkelanjutan dalam sistem digital dan teknologi canggih memperkenalkan peluang baru untuk memikirkan kembali alur kerja. SAP menyadari peran yang dapat dimainkan oleh otomatisasi bertenaga AI dalam mengubah alur kerja, dan bahwa manfaat dari melakukannya melampaui penghematan waktu dasar dan pemotongan biaya. Dengan memasukkan Google Cloud Document AI ke dalam aplikasi, SAP Build Process Automation membantu pelanggannya di lini bisnis dan mengintegrasikan beberapa aplikasi sambil membuka akses ke machine learning yang diatur. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Machine learning dan otomatisasi proses dapat mendorong efisiensi dengan SAP S/4HANA Pelanggan yang menggunakan SAP S/4HANA dapat membangun peningkatan alur kerja ke dalam semua proses inti utama, seperti entri pesanan, pembuatan faktur, posting aset, dan banyak lainnya, membantu mereka menjadi lebih cepat dan lebih efisien dalam prosesnya. Google Cloud Document AI mengekstrak elemen kunci — termasuk alamat, nomor artikel, harga, kuantitas, dan banyak. Otomatisasi terintegrasi dapat mendorong hasil untuk pemrosesan faktur dan pesanan pembelian Photo Credit: Google Workspace Updates Contoh peningkatan yang telah dilakukan integrasi ini pada SAP Build Process Automation adalah penggunaan AI, alat produktivitas, dan otomatisasi untuk memproses pesanan pembelian. Di masa lalu, pekerja harus memilih pesanan yang relevan di akun Gmail mereka secara manual dan mengekstrak data kunci dari file PDF besar, termasuk tanggal pesanan, detail pemasok, nomor artikel, jumlah, harga satuan, dan jumlah total. Kemudian, pekerja harus memasukkan semua item baris satu per satu ke dalam sistem SAP S/4HANA. Kini, pelanggan dapat mengekstrak dan mengatur data secara otomatis oleh Google Workspace dan Document AI. Ini bekerja dengan mengekstrak data yang ada dalam lampiran Gmail, mengunduhnya ke Google Drive, dan mengekstrak bidang menggunakan model pra-latihan Document AI. Alat tersebut kemudian memasukkan informasi pesanan gabungan dari Google Sheets ke dalam SAP S/4HANA. Otomatisasi ini akan menghindari masalah audit dan kepatuhan. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning SAP dan Google Cloud menjalankan otomatisasi Pencapaian proses bisnis yang paling akurat dan efisien dimungkinkan dengan kerangka kerja otomatisasi yang menyematkan aplikasi kolaborasi dan produktivitas sambil memberikan akses ke machine learning kepada pengguna. SAP Build Process Automation dikombinasikan dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace telah terbukti menjadi katalis dalam mendorong inovasi dan transformasi bisnis bagi pelanggan di berbagai industri, yang menghasilkan rata-rata 22-30% waktu pemasaran lebih cepat dan keuangan yang signifikan. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Google Cloud dan SAP membangun solusi mempercepat nilai bisnis, kunjungi halaman ini. Anda juga dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang SAP Build Process Automation di sini. Baca juga: Menghubungkan Data SAP Lewat Cloud Data Fusion dengan Google Cloud Cortex Framework Untuk memulai transformasi Anda hari ini, pilih wilayah Platform Teknologi Bisnis SAP terbaik untuk Anda. Jika Anda belum menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business dan Workspace for Education, dengan prosedur implementasi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail versi Web, Makin Terintegrasi

Pada awal tahun 2022 lalu, Google telah mengumumkan antarmuka pengguna (user interface atau UI) baru dan tampilan terintegrasi yang dapat disesuaikan untuk Gmail, menghadirkan aplikasi penting seperti Gmail, Chat, dan Meet di satu lokasi terpadu. Mulai bulan November 2022, antarmuka pengguna ini akan menjadi pengalaman standar untuk Gmail, tanpa opsi untuk kembali ke “tampilan asli”. Dengan UI baru, pengguna masih dapat mengubah tema Gmail, jenis kotak masuk, dan lainnya melalui pengaturan cepat. Perubahan tampilan Gmail versi web Photo Credit: Google Workspace Updates Antarmuka Gmail ini telah diperbarui dengan tampilan dan nuansa Material 3, versi terbaru dari sistem desain open source milik Google. Tampilan terintegrasi dengan Gmail, Chat, Spaces, dan Meet di sisi kiri jendela juga akan menjadi standar bagi pengguna yang telah mengaktifkan Chat. Melalui pengaturan cepat, Anda dapat menyesuaikan antarmuka baru ini untuk menyertakan aplikasi yang paling penting bagi Anda, baik itu Gmail sendiri atau kombinasi Gmail, Chat, Spaces, dan Meet. Hal ini memudahkan untuk tetap mengetahui hal-hal penting dan mengurangi kebutuhan untuk beralih di antara berbagai aplikasi, jendela, atau tab. Dengan Chat yang sekarang tersedia di sebelah kiri, pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk melakukan konfigurasi Chat di sisi kanan Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan antarmuka Gmail ini Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi khusus Help Center Google atau blog Google The Keyword. Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Tampilan Gmail versi web terbaru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain terjadwal dengan kecepatan rilis yang berbeda. Namun perilisan sama-sama dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 8 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Baca juga: Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja? Ketersediaan fitur Antarmuka baru ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun antarmuka Gmail versi web baru ini masih belum tersedia bagi mereka yang berlanggan Google Workspace Essentials. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Dengan hadirnya tampilan Gmail versi web yang baru ini, Anda bisa lebih mudah terhubung dengan berbagai aplikasi Google lainnya seperti Chat dan Meet. Itu artinya, Anda bisa langsung bergabung ke virtual meeting melalui email yang masuk ke inbox. Dengan kata lain, pembaruan ini akan menyederhanakan pekerjaan, karena Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara mudah dan seamless tanpa berpindah aplikasi atau tab di peramban. Ingin mulai menerapkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Trust Rules untuk File Google Drive Kini Tersedia untuk Umum, Apa yang Berubah

Pada Juli 2022 lalu Google mengumumkan open beta untuk trust rules berbagi file di Google Drive. Mulai awal November 2022 ini, fitur tersebut akan tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang memenuhi syarat. Lalu, apa yang berubah setelah trust rules Drive tersedia untuk umum? Mengenal apa itu trust rules file Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Trust rules atau aturan kepercayaan akan memberikan administrator lebih banyak kontrol terhadap bagaimana file dapat dibagikan, baik di dalam maupun di luar perusahaan mereka. Misalnya, admin dapat membatasi apa yang dapat diakses oleh departemen tertentu dibandingkan dengan departemen lain yang masih ada di satu perusahaan. Trust rules dapat diaktifkan melalui konsol Admin. Setelah diaktifkan, aturan ini akan menggantikan “Sharing options” di bagian Google Drive di konsol Admin. Setelan berbagi Drive yang ada akan otomatis menjadi trust rules. Namun perlu diingat, perubahan ini ini tidak akan mengubah setelan berbagi atau konfigurasi keamanan yang ada. Berikut adalah beberapa kegunaan trust rules di Google Drive: Mengatur file pengguna yang dapat dibagikan dengan pengguna lain, baik dalam lingkup internal maupun eksternal. Mengatur pengguna mana yang dapat menerima file dari pengguna internal atau eksternal. Mengatur pengguna internal atau eksternal mana yang dapat diundang dan menambahkan item ke drive bersama Trust rules memberikan fleksibilitas dalam menetapkan batasan kolaborasi. Itu artinya, aturan ini dapat membantu Anda mengamankan informasi sensitif dan menjaga kepatuhan terhadap standar dan peraturan keamanan perusahaan. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing Di Google Drive Mulai mengaktifkan trust rules Photo Credit: Google Workspace Updates Mengaktifkan trust rules ini memerlukan pengaturan dari administrator di lingkup kerja Anda. Untuk detail pengaturannya dapat Anda simak pada penjelasan di bawah ini: Admin: Admin yang memenuhi syarat dapat mengaktifkan fitur ini di konsol Admin dengan masuk ke menu Rules > Turn on trust rules. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai trust rules pada file Google Drive, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Pengguna akhir: Pengaturan trust rules dari Admin akan menentukan dengan siapa Anda dapat berbagi dan berkolaborasi file Google Drive. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Ketersediaan fitur  Fitur trust rules untuk Google Drive ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal secara bersamaan. Rilis penuh selesai pada tanggal 8 November 2022. Trust rules Google Drive tersedia untuk para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Enterprise Standard, Education Plus, dan juga Education Standard Customers. Namun fitur ini masih belum tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan juga Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic serta G Suite Business. Baca juga: Potong Dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya trust rules di Google Drive, Anda dapat membuat kebijakan terperinci untuk mengontrol siapa yang bisa mendapatkan akses ke file Google Drive. Kebijakan Anda bahkan dapat berlaku untuk pengguna individu, organizational unit (OU), maupun domain. Google Drive terus berupaya untuk meningkatkan keamanan data para pengguna, salah satunya adalah dengan menghadirkan trust rules ini. Kini Anda dapat menikmatinya dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google untuk Indonesia. Untuk informasi mengenai instalasi dan penerapan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum 30 Januari 2023

