EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Cara Manfaatkan Google Document AI dan Google Workspace untuk Menjalankan SAP Build Process Automation

SAP Build Process Automation dirancang untuk mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Platform ini membantu pengembang untuk mendigitalkan alur kerja inti dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) pada tugas manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Google Cloud dan SAP merespons hal ini dengan menyediakan alat terintegrasi yang secara mendasar dapat mengubah cara bisnis beroperasi sekaligus menciptakan nilai bagi pelanggan mereka. Dengan fokus untuk membawa otomatisasi proses ke tingkat yang lebih maju dan menghilangkan inefisiensi dari alur kerja, SAP meluncurkan integrasi dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace untuk pelanggan SAP Build Process Automation. Integrasi ini dapat mengurangi atau menghilangkan banyak tugas yang berulang dan rawan kesalahan, sehingga perusahaan dapat membantu menghemat uang dan beroperasi lebih produktif. Inovasi dengan pemanfaatan AI Photo Credit: Rawpixel.com (Freepik) Kemajuan berkelanjutan dalam sistem digital dan teknologi canggih memperkenalkan peluang baru untuk memikirkan kembali alur kerja. SAP menyadari peran yang dapat dimainkan oleh otomatisasi bertenaga AI dalam mengubah alur kerja, dan bahwa manfaat dari melakukannya melampaui penghematan waktu dasar dan pemotongan biaya. Dengan memasukkan Google Cloud Document AI ke dalam aplikasi, SAP Build Process Automation membantu pelanggannya di lini bisnis dan mengintegrasikan beberapa aplikasi sambil membuka akses ke machine learning yang diatur. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Machine learning dan otomatisasi proses dapat mendorong efisiensi dengan SAP S/4HANA Pelanggan yang menggunakan SAP S/4HANA dapat membangun peningkatan alur kerja ke dalam semua proses inti utama, seperti entri pesanan, pembuatan faktur, posting aset, dan banyak lainnya, membantu mereka menjadi lebih cepat dan lebih efisien dalam prosesnya. Google Cloud Document AI mengekstrak elemen kunci — termasuk alamat, nomor artikel, harga, kuantitas, dan banyak. Otomatisasi terintegrasi dapat mendorong hasil untuk pemrosesan faktur dan pesanan pembelian Photo Credit: Google Workspace Updates Contoh peningkatan yang telah dilakukan integrasi ini pada SAP Build Process Automation adalah penggunaan AI, alat produktivitas, dan otomatisasi untuk memproses pesanan pembelian. Di masa lalu, pekerja harus memilih pesanan yang relevan di akun Gmail mereka secara manual dan mengekstrak data kunci dari file PDF besar, termasuk tanggal pesanan, detail pemasok, nomor artikel, jumlah, harga satuan, dan jumlah total. Kemudian, pekerja harus memasukkan semua item baris satu per satu ke dalam sistem SAP S/4HANA. Kini, pelanggan dapat mengekstrak dan mengatur data secara otomatis oleh Google Workspace dan Document AI. Ini bekerja dengan mengekstrak data yang ada dalam lampiran Gmail, mengunduhnya ke Google Drive, dan mengekstrak bidang menggunakan model pra-latihan Document AI. Alat tersebut kemudian memasukkan informasi pesanan gabungan dari Google Sheets ke dalam SAP S/4HANA. Otomatisasi ini akan menghindari masalah audit dan kepatuhan. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning SAP dan Google Cloud menjalankan otomatisasi Pencapaian proses bisnis yang paling akurat dan efisien dimungkinkan dengan kerangka kerja otomatisasi yang menyematkan aplikasi kolaborasi dan produktivitas sambil memberikan akses ke machine learning kepada pengguna. SAP Build Process Automation dikombinasikan dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace telah terbukti menjadi katalis dalam mendorong inovasi dan transformasi bisnis bagi pelanggan di berbagai industri, yang menghasilkan rata-rata 22-30% waktu pemasaran lebih cepat dan keuangan yang signifikan. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Google Cloud dan SAP membangun solusi mempercepat nilai bisnis, kunjungi halaman ini. Anda juga dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang SAP Build Process Automation di sini. Baca juga: Menghubungkan Data SAP Lewat Cloud Data Fusion dengan Google Cloud Cortex Framework Untuk memulai transformasi Anda hari ini, pilih wilayah Platform Teknologi Bisnis SAP terbaik untuk Anda. Jika Anda belum menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business dan Workspace for Education, dengan prosedur implementasi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace

Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail versi Web, Makin Terintegrasi

