Author name: EIKON Technology

Cloud Computing, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure

Sebagai perusahaan teknologi yang sudah dipercaya sejak dulu, Microsoft terus mengembangkan inovasinya untuk memudahkan pengguna dalam pengelolaan jaringan dan data. Salah satunya adalah melalui cloud Microsoft Azure. Cloud Microsoft Azure memiliki banyak keunggulan. Hal ini karena dapat dikombinasikan dengan jaringan berbeda. Dengan kata lain, Azure tidak hanya bisa digunakan untuk jaringan berbasis cloud saja, melainkan juga untuk hybrid. Dengan begitu, proses pengelolaan manajemen IT di perusahaan Anda menjadi lebih mudah dan aman.  Hal itu semakin baik dengan dukungan lima fitur unggulannya. Yakni Azure SQL, Azure Redis Cache, dan Azure Website Gallery.  Fitur yang ada di dalamnya pun bisa ditingkatkan dengan menggunakan cara yang bisa Anda lakukan. Cara Meningkatkan Cloud Microsoft Azure Photo: Netpluz Asia Ada tiga cara utama yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan pengalaman terbaik bagi perusahaan. Berikut di antaranya yang perlu Anda ketahui. Cloud Microsoft Azure Chaos Studio Pertama adalah dengan menggunakan cloud Microsoft Azure Chaos Studio. Layanan ini diluncurkan untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi ketika Anda menggunakan dan mencoba aplikasi. Mulai dari melacak hingga memetakan kegagalan pada aplikasi tersebut. Jadi, melalui platform ini, Anda bisa mengatasi permasalahan di aplikasi melalui beberapa simulasi skenario kegagalan. Chaos Studio memungkinkan Anda untuk menggunakannya dan melihat aplikasi lebih baik, terutama dalam mengatasi permasalahan dan kegagalan yang ada. Keunggulannya antara lain, Anda dapat lebih banyak waktu dalam menganalisis aplikasi, memulainya dengan cepat, hingga validasi produk atau aplikasi sebelum diluncurkan nantinya. Cloud Microsoft Azure Landing Zone Photo: Linktech Australia Kedua adalah cloud Microsoft Azure Landing Zone yang bisa Anda gunakan untuk membuat aplikasi untuk cloud. Termasuk saat Anda melakukan moderasi aplikasi tersebut pada lingkungan multisubskripsi Azure. Keunggulan dari cloud Microsoft Azure ini di antaranya adalah lebih scalable dan digunakan dalam mode modular. Adapun yang dimaksud scalable di sini adalah mendukung untuk konfigurasi pada lingkungan jaringan cloud. Sementara itu, semua fitur pada Microsoft Azure Landing Zone ini menggunakan pendekatan modular untuk membangun lingkungan dengan berdasarkan pada desain area yang sudah dibuat. Dengan begitu, mudah untuk dikonfigurasikan dengan platform lainnya seperti Azure SQL Database, Azure Kubernetes Service, dan Azure Virtual Desktop. Cloud Economics Ketiga ada cloud Microsoft Azure Economics. Platform ini memang dikhususkan bagi perusahaan yang ingin menginvestasikan jaringan cloud mereka. Menggunakan platform dan layanan ini akan membuat pengeloaan menjadi lebih mudah.  Agar lebih nyaman, pihak Microsoft pun juga menambahkan dukungan dengan template Power BI berbasis model Excel. Template tersebut akan menguntungkan pengguna sebagaimana mereka menggunakan Azure Hybrid. Dari Azure Cost Management Portal ke Power BI ini bisa Anda gunakan untuk melakukan kustomisasi dan pelaporan. Terlebih lagi adanya integrasi API ini membuat sistem data lebih mudah dan aman. Penutup Photo: Medium.com Itulah beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan pengalaman dalam menggunakan cloud Microsoft Azure. Kini, mendapatkan Microsoft Azure untuk keperluan bisnis Anda lebih baik. Salah satunya adalah membelinya di vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan platform Microsoft resmi dengan lisensi dari Microsoft. Anda juga bisa memilhnya sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan pula layanan purna-jual dan maintenance yang ditawarkan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk Microsoft dari kami, Anda bisa hubungi kami di sini.