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum Pada tanggal 16 Mei 2022 lalu, Google mengumumkan timeline untuk migrasi Sites lama. Tahun 2022 ini Google memang sudah berencana untuk memigrasikan Sites. Agar pengalaman migrasi pengguna lebih mulus, Google menyediakan jeda waktu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2022 lalu. Per 1 Desember 2022 (sebelumnya 1 Juni 2022) nanti, pengguna Google Sites tidak dapat lagi mengubah Sites lama yang tersisa di domain. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2023 nanti, Sites lama tidak akan dapat ditampilkan lagi, kecuali jika sudah dikonversikan ke Google Sites baru. Namun pada tanggal 1 November 2022 lalu, timeline tersebut mengalami perubahan karena Google ingin memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Sites. Artikel kali ini akan membahas timeline baru tersebut serta apa saja yang harus Anda lakukan agar bisa tetap menggunakan Sites. Perubahan timeline Google Sites Photo Credit: Rawpixel Pada tanggal 1 November 2022 lalu, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Google Workspace untuk memigrasikan Google Sites lama ke Google Sites baru. Berikut adalah perubahan timeline yang diumumkan: Pada tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Desember 2022), Google akan mulai mematikan fitur penyuntingan di Google Sites lama yang masih ada di domain pengguna. Sites lama Anda akan tetap bisa dibuka hingga terjadi konversi otomatis ke Sites baru. Setelah tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Januari 2023), Google akan mulai mengonversikan Sites lama ke draf Sites baru untuk ditinjau ulang oleh pemilik situs. Jika draf sesuai, Anda bisa langsung menerbitkannya dan mengekspor arsip statis situs ke Google Takeout. Sites lama Anda akan dihapus setelah proses konversi otomatis selesai. Jangan lupa untuk melihat file CSV yang disertakan setelah konversi otomatis domain Anda selesai untuk semua Sites lama yang tidak berhasil melalui proses konversi otomatis Google. Baca juga: Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut! Hingga 30 Januari 2023, admin dan pemilik situs dapat secara manual mengonversi Sites lama ke Sites baru menggunakan Classic Sites Manager atau alat konversi. Tinjau setelan domain situs Anda sebelum 30 Januari 2023 untuk memastikan migrasi otomatis berhasil. Anda akan diberitahu setelah semua situs di domain Anda telah dimigrasikan. Ini mungkin memakan waktu beberapa bulan untuk domain Anda, tergantung pada jumlah dan kompleksitas situs Anda. Sementara itu, Anda dapat memeriksa status situs Anda di Classic Sites Manager. Mulai melakukan migrasi Photo Credit: Rawpixel Migrasi Sites ini memerlukan pengaturan dari administrator sekaligus penyesuaian dari end-user Google Workspace. Simak panduan berikut ini untuk memastikan migrasi di ekosistem kerja Anda berjalan dengan mulus. Admin dan end-user Google Workspace: Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara mengonversi Sites lama ke Sites baru, termasuk fungsionalitas Sites baru dan yang ditingkatkan, dan Classic Sites Manager untuk membantu transisi pengguna Anda. Tinjau hal-hal penting yang perlu diketahui tentang migrasi Sites klasik di Google Sites Migration Guide untuk administrator dan end-user. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Untuk memastikan transisi yang mulus, kami menyarankan praktik terbaik berikut saat memigrasikan situs Anda: Buat arsip Sites lama Anda menggunakan fungsi “Download” massal di Classic Sites Manager sehingga Anda dapat merujuknya nanti, jika diperlukan. Perlu diingat, karena cara kerja setelan berbagi di Sites baru berbeda dari Sites klasik, selalu periksa setelan berbagi Anda setelah konversi. Periksa apakah Anda berbagi dengan audiens yang diinginkan sebelum menerbitkan situs. Di samping itu, Anda juga dapat mengontrol apakah kolaborator dapat berbagi situs Anda dengan pengguna lain atau menerbitkan situs dalam setelan berbagi. Secara default, semua situs yang dikonversi sekarang menonaktifkan setelan ini. Jika opsi berbagi Sites lama domain Anda berbeda dari izin berbagi Drive, konfirmasikan bahwa akses disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain Anda. Google juga telah mengumumkan bahwa timeline transisi ini akan berbeda untuk pengguna dengan akun Google pribadi. Informasi lengkap mengenai transisi akun pribadi bisa Anda lihat di sini. Ketersediaan transisi Photo Credit: Rawpixel Konversi otomatis dari Google Sites lama ke baru berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Agar proses migrasi Anda dari Google Sites lama ke baru berjalan mulus, pastikan untuk mengikuti panduan di atas. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas konversi otomatis dari Google yang dikombinasikan dengan Classic Sites Manager untuk proses transisi yang efisien. Google Sites sendiri merupakan sebuah layanan yang hadir untuk memudahkan pelanggan Google Workspace dalam merancang situs dengan lebih efisien. Layanan ini bekerja optimal dengan berbagai layanan Workspace. Tertarik untuk mulai menerapkan Workspace di ekosistem kerja Anda? EIKON Technology menghadirkan solusinya untuk Anda. Dengan layanan yang menyeluruh, kami memastikan proses implementasi Google Workspace akan berjalan lancar. Konsultasikan kebutuhan produktivitas Anda sekarang juga dengan kami, klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 kemarin, Google mengumumkan beberapa pembaruan terkait layanan yang mereka tawarkan. Salah satunya datang dari aplikasi spreadsheet berbasis cloud andalan mereka, GSheets. Apa pembaruan yang dihadirkan Google di GSheets? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini! Tampilan timeline GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google memperkenalkan smart canvas, sebuah inovasi kolaborasi kerja secara real-time. Kapabilitas ini terus dikembangkan di berbagai aplikasi dan layanan Google, termasuk GSheets. Paling baru, Google memperkenalkan tampilan timeline di spreadsheet mereka yang memungkinkan pengguna untuk melacak proyek di GSheets. Visual baru ini menampilkan informasi proyek yang disimpan di Spreadsheet, seperti tanggal mulai dan berakhirnya tugas, deskripsi, dan pemilik. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Cara menggunakan tampilan timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul pada GSheets pengguna, baik itu yang tergabung dalam Google Workspace kelompok maupun yang terdaftar melalui akun pribadi Google. Baik administrator maupun end-user tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati tampilan timeline ini. Tampilan timeline baru GSheets ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan berbagai informasi proyek dan dapat membantu Anda untuk mengelola berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk melacak digital marketing campaign, perkembangan proyek, hingga jalannya kolaborasi kerja yang melibatkan beberapa divisi kerja sekaligus. Rincian tambahan Dengan mengeklik card yang ada di dalam timeline, Anda bisa langsung melihat informasi lebih lanjut tentang proyek di sidebar. Anda juga dapat melihat timeline Anda pada berbagai interval waktu (hari, minggu, bulan, kuartal, tahun, dan bahkan beberapa tahun sekaligus). Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Mulai menggunakan tampilan timeline Opsi tampilan baru ini akan muncul otomatis pada halaman awal GSheets pengguna. Artinya, tidak diperlukan pengaturan apa pun dari administrator. Untuk mulai membuat timeline, Anda cukup masuk ke menu Insert > Timeline > Select a data range > Configure the attributes in the timeline settings sidebar. Setelah timeline dibuat, Anda dapat melihatnya pada interval waktu yang berbeda, melompat ke tanggal saat ini, mengubah tampilan visual timeline dengan menyesuaikan jarak, menggunakan warna, dan banyak lagi. Untuk petunjuk penggunaan fitur secara lengkap Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini hadir melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 2 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 16 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Timeline tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Namun timeline tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic, G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Tampilan timeline baru dari GSheets ini hadir untuk memudahkan pengguna Google Workspace dalam menjalankan produktivitas kolaboratif mereka. Selain fitur baru di Sheets ini, Workspace juga menghadirkan inovasi kolaborasi lainnya melalui smart canvas. Optimalkan kolaborasi kerja di perusahaan atau instansi Anda dengan Google Workspace! Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menghadirkan solusi kolaborasi Workspace resmi dan berlisensi. Untuk memulai proses implementasi Anda, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top