Pada awal tahun 2022 lalu, Google telah mengumumkan antarmuka pengguna (user interface atau UI) baru dan tampilan terintegrasi yang dapat disesuaikan untuk Gmail, menghadirkan aplikasi penting seperti Gmail, Chat, dan Meet di satu lokasi terpadu. Mulai bulan November 2022, antarmuka pengguna ini akan menjadi pengalaman standar untuk Gmail, tanpa opsi untuk kembali ke “tampilan asli”. Dengan UI baru, pengguna masih dapat mengubah tema Gmail, jenis kotak masuk, dan lainnya melalui pengaturan cepat. Perubahan tampilan Gmail versi web Photo Credit: Google Workspace Updates Antarmuka Gmail ini telah diperbarui dengan tampilan dan nuansa Material 3, versi terbaru dari sistem desain open source milik Google. Tampilan terintegrasi dengan Gmail, Chat, Spaces, dan Meet di sisi kiri jendela juga akan menjadi standar bagi pengguna yang telah mengaktifkan Chat. Melalui pengaturan cepat, Anda dapat menyesuaikan antarmuka baru ini untuk menyertakan aplikasi yang paling penting bagi Anda, baik itu Gmail sendiri atau kombinasi Gmail, Chat, Spaces, dan Meet. Hal ini memudahkan untuk tetap mengetahui hal-hal penting dan mengurangi kebutuhan untuk beralih di antara berbagai aplikasi, jendela, atau tab. Dengan Chat yang sekarang tersedia di sebelah kiri, pengguna tidak lagi memiliki opsi untuk melakukan konfigurasi Chat di sisi kanan Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan antarmuka Gmail ini Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi khusus Help Center Google atau blog Google The Keyword. Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Tampilan Gmail versi web terbaru ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain terjadwal dengan kecepatan rilis yang berbeda. Namun perilisan sama-sama dilakukan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 8 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Baca juga: Tampilan Terintegrasi Gmail Baru, Terhubung dengan Aplikasi Apa Saja? Ketersediaan fitur Antarmuka baru ini tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Namun antarmuka Gmail versi web baru ini masih belum tersedia bagi mereka yang berlanggan Google Workspace Essentials. Baca juga: Aplikasi Gmail Sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video Dengan hadirnya tampilan Gmail versi web yang baru ini, Anda bisa lebih mudah terhubung dengan berbagai aplikasi Google lainnya seperti Chat dan Meet. Itu artinya, Anda bisa langsung bergabung ke virtual meeting melalui email yang masuk ke inbox. Dengan kata lain, pembaruan ini akan menyederhanakan pekerjaan, karena Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. Selain Gmail, Google Workspace juga memiliki beberapa aplikasi lain yang saling terintegrasi, seperti Google Chat, Meet, Slides, Docs, dan juga Sheets. Menggunakan Workspace memungkinkan Anda untuk bekerja secara mudah dan seamless tanpa berpindah aplikasi atau tab di peramban. Ingin mulai menerapkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda? EIKON Technology sebagai authorized partner Google siap membantu implementasi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Trust Rules untuk File Google Drive Kini Tersedia untuk Umum, Apa yang Berubah

Pada Juli 2022 lalu Google mengumumkan open beta untuk trust rules berbagi file di Google Drive. Mulai awal November 2022 ini, fitur tersebut akan tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang memenuhi syarat. Lalu, apa yang berubah setelah trust rules Drive tersedia untuk umum? Mengenal apa itu trust rules file Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Trust rules atau aturan kepercayaan akan memberikan administrator lebih banyak kontrol terhadap bagaimana file dapat dibagikan, baik di dalam maupun di luar perusahaan mereka. Misalnya, admin dapat membatasi apa yang dapat diakses oleh departemen tertentu dibandingkan dengan departemen lain yang masih ada di satu perusahaan. Trust rules dapat diaktifkan melalui konsol Admin. Setelah diaktifkan, aturan ini akan menggantikan “Sharing options” di bagian Google Drive di konsol Admin. Setelan berbagi Drive yang ada akan otomatis menjadi trust rules. Namun perlu diingat, perubahan ini ini tidak akan mengubah setelan berbagi atau konfigurasi keamanan yang ada. Berikut adalah beberapa kegunaan trust rules di Google Drive: Mengatur file pengguna yang dapat dibagikan dengan pengguna lain, baik dalam lingkup internal maupun eksternal. Mengatur pengguna mana yang dapat menerima file dari pengguna internal atau eksternal. Mengatur pengguna internal atau eksternal mana yang dapat diundang dan menambahkan item ke drive bersama Trust rules memberikan fleksibilitas dalam menetapkan batasan kolaborasi. Itu artinya, aturan ini dapat membantu Anda mengamankan informasi sensitif dan menjaga kepatuhan terhadap standar dan peraturan keamanan perusahaan. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing Di Google Drive Mulai mengaktifkan trust rules Photo Credit: Google Workspace Updates Mengaktifkan trust rules ini memerlukan pengaturan dari administrator di lingkup kerja Anda. Untuk detail pengaturannya dapat Anda simak pada penjelasan di bawah ini: Admin: Admin yang memenuhi syarat dapat mengaktifkan fitur ini di konsol Admin dengan masuk ke menu Rules > Turn on trust rules. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai trust rules pada file Google Drive, Anda bisa mengunjungi halaman ini. Pengguna akhir: Pengaturan trust rules dari Admin akan menentukan dengan siapa Anda dapat berbagi dan berkolaborasi file Google Drive. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Ketersediaan fitur  Fitur trust rules untuk Google Drive ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal secara bersamaan. Rilis penuh selesai pada tanggal 8 November 2022. Trust rules Google Drive tersedia untuk para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Enterprise Standard, Education Plus, dan juga Education Standard Customers. Namun fitur ini masih belum tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Frontline, dan juga Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic serta G Suite Business. Baca juga: Potong Dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Dengan hadirnya trust rules di Google Drive, Anda dapat membuat kebijakan terperinci untuk mengontrol siapa yang bisa mendapatkan akses ke file Google Drive. Kebijakan Anda bahkan dapat berlaku untuk pengguna individu, organizational unit (OU), maupun domain. Google Drive terus berupaya untuk meningkatkan keamanan data para pengguna, salah satunya adalah dengan menghadirkan trust rules ini. Kini Anda dapat menikmatinya dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google untuk Indonesia. Untuk informasi mengenai instalasi dan penerapan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum 30 Januari 2023