Google Workspace

Document Approval Tersedia untuk Lebih Banyak User

Google Workspace kini semakin mudah digunakan untuk persetujuan dokumen yang dibagikan. Tools ini mulai diperbarui dan diperkenalkan sejak 8 November 2021 lalu. Pembaruan fitur ini termasuk Anda dapat melakukan seting mengenai kapan dokumen tersebut dikirim dan disetujui. Apa saja hal  yang perlu Anda ketahui tentang document approval Google Workspace ini? Simak ulasan berikut. Keunggulan Menggunakan Document Approval Google Workspace Photo: 10atm.com Menggunakan Google Workspace memiliki banyak manfaat. Khususnya bagi Anda dengan mobilitas tinggi. Dalam kaitannya dengan document approval Google Workspace misalnya, Anda bisa mengandalkan layanan ini untuk proses yang lebih cepat. Sehingga, dapat memangkas waktu dibandingkan menggunakan cara konvensional. Di sisi lain, selain menghemat waktu Anda tentu akan hemat biaya pengeluaran. Sebab, semuanya dilakukan hanya dalam satu sentuhan saja tanpa bertatap muka langsung dengan pihak lain dalam mendapatkan persetujuan. Jika menggunakan cara konvensional, Anda masih harus bertemu orang lain secara langsung dan itu bisa memakan waktu dan biaya. Bagaimana Menambahkan User Baru? Photo: Abweb.ca Setelah Anda mengetahui apa saja keuntungan dan keunggulan dari document approval Google Workspace, penting pula untuk mengetahui bagaimana cara menambahkan user baru. Sebenarnya, caranya cukup mudah yakni, bukalah file dokumen Anda pada Google Docs. Lalu, pilih menu ‘File’ dan lanjutkan dengan memilih ‘Approval’. Kemudian tambahkan email user yang akan mendapatkan akses dokumen tersebut. Nantinya, saat penerima tersebut dikirimi dokumen mereka akan mendapatkan email untuk persetujuan. Baik melalui browser maupun notifikasi Google Chat berdasarkan setingan website Drive Anda saat menerima notifikasi. Notifikasi tersebut berisi link, dan saat di klik akan membuka dokumen yang dibagikan. Cara Memulainya Photo: Presis.nl Untuk memulai menggunakan document approval Google Workspace, ada dua cara yang bisa dilakukan di sini. Anda bisa memilih apakah melalui admin maupun sebagai pengguna atau end user. Berikut cara yang dapat Anda lakukan dengan mudah, cepat, dan lebih nyaman. Jika Anda masuk sebagai admin, fitur ini akan otomatis ‘ON’ dan bisa Anda nonaktifkan pada level domain dan pengelolaan per group atau UO. Selanjutnya, jika Anda sebagai pengguna atau end user dapat mengelola melalui notifikasi Drive dan persetujuan melalui setting Drive. Kompatibilitas Document Approval Google Workspace Photo: Learn.metaline Meski document approval Google Workspace tersedia bagi lebih banyak user, akan tetapi Anda perlu mengetahui jika beberapa platform tidak dapat digunakan pada layanan ini. Adapun beberapa layanan pada Google Workspace yang memungkinkan untuk layanan ini adalah: Google Workspace Essential, Business Standard Business Plus Enterprise Essentials Enerprise Standard Enterprise Plus, Education Plus Selain itu juga kompatibel untuk jaringan lainnya seperti Google Workspace Business, Google Workspace Enterprise, Drive Enterprise, Google workspace for Education, G Suite Enterprise for Education, dan G Suite for Nonprofits. Kemudian,  document approval Google Workspace tidak tersedia untuk layanan pada Google Workspace Business Starter, Educational Fundamental, Educational Standard, Frontline, dan G Suite Basic Customers. Termasuk tidak tersedia pada pengguna dengan Google Accounts.   Itulah beberapa keunggulan dari document approval Google Workspace  pada Google Workspace yang memberikan Anda kemudahan lebih dengan bekolaborasi bersama pengguna lainnya. Jika Anda ingin menggunakannya untuk skala perusahaan, ada baiknya memilih layanan penyedia platform Google Workspace di vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi dari Google pusat, Anda juga akan mendapatkan layanan purnajual yang bisa diseuaikan dengan kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditawarkan, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Memilih Jaringan Konektivitas di Jaringan Google Cloud

Jaringan Google Cloud menjadi platform jaringan yang sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Melalui jaringan ini, Anda dapat menyimpan semua data dan sumber daya secara efisien. Selain itu, juga dapat dihubungkan dengan jaringan Google lainnya secara mudah. Lalu, bagaimana memilih jaringan konektivitas di Google Cloud ini? Simak ulasannya berikut. Mengaktifkan Jaringan Google Cloud Photo: Google Cloud untuk bisa menikmati layanan Google Cloud dan jaringan Google lainnya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan.Mulai dari menggunakan Cloud Interconect dan Cloud VPN, menggunakan Network Connectivity Center, melalui teknik peering API Google, dan melalui provider Content Delivery Network (CDN). Cloud Interconnect Cara yang pertama adalah melalui Cloud Interconect. Cara ini memungkinkan Anda untuk melakukannya dalam dua opsi yakni menggunakan teknik Dedicated Interconnect atau menggunakan teknik Partner Interconnect untuk menghubungkan ke jaringan PVC. Jika bandwidth memerlukan ukuran yang cukup besar mulai 10Gbps hingga 100Gbps, maka Anda bisa memilih jaringan Google dengan teknik Dedicated Interconnect. Lalu, jika bandwdith standar dalam 50 Mbps hingga 50 Gbps, Anda dapat menggunakan teknik yang kedua yakni Partner Interconnect dalam mengaktifkan jaringan Google Cloud. Cloud VPN Berikutnya, mengaktifkan jaringan Google Cloud bisa menggunakan Cloud VPN. Langkah seperti ini memungkinkan pengguna dengan mudah menghubungkan jaringan lokal pada jaringan VPC dengan koneksi yang aman dengan VPN IPSec. Proses pemindahan ini semakin nyaman karena dienkripsi menggunakan VPN Gateway satu dan dideskripsi lagi oleh VPN Gateway lainnya. Network Connectivity Center Photo: e-Pasje Cara yang ketiga adalah melalui Network Connectivity Center. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan dukungan jaringan atau layanan yang berada di luar Google Cloud dengan menggunakan jaringan Google pada Wide Area Network (WAN). Cara seperti ini direkomendasikan bagi pengguna dengan manajemen yang baik dan saling terhubung. Kemudian, jaringan lokal yang Anda miliki dapat terhubung pada hub melalui HA VPN maupun attachment dari VLAN yang terhubung pada Google Cloud. Mengkoneksikan  Jaringan Google Cloud ke Google Workspace dan API Google Keempat, Anda bisa mengaktifkan jaringan Google Cloud dengan menggunakan API Google dan Google Workspace. Hanya saja cara ini terbatas pada dua platform tersebut saja. Caranya  pun bisa dilakukan melalui dua teknik yakni Direct Peering dan Carrier Peering. Direct Peering adalah cara yang dilakukan untuk terhubung langsung dengan Google Cloud melalui Google Edge Location. Sedangkan Carrier Peering dapat dilakukan dengan menghubungkan lewat ISP.  Mengkoneksikan ke Provider CDN Cara terakhir yang dapat Anda gunakan adalah menggunakan CDN Interconnect yang disediakan oleh pihak ketiga penyedia CDN melalui teknik peering yang terhubung dengan jaringan Google di berbagai lokasi. Yakni dengan mengarahkan traffic jaringan VPC ke jaringan penyedia layanan. Nantinya traffic jaringan Anda dari Google Cloud melalui salah satu tautan akan mendapatkan keuntungan langsung dari penyedia CDN secara berbayar. Penagihannya pun dilakukan dengan otomatis. Cara seperti ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang sering melakukan pembaruan konten. Memilih Jaringan Google Cloud dari Platform Terpercaya Photo: Cio.com Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memilih jaringan Google Cloud yang mudah, aman, dan nyaman. Untuk keperluan bisnis dan perusahaan, pilihlah layanan dari Google yang terpercaya. Hal ini penting dilakukan untuk melindungi data-data krusial milik perusahaan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab melalui tindak kejahatan siber. Selain itu, Anda bisa memilih vendor penyedia layanan produk Google seperti Google Cloud ini yang sudah memiliki reputasi baik dan dipercaya oleh banyak perusahaan. Salah satunya adalah EIKON Technology yang menyediakan layanan produk Google dengan lisensi langsung dari Google Pusat. Kami juga memiliki layanan purnajual bagi pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami di sini

