EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Memperkenalkan Rangkaian Operasi Google Cloud

Saat menjalankan berbagai macam tools dan aplikasi pada Google Cloud, terkadang karena satu dan hal lain dapat menjadi hambatan. Seperti terjadinya kerusakan dan kendala pada sistem sehingga berdampak pada kenyamanan penyimpanan data. Bahkan, Anda terkadang dihadapkan pada banyak tools untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Oleh karena itulah, Operasi Google Cloud Suite hadir dan bisa Anda coba. Mengenal Operasi Suite di Google Cloud Photo: Google Clouds Operasi Google Cloud Suite diciptakan untuk membantu proses monitoring permasalahan layanan yang digunakan dengan berbasis skala. Misalnya untuk penggunaan DevOps, SREs, maupun ITOps pada sebuah tim dengan memaksimalkan penggunaan Google SRE. Platform ini juga menawarkan beberapa kelebihan lain, terutama dalam proses monitoring, logging, hingga observasi permasalahan pada layanan. Seperti proses pelacakan. Adapun hal dasar yang menjadi titik fokusnya adalah menawarkan solusi operasi end-to-end termasuk telemetry, out-of-box dashboard, dan lainnya. Apa Saja yang Termasuk Cloud Operation Photo: YouTube Operasi Google Cloud Suite memiliki beberapa layanan utama. Adapun yang sering digunakan di antaranya adalah cloud logging, cloud monitoring, dan Application Performance Management (APM). Berikut penjelasan secara singkat mengenai ketiganya. Cloud Logging Pertama adalah cloud logging, yakni sebuah layanan dengan skalabilitas tinggi untuk mengagregasi log data dari infrastruktur IT maupun aplikasi yang terhubung dengan Google Cloud ke dalam satu lokasi khusus. Cloud logging akan mengumpulkan data dari Google Cloud secara otomatis maupun source lainnya. Misalnya sebuah aplikasi melalui pihak ketiga dan API. Hal ini akan memberikan kontrol secara penuh untuk menentukan dimana log data akan disimpan, melakukan ekspor data ke Cloud Storage maupun Cloud Pub. Saat ini Cloud Logging memiliki fitur Log Analytics untuk membuat log secara otomatis tetap terhubung dengan BigQuery. Tak hanya itu saja, juga ada fitur Log Explorer yang memiliki kemampuan lebih baik dalam memfilter log dan mengkonversinya menjadi metrik log dasar untuk proses monitoring, analisis, hingga visualisasi bila diperlukan. Cloud Monitoring Berikutnya adalah cloud monitoring. Layanan ini menyediakan beberapa sistem metrik yang dibuat pada layanan Google Cloud. Cloud monitoring juga terintegrasi dengan berbagai layanan yang disediakan oleh pihak ketiga, termasuk di luar layanan Google Cloud Monitoring. Metrik yang mudah dikustomisasi juga bisa diterapkan pada aplikasi dan layanan diluar source dari Google Cloud maupun API. Melalui metrik tersebut, Anda dapat dengan mudah membuat charts dan dashboard, notifikasi dan peringatan, SLO Monitoring, serta cek uptime dengan mudah. Application Performance Management (APM) Layanan Operasi Google Cloud Suite adalah Application Performance Management (APM). Layanan ini merupakan gabungan untuk memonitor maupun untuk mendeteksi masalah yang ada pada Cloud Logging maupun Cloud Monitoring dengan Cloud Trace, Cloud Debugger, dan Cloud Profiler. Tujuannya adalah untuk mereduksi pengeluaran dan latensi. Dengan begitu,penggunaan aplikasi akan lebih optimal. Jadi, kinerjanya adalah Cloud Trace adalah melacak hubungan layanan terhadap tingkat latency. Sementara, Cloud profiler akan melacak fungsi-fungsi berdasarkan Codebase, dan Cloud Debugger akan membantu Anda dalam menemukan akar permasalahan dari segi metode yang digunakan maupun problem pada kode secara spesifik dan sistematis. Bagaimana Cara Kerja Operasi Suite di Google Cloud Photo: Global Cloud Platforms Untuk menggunakan tools dari Google Cloud, Anda bisa langsung melalui cloud console atau bisa juga dengan API untuk mengakses data di IDE. Tools Operasi Google Cloud membantu dalam Reduce Mean Time to Recover (MTTR) dan mengoptimalisasi performa aplikasi yang Anda jalankan. Dilihat dari sudut pandang keamanan, maka bisa dikatakan Operasi Google Cloud ini bisa diandalkan. Hal itu karena data akan diamankan menggunakan sistem enkripsi pada Cloud Logging. Dengan menggunakan log akses transparansi tentu akan memudahkan pengguna untuk mengakses data dengan aman, cepat, dan nyaman. Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Operasi Google Cloud cukup penting bagi organisasi maupun perusahaan di era digital seperti saat ini. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memilih layanan Google Cloud di vendor yang sudah terpercaya seperti EIKON Technology. Keunggulan di kami adalah, kami memiliki lisensi resmi dari Google pusat dan bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Cloud

Memimpin dengan Google Cloud & Partners untuk Memodernisasi Infrastruktur di Bidang Manufaktur