Pelanggan Google Workspace, Jangan Lupa Migrasikan Sites Lama Anda sebelum Pada tanggal 16 Mei 2022 lalu, Google mengumumkan timeline untuk migrasi Sites lama. Tahun 2022 ini Google memang sudah berencana untuk memigrasikan Sites. Agar pengalaman migrasi pengguna lebih mulus, Google menyediakan jeda waktu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2022 lalu. Per 1 Desember 2022 (sebelumnya 1 Juni 2022) nanti, pengguna Google Sites tidak dapat lagi mengubah Sites lama yang tersisa di domain. Kemudian pada tanggal 1 Januari 2023 nanti, Sites lama tidak akan dapat ditampilkan lagi, kecuali jika sudah dikonversikan ke Google Sites baru. Namun pada tanggal 1 November 2022 lalu, timeline tersebut mengalami perubahan karena Google ingin memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Sites. Artikel kali ini akan membahas timeline baru tersebut serta apa saja yang harus Anda lakukan agar bisa tetap menggunakan Sites. Perubahan timeline Google Sites Photo Credit: Rawpixel Pada tanggal 1 November 2022 lalu, Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka memberikan perpanjangan waktu bagi para pengguna Google Workspace untuk memigrasikan Google Sites lama ke Google Sites baru. Berikut adalah perubahan timeline yang diumumkan: Pada tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Desember 2022), Google akan mulai mematikan fitur penyuntingan di Google Sites lama yang masih ada di domain pengguna. Sites lama Anda akan tetap bisa dibuka hingga terjadi konversi otomatis ke Sites baru. Setelah tanggal 30 Januari 2023 (sebelumnya 1 Januari 2023), Google akan mulai mengonversikan Sites lama ke draf Sites baru untuk ditinjau ulang oleh pemilik situs. Jika draf sesuai, Anda bisa langsung menerbitkannya dan mengekspor arsip statis situs ke Google Takeout. Sites lama Anda akan dihapus setelah proses konversi otomatis selesai. Jangan lupa untuk melihat file CSV yang disertakan setelah konversi otomatis domain Anda selesai untuk semua Sites lama yang tidak berhasil melalui proses konversi otomatis Google. Baca juga: Google Sites Adalah Platform untuk Web Designing, Cek Fitur Barunya Berikut! Hingga 30 Januari 2023, admin dan pemilik situs dapat secara manual mengonversi Sites lama ke Sites baru menggunakan Classic Sites Manager atau alat konversi. Tinjau setelan domain situs Anda sebelum 30 Januari 2023 untuk memastikan migrasi otomatis berhasil. Anda akan diberitahu setelah semua situs di domain Anda telah dimigrasikan. Ini mungkin memakan waktu beberapa bulan untuk domain Anda, tergantung pada jumlah dan kompleksitas situs Anda. Sementara itu, Anda dapat memeriksa status situs Anda di Classic Sites Manager. Mulai melakukan migrasi Photo Credit: Rawpixel Migrasi Sites ini memerlukan pengaturan dari administrator sekaligus penyesuaian dari end-user Google Workspace. Simak panduan berikut ini untuk memastikan migrasi di ekosistem kerja Anda berjalan dengan mulus. Admin dan end-user Google Workspace: Kunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari cara mengonversi Sites lama ke Sites baru, termasuk fungsionalitas Sites baru dan yang ditingkatkan, dan Classic Sites Manager untuk membantu transisi pengguna Anda. Tinjau hal-hal penting yang perlu diketahui tentang migrasi Sites klasik di Google Sites Migration Guide untuk administrator dan end-user. Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Transisi Google Sites Untuk memastikan transisi yang mulus, kami menyarankan praktik terbaik berikut saat memigrasikan situs Anda: Buat arsip Sites lama Anda menggunakan fungsi “Download” massal di Classic Sites Manager sehingga Anda dapat merujuknya nanti, jika diperlukan. Perlu diingat, karena cara kerja setelan berbagi di Sites baru berbeda dari Sites klasik, selalu periksa setelan berbagi Anda setelah konversi. Periksa apakah Anda berbagi dengan audiens yang diinginkan sebelum menerbitkan situs. Di samping itu, Anda juga dapat mengontrol apakah kolaborator dapat berbagi situs Anda dengan pengguna lain atau menerbitkan situs dalam setelan berbagi. Secara default, semua situs yang dikonversi sekarang menonaktifkan setelan ini. Jika opsi berbagi Sites lama domain Anda berbeda dari izin berbagi Drive, konfirmasikan bahwa akses disetel dengan benar untuk semua pengguna di luar domain Anda. Google juga telah mengumumkan bahwa timeline transisi ini akan berbeda untuk pengguna dengan akun Google pribadi. Informasi lengkap mengenai transisi akun pribadi bisa Anda lihat di sini. Ketersediaan transisi Photo Credit: Rawpixel Konversi otomatis dari Google Sites lama ke baru berlaku bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic maupun G Suite Business. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi Dengan Visitor Sharing di Google Drive Agar proses migrasi Anda dari Google Sites lama ke baru berjalan mulus, pastikan untuk mengikuti panduan di atas. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas konversi otomatis dari Google yang dikombinasikan dengan Classic Sites Manager untuk proses transisi yang efisien. Google Sites sendiri merupakan sebuah layanan yang hadir untuk memudahkan pelanggan Google Workspace dalam merancang situs dengan lebih efisien. Layanan ini bekerja optimal dengan berbagai layanan Workspace. Tertarik untuk mulai menerapkan Workspace di ekosistem kerja Anda? EIKON Technology menghadirkan solusinya untuk Anda. Dengan layanan yang menyeluruh, kami memastikan proses implementasi Google Workspace akan berjalan lancar. Konsultasikan kebutuhan produktivitas Anda sekarang juga dengan kami, klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets

Pada gelaran Google Cloud Next ’22 kemarin, Google mengumumkan beberapa pembaruan terkait layanan yang mereka tawarkan. Salah satunya datang dari aplikasi spreadsheet berbasis cloud andalan mereka, GSheets. Apa pembaruan yang dihadirkan Google di GSheets? Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut ini! Tampilan timeline GSheets Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Google memperkenalkan smart canvas, sebuah inovasi kolaborasi kerja secara real-time. Kapabilitas ini terus dikembangkan di berbagai aplikasi dan layanan Google, termasuk GSheets. Paling baru, Google memperkenalkan tampilan timeline di spreadsheet mereka yang memungkinkan pengguna untuk melacak proyek di GSheets. Visual baru ini menampilkan informasi proyek yang disimpan di Spreadsheet, seperti tanggal mulai dan berakhirnya tugas, deskripsi, dan pemilik. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Cara menggunakan tampilan timeline Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini secara otomatis akan muncul pada GSheets pengguna, baik itu yang tergabung dalam Google Workspace kelompok maupun yang terdaftar melalui akun pribadi Google. Baik administrator maupun end-user tidak perlu melakukan pengaturan tambahan untuk menikmati tampilan timeline ini. Tampilan timeline baru GSheets ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah berinteraksi dengan berbagai informasi proyek dan dapat membantu Anda untuk mengelola berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk melacak digital marketing campaign, perkembangan proyek, hingga jalannya kolaborasi kerja yang melibatkan beberapa divisi kerja sekaligus. Rincian tambahan Dengan mengeklik card yang ada di dalam timeline, Anda bisa langsung melihat informasi lebih lanjut tentang proyek di sidebar. Anda juga dapat melihat timeline Anda pada berbagai interval waktu (hari, minggu, bulan, kuartal, tahun, dan bahkan beberapa tahun sekaligus). Baca juga: Cara Ekspor Hasil Pencarian Alat Investigasi Keamanan ke GSheets Mulai menggunakan tampilan timeline Opsi tampilan baru ini akan muncul otomatis pada halaman awal GSheets pengguna. Artinya, tidak diperlukan pengaturan apa pun dari administrator. Untuk mulai membuat timeline, Anda cukup masuk ke menu Insert > Timeline > Select a data range > Configure the attributes in the timeline settings sidebar. Setelah timeline dibuat, Anda dapat melihatnya pada interval waktu yang berbeda, melompat ke tanggal saat ini, mengubah tampilan visual timeline dengan menyesuaikan jarak, menggunakan warna, dan banyak lagi. Untuk petunjuk penggunaan fitur secara lengkap Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Fitur baru GSheets ini hadir melalui domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 2 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 16 November 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Timeline tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, dan Nonprofits. Namun timeline tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic, G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Perusahaan dengan Google Spreadsheets Tampilan timeline baru dari GSheets ini hadir untuk memudahkan pengguna Google Workspace dalam menjalankan produktivitas kolaboratif mereka. Selain fitur baru di Sheets ini, Workspace juga menghadirkan inovasi kolaborasi lainnya melalui smart canvas. Optimalkan kolaborasi kerja di perusahaan atau instansi Anda dengan Google Workspace! Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menghadirkan solusi kolaborasi Workspace resmi dan berlisensi. Untuk memulai proses implementasi Anda, silakan hubungi kami di sini!

Education, Google Workspace

Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal

Pada bulan November 2022 ini, Google merilis transformation reports terbaru untuk Google for Education. Laporan ini tersedia untuk pelanggan K-12 Google Workspace for Education di seluruh dunia dan dapat diakses secara gratis. Perlu diingat, laporan ini baru tersedia dalam bahasa Inggris untuk saat ini. Apa saja yang bisa didapat dari transformation reports ini? Transformation reports Google for Education Tepat pada tanggal 2 November 2022 lalu, Google meluncurkan Google for Education transformation reports yang tersedia untuk pengguna K-12 di seluruh dunia. Laporan ini tersedia untuk publik mulai dari tanggal 2 November hingga 31 Desember 2022. Administrator Workspace dapat mengakses laporan ini dengan cara: Akses langsung: Super admins Google Workspace for Education dapat langsung log in di halaman ini dan melihat laporan kustom mereka. Realtime customization: Anda dapat menyesuaikan setelan secara real-time, termasuk dua periode pelaporan data produk 12 minggu, serta jumlah guru dan siswa yang ada dalam jaringan instansi pendidikan Anda. Namun penting untuk diingat, laporan ini akan dikunci untuk penyuntingan setelah tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Informasi yang tersedia Photo Credit: Freepik Pada dasarnya, transformation reports dari Google ini merupakan sebuah tool gratis yang dirancang untuk dapat mengukur performa implementasi Google for Education di instansi pendidikan Anda. Tool ini menghadirkan laporan per semester serta tren penggunaan dari waktu ke waktu yang akan memudahkan Anda memahami bagaimana instansi Anda menggunakan Google Workspace for Education, Chromebook, dan kemajuan SDM setelah mendapat program sertifikasi pendidik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai transformation reports dari Google for Education ini, Anda bisa mengakses halaman ini atau dokumentasi pertanyaan yang sering ditanyakan berikut. Mulai menggunakan laporan Super admin bisa mengakses transformation reports tool Google for Education mulai dari tanggal 2 November 2022. Setelah melakukan log in, administrator sebaiknya langsung: Memperbarui pendaftaran siswa dan jumlah jurusan yang tersedia. Menyesuaikan jendela pelaporan produk. Administrator dapat memilih dua periode waktu 12 minggu (baik untuk saat ini maupun sebelumnya) yang paling cocok untuk instansi pendidikan Anda. Grafik dalam laporan akan menampilkan data yang membandingkan penggunaan di kedua opsi tersebut. Semua ini bisa dilakukan cukup dengan mengeklik tombol “View Report” yang ada di bagian bawah halaman utama report. Laporan transformasi ini tersedia untuk semua pengguna dan akan dibatasi aksesnya pada tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Ketersediaan laporan Photo Credit: tirachardz (Freepik) Laporan ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade K-12. Laporan tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Dengan hadirnya transformation reports ini, Anda dapat mengoptimalkan implementasi Google for Education. Laporan pun telah dirancang agar mudah dibaca dan langsung diterapkan karena seluruh pengaturannya telah terintegrasi. Tertarik untuk mulai mengimplementasikan solusi dari Google for Education di instansi pendidikan Anda? Kini paket berlangganan Google for Education telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan implementasi yang menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Penambahan Kontrol untuk Waktu Akses File Google Drive