Google Cloud

Register Domain Lebih Mudah dengan GA Cloud Domain

Pada Februari 2021 lalu, Google meluncurkan Cloud Domain untuk memudahkan pengguna Google Cloud dalam mendaftarkan domain baru. Lantas, apa saja keunggulan dari platform register domain ini dan cara yang harus dilakukan? Berikut ulasannya yang perlu Anda ketahui. Cara Register Domain Photo: Exnet.com Cara register domain pada Cloud Domain sebenarnya cukup mudah. Anda bisa menentukan kapan waktu terbaik bagi tim IT perusahaan untuk melakukannya. Setidaknya ada lima cara dalam melakukan hal tersebut. Pertama, mencari nama domain yang tepat. Kedua, melakukan konfigurasi domain. Ketiga, memilih seting privasi untuk domain Anda. Keempat, spesifikasikan detail kontak. Kelima, melakukan verifikasi registrasi. Mencari Nama Domain yang Tepat Untuk melakukan langkah pertama ini, Anda harus masuk ke laman Cloud Domain terlebih dahulu dan klik ‘Register Domain’. Kemudian, carilah domain yang masih tersedia dan pilih berdasarkan kebutuhan. Harga domain ini akan tersedia dan Anda bisa melakukan klik ‘Add Chart’. Lanjutkan dengan klik menu ‘Continue’. Konfigurasi Domain Langkah selanjutnya adalah konfigurasi DNS untuk domain. Anda bisa memilih DNS yang tersedia. Beberapa DNS ini di antaranya adalah Cloud DNS, Google Domains, dan nama server secara kustom. Jika memilih Cloud DNS maka pilih default ‘New Zone’ dan secara otomatis akan membuat domain. Lalu klik ‘Save and Continue’. Apabila memilih Google Domain, maka Anda bisa memilih mengaktifkan maupun menonaktifkan DNSSEC. Sedangkan jika memilih nama server secara kustom maka setidaknya Anda perlu memasukkkan dua server yang berbeda.  Setting Privasi Domain Ketiga adalah dengan seting privasi domain. Setidaknya di sini ada tiga opsi yang bisa dipilih yakni ‘Privacy Protection On’, ‘Limit Your Info Available to the Public’, dan ‘Make All Contact Info Public’. Setelah memilih salah satunya, lanjutkan dengan klik ‘I Agree’ pada pop-up dan lanjutkan dengan klik ‘Continue’. Spesifikasi Detail Kontak Detail kontak yang diperlukan merupakan dasar dari ICANN untuk mengatasi permasalahan di kemudian hari. Informasi yang Anda cantumkan akan menjadi kontak informasi publik untuk domain Anda dan sebagai database untuk WHOIS. Verikasi Register Domain Proses terakhir adalah verifikasi register domain. Anda perlu melakukan ini setidaknya 15 hari sebelum domain aktif. Untuk melakukannya Anda bisa membuka email verifikasi yang dikisimkan oleh domains-noreply@google.com. Lalu, lanjutkan dengan klik ‘Verifiy Email Now’.  Keunggulan Cloud Domain Photo: Inc. Magazine Register domain melalui Cloud Domain memiliki banyak keunggulan yang dapat dirasakan oleh perusahaan. Melansir dari laman resmi Google Cloud, beberapa keunggulan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: Dengan Cloud Domain, Anda dapat mengaktifkan pula DNSSEC untuk Public DNS Zone menjadi lebih aman dan terlindungi. Saat mentrasfer domain, Anda dapat menghubungi API dari Cloud DNS untuk melakukan setting dan pembaruan DNS.  Cloud Domain akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Termasuk ketika Anda menghubungkannya dengan aplikasi dan layanan lain dari Google Cloud. Misalnya saja seperti Cloud Run, Google App Engine, dan juga Cloud DNS. Semua dapat dikelola dengan menggunakan Google Cloud Platform yang sama. Dengan begitu, proses verifikasi dan konfigurasi domain menjadi lebih simpel. Cloud Domain memudhakan Anda dalam melakukan registrasi domain dengan transfer domain melalui pihak ke tiga melalui API. Menggunakan API akan memudahkan Anda dalam mentransfer domain ke Cloud Domain. Penutup Photo: Unpslash Setidaknya itulah cara register domain dengan GA Cloud Domain yang perlu Anda ketahui beserta keuggulannya. Agar semakin nyaman dalam menggunakan jaringan dan layanan cloud computing di perusahaan Anda, perhatikan pula fitur-fitur pendukung lainnya agar semakin aman dan nyaman. Oleh karena itu, Anda bisa memilih layanan pendukung dari produk-produk Google melalui vendor terbaik dan terpercaya seperti EIKON Technology. Kami menyediakan produk dan layanan dari Google untuk perusahaan Anda dengan lisensi resmi dari Google pusat. Dengan begitu data perusahaan menjadi lebih aman. Anda juga akan mendapatkan layanan purna-jual terbaik dari kami dengan layanan penuh 24/7. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk yang kami tawarkan, silakan klik di sini.

Google Workspace

Mengamankan Data Perusahaan dari File Bersama Saat Karyawan Resign

Dalam sebuah perusahaan, karyawan resign merupakan hal yang wajar. Namun, di sini yang harus diperhatikan adalah bagaimana perusahaan melindugi data  fitur shared drive yang selama ini diakses oleh karyawan tersebut. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan merugikan, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan berikut ini. Buat Kebijakan Penghapusan Akses dari Karyawan yang Resign Photo: TrainingIndustry Sebagai langkah awal, pihak perusahaan harus membuat kebijakan dan aturan yang jelas mengenai pengelolaan data file sharing bersama dari karyawan yang resign. Hal ini bisa dilakukan dengan diperkuat adanya surat kontrak atau perjanjian yang sah.  Tujuannya adalah sebagai bukti yang mengikat apabila karyawan yang telah resign tersebut berbuat tindakan yang melanggar hukum dengan memanfaatkan data dari  fitur shared drive perusahaan, maka dapat dilakukan tindakan lebih lanjut. Membatasi Akses Fitur Shared Drive Photo: Pinterest Cara berikutnya adalah dengan membatasi akses fitur shared drive perusahaan. Di sini, para admin hanya dapat membagikan akses data yang dibutuhkan untuk karyawan-karyawan tertentu saja. Misalnya dengan menggunakan metode enkripsi data maupun metode autentikasi dua langkah. Pembatasan juga dilakukan untuk penggunaan hardware maupun software dari pihak luar. Sebab, itu akan memungkinkan para pengguna untuk mentransfer data dan menyebarkannya kembali. Ada baiknya pula perusahaan mempertimbangkan penggunaan konfigurasi firewall pada file berbagai seperti Microsoft 365 agar semakin aman saat digunakan para karyawan. Tetapkan Pihak yang Dapat Mengelola Fitur Shared Drive Photo: Pexels Menyambung dari poin di atas sebelumnya, di sini admin harus selektif dan memilah pihak mana saja yang dapat mengelola fitur shared drive perusahaan. Dengan kata lain, jika data itu penting nantinya admin hanya mematikan akses karyawan saja, tanpa harus menghapus semua data-data karyawan yang sudah resign tersebut bila sewaktu-waktu diperlukan untuk kepentingan perusahaan. Meski ini sebenarnya langkah yang dibilang cara lama, namun dalam praktiknya hal tersebut cukup efektif. Jangan lupa, dalam menentukan pihak siapa saja yang dapat mengelola fitur shared drive tim IT perusahaan sebaiknya berkonsultasi pula dengan divisi lain. Misalnya saja dengan pihak legal, personalia, dan tim audit.  Sistem Keamanan Sharing File yang Aman Photo: Pexels Selain hal-hal di atas, Anda juga harus memastikan sistem keamanan fitur shared drive di perusahaan aman. Memang, sekilas fitur ini mungkin akan nampak baik-baik saja. Akan tetapi, ada beberapa fitur yang mengharuskan Anda untuk mengupdate maupun mengupgrade secara berkala. Dengan begitu, keamanannya akan semakin baik. Sebab, jika Anda tidak segera melakukan pembaruan dan sistem keamanan masih menggunakan versi lama, maka hal itu bisa menjadi celah bagi kebocoran data penting perusahaan ke publik dan dapat merugikan. Penutup Photo: Pexels Setidaknya itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga dan mengamankan data perusahaan dari fitur shared drive. Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengecek secara berkala fitur berbagi dokumen di perusahaan adalah hal penting. Terlebih jika karyawan Anda resign dan masih memiliki akses di fitur tersebut. Dengan membatasi dan mematikan akses kepada mantan karyawan tersebut, hal itu akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Misalnya saja mencegah kebocoran data penting perusahaan dari tindakan yang merugikan seperti phising maupun kejahatan fraud.  Meskipun mantan karyawan tersebut tidak melakukan hal demikian, bisa saja akun yang dimilikinya dibajak oleh pihak yang tak bertanggungjawab dan membobol data peruashaan dengan akun mantan karyawan tadi. Agar Anda lebih nyaman dalam menggunakan fitur shared drive, sebaiknya pilih produk dengan keamanan tinggi di vendor penyedia layanan yang terpercaya. Salah satunya adalah Google Workspace di EIKON Technology. Kami menyediakan produk Google terbaik dengan lisensi langsung dari pihak Google pusat. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa hubungi CS kami dengan cara klik di sini.

Gmail, Google Workspace, Info

Berusia 50 Tahun, Simbol @ pada Email Terus Mendorong Kolaborasi

  Email menjadi kebutuhan penting di era Internet of Things (IoT) saat ini. Namun, sadarkah Anda jika email mungkin saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya simbol ‘@’ setiap kali mengirimkan pesan kepada penerima? Simbol sederhana ini setidaknya telah 50 tahun mendorong kemajuan teknologi informasi. Pada mulanya, penggunaan simbol ‘@’ untuk teknologi informasi dikembangkan oleh Ray Tomlinson di tahun 1971 saat memecahkan permasalahan yang ada pada ARPANET. Dimana perusahaan itu disebut-sebut sebagai cikal bakal perusahaan  teknologi internet modern saat ini. Tomlinson menciptakan sistem alamat yang menempatkan simbol ‘@’ ini pada sebuah host komputer. Pada awal masa percobaan teknik ini, hanya bisa digunakan untuk komputer lain di jarak 10 kaki saja, namun penemuan tersebut membawa perubahan besar di era teknologi. Simbol ‘@’ yang Merentang Zaman Source: BBC Jauh sebelum Ray Tomlinson menggunakan simbol ‘@’sebagai salah satu hal penting dalam menghubungkan masyarakat di era digital, simbol ini juga sering digunakan untuk berbagai hal. Di Italia, simbol tersebut dikenal dengan istilah ‘the snail’ karena sekilas memang terliihat seperti cangkang siput. Masyarakat Belanda, menyebut simbol itu dengan istilah ‘monkey tail’. Sejak kapan penggunaan simbol ini memang menjadi simpang siur. Namun, berdasarkan data-data simbol tersebut digunakan secara umum pada abad ke-16. Kini, simbol ‘@’ menjadi bagian penting dalam dunia internet. Misalnya saja di berbagai aplikasi seperti Gmail, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp untuk menandai seseorang yang ingin kita kirimi pesan.  Kelahiran Gmail Source: IDN Times Sejak 30 tahun setelah Tomlinson menggunakan simbol ‘@’, seorang teknisi Google bernama Paul Buchheit membuat eksperimennya pada email. Buccheit berusaha menemukan solusi yang menurutnya, penggunaan email pada masa awal-awalnya dulu cukup menyusahkan. Lalu, dirinya mencoba membuat Gmail semakin mudah dengan menggunakan simbol tersebut untuk menandai pengguna lainnya. Pada awal masa percobaannya, Buchheit tidak begitu yakin dengan solusi tersebut. Namun, saat Gmail diluncurkan pada 1 April 2004 silam, banyak pihak juga meragukannya. Sampai kemudian, simbol ini benar-benar memiliki manfaat besar sampai sekarang pada layanan Google Workspace. Pada layanan Google inilah simbol ‘@’ memiliki kontribusi besar dalam platform seperti Docs, Slides, Sheets, Meet, dan Chat. Saat ini juga tercatat sekitar 3 miliar pengguna di dunia merasakan manfaat besar dari simbol sederhana. Mengapa Fitur Gmail Membuatnya Lebih Aman Source: Email Marketing Journal Nampaknya, Gmail menjadi tren baru di era teknologi khususnya untuk mengirim perpesanan elektronik atau email. Akan tetapi, Google pun menyadari masih banyak kekurangan pada fitur Gmail versi pertama kali dimunculkan. Salah satunya adalah mengenai isu pesan spam yang cukup mengganggu penggunanya. Termasuk permasalahan-permasalahan lainnya. Seiring berjalannya waktu, Google pun terus berinovasi dalam menangani masalah tersebut. Ini terlihat pada pembaruan-pembaruan yang dilakukan pada Google Workspace. Contohnya, beberapa waktu lalu yang meluncurkan fitur baru Gmail yakni Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Fitur Gmail BIMI ini memberikan banyak manfaat. Terutama bagi brand maupun perusahaan. Misalnya terhadap validasi dan otentikasi kepemilikan logo. BIMI dapat memberikan penerima pesan dengan fitur keamanan Gmail terbaik. Mulai dari sumber email dan lainnya untuk memberikan manfaat terbaik. Dengan adanya pembaruan-pembaruan tersebut, membuat Gmail di masa kini menjadi lebih powerfull, lebih aman, dan bisa lebih diandalkan untuk berbagai keperluan di bidang industri maupun perusahaan pada era perkembangan teknologi digital.  Penutup Source: Stuff.co.nz Itulah ulasan singkat dibalik penggunaan simbol ‘@’ pada email, termasuk email dari Google yakni Gmail. Meski simbol tersebut terlihat sederhana namun membawa manfaat penting bagi perkembangan dunia teknologi sampai saat ini. Terutama teknologi komunikasi dan informasi. Kini, fitur Gmail pun semakin beragam. Anda dapat menggunakannya tak hanya untuk kepentingan individu saja. Melainkan pula untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan layanan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Di sini, kami menyediakan layanan berbagai ragam fitur Gmail untuk keperluan bisnis dengan pelayanan yang dapat diandalkan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Kelebihan Service Directory Google Cloud

Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan perusahaan dan bisnis dalam hal komputasi awan pun semakin tinggi. Misalnya untuk penyimpanan data penting maupun menunjang aktivitas lainnya. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan layanan Service Directory Google Cloud. Bagaimana platform ini bekerja dan apa saja keunggulannya? Berikut ulasannya untuk Anda. Mengenal Service Directory Google Cloud Source: Google Cloud Secara umum melansir dari blog milik Google Cloud,  Service Directory Google Cloud merupakan sebuah platform yang memiliki pengaturan terintegrasi secara penuh untuk menemukan, menerbitkan, dan mengaktifkan koneksi layanan pada jaringan-jaringan komputasi awan lainnya. Platform ini memberikan informasi secara langsung atau realtime mengenai layanan yang Anda gunakan dalam satu tempat. Di samping itu juga dapat memungkinkan para penggunanya untuk menginventarisir layanan dalam skala besar. Misalnya saja penggunaan pada perusahaan maupun bisnis. Keunggulan Service Directory Google Cloud Source: Global Techoutlook Lalu, apa sajakah keunggulan dan kelebihan dari  Service Directory Google Cloud  untuk perusahaan atau manajemen bisnis Anda? Berikut beberapa di antaranya yang perlu diketahui sebelum memilihnya. Dalam hal ini ialah terkait sebagai solusi dalam memecahkan permsalahan manajemen yang ada di sebuah perusahaan. Manajemen Servis Keunggulan pertama adalah dalam hal manajemen servis. Service Directory Google Cloud dapat digunakan dalam mengelola layanan sedemikian rupa. Dengan begitu, organisasi maupun perusahaan atau bisnis Anda takperlu khawatir mengenai kemampuan, tingkat redundansi, hingga pemeliharaan jaringan yang terintegrasi dan dapat digunakan berdasarkan kebutuhan yang ada. Akses Kontrol Kedua, unggul dalam hal akses kontrol. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengatur mengenai siapa saja yang dapat mendaftarkan dan memecahkan permaslaahan yang ada menggunakan IAM. Termasuk dalam menetapkan layanan direktori kepada tim, akun layanan, dan juga organisasi. Interoperabilitas Ketiga ialah mengenai interoperabilitas yang dimilikinya. Service Directory Google Cloud merupakan layanan penamaan yang universal dan berfungsi pada seluruh jaringan Google Cloud, multi-cloud, maupun jaringan lokal. Anda dapat melakukan migrasi di antara lingkungan jaringan tersebut dengan menggunakan nama layanan yang sama pada saat mendaftar nantinya. Menggunakan Cloud DNS dengan Service Directory Source: Lumit.it Cloud DNS pada infrastruktur yang dikeluarkan oleh Google, memiliki banyak keunggulan. Di antaranya adalah lebih cepat, scalable, dan reliable. Di sampin itu, Cloud DNS juga memberikan kemudahan dalam pengaturan DNS internal dalam penggunaan jaringan pribadi pada Google Cloud. Berikut adalah bagaimana Anda bisa menggunakan zona Service Directory dalam  membuat nama layanan yang tersedia dengan memanfaatkan pencarian DNS: DNS dapat terdaftar dan terintegrasi dengan Service Directory dengan menggunakan Service Directory API. Ini bisa digunakan pada Google Clod dan layanan lain selain Google Cloud. Baik untuk eksternal maupun internal klien dapat melihat beberapa layanan servis melalui laman https://servicedirectory.googleapis.com/  Untuk bisa menggunakan DNS, buatlah zona Service Directory pada cloud DNS yang terhubung dengan nama yang ada pada Service Directory Internal klien bisa memecahkannya melalui DNS, HTTP, atau GRPC. Sedangkan untuk eksternal klien atau klien yang tidak termasuk dalam jaringan pribadi dapat menggunakan HTTP atau GRPC untuk membuat nama pada layanan. Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan Service Directory Google Cloud memberikan banyak manfaat dan keunggulan. Terutama untuk penyimpanan berbagai ragam file bisnis maupun perusahaan pada cloud dalam jumlah yang cukup besar. Untuk mendapatkan layanan terbaik menggunakan platform Google Cloud terbaik, Anda bisa memilih vendor terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang memiliki lisensi dari Google pusat untuk kenyamanan dan keamanan data bisnis maupun perusahaan. Informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi kami dengan cara klik di sini.

Info

Menggunakan Google Cloud Spot VMs untuk Menjalankan Workloads dengan Efisien

Google Cloud baru saja meluncurkan public preview untuk hasil proyek kolaborasi mereka dengan Spot by NetApp yaitu Spot VMs. Apa itu Spot VMs? Dalam komputasi awan yang dimiliki Google, terdapat kapasitas “sisa” yang tidak terpakai. Melalui Spot VMs, pengguna Google Cloud bisa meminjam ruang kapasitas tersebut dengan harga yang lebih terjangkau, bahkan 91% lebih hemat dari harga ruang kapasitas baru. Artikel ini akan membahas bagaimana caranya menggunakan layanan Google Cloud Spot VMs tersebut untuk menjalankan workloads, terutama untuk workloads yang berjenis fault-tolerant. Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal Google Cloud Spot VMs   Photo Credit: Google Cloud Blog Aplikasi modern seperti micro service, workload yang terkemas, serta aplikasi skalabel horizontal, dirancang untuk mampu bekerja bahkan di saat mesin tempat penyimpanannya sedang mengalami gangguan. Desain arsitektur ini pada akhirnya menghasilkan ruang kapasitas “sisa” pada cloud. Melalui Spot VMs, Anda yang menggunakan Google Cloud pun bisa mengakses kapasitas sisa tersebut. Google menawarkan layanan ini dengan biaya yang sangat terjangkau. Anda bisa menghemat sekitar 60-91% dari harga VM asli. Tersedia juga pilihan optimalisasi biaya melalui integrasi dengan Google Kubernetes Engine (GKE) Standar. Integrasi ini akan membuat aplikasi scalable Anda berjalan lebih mulus. Keuntungan menggunakan Google Spot VMs dalam proyek Anda Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk menggunakan Google Spot VMs, layanan ini sudah mulai diterapkan pada bulan Oktober 2021 lalu. Dengan memanfaatkan Spot VMs, Anda bisa merasakan manfaat berupa: Efisiensi TCO: Bagi pemilik bisnis, penghitungan TCO atau total cost of ownership sangat penting. Dengan menghitung TCO, maka perencanaan pengadaan struktur cloud akan menjadi lebih rinci. Adanya penghematan hingga 91% jelas akan sangat menguntungkan keuangan perusahaan. Terlebih jika Anda menggabungkan Spot VM dengan layanan Custom Machine Types dari Google dan menambahkan Spot GPU serta Spot SSD lokal. TCO akan lebih efisien tanpa harus mengorbankan kinerja. Otomatisasi yang lebih baik: Integrasi Spot VM dengan GKE akan melancarkan seluruh rangkaian proses deploy. Saat Spot VM tersedia, peningkatan skala bisa dilakukan secara otomatis dan diakhiri tanpa hambatan dengan fitur pre-emption. Proses deploy pun bisa selesai dengan gangguan minimal. Kemudahan penggunaan dan integrasi: Semua resources yang tersedia pun menjadi milik Anda sepenuhnya tanpa batas durasi tertentu. Anda juga bisa memanfaatkan fitur Termination Action untuk menghapus seluruh properti perusahaan yang tersimpan. Langkah ini bisa dilakukan saat proses pre-emption berjalan. Anda juga bisa membersihkan Spot VM yang telah digunakan sebelum dikembalikan. Tersedia di seluruh dunia: Spot VM diluncurkan di seluruh dunia dengan performa yang 100% sama dengan performa VM baru. Perbedaan antara Spot VM dengan VM baru hanyalah pada harga yang ditawarkan. Sebab, resources dapat diklaim kembali kapan saja dengan pemberitahuan 30 detik sebelumnya. Baca juga: Tips Mengatur Budget Departemen IT, Hemat Hingga 60%! Spot VM sangat cocok untuk berbagai jenis workloads, terutama yang berjenis fault-tolerant. Penerapannya bahkan sangat luas, bisa digunakan pada sektor efek visual, keuangan, genomik, perkiraan, dan bahkan simulasi. Untuk mulai mencobanya pun tidak sulit, cukup menambahkan perintah –provisioning_model= Spot pada permintaan Anda dan mode penghematan akan langsung bekerja. Harga yang dinamis Photo Credit: asawin (PxHere) Untuk memaksimalkan penghematan, Google Cloud VMs diluncurkan dengan penetapan harga yang dinamis. Diskon harga yang diterapkan bervariasi, yang terendah adalah 60% dan yang tertinggi 91% lebih hemat dari harga asli. Model penetapan ini bertujuan agar setiap pengguna Google Cloud bisa merasakan pengalaman dengan Spot VM. Jumlah diskon akan terus berubah tiap bulannya, namun tetap dengan diskon minimal 60% dan maksimal 91%. Anda juga bisa melihat perkiraan harga untuk melihat perubahan harga di bulan selanjutnya. Model ini akan efektif mulai tahun 2022 nanti. Untuk rangkaian serta lokasi VM bisa dilihat pada tabel berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mendapatkan hasil yang lebih hemat dan optimal, Anda bisa memanfaatkan integrasi dengan GKE. Pada GKE, Anda bisa membuat node Spot dengan menggunakan perintah –spot;. Sedangkan node pre-emptible bisa ditambahkan dengan –preemptible. Jika Anda sudah menggunakan GKE versi 1.21, tersedia perintah enable_graceful_node_shutdown untuk menjalankan Spot dengan lebih mulus. Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite? Dengan menggunakan Google Cloud Spot VMs, berbagai jenis workloads, bahkan untuk tipe fault-tolerant bisa lebih mudah dijalankan. Menariknya lagi, layanan ini juga menerapkan model penetapan harga yang dinamis sehingga Anda bisa mendapatkan diskon mulai dari 60-91%. Layanan Spot VMs ini akan bekerja lebih baik pada infrastruktur cloud yang memang dikhususkan untuk bisnis. Belum menerapkan solusi tersebut pada bisnis Anda? Sebagai official reseller Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai produk Google secara legal, termasuk di antaranya adalah layanan Google Cloud. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology!

Info

Merancang Sistem Belajar Online yang aman dengan Google for Education

Google for Education merupakan layanan pembelajaran kolaboratif berbasis cloud. Layanan ini memungkinkan penggunanya untuk bisa memanfaatkan aplikasi serta  fitur yang dikembangkan Google sebagai alat produktivitas untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Google for Education sendiri dikembangkan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan privasi para penggunanya. Bentuk proteksi tersebut bisa Anda temukan melalui berbagai fitur keamanan bawaan yang memberikan perlindungan otomatis serta visibilitas dan kontrol yang lebih luas untuk memastikan agar lingkungan belajar tetap aman dan terlindungi. Mari pelajari lebih jauh mengenai fitur keamanan yang ditawarkan Google for Education dalam ulasan berikut ini. Tiga prinsip keamanan Google for Education Photo Credit: Mohamed Hassan (PxHere) Keamanan default: Google melindungi Anda dengan fitur keamanan tercanggih di dunia. Sebelum Anda melakukan pengaturan keamanan, Google secara default telah mengaktifkan kontrol keamanan yang disesuaikan dengan lingkungan digital sekolah Anda. Proteksi default ini bahkan mampu melindungi Anda dari ancaman bahaya seperti ransomware. Desain yang privat: Google menerapkan praktik pengolahan data yang bertanggung jawab untuk menghormati privasi Anda. Hal ini pun diterapkan pada Google for Education dengan standar privasi data paling ketat seperti FERPA, COPPA, dan GDPR. Kendali di tangan Anda: Kepemilikan data di Core Workspace Services ada di tangan Anda sepenuhnya. Anda memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data yang dimiliki. Anda bisa mengontrol siapa saja yang bisa mengaksesnya dan kapan waktu untuk mengaksesnya. Seluruh kendali ada pada Anda. Fitur baru dengan visibilitas dan kontrol yang lebih luas Untuk membantu para administrator dan para pengajar dalam membangun sistem pembelajaran digital yang aman, Google menambahkan beberapa fitur keamanan tambahan. Selain itu, Anda juga bisa menemukan pembaruan terkait pemberitahuan privasi untuk memudahkan pengajar, siswa, dan bahkan wali murid. Google juga meningkatkan layanan dan kontrol privasi dengan struktur yang lebih sederhana menggunakan bahasa yang lebih jelas agar lebih mudah dipahami. Baca juga: Mengapa Belajar Menjadi Lebih Mudah dengan Google for Education? Setelan akses berdasarkan usia Photo Credit: HippoPx Kemudahan lain yang bisa Anda temukan pada Google for Education adalah setelan akses berbasis usia. Dengan fitur ini Anda bisa mengatur akses menuju berbagai platform Google seperti YouTube, Photos, serta Maps. Bersamaan dengan peluncuran fitur ini, Google mengharuskan pengguna layanan seperti pengajar, staf, dan administrator untuk berusia 18 tahun ke atas. Jika melanggar batasan usia tersebut maka tidak akan bisa mengakses unit organisasi atau grup di Admin Console. Sedangkan pengaturan untuk siswa di bawah usia 18 tahun akan otomatis menyesuaikan dengan kebijakan baru. Setelah fitur ini aktif maka siswa yang berusia di bawah 18 tahun akan dibatasi aksesnya dalam menggunakan platform Google. Misalnya, saat mengakses YouTube mereka bisa tetap menyaksikan konten dari guru, tapi tidak bisa mengunggah video, memberikan komentar atau streaming dengan akun sekolah mereka. Keamanan tambahan Di Indonesia, Google Search secara default telah diatur ke mode SafeSearch sehingga siswa bisa melakukan pencarian dengan aman. Menggunakan Google for Education, proteksi tersebut bisa ditingkatkan dengan pengaturan SafeSites, Guest Mode, dan Incognito Mode. Dalam layanan Google for Education, mode SafeSearch dan SafeSites akan otomatis aktif. Sedangkan Guest Mode dan Incognito Mode akan dinonaktifkan secara otomatis saat Google Search digunakan. Administrator bisa melakukan pengaturan ulang terkait hal ini kapan saja diperlukan. Baca juga: Belajar Lebih Aman dengan Google for Education Menciptakan sistem belajar yang aman dan kondusif bagi siswa jelas bukan perkara mudah. Google for Education hadir untuk memudahkan Anda, pengajar dalam merancang sebuah sistem belajar yang bukan hanya aman tapi juga mudah diaplikasikan siswa. Tertarik untuk mulai menerapkan di sekolah Anda? Untuk bisa menikmati berbagai kemudahan, Anda harus berlangganan layanan Google Workspace for Education. EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google menyediakan layanan berlangganan Google Workspace for Education yang aman dan tepercaya untuk Anda. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Google Workspace

3 Cara Meningkatkan Keamanan Anda saat Menggunakan Google Workspace

Keamanan merupakan salah satu elemen yang terus mengalami peningkatan di Google Workspace. Bukan hal yang aneh mengingat bahwa Google Workspace sendiri merupakan platform yang digunakan untuk mengolah data dan selalu ada kemungkinan bahwa data tersebut bersifat sensitif. Artikel kali ini akan membahas update fitur keamanan Google Workspace untuk menghindari ancaman tingkat lanjut. Mari simak bersama ulasannya berikut. Memanfaatkan pengembangan Alert Center Alert Center merupakan fitur yang menyediakan  notifikasi real-time yang bisa segera ditindaklanjuti. Semua aktivitas yang terkait dengan keamanan domain akan langsung terlacak dalam fitur ini. Dengan adanya AlertCenter maka administrator dapat mengatasi gangguan notifikasi keamanan. Tampilannya pun kini dibuat lebih terpadu dengan daftar prioritas ancaman mulai dari yang paling berbahaya hingga yang kurang berbahaya. Sehingga administrator bisa lebih fokus pada hal yang penting sambil tetap melindungi keamanan domain. Photo Credit: Google Cloud Blog Kini Google telah mengembangkan AlertCenter dengan menambahkan layanan VirusTotal. Dengan VirusTotal, administrator bisa menggali notifikasi ancaman lebih dalam untuk bisa mengambil tindakan yang lebih efektif dalam mengatasi ancaman. Fitur blokir di Google Drive Platform Google Drive memungkinkan Anda untuk dapat menyimpan, berbagi, dan berkolaborasi di mana saja. Kemampuan berbagi Drive memang terbukti mampu mendorong produktivitas, tapi sayangnya hal ini bisa menjadi celah keamanan. Akan selalu ada oknum jahat yang ingin menyalahgunakan fitur berbagi Drive untuk melakukan tindakan merugikan. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mengatasinya, Google menawarkan fitur blokir pengguna. Dengan mengaktifkan pemblokiran pengguna, Anda bisa membatasi akses menuju data yang tersimpan dalam Drive. Blokir bisa dilakukan dengan tiga cara: Blokir pengguna lain agar tidak membagikan konten apa pun dengan Anda di masa mendatang. Ini bisa diterapkan pada user yang sering membagikan konten spam. Hapus seluruh file dan folder yang telah dibagikan pengguna lain. Cara ini akan membersihkan drive Anda dari konten spam yang mengganggu. Hapus akses user lain ke drive Anda meski sebelumnya Anda sudah memberikan akses. Membatasi akses menuju resource Google Workspace Photo Credit: Google Cloud Blog Memastikan data organisasi untuk tetap aman bukanlah perkara sepele. Ada banyak ancaman yang mengintai tiap saat, mulai dari serangan virus, aplikasi yang tidak sesuai dengan standar keamanan, hingga risiko kebocoran akses kepada pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk mengatasi hal tersebut Google menawarkan solusi berupa peningkatan keamanan akses resource Google Workspace. Photo Credit: Google Cloud Blog Dalam pengembangan ini, administrator dapat memblokir semua akses OAuth 2.0 API dengan kontrol akses aplikasi dan akses kontekstual baik untuk Google mobile maupun versi desktop. Ada kalanya Anda tanpa sengaja mengunduh dan meng-install aplikasi yang berbahaya. Padahal aplikasi tersebut dapat mencuri data perusahaan. Dengan membatasi akses aplikasi pihak ketiga maupun aplikasi internal untuk mengakses data Workspace akan meminimalisir terjadinya kebocoran data perusahaan. Baca juga: Google Workspace Tingkatkan Sistem Keamanan untuk Perkuat Kolaborasi Kerja Kesimpulan Pengembangan ini diharapkan dapat membantu user beserta data sensitifnya dari risiko penyalahgunaan dan ancaman keamanan selama menggunakan Google Workspace. Untuk keamanan tambahan, Anda bisa menyaksikan Google Cloud Security Talks. Konten tersebut akan membahas seputar tips dan trik untuk meningkatkan keamanan Anda selama menggunakan layanan dan platform yang dikembangkan Google. Google Workspace rentang dengan ancaman keamanan karena di dalamnya banyak data yang bersifat sensitif dan rahasia. Anda bisa memanfaatkan cara-cara di atas untuk melindungi data selama bekerja dengan Workspace. Tertarik dengan fitur keamanan Workspace namun belum menerapkannya di lingkungan kerja Anda? Tidak sulit kok untuk mulai berlangganan Google Workspace. Melalui EIKON Technology, Anda bisa mendapatkan akses Workspace secara resmi. Bahkan Anda bisa memilih  layanan Workspace yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top