Industri manufaktur menjadi salah satu bidang yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan bisnis. Khususnya dalam memberikan pemasukan besar terhadap negara. Oleh karena itulah, perusahaan yang bergerak di industri manufaktur harus senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Salah satunya adalah dengan menggunakan platform Google Cloud Manufacture seperti Google Cloud & Partners. Apa saja keunggulan dan manfaat yang bisa didapatkan? Simak ulasannya di bawah ini. Industri Manufaktur Perlu Menggunakan IT yang Mumpuni Photo: Active System Software Inc Platform seperti Google Cloud Manufacture dan Google Workspace memberikan manfaat cukup besar di industri manufaktur. Hal ini menjadi solusi perencanaan organisasi secara otomatis dan bisa meminimalisir kesalahan yang disebabkan oleh human error.  Bekerja dengan menggunakan Google Cloud di perusahaan manufaktur dapat membantu lebih fokus dalam hal operasional sehari-hari. Misalnya saja membuat pekerjaan lebih cepat selesai dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memproduksi lebih baik. Di sisi lain, menjadi salah satu cara yang digunakan dalam memecahkan sebuah permasalahan perusahaan. Meningkatkan Produktivitas Photo: Wipro.com Manfaat yang berikutnya dari penggunaan Google Cloud Manufacture setidaknya membantu dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan platform digital dalam industri manufaktur akan membuat para karyawan untuk mempelajari hal baru. Misalnya saja dalam penggunaan Augury yang mengombinasikan kecerdasan buatan dengan Internet of Things (IoT). Dengan begitu, perusahaan dapat menghemat biaya untuk perawatan mesin dan sumberdaya yang ada. Bahkan hingga 75% pengeluaran biaya perawatan dapat ditekan ketika industri manufaktur menggunakan fitur kecerdasan buatan dan juga Internet of Things (IoT). Semua data yang menyangkut tentang sumber daya manufaktur akan tersimpan di sebuah platform dan bisa digunakan untuk menganalisis menggunakan algoritma khusus. Akses Sumber Daya dan Data Lebih Mudah Photo: Corporate Finance Institute Ketika perusahaan mengerjakan sebuah proyek tertentu, dibutuhkan sumber daya ekstra baik itu sumber daya manusia maupun infrastrukturnya. Untuk memudahkan Anda mengakses sumber daya infrastruktur, salah satunya adalah dengan menggunakan platform SentriLock terutama bagi industri manufaktur yang bergerak di bidang real estate.  Dengan menggunakan SentriLock, Anda akan lebih mudah dalam menentukan proyek menggunakan Google Cloud Projects. Termasuk menggunakan konfigurasi VPN, Subnets, VPN dan VPN Peering untuk mengalokasikan ‘Infrastructure as Code’  dalam Google Cloud. Keunggulan SentriLock ini juga mudah untuk dimodernisasi, sehingga pengguna dapat mengakses berbagai sumber daya kebutuhan dengan cepat, aman, dan mudah. Mengakomodasikan Shift Lebih Mudah Photo: Advance Technology Service Industri yang bergerak di bidang manufaktur terkadang memerlukan jam kerja ekstra dan berbeda dari industri lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem shift bagi para karyawannya. Di sini, platform Google Cloud Manufacture yang bisa digunakan misalnya Origami yang dapat meminimalisir terjadinya bottleneck sebuah perusahaan atau ketidakmampuan dalam manajemen karyawan. Origami ini dapat diandalkan dalam memantau dan mengkoordinasikan pembagian shift antar karyawan. Para supervisor pun lebih mudah melakukan pengawasan secara penuh melalui Google Workspace yang dapat dipantau secara remote. Baik itu melalui email maupun platform komunikasi lainnya. Menciptakan Peluang Baru Photo: Siemens PLM  Manfaat terakhir dalam memimpin perusahaan dengan Google Cloud Manufacture adalah menguntungkan perusahaan untuk menciptakan peluang-peluang baru. Hal ini karena semua pekerjaan dapat dilakukan melalui proses otomatisasi. Dengan begitu, Anda pun dapat memimpin dan melihat perkembangan manufaktur secara mudah. Selain itu, Anda bisa menemukan peluang baru seperti bagaimana cara memasarkan produk-produk manufaktur yang efektif dengan biaya yang dapat ditekan dan mendapatkan keuntungan yang besar. Apabila Anda memanfaatkannya lebih baik, bukan tidak mungkin nantinya akan mendapatkan investor baru, karena mereka menganggap perusahaan lebih terpercaya dengan pengelolaan yang tepat. Setidaknya, itulah beberapa keunggulan Google Cloud Manufacture yang bisa Anda gunakan dalam memimpin perusahaan maupun memodernisasi infrastruktur yang dimiliki. Anda bisa menggunakan platform Google Cloud yang bisa Anda dapatkan di vendor resmi Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang ditawarkan, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Cloud

5 Metrik Utama Mengukur Dampak Cloud FinOps di Organisasi Anda pada Tahun 2022

Metrik sangat diperlukan bagi sebuah tim IT perusahaan dalam mengukur sejauh mana efektifitas perangkat yang digunakan. Salah satunya adalah Cloud FinOps. Untuk mengukur dampak penggunaan dari Cloud FinOps pada sebuah organisasi melalui platform Google Cloud, di sini yang paling utama bagi tim IT perusahaan adalah dengan menetapkan nilai dasar pengukuran itu sendiri.  Di sini, beberapa aspek yang paling penting adalah bagaimana komponen baik hardware maupun software IT tersebut dijalankan. Kemudian, memiliki Key Performance Index (KPI) yang jelas untuk mengukur keberhasilan. Untuk tipe organisasi di sebuah perusahaan menghitung metrik dapat berfokus pada biaya yang dikeluarkan dan apa saja yang mereka dapatkan dari biaya yang dikeluarkan tersebut untuk kebutuhan IT perusahaan. Bentuk Pengukuran Metrik Photo: Opsani Menyambung dari ulasan singkat di atas, maka dalam mengukur dampak Cloud FinOps ini ada lima metrik utama sebagai berikut. Metrik Perhitungan Biaya Metrik yang pertama adalah menghitung biaya pengeluaran untuk IT support. Optimasi biaya menjadi kunci penting jika perusahaan ingin meningkatkan traffic yang cukup tinggi. Menghitung metrik perhitungan biaya ini, biasanya ada dua tipe yang sering digunakan. Pertama, melihat pada sumber daya yang berdampak pada biaya yang dikeluarkan. Kedua, adalah dengan melibatkan sumber daya yang tak diperlukan. Pada Cloud FinOps, Anda bisa menggunakan metrik yang terhubung dengan Recommendation Hub. Di mana fitur tersebut dapat melihat tools mana yang bisa dipilih sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan membantu optimalisasi. Dengan mengetahui rekomendasi tersebut, setidaknya tim IT perusahaan dapat memperkirakan biaya  yang dikeluarkan nantinya. Metrik Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan juga tak kalah penting dalam memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk operasional Cloud yang digunakan. Perencanaan keuangan untuk kebutuhan Google Cloud harus dilakukan secara berkala. Setidaknya dalam waktu satu bulan. Tak hanya melihat perencanaan saja, fungsi dari metrik ini juga bisa digunakan sebagai bahan untuk evaluasi mengenai penggunaan tools dan platform IT yang digunakan. Sebab, dalam cloud computing memiliki variabel yang berbeda-beda. Metrik Akselerator Photo: Brink News Selanjutnya adalah metrik akselerator. Metrik ini biasanya digunakan untuk melihat penggunaan FinOps guna mendapatkan keuntungan yang optimal. Adanya metrik Tools & Accelerators ini memungkinkan pengguna untuk melihat mana saja platform yang dapat diotomatisasi dan dapat mengurangi biaya pengeluaran. Dalam melihat metrik akselerator, Recommendation Hub menjadi pilihan tepat. Khususnya bila Anda menggunakan tools unggulan seperti Google Cloud Console. Tak hanya itu saja, untuk mendukung kelancaran perusahaan Anda bisa menggunakan tools yang terintegrasi dengan API. Metrik Akuntabilitas Cloud FinOps dapat pula Anda gunakan untuk mengukur metrik akuntabilitas penggunaan Google Cloud. Tujuan dari metrik ini adalah untuk membantu akselerasi finansial bagi sebuah organisasi perusahaan. Oleh karena itu, Google Cloud menyarankan para penggunanya untuk mengadopsi Cloud Enablement % sebagai standar metrik dari pilar akuntabilitas dan memudahkan tim IT maupun para petinggi perusahaan dalam membaca data. Sebab, tanpa adanya pengetahuan yang cukup maka proses perhitungan metrik menggunakan Cloud FinOps cukup sulit dilakukan. Misalnya saja menggunakan metode prinsip Pareto 80/20. Atau dengan menggunakan FinOps Foundation untuk lebih baik dalam mengetahui proses penggunaan metrik akuntabilitas. Metrik Pengukuran dan Realisasi Terakhir adalah metrik pengukuran dan realisasi. Untuk melakukannya, Anda perlu melakukan proses penandaan sebuah produk dan platform. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan proses audit. Secara umum, dalam perhitungan metrik ini ada tiga tipe pada sumber daya cloud. Pertama, tandai bagian penting seperti komputer, database, dan media penyimpanan. Kedua, Anda juga perlu untuk menandai sumber daya lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis perusahaan. Ketiga, menggunakan metode alokasi P&L secara tradisional apabila proses penandaan secara otomatis tidak bisa dilakukan. Penutup Photo: Khyber Academy Setidaknya itulah lima jenis metrik utama dalam mengukur dampak Cloud FinOps di Google Cloud pada organisasi Anda. Jika Anda ingin menggunakan layanan Google Cloud premium sesuai kebutuhan, sebaiknya pilih vendor yang sudah terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang memiliki lisensi resmi dari Google pusat dalam menjual berbagai macam platform bagi para pengguna di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di sini. Selain mendapatkan produk berkualitas, juga ada layanan after sales yang ditawarkan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna. Selamat mencoba!