Sekarang Anda dapat menyetel akses kedaluwarsa saat berbagi file di “My Drive”. Pembaruan ini meningkatkan kemampuan waktu akses file Anda. Dengan hadirnya kapabilitas baru ini, orang yang mendapatkan akses file Anda akan memiliki waktu lebih panjang untuk membukanya. Bagaimana kapabilitas akses Google Drive ini bekerja? Penambahan kontrol waktu akses file Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas baru dari Google ini memungkinkan Anda untuk memiliki kebebasan dalam menentukan durasi akses file Google Drive. Setelah pembaruan ini berjalan sejak tanggal 31 Oktober 2022 lalu, Anda bisa menetapkan hingga kapan file dapat diakses oleh orang lain. Anda bahkan dapat menambahkan waktu kedaluwarsa untuk Editor, bukan hanya untuk Viewer dan Commenter. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi dengan Visitor Sharing di Google Drive Kegunaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini membuat pengalaman berbagi di Google Workspace menjadi jauh lebih aman. Sebab pemilik file dapat menentukan kapan kolaborator tertentu bisa mengakses file tersebut. Selain itu, fitur ini juga dapat menjadi pengingat bagi Editor bahwa kolaborasi mereka dengan orang lain terikat waktu. Dengan fitur keamanan ini, Anda pun tak perlu lagi membersihkan daftar kontrol akses file setelah kolaborasi berakhir. Rincian tambahan Pengaturan kontrol waktu akses tambahan ini juga tersedia untuk format Drive di Android pada akhir November 2022. Itu artinya, Anda pun dapat mengatur waktu akses file yang tersimpan di Drive melalui perangkat Android. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Mulai menggunakan fitur Pembaruan ini hadir secara otomatis di Drive pengguna sehingga tidak memerlukan pengaturan apa pun dari administrator. Fitur ini juga akan aktif secara default bagi end-users dan tidak akan dapat dinonaktifkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemanfaatan fitur ini bagi end-user, silakan kunjungi Help Center Google Workspace. Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur pengaturan akses file Google Drive ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal mulai dari tanggal 31 Oktober 2022 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur di seluruh akun pengguna). Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Education Standard, dan Nonprofits. Namun belum tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, G Suite Basic, dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Accounts pribadi.  Baca juga: Potong dan Tempel File Lebih Mudah di Google Drive Web dengan Shortcut Keyboard Hadirnya fitur kontrol akses file Google Drive ini akan memudahkan Anda untuk berbagi file dengan aman, siapa pun kolaboratornya, baik itu dari internal maupun eksternal perusahaan. Fitur ini juga membuat peran Editor, Commenter, dan bahkan Viewer lebih jelas, serta membuat mereka menyadari bahwa kolaborasi yang ditawarkan terikat kontrak waktu. Google Workspace secara konsisten menghadirkan pembaruan untuk berbagai aplikasi dan layanan mereka. Menariknya lagi, pembaruan tersebut hadir untuk membantu pengguna dalam mengoptimalkan penggunaan rangkaian produktivitas Google ini. Dengan berbagai aplikasi, layanan, fitur, dan kapabilitas yang ditawarkan, Workspace adalah langkah awal untuk memulai produktivitas kolaboratif di lingkungan kerja Anda. Bagi Anda yang ingin menikmati fitur kontrol akses file Google Drive ini, bisa memulai dengan berlangganan paket Workspace for Business untuk perusahaan atau Workspace for Education untuk instansi pendidikan. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, yang memastikan paket langganan Anda adalah produk asli dan berlisensi. Proses implementasinya pun menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-side dengan Google Drive Android dan iOS

Per 17 Oktober 2022, administrator edisi Google Workspace tertentu dapat memperbarui konfigurasi enkripsi client-side mereka untuk menyertakan Drive Android dan iOS. Saat diaktifkan, pengguna dapat melihat preview atau mengunduh file terenkripsi client-side. Fitur ini tersedia untuk jenis file yang didukung oleh Google Drive, termasuk file Microsoft Office dan PDF. Namun untuk saat ini, file Google Docs, Sheets, dan Slides belum didukung. Konfigurasi baru enkripsi client-side Drive Android dan iOS Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini memungkinkan administrator untuk melakukan konfigurasi tambahan pada enkripsi enkripsi client-side mereka. Konfigurasi tambahan tersebut berupa opsi untuk menyertakan file Drive dari perangkat Android maupun iOS. Untuk saat ini, konfigurasi berlaku pada file dari Microsoft Office (seperti .doc dan .docx) maupun file PDF. Ke depannya, Google juga akan menambahkan dukungan untuk Google Identity untuk Drive Android serta Drive iOS. Perkiraannya, dukungan baru ini akan diperkenalkan dalam rilis mendatang pada tahun 2023 nanti. Update mengenai dukungan Google Identity bisa Anda ikuti melalui pembaruan di blog Workspace Updates. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi dengan Visitor Sharing di Google Drive Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelum bisa menggunakan fitur baru dari Workspace ini, Anda memerlukan konfigurasi dari administrator lebih dulu. Administrator harus melakukan pembaruan konfigurasi CSE mereka (menambahkan Drive Android & iOS Client ID baru ke setelan penyedia identitas). to identity provider settings). Jika administrator belum menggunakan identity provider (IdP) pihak ketiga dengan Google Workspace, bisa menyiapkan IdP untuk digunakan dengan layanan utama yang sudah Anda. Tersedia dua opsi cara berikut: Gunakan IdP pihak ketiga (disarankan): Gunakan IdP pihak ketiga jika model keamanan Anda memerlukan lebih banyak isolasi data terenkripsi Anda dari Google. Sudah menggunakan IdP pihak ketiga untuk Single-Sign-On (SSO) berbasis SAML? Sebaiknya gunakan IdP untuk CSE yang sama dengan yang Anda gunakan untuk mengakses layanan Google Workspace.. Gunakan Google Identity: Jika model keamanan tidak memerlukan isolasi tambahan untuk data terenkripsi Anda dari Google, Anda dapat menggunakan Google Identity default sebagai IdP. Anda bisa mengunjungi halaman Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut tentang menghubungkan penyedia identitas Anda untuk enkripsi sisi klien. Baca juga: Sinkronkan File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive for Desktop Ketersediaan fitur  Fitur baru Drive ini diluncurkan secara bertahap mulai dari tanggal 17 Oktober 2022 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Peluncuran untuk domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal dilakukan pada waktu yang sama. Administrator: Dukungan untuk mengonfigurasi enkripsi client-side Google Drive Android iOS tersedia bagi para pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan juga Education Plus. End user: Dukungan pratinjau atau download file terenkripsi client-side dengan Google Drive Android dan iOS tersedia bagi para pengguna rangkaian produktivitas Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut Perlu diingat, fitur download file enkripsi client-side untuk Google Drive Android dan iOS ini hanya akan berjalan setelah administrator melakukan pembaruan konfigurasi CSE. Untuk itu, pastikan administrator telah melakukan pembaruan. Bagi Anda yang ingin memanfaatkan fitur baru ini untuk menunjang produktivitas, bisa berlangganan rangkaian Google Workspace agar hasil yang didapat optimal. EIKON Technology menyediakan paket berlangganan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan, tanpa hambatan dan dipastikan aman. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Docs, Google Workspace

Fitur Split Cell untuk Tabel Kini Tersedia di Google Docs, Berikut Cara Menggunakannya

 Split cell merupakan salah satu fitur yang ada dalam aplikasi pengolahan tabel. Fitur ini telah tersedia di Google Sheets dan bisa Anda manfaatkan untuk mengatur informasi yang ada di dalam tabel. Per 18 Oktober 2022, split cell tersedia di Google Docs untuk membagi cell pada tabel. Bagaimana cara menggunakannya? Mari simak penjelasannya berikut! Split cell di Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Sekarang Anda dapat membagi sel tabel dalam jumlah baris dan kolom yang diinginkan di Google Docs. Katakanlah Anda ingin membuat sel subjudul di tabel dengan memisahkan sel di bawah sel judul menjadi dua kolom. Kapabilitas baru ini diharapkan dapat memudahkan Anda dalam mengatur informasi dengan tabel di Google Docs. Baca juga: Kini Anda Bisa Insert Emoji Lebih Cepat di Google Docs, Bagaimana Caranya? Cara menambahkan tabel di Google Docs Anda dapat menambahkan tabel di Docs untuk menyuguhkan informasi secara terperinci. Tabel di Docs dapat ditambah, dihapus, dan disesuaikan ukurannya. Jika menggunakan Google Docs di komputer, Anda juga dapat: Menyortir baris; Meyeret serta memindahkan baris dan kolom; Meyematkan baris tajuk tabel agar berulang di bagian atas setiap halaman; Mencegah informasi meluap di seluruh halaman. Untuk menambahkan tabel di Docs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer Anda, buka file Docs yang ingin diberi tambahan tabel. Klik Insert > Table. Kemudian pilih berapa banyak baris dan kolom yang ingin Anda tambahkan. Jumlah tabel maksimal adalah hingga 20 x 20 sel. Tabel akan ditambahkan ke dokumen Anda. Baca juga: Cara Membuat Dokumen Kolaboratif dengan Template Tabel Baru Google Doc Mulai menggunakan split cell Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru di Docs ini tidak membutuhkan pengaturan dari administrator sama sekali. End user bisa langsung melakukan split cell pada tabel di Docs dengan cara berikut: Buka file Docs. Klik kanan pada sel yang ingin dibagi. Klik opsi “Split cell”. Masukkan jumlah baris dan kolom yang Anda inginkan. Klik “Split”. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan tabel di Google Docs, Anda bisa mengunjungi halaman Help Center ini. Ketersediaan fitur Opsi split cell untuk file Docs ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 17 Oktober 2022 (dapat memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Sementara untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 31 Oktober 2022 (dapat memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Split cell untuk Docs tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur ini pun tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Buat Dokumen Lebih Cepat dengan Universal Menu, Fitur Terbaru Google Docs Dengan split cell Anda bisa membagi satu sel pada tabel yang ada di Google Docs. Ini akan memudahkan Anda untuk mengelompokkan informasi yang ingin ditampilkan dalam tabel. Sama seperti tabel yang ada di Google Sheets, tabel yang ada di Docs pun bisa disesuaikan ukuran serta desainnya sesuai kebutuhan Anda. Fitur split cell ini hanyalah salah satu dari berbagai fitur yang ditawarkan oleh Google Workspace sebagai rangkaian produktivitas. Untuk mendapatkan manfaat terbaik Workspace, Anda bisa berlangganan paket Business (untuk perusahaan) atau Education (untuk instansi pendidikan) yang tersedia di EIKON Technology. Informasi lebih lanjut mengenai paket berlangganan Google Workspace dari EIKON Technology bisa Anda akses di sini!

Google Workspace

Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah?

 Pada bulan April 2022, Google mengumumkan seperangkat alat baru untuk storage management. Alat ini memberikan wawasan dan kontrol tambahan untuk mengelola penggunaan penyimpanan, baik untuk pengguna individu, grup, dan seluruh unit organisasi mereka. Untuk lebih menyempurnakan pengalaman tersebut, Google meluncurkan: Peran Storage Admin baru; Kemampuan untuk menerapkan batas penyimpanan ke drive bersama (akan segera hadir); Kolom baru Shared drive ID di halaman Manage Shared Drives (segera hadir). Storage Management di konsol Admin Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan fitur baru ini, super admin dapat menggunakan peran “Storage Admin” yang baru untuk mendelegasikan akses ke alat Storage Management, yang memungkinkan admin tersebut untuk melihat dan mengelola penggunaan penyimpanan mereka. Sebagai admin, Anda dapat mendelegasikan Storage Admin baru di konsol admin di sini. Dalam beberapa bulan mendatang, admin akan dapat menerapkan kebijakan batas penyimpanan ke drive bersama dalam perusahaan atau unit organisasi. Fungsionalitas baru ini selanjutnya akan membantu admin mengonfigurasi dan mengelola pengaturan penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi mereka. Selain itu, admin dapat mengidentifikasi drive bersama secara unik menggunakan Shared drive ID. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru Storage Management ini memerlukan pengaturan sesuai dengan jenis pengguna. Untuk detail lebih lanjut, Anda bisa simak poin-poin penjelasan berikut: Super Admins Anda dapat mendelegasikan peran baru “Storage Admin” melalui konsol Admin dengan masuk ke menu Account > Admin roles. Admins Anda yang memiliki hak istimewa sebagai Storage Admin dapat melihat lebih banyak informasi dan mengambil tindakan untuk mengelola penyimpanan secara efektif di perusahaan Anda. Gunakan artikel di Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penyimpanan Google Workspace dan halaman ini untuk tips mengelola pengguna shared drive serta aktivitasnya. Pelanggan Google Workspace for Education Silakan kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang storage management di Google Workspace for Education. End users Anda dapat membaca dokumentasi dari Google Workspace pada halaman ini untuk mengelola penyimpanan Anda. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Ketersediaan fitur Google melakukan peluncuran fitur-fitur di atas secara terpisah dengan rincian sebagai berikut: Storage Admin role  Kapabilitas baru ini dirilis secara bertahap mulai tanggal 18 Oktober 2022 (membutuhkan waktu kira-kira hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perilisan bertahap ini berlaku untuk domain rilis cepat serta domain rilis terjadwal. Menambahkan batasan penyimpanan Shared Drive & Shared Drive ID  Sementara ini, fitur ini belum dirilis oleh Google. Untuk update terbarunya, Anda bisa mengakses halaman blog Google Workspace di sini. Fitur yang berhubungan dengan storage management ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk mereka yang masih berlangganan rangkaian produktivitas G Suite Basic serta G Suite Business. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual Kapabilitas baru terkait storage management yang ada di konsol Admin Google Workspace ini akan memudahkan Anda untuk mengelola penyimpanan secara efisien. Apakah sekarang lingkup kerja Anda sedang menghadapi masalah terkait penyimpanan? Google Workspace menawarkan solusinya. Dengan aplikasi yang saling terintegrasi dan pengaturan admin yang komprehensif, Anda dapat mengelola penyimpanan secara efisien dan terstruktur. Dapatkan paket berlangganan Workspace hanya di EIKON Technology, authorized reseller Google untuk Indonesia. Untuk penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top