EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Frehservice

5 Tips untuk Merancang Manajemen IT dengan Penerapan AI

Kemajuan teknologi machine learning dan Natural Language Processing (NLP) telah mendorong kemunculan AI (Artificial Intelligence) sebagai sebuah teknologi transformasi definitive. Sebuah riset dari IDG menemukan bahwa 93% profesional IT mulai mengeksplorasi atau bahkan telah menerapkan AI sebagai upaya modernisasi ITOM  (IT Operations Management) dan ITSM (IT Service Management). Membuktikan bahwa penerapan AI telah menjadi bagian dari hidup manusia. Dengan seluruh antusiasme seputar penerapan AI, tidak mengherankan jika tingkat implementasi dan adopsinya tinggi. Sayangnya, penerapan yang terburu-buru justru gagal memberikan hasil yang diharapkan. Sebab, agar AI memberi hasil realistis, praktisi IT harus memahami potensi AI, termasuk keterbatasannya. Artikel kali ini akan membahas tentang tips merancang manajemen IT yang dilengkapi dengan penerapan AI. Mari simak penjelasannya berikut ini. Identifikasi kebutuhan dan tujuan Photo Credit: Rawpixel Sebelum terjun dan mulai menerapkan AI dalam manajemen IT Anda, pahami terlebih dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan dan masih perlu ditingkatkan. Evaluasi seperti ini akan membantu Anda mengidentifikasi metode penerapan yang tepat serta menyusun daftar prioritas untuk diikuti. Banyak yang menganggap bahwa membangun sistem AI mahal dan rumit. Hal tersebut memang mungkin terjadi jika Anda tidak memahami metode penerapan yang tepat atau tidak memiliki strategi implementasi yang dipikirkan dengan matang. Untuk mencegahnya, pastikan Anda sudah memiliki pemahaman mendalam terkait tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan AI. Kenali opsi AI yang tepat untuk lingkungan ITSM Anda Sebelum merangkul teknologi baru, sebaiknya Anda juga mengetahui apa yang seharusnya dilakukan ITSM dengan kemampuan AI. Katakanlah Anda ingin menerapkan teknologi AI pada suatu proses yang kurang optimal performanya. Padahal jika dievaluasi kembali, penerapan AI kurang sesuai untuk proses tersebut. Jadi, alih-alih implementasi AI, penerapan ITSM modern lebih cocok untuk situasi tersebut. Untuk itu, sebelum terburu-buru mengadopsi teknologi AI, pahami terlebih dulu beberapa opsi lain yang sesuai dengan lingkungan ITSM Anda. Baca juga: Mengenal IT Service Management Modern Bernama Freshservice Tetapkan ekspektasi yang realistis Menerapkan AI memiliki hit and miss tersendiri. Meski AI bisa membantu manajemen IT Anda untuk bekerja lebih cepat dan cerdas, perlu diperhatikan juga bahwa AI perlu infrastruktur yang sesuai, metode penerapan yang tepat, dan data yang relevan untuk mendukung ekspektasi Anda. Memiliki pemahaman yang baik mengenai AI beserta keterbatasannya akan membantu Anda menetapkan ekspektasi realistis. Ada baiknya untuk mulai dari penerapan yang sederhana terlebih dulu sebelum mendalami penerapan yang lebih kompleks. Saat Anda menemukan kesuksesan, coba optimalkan. Miliki praktik manajemen data yang kuat Photo Credit: Rawpixel Tantangan utama bagi proyek AI dimulai dengan tugas untuk mengumpulkan data yang tepat dan relevan. Pada dasarnya, pengumpulan data sendiri tidak terlalu kompleks, namun mengelola dan memiliki data relevan yang berkualitas adalah tantangan tersendiri bagi manajemen IT. Problem tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya praktik pengelolaan data yang kuat dan gagal mendungkung penerapan AI dengan sukses. Anda haru melihat bahwa strategi dan praktik data yang jelas harus sudah ada sebelum mengadopsi teknologi AI. Pilih vendor penyedia AI yang tepat Pada studi terbaru IDG, diketahui bahwa kecepatan implementasi dan integrasi dengan teknologi yang ada termasuk sebagai salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi AI di ITSM. Ini karena perusahaan memposisikan diri dalam proses integrasi AI rumit dengan memilih vendor yang tidak tepat. Akibatnya, perusahaan harus menghabiskan beberapa waktu untuk beralih dari penerapan awal hingga operasi penuh. Sebagai solusi, perusahaan harus teliti saat memilih vendor AI. Jika menurut perkiraan Anda akan menghadapi tantangan integrasi, pilih vendor AI yang memiliki pengaturan integrasi kode rendah atau tanpa kode. Sebagian besar vendor menawarkan alur kerja siap pakai yang dilengkapi plug-in IT umum. Vendor modern membantu Anda mengintegrasi solusi AI dengan sistem yang ada untuk dapat merasakan keuntungan AI sejak penerapan hari pertama. Baca juga: Yuk Kenalan dengan Freshservice untuk Modernkan Manajemen IT Anda Sebagai kesimpulan, sebelum mulai melakukan penerapan AI untuk manajemen IT perusahaan, pastikan Anda menetapkan tujuan yang realistis, pahami lingkungan IT Anda saat ini, dan pilih vendor yang tepat. Masih belum menemukan sistem IT yang tepat untuk perusahaan Anda? Freshservice bisa menjadi solusi. Freshservice merupakan IT service desk berbasis cloud yang menyediakan set up sistem IT yang simpel, efisien, dan tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Dapatkan Freshservice resmi hanya di EIKON Technology. Klik di sini untuk free trial Freshservice!

Frehservice

Mengintip Masa Depan IT Service dan Operations Management

Belakangan, AI (Artificial Intelligence) tidak hanya sekadar menjadi kata kunci yang ramai dibicarakan. Jumlah perusahaan yang sudah mengadopsi AI ke dalam strategi  manajemen layanan mereka juga mengalami peningkatan signifikan. Bahkan diketahui juga, sudah ada banyak perusahaan yang mulai menuai manfaat dari penerapan AI. Fakta tersebut membuktikan bahwa investasi perusahaan kepada Intelligence Service Management bukanlah suatu kesia-siaan. Investasi penerapan Intelligence Service Management bahkan berhasil memenuhi ekspektasi para praktisi IT di dalam perusahaan. Tak jarang pula, implementasi tersebut melampaui ekspektasi awal. Baru-baru ini Freshservice berkolaborasi dengan Frost & Sullivan yang merupakan perusahaan konsultasi bisnis Amerika Serikat untuk mengidentifikasi perkembangan terbaru pada IT Service Management (ITSM) dan IT Operations Management (ITOM). Dari situ bisa diketahui apa yang mungkin terjadi nanti dan ke mana arah transformasi. Artikel kali ini akan membahas bagaimana kolaborasi antara Freshservice dengan Frost & Sullivan dalam meningkatkan kinerja bisnis yang efektif. Secara garis besar, peran IT dalam perusahaan sangat besar. IT harus bisa menjadi inovator yang berpusat pada karyawan dengan pengalaman layanan mandiri yang cerdas. Mari pelajari bersama. Intelligent Service Management Whitepaper Kerja sama antara Freshservice dengan Frost & Sullivan melahirkan sebuah temuan yang kemudian diberi nama Intelligent Service Management Whitepaper. Temuan tersebut mengungkapkan cara untuk: Melakukan integrasi layanan dan manajemen operasi dengan sistem otomatisasi cerdas. Meningkatkan skalabilitas dan efisiensi dengan memanfaatkan chatbot, agen virtual, serta orkestrasi IT. Menunjukkan nilai bisnis dan juga return on investment (ROI) yang cepat melalui platform ITSM yang lebih modern dan cerdas. Temuan tersebut juga menyatakan pentingnya upaya memodernkan ITSM. Dari riset berbasis bisnis yang dilakukan oleh Frost & Sullivan diketahui bahwa penerapan platform ITSM yang lebih modern dan cerdas dapat meningkatkan rasio keuntungan atas investasi yang dilakukan perusahaan. Baca juga: IT Service Management Modern Bernama Freshservice Kemungkinan perkembangan ITSM dan ITOM Photo Credit: Rawpixel Penelitian tersebut kemudian digunakan untuk mengukur sejauh mana perkembangan teknologi cerdas. Dari situ bisa diketahui kemungkinan perkembangan teknologi cerdas di masa depan di antaranya: Adanya sebuah sistem ITSM modern yang lebih intuitif sehingga mudah digunakan. Diprediksi, produk ini dapat menghasilkan ROI yang bagus dalam beberapa bulan. Menariknya lagi, sistem ini juga tidak akan memerlukan waktu lama untuk diadopsi, dipelajari, dan mulai diterapkan. Meningkatkan performa AI dan layanan mandiri dengan dukungan omnichannel. Tools layanan mandiri dan orkestrasi untuk membebaskan agen sevice desk agar bisa menangani masalah yang jauh lebih kompleks. Operasi terpadu yang menggabungkan ITSM dan juga ITOM. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak pemadaman, memastikan kelangsungan bisnis, dan merampingkan layanan yang sudah ada. Peningkatan tools kolaborasi tim yang terintegrasi dengan mulus memanfaatkan infrastruktur IT yang sudah ada. Enterprise Service Management (ESM) untuk merampingkan sejumlah tugas untuk tim, meningkatkan nilai bisnis, serta menambah ROI. Baca juga: Modernkan Manajemen Layanan IT Perusahaan Anda dengan Freshservice! Pengaruh perkembangan makroekonomi Tanpa disadari, perkembangan makroekonomi di masa sekarang telah mempercepat transformasi digital banyak perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah penyebaran layanan digital cerdas serta pengalaman dukungan. Pada akhirnya, masa depan ITSM akan menjadi sebuah kombinasi yang memadukan teknologi dan sentuhan manusia. Dalam sebuah survei yang dilakukan Harvard Business Review Analytic Service, ditemukan bahwa 77% perusahaan mengatakan, karyawan akan cenderung memilih untuk resign jika perusahaan tidak menyediakan alat, teknologi, serta informasi yang mereka butuhkan untuk bekerja. Photo Credit: Rawpixel Semantara itu, 82% perusahaan menyatakan bahwa kebahagiaan karyawan di tempat kerja secara signifikan dipengaruhi oleh seberapa baik kinerja teknologi di tempat kerja mereka. Oleh karena itu, perusahaan harus siap untuk memasukkan kecerdasan ke dalam sistem manajemen layanan mereka untuk tetap relevan dengan lingkungan bisnis yang terus berubah. Pembahasan kali ini menunjukkan bahwa masa depan ITSM dan ITOM akan masih sangat panjang, terlebih jika kita memperhitungkan kemungkinan masuknya AI. Masih belum terlambat untuk sekarang jika Anda ingin mulai menerapkan IT service yang modern seperti Freshservice. Dengan Freshservice, Anda bisa akan lebih leluasa dalam change management, release management, dan tentunya asset management. Anda bisa mendapatkan platform Freshservice resmi melalui EIKON Technology. Belum familier dengan Freshservice, coba gratis sekarang juga di sini!

Appsheet

Langkah Mudah Membuat Email Dinamis dengan AppSheet

Workflow pekerjaan menuntut Anda untuk terus mondar-mandir di beberapa aplikasi sekaligus? Hal ini tentu akan sangat menghambat produktivitas kerja, terlebih jika aplikasi yang Anda gunakan memakan banyak memori. Dengan memanfaatkan AppSheet yang ada dalam Gmail, Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi. AppSheet merupakan platform untuk membuat aplikasi tanpa coding. Dalam perkembangannya, AppSheet hadir pada produk dan layanan lain dari Google. Salah satunya adalah Gmail. Kehadiran AppSheet di Gmail akan memungkinkan Anda untuk membuat email yang lebih dinamis bahkan tanpa coding. Sebab, AppSheet sendiri merupakan platform tanpa coding sehingga dapat dioperasikan dengan mudah, bahkan oleh mereka yang tidak punya pengalaman dalam bidang programming. Simak caranya dalam penjelasan berikut ini! Mengenal cara kerja AppSheet di Gmail Sebelum mulai menggunakan AppSheet di Gmail, mari pelajari bagaimana cara kerjanya. Pada screenshot di bawah, Anda bisa melihat sebuah email permintaan perjalanan yang menunggu persetujuan. Email ini sendiri diteruskan dari aplikasi Permintaan Perjalanan. Dengan AppSheet, Anda bisa membuat sebuah Email Dinamis untuk merespon email tersebut. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan memanfaatkan fitur Email Dinamis dari AppSheet maka detail terbaru tentang permintaan perjalanan tersebut akan ditampilkan langsung pada email. Disebut dinamis karena sumber data terbaru akan selalu ditanyakan tiap email dibuka. Jadi, baik pengirim maupun penerima email bisa langsung mendapatkan update terbaru mengenai email. Orang yang menerima Email Dinamis (atau disebut “approver“) dapat meninjau tiap detail yang ada dalam email. Entah itu menambahkan komentar, membuat keputusan persetujuan, hingga mengirimkan tanggapan mereka langsung dari email. Secara otomatis, tindakan ini akan langsung memperbaharui sumber data aplikasi (dalam contoh kali ini adalah data dari Google Spreadsheet). Baca juga: Cara Membuat Aplikasi Tanpa Coding untuk Menyederhanakan Proses Kerja Gambar di bawah menampilkan data pada Google Spreadsheet setelah permintaan perjalanan diberi persetujuan melalui Gmail. Persetujuan dari pengguna ditandai dengan formula “TRUE”. Anda juga bisa melihat detail lain seperti tanggal persetujuan serta catatan tambahan yang muncul pada baris permintaan perjalanan yang ada pada Spreadsheet. Perhatikan screenshot berikut ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk ekstensibilitas ekstra, setelah data tersebut ditulis kembali ke sumber data, maka otomatisasi tambahan pun akan bekerja. Apa saja otomatisasi yang bisa disambungkan ke AppSheet pada Gmail? Anda bisa mengatur beberapa bagian dalam alur kerja seperti mengirim email konfirmasi atau pesan teks SMS. Mulai membuat Email Dinamis dengan AppSheet Untuk mulai membuat Email Dinamis melalui AppSheet tidaklah sulit, prosesnya bahkan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatur otomatisasi. Adanya otomatisasi akan memungkinkan aplikasi Anda untuk mendeteksi beberapa tindakan tertentu dan kemudian mengambil tindakan yang sesuai. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Kembali pada contoh sebelumnya, proses otomatisasi terjadi pada saat muncul sebuah Permintaan Perjalanan. Bot yang telah dibuat sebelumnya akan mendeteksi permintaan tersebut dan kemudian melakukan respon yang sesuai seperti mengirimkan email kepada approver dengan detail kunci. Jika Anda sudah selesai mengatur proses otomatisasi yang diinginkan, beralihlah ke dropdown “Use Dynamic Email” dan pilih tampilan “Approvals”. Dengan memilih opsi tersebut maka pengguna akan mendapatkan email balasan yang berisi persetujuan permintaan perjalanan. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan detail lain seperti alamat email penerima serta pesan tambahan. Photo Credit: Rawpixel Sekarang, Anda sudah bisa mulai menggunakan Email Dinamis. Perlu diingat juga, selain Gmail, AppSheet juga dapat ditemukan pada aplikasi maupun layanan lain dari Google seperti Google Sheet. Dengan memanfaatkan AppSheet maka workflows akan menjadi lebih ringkas sehingga produktivitas kerja meningkat. Ingin navigasi aplikasi yang lebih baik lagi? Ada baiknya Anda menggunakan all-in-one platform seperti Google Workspace. Google Workspace menyediakan berbagai tools yang menunjang produktivitas sekaligus kolaborasi, semuanya dalam satu tempat. Anda bisa mendapatkan Google Workspace melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet

Setelah memasuki masa new normal, banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid, alias kombinasi antara bekerja di kantor dan rumah. Beberapa bahkan masih menerapkan model work from home (WFH). Transisi model kerja seperti ini tentu menuntut adanya fleksibilitas yang tinggi. Tanpa adanya fleksibilitas, akan sulit mengontrol sekaligus memantau perkembangan workflow. Salah satu solusi yang kini mulai banyak dilirik adalah dengan mengaplikasikan tool produktivitas dan kolaborasi seperti Google Workspace. Kabar baiknya lagi, kini Google Workspace telah dilengkapi dengan kemampuan untuk merancang custom apps serta otomatisasi melalui AppSheet. AppSheet sendiri merupakan platform pengembangan aplikasi tanpa kode dari Google Cloud. Platform tersebut dibuat untuk mudah dioperasikan, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang programming. Bagaimana AppSheet dapat membantu meningkatkan fleksibilitas kerja di masa new normal seperti sekarang ini? Mari pelajari bersama dalam ulasan berikut. Menyederhanakan proses kerja Fleksibilitas kerja bisa ditingkatkan dengan bantuan aplikasi yang tepat. Belum menemukan aplikasi yang sesuai untuk perusahaan Anda sendiri? AppSheet bisa menjadi solusi untuk merancang aplikasi yang menjawab kebutuhan perusahaan. Katakanlah Anda ingin menyederhanakan proses inventarisasi kantor, AppSheet menyediakan beberapa fitur yang dapat digunakan untuk melakukan inspeksi, pelacakan inventaris, hingga pemusatan informasi yang lebih terstruktur. Google Sheet bisa dimanfaatkan untuk menyimpan backend data Anda, terlebih jika data yang tersimpan tidak akan bertambah secara eksponensial. Pengalihan data dapat dilakukan dengan mudah melalui Google Cloud SQL. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memulainya, Anda bisa langsung membuka AppSheet melalui Google Sheet dengan cara klik Tools > AppSheet > Create an App. Data yang saling terkait Setelah berhasil membuat aplikasi, Anda bisa melihat data mana saja yang saling terkait, bagaimana potongan data saling berhubungan, tampilan seperti apa yang disajikan kepada pengguna, serta pratinjau interaktif langsung dari aplikasi sehingga Anda bisa menyempurnakan aplikasi secara intuitif. Aplikasi manajemen kantor yang dibuat melalui AppSheet akan menawarkan pengaturan gedung serta fitur administrasi untuk mengelola peralatan, informasi pemeliharaan, bahkan Anda juga bisa menyesuaikan dengan kondisi terkini, misalnya penjadwalan desinfeksi ruangan. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna kemudian dapat memesan ruang dan peralatan melalui aplikasi, tanpa harus mencari formulir atau bahkan masuk ke komputer kerja mereka. Reservasi merupakan salah satu fitur otomatisasi di AppSheet, bisa melakukan tindakan yang telah dikonfigurasi sebelumnya saat dipicu. Photo Credit: Google Cloud Blog Seperti terlihat pada screenshot di atas, saat sebuah tindakan dipicu—baik dengan menekan tombol, memindai kode QR atau mengetuk tag RFC—Anda cukup menyetelnya melalui kolom “Reserved by” dan “Reserved at”. Proses yang lebih ringkas dengan otomatisasi Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui fitur AppSheet Automation, Anda bisa mengurangi tugas berulang sekaligus meringkas proses lebih jauh. Salah satu contoh penerapannya adalah saat pengguna sering lupa mematikan sumber daya setelah selesai bekerja. Dengan AppSheet Automation, aplikasi akan memeriksa semua sumber daya yang telah dicadangkan selama lebih dari empat jam secara berkala. Jika tidak terdapat respon maka otomatisasi akan langsung membersihkan sumber daya dan melepaskannya. Optimalkan untuk beberapa peran Photo Credit: Google Cloud Blog Memanfaatkan AppSheet, Anda bisa merancang satu aplikasi dengan banyak peran sekaligus. Untuk sebuah aplikasi manajemen kantor misalnya, pengelola kantor akan memiliki tampilan sekaligus dashboard khusus yang berbeda dengan pekerja kantor lainnya. Dengan begitu, proses otomatisasi pun bisa langsung disesuaikan dengan masing-masing peran. AppSheet juga mendukung fitur-fitur canggih seperti kode QR, NFC, dan integrasi sensor Bluetooth. Hal ini dapat membantu pengguna memeriksa lokasi atau ruang kerja, meringkas beberapa tugas sekaligus, membantu pengguna melakukan navigasi, sekaligus berkolaborasi dengan aman di dalam kantor. Baca juga: Formula dan Expressions, Kunci Utama Membuat Aplikasi Tanpa Coding AppSheet adalah sebuah platform pengembangan aplikasi tanpa kode. Dengan memanfaatkan platform tersebut, Anda bisa merancang sebuah aplikasi meski tidak memiliki dasar terkait programming. Sifatnya yang dinamis membuat AppSheet dapat diakses melalui browser hingga smartphone. AppSheet Core akan otomatis didapatkan jika perusahaan Anda telah berlangganan Google Workspace Enterprise Plus. Belum berlangganan atau ingin meningkatkan subscription Anda? EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai reseller dengan lisensi resmi dari Google, EIKON Technology menyediakan berbagai produk dari Google termasuk Google Workspace dan segala fitur di dalamnya, termasuk AppSheet. Dapatkan segera di sini!

Google Workspace, Info

Google Drive Update: Lebih Ringkas dengan Sistem Shortcut

Sering mengalami kesulitan dalam mengelola file yang tersimpan dalam Google Drive karena melakukan hosting di beberapa lokasi sekaligus? Kini Anda tidak perlu bingung lagi. Pasalnya, Google telah meluncurkan sistem shortcut (pintasan) yang dirancang untuk menyederhanakan struktur file dan folder dalam Google Drive. Dengan Drive update tersebut maka file multi lokasi akan secara otomatis dimigrasikan ke shortcut. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal Google Drive shortcuts Peralihan model kerja selama pandemi tanpa disadari membuat kita jauh lebih bergantung pada tools produktivitas berbasis cloud seperti Google Workspace untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau bahkan partner. Di satu sisi, peralihan tersebut memang akan memudahkan, tapi di sisi lain juga bisa menyebabkan penumpukan file dokumen, Sheet, presentasi, dan aset lain yang di-hosting dalam Google Drive. Akibatnya, pengguna akan menghadapi beberapa masalah manajemen file dan tentunya navigasi. Baca juga: 7 Fitur Google Drive Ini Wajib Anda Ketahui Pada Drive update yang dijelaskan dalam artikel kali ini, Google menerapkan beberapa pengaturan yang memudahkan pengguna dalam melakukan manajemen file. Fitur yang paling disoroti adalah Google Drive shortcut. Sistem shortcut ini nantinya akan memudahkan pengguna dalam mengatur file dan folder yang tersimpan dalam Drive. Proses migrasi Perlu diingat proses migrasi untuk update Google Drive ini tentu tidak terjadi secara mendadak. Proses migrasi akan dilakukan secara bertahap mulai dari awal tahun 2022. Ada pun untuk timeline lengkapnya sebagai berikut: Awal tahun 2022. Administrator akan mendapatkan notifikasi melalui email beberapa minggu sebelumnya untuk memulai proses migrasi di dalam domain. o   Catatan penting: Sebelum migrasi dimulai, administrator dapat mengatur waktu untuk membuat shortcuts di dalam shared folders. Sedangkan end users Google Workspace tidak akan mendapatkan notifikasi tersebut. Sebagai gantinya, end user Google Drive akan mendapatkan pemberitahuan melalui banner yang ada pada Drive (baik versi web maupun mobile). End users tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena proses migrasi akan berlangsung otomatis. o   Berlaku untuk seluruh users Google Workspace dan users dengan akun Google pribadi. Photo Credit: Google Workspace Updates Membuat shortcut dengan Drive for Desktop Sebelumnya, jika fitur “Backup and Sync” aktif, maka Anda bisa membuat sebuah folder baru dalam lokasi baru dengan menekan “Shift+Z”.  Namun setelah Drive update kali ini, perintah Shift+Z akan menghasilkan sebuah shortcut alih-alih sebuah folder yang ada di beberapa lokasi. Baca juga: Edisi Google Workspace yang Bisa Anda Pilih untuk Bisnis Fungsi shortcuts yang telah tersedia Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga artikel ini ditulis, fitur shortcuts pada Drive masih terus dikembangkan. Salah satu fungsi andalannya adalah memberikan informasi folder dan file yang lebih lengkap. Berikut adalah beberapa detail informasi yang ditampilkan pada shortcuts: Daftar user yang dapat mengakses file serta ketersediaan file untuk diunduh. Ukuran file serta ruang penyimpanan yang telah terpakai. Lokasi asli file. Nama user yang membuat dan melakukan modifikasi file. Informasi tersebut telah tersedia pada Google Drive versi web. Sedangkan versi mobile masih dalam pengembangan dan akan segera diluncurkan. Ketersediaan layanan Photo Credit: Google Workspace Updates Hingga saat ini, fitur shortcut sudah diterapkan pada: Seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk pengguna G Suite Basic serta G Suite Business. Seluruh pengguna Google Drive yang mendaftar dengan akun Google pribadi. Adanya platform penyimpanan berbasis cloud seperti Google Drive memang terbukti sangat membantu di masa pandemi seperti sekarang. Sebab, Anda tidak perlu bingung lagi dengan masalah menyimpan atau bahkan membagikan file. Selain itu, Drive juga sangat memudahkan dalam pekerjaan yang menuntut kolaborasi. Sayangnya, kemudahan tersebut rentan menimbulkan masalah dalam pengelolaan file. Sistem shortcut yang merupakan Google Drive update menjadi solusi yang memudahkan Anda dalam mengatasi penumpukan file. Ingin kinerja Drive Anda semakin optimal? Gunakan Google Workspace, platform produktivitas dan kolaborasi dari Google yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan melalui komputasi cloud. Dapatkan hanya di EIKON Technology, partner sekaligus authenticated reseller produk-produk Google untuk Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology!

Gmail, Google Workspace

Aplikasi Gmail sekarang Bisa Digunakan untuk Panggilan Suara dan Video

Aplikasi pengiriman berkas dan surat elektronik Gmail terus melakukan pembaruan dari waktu ke waktu untuk memudahkan para penggunanya.  Misalnya saja dengan adanya fitur untuk melakukan panggilan suara maupun video secara langsung melalui aplikasi dan Google Workspace. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa melakukan panggilan suara maupun video secara langsung. Jadi, tak perlu membuat sebuah meeting room khusus layaknya di Google Meet. amun, untuk sementara panggilan ini hanya bisa dilakukan antar pengguna atau individu dan belum bisa dilakukan untuk penggunaan grup. Untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengunduh dan menginstal aplikasi Gmail di smartphone mereka. Lantas, bagaimana cara melakukan panggilan suara dan video ini? Simak ulasannya berikut ini.  Cara Melakukan  Panggilan Suara dan Video di Gmail Photo: Slash Gear Bagi pengguna yang ingin mencoba melakukan panggilan suara dan video di aplikasi Gmail ini, sebenarnya ada cara mudah yang dapat dilakukan. Cukup dengan tekan ikon berupa gambar gagang telepon untuk panggilan suara. Atau gambar ikon video jika ingin melakukan panggilan video. Ikon tersebut berada di bagian kanan atas chat atau percakapan di Gmail. Ketika melakukan panggilan dengan pengguna lainnya, maka Anda sebagai pihak yang melakukan panggilan dapat melihat banner seseorang yang menelpon. Termasuk pula mengenai durasi panggilan, serta ikon Meet yang ada pada daftar obrolan. Di sisi lain, ketika ada panggilan suara maupun video yang tidak terjawab, maka muncul tanda ikon telepon maupun video dengan warna merah. Khususnya di bagian dalam daftar obrolan maupun percakapan.  Para pengguna pun dapat membuka aplikasi Gmail ini di smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS. Termasuk penggunaan di pada laptop maupun PC dan melakukan panggilan pada kontak yang mereka miliki seperti halnya melakukan panggilan menggunakan WhatsApp. Terintegrasi dengan Google Workspace Secara Gratis Photo: Velsoft Google tak hanya mengeluarkan fitur unggulan di atas saja untuk aplikasi Gmai, tetapi juga melakukan perubahan terhadap layanan platform digital Google Workspace. Salah satunya adalah Gmail dapat terintegrasi dengan platform tersebut secara gratis. Jika dulu layanan tersebut merupakan layanan berbayar bagi perusahaan, kini dapat digunakan oleh siapa saja. Termasuk pula berbagai layanan yang ada di dalamnya selain Gmail. Mulai dari Google Docs, Google Calendar, Google Sheets, Google Form, Google Task, hingga Google Slides. Selain itu juga layanan untuk berkolaborasi dengan tim lain secara virtual. Seperti pada layanan Google Chats maupun Google Meets hingga Room.  Penutup Photo: Best in Australia Dari ulasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pembaharuan yang dilakukan oleh Gmail yang terhubung dengan Google Workspace menjadi terobosan baru. Khususnya bagi perusahaan maupun para pekerja hybrid di era digital. Hal ini lebih kepada penggunaan yang praktis. Jadi, pengguna nantinya tidak harus membuka dua aplikasi atau lebih untuk melakukan panggilan suara maupun video. Cukup dengan Gmail, semua bisa dilakukan. Mulai dari mengirim berkas, chat, bahkan melakukan panggilan maupun video. Tak hanya itu saja, untuk mendukung penggunaan platform digital Google Workspace secara optimal di perusahaan, akan lebih baik jika memilih dan membelinya di vendor terpercaya. Salah satunya adalah EIKON Technology yang menjual produk Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Keunggulan membeli di kami adalah memiliki lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, terdapat layanan after sales seperti maintenance kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda dapat klik di sini atau menghubungi customer service kami di sini.

Google Workspace

3 Aplikasi untuk Memulai Google Workspace di Smartphone

Google Workspace kini banyak digunakan oleh perusahaan untuk memudahkan komunikasi dan melakukan pekerjaan digital. Bahkan dalam menjaga kenyamanan tersebut. Google pun mengembangkan platform tersebut untuk bisa diakses di mana saja dan kapan saja menggunakan smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS dengan aplikasi pendukung. Berikut ketiga aplikasinya yang bisa Anda unduh dan gunakan. Gmail Apps Photo: G-Workplace Aplikasi untuk membuka Google Workspace yang pertama dapat Anda gunakan adalah Gmail Apps. Aplikasi pengiriman pesan surat elektronik ini tentu sudah sering digunakan untuk menggunakan aplikasi lain maupun digunakan untuk proses verifikasi di smartphone. Para pengguna cukup mengunduh Gmail Apps dan menginstalnya di smartphone menggunakan nama pengguna dan sandi yang mudah dihafalkan. Kemudian, hubungkanlah dengan akun Google Workspace Anda. Aplikasi Gmail ini akan membuat penggunaan fitur lebih mudah. Baik itu email, chat, hingga untuk konferensi virtual. Sebab, Gmail Apps terdapat berbagai akses seperti Google Chat untuk perpesanan hingga Google Meet untuk melakukan konferensi video secara virtual. Ingat, aplikasi Gmail terkini dan terbaru memiliki ketiga fitur di atas yang bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan pengguna. Google Calendar untuk Google Workspace Photo: Tekno Signal Selanjutnya ada Google Calendar. Cara menginstalnya pun tidaklah jauh berbeda dengan Gmail Apps sebelumnya. Anda cukup mencarinya di PlayStore maupun AppStore. Kemudian, setelah diunduh, maka pasang atau instal di smartphone dan hubungkan dengan akun Google Workspace yang digunakan, Pada layanan mobile, Google Calendar akan menyinkronkan platform secara otomatis sesuai dengan Google Calendar seperti di web. Dengan menggunakan Google Calendar ini, pengguna lebih mudah dalam memasukkan agenda menyangkut pekerjaan. Mulai dari menambahkan event, pembagian tugas, pengingat atau reminder hingga fitur untuk mengkonfigurasi layanan ‘Out of Office’ maupun notifikasi. Google Drive Apps Photo: Computer World Aplikasi terakhir atau yang ketiga bisa Anda gunakan untuk selalu terhubung dengan Google Workspace adalah Google Drive Apps. Aplikasi ini dapat berjalan ketika pengguna terhubung dengan akun Gmail. Jadi, pastikan sebelum menggunakan Google Drive, sudah terhubung terlebih dahulu menggunakan Gmail.  Aplikasi ini menyediakan berbagai macam fitur dengan ruang yang lebih besar. Hal ini sangat cocok digunakan sebagai media penyimpanan data berbasis cloud pada organisasi maupun perusahaan besar. Misalnya saja pada layanan atau fitur ‘My Drives’ yang menyimpan data penting milik Anda. Termasuk pula layanan ‘Shared Drives’ dimana pengguna bisa mengakses data yang dibagikan pengguna lainnya.  Selain itu, untuk memudahkan pencarian file data terdapat kolom pencarian pada bagian atas. Pengguna hanya mengetikkan kata kunci dari file yang ada dan Google Drive akan memfilter berdasarkan pencarian. Aplikasi ini juga mudah untuk akses pengunggahan file atau data dari smartphone. Penutup Photo: AB Web Service Itulah ketiga aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk memulai Google Workspace di smartphone. Anda bisa memilih salah satunya atau memasang ketiganya sesuai kebutuhan. Adapun keunggulan dari ketiganya adalah, pengguna dapat mengakses fitur Workspace di mana saja dan kapan saja tanpa harus membuka laptop maupun komputer asalkan memiliki koneksi internet yang stabil. Aplikasi di atas sangat cocok bagi Anda dengan mobilitas tinggi. Jadi, dapat dibuka bahkan saat di dalam mobil, berada di lapangan untuk menginspeksi proyek yang dijalankan, di perjalanan, dan sebagainya. Bagi perusahaan, ada baiknya pula menggunakan platform Google Workspace yang terpercaya. Salah satunya adalah dengan mendapatkannya di vendor Google terpercaya seperti EIKON Technology. Sebab, memiliki lisensi resmi dari Google pusat untuk layanan yang dapat digunakan secara premium  bagi pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan informasi lainnya dapat klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tetap Terhubung dengan Aplikasi Kolaborasi Microsoft Teams

Bagi sebuah perusahaan, komunikasi antar berbagai pihak baik internal maupun eksternal adalah hal penting. Untuk itulah diperlukan layanan dan platform digital yang mendukung, salah satunya adalah Microsoft Teams. Pada layanan ini terdapat berbagai fitur unggulan dan berbagai keunggulan lainnya? Seperti apakah? Berikut ulasannya yang perlu Anda tahu. Fitur Microsoft Team Photo: BR Atsit Microsoft Team memiliki berbagai macam fitur aplikasi untuk berkolaborasi. Misalnya saja, ketika Anda membuat sebuah channel maka dapat dibedakan dan dikategorikan per divisi. Tujuannya untuk memudahkan komunikasi di perusahaan. Beberapa fitur yang menjadi andalannya antara lain adalah: Search dan chat yang tak terbatas Dapat digunakan untuk berkomunikasi pada tim kecil dan tim besar hingga 500 ribu pengguna Dapat digunakan untuk melakukan meeting online baik secara audio maupun video. Penyimpanan data yang dimilikinya cukup besar. Keamanan data yang terjamin dengan baik. Apa Saja Keunggulannya? Photo: UC Today Lantas, apa saja keunggulan dan keuntungan menggunakan platform ini bagi perkembangan bisnis dan perusahaan Anda? Ada sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh. Namun, secara garis besar keuntungan dan keunggulannya adalah sebagai berikut: Memberikan Kemudahan Aplikasi dan platform yang bersifat built-in haruslah mudah digunakan untuk bisnis. Khususnya untuk administrasi dan interaksi baik dengan pihak internal maupun eksternal. Fitur seperti Outlook di Microsoft Teams memberikan kemudahan untuk berkomunikasi lewat chat dengan audiens yang sudah terdaftar di kontak. Bisa Terintegrasi dengan Fitur Planner Fitur Planner terdapat pada Microsoft 365, di mana fitur ini juga terintegrasi dengan Teams. Dengan begitu, setiap anggota bisa lebih mudah untuk mengedit file maupun tugas lainnya hingga mengikuti semua progress yang ada. Bisa Digunakan Kapan Saja dan di Mana Saja Tak perlu khawatir kesulitan menggunakan layanan dari Microsoft Team, sebab layanan ini bisa digunakan kapan saja dan di platform apa saja. Mulai dari versi mobile, desktop, hingga website. Adanya banyak pilihan akan memudahkan Anda mengakses konten kapanpun waktu yang diinginkan, termasuk lewat smartphone. Mudah Dikolaborasikan dengan Aplikasi Lain Keunggulan yang terakhir adalah platform Microsoft Teams mudah diintegrasikan dan dikolaborasikan dengan berbagai aplikasi lainnya. Misalnya saja terintegrasi dengan Microsoft Dynamic 365. Tak hanya itu saja, Microsoft Teams juga dirancang terintegrasi dengan Microsoft Azure Communication Service (ACS) untuk mengembangkan interaksi dalam bisnis. Solusi untuk Kerja Hybrid di Era Digital Photo: Computer World Selain keunggulan di atas, Microsoft Teams juga bisa menjadi sebuah solusi untuk kerja hybrid di era digital. Misalnya saja dengan menggunakan fitur Teams Toolkit for Visual Studio dan Microsoft Power Platform. Ditambah lagi saat ini Microsoft Teams juga meluncurkan fitur lain yang sangat membantu bagi kerja hybrid ini dengan Microsoft Power Virtual Agents yang memudahkan Anda untuk memaksimalkan chatbots. Dengan begitu, Anda dapat lebih proaktif dalam mengirimkan pesan kepada konsumen bila digunakan untuk pemasaran. Termasuk menjawab dan berinteraksi di channel conversations. Selain itu, juga ada fitur aplikasi Microsoft Power BI untuk meningkatkan kapabilitas penyimpanan data. Penutup Photo: Tech Advisor Setidaknya itulah ulasan dari aplikasi kolaborasi Microsoft Teams. Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa platform ini memang sangat layak diandalkan untuk kenyamanan dalam bekerja di sebuah tim pada perusahaan. Terlebih lagi fitur-fitur yang ada mendukung untuk menjaga keamanan data dan kecepatan akses data lebih baik. Sehingga, dapat diandalkan di saat-saat yang diperlukan. Kemudian, hal yang tak kalah penting lagi adalah ada baiknya Anda untuk membeli produk tersebut di vendor resminya seperti EIKON Technology. Ada berbagai keuntungan jika membeli di vendor resmi tersebut. Salah satunya adalah jaminan garansi dan produk yang dijual merupakan produk resmi dengan lisensi resmi dari Microsoft . Termasuk penyediaan untuk maintenance. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk Microsoft di kami, Anda bisa klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft Viva Kini Tersedia untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Anda

Masa pandemi memberikan banyak perubahan terhadap perusahaan maupun industri. Terutama dari cara kerja karyawannya, dari yang sebelumnya sepenuhnya berada di kantor kini sebagian mulai bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sebagian lainnya juga menerapkan kerja secara hybrid. Baik bekerja dari rumah maupun hybrid, terkadang terdapat beberapa kendala yang dialami. Namun, Microsoft telah merilis layanan untuk mengatasi hal tersebut dengan Microsoft Viva yang terhubung dengan Microsoft 365. Seperti apa fitur yang ada di dalamnya?  Fitur Microsoft Viva Photo: Handsontek.com Microsoft Viva memiliki empat fitur unggulan yang dapat digunakan bagi perusahaan untuk mempermudah alur kerja secara digital maupun hybrid. Yakni mulai Viva Connection, Viva Insight, Viva Topic, dan Viva Learning. Berikut penjelasan singkat keempat fitur tersebut yang perlu Anda ketahui. Viva Connection Fitur yang pertama adalah Viva Connection. Yakni sebuah platform yang memberikan pengalaman terbaik bagi karyawan. Terutama agar karyawan di perusahaan tetap terhubung dalam sebuah komunikasi, mempelajari hal baru, lebih fokus dalam proyek yang akan ditangani, dan membantu berkembang di tempat kerja. Dengan Viva Connection ini Anda lebih mudah untuk memberikan persetujuan, membagi shift kerja, dan membagikan tugas kerja kepada tim melalui sebuah dashboard. Saat ini Viva Connection terintegrasi dengan Adobe Sign dan DocuSign untuk persetujuan tanda tangan elektronik. Termasuk menggunakan Zebra-Reflexis dan Blue Yonder untuk memudahkan dalam membagi shift. Microsoft Viva Insight Fitur dan platform selanjutnya adalah Viva Insight untuk membantu dalam pengembangan produktivitas melalui data yang ada. Data tersebut pun terlindungi dengan baik sehingga keamanannya terjamin. Untuk penggunaan Viva Insight sendiri saat ini tersedia dalam tiga platform utama. Yakni Qualtrics, Glint, dan Headspace. Viva Topics Photo: Microsoft Docs Fitur dari Microsoft Viva yang terakhir adalah Viva Learning. Pada fitur ini dapat Anda terapkan dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang secara otomatis mengorganisasi konten antar sistem dan tim sesuai topik, proyek, produk, proses, dan dari data konsumen. Semua topik yang ada akan diperbarui menggunakan AI. Termasuk pop up yang terhubung dengan berbagai platform lain seperti SharePoint, Outlook, dan Office. Viva Learning Fitur yang terakhir adalah Microsoft Viva Learning yang dapat Anda gunakan untuk membantu mengembangkan perusahaan dengan terkoneksi pada organisasi, Learning Management System, dan penyedia pihak ketiga, serta Microsoft. Modul ini juga tersedia dalam Microsoft Teams baik untuk desktop maupun mobile. Viva Learning akan tersedia selama beberapa minggu di Microsoft 365. Selain terintegrasi dengan Learning Management System secara mudah milik perusahaan, Viva Learning direkomendasikan bagi Anda yang ingin memfilter data yang diinginkan. Dengan begitu, akan mempermudah tim dalam menciptakan workflow yang optimal. Adapun platform yang mendukung fitur Viva Learning di antaranya adalah SAP SuccessFactors, Cornerstone OnDemand, Saba, Coursera, Skillsoft, Pluralsight, edX, Udemy, Go1, Infosec, Josh Bersin Academy, Udacity, Harvard Business Review, OpenSesame, dan EdCast. Penutup Photo: PCWorld Dari ulasan di atas, kita bisa melihat bahwa Microsoft Viva memiliki berbagai macam fitur unggulan yang membantu dalam pengelolaan organisasi perusahaan Anda menjadi lebih baik. Terutama dalam hal manajemen tim dan organisasi dengan lebih cepat. Termasuk pula untuk akses datanya. Untuk mendapatkan produk dan layanan terbaik dari Microsoft ada baiknya Anda perhatikan vendor atau penyedia produk tersebut. Pilihlah vendor yang memiliki lisensi resmi dari Microsoft pusat seperti EIKON Technology. Selain memiliki lisensi resmi, Anda juga akan mendapatkan kenyamanan lainnya, sebab lebih aman dan ada layanan aftersales. Termasuk maintenance sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi CS kami di sini.

Google Cloud

Meningkatkan Kecepatan dan Keamanan Cloud Deployment Anda

Bagi sebuah perusahaan yang ingin menggunakan dan mengalihkan data melalui jaringan komputasi awan atau cloud. faktor keamanan dan kecepatan dalam mengakses data menjadi dua hal utama yang perlu diperhatikan. Google Cloud sebagai salah satu platform komputasi awan yang banyak digunakan di perusahaan, memiliki keunggulan tersendiri dalam dua hal tersebut. Terlebih lagi kini terdapat Deployment Google Cloud. Lalu apa saja keunggulan dari fitur tersebut? Dan mengapa sangat penting digunakan pada komputasi awan di perusahaan Anda? Simak ulasannya hingga tuntas di artikel ini. Pentingnya Keamanan Deployment Google Cloud Photo: WHOA.com Mengalihkan beban kerja ke dalam sebuah jaringan cloud menjadi salah satu cara terbaik untuk improvisasi dan memodernisasi infrastruktur keamanan di jaringan komputer. Fondasi keamanan dalam cetak biru Deployment Google Cloud memberikan beberapa manfaat penting bagi perusahaan. Di antaranya adalah sebagai berikut: Membantu meyakinkan dan mengedukasi brand untuk lebih baik dalam penggunaan keamanan Google Cloud. Baik dari segi kemampuan maupun dari segi penerapannya. Deployment Google Cloud mengumpulkan keamanan mendasar pada sumber daya utama. Kemudian, menyediakan opsi referensi dari template yang ditawarkan oleh Google. Platform ini menyediakan pengiriman data secara otomatis, namun tetap memperhatikan aspek keamanan yang utama. Deployment Google Cloud dapat digunakan untuk solusi mengamankan data-data penting yang menjadi fondasi dalam pengoperasian Google Cloud milik perusahaan. Meningkatkan  Kecepatan Deployment Google Cloud Photo: MyData Trust Permasalahan berikutnya selain keamanan, yang menjadi concern utama dari Deployment Google Cloud adalah segi kecepatan akses data. Setting dengan cara manual, terutama dari segi konfigurasi firewall, IAM, logging, hingga backup memiliki faktor-faktor yang cukup kompleks. Tak hanya itu saja, proses manual ini pun cukup lambat. Dengan menggunakan Deployment Google Cloud, permasalahan tersebut perlahan menjadi teratasi. Para pengguna pun bisa melakukan tes terlebih dahulu sebelum mencobanya dan dapat terintegrasi dengan modul dari Terraform. operasional tugas dapat dilakukan secara otomatis. Ini tentu akan menambah kecepatan akses data dan bisa melakukan pengelolaan dan pelacakan data secara mudah.  Melakukan Kustomisasi Google Cloud Photo: PojokKoran.com Manfaat lain ketika Anda menggunakan platform Deployment Google Cloud adalah lebih mudah untuk melakukan kustomisasi data-data penting yang menjadi indikator jaringan komputasi awan di perusahaan. Misalnya saja target audiens, geografi, dan hal-hal unik lainnya yang memberikan pengaruh lebih baik pada perusahaan. Menggunakan Google Cloud menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan data secara mendasar. Selain itu, platform yang disediakan oleh Google Cloud pun lebih mudah untuk dimengerti oleh penggunanya. Dengan begitu, ketika pengguna ingin melakukan kustomisasi dengan berbagai macam indikator, ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Penutup Photo: Career Tool Belt Dari ulasan di atas, kecepatan akses data dan keamanan Deployment Google Cloud menjadi dua hal utama yang menjadi perhatian dalam organisasi maupun perusahaan. Oleh karena itulah ada baiknya Anda untuk memilih produk-produk Google Cloud di tempat terpercaya. Salah satunya adalah di EIKON Technology. Kami menyediakan layanan Google Cloud dengan lisensi resmi dari Google pusat. Selain itu, Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Dapatkan pula layanan after sales dari teknisi kami untuk kenyamanan Anda dalam menggunakan produk-produk Google dari kami. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan, Anda bisa klik di sini. Selamat mencoba dan rasakan sensasi menggunakan Deployment Google Cloud untuk kenyamanan dan kemudahan serta keamanan data perusahaan Anda.

Scroll to Top