Google Cloud, Info

3 Alasan untuk Melakukan Peering Aplikasi SAP dengan Google Cloud Services

Akhir-akhir ini, RISE with SAP menjadi solusi yang efisien bagi para pengguna SAP yang mencari jalur cloud tercepat, sederhana, dan tentunya lebih terjangkau. RISE with SAP sendiri merupakan penawaran berbasis subscriptions yang biasanya mencakup sejumlah aplikasi yang terkelola sepenuhnya, termasuk SAP S/4HANA Cloud dan elemen SAP Business Technology Platform. Sebagai partner RISE with SAP, Google Cloud bekerja sama dengan SAP untuk memastikan konektivitas yang aman, handal, dan memiliki performa tinggi antara aplikasi SAP yang Anda pakai dengan layanan Google Cloud lainnya. Untuk mewujudkannya, Google Cloud fokus pada kemampuan VPC network peering. Simak ulasan berikut untuk mempelajari lebih lanjut mengapa sebaiknya melakukan VPC network peering aplikasi SAP Anda melalui Google Cloud services.   VPC network peering merupakan tautan penting aplikasi SAP Photo Credit: Google Cloud Blog Ketika SAP mengimplementasi aplikasi Anda yang dikelola dengan RISE with SAP di Google Cloud, SAP juga menyediakan sebuah VPC atau virtual private cloud untuk lingkungan SAP tersebut. VPC sendiri berarti sebuah jaringan yang telah tervirtualisasi dan menyediakan fungsionalitas, performa, dan manfaat keamanan yang sama dengan jaringan fisik khusus. Menggunakan VPC network peering untuk menghubungkan lingkungan SAP terkelola milk Anda dengan aplikasi dan Google Cloud services, memberikan tiga manfaat utama: Latensi jaringan Traffic yang tetap berada dalam jaringan Google bisa menikmati latensi yang lebih rendah daripada konektivitas dengan alamat eksternal. Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite? Keamanan jaringan Pemilik layanan tidak perlu mengekspos layanan mereka kepada publik dan VPC network peering juga mendukung bantuan untuk menangani risiko terkait. Biaya jaringan Jaringan yang melalui proses peering bisa menggunakan IP internal untuk berkomunikasi. Ini jauh lebih hemat dibandingkan jika Anda menggunakan bandwidth dari IP eksternal. Harga jaringan regular pun berlaku untuk seluruh traffic. Memperkuat struktur keamanan SAP Photo Credit: Dan Nelson (Pixabay) Meski klaim utama VPC network peering adalah untuk memastikan konektivitas tanpa batas antara aplikasi yang dikelola SAP dengan lingkungan Google Cloud lainnya, namun dalam temuan terbaru justru ditemukan hal lain. VPC network peering telah terbukti mampu membantu pengguna mendapatkan kontrol yang lebih besar atas keamanan lingkungan cloud mereka yang mencakup: Menerapkan kemampuan keamanan jaringan tambahan seperti firewall tingkat tinggi, deteksi awal intrusi, hingga inspeksi paket jaringan yang melampaui langkah-langkah keamanan SAP standar. Integrasi dengan Google Cloud Interconnect untuk menautkan lingkungan lokal dan Google Cloud, termasuk RISE dengan aplikasi terkelola SAP, memungkinkan Anda untuk tidak harus mengirimkan traffic ke internet publik. Meningkatkan nilai aplikasi SAP Anda Jika perusahaan Anda sudah melakukan konfigurasi VPC network peering, segalanya akan menjadi lebih praktis. Selain dua manfaat yang telah disebutkan, Google Cloud juga menawarkan banyak cara agar Anda bisa melengkapi dan bahkan meningkatkan nilai aplikasi SAP, yaitu dengan cara: Menggunakan Google BigQuery untuk menggabungkan dan memperkaya data aplikasi terkelola SAP. Mengandalkan kemampuan Google AI/ML untuk mempertajam analitis prediktif dan memberikan opsi pengambilan keputusan secara real-time. Memanfaatkan Google Kubernetes Engine untuk memulai upaya pengembangan aplikasi cloud-native Anda sendiri. Dengan melakukan VPC network peering pada aplikasi terkelola SAP milik Anda menggunakan Google Cloud maka konektivitas pun menjadi semakin luas dan lebih mudah dikelola. Selain itu, layanan ini juga menawarkan peningkatan keamanan terbaik yang melindungi Anda dari berbagai macam ancaman bahaya. Untuk memastikan agar proses VPC network peering berjalan lancar tanpa hambatan, gunakan hanya Google Cloud yang berlisensi asli. Di Indonesia sendiri, Anda bisa mendapatkan produk Google yang asli melalui official partner yang telah mereka tunjuk seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk konsultasi langsung dengan tim EIKON Technology mengenai Google Cloud services untuk aplikasi SAP.

Google Cloud

5 Cara Manfaatkan Google Cloud untuk Memudahkan Integrasi Post-Merger Perusahaan

Beberapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan yang mempercepat transformasi digital mereka. Dorongan ini bukan hanya sebagai bentuk efisiensi biaya, tapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Sayangnya, proses merger & acquisitions (M&A) terkadang tidak berjalan mulus. Sebab, bagaimanapun juga, dua perusahaan yang digabungkan pasti memiliki nilai dan cara kerja yang berbeda. Begitu pula dengan teknologi yang mereka gunakan. Google Cloud menawarkan serangkaian solusi serta proses untuk memudahkan integrasi post-merger perusahaan Anda dengan 5 cara berikut ini. Integrasi yang mulus di seluruh Cloud Service Providers dan data center melalui Anthos Ketika pelanggan M&A memiliki tumpukan teknologi yang terfragmentasi di beberapa Cloud Service Providers (CSP) dan cloud pribadi mereka, maka gesekan dalam siklus hidup software development lifecycle (SDLC) pun meningkat. Hal ini sebabkan oleh adanya banyak proses yang diperlukan untuk mengembangkan, menguji, dan merilis perangkan lunak di berbagai lingkungan. Tanpa adanya platform yang konsisten maka perusahaan sama saja telah menyia-nyiakan resources yang berharga dan gagal memenuhi tuntutan pelanggan untuk mendapatkan kecepatan yang dibutuhkan. Jika melihat temuan dari Forrester Consulting, terlihat bahwa penggunaan Anthos sebagai platform terkelola akan menghasilkan potensi return on investment (ROI) hingga 4.8x, pengurangan aktivitas non-coding hingga 38%, dan peningkatan migrasi serta modernisasi aplikasi sebesar 75%. Peningkatan opsionalitas, obeservabilitas, dan control TI dengan Apigee Bagi tim teknologi, dampak merger akan langsung terasa. Bisa dilihat dari lingkungan teknologi yang menjadi lebih besar, lebih kompleks, dan kemungkinan besar memiliki lebih banyak kantong duplikasi. API merupakan elemen penting yang menentukan keberhasilan integrasi post-merger. Google Cloud melalui layanan API Management, Apigee membantu Anda untuk mendapatkan kontrol yang lebih baik di semua infrastruktur, memungkinkan perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih strategis dan berdasarkan data. Modernisasi technical debt dan mengurangi waktu operasi post-merger Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Google Cloud menawarkan tiga solusi untuk menghadapi situasi post-merger, yaitu: Modernisasi post-merger Menggunakan alat, proses, serta metode dari Google Cloud (Platform G4), Anda bisa mengotomatiskan dan memodernisasi sistem lama dengan cepat, misalnya untuk memperbaharui mainframe dengan menerjemahkan kode dalam bahasa Cobol ke bahasa Java secara otomatis. Menyerang backlog post-merger Google Cloud Cortex Framework menawarkan blueprints berulang dan arsitektur referensi yang dapat mempercepat waktu. Hal ini mungkin dilakukan karena backlog sendiri seringkali berlipat ganda setelah merger. Jadi Anda bisa memanfaatkan pola berulang untuk menetapkan skala output tim teknologi. Membagi dan menyelesaikan kerumitan Menguraikan aplikasi lama melalui container sehingga membuka jalur untuk migrasi dan modernisasi langkah demi langkah. Proses ini juga secara bertahap memindahkan proses ke Virtual Machines yang ada pada Cloud dan kemudian berpindah ke container untuk memanfaatkan kekuatan penuh Kubernetes. Menggabungkan data dan menyusun ulang prioritas operasi serta lisensi data Dengan menggunakan data pasar sebagai layanan di Google Cloud, perusahaan yang digabungkan bisa melakukan rasionalisasi kebutuhan infrastruktur dan lisensi data dengan cepat dan efisien. Misalnya, divisi keuangan dapat memanfaatkan data pasar komersial yang tersimpan di Google Cloud dan sudah dalam kondisi siap untuk dianalisis. Anda juga bisa menggunakan set data geolokasi dari Google Earth Engine untuk menyesuaikan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi geografis. Baca juga: Transformasi Industri FMCG dengan Sistem SAP Google Cloud Menempatkan keamanan dan ketahanan operasional pusat operasi Setelah merger, perusahaan yang bergabung kemungkinan besar harus mematuhi lebih banyak pengawasan dibandingkan dengan situasi saat mereka masih berdiri sendiri. Hal ini terkadang bisa menimbulkan tantangan yang signifikan, terutama dalam masalah operasional teknologi kedua perusahaan. Google Cloud menawarkan serangkaian layanan yang secara inheren dapat dimanfaatkan dalam situasi semacam ini. Contohnya, Google menawarkan transparansi akses data, portabilitas scenario keluar, serta penawaran Sovereign Cloud dengan partner tepercaya untuk proyek dengan jaminan keamanan tingkat tinggi. Photo Credit: Amy Hirschi (Unsplash) Situasi post-merger sudah pasti akan memberikan tekanan signifikan pada tim teknologi kedua perusahaan. Google Cloud dengan rangkaian layanan, teknologi, fitur, serta metode dapat Anda manfaatkan untuk melalui situasi tersebut. Untuk itu, segera dapatkan Google Cloud dengan lisensi asli yang dikeluarkan Google hanya di EIKON Technology, partner resmi Google  di Indonesia. Klik di sini untuk info lebih lanjut!

Google Cloud

API Management yang Lebih Efisien dengan Apigee dari Google Cloud

APIs merupakan standar untuk membangun sekaligus berbagi aplikasi modern yang mendukung banyak perusahaan saat ini. Semua bisnis modern yang ada sekarang menggunakan API untuk bergerak cepat namun tetap bisa menjaga sisi kompetitifnya. Meski begitu, seiring dengan berjalannya waktu, penyampaian, pengelolaan, serta analisis terhadap API, data, dan services yang aman menjadi semakin kompleks dan menantang. Sebab, ekosistem perusahaan kini terus berkembang dan bahkan mampu melampaui pusat data lokal mereka dalam menyertakan cloud (baik itu pribadi maupun publik), SaaS, dan berbagai titik akhir TI lainnya. Di sinilah API Management hadir sebagai sebuah solusi praktis. Apa itu API Management Photo Credit: Google Cloud Blog Coba bayangkan Anda punya beberapa backend services seperti REST/SOAP, beberapa microservices, sebuah service bus dan sedikit tambahan services dari pihak ketiga. Dari rangkaian tersebut, Anda mendapatkan beberapa pengguna layanan: partner bisnis, karyawan, hingga para pelanggan. Mereka menggunakan aplikasi Anda yang memerlukan backend services atau memulai tindakan dengan sebuah API. Para pengembang membuat aplikasi baru menggunakan API untuk berpartisipasi dalam ekosistem. Semua hal yang dibutuhkan untuk memproduksi API, mulai dai portal pengembang, pengemasan API, opsi keamanan yang fleksiber, hingga mengubah metric operasional menjadi analitis bisnis. Itulah yang dimaksud dengan API Management. Apa itu Apigee Google Cloud menawarkan Apigee untuk membantu Anda mendapatkan API Management yang lebih baik. Apigee sendiri merupakan sebuah API Management yang berfungsi sebagai alat modernisasi aplikasi dan monetisasi saluran bisnis. Dengan menggunakan Apigee, Anda bisa memiliki control akses aplikasi ke data dan backend services lebih mudah. Apigee juga menawarkan pengembangan aplikasi dengan alat untuk mengakses, mengelola, dan menyediakan API seperti: API Services Alat yang digunakan untuk mengarahkan traffic dari aplikasi ke backend services. API Services juga bertugas sebagai gateway perusahaan yang mengatur dan mencegah penyalahgunaan backend services. Dengan API Services, Anda dapat menerapkan pembatasan dan menentukan kuota pada services untuk melindungi backend. Developer Portal Apigee menawarkan portal pengembang untuk melayani pengguna API dan juga pengembang aplikasi. Mereka bisa mendaftar untuk menggunakan API, mendapatkan kredensial akses layanan, serta dokumentasi untuk mempelajari cara menggunakan API. API Monetization Memanfaatkan API Monetization Anda bisa membuat berbagai paket monetisasi yang membebankan biaya kepada pengembang (bisa juga dengan membayar mereka melalui sistem bagi hasil) untuk penggunaan API Anda. API Analytics Tool yang satu ini membantu tim API Anda untuk mengukur segala hal, mulai dari metrik keterlibatan pengembang hingga metric bisnis dan operasional. Analitis ini akan membantu tim API meningkatkan aplikasi. Bukan hanya itu, API Analytics juga mampau menjawab pertanyaan mengenai pola traffic, pengembang teratas, hingga mengenali metode API yang sedang populer. Baca juga: Kelebihan Service Directory Google Cloud Apigee memberi Anda kebebasan untuk memilih antara konfigurasi atau pengkodean. Ada sejumlah kebijakan yang melakukan hal-hal dasar dan Anda bisa memasukkan beberapa di antaranya untuk meminta token atau sekadar menambahkan response caching jika ingin melakukan pengembangan berbasis kode. Anda juga bisa membuat kebijakan sendiri, memasukkan atau kemudian menggabungkannya dengan kebijakan yang sudah ada. Langkah ini bisa dilakukan dengan JavaScript Java atau Python. Perbedaan Apigee API Management dengan API Gateway Photo Credit: PxHere API Gateway sendiri merupakan bagian kecil dari platform API Management. Ini memungkinkan untuk memberikan akses yang aman dan mendapatkan sorotan terhadap layanan Anda di Google Cloud (App Engine, Cloud Functions, Cloud Run, Compute Engine, hingga GKE) melalui REST API yang telah terdefinisi dengan baik sehingga mampu bekerja secara konsisten di semua layanan, terlepas dari implementasi layanan yang digunakan. Dengan API yang konsisten maka: Layanan Anda akan lebih mudah digunakan bagi para pengembang aplikasi. Implementasi backend services dapat diubah tanpa harus mempengaruhi API publik. Memudahkan akses untuk menggunakan fitur skala, pemantauan, dan keamanan yang ada dalam Google Cloud Platform (GCP), Apigee, di sisi lain, dilengkapi dengan sebuah gateway. Namun Apigee dapat membantu mendorong konsumsi API karena telah mencakup portal pengembang, pemantauan, monetisasi, operasi API lanjutan, dan kemungkinan ekstensi lainnya. Dengan adanya kebijakan bawaan, gateway Apigee memiliki kemampuan yang lebih baik. Apigee juga bisa dihubungkan dengan arbitrary backends. Photo Credit: Max Pixel Dengan memanfaatkan API Management Apigee, Anda bisa mendapatkan navigasi yang lebih baik saat mengembangkan aplikasi, terutama untuk urusan backend services. Segala kemudahan yang ditawarkan Apigee bisa Anda dapatkan dengan berlangganan Google Cloud secara legal. Dapatkan Google Cloud yang resmi dan memiliki sertifikat keaslian hanya di EIKON Technology. EIKON Technology sendiri merupakan partner resmi yang ditunjuk langsung oleh Google sebagai reseller produk mereka untuk wilayah Indonesia. Klik di sini untuk konsultasi lebih lanjut mengenai Google Cloud dengan tim EIKON Technology.

Google Cloud

Mengelola BigQuery Lebih Mudah dengan Resource Charts dan Slot Estimator

Saat analitis workload dan footprint di BigQuery (BQ) meningkat, otomatis syarat pemantauan dan pengelolaan pun berkembang. Selain karena skala pengelolaan yang semakin besar, tapi manajemen kapasitas pun semakin kompleks. Pengguna jelas ingin mengoptimalkan lingkungan BigQuery mereka. Google Cloud menyediakan BigQuery Administrator Hub yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola BigQuery dalam skala besar melalui dua fitur unggulannya, Resource Charts dan Slot Estimator. Keduanya dapat digunakan untuk membantu administrator memahami lingkungan  BQ mereka. Fitur Resource Charts Resource Charts membantu administrator dengan berbagai experience bawaan untuk memantau penggunaan slot, mengelola kapasitas bedasarkan konsumsi historis, memecahkan masalah kinerja pekerjaan, self-diagnose queries, dan mengambil tindakan korektif sesuai kebutuhan. Resource Charts memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap metrik utama seperti konsumsi slot, performa job, konkurensi, byte yang diproses, dan job yang gagal. Fitur ini dibuat dan di-render menggunakan tabel INFORMATION_SCHEMA sehingga memungkinkan pelanggan memahami data melalui dashboard yang dibuat khusus hingga memudahkan proses pemantauan mereka sendiri. Fitur Slot Estimator Sedangkan Slot Estimator merupakan sebuah management tool untuk mengelola kapasitas interaktif. Dengan fitur ini, administrator dapat memperkirakan dan mengoptimalkan kapasitas BQ mereka berdasarkan performa. Di satu sisi, Slot Estimator juga memudahkan pelanggan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai perencanaan kapasitas berdasarkan penggunaan historis. Fitur ini juga membantu pelanggan untuk memperkirakan dan mengoptimalkan kapasitas mereka berdasarkan workload serta kinerja. Mulai memanfaatkan Resource Charts Saat masuk ke UI BigQuery, Anda akan menemukan Administrator Hub yang merupakan pusat untuk memahami, mengelola, memantau queries, kapasitas, serta lingkungan BQ. Ketika memantau lingkungan BQ secara real-time menggunakan Resource Charts, Anda bisa melihat penurunan penggunaan slot selama beberapa saat ke depan dan memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut. Anda juga bisa melihat bagan Errors untuk melihat peningkatan tajam pada bagian izin yang ditolak dan kesalahan invalid. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat diselidiki lebih lanjut menggunakan filter seperti projects, reservations, serta users and job priorities untuk memahami berbagai perubahan yang telah terjadi dan mengambil tindakan perbaikan. Dengan begitu, Anda dapat menggunakan slot secara efisien.   Baca juga: Model Deployment Google Cloud untuk Cloud Spanner Emulator Slot Estimator untuk optimalisasi kapasitas Ada kalanya pekerjaan berjalan lebih lambat dan hal tersebut berlangsung lama. Jika dibiarkan, gangguan semacam ini jelas akan menghambat produktivitas kerja. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengandalkan Resource Charts dan Slot Estimator. Pertama, gunakan Resource Charts untuk mengetahui pemanfaatan slot. Biasanya, pekerjaan yang melambat disebabkan oleh pemanfaatan slot yang telah mencapai kapasitas maksimal. Jika ditelusuri lebih lanjut, Anda akan menemukan bahwa peningkatan alur kerja baru akan membantu terjadinya peningkatan slot yang stabil, bahkan semua slot dapat digunakan sepenuhnya secara konstan. Photo Credit: Google Cloud Blog Kedua, buka tab Slot Estimator. Pada tab tersebut Anda bisa melihat tampilan 100% untuk pemanfaatan slot penuh yang serupa. Selain itu, tab Slot Estimator juga menampilkan data peningkatan penggunaan slot selama satu minggu sebelumnya. Anda bisa melihat data reservasi kemudian menganalisis peluang untuk menambahkan jumlah slot yang berbeda. Terakhir, jika Anda sudah memutuskan untuk menambahkan slot dalam jumlah yang sesuai, bisa langsung melakukan pembelian slot untuk reservasi tertentu dalam konteks. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Cloud Guides Baik Resource Charts maupun Slot Estimator untuk saat ini baru tersedia dalam versi preview untuk pengguna Google Cloud melalui layanan Reservations. Manfaatkan layanan Reservations ini untuk mulai mencoba kedua fitur manajemen BQ tersebut. Dengan begitu, kompatibilitasnya dengan BigQuery Anda bisa dipastikan. Google juga menyediakan layanan feedback jika Anda ingin memberikan masukan untuk performa Resource Charts dan Slot Estimator. Baik fitur Resource Charts dan Slot Estimator akan sangat membantu dalam pengelolaan BQ, terutama yang berskala besar. Kedua fitur tersebut akan bekerja dengan baik dan lancar jika Anda menggunakan solusi dari Google Cloud. Dapatkan Google Cloud hanya melalui reseller resmi Google seperti EIKON Technology. Klik di sini untuk dapatkan informasi lebih lanjut!

Info

Mulai Mendesain Website yang Skalabel dengan Google Cloud Platform

Mendesain website jelas bukan sebuah perkara sepele, terlebih jika Anda ingin merancang sebuah website yang skalabel. Ada banyak sekali langkah yang harus diikuti. Belum lagi, terkadang Anda harus menggunakan vendor yang berbeda untuk menyediakan tambahan layanan. Pertanyaan semacam, “apakah website saya aman?” atau “data DNS mana lagi yang perlu ditambahkan?” selalu muncul dan menghambat para operator website. Google Cloud Platform (GCP) hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Sebab, melalui layanan Google Cloud Platform, Anda bisa mendesain website sekaligus mengelolanya di satu lokasi. Bagaimana cara kerjanya? Google Cloud Platform untuk mendesain website Google Cloud Platform menyediakan solusi untuk mengelola website, dari tahap awal hingga akhir. Dengan memanfaatkan platform ini, Anda tidak perlu lagi dengan permasalahan seperti mengelola subscriptions atau bahkan memahami integrasi antar vendor penyusun website. Fitur- fitur di dalamnya memungkinkan Anda untuk mendesain sebuah website yang bukan hanya skalabel, tapi juga handal dan aman. Selain itu, tersedia beragam keuntungan tambahan seperti sertifikat Google Managed SSL gratis dan perlindungan DDoS terbaik melalui Google Cloud Armor. Diagram arsitektur Berikut adalah diagram arsitektur yang menggambarkan seluruh komponen dalam Google Cloud Platform: Photo Credit: Google Cloud Blog Sedangkan komponen kuncinya adalah sebagai berikut: Cloud Domains Cloud DNS Compute and Storage Global HTTPs Load Balancer Cloud Armor Cloud CDN Membeli sebuah domain di Google Cloud Saat mendesain sebuah website, proses pembelian dan verfikasi domain adalah salah satu tahapan yang kompleks dan makan waktu. Melalui Cloud Domains, proses tersebut bisa disederhanakan. Sebab, Cloud Domains telah terintegrasi dengan Cloud DNS sehingga pengelolaannya pun mudah. Bukan hanya itu, Cloud Domains juga telah mendapat dukungan API penuh. Jadi, manajemen website pun akan lebih terprogram, terutama jika Anda mengelola portofolio yang lebih besar.   Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Website Menggunakan Google Sites Mengelola DNS dengan Google Cloud Selain Cloud Domains, GCP juga menyediakan solusi Cloud DNS. Solusi yang ditawarkan GCP merupakan sebuah infrastruktur DNS yang terkelola secara skalabel. Manajemen zona DNS dirancang untuk mudah dijalankan, baik untuk zona pribadi maupun publik. Data DNS publik disiarkan secara luas menggunakan jaringan terdistribusi Google. Dengan begitu, proses aktivasi DNSSEC pun menjadi mudah, menjauhkan end-user dari risiko keamanan yang merugikan. Mengamankan traffic website melalui Cloud Armor Photo Credit: Wikimedia Commons Traffic sering menjadi celah keamanan yang membahayakan end-user saat mengakses website. Untuk mencegah hal tersebut, Cloud Armor yang tersedia di GCP bisa menjadi solusi terbaik. Cloud Armor sendiri merupakan pertahanan DDoS sekaligus WAF (Web Application Firewall (WAF) terbaik di kelasnya. Dengan Cloud Armor, Anda bisa memanfaatkan pengaturan WAF yang telah dikonfigurasi dengan Mod Security Rule Set 3.02 sebelumnya, Pengaturan tersebut akan memberikan perlindungan yang adaptif, memastikan website yang Anda rancang tetap terlindungi dari berbagai serangan. Menyiapkan penyeimbang beban https eksternal Penyeimbang beban https eksternal merupakan solusi layer 7 berbasis proxy global. Fungsinya adalah sebagai titik masuk untuk seluruh traffic website Anda menuju Google. Solusi penyeimbangan beban yang disediakan GCP memungkinkan terjadinya manajemen lalu lintas yang terintegrasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Anda juga memadukannya dengan sertifikat Google Managed SSL untuk proses pengelolaan yang berkelanjutan. Cloud CDN untuk caching konten statis Photo Credit: Google Cloud Untuk mengelola konten website yang dapat disimpan dalam cache seperti gambar atau video pendek, gunakanlah Cloud CDN. Dengan Cloud CDN, konten bisa dikirim dengan cepat dan tanpa banyak biaya. Ini karena Google memiliki Cloud CDN yang tersebar di seluruh dunia.  memastikan tiap pengguna dari lokasi yang penting bagi Anda untuk mengakses website dengan cepat. Cloud CDN pun mudah diaktifkan dan dijalankan. Mendesain website bukanlah sebuah proses yang instan. Agar website bisa berjalan lancar, Anda harus memastikan tiap elemen di dalamnya bekerja dengan baik. Google Cloud Platform bisa menjadi solusi yang efisien sekaligus menyeluruh untuk Anda. Dapatkan segera hanya di EIKON Technology yang merupakan official partner Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technnology.

Google Workspace

Cara Menghapus Space Bernama di Google Chat

Google Chat merupakan aplikasi komunikasi yang berada dalam platform Google Workspace. Chat sendiri berfungsi sebagai salah satu media untuk menunjang keperluan kolaborasi Google Workspace. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, komunikasi antar pengguna dalam satu ruang kolaborasi pun menjadi lebih mudah. Salah satu fitur unggulan dalam Google Chat adalah Space atau Ruang. Melalui fitur ini, Anda bisa membuat ruang chat yang berisi beberapa orang sekaligus. Space cocok untuk digunakan saat Anda harus berkolaborasi dengan beberapa orang. Sebab, komunikasi akan lebih terarah dan aman. Dalam update terbarunya, Chat menambahkan opsi untuk menghapus Space. Bahkan opsi ini juga tersedia untuk Space yang telah diberi nama. Bagaimana caranya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Opsi menghapus Space Photo Credit: Google Workspace Updates Pilihan untuk bisa menghapus Space sebenarnya sudah lama ada. Hanya saja, masih terbatas penerapannya pada Space yang belum diberi nama (unnamed Space). Opsi ini juga sempat diperkenalkan Google sebelumnya. Namun opsi tersebut tidak bertahan lama setelah peluncurannya. Layanan ini akan berlaku bagi seluruh end-user Google Chat. Dengan adanya opsi menghapus Space yang telah dinamai ini, Anda bisa lebih mudah mengelola daftar percakapan yang ada pada Chat. Terlebih, opsi penghapusan ini juga berlaku permanen. Artinya, user yang membuat Space bisa menghapusnya dari Chat, termasuk seluruh konten di dalamnya. Perlu diingat juga, jika Space telah terhapus maka user tidak akan bisa mengakses konten di dalamnya, termasuk daftar member Space yang tergabung. Proses rollout layanan Photo Credit: StockSnap (Pixabay) Opsi penghapusan Space tersedia mulai tanggal 16 November 2021. Google sendiri menerapkan gradual rollout untuk menerapkan fitur tersebut pada setiap platform. Update secara bertahap ini akan berlangsung selama total 15 hari dari tanggal 16 November. Mengapa Google menerapkan gradual rollout untuk fitur baru ini? Rollout secara bertahap dilakukan untuk menghindari terjadinya error saat fitur digunakan. Semakin kompleks fitur yang diperbaharui, semakin lama juga durasi rollout-nya. Ketersediaan layanan Fitur untuk menghapus Space yang telah dinamai baru tersedia untuk platform Google Workspace Business Standard dan Business Starter editions. Namun bagi Anda yang belum menggunakan kedua platform tersebut tidak perlu merasa kecil hati. Sebab, Google berencana untuk menyediakan fitur penghapusan ini untuk versi Google Workspace yang lain, tepatnya di tahun 2022 nanti. Berikut adalah daftar lengkap untuk ketersediaan fitur penghapusan pada platform Workspace: Tersedia di Google Workspace Business Standard, G Suite Basic, dan Business Starter Belum tersedia di Google Workspace, Google Workspace Essentials, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Frontline, Nonprofits, serta Business Informasi tambahan Penting untuk diingat, fitur hapus ini tidak tersedia untuk versi Workspace yang memiliki Google Vault. Jika Anda melakukan upgrade dari versi Business Standard atau Business Starter ke versi yang mendukung layanan Google Vault, fitur tersebut tidak akan tersedia. Baca juga: Google Workspace, “Kantor” Baru Untuk Sistem Kerja Hybrid Meski begitu, Google telah memastikan bahwa fitur ini akan tersedia untuk seluruh versi Workspace di tahun 2022. Informasi lengkap mengenai waktu update Google Chat untuk masing-masing versi, tersedia di halaman Workspace Updates Blog. Mulai menerapkan fitur hapus Space Photo Credit: Piqsels Untuk mulai menerapkan fitur hapus Space ini, Anda tidak perlu menghubungi administrator yang mengelola Workspace. Sebab, fitur hapus tidak memerlukan pengaturan khusus dari pihak administrator. Pengaturan fitur bisa langsung dilakukan oleh end-user. Anda pun tidak perlu melakukan pengaturan yang rumit untuk mengaktifkan fitur ini. Sebab, Google telah menyediakannya secara default. Saat Anda melakukan update pada Chat maka fitur akan langsung muncul. Untuk mulai menghapus Space atau Ruang yang telah diberi nama, cukup pilih opsi “Delete Space”. Namun, opsi ini hanya bisa dilakukan oleh user yang merupakan pembuat Space. Photo Credit: PxHere Dengan adanya penambahan fitur untuk menghapus Space yang telah dinamai, Anda bisa mengelola daftar percakapan Chat. Namun perlu diingat, layanan ini belum tersedia bagi user yang menggunakan akun personal. Untuk mengoptimalkan penggunaan Chat, sebaiknya Anda mulai menggunakan Workspace. Bagi Anda yang harus melakukan kolaborasi dan terlibat dalam suatu project dengan banyak anggota, penggunaan Google Workspace akan sangat memudahkan. Berbagai aplikasi dan fitur di dalamnya, seperti Google Chat dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dapatkan Google Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda melalu EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

Google Workspace

Cara Mengaktifkan Approvals, Fitur Persetujuan Dokumen Google Workspace

Agar bisa tetap memenuhi kebutuhan tiap user, fitur Google Workspace pun terus diperbaharui. Salah satu update terbaru mereka adalah Approvals yang merupakan fitur persetujuan dokumen. Fitur ini sebelumnya sudah diperkenalkan kepada publik pada tahun 2019 lalu. Hanya saja, saat itu format yang tersedia adalah format beta dengan kemampuan terbatas. Untuk memanfaatkan fitur yang sangat aplikatif dalam hal penyuntingan teks ini, berikut ulasan mengenai cara mengaktifkan Approvals pada dokumen yang dibuat menggunakan platform Google Workspace. Mengenal Approvals, fitur Google Workspace untuk persetujuan dokumen Photo Credit: Pxfuel Mendapatkan persetujuan adalah salah satu proses dalam pembuatan dokumen. Tanpa adanya persetujuan, dokumen tersebut akan dianggap kurang layak untuk diterbitkan. Selain itu, persetujuan juga menjadi langkah terakhir untuk memastikan isi dokumen. Akan sangat merepotkan jika Anda harus bolak-balik ke tempat atasan untuk mendapatkan persetujuan setelah selesai melakukan revisi dokumen. Untuk mengatasi hal tersebut, Google Workspace memperkenalkan Approvals di tahun 2019 lalu. Melalui  Approvals, Anda tidak harus bolak-balik ke ruangan atasan untuk meminta persetujuan. Cukup simpan dokumen yang sudah jadi dalam penyimpanan Google Drive lalu ajukan permintaan persetujuan. Atasan Anda bisa langsung memeriksa dokumen dan memberikan persetujuan. Jauh lebih hemat waktu dan tenaga! Bagaimana cara mengaktifkan Approvals? Photo Credit: Workspace Updates Blog Lalu, bagaimana cara mengaktifkan Approvals? Sebenarnya, untuk mulai menggunakan fitur baru Google Workspace ini tidak terlalu sulit. Hanya saja, Anda perlu aktivasi layanan dari pihak administrator terlebih dulu. Baca juga: Menghubungkan Karyawan Bekerja Secara Hybrid Work Dengan Google Workspace Bagi Anda yang ditunjuk menjadi administrator, Approvals akan otomatis aktif sebagai default. Administrator bisa menonaktifkan layanan pada level domain atau mengaturnya tiap grup yang sudah ditentukan sebelumnya. Seluruh pengaturan ini bisa dilakukan melalui Admin Console, tepatnya pada menu Apps dan Google Workspace. Sedangkan end-user bisa mengaktifkan Approvals melalui pengaturan yang ada pada akun Google Drive mereka. Pada file yang ingin dimintai persetujuan, klik kanan dan pilih opsi Persetujuan. Setelah menu terbuka, pilih Permintan Baru dan masukkan detail permintaan persetujuan yang berisi alamat email pemberi persetujuan dan pesan tambahan. Jika sudah klik tab Kirim Permintaan. Beberapa hal yang perlu diingat Setelah permintaan persetujuan dikirim, reviewer akan langsung mendapatkan notifikasi. Entah itu melalui notifikasi Driver mereka, pemberitahuan Google Chat, maupun e-mail. Anda bisa mengatur notifikasi ini melalui pengaturan Google Drive. Notifikasi tersebut akan berisi link untuk menuju dokumen yang harus diperiksa. Pembuat dokumen yang mengajukan permintaan persetujuan bisa menentukan batas tanggal review. Pihak yang menerima permintaan akan mendapatkan e-mail pengingat sebelum tanggal jatuh tempo. Anda juga bisa mengatur agar dokumen tidak diubah orang lain saat proses permintaan persetujuan berjalan. Apabila terjadi perubahan pada dokumen saat prose permintaan berjalan maka perubahan tersebut tidak akan dianggap. Reviewer baru bisa memberikan persetujuan ulang setelah dokumen tersebut selesai direvisi. Ketersediaan layanan Photo Credit: Pxfuel Approvals sendiri tersedia di beberapa versi platform Google Workspace seperti: Essentials. Business Standard dan Plus. Enterprise Essentials, Standard, dan Plus. Education Plus. Nonprofits. G Suite Business, Enterprise, Drive Enterprise, for Education, Enterprise for Education, dan Nonprofits.   Perlu diingat juga, fitur Approvals untuk saat ini tidak tersedia pada Google Workspace versi Business Starter, Education Fundamentals, Education Standard, Frontline, serta G Suite Basic. Bagi Anda pengguna Google Account pribadi juga belum bisa menggunakan fitur Approvals ini. Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda Saat Menggunakan Google Workspace Dengan adanya fitur Approvals pada Google Workspace, Anda bisa menghemat banyak waktu saat bekerja. Sayangnya, fitur ini hanya tersedia pada beberapa versi Google Workspace. Untuk menikmati kemudahan Approvals, gunakan versi Google Workspace yang kompatibel. Belum memiliki Google Workspace yang kompatibel dengan Approvals? Tidak perlu panik karena sekarang Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology, satu dari 10 Google Apps Partner pertama di seluruh dunia. Dengan pengalaman yang mumpuni, EIKON Technology selalu memastikan agar Anda mendapatkan produk berkualitas secara legal dan aman. Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Scroll